Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Dimusnahkan Barang Bukti  Sabu Sabu 121 Gram dan Ganja 200 Gram Oleh Kejari Bengkulu
Last Updated on Dec 18 2018

Dimusnahkan Barang Bukti Sabu Sabu 121 Gram dan Ganja 200 Gram Oleh Kejari Bengkulu

    BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana umum (Pidum) yang kasusnya telah berkekuatan hukum tetap atau Inkracht, di halaman Kejari Bengkulu, Senin (17/12/2018).             Kepala Kejaksaan...
Dimusnahkan Barang Bukti  Sabu Sabu 121 Gram dan Ganja 200 Gram Oleh Kejari Bengkulu
Last Updated on Dec 18 2018

Dimusnahkan Barang Bukti Sabu Sabu 121 Gram dan Ganja 200 Gram Oleh Kejari Bengkulu

    BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana umum (Pidum) yang kasusnya telah berkekuatan hukum tetap atau Inkracht, di halaman Kejari Bengkulu, Senin (17/12/2018).             Kepala Kejaksaan...
  Rohidin Mersyah Dilantik Jadi Gubernur Bengkulu Oleh Presiden Joko Widodo  Rohidin  Bertekad Kembangkan Pariwisata Bengkulu
Last Updated on Dec 14 2018

Rohidin Mersyah Dilantik Jadi Gubernur Bengkulu Oleh Presiden Joko Widodo Rohidin Bertekad...

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu untuk sisa masa jabatan tahun 2016-2021.           Rohidin Mersyah dilantik menggantikan Gubernur Bengkulu sebelumnya, Ridwan Mukti, berdasarkan pada Surat Keputusan...
Kasus Pembantaian Nduga Papua Negara Tidak Boleh kalah
Last Updated on Dec 10 2018

Kasus Pembantaian Nduga Papua Negara Tidak Boleh kalah

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyelesaian kasus penembakan di Kabupaten Nduga ,Papua yang menelan korban para pekerja PT Astika saat melaksanakan tugas membuat jalan. Disini negara tak boleh kalah TNI Polri terus mengejar para pelaku.Kadiv  Humas Mabes Polri, Brigjend Pol Muhammad Iqbal mengatakan...
Jaksa Agung Tegaskan Menerima 2 Surat SPDP Habib Bahar Smith
Last Updated on Dec 10 2018

Jaksa Agung Tegaskan Menerima 2 Surat SPDP Habib Bahar Smith

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pemeriksaan Habib Bahar Smith terus berproses. Kini kejaksaan Agung menerima dua surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). Jaksa Agung Muhammad Prasetyo ditemui di Kejaksaan Agung, Jumat(7/12)2018 mengatakan pihaknya telah menerima dua surat...

World Today

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pemeriksaan Habib Bahar Smith terus berproses. Kini kejaksaan Agung menerima dua surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). Jaksa Agung Muhammad Prasetyo ditemui di Kejaksaan Agung, Jumat(7/12)2018 mengatakan pihaknya telah menerima dua surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terkait kasus yang menjerat Bahar bin Smith.
"SPDP diterima kejaksaan dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya. SPDP sudah kita terima bahkan penyebutan tersangka sudah. Kita tinggal tunggu proses penyidikan oleh pihak penyidik Polri, karena ada dua SPDP disini, SPDP dari Bareskrim Mabes Polri dan dari Polda (Polda Metro Jaya),” ujarnya.

Selanjutnya, Prasetyo menegaskan nantinya SPDP yang diterbitkan Bareskrim Polri akan diserahkan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum).Sementara, SPDP yang diterima dari Polda Metro Jaya akan diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
“Nanti teknisnya seperti apa, apakah limpahan ke pengadilan digabungkan karena waktunya berdekatan atau seperti apa," tegasnya.

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan, SPDP yang diterbitkan Polda Metro Jaya juga terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Bahar."Melakukan hate speech ujaran kebencian kepada presiden dan harus segera dituntaskan," jelasnya.

Sementara Bareskrim Polri telah menetapkan Bahar sebagai tersangka terkait kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa Bahar pada Kamis (6/11/2018).Video ceramah Bahar dilaporkan oleh ormas Cyber Indonesia dengan sangkaan mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Bahar belum ditahan. Penyidik hanya meminta Imigrasi mencegah Bahar bepergian ke luar negeri.

 

Bahar dijerat dengan sangkaan berlapis, yaitu Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.( vk)

Friday, 07 December 2018 10:36

Polri Akan Tindak Penjualan Blangko E-KTP Secara Online

Written by

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Mabes Polri siap memproses terkait kasus  blangko  Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) yang diduga dijual secara Online,   bila diketemukan  ada unsur pidananya.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo dihubungi, Kamis (6/12) 2018 mengatakan bila ditemukan penjualan EKTP,Kepolisian RI akan menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum dalam penjualan blanko kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).“Kalau ada pelanggaran hukumnya pasti akan akan kita tindak,” ujarnya.

 Dedi menegaskan diketahui, blanko E-KTP dicuri anak mantan kepala dinas tersebut dan dijual melalui platform jual beli online Tokopedia."Saat ini, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan," tegasnya.(vk)

Dikatakan Dedi  sesuai dengan Pasal 96 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, perbuatan tersebut merupakan tindakan pidana. "Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.Peristiwa hukumnya dilihat dulu, kalau ada peristiwa hukumnya pasti ditangani,”tegasnya.

         Ditempat terpisah,Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri) menyerahkan sepenuhnya kasus penjualan blanko E-KTP ke kepolisian."Termasuk dugaan keterlibatan mantan kepala dinas kependudukan dan catatan sipil Kabupaten Tulangbawang, Lampung," ujarnya.

          Selanjutnya Arief menegaskan Diketahui, blanko E-KTP dicuri anak mantan kepala dinas tersebut dan dijual melalui platform jual beli online Tokopedia."Ya aparat penegak hukum yang melakukan investigasi," tegasnya. ( vk)

Monday, 03 December 2018 01:37

Dipantau Polisi Pembunuh Dufi Beredar Di Sumatera

Written by

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Dua orang tersangka pembunuh mantan Jusnalis telah diketahui identitasnnya, tersangka ditengarai berada disekitar Sumatera, dan melakukan terus bergerak setelah menjual mobil korban  Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, mantan jurnalis yang ditemukan tewas di dalam drum.

        Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu(2/11)2018 mengatakanDua tersangka yang masih buron itu berinisial Z dan W. Mereka adalah pelaku yang menjual mobil milik korban Dufi.“Sudah dideteksi keberadaan mereka (Z dan W) di daerah Sumatera,” ujarnya.

          Selanjutnya, Dedi menegaskan kendati demikian, polisi kesulitan melakukan pengangkapan karena keduanya terus berpindah-pindah.“Tersangka bergerak terus kecuali kalau tersangka diam itu cepat tangkapnya. Kalau tersangkanya bergerak kita harus bergerak untuk mengejar,” tegasnya.

           Dedi menjelaskan tim gabungan dari Polres Bogor dan Polda Jabar masih terus melakukan pengejaran terhadap dua tersangka tersebut." Tentunya akan terus fokus secepatnya lebih baik," jelasnya.Pembunuhan Dufi diketahui setelah jenazahnya ditemukan seorang pemulung berinisial SA di dalam drum di sebuah lahan kosong di kawasan Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/11/2018).

          Saat melihat kondisi jenazah, keluarga menduga Dufi tewas dibunuh. Dugaan tersebut diperkuat dengan hilangnya mobil yang diparkir Dufi di Stasiun Rawabuntu saat ia pergi bekerja.( vk)

Saturday, 01 December 2018 15:42

Dibongkar Pembobol Uang Nasabah Bank Senilai Rp. 520 Juta

Written by

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -  Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap perkara pembobolan rekening nasabah bank hingga sekitar Rp 520 juta.

          Pembobolan rekening tersebut dilakukan seorang napi Lapas kelas II A Pekanbaru berinisial ZA (27), dibantu pihak lain.Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni ditemui di Bareskrim Cideng Jakarta Pusat, Jumat(30/11)2018 mengatakan ZA menguras rekening milik korban AK.

           “Mencari (korban) random ini terus dilakukan sehingga jelas apa yang dilakukan ZA," ujarnya Selanjutnya Dani memegaskan dalam aksinya, ZA dibantu seseorang di luar lapas berinisial PRH (25). ZA menyuruh PRH mengurus sim card baru atas nama AK dengan menggunakan dokumen palsu yang disiapkan ZA." Pasalnya
             ZA juga meminta JE (29), oknum petugas lapas, untuk menyiapkan 15 rekening untuk menampung uang hasil kejahatan," tegasnya.

            Lebih jauh Dani merinci setelah berhasil mengambil alih sim card XL dan email milik korban AK, pelaku kemudian melakukan sejumlah transfer melalui mobile banking.

“Kurang lebih Rp 520 juta disebarkan di 15 rekening milik seseorang yang telah dipersiapkan saudara JE. Saat diperiksa, ZA mengakui perbuatannya," rincinya

               Dani membeberkan JE tidak diproses hukum karena sudah meninggal dunia pada Agustus 2018.“Saat dilakukan penyelidikan, JE meninggal dunia karena kecelakaan,”bebernya.

 

       Jadi, Deni menambahkan adapun alat bukti yang disita, yakni satu unit ponsel, kartu keluarga, KTP palsu." Ada juga , ATM, satu kartu sim card yang digunakan pelaku untuk beraksi," tambahnya ( vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-Mengatasi para pelaku yang meminum air rebusan pembalut wanita , Badan Narkotika Nasional ( BNN) sigap memberikan bantuan psikologi agar para pelaku pasalnya air tersebut tidak memiliki kandungan zat adiktif.Badan Narkotika Nasional (BNN) akan mengerahkan para psikolog untuk memberikan konsultasi para pelaku yang meminum air rebusan pembalut wanita.

        Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari  di temui di BNN, di Jakarta Timur Kamis(15/11)2018  mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pihaknya, air tersebut tidak memiliki kandungan zat adiktif. "BNN pun tidak bisa menjerat pelaku dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Narkotika," ujarnya.

            Selanjut, Arman menegaskan BNN mengategorikan perilaku tersebut sebagai penyimpangan sehingga psikolog yang akan turun tangan."Kita melihat ini sebagai penyimpangan perilaku sehingga BNN untuk menangani masalah ini lebih mengedepankan ahli-ahli psikologi," tegasnya.

           Untuk itu, Arman menjelaskan nantinya, para pelaku akan diberikan konseling sehingga perilaku menyimpang tersebut tidak terulang kembali."Kita arahkan mereka untuk lakukan konsultasi dan sekaligus memberikan pengarahan kepada yang mengkonsumsi ini supaya penyimpangan-penyimpangan yang selama ini terjadi bisa diluruskan dengan konseling bersama dengan psikolog-psikolog kita.Sebelumnya, sejumlah remaja di Jawa Tengah dilaporkan mengonsumsi air rebusan pembalut," jelasnya.

           Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, AKBP Suprinarto mengatakan, minum air pembalut menjadi salah satu alternatif remaja untuk mendapat efek seperti konsumsi narkotika. Konsumsi air rebusan dinilai lebih murah ketimbang membeli narkotika yang dinilai mahal."Jadi, pembalut bekas pakai itu direndam. Air rebusannya diminum," ungkapnya.

            Jadi, Suprinarto menambahkan BNN, telah menemukan kejadian itu di berbagai daerah di Grobogan, Kudus, Pati, Rembang dan Kota Semarang bagian Timur. "Mayoritas pengguna adalah anak remaja usia 13-16 tahun," tambahnya.(vk)

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS Polri.

         Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen Nugroho Budi Wiryanto ketika dihubungi, Sabtu(10/11)2018 mengatakan  menyatakan Tim Basarnas hanya menyerahkan 196 kantong  jenasah dan itu total selama pencarian. "Semua kantong jenasah sudah diserahkan  kepada RS Polri,".

        Selanjutnya, Nugroho  menegaskan pencarian  berakhir pada hari ini. Namun  Basarnas akan mengevaluasi proses pencarian sebelum memutuskan kelanjutan pencarian. " Pasalnya pencarian ini kan sudah diperpanjang tiga hari yang dilakukan sejak  Rabu (7/11) hingga Sabtu(10/11)2018," tegasnya. Sesuai data, Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu.( vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM – Diduga ada permainan  gula rafinasi di jual di pasaran  bebas ,  padal  seharusnya Gula impor  rafinasi itu diperuntukkan  kepentingan industri makanan dan minuman serta farmasi, polisi menemukan ada penyalagunaan, gula rafinasi dijual untuk masyarakat umum, akhirnya polisi tetapkan tiga tersangka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Selasa(6/11)2018 mengatakan tiga tersangka diduga memanipulasi surat tanda Industri (TDI), sehingga gula rafinasi bisa masuk ke pasaran dan dikonsumsi masyarakat.“Dengan mengubah jumlah penggunaan dari 6.000 ton menjadi 60.000 ton yang terjadi pada bulan Januari 2016 sampai dengan bulan Oktober 2018 di Desa Sukamulya RT 004 RW 001 Kelurahan Sukamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar Jawa Barat,” ujarnya.

          Selanjutnya, Dedi menegaskan tiga tersangka tersebut adalah Khahimah Putri Wahtuti, Tendi, dan Endi Chandra." Perkara tersebut sedang dalam proses pemberkasan dan segera dikirim ke Jaksa Penuntut Umum," tegasnya.

       Untuk itu, Dedi menjelaskan perkara tersebut tercantum dalam Laporan Polisi nomor LP/A/1109/IX/2018/Bareskrim tanggal 12 September 2018. "Pada kasus tersebut telah dilakukan penyelidikan dan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi.Telah dilakukan pemeriksaan terhadap satu orang ahli dari Kementerian Perindustrian RI,” jelasnya.

          Lebih lanjut Dedi menandaskan selain itu, polisi juga telah menyita surat asli tanda daftar industri, 120 sak gula rafinasi, dan dokumen kontrak penjualan gula rafinasi."Pelaku disangkakan telah melanggar Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat 1 UU RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan; Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP; Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP," tandasnya( vk)

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Akibat maraknya penyebaran berita bohong terkait dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.  Polisi tangkap  seorang perempuan yang turut menyebarkan berita bohong atau hoaks.

        Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Senin(5/11)2018  mengatakan, Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri mengidentifikasi akun media sosial yang diduga telah menyebarkan berita hoaks atau berita yang berlebihan atau berita yang tidak lengkap."(Penyebaran informasi itu) dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat," ujarnya.

        Selanjutnya, Dedi menegaskan dari beberapa orang yang ditangkap Polri terdapat satu perempuan berinisial A (30 tahun).Polri turut membagikan informasi ini melalui akun resmi Twitter Divisi Humas Polri, @DivHumas_Polri.
Divisi Humas Polri."Polisi Amankan Seorang Wanita Penyebar Hoax Video Jatuhnya Lion Air JT610#PolriPromoter #PolriHumanis @PolriMultimedia 463 orang memperbincangkan tentang ini," tegasnya.

         Untuk itu, Dedi menjelaskan  A ditangkap pada Jumat (2/11/2018) sekitar pukul 21.00 WIB oleh Polres Tasikmalaya, Jawa Barat."Perempuan ini, mengunggah potongan video jatuhnya pesawat Lion Air dengan caption atau keterangan seperti berikut:
turut berdua atas jatuhnya PESAWAT LION AIR JT 610 Tujuan Jakarta Pangkalpinang semoga semua korban cpt ditemukan, Aamiin" jelasnya.

           Lebih lanjut,Dedi menandaskan video yang diunggah tersebut bukan merupakan video pesawat Lion Air JT 610. Ia menambahkan, kasus tersebut sudah ditangani Polri."Polri sangat fokus menangani kasus-kasus hoaks yang meresahkan masyarakat," tandasnya.

          Jadi, Dedi mengungkapkan Pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial."Dengan tidak ikut menyebarkan hoaks, karena hal tersebut merupakan perbuatan melawan hukum," ungkapnya.

          Sesuai perkembangan, Dedi menambahkan selain itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dengan berita atau informasi di media sosial yang sumbernya tidak kredibel.
"Silakan masyarakat untuk melaporkan kepada aparat Polri terdekat apabila menerima info-info tersebut," tambahnya.( vk)

 

 

 

AMURANG, KORANRAKYAT.COM- Maraknya ancaman aliran radikalisme dan berita hoax  terus  mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia, secara bersama  ini menjadi ungkapan sikap mengutuk dan juga menolak aliran radikalisme merusak persatuan dan kesatuan. Kapolres Minahasa Selatan,  Kombes Pol FX Wimardi Prabowo :ditemui di Amurang,Minahasa Selatan, Selasa(23/10)2018 mengatakan  Ini adalah satu bentuk yang kita tunjukan dari masyarakat kabupaten Minahasa Selatan dengan Minahasa Tenggara merupakan bagian kami untuk menolak radikalisme yang ada hidup berkembang di negara  kita dan dapat mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia."  Ini adalah bagian kita melaksanakan Forum discosition atau FGD pada hari ini untuk bicara masalah kontra radikalisasi dan bagaimana bahaya radikalisme yang ada di indonesia khususnya kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara. Ini adalah sebagai suatu ungkapan sikap kami di dalam mengutuk dan juga menolak aliran radikalisme yang dapat merusak persatuan  kesatuan di bumi Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara ini,"ujarnya.

             Ketika ditanya apa yang lakukan, Winardi menegaskan Kami semua disini bukan hanya Polres, dari rekan-rekan TNI , dari Kabupaten  dari Pemerintahan , tokoh-tokoh Agama,tokoh-tokoh Masyarakat semuanya kita bersama-sama selain dalam hal melakukan evaluasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga langsung turun untuk bisa mendatakan terkait dengan aliran-aliran yang ada  dan juga kami proses bersama dengan rekan-rekan baik dalam forum Komunikasi umat beragama yang kewaspadaan dini mau pun kebangsaan maupun bersama-sama dengan seluruh masyarakat di dalam mendeteksi adanya aliran-aliran paham yang terkait masalah radikalisme. "Dan itu kita upayakan melakukan upaya-upaya yang secepat dalam mengantisipasi aliran-aliran tersebut," tegasnya.

              Menyoroti bagaimana cara menolak radikal  buat yang remaja, Winardi menjelaskan salah satu hal yang kita menumbuhkan ,supaya kita ada kesadaran itu dimulai dari dini sejak awal disekolah tempat lembaga  pendidikan ,maka disini kita juga bekerjasama dengan dinas pendidikan dengan sekolah yang ada dari tingkat terbawah di  SD sampai ke Sarjana." Kita bersama-sama memasukan terkait kegiatan-kegiatan menolak paham radikalisme  memberikan kesadaran kepada mereka bahwa paham radikalisme ini sangat merusak mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ini sudah di masukan dalam pelajaran-pelajaran  yang ada di Lembaga pendidikan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara," jelasnya.

              Ketika ditanya apa ada sanksi bagi mereka tertangkap Ketahuan radikal, Winardi merincinya sampai dengan saat ini,khusus  di Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara belum ada yang terpapar atau pun yang sudah menggunakan paham radikalisme yang hidup dimasyarakat sampai dengan saat ini belum ada, kalau pun ada pasti kita lakukan tindakan berupaya secepatnya mengantisipasi dan menggunakan aturan yang ada."Jadi di Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara 100 persen bersih dari paham radikal, Sampai dengan  saat ini saya menyampaikan bahwa untuk paham radikalisme di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara. Sampai saat ini masih belum ada dan mudah-mudahan kita bisa jaga sampai seterusnya karena kita tahu Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tengara semua sudah dewasa di dalam memilih mana yang baik dan mana yang benar," rincinya.( vk)

 

 

 

MANADO, KORANRAKYAT.COM- Upaya mengatasi pemabuk dalam pengamanan wilayah  akhirnya disikapi mengatasi orang mabuk  dibuat  program patroli Sahbara dengan Pola 5-8 sehingga mampu meminimalisir, mabuk mabukan dan mengatasi  kejahatan dan perkelahian remaja.

            Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara di temui di Manado(22/10)2018 mengatakan masalah utama yang dihadapi dalam pengamanan di wilayah Manado adalah pemabuk jalanan. Karena itu, pihaknya meminta jajarannya hingga tingkat polsek untuk memberantas orang mabuk di Jalanan. Prioritas lainnya masalah senjata tajam (Sajam).
“Karena kejahatan kriminal di Manado paling banyak diakibatkan dua hal ini, mabuk dan sajam. Makanya saya tegaskan harus diberantas. Bahkan saya sudah minta hingga ke Polsek jangan tidur. Mari kita buat Kota Manado kian aman, tentram dan menekan gangguan dua hal ini,"ujarnya.

            Selanjutnya, Surya katakan   cara yang efektif dalam menekan dua hal itu dengan patroli keliling kota selama 24 jam. Juga bekerja keras memberantas kriminal terutama pada malam Minggu. Mengingat, jika malam minggu ternyata banyak muda-mudi sering pesta minuman keras (miras). “Kalau semakin banyak orang minum  miras ancaman kriminal juga kian tinggi. Untuk itu saya minta anggota jangan lelah lakukan patroli,” tegasnya.

            Dijelaskan   Patroli dengan mengoptimalkan peran Sabhara dengan pola 5-8. Dengan kata lain, lima hari kerja 8 jam. “Itu saya bagi menjadi enam shift, dua regu. Namun pada hari Senin, Selasa, Rabu, delapan jam hanya satu shift yang bergerak. Jadi satu harinya tiga shift. Cara ini sangat bagus untuk menekan pesta miras dan sajam," jelasnya.

     Masih  Surya katakan  jika situasi kontijensi maka pada hari Jumat Sabtu malem minggu diberlakukan dua shift delapan jam. “Jadi lebih tebal, satu regu delapan orang baik Polwan maupun Polki. Cara ini sudah berlangsung sejak Maret 2018, yang launchingnya langsung Pak Kabarhakam,” rincinya.

          Diungkapkan juga  Pola ini dijabarkan sesuai dalam Perkabarhakam nomer 1 tahun 2017 tentang patroli. Isinya ada salah satu yang mengatur pembagian shift dan regu dan pola. “Memang, pola 5-8 sangat efektif dan its oke. Dan dalam menerapkan pola ini, tidak ada polisi yang lelah. Mau ada telpon jam berapa aja tiap saya pencet langsung siap komandan, langsung ada di TKP,” tandasnya.

       Lebih jauh, Surya mengungkapkan dengan langkah ini membikin trust masyarakat semakin tinggi ke kepada polisi. “Jadi jika ada informasi ada gerombolan minum-minuman keras maka langsung ditangani. Kini kami dengan Pemda tengah membicarakan sanksinya. Masalah ini sudah saya lempar ke forum bidang hukum mulai BNN, Kejaksaan, juga Kepolisian,” ungkapnya.

           Surya beberkan ini merupakan  program unggulan patroli Sabhara Polresta Manado, yang selalu mengawal di tempat yang rawan pesta miras maupun pemabok jalanan. “Saya pernah menangkap 300 orang mabok dalam satu malam. Saya kumpulkan, saya apelkan jadi tiga kompi dan saya suruh upacara bendera dan pembinaan bersih-bersih bersama. Dengan cara ini diharapkan mereka jera,” bebernya.

          Jadi, Surya mengakui saya terus berupaya menghadirkan terobosan baru baik untuk mengurangi pemabok jalanan, kepadatan lalu lintas maupun menekan angka kriminalitas. Ini dilakukan untuk menekan angka kriminalitas di Kota Manado, Kapolresta memberikan target bagi setiap polsek yang ada di Manado. Kalau malam Kapolsek memimpin patroli. Saya targetkan minimal setiap polsek dapat melaporkan telah mengamankan lima orang mabuk. Itu saya targetkan setiap kapolsek minimal lima terutama di sekitar kota. Pasti dapat itu,” akunya.

      Sebelum mengakhiri, Surya menambahkan ini dilakukan karena penyebab tindak kriminal itu sebagian besar disebabkan karena miras. “Kalau mabuk di pinggir jalan itu rawan, tapi kalau di dalam kamar saya tidak menyuruh melakukan penangkapan. Bahkan saya pernah mentargetkan minimal orang mabuk yang harus diamankan setiap harinya ada 75 orang," tambahnya. ( vk)

Wednesday, 10 October 2018 00:53

Sekitar 90 Pelaku Penjararahan Diringkus

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Amankan  evakuasi bencana alam di Sulawesi Tengah termasuk adanya kejadian penjarahan. Polisi meringkus 90 pelaku kejahatan penjarahan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto di Mabes Polri,Senin (8/10)2018 mengatakan dan menyebutkan polisi telah melakukan penangkapan terhadap lebih dari 90 orang pelaku penjarahan di daerah terdampak bencana.Mereka diduga mengambil barang-barang di pertokoan, seperti uang dari mesin ATM dan telepon seluler."Saya mendapat laporan yang pertama 49, kemudian kemarin 42. Jadi sekitar lebih dari 90 (orang telah ditangkap)," ujarnya.

Saat ini mereka telah ditahan di Polda Sulawesi Tengah.

Selanjutnya, Setyo menegaskan belum memberikan keterangan lebih lanjut apakah masih ada tersangka lainnya yang sedang dicari."Hal itu dikatakannya perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada jajarannya yang berada di lapangan," tegasnya

Untuk itu, Setyo menjelaskan  setiap orang yang melanggar hukum akan ditindak tegas dan secara cepat."Laporan yang saya terima memang langsung dilakukan action, dilakukan upaya paksa penangkapan dan diproses," jelasnya.

Jadi, Setyo menandaskan dan memastikan bahwa saat ini situasi di daerah terdampak bencana sudah kondusif. ;Polisi juga telah melakukan pengamanan di titik-titik vital dan melakukan patroli sebagai antisipasi," tandasnya.( vk)

 

.

 

.

Saturday, 06 October 2018 16:27

Kejahatan Perbankan Libatkan Warga Asing Dibongkar Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi kejahatan perbankan di lakukan PCN warga Nigeria ditengarai sebagai  sindikat penipuan  pemalsuan email ada  3 Warga Indonesia tersangka TY, AK dan TH ikut terlibat , dari   4 kasus  berasil gasak  uang  Rp. 12 Miliar. Mafia Pemalsuan Email di duga  Kendalikan Dari Amerika, otaknya Masih DPO.

         Kasubdit I TIndak Pidana Cyber Crime, Kombes Pol Dani Kustoni  di Direktorat Cyber Crime, Bareskrim , Jumat(5/10)2018 mengatakan Bahwa kasus ini dilakukan warga negara asing dari Nigeria, korbannya 1 orang dari Turki  kemudian 1 orang dari Warga negara Italia terkait dengan tindak Pidana Email Fraud atau Busines email compromise atau pemalsuan email terkait dengan transaksi keuangan."Adapun kronologis kejadian adalah pada hari Kamis 21 Juni 2018 kita menerima laporan dari kuasa hukum korban PT Prima Shipping and Marine Service dimana korban ini merasa dirugikan setelah mengirim transaksi keuangan pada pelaku kejahatan," ujarnya.

           Dani tegaskan  modus  kejahatan yang bersangkutan membuat email palsu atau email Fraud kemudian melakukan komunikasi dengan korban ketika itu korban adalah pemilik kapal Turk selanjutnya  melakukan transaksi  dengan PT Palumbo di Italia . "Setelah ada transaksi  kapal PT Palumbo seharusnya meminta pembayaran Voice kepada pihak PT Prima tetapi kenyataannya berupaya masuk melalui email palsu kemudian menyampaikan korban PT Prima untuk mengalihkan pembayaran yang seharusnya pembayaran Osibisi itu adalah milik PT Palumbo berada di Italia akhirnya korban mengikuti arahan dari  pelaku kejahatan mengalihkan ke bank Mandiri. Transaksi yang dilakukan 325.000 Euro atau Rp 5.196.000.000," tegasnya.

Untuk itu, Dani menjelaskan dan akhirnya pelaku berhasil menerima keuangan yang dari PT Prima tadi karena korban sudah melapor ke Tindak Pidana Cyber ,akhirnya kita bisa mengamankan uang itu yang berada dibank Mandiri kemudian kita lakukan blokir dan kita lakukan penyeledikan,penyidikan dan tetap dilakukan penangkapan terhadap salah satu warga negara asing yaitu PCN warga negara Nigeria bersama istrinya TY ini kita tangkap di daerah wilayah Jakarta Barat. "Ada juga peran-peran pembantu yaitu warga negara indonesia TY juga warga negara indonesia sebagai istri dari pelaku warga negara asing dibantu AK dan PH dilakukan penangkapan untuk AK di rumah kontrakan di Jakarta Barat. Kemudian untuk TH pada saat berada di Bandara Soekarno Hatta," Jelasnya .

          Lebih lanjut, Dani merinci  untuk para pelaku ini kita lakukan penyitaan dan ada beberapa 1 buah book warna hitam, lap top merek Delk , satu buah ATM ada kurang lebih 9 kartu ATM bisa rekan-rekan saksikan di depan baik dari berbagai bank, buku rekening tentunya ada alat bukti lain yang bisa kita perlihatkan rekan-rekan semua. "Untuk para pelaku ini kurang lebih sudah melakukan 4 kali kejahatan salah satunya yang bersangkutan melakukan di bank OSBC Singapura sudah berhasil masuk kurang lebih,10.000 Dollar Singapura. Kemudian yang kedua itu terjadi di wilayah kepulauan Riau di Batam . Ketiga kita lakukan penangkapan dan ke 4 yang bersangkutan di dalam penahanan kita masuk ke rekening kurang lebih Rp 2 Miliar dan saat ini memang dua di wilayah NKRI belum menyampaikan laporan baik di Kepri maupun di baru 1 yang kita temukan masih dalam penyelidikan," rincinya.

Seiring dengan itu, Dani mengungkapkan kemudian untuk pelaku ini kita kenakan pasal 378 KUHP berkaitan dengan Penipuan kemudian kita kenalkan pasal 62 dan pasal 85 Undang No.3 tahun 2018 tentang Transperdana dan tentunya berkaitan dengan keuangan kita juga lakukan tindak pidana Pencucian Uang ."Untuk hukuman maksimal 20 tahun," ungkapnya.

Ketika ditanya bagaimana mencari bangsanya, Dani menandaskan menentukan Tersangka atau korban, menentukan target mereka mengunakan cara-cara bising dan berupaya siapa saja mungkin sudah terpancing sudah menjadi target dia bisa memasukan email cinpromais dia bisa lakukan percakapan. " Si Inilah yang menjadi target pelaku utama sampai sekarang masih di DPO kita sekarang khususnya ada di Wilayah Amerika, "Tandasnya

Menyinggung pelaku, Dani mengakui ini tergantung instruksi pelaku utamanya. Sampai sekarang masih DPO dan pelaku utama di Amerika dan memerintah PCN yang berada disini itu dapat korban dia akan menginformasikan kemudian ia membuat email baru atas atas instruksi dari PCN ini bisa dilakukan dan membuat email palsu." Sampai sekarang mereka adalah Sindikat. Sementara yang kita temukan mereka adalah kelompok Transional crime dari luar negeri yang menempatkan dan kebetulan di wilayah kita. Ini juga terjadi di Singapura," akunya.

Jadi,Dani menambahkan Sesuai hasil penyelidikan kita mulai tahun 2017. Yang bersangkutan masuk kesini dan apa ini modusnya mencari istri di warga negara indonesia. Tahun 2017 dia masuk ke Indonesia mendapatkan istri warga negara indonesia. Dari tahun 2017 sudah berapa yang didapatkan? Sebagai mana fakta yang kita temukan sudah melakukan 4 kali kejahatan, jadi pertama di Singapura. Kedua, di Wilayah Batam, Kepri. Ini korban belum melaporkan kepada kita. Ketiga, ini yang kami tangkap. Keempat pada saat yang bersangkutan posisi ditahan ada uang yang masuk ke rekening yang bersangkutan kurang lebih  ada Rp 2 Miliar."Total uang yang masuk kurang lebih ada Rp 7 Miliar ini direkening karena ini baru semua rekening mungkin setelah termasuk Perusahaan yang dibuat . Modusnya adalah CPN ini mendapat instruksi dari pelaku ada di Amerika untuk membuat salah satu PT, tentunya untuk membuat PT ada ketentuannya nah ini dibantu oleh 2 warga negara indonesia. Yang saya sampaikan HK dan TH. Dua orang ini yang membantu membuatkan PT bisa dikatakan PTnya abal-abal bisa membuka rekening di negara kita indonesia," tambahnya. ( vk)

Friday, 28 September 2018 03:48

Konten Berisi Informasi Hoax Ditelisik Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT

COM) Masih adanya situs yang berisi konten artikel yang menyudutkan calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno. Hingga kini Polri terus meneliti dan  mendalaminya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Rabu(26/9)2018  mengatakan, Polri masih meneliti situs yang berisi konten artikel yang menyudutkan calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno.“Kami sampaikan ke Direktorat Siber (Bareskrim) untuk dicek benar atau tidaknya,” ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan Polri akan menindak tegas segala penyebaran hoaks di Pilpres 2019 tanpa terkecuali. Polri akan mengantisipasi jika ada kejadian yang menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban karena berita bohong atau hoaks.“Kalau merasa dirugikan, melapor enggak masalah. Tapi kalau tidak ada yang merasa dirugikan tapi Polri menilai mengganggu keamanan, pasti akan kami tindak tanpa ada laporan pun,”tegasnya.

Lebih lanjut, Setyo menandaskan semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang 2019.Kalau istilah Pak Kapolri jadioverheated, panas dan bisa membakar, itu yang enggak boleh.“Jadi perlu diantisipasi itu jangan menjadi panas, cooling down. Kami selalu pantau terus supaya enggak terjadi hal yang tidak kita inginkan terjadi,” tandasnya.(eas)

 

.

Friday, 28 September 2018 03:42

Diteror Pasangan Capres Lapor Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Merasa terancam akibat diteror dalam  22 kali ditelepon oleh Oknum A Gaspar Syah yang mengakui dari Garda O8 pengawal Prabowo, akibat  mengancam Inas Nasrullah Zubir secara pribadi terancam tidak bisa tidur dan tertekan. Uniknya ancaman itu selain mau memukulnya, ia  juga mengaku dari alumni mujahid Poso perna makan orang di Ambon dan Poso karena takut akhirnya melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dengan No. LP /971/IX/2018 dengan tuduhan mengancam melalui Informasi dan Transaksi( ITE) dan Medsos.

Inas Nasrullah Zubir  ketika ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Rabu(26/9)2018 mengatakan sesuai dengan LP : 971/IX/ 2018  26 September 2018 dan  , Saya  menduga bahwa ancaman ini berawal dari tulisan saya mengenai apa insiden toilet antara ins cs dengan Prabowo  yang di share di Wa group serta saya juga share teman-teman media dan dipublikasikan di detik.com  dan sudah di jawab juga sama INS lebay." Meman saya mengganggap ini lucu-lucuan. Tapi pada kemarin malam itu ada seseorang yang mengirim Wa dengan satu nomor kemudian saya blok. Kemudian dia kembali wa saya sampai 3 kali ,akhirnya ke 4 saya biarkan wa itu masuk kemudian dia telepon saya sampai 2 kali , ada 3 kali yang saya angkat telepon disitu ada nada ancaman," ujarnya.

Selanjutnya, Inas menegaskan dari pembicara yang mengancam itu,  Pertama, dia bilang adalah pengawal Prabowo dari Garda 08. "Ini saya minta kepada kepolisian untuk diselidiki dan diklarifikasi betul atau tidak. Kemudian dia mengancam dia mau memukul saya. Kemudian mau dipukuli tidak masalah bagi saya,tapi mengerikan Gaspar Syah menekan bagi saya dimana saya perma makan orang di Ambon dan Poso. Saya alumni mujahid Poso, ya saya meriang," tegasnya.

Untuk itu, Inas menjelaskan akibat ancam membuat saya apa engga meriang saya dibegituin.Apa engga meriang Apa lagi mau  di lempar bom molotov ,saya takut dong."Saya punya cucu walaupun anak saya sudah besar. Meriang sampai tidak bisa tidur. Takut malam itu. Ini ngeri juga kalau teroris yang ikut campur," jelasnya.

Lebih lanjut, Inas merincinya Nah, dengan dasar itu saya cerita sama teman-teman dan teman-teman minta saya sebaiknya kita lapor polisi. Sebelum terjadi sesuatu kita lapor polisi. "Kita lapor ke polisi hari ini. Tapi yang lucunya, dia sempat mengatakan elu gw akan teror terus. Tetapi lucunya ketika saya sebar informasi kepada wartawan bahwa hari ini saya akan melaporkan kepada kepolisian , stop terornya, " rincinya.

Seiring dengan itu, Inas menandaskan saya menduga kayanya ada seseorang yang meminta berhenti stop."Tadi ketemu ibu rita mengatakan ini bukan tindak pidana Pemilu tetapi pidana cyber. Nanti saya akan lapor dibawa dan nanti akan diteruskan ke cyber crime," tandasnya

Ketika didesak a pakah ingin laporkan , Inas mengakui saya ingin ini dilapor agar polisi mengusut tuntas siapa yang memerintahkan . Kalau memang ada orang yang menyuruh ini harus di usut tuntas , siapa dia. I"ni kan tahun politik, jangan sampai ada ancaman-ancaman yang dilakukan oleh elit politik. Jangan sampai ada oleh karena itu saya minta ini diusut tuntas siapa yang menyuruhnya. Kalau memang ada , karena engga mungkin lah," akunya.

Saat disinggung berapa kali dia melakukan penyerangan dengan Wa, Inas membeberkan telepon saja dalam 1 malam 21 kali, saya mati kan. Yang terakhir kali ditengag-tengah sempat ngobol dengan saya. Dia katakan hai anjing gua bengini-bengini. Saya katakan elu juga anjing." Kan bisa komunikasi anjing dengan anjing, orang dengan orang. Kalau orang, sebut saya orang. Tapi kalau elu sebut anjing, elu juga anjing. Kalau elu berkomunikasi sebut orang. Dia bilang elu banci, elu juga banci. Karena banci dengan banci bisa berkomunikasi. Itu kan, ge gebukan rame-rame. Ya, kalau masalah gebukin tidak ada masalah. Dia katakan saya mantan Poso biasa makan orang takut juga saya," bebernya.

Ketika ditanya terakkhir kali dikontak kapan, Inas mengungkapkan kemarin sampai jam 23.00, 22 kali menepon hampir  1 jam. Itu dilakukan sampai kemarin malam, Selasa(25/9)2018. Berkaitan indenti dia kasih namanya A. Gaspar Syah dia shere log . Kalau elu berani datang sini . Ge tunggu sama teman-teman. Namanya A. Gaspar Syah."Dia mengaku anggota Garda 08 dan rumahnya adalah Markas Garda 08 di Jakarta. Sementara itu Garda 08 ada Daerah Hutan Kayu, Matraman."

Sementara itu, Inas menambahkan  lalu dia, Share log karena dia mau datang. Saya tidak cek dan saya melapor ke Polisi disini." Tapi waktu saya minta share log saya telepon polisi di BSD dan saya minta share log untuk lokasi Polsek, polisi kasih share log itu. Saya kirim ke A. Gaspar Syah. Dia tahu ini bukan rumah anda. Made ITE anda berbeda. Ya, dia tahu itu bukan orang sembarangan. Dia punya peralatan canggih. Ini pasti ada suruhan orang," tambahnya.( vk)

JAMBI(KORANRAKYAT.COM)- Polres Muaro Jambi melakukan penagkalan Radikalisme dengan kegiatan prefentif  menugaskan 65 Babinkantibmas yang tersebar di 105 Desa.

Kapolres Muaro Jambi, AKBP Pol Mardiono ketika ditemui di Polres Muaro Jambi, Kamis(14/9)2018 mengatakan Kami dari Polres Jambi dalam rangka upaya menangkal paham radikal menyebar di Polres Jambi  kami lakukan kegiatan Prefentif  dengan mengedepankan Babinkantibmas yang sudah kami bentuk dari  105 Desa ada 65 Babinkantibmas kegiatannya melakukan kegiatan penyuluhan baik pada masyarakat secara umum dengan sistem door to door yang dilakukan kemudian dengan penyuluhan kepada anak-anak sekolah maupun pembinaan kepada  masyarakat sekitar." 

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka penyuluhan kita menekankan bahwa paham radikal ini  memang sangat merugikan kita," ujarnya.

Selanjutnya, Mardjono menegaskan Kita akan kembalikan kepada nilai-nilai Pancasila kemudian Bhenika Tunggal Ika maupun NKRI adalah harga mati."Mengingat Polres Muaro Jambi sangat luas , untuk mencegah masuknya orang yang  menyebarkan paham ini ,kemudian  cara pencegahannya seperti apa," tegasnya.

Untuk itu, Mardjono menjelaskan upaya yang kita lakukan dalam melakukan pencegahan ini , kita mengaktifkan peran serta   masyarakat Babinkantibmas melakukan penyuluhan  di tiap-tiap Desa memberitahukan dan menyampaikan kepada masyarakat luas bahwanya paham radikal adalah paham yang sangat berbahaya . "Dengan melakukan dan menghimbau pada masyarakat apabila ada paham atau masyarakat tidak diketahui atau paham yang tidak dimengerti dan tidak dimengerti cepat  dikoordinasikan," jelasnya.

 

Lebih lanjut, Mardjono merincinya Disampaikan bekerja sama dengan para Alim ulama, para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada didesa tersebut . "Lakukan pembinaan secara terus menerus apa bila terjadi atau ada informasi  terkait dengan paham radikal agar segera dilaporkan," rincinya.

Ketika ditanya apakah sudah ada terdeteksi dimana basis-basis mereka itu,Mardjono mengungkapkan Kalau kita melihat kasus yang ada dan yang ada di wilayah Polres Muaro Jambi ,terkait dengan di Muaro Jepu dan Kombe Ulu yang saat ini sedang ditangani . Ada sebagian masyarakat yang terpapar dengan paham radikal. Untuk itu kita lakukan pendekatan ,kita lakukan penyuluhan dan kita kerjasama dengan Alimulama,para tokoh  masyarakat untuk melakukan  pembinaan melalui kegiatan seperti tablik, kemudian seperti kegiatan yasinan , kemudian Talilan dan lain-lain," ungkapnya.

Disinggung respon dari masyarakat seperti apa, Mardiono menandaskan untuk saat ini respon dari masyarakat, kegiatan yang dilakukan para Babinkantibmas dengan bekerjasama dengan para Alimulama,Ketua RT dan lain-lainnya dengan prangkat desa dan tokoh masyarakat saat antusias . "Masyakarat sangat mendukung program kepolisian dalam.rangka menangkal  paham radikal yang akan menyebar di masyarakat," tandasnya.

Sementara itu Siswa Kelas 12 IPA 1 SMA Muaro Jambi,  Elsa ketika ditemui  mengatakan  Alhamdulilah sudah paham setelah dijelaskan."  menurut saya radikalisme itu suatu pemahaman yang membuat orang itu melakukan tindakan kekerasaan yang menyimpang dari prilaku-prilaku yang baik seperti pelanggran HAM yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai Undang-undang Dasar 1945," ujarnya.

Selanjutnya ketika ditanya apa  Kalau ada yang mau mengajak paham radikal, apa yang Elsa lakukan, ia menjawab saya justru akan menolaknya dengan halus. "Dan akan memberikan informasi tentang radikalisme itu tidak baik," Tandasnya.

Ditempat yang sama Siswa kelas 11 IPA 4 SMA Muaro Jambi, Dwi Setiawan  mengatakan radikalisme itu adalah sesuatu perilaku pemahaman yang salah terhadap Pancasila. "Seseorang yang ingin merubah perubahan-perubahan aturan yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Lebih jauh ketika disinggung ada paham radikalisme itu bukan sekedar terorisme saja, tapi ada di Media Sosial berita bohong atau berita Hoax, Dwi menegaskan

saya harus tetap teguh di pendirian kita. " kita harus lebih mendalami ilmu agama dan kita harus mempelajari agar kita tidak salah dalam pemahaman-pemahaman banyak beredar di masyarakat," tegasnya.(vk)

Page 1 of 11

Entertaiment

Face Book Galleries

    BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti...
    BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyelesaian kasus penembakan di Kabupaten Nduga ,Papua yang menelan korban para pekerja...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pemeriksaan Habib Bahar Smith terus berproses. Kini kejaksaan Agung menerima...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo ikut bersenam pagi pada Hari Ulang Tahun ke-33 Senam Tera...
.   JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus aktif meluhuri dan...
    Bengkulu, (KORANRAKYAT.COM) - Setelah sekian lama belum ada kejelasan kapan Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan keluarga mengapresiasi peran media yang menurutnya telah ikut...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Selepas jalan pagi bersama keluarga, Presiden Joko Widodo berbincang santai dengan...

Ekonomi Makro

  •  

    .

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya atas kinerja Bank

     
  •  

     

     
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Dalam empat tahun ini, pemerintah telah bekerja keras untuk
     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     

Malang Raya

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan