Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

PLT PSSI jokdri Ditetapkan Tersangka 5 berkas diserahkan kejaksaan
Last Updated on Feb 15 2019

PLT PSSI jokdri Ditetapkan Tersangka 5 berkas diserahkan kejaksaan

JAKARTA,KORANRAKYAT, COM- Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung sudah diterima dan sudah di diteliiti oleh 5 Jaksa satu berkas masing-masing.Semesters Polisi menetapkan ply Kevin PSSi Jokdri  sebagai  tersangka Jaksa Agung, M Prasetyo  kertika...
Jokowi Resmi Buka Tanwir Muhammadiyah ke- 51 di Bumi Rafflesia
Last Updated on Feb 15 2019

Jokowi Resmi Buka Tanwir Muhammadiyah ke- 51 di Bumi Rafflesia

  BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tiba di Bumi Raflesia Bengkulu, Jumat (15/2/2019) pagi, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan. Kedatangan Jokowi dalam rangka membuka Tanwir Muhammadiyah ke- 51. Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya mengatakan...
Presiden Jokowidodo Tiba Dibengkulu Buka Tanwir Muhammadiyah
Last Updated on Feb 15 2019

Presiden Jokowidodo Tiba Dibengkulu Buka Tanwir Muhammadiyah

Presiden RI Joko Widodo Tiba di Bengkulu   BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Menggunakan pesawat kepresidenan, Presiden RI Joko Widodo tiba di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Jumat, 15/02/2019. Kedatangan Jokowi disambut langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, yang saat ini sudah berada...
Sambutan  Bupati Malang  Pada  Rapat  Paripurna  DPRD Kabupaten  Malang
Last Updated on Feb 14 2019

Sambutan Bupati Malang Pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Berdasarkan skala prioritas pembentukan rancangan Perda”, dimana telah ditindaklanjuti melalui Program Pembentukan Perda Tahun Anggaran 2019, sebagaimana tertuang dalam Keputusan DPRD Kabupaten Malang Nomor: 188.4/46/KPTS/35.07.040/2019 tentang Program Pembentukan...
Sektor Pariwisata Diprediksi Mampu Mendulang Devisa Terbesar
Last Updated on Feb 14 2019

Sektor Pariwisata Diprediksi Mampu Mendulang Devisa Terbesar

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla  dengan  Anggota seluruh menteri dan menko  terkait. Menteri Pariwisata Arif Yahya mengatakan kegiatan pertemuan diadakan    tiga bulan sekali  3 bulan  sekali. sementara  wapres minta  diadakan...

World Today

Redaksi

Redaksi

Monday, 24 December 2018 03:56

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT,COM)  Guru Besar Fakultan Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali menganggap pengambil alih sebagian besar saham PT Freeport Indonesia merupakan langkah berani yang diambil Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan, banyak pihak mengatakan bahwa Freeport memang sudah saatnya beralih ke tangan Indonesia karena kontraknya akan habis 2021.

           Namun, ia menilai pemimpin sebelumnya tak ada yang secara tegas bersikap untuk merebut Freeport untuk dikuasai Indonesia. "Ide itu murah karena tak berisiko apa-apa, tetapi implementasi itu mahal karena yang menjalankan akan babak belur," ujar Rhenald dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/12/2018). Rhenald mengatakan, pihak yang berada di luar lingkaran pengambil kebijakan akan menilai merebut Freeport merupakan hal yang mudah. Namun, risiko yang diterima tak hanya dari dalam, tapi juga tekanan dari luar. Nyatanya, kata Rhenald, begitu Jokowi mulai mengeksekusi rencana mengambil sebagian besar saham PTFI, pusat pemerintahan terus digoyang.

         "Amerika marah besar bahkan sempat kirim pasukan yang merapat di Australia. Namanya juga negara adikuasa. Pakai psy war adalah hal biasa dalam mengawal kepentingannya," kata Rhenald. Belum lagi gejolak di Papua di mana kelompok bersenjata menembaki warga sipil di sekitar area tambang Freeport. Hal tersebut mulai terjadi setelah negosiasi pindah tangan saham mencapai kesepakatan. "Maka jangan heran pemimpin-pemimpin yang dulu selalu memundurkan action karena kurang berani atau mereka kurang pandai bertempur, kurang gigih," kata Rhenald.

             "Mereka selalu geser ke belakang begitu saatnya tiba di tangan leadership mereka," lanjut dia. Ada juga pihak yang menyebut pemerintah atas pembelian 51 persen saham Freeport karena menganggap perusahaan tersebut memang punya Indonesia. Padahal kata Rhenald, yang dimiliki Indonesia adalah kekayaan alamnya meliputi tanah, tambang emas, tembaga, dan sebagainya.

               Sementara Freeport merupakan perusahaan yang mengelola kekayaan alam Indonesia. PTFI juga tetap membayar pajak hingga royalti, bahkan salah satu penyumbang pajak terbesar. "PT ini bukan milik kita. Itu dibawa asing ke tanah Indonesia dan kalau mereka diusir, pasti aset-asetnya itu diangkut semua keluar," kata Rhenald.

            "Kita pasti tak bisa olah emas itu dengan cara-cara konvensional. Jadi kalau mau diambil, ya harus bayar kompensasinya," lanjut dia. Lain halnya jika Indonesia hanya ingin menguasai tanahnya. Indonesia bisa saja mengusir Freeport dan membangun perusahaan baru di atasnya. Namun, kata Rhenald, butuh waktu puluhan tahun untuk membangunnya dan membutuhkan biaya jauh lebih besar.


 

Sunday, 23 December 2018 08:31
 
 
BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) - Para atlet dari lima negara unjuk kemampuannya dalam Bengkulu Triathlon 2018. Event yang digelar di Pantai Cemara Kota Bengkulu, Sabtu, 22 Desember 2018 ini, menyuguhkan tantangan khas yang jarang dimiliki daerah lain. dalam kesempatan ini juga langsung diumumkan para juara dari Event ini.
 
Atlet asal Rusia atas nama Ivan Vlasenko, berhasil berhasil raih juara 1 kelas Standart Distance dengan catatan waktu 02:14:22. Selain itu, perempuan asal Surabaya Jawa Timur Nethavani Oktavia, juga berhsil sabet Juara 1 pada Kelas Women Standart Distance dengan catatan waktu 02:27:25.
 
“Bengkulu Triathlon sangat menantang, ombaknya lumayan besar, termasuk lintasannya lumayan banyak tikungan. Pokoknya seru banget,” ujar atlet asal Jawa Timur Nethavani Octaria, yang juga berhasil meraih Juara I kategori Standard Distance Female.
 
“Saya sangat berkesan, kami disambut dengan baik oleh penyelenggara, dan segala kebutuhan kami difasilitasi dengan baik,” tambah Nethavani Octaria usai menerima medali.
 
Selain menyuguhkan tantangan yang menarik, Bengkulu Triathlon 2018 juga menyuguhkan lintasan yang melewati destinasi wisata dan beberapa bangunan bersejarah Provinsi Bengkulu, seperti Benteng Marlborough, Tugu Thomas Parr, Masjid Jamik, Rumah Pengasingan Bung Karno, dan Rumah Ibu Negara Pertama RI, Fatmawati Sukarno.
 
Event berskala internasional ini, diikuti oleh atlet dari 12 provinsi di Indonesia dan beberapa atlet dari Amerika, Rusia, Al-Jazair, Inggris dan Portugal.
 
Gubernur Bengkulu Rohidn Mersyah menegaskan, event ini sebagai ajang promosi dan memperkenalkan potensi Bengkulu pada dunia Internasional. “Terima kasih pada semua pihak yang telah bekerja keras mensukseskan event ini. Bagi seluruh peserta Bengkulu Triathlon, semoga bisa meraih prestasi yang membanggakan,” tambahnya. Gubernur Bengkulu berharap, pelaksanaan Bengkulu Triathlon tahun depan lebih maksimal.
 
Senada dengan Gubernur Rohidin Mersyah, Danlanal Bengkulu, Letkol Laut (P) M Andri Wahyu Sudrajat yang juga ketua panitia penyelenggara berharap dukungan dari berbagai pihak, khususnya masyarakat Bengkulu, agar penyelenggaraan event bergengsi ini terjaga dan berjalan maksimal.
 
“Alhamdulilah dari renang, sepeda dan lari semua berjalan lancar tidak ada kendala, sampai saat ini, semua berjalan maksimal. Evaluasi pelaksanaan triathlon berikutnya, infrastruktur kita lebih dipersiapkan khususnya yang menjadi lintasan para atlet. Kami berharap dukungan dari masyarakat Bengkulu agar ikut serta menjaga dan mendukung pelaksanaan Triatlon tahun mendatang,” ujar Danlanal Bengkulu.
 
Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu Meri Sasdi, event ini akan terus menjadi event tahunan, “sesuai arahan pak gubernur, kita terus laksanakan event ini dan kerjasama dengan berbagai pihak. Ini pelaksanaan tahun kedua, berikutnya kita akan laksanakan lebih baik lagi,” tegas Meri Sasdi.
 
Bengkulu Triathlon menampilkan tiga kategori lomba, yaitu kategori standar, estapet dan sprint. Untuk kategori standar, peserta berenang sejauh 1,5 kilometer, bersepeda 40 kilometer, dan lari 10 kilometer. Untuk kategori estapet peserta berenang sejauh 1,5 kilometer, bersepeda 40 kilometer, dan lari 10 kilometer. Sedangkan untuk kategori sprint, peserta berenang sejauh 750 meter, bersepeda 20 kilometer, dan lari sejauh lima kilometer. 
 
Berikut daftar juara Bengkulu Triathlon 2018:
 
Kategori Standard Distance Female
 
1. Nethavani Octaria/Jatim (Kelas Women Standart   Distance dengan catatan waktu 02:27:25)
 
2. Rosanna Billie/Amerika Serikat (Kelas Women Standard Distance dengan catatan waktu 02:27:35)
 
3. Inge Prasetyo/Jakarta (Kelas Women Standard Distance dengan catatan waktu 02:30:59)
 
Kategori Standard Distance Male
1. Ivan Vlasenko/Rusia (Kelas Standart Distance dengan catatan waktu 02:14:22)
 
2. Dedi Pristyoko/Prajurit Kopaska Kelas Standart Distance dengan catatan waktu 02:14:45)
 
3. M. Taufik/Bandung (Kelas Standart Distance dengan catatan waktu 02:15:42)
 
Standar Distance Relay
1.FTI/Sumsel (Kelas Standar Distance Relay dengan catatan waktu 02:07:02)
 
2. Taifib/Jakarta (Kelas Standar Distance Relay dengan catatan waktu 02:18:51)
 
3 Mandiri Triathlon (Kelas Standar Distance Relay dengan catatan waktu 02:29:41)
 
Sprint Distance Female
 
1. Varra Dinda/Jabar (Kelas Sprint Distance dengan catatan waktu 01:15:28)
 
2. Sarah Virginia Costeira/Portugal (Kelas Women Sprint Distance dengan catatan waktu 01:26:58)
 
3. Eka Oktaviani/Sumatera Selatan (Kelas Women Sprint Distance dengan catatan waktu 01:29:44)
 
Sprint Distance Male
 
1. Jauhari Johan/Sumsel (Kelas Sprint Distance Male dengan catatan waktu 01:05:53)
 
2. Abdoullah Mitiche/Aljazair (Kelas Sprint Distance Male dengan catatan waktu 01:09:28)
 
3 Fauzi Fannyla/Padang (Kelas Sprint Distance Male dengan catatan waktu 01:09:38)
(In)
Sunday, 23 December 2018 08:17

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Tim Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih terus melakukan upaya evakuasi, pendataan serta pencarian peserta family gathering dari Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat yang menjadi korban bencana Tsunami di Tanjung Lesung, Sabtu (22/12) malam.

        Data terakhir melalui keterangan pers yang tersebar pada Minggu (23/12) pukul 11.00, sebanyak 157 rombongan PLN ditemukan selamat, meski mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan. Sementara itu, 14 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 89 orang hilang.

Total keseluruhan peserta gathering sebanyak 260 orang. PLN masih terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban serta telah mengirimkan 36 ambulance untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana.

          Sementara itu, terkait kondisi kelistrikan usai bencana, saat ini PLN sedang melakukan proses penormalan listrik dengan melakukan perbaikan gardu serta investigasi jaringan. Terdapat 142 gardu yang berhasil dinyalakan, sementara gardu yang masih padam yakni 108 gardu. Selain itu, terdapat 2 tiang SUTM Roboh akibat diterjang tsunami.

        Menurut Kapusdatinmas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, update pukul 10.00, tercatat ada tot 62 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka, dan 20 orang hilang akibat bencana tersebut. Dia menyebutkan, daerah yang terdampak paling parah yakni di pantai sepanjang Kabupaten Pandeglang, Banten. "Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami," ujar Sutopo melalui keterangan tertulisnya, Minggu (23/12).  (as)

Thursday, 20 December 2018 12:22

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM) Amblesnya ruas Jalan Raya Gubeng menggemparkan publik. Pembangunan proyek basement atau tempat parkir bawah tanah Rumah Sakit Siloam menjadi sorotan. Apalagi, jalan ambles sepanjang 100 meter dengan lebar 25 meter dan kedalaman 20 meter itu baru kali pertama terjadi di Su­rabaya.Mirip gempa di Jepang.

              Selama ini, sebagai ahli geoteknik, saya sangat jarang melihat kejadian tersebut. Banyak spekulasi yang bisa dimunculkan terhadap kejadian itu. Namun, hal itu tidak bisa langsung disimpulkan dalam satu waktu. Apakah penyebabnya dari faktor pelaksanaan proyek bangunan atau faktor alam. Secara umum, kelongsoran tanah disebabkan kekuatan menahan tanah itu kalah dibanding daya yang mengakibatkan tanah tersebut longsor.

           Hingga saat ini saya masih memiliki banyak pertanyaan atas kejadian tersebut. Bahkan, setelah saya meninjau langsung ke lokasi kejadian bersama pemkot dan tim dari Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS, pertanyaan yang ada di benak saya belum terjawab. Yakni terkait penyebabnya, antara dua hal yang saya sebutkan di atas (faktor pelaksanaan proyek bangunan atau faktor alam).

         Selain itu, ada yang tidak lazim dalam kejadian jalan ambles tersebut. Sebab, hanya satu sisi penggalian proyek yang ambles. Tepatnya di sisi jalan raya. Sedangkan tiga sisi yang dikelilingi bangunan besar dan tinggi malah aman. Jika ada kelalaian dalam pembangunan proyek tersebut, tentu dampaknya menimpa bukan satu sisi saja. Ketiga sisi lain pun akan terdampak. Faktanya, tiga sisi lain masih aman.

           Faktor tanah di kawasan Jalan Raya Gubeng sejatinya tidak bermasalah. Seharusnya kondisinya hampir sama dengan wilayah lain. Apalagi, di kawasan tersebut juga telah ada bangunan-bangunan tinggi. Bahkan, jalan raya di kawasan itu jarang dilewati kendaraan besar, tapi justru ambles.

        Jalan ambles itu juga belum bisa dikatakan longsor. Umumnya longsor terjadi pada musim hujan. Namun, saat kejadian, Surabaya tidak hujan. Selain itu, volume tanah dalam lubang jalan ambles juga tidak ada. Bahkan, volume tanah yang berpindah ke tempat galian proyek tidak banyak. Volume tanah tersebut hilang ke mana? Ada kemungkinan masuk ke perut bumi. Atas dugaan itu pun, harus dilakukan penelitian terlebih dahulu.

Selain itu, jika itu longsor, biasanya jalan yang ambles berbentuk kurva (melengkung ke bawah). Namun, jalan yang ambles tersebut berbentuk seperti persegi panjang. Kejadian itu tidak mengikuti pola longsor pada umumnya.

            Kejadian tersebut belum tentu akibat kelalaian dari pembangunan proyek. Bisa jadi faktor asumsi yang dipakai tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Kemungkinan yang lain bisa karena proyek pembangunan sudah dilakukan dengan benar, tetapi ada suatu hal yang terjadi di luar dugaan kontraktor.

         Dalam seminggu ini, saya akan melakukan penelitian bekerja sama dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Hasil penelitian tersebut akan memperoleh suatu kesimpulan penyebab pasti kejadian. Saat ini yang harus dilakukan ialah memantau dua gedung yang berada di dekat jalan ambles, yakni BNI dan Elizabeth. Jika ada pergeseran dinding, dinyatakan tidak aman. Namun, jika ada pergerakan, lalu berhenti, tidak berbahaya.(dil)  

Thursday, 20 December 2018 00:36
 
 
JOMBANG(KORANRAKYAT.COM) Mengakhiri kegiatan kerja hari pertama di Jawa Timur, Selasa, 18 Desember 2018, Presiden Joko Widodo mengunjungi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang. Kedatangan Kepala Negara ini adalah untuk bersilaturahmi dengan para kiai dan santri.
 
Dalam sambutannya, Presiden kembali menyinggung tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong agar pembahasan RUU ini segera selesai.
 
"Tadi pagi saya dapat laporan dari Menag bahwa paling tidak akhir bulan ini, betul Pak Menteri? Akan segera didorong ke DPR lagi," ujar Presiden.
 
Kepala Negara menjelaskan bahwa RUU ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada pondok pesantren di seluruh Tanah Air yang jumlahnya mencapai sekira 28 ribu. Ia juga memaparkan alasan lainnya mengapa RUU ini harus segera diselesaikan.
 
"Kita harapkan ada pengakuan sistem pendidikan di ponpes oleh negara. Terhadap kesetaraan lulusan tentu saja," lanjutnya.
 
Tak hanya itu, Presiden juga mengungkapkan UU Pesantren ini akan menjadi payung hukum untuk pemberian anggaran bagi pondok pesantren.
 
"Yang paling perlu perhatian anggaran. Ada payung hukumnya, APBN bisa berikan, APBD juga bisa berikan. Payung hukumnya sudah ada yaitu Undang-Undang Ponpes," ungkapnya.
 
Selain itu, di hadapan para santri yang hadir Presiden juga menjelaskan perihal balai latihan kerja yang akan dibangun di Pondok Pesantren Bahrul Ulum tahun 2019 mendatang. Nantinya, balai yang dibangun akan disesuaikan dengan minat dan kebutuhan pondok pesantren.
 
"Apa gunanya balai latihan kerja di ponpes ini? Untuk meningkatkan keterampilan para santri. Saya bertanya ke Bu Mafudoh, yang diperlukan di sini apa? Kalau pelatihan di komputerisasi dan IT, dibangunkan bangunannya diisi itu. Misalnya ingin berkaitan dengan _fashion_ muslim, disiapkannya beda lagi, yaitu garmen," ucapnya.
 
Saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Presiden didampingi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Selain itu tampak hadir juga cicit K.H. Wahab Hasbullah, M. Romahurmuziy.(eas)

 

Thursday, 20 December 2018 00:23

 

 
JOMBANG(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo meresmikan Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa, 18 Desember 2018. Lokasi museum tersebut berada berdekatan dengan Pondok Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh K.H. Hasyim Asy'ari pada 1899 silam.
 
Museum yang di dalamnya terdapat banyak benda-benda bersejarah mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia serta karya-karya para ulama tersebut diharapkan dapat menjadi bahan rujukan tentang Islam di Indonesia.
 
"Kita diingatkan bahwa Islam masuk ke Nusantara dengan proses yang sangat damai. Islam berkembang di Indonesia dengan dialog, dengan menggunakan media budaya lokal, seperti syair, wayang, gurindam, kasidah, dan lainnya," ujar Presiden dalam sambutannya di lokasi peresmian.
 
Selain itu, khazanah museum tersebut juga mengingatkan masyarakat akan kejayaan kerajaan-kerajaan Islam dari Aceh sampai Maluku yang akhirnya turut menghantarkan Indonesia pada kemajuan bangsa di masa kini. Dari sumber yang sama, bangsa Indonesia juga diingatkan bahwa pesantren-pesantren sejak lama sudah turut aktif mencerdaskan manusia-manusia Indonesia.
 
"Saya juga ingin mengingatkan bahwa Indonesia yang kita miliki sekarang dengan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan berlandaskan ideologi Pancasila, sejatinya turut dibentuk oleh para ulama, santri, umat Islam, bersama-sama dengan elemen bangsa Indonesia lainnya," ucap Presiden.
 
Dalam sambutannya, Kepala Negara mengungkapkan bahwa saat menandatangani Keputusan Presiden yang menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional pada 2015 lalu, dirinya mencoba menapaktilasi perjuangan K.H. Hasyim Asy'ari dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang menjadi cikal bakal ditetapkannya Hari Santri Nasional.
 
"Begitu besarnya rasa cinta beliau beserta para ulama pada tanah air kita Indonesia sehingga K.H. Hasyim Asy'ari bersama dengan para ulama lainnya dengan berani, dengan keteguhan hati, mendeklarasikan perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebagai perang jihad _fisabilillah_," tuturnya.
 
Kini, Presiden melanjutkan, K.H. Salahuddin Wahid atau yang dikenal dengan Gus Solah sebagai cucu dari K.H. Hasyim Asy'ari beserta seluruh keluarga besar Tebuireng terus melanjutkan perjuangan K.H. Hasyim Asy'ari menjaga Indonesia. Menjaga kemerdekaannya yang sudah diperjuangkan oleh para ulama, santri, dan para pejuang. Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Gus Solah dan keluarga besar Tebuireng atas perjuangan itu.
 
"Selaku Presiden Republik Indonesia, selaku bagian dari umat Islam di Indonesia, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gus Solah beserta seluruh keluarga besar Tebuireng yang telah banyak memberikan kontribusi yang luar biasa bagi umat Islam di Indonesia. Kontribusi yang luar biasa kepada Indonesia yang kita cintai bersama," tandasnya.
 
Sementara itu, Gus Solah menjelaskan bahwa di dalam Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari ini terdapat paparan yang menjelaskan proses bagaimana kelompok-kelompok Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) menerima Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
 
"Sekarang kita harus memberikan informasi pada masyarakat, supaya masyarakat paham bahwa negara kita perpaduan keindonesiaan dan keislaman sebagai bentuk dalam budaya, dalam hukum. Banyak sekali hukum kita (Islam) yang masuk Undang-Undang kita," ujar Gus Solah.
 
Untuk diketahui, museum yang berdiri di atas lahan seluas 4,9 hektare tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang berjasa bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.
 
Sebelum meresmikan museum, Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng dan berziarah ke makam K.H. Hasyim Asy'ari dan K.H. Abdurrahman Wahid.(eas)
Thursday, 20 December 2018 00:04

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Pelapasan pasukan FPU berjumlah 381 Personil untuk pengamana Perserikatan bangsa-bangsa ditandai dengan pembaretan. Tampak 29 Polwan yang menerima pembaretan sebagai simbol kekompakan yang bertugas selama 1 tahun.

Kepala Divisi Hubungan Internasional, Irjend Pol Saiful Maltha  di Cikeas,Minggu(16/12)2018 mengatakan  Pembaretan itu tradisi yang akan kita jaga  setiap anggota Polri yang ditugaskan ke luar negeri kita upayakan ada simbol-simbol yang membuat dia bangga jadi tradisi  itu kita pertahankan untuk menjaga netralitas dia menjaga kekompakan dan juga menjaga soliditas  oleh karena itu simpulkan  Baret itu kan kekompakan."Ia tahun ini memang lebih besar kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kompisi kalau rekan-rekan lihat saya sampaikan untuk jumlah FPU Unamid pada tahun ini 198 personil, untuk FPU Minusca 154 personil kemudian untuk FPU berbagai negara kita tugaskan ada 29 personil. Jadi dari tahun sebelumnya memang ada peningkatan dan akan bertugas selama 1 tahun, " ujarnya.

Ketik ditanya Itu meningkat apa karena eskalasi, Maltha menegaskan bukan eskalasi karena ini permintaan PBB kita juga termasuk kontigen paling siap untuk menyiapkan pasukan FPU.
"Tugasnya yang pasti menjaga perdamaian disana sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang kita Undang-undang Dasar 1945 negara wajib menertibkan dunia dan negara turut andil didalamnya," tegasnya.

Untuk itu,Maltha menjelaskan Jadi salah satu misi yang kita lakukan adalah misi Perdamaian dunia rekomendasi Undang-undanga Dasar 1945.  Tugasnya dia menjaga keamanan ketertiban masyarakat lokal dari konflik yang terjadi secara internal kemudian juga kita bersama-sama komunitas internasional lain membantu menjaga fasilitas Umamid atau PBB punya di tempat misi . "Jadi tugas kita menjaga perdamaian disana. Ada beberapa tempat seperti yang saya sampaikan ada di Sudan Selatan, ada FPU yang kita tugaskan di lain dan sebagainya," jelasnya.

Disinggung penambahan Polwan, Maltha merincinya  memang permintaan mereka, pengiriman akan datang dan kini 30 persen karena ada berbagai alasan dan kendala kita baru bisa dikirim 29 personil.;Polwan dan Polki sama tugasnya tidak ada perbedaan , cuma PBB mengharapkan karena disana banyak anak-anak yang menjadi korban akibat konflik, ada juga ibu tua renta jadi dengan ada Polwan bisa membantu ibu-ibu yang trauma akibat konflik internal," rincinya.( vk)

 

Wednesday, 19 December 2018 23:51

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Terkait dengan terungkapnya kasus penganiayaan terhadap anak-anak ke Polres Bogor dan sudah suka muka penahanan terhadap Bahar Smith pada  Polisi resmi menahan , Selasa (18/12/2018) malam dan ini kriminal murni.

Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Muhammad Iqbal ditemui di Mabes Polri, Rabu(19/12)2018 mengatakan  penahanan Bahar murni kasus hukum dan tidak ada maksud dan tujuan lain.“Ditahan itu murni kewenangan penyidik, ketika penyidik menetapkan (tersangka) harus ditahan, karena mungkin untuk proses penyidikan. Sekali lagi ini murni kasus hukum, kita menghormati asas equality before the law,” ujarnya.

Selanjutnya, Iqbal menandaskan Polri sangat menghormati keberadaan para pemuka agama. Namun, penahanan Bahar bin Smith tak ada kaitannya dengan unsur-unsur kriminalisasi ulama.
“Polri sering didoakan bahkan sering minta doa (ke Habaib) agar segala daya upaya Polri se-nusantara diberi kemudahan oleh Allah SWT lewat doa dan tindakan-tindakan habaib yang mengajak masyarakat untuk betul-betul menjaga keamanan,” tandasnya

Untuk itu, Iqbal menjelaskan Bahar dilaporkan ke Polres Bogor atas dugaan secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan dan/atau melakukan kekerasan terhadap anak, dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bgr tertanggal 5 Desember 2018. "Penganiayaan dilakukan terhadap terduga korban berinisial MHU (17) dan Ja (8), diduga terjadi di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogor, pada Sabtu, 1 Desember pukul 11.00 WIB," jelasnya.

Jadi, Iqbal merincinya Tersangka BS ini murni kasus hukum, kegiatan Polda Jabar bekerja tidak ada apapun." Sekali lagi proses penyelidikan dan penyidikan terkait dengan perbuatan melawan hukum,” rincinya.

Oleh kareba itu, Iqbal mengakui pada kesempatan itu, tidak benar penahan terhadap terhadap Bahaf bentuk kriminalisasi ulama.“Silakan semua orang dapat berinterpretasi masing-masing, saksinya lengkap, bukti sangat lengkap, bahkan ada bukti digital,” akunya..

Sesuai perkembangan, Iqbal mengungkapkan Polda Jabar sedang merampungkan dan melengkapi berkas perkara kasus Bahar untuk diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum(JPU)." Lihat saja proses hukumnya,"  ungkapnya.

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo  menandaskan Bahar bin Smith merupakan aktor intelektual dalam tindakan penganiayaan atau kekerasan terhadap anak.“Karena dia (BS) aktor intelektual di peristiwa itu (penganiayaan). Dan korban dia ini anak-anak lho. Ini soalnya pasal yang dikenakan, bukan KUHP saja, tetapi juga pasal-pasal perlindungan anak,” tandasnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini polisi telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan di sebuah pondok pesantren di Kampung Kemang, Bogor, pada Sabtu (1/12/2018) lalu.

Bahar disangkakan Pasal 170 junctoPasal 351 juncto Pasal 333 juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP dan Pasal juncto Pasal 80 Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.( vk)

Tuesday, 18 December 2018 07:11

 

 

BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana umum (Pidum) yang kasusnya telah berkekuatan hukum tetap atau Inkracht, di halaman Kejari Bengkulu, Senin (17/12/2018).

            Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Emilwan Ridwan mengatakan barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan yang kedua kalinya selama tahun 2018. Barang bukti tindak pidana umum tersebut meliputi tindak pidana narkotika, tindak pidana kesehatan dan penggunaan senjata tajam tanpa hak.“Jumlah barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika jenis ganja 200 gram lebih, narkotika jenis sabu-sabu 121 gram lebih, senjata tajam 77 buah, timbangan digital 40 unit, hanphone 79 unit dan kosmetik sebanyak 2800 itu yang kita lakukan pemusnahannya pada hari ini,”ujar Emilwan Ridwan.

          Sementara Kepala Pengadilan Negeri Bengkulu Irfanudin mengatakan dalam kontek pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan tersebut sudah masuk pada ranah eksekusi yang artinya sudah menjadi wewenang dari pihak kejaksaan.      “Semua barang bukti yang di musnahkan hari ini yang pada kasusnya telah berkekuatan hukum tetap. Ditingkat penyidikan bisa dilakukan tapi juga disaksikan oleh pihak terkait. Kalau hari ini ranahnya eksekutor jadi proses penuntutannya sudah selesai. Jadi setelah di putus ini dalam rangka pelaksanaan putusan barang bukti yang perintahnya dilaksanakan.Dalam pelaksanaan pemusnahan barang bukti tersebut, disaksikan oleh kepala pengadilan negeri Bengkulu, penyidik Polres Bengkulu, BNN Provinsi Bengkulu, BPOM Provinsi Bengkulu dan pihak terkait lainnya. (In)

 

Friday, 14 December 2018 23:56

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu untuk sisa masa jabatan tahun 2016-2021.

          Rohidin Mersyah dilantik menggantikan Gubernur Bengkulu sebelumnya, Ridwan Mukti, berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 215/P Tahun 2018. Sebelum melantik, Presiden Joko Widodo terlebih dahulu menyerahkan petikan surat keputusan tersebut di Istana Merdeka. Presiden beserta dan Gubernur   kemudian menjalani prosesi kirab menuju Istana Negara. Selama prosesi, mereka diiringi oleh pasukan kehormatan Paspampres dengan turut didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

               Pengambilan sumpah dan pelantikan kemudian digelar di Istana Negara. Setelah dilantik,  langsung mengemban amanah masing-masing sebagai Gubernur  Bengkulu.  "Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," demikian Presiden memandu sumpah jabatan.

 

            Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan yang hadir.

            Dalam Kesempatan wawancara dengan koranrakyat usai dilantik Presiden Rohidin Mersyah bertekad ingin membangun Bengkulu utamanya di sektor pariwisata. “ Ritual merah putih merupakah salah satu , yang akan dikembangkan di Bengkulu, karena ritual akan menapak tilasi bagaimana menjahit merah putih, yang dilakukan oleh pendahulu kita,  ritual   merah putih  cukup bersejarah bisa dijadikan wisata histori,” ujar Rohidin .“ Selain itu juga Bengkulu memiliki benteng Malboro yang cukup dikenal terbesar di Asia Tenggara,   oleh karenanya benteng itu juga  kita jadikan   tempat wisata,”tandasnya. (eas)  

 

 

 

Entertaiment

Face Book Galleries

JAKARTA,KORANRAKYAT, COM- Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung...
  BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tiba di Bumi Raflesia Bengkulu, Jumat...
Presiden RI Joko Widodo Tiba di Bengkulu   BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Menggunakan pesawat kepresidenan,...
MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Berdasarkan skala prioritas pembentukan rancangan Perda”, dimana telah ditindaklanjuti...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla  dengan  Anggota seluruh...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo melantik Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai...
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga mampu membawa masyarakt akan kesadaran...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dalam acara pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun...
  JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama...
            JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Tiga hal utama yang harus dimiliki generasi muda sekarang ini adalah...

Ekonomi Makro

  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan