Headline News

Sekitar 177 Ribu Petugas Dari TNI Dan Polri Dikerahkan Untuk Pengamanan Lebaran
Last Updated on Jun 08 2018

Sekitar 177 Ribu Petugas Dari TNI Dan Polri Dikerahkan Untuk Pengamanan Lebaran

  JAKARTA(KORANRAKYAT) Digelar operasi ketupat yang akan mengawal pengamanan arus mudik dan balik hari ini,Kamis(7/6) 2018  mulai dilakukan yang dilaksanakan 177 Ribu gabungan baik Polri, TNI dan instansi terkait baik ada dipusat dan diderah .Ini dilakukan dengan focus apda 10 Titik...
Presiden Buka Puasa Bersama Personel TNI dan Polri di Cilangkap
Last Updated on Jun 06 2018

Presiden Buka Puasa Bersama Personel TNI dan Polri di Cilangkap

      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hadir dalam acara buka puasa bersama dengan keluarga besar TNI, Polri, dan masyarakat di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, pada Selasa, 5 Juni 2018. Presiden hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Selain itu tampak hadir juga Wakil...
Kapolri Siap Amankan Lebaran
Last Updated on Jun 06 2018

Kapolri Siap Amankan Lebaran

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Rapat koordinasi melalui vidio confrensi dengan pemerintah daerah TNI Polri sudah ditagetkan 4 pengamanan Operasi ketupat 2018 juga mengamankan mudik hingga pemberantasan terorisme. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ketika memimpin apel pasukan Operasi Ketupat...
Presiden Jokowi Pesankan Kenaikan Pendapatan Operasional Babinsa 771 Persen
Last Updated on Jun 06 2018

Presiden Jokowi Pesankan Kenaikan Pendapatan Operasional Babinsa 771 Persen

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Presiden menghadiri acara buka puasa bersama di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018). Acara tersebut sekaligus silaturahim Jokowi dengan prajurit TNI, masyarakat, serta Polri. Tampak Presiden Joko Widodo memberikan pesan ada kenaikan...
TNI Bantu Polri Siapkan Personel dan Alutista untuk Pengamanan Lebaran
Last Updated on Jun 06 2018

TNI Bantu Polri Siapkan Personel dan Alutista untuk Pengamanan Lebaran

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Antisipasi keamanan selama arus mudik,  TNI ikut menurunkan  sejumlah personil yang akan dikerahkan selama  dibutuhkan  membantu kelancaran baik di Bandara, Pelabuhan dan terminal Bus. Ini dilakukan TNI Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ditemui di Monas,...

World Today

Redaksi

Redaksi

Friday, 08 June 2018 10:39

 

JAKARTA(KORANRAKYAT) Digelar operasi ketupat yang akan mengawal pengamanan arus mudik dan balik hari ini,Kamis(7/6) 2018  mulai dilakukan yang dilaksanakan 177 Ribu gabungan baik Polri, TNI dan instansi terkait baik ada dipusat dan diderah .Ini dilakukan dengan focus apda 10 Titik hingga 760 KM di Surabaya.

 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui usai membuka diksusi FGD Mabes Polri, kamis(7/6) 2018 mengatakan mulai hari ini  Kamis (7/6)2018 sudah mulai operasi ketupat 2018 , dimana melibatkan 177 .000 lebih personil Polri, TNI maupun dinas terkait yang akan melaksanakan operasi pengamanan arus mudik dan  balik.”  Ada 10 titik yang diidentifikasi oleh Kakorlantas dan ini menjadi konsen pengamanan diantaranya ada eksit di Semarang, kalua kita tahu 2015 ada breksit yang sekarang sudah tol sudah sampai Semarang dan sekarang sudah tembus ke Surabaya 760 KM,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Setyo menegaskan hanya berapa penggal masih menjadi di persiapkan kementerian PUPR. Disitu masih kemungkinan adanya untuk siang hari saja.” Kalau memang ini nanti hari Sabtu(9/6) saya dengan Asop Polri akan melakukan pemantauan melalui Udara ke Jawa tengan maupun Jawa Timur . Selain itu juga perlu pengamana terhadap kejahatan konvesional terutama  di rumah-rumah kososng dimana khusus Polda Metrojaya kita  tahu hampir 19 Juta pemudik sebagian besar dari Jakarta dan sekitarnya,” tegasnya.

 

Untuk itu, Setyo menjelaskan Oleh sebab itu pengamana terhadap rumah kosong dan pengamana terhadap kendaraan mereka yang ditinggalkan atau motor-motor disiapkan di tempatkan satu tempat apakah di Kelurahan , diKecamatan dan atau di Polsek itu kemudian dijaga oleh anggota. ‘Itu semoga mereka tidak melakukan mudik dengan melakukan motor yang diharapkan oleh pemerintah menggunakan angkutan Moda Transportasi massa seperti bus, kereta Api, atau mau mengunakan kapal lau yang sekarang menjadi alternative yang pentingjangan menggunakan  sepeda motor,” jelasnya.

 

Lebih jauh, Setyo menandaskan Karena dengan sepeda motor itu tidak dirancang perjalanan jauh dengan beban yang berlebihan ya. Kalau pun mau naik kapal sepeda motor dapat naik kapal itu yang lebih alternative menjanjikan karena dikampung  nanti jalan-jalan mau naik apa kalua bukan naik motor,” tandasnya..

 

Antisipasi para mudik menggunakan motor?  Kita sudah trkan terus dan moga-moga dan kita tidak bias menekan semakisimal mungkin. Artinya silakan naik motor dan motornya baik truk dan orangnya naik bis. Ada dua alternative lainnya naik krerta api dan orangnya naik bis dan lebih layak.

 

Antisipasi yang dilakukan menjaga keamana ancaman Teroris? Pak Kapolri sudah menyatakan kita siapkan sekarang setiap polda ada 1 tim antiterror,  dimana ini mengantisipasi terror dan mengawasi sel-sel yang kita ketahui. Ini yang harus kita antisipasi dan tentu kita tidak bekerja semdiri . Kita bekerjasama dengan semua stecholder baik TNI, BIN,Pemerintah Daerah Setempat.

 

Titik mana saja keamanan aksi terror? Kita tidak menyebutkan spesifik , kita tahu semua Polda ada sel-sel dimana 34 Polda  ini sel kita antisipasi yang penting dia jangan samaoi bergerak itu saja yang kita antisipasi.

 

Upayaa mendeteksi dini? Deteksi dini untuk terorisme ,satgas Anti terror dibentuk  di supervise oleh Densus 88  teridiri dari satker-satker yang ada diPolda diminta oleh bapak Kapolri untuk mendeteksi dan mengantisipasi. Kalau pun sudah ada indikasi mereka akan melakukan aksi harus dicegahsupaya tidak timbul korban yang banyak.

 

Himbau kepada masyarakat?  Pertama tentunya kami dari Kepolisian menghimbau kepada masyarakat  dan para saudara-saudara  kita yang akan  mudik. Pertama tidak menggunakan motor.Kalau pun mau menggunakan motor , saya katakan tadi motor naik Kreta api atau naik di truk duluan, kemudian orangnya naik bus. Kalua nanti tanggal 11 Juni dan 12 Juni nanti boleh truk didapatkan, diangkut kreta api harus lewat, Kret api satu  mereka  naik kapal laut. Kedua , agar hati-hati jangan langsung perkara karena  ada dan agar tidak kendaraan .

Kemudain mendapat kan makanan dan minuman terhadap tetangga yang tidak pulang ada pada di daerah sembarangan yang itu berujung kepada kejahatan di Bius. Karena banyak kejadian dan belajar dari tahun lalu maka ini harus diantisipasi. Ketiga, ketika meninggalkan rumah ya dikunci dan kemudian dititpkan ke Pak RT atau warga yang tidak pulang  dan jangan lupa setelah meninggalkan rumah. Gas dimatikan, air  yang lain dimatikan listrik juga dimatikan secukupnya mereka tidak ada hal -hal yang tidak mau lakukan.(vk)

 

 

 

Wednesday, 06 June 2018 07:44
 
 
 
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hadir dalam acara buka puasa bersama dengan keluarga besar TNI, Polri, dan masyarakat di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, pada Selasa, 5 Juni 2018. Presiden hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Selain itu tampak hadir juga Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla.
 
Dalam sambutannya, Presiden menyinggung rangkaian aksi terorisme yang terjadi sebelum memasuki bulan Ramadan. Aksi terorisme ini menelan korban jiwa masyarakat dan aparat.
 
"Dan di saat rakyat membutuhkan perlindungan dan rasa aman, terutama di bulan puasa ini, kita bersyukur bahwa TNI dan Polri solid bersatu dalam menjaga negara, rakyat, bangsa dalam melawan terorisme. Kita menjadi tenang semuanya kalau TNI dan polri itu solid," ujar Presiden.
 
Kesolidan antara TNI dan Polri ini, lanjut Presiden, juga ditunjukkan saat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan sambutan bersama-sama.
 
"Bahkan tadi memberi sambutan saja Panglima dan Kapolri bersama-sama berdua. Ini menunjukkan kesolidan antara TNI dan Polri. Rakyat saya kira merasa sangat gembira TNI dan Polri solid berbagi sumber daya pemikiran, tenaga, keringat, keberanian untuk satu tujuan melindungi seluruh rakyat Indonesia, melindungi segenap masyarakat Indonesia, melindungi segenap tumpah darah Indonesia," ucap Presiden.
 
Sebelum Presiden memberikan sambutan, Panglima TNI dan Kapolri terlebih dahulu memberikan sambutannya. Mereka menekankan bahwa salah satu tujuan dari acara buka puasa bersama ini adalah untuk meningkatkan soliditas dan sinergisitas antara TNI dan Polri.
 
"Selain untuk lebih memaknai bulan suci Ramadan sesungguhnya juga bertujuan untuk meningkatkan sinergi TNI Polri," kata Panglima TNI.
 
Senada dengan Panglima, Kapolri juga menambahkan bahwa selain untuk mewujudkan soliditas dan sinergisitas antara Polri dan TNI, acara ini juga bertujuan untuk mewujudkan kekompakkan sampai dengan garis terbawah.
 
"Selain itu kami Polri dan TNI telah melakukan serangkaian kegiatan. Kapolri, Panglima, serta jajaran, serta pejabat utama telah melaksanakan kegiatan pemantauan bersama di sejumlah wilayah dalam rangka pengamanan Pilkada serentak, sekaligus safari Ramadan bersama untuk mendekatkan selain unsur Polri dan TNI sendiri, juga masyarakat," imbuh Kapolri.
 
Menurut Panglima TNI, kolaborasi TNI dan Polri sebagai bagian dari komponen bangsa diperlukan dalam menghadapi tantangan bangsa yang semakin komplek termasuk di antaranya intoleransi, radikalisme, dan bahkan ancaman terorisme. 
 
"Lebih jauh lagi keterpaduan seluruh komponen bangsa menjadi sangat krusial dalam menyukseskan berbagai event penting berskala nasional dan internasional yang akan kita selenggarakan pada tahun 2018 dan 2019," lanjutnya.
 
*Tunjangan Kinerja TNI/Polri Naik* Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga mengumumkan bahwa tunjangan kinerja TNI dan Polri akan naik 70 persen. Tunjangan kinerja ini akan diberikan kepada anggota TNI dan Polri pada bulan Juli 2018.
 
"Sudah diterima (THR)? Kemudian ditunggu lagi Juli ada gaji ketigabelas. Selain itu juga akan saya umumkan mengenai kenaikan tunjangan kinerja yang akan juga diberikan bulan Juli. TNI dan Polri semuanya naik jadi 70 persen," ucap Kepala Negara yang langsung disambut tepuk tangan semua yang hadir.
 
Ketika bertemu dengan para jurnalis, Presiden sempat ditanyakan apakah kenaikan tunjangan bagi TNI dan Polri itu sebagai kebijakan politis. Presiden pun menampiknya.
 
"Tidak ada yang namanya TNI Polri itu politik. Enggak boleh ke mana-mana, sudah jelas. Saya tekankan berkali-kali kepada Panglima, Kapolri semuanya selalu saya tekankan. Politik TNI dan Polri adalah poltik untuk negara. Negara itu siapa? Rakyat, pemerintah yang sah," ucap Presiden.(vk/eas)

 

Wednesday, 06 June 2018 07:40

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Rapat koordinasi melalui vidio confrensi dengan pemerintah daerah TNI Polri sudah ditagetkan 4 pengamanan Operasi ketupat 2018 juga mengamankan mudik hingga pemberantasan terorisme. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ketika memimpin apel pasukan Operasi Ketupat 2018 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (6/6/2018) pagi,  Saat memberikan arahan menyatakan bahwa Operasi Ketupat 2019 mencanangkan beberapa target dengan tujuan utamanya, yakni menciptakan kondisi Hari Raya Fitri yang aman dan nyaman bagi masyarakat. "Operasi Ketupat 2018 dalam rangka pengamanan Idul Fitri yang akan berlangsung 18 hari dari 7 juni sampe 24 Juni 2018," ujarnya.

 

Selanjutnya, Tito menegaskan seiring dengan itu menegaskan untuk beraksi memberikan  target pertama Operasi Ketupat 2018 adalah pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Diprediksi pada Jumat 8 Juni 2018, arus mudik akan dimulai. “Selama ini, banyak perbaikan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah, “ tegasnya.

 

Untuk itu, Tito menjelaskan.oleh karena itu, ia meminta jajarannya kerja keras urai kemacetan dan tekan kecelakaan. “Kedua, target stabilitas harga pangan jelang Lebaran. Menurut Kapolri, berdasarkan penyataan Menteri Pertanian, Mentari Perdagangan dan Dirut Bulog, stok pangan Lebaran aman. "Problem hanya tinggal masalah distribusi jangan sampai ada penimbunan, mafia yang main," jelasnya.

 

Lebih lanjut, Titio mengakui Ketiga, pengamanan masyarakat dari kejahatan konvensional yang kerap marak jelang Lebaran. Kejahatan tersebut seperti copet, jambret, hipnotis, sehingga pembiusan masyarakat. “Target keempat, yakni mengamankan masyarakat dari ancaman terorisme,” akunya

 

Jadi,Tito menambahkan dan memastikan, jajarannya akan tidak akan berhenti untuk menumpas terorisme meski jelang Lebaran. “Kapolri berharap, segenap jajaran polisi yang dibantu oleh TNI, dan jajaran lembaga lainnya bekerja sungguh-sungguh, tulus dalam melayani masyarakat hingga tujuan utama Operasi Ketupat 2018 bisa tercapai,” tambahnya.(vk)

Wednesday, 06 June 2018 07:35

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Presiden menghadiri acara buka puasa bersama di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018). Acara tersebut sekaligus silaturahim Jokowi dengan prajurit TNI, masyarakat, serta Polri. Tampak Presiden Joko Widodo memberikan pesan ada kenaikan pendapatan operasional sebanyak 771 Persen.

 

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam sambutan di Markas TNI Cilangkap, Selasa (5/6)2018 mengatakan selain itu juga khusus untuk Babinsa, saya kalau pas  turun ke daerah itu mendengar oleh  sebab itu Babinsa juga dimulai  nantinya di Bulan Juli akan ada kenaikan pendapatan operasional yang biasa perbulan terendah Rp 310.000 akan di naikan menjadi Rp 2.700.000 .”  Ini melompat 771 Persen,” ujarnya. 

 

Selanjutnya, Joko Widodo menegaskan Saya kira  seluruh Babinsa yang mendengar apa yang saya umumkan akan sangat sangat bergembira terutama yang ada di pelosok-pelosok dan bahkan mendapatkan operasional Babinsa yang tertinggi Rp 1.335.000 dinaikan Rp 3.600.000 .” Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini,” tegasnya

 

Ditempat yang sama Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal MS Fadhilah mengatakan

Pada hakikatnya, acara ini untuk mewujudkan kebersamaan dan kekeluargaan antara Presiden RI dengan keluarga besar TNI, Polri dan masyarakat. Ini disesuaikan dengan tema kegiatan buka puasa bersama ini yaitu, "Dengan Hikmah Puasa Ramadhan 1439 H, Kita Mantapkan Soliditas dan Sinergitas TNI Polri dalam Rangka Menjamin Kelangsungan Pembangunan Nasional". ujarnya  (vk)

Wednesday, 06 June 2018 07:28

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Antisipasi keamanan selama arus mudik,  TNI ikut menurunkan  sejumlah personil yang akan dikerahkan selama  dibutuhkan  membantu kelancaran baik di Bandara, Pelabuhan dan terminal Bus. Ini dilakukan TNI Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ditemui di Monas, Rabu (6/6)2018 mengatakan, sejumlah personel dan alustista TNI akan dikerahkan di beberapa tempat umum seperti bandara, pelabuhan dan terminal bus. “Hal ini sebagai bentuk kesiapan TNI dalam membantu Polri mengamankan arus mudik Lebaran 2018,” ujarnya.

 Hal itu, Hadi menegaskan  ini sesuai dengan rencana Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Gedung Mabes Polri,Kemarin. "TNI membantu Polri dan instansi lainnya akan menjaga keselamatan dan keamanan bagi seluruh masyarakat, khususnya yang merayakan Hari Raya Idul Fitri," tegasnya.  Lebih lanjut, Hadi menjelaskan prajurit TNI juga akan ditempatkan di berbagai tempat untuk membantu pihak kepolisian. Misalnya menjaga rumah ibadah dan menggelar pengamanan di pos-pos terpadu seperti rest area dan sebagainya. .”Dikerahkan Selain itu, menurut Hadi, apabila diperlukan, TNI akan mendukung arus mudik dan arus balik dengan menyiapkan dua unit KRI jenis LPD (landing platform dock), dengan kapasitas angkut 1.000 orang, 30 mobil dan 400 sepeda motor,” jelasnya. 

 

       Seiring dengan itu, Hadi merinci TNI juga menyiapkan empat pesawat Hercules C-130, dengan kapasitas 100 sampai dengan 132 orang per pesawat. Kemudian, TNI juga telah menyiapkan rencana kontijensi untuk menghadapi situasi kritis selama pelaksanaan mudik lebaran, dengan melibatkan 26 pesawat TNI (14 pesawat Hercules C-130, 5 pesawat Boeing-737, 5 pesawat CN-295 serta 2 CN-235. "Hal ini disiapkan TNI untuk mengantisipasi bila terjadi bencana alam, karena angkutan udara yang dapat mendukung dan mudah digerakan untuk mendukung logistik bahan makan dan lainnya," rincinya.(vk)

Friday, 01 June 2018 13:20

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018. Ini merupakan kali kedua upacara peringatan tersebut diselenggarakan. Tahun lalu di tempat yang sama, Presiden Joko Widodo juga memimpin jalannya peringatan ini.

Hal itu dapat terwujud setelah Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Melalui Keppres tersebut, setiap tanggal 1 Juni, pemerintah bersama masyarakat akan memperingati hari lahir Pancasila di mana upacara peringatan tersebut dilaksanakan secara nasional di masing-masing daerah.

Dalam amanatnya kali ini, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk terus mengamalkan warisan mulia para pendiri bangsa ini untuk kemajuan bangsa dan menjadikan hal itu sebagai sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia. Sebab, menurutnya, negara manapun di dunia ini pada akhirnya akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk sebagaimana bangsa Indonesia sejak dulu.

"Saatnya kita berbagi pengalaman dalam ber-bhinneka tunggal ika, dalam bertoleransi, serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ujarnya.

Atas nama seluruh rakyat Indonesia, Presiden menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para pendiri bangsa atas warisan luhur mereka untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang bisa kita nikmati saat ini.

"Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada generasi-generasi muda berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," imbuhnya.Di penghujung amanat, Kepala Negara terus mengajak para ulama, tokoh agama, guru, politisi, aparat pemerintahan, pekerja, dan seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita."Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita bersatu, kita berbagi, kita berprestasi," tutupnya.

Setelah upacara, Presiden bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno dan Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia Boediono, meninjau Pameran Foto ”Untukmu Pancasilaku Kami Berbagi Bersatu Berprestasi” di Foyer Gedung Pancasila. Peninjauan ini dipandu Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan.Selesai meninjau pameran foto, dilakukan sesi foto bersama di Ruang Pancasila yang juga merupakan penutup dari rangkaian acara peringatan Hari Lahir Pancasila.(eas)

Friday, 01 June 2018 13:20

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018. Ini merupakan kali kedua upacara peringatan tersebut diselenggarakan. Tahun lalu di tempat yang sama, Presiden Joko Widodo juga memimpin jalannya peringatan ini.

Hal itu dapat terwujud setelah Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Melalui Keppres tersebut, setiap tanggal 1 Juni, pemerintah bersama masyarakat akan memperingati hari lahir Pancasila di mana upacara peringatan tersebut dilaksanakan secara nasional di masing-masing daerah.

Dalam amanatnya kali ini, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk terus mengamalkan warisan mulia para pendiri bangsa ini untuk kemajuan bangsa dan menjadikan hal itu sebagai sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia. Sebab, menurutnya, negara manapun di dunia ini pada akhirnya akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk sebagaimana bangsa Indonesia sejak dulu.

"Saatnya kita berbagi pengalaman dalam ber-bhinneka tunggal ika, dalam bertoleransi, serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ujarnya.

Atas nama seluruh rakyat Indonesia, Presiden menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para pendiri bangsa atas warisan luhur mereka untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang bisa kita nikmati saat ini.

"Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada generasi-generasi muda berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," imbuhnya.Di penghujung amanat, Kepala Negara terus mengajak para ulama, tokoh agama, guru, politisi, aparat pemerintahan, pekerja, dan seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita."Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita bersatu, kita berbagi, kita berprestasi," tutupnya.

Setelah upacara, Presiden bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno dan Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia Boediono, meninjau Pameran Foto ”Untukmu Pancasilaku Kami Berbagi Bersatu Berprestasi” di Foyer Gedung Pancasila. Peninjauan ini dipandu Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan.Selesai meninjau pameran foto, dilakukan sesi foto bersama di Ruang Pancasila yang juga merupakan penutup dari rangkaian acara peringatan Hari Lahir Pancasila.(eas)

Friday, 01 June 2018 13:09

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri membongkar kasus distribusi bawang putih impor yang tidak sesuai dengan ketentuan. Dari hasil laboratorium, diketahui bawang putih itu masih mengandung cacing nematoda.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Baresksim Polri, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga di Bareskrim, Jakarta, Kamis (31/5)2018 mengatakan Bareskim sudah menetapkan 4 tersangka dengan 3 orang di antaranya yakni direktur perusahaan yang terkait dengan impor dan distribusi bawang putih impor tersebut. “Tersangka sudah kami lakukan pemanggilan dan akan segera kami lakukan tindakan kepolisian. Barang bukti kami sudah amankan sebanyak ratusan ton bawang putih.” Ujarnya.

Selanjutnya, Daniel menegaskan Keempat orang tersangka yakni TSK selaku Direktur PT TRS, MYI selaku Direktur Operasional PT PTI, TDJ selaku Direktur PT CGM dan PN selaku pengendali atas pembiayaan serta distribusi dan penetapan harga ditingkat pasar. “Para tersangka menjual dan memperdagangkan bibit bawang putih impor ke pasaran sebagai bawang konsumsi. Padahal, bibit bawang tersebut tidak sesuai dengan ketentuan atau standar bawang konsumsi,”tegasnya.

 Daniel menjelaskan berdasarkan penelitian laboratorium, bibit bawang putih masih mengandung cacing dan bakteri sehingga sangat berbeda dengan bawang konsumsi pada umumnya. “Selain itu, para tersangka juga melakukan importasi bawang putih dengan memberikan pernyataan tidak benar pada label sehingga merugikan konsumen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Daniel merincinya kasus ini berawal saat PT PTI mendapatkan dari Kementerian Perdagangan untuk mengimpor bawang putih dari China dan Taiwan sebesar 30.000 ton. PT PTI lantas meleakukan kerja sama dengan PT CGM, PT FMT, dan PT ASJ untuk menyalurkan atau mendistribusikan bawang putih impor tersebut.” Namun saat barang dikirimkan, ada keterangan yang tidak benar. Label barang yang harsunya PT TPI justru tertulis PT CGM,” rincinya

Jadi, Daniel menandaskan sementara itu, PT TSR justru memperdagangkan bawang putih impor yang dipergunakan sebagai bibit bawang putih.” Hal ini tidak sesuai dengan persyaratan kesehatan bawang putih sebagaimana ketentuan UU Karantina,” tandasnya.(Vk)

 

Wednesday, 30 May 2018 20:56

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan. Tercatat sebanyak 9 kesepakatan berhasil dicapai kedua negara yang kemudian diumumkan selepas pertemuan bilateral.  Sebagaimana yang diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam pernyataan pers bersama, salah satu dari sejumlah kesepakatan itu ialah mengenai pembaruan kerja sama di bidang pertahanan pertahanan dan produksi bersama sejumlah industri strategis.

 

Selain itu, kesepakatan lainnya yang berhasil dicapai ialah mengenai kerangka persetujuan kerja sama eksplorasi dan penggunaan antariksa untuk tujuan damai. Dokumen kerangka persetujuan itu ditandatangani oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) RI dan Kepala ISRO India.

Berikut ini ialah keseluruhan kesepakatan yang berhasil dicapai kedua negara dalam pertemuan tersebut:

1. Persetujuan antara Pemerintah RI dengan India mengenai kerja sama dalam bidang pertahanan;

2. Kerangka Persetujuan antara Pemerintah RI dengan India mengenai Kerja Sama Eksplorasi dan Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai;

3. Memorandum Saling Pengertian mengenai Kerja Sama Teknis di Sektor Perkeretaapian antara Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Perkerataapian India;

4. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah RI dengan India tentang Kerja Sama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

5. Memorandum Saling Pengertian antara Lembaga Administrasi Negara RI dan Lal Bahadur Shastri National Academy of Administration India mengenai Kerja Sama Teknik di Bidang Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara;

6. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Luar Negeri India mengenai Dialog Kebijakan antara Pemerintah dan Interaksi antara Lembaga Kajian;

7. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Pengawas Obat dan Makanan RI dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India dalam Kerja Sama di Bidang Regulasi Produk Obat, Bahan Baku Obat, Produk Biologi, dan Kosmetik;

8. Pernyataan Kehendak Pembentukan Kerja Sama antar Provinsi Bali dan Uttarakhand;

9. Memorandum Saling Pengertian Bidang Kesehatan.(eas)

Wednesday, 30 May 2018 20:48

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India Narendra Modi bermain layangan bersama di Monumen Nasional. Kegiatan tersebut dilakukan setelah keduanya melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.Presiden Jokowi dan PM Modi tiba di silang Monas pukul 12.35 WIB. Keduanya datang mengendarai _golf cart_ yang dikemudikan oleh Presiden Jokowi sendiri.

 

Setibanya di Monas, keduanya disambut oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Presiden Jokowi dan PM Modi beserta rombongan kemudian langsung meninjau Indonesia-India Kite Exhibition yang sedang digelar.Sambil diiringi lagu daerah Betawi "Si Jali-Jali", keduanya berjalan melihat-lihat deretan layangan yang dipajang di sisi kiri dan kanan tenda. Di sisi kanan tenda yang dihiasi nuansa Indonesia, terdapat layangan dengan gambar-gambar karakter pewayangan dari Indonesia. Sedangkan di sisi kiri yang bernuansa India dipajang layangan dengan gambar-gambar karakter khas India seperti Mahabharata.

 

Selesai meninjau layangan, keduanya menuju panggung yang telah disiapkan untuk kemudian melakukan pembukaan tirai berisi logo peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-India. Keduanya kemudian berfoto bersama di atas panggung dengan latar belakang Tugu Monas.

 

Setelah berfoto bersama, Presiden Jokowi kemudian mengajak PM Modi bermain layang-layang yang sebelumnya telah diterbangkan. Keduanya tampak cukup lincah bermain layangan. Presiden Jokowi tampak menerbangkan layangan bergambar bendera India. Sementara PM Modi menerbangkan layangan bertuliskan 70 yang menandakan usia hubungan diplomatik kedua negara.

 

Layangan yang diterbangkan oleh PM Modi sempat turun dan hampir jatuh. Namun, dengan cekatan PM India tersebut langsung menarik tali layangannya sehingga layangannya naik kembali. Sontak hal ini membuat semua yang hadir bertepuk tangan.

 

Tampak di belakang keduanya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang turut menyaksikan permainan layangan kedua Kepala Negara ini.

 

Selesai bermain layangan, keduanya kemudian berjalan ke _stand_ bersama PT. Pindad-Bhukanvala untuk melihat-lihat senjata yang dipamerkan. Setelah itu Presiden Jokowi dan PM Modi kemudian meninggalkan Monas dengan mengendarai _golf cart_ menuju Patung Arjuna Wijaya atau yang dikenal dengan nama Patung Kuda yang terletak di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat.

 

Dalam kesempatan tersebut, keduanya bertemu langsung dengan pembuat patung I Nyoman Nuarta. Presiden Jokowi dan PM Modi tampak berbincang singkat dengan I Nyoman Nuarta sebelum mengabadikan momen dengan berfoto bersama.(eas)

 

Gaya

Face Book Galleries

  JAKARTA(KORANRAKYAT) Digelar operasi ketupat yang akan mengawal pengamanan arus mudik dan balik hari...
      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hadir dalam acara buka puasa bersama dengan keluarga besar...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Rapat koordinasi melalui vidio confrensi dengan pemerintah daerah TNI Polri sudah...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Presiden menghadiri acara buka puasa bersama di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap,...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Antisipasi keamanan selama arus mudik,  TNI ikut menurunkan  sejumlah personil...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri membongkar kasus...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia menghasilkan...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India Narendra Modi bermain layangan...