Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

PLT PSSI jokdri Ditetapkan Tersangka 5 berkas diserahkan kejaksaan
Last Updated on Feb 15 2019

PLT PSSI jokdri Ditetapkan Tersangka 5 berkas diserahkan kejaksaan

JAKARTA,KORANRAKYAT, COM- Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung sudah diterima dan sudah di diteliiti oleh 5 Jaksa satu berkas masing-masing.Semesters Polisi menetapkan ply Kevin PSSi Jokdri  sebagai  tersangka Jaksa Agung, M Prasetyo  kertika...
Jokowi Resmi Buka Tanwir Muhammadiyah ke- 51 di Bumi Rafflesia
Last Updated on Feb 15 2019

Jokowi Resmi Buka Tanwir Muhammadiyah ke- 51 di Bumi Rafflesia

  BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tiba di Bumi Raflesia Bengkulu, Jumat (15/2/2019) pagi, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan. Kedatangan Jokowi dalam rangka membuka Tanwir Muhammadiyah ke- 51. Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya mengatakan...
Presiden Jokowidodo Tiba Dibengkulu Buka Tanwir Muhammadiyah
Last Updated on Feb 15 2019

Presiden Jokowidodo Tiba Dibengkulu Buka Tanwir Muhammadiyah

Presiden RI Joko Widodo Tiba di Bengkulu   BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Menggunakan pesawat kepresidenan, Presiden RI Joko Widodo tiba di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Jumat, 15/02/2019. Kedatangan Jokowi disambut langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, yang saat ini sudah berada...
Sambutan  Bupati Malang  Pada  Rapat  Paripurna  DPRD Kabupaten  Malang
Last Updated on Feb 14 2019

Sambutan Bupati Malang Pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Berdasarkan skala prioritas pembentukan rancangan Perda”, dimana telah ditindaklanjuti melalui Program Pembentukan Perda Tahun Anggaran 2019, sebagaimana tertuang dalam Keputusan DPRD Kabupaten Malang Nomor: 188.4/46/KPTS/35.07.040/2019 tentang Program Pembentukan...
Sektor Pariwisata Diprediksi Mampu Mendulang Devisa Terbesar
Last Updated on Feb 14 2019

Sektor Pariwisata Diprediksi Mampu Mendulang Devisa Terbesar

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla  dengan  Anggota seluruh menteri dan menko  terkait. Menteri Pariwisata Arif Yahya mengatakan kegiatan pertemuan diadakan    tiga bulan sekali  3 bulan  sekali. sementara  wapres minta  diadakan...

World Today

JAKARTA,KORANRAKYAT, COM- Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung sudah diterima dan sudah di diteliiti oleh 5 Jaksa satu berkas masing-masing.Semesters Polisi menetapkan ply Kevin PSSi Jokdri  sebagai  tersangka

Jaksa Agung, M Prasetyo  kertika ditemui di Kejaksaaan Agung, Kamis (14/2) 2019 mengatakan jadi saat ini memang benar  Kejaksaan Agung  telah menerima 5 berkas perkara terkait dengan Satgas Anti Mafia bola dan itu sudah kita terima hari Rabu (13/2)2019 kemarin dari penyidik Mabes Polri yaitu terhadap berkas perkara atas nama tersangka P,AYA, DI,NS dan MLE. "Ini telah diterima oleh kita dan selanjutnya  akan diteliti oleh 5 orang Jaksa satu berkas masing-masing.

Selanjutnya, Prasetyo menegaskan yang selanjutnya akan dilakukan penelitian tentang kelengkapan syarat formil dan materialnya. "Apa bila nanti dalam hasil penilaian itu ternyata terdapat kekurangan maka berkas perkara tersebut  kita akan kembalikan kepada penyidik sesuai dengan petunjuk untuk dilakukan kelengkapan berkasnya," tegasnya. 

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan namun kalau dari hasil peneiltian tersebut berkas sudah memenuhi syarat formil dan materi maka berkas akan segera kita nyatakan lengkap ." Kalau sudah dinyatakan lengkap maka kita hanya menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti  dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum," jelasnya. .

Ketika ditannya apakah Jaksa akan  mempelajari berkas tersebut sampai kapan, Prasetyo menrinci  kita seperti dalam ketentuan dalam KUHAP  kita mempunyai waktu 14 hari meneliti berkas perkara dan setelah itu dalam 14 hari segera menentukan sikap apakah berkas perakra tersebut telah lengkap atau tidak, memenuhi syarat formil dan materiil atau tidak. Kalau nanti sudah dinyatakan lengkap ." Kalau sudah dinyatakan lengkap kita kurang menunggu persyaratatan barang bukti. kalau barang bukti sudah kita terima sesegera mungkin kita limpahkan  ke Pengadilan," .rincinya.

Disinggung tahap duanya, Prasetyo menambahkan Oh ya, kalau berkas perkara sudah dinyatakan lengkap. "Kita menunggu dari penyidik menyerahkan barang bukti dan tersangka," tambahnya. (vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali  menangkap enam tersangka yang terlibat dalam penyelundupan sabu asal Malaysia ke Aceh dan Medan, Sumatera Utara.

            Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto di kantornya, Jakarta, Rabu (6/2)2019 ditemui di Direktorat  Narkoba  Bareskrim ,Cawang Jakarta Timur mengatakan dalam kasus ini, penyidik menyita 16 bungkus paket berisi sabu seberat 16 kg dengan kondisi 15 bungkus masih utuh dan satu bungkus sudah terbuka. "Modusnya, paket narkoba jenis sabu dikirim melalui jalur laut dengan menggunakan boat dari Malaysia ke Aceh," ujarnya

           Selanjutnya, Eko menegaskan awalnya, pada Jumat 18 Januari 2019, penyidik menangkap tersangka Aps di Dusun Cilacap, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. "Aps berperan mencari orang untuk membawa sabu dari Malaysia ke Indonesia atas perintah Ah,. Keesokan harinya, tim menangkap tersangka Ei di Desa Matang Glumpang II Meunasah Dayah, Kabupaten Bireun, Aceh. Ei perannya menerima dan menyimpan paket sabu di rumahnya," tegasnya. 

         Untuk itu,Eko menjelaskan di hari yang sama tim menangkap Jnd di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. "Tersangka Jnd berperan menghubungi Ei untuk mencari boat dan mencari orang untuk mengambil paket sabu. Pada 20 Januari, tim menangkap tersangka Syl, Hs dan Ah di Jalan Raya Medan-Banda Aceh Desa Seunebuk Muku, Kabupaten Aceh Timur. "Peran Syl menyuruh Jnd untuk mencari boat," jelasnya. 

         Lebih jauh, Eko merinci sementara tersangka Hs perannya mengambil sabu dari tersangka Jnd dan tersangka Ah berperan sebagai koordinator kurir. Dari keterangan para tersangka, sindikat ini mengedarkan sabu di Aceh dan Medan. Atas perbuatannya, keenam tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga," rincinya.(vk)

 

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM  Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja samadengan Direktorat Jenderal Bea Cukai mengungkap peredaran narkoba jaringan Aceh. Sebanyak 1,4 ton ganja disita dalam kasus ini.
        Kepala BNN Komjen Heru Winarko ditemui di Kantor BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (1/2)2019 mengatakan, ada 5 orang yang jadi tersangka."Modus penyelundupan ganja  dengan memecah kiriman menjadi dua, yaitu menggunakan jalur darat dan Jalur udara (via kargo) guna mengelabuhi petugas. Keseluruhan barang bukti selanjutnya berhasil disita oleh petugas gabungan di tiga lokasi berbeda yakni di kargo Bandara Soekarno Hatta, Depok dan Bogor, Jawa Barat," ujarnya.

          Heru menegaskan pengungkapan kasus ini bermula, tim gabungan menyelidiki sebuah truk engkel box dari Aceh yang diduga memuat ganja. Petugas membuntuti truk ini dan melakukan penangkapan di wilayah Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/1) sekitar pukul 13.35 WIB. "Penangkapan tersebut dilakukan pada saat sopir truk berinisial BS akan meninggalkan kendaraan dan menitipkan kuncinya kepada tukang parkir," tegasnya.

      Untuk itu, Heru menjelaskan setelah menangkap tersangka, petugas kemudian melakukan penggeledahan truk yang telah dikamuflase. Anjing pelacak narkotika dari unit K9 dilibatkan. Hasilnya, petugas menemukan bungkusan-bungkusan ganja yang disembunyikan dalam kompartemen khusus di dasar truk yang ditutup dengan pelat besi. "Selanjutnya di hari yang sama petugas gabungan juga menyita ganja yang dikirim melalui kargo Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 19.45 WIB. Dari penyitaan tersebut, petugas kemudian mengamankan 2 orang tersangka berinisial IM dan SP. Tersangka SP  merupakan warga binaan di Rutan Kebon Waru, Bandung yang diduga sebagai pengendali dari jaringan ini," jelasnya. 

      Dikatakan  Heru  berdasarkan informasi yang didapatkan, petugas menyita lagi sejumlah ganja pada Kamis (31/1) di daerah Sarua, Depok. Jawa Barat. Dalam penyitaan tersebut petugas mengamankan 2 orang tersangka berinisial AS dan AB. Ganja tersebut juga diketahui merupakan kiriman dari Aceh melalui kargo yang telah diambil oleh salah seorang tersangka dan dibawa ke rumahnya di Sarua, Depok. "Selain barang bukti ganja 1,4 ton dalam ungkap kasus ini beberapa barang bukti juga disita. Di antaranya satu buah truk engkel box, satu mobil pikap, satu mobil kijang kapsul, beberapa buah telepon genggam dan kartu identitas dari para tersangka. Atas pebuatannya kelima tersangka terancam Pasal 114 Ayat (2) Sub 111 Ayat (2) Sub 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup," rincinya.

       Masih dikatakan Heru  BNN juga menunjukkan barang bukti 25 kg sabu hasil pengungkapan dari sindikat internasional Malaysia-Bireun, Aceh Utara, pada Sabtu (19/1) lalu. Dalam kasus ini ditetapkan seorang tersangka berinisial S alias PAN (40) yang ditangkap di Pasar Geruegok, Kabupaten Bireun, dengan barang bukti 24 bungkus sabu seberat 25,852 kg. Kasus ini merupakan pengembangan dari jaringan sindikat Ramli Bin Arbi alias Bang Li. "Atas perbuatannya, tersangka terancam pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal pidana mati," ungkapnya
        Dari data yang ada, Heru membeberkan selain itu juga dipamerkan sabu seberat 73,949 Kg dan 10.000 butir ekstasi. Barang haram ini merupakan hasil pengungkapan BNN bekerja sama dengan Ditjen Bea Cukai dan Kemenkumham. Penggagalan penyelundupan narkotika sindikat intemasional ini terjadi pada hari Kamis (10/1) di perariran Aceh Utara. "Sebanyak empat (4) orang tersangka diamankan oleh petugas gabungan dalam kasus ini. Mereka adalah SB alias Pun (29), MZU (28), MZA (22), dan ME (30). Selain keempat tersangka tersebut, petugas juga mengamankan seorang narapidana dari Lapas Tanjung Gusta, Medan atas nama Ramli Bin Arbi alias Bang Li (pria/55th) yang berperan sebagai pengendali dan pemesan barang ke Malaysia," bebernya.
           Heru menambahkan barang bukti narkotika dan tersangka SB, MZU, dan MZA diamankan petugas di perairan Aceh saat mengambil sabu dan ekstasi dari Thailand menggunakan kapal boat milik seorang berinisial JAL yang hingga saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). :Para tersangka kini dikenakan pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.(vk)

Monday, 28 January 2019 23:20

Pati Mabes Polri Tambah Bintang Termasuk Kabareskrim

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Setelah ditetapkan  dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/188/I/KEP.2019 tertanggal 22 Januari 2019,     Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan  Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memimpin upacara kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi sejumlah perwira tinggi di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/1/2019). Kini yang resmi naik pangkat dari bintang dua atau Inspektur Jenderal menjadi bintang tiga atau Komisaris Jenderal. 

           Sebelumnya promosi Idham Azis menjadi Kabareskrim tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/188/I/KEP.2019 tertanggal 22 Januari 2019, yang ditandatangani Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Eko Indra Heri.  Selain Idham, beberapa perwira tinggi (pati) Polri lainnya juga mendapatkan kenaikan pangkat. Mereka adalah Widyaiswara Utama Utama Sespam Lemdiklat Polri Coki Manurung naik dari Brigjen menjadi Irjen. Lalu, Mantan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Pol Aris Budiman yang kini menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. 

 

         Serta Irjen Pol Drs. Basuki yang bertugas di Lemhanas. Sementara, pada kesempatan itu juga dilakukan kenaikan pangkat dari pangkat Kombes ke Brigjen sejumlah 8 orang. Antara lain: 1.Brigjen Pol Rajim Asianto 2.Brigjen Pol Teguh Sarwono, 3.Brigjen Pol Jhonny Siahaan, 4.Brigjen Pol Hotman Simatupang, 5.Brigjen Pol Sri Eko Prianggono 6.Brigjen Pol Reynhard Saut Poltak Silitonga, 7.Brigjen Pol M. Awal Chairuddin, 8. Brigjen Pol Suwarno, S.H. (vk)

 

 

   
   
 
       

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pendalaman  Kasus teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) penyidik terus berupaya bekerjasama dengan kepolisan Inggris di London dengan cara mengirim 4 rekaman CCTV, Pasalnya indonesia menggunakan camera standar digital.

      Kepala Biro Penerangan Masyarkat, Brigjend  Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Senin (21/1)2019 mengatakan untuk kasus teror bom dikediaman  pimpinan KPK  tempatnya pak Agus Rahardjo maupun tempat kediaman Pak Loade untuk  tim yang sedang bekerja melakukan pendalaman analisa terhadap rekaman CCTV yang ada Cidiare  4 rekaman CCTV . "Baik yang di kediaman pak  Ali  kemudian ada beberapa tetangga kita juga mohon bantuan Cidiarenya kemudian waktu dijalan. Cidiare standar di Indonesia itu ada klasifikasi yang diindonesia ada standar digital," ujarnya .

       Selanjutnya,Dedi menegakan  standar digital itu camera itu tingkat resolusi sebelum kejadian di tingkat boleh dikatakan sangat standar. Sedang kita mencoba dianalisa dilaboratorium digital miliknya Puslakbor Polri . "Kita menganalisa   cidiare sampai ke London . Kita  bekerja sama dengan Inafis kepolisan metropolitan di Londen. Dari hasil analisa rekaman CCTV yang kita kirim ke Londen ternyata ada perbedaan menganalisa vidio yang bergerak dan menganalisa yang dalam keadaan tetap diam membutuhkan kecermatan ketelitian mengirimnyang luar biasa," teganya.

        Untuk itu,Dedi menjelaskan  contoh kita sudah mencurigai ada satu kendaran dalam satu bulan ini  mondar  mandir  pada saat mondar mandirnya terlihat cukup jelas ,tetapi ketika mau di zom orang nya jenis kendaraannya." Kita sudah tau ,plat nomornya pada posisi-posisinya  yang cukup sulit pecah oleh karenanya  dari tim analis Inafis ini akan bekerja kembali  mencoba kembali mengirim untuk vidio utuh civiare itu ke London untuk dianalisa agar lebih konpherhensif kembali agar betul-betul  di ketahui  plat nomor tersebut . Plat nomor tersebut nanti akan dilhat plat nomor asli atau palsu ini cukup waktu. butuh ketelitian dan butuh kesababaran dan butuh analisa yang koperhensif ," jelasnya.

       Lebih lanjut, Dedi merinci kendaraan yang bolak balik ada di Pak Agus atau di Pak Laode. di Pak laode, kalau di pak Agus kita hanya mengadalkan dua dan tim analisa mengandalkan dua.   Ini dahulunya  pak Agus dahulu kita sudah mendapatkan 4 Cidiare itu satu-satu harus dianalisa. yang dicari kecocokan terhadap satu sepeda motor dua orang pengatur yang dalam satu bulan kegiatan itu mondar mandir. Sedang terus dilakukan pendalaman mendesak. kemuidian kesabara ."Kemuidan ditempatnya Pak Agus Inafis hanya mengandalkan dua yaitu analisa tenang sidik jari, kita sedang mengalami sedikit kesulitan karean sudah terlalu banyak petugas yang pegang yang kemdian tentang analisa sketsa . Sketsa ini ternyata bila mendapatkan hasilnya sketsa konvensional ini tim ahli yang mendalami saksi tersebut perlu juga ketelatenan, kemudian kesabaran dan juga selalu berulang yang benar-benar memastikan minimal mendekati apa yang digambarkan para saksi ini  sesuai dengan saksi membuat sketsa ," rincinya.

        Seiring dengan itu, Dedi membeberkan apapila saksi pembuat sketsa ini hasilnya sudah matang kalau digabungkan ke dalam  analisa digital ini juga berbagai tindakan-tindakan harus dilakukan yang tidak langsung cocok . Ternyata tidak bisa langsung cocok, begitu langung dicocok kalau digital itu maka akan menimbulkan dari data base kita kerja sama bisa itu sekitar 30 hingga 40 orang-orang yang memiliki tipologi wajah yang hampir sama mata ,hidung telinga mulut itu hampir sama ." Kalau butuh 30 hingga 40 kandidat maka petugas harus menentukan dan menyetir ulang kembali satu persatu sesuai alibi masing-masing ini juga perlu proses waktu yang juga cukup panjang. Jadi analisa terhadap pembuktian secara ilmia  ini perlu waku  yang kita tidak terburuh-buruh tapi kita betul-betul meyakinkan proses pembuktian secara ilmia betul-betul tuntas kalau sudah clier dulu konsep pemeriksaan para saksi itu akan bersandingan alat bukti yang dimiliki oleh tim  mendapatkan hasilnya kalau dilihat dengan kecanggihan yang ada waktuya sih dua hari apa bila proses pengiriman barang bukti betul-betul sempurna," bebernya .

        Sesuai perkembangan, Dedi  mengungkapkan dalam arti kata memang kwalitas gambar yang dikirim tidak ada masalah semua dalam keadaan yang utuh dalam kondisi orisinil dianalisa dua hari sih. Tetapi tindakan-tindakan setelah analisa perlu tindakan-tindakan . Contoh jenis kendaraan ,kendaran ini misalnya Honda New ,misalnya warna hitam ,palt nomernya berapa msialnya B sekian-sekian . "Kalau itu palt nomornya asli sudah dapat langsung diidentifikasi. Pemilik honda Mio misalna B nomor sekian-sekian cepat ketemu orangnya. Tapi kalau hanya diketahui nomr depann saja B sekian-sekian tetapi belakang nya tidak ada motor mio warna hitam perlu dicari seluruh Jakarta, wujudkan lagi Bekasi , ada di Jakarta Selatan itu perlu pendalaman . Kalau diwilayah itu baru identifikasi diprofil kembali dipilih satu persatu masing-masing . Pembuktian ilmia seperti itu  harus kita  membuat satu kesimpulan dan itu kesimpulan yang  tidak terbantahkan lagi. Jadi dalam proses penelitian ilmian ini kita sudah buat satu kesimpulan, kesimpulan itu  masih banyak yang terbantahkan dari celah-celah yang terbantahkan,"  ungkapnya..      

        Ketika ditanya sebenarnya kesulitan dimana , Dedi menadaskan  jadi begini kalau di Inggris diluar negeri itu ada tiga kwalitas camera , di Indonesia cameranya sudah bagus tapi dia masuk dalam stadar digital , kalau di inggiris sudah jafang dipakai . Mereka kurang pakai dua high digital dan  full high digital. Kalau di Indonesia  pakai full high digital sangat bagus artinya malam hari dengan menggunakan camera infrared bisa kita mengzom jelas dengan keterbatsan cahaya ." Kalau di Indonesia ini kita pakai stadar digital dan ini juga pencerahan kepada masyarakat , kalau masyarakat di seluruh kementerian dan lembaga atau  seluruh BUMN apabila memasang CCTV harus betul-betul memilih kwalitas cameranya minimal High digital ,syukur kalau full suatu bisa secara cepat digital," .tandasnya.

       Dedi katakan   Jika terjadi sesuatu   bisa secara cepat dan akurat untuk mengidentifikasi orang  ataupun barang yang dicurigai sesuatu barang yang terjadi. Kalau  kita memakai standar digital laboratorium disana ketika mau mezom itu pecah kemudian ada bayang-bayang,ada  cahaya bayang-bayang ini justru akan menganjadi konvius nantinya. Misalnya angka 3 bisa sadi angka 1.Angka 4 bisa jadi angka 9 nah itu yang tidak bisa dihindari yang dari Full High Digital itu tidak akan seperti itu.ya dia akan lebih sempurna dan dia akan lebih cepat  dan lebih sempurna. itu sudah dikirm pertama boleh dikatakan scemer,motor atau nomor  dinalisa dengan baik . "Mereka tidak berani membuat suatu kesimpulan kalau gambar itu hasil analisa dia ragu-ragu. kemudian ini perlu waktu dua hari lagi  dri Inafis akan mencoba kumpulkan kembali video aslinya yang ada kita kirim kesana ada di puslakbor. Puslakbor juga mengganalisa . Puslakbor digital ini berkoordinasi dengan Inafis. Inafis memiliki teknologi kerjasama dengan dukcapil . Kalau memang wajah bisa dianalisa. kalau motor harus berkoordinasi dengan direktorat Lalu lintas Metro jaya," tambahnya.(vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Tim Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya, Kamis (17/1/2019). Joko akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pengaturan skor. 

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo   di  Mabes Polri, Jakarta Selatan mengatakan  Joko Driyono mengonfirmasi ketidakhadirannya karena alasan ada kegiatan lain. “Minta mundur di hari Jumat(18/1/2019) besok sama Papat (exco PSSI Papat Yunisal). Berdua minta mundur,” ujarnya. 

         Selanjutnya, Dedi menegaskan, ada dua poin penting yang akan digali Satgas Antimafia Bola dari hasil pemeriksaan terhadap pejabat struktural PSSI. Pertama, menyangkut regulasi, mekanisme pengaturan jadwal pertandingan, dan penunjukan wasit pertandingan. Kedua, mengenai dugaan penyimpangan anggaran dalam penyelenggaraan liga. “Ada terkait anggaran yang menyangkut penyelenggara liga dengan match mixing terkait masalah di liga, baik liga 3 atau liga 2 yang terindikasi liga 2. Baru minggu depan kalau pemeriksaan sudah tuntas ada upaya paksa,”tegasnya . 

      Untuk itu,Dedi menjelaskan sejauh ini, polisi sudah menetapkan 11 tersangka kasus dugaan pengaturan skor. Diberitakan sebelumnya, polisi sudah memproses 4 dari 73 laporan yang akan ditindaklanjuti. Laporan pertama terkait, terkait pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya wasit hingga Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah." Mereka adalah oknum wasit Nurul Safarid; anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng; mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto beserta anaknya Anik Yuni Sari; anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif) Dwi Irianto alias Mbah Putih, serta staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu,". jelasnya.

        Lebih jauh, Dedi merinci Satgas Antimafia Bola Satgas juga telah menetapkan empat tersangka terhadap perangkat pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. Empat tersangka itu adalah pelaku cadangan wasit pertandingan antara Persibara melawan Kediri Cholid Hariyanto, pengawas pertandingan antara Persibara melawan PS Pasuruan Deni Sugiarto, asisten wasit I Purwanto, dan asisten wasit II Muhammad Ramdan. "Namun, terhadap empat tersangka itu belum ditahan," rincinya.

         Seiring dengan itu, Dedi mengungkapkan laporan kedua Laporan kedua yaitu terkait suap untuk meloloskan PS Mojokerto ke Liga 1. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Vigit Waluyo dan Dwi Irianto. Laporan ketiga Laporan ketiga yakni terkait penyelenggaraan Piala Suratin 2009.

         Mantan Manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, melaporkan petinggi PSSI berinisial IB karena diminta uang Rp 115 juta sebagai syarat menjadi tuan rumah Piala Soeratin." Laporan keempat Laporan keempat yang tengah ditindaklanjuti adalah terkait pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman pintu masuk Liga 2. Polisi menduga ada unsur ancaman yang diterima Manajer Madura FC, Januar Herwanto, dari anggota exco PSSI berinisial H,"ungkapnya.(vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang warga asing berkewarganegaraan Mozambik karena kedapatan menyelundupkan narkoba jenis sabu. WNA tersebut diketahui bernama Samuel Machado Nhavena dan ditangkap di Terminal Kedatangan Internasional 2D Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (4/1/2019). 

         Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto memberikan keterangan tertulis, Jumat (18/102019 mengatakan tim bekerja sama dengan Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta telah melakukan penyelidikan selama satu minggu. “Penyelidikan ini dilakukan selama satu minggu, terkait dengan pengungkapan jaringan antar-negara Mozambik dan Indonesia," ujarnya. 

 

          Selanjutnya, Eko menegaskan penyelundupan dilakukan dengan mencampurkan narkotika jenis sabu melalui pakaian dan handuk. “Pakaian dan handuk yang dibawanya (WNA) dalam kondisi basah. Setelah diperiksa menggunakan alat detektor, ternyata pakaian tersebut sudah dicampur dengan sabu,” tegasnya. 

 

Edo menjelaskan dalam penangkapan itu, penyidik Bareskrim Polri juga mengamankan 8 kilogram sabu yang dilarutkan di dalam baju dan handuk sebagai barang bukti. "Lalu, satu handuk berisi sabu seberat 1,3 kilogram, 6 kemeja dengan sabu seberat 2,1 kilogram, 9 kaus yang mengandung sabu 3,5 kilogram, dan 2 kaus jenis Polo berisi sabu 1 kilogram," jelasnya. 

 

           Lebih lanjut, Eko merinci  pelaku sengaja melarutkan sabu ke pakaian dan handuk, untuk mengelabui petugas di Bandara Soekarno-Hatta. Narkoba yang diselundupkan itu sudah dicairkan dan direndam terlebih dahulu bersama pakaian dan handuk. Nantinya, setelah dikeringkan, pakaian dan handuk itu akan diperas dan sabu kering itu bisa digunakan. Modus penyelundupan narkoba dengan cara demikian tergolong jarang digunakan. Oleh karena itu, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap jaringan tersebut. “Sampai saat ini tim masih mengembangkan perkara dimaksud,” rincinya. (vk)

Monday, 14 January 2019 01:26

Polisi Bentuk Tim Penyiraman Air Keras Kasus Novel

Written by

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Upaya menjawab kasus Novel, akhirnya Kepolisian mengeluarkan surat tugas untuk membentuk tim khusus dalam rangka pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Surat tugas itu dikeluarkan pada 8 Januari 2019 dan ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian.

         Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Muhammad Iqbal di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019)  mengatakan dan membenarkan Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM atas ranah Kepolisian negara Republik Indonesia dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan,” ujarnya

         Selanjutnya Iqbal menegaskan dari salinan surat tugas dengan nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019 yang menyebutkan,  tim gabungan terdiri dari 65 orang dari berbagai unsur di antaranya praktisi yang menjadi tim pakar, internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan kepolisian. “Tim gabungan yang terdiri atas Kepolisian Negara Republik Indonesia, KPK, tokoh masyarakat, pakar dan pihak lain yang dibutuhkan, paling lambat 30 hari setelah rekomendasi (Komnas HAM) diterima,” tegasnya. 

 

         Untuk  itu, Iqbal menjelaskan dalam surat tugas tersebut, tim diperintahkan melaksanakan setiap tugas serta melakukan koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak dan instansi terkait berdasarkan prosedur tetap yang telah diatur sesuai dengan perundang-undangan. "Surat tugas ini berlaku selama enam bulan terhitung mulai 8 Januari 2019 sampai dengan 7 Juli 2019," jelasnya. 

         Sesuai data , penyiraman air keras terhadap Novel Pada 11 April 2017, seusai melaksanakan shalat subuh di masjid tak jauh dari rumahnya, Novel tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Cairan itu mengenai wajah Novel. Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat mengelak. Tak seorang pun yang menyaksikan peristiwa tersebut. Sejak saat itu, Novel menjalani serangkaian pengobatan untuk penyembuhan matanya. Ia terus menanti penuntasan kasusnya.

      Sebab, hingga saat ini, polisi belum bisa mengungkap siapa dalang penyerangan tersebut. Baca juga: Prabowo-Sandiaga Akan Angkat Isu Kasus Novel Baswedan di Debat Perdana Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menyelesaikan laporan hasil pemantuan terhadap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. 

 

         Salah satu hasilnya, Komnas HAM merekomendasikan agar Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian segera membentuk tim gabungan. "Tim gabungan untuk mengungkap fakta, peristiwa dan pelaku penyiraman air keras kepada Novel yang terjadi pada 11 April 2017," ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dalam jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (21/12/2018).(vk)

Monday, 14 January 2019 01:21

Polri Buat Seketsa Wajah Peneror Rumah Pimpinan KPK

Written by

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Pengejaran  terhadap pelaku  teror akhirnya, Kepolisian tengah membuat sketsa wajah pelaku teror di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi. 

         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Sabtu (12/1) 2109 mengatakan, pihaknya akan melibatkan ahli pembuat sketsa wajah. Sketsa akan dibuat berdasarkan keterangan saksi yang sempat berinteraksi dengan terduga pelaku. “Khusus (saksi) untuk penjual bubur, dari Inafis (Polri) akan memanggil ahli sketsa wajah, karena keterangan yang bersangkutan sebelum kejadian itu ada orang yang sempat menanyakan rumah pak RT ," ujarnya. 

          Selanjutnya, Dedi menegaskan, tim Inafis akan mengirimkan sketsa wajah yang dibuat nantinya ke tim Laboratorium Forensik untuk dilakukan pengembangan. “Lagi dicoba digambar sketsa wajahnya. Nanti dari hasil sketsa wajah yang berhasil digambar oleh ahli sketsa dimasukkan di laboratorium forensik Inafis. Kita memiliki peralatan yang cukup canggih,” tegansya. 

          Untuk itu Inafis, Dedi menjelaskan  juga akan menyelidiki sidik jari pelaku di  barang bukti tas berisi pipa paralon, kabel, baterai, dan sekering. 

" Kepolisian, benda yang ditemukan di rumah Agus merupakan bom pipa palsu," jelasnya.

 

          Lebih jauh, Dedi menambahkan  hal itu dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan Puslabfor Polri. "Benda mirip bom paralon tersebut disangkutkan ke pagar rumah itu pada pukul 05.30 WIB. Pada hari yang sama, rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dilempar bom molotov, "tambahnya  (vk)

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Adanya proses kasus kejahatan HAM dimasa lalu terkesan jalan ditempat, ditangap oleh Jaksa Agung sembilan berkas itu tidak dilengkapi baik sisi formai dan materilnya. Jadi dua aspek terpenuhi , baru kejakasaan  bisa meningakatkan ke tahapan penyidikan. 

         Jaksa Agung Muhammad Prasetyo ditemui  di Kejagung, Sabtu (12/1)2019   mengatakan, Kejaksaan Agung masih meneliti 9 berkas kasus kejahatan HAM di masa lalu yang dikirimkan Komnas HAM pada 27 Desember 2018. "Sembilan berkas itu harus dilengkapi, baik dari sisi formil dan materiil. Jika dua aspek itu terpenuhi, Kejaksaan baru bisa menaikkannya ke tahap penyidikan, " ujarnya. 

         Selanjutnya, Prasetyo menegaskan dan merespons pernyataan Komnas HAM terkait pengusutan kasus pelanggaran berat HAM yang secara substansi dan prosedur tidak ada perkembangan. “Sekarang masih proses prapenuntutan berkas yang dikirim penyelidik (Komnas HAM) diteliti oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum), nanti disimpulkan sudah lengkap atau belum. Kalau lengkap diterbitkan P21, kalau belum dikembalikan dengan petunjuk,” tegasnya.

           Untuk itu,  Prasetyo menjelaskan  Kejaksaan meminta 9 berkas kasus pelanggaran HAM masa lalu itu dilengkapi oleh Komnas HAM, baik dari bukti maupun keterangan saksi. "Berkas perkara kasus pelanggaran berat yang disampaikan Komnas HAM kepada Kejaksaan Agung adalah: Peristiwa 1965/1966 Peristiwa Talangsari Lampung 1998 Peristiwa Penembakan Misterius 1982-1985 Peristiwa Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 Peristiwa Penghilangan Orang Secara Paksa 1997-1998 Peristiwa Wasior dan Wamena Peristiwa Simpang KKA 3 Mei 1999 di Provinsi Aceh Peristiwa Rumah Geudong, dan Pos Sattis lainnya di Provinsi Aceh, Jelasnya..

           Lebih jauh, Prasetyo merinci  kasus pelanggaran HAM berat masa lalu bukan hanya menjadi tanggung jawab salah satu pihak dan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Kejaksaan. “Kasus pelanggaran HAM berat bukan semata-mata tanggung jawab satu pihak, bukan hanya kejaksaan saja, bukan hanya Komnas HAM sendiri juga, bukan hanya pemerintah. Ada juga DPR, khususnya pelanggaran HAM berat masa lalu ini nggak bisa diselesaikan oleh jaksa sendiri,” rincinya. 

             Jadi,  Prasetyo membeberkan sudah saya katakan ada keterkaitan antara penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan muaranya ke persidangan. Kalau memang memenuhi syarat untuk diselesaikan dengan pendekatan yudisial. Kejaksaan juga tak ingin penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu berlarut-larut. “Penyelidikan berawal sejak tahun 2007 sampai sekarang. Kita juga tidak mau melimpahkan perkara tanpa dibekali keyakinan dan bukti-bukti yang kuat, karena hasilnya kalau tetap dipaksakan tidak sesuai dengan yang diharapkan,” bebernya. 

           Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung telah mengembalikan sembilan berkas perkara HAM pada November 2018 kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Namun, tujuh dari sembilan berkas itu tak ada kemajuan apapun dari hasil penyelidikan Kejagung itu. “Secara substansi dan prosedur tidak ada perkembangan,” ujar Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam di Media Center Komnas HAM, Gedung Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).(vk)

Wednesday, 09 January 2019 14:53

Empat Dept Coolektor Diringkus Bareskrim

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Tukang tagih mechanical lakukan kekerasan dan menakuti dilakukan oleh Dept Colektor dari PT Vcard Teknologi Indonesia (Vloan) akhirnya tukang tagih IS,RS,PJ dan WW , ditahan di Direktorat Cyber Crime Bareskrim  pasalnya melanggar undang-undang IT

Ka subdit II Cyber Crime Bareskrim, Kombes Pol RickyNaldo Chairul di Direktorat Cyber Criime,Cideng Jakarta Pusat,Rabu(9/1)2018 mengatakan saya akan menjelaskan  pengungkapan kasus  pengancaman kekerasaan dan menakut-nakuti melalui media elektronik yang dilakukan dept Colektor  dari PT Vcard Teknologi indonesia(Vloan ) Dimana PT Vrard Teknologi Indoneis memiliki aplikasi vloan." Kasus ini dilaporkan ke Bafreskrim berkaitan korban yang melaporkan bahwa terjadi tindak pidana melanggar undang-undang ITE yang dilkakukan oleh depkolektor dalam angka penagihan pinjam meminjam fir to fir lending dilakukan oleh Fintech adala Vloan. Ada 4 orang tersangka  sudah kami amankan yaitu saudara IR saudar RS, kemudian saudara PJ, Saudara RS, dan   saudara WW," ujarnya. 

Selanjutnya, Rickynaldo menegaskan sudah kita amankan 4 orang  berperan sebagai depkolektor dari  PT Vcard Teknologi Indonesia (Vloan) dalam hal ini memiliki tim  tek dengan apliiasi Vloan. "Ke empat orang ini  perlu kami jelaskan modus operandinya bahwa PT Vcard Teknologi Indonesia ini bergerak dalam usaha vir to vir leanding dengan merek Vloandimana servernya apliaski Servernya terdapat di luar negeri di China dan Hostingannya Serter ada di Arizona New York. Begitu juga PT Vloan ini  mempunya beberapa aplikasi, aplikasi fintech yang  ada  di Market Place super cas dan super dana pinjaman Plus , Super Dompet dan super pinjam," tegasnya . 

Untuk itu, Rickynaldo menjelaskan pada saat nasabah mengaplikasi mendonload apikasi Vlon ini ada beberapa persyaratan dipenuhimoleh orang lain ataupun pemohon yaitu salah satu diantaranya menyetujui seluruh data yang ada di Hand Phone nasabah dapat diakses oleh PT Cloan ini. Kemudian data tersebut persyaratan lainnya adalah bahwa pada saat melakuak aplikasi ada persyaratan antara lain menyantumkan nama sesuai di KTP kemudiian pekerjaan , rekening bank kemudian  efek . Setelah seluruh persyaratan itu sudah dipenuhi barulah nasabah memperoleh persetujuan untuk melakukan pinjaman meminjam di aplikasi vloan ini. Ada besarannya yang paling rencah Rp 600, yang paling tingi adalah Rp 1.200.000 dengan termpo  7 hari," tegasnya.  

Lebih lanjut, Rickynaldo merinci pada saat menyerahkan uang itu menggunakan paymen gate way send date,Doku untuk mengirimkan dana pinjaman nasabah. misalkan kita contohkan saja kalau pinjam uang Rp 1 Juta sudah di setujui nasabah akan menerima antara Rp 850.000 sampai Rp 900.000. Kemudian selama 7 hari ,hari ke 8 harus mengembalikan Rp 1,1 Juta tau Rp 1,2 juta.itu ketentuannya dalam rangka pinjam meminjammelalui vloan ini." Sampai dengan 30 hari  apabila tidak ada berita tidak ada kabar dan di tagih susah dan dihubungi susah maka seluruh kontek yang ada  ditobok itu phone bok dibikin satu group yang dibuat oleh para depkorektor ini dengan mengatas namakan  peminjam. kalau nama peminjam atas nama budi maka namanya itu group budi yang mana isi selurh kontek yang ada di  di phone book ada ibunya, bapaknya, ada bosnya ,macam-macamnya," rincinya.

Seiring dari itu, Rickynaldo menandaskan maka mulailah disebar awalnya diberitahukan bahwa group ini adalah group adalah  budi yang mempunyai hutang yang tak mau bayar. " Masih sopan lama-lama berikutnya disebarkan kekonten pornografi dlakukan pengancaman kemudain ditakut-takuti sehingga anak yang menjadi korban karena disitu ada keluarganya, ada bosnya sampai dipecat pekerjannya bahkan sampai dikucilkan oleh teman-trmannya bahkan sampai dimarahi di usir oleh orang tuanya.  dan sebagainya seperti itu kasusnya," tandasnya..

Sesuai data, Rickynaldo  membeberkan Kemudian untuk perannya masing-masing 4 orang ini . Sebagai depkolektor kirimkan konten-konten  yang menagih maupun saling membantu satu orang yang bersangkutan meng ipload dan yang lainnya -olah seperti seolah mengamini ya betul ya ,hajar aja ya seperti itu adanya. Membuat-membuat makin lama semakin takut dan semakin resah. "Kemudian yang barang bukti yang kita sita seperti yang tampilkan didepan ada lap top , hand phone, sim card itu  yang paling banyak karena handphone depkolektor itu menggunakan beberapa macam dan beberapa jenis dan beberapa rupa sim card untuk  membuat group dan membuat konten-konten mengarah pada pornografi,' bebernya..  

Disamping itu,Rickynaldo mengungkapkan ini hasil penyelidikan kita sementara ada 36 yang kita pantau ada 36 teks yang diposting di server yang ada di 5 negara. Ada Fintech yang di posting di lanserver di 3 negara. bayangkan kalau misalnya salah satu atau salah dua  atau salah tiga atau salah 4 vitke ini bermasalah dalam hal ini melakukan tindakan-tindakan deskolektor tentunya kita akan kesulitan dan melacak sampaik ke beberapa negara ini. "Mulai dari China, Indonesia, Singapura dan bahkan Amerika sampai ke irlandia. jadi kami disini berharap  Fintech ini banyak manfaatnya jangan sampai disalah gunakan. Mungkin untuk penjelasannya kasus fintech kami sudah mengundang beberapa instansi  yang dapat menangani soal Fintech," ungkapnya.  

Jadi, Rickynaldo menambahkan untuk ke 4 orang ini kami persangkakan dengan pasal  40 , kemudain dengan pasal 29 junto pasal 1 Undang-undang No. 44 Tahun 2008 tentang Porno grafi , pasal 45 ayat 1 ,pasal 27 ayat 1 dan 3 tentang penghinaan dan pencemaran nama baik , kemuidan pasal 45 junto Undang-undang No 29 tentang ITE kemudian pasal 69 tentang KUHP  kemudian pasal 3,4,5 tentang Tindak Pidana Pencucian uang." Kemudian dengan kerugian yang dialami oleh para korban adalah seperti yang sudah saya sampaikan tadi ada yang diberhentikan kemudian  di ancam dan kemudain ketakutan  yang merugikan konsumen," tambahnya.(vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-     Buntut penanganan kasus anti mafia bola   Satgas Anti Mafia Bola berhasil menangkap  NS oknum   wasit, dibongkar  saat memimpin pertandingan sepak bola antara PS Persibara dengan PS Pasuruan diduga telah mengatur skor memberikan kemenangan PS Persibara 2-0 dan meneima uang imbalan  Rp 45 Juta. NS langsung ditetapkan sebagai tersangka  dan langsung  ditahan.
          Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Selasa(8/1)2019 mengatakan  sudah berhasil diamankan oleh Satgas Mafia Bola atas nama saudara NS. Saudara NS profesinya  ini dalam pertandingan adalah profesinya sebagai wasit antara PS Persibara melawan PS Pasuruan.," Saudara NS ini  langsung ditetapkan statusnya sebagai tersangka  dan  dilakukan penahanan oleh Satgas Anti Mafia Bola,"ujarnya.
          Selanjutnya, Dedi menegaskan kenapa Saudara NS bisa ditetapkan sebagai tersangka karena mendasari hasil pemeriksaan dua tersangka yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. "Tersangka tersebut   sudah menyampaikan dalam keterangannya adalah atas nama Mba Pri, JL dan Mba Putih," tegasnya
         Untuk itu, Dedi menjelaskan dari tiga keterangan tersebut menyebutkan  beberapa pihak yang terkait menyangkut masa edskor pertandingan PS karena didalam pertandingan tersebut Persibara dan PS Pasuruan . " Demikian juga dari keterangan saksi yang lain atas nama sakti , kemudian dari peristiwa tersebut didapat keterangan bahwa  untuk NS menerima uang sebesar Rp 45 juta," jelasnya .
          Lebih lanjut, Dedi merinci NS nantinya tidak akan sendiri dari pertandingan tersebut beberapa  juga yang terlibat nanti akan didalami Satgas Anti Mafia Bola yang secara matang dahulu kemudian dikumpul lagi alat -alat buktinya." Apa bila sudah cukup nanti Satgas anti Mafia Bola dapat kembali menangkap beberapa tersangka yang terkait beberapa pertandingan tersebut. untuk barang buktinya beberpa diterima secara langsung," rincinya.(vk)

Saturday, 05 January 2019 00:04

Gubernur Bengkulu Dilaporkan Bareskrim

Written by

 

 

BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM)  - Beberapa group WhatsAap mitra humas di Bengkulu menjadi heboh oleh pemberitaan media online dengan berbagai macam judul berita terkait laporan dari Lentera Kedaulatan Rakyat (Lekra) terhadap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ke Bareskrim Polri pada Jumat 4 Januari 2018.

          Dalam laporannya, Lekra Bengkulu menduga adanya penyalahgunaan wewenang terkait upah pungut pajak dan retribusi di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu yang dilakukan oleh Gubernur Bengkulu.

         Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat dihubungi via WhatsAap untuk dimintai tanggapannya mengatakan bahwa upah pungut pajak itu dibayarkan sesuai undang-undang dari Januari – Desember, sesuai dengan capaian target yang ditetapkan.

        “Dibayarkan setiap 3 bulan sekali, berlaku untuk seluruh Kepala Daerah, Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati/Wabub dan Walikota/Wawali seluruh Indonesia,” jelas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melalui pesan WhatsApp.

       Contoh, sambung Rohidin, untuk triwulan terakhir 2018 akan dibayarkan sekitar bulan Maret 2019 nanti.“Jadi penetapan itu sudah mengikuti aturan undang-undang. Ketentuan dengan pola seperti ini berlaku diseluruh Indonesia dan sudah berjalan dari tahun ke tahun,” ujarnya.

        Soal SK Gubernur Bengkulu yang dikeluarkan? Rohidin menjawab, “SK yang kita tetapkan tahun 2018 untuk bulan Oktober – Desember, bayarnya tahun depan 2019. Selalu begitu sambung menyambung, ini bukan honor,” paparnya.

          Terkait laporan Lekra? lanjut Rohidin, “mengingatkan saya untuk lebih hati-hati. Kontrol dari masyarakat begitu baik untuk kemajuan Bengkulu,” pungkasnya. (1nd)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kepolisian menyerahkan kasus penembakan yang menewaskan Letkol CPM Dono Kuspriyanto ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto mengatakan, pihak TNI mempunyai wewenang untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut karena melibatkan anggotanya. "Karena ini (melibatkan) anggota TNI, prosesnya tidak di kita. Diserahkan ke TNI," kata Arief,

           Saat ditemui usai pemakaman Letkol Dono di Taman Makam Pahlawan, Dreded, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018). Di tempat yang sama, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Rudi Yulianto mengatakan, Polisi Militer TNI AU (Pom AU) sudah menangani kasus itu.

 

            Untuk mempercepat proses penyelidikan, sambung Rudi, pihaknya akan membentuk tim khusus agar kasus itu dapat berjalan dengan proses yang benar. "Bahan-bahan apa yang dibutuhkan Pom AU untuk proses penyelidikan, kita berikan," sebut Rudi.

             Sebelumnya, Letkol Dono tewas ditembak di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018) malam. Letkol Dono mendapat dua luka tembakan di pelipis dan punggung menembus perut. Luka itu diderita Dono setelah diberondong empat kali tembakan oleh pelaku. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP),

           Tim dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menemukan sembilan selongsong peluru pistol, satu buah mobil dinas dengan nomor 2334-34, satu buah kendaraan roda merek NMAX berpelat nomor B 4619 TSA.(as)  


JAKARTA,KORANRAKYAT.COM Korban Penembakan  Anggota TNI Letkol Cpm Dono Kuspriyanto telah dimakamkan.Korban diketemukan tergeletak didalam mobilnya, anggota CPM ini tewas oleh seorang oknum TNI AU  Serda JR yang saat sedang ditangani oleh Puspom. Setelah dilakukan penangkapan oleh ti  gabungan dari  kepolisian dan Puspom TNI AU dan TNI AD .     

           Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di temui di Media Center Kodam Jaya,Rabu(26/12) 2018  mengatakan, polisi mengetahui peristiwa penembakan lewat laporan adanya pengendara yang terluka di dalam mobil yang masih hidup di Jalan Jatinegara Barat Raya, Selasa (25/12/2018) malam. "Kepolisian menerima laporan informasi adanya kejadian atau penemuan sebuah mobil yang masih berbunyi atau masih hidup mesinnya tapi pengendaranya terluka,"ujarnya. 

             Selanjutnya, Argo menegaskan  polisi yang berasal dari Polres Metro Jakarta Timur dan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya langsung mendatangi lokasi kejadian dan menemukan adanya mobil berplat TNI yang dikendarai oleh Dono."Memang betul di sana kita mendapatkan sebuah mobil milik TNI yang mesinnya masih hidup kemudian ada driver-nya, pengemudinya tergeletak," tegasnya.

            Argo menjelaskan Petugas pun langsung mengevakuasi Dono ke RS Polri Kramat Jati menggunakan ambulans sebuah rumah sakit. Namun, Dono sudah meninggal dunia. "Selanjutnya, Polisi bersama aparat TNI AD dan TNI AU membentuk tim gabungan yang berhasil meringkus pelaku bernama Serda JR di kawasan Jakarta Timur, Rabu pagi tadi," jelasnya. 

            Dikatakan Argo  barang bukti lainnya yakni mobil dinas TNI yang dikendarai oleh korban serta sejumlah selongsong peluru yang ditembakkan oleh pelaku. " Seorang Anggota TNI Letkol Cpm Dono Kuspriyanti ditemukan tewas tertembak di dalam mobil yang dikendarainya di Jalan Jatinegara Barat Raya, Selasa malam," . rincinya

           Lebih jauh, Argo mengungkapkan terduga pelaku penembakan tersebut adalah seorang anggota TNI AU berinisial Serda JR. "Adapun JR ditangkap oleh tim gabungan pada Rabu dini hari, " ungkapnya. (vk)

 

Page 1 of 24

Entertaiment

Face Book Galleries

JAKARTA,KORANRAKYAT, COM- Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung...
  BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tiba di Bumi Raflesia Bengkulu, Jumat...
Presiden RI Joko Widodo Tiba di Bengkulu   BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Menggunakan pesawat kepresidenan,...
MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Berdasarkan skala prioritas pembentukan rancangan Perda”, dimana telah ditindaklanjuti...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla  dengan  Anggota seluruh...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo melantik Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai...
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga mampu membawa masyarakt akan kesadaran...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dalam acara pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun...
  JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama...
            JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Tiga hal utama yang harus dimiliki generasi muda sekarang ini adalah...

Ekonomi Makro

  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan