Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku
Last Updated on Apr 24 2019

Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku

    JAKARTA,kORANRAKYAT.COM Presiden Joko Widodo melantik Murad Ismail dan Barnabas Orno masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku. Pelantikan keduanya berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 24 April 2019.Keduanya dilantik berdasarkan Keputusan Presiden...
Dituding Buat Quick Count Palsu dan Terima Rp 450 Miliar , Burhanuddin Lapor Ke Bareskrim
Last Updated on Apr 24 2019

Dituding Buat Quick Count Palsu dan Terima Rp 450 Miliar , Burhanuddin Lapor Ke Bareskrim

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Merasa diserang akunnya oleh ribuan akunt dituding menjadi dalang quick count palsu ditayangkan di televisi-televisi dan menerima bayaran Rp 450 Miliar dalam rangka menjalankan operasi quick count dengan memakai strategi postrouf. Itu tidak benar alias Hoaks dan...
Polri Tegaskan Siap Investigasi Akun Penyebar Video Pembakaran Surat dan Kotak Suara di Papua
Last Updated on Apr 24 2019

Polri Tegaskan Siap Investigasi Akun Penyebar Video Pembakaran Surat dan Kotak Suara di Papua

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM -Upaya untuk membuktikan berita hoaks yang disebarkan dalam video   pembakaran surat dan kotak suara pemilu di Distrik Tingginambut, Papua. Oleh karena itu ,menjadi tugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua               Kepala Biro...
Polri Tegaskan Beredar Kabar Kantor KPU di Palembang Dibakar Itu Hoaks
Last Updated on Apr 24 2019

Polri Tegaskan Beredar Kabar Kantor KPU di Palembang Dibakar Itu Hoaks

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Gonjang ganjing ada pembakaran di Sumatera Selatan, akhirya kini Polri memastikan kabar kantor Komisi Pemilihan Umum ( KPU) di Palembang, Sumatera Selatan, yang dibakar massa adalah hoaks.                 Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi...
Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif
Last Updated on Apr 21 2019

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     

Sunday, 14 April 2019 09:30

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan Google Play. Indomaret akhirnya menderita kerugian Rp 2,5 Miliar.

            Kepala Bagian Penerangan Umum, Kombes Pol Asep Adi Saputra di Bareskrim Polri, Jalan Tronojoyo No.3, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, Jumat(12/4)2019 mengatakan sore hari ini kita akan lakukan press concerns Direktorat Siber Bareskriim Polri terkait dengan pengungkapan kasus tindak pidana legal akses atau legal hacking terhadap server suatu  PT yang bergerak di Mini Market yaitu PT indomaret. Kasus ini berlanjut dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan Google Play ."Kronologi kasus ini dimulai dari kasus ini adanya sebuah kecurigaan dari PT infomaret ini adanya transaksi yang berjumlah ribuan 4.000 lebih yang dibaca sebuah transaksi untuk pembeli game atau vocer game on.line. Kecurigaan ini pada sekitar Febuari  2018 atas temuan itu dilaporkan ke Direktorat Siber Bareskrim ini, selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh para penyidik Direktorat Siber Polri dan alhamdulilah pada hari ini kita bisa merilis kasus tersebut sehingga terungkap akan adanya sebuah sindikasi kecil didalam pengungkapan kasus ini yang bisa kita sampaikan," ujarnya.

              Selanjutnya, Asep menegaskan kasus ini melibatkan 4 orang tersangka dimana dua tersangka atas nama EG dan ITE masing-masing 22 tahun ini adalah mantan pegawai ITE di Indomaret tersebut. Yang bersangkutan ini pun dikeluarkan oleh PT tersebut karena ada catatan pernah melakukan diduga tindak pidana penipuan pun ada persoalan lain sehingga orang ini mantan dari PT Indomaret tersebut yang dari pada ITE." Kedua, ada tersangka LW dan BP masing-masing 24 tahun mereka berperan membantu aksi kejahatan ini. Setelah mulai didapatkan kemudian 2 orang ini yang berperan untuk memasarkannya," tegasnya. \

          Untuk itu, Asep menjelaskan Kita ketahui di publik bahwa vocher ini yang didapat di Goegel Play harga pasarannya adalah badlah Rp 500.000 masing-masing punya harga marketnya. Nah ini setelah mendapatkan di jual harga pasar itu tersebut setengahnya bahkan ya kalau Rp 500.000 di dalam dunia pasar jejarinvan ini dijualnya  Rp 250.000. "Akibat dari kejaksaan ini PT Indomaret mengalami kekayaan juga Kita melihat adanya kasus ini memiliki Tempat Kejadian Perkara(TKP) di Palembang ungkapan itu tetapi dalam aksi kejahatan itu pelaku menggunakan beberapa tempat upaya pengelabuhan sebagai aksi kegiatan ini.Dalam hal ini polisi mengdeteksian ini apakah ada dan kerugian juga di alami PT Indomaret ini," jelasnya.

            Sementara itu, Kasubdit I, Direktorat Siber Polri, Kombes Dani Kustoni mengatakan  tadi sudah dijelaskan oleh Kabag Penum dengan pengungkapan Direktorat Siber secara spesifik dimana modus operandi  para pelaku kita tangkap 2 pelaku utama  dan ada dua orang yang membantu ini adalah tindak pidana ilegal Akses jadi lagal akses yang bersangkutan dulu bekerja di Indomaret  berada masing-masing." Pelakunya antara lain pekerja indomare tahu user name, kemudian tahu tersebut selalu menggunanakan. Untuk google  Play  yang suka lupa wilayah. Pengungkapan tadi yang bersangkutan ini sudah melakukan transaksi ribuan transaksi dengan menggunakan ITE dari addres yang tentunya berbeda tempat. Hampir ratusan gray juga Indomart berbagai wilayah dia cukup mengakses di wilayah Palembang,".ujarnya .

           Dani menegaskan jadi seolah-olah transaksi ini dilakukan contohnya pelaku melakukan remote di wilayah Palembang kemudian menggunakan indomart yang berada di wilayah  Yogjakarta Pasar Palangkaraya itu seolah-olah saksi indomart kepada Inipun baik terkait voucer game online maupun voucer google Play. Jadi yang bersangkutan melakukan di wilayah Palembang." Kerugian sampai saat ini tentunya dari pihak indomart kurang lebih ada 2,5 Miliar dan voucer yang sudah terjual secara keseluruhan cukup banyak tetapi yang bersangkutan menjual dengan taktik yang memang seharusnya Rp500.000 sudah disampaikan di jual Rp 250. 000 sampai Rp 300.000,' tegasnya.

               Dani  katakana  tersangka dibantu  saudaranya LW dan BP ini membantu untuk mengumpulkan voucer-voucher yang diambil oleh pelaku dimasukan dalam satu email atau akun dalam gmail untuk di kumpulkan dan dihimpun maksimal Rp 23 Juta dalam per akun  gmail kemudian di jual setengah harga kurang lebih Rp 10 Juta bahkan di bawah harga pasaran google Play ini. "Kemudian barang bukti kita lihat ada kurang lebih ada 7 Hand Phone ini semua hasil dari kejahatan menurut yang bersangkutan hasil dari kejahatan hartanya digunakan untuk foya-foya, digunakan untuk membeli barang-barang ada didepan kami ini dan rekan-rekan juga termasuk visi ada dua itu juga dibelikan pelaku dari hasil kejahatan," jelasnya.

 

              Lebih lanjut, Dani merinci kemudian sudah kita lakukan pemeriksaan,pengecekan di rekening yang tersisa kurang lebih ada Rp 50 Juta yang saat ini sudah kita lakukan penyitaan dan para tersangka ini kita kenakan pasal 46 Junto Pasal 30 Undang-undang No.19 tahun 2016 ." Tentunya kita kenakan juga Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-undang No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang . Ancaman hukumannya kurang lebih 20 tahun," rincinya.( vk)

Saturday, 06 April 2019 03:35

Berkas Jokdri mantan Plt Ketum PSSI Dinyatakan P21

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Kejaksaan Agung menerima berkas perkara Plt Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia( PSSI) Joko Driyono (Jokdri)  pada tanggal ,Selasa( 2/402019  dalam perkara dugan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar,merusak atau menghancurkan barang bukti oleh Satgas Anti Mafia bola  dan  melalui penelitian   yang akhirnya  kamis (4/4)2019 Kejagung dinyatakan berkas perkara dinyatakan lengkap (P21)

             Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung,Dr Mukri SH MH di Kejagung Jalan Hasanuddin No.1,Kebayoran Baru, Jumat(5/4)2019 mengatakan pada hari Kamis (4/4)2019 Kejaksaan Agung RI telah nyatakan lengkap (P21) berkas perkara inisial Jokdri  ( Plt Ketua Umum PSSI) dalam perkara dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah di pasang police line oleh penguasa umum dari Satuan Tugas Anti Mafia Bola Mabes Polri( Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri).

            "Bahwa berkas perkara tersangka Jokdri  dinyatakan lengkap (P21) tersebut ,setelah Tim Jaksa Peneliti pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum melakukan penelitian berkas perkaranya," ujarnya.

           Selanjutnya, Mukri menegaskan dimana persyaratan formil dan materialnya sudah lengkap." Tersangka JD disangkakan melanggar Pasal 363 KUHP atau Pasal 235 KUHP atau pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,".tegasnya

 

            Untuk itu, Mukri menjelaskan bahwa dengan dinyatakan lengkap berkas perkara tersebut," Tim Jaksa Peneliti saat ini masih menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri," jelasnya..(vk) 

Tuesday, 02 April 2019 10:06

Polri Terus Memburuh 11 Tersangka Teroris

Written by

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Densus 88 , Satgas Terorisme dan radikalisme  kejar para teroris  kelompok 11 tersangka  untuk mengungkap tuntas setelah berhasi meringkus  tersangka WP alias Sahid yang ditangkap di rumah kontrakannya di daerah Bandung pada Kamis (28/3)2019. WP adalah jaringa JAD Jawa Barat  yang akan melakukan aksi fai atau  amalia di Jawa Timur

 

            Kepala Biro Peneraangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/4) 2019 mengatakan perlu saya sampaikan pengungkapan perkembangan kasus terorisme dari kelompok Lampung kemudian Sibolga dan beberapa jejaringan yang ada di Jawa. "Bahwa dari Densus 88, Satgas teorisme dan radikalisme yang ada di Polda-Polda juga diajak bekerja sama dalam rangka untuk mengungkap secara tuntas jaringan kelo t penyerangan atau dai dengan sasaran anggota kepolisian sudah sangat jelas," ujarnya.

          Selanjutnya,Dedi menegaskan terakhir tersangka yang ditangkap pada Kamis, 28 Maret  2019  saat ditangkap masih dalam jaringan JAD tapi selnya itu Sel terpisah bukan sel Sibolga dan Sel Lampun tapi semua ada keterkaitan ini adalah kelompok JAD wilayah Bandung.  Ditangkap di wilayah Desa Bojong Malaka Kecamatan Balenda  Kabupaten Bandung. "Saya ulangi ditangkap hari Kamis 28 Maret 2019. Sedang dikembangkan tersangka WP alias Sahid. Ditangkap di rumah kontrakan di daerah Bandung keterkaitan dengan jaringan Sibolga mereka berkolaborasi diantara Jaringan Sibolga,Lampung dengan Jaringan JAD yang ada di Jawa Barat akan melakukan aksi dai atau amalianya di wilayah Jawa Timur," tegasnya.

        Untuk itu, Dedi menjelaskan targetnya sangat jelas dimana targetnya dia masih mengumpulkan dana untuk melakukan aksi yang cukup masif  yaitu mobil pengisih ATM itu yang di jadikan sasaran pokok mereka bahwa mereka kurang lebih ada sekitar 6 orang  sampai 8 orang ini masih dilakukan pengecekan oleh Densus 88. "Kemudian rencana serangan juga adalah di beberapa wilayah baik di Jawa Barat maupun di Jawa Timur. Khusus di Jawa Timur mereka sudah menyiapkan rencana-rencana tersebut," jelasnya .

          Lebih lanjut, Dedi merinci  ini masih di dalami dan ada informasi-informasi disampaikan tersangka tersebut ya dengan beberapa istilah  antara lain kuda-kuda sudah siap.Kemudian untuk senjata untuk fai juga sudah siap. "Tim.masih mengembangkan baik Densus 88 untuk melakukan pengejaran juga kurang lebih terhadap 5 orang sampai 8 orang ini kelompok tersebut karena mereka dan mereka sudan merencanakan aksi, mereka mendapat uang dari aksi perampokan terhadap mobil yang membawa uang yang akan mengisih ATM untuk membeli peralatan dan kemudian mereka melakukan fai atau melakukan amalia di wilayah Jawa Barat,kemudian  Jawa Timur. Ini perkembangan untuk kelompok JAD yang akan melaksanakan aksi di wilayah Jawa khususnya,"rincinya.

          Ketika ditanya berapa ATM yang dirampok dan apa baru rencana, Dedi mengungkapkan mobil yang akan mengisih ATM di Jawa Timur ini sudah di mapping oleh mereka. Ini tidak disebutkan secara rinci." Sasarannya dari situ dan nanti kalau dapat uang dari situ dibeli peralatan dan mereka punya ke ahlian dalam rangka merakit bom," ungkapnya..

           Disinggung WP ini mengumpulkan uang apa sebagai Bendahara, Dedi menandsakan WP ini kaki tangan,otak dari pelaku ini inisialnya A masih di buruh bersama 6 orang sampai 8 orang. A  ini yang mengkomunikasikan kelompok Lampung, kemudian kelompok Jawa Barat dan kelompok Jawa Timur ada 3 kelompok  ini Komunikasinya pakai jejaringan media sosial maupun WA. Saat ditanya kalau ada target berarti sudah ada waktu ditetapkan,Dedi menambahkan Ya sedang di dalami, beberapa target masih dilakukan  pengembangan dan pengejaran oleh Densus 88. "Karena otaknya di Jatim dan . fokusnya di Jombang karena masih di kejar,"  tambahnya. (vk)

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-  Kontak senjata  antara Satgas Tinombala dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Tiga tewas dari kelompok   Ali Kalora di Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (21/3)2019) . Tiga anggota Ali kalora tewas diataranya   Alhaji Kaliki alias Ibrohim, Jaka Ramadan alias Ikrima, dan Andi Muhammad alias Andi Abdulah alias Fadel.

        Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di  Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (22/3)2019 mengatakan kelompok ini melakukan pelarian secara terpisah yang terbagi ke dalam dua kelompok dengan dipimpin Ali Kalora dan Qatar alias Farel. Baku tembak tersebut terjadi antara aparat gabungan dengan kelompok yang dipimpin oleh Qatar alias Farel. "Kita mendapat informasi juga untuk satgas pada tanggal 21 kemarin, sekitar pukul 16.50 (WITA), terjadi kontak tembak antara DPO MIT di area pegunungan Desa Salu Marate," ujarnya.

            Dedi menegaskan dalam kontak senjata tersebut, tiga anggota MIT tewas. Ketiganya adalah Alhaji Kaliki alias Ibrohim, Jaka Ramadan alias Ikrima, dan Andi Muhammad alias Andi Abdulah alias Fadel." Ketiga jenazah kemudian dibawa oleh aparat melalui jalur udara," tegasnya. Untuk itu, Dedi menjelaskan sementara, untuk anggota kelompok lainnya,  pihaknya terus mengimbau agar mereka menyerahkan diri. "Satgas terus mengimbau melalui pihak keluarga untuk mengimbau Ali Kalora, dan kawan-kawan, segera menyerahkan diri dan mengikuti proses peradilan yang berlaku,"  jelasnya.

           Dari data yang ada,  aparat yang tengah membawa jenazah RB alias A (34), warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki sekelompok orang bersenjata yang diduga kelompok Ali Kalora, pada 31 Desember 2018. Penembakan dilakukan saat salah seorang petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan. Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka. (vk) 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM  -  Terduga teroris YS alias Khodijah yang ditangkap pada Kamis (14/3/2019), di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tewas. bunuh diri dengan menegak racun . 

            Kepala Biro Penerangan  Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/3) 2019 mengatakan  Aparat kepolisian menduga YS mengakhiri nyawanya dengan cara menenggak zat kimia keras. "Saudara Y alias Khodijah sempat dirawat di RS Bhayangkara selama beberapa jam, dokter sudah berupaya, namun Allah berkehendak lain," ujarnya

 

Selanjutnya, Dedi menegaskan awalnya setelah ditangkap, YS diperiksa di rutan Polda Metro Jaya, Jakarta. Lalu, aparat menemukan YS dalam kondisi sakit pada Senin (18/3/2019). Setelah pertolongan pertama tidak membuahkan hasil, aparat melarikan YS ke rumah sakit. Akan tetapi, nyawa YS tidak tertolong. "Yang bersangkutan ditemukan sudah dalam keadaan sakit di ruang istirahat pemeriksaaan. Melihat kondisi itu, petugas jaga mengambil langkah atau upaya pertolongan pertama,"tegasnya.

 Untuk itu, Dedi menjelaskan pertolongan pertama enggak mampu, kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara. Dicoba ditolong oleh tim medis ternyata yang bersangkutan tidak tertolong akhirnya meninggal dunia,"  Setelah melakukan pemeriksaan, terlihat bahwa organ dalam YS sudah mengalami korosi," jelasnya

Lebih lanjut,  Dedi merinci bahwa organ cerna YS, mulai dari mulut hingga lambung mengalami kerusakan. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan terdapat asam klorida dengan kadar 8,5 persen pada lambung YS. Zat asam klorida.Mudah ditemukan, misalnya pada cairan pembersih. Polisi masih mendalami peristiwa tersebut dan masih menunggu hasil penyidikan serta olah TKP," rincinya. (vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Setelah Polisi gagal evakuasi dan tangkap  istri Husein Alias Abu Hamza,  akhirnya melakukan aksi bom bunuh diri.  Hingga berakibat satu anak tewas dan satu jasad perempuan pelaku bom ditemukan. Selain itu juga seorang petugas dan seorang warga mengalami luka akibat ledakan.

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Rabu (13/3)2019 mengatakan   dari hasil  identifikasi oleh tim DVI yang ditemukan di tempat kejadian perkara( TKP) ada dua sementara jasad seorang perempuan yang usianya diatas 30an kemudian satu jasad satu anak-anak yang usianya sekitar 2 tahunan."sekarang masih proses identifikasi sementara yang lainnya belum ditemukan. Tim  Inafis dibantu oleh tim Bahana mencoba untuk masuk dan mengolah TKP. Di TKP masih diduga ada beberapa benda mencurigakan bom," 

        Dedi menegaskan dari pagi tadi baru berhasil di ledakan baru berapa bom. Oleh karena itu perlu kehati-hatian jangan sampai jatuh korban kembali baik anggota dan warga. Untuk warga sekitar 100 meter dari TKP sudah disterilisasi tidak boleh mendekati TKP karena dampak dari ledakan bom bunuh diri dilakukan oleh Istri Terduga teroris tersebut cukup luas puluhan rumah kita melihat bahwa mengalami kerusakan baik di genteng kemudian beberapa rumah yang dekat TKP mengalami kerusakan bangunan. "Artinya jumlah bom eksplisit kalau jumlahnya cukup banyak bisa berakibat kerusakannya cukup banyak," tegasnya .

       Hingga kini, Dedi menejalaskan untuk tim tetap terus bekerja masih mengembangkan tersangka atau terduga pelaku terorisme yang sudah ditangkap diawal kemarin itu masih dikembangkan terus, nanti akan di abdate terus ."Tim masih bekerja masih terus dilakukan pengejaran-pengejaran dan kemungkinan apa bila jaringan itu masih mengkait kepada lombok lainnya akan dilakukan upaya penegakan hukum lebih lanjut," jelasnya.

Dikatakan  Dedi  beberapa potongan tubuh  yangakan  diamankan. Kalau masuk untuk olah TKP rekan-rekan melihat belum bisa masuk sedangkan police line belum bisa  dipasang karena di kwatirkan dibalik reruntuhan bangunan itu masi ada sisa-sisa bom yang belum meledak." Kalau misalnya bisa dilihat dengan visual bom tersebut langsung di ledakan oleh tim Gagana menggunakan robot ledakan tidak bisa langsung mendekat langsung karena berbahaya," rincinya.

Disinggung anggota Polisi , Dedi mengungkapkan Ya kemarin anggota kita yang terkena serpian bom juga dilemparkan oleh terduga pelaku teroris saat ini sedang di rawat juga satu orang dan ada  dari masyarakat juga."Kondisi si petugas anggota kepolisian luka berat dan luka apa nya, Luka di bagian mata sama di bagian tangan dan saat ini proses perawatan di rumah sakit di daerah Sibolga.Masyarakat bersama luka di bagian wajah sama di bagian tangan," ungkapnya.

        Dedi ceritakan  kondisi tubuh istri tersangka itu hancur ya,  asmih dalam dilakukan evakuasi dan dilakukan identifikasi."Kalau masyarakat yang luka hanya  satu orang masih dalam perawatan," bebernya. .

         Dedi katakan hasil  pengakuan pelaku AH itu ada sekitar puluhan bom yang sudah terakit, aktif yang di bawah oleh istrinya ada 4 bom. Dan ada bahan-bahan juga sekitar puluhan kilo potasium sebagai bahan baku perakitan bom. Jumlah orang di dalam rumah itu sendiri berapa orang, Informasi yang kita dapat harus dipastikan temuan di TKP, dari Hamzah menginformasikan anaknya ada 3 orang tetapi yang diketahui tetangga dekat ada dua orang.yang diketemukan di TKP saat ini potongan tubuhnya saat ini sudah dua yang berhasil di indentifikasi perempuan dewasa berusia antara 30 tahunan. Ada potongan tubuhnya juga seorang anak-anak berusia sekitar 2 tahunan ke atas,"akunya.

 Sementara  soal  mertua AH, Dedi menandaskan untuk berapa titik ini pengeledahan tidak di TKP, itu beberapa TKP maka ada beberapa terduga di TKP. Itu akan di pos masih dalam proses pemeriksaan. Pasalnya  yang sudah AH salah.satu tokoh. Ada beberapa KK yang mengungsi dari radius 100 meter, Sekitar puluhan dan jumlah 20 KK dari radiusnya. Di krabat terdekat karena termasuk keselatan dan itu keselamatan anggota juga dihimbau jangan mendekat dulu di TKP,".tandasnya.(vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Polisi berusaha  mencari satu alat bukti lagi untuk mengungkap pemilik akun@opposite6890 di Twitter dan Instagram. 

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa(12/3)2019 mengatakan pasalnya,Alat bukti tersebut akan melengkapi alat bukti lain yang telah dihimpun polisi.Pemilik akun tersebut menuding Polri membentuk tim buzzer untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019."Kalau di dunia maya itu sangat mudah sekali direkayasa. Seribu jejak yang ada di dunia maya itu, nilainya sama dengan satu alat bukti petunjuk. Kami masih mencari satu alat bukti lagi yang harus dilengkapi sesuai dengan Pasal 184 KUHP," ujarnya.

            Selanjutnya, Dedi menegaskan saat ini tim Ciber crime Bareskrim Polri sudah mengidentifikasi dan membuat profil untuk mengetahui siapa yang berada di balik akun@opposite6890."Kami sudah dapat datanya, namun perlu diingat bahwa proses pembuktian tindak pidana itu butuh pembuktian berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang sangat kuat," tegasnya

Untuk itu, Dedi menjelaskan seluruh alat bukti yang ditemukan harus terverifikasi dengan analisa pembuktian secara ilmiah. Kepolisian juga tidak akan terburu-buru dalam mengungkapkan kasus ini. "Akun tersebut bertujuan mendelegitimasi Pemilu 2019.Kami melihat polanya ke arah situ (delegitimasi). Ada agenda yang dimainkan dalam propaganda di media sosial, dari mulai November-Desember, Kemendagri diserang dengan kasus e-KTP, Desember-Januari ada surat suara tercoblos di 7 kontainer, Januari-Maret Bawaslu dianggap tidak netral," jelasnya.

         Lebih lanjut, Dedi merinci Media sosial Twitter heboh dengan kabar bahwa Mabes Polri menjadi aktor yang mengorganisir ribuan anggota Polri untuk menjadi buzzer politik mendukung Jokowi-Ma'ruf."Sebuah akun dengan nama@Opposite6890 menuding Polri membentuk buzzer anggota Polri dari tingkat Polres sampai pusat dan semua anggota buzzer terhubung seluruh Indonesia melalui aplikasi bernama Sambhar, Akun @Opposite6890 mengaku membongkar jaringan 'buzzercoklat' ini setelah melacak paket aplikasi Android (APK),” ujarnya .(vk)

 

 

Monday, 04 March 2019 04:34

Lasmi Pelapor Kasus Mafia Bola Sering Dapat Teror

Written by

 

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Mantan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indriyani sempat mendapat  intimidasi dan teror dari sejumlah pihak. Namun Satgas Antimafia Bola berkomitmen melindunginya. Pasalnya  Lasmi adalah salah satu pelapor adanya dugaan pengaturan skor di Liga Indonesia kepada Satgas bentukan Polri. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat(1/3)2019 mengatakan, sejak melaporkan kasus pengaturan skor pertandingan sepakbola ke satgas, Lasmi mengaku sudah mendapatkan teror. "Sejak pertama kali melaporkan ke satgas, itu sudah mengonfirmasi bahwa dia sudah menerima teror-teror di teleponnya," ujarnya. 

            Selanjutnya, Dedi menegaskan, satgas bertugas melindungi Lasmi karena laporan kasus pengaturan skor yang diberikan sangat lengkap dengan didukung bukti dan dokumen untuk membongkar mafia bola.  "Satgas berkepentingan terhadap saudari Lasmi. Satgas menjamin keselamatan dia," tegasnya.

Dari data yang dihimpun, Lasmi mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LSPK) untuk meminta perlindungan. Lasmi datang bersama kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, karena merasa mengalami intimidasi dan diteror oleh pihak lain sejak melaporkan kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola.

 

           Diperiksa Satgas Antimafia Bola Apalagi, kini kasus yang dilaporkannya sudah menetapkan petinggi-petinggi PSSI sebagai tersangka. Ia mengaku kerap mendapat teror di media sosial, bahkan ditekan untuk tak memberikan pernyataan secara terbuka kepada media. "Ada IG, Twitter, Whatsapp ada grup WA saya di-bully di situ juga bukan orang sembarangan.  Saya merasa diintimidasi, misalnya saya tidak boleh bicara ke media, saya harus kepada Satgas (Antimafia Bola) saja," kata dia. Lasmi juga menyebut bahwa teror dan intimidasi terhadap dirinya sudah ia laporkan ke pihak kepolisian. (vk)



JAKARTA,KORANRAKYAT, COM- Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung sudah diterima dan sudah di diteliiti oleh 5 Jaksa satu berkas masing-masing.Semesters Polisi menetapkan ply Kevin PSSi Jokdri  sebagai  tersangka

Jaksa Agung, M Prasetyo  kertika ditemui di Kejaksaaan Agung, Kamis (14/2) 2019 mengatakan jadi saat ini memang benar  Kejaksaan Agung  telah menerima 5 berkas perkara terkait dengan Satgas Anti Mafia bola dan itu sudah kita terima hari Rabu (13/2)2019 kemarin dari penyidik Mabes Polri yaitu terhadap berkas perkara atas nama tersangka P,AYA, DI,NS dan MLE. "Ini telah diterima oleh kita dan selanjutnya  akan diteliti oleh 5 orang Jaksa satu berkas masing-masing.

Selanjutnya, Prasetyo menegaskan yang selanjutnya akan dilakukan penelitian tentang kelengkapan syarat formil dan materialnya. "Apa bila nanti dalam hasil penilaian itu ternyata terdapat kekurangan maka berkas perkara tersebut  kita akan kembalikan kepada penyidik sesuai dengan petunjuk untuk dilakukan kelengkapan berkasnya," tegasnya. 

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan namun kalau dari hasil peneiltian tersebut berkas sudah memenuhi syarat formil dan materi maka berkas akan segera kita nyatakan lengkap ." Kalau sudah dinyatakan lengkap maka kita hanya menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti  dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum," jelasnya. .

Ketika ditannya apakah Jaksa akan  mempelajari berkas tersebut sampai kapan, Prasetyo menrinci  kita seperti dalam ketentuan dalam KUHAP  kita mempunyai waktu 14 hari meneliti berkas perkara dan setelah itu dalam 14 hari segera menentukan sikap apakah berkas perakra tersebut telah lengkap atau tidak, memenuhi syarat formil dan materiil atau tidak. Kalau nanti sudah dinyatakan lengkap ." Kalau sudah dinyatakan lengkap kita kurang menunggu persyaratatan barang bukti. kalau barang bukti sudah kita terima sesegera mungkin kita limpahkan  ke Pengadilan," .rincinya.

Disinggung tahap duanya, Prasetyo menambahkan Oh ya, kalau berkas perkara sudah dinyatakan lengkap. "Kita menunggu dari penyidik menyerahkan barang bukti dan tersangka," tambahnya. (vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali  menangkap enam tersangka yang terlibat dalam penyelundupan sabu asal Malaysia ke Aceh dan Medan, Sumatera Utara.

            Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto di kantornya, Jakarta, Rabu (6/2)2019 ditemui di Direktorat  Narkoba  Bareskrim ,Cawang Jakarta Timur mengatakan dalam kasus ini, penyidik menyita 16 bungkus paket berisi sabu seberat 16 kg dengan kondisi 15 bungkus masih utuh dan satu bungkus sudah terbuka. "Modusnya, paket narkoba jenis sabu dikirim melalui jalur laut dengan menggunakan boat dari Malaysia ke Aceh," ujarnya

           Selanjutnya, Eko menegaskan awalnya, pada Jumat 18 Januari 2019, penyidik menangkap tersangka Aps di Dusun Cilacap, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. "Aps berperan mencari orang untuk membawa sabu dari Malaysia ke Indonesia atas perintah Ah,. Keesokan harinya, tim menangkap tersangka Ei di Desa Matang Glumpang II Meunasah Dayah, Kabupaten Bireun, Aceh. Ei perannya menerima dan menyimpan paket sabu di rumahnya," tegasnya. 

         Untuk itu,Eko menjelaskan di hari yang sama tim menangkap Jnd di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. "Tersangka Jnd berperan menghubungi Ei untuk mencari boat dan mencari orang untuk mengambil paket sabu. Pada 20 Januari, tim menangkap tersangka Syl, Hs dan Ah di Jalan Raya Medan-Banda Aceh Desa Seunebuk Muku, Kabupaten Aceh Timur. "Peran Syl menyuruh Jnd untuk mencari boat," jelasnya. 

         Lebih jauh, Eko merinci sementara tersangka Hs perannya mengambil sabu dari tersangka Jnd dan tersangka Ah berperan sebagai koordinator kurir. Dari keterangan para tersangka, sindikat ini mengedarkan sabu di Aceh dan Medan. Atas perbuatannya, keenam tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga," rincinya.(vk)

 

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM  Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja samadengan Direktorat Jenderal Bea Cukai mengungkap peredaran narkoba jaringan Aceh. Sebanyak 1,4 ton ganja disita dalam kasus ini.
        Kepala BNN Komjen Heru Winarko ditemui di Kantor BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (1/2)2019 mengatakan, ada 5 orang yang jadi tersangka."Modus penyelundupan ganja  dengan memecah kiriman menjadi dua, yaitu menggunakan jalur darat dan Jalur udara (via kargo) guna mengelabuhi petugas. Keseluruhan barang bukti selanjutnya berhasil disita oleh petugas gabungan di tiga lokasi berbeda yakni di kargo Bandara Soekarno Hatta, Depok dan Bogor, Jawa Barat," ujarnya.

          Heru menegaskan pengungkapan kasus ini bermula, tim gabungan menyelidiki sebuah truk engkel box dari Aceh yang diduga memuat ganja. Petugas membuntuti truk ini dan melakukan penangkapan di wilayah Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/1) sekitar pukul 13.35 WIB. "Penangkapan tersebut dilakukan pada saat sopir truk berinisial BS akan meninggalkan kendaraan dan menitipkan kuncinya kepada tukang parkir," tegasnya.

      Untuk itu, Heru menjelaskan setelah menangkap tersangka, petugas kemudian melakukan penggeledahan truk yang telah dikamuflase. Anjing pelacak narkotika dari unit K9 dilibatkan. Hasilnya, petugas menemukan bungkusan-bungkusan ganja yang disembunyikan dalam kompartemen khusus di dasar truk yang ditutup dengan pelat besi. "Selanjutnya di hari yang sama petugas gabungan juga menyita ganja yang dikirim melalui kargo Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 19.45 WIB. Dari penyitaan tersebut, petugas kemudian mengamankan 2 orang tersangka berinisial IM dan SP. Tersangka SP  merupakan warga binaan di Rutan Kebon Waru, Bandung yang diduga sebagai pengendali dari jaringan ini," jelasnya. 

      Dikatakan  Heru  berdasarkan informasi yang didapatkan, petugas menyita lagi sejumlah ganja pada Kamis (31/1) di daerah Sarua, Depok. Jawa Barat. Dalam penyitaan tersebut petugas mengamankan 2 orang tersangka berinisial AS dan AB. Ganja tersebut juga diketahui merupakan kiriman dari Aceh melalui kargo yang telah diambil oleh salah seorang tersangka dan dibawa ke rumahnya di Sarua, Depok. "Selain barang bukti ganja 1,4 ton dalam ungkap kasus ini beberapa barang bukti juga disita. Di antaranya satu buah truk engkel box, satu mobil pikap, satu mobil kijang kapsul, beberapa buah telepon genggam dan kartu identitas dari para tersangka. Atas pebuatannya kelima tersangka terancam Pasal 114 Ayat (2) Sub 111 Ayat (2) Sub 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup," rincinya.

       Masih dikatakan Heru  BNN juga menunjukkan barang bukti 25 kg sabu hasil pengungkapan dari sindikat internasional Malaysia-Bireun, Aceh Utara, pada Sabtu (19/1) lalu. Dalam kasus ini ditetapkan seorang tersangka berinisial S alias PAN (40) yang ditangkap di Pasar Geruegok, Kabupaten Bireun, dengan barang bukti 24 bungkus sabu seberat 25,852 kg. Kasus ini merupakan pengembangan dari jaringan sindikat Ramli Bin Arbi alias Bang Li. "Atas perbuatannya, tersangka terancam pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal pidana mati," ungkapnya
        Dari data yang ada, Heru membeberkan selain itu juga dipamerkan sabu seberat 73,949 Kg dan 10.000 butir ekstasi. Barang haram ini merupakan hasil pengungkapan BNN bekerja sama dengan Ditjen Bea Cukai dan Kemenkumham. Penggagalan penyelundupan narkotika sindikat intemasional ini terjadi pada hari Kamis (10/1) di perariran Aceh Utara. "Sebanyak empat (4) orang tersangka diamankan oleh petugas gabungan dalam kasus ini. Mereka adalah SB alias Pun (29), MZU (28), MZA (22), dan ME (30). Selain keempat tersangka tersebut, petugas juga mengamankan seorang narapidana dari Lapas Tanjung Gusta, Medan atas nama Ramli Bin Arbi alias Bang Li (pria/55th) yang berperan sebagai pengendali dan pemesan barang ke Malaysia," bebernya.
           Heru menambahkan barang bukti narkotika dan tersangka SB, MZU, dan MZA diamankan petugas di perairan Aceh saat mengambil sabu dan ekstasi dari Thailand menggunakan kapal boat milik seorang berinisial JAL yang hingga saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). :Para tersangka kini dikenakan pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.(vk)

Monday, 28 January 2019 23:20

Pati Mabes Polri Tambah Bintang Termasuk Kabareskrim

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Setelah ditetapkan  dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/188/I/KEP.2019 tertanggal 22 Januari 2019,     Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan  Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memimpin upacara kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi sejumlah perwira tinggi di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/1/2019). Kini yang resmi naik pangkat dari bintang dua atau Inspektur Jenderal menjadi bintang tiga atau Komisaris Jenderal. 

           Sebelumnya promosi Idham Azis menjadi Kabareskrim tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/188/I/KEP.2019 tertanggal 22 Januari 2019, yang ditandatangani Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Eko Indra Heri.  Selain Idham, beberapa perwira tinggi (pati) Polri lainnya juga mendapatkan kenaikan pangkat. Mereka adalah Widyaiswara Utama Utama Sespam Lemdiklat Polri Coki Manurung naik dari Brigjen menjadi Irjen. Lalu, Mantan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Pol Aris Budiman yang kini menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. 

 

         Serta Irjen Pol Drs. Basuki yang bertugas di Lemhanas. Sementara, pada kesempatan itu juga dilakukan kenaikan pangkat dari pangkat Kombes ke Brigjen sejumlah 8 orang. Antara lain: 1.Brigjen Pol Rajim Asianto 2.Brigjen Pol Teguh Sarwono, 3.Brigjen Pol Jhonny Siahaan, 4.Brigjen Pol Hotman Simatupang, 5.Brigjen Pol Sri Eko Prianggono 6.Brigjen Pol Reynhard Saut Poltak Silitonga, 7.Brigjen Pol M. Awal Chairuddin, 8. Brigjen Pol Suwarno, S.H. (vk)

 

 

   
   
 
       

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pendalaman  Kasus teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) penyidik terus berupaya bekerjasama dengan kepolisan Inggris di London dengan cara mengirim 4 rekaman CCTV, Pasalnya indonesia menggunakan camera standar digital.

      Kepala Biro Penerangan Masyarkat, Brigjend  Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Senin (21/1)2019 mengatakan untuk kasus teror bom dikediaman  pimpinan KPK  tempatnya pak Agus Rahardjo maupun tempat kediaman Pak Loade untuk  tim yang sedang bekerja melakukan pendalaman analisa terhadap rekaman CCTV yang ada Cidiare  4 rekaman CCTV . "Baik yang di kediaman pak  Ali  kemudian ada beberapa tetangga kita juga mohon bantuan Cidiarenya kemudian waktu dijalan. Cidiare standar di Indonesia itu ada klasifikasi yang diindonesia ada standar digital," ujarnya .

       Selanjutnya,Dedi menegakan  standar digital itu camera itu tingkat resolusi sebelum kejadian di tingkat boleh dikatakan sangat standar. Sedang kita mencoba dianalisa dilaboratorium digital miliknya Puslakbor Polri . "Kita menganalisa   cidiare sampai ke London . Kita  bekerja sama dengan Inafis kepolisan metropolitan di Londen. Dari hasil analisa rekaman CCTV yang kita kirim ke Londen ternyata ada perbedaan menganalisa vidio yang bergerak dan menganalisa yang dalam keadaan tetap diam membutuhkan kecermatan ketelitian mengirimnyang luar biasa," teganya.

        Untuk itu,Dedi menjelaskan  contoh kita sudah mencurigai ada satu kendaran dalam satu bulan ini  mondar  mandir  pada saat mondar mandirnya terlihat cukup jelas ,tetapi ketika mau di zom orang nya jenis kendaraannya." Kita sudah tau ,plat nomornya pada posisi-posisinya  yang cukup sulit pecah oleh karenanya  dari tim analis Inafis ini akan bekerja kembali  mencoba kembali mengirim untuk vidio utuh civiare itu ke London untuk dianalisa agar lebih konpherhensif kembali agar betul-betul  di ketahui  plat nomor tersebut . Plat nomor tersebut nanti akan dilhat plat nomor asli atau palsu ini cukup waktu. butuh ketelitian dan butuh kesababaran dan butuh analisa yang koperhensif ," jelasnya.

       Lebih lanjut, Dedi merinci kendaraan yang bolak balik ada di Pak Agus atau di Pak Laode. di Pak laode, kalau di pak Agus kita hanya mengadalkan dua dan tim analisa mengandalkan dua.   Ini dahulunya  pak Agus dahulu kita sudah mendapatkan 4 Cidiare itu satu-satu harus dianalisa. yang dicari kecocokan terhadap satu sepeda motor dua orang pengatur yang dalam satu bulan kegiatan itu mondar mandir. Sedang terus dilakukan pendalaman mendesak. kemuidian kesabara ."Kemuidan ditempatnya Pak Agus Inafis hanya mengandalkan dua yaitu analisa tenang sidik jari, kita sedang mengalami sedikit kesulitan karean sudah terlalu banyak petugas yang pegang yang kemdian tentang analisa sketsa . Sketsa ini ternyata bila mendapatkan hasilnya sketsa konvensional ini tim ahli yang mendalami saksi tersebut perlu juga ketelatenan, kemudian kesabaran dan juga selalu berulang yang benar-benar memastikan minimal mendekati apa yang digambarkan para saksi ini  sesuai dengan saksi membuat sketsa ," rincinya.

        Seiring dengan itu, Dedi membeberkan apapila saksi pembuat sketsa ini hasilnya sudah matang kalau digabungkan ke dalam  analisa digital ini juga berbagai tindakan-tindakan harus dilakukan yang tidak langsung cocok . Ternyata tidak bisa langsung cocok, begitu langung dicocok kalau digital itu maka akan menimbulkan dari data base kita kerja sama bisa itu sekitar 30 hingga 40 orang-orang yang memiliki tipologi wajah yang hampir sama mata ,hidung telinga mulut itu hampir sama ." Kalau butuh 30 hingga 40 kandidat maka petugas harus menentukan dan menyetir ulang kembali satu persatu sesuai alibi masing-masing ini juga perlu proses waktu yang juga cukup panjang. Jadi analisa terhadap pembuktian secara ilmia  ini perlu waku  yang kita tidak terburuh-buruh tapi kita betul-betul meyakinkan proses pembuktian secara ilmia betul-betul tuntas kalau sudah clier dulu konsep pemeriksaan para saksi itu akan bersandingan alat bukti yang dimiliki oleh tim  mendapatkan hasilnya kalau dilihat dengan kecanggihan yang ada waktuya sih dua hari apa bila proses pengiriman barang bukti betul-betul sempurna," bebernya .

        Sesuai perkembangan, Dedi  mengungkapkan dalam arti kata memang kwalitas gambar yang dikirim tidak ada masalah semua dalam keadaan yang utuh dalam kondisi orisinil dianalisa dua hari sih. Tetapi tindakan-tindakan setelah analisa perlu tindakan-tindakan . Contoh jenis kendaraan ,kendaran ini misalnya Honda New ,misalnya warna hitam ,palt nomernya berapa msialnya B sekian-sekian . "Kalau itu palt nomornya asli sudah dapat langsung diidentifikasi. Pemilik honda Mio misalna B nomor sekian-sekian cepat ketemu orangnya. Tapi kalau hanya diketahui nomr depann saja B sekian-sekian tetapi belakang nya tidak ada motor mio warna hitam perlu dicari seluruh Jakarta, wujudkan lagi Bekasi , ada di Jakarta Selatan itu perlu pendalaman . Kalau diwilayah itu baru identifikasi diprofil kembali dipilih satu persatu masing-masing . Pembuktian ilmia seperti itu  harus kita  membuat satu kesimpulan dan itu kesimpulan yang  tidak terbantahkan lagi. Jadi dalam proses penelitian ilmian ini kita sudah buat satu kesimpulan, kesimpulan itu  masih banyak yang terbantahkan dari celah-celah yang terbantahkan,"  ungkapnya..      

        Ketika ditanya sebenarnya kesulitan dimana , Dedi menadaskan  jadi begini kalau di Inggris diluar negeri itu ada tiga kwalitas camera , di Indonesia cameranya sudah bagus tapi dia masuk dalam stadar digital , kalau di inggiris sudah jafang dipakai . Mereka kurang pakai dua high digital dan  full high digital. Kalau di Indonesia  pakai full high digital sangat bagus artinya malam hari dengan menggunakan camera infrared bisa kita mengzom jelas dengan keterbatsan cahaya ." Kalau di Indonesia ini kita pakai stadar digital dan ini juga pencerahan kepada masyarakat , kalau masyarakat di seluruh kementerian dan lembaga atau  seluruh BUMN apabila memasang CCTV harus betul-betul memilih kwalitas cameranya minimal High digital ,syukur kalau full suatu bisa secara cepat digital," .tandasnya.

       Dedi katakan   Jika terjadi sesuatu   bisa secara cepat dan akurat untuk mengidentifikasi orang  ataupun barang yang dicurigai sesuatu barang yang terjadi. Kalau  kita memakai standar digital laboratorium disana ketika mau mezom itu pecah kemudian ada bayang-bayang,ada  cahaya bayang-bayang ini justru akan menganjadi konvius nantinya. Misalnya angka 3 bisa sadi angka 1.Angka 4 bisa jadi angka 9 nah itu yang tidak bisa dihindari yang dari Full High Digital itu tidak akan seperti itu.ya dia akan lebih sempurna dan dia akan lebih cepat  dan lebih sempurna. itu sudah dikirm pertama boleh dikatakan scemer,motor atau nomor  dinalisa dengan baik . "Mereka tidak berani membuat suatu kesimpulan kalau gambar itu hasil analisa dia ragu-ragu. kemudian ini perlu waktu dua hari lagi  dri Inafis akan mencoba kumpulkan kembali video aslinya yang ada kita kirim kesana ada di puslakbor. Puslakbor juga mengganalisa . Puslakbor digital ini berkoordinasi dengan Inafis. Inafis memiliki teknologi kerjasama dengan dukcapil . Kalau memang wajah bisa dianalisa. kalau motor harus berkoordinasi dengan direktorat Lalu lintas Metro jaya," tambahnya.(vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Tim Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya, Kamis (17/1/2019). Joko akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pengaturan skor. 

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo   di  Mabes Polri, Jakarta Selatan mengatakan  Joko Driyono mengonfirmasi ketidakhadirannya karena alasan ada kegiatan lain. “Minta mundur di hari Jumat(18/1/2019) besok sama Papat (exco PSSI Papat Yunisal). Berdua minta mundur,” ujarnya. 

         Selanjutnya, Dedi menegaskan, ada dua poin penting yang akan digali Satgas Antimafia Bola dari hasil pemeriksaan terhadap pejabat struktural PSSI. Pertama, menyangkut regulasi, mekanisme pengaturan jadwal pertandingan, dan penunjukan wasit pertandingan. Kedua, mengenai dugaan penyimpangan anggaran dalam penyelenggaraan liga. “Ada terkait anggaran yang menyangkut penyelenggara liga dengan match mixing terkait masalah di liga, baik liga 3 atau liga 2 yang terindikasi liga 2. Baru minggu depan kalau pemeriksaan sudah tuntas ada upaya paksa,”tegasnya . 

      Untuk itu,Dedi menjelaskan sejauh ini, polisi sudah menetapkan 11 tersangka kasus dugaan pengaturan skor. Diberitakan sebelumnya, polisi sudah memproses 4 dari 73 laporan yang akan ditindaklanjuti. Laporan pertama terkait, terkait pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya wasit hingga Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah." Mereka adalah oknum wasit Nurul Safarid; anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng; mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto beserta anaknya Anik Yuni Sari; anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif) Dwi Irianto alias Mbah Putih, serta staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu,". jelasnya.

        Lebih jauh, Dedi merinci Satgas Antimafia Bola Satgas juga telah menetapkan empat tersangka terhadap perangkat pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. Empat tersangka itu adalah pelaku cadangan wasit pertandingan antara Persibara melawan Kediri Cholid Hariyanto, pengawas pertandingan antara Persibara melawan PS Pasuruan Deni Sugiarto, asisten wasit I Purwanto, dan asisten wasit II Muhammad Ramdan. "Namun, terhadap empat tersangka itu belum ditahan," rincinya.

         Seiring dengan itu, Dedi mengungkapkan laporan kedua Laporan kedua yaitu terkait suap untuk meloloskan PS Mojokerto ke Liga 1. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Vigit Waluyo dan Dwi Irianto. Laporan ketiga Laporan ketiga yakni terkait penyelenggaraan Piala Suratin 2009.

         Mantan Manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, melaporkan petinggi PSSI berinisial IB karena diminta uang Rp 115 juta sebagai syarat menjadi tuan rumah Piala Soeratin." Laporan keempat Laporan keempat yang tengah ditindaklanjuti adalah terkait pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman pintu masuk Liga 2. Polisi menduga ada unsur ancaman yang diterima Manajer Madura FC, Januar Herwanto, dari anggota exco PSSI berinisial H,"ungkapnya.(vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang warga asing berkewarganegaraan Mozambik karena kedapatan menyelundupkan narkoba jenis sabu. WNA tersebut diketahui bernama Samuel Machado Nhavena dan ditangkap di Terminal Kedatangan Internasional 2D Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (4/1/2019). 

         Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto memberikan keterangan tertulis, Jumat (18/102019 mengatakan tim bekerja sama dengan Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta telah melakukan penyelidikan selama satu minggu. “Penyelidikan ini dilakukan selama satu minggu, terkait dengan pengungkapan jaringan antar-negara Mozambik dan Indonesia," ujarnya. 

 

          Selanjutnya, Eko menegaskan penyelundupan dilakukan dengan mencampurkan narkotika jenis sabu melalui pakaian dan handuk. “Pakaian dan handuk yang dibawanya (WNA) dalam kondisi basah. Setelah diperiksa menggunakan alat detektor, ternyata pakaian tersebut sudah dicampur dengan sabu,” tegasnya. 

 

Edo menjelaskan dalam penangkapan itu, penyidik Bareskrim Polri juga mengamankan 8 kilogram sabu yang dilarutkan di dalam baju dan handuk sebagai barang bukti. "Lalu, satu handuk berisi sabu seberat 1,3 kilogram, 6 kemeja dengan sabu seberat 2,1 kilogram, 9 kaus yang mengandung sabu 3,5 kilogram, dan 2 kaus jenis Polo berisi sabu 1 kilogram," jelasnya. 

 

           Lebih lanjut, Eko merinci  pelaku sengaja melarutkan sabu ke pakaian dan handuk, untuk mengelabui petugas di Bandara Soekarno-Hatta. Narkoba yang diselundupkan itu sudah dicairkan dan direndam terlebih dahulu bersama pakaian dan handuk. Nantinya, setelah dikeringkan, pakaian dan handuk itu akan diperas dan sabu kering itu bisa digunakan. Modus penyelundupan narkoba dengan cara demikian tergolong jarang digunakan. Oleh karena itu, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap jaringan tersebut. “Sampai saat ini tim masih mengembangkan perkara dimaksud,” rincinya. (vk)

Page 1 of 24

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan