Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Breaking News
Soal Berita Hoak Ratna Seret Amin Rais - Wednesday, 10 October 2018 00:35
Polisi.Kerjasama Dengan SKK Migas - Wednesday, 19 September 2018 15:07
Kapolresta Jambi lakukan Kontra Radikalisme - Monday, 17 September 2018 01:16

Headline News

Dua Tersangka Peluru Nyasar Di Markas Dewan Diamankan
Last Updated on Oct 19 2018

Dua Tersangka Peluru Nyasar Di Markas Dewan Diamankan

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Akibat peluru nyasar di DPR RI tersangka sudah menembak hampir 300 butir dari 450 peluru yang dimiliki. Kini pemeriksaan ditetapkan 2 tersangka akibat penembakan tak terkontrol. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ditemui di Polda Metro,...
Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama di Bidang Pariwisata
Last Updated on Oct 12 2018

Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama di Bidang Pariwisata

  BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan finansial. Sejumlah kesepakatan telah ditandatangani kedua belah pihak. Selain di bidang ekonomi, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong juga melakukan pembahasan...
Lima Usulan Presiden Jokowi dalam ASEAN Leaders' Gathering 2018
Last Updated on Oct 12 2018

Lima Usulan Presiden Jokowi dalam ASEAN Leaders' Gathering 2018

 BALI(KORANRAKYAT,.COM) Kepala negara dan pemerintahan ASEAN telah menggelar ASEAN Leaders' Gathering yang bertempat di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, pada Kamis, 11 Oktober 2018. Pertemuan yang diinisiasi oleh pihak Indonesia ini menghadirkan 10 negara ASEAN dan sejumlah pimpinan lembaga...
Amien Rais Datangi Polda Metro Dengan Membawa Massa
Last Updated on Oct 11 2018

Amien Rais Datangi Polda Metro Dengan Membawa Massa

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Dewan Kehormatan PAN, Amin Rais mendatangi Polda Metro Jaya di kawal anaknya Hanum Rais dan alumi 212 tiba pukul 10.12, Rabu(10/10)2018. Ini ada kejangalan ,apa lagi ini panggilan kedua. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais ketika ditemui di Polda...
Sekitar 90 Pelaku Penjararahan Diringkus
Last Updated on Oct 10 2018

Sekitar 90 Pelaku Penjararahan Diringkus

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Amankan  evakuasi bencana alam di Sulawesi Tengah termasuk adanya kejadian penjarahan. Polisi meringkus 90 pelaku kejahatan penjarahan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto di Mabes Polri,Senin (8/10)2018 mengatakan dan menyebutkan polisi telah melakukan...

World Today

  •  
    Lima Usulan Presiden Jokowi dalam ASEAN

     BALI(KORANRAKYAT,.COM)

    Kepala negara dan pemerintahan ASEAN telah menggelar ASEAN Leaders'

     

Redaksi

Redaksi

Tuesday, 11 September 2018 09:36

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Maraknya aksi ceramah-ceramah  yang terus bergululir, diharapkan dihimbau Alim ulama dan tokoh agama dan tokoh  masyarakat dapat memberikan ceramah yang menyejukkan memberikan pedoman dan arahan bagi umat untuk berbuat baik serta mengarah pada kedamaian.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ketika ditemui di Mabes Polri, Senin(10/9)2018 mengatakan saya menghimbau kepada Alim ulama ,  Tokoh agama ketika memberikan ceramah ini yang menyejukkan, yang  memberikan kesejukan, memberikan pedoman dan arahan tentunya umat berbuat lebih baik." Jadi, himbauan saya kepada Alim ulama dan Tokoh-tokoh agama mari membawa umat kepada kesejukan arah kedamaian. Saya tidak menyebutkan satu persatu tetapi secara umum," ujarnya.

 

Ketika ditanya jadi ini himbauan secara nasional, Setyo menegaskan Ya, saya berharap memang Alim ulama berperan penting ,karena Alim ulama perannya penting sekali untuk membawa umat ke damaian, ke arah kesejukan." Ini yang paling penting," tegasnya.

 

Saat ditanya apa benar Ustad Somad lagi diperiksa di Polda Riau, Setyo menjelaskan Ya, ini saya minta data tetapi datanya belum dikirim, sampai sekarang belum dikirim. "Okey saya berharap untuk  mendapatkan informasi-informasi yang beliau katanya di intimidasi. Pak Kapolri sendiri saja sudah mengatakan kalau beliau di intimidasi agar  lapor ke Polisi  kami bisa melayani beliau dan bisa melindungi beliau," jelasnya.

 

Ketika disinggung Polri akan buat Satgas untuk memantau cerama- ceramah, Setyo merincinya engga ini adalah normatif saja semua sudah  ada tugas-tugas masing-masing. "Polri sudah dibagi tugasnya mulai dari Preentif, Preventif, Represif jadi tidak ada dibentuk satuan tugas yang  baru . Tetapi ada satuan tugas Nusantara tentunya bekerjasama dengan Alimulama, tokoh masyarakat, tokoh adat yaitu menjadi penyejuk. Kami ingin menjadi penyejuk, oleh karena itu yang saya sampaikan ulama dan tokoh agama tokoh masyarakat itu penting untuk menyejukanlah, Situasi panas terus kan kasihan masyarakat," rincinya

 

Terkait pemeriksaan di Riau, Setyo menambahkan sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi  hanya dari Riau saja yang katanya ada informasi di Riau." Secara prinsip tidak ada masalah, tetapi yang kita harapkan jangan memprovokasi umat untuk mengarah pada satu tindakan-tindakan yang melanggar hukum itu saja," tambahnya. (vk)

Friday, 07 September 2018 14:25

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan Narkotika Nasional(BNN) pemusnahan 2.223,5 gram Sabu, 24.819 butir Ekstasi, 37.408 juli liter Prekusor cair, 6.122 gram Prekursor serbuk dan 201.760,80 gram Ganja dari 10 kasus di Halaman Kantor BNN, Cawang Jakarta Timur.

Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol Heru Winarko sebelum pemusnahan, Jumat (7/9)2018 mengatakan hari ini Badan Narkotika Nasional(BNN) akan melakukan  pemusnaan barang bukti-barang bukti  ini  lengkap ada  shabu, Prekusor , ganja  dan disini juga saya didampingi oleh Kejaksaan dari  Direktorat Narkotika, juga ada dari BNN Deputi Huker karena disini kita lihat ada barang-barang  merupakan masukan dari luar."Total barang bukti yang dimusnakan  adalah sebanyak 2.223,4 gram Shabu , Ekstasi  MDMA  sebanyak 24.819 butir, Prekusor cair untuk membuat narkotika sebanyak 37.408 Mili liter, prekusor berbentuk serbuk 6.122 gram dan ganja seberat 201.760,80 gram," ujarnya .

Selanjutnya, Heru menegaskan

Ini berasal dari kasus produksi sahbu perumahan di Majene berapa minggu lalu kita ekspos di BTN Griya Pesana Lembang, Majene Sulaweasi Barat." Tesangka ada 4 SW alias Wahyu L(29), JU (44), Ha(43), LL alias Lubis(55) sebanyak prekusor cair 37.720 mili liter dan prekusor serbuk  sebanyak  6.170 gram ," tegasnya.

Heru menjelaskan  Kasus ekstasi asal perancis kantor Pos Pasar Baru  Jakarta Pusat mengamankan  berinsial FS 2.932 butir MDMA. Kasus ekstasi asal Belgia perumahan Griya Cinerw 2 Depok tersangka I sebanyak 3.444 butir ekstasi. "Lalu selanjut kasilus ke 4 adalah ekstasi di kampung Cilodong Wates Di Satya Bogor. Tersangka ada 2 MI dan SZ. Barang.bukti 95.40 gram Shabu. Kasus ke 5 Ekstasi LP Cipinang  Jalan kebun Bawang Tanjung Priok. Tersangka saudara FS di Cipinang.dan saudara KA barang bukti sebanyak 3.019 butir Ekstasi," jelasnya.

Lebih jauh, Heru merinci Ke 6 kasus Ekstasi  melalui  cargo di Bandara, kantor pos udara area cargo Bandara Soekarno Hatta. Tersangka SP DPO dan Barang bukti saudara SP 3.080 butir Ekstasi. Kasua Shabu baru di Riau dan ini perna kita ekspos juga TKP dihalaman pakai Hotel Jema Graha jalan hotel  Shabrina. "Tersangka ada 5 saudari R. Saudara IR, saudara W dan saudara M. Barang bukti.juga hari.ini 140 gram.shabu 10.478 butir Ekstasi. Ke 8 kasus7 karung Ganja kantor Pos.Tanggerang tersangkanya saudara R,saudara Y ,  barang.bukti.sebanyak 98.732,50 gram dan 1 Gram Ganja," rincinya.

Seiring dengan itu, Heru menambahkan Ke.9 kasus Banda  Aceh  Jalan Manjangan I, Pondok Ranji. Ciputat Timor.Kota Tanggerang. Tersangka inisial D alias Batak barang bukti 103.436,30 gram ganja."Terakhir kasus ekstasi melibatkan napi di Tanggerang TKP kantor Pos baru Jakarta Pusat . Tersangka D dan saudara  Y napi lapas kelas Tanggerang. Barang bukti sebanyak 1 Yuter ekstasi. Itu yang akan.kia musnakan.pada hari ini karena berkas sudah diterima di Kejaksaan Jakarta  dimusnakan," tambahnya. ( vk)

Friday, 07 September 2018 13:52

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo sore ini, Jumat, 7 September 2018 bersilaturahmi ke kediaman Ibu Sinta Nuriyah Wahid istri Presiden RI keempat, almarhum K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Tiba sekira pukul 16.00 WIB, Presiden disambut oleh putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid. Keduanya kemudian masuk rumah untuk bertemu dengan Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Presiden mengaku bahwa ini bukan kali pertama berkunjung ke kediaman Gus Dur. Kunjungan Presiden ini juga bertepatan dengan hari lahir Gus Dur.

"Ya saya ke sini tidak sekali dua kali ini. Kalau tidak keliru seingat saya sudah yang keempat," kata Presiden seusai pertemuan.

Selain itu, Presiden juga ingin mengetahui kabar Ibu Sinta Nuriyah. Presiden pun sempat menyantap bubur merah putih yang disuguhkan.

"Juga ingin mengabarkan mengenai kesehatan beliau, alhamdulillah diberikan kesehatan yang baik dari Allah SWT," ungkapnya

Tak hanya itu, pada kesempatan ini Presiden juga bertemu dengan tokoh-tokoh dari Madura. Presiden menuturkan, mereka memberi masukan terkait keluhan mahalnya tarif jembatan di Suramadu.

"Dulu sebetulnya dari Rp30 ribu kita sudah potong jadi Rp15 ribu, yang sepeda motor sudah dibebaskan. Tapi memang itu dampak terhadap investasi dan ekonomi masih belum kelihatan sehingga beliau-beliau meminta itu untuk ditinjau kembali," ujarnya.

Ibu Sinta Nuriyah menyambut baik kedatangan Presiden ini. Menurutnya, Presiden Jokowi adalah sosok yang suka bersilaturahmi kepada tokoh masyarakat, kiai, dan sebagainya.

"Termasuk ke sini karena saya dianggap sebagai orang tua yang patut dikunjungi. Jadi saya sebagai orang tua pasti akan memberikan doa," kata Ibu Sinta Nuriyah.

Ibu Sinta pun memberikan pesan terkait amanah yang diemban seorang pemimpin. Ia pun menuturkan apa yang menurutnya diamalkan oleh Gus Dur.

"Sesuai apa yang ada dalam kaidah fikih, kebijakan seorang pemimpin itu harus berdasar pada kepentingan rakyatnya, bukan golongan," tutur Ibu Sinta Nuriyah.(eas)

Friday, 07 September 2018 12:00

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)

Bonus  sukses penyelenggaraan Asia Games 2018 Bos Mahaka Group, Erick Thohir resmi menjabat Ketua Tim Pemenangan Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

     Hal itu disampaikan bakal calon presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di posko kubu Jokowi-Ma'ruf di Jalan Cemara (Posko Cemara), Menteng, Jakarta, Jumat (7/9/2018). "Ketua Tim Kampamye Nasional adalah Bapak Erick Thohir," ujar Jokowi.

           Alasan Jokowi Pilih Erick Thohir Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi mengatakan, keputusan itu diambil setelah dirinya berkomunikasi dengan Ma'ruf, ketua umum dan sekjen parpol pengusung dan pendukung, relawan dan banyak tokoh.

        Ikut hadir para sekretaris jenderal partai pengusung dan pendukung Jokowi-Ma'ruf. Mereka kompak mengenakan kemeja putih. Kubu Jokowi-Ma'ruf sebelumnya sudah menyerahkan struktur tim kampanye ke KPU. Namun, saat itu belum tercantum ketua tim.

           Sesuai dengan aturan dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, hingga satu hari jelang pelaksanaan kampanye, atau 22 September 2018, tim kampanye maupun juru kampanye masih bisa direvisi. sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, hingga satu hari jelang pelaksanaan kampanye, atau 22 September 2018, tim kampanye maupun juru kampanye masih bisa direvisi.(as)

Friday, 07 September 2018 06:39

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Ada nya dugaan ancaman dan intimidasi yang dilakukan kelompok atau perorangan untuk pengajian Ustad Somad, Polisi tunggu laporannya. Kalau ada laporan tentunya Polri akan memproses dan menindaknya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat , Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Kamis (6/9)2018 mengatakan

Sampai saat ini dan  pak Kadiv  juga sudah menyampaikan belum pernah ada dan menerima pelaporan  dari Ustad Abdul Somad tentang menurut pendapat beliau ada intimidasi  atau ada ancaman kepada beliau. "Jadi kalau misalnya Ustad Abdul Somad sudah melaporkan  kepihak Kepolisian pasti kita tangani," ujarnya.

 

Ketika didesak adanya dan Ini menjadi bagian Delik Aduan, Dedi menegaskan Kita tangani dan kita akan melakukan proses penyelidikan  apakah ada unsur perbuatan melanggar dan melawan hukum yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok tertentu. Sampai sekarang belum ada laporan , kita sampai sekarang menunggu laporan." Setelah ada laporan pasti polisi akan melakukan  proses," tegasnya.

Disunting apa tidak bisa melakukan penyelidikan, Dedi menjelaskan Dasarnya apa kita melakukan penyelidikan. Ustad Somat belum merasa dirugikan secara resmi misal tindakan seorang  atau kelompok Ustad Abdul Somad merasa di rugikan secara pribadi melaporkan  dan kita melakukan  penyelidikan kita  langsung penyidikan menemukan dua alat bukti kita tentukan apakah perbuatan ini pidana atau tidak. "Kalau ada perbuatan Pidana baru kita tingkatkan dari penyelidikan  ke penyidikan," jelasnya.

Menyoroti  ini bagian dari delik aduan, Dedi menandaskan Ya , kita harus menunggu laporan. Kami menghimbau kepada ustad Abdul Donat apa bila merasa dirugikan tindakan-tindakan seseoarang atau kelompok dalam sosial media silakan laporkan ke kami, pasti kami akan menangani dengan serius."Ini jadi Polemik, karena terjadi peminjaman. Nah kita akan memprotes hal-hal positif dalam rangka mencerdaskan bangsa. Pasti kita akan layani dan tangani dengan baik.Kalau ada pengajian apakah polri akan memberikan perlindungan,  Ya, kita akan melakukan pengamanan dengan baik," tandasnya.( vk)

Friday, 07 September 2018 05:56

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Polisi antisipasi kegiatan olahraga Ahmad Dhani ,  yang situ ya asesmentnya melanggar undang-undang No.9 tahun 1998 tidak sesuai 5 point akan dibubarkan atau tidak diperbolehkan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ketika ditemui di Mabes Polri, Kamis(6/9)2018 mengatakan  Pada prinsipnya yang mungkin dari wilayah memiliki tim yang menganalisa rencana kegiatan tersebut. "Kita mengasesment secara komperhensif sepanjang kegiatan masyarakat sesuai undang-undang No.9 tahun 1998 itu dilaksanakan tidak sesuai dengan 5 point UU No.9 tahun 1998 pertama bahwa kegiatan menyampaikan dimuka publik atau di muka umum itu sifatnya tidak absolut, tetapi sifatnya tentatif sesuai regulasi yang ada di kita," ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan termasuk regulasi internasional ICPR internasional Convensi Politik Right , bahwa sepanjang kegiatan masyarakat itu yang pertama tidak melanggar norma, etika  yang tidak melanggar  peraturan perundang-undangan , tidak menganggu ketertiban umum , tidak atau dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa tidak diperbolehkan,". Sehingga dalam ISPR itu  disebutkan ada dua kegiatan  masyarakat menyampaikan di muka publik atau dimuka umum sepanjang tidak melakukan indikasi pelanggaran melanggar HAM, melanggar konstitusi yang hukum yang berlaku, Moral Etika dan tidak menggangu ketertiban umum di ijinkan. Sepanjang tidak ada indikasi seperti itu sangat jelas Polri atau Polisi dapat membubarkan kegiatan tersebut," tegasnya.

Ketika ditanya ini kan hanya gerak jalan sehat memperingati  hari Olah Raga, Dedi menjelaskan ya, mungkin gerak jalan tetapi dibalik itu wilayah yang punya kemampuan mengaksesment seperti itu. "Dari Mabes Polri sudah sangat jelas kepada wilayah betul-betul mampu menganalisa koperhensif," jelasnya.

Saat disinggung jadi ada potensi ke 5 hal itu ya, Dedi merincinya dari assesment pasti ada potensi yang mengarah kesitu. Artinya Polisi mengambil  the cressy kepolisian seperti itu, cressy kepolisian itu diatur dalam UU No.22. Polisi dapat  mengambil satu tindakan dengan satu penilaian sendiri yang secara mandiri. "Kalau itu dibiarkan terjadi kontradiksi ya maka kepolisian di salahkan. Polisi harus betul-betul mengantisipasi setiap kemingkinan terburuk yang terjadi di Masyarakat," rincinya.

Ketika disorot apa jadi kalau tetap diselenggarakan, apa Polisi  bisa dibubarkan atau membubarkan diri, Dedi menandaskan ya, sangat kuat mengindikasi kepada 5 hal  tersebut , Polisi dapat membubarkan." Kalau dalam membubarkan terjadi perlawanan ada pasalnya pasal 212 dan pasal 218  lawan petugas sanksi hukumannya 4 bulan," tandasnya.(vk)

Wednesday, 05 September 2018 12:02

LOMBOK(KORANRAKYAT.COM) Adanya  inpres nomor 5 Tahun 2018 untuk membangun kembali Provinsi Nusa Tenggara Barat akibat gempa yang terjadi beralang-ulang. Pemperintah dengan sigap mengalirkan bantuan pengucuran dana. Seiring dengan itu ditegaskan jangan ada potongan satu rupiah untuk bantuan bagi masyarakat NTB.

Dalam kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Lombok, Minggu (2/8) 2018 mengatakan dan mengingatkan kepada semua pihak agar jangan sampai ada potongan untuk bantuan dana stimulan rekonstruksi rumah yang diberikan kepada korban gempa di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya ingin tidak ada serupiah pun dari tabungan ini dipotong, enggak mau saya. Semuanya harus masuk ke masyarakat dan untuk membangun rumah masing-masing," ujarn

Dalam kunjungannya yang ketiga ini, Jokowi didampingi Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi dan Kepala BNPB.

Ia menyerahkan bantuan secara simbolis sebanyak 5.293 buku tabungan dana stimulan rekonstruksi rumah yang telah selesai diverifikasi.

Bantuan dana stimulan ini diberikan kepada warga korban gempa Lombok yang rumah mengalami kerusakan.

Untuk rumah rusak berat, pemerintah memberikan 50 juta, rusak sedang 25 juta, dan rusak ringan 10 juta

Jokowi meminta agar dana tersebut diprioritaskan untuk membangun rumah

Adapun rumah yang dibangun harus menggunakan kontruksi rumah yang tahan gemp

Hal ini mengingat wilayah Indonesia berada pada kawasan cincin api yang rawan terjadi gempa bum

Untuk itu, pemerintah telah menunjuk Kementrian PUPR, insinyur, mahasiswa teknik, dibantu dari TNI dan Polri untuk mendampingi masyarakat bergotong royong membangun rumah.

Bagi rumah yang materialnya bisa dipakai, Presiden menyarankan untuk bisa dipakai sehingga dana yang diberikan betul-betul cukup untuk membangun kembali rumah warga.

Setelah selesai membangun, jika ada kelebihan biaya, warga dipersilakan menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan yang lain.

Jokowi berharap, proses pembangunan berjalan cepat karena sebentar lagi akan memasuki musim penghujan. Dengan demikian, rumah yang dibangun bisa dihuni warga sebelum musim hujan datang.(vk)

Wednesday, 05 September 2018 11:48

LOMBOK(KORANRAKYAT.COM)Pemerintah ke bali membangun kembali NTB, sejak awal gempa hingga rehabilitasi dan rekonstruksi Polri ikut membantu secara langsung. dengan menurunkan 1.300 personil dan dana dukung personil Polri Rp 10 Miliar dalam tugas.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian  ketika di temui di Lombok saat mendampingi Presiden Jokowi,Senin(3/9)2018 mengatakan dari tanggap darurat tentu dari Polri berkewajiban dan tanggung jawabnya memang untuk membantu masyarakat dari awal . Pertama kita sudah memberikan bantuan bersama teman-teman TNI Pemda dan lain-lain." Itu sudah pasti kita pertama dari tanggap darurat menolong evakuasi menolong korban membawa ke rumah sakit ada yang kena tuntunan kita angkat dibawa ke rumah sakit dan seterusnya bersama-sama jajaran lain seperti TNI dan Pemda," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan setelah itu baru kita mulai termasuk pengamanan kepada masyarakat..Evakuasi di Giri Terawangan dan Giri Air termasuk Turis-turis kita lakukan sudah. "Setelah itu saya kirim pasukan pertama kali itu lebih kurang 700 hingga 800 untuk membantu tanggap darurat  mediasi kepada korban yang rumah ya rusak untuk dan lain-lain termasuk operasi sembako-sembako yang tadinya kurang susah okey. Kalau.masalah sembako dan logistik tidak ada masalah tidak ada masalah disini. Distribusi bagus dari pemerintah mengucurkan luar biasa  dari Bulog, dari BUMN, bapak presiden sudah all out untuk memerintahkan sehingga tidak ada masalah," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan  urusan makanan sudah tidak ada masalah, tadi tenda yang kurang sudah, selimut kurang sudah. Saya juga memberikan dukungan buat Mabes Polri sebanyak lebih kurang Rp 10 Miliar untuk jajaran Polri saja dalam rangka untuk operasional dan lain-lain." Kita juga meminta kepada Kapolda-kapolda memberikan simpati, ,sumbangan-sumbangan anggota-anggota Polri berembuk juga hampir Rp 10 Miliar sudah diserahkan kepada Polda untuk kepentingan operasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito merincinya Kemudian kita melihat banyak kebutuhan-kebutuhan yang dilakukan dalam rangka rekonstruksi rehabilitasi dan kita undang Polda-Polda yang punya kemampuan besar, resqu dan total dari semua diluar Polda ada 1.300 baik dari Brimob, Shabara kemudian dari Pol Air, Helly Copter kita kirim ada dua, kapal kita kirim termasuk kapal yang bisa merubah air laut menjadi air tawar . "Ya kita kirim kesini juga. Kemudian kita.kirim Jelly Copter untuk melakukan evakuasi yang ada di gunung dan tempat-tempat terpencil untuk kendaraan . Selain itu untuk mempercepat ke Amergancy lewat darat sulit agak lambat bisa pakai Peshawar Helly Copter,ada  rumah sakit TNI Angkatan Laut yang terapung kita kirim kesana, Rumah Sakit Mataram dan lain-lain," rincinya.

Seiring dengan itu, Tito mengungkapkan nah dalam rekonstruksi pasukan yang luar Brimob tetap saya pertahankan perpanjang 1 bulan, kalau kurang kita akan kirim anggota kita dari luar daerah. Kemudian yang kedua kita juga turut membantu rekonstruksi ini, ini kan ada yang dijalan besar itu alat-alat besar bisa masuk tapi yang didalam gang-gang kecil itu sulut dilakukan secara manual oleh anggota-anggota kita." Dibawah Satgas yang dipimpin oleh Pak Danrem dan Koosgab Mayjen Marsuni itu semua bersama relawan, TNI, Kementerian Sosial itu semua bekerja menjaga stabilitas harga sekaligus melakukan verifikasi berapa rumah yang rusak berat,rusak ringan makin cepat verifikasi maka pemerintah akan cepat lebih cepat mengucurkan uang, ini kemarin sudah di kucurkan uang oleh Bapak Presiden 5 Ribu lebih masih akan berlanjut kita akan  awasi oleh Polri agar itu betul-betul sampai kepada anggota  masyarakat yang berhak".Presiden jelas tidak ada potongan satu rupiah pun, jadi kalau ada yang berani motong ya entah alasan apa pun juga kita akan proses hukum Tindak pidana korupsi atau penggelapannya," ungkapnya. (vk)

Monday, 03 September 2018 06:53

MATARAM(KORANRAKYAT) Bencana Gempa Bumi di Lombok ,berakibat warga kehilangan tempat tinggal Kerala hancur,akhirnya Presiden Joko Widodo langsung memberikan  bantuan sebesar Rp 264 Miliar untuk perbaikan 5.293 unit rumah rusak yang diserahkan kepada korban gempa di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diberikan kepada wartawan, Minggu(2/9)2018 mengatakan menyikapi bencana alam gempa yang berulang-ulang, akhirnya Presiden Joko Widodo langsung memberikan langsung bantuan sebesar Rp 264 Miliar untuk perbaikan 5.293 unit rumah.

"Nilai total yang diserahkan sebanyak Rp 264 milyar untuk 5.293 KK yang rumahnya rusak berat, di mana masing-masing rumah rusak berat diberikan stimulus Rp 50 juta," ujarnya.

Selanjutnya, Sutopo menegaskan bantuan langsung ditransfer oleh Pemerintah dan masyarakat menerima dalam bentuk tabungan BRI. "Diharapkan tabungan sebesar Rp 50 juta dapat membantu masyarakat untuk membangun kembali rumahnya yang roboh akibat gempa," tegasnya.

 

Untuk itu, Sutopo menjelaskan adapun rincian warga yang mendapatkan dana stimulan dari pemerintah adalah Kabupaten Lombok Barat 359 orang, Kabupaten Lombok Utara 1.353 orang, Kabupaten Lombok Timur 2.782 orang, Kabupaten Lombok Tengah 779 orang, Kota Mataram 20 orang."Satu orang perwakilan dari masing-masing lima Kabupaten/Kota menerima secara simbolis bantuan langsung dari Presiden," jelasnya.

Untuk itu, Sutopo mengungkapkan Presiden berpesan, dana yang diberikan benar-benar untuk membangun rumah dan tidak digunakan untuk hal yang lain.

"Saya akan cek benar nanti, uangnya dibangunkan rumah atau tidak. Satu lagi pesan saya untuk pejabat pemerintah, jangan dipotong serupiah pun dana yang turun ke masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sutopo menuturkan Jokowi berharap masyarakat bersabar, untuk sementara yang diberikan dana stimulan masih sejumlah 5.293 orang.Sisanya 70.000-an orang masih dalam verifikasi sesuai aturan yang berlaku."Nantinya rumah yang akan dibangun harus memiliki kontruksi rumah tahan gempa seperti Risha.

Untuk itu pemerintah telah menunjuk Kementrian PUPR untuk melakukan pendampingan bersama-sama dengan insinyur, mahasiswa teknik yang telah diberikan pembekalan serta TNI dan Polri," tuturnya.

Kedatangan Presiden untuk yang ketiga kali ini adalah mengecek para korban yang telah tertangani dengan baik dan mendapat pertolongan, mengecek sekolah dan rumah sakit darurat, memastikan aktivitas perekonomian berjalan lancar serta menghibur masyarakat.

Selama perjalanan menuju Gunung Sari, Lombok Barat. Presiden menyempatkan ke pos pengungsian Desa Menggala dan Desa Kekait. Menyapa, berdialog dan shalat magrib berjamaah dengan pengungsi.

Malam harinya, Presiden bersama pejabat negara lainnya nonton bersama dengan para pengungsi acara penutupan Asian Games di Lapangan Sepakbola Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.

Di tempat yang sama, Presiden juga akan menginap di tenda bersama para menteri, Kepala BNPB, Panglima TNI, Kapolri dan pejabat lainnya.( vk)

Sunday, 02 September 2018 12:52

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo pada Minggu pagi, 2 September 2018, bertemu dengan para atlet peraih medali di Asian Games 2018. Pertemuan berlangsung di Istana Negara, Jakarta.

Saat mengawali sambutannya, Kepala Negara sempat berkelakar bahwa dirinya masih ingin perhelatan Asian Games 2018 terus berlangsung di Jakarta dan Palembang. Sore nanti, penutupan resmi ajang olahraga tertinggi se-Asia itu akan dilaksanakan.

"Saya ingin naik motor lagi dan terbang ke udara. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin terus melihat Merah Putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan," ujarnya yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan para atlet yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, para atlet langsung menerima bonus raihan medali sebagai wujud apresiasi dari pemerintah atas prestasi yang ditorehkan anak bangsa. Tak seperti biasanya, bonus atlet yang diterima ini langsung dapat diterima para atlet bahkan sebelum penutupan ajang Asian Games dilakukan. Penyerahannya pun juga dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Bonus tersebut diserahkan langsung oleh Presiden berupa tabungan dengan nominal sesuai dengan yang dijanjikan pemerintah. Presiden bahkan sempat memastikan secara personal kepada para atlet penerima bahwa bonus tersebut memang benar sudah diterima.

"Indonesia berterima kasih atas sejarah emas yang Saudara-saudara torehkan. Oleh karena itu saya sampaikan kemarin kepada Menpora, bonus untuk para atlet peraih medali saya ingin berikan secepatnya sebelum acara penutupan dilakukan," kata Presiden.

Presiden melanjutkan, apabila sebelum upacara penutupan nanti sore masih ada atlet-atlet lainnya yang mampu menyumbangkan medali bagi Indonesia, maka apresiasi yang sama akan langsung diberikan bahkan sebelum acara penutupan Asian Games 2018 dilangsungkan.

"Kalau pagi, siang, atau sore nanti masih ada tambahan medali setelah acara ini, akan saya berikan langsung. Tahu-tahu nanti masih ada tambahan emas lagi ya saya berikan di sini," ucapnya.

Untuk diketahui, penyerahan bonus tersebut langsung diberikan oleh Presiden dengan didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Apresiasi pemerintah berupa tabungan diserahkan kepada sembilan perwakilan atlet, yakni Eko Yuli Irawan (angkat besi), Puspa Harum Sari (pencak silat), dan Aris Susanti Rahayu (panjat tebing) yang berhasil memperoleh medali emas. Sedangkan peraih medali perak diwakili oleh Ari Wahyuni (angkat besi), Aswat (panjat tebing), dan Alexander Elbert _(soft tennis)._ Sementara peraih medali perunggu diwakili oleh Nining Purwa Ningsih (sepeda), Amri Rusdana (pencak silat), dan Bunga Nyimas _(skateboard)._ 

Untuk atlet perorangan, peraih medali emas, perak, dan perunggu masing-masing memperoleh bonus apresiasi sebesar Rp1,5 miliar, Rp500 juta, dan Rp250 juta. Sementara untuk atlet beregu, peraih medali emas, perak, dan perunggu masing-masing akan mendapatkan Rp750 juta, Rp300 juta, dan Rp150 juta per orang.

Dalam acara tersebut, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla didampingi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga  Imam Nahrawi, _Chef de Mission_ Syafruddin, dan Ketua INASGOC Erick Thohir.

Hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anon(eas)

Gaya

Face Book Galleries

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Akibat peluru nyasar di DPR RI tersangka sudah menembak hampir 300 butir dari 450...
  BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan...
 BALI(KORANRAKYAT,.COM) Kepala negara dan pemerintahan ASEAN telah menggelar ASEAN Leaders' Gathering yang bertempat...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Dewan Kehormatan PAN, Amin Rais mendatangi Polda Metro Jaya di kawal anaknya Hanum Rais dan...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Amankan  evakuasi bencana alam di Sulawesi Tengah termasuk adanya kejadian penjarahan. Polisi...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Tersangka kasus befits bohong Ratna Sarumpaet ,ratna menyeret nama Dewan Pertimbangan PAN...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi kejahatan perbankan di lakukan PCN warga Nigeria ditengarai sebagai  sindikat...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Maraknya Berita Hoax yang terkait gempa di Sulawesi Tengah yang meresahkan masyarakat yang...
*Indonesia dan Afghanistan Tindaklanjuti Potensi Kerja Sama*   JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa bangganya kepada tim nasional U-16 dalam kejuaraan...