Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Cegah Anies Dampingi Presiden, Paspampres Hanya Mengikuti Daftar Nama dari Panitia
Last Updated on Feb 18 2018

Cegah Anies Dampingi Presiden, Paspampres Hanya Mengikuti Daftar Nama dari Panitia

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM  Tragedi memprihatinkan saat Persija Juara berhasil menaklukkan Bali United dengan skor 3-0, Saat Gubernur DKI Jakarta yang merupakan Tuan Rumah yang juga bapaknya Persija dihalangi Paspampres tidak boleh mendampingi Presiden Joko Widodo yang akan  menyalami pemain...
Produser Chan Parwez : Angkat Potensi Lokal Dengan
Last Updated on Feb 18 2018

Produser Chan Parwez : Angkat Potensi Lokal Dengan " Film Yowis Ben"

SURABAYA( KORANRAKYAT.COM)  Keragaman budaya yang harus dirasakan  memang ada serta  mengangkat potensi lokal  dalam pariwisata salah satu pesan yang bisa  diambil  dalam film “ yowis ben “ apalagi menggunakan bahasa Jawa Timuran  yang cukup kental , baik Malang  maupun  Surabaya...
Aneh,Roro Duta Anti Narkoba Malah Pesan Narkoba
Last Updated on Feb 16 2018

Aneh,Roro Duta Anti Narkoba Malah Pesan Narkoba

JAKARTA(KORANMRAKYAT,COM) Disayangkan duta anti Narkoba malah terjerat narkoba. Artis Roro Fitria yang masuk dalam daftar selebriti Tanah Air yang diduga terjerat kasus narkoba,padahal Roro dikenal sebagai duta anti Narkoba, kenapa dengan barang haram itu justru tidak dijahui malah didekati....
Onglay Penyelundup Narkoba Ditangkap Disita Rp.2,7 M dan BB 242 Kg Sabu 30 Ribu Ekstasi
Last Updated on Feb 16 2018

Onglay Penyelundup Narkoba Ditangkap Disita Rp.2,7 M dan BB 242 Kg Sabu 30 Ribu Ekstasi

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Aksi kejahatahan  penyeludupan narkoba  yang dilakukan sudah ke enam kali yang didalangi  Lim Toh Hing Alias Onglay dan kali ini berhasil ditangkap  sebanyak  242 kg Sabu , 30 Ribu Ekstasi dan berhasil disita bersama uang sebanyak Rp 2,7 Miliar. Saat itu warga...
Presiden Tegaskan Perlunya Deregulasi dan Debirokratisasi untuk Dukung Perguruan Tinggi
Last Updated on Feb 16 2018

Presiden Tegaskan Perlunya Deregulasi dan Debirokratisasi untuk Dukung Perguruan Tinggi

  MAKASAR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dalam bekerja harus fokus dan memiliki prioritas apa yang ingin dikerjakan. Jangan lagi anggaran dibagi rata ke berbagai kegiatan yang tanpa fokus. “Bertahun-tahun dilakukan, hasilnya tiap tahun  enggak berasa. Kontrolnya secara...

Seputar Dunia

  •  
    Hubungan Baik RI-Kamboja Perlu Ditingkatkan

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Hubungan baik Idonesia-Kamboja telah terjalin cukup lama hal ini

     

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Aksi kejahatahan  penyeludupan narkoba  yang dilakukan sudah ke enam kali yang didalangi  Lim Toh Hing Alias Onglay dan kali ini berhasil ditangkap  sebanyak  242 kg Sabu , 30 Ribu Ekstasi dan berhasil disita bersama uang sebanyak Rp 2,7 Miliar. Saat itu warga Negara Malaysia Lim Toh Hing alias Onglay dibantu  Indrawan Alias Halim warga Indonesia  dan dua warga lainya Andi alias Aket , Joni alias Marvin Tandioni. Karena  melawan akhirnya  Ia ditembak hingga tewas ditempat.

          Kapolri,Jenderal Pol Tito Karnavian  ketika di temui , Rabu(14/2) 2018 mengatakan  pengungkapan kasus narkotika jenis sabu dan ekstasi yang dilaksanakan gabungan tugas khusus  Mabes Polri yang dikomadani oleh Kabareskrim dan Polda Metro Jaya . Jadi gabungan Polda Metro Jaya dengan Mabes Polri karena kita buat Satgas Khusus untuk menangani narkotika yang kita anggap masalah yang sangat penting bagi bangsa ini. “ Alhamdulilah  pada siang ini tim ini setelah beberapa bulan melakukan kegiatan penyelidikan dilapangan sekaligus kerja sama dengan Kepolisian Malaysia juga dari Bea cukai dan lain-lain sehingga Satgas ini mampu pada tanggal 8 Febuari 2018 upaya paksa memindakan yang  pertama di gudang Dadap Jaya No 36 Kosambi mungkin lihat disini alat lengkapnya,” ujarnya.

          Selanjutnya, Tito menegaskan setelah ditangkap tersangka nama nya Jonny berikut dengan 12 Belas mesin Cuci yang digunakan untuk menyimpan 12 Plastik berisi sabu dan membungkus plastik berisi ekstasi .Jadi ini pengungkapannya kita percaya cukup baik bukan hanya sabu ternyata jaringan ini juga peredaran ekstasi ini  modus baru karena menggunakan modus baru.” Biasanya menggunakan tas kalau ini menggunakan mesin cuci dan kita juga pernah mengungkap menggunakan semacam Piston untuk menutupi agar supaya tidak muda diteksi dan kelihatan,”tegasnya .

         Untuk itu, Tito menjelaskan berlanjut dari pengungkapan dilaksanakan jam 09.00 beberapa waktu lagi ditangkap lagi didaerah Dadap Kosambi Tanggerang ini saudara Andi . Besok kita kembangkan lagi setelah diintrograsi hari Jumat 9 Febuari 2018  jam 00.20 diterminal 3 Bandara Soekarno Hatta ditangkap tersangka bernama Lim Toh Ing alias Onglay alias Mono  warga Negara Malaysia .”Tanggal 10  yang lalu Lim Toh Hing alias Onglay ini waktu dikembangkan berupaya kabur melawan dan diitindak tegas dan tewas dengan  tembakan dalam perjalan menuju rumah sakit. Jadi memang kita tidak akan segan-segan  untuk melakukan tindakan tegas dari ada pelaku bandar narkotika  apal lagi jaringan yang besar apa lagi dari luar negeri yang berusaha bermain-main dan kita tindak tegas lakukan kalau dia melawan,” jelasnya. 

          Lebih  jauh, Tito merincinya yang meninggal ini saudara Lim Toh Hing Alias Onglay ini adalah pelaku utama otaknya yang dibantu  oleh seorang tersangka yang masih menjadi narapidana disalah satu Lapas di Jakarta namanya Indrawan Alias Halim .  “Dari pemeriksaan mereka sudah melakukan 6 kali menyelundupkan narkotika dari Malaysa ke Jakarta dari Oktober 2016 , Kemudian Januari 2017 dikirimnya ke daerah Bekasi, 3 Maret 2017 dan ini dilakukan  sejak  dari  Oktober 2016 sudah mulai main,” rincinya. 

               Tito menandaskan kemudian 28 November 2017  di Bogor ini diuangkap oleh Polres Bogor pada Utara Saat itu, 2 januari 2018 ini juga  berhasil diungkap oleh Polres Jakarta Utara , tapi tidak terlalu banyak jadi ini  pecahan-pecahan saja. Ini masuk dan setelah itu dikirim ke Medan yang diungkap di Utara , kemudian 7 Febuari 2018 ini berhasil diuangkap di daerah sudah 6 kali memasukan. “Tersangka ada 4 , tiga warga Negara Indonesia ,1 warga Negara Malaysia yang tertembak mati . Kemudian barang bukti yang disita selain 12 mesin cuci didalam terdalam terdapat 241 ,783 kg Sabu hampir 242 Kg sabu yang nilai cukup tinggi dan cukup mahal,” tandasnya .

            Tito sampaikan  Jajaran Polda Metro Jaya termasuk salah satu yang besar meski bukan yang terbesar,  yang besar tahun kemarin menggunakan kapal monderlast di tangkap di daerah Cilegon. Bantuanr sebanyak 1 Ton.  Dan kemudian dikirim juga 30.000 butir Ekstasi.  Uang Tunai Rp 2,7 Miliar dan ini Jaringa akan kita ungkap berkat koordinasi dengan kerjas sama dengan Polisi kerajaan Malaysia dan juga dari Bea Cukai kerja sama kita saya menyampaikan aspirasi yang tinggi ini tim gabungan Mabes Polri dan Polda Metro jaya ini.” Pengungkapan ini disamping keberhasilan  kita mengungkap menunjukan  bahwa Indonesia menjadi Market  Distination bukan lagi transit membesarnya kelas menengah Indonesia dan mungkin mekarnya wilayah  kita  mereka bisa masuk dari laut , memalui  udara sehingga barang-barang ini  bisa masuk ke Indonesia,” akunya.

Jadi, Tito membeberkan  disatu sisi kita menyampaikan aspirasi tim yang mengungkap disisi lain kita juga pr[hatin  kita menjadi daerah tujuan  dan ini bisa membahayakan bagi generasi muda kita bagi bangsa kita.  Untuk itu terus menintesifkan upaya memberantas narkoba secara komperhensif bersama-sama semua stecholder  BNN, TNI saya sampaikan penghargaan yang tinggi terutama kepada TNI AL Pangamabar jajaran,  sebelumnya  juga mengungkap dengan jumlah yang cukup besar untuk menunjukan sesuatu yang efektifitas oleh TNI. “ Khusus TNI AL yang akan menjaga daerah laut kita itu juga sangat luar biasa dan tentunya Polri sangat bergembira hasil-hasil itu dan disamping itu juga aperlu kegiatan rehabilitasi  agar para pencandu  mereka tidak menjadi lagi sebagai buyer . itulah kita upaya kita lakukan sekali lagi kita masih banyak kekurangan tetapin yang jelas kita terus berusaha dan terus mengintensifkan kegaiatan-kegaiatn kita uhtuk menekan suplay  penindakan-penindakan sekaligus  rehabilitasi pencegahan,” ujarnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SIDOARJO(KORANRAKYAT.COM) Proyek Tol Sumo Kendati sudah diresmikan Presiden Jokowi masih timbulkan masalah. Sengketa kepemilikan tanah tol Surabaya- Mojokerto (Sumo) seluas 6440 M2 milik yayasan yatim piatu dan orang jompo Darma Krida (DK)  Jl. Ketintang dengan Pemkab Sidoarjo hingga saat ini masih belum ada titik temu, Bupati Sidoarjo Saifulilah tetap bersikukuh mengatakan bahwa tanah yang berada di kelurahan Sepanjang Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dengan nomer bidang 36 dan 86 itu dianggap fasum dan Pemda berhak untuk menerima ganti untung dari proyek Sumo dengan nilai Rp. 2.975.700.000,-.” Tanah dikelurahan sepanjang itu adalah tanah fasum, bila yayasan Darma Krida,ingin gugat silakan dan kita akan siap hadapi,” tandas Saifulilah saat dikonfermasi koranrakyatjatim.com Selasa (6/2) 2018 di Kabupaten Sidoarjo.Sementara Penasehat hukum melaporkan kasusnya ke  Tipikor Bareskrim Mabes Polri.
            Pernyataan Saiful ilah dihadapan seluruh Dinas terkait mulai bagian Dr. Heri Susanto, SH, MH Asisten yang juga bagian hukum Pemkab Sidoarjo, Sri staf Kominfo, Kejaksaan Negeri Sidoarjo , Polresta Sidoarjo, Emi Kepala BPKAD Sidoarjo, dan Sigit Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang , BPN dan beberapa dinas terkait. Dalam dialog diforum tersebut Bupati sempat menghitung ganti untung lahan seluas 6440 M2 milik yayasan Darma Krida, kalkulasi hitungan permeter pembelian dari tol Sumo, dari total 6440 M2 yang harus dibayar Rp. 4.186.000.000, sehingga saat bupati menghitung ketemunya 650 Ribu/ Meter2. Sedangkan uang yang telah diterima Yayasan Krida Sebesar Rp.1.210.300.000, jadi kekuranganya sekitar Rp.2.975.700.000,
            Setelah melakukan perhitungan bupati menanyakan pada Dra. Noer Rochmawati, Msi selaku kepala Dinas BPKAD . “ Uang sisanya itu kemana bu Ima, Bupati, kemudian Ima menjawab bahwa uang itu telah kita terima dan dimasukan dalam kas daerah, sebagai ganti untung dari pembayaran fasum,” ujarnya.
Selanjutnya Saiful ilah menjelaskan bahwa lahan yang terkena pembesan tol sumo itu lahan fasum, “ karena oleh Yayasan Krida telah dikapling dan secara otomatis disitu ada hak Pemkab Sidoarjo,” ujarnya. Oh ya saya baru ingat tanah di kelurahan sepanjang itu merupakan fasum , bahkan Bupati sempat cerita kalau ada seorang kyai sempat mengingatkan, bahwa saya dianggap makan uang anak yatim, ya saya diam , memang yang makan uang anak yatim siapa wong uang itu masuk kas Pemda semua,” tandasnya.
           Selain itu juga Bupati sempat menanyakan pada Heri Susanto Asisten yang juga kuasa hukum soal perjanjian dengan pemilik, mengatakan sudah beres, padahal hingga saat ini kuasa hukum Yayasan maupun ketua Yayasan tak pernah melakukan tanda tangan, sehingga Bupati sedikit panik. “ Masa mengeluarkan uang tak ada perjanjian, ya tidak benar,” tandasnya. Selanjutnya Bupati menelpun kepala PN Kota Sidoarjo dengan di spiker, kepala PN menjelaskan sudah tidak ada masalah, Katanya. “ Lah, sampean kan dengar sendiri,” ujar Bupati.
            Saparudin Penanggung Jawab Tol Surabaya – Mojokerto ketika diminta konfermasi terkait pembayaran pihak tol terhadap pemilik lahan seluas 6.440 M2 diminta untuk menanyakan ke Pemkab Sidoarjo, karena pihak tol telah melakukan pembayaran, sesuai dengan perintah konsiyasi yang dikeluarkan oleh PN Surabaya dan pembayaranya melalui PN Sidoarjo, karena lokasi di wilayah Sidoarjo. Sedangkan hingga saat ini PN Sidoarjo juga belum memberikan data ataupun sertifikat dari lahan tersebut, kendati dibayar." Saya sudah menanyakan ke PN, bahkan memberikan surat namun belum ada jawaban," ujarnya.
           Sementara Kuasa Hukum Yayasan Darma Krida M. Djajadi, SH. CN, MH membantah yang disampaikan Bupati bahwa lahan bidang no 36 dan 86 itu merupakan fasum, dasarnya apa Pemda mengatakan fasum, karena selama ini Yayasan tidak pernah mengajukan Sateplan Kapling, selain itu juga kapling itu belum terjadi, karena lahan seluas 6440 M2 itu lebih dahulu ditrabas oleh Tol Sumo.Kalau memang Pemda memiliki bukti kepemilikan apa, bahkan klien kita disodori draf diminta ditanda tangani yah kita tolak wong pembayaran belum komplit kok mau tanda tangan. Selain itu juga Jayadi menyayangkan adanya telpun langsung Kepala Pengadilan Negeri Sidoarjo, sebetulnya tidak etis bahwa Bupati telpun secara langsung Yang mulia Kepala PN Sidoarjo, sangat kecewa dan kami sayangkan. tegas Jayadi.

        Dikatakan Jayadi, pengajuan pembayaran tanah di sepanjang itu dilakukan oleh Yayasan  ke PN Sidoarjo pada 14 September 2016, dengan nilai Rp. 4.186.000.000, - dan ajuan itu telah disetujui dengan melalui proses konsinyasi, anehnya, setelah cair kenapa kok tidak  dikasihkan yayasan , tapi hanya di kasih Rp.1.210.300.000, malah sisanya dikasihkan Pemkab Sidoarjo, loh ada apa ? Tanya   Jayadi.

         Karena  banyak kejanggalan  tanah di sepanjang  yang ditrabas tol Sumo ini  maka penasehat hukum Yayasan DK akan  laporkan kasus ini ke Tipikor Bareskrim Mabes Polri, kita akan siapkan seluruh bukti kepemilikan dari Yayasan Dharma Krida, dan kita sampaikan kejanggalan yang ada " tandasnya . (mt)

 

Wednesday, 31 January 2018 12:51

Diduga pidato Kapolri Ada Yang Dipotong berakibat Gaduh

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Adanya tudingan video Pidato Kapolri  Jenderal Pol Tito Karnavian yang diviralkan itu tidak benar dan itu video Kapolri yang diviralkan ormas islam yang sudah dipotong-potong dari 26 Menit menjadi 2 menit yang disampaikan di Pondok Pesantren Annawawi,Serang Banten.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mochammad Iqbal ditetemui di rumah Dinas Kapolri, Rabu (31/1)2018 mengatakan video pidato Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian soal ormas Islam yang viral sudah terpotong-potong.Pidato dalam video tersebut disampaikan di Pondok Pesantren Annawawi, Serang, Banten, 8 Februari 2017.Durasi aslinya selama 26 menit. Sementara video yang beredar hanya berdurasi sekitar 2 menit."Itu sudah dipotong-potong jadi kalimat tidak utuh. Bagaimana kalimat tidak utuh berarti pesan tidak utuh juga," ujarnya.

Selanjutnya, Iqbal menegaskan potongan video itu menyebabkan beberapa pihak menginterpretasikan sendiri maksudnya.Bahkan, tidak sedikit yang menyalahkan Kapolri atas pernyataan yang dianggap mengesampingkan ormas Islam selain Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.”Kapolri telah bertemu dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin selaku pemilik pondok pesantren di mana Tito berpidato. Selain itu, ormas Syarikat Islam yang dipimpin Hamdan Zoelva juga telah menemui Kapolri dan meminta klarifikasi soal video itu.Setelah adanya silaturahmi ini semua terbuka bahwa maksud pak Kapolri didalam video itu berbeda sekali. Tidak ada maksud menyudutkan pihak-pihak tertentu," tegasnya.

Selanjutnya, Iqbal menjelaskan pidato itu disampaikan saat Pilkada serentak tengah hangat-hangatnya. Kapolri saat itu memotivasi dan menyampaikan ke seluruh jajaran kepolisian untuk memperkuat silaturahim dengan ormas islam."Ingat, semua (ormas islam) kecuali ada kelompok yang ingin merongrong NKRI," jelasnya.

Seirng dengan itu, Iqbal menambahkan meski begitu, Polri belum akan mengusut siapa orang yang menyebarkan video yang tidak utuh itu. Yang terpenting, kata Iqbal, publik mengetahui bahwa tak ada maksud Kapolri untuk mengesampingkan ormas islam selain NU dan Muhammadiyah."Kita kan sedang mempersiapkan pengamanan pesta demokrasi. Jangan sampai hal ini menjadi senjata kelompok ingin mengacaukan," tambahnya. ( vk)

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Adanya penembakan yang dilakukan Brigadir satu AR terhadap Fernando sehingga kader Gerinda F tewas hingga kini dalam proses pemeriksaan. Tentunya kita akan lihat kronologisnya yang masih simpang siur. Perlu diketahui siapa berbuat apa, siapa yang bertanggung jawab.

 

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol  Setyo Wasisto ketika di temui di Mabes Polri. Senin (22/1)2108 mengatakan  sementara Masih di Bogor ,saya belum tahu apakah sudah diambil alih  Polda atau masih di Bogor ,wilayahnya masih Polresta Bogor.  “Biasa anggota polri yang melakukan penembakan biasa yang cari unsur apanya,  Jadi begini pertama kita harus lihat kronologis yang sejelas-jelasnya, bukan kronologis versi A dan versi B. Saya kira nanti sudah jelas siapa ,berbuat apa, siapa bertanggung jawab, siapa yang memulai dan memicu,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Setyo menegaskan saya tidak mengatakan si A dan si Bnya. Secara umum saya katakan polisi penyidik itu lihat kronologis prosedurmya seperti itu. “ Nanti saya tidak akan bicara teknis penyidikan ,itu kewenagnan penyidik apa lagi substansi tidak akan saya sampaikan tapi ingin saya sampaikan bahwa sementara sedang diproses kita lihat  kasus posisinya seperti apa.

Saksi-saksi semua akan diminta keterangan mungkin si A melihat ini ,si B melihat ini  itu nanti akan daikumpulkan. Karena malam itu  banyak orang,” tegasnya.

Disingung Kepemilikan senjata, Setyo menjelaskan Saya akan cek ke Brimob . Kalau dia membawa harus ada surat keterangan dan surat ijin untuk membawa senjata.  Gegar otak. “Dia kan anggota Brimob SOPnya memegang senjata itu bagaimana, tergantung  penugasan kalau dia penugasan dalam rangka operasi dia kan membawa senjata panjang. Biasanya dikembali ke gudang.Tergantung penugasan, dia lagi apa,” jelasnya.

 

Ketika ditanya dia kan sama calon istrinya, Setyo menadaskan Ini kan masih simpang siur, ada yang mengatakan begitu dan ada yang bilang calon istrinya naik mobil sendiri dan dia goncengan sama adiknya.  Ini belum tahu.  Untuk kondisi Brigadir itu sendiri bagaimana, Dia sekarang ada beberapa patah tulang dan   gegar otak. “Saya tidak tahu apa dia dikeroyok atau apakah dia diapakan karena keterangan belum ada.  Tetapi yang fakta yang bersangkutan ditemukan dalam kondisi seperti itu.  Kemudian dibawa ke rumah sakit di Bogor dan kemudian dievakuasi ke rumah sakit Polri,” tandasnya.

 

 

Disoroti apakah diluar tegas boleh engga membawa senjata, Setyo merinci  Polisi kalau pakaian preman tergantung tugasnya . Lihat konteksnya dulu dan dia membawa senjata dalam rangka apa. Kalau senjata itu yang dilekatkan pada yang bersangkutan , biasa saja.” Prinsipnya begini menggunakan senjata SOPnya sudah apa kapan dia mengunakan dan kapan dia tidak boleh menggunakan. Kan dia diperiksa apa yang bersangkutan betul-betul mengunakan senjata secara benar atau tidak.  Ada pertanggbarung jawaban.,”rincinya. (vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Sekitar 72  korban luka ringan  dan berat sebagian mahasiswi  dan mahasiswa asal Palembang  yang kebetulan melakukan study ke gedung Bursa Efek Indonesia (BEI)  akibat  Selasar tower II Gedung Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Selatan ambruk, saat  sekitar 40 Mahasiswa berada di balkon diduga balkon ambrol tak mampu menahan beban akhirnya siang ini, Senin (15/1/2018) sekira pukul 12.10 WIB. langit-langit gedung tower II tersebut roboh dan menimpa kafe Starbucks yang berada di tower.

            Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan hingga pukul 15.30 WIB terdapat 77 orang yang dibawa ke rumah sakit karena menjadi korban selasar ambruk di gedung Bursa Efek Indoensia (BEI). Menurut dia, itu data sementara yang dapat bertambah. "Kami memantau terus perkembangan di sana dan melalukan semua yan mungkin untuk menyelamatkan korban," kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, pada Senin, 15 Januari 2018.

          Anies menuturkan, perawatan 72  korban tersebut tersebar di lima rumah sakit di Jakarta, yakni Rumah Sakit Pertamina Kebayoran, Siloam Semanggi, Mintoharjo Bendungan Hilir, RS Jakarta, dan Tarakan. Selanjutnya, Anies Baswedan akan meninjau lokasi kecelakaan. Sedikit 5 mobil pemadam kebakaran dari Jakarta Selatan sudah datang ke lokasi dengan lebih dari dari 30 personil. Sekitar pukul 12.10 WIB, selasar lantai meizanin di Tower II BEI, SCBD, ambruk hingga terdengar suara kencang. Kepolisian masih menyelisiki penyebab selsar ambruk yang menimpa puluhan korban tadi.

           Gubernur Anies meminta semua pihak tidak melakukan spekulasi tentang penyebab musibah di gedung BEI. "Kami ada pantauan, catatan. Sejauh ini belum ada masalah apapun (terkait gedung)," ucap Anies Baswedan. Tragedi mengenaskan menimpa Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Selasar Mezzanine yang berada di Tower II rubuh dan memakan banyak korban.

            Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H Sumadilaga mengatakan setiap gedung wajib memperhatikan tiga aspek dalam pembangunannya. Pertama, sebuah gedung harus memiliki aspek keamanan dalam bangunannya. Itu artinya, konstruksi bangunan yang dibuat harus memiliki jaminan keamanan bagi penggunanya. "Ini harus kita cek. Karena menyangkut keselamatan semua orang," ujarnya kepada wartawan saat dihubungi, Senin (15/1).

          Kedua adalah menyangkut aspek keselamatan. Aspek tersebut meliputi keselamatan dalam operasional gedung tersebut. "Nah, ini bagaimana liftnya, kemudian saat terjadi kebakaran seperti apa," terangnya. Terakhir, setiap gedung juga wajib memperhatikan aspek kenyamanan dalam penggunaannya. "Kenyamanan itu bagaimana orang bekerja di gedung tersebut," sambungnya.

           Terkait kejadian Selasar Mezzanine di Gedung BEI, pihaknya turut prihatin atas musibah yang terjadi. Meski demikian, pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut agar dikemudian hari tidak terulang kembali.

"Kami Kementerian PU sangat prihatin ini terjadi. Pak menteri juga sangat konsen atas apa yang terjadi, apalagi ini gedung bursa efek Indonesia, kami segera menyiapkan tim. Kami harus melihat secara detil penyebabnya," tandasnya.(as)

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Jumlah polisi nakal indisiplinir serta terlibat sejumlah kasus dipecat Sepanjang tahun 2017 Polda Metro Jaya telah melakukan tindakan tegas kepada anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran. sekitar 44 personel telah dilakukan PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat).jumlahnya meningkat kalau disbanding tahun swebelumnya hanya 29 anggota polisi nakal yang dipecat

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis mengatakan, sebanyak 44 anggota kepolisian tersebut dipecat karena melakukan pelanggaran disiplin maupun pelanggaran hukum. "Ini terdiri dari berbagai kasus ada yang indisipliner. Ada yang pidana juga ada yang melakukan pencurian, pembunuhan, maupun pengguna narkoba, itu yang secara global ini saya sampaikan," kata Idham di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/12).

Oleh karena itu, polisi lulusan Akpol tahun 1988 itu mengaku akan melakukan upaya tegas kepada anggotanya apabila melakukan pelanggaran.Lebih jauh, Idham menuturkan, hingga saat ini Polda Metro Jaya mengalami peningkatan personel sebanyak 15 orang atau sebesar 52 persen. Pasalnya pada tahun 2016 silam Polda Metro Jaya telah memecat sebanyak 29 orang anggota."Tahun ini kita naik sebanyak 15 orang atau sebesar 52 persen," tandasnya.(as)

 

 

 

 

Friday, 29 December 2017 22:52

Tahun 2017 Kapolri Refleksi Internal

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Polri lakukan refleksi Akhir tahun  2017 dan  memprediksi situasi  Kamtibmas   2018. Ada dua  fokus  Bidang Organisasi Intenal dan Eksternal. Ini sebagai dasar untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja Polri.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian  pada refleksikan  akhir tahun, Jumat (29/12) 2017 mengingatkan  pada kesempatan ini kita melaksanakan refleksi akhir tahun dalam rangka untuk melakukan evaluasi apa yang sudah dilakukan oleh Polri selama tahun 2017 dan juga prediksi situasi Kamtibmas 2018 yang perlu antipasti bersama. Ini dua topik penting saya kira. “Kesempatan ini sesuai dengan era kepentingan publik maka kami sebagai lembaga publik ingin menyampaikan apa saja yang sudah kami kerjakan baik dibidang internal organisasi maupun eksternal,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Tito menegaskan tentunya banyak bermain data disitu. Pertama, organisasi ini masalah internal dulu untuk masalah organisasi selama tahun 2017 Polri telah mengembangkan organisasi baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah.  Kita lihat disini , ditingkat Mabes Polri ada beberapa revisi organisasi yaitu adanya Koor Bimas, Koor Sahbara , Koor Airud.  “Jadinya dulu direktorat BInmas, Direktorat Pol Udara, Direktoraty Pol air. Ini ada maksudnya kitab ingin memperkuat fungsi pencegahan Polri. Karena fungsi pencegahan sangat penting kalau seandarinya pencegahannya sangat kuat maka fungsi penidakan dimana Polri ada fungsi pencegahan dan fungsi penindakan. Fungsi penindakannya ini akan lebih ringan  dan sosok wajah Polri dikenal sosok maupun diseluruh dunia memiliki sosok dua wajah,” tegasnya. 

 

Untuk itu, Tito menjelaskan disatu sisi disukai disisi lain kadang-kadang dibenci. Contohnya kalau Polri tangkap orang tidak disukai. Tapi kalau kita membantu masyarakat yang sedang kena bencana alam disukai.  Oleh karena itu kita memperkuat sosok yang disukai dan memperkuat fungsi pencegahan yaitu bidang intelejen diteksi lebih kuat dan mampu mencegah masalah sebelum masalah meledak, kemudian binmas (Bimbingan Masyarakat) teritorial. Yang ketiga, Kegiatan Kesabarahan dan Patroli.” Oleh karena itu lah kita memperkuat Polair, Poludara digabung menjadi KoorPolairudara agar lebih muda terintegrasi , kemudian Koor Sabahra gabungan dari Samapta Pamkobtib dari satuan Satwa dan kemudian pembentuk Direktor Binmas menjadi Koor Binmas. Ini Bintang dua semua dan dua-duanya,” jelasnya

 

Lebih lanjut, Tito merinci Densus 88 yang semula-mula Bintang satu menjadi bintang Dua karena tantangan , dimana tantangan terorisme  karena sekarang bukan terorisme local  tetapi terorisme  internasional yang lebih banyak masuk ke Indonesia.  Dan ini sangat tergantung sekali dengan dinamika jaringan terorisme global. Terutama setelah ada ISIS terutama Alkaidah. Kita lihat ada fenomena lagi yaitu mereka yang radikalisasi dari   internet kemudian melakukan dilapangan dan menyusun serangan berdasarkan pembuatan bom dari internet dan lain-lain.“Oleh  karena itu saya mengangap bahwa Densus perlu diperkuat upaya pencegahan harus lebihi kuat juga dpimpin oleh seorang bintang dua wakil nya Bintang satu kemudian anggota densus saya dobelkan ,saya tidak sebutkan angkanya yang jelas saya minta untuk di dua kali lipatkan supaya penangannya maksimal. Tetapi instruksi masalah terorisme ini lakukan gerakan secara sailen  dan lakukan gerakan-gerakan prevetif struk lebih baik. Jadikan tindakan sebelum terjadi peristiwa.” rincinya. 

 

Sering dengan itu, Tito mengungkapkan oleh karena itu kemampuan diteksinya kuat sekali. Ini membutuhkan satgas yang kuat juga. Kemudian membentuk Direktorat khusu s  untuk masalah Cyber saya memperkuat 3 lini, kenapa bahwa masalah Hoax kemudian penggunaan cyber yang sekarang sangat bebas ini juga mengandung kerawanan. Kenapa karena kalau isinya provokatif itu akan sangat berbahaya apa lagi public cendrung dibentuk opininya dari media social media convensional. “Ada beberapa buku literatur yang mengatakan nanti beberapa tahun mendatang o personilpini public banyak dipengaruhi oleh media social dibanding media konvensional. Dengan kata lain media social nanti akan  melampui media konvensional, Sekarang saja kita melihat dulunya kita tiap hari itu Polri juga memkuat pengawasan didunia cyber ini,” ungkapnya.

 

Sesuai perkembangan, Tito menandaskan dengan satu di Humas bentuk Biro Multi Media. Seorang bintang satu, yang kegiatannya melakukan patroli di dunia cyber Patrol untuk melakukan control dan menetralisir terutama hal-hal yang negatip.  Kemudian membentuk opini  positif. Kedua, membentuk satu direktorat keamanan khusus ditkansus di Badan Intelejen Kepolisian dipimpin seorang bintang Satu juga. Yang khusus menangani cyber.Jadi melakukan patroli didunia cyber dan juga melakukan teknik -teknik cyber dalam rangka untuk menetralisir itu teknik intelejen. Ketiga adalah membentuk dan memperkuat direktorat Cyberyang dahulu Direktorat dipinmpin seoarng bintang satu sekarang menjadi seorang  Brigjend yang sekarang Bareskrim.” Tugasnya melakukan parroli di dunia cyber kemudain melakukan penegakan hokum kalau dianggap perlu uhtuk dilakukan upaya paksa dan penindakan.  Tangkap kerja dan lain-lain, itu dilakukan . Dengan begitu tiga lini ini di Humas, di Intelejen dan  Bareskirm  kita harapkan kemampuan Polri dalam menangani pengawasan didunia cyber , cyber media khususnya tanpa mengurangi lagi kebebasan menyampaikan pendapat,” tandasnya.

 

I           Tito  menambahkan  tetapi kebebasan itu tidak absolut oleh karena itu perlu aparat penegak hokum cq Polri untuk mempengaruhi pengawasannya. Kemudian, juga ada perubahan nomenklatur pada saker ditemtukan satker tertentu untuk memberi kita perkuat dengan adanya sejumlah pejabat Bintang satu ada komandan pasukan Gegana, komandan pasukan pelopor ini kita lakukan. Kemudian di Korlastas kita perkuat jadi ada bintang satu   Direktorat Kansel,Gakum, Direktorat Prekiden karena persolan lalu lintas  makin lama makin kompleks makin banyak macet kita perkuat masalah lalu lintas. “Selanjutnya ada beberapa Polda yang ditingkatkan stautusnya ditingatkan golonganya. Dari Tipe B bintang satu menjadi bintang dua. Sangat kompleksitas masalahnya didaerah itu makin kompleks sangat terasa.  Ditahun sebelumnya sudah ada 3 Polda yang sudah dinaikan Tipologi yaitu Lampung, Sulawesi Utara dan Riau tahun 2016. Tahun 2017 ada tiga yaitu Sumatera Barat , NTT dan Maluku,” tambahnya. (vk)

 

 

Sunday, 24 December 2017 22:09

Operasi Lilin 2017 TNI-Polri Turunkan 170 Personil

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Polisi dan TNI lakukan   gelar pasukan kemanan di lapangan Monas darii, Instansi terkait berjumlah 170 Ribu personil  dan diharap masyarakat dapat merayakan Natal dan tahun baru akan  berjalan lancar. Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian  ditemui usai gelar pasukan di Monas, Kamis (21/12)2017 mengatakan  kita melaksanakan  apel dalam rangka operasi untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru dengan kode Lilin 2017 ,ini adalah operasi yang kita laksanakan setiap akhir tahun dalam rangka mengamankan ornamen keagamanan sekaligus  tahun baru . “ pelaksaannya mulai 22 Desember sampai dengan 2 Januari 2018. Semua kegiatan rapat-rapat awal sudah kita laksanakan dengan kebersamaan. Dari Polri kurang lebih 90.000 personil Polri.

           Sementara dari  Panglima sudah menurunkan 80.000 personil, jadi ada 170 Ribu Personil .  Sekitar  170 Ribu , ini  cukup besar dan saya kira lebaran lebih banyak dibandingkan relative bertambah banyak problema cuaca, . Daerah rawan arus mudik yang tradisional itu adalah Cikampek, Jalur cepularang menuju Bandung , kemudian  Brebes karena grinsing tidak jalan jadi daerah Pantura untuk daerah selatan ada daerah Play Overs yang sudah jalan otomatis tidak terganggu dengan kereta api.  Playover bisa membatu sedikit. Mengenai infrasrukutur lalulintas,” ujarnya

 

          Tito tegaskan sebelumnya  ada beberapa yang kita prediksi bisa menjadi potensi ganguan, pertama adalah terorisme , karena kita punya pengalaman meskipun sampai hari ini belum ada informasi tentang rencana serangan teror tetapi seperti biasa kita berpikir  skenario  artinya jangan sampai under estimit mengangap remeh karena tidak ada informasi kelompok-kelompok ini biasa juga mereka melakukan apa namanya itu gerakan secara tertutup.

         “Ada lagi namanya line wolf mereka bekerja dan bergerak sendiri-sendiri yang lebih sulit untuk dideteksi seperti peristiwa-peristiwa yang terjadi di Eropa dan Amerika itu banyak  line Wolf, yang terakhir di Manhatten itu juga yang melakukan serangan menabrak  line Wolf, “ tegasnya .

 

          Selanjutnya, Tito menjelaskan  Nah ini kan rekan-rekan selain  melakukan operasi Preventif dari serangan kelompok-kelompok itu kita juga memperkuat pengamanan tempat-tempat yang diduga menjadi potensi serangan. Misalnya tempat ibadah  ini pengamanan dilibatkan untuk mengamankan unsur-unsur mulai dari Polri, dari jajaran TNI,kemudian dari jajaran Pemda, dari anggota masyarakat yang volontir seperti teman-teman dari Ansor , NU juga banyak yang ikut mengamankan gereja. “Kedua, arus mudik dan arus balik karena relative cukup panjang. Mungkin besok ada arus mudik dan arus balik. Himbauan saya kepada masyarakat karena nanti di grinsing itu nanti menteri PUR bisa menjelaskan sedang perbaikan  kami akan kembali kepantura dan jalur Selatan, Jelasnya.

 

        Lebih lanjut, Tito katakan kita juga harus mewaspadai masyarakat seperti biasa kita pesan sebelum masuk jalan tol penuhi prinsipnya minyaknya penuhi,  membawa makanan secukupnya untuk diperjalanan nanti kalau ada kemacetan tidak perlu keluar kalau tidak perlu keluar meskipun tidak ada restoran disitu. Kemudian juga bawa obat-obatan ini. Kemudian banyak terobosan dari Menteri PU Perumahan  rakyat di bisa jelaskan nanti bagaimana langkah-langkah pengaturan kemudian juga perhubungan dapat menjelaskan. “ Kita beruntung ada pak Mendagri sudah melakukan langkah-langkah himbauan kepada jajaran Pemda masing-masing untuk bergerak proaktif contohnya misalnya pasar-pasar tumpah ini ditertibkan karena ini akan jadi biang macet, “ujarnya.

 

           Seiring dengan itu, Tito menandaskan  Kemudian selain atus mudik kita juga melakukan stabilitas harga yang semua sudah mulai bergerak jalan dan setiap hari harga kita pantau didaerah harganya naik kita cek oleh tim setempat masalahnya apa kalau masalahnya suplay ini harus dicukupi, kalau masalahnya disribusi ada yang nakal timbunan segala macam kita tertibkan  baik dengan cara soft,warning maupun mendukung.” Nah kemudian  tidak boleh terjadi sweping-sweping ini acara keagamaan yang dilindungi oleh undang-undang  jadi tidak boleh lah. Kita mengajak masyarakat untuk toleran untuk menghargai agama lain yang sedang melaksanakan perayaan. kita prinsip pada kalau kita didalam islam tentu mengajarkan agama mu adalah agama mu dan agamaku agamaku , silakan jalankan agamamu.  Mudah-mudah bisa berjalan lancar dan salah satu hambatan cuaca, ombak besar di Selat Sunda tetapi sudah ada dari kementerian Perhubungan ini  meminta bantuan TNI AL kalau terjadi apa-apa kapal -kapal  bisa digerakan,” tandasnya.

 

           Ditempat yang sama, Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono  mengatakan untuk arus lalu lintas karena masih tradisional kita fokus di Pantura , mohon maaf kalau pantura yang mana karena Brebes hingga Girinsing masing tidak jalam dan pembangunan mudah-mudahan bulan Mei bisa selesai.” Lebih baik kearah Kopo, itu yang harus mudik dan karena kami ditugaskan oleh Kapolri musim hujan longsong dan semua posko PU  peralatan berat ditempatkan  di daerah rawan longsor.  Keamanan longsor khusus PU yang di balai-balai tidak boleh mengambil cuti karena cuaca ekstrim sehingga semua rekan-rekan daerah di Posko berada ditempat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

 

           Untuk cuaca buruk, Basuki menjelaskan saya kira ada peta-peta yang dikeluarkan badan Geologi mana yang daerah longsor dan kami selalu mengabdate data mulai dari iklim kita selain alat berat, untuk longsor pompa-pompa mobile  kita siap pompa  Pekalongan, Semarang yang selalu ada rob.” Semua sudah siap untuk itu. Kalau global ini bulan Desember mudah-mudahan tidak ada rawan gelombang. Kalau jalan berlobang sudah kita tutup semua , kalau disebut datanya. Itu kota , kalau di Kota yang dikunjungi Pak Presiden sudah dikerjakan. Jalan nasional sudah dikerjakan,” jelasnya..    

 

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo mengungkapkan  yang pertama kami sudah membuat radiogram keseluruh Gubernur, Walikota dan Bupati. Intinya semua harus ikut aturan yang sudah di koordinasikan oleh Polda maupun Polres. “Sampai Damkar harus ikut yang sudah diatur Polres. Kedua, Buat instruksi semua Puskesmas dijalan Utama  dan termasuk rumah sakit rujukan dan ada didaerah harus siap 24 jam, “ ungkapnya. 

 

Itu sebabnya, Cahyo menjelaskan PNS sesuai aturan yang ada kalau kapan dia harus cuti ya cuti sesuai aturan dan masuknya juga sama. Saya kira kesiapan tahun ini cukup baik monitoring ke daerah Persiapan kepolisian, TNI , begitu juga kesiapan perhubungannya, persiapan PU Perumahan rakyat nya, semua sudah siap.” Mudah-mudahan semua sudah lancer,” .jelasnya. (vk)

 

 

 

Monday, 18 December 2017 11:04

Diskotig MG Jadi Tempat Ngoplos Narkoba Di Ringkus

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Upaya pemberatasan yang di lakukan  Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polri menggerebek diskotek MG di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, Minggu (17/12/2017) dini hari. Dari penggerebekan tersebut, petugas menemukan laboratorium pembuatan sabu dan ekstasi.

        Deputi Penindakan BNN, Irjen Arman Depari ketika dihubungi, Minggu(17/12)2017 mengatakan dan membenarlan telah dilakukan razia, penangkapan bandar narkoba, dan laboratorium yang dilengkapi prekursor untuk pembuatan narkotika jenis sabu dan ekstasi di diskotek MG Club International. “Ditemukan laboratorium tersebut ditemukan di lantai 2 dan 4 diskotek. Selain itu, petugas juga menemukan bahan pembuat sabu dan ekstasi,” ujarnya.

         Selanjutnya, Arman menegaskan ada lima orang yang kami amankan. Satu orang yang diduga pemilik laboratorium masih dalam pengejaran.” Adapun kelima pelaku yang diringkus, Wastam (43), Ferdiansyah (23), Dedi Wahyudi (40), Mislah (45), dan Fadly (40),”tegasnya.

 

        Untuk  itu, Arman menjelaskan, peristiwa ini bermula saat BNN merazia pengunjung dan pengelola diskotek tersebut. Dari razia itu, ada lima orang yang tertangkap tangan mengedarkan sabu dan ekstasi. "Kemudian mereka diminta menunjukkan lokasi penyimpanan barang dan tim menggeledah seluruh bangunan MG Club. Akhirnya didapati laboratorium dan zat prekursor untuk membuat narkotika di lantai 2 dan 4," jelasnya.(vk)

Saturday, 16 December 2017 09:32

Polisi Kantongi Ijin Puluhan Ribu Massa Islam Di Monas

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Upaya melakukan penolakan terhadap pernyataan Presiden Amerika Donald Trump menyatakan  Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman keras para Ulama Indonesia tergabung dalam Mejelis Ulama Indonesia dengan  akan melakukan aksi unjuk rasa dengan tema Aksi Bela Palestina di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017) mendatang. Kalau Surat Pemberitahuan ke Mabes Polri sudah diterima melalui Polda Metro Jaya.

         Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ketika di hubungi, Jumat (15/12)2017 mengatakan, Polri telah menerima surat pemberitahuan dari penanggung jawab aksi tersebut."Surat sudah masuk ke Mabes Polri, tembusan ke Polda Metro Jaya," ujar nya.

         Selanjutnya, Argo menegaskan acara itu akan dimulai dengan shalat subuh berjemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Setelah itu massa akan ke Monas untuk menyampaikan pendapatnya."Selesai jam 12 siang. Semua sudah kami komunikasikan. Nanti titik kumpul ada di Monas dan Masjid Istiqlal," tegasnya.

        Untuk itu, Argo menjelaskan Polda Metro Jaya telah menyiapkan rencana pengamanan. Selain itu, jika terjadi kemacetan pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi aksi."Personel pengamanan sebanyak 20.000 lebih. Arus lalu lintas menuju ke sana juga situasional. Kalau memungkinkan ada pengalihan arus ya dialihkan," ucap dia.(vk)

 

 

 

 

 

 

Saturday, 16 December 2017 08:59

HM Prasetyo : Jangan Gadaikan Idealisme Penegak Hukum

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Dalam rangkaian penutupan Rapat Kerja Kejaksaan 2017, Jaksa Agung meminta pada jajarannya untuk bisa menjaga profesionalisme dan indenpedensi dalam melaksanakan tugas. Sikap ini tetap akan mambantu dalam menjalankan tugas sebagai aparat hukum.

       Jaksa Agung, M Prasetyo ketika ditemui di Gedung Badan Diklat Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (15/12) 2017 mengatakan dan mengingatkan jajaran di bawahnya kepala Kejaksaan negeri dan Kepala Kejaksaan Tinggi untuk tetap menjaga profesionalisme dan independensi dalam melakukan penegakan hukum. “ Jadilah aparat hukum yang senantiasa memiliki sikap."Jangan gadaikan idealisme dalam penegakan hukum. Jangan hanya ingin mengejar kepentingan sesaat dan kepuasan duniawi," ujarnya.

      Selanjutnya, Prasetyo menegaskan bahwa melepas idealisme bisa menjadi pertaruhan besar yang merusak nama baik individu dan keluarga. “Selain itu, bisa mencoreng nama baik dan meruntuhkan wibawa serta marwah institusi kejaksaan,” tegasnya.

      Selanjutnya, Prasetyo menjelaskan  penting bagi aparat kejaksaan untuk tetap menjaga integritas.” Hal itu dibutuhkan agar institusi kejaksaan mendapat kepercayaan di masyarakat,” jelasnya.

      Seiring dengan itu Prasetyo menandaskan dan  meminta seluruh jajarannya untuk tetap memperhatikan petunjuk dan arahan masing-masing pimpinan. Dengan demikian, akan tercipta kesamaan pola pikir untuk membangun dan mempertahankan integritas."Dengan demikian, institusi kejaksaan akan dipercaya, diperhitungkan dan dicintai masyarakat," tandasnya..(vk)

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)   Proses penyidikan terhadap kasus Novel Baswedan penyidik KPK yang di siram air keras tetap berjalan. Setelah dibaut sketsa terhadap 3 orang diduga terlibat. Untuk mewujudkan diharapkan dukungan masyarakat membantu Polri dan mau memberikan informasi pelaku berada, meskipun sudah ada 500 masukan namun tidak signifikan.

       Kadiv Humas  Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di temui di Kompleks Mabes Polri,Jumat (15/12)2017 mengatakan Polri sudah buat sketsa ada 3 orang yang kita buat dan kemungkinan mereka-mereka itua terlibat.” Oleh sebab itu kita meminta masyarakat memberikan masukan kepada Polri. Sudah ada 500 lebih masukan tetapi tidak ada siqnifikan tidak ada menunjuk si A mirip si ini tidak ada,” uajrnya.

         Selanjutnya, Setyo menegaskan kalau tidak ada kita tidak bisa ini lagi proses tetapi artinya  kita tetap berproses.” Nah saya katakan  mengungkap satu kasus itu tidak ada batasan dua hari bisa selesai, tiga hari bisa selesai dari mana ceritanya,” tegasnya.

         Untuk itu, Setyo menjelaskan  ini tidak bisa harus selesai dengan aturan KUHAP .” Kita mendapatkan alat bukti Pasal 184 dua alat bukti yang sah untuk mendukung dia sebagai seorang tersangka,” jelasnya.

            Ketika ditanya  ini kan sedang mencari orang, teknik penyebaran Informasi, Setyo merincinya  sudah, kita mengirim melalui pensatwil Penerangan satuan dan Wilayah. “Kita kan  mengirim gambar-gambar itu kesana, siapa tahu ngumpet di Kampung sekadang sudah pakai jenggot. Kita tidak tahu juga.Selain itu juga ditempat umum menyebar dan secara resmi mengirim  gambar-gambar melalui Pensatwil.  Saya kira  Polda Metro sudah berpikir seperti itu, nanti ditanyakan  ke Pak Argo,” rincinya.(vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -  Kapolri memberikan  penganugrahan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama kepada  7 Menteri Negara sebagai rasa terima kasih dalam membantu dan bekerjasama dalam menjalankan tugas.    Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian  ketika ditemui di PTIK  Jakarta Selatan, Rabu (13/12) 2017 mengatakan Dalam rangka, Tokoh-tokoh mana yang kami anggap berkotribusi tulus. Kita berikan di tahun 2017 ini beliau yang menerima.  “Tahun 2017 ini kami memberikan kepada 8 tokoh, satu adalah Marsekal Hadi Tjahyanto Panglima TNI baru , selanjutnya ada 7 tingkat mentri, Pak Sekretaris Kabinet ,Menteri Sekretarus Negara, Mentri Kesehatan, Mentri Keuangan, Mentri Perhubungan, Mentri Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat , Menteri Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi. Karena banyak sekali kontribusi beliau kepada polri, termasuk dalam pelaksanaan tugas polri, bermitra yang luar biasa tulusnya,” ujarnya.

             Selanjutnya, Tito menegaskan kepada keluarga kita juga ada tiga, yaitu kepala polisi Malaysia, Filipina, dan Singapura, yang intens sekali kita bekerja sama. “Satu lagi saya lupa kepala polisi Australia. Karena juga sangat intens menangani anti terror,” tegasnya.

             Untuk itu, Tito menjelaskan tapi akan kita laksanakan bulan Januari nanti. Nanti Untuk ibu Sri mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Sekretaris Negara, yang sekarang sedang bertugas di luar negeri..” Tapi kesempatan ini ada pak Sekab, Menkes, Menpan, Menhub, saya mengucapkan terima kasih sekali atas kehadirannya. Inilah yg bisa kami berikan kepada bapak/ibu. Yang telah kami rasakan berjasa kepada polri. 
Inilah bintang penghargaan tertinggi untuk di linkungan kepolisian. Sebetulnya bukan dari saya, tapi dari presiden atas usulan dari kapolri,” Jelasnya.(vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Adanya pengeroyokan  pemukulan dan pemukulan terhadap Saldi Hermanto   salah satu wartawan di Timika yang diduga dilakukan 6  oknum anggota Sabhara . Kasusnya  diproses Propam dan dilimpahkan ke Bareskrim.Sedangkan  6 oknum itu juga laporkan wartawan terkait UU ITE.

 

         Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemu di Komleks Mabes Polri, Rabu (6/12)2017 mengatakan itu sudah ditangkap dan sudah di proses oleh Propam, sudah diproses di serahkan ke Bareskrim. “Alasanya apa kenapa bisa memukul wartawan,  Nah itu faktor emosi anak muda , pada hal wartawannya sudah sering nongkrong di Polres juga. Wartawan senior disana. Ini yang melakukan disana anak-anak muda di Sabhara.Informasi dari Mimika , dia akan melaporkan balik   terkait dengan Undang-undang ITE,” ujarnya.

 

           Ketika ditanya apa benar ada ancaman senjata laras pajang, pasalnya wartawan diburuh dengan senjata laras panjang, Setyo menegaskan itu tidak boleh , kalau normatifnya dia tidak boleh.” Sama dengan siapa saja dengan masyarakat itu tidak boleh,” tegasnya.

 

           Untuk itu, Setyo menjelaskan karena senjata itu dilengkapi kepada anggota adalah digunakan untuk melaksanaka tugas dalam rangka memberantas kejahatan. Ancaman yang seimbang maka kita menggunakan senjata.” Kalau lawannya tidak menggunkan senjata artinya itu tidak seimbang. Kedua, pasti senjata itu digunakan berhadapan dengan pelaku tindak pidana. Kalau bukan pelaku tindak pidana, wartawan diancam begitu itu tidak boleh,” jelasnya. Menyinggung kalau dilaporkan balik, Setyo menandaskan nanti kita lihat, percaya Polri akan netral dan bertindak netral.” Wajibnya lah walaupun yang melaporkan anggota sendiri. Itu kan masyarakat bisa mengawasi.Ini sekarang sudah terbuka,” tandasnya. (vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tuesday, 05 December 2017 23:11

Terkait Kasus Viktor MKD Datangi Bareskrim

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com- Upaya menyelesaikan dan membahas kasus Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat nampaknya terus berlarut-larut, oleh karena itu sejumlah pimpinan dan anggota Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD) mendatangi Bareskrim Polri. Mereka bertemu dengan pimpinan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri untuk medapat kejelasan. Seperti diketahui, polisi tengah menyelidiki laporan terhadap Viktor atas dugaan ujaran kebencian melalui pidatonya.

Wakil Ketua MKD Syarifudin Suding  ditemui di Barerskrim Polri, Jakarta , Selasa(5/11)2017 mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak penegak hukum jika ada laporan terhadap anggota dewan yang berperkara dan juga dilaporkan ke MKD."Sama dengan saat ini kami konfirmasi beberapa hal ke bareskrim dalam kaitan kasus Viktor Laiskodat," ujarnya.

Selanjutnya, Suding menegaskan pihaknya juga telah menerima sejumlah informasi dari penyidik mengenai kasus Viktor. Informasi tersebut akan menjadi bahan bagi MKD untuk mendalami laporan yang masuk. Dalam waktu bersamaan, proses di MKD juga bergilir dengan meminta keterangan sejumlah saksi."Jadi bahan bagi kami untuk pendalaman terhadap beberapa keterangan-keterangan yang nanti akan dimintai, apa itu saksi maupun pihak terlapor. Pasalnya ,setelah info tersebut dikonfirmasi dengan keterangan saksi dan pelapor, nantinya MKD bisa menarik kesimpulan atas dugaan pelanggaran etika oleh Viktor,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol Panca Putra mengakakui, pihaknya menjelaskan proses penanganan mulai dari penerimaan laporan hingga penyidikan. Termasuk langlah-langkah yang ditempuh hingga saat ini."Terus kita lanjutan untuk membuat gelar perkara sehingga ini nanti tindak lanjutnya seperti apa sehingga bisa menyimpulkan tindak lanjutnya seperti apa," akuinya.

 Lebih lanjut, Panca menandaskan nantinya MKD akan menilai dari informasi yang diberikan apakah ada pelanggaran etika atau tidak.Penyelidikan di Polri dan MKD akan berjalan bersamaan. Saat ini, penyidik telah meminta keterangan 23 saksi dan ahli, termasuk ahli pidana dan bahasa."Kita tetap bekerja, mohon waktu. Kita akan tuntaskan proses penyelidikan ini dengan mempertimbangkan keterangan saksi-saksi, Dalam pidatonya, Viktor membahas soal pro-kontra Perppu Ormas dan menyinggung kelompok tertentu,” tandasnya.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, hal yang perlu diperhatikan adalah posisi Viktor sebagai anggota dewan. Pasalnya patut dipertimbangkan adanya hak imunitas sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3.”Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa Pasal 224 ayat 1 mengatur hak imunitas anggota dewan, yakni anggota DPR tidak dapat dituntut di depan pengadilan karena pernyataan, pertanyaan, dan/atau pendapat yang dikemukakannya baik secara lisan maupun tertulis di dalam rapat DPR ataupun di luar rapat DPR yang berkaitan dengan fungsi serta wewenang dan tugas DPR,” ujarnya.

Sesuai perkembangan, Tito menjelaskan dengan demikian, Mahkamah Kehormatan Dewan berwenang menentukan apakah Viktor saat itu dalam rangka kerja atau tidak."Kalau kita lihat konteksnya ini, pembicaraan ini disampaikan pada rapat Nasdem yang ada di Kupang. Pertanyaannya adalah apakah dia dalam kapasitas sedang menjalankan tugas ke-DPR-annya? Kalau dia menjalankan tugas, maka mendapatkan hak imunitas," jelasnya.

Untuk itu, Tito merincinya jika MKD menyatakan bahwa Viktor berpidata dalam rangka menjalankan tugasnya, maka mendapatkan hak imunitas. Polri pun tak bisa melanjutkan proses hukum. Begitu pula sebaliknya."Kalau MKD mengatakan tidak, itu dalam kasus pribadi, tanggungjawabnya pribadi, tidak ada hak imunitas kepada dia, ya proses lanjut," rincinya.

Pasalnya ini terjadi karena Viktor dilaporkan oleh Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP PKS Zainudin Paru dan empat orang lainnya terkait pidato yang bersangkutan pada tanggal 1 Agustus 2017 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Ujaran Viktor dinilai menimbulkan masalah serius, karena berbau ujaran kebencian dan permusuhan. Pada pidato itu, lanjut dia, Viktor menyebut ada empat partai yang menolak Perppu Ormas dan pendukung khilafah.

Menurut dia, tudingan Viktor sebagai fitnah yang keji dan tidak mendidik. Pihaknya menyayangkan ujaran kebencian itu justru keluar dari mulut seorang pejabat negara sekaligus anggota DPR dan berasal dari partai pendukung pemerintah.(vk)

 

Page 1 of 20

Gaya

Face Book Galleries

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM  Tragedi memprihatinkan saat Persija Juara berhasil menaklukkan Bali United dengan...
SURABAYA( KORANRAKYAT.COM)  Keragaman budaya yang harus dirasakan  memang ada serta  mengangkat potensi lokal...
JAKARTA(KORANMRAKYAT,COM) Disayangkan duta anti Narkoba malah terjerat narkoba. Artis Roro Fitria yang masuk dalam...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Aksi kejahatahan  penyeludupan narkoba  yang dilakukan sudah ke enam kali yang...
  MAKASAR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dalam bekerja harus fokus dan memiliki prioritas...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Penangkapan  Pejabat Lampung Tengah menambah panjang sederetan  sepekan Bupati serta...
    MALUKU(KORANRAKYAT.COM) Mengakhiri kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku, Presiden Joko Widodo...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Komitmen Freeport membangun smelter di Gresik belum Direalisasikan . Oleh karena itu,...
SURABAYA(KRJ.COM) Genderang Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Timur mulai memanas, pada saat pengundian nomor di hotel...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -,Kendati dalam rapat ditemukan banyak oknum jaksa yang  menyalagunakan wewenang, seperti...