Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Prabowo-Sandi Daftar Ke KPU Didampingi AHY
Last Updated on Aug 13 2018

Prabowo-Sandi Daftar Ke KPU Didampingi AHY

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pasangan capres-cawapres periode 2019-2024.          Prabowo-Sandiaga didampingi oleh petinggi partai pendukung seperti Ketua Umum PKS Sohibul Iman, Komandan Satuan Tugas...
Polri Lakukan Mutasi 62 Perwira Tinggi dan Menengah Termasuk Kapolda Papua
Last Updated on Aug 13 2018

Polri Lakukan Mutasi 62 Perwira Tinggi dan Menengah Termasuk Kapolda Papua

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Menyikapi dan upaya peningkatan kinerja Polri, akhirnya Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian kembali melakukan perombakan jabatan di internal kepolisian. Sesuai dan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor 81/ 2014 A/III/KEP./2018 dan ST/ 2015 A/III/KEP./2018, pada...
PSI Dan Perindo Di Coret Jokowo- KH Maruf Daftar Ke KPU
Last Updated on Aug 10 2018

PSI Dan Perindo Di Coret Jokowo- KH Maruf Daftar Ke KPU

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin mendaftar sebagai capres cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jokowi dan Maruf Amin mendaftar sekitar pukul 10.00 WIB.  Penyerahan perlengkapan dokumen pencalonan dilakukan Jokowi-Maruf langsung kepada Ketua KPU Arief...
Kirab Obor Asian Games di Bandar Lampung di terima Ketua MPR
Last Updated on Aug 10 2018

Kirab Obor Asian Games di Bandar Lampung di terima Ketua MPR

    LAMPUNG(KORANRAKYAT.COM)-Kirab Obor Asian Games ke 18 tahun 2018  terus berjalan di Bandar Lampung. Nampak masyakat antusia disambut oleh 30 ribu pelajar menyambut dijalan dan diamankan oleh  1.629 personil baik dari TNI dan Polri. Obor di terima oleh Ketua MPR RI , Zulkifli ...
Polda lampung Bertekad Kurangi Kejahatan
Last Updated on Aug 10 2018

Polda lampung Bertekad Kurangi Kejahatan

    LAMPUNG, (KORANRAKYAT,COM)  Polda Lampung bersinergi dengan Polsek,Polres serta Polresta, untuk atasi kejahatan. Wakapolda Lampung , Brigjend Pol Angesta Romano Yoyol ketika di temui di Polda Lampung kepada wartawan, Rabu( 8/8)2018 mengatakan ditemukan 24 orang terluka 1 x 24 jam Waka...

World Today

  •  
    PT. INKA Akan Menjadi Operator Kereta Api
     
    DAKAR(KORANRAKYAT.COM) Setelah disepakatinya rencana Senegal membeli 10 Lokomotif Diesel
     

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Menyikapi dan upaya peningkatan kinerja Polri, akhirnya Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian kembali melakukan perombakan jabatan di internal kepolisian.

Sesuai dan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor 81/ 2014 A/III/KEP./2018 dan ST/ 2015 A/III/KEP./2018, pada Senin (13/8/2018), terdapat 62 perwira tinggi dan menegah yang dimutasi.

Berikut beberapa perwira yang dimutasi dan menempati jabatan baru:

1. Irjen Pol Sigit Sudarmanto yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, diangkat sebagai analis kebijakan utama bidang kurikulum Lemdiklat Polri.

2. Irjen Pol Boy Rafli Amar yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua, kini diangkat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

3. Irjen Pol Martuani Sormin yang sebelumnya menjabat Kadiv Propam Polri, kini menjabat Kapolda Papua.

4. Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjabat Kapolda Banten, diangkat sebagai Kepala Divisi Propam Polri.

5. Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divisi Propam Polri, kini diangkat sebagai Kapolda Banten.

6. Brigjen Pol Ignatius Sigit Widiatmono yang sebelumnya bertugas di BNPT, kini diangkat sebagai Kepala Biro Paminal Divisi Propam Polri.

7. Brigjen Pol Eddy Hartono yang sebelumnya Wakil Kepala Densus 88 Polri, kini ditugaskan di BNPT.

8. Brigjen Pol Marthinus Hukom yang bertugas di BNPT, kini diangkat sebagai Wakil Kepala Densus 88 Polri.

9. Irjen Pol Machfud Arifin yang menjabat Kapolda Jawa Timur, diangkat sebagai analis kebijakan utama bidang sabhara Baharkam Polri.

10. Irjen Pol Luki Hermawan yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, kini menjabat sebagai Kapolda Jatim.

11. Irjen Pol Suntana yang sebelumnya menjabat Kapolda Lampung, kini diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri.

12. Brigjen Pol Purwadi Arianto yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Polda Metro Jaya, diangkat sebagai Kapolda Lampung.

13. Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat yang sebelumnya bertugas di Badan Intelijen Negara, kini menjabat Wakil Kepala Polda Metro Jaya.

14. Kombes Pol I Made Astawa yang menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, kini ditugaskan di BIN.

15. Kombes Pol Asep Safrudin diangkat sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

16. Irjen Pol Alberto Simanjuntak yang bertugas di BIN, kini diangkat sebagai analis kebijakan utama staf ahli Kapolri.

17. Irjen Pol Bambang Sunarwibowo ditugaskan di BIN.

18. Irjen Pol Rachmat Mulyana yang menjabat Kapolda Kalimantan Selatan, kini diangkat sebagai staf ahli Kapolri.

19. Irjen Pol Yazid Fanani yang bertugas di BIN, kini diangkat sebagai Kapolda Kalimantan Selatan.

20. Kombes Pol Edi Setio Budi Santoso diangkat sebagai Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri.

21. Kombes Pol Hari Prasodjo diangkat sebagai Kabagrenops Robinops Sops Polri.

22. Kombes Pol Nugroho Slamet Wibowo diangkat sebagai Kadiklatsusjatanras Lemdiklat Polri.

23. Kombes Pol Amur Chandra Juli Buana menjabat Kabagkonvinter Set NCB Interpol Indonesia Div Hubungan Internasional Polri.

24. Kombes Pol Prasetijo Utomo menjabat Kabagkominter Set NCB Interpol Indonesia Div Hubungan Internasional Polri.

25. Kombes Pol Budi Haryanto diangkat sebagai Kabagbin PPNS Rokorwas PPNS Bareskrim Polri.( vk))

 

Friday, 10 August 2018 15:31

Polda lampung Bertekad Kurangi Kejahatan

Written by

 

 

LAMPUNG, (KORANRAKYAT,COM)  Polda Lampung bersinergi dengan Polsek,Polres serta Polresta, untuk atasi kejahatan. Wakapolda Lampung , Brigjend Pol Angesta Romano Yoyol ketika di temui di Polda Lampung kepada wartawan, Rabu( 8/8)2018 mengatakan ditemukan 24 orang terluka 1 x 24 jam Waka panggil mana aparat,  Kapolresnya kalau ada pelanggran apa-apaan kalau ada  seminggu berturut-turut tiga kali dicopot Kasat Resersenya.

         "Satu hari apalagi kalau sampai tiga kali itu sudah berarti antisipasinya engga ada karena Kapolda Lampung sudah upaya beli motor , jadi ini tidak ada lagi alasan untuk tidak siap," Ujarnya.

      Selanjutnya, Yoyol menegaskan Motor sudah , BBmnya  sudah dibagi , anggaran sudah dibagi juga kalau dana itu sudah turun dari Kapolda. Semua itu sudah ditunjukan apa adanya ini ada motor-motornya yang dikasih   kepada Patroli , ini bagaimana patroli yang dulunya katanya Lampung ini rawan,  terminal rajabasah  itu tempat yang rawan dan itu sekarang sudah tidak ada lagi," tegasnya.

        Selanjutnya, Yoyol menjelaskan Coba cek itu terminal raja basah itu  dulu yang jam.08.00 itu kalau kita bawah  tas,kalau tasnya diambil ya   kena ditodong ." Tapi sekarang boleh dilihat tidak dan warung-warung pinggiran di dibongkar habis itu memang dengan segala resiko. Dia bilang sudah 20 tahun disitu mau 100 tahun pun kalau menggagu orang ngapain," jelasnya.

           Yoyol katakan Kalau ada tempat minuman dipinggirkan jalan orang mabuk atau apa itu tidak sudah tidak ada lagi Kapolresnya kita panggil ini agak repot sementara ini."Kedua ,narkoba  nanti dikemas. Disini ada dua, ada beberapa daerah disini kita boleh cek narkoba itu boleh dikatakan sudah dianggap biasa. Contohnya ditempat pabrik atau  perkebunan tebu dibuat dia dibutuhkan tenaga ekstra tapi sayangnya   dia gunakan sabu,"rincinya..

       Lebih lanjut, Yoyol menandaskan  Terus disini ada pesta misalnya . Ada pesta dan saya punya orgen tidak usah bayar juga hadiah tetapi saya boleh jual sabu disitu dan pakai disitu. "Tetapi lewat jam. 11.00 -12.00 malam kita lakukan razia ditempatnya dan orgen tunggalnya kita sita . Ini lah terobosan-terobosan yang kita bikin," tandasnya. ( vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Wakil Direktur Narkoba  Polda Kalimantan Barat AKBP Hartono  ditangkap  di Bandara Soekarno Hatta membawa Narkoba dan  akhirnya Polri mencopot jabatan Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat.

Kepala Biro Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal ditemui di Mabes Polri, Rabu(1/8)2018 mengatakan AKBP Hartono pada awalnya ke Jakarta. Di Ibu Kota, ia dan timnya akan melakukan pengembangan salah satu kasus narkoba."Namun, yang bersangkutan melakukan perbuatan di luar kewenangan, yaitu mengambil 23 gram sabu untuk digunakan sendiri," ujarnya.

      Selanjutnya, Iqbal menegaskan AKBP Hartono  merupakan pengguna narkoba. Ini diketahui setelah beberapa kali dilakukan pemeriksaan dilakukan terhadap yang bersangkutan.AKBP Hartono  sudah ditindak dengan tegas terkait perbuatannya tersebut. Tindakan tersebut adalah pencopotan maupun mekanisme yang ada di Divisi Propam Polri."Sebentar lagi (kasusnya) akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya," tegasnya.

    Hingga kini, Iqbal menandaskan AKBP Hartono diamankan petugas Aviation Security (Avsec) di Terminal 1 A Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), di Tangerang, Banten, Sabtu (28/7/2018)." Sekarang sedang berproses," tandasnya.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian langsung mencopot jabatan Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda AKBP HT usai tertangkap tangan membawa serbuk putih diduga sabu sekitar 23,8 gram. Pencopotan ini dilakukan Kapolri melalui Surat Telegram Nomor ST/1855/VII/KEP./2018 yang dikeluarkan pada Sabtu (28/7/2018) dan ditandatangani Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri Irjen Pol Arief Sulistyanto.(vk) 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Dalam proses penangkapan AKBP Hartono di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), manajemen Angkasa Pura (AP) I gerah. Sebab mereka dikait-kaitkan dalam penangkapan itu. Apalagi mantan Wadir Narkoba Polda Kalbar itu sempat disebut-sebut akan transit di Bandara Juanda.

         Diketahui AKBP Hartono diamankan di terminal keberangkatan Bandara (Soetta) setelah petugas menemukan sabu-sabu (SS) di saku celana belakangnya. Barang itu diklaim AP I tidak terkait langsung dengan Bandara Juanda. Hartono ditangkap Sabtu pagi (28/7) saat hendak pulang dari Jakarta. Penerbangan Hartono balik ke Kendari dijadwalkan transit di Surabaya pada sore harinya.

     Fakta terbaru tersebut berdasar bukti cetakan dua boarding pass Hartono. Tiket dengan nama Hartono SIK Mr (Sarjana Ilmu Kepolisian Mister) tercetak untuk dua penerbangan. Masing-masing Lion Air JT 0588 Jakarta-Surabaya dengan waktu boarding 09.30 dan Lion Air JT 0722 Surabaya-Kendari boarding 16.00.

''Yang bersangkutan berangkat ke Kendari dari Jakarta, transit di Surabaya. Sebelum sampai Surabaya tertangkap,'' terang Vice President Airport Security Kantor Pusat AP 1 Dony Subardono kemarin (31/7).Dony menepis informasi Hartono yang tertangkap di Jakarta setelah turun dari pesawat dari Surabaya.

        Wadir Narkoba AKBP Hartono kini ditetapkan sebagai tersangka sehubungan dengan kasus narkoba. Kasus tersebut kini ditangani Polda Metro.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan Wadir Narkoba Polda Kalbar AKBP Hartono telah melanggar kode etik profesi sebagai polisi.

   Menurut Iqbal, polisi saat ini sedang melakukan pemeriksaan secara maraton. Polisi masih mendalami motif Hartono membawa narkoba ke Tangerang.

Wadir Narkoba Polda Kalbar AKBP Hartono dianggap melanggar prinsip disiplin sebagai polisi dan telah melanggar hukum karena membawa sabu.(as) 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Akibat viralnya kelakuan  pemukulan yang dilakukan AKBP M Yusuf  di tokonya dan AKBP Sunario Kapolres Ketapang , dimana kedua viral di Medsos. Akibat Kapolri mengetahui marah besar , Jumat (13/7/2018), Polri memutuskan untuk mencopot dua perwira menengah dari jabatannya.

     Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal ketika dikonfirmasi di Mabes Polri ,terkait dengan video pemukulan itu, Kapolri marah besar."Mereka dimutasi dari jabatannya lantaran kasus yang viral di media sosial," ujarnya.

      Dari data yang dihimpun, pertama. kasus pemukulan yang dilakukan AKBP Yusuf  di toko miliknya di Pangkalpinang, Bangka Belitung pada Rabu (11/7/2018).

       Dimana AKBP Yusuf  melakukan pemukulan terhadap ibu-ibu yang diduga melakukan pencurian di toko miliknya.Berdasarkan telegram Kapolda Bangka Belitung, AKBP Yusuf  dimutasi dari jabatannya. Iqbal menyatakan, sikap AKBP Yusuf  tidak mencerminkan seorang perwira polisi.

        Diduga melanggar Promoter difokuskan kepada tiga kebijakan utama. Salah satunya adalah perbaikan budaya kerja, yakni anggota Polri harus menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan yang berlebihan.

2. Kasus plakat kantor polisi bersama RI-China di Ketapang, Kalimantan Barat. Foto plakat tersebut beredar viral di media sosial. Kapolres Ketapang AKBP Sunario dicopot dari jabatannya karena beredarnya foto plakat tersebut.

      Selanjutnya,Iqbal menjelaskan, apa yang dilakukan Sunario tidak sesuai mekanisme yang ada di Polri."Soal foto viral pelat tersebut, Kapolres Ketapang akan dibebastugaskan dari jabatannya yang sekarang," jelasnya.

       Sunario kemudian dipindahkan sebagai perwira menengah di Polda Kalimantan Barat. Iqbal menyebutkan, kerja sama dengan negara lain atau kepolisian negara lain merupakan kewenangan Mabes Polri.

     Telegram pencopotan AKBP Y tertanggal hari ini dengan nomor ST/1786/VII/2018 dari Kapolda Bangka Belitung.

         Adapun telegram pencopotan Sunario dikirim oleh Kapolri dengan nomor ST/1726/VII/2018.

Sunario membantah bahwa telah ada kerjasama dalam bentuk Kantor Bersama antara Polres Ketapang dengan Kepolisian Tiongkok di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (vk)

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Kasus tenggelamnya  kapal akhir-akhir ini sebenar menjadi domain Menteri Perhubungan namun Porli siap membantu dalam penyelikan dan penyidikan.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan ditemui diusai menghadiri Dies Natalis dan Wisuda STIK-PTIK di Jakarta, Rabu (4/7)2018 mengatakan kasus tenggelamnya kapal akhir-akhir ini lebih banyak merupakan domain Kementerian Perhubungan selaku regulator dan pengawas."Adapun tugas Polri hanya membantu dalam hal penegakan hukum. Kendati demikian, pihaknya siap membantu dalam hal penyelidikan dan penyidikan," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan  terkait hal ini, imbuh Tito, telah dilakukan rapat lintas sektor. Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto pun akan membentuk desk atau tim khusus untuk menanganinya."Untuk rapat lintas sektoral ini perlu banyak kerja sama, dari Kemenhub, Polri, Pemda, ini semua harus dikumpulkan," tegasnya.

Sesuai perkembangan, Tito menjelaskan disamping itu, pemilik dan agen perjalanan kapal pun dikumpulkan di tingkat daerah. Dinas perhubungan (Dishub) seluruh Indonesia juga akan diundang. "Juga telah memerintahkan Polisi Perairan (Polair) untuk membantu dalam hal penegakan hukum.Ini dilakukan bukan hanya ketika terjadi kecelakaan, namun juga terkait penegakan aturan keselamatan perjalanan moda transportasi penyeberangan dan laut.Ketika sudah ada korban tewas, maka kasus sudah masuk ke ranah penyidikan dan penyelidikan. Ia memastikan Polri akan melakukan kedua hal tersebut."Bagi operator lain (yang) punya kapal tidak bisa sembarangan. Ada undang-undang pelayaran juga pasal KUHP, sambil membantu evakuasi,"  Jelasnya.

KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni 2018 lalu. Sebanyak 21 orang selamat dan tiga orang meninggal dunia, sedangkan 164 orang dinyatakan hilang.

Kemudian, KM Ramos Risma Marisi juga mengalami insiden yang sama pada 22 Juni 2018. Karena kapal tidak berlampu, kapal tersebut menabrak bambu yang berada di tengah Danau Toba, kapal tenggelam dan menyebabkan satu orang hilang.

Kemudian, kecelakaan antara dua speedboat terjadi di perairan Sei Nyamuk, perbatasan RI-Tawan, Malaysia, 29 Juni 2018. Insiden itu menewaskan lima orang, sedangkan dua orang mengalami luka-luka.

Selain itu, sebuah kapal yang mengangkut 44 Tenaga Kerja Indonesia karam di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Malaysia pada 2 Juli 2018 akibat cuaca buruk dan kelebihan muatan. Akibat insiden itu, 18 orang dilaporkan hilang, dan satu orang telah ditemukan dalam kondisi tewas.

Terakhir, KM Maju Lestari tenggelam di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal tersebut tenggelam diduga akibat lambung kapal yang bocor.( vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -Peristiwa naas dialami TS nahkoda KM  Sinar Bangun yang tenggelam di Kawasan perairan Danau Toba di Kabupaten Simalungun,Sumatera Utara pada Senin(18/6)2018. Diduga kuat ada kelalaian dan sering bawa kapal " Overload"

Kapolri Jenderal Tito Karnavian setelah ketika dihubungi, Jumat(22/6)2018  mengatakan bahwa polisi sudah mengamankan TS, nakhoda KM Sinar Bangun yang tenggelam di kawasan perairan Danau Toba di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin (18/6/2018). "Saat ini, TS masih menjalani pemeriksaan di Polres Samosir. Dugaan sementara, terdapat unsur kelalaian.Informasi dari nakhoda, sudah sering dia membawa penumpang melebihi kapasitas. Kapal itu (KM Sinar Bangun) bobot grossnya 17 ton, idealnya menampung 60-an orang saja, tetapi dia mau menampung sampai 150 orang," ujar

Selanjutnya, Tito menegaskan, polisi juga akan memeriksa pihak lain yang dinilai bertanggung jawab terhadap operasional kapal yang melebihi kapasitas, seperti Dinas Perhubungan dan Syahbandar kabupaten dan provinsi."KM Sinar Bangun,  memiliki bobot 17 gross ton sehingga perizinannya pasti berasal dari Dinas Perhubungan, sedangkan izin dan kelayakan berlayarnya dari Syahbandar,"; tegasnya.

Seiring dengan itu, Tito menjekaskan Jika nanti terbukti kasus ini adalah perkara pidana, maka tidak hanya nakhoda kapal yang berpotensmenjadi tersangka, tetapi juga pejabat otoritas yang mengawasi."Saya tidak akan segan-segan untuk menindak. Jangan hanya kepada nakhoda, tetapi kepada sistem yang bertanggung jawab melaksanakan pengawasan," ungkap," jelasnya.

 

Sesuai data, Tito menandaskan saat ini, polisi juga tengah menelusuri jumlah pasti korban KM Sinar Bangun. Selain itu, ada pula pungutan bagi penumpang kapal KM Sinar Bangun sesaat sebelum berangkat."Data yang ada, yang 184 orang itu, tidakreliable, karena berdasarkan satu sumber, yaitu pengaduan. Bisa saja orang yang mengadu karena anggota keluarganya belum pulang, diduga ikut kapal. Belum tentu," tandasnya.( vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri membongkar kasus distribusi bawang putih impor yang tidak sesuai dengan ketentuan. Dari hasil laboratorium, diketahui bawang putih itu masih mengandung cacing nematoda.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Baresksim Polri, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga di Bareskrim, Jakarta, Kamis (31/5)2018 mengatakan Bareskim sudah menetapkan 4 tersangka dengan 3 orang di antaranya yakni direktur perusahaan yang terkait dengan impor dan distribusi bawang putih impor tersebut. “Tersangka sudah kami lakukan pemanggilan dan akan segera kami lakukan tindakan kepolisian. Barang bukti kami sudah amankan sebanyak ratusan ton bawang putih.” Ujarnya.

Selanjutnya, Daniel menegaskan Keempat orang tersangka yakni TSK selaku Direktur PT TRS, MYI selaku Direktur Operasional PT PTI, TDJ selaku Direktur PT CGM dan PN selaku pengendali atas pembiayaan serta distribusi dan penetapan harga ditingkat pasar. “Para tersangka menjual dan memperdagangkan bibit bawang putih impor ke pasaran sebagai bawang konsumsi. Padahal, bibit bawang tersebut tidak sesuai dengan ketentuan atau standar bawang konsumsi,”tegasnya.

 Daniel menjelaskan berdasarkan penelitian laboratorium, bibit bawang putih masih mengandung cacing dan bakteri sehingga sangat berbeda dengan bawang konsumsi pada umumnya. “Selain itu, para tersangka juga melakukan importasi bawang putih dengan memberikan pernyataan tidak benar pada label sehingga merugikan konsumen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Daniel merincinya kasus ini berawal saat PT PTI mendapatkan dari Kementerian Perdagangan untuk mengimpor bawang putih dari China dan Taiwan sebesar 30.000 ton. PT PTI lantas meleakukan kerja sama dengan PT CGM, PT FMT, dan PT ASJ untuk menyalurkan atau mendistribusikan bawang putih impor tersebut.” Namun saat barang dikirimkan, ada keterangan yang tidak benar. Label barang yang harsunya PT TPI justru tertulis PT CGM,” rincinya

Jadi, Daniel menandaskan sementara itu, PT TSR justru memperdagangkan bawang putih impor yang dipergunakan sebagai bibit bawang putih.” Hal ini tidak sesuai dengan persyaratan kesehatan bawang putih sebagaimana ketentuan UU Karantina,” tandasnya.(Vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-Rusuh bentrok di mako brimob 5 anggota brimob tewas, 1 teroris di tembak mati seorang polisi jadi sandera, teroris berhasil rebut senjata. Saat ini polisi sedang lakukan negosiasi seorang tawanan dari anggota polisi yang disandera tahanan teroris di mako Brimob.Kejadian di duga dipicu soal makanan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, ada 130 tahanan teroris yang masih bertahan tak mau menyerah di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. 

Di Blok A, B, dan C mereka menguasai enam senjata rampasan dan seorang anggota Brimob yang disandera. “Jumlah sesuai dengan anggota yang disandera," kata Iqbal di Markas Komando atau Mako Brimob Kelapa Dua sore ini, Rabu, 9 Mei 2018.

Sebelumnya, tahanan menyandera enam anggota Brimob namun hanya satu yang masih hidup. Menurut seorang perwira Polri yang menolak dikutip namanya, lima polisi yang gugur adalah Brigadir Polisi Dua (Bripda) Wahyu Catur Pamungkas, Bripda Syukron Fadhli, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Rospuji, Bripka Denny, serta Brigadir Polisi Satu (Briptu) Fandi.

Iqbal memastikan kondisi kesehatan Bripka Iwan Sarjana dalam keadaan baik dalam penyanderaan. “Satu jam lalu, (Iwan Sarjana) masih sehat."

Menurut Iqbal, polisi mengendepankan negosiasi walaupun lima anggota Brimob gugur ketika menanani kerusuhan tersebut. “Kami tidak ingin ada korban lebih banyak kami menghargai hak asasi manusia," ucapnya.

Kerusuhan Mako Brimob belum sepenuhnya bisa diatasi oleh Kepolisian sejak pecah pada Selasa malam, 8 Mei 2018, sekitar pukul 20.20 WIB. Kerusuhan dipicu pemeriksaan makanan dari luar untuk tahanan. 

Menurut Iqbal, mengingat yang dihadapi adalah narapidana perkara terorisme maka Polri menyiapkan strategi khusus untuk menormalkan kondisi. “Kami terus menyampaikan pendekatan persuasif kepada tahanan."

Dia pun meminta masyarakat tenang. Iqbal mengklaim situasi sudah dapat dikendalikan. Namun, Polri terus melakukan soft approach dan upaya-upaya lainnya terhadap para tahanan teroris di Mako Brimob.(as)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Bocornya pembicaraan Menteri BUMN Rini Sumarno dengan Dirut PLN Sofyan Basir , ternyata sudah dilaporkan ke Bareskrim. Oleh Karena itu, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memastikan akan segera menindak lanjuti kasus itu,

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto ditemui di Bareskrim,Rabu (2/5) 2018 mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari Menteri Rini terkait kasus tersebarnya rekaman percakapan itu."Ada laporan kami terima. Kami  laksanakan penyelidikan," ujarnya.Selanjutnya, Ari  menegaskan  laporannya sudah ada dan disampaikan oleh pengacaranya. “Semua itu kan ada dipenyidik, itu nanti akan diprosesnya,” tegasnya.

       Seperti data yang ada,  Rini Soemarno mengaku sudah melaporkan penyebaran pembicaraannya dengan Sofyan Basir yang diduga diedit untuk menampilkan adanya bagi-bagi saham BUMN. “Jadi kemarin saya berikan kuasa untuk pengaduan dan pelaporan kepada polisi. Jadi sekarang sudah diserahkan kepada polisi prosesnya, kita menunggu aja secara hukum hasil dari penyidikan dari polisi,” ujarnya.

          Seperti diketahui, rekaman percakapan antara Menteri Rini dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir tersebar di media sosial. Percakapan itu menjadi sorotan lantaran disebut-sebut membahas soal bagi-bagi saham di BUMN. Dalam percakapan mengenai saham, Rini sempet menyebut dua perusahaan BUMN yakni Pertamina dan PLN. Sementara Sofyan menilai bagi-bagi saham masih terlalu kecil.

        Sofyan juga sempat menyebut nama Ari. Namun tidak jelas siapa Ari dimaksud. Hanya dalam percakapan itu, ia bercerita kepada Rini kalau dia bertemu dengan Ari dan meminta agar masalah pembagian saham dibicarakan lagi.Namun lagi-lagi tak jelas untuk apa Sofyan atau PLN memperebutkan saham perusahaan yang diperbincangkan tersebut.Kementerian BUMN melalui Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro langsung membantah bahwa rekaman tersebut bicara soal bagi-bagi saham.Menurut dia rekaman itu sengaja diedit sedemikian rupa dengan tujuan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan. (vk)

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Sesuai program kerja Promotor( professional,modern dan terpercaya.red) terus dilakukan perombakan system penerimaan anggota polri dari tamtaman hingga Akpol sehingga mendapatkan tenaga yang memiliki kemampuan yang professional menjawab kebutihan polisi yang modern. Itu diterapkan sisten seleksi yang diperketat.

            Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri Irjen Arief Sulistyanto kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu(18/4) 2018 mengatakan, sejak dirinya menjabat posisinya saat ini, ia menerapkan sistem untuk memperketat seleksi anggota Polri. Itu lah sistem ini telah ia terapkan dua kali, yakni seleksi 2017 dan 2018. “Sebelum proses seleksi, para panitia, pengawas dan peserta disumpah untuk menjalani seleksi dengan jujur, objektif dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Ada juga pakta integritas yang perlu ditandatangani secara serentak di seluruh Indonesia," ujarnya..

           Selanjutnya, Arief menegaskan tak hanya itu, para orangtua peserta seleksi juga membuat surat pernyataan untuk tidak meminta bantuan pada pihak manapun untuk meloloskan. Untuk panitia seleksi, dilakukan ikrar di Tugu Pahlawan, Surabaya, yang diikuti panitia dari tingkat Mabes Polri hingga Polda se-Indonesia. "Harapan kami, kalau panitianya tidak menyimpang, diharapkan keluar tidak ada oknum yang mencari keuntungan," tegasnya.
    

        Untuk itu, Arief menjelaskan selain itu, peserta seleksi juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan berisi empat poin. Pertama, pernyataan bahwa peserta akan mengikuti seleksi dengan jujur dan berdasarkan kemampuan sendiri. Kedua, tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme yang merusak nilai kejujuran. “Ketiga, berkomitmen tidak akan meminta bantuan kepada siapapun dalam bentuk sponsorship atau titipan yang memengaruhi panitia untuk membantu meluluskan. Ada juga pernyataan, apabila saya melanggar maka bersedia namanya diumumkan di depan para peserta seleksi," jelasnya.        

           Lebih lanjut, Arief merinci harus dilakukan karena ingin betul-betul memilih calon anggota Polri yang berintegritas dan memiliki kemampuan. Dengan pola tersebut, yang diutamakan adalah kemampuan dan kualitas dari peserta seleksi. Oleh karena itu, Polri memberi kesempatan seluas-luasnya pada pemuda di Indonesia untuk ikut seleksi tanpa memandang latar belakangnya. Hal ini terbukti dari hasil.seleksi tahun lalu.” Di semester pertama, siswa didik yang menempuh pendidikan nilainya bagus-bagus dan tidak ada satupun yang mengulang. Ini bukti seleksi tersebut berhasil mendapat calon anggota polisi yang berkualitas, baik dari aspek kesehatan, intelektual, kekuatan fisik, maupun kecerdasannya,” rincinya.

           Oleh karena itu, arief menambahkan empat aspek ini yang kami nilai, sekaligus membantah rumor bahwa masuk sekolah Kepolisian harus menyediakan uang supaya lolos. Menurut dia, dengan cara-cara yang disebutkan itu, panitia seleksi bisa lebih kebal disuap karena telah disumpah.” Bahkan, aturan tahun ini lebih ketat dari tahun lalu. Dengan proses seleksi yang berkualitas, maka akan menghasilkan siswa didik yang berkualitas. Nantinya mereka akan melaksanakan tugas ke masyarakat dengan baik juga," tambahnya (vk)

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menunggu, hingga  Kapolri akan tangan, terkait dengan lemotnya penanganan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel  Baswedan. Hingga saat ini sudah setahun belum ada titik terang” Kalau Kapolri sudah akan tangan kami, akan mengambil langka berikutnya,” ujar Presiden pada wartawan belum lama ini.

Kepala Biro Penerangan  Masyarakat, Brigjend Pol Muhammad Iqbal ketika ditemui di Mabes Kompleks Polri, Senin ( 9/4) mengatakan terkait Novel dan presiden menunggu, Kapolri angkat tangan,  Igbal beralasan   kasus yang kami tangani  sering ada yang terungkapnya cepat.  “Sering, Seperti kasus di Pulomas kalau Soal perampokan dan Pembunuhan keluarga. Heboh itu. Sekeluarga di sekap dan meninggal. Tapi Alhamdulillah penyidik bergerak cepat. Bukti-bukti petunjuk di dapat, keterangan dengan alibi cocok, ilmiah, scientific, terungkap cepat,”. Ujarnya.

Dikatakan , Iqbal  Tetapi ada juga kasus yang seperti di Depok, Axena. Sampai saat ini udah lebih dari dua tahun belum terungkap.” Kami sudah melakukan upaya investigasi yang effortnya sangat keras, bahkan kami menyelam untuk itu, sampai sekarang belum terungkap,” tegasnya.

Seiring dengan itu, Iqbal menjelaskan ada juga kasus internasional. “Masih ingat engga pesawat MAS, Sampai sekarang belum terungkap. Intelijen dari seluruh dunia dan lain-lain belum terungkap. Begitu juga di Paris ingat engga ada Kedubes Indonesia dibom molotov. Sampai saat ini belum terungkap,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iqbal katakana  setiap kasus mempunyai kriteria kesulitan masing-masing. Nah, tetapi yang perlu dicatat adalah teman-teman Metro Jaya itu sudah bergerak sangat maju ke depan. Progresnya luar biasa. “Puluhan saksi sudah diperiksa. Semua upaya-upaya agar masyarakat juga membantu kami. Hotline isinya sudah banyak, “ rincinya.

Untuk itu, Iqbal mengakui bahkan , beberapa bulan yang lalu kami sudah dibantu KPK untuk memberikan informasi terkait. Jadi ada beberapa penyidik handal dari KPK yang sudah ditugaskan untuk membantu kasus ini. ‘Artinya kami tidak main-main. Kami kerja keras untuk ini. Polri ingin kasus ini terungkap cepat. Tetapi tadi, jangan disamaratakan, setiap kasus punya kriteria masing-masing dan tingkat kesulitan. Banyak, kasus pembunuhan di Jakarta Barat itu, udah lima tahun belum terungkap,” akunya.

Jadi, Iqbal menandaskan sampai hari ini saya belum berdiskusi dengan penyidik. Yang jelas, hari demi hari tim yang dibentuk itu sudah bekerja. Doakan saja cepat terungkap dan kami bekerja keras.” Tolong dicatat kami sangat bekerja keras untuk menuntaskan kasus ini dan  mohon doanya,” tandasnya. (vk)

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)   Polisi akan lakukan  usut kasus Sukmawati Soekarno Putri adanya dugaan penistaan agama secara  profesional. Pemeriksaan itu terkait dengan puisi Sukma yang telah menyinggung agama  Islam yang merupakan agama mayororitas terbesar di Indonesia, hungga berdampak demo belum lama ini. Beberapa laporan terkait kasus Sukma, ada yang di  Mapolda Jatim dilakukan oleh Banser, Bareskrim Maves Polri dan Polda Metro Jaya, tentunya sudah menjadi kewajiban polisi untuk memeriksa secara professional, sehingga kasus serupa tak terulang,  

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dintemui di Mabes Polri, Sabtu (7/4) 2018 mengatakan dan memastikan, penanganan laporan terhadap Sukmawati Soekarnoputri akan ditangani secara profesional.  Tentu dari tu ,Polisi telah menerima belasan laporan polisi yang dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.Pelaporan ini terkait puisi yang dibacakan Sukmawati beberapa waktu lalu. Yang menyinggung umat islam, kami akan tangani  Secara profesional kami  akan mencari keterangan semua yang terkait dengan fakta yang dia lakukan," ujarnya.

            Setyo katakana   Polisi akan mulai dengan meminta keterangan saksi, para ahli, termasuk pelapor dan terlapor. Dari keterangan tersebut, akan dilihat apakah puisi yang dibacakan Sukmawati memenuhi unsur pidana atau tidak. “Meski demikian, selama proses penyelidikan, terbuka ruang untuk restorative justice atau penyelesaian perkara di luar pengadilan. "Beliau ada upaya proaktif dengan meminta maaf. Jadi kita tunggu saja pemeriksaannya," tegasnya.

Untuk itu, Setyo menjelaskan jika tak ada titik temu untuk restorative justice, proses hukum akan diteruskan.” Itu sebabnya kita tunggu saja proses itu berjalan dan saya tetap akan mengawalnya,” jelasnyaDari pantaian awal, Pelaporan ke polisi Sebelumnya, Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan atas tuduhan penistaan agama. Di Polda Metro Jaya, ia dilaporkan pengacara bernama Denny AK dan Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari serta di Jatim Dilakukan Banser.

       Sesuai laporan, Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyahari mengatakan laporan beberapa waktu lalu dalam acara peringatan 29 tahun Anne Avantie Berkarya. "Saat itu dia berkata bahwa syariat Islam disandingkan dengan sari konde, itu kan jelas menurut kami enggak bisa bisa disandingkan. Lalu, nyanyian Ibu Pertiwi lebih indah daripada adzanmu. Kalau bicara begitu, dia meremehkan Sang Kuasa dong," ujarnya.

     Sesuai informasi , Denny dan Amron menegaskan, apa yang diucapkan Sukmawati sangat tidak pantas. Sukmawati dianggap telah menghina dan melecehkan umat Islam dengan membawa-bawa kata "cadar" dan "adzan". "Kami maafkan jika beliau meminta maaf. Namun, pada kenyataannya sampai saat ini belum ada permintaan maaf dari dia, yang ada hanya klarifikasi," tegasnya. (vk)

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)   Wakil Kapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal  menembak adik iparnya, Jumingan alias Iwan (34), dengan senjata api hingga tewas.  Kini oknum polisi itu  diperiksa intensif  oleh Propam.Adanya Perwira memiliki jabatan yang strategis, namun tak mampu kendalikan diri, sehingga perlu dipertanyakan bagaimana sistem penerimaannya hingga seleksinya dan pemberian  jabatan strategis yang perlu dipertanyakan, sehingga banyak polisi bringas, bahkan ibunya sendiri ditodong pistol dan menembak adik iparnya.

 Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ditemui di Kompleks Mabes Polri,Jakarta,Jumat (6/4) 2018 mengatakan, Divisi Profesi dan Pengamanan Polri tengah mendalami motif Fahrizal melepaskan tembakan. "Sekarang Propam melakukan penelitian, pendalaman. Karena semua anggota Polri yang bawa senjata dinas ada prosedurnya," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan  ada dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Fahrizal.” Sebab, ia menggunakan senjata tersebut saat tidak sedang berdinas,”tegasnya.

Untuk itu, Setyo menjelaskan  saat kejadian Fahrizal tengah menjenguk ibunya di Medan. "Cuti tidak boleh bawa senjata api. Senjata api hanya dibawa untuk dinas," jelasnya.

            Setyo katakan  peritiwa diawali dengan cekcok antara Fahrizal dengan ibunya.” Tidak diketahui sebab keributan tersebut. Fahrizal kemudian mencabut senjata dan menodongkan ke arah ibunya,” rincinya.Lebih lanjut, Setyo menuturkan Iwan kemudian datang menghampiri dan mencoba menghalangi Fahrizal. Kemudian moncong senjata mengarah ke Iwan dan keluar beberapa tembakan. Peluru menembus kepala dan perut korban,” tururnya.

 Maraknya terjadi kesalahan penggunaan senjata api, oleh karena itu kembali diingatkan bagi para anggota Polr yang memenuhi  syarat senjata api  dan  senjata api itu untuk bertugas melindungi diri.

 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto  mengatakan, para  anggota Polri yang memenuhi syarat memang dilengkapi dengan senjata api untuk bertugas dan melindungi diri. “ itu sebannya pengunaan itu harus digunakan dengan  baik.

 

        Selanjutnya, Setyo menegaskan namun, penggunaan senjata tersebut tidak bisa sembarangan. Setiap butir peluru yang keluar harus dipertanggungjawabkan. Bahkan, anggota tersebut harus lolos tes kejiwaan untuk menilai apakah dia layak membawa senjata. "Orang yang tidak emosional, tidak temperamental. Bukan yang trigger happy, suka menarik pelatuk. Tidak boleh sembarangan, ke mana-mana maunya menonjolkan senjata," tegasnya.

 

 

      Untuk itu, Setyo menjelaskan setidaknya ada tiga kemampuan yang harus dimiliki polisi untuk menggunakan senjata. “Pertama, kecakapan membawa senjata sehingga tahu tempat dan kondisi di mana dan kapan dia harus membawa senjata. Kemudian, kemampuan untuk menyimpan di tempat-temi, pat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak,” jelasnya.

 

          Lebih lanjut, rincinya Ketiga, kemampuan menggunakan senjata disesuaikan dengan tempat dan kondisi. "Kecuali dia ditugaskan di suatu daerah, penangkapan, tugas ke daerah konflik, memang dilengkapi senjata," rincinya

 

      Baru-baru ini, muncul kasus penembakan yang dilakukan Wakil Kapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal. Ia menembak adik iparnya di Medan, Sumatera Utara, hingga tewas (vk)

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Sukmawati dilaporkan di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya,  dan di Polda Jatim, Sukma dilaporkan oleh Banser Jawa Timur terkait puisinya yang menyinggung umat islam. kini Polri  mendalami berbagai alat bukti yang ada . “Tentunya dilakukan penyelidikan karena laporannya ada di beberapa  tempat ,” ujar Irjen Setyo Wasisto Kadiv Humas Mabes Polri Rabu (4/4) 2018

Dikatakan , polisi akan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kasus  Sukmawati Soekarnoputri.. Sejauh ini,  pihaknya menerima dua laporan, yakni di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Laporan tersebut dilanjutkan dengan tindakan penyelidikan. "Kewajiban kami adalah melakukan penyelidikan. Artinya, kami kumpulkan barang bukti dulu kemudian kami tindaklanjuti," ujarnya

 Masih dikatakan Setyo dalam tahap penyelidikan, polisi mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan sejumlah pihak. "Kalau memenuhi unsur, baru meningkat jadi proses selanjutnya," tegasnya. Untuk itu, Setyo menjelaskan Polri juga akan melihat perkembangan penyelidikan apakah memungkinkan dilakukan restorative justice. Dengan demikian, perkara bisa diselesaikan di luar pengadilan. Namun, polisi juga bisa membawanya ke jalur hukum jika jalan tersebut tidak bisa ditempuh. "Kalau memang harus di pengadilan, kami proses sesuai aturan yang berlaku," jelasnya..

Sebelumnya, Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan melakukan penistaan agama. Laporan itu dilakukan dua pihak sekaligus, yakni seorang pengacara bernama Denny AK dan Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari.Sesuai perkembangan, Setyo merinci  Laporan itu dilakukan untuk menanggapi puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri di JCC Senayan beberapa waktu lalu dalam acara peringatan 29 tahun Anne Avantie Berkarya. "Saat itu dia berkata bahwa syariat Islam disandingkan dengan sari konde, itu kan jelas menurut kami enggak bisa bisa disandingkan. Lalu, nyanyian Ibu Pertiwi lebih indah daripada azanmu. Kalau bicara begitu, dia meremehkan Sang Kuasa dong," rincinya.

Jadi, ada informasi, Setyo menandaskan  laporan dari Denny dan Amron, apa yang diucapkan Sukmawati sangat tidak pantas. Sukmawati dianggap telah menghina dan melecehkan umat Islam dengan membawa-bawa kata "cadar” dan "adzan". "Kami maafkan jika beliau meminta maaf. Namun, pada kenyataannya sampai saat ini belum ada permintaan maaf dari dia, yang ada hanya klarifikasi," tandasnya.

Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya pada Selasa sore, 3 April 2018.Ansor berharap, polisi mengusut polemik puisi Sukmawati agar tidak menimbulkan kegaduhan sosial dan menjadi isu liar.

Ditemani beberapa pengurus dan personel Barisan Ansor Serbaguna atau Banser, laporan disampaikan langsung oleh Ketua Ansor Jatim, Rudi Tri Wahid. Di dalam ruangan, polisi yang menemui segera menanyakan sekaligus meminta keterangan terkait apa yang dilaporkan.Rudi mengatakan, laporan yang dilakukannya lebih pada upaya mengantisipasi kegaduhan sosial imbas dari polemik puisi Sukmawati yang dinilai mengandung unsur SARA. "Kita lebih pada mengantisipasi keributan yang ada di masyarakat," ujarnya.

Soal ada atau tidaknya unsur pidana terkandung dalam puisi Sukmawati, Rudi menyerahkan itu kepada polisi. "Perkara itu kategori pidana apa, kita serahkan ke Kepolisian. Yang jelas tidak boleh ada keributan dan kegaduhan di masyarakat, khususnya di Jawa Timur. Makanya kami meminta agar Kepolisian menangani itu," katanya.

Menurut Rudi, puisi Sukmawati telah menimbulkan keributan di tengah masyarakat. "Negara ini adalah negara hukum, maka harus diselesaikan secara hukum agar tidak terjadi disharmoni di tengah masyarakat," ujar alumnus Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya itu. 

Ansor melapor atas perintah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim, yang ikut menyesalkan puisi kontroversial Sukmawati itu. Tujuannya agar masyarakat tenang dan tidak terprovokasi isu liar dari viralnya puisi itu. "PW NU Jatim memerintahkan badan otonom, yakni Ansor, untuk menyampaikan surat aduan ke Polda Jatim," kata Ketua NU Jatim, Hasan Mutawakkil Alallah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, memastikan aparatnya menindaklanjuti laporan yang disampaikan Ansor. "Setiap laporan masyarakat pasti kami tindak lanjuti," katanya.

Sukmawati membacakan puisi 'Ibu Indonesia' dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Indonesia Fasion Week di Jakarta beberapa waktu lalu. Puisinya menjadi polemik karena terdapat kalimat yang dinilai menyinggung Islam, yakni membandingkan kidung dengan azan.(vk/dl)

 

Page 1 of 21

Gaya

Face Book Galleries

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Menyikapi dan upaya peningkatan kinerja Polri, akhirnya Kepala Polri Jenderal Tito...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin mendaftar sebagai capres cawapres di Komisi...
    LAMPUNG(KORANRAKYAT.COM)-Kirab Obor Asian Games ke 18 tahun 2018  terus berjalan di Bandar Lampung. Nampak...
    LAMPUNG, (KORANRAKYAT,COM)  Polda Lampung bersinergi dengan Polsek,Polres serta Polresta, untuk atasi...
      LOMBOK , (KORANRAKYATJCOM)  – Peringatan dari BMKG Munggu pukul 20.25 WIB sudah di akhiri oleh BMKG dan...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM_ Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Wakil Presiden...
  DAKAR(KORANRAKYAT.COM) Setelah disepakatinya rencana Senegal membeli 10 Lokomotif Diesel Elektrik pada...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pagi ini dikaruniai cucu kedua....
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Wakil Direktur Narkoba  Polda Kalimantan Barat AKBP Hartono  ditangkap  di...