Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Pemkot  Bengkulu  berhasil meraih 2 kategori Treasury Award 2019
Last Updated on Jun 23 2019

Pemkot Bengkulu berhasil meraih 2 kategori Treasury Award 2019

    BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu  berhasil meraih 2 kategori Treasury Award 2019 yang diberikan oleh  Dirjen Perbendaharaan Kementerian  Keuangan RI, Grage Horizon, Selasa (18/6/2019).  Dua capaian kota Bengkulu itu terdiri atas kategori pengelolaan Fiskal...
Presiden Jokowi: Seluruh Bidang Tanah di Gresik Bersertifikat pada 2024
Last Updated on Jun 23 2019

Presiden Jokowi: Seluruh Bidang Tanah di Gresik Bersertifikat pada 2024

    GRESIK(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat hak atas tanah bagi masyarakat yang berada di Kabupaten Gresik dengan keseluruhan mencapai 3.200 sertifikat. Penyerahan berlangsung di GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Kamis, 20 Juni 2019...
Presiden Angkat Isu Rakhine State di _Retreat_ KTT ASEAN
Last Updated on Jun 23 2019

Presiden Angkat Isu Rakhine State di _Retreat_ KTT ASEAN

    BANGKOK(KORANRAKYAT.COM)  Presiden Jokowi kembali mengangkat isu Rakhine State dalam pertemuan retreat KTT ke-34 ASEAN di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, Minggu 23 Juni 2019. "Saya ingin bicara sebagai satu keluarga, berterus terang, untuk kebaikan kita semua,” kata Presiden memulai...
Dugaan Korupsi Di Kementerian Kelautan  Diperiksa Kejaksaan
Last Updated on Jun 23 2019

Dugaan Korupsi Di Kementerian Kelautan Diperiksa Kejaksaan

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Terkait dengan kasus tindak Pdaina Korupsi  dalam pembangunan  kapal  Perikanan di Kementerian kelautan  dan perikanan RI, ada 4 saksi  yang periksa yaitu Nur Azizi, Harmoko Prasmasji,  Gaduh Nur Hidayat dan  Adiriansroob Vrenfky...
Kejagung : Pidsus Kejagung Periksa Saksi Rudy F Simanjuntak Tindak Pidana Korupsi Pemberian Kredit PT Bank Mandiri(Tbk)
Last Updated on Jun 23 2019

Kejagung : Pidsus Kejagung Periksa Saksi Rudy F Simanjuntak Tindak Pidana Korupsi Pemberian Kredit...

      JAKARTA KORANRAKYAT.COM-  Terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit PT Bank Mandiri(Tbk) kepada PT Central Stall Indonesia. Pidsus Kejaksan Agung memeriksaa Saksi itu Rudy F Simanjuntak Special Assets Management (SAM) Bank Mandiri Pusat,            ...

World Today

  •  
    Presiden Angkat Isu Rakhine State di

     

     

    BANGKOK(KORANRAKYAT.COM)  Presiden Jokowi kembali mengangkat isu Rakhine State dalam

     

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  K asus kerusuhan  21 Mei dan 22 Mei 2019 akhirnya dibentuk tim gabungan oleh Kapolri  dan dimotori oleh Irwasum dan tim ini juga bekerja sama dengan Kompolnas, Komnas HAM dan Ombusman.

         Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas, Kombes Pol Asep Adi Saputra di temui di Mabes Polri di Jalan Trunojoyo No.3 Kebayoran Lama,Jakarta Selatan, Rabu(12/6)2019 mengatakan  dibentuknya tim investigasi gabungan ini terkait kita dengan upaya mencari fakta  peristiwa 21 Mei dan 22 Mei di Jakarta yang lalu.."Tim gabungan investigasi ini merupakan bentukan  Kapolri yang diketuai oleh Bapak Irwasum Polri. Kegiatannya adalah untuk mencari bagaimana mencari fakta-fakta yang terjadi sesungguhnya ketika tanggal 21 Mei dan 22 Mei itu di Jakarta," ujarnya.

Selanjut, Asep  menegaskan kemudian dalam mekanisme kerjanya tim investigasi gabungan juga bekerjasama secara paralel dengan fungsi-fungsi pengawasan yang lainnya. "Ya, misalnya seperti Kompolnas, Komnas HAM dan juga Ombusman. Kemarin dan  beberapa lalu dilakukan kegiatan kita untuk berkoordinasi dengan Ombusman, yang kedua di Kompolnas secara keseluruhan. Kedua lembaga ini menyambut baik terhadap upaya investigasi ini," tegasnya.

           Asep jelaskan ada sebuah semangat dimana secara keseluruhan seluruh lembaga ini akan bekerja sama untuk saling suport mencar fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi dilapangan pada peristiwa tanggal 21 Mei dan 22 Mei itu "Sampai dengan hari ini ada 9 korban meninggal dunia  akibat peristiwa tanggal 21 Mei dan 22 Mei itu , salah satu tugas penting dari tim investigasi bersama ini atau gabungan itu lah mencari penyebab dari ke 9 orang yang meninggal dunia ini.. Karena begini tidak secara keseluruhan kita mengetahui dimana tempat kejadian perkara( TKP) terjadi perkara ini hal menyebabkan meninggal dunia tersebut. Semua korban-korban ini dan pelaku," jelasnya.

         Lebih lanjut, Asep katakana  perkara ini,karena semua korban-korban atau pelaku diduga sebagai aksi rusuh  ini langsung di antar ke rumah sakit. Jadi kita menelusuri kembali karena korban-korban itu suatu saat langsung meninggal dunia. Ini menjadi penting sebagai titik awal penyelidikan kita." Dimana kejadiannya, lalu seperti Apa peristiwa sesungguhnya dan saksi-saksinya," akunya.

Ketika ditanya selain tidak tahu , hambatannya apa, Asep mengungkapkan dalam tahapan penyidikan ada prosesnya, terutama sekali berangkat dari pengolahan TKP, oleh karena kita perlu mengetahui TKP ada dimana. Dari situ kita ingin mengembangkan. Saksi-saksi yang melihat, yang mengetahui dan mendengar "Kemudian karena ini meninggal dunia diduga akibat dari peluru tajam maka kita harus mengetahuinya nanti. Bagaimana arah tembak , jarak tembak dan sebagainya dan sebagainya. Sehingga olah TKP ini  menjadi penting , sekali lagi ini adalah kita menemukan dulu, TKPnya ada dimana itu tugas kita," ungkapnya.

        Jadi, diharapkan sebagai kerjasama ya  dari lembaga-lembaga saya sebutkan juga masyarakat kan bisa memberikan keterangan-keterangan itu. "Intinya saat ini investigasi gabungan sedang bekerja keras untuk menemukan bukti-bukti itu," tandasnya.

         Kan ada dua orang yang terafiliasi masuk dalam garis itu dan Apakah masih ada,pengejaran terhadap tokoh-tokoh lain, apa perkembangan, Asep membeberkan Saya ingin abdate dulu dan saya ingin sampaikan dari upaya penegakan hukum terhadap peristiwa 21 Mei dan 22 Mei ada 447 orang yang dilakukan penahanan di Polda Metro Khususnya."Saat ini semua sudah dalam pemotretan dari aspek penyidikan . Kelompok-kelompok mana saja yang terlibat disampaikan terkait dengan garis ini juga sudah ada beberapa yang ditahan dan kemudian sedang dilakukan pengembangan bagaimana dia mempersiapkan segala sesuatunya, proses sehingga dia mampu memsiapkan sampai ke Jakarta, " beberkan.

         Keterlibatan Kivlan dan tempo membuat laporan, Asep menambahkan adanya beberapa dugaan terhadap kelompok-kelompok tertentu ya yang terlibat pada tanggal 21 Mei  dan 22 Mei khususnya disebutkan salah satu media ,ini bagian dari sumber informasi terus akan di dalami oleh penyidik tentunya semua tidak hanya pada persoalan  pemberitaan bagaimana aspek-aspek persoalan sudah ditemukan dalam proses ini." Kita juga perlu konfirmasi kepada aspek-aspek lain seperti adanya saksi-saksi ,barang bukti dan petunjuk lainnya," tambahnya. (vk).

 

 

 

     

https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif

https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Densus 88 bulan Mei meringkus 29 terduga dari 68 terduga pelaku terorisme terhendus adanya upaya melakukan tindakan negatatip  di 22 Mei 2019 jelang perhitungan suara di KPU.  

          Kepala Divisi Humas Polri, Irjend Pol Muhammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (17/5) 2019 mengatakan  pada bulan  Mei  29 terduga teroris ditangkap oleh  Densus 88 antiteror. Penangkapan di Bandung , di Medan secara detail."Terhadap 29 tersangka yang dilakukan penangkapan yaitu berafiliasi  pada kelompok jamaah Ansurat Daulah( JAD) yaitu diambil dengan rincian sebagai berikut . 1 . Tersangka tersangka yang ditangkap yaitu 18 orang 18 orang tersangka ditangkap di Jakarta , Bekasi ,Karawang Tegal Nganjuk dan Bitung Sulawesi Utara,"ujannya.

         Iqbal menjelaskan membeberkan ini adalah proses pengembangan panjang Oleh karena itu temen-temen Densus 88 itu menjajaki tanpa henti kelompok-kelompok ini oleh Preemtiv Struk .Karena itulah semua jaringan harus diikuti ,tidak bisa lepas  sedikitpun ini akan membahayakan keamanan masyarakat seluruh Indonesia. "Keterlibatan tersangka kelompok yaitu menyembunyikan DPO JAD  di Lampung akan merencanakan amalia , nah ini melaksanakan aksi amalia  dan aksi teror yang akan menyerang ke rumunan massa pada,tanggal 22 Mei mendatang dengan menggunakan bom," jelasnya.

        Iqbal katakan  Kelompok ini memang memanfaatkan momen untuk pesta Demokrasi . Nanti akan kita tayangkan bagaimana pengakuan tersangka. Karena bagi kelompok ini demokrasi adalah paham yang tidak sealiran dengan mereka. Nanti akan disampaikan oleh mereka sendiri. " Dan ini adalah target mereka. Oleh karena itu lewat forum ini Kepolisian Negara Republik Indonesia, " rincinya.

 Dikatakan  Kadiv menandaskan Saya selalu Kepala Devisi Humas dan sebagai juru bicara menya mpaikan bahwa pada tanggal 22 Mei masyarakat kami himbau tidak turun ini akan membahayakan menyerang semua massa yang berkumpul termasuk aparat masa yang berkumpuk dengan akan dilakukan bom." Ini dikatakan tadi pencegahan Preemtif Struk penegakan hukum untuk pencegahan," menandasnya .

      Diungkapkan juga oleh  Iqbal  membeberkan 18 tersangka ini terlibat dalam pembuatan bom yang ada didepan saya ini. Barang bukti 18 tersangka yang ditangkap beberapa yang saya sebutkan 5 buah bom rakitan. Ini bom nya ini ada merah ini sistem sumbuh , ini pemecah sistem sumbuh  PATP ini adalah botol biang nya parfum di ulang terbuat dari almunium. "Ini kita temukan di tempat kejadian perkara. Ini dani agar kita tunjukan rekan-rekan dan 4 buah pisau dan 2 busur panah. Semua barang bukti sudah saya sampaikan nanti kita akan foto. Terhadap tersangka lainnya 11 tersangka kami tangkap lokasi Jakarta , gerobokan, sukoharjo,  jepara, semarang dan Madiun. Kemarin kita sampaikan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, " bebernya. 

Jadi, Iqbal menuturkan dari 11 tersebut 9 tersangka merupakan anggota aktif JAD yang telah ditetapkan sebagai organisasi terorisme mereka ini mengikuti paham militer didalam negeri dan diluar negeri dikirim ke Suriah. Merupakan kader JAD yang dikirim ke Suriah sebagai STV. Lanjut juga keterlibatan 2 tersangka. Tadi 9 tersangka dan 2 tersangka itu reportase hijrah ke Suriah dan mereka belajar membuat bom asap di camp Calepo. "Barang bukti dari 11 tersangka yang kami lakukan penangkapan di daerah Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur 1 pucuk senapan angin ada disitu ,5 kotak peluru, 1 pasang periang ada disitu, 1 pisau lempar. Yang harus disampaikan dalam momen ini bahwa pelaku tindak teroris ini betul-betul memanfaatkan momentum pesta demokrasi," tuturnya.

Sementara   Densus 88 sudah memiliki stategi itu semua sehingga alhamdulilah beberapa hari yang lalu kita dapat melakukan upaya paksa penangkapan pada kelompok ini. "Kita tidak ingin ini terjadi ,kita tidak ingin ini terjadi dikerumunan massa dan kerumunan massa bayangkan kalau 100 saja sudah berapa korban.  kita tidak juga underestmate kita terus bekerja kita tidak bisa meyakinkan apa kelompok ini selesai sampai disini atau masih ada. Densus 88 terus bekerja.Inilah proses pemeriksaan pelaku yang sengaja kita rekam untuk disampaikan ke Publik.

        Sekali lagi kepolisian Negara Republik Indonesia  menghimbaub agar beberapa tahapan yang akan datang terutama pada 22 Mei 2019 kami menghimbau tidak ada kumpulan massa ini akan rawan aksi teror bom dan senjata-senjata lain, " akunya. (vk).

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Dalam melaksanakan ibadah bulan puasa, pemerintah menetapkan libur nasional mulai 30 Mei hingga  Idul Fitri 5 Juni dan 6 Juni 2019. Begitunya pelaksanaan  operasi ketupat selama 11 hari  yang digelar dari 30 Mei hingga 10 Juni.

           Kepala Korps Lalu Lintas, Irjend Pol Refli Andri ditemui di Mabes Polri di Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama ,Jakarta Selatan , Selasa (7/5)2019 mengatakan bahwa pemerintahkan sudah menetapkan libur nasional dan cuti bersama , libur nasional itu ditetapkan pemerintah tanggal 30 Mei, 1 Juni,5 Juni dan 6 Juni 2019 Pada saat Hari Raya Idul Fitri, kemudian cuti bersama itu ditetapkan tanggal 3 Mei,4 Mei dan 7 Juni ." Bersamaan dengan itu tahun ke tahun kita memang melaksanakan operasi kepolisian dengan terkenal dengan operasi ketupat, " ujarnya. 

       Selanjutnya, Andri menegaskan untuk kali ini adalah operasi ketupat tahun 2019 yang rencananya akan berlangsung selama 11 hari tetapi usulan kita sebisa mungkin akan berlangsung 13 hari. "Mudah-mudahan nanti tanggal 27 Mei 2019 kita sudah bisa latihan operasi yang dilakukan sampai rapda ops tanggal 28 Mei itu sudah setting lapangan sampai nanti tanggal 10 Juni 2019 Hari Raya plus 4,"  tegasnya.

 

       Untuk itu, Andri menjelaskan kemudian dengan melihat waktu dari tahun ke tahun bagaimana volume pergerakan arus lalu lintas paling dominan pergerakan paling penting H- 3 ,demikian pergerakan balik adalah H+ 3 artinya di tanggal 31 Mei 2019 . "Kemudian tanggal 1 Juni dan 2 Juni telah menjadi atensi kami semua perangkat-perangkat operasi demikian juga pada saat balik ya tanggal 9 Juni dan tanggal 8 Juni dan tanggal 7 Juni adalah juga menjadi atensi kami syukur di tanggal 10 Juni itu yang bekerja sudah bisa masuk bekerja," jelasnya. (vk))

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Kelompok Anarko Sindikalisme  tindakan memancing rusuh pada peringatan Hari Buruh di sejumlah kota merupakan fenomena Internasional. Kelompok tersebut diduga melakukan tindakan yang memancing kerusuhan, antara lain di Bandung, Malang dan Makassar pada peringatan hari buruh, Rabu (1/5/2019). 

         Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian  di Rupatama Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/) 2019 mengatakan  , kelompok Anarko Sindikalisme yang melakukan sejumlah tindakan memancing rusuh pada peringatan Hari Buruh di sejumlah kota merupakan fenomena internasional. "Ada satu kelompok yang namanya Anarko Sindikalisme, ini bukan kelompok fenomena lokal tapi fenomena Internasional. Kelompok tersebut diduga melakukan tindakan yang memancing kerusuhan, antara lain di Bandung, Malang dan Makassar pada peringatan hari buruh, Rabu (1/5/2019)," ujarnya. 

         Selanjutnya,  Tito menegaskan kelompok tersebut menerima doktrinisasi secara global. Doktrin itu antara lain bahwa pekerja jangan dikekang aturan. Anarko, katanya, sudah lama berkembang di luar negeri. Namun, kelompok itu baru terdeteksi bermunculan di Indonesia beberapa tahun lalu. . "Kita lihat mereka tahun-tahun yang lalu ada di Yogyakarta, ada di Bandung, sekarang sudah ada di Surabaya, ada di Jakarta, dan mereka sayangnya melakukan aksi kekerasan vandalisme, corat-coret simbol A, ada yang merusak pagar jalan," tegasnya.

          Untuk itu, Tito pun  menjelaskan dan memastikan bahwa Polri akan menindak tegas kelompok tersebut. "Terlepas soal kelompok Anarko, saya mengucapkan terima kasih kepada para buruh karena peringatan May Day berjalan lancar. " Untuk kejadian di Bandung, berdasarkan data sementara, tercatat ada 619 orang dari kelompok Anarko yang diamankan saat kerusuhan di Hari Buruh," jelasnya

         Selain di Bandung, gerombolan perusuh berbaju hitam itu merusak gerai McDonald's di Makassar. Lalu, dua pemuda di Makassar diamankan pihak kepolisian. Sementara di Kota Malang, kelompok tersebut melakukan aksi vandalisme di Jembatan Kahuripan yang merupakan cagar budaya.(vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -  Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri,  meringkus jaringan mafia Narkoba lintas negara Indonesia – Malaysia. Ada 14 pelaku, dari Aceh, Medan, Palembang  beraksi dibawa  kapal. Tim Dirnarkoba  menyita  137 kg dalam 51 bungkus.

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo ditemu di Bareskrim, Jalan Tronojoyo No.3 ,Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (3/5)2019  mengatakan  terbongkarnya perederan narkoba jenis sabu jaringan Lintas negara Malaysia-Indonesia seberat 137 kilogram merupakan pengungkapan terbesar hingga Mei 2019. "Ini merupakan pengungkapan terbesar tahun ini. Kemarin Polda Metro Jaya mengungkap peredaran seberat 120 kilogram, yang ini 137 kilogram dalam 51 bungkus. Artinya, ini pengungkapan terbesar dari mulai Januari sampai Mei 2019," ujarnya..

            Dedi menegaskan  pengungkapan peredaran narkoba lainnya masih terus dikembangkan oleh tim terpadu." Kepolisian pun akan lebih banyak fokus pada peredaran narkoba jalur laut," tegasnya. 

        Ditempat yang sama, Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigadir Jenderal (Pol) Eko Daniyanto mengatakan pengungkapan peredaran narkoba 137 kilogram tersebut memiliki modus yang sama dari tahun 2016, yaitu menyamarkan barangnya dengan kemasan teh hijau.  "Tidak berubah mulai dari tahun 2016. Kemasannya seperti teh hijau atau model teh lainnya,"  ujarnya 

           Eko menjelaskan pengungkapan yang terbesar ini juga menjadi peringatan bagi aparat keamanan perairan di seluruh Indonesia untuk mengawasi adanya dugaan peredaran narkoba. Untuk itu, ia menyebut pada Maret 2019 Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba telah bekerja sama dengan Malaysia, Myanmar, dan Thailand untuk meningkatkan pengawasan peredaran narkoba. "Pada Maret kemarin kami kerja sama dengan Malaysia, Myanmar, dan Thailand. Inilah bentuk kerja sama kami,"  jelasnya.

         Eko katakan  peredaran narkoba lainnya bisa terungkap."  Seperti diketahui, dalam pengungkapan peredaran jenis sabu seberat 137 kilogram ini, kepolisian telah menangkap 14 tersangka. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari penjemput, kurir, hingga pengendali," .

          Jadi, Eko menandaskan Sebanyak 14 tersangka tersebut adalah warga negara Indonesia (WNI), yaitu SN (42), SS (47), TM (39), RM (30), DI (30), MR (47), SO (48), HR (42), BI (47), IS (39), HE (34), RM (29), MA (30), dan HR (34). "Adapun pasal yang disangkakan kepada 14 tersangka tersebut yaitu Pasal 114 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," tandasnya. (vk)

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYATCOM - Upaya untuk terus meningkat kinerja ,  Kapolri Jenderal Tito Karnavian merotasi  pejabat tinggi polri seperti Kabaharkam,  Irwasum,Asops Kapolri  dan sejumlah kapolda. Selain Kapolda Jawa Barat, Kapolda Jawa Tengah, Papua Barat ,Kapolda Papua  hingga Kapolda Nus.a Tenggara Barat (NTB) juga diganti. 

                  Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo ketika di hubungi  Jumat (26/4)2019 mengatakan mutasi itu tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor ST/1202/IV/KEP./2019 tertanggal 26 April 2019 dan ditandatangani AS SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri. "Promosi serta tour of area dan tour of duty dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi," ujarnya  

           Dari  TR Kapolri  Nomor ST/1202/IV/KEP./2019 tertanggal 26 April 2019 menyebutkan  Jabar Irjen Agung Budi Maryato akan menjabat Kabaintelkam menggantikan Komjen Unggung Cahyono dan Komjen Putut Eko Bayu Seno yang memasuki masa pensiun. Komjen Pol Moechgiyarto  melepas Kabaharkam kini menjabat Irwasum dan Irjen Pol Condro Kirono melepas Kapolda Jateng menjadi Kabaharkam.Kapolda Jabar akan diisi Irjen Rudy Sufahriadi yang saat ini menjabat Asops Kapolri.    

           Lalu, jabatan Asops Kapolri akan diisi oleh Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin. Pengganti Kapolda Papua yaitu Brigjen Rudolf Albert Rodja. Brigjen Rudolf Albert Rodja yang saat ini menjabat Kapolda Papua Barat akan digantikan oleh Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak.

             Selain itu, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono akan diangkat sebagai Kabaharkam. Kapolda Jateng selanjutnya akan dijabat Irjen Rycko Amelza Dahniel. Rycko Amelza Dahniel yang saat ini menjabat Gubernur Akpol Lemdiklat Polri akan digantikan Irjen Achmat Juri. 

           Irjen Achmat Juri yang merupakan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) akan digantikan Brigjen Nana Sujana. Sementara Wakapolda Lampung Brigjen Teddy Minahasa Putra diangkat jadi Sahlijemen Kapolri.

 

             Wakapolda Lampung akan dijabat Kombes Rudi Setiawan. Kombes Rudi Setiawan yang saat ini menjabat Kapolrestabes Surabaya akan digantikan Kombes Sandi Nugroho. Kombes Pol Ricky Francois Wakanno kini menjadi Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam.(vk)

Sunday, 14 April 2019 09:30

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan Google Play. Indomaret akhirnya menderita kerugian Rp 2,5 Miliar.

            Kepala Bagian Penerangan Umum, Kombes Pol Asep Adi Saputra di Bareskrim Polri, Jalan Tronojoyo No.3, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, Jumat(12/4)2019 mengatakan sore hari ini kita akan lakukan press concerns Direktorat Siber Bareskriim Polri terkait dengan pengungkapan kasus tindak pidana legal akses atau legal hacking terhadap server suatu  PT yang bergerak di Mini Market yaitu PT indomaret. Kasus ini berlanjut dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan Google Play ."Kronologi kasus ini dimulai dari kasus ini adanya sebuah kecurigaan dari PT infomaret ini adanya transaksi yang berjumlah ribuan 4.000 lebih yang dibaca sebuah transaksi untuk pembeli game atau vocer game on.line. Kecurigaan ini pada sekitar Febuari  2018 atas temuan itu dilaporkan ke Direktorat Siber Bareskrim ini, selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh para penyidik Direktorat Siber Polri dan alhamdulilah pada hari ini kita bisa merilis kasus tersebut sehingga terungkap akan adanya sebuah sindikasi kecil didalam pengungkapan kasus ini yang bisa kita sampaikan," ujarnya.

              Selanjutnya, Asep menegaskan kasus ini melibatkan 4 orang tersangka dimana dua tersangka atas nama EG dan ITE masing-masing 22 tahun ini adalah mantan pegawai ITE di Indomaret tersebut. Yang bersangkutan ini pun dikeluarkan oleh PT tersebut karena ada catatan pernah melakukan diduga tindak pidana penipuan pun ada persoalan lain sehingga orang ini mantan dari PT Indomaret tersebut yang dari pada ITE." Kedua, ada tersangka LW dan BP masing-masing 24 tahun mereka berperan membantu aksi kejahatan ini. Setelah mulai didapatkan kemudian 2 orang ini yang berperan untuk memasarkannya," tegasnya. \

          Untuk itu, Asep menjelaskan Kita ketahui di publik bahwa vocher ini yang didapat di Goegel Play harga pasarannya adalah badlah Rp 500.000 masing-masing punya harga marketnya. Nah ini setelah mendapatkan di jual harga pasar itu tersebut setengahnya bahkan ya kalau Rp 500.000 di dalam dunia pasar jejarinvan ini dijualnya  Rp 250.000. "Akibat dari kejaksaan ini PT Indomaret mengalami kekayaan juga Kita melihat adanya kasus ini memiliki Tempat Kejadian Perkara(TKP) di Palembang ungkapan itu tetapi dalam aksi kejahatan itu pelaku menggunakan beberapa tempat upaya pengelabuhan sebagai aksi kegiatan ini.Dalam hal ini polisi mengdeteksian ini apakah ada dan kerugian juga di alami PT Indomaret ini," jelasnya.

            Sementara itu, Kasubdit I, Direktorat Siber Polri, Kombes Dani Kustoni mengatakan  tadi sudah dijelaskan oleh Kabag Penum dengan pengungkapan Direktorat Siber secara spesifik dimana modus operandi  para pelaku kita tangkap 2 pelaku utama  dan ada dua orang yang membantu ini adalah tindak pidana ilegal Akses jadi lagal akses yang bersangkutan dulu bekerja di Indomaret  berada masing-masing." Pelakunya antara lain pekerja indomare tahu user name, kemudian tahu tersebut selalu menggunanakan. Untuk google  Play  yang suka lupa wilayah. Pengungkapan tadi yang bersangkutan ini sudah melakukan transaksi ribuan transaksi dengan menggunakan ITE dari addres yang tentunya berbeda tempat. Hampir ratusan gray juga Indomart berbagai wilayah dia cukup mengakses di wilayah Palembang,".ujarnya .

           Dani menegaskan jadi seolah-olah transaksi ini dilakukan contohnya pelaku melakukan remote di wilayah Palembang kemudian menggunakan indomart yang berada di wilayah  Yogjakarta Pasar Palangkaraya itu seolah-olah saksi indomart kepada Inipun baik terkait voucer game online maupun voucer google Play. Jadi yang bersangkutan melakukan di wilayah Palembang." Kerugian sampai saat ini tentunya dari pihak indomart kurang lebih ada 2,5 Miliar dan voucer yang sudah terjual secara keseluruhan cukup banyak tetapi yang bersangkutan menjual dengan taktik yang memang seharusnya Rp500.000 sudah disampaikan di jual Rp 250. 000 sampai Rp 300.000,' tegasnya.

               Dani  katakana  tersangka dibantu  saudaranya LW dan BP ini membantu untuk mengumpulkan voucer-voucher yang diambil oleh pelaku dimasukan dalam satu email atau akun dalam gmail untuk di kumpulkan dan dihimpun maksimal Rp 23 Juta dalam per akun  gmail kemudian di jual setengah harga kurang lebih Rp 10 Juta bahkan di bawah harga pasaran google Play ini. "Kemudian barang bukti kita lihat ada kurang lebih ada 7 Hand Phone ini semua hasil dari kejahatan menurut yang bersangkutan hasil dari kejahatan hartanya digunakan untuk foya-foya, digunakan untuk membeli barang-barang ada didepan kami ini dan rekan-rekan juga termasuk visi ada dua itu juga dibelikan pelaku dari hasil kejahatan," jelasnya.

 

              Lebih lanjut, Dani merinci kemudian sudah kita lakukan pemeriksaan,pengecekan di rekening yang tersisa kurang lebih ada Rp 50 Juta yang saat ini sudah kita lakukan penyitaan dan para tersangka ini kita kenakan pasal 46 Junto Pasal 30 Undang-undang No.19 tahun 2016 ." Tentunya kita kenakan juga Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-undang No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang . Ancaman hukumannya kurang lebih 20 tahun," rincinya.( vk)

Saturday, 06 April 2019 03:35

Berkas Jokdri mantan Plt Ketum PSSI Dinyatakan P21

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Kejaksaan Agung menerima berkas perkara Plt Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia( PSSI) Joko Driyono (Jokdri)  pada tanggal ,Selasa( 2/402019  dalam perkara dugan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar,merusak atau menghancurkan barang bukti oleh Satgas Anti Mafia bola  dan  melalui penelitian   yang akhirnya  kamis (4/4)2019 Kejagung dinyatakan berkas perkara dinyatakan lengkap (P21)

             Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung,Dr Mukri SH MH di Kejagung Jalan Hasanuddin No.1,Kebayoran Baru, Jumat(5/4)2019 mengatakan pada hari Kamis (4/4)2019 Kejaksaan Agung RI telah nyatakan lengkap (P21) berkas perkara inisial Jokdri  ( Plt Ketua Umum PSSI) dalam perkara dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah di pasang police line oleh penguasa umum dari Satuan Tugas Anti Mafia Bola Mabes Polri( Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri).

            "Bahwa berkas perkara tersangka Jokdri  dinyatakan lengkap (P21) tersebut ,setelah Tim Jaksa Peneliti pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum melakukan penelitian berkas perkaranya," ujarnya.

           Selanjutnya, Mukri menegaskan dimana persyaratan formil dan materialnya sudah lengkap." Tersangka JD disangkakan melanggar Pasal 363 KUHP atau Pasal 235 KUHP atau pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,".tegasnya

 

            Untuk itu, Mukri menjelaskan bahwa dengan dinyatakan lengkap berkas perkara tersebut," Tim Jaksa Peneliti saat ini masih menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri," jelasnya..(vk) 

Tuesday, 02 April 2019 10:06

Polri Terus Memburuh 11 Tersangka Teroris

Written by

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Densus 88 , Satgas Terorisme dan radikalisme  kejar para teroris  kelompok 11 tersangka  untuk mengungkap tuntas setelah berhasi meringkus  tersangka WP alias Sahid yang ditangkap di rumah kontrakannya di daerah Bandung pada Kamis (28/3)2019. WP adalah jaringa JAD Jawa Barat  yang akan melakukan aksi fai atau  amalia di Jawa Timur

 

            Kepala Biro Peneraangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/4) 2019 mengatakan perlu saya sampaikan pengungkapan perkembangan kasus terorisme dari kelompok Lampung kemudian Sibolga dan beberapa jejaringan yang ada di Jawa. "Bahwa dari Densus 88, Satgas teorisme dan radikalisme yang ada di Polda-Polda juga diajak bekerja sama dalam rangka untuk mengungkap secara tuntas jaringan kelo t penyerangan atau dai dengan sasaran anggota kepolisian sudah sangat jelas," ujarnya.

          Selanjutnya,Dedi menegaskan terakhir tersangka yang ditangkap pada Kamis, 28 Maret  2019  saat ditangkap masih dalam jaringan JAD tapi selnya itu Sel terpisah bukan sel Sibolga dan Sel Lampun tapi semua ada keterkaitan ini adalah kelompok JAD wilayah Bandung.  Ditangkap di wilayah Desa Bojong Malaka Kecamatan Balenda  Kabupaten Bandung. "Saya ulangi ditangkap hari Kamis 28 Maret 2019. Sedang dikembangkan tersangka WP alias Sahid. Ditangkap di rumah kontrakan di daerah Bandung keterkaitan dengan jaringan Sibolga mereka berkolaborasi diantara Jaringan Sibolga,Lampung dengan Jaringan JAD yang ada di Jawa Barat akan melakukan aksi dai atau amalianya di wilayah Jawa Timur," tegasnya.

        Untuk itu, Dedi menjelaskan targetnya sangat jelas dimana targetnya dia masih mengumpulkan dana untuk melakukan aksi yang cukup masif  yaitu mobil pengisih ATM itu yang di jadikan sasaran pokok mereka bahwa mereka kurang lebih ada sekitar 6 orang  sampai 8 orang ini masih dilakukan pengecekan oleh Densus 88. "Kemudian rencana serangan juga adalah di beberapa wilayah baik di Jawa Barat maupun di Jawa Timur. Khusus di Jawa Timur mereka sudah menyiapkan rencana-rencana tersebut," jelasnya .

          Lebih lanjut, Dedi merinci  ini masih di dalami dan ada informasi-informasi disampaikan tersangka tersebut ya dengan beberapa istilah  antara lain kuda-kuda sudah siap.Kemudian untuk senjata untuk fai juga sudah siap. "Tim.masih mengembangkan baik Densus 88 untuk melakukan pengejaran juga kurang lebih terhadap 5 orang sampai 8 orang ini kelompok tersebut karena mereka dan mereka sudan merencanakan aksi, mereka mendapat uang dari aksi perampokan terhadap mobil yang membawa uang yang akan mengisih ATM untuk membeli peralatan dan kemudian mereka melakukan fai atau melakukan amalia di wilayah Jawa Barat,kemudian  Jawa Timur. Ini perkembangan untuk kelompok JAD yang akan melaksanakan aksi di wilayah Jawa khususnya,"rincinya.

          Ketika ditanya berapa ATM yang dirampok dan apa baru rencana, Dedi mengungkapkan mobil yang akan mengisih ATM di Jawa Timur ini sudah di mapping oleh mereka. Ini tidak disebutkan secara rinci." Sasarannya dari situ dan nanti kalau dapat uang dari situ dibeli peralatan dan mereka punya ke ahlian dalam rangka merakit bom," ungkapnya..

           Disinggung WP ini mengumpulkan uang apa sebagai Bendahara, Dedi menandsakan WP ini kaki tangan,otak dari pelaku ini inisialnya A masih di buruh bersama 6 orang sampai 8 orang. A  ini yang mengkomunikasikan kelompok Lampung, kemudian kelompok Jawa Barat dan kelompok Jawa Timur ada 3 kelompok  ini Komunikasinya pakai jejaringan media sosial maupun WA. Saat ditanya kalau ada target berarti sudah ada waktu ditetapkan,Dedi menambahkan Ya sedang di dalami, beberapa target masih dilakukan  pengembangan dan pengejaran oleh Densus 88. "Karena otaknya di Jatim dan . fokusnya di Jombang karena masih di kejar,"  tambahnya. (vk)

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-  Kontak senjata  antara Satgas Tinombala dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Tiga tewas dari kelompok   Ali Kalora di Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (21/3)2019) . Tiga anggota Ali kalora tewas diataranya   Alhaji Kaliki alias Ibrohim, Jaka Ramadan alias Ikrima, dan Andi Muhammad alias Andi Abdulah alias Fadel.

        Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di  Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (22/3)2019 mengatakan kelompok ini melakukan pelarian secara terpisah yang terbagi ke dalam dua kelompok dengan dipimpin Ali Kalora dan Qatar alias Farel. Baku tembak tersebut terjadi antara aparat gabungan dengan kelompok yang dipimpin oleh Qatar alias Farel. "Kita mendapat informasi juga untuk satgas pada tanggal 21 kemarin, sekitar pukul 16.50 (WITA), terjadi kontak tembak antara DPO MIT di area pegunungan Desa Salu Marate," ujarnya.

            Dedi menegaskan dalam kontak senjata tersebut, tiga anggota MIT tewas. Ketiganya adalah Alhaji Kaliki alias Ibrohim, Jaka Ramadan alias Ikrima, dan Andi Muhammad alias Andi Abdulah alias Fadel." Ketiga jenazah kemudian dibawa oleh aparat melalui jalur udara," tegasnya. Untuk itu, Dedi menjelaskan sementara, untuk anggota kelompok lainnya,  pihaknya terus mengimbau agar mereka menyerahkan diri. "Satgas terus mengimbau melalui pihak keluarga untuk mengimbau Ali Kalora, dan kawan-kawan, segera menyerahkan diri dan mengikuti proses peradilan yang berlaku,"  jelasnya.

           Dari data yang ada,  aparat yang tengah membawa jenazah RB alias A (34), warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki sekelompok orang bersenjata yang diduga kelompok Ali Kalora, pada 31 Desember 2018. Penembakan dilakukan saat salah seorang petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan. Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka. (vk) 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM  -  Terduga teroris YS alias Khodijah yang ditangkap pada Kamis (14/3/2019), di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tewas. bunuh diri dengan menegak racun . 

            Kepala Biro Penerangan  Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/3) 2019 mengatakan  Aparat kepolisian menduga YS mengakhiri nyawanya dengan cara menenggak zat kimia keras. "Saudara Y alias Khodijah sempat dirawat di RS Bhayangkara selama beberapa jam, dokter sudah berupaya, namun Allah berkehendak lain," ujarnya

 

Selanjutnya, Dedi menegaskan awalnya setelah ditangkap, YS diperiksa di rutan Polda Metro Jaya, Jakarta. Lalu, aparat menemukan YS dalam kondisi sakit pada Senin (18/3/2019). Setelah pertolongan pertama tidak membuahkan hasil, aparat melarikan YS ke rumah sakit. Akan tetapi, nyawa YS tidak tertolong. "Yang bersangkutan ditemukan sudah dalam keadaan sakit di ruang istirahat pemeriksaaan. Melihat kondisi itu, petugas jaga mengambil langkah atau upaya pertolongan pertama,"tegasnya.

 Untuk itu, Dedi menjelaskan pertolongan pertama enggak mampu, kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara. Dicoba ditolong oleh tim medis ternyata yang bersangkutan tidak tertolong akhirnya meninggal dunia,"  Setelah melakukan pemeriksaan, terlihat bahwa organ dalam YS sudah mengalami korosi," jelasnya

Lebih lanjut,  Dedi merinci bahwa organ cerna YS, mulai dari mulut hingga lambung mengalami kerusakan. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan terdapat asam klorida dengan kadar 8,5 persen pada lambung YS. Zat asam klorida.Mudah ditemukan, misalnya pada cairan pembersih. Polisi masih mendalami peristiwa tersebut dan masih menunggu hasil penyidikan serta olah TKP," rincinya. (vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Setelah Polisi gagal evakuasi dan tangkap  istri Husein Alias Abu Hamza,  akhirnya melakukan aksi bom bunuh diri.  Hingga berakibat satu anak tewas dan satu jasad perempuan pelaku bom ditemukan. Selain itu juga seorang petugas dan seorang warga mengalami luka akibat ledakan.

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Rabu (13/3)2019 mengatakan   dari hasil  identifikasi oleh tim DVI yang ditemukan di tempat kejadian perkara( TKP) ada dua sementara jasad seorang perempuan yang usianya diatas 30an kemudian satu jasad satu anak-anak yang usianya sekitar 2 tahunan."sekarang masih proses identifikasi sementara yang lainnya belum ditemukan. Tim  Inafis dibantu oleh tim Bahana mencoba untuk masuk dan mengolah TKP. Di TKP masih diduga ada beberapa benda mencurigakan bom," 

        Dedi menegaskan dari pagi tadi baru berhasil di ledakan baru berapa bom. Oleh karena itu perlu kehati-hatian jangan sampai jatuh korban kembali baik anggota dan warga. Untuk warga sekitar 100 meter dari TKP sudah disterilisasi tidak boleh mendekati TKP karena dampak dari ledakan bom bunuh diri dilakukan oleh Istri Terduga teroris tersebut cukup luas puluhan rumah kita melihat bahwa mengalami kerusakan baik di genteng kemudian beberapa rumah yang dekat TKP mengalami kerusakan bangunan. "Artinya jumlah bom eksplisit kalau jumlahnya cukup banyak bisa berakibat kerusakannya cukup banyak," tegasnya .

       Hingga kini, Dedi menejalaskan untuk tim tetap terus bekerja masih mengembangkan tersangka atau terduga pelaku terorisme yang sudah ditangkap diawal kemarin itu masih dikembangkan terus, nanti akan di abdate terus ."Tim masih bekerja masih terus dilakukan pengejaran-pengejaran dan kemungkinan apa bila jaringan itu masih mengkait kepada lombok lainnya akan dilakukan upaya penegakan hukum lebih lanjut," jelasnya.

Dikatakan  Dedi  beberapa potongan tubuh  yangakan  diamankan. Kalau masuk untuk olah TKP rekan-rekan melihat belum bisa masuk sedangkan police line belum bisa  dipasang karena di kwatirkan dibalik reruntuhan bangunan itu masi ada sisa-sisa bom yang belum meledak." Kalau misalnya bisa dilihat dengan visual bom tersebut langsung di ledakan oleh tim Gagana menggunakan robot ledakan tidak bisa langsung mendekat langsung karena berbahaya," rincinya.

Disinggung anggota Polisi , Dedi mengungkapkan Ya kemarin anggota kita yang terkena serpian bom juga dilemparkan oleh terduga pelaku teroris saat ini sedang di rawat juga satu orang dan ada  dari masyarakat juga."Kondisi si petugas anggota kepolisian luka berat dan luka apa nya, Luka di bagian mata sama di bagian tangan dan saat ini proses perawatan di rumah sakit di daerah Sibolga.Masyarakat bersama luka di bagian wajah sama di bagian tangan," ungkapnya.

        Dedi ceritakan  kondisi tubuh istri tersangka itu hancur ya,  asmih dalam dilakukan evakuasi dan dilakukan identifikasi."Kalau masyarakat yang luka hanya  satu orang masih dalam perawatan," bebernya. .

         Dedi katakan hasil  pengakuan pelaku AH itu ada sekitar puluhan bom yang sudah terakit, aktif yang di bawah oleh istrinya ada 4 bom. Dan ada bahan-bahan juga sekitar puluhan kilo potasium sebagai bahan baku perakitan bom. Jumlah orang di dalam rumah itu sendiri berapa orang, Informasi yang kita dapat harus dipastikan temuan di TKP, dari Hamzah menginformasikan anaknya ada 3 orang tetapi yang diketahui tetangga dekat ada dua orang.yang diketemukan di TKP saat ini potongan tubuhnya saat ini sudah dua yang berhasil di indentifikasi perempuan dewasa berusia antara 30 tahunan. Ada potongan tubuhnya juga seorang anak-anak berusia sekitar 2 tahunan ke atas,"akunya.

 Sementara  soal  mertua AH, Dedi menandaskan untuk berapa titik ini pengeledahan tidak di TKP, itu beberapa TKP maka ada beberapa terduga di TKP. Itu akan di pos masih dalam proses pemeriksaan. Pasalnya  yang sudah AH salah.satu tokoh. Ada beberapa KK yang mengungsi dari radius 100 meter, Sekitar puluhan dan jumlah 20 KK dari radiusnya. Di krabat terdekat karena termasuk keselatan dan itu keselamatan anggota juga dihimbau jangan mendekat dulu di TKP,".tandasnya.(vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Polisi berusaha  mencari satu alat bukti lagi untuk mengungkap pemilik akun@opposite6890 di Twitter dan Instagram. 

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa(12/3)2019 mengatakan pasalnya,Alat bukti tersebut akan melengkapi alat bukti lain yang telah dihimpun polisi.Pemilik akun tersebut menuding Polri membentuk tim buzzer untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019."Kalau di dunia maya itu sangat mudah sekali direkayasa. Seribu jejak yang ada di dunia maya itu, nilainya sama dengan satu alat bukti petunjuk. Kami masih mencari satu alat bukti lagi yang harus dilengkapi sesuai dengan Pasal 184 KUHP," ujarnya.

            Selanjutnya, Dedi menegaskan saat ini tim Ciber crime Bareskrim Polri sudah mengidentifikasi dan membuat profil untuk mengetahui siapa yang berada di balik akun@opposite6890."Kami sudah dapat datanya, namun perlu diingat bahwa proses pembuktian tindak pidana itu butuh pembuktian berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang sangat kuat," tegasnya

Untuk itu, Dedi menjelaskan seluruh alat bukti yang ditemukan harus terverifikasi dengan analisa pembuktian secara ilmiah. Kepolisian juga tidak akan terburu-buru dalam mengungkapkan kasus ini. "Akun tersebut bertujuan mendelegitimasi Pemilu 2019.Kami melihat polanya ke arah situ (delegitimasi). Ada agenda yang dimainkan dalam propaganda di media sosial, dari mulai November-Desember, Kemendagri diserang dengan kasus e-KTP, Desember-Januari ada surat suara tercoblos di 7 kontainer, Januari-Maret Bawaslu dianggap tidak netral," jelasnya.

         Lebih lanjut, Dedi merinci Media sosial Twitter heboh dengan kabar bahwa Mabes Polri menjadi aktor yang mengorganisir ribuan anggota Polri untuk menjadi buzzer politik mendukung Jokowi-Ma'ruf."Sebuah akun dengan nama@Opposite6890 menuding Polri membentuk buzzer anggota Polri dari tingkat Polres sampai pusat dan semua anggota buzzer terhubung seluruh Indonesia melalui aplikasi bernama Sambhar, Akun @Opposite6890 mengaku membongkar jaringan 'buzzercoklat' ini setelah melacak paket aplikasi Android (APK),” ujarnya .(vk)

 

 

Monday, 04 March 2019 04:34

Lasmi Pelapor Kasus Mafia Bola Sering Dapat Teror

Written by

 

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Mantan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indriyani sempat mendapat  intimidasi dan teror dari sejumlah pihak. Namun Satgas Antimafia Bola berkomitmen melindunginya. Pasalnya  Lasmi adalah salah satu pelapor adanya dugaan pengaturan skor di Liga Indonesia kepada Satgas bentukan Polri. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat(1/3)2019 mengatakan, sejak melaporkan kasus pengaturan skor pertandingan sepakbola ke satgas, Lasmi mengaku sudah mendapatkan teror. "Sejak pertama kali melaporkan ke satgas, itu sudah mengonfirmasi bahwa dia sudah menerima teror-teror di teleponnya," ujarnya. 

            Selanjutnya, Dedi menegaskan, satgas bertugas melindungi Lasmi karena laporan kasus pengaturan skor yang diberikan sangat lengkap dengan didukung bukti dan dokumen untuk membongkar mafia bola.  "Satgas berkepentingan terhadap saudari Lasmi. Satgas menjamin keselamatan dia," tegasnya.

Dari data yang dihimpun, Lasmi mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LSPK) untuk meminta perlindungan. Lasmi datang bersama kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, karena merasa mengalami intimidasi dan diteror oleh pihak lain sejak melaporkan kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola.

 

           Diperiksa Satgas Antimafia Bola Apalagi, kini kasus yang dilaporkannya sudah menetapkan petinggi-petinggi PSSI sebagai tersangka. Ia mengaku kerap mendapat teror di media sosial, bahkan ditekan untuk tak memberikan pernyataan secara terbuka kepada media. "Ada IG, Twitter, Whatsapp ada grup WA saya di-bully di situ juga bukan orang sembarangan.  Saya merasa diintimidasi, misalnya saya tidak boleh bicara ke media, saya harus kepada Satgas (Antimafia Bola) saja," kata dia. Lasmi juga menyebut bahwa teror dan intimidasi terhadap dirinya sudah ia laporkan ke pihak kepolisian. (vk)



JAKARTA,KORANRAKYAT, COM- Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung sudah diterima dan sudah di diteliiti oleh 5 Jaksa satu berkas masing-masing.Semesters Polisi menetapkan ply Kevin PSSi Jokdri  sebagai  tersangka

Jaksa Agung, M Prasetyo  kertika ditemui di Kejaksaaan Agung, Kamis (14/2) 2019 mengatakan jadi saat ini memang benar  Kejaksaan Agung  telah menerima 5 berkas perkara terkait dengan Satgas Anti Mafia bola dan itu sudah kita terima hari Rabu (13/2)2019 kemarin dari penyidik Mabes Polri yaitu terhadap berkas perkara atas nama tersangka P,AYA, DI,NS dan MLE. "Ini telah diterima oleh kita dan selanjutnya  akan diteliti oleh 5 orang Jaksa satu berkas masing-masing.

Selanjutnya, Prasetyo menegaskan yang selanjutnya akan dilakukan penelitian tentang kelengkapan syarat formil dan materialnya. "Apa bila nanti dalam hasil penilaian itu ternyata terdapat kekurangan maka berkas perkara tersebut  kita akan kembalikan kepada penyidik sesuai dengan petunjuk untuk dilakukan kelengkapan berkasnya," tegasnya. 

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan namun kalau dari hasil peneiltian tersebut berkas sudah memenuhi syarat formil dan materi maka berkas akan segera kita nyatakan lengkap ." Kalau sudah dinyatakan lengkap maka kita hanya menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti  dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum," jelasnya. .

Ketika ditannya apakah Jaksa akan  mempelajari berkas tersebut sampai kapan, Prasetyo menrinci  kita seperti dalam ketentuan dalam KUHAP  kita mempunyai waktu 14 hari meneliti berkas perkara dan setelah itu dalam 14 hari segera menentukan sikap apakah berkas perakra tersebut telah lengkap atau tidak, memenuhi syarat formil dan materiil atau tidak. Kalau nanti sudah dinyatakan lengkap ." Kalau sudah dinyatakan lengkap kita kurang menunggu persyaratatan barang bukti. kalau barang bukti sudah kita terima sesegera mungkin kita limpahkan  ke Pengadilan," .rincinya.

Disinggung tahap duanya, Prasetyo menambahkan Oh ya, kalau berkas perkara sudah dinyatakan lengkap. "Kita menunggu dari penyidik menyerahkan barang bukti dan tersangka," tambahnya. (vk)

Page 1 of 24

Ekonomi Makro

  •  

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) ,  Bertempat di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dirjen

     
  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai

     
  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     

Malang Raya

Wabub Sanusi Sampaikan LKPJ

 

 

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Wakil  Bupati Malang

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan