Headline News

Aneh,Roro Duta Anti Narkoba Malah Pesan Narkoba
Last Updated on Feb 16 2018

Aneh,Roro Duta Anti Narkoba Malah Pesan Narkoba

JAKARTA(KORANMRAKYAT,COM) Disayangkan duta anti Narkoba malah terjerat narkoba. Artis Roro Fitria yang masuk dalam daftar selebriti Tanah Air yang diduga terjerat kasus narkoba,padahal Roro dikenal sebagai duta anti Narkoba, kenapa dengan barang haram itu justru tidak dijahui malah didekati....
Onglay Penyelundup Narkoba Ditangkap Disita Rp.2,7 M dan BB 242 Kg Sabu 30 Ribu Ekstasi
Last Updated on Feb 16 2018

Onglay Penyelundup Narkoba Ditangkap Disita Rp.2,7 M dan BB 242 Kg Sabu 30 Ribu Ekstasi

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Aksi kejahatahan  penyeludupan narkoba  yang dilakukan sudah ke enam kali yang didalangi  Lim Toh Hing Alias Onglay dan kali ini berhasil ditangkap  sebanyak  242 kg Sabu , 30 Ribu Ekstasi dan berhasil disita bersama uang sebanyak Rp 2,7 Miliar. Saat itu warga...
Presiden Tegaskan Perlunya Deregulasi dan Debirokratisasi untuk Dukung Perguruan Tinggi
Last Updated on Feb 16 2018

Presiden Tegaskan Perlunya Deregulasi dan Debirokratisasi untuk Dukung Perguruan Tinggi

  MAKASAR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dalam bekerja harus fokus dan memiliki prioritas apa yang ingin dikerjakan. Jangan lagi anggaran dibagi rata ke berbagai kegiatan yang tanpa fokus. “Bertahun-tahun dilakukan, hasilnya tiap tahun  enggak berasa. Kontrolnya secara...
Penangkapan Pejabat Lampung Tengah  Menambah Panjang Pejabat Terkena OTT KPK
Last Updated on Feb 15 2018

Penangkapan Pejabat Lampung Tengah Menambah Panjang Pejabat Terkena OTT KPK

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Penangkapan  Pejabat Lampung Tengah menambah panjang sederetan  sepekan Bupati serta Walikota maupun Gubernur yang terkena OTT (operasi Tangkap  Tangan (OTT) KPK , sebelumnya Gubernur  Jambi Zomi Zola, Bupati Jombang  Nyono Suherli, Bupati Ngada Marianus, ,Bupati...
Presiden Serahkan 4.500 Sertifikat Di Maluku Tengah
Last Updated on Feb 15 2018

Presiden Serahkan 4.500 Sertifikat Di Maluku Tengah

    MALUKU(KORANRAKYAT.COM) Mengakhiri kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku, Presiden Joko Widodo menyerahkan 4.500 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Kepala Negara menyerahkan sertifikat tersebut di...

Seputar Dunia

  •  
    Hubungan Baik RI-Kamboja Perlu Ditingkatkan

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Hubungan baik Idonesia-Kamboja telah terjalin cukup lama hal ini

     
Redaksi

Redaksi

Friday, 16 February 2018 06:07

JAKARTA(KORANMRAKYAT,COM) Disayangkan duta anti Narkoba malah terjerat narkoba. Artis Roro Fitria yang masuk dalam daftar selebriti Tanah Air yang diduga terjerat kasus narkoba,padahal Roro dikenal sebagai duta anti Narkoba, kenapa dengan barang haram itu justru tidak dijahui malah didekati. Sebelumnya   

Artis Fachri Albar ditangkap, Bak tersambar petir , lagi-lagi kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di kalangan artis kembali menyita perhatian publik.

Sebelumnya juga menimpa , Ammar Zoni, Jennifer Dunn, Tio Pakusadewo, hingga Fachri Albar, tersandung narkoba satu tahun terakhir ini.

Artis Roro Fitria sendiri ditangkap Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terkait dugaan kepemilikan narkobajenis sabu seberat 2,4 gram, Rabu (14/2/2018).

         Roro Fitria ditangkap oleh pihak kepolisian di kediamannya di Pattio Residence Jalan Durian raya No. 23 D, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar minggu, Jakarta Selatan. Dibalik penangkapan Roro Fitria ini, terungkap sebuah fakta yang menarik.Bagaimana tidak? Kini terjerat narkoba, Roro Fitria ternyata pernah menjadi duta anti narkoba. Setelah sebelumnya menjadi duta bela negara, pada tahun 2016 lalu Roro Fitria didaulat sebagai duta Baladhika Karya.

Menurut Ketua Baladhika Karya DKI Jakarta M. Ichsan Erwin, pemilihan pemain sinetron Islam KTP ini sebagai duta karena prestasi sebelumnya yang telah menjadi duta bela negara.     

        "Jadi sinkron dengan benang merah Baladhika Karya yang bertekad menegakkan Pancasila. Apalagi Mbak Roro juga bisa memberi semangat nasionalisme di Ormas ini. Terutama kaum muda," jelasnya.

Mendapatkan gelar sebagai duta anti narkoba tersebut, kala itu Roro mengaku senang dengan amanah yang diberikan kepadanya.

"Alhamdulillah diberi kepercayaan jadi duta. Semoga bisa menjalankan amanah dan memajukan organiasi ini agar bermanfaat bagi Indonesia," kata Roro Fitria saat pelantikan di Wisma Menpora, Minggu (30/5) malam.

        Sebagai duta antinarkoba, Roro Fitria juga terlihat kerap menghadiri kegiatan sosialisasi antinarkoba serta memberi penyuluhan. Mirisnya, ini bukan kali pertama seorang artis yang aktif perangi narkoba justru terperangkap oleh barang haram itu sendiri. Berikut deretan artis yang alami hal serupa:

 

Roy Marten

Ayah Gading Marten ini mengalami nasib naas pada 2 Februari 2006 lalu.3 gram sabu-sabu membuatnya harus merasakan dinginnya hotel prodeo.Rupanya vonis tiga bulan penjara ini tak menjadi kasus narkoba terakhir yang dialami aktor kawakan itu.

13 November 2007 kemudian, Roy kembali ditangkap di Hotel Novotel Surabaya.

Ironisnya, di saat penangkapan, Roy sebenarnya baru saja selesai memberikan testimoni di acara yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) di Surabaya.

Dari hasil penangkapannya, polisi menemukan barang bukti, 1 gram dan 1 ons sabu di kamar 364 dan seperangkat alat hisap (bong) dan sisa di aluminium foil di kamar 465 Hotel Novotel, Surabaya.

Akhirnya vonis yang dijatuhkan pun jadi tak sebentar pula.

Tiga tahun kurungan dan denda 10 juta rupiah, lebih ringan enam bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum.

 

Pretty Asmara

Pretty Asmara ditangkap oleh jajaran kepolisian Polda Metro Jaya karena sabu dan ekstasi, pada pertengahan tahun lalu tepatnya pada tanggal 16 Juli , pukul 01.00 WIB di lobi Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ia ditangkap bersama rekannya bernama Dani dan tujuh rekannya yang juga sesama artis.

Hal ini menimbulkan ironi mengingat kala itu Pretty Asmaramerupakan ketua SANI (Selebriti Anti Narkoba Indonesia).

Sosoknya bahkan kerap terlihat dalam acara anti narkoba bersama Kepala BNN, Komjen Budi Waseso.

Kedekatannya dengan Kepala BNN bahkan makin menguat kala beredar viral sebuah foto selfie Kepala BNN Budi Waseso dengan artis Pretty Asmara kala itu.

Terkait hal ini, BNN menegaskan tidak pernah mengangkat artis Pretty Asmarasebagai duta antinarkoba. Pretty saat ini terjerat kasus narkoba.

"Pretty Asmara tidak pernah jadi duta BNN," ujar Humas BNNKombes Sulistiyandriatmoko kepada Kompas.com, Sabtu (22/7/2017).

Sulis mengakui bahwa Pretty pernah menghadiri kegiatan penyuluhan narkoba ke kalangan artis yang diadakan oleh BNN.

Namun, dalam kesempatan itu BNN tidak pernah mengangkat Pretty sebagai duta antinarkoba.

 

Tio Pakusadewo

Tak hanya Roy Marten, aktor senior Tio Pakusodewo juga mengaku bahwa dirinya dahulu pernah mengonsumsi narkoba selama 15 tahun.

Hal ini ia ucapkan saat menghadiri acara pemusnahan minuman keras (miras) di Mapolres Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tahun 2017 lalu.

Tio mengaku telah berhenti memakai narkoba sejak satu tahun yang lalu setelah menjalani rehabilitasi.

Dalam acara tersebut Tio juga bertutur bahwa ia akan membantu polisi memberantas narkoba.

"Saya tegak dan mengatakan tidak kepada narkoba. Ini akan saya teruskan kepada masyarakat Indonesia untuk mendukung program polisi, untuk memerangi kejahatan narkoba," ujarnya dalam acara tersebut.

Namun apa daya, janji tinggallah janji. 

Tio Pakusadewo ditangkap di rumahnya di Jalan Ampera I nomor 38, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa malam, 19 Desember 2017, pukul 23.30 WIB.

Tio telah diintai dan diselidiki sejak lama oleh kepolisian setelah adanya informasi dari masyarakat.

Saat digerebek, Tio baru saja selesai mengisap sabu di kamarnya.

Dari lokasi, polisi menemukan barang bukti tiga bungkus plastik klip berisi kristal metamfetamine atau sabu dengan total berat 1,06 gram.

Kini, Tio hanya bisa menyesali perbuatannya mengonsumsi narkoba hingga membuatnya masuk ke dalam sel Rutan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Hal itu disampaikan Tio Pakusadewo saat pihak kepolisian merilis pengungkapan kasus narkoba di kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/12/2017).

"Saya salah dan saya menyesali apa yang sudah terjadi," ucap Tio yang tampil dengan mengenakan kaos hitam berbalut baju tahanan narkoba warna oranye di hadapan puluhan awak media. Dalam kesempatan bicara itu, Tio mengajak para pengguna narkoba untuk berhenti mengonsumsi barang haram tersebut agar tidak menyesal di kemudian hari."Saya adalah contoh yang tidak mau diikuti dan tidak perlu diulangi lagi," kata Tio dengan kelopak mata tampak membengkak.(as)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Friday, 16 February 2018 04:59

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Aksi kejahatahan  penyeludupan narkoba  yang dilakukan sudah ke enam kali yang didalangi  Lim Toh Hing Alias Onglay dan kali ini berhasil ditangkap  sebanyak  242 kg Sabu , 30 Ribu Ekstasi dan berhasil disita bersama uang sebanyak Rp 2,7 Miliar. Saat itu warga Negara Malaysia Lim Toh Hing alias Onglay dibantu  Indrawan Alias Halim warga Indonesia  dan dua warga lainya Andi alias Aket , Joni alias Marvin Tandioni. Karena  melawan akhirnya  Ia ditembak hingga tewas ditempat.

          Kapolri,Jenderal Pol Tito Karnavian  ketika di temui , Rabu(14/2) 2018 mengatakan  pengungkapan kasus narkotika jenis sabu dan ekstasi yang dilaksanakan gabungan tugas khusus  Mabes Polri yang dikomadani oleh Kabareskrim dan Polda Metro Jaya . Jadi gabungan Polda Metro Jaya dengan Mabes Polri karena kita buat Satgas Khusus untuk menangani narkotika yang kita anggap masalah yang sangat penting bagi bangsa ini. “ Alhamdulilah  pada siang ini tim ini setelah beberapa bulan melakukan kegiatan penyelidikan dilapangan sekaligus kerja sama dengan Kepolisian Malaysia juga dari Bea cukai dan lain-lain sehingga Satgas ini mampu pada tanggal 8 Febuari 2018 upaya paksa memindakan yang  pertama di gudang Dadap Jaya No 36 Kosambi mungkin lihat disini alat lengkapnya,” ujarnya.

          Selanjutnya, Tito menegaskan setelah ditangkap tersangka nama nya Jonny berikut dengan 12 Belas mesin Cuci yang digunakan untuk menyimpan 12 Plastik berisi sabu dan membungkus plastik berisi ekstasi .Jadi ini pengungkapannya kita percaya cukup baik bukan hanya sabu ternyata jaringan ini juga peredaran ekstasi ini  modus baru karena menggunakan modus baru.” Biasanya menggunakan tas kalau ini menggunakan mesin cuci dan kita juga pernah mengungkap menggunakan semacam Piston untuk menutupi agar supaya tidak muda diteksi dan kelihatan,”tegasnya .

         Untuk itu, Tito menjelaskan berlanjut dari pengungkapan dilaksanakan jam 09.00 beberapa waktu lagi ditangkap lagi didaerah Dadap Kosambi Tanggerang ini saudara Andi . Besok kita kembangkan lagi setelah diintrograsi hari Jumat 9 Febuari 2018  jam 00.20 diterminal 3 Bandara Soekarno Hatta ditangkap tersangka bernama Lim Toh Ing alias Onglay alias Mono  warga Negara Malaysia .”Tanggal 10  yang lalu Lim Toh Hing alias Onglay ini waktu dikembangkan berupaya kabur melawan dan diitindak tegas dan tewas dengan  tembakan dalam perjalan menuju rumah sakit. Jadi memang kita tidak akan segan-segan  untuk melakukan tindakan tegas dari ada pelaku bandar narkotika  apal lagi jaringan yang besar apa lagi dari luar negeri yang berusaha bermain-main dan kita tindak tegas lakukan kalau dia melawan,” jelasnya. 

          Lebih  jauh, Tito merincinya yang meninggal ini saudara Lim Toh Hing Alias Onglay ini adalah pelaku utama otaknya yang dibantu  oleh seorang tersangka yang masih menjadi narapidana disalah satu Lapas di Jakarta namanya Indrawan Alias Halim .  “Dari pemeriksaan mereka sudah melakukan 6 kali menyelundupkan narkotika dari Malaysa ke Jakarta dari Oktober 2016 , Kemudian Januari 2017 dikirimnya ke daerah Bekasi, 3 Maret 2017 dan ini dilakukan  sejak  dari  Oktober 2016 sudah mulai main,” rincinya. 

               Tito menandaskan kemudian 28 November 2017  di Bogor ini diuangkap oleh Polres Bogor pada Utara Saat itu, 2 januari 2018 ini juga  berhasil diungkap oleh Polres Jakarta Utara , tapi tidak terlalu banyak jadi ini  pecahan-pecahan saja. Ini masuk dan setelah itu dikirim ke Medan yang diungkap di Utara , kemudian 7 Febuari 2018 ini berhasil diuangkap di daerah sudah 6 kali memasukan. “Tersangka ada 4 , tiga warga Negara Indonesia ,1 warga Negara Malaysia yang tertembak mati . Kemudian barang bukti yang disita selain 12 mesin cuci didalam terdalam terdapat 241 ,783 kg Sabu hampir 242 Kg sabu yang nilai cukup tinggi dan cukup mahal,” tandasnya .

            Tito sampaikan  Jajaran Polda Metro Jaya termasuk salah satu yang besar meski bukan yang terbesar,  yang besar tahun kemarin menggunakan kapal monderlast di tangkap di daerah Cilegon. Bantuanr sebanyak 1 Ton.  Dan kemudian dikirim juga 30.000 butir Ekstasi.  Uang Tunai Rp 2,7 Miliar dan ini Jaringa akan kita ungkap berkat koordinasi dengan kerjas sama dengan Polisi kerajaan Malaysia dan juga dari Bea Cukai kerja sama kita saya menyampaikan aspirasi yang tinggi ini tim gabungan Mabes Polri dan Polda Metro jaya ini.” Pengungkapan ini disamping keberhasilan  kita mengungkap menunjukan  bahwa Indonesia menjadi Market  Distination bukan lagi transit membesarnya kelas menengah Indonesia dan mungkin mekarnya wilayah  kita  mereka bisa masuk dari laut , memalui  udara sehingga barang-barang ini  bisa masuk ke Indonesia,” akunya.

Jadi, Tito membeberkan  disatu sisi kita menyampaikan aspirasi tim yang mengungkap disisi lain kita juga pr[hatin  kita menjadi daerah tujuan  dan ini bisa membahayakan bagi generasi muda kita bagi bangsa kita.  Untuk itu terus menintesifkan upaya memberantas narkoba secara komperhensif bersama-sama semua stecholder  BNN, TNI saya sampaikan penghargaan yang tinggi terutama kepada TNI AL Pangamabar jajaran,  sebelumnya  juga mengungkap dengan jumlah yang cukup besar untuk menunjukan sesuatu yang efektifitas oleh TNI. “ Khusus TNI AL yang akan menjaga daerah laut kita itu juga sangat luar biasa dan tentunya Polri sangat bergembira hasil-hasil itu dan disamping itu juga aperlu kegiatan rehabilitasi  agar para pencandu  mereka tidak menjadi lagi sebagai buyer . itulah kita upaya kita lakukan sekali lagi kita masih banyak kekurangan tetapin yang jelas kita terus berusaha dan terus mengintensifkan kegaiatan-kegaiatn kita uhtuk menekan suplay  penindakan-penindakan sekaligus  rehabilitasi pencegahan,” ujarnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Friday, 16 February 2018 03:32

 

MAKASAR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dalam bekerja harus fokus dan memiliki prioritas apa yang ingin dikerjakan. Jangan lagi anggaran dibagi rata ke berbagai kegiatan yang tanpa fokus. “Bertahun-tahun dilakukan, hasilnya tiap tahun  enggak berasa. Kontrolnya secara manajemen juga sulit. Kadang ‘baunya’ saja tidak terasa, duitnya hilang, hasilnya juga tidak terlihat sama sekali.

         ‘Baunya’ kadang-kadang tidak kelihatan, apalagi fisiknya,” ujar Kepala Negara ketika memberikan sambutan pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia Tahun 2018 yang dilaksanakan di Gedung Baruga Andi Pangeran Pettarani, Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Kamis 15 Februari 2018.

        Untuk itu, Presiden selalu mengingatkan agar tidak terjebak pada rutinitas yang monoton. "Harus berani melakukan perubahan dan berinovasi. Saya tegur pada Menristekdikti agar fakultas yang sudah berpuluh tahun tidak mengubah diri segera kita ubah karena dunia sudah berubah sangat cepatnya," kata Presiden. 

      Pemerintah juga harus bergerak cepat karena yang memenangkan kompetisi hanyalah yang memiliki kecepatan. Sekarang bukan lagi negara besar yang menang terhadap negara kecil. "Sekarang ini yang cepat adalah yang menang. Yang tanggap, yang responsif yang menang meski itu negara kecil," ujarnya.

Oleh karena itu, berulang kali Presiden meminta dilakukan deregulasi untuk memangkas aturan yang menjebak dan menjerat diri kita sendiri. Selama tiga tahun ini Presiden terus berusaha memangkas regulasi, memangkas prosedur yang berbelit-belit. 

       "Saya masih mendengar guru, kepala sekolah tak sempat mendampingi murid belajar karena mengurus SPJ. Saya tidak tahu di perguruan tinggi sama atau tidak, sama saya kira. Negara ini habis energinya hanya klarena urusan SPJ," ucapnya.

 

       Untuk masalah SPJ ini, Presiden pernah menanyakan kepada menteri keuangan dimana terdapat 43 laporan yang harus disampaikan. Selain 43 laporan, terdapat 119 laporan turunannya. "Coba apa negara ini hanya _ngurusin_ 43 laporan plus anak laporan 119 tadi. Saya tidak mau lagi ini. Saya minta maksimal tiga laporan saja cukup. Laporan bertumpuk-tumpuk. Inilah rezim SPJ, rezim laporan yang ingin kita sederhanakan, sehingga semuanya dapat berjalan dengan cepat," ujar Presiden.

        Selain kepala sekolah, guru dan dosen tidak sempat mendampingi siswa karena mengurus SPJ,  penyuluh pertanian tak sempat pergi ke sawah karena sibuk membuat proposal dan laporan bantuan. "Ini sama dengan SPJ, persis sama. Tadi sudah saya sampaikan, saya khawatir jangan-jangan dosen dan rektor sibuk urus administrasi, SPJ penelitian daripada mengajar dan meneliti," kata Presiden.  

Untuk itu, Presiden memerintahkan Menristekdikti untuk melakukan deregulasi dan debirokratisasi di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Hal ini perlu dilakukan agar jajaran perguruan tinggi tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengurus banyak hal.

"Duduk dengan menteri-menteri terkait, kembangkan sistem informasi handal, bangun aplikasi yang simpel dan menyederhanakan administrasi. Karena ini menjadi contoh bagi kementerian lain. Karena biasanya yang cepat mengubah dan berubah itu perguruan tinggi dan dimulai dari kemenristekdikti. Berubah terlebih dahulu. Ini sebenarnya mudah asal niat, asal mau," ujar Presiden.

 

        Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Ketua FRI Suyatno dan Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Ariestina Pulubuhu.(eas)

Thursday, 15 February 2018 15:24

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Penangkapan  Pejabat Lampung Tengah menambah panjang sederetan  sepekan Bupati serta Walikota maupun Gubernur yang terkena OTT (operasi Tangkap  Tangan (OTT) KPK , sebelumnya Gubernur  Jambi Zomi Zola, Bupati Jombang  Nyono Suherli, Bupati Ngada Marianus, ,Bupati Subang,  Aryuningsih, dan kini  Bupati lampung tengah  Mustafa juga digelandang ke KPK, namun belum tersangka statusnya  setelah hingga malam juga ikut diperiksa  KPK .

            Dalam OTT , KPK mengamankan 19 orang, yang terdiri atas anggota DPRD, pejabat di Pemkab Lampung Tengah, dan pihak swasta. Bupati Lampung Tengah Mustafa juga ditangkap KPK.KPK menyita uang Rp 1 miliar dan Rp 160 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait pinjaman daerah APBD Lampung Tengah. Ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, termasuk Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga.Tim juga mengamankan uang sejumlah Rp 160 juta," ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/2/2018).
           
Uang Rp 160 juta itu diamankan dari seorang PNS Pemkab Lampung Tengah berinisial SNW. Selain itu, KPK mengamankan Rp 1 miliar."(Tim KPK mengamankan) ADK (swasta) di rumahnya, tim juga mengamankan Rp 1 miliar dalam kardus di mobil CR-V hitam milik ADK," ujar Syarif.KPK menduga uang Rp 1 miliar itu merupakan uang yang dikumpulkan pejabat Pemkab Lampung Tengah untuk kemudian diberikan ke DPRD. KPK pun menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga, anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto, dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman. Natalis dan Rusliyanto diduga menerima uang dari Taufik.
         Taufik diduga memberikan uang kepada Natalis dan Rusliyanto terkait persetujuan pinjaman daerah kepada PT SMI sebesar Rp 300 miliar, yang direncanakan untuk digunakan pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan Dinas PUPR Lampung Tengah. Anggota Dewan diduga meminta Rp 1 miliar untuk memuluskan persetujuan itu.
"Untuk mendapatkan pinjaman tersebut, dibutuhkan surat pernyataan yang disetujui atau ditandatangani bersama dengan DPRD Lampung Tengah sebagai persyaratan MoU dengan PT  sarana Multi  Infrastruktur PT SMI," ucap Syarif."Untuk memberikan persetujuan atau tanda tangan surat pernyataan tersebut diduga terdapat permintaan dana sebesar Rp 1 miliar," imbuh Syarif.(as)

 

 

Thursday, 15 February 2018 05:33

 

 
MALUKU(KORANRAKYAT.COM) Mengakhiri kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku, Presiden Joko Widodo menyerahkan 4.500 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Kepala Negara menyerahkan sertifikat tersebut di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, pada Rabu sore, 14 Februari 2018.
 
       Dalam sambutannya, Presiden tak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat mengenai pentingnya memiliki sertifikat hak atas tanah guna menghindari sengketa  lahan dan tanah yang sering kali terjadi di masyarakat."Karena setiap saya ke daerah, ke provinsi, ke desa, enggak di Sumatra, enggak di Kalimantan, enggak di Sulawesi, enggak di sini (Maluku), enggak di Papua, sama saja keluhan yang masuk ke telinga saya masalah sengketa lahan, masalah sengketa tanah," ujar Presiden.Banyaknya keluhan tersebut juga mendorong Kepala Negara untuk memberikan target tahun ini kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang agar menerbitkan dan menyerahkan tujuh juta sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di seluruh Tanah Air."Kerja memang harus memakai target. Kalau tidak, nanti 500 ribu terus yang keluar. Berarti 150 tahun lagi rakyat menunggu yang namanya sertifikat. Saya tidak mau kerja dengan cara-cara itu. Saya akan cek terus," ungkapnya.
 
         Bahkan, Presiden menyatakan bahwa dirinya juga tak segan untuk mengganti jajarannya apabila tidak berhasil mencapai target yang telah ditentukan pemerintah.Dalam kesempatan itu, Presiden berpesan kepada masyarakat penerima sertifikat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat yang dimiliki di tempat yang aman. Selain itu, Presiden juga meminta mereka untuk melakukan kalkulasi terlebih dahulu bila ingin mengagunkan sertifikatnya di bank."Silakan ini dipakai jaminan ke bank, dipakai untuk agunan ke bank, tapi hati-hati saya titip dihitung dulu bisa mencicil tidak setiap bulan? Bisa mengangsur tidak setiap bulan? Kalau _ndak_, jangan!," ujar Presiden.
 
         Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil melaporkan bahwa dari 2.658.921 bidang tanah yang ada di Provinsi Maluku, baru sekitar 14 persen atau 381.925 bidang tanah yang bersertifikat.Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam acara tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku Said Assagaff. (eas)
Thursday, 15 February 2018 05:09

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Komitmen Freeport membangun smelter di Gresik belum Direalisasikan . Oleh karena itu, sebaiknya Freeport memiliki itikad baik dalam merealisasikan janjinya. “Terus terang saya sangat sedih kenapa kita harus membeli Tanah Air kita sendiri,“ ujar Anggota Komisi VII DPR, Hj Eni Maulani Saragih, SE, SPD  dalam dialog yang bertajuk "Freeport untuk siapa?" yang digelar KOMNAS RIM dan FORUM 33 di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Dikatakan, kalau janjinya membangun smelter saja tidak didesak pemerintah agar bisa dilaksanakan, apalagi  Indonesia bisa menguasai 51% atau mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PT FI).” Saya kok masih ragu ya,” ujarnya.

Dikatakan Eni yang juga sebagai anggota Panja Freeport bahwa  negosiasi antara Indonesia dan FI masih berjalan alot. Ujar Politisi dari Partai Golkar  ini, bahkan Panja Freeport telah memanggil sejumlah stakeholder seperti Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), pihak FI dan Dirjen Minerba untuk mengetahui alotnya Indonesia bisa menguasai 51% saham FI. "Proses negoisasi masih berjalan sampai Juni 2018 mendatang. Saat ini Panja Freeport juga masih menunggu progres dari negosiasi itu seperti  pembangunan smelter dan lainnya
     Diungkapkan juga oleh Eni   ia menyampaikan kepada stakeholder seperti Menteri ESDM, Dirjen Minerba dan Freeport bahwa proses untuk kepemilihan saham 51% Freeport telah berlangsung lama namun ternyata belum terwujud juga. Oleh karena itu pihaknya berharap pemerintah untuk membeberkan dan menceritakan apa yang terjadi sehingga proses kepemilikan saham 51% saham Freeport belum terwujud juga. Padahal sumber daya alam yang dikelola Freeport di Papua merupakan milik Indonesia."Kami menginginkan pemerintah berbicara apa adanya kepada kami. Ceritakan apa yang terjadi supaya rakyat juga mendengar," paparnya.Saat ditanya siapa yang bermain hingga kepemilikan saham 51% Freeport belum terwujud, Eni mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Apalagi Panja Freeport dalam bekerja tidak bisa dilakukan dengan menduga-duga. "Kita tidak tahu, kita tidak bisa mengada - ngada siapa yang bermain," jelasnya.
       Sementara itu Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng yang menjadi tersangka terkait tulisan "Ada Penjarahan Uang BUMN untuk Beli Saham Rio Tinto di Freeport" mengatakan, keberadaan Freeport adalah wujud nyata adanya eksploitasi dan penghisapan dari lubang tambang. Sehingga buah kejahatan kemanusian dan lingkungan hidup terpotret sangat jelas dari lubang tambang. Apalagi yang dilakukan Freeport juga telah melanggar UU yang berlaku di Indonesia."Dalam kasus Freeport saya ini cuman nyenggol sedikit, masalah divestasi yang kita tahu tidak selesai-selasai," ujarnya.

             Salamudin mengakui, pihaknya memang sedikit menyenggol permasalahan terkait dengan divestasi yang dilakukan pemerintah Indonesia atas Freeport. Ia mempertanyakan posisi pemerintah yang seakan menggunakan keuangan BUMN melalui BUMN Holding tambang yang ditugaskan untuk mengakuisisi saham Freeport yang tersisa."Senggolan ini berkaitan dengan rencana pemerintah untuk mengambil alih saham PT Freeport Indonesia, dengan menggunakan keuangan BUMN dan holding ini dengan valuasi aset, equity dan lain sebagainya," jelasnya.Lebih jauh, Daeng menegaskan,  dengan pemerintah mengunakan Holding BUMN Tambang itu, maka akan ada utang mencapai 3 kali lipat akibat pembelian saham itu. Padahal menurutnya, jika berpegang pada kontrak karya, seharusnya pada tahun 2011 lalu masalah akusisi saham sudah selesai."Akan ada utang 3 kali lipat lah dari saham Freeport. Kalau kita berpegang dengan kontrak karya harusnya Freeport itu sudah selesai. Harusnya sudah selesai pada 2021," paparnya.
            Pengkaji Geopolitik GFI, Hendrajit mengatakan, untuk menguasai saham Freeport maka harus ada kalkulasi untuk melakukan gerakan revolusioner. Sayangnya untuk mencapai gerakan revolusioner tersebut menjadi terkendala karena saat ini TNI telah berada dalam zona nyaman. Sehingga gerakan revolusioner menjadi tidak skematis. Oleh karena itu harus ada kesadaran geo politik atas kekayaan alam Indonesia yang dimanfaatkan untuk rakyat Indonesia sendiri.(eas)

Tuesday, 13 February 2018 15:46

SURABAYA(KRJ.COM) Genderang Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Timur mulai memanas, pada saat pengundian nomor di hotel Mercure yang diselenggarakan KPU Jawa Timur, keliatan masing masing Cagub membawah massa dan slogan kreatifitas tim Chofifah – Emil dengan membentang slogan spanduk sebagai ajang pemanasan Pilkada Jatim diantaranya “ MBiyen Pakde Saiki Bude” dibentangkan di sekitar hotel Mercure tempat pengundian Nomor urut. Sementara pasangan Gus Ipul – Puti juga tak kalah dengan kreatifitasnya datang, pendukungnya dengan meneriakkan yel-yel 'Kabeh sedulur Jatim makmur', sehingga suasana semakin hangat,namun tak sampai ada persoalan karena ratusan petugas Polrestabes berjaga jaga di areal tempat pengundian nomor di hotel Mercure Surabaya Selasa (13/2) .
       Pasangan Gus Ipul-Puti datang terlebih dahulu dengan naik angkot dari Gayungsari. Sedangkan pasangan Khofifah-Emil bersama pendukungnya berjalan kaki dari posko pemenangan tim di Jalan Progo dekat Taman Bungkul. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) menggelar rapat pleno terbuka pengundian dan pengumuman nomor urut peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018.
      Dua pasangan Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Jatim hadir dalam acara pengundian nomor urut. Adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.Acara pengundian nomor urut diawali dengan pengambilan nomor antrean. Emil mendapatkan angka 9. Sementara Puti mendapatkan angka 7. Berdasarkan aturan, angka tertinggi akan mengambil nomor urut terlebih dahulu.
Selanjutnya, Khofifah mendapat kesempatan pertama mengambil terlebih dahulu nomor undian. Kemudian dilanjutkan Saifullah Yusuf. Dengan disaksikan seluruh komisioner KPU Jatim dan Bawaslu Jatim, Khofifah-Emil dan Saifullah Yusuf-puti membuka secara bersama-sama nomor urut tersebut. Hasilnya, pasangan Khofifah-Emil mendapat nomor urut 1. Sementara pasangan Gus Ipul-Puti mendapat nomor urut 2. Hingga kini, proses penetapan nomor urut Cagub-Cawagub Jatim masih berlangsung.(mt)

Saturday, 10 February 2018 00:45

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -,Kendati dalam rapat ditemukan banyak oknum jaksa yang  menyalagunakan wewenang, seperti keluhan anggota DPR, namun  Tim  Pengawal Pengawas Pemerintah dan Pembangunan( TP4) dimotori Jam intel Kejaksaan Agung  tetap melakukan perjanjian kerjasama dengan kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN sehingga dapat membantu kinerja dan mensinergikan tugasnya secara baik.  Penandatangan dilakukan JAM intel dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN disaksikan oleh Jaksa Agung, menteri Perhubungan dan Dirjen Kementerian BUMN di Kejaksaan Agung.

            Jaksa Agung, M. Prasetyo   ketika di Ke Kejaksaan Agung, Jumat ( 9/2) 2018 mengatakan  acara ini alhamdulilah kami dengan menteri Perhubungan dan  kemudian dengan Kementerian BUMN telah menyaksikan penandatanganan keputusan bersama antara TP4 Kejaksaan Agung disini Jamintejen dengan beberapa bagian dilingkungan BUMN dan Kementerian  Perhubungnan yang tentunya lebih dimaksudkan agar supaya meningkatkan sinergisitas, koordinasi dan kerjasama dalam upaya untuk mendorong dan mendukung pembangunan khususnya pembangunan infrastruktur yang sangat diperlukan oleh bangsa kita  sekarang ini.”  Kita tahu bahwa sekarang ini kita bertekad untuk membangun Negara kita dengan Indonesia sentris. Maka tadi yang bertanda tangan dengan Jamintel itu adalah mereka yang mmiliki tanggung jawab dan semangat  pembangunan strategi terutama di Indonesia Timur dan di daerah terpencil , baik  pembangunan di Pelabuhan , Bandara dan infrastuktur lain yang tentunya untuk mendukung akan transportasi,” ujarnya.

 

Selanjutnya,Prasetyo menegaskan  kelihatannya dengan transportasi ini tentunya akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan lain-lain, lapangan kerja, kapasitas produksi dan juga pemenuhan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat baik dalam negeri dan luar negeri.” Kita berharap dengan adanya kerja sama ini akan semakin bermanfaat lah dan masing-masing tentunya segera bisa mengobtimalkan kontribusinya upaya kemasyalatan rakyat. Jadi itu inti dari acara kita ini. Syukur alhamdulilah acara hari ini dengan lancer dan disaksikan oleh Kejaksaan Seluruh Indonesia melalui video Confrens,” tegasnya.

 

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan Mereka tahu persis dan saya bisa menyampaikan bahwa tombol sudah ditekan disini dan diharapkan menyala diseluruh Tanah air.” Mereka bekerja  bahu membahu antar seluruh sector yang ada antara kejaksaan dengan kementerian perhubungan dan Kementerian BUMN,” jelasnya

 

Ketika ditaya apakah ada tindakan,  M. Prasetyo  merincinya  saya ingin jelaskan kerjasama akan lebih mengedepankan pencegahan , jadi ini adalah penegakan hukumnya juga , penegakan hokum centris dan saya kira mendegah lebih baik daripada kita menindak. Denga demikian tentunya seperti diharapkan oleh banyak pihak saya secara pribadi tidak lagi timbul rasa ketakutan bagi para pelaksana pembanguan di daerah perusahaan. Ketika sudah ada pendampingan penegak hukum ini kita lakukan hanya tentu disini perlu keterbukaan  . “TP4 Sifatnya menunggu karena kita tidak paksakan kerja harus minta pendampingan dari kita seperti itu ,kita menunggu disamping kita diminta untuk mendampingi kita akan sepenuhnya mendampingi,” rincinya.

 

Oleh karena itu, Prasetyo merincinya berkaitan dengan teknis tentu disini ada pakar gampang kita nanti akan melibatkan dan kita membuat tim teknis ketika masalah berkaiatn dengan soal teknis konstruksi makanya ada ya glebih ahli. Kita hana menjaga dan mencegah jangan sampai ada dilapangan. “ Spek diikuti, ketentuan dipatuhi, dan juga tentang pengelola pendanaan juga harus tepat.Karena apa kalau penyimpangan akan dicegah dan kemungkinan terjadi ada penyimpangan bagaikan gayungn bersambung. Dengan kerja sama seperti ini dengan penuh ketulusan sesungguhnya diharapkan menghasilkan sesuatu hasil kerja yang berhasil dan itu semua diharapkan lebih cepat bisa dimanfaatkan dan dirasakan oleh rakyat,” rincinya.

 

Menyinggung ada kerja sama dengan BUMN, M prasetyo menandaskan  Siapa saja tugas kami mengawalkan melalui pendampingan-pendampingan itu dan itu sudah dilakukan mulai hari inji mengokohkan itu maka itu saya minta dihadiri oleh seluruh jajaran kejaksaan tinggi seluruh Indonesia dan mereka yang melanjutkan kebawah.” Saya harapkan ibarat listrik sudah ditekan tombolnya disini dimana-mana akan menyala semangat untuk saling bekerja sama saling berkoordinasi dan saling bersinergi untuk membangun negeri ini,” tandasnya

 

Sementara itu, Menteri Perhubungan , Budi Karya mengatakan  Kementerian perhubungan ada tugas mengawal Nawacita seperti yang disampaikan oleh Jaksa Agung yang  adalah Indonesia sentris artinya kita tidak asal membangun semua nya dan tidak muda untuk melakukan itu karena tugas Negara kita ini butuh satu akurasi untuk kecepatan , caranya saya mengapresiasi sekali sebelumnya kejaksaan sudah menyampaikan bahwasannya proyek ini harus jalan tetapi pengawalan tetap jalan artinya satu  proyek itu bisa di evaluasi saat berlangsung dengan satu pengamatan tetapi bias dilakukan setelah dilakukan. “Kata awalan ini membuat dari semua pelaksanaan ini dan dengan rasa percaya diri jadi besar kwalitasnya meningkat,” ujarnya.

 

Budi Karya menandaskan oleh karena itu saya berapresiasi apa yang menjadi yanhg kita kerjakan ini dan langsung dari Jaksa Agung untuk memberikan pengamanan ,pengawalan , karena kata itu bisa saja  pihak lain axa yang fitnah dan ini sudah ada dalam keadaan kita mau cepat orang yang berbuat itu .” Dengan awalan itu insya Allah akan berjalan terus kita bias memberikan sesuatu yang baik sehingga cita-cita Nawacita, cita-cita Bapak Presiden dapat berjalan  mennerikan jasa , Tandasnya. 

 

 

             Oleh karna itu, Budi Karya merincinya tadi didalam bapak sempat ngomong kalau apa yang terjadi di Negara kita? Jadi begini ada beberapa yang dilakukan dan bahkan saya secara konsisiten   waktu di Medan  Sumatera akhirnya saya lapor ke Jaksa Agung, kalau dilakukan evaluasi.” Kalau ada kekurangan harus dibenarin , kalau ada kelebihan harus dikembalikan. Nah untuk kejadian-kejadian ini saya pikir untuk kejaksaan Agung dulu dan ini adalah Pak Basuki Komite Keselamatan.  Ya , dia yang akan melihat dari awal secara professional nanti tentunya kita akan melakukan penelitian apakah ada unsur pidana. Kalau tidak ada unsur pidana tentunya tidak perlu. Kalau ada unsur pidan kewenangan dari Kepolisian,” rincinya. (vk)

 

 

Saturday, 10 February 2018 00:35

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa mantan Direktur Utama PT Pertamina Persero Galaila Karen Agustiawan, Jumat (9/2) 2018. Pemeriksaan itu terkait dugaan korupsi Penyalahgunaan Investasi pada PT. Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009\

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Rum ketika ditemui di Kejagung  Jumat (9/2) 2018 mengatakan, dalam pemeriksaan, Karen diminta menjelaskan soal awal mula proyek tersebut bisa terlaksana."Karen Agustiawan menerangkan mengenai proses keputusan terkait proyek untuk lapangan minyak Blok BMG Australia," ujarnya.

Selanjutnya, Rum  menegaskan untuk status Karen dalam kasus ini masih sebagai saksi. Selain Karen, penyidik juga memeriksa Asisten Manager Corporate PT Pertamina Dini Nurhayati dan Manager Legal Bisnis Development PT Pertamina Cornelius Simanjuntak.”Dalam pemeriksaan tersebut, Dini menerangkan ulasan atas usulan dari Direktorat Hulu dalam proyek Blok BMG Australia. Sementara Cornelius menerangkan soal ulasan atas kontrak kerja (self purchase agreement) antara PT Pertamina dengan pihak penjual minyak,” tegasnya.

Untuk itu, Rum menjelaskan kasus ini bermula dari kegiatan akuisisi oleh PT Pertamina berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009. Nilainya sekitar 31.917.228 dollar AS.”Dalam pelaksanaanya, ditemui dugaan penyimpangan dalam pengusulan Investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi. Sebab, tidak dilakukannya Feasibility Study (kajian kelayakan) berupa kajian secara lengkap atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris,” jelasnya.

Lebih jauh, Rum merincinya hal ini mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31.492.851 dollar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya sejumlah 26.808.244 dollar Australia tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT. Pertamina untuk penambahan cadangan dan produksi minyak nasional.”Justru hal ini berdampak pada kerugian keuangan negara, khususnya PT Pertamina sebesar 31.492.851 dollar AS dan 26.808.244 dollar Australia. Jika dikonversi ke rupiah setara Rp 568,066 miliar,” rincinya.

Hingga kini, Rum menandaskan dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT. Pertamina berinisial BK sebagai tersangka.” Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tandasnya. (vk)

 

 

Friday, 09 February 2018 06:36

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Bea Cukai dan Badan Nasional Narkotika (BNN) mengamankan 110,8 kg Sabu dan 18.300  butir Ekstasi, jaringan Medan dan Aceh berhasil menanahan 12 tersangka  dimana  pengendalinya dari LP.

         Menteri keuangan, Sri mulyani  kerika di tenui di  Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat , Jumat( 9/2) 2018 mengatakan ini luar biasa kami menyampaikan kepada masyarakat mengenai upaya bersama membongkar 49 kasus penyeludupan kasus narkoba. Sebetulnya yang  menyedikan dari beberapa saat yang lalu media juga  waktu itu mengkaver kami BNN di kantor Bea Cukai  sekarang ini berapa waktu kami menyampaikan kepada publik bahwa Direktorat Bea dan Cukai bersama BNN telah berhasil mengamankan lebih dari 110, 8 kg  metamitamin (sabu) dalam Bahasa Indonesia dan18.300 butir Ekstasi.” Penanganan ini adalah kerja sama antara BNN bersama-sama dengam Bea dan Cukai yang melakukan penangkapan jaringan penyelundup narkotika di kawasan Aceh dan Medan,” ujarnya.

       Selanjutnya, Sri Mulyani menegaskan jumlah barang bukti yang jumlah besar ini menunjukan bahwa Indonesia telah menjadi Betul Desinasi dari barangbarang berbahaya ini.”  Frekuensi makin  hari makin fantatis sehingga membutuhkan pengawasan pemimpin  yang makin ketat dari apparat hokum dan kita berterima kasih kita mendapatkan dukungan juga dari DPR Untuk melakukan Suatu tugas yang luar biasa penting dan berbahaya. Mungkin saya memberikan sedikit komunikasi breevnya dan nanti pak Bambang dan pemimpin komisi Juga menambahkan,” tegasnya .

      Untuk itu, Sri Mulyani menjelaskan kronologis sebagai berikut Pada hari sabtu pada tanggal 20 Januari 2018 yang lalu petugas Bea dan Cukai , BNN Pusat dan BNNP Aceh bersama-sama dengan BNN kota Langsa berhasil mengungkap peredaran gelap sabu di wilayah Asia Timur.” Pengungkapan kasus ini berawal dari infomasi asal dari masyarakat dan kami berterima kasih yang saya sampaikan sebelumnya masyarakat ini memiliki peranan yang  luar biasa penting. Informasi masyarakat yang melihat sesuatu tindakan yang mencurigakan dan juga mengkombinasikan penyelidikan intelejen bahwa ada penyelundupan barkotika yang dilakukan sindikat narkotika jaringan Aceh Padang. Ini awalnya dari Malaysia masuk ke Indonesia perairan aceh dengan menggunakan perahu motor ,” jelasnya.

         Lebih lanjut, Sri Mulyani merinci dari penindakan ini tugas yang bisa menangkap Inisial MI (27) warga Lhokseumawe dan mengamankan  7 bungkus Sabu  seberat 7,2 kg ,juga 3 bungkus ekstasi sebanyak 300 butir . barang tersebut disimpan milik tersangka saat dia mengendarai sepeda motor. Dari pengembangan penyidikan petugas berhasil mengamankan tersangka lain inisialnya adalah AF(28) lagi-lagi dari warga Lhokseumawe. “ Tiga hari dari tanggal 20 Januari 2018 tadi tanggal 23 Januari petugas Bea dan Cukai dan BNN mendapatkan informasi bahwa  akan ada transaski narkoba di kawasan Batubara Sumatera Utara. Maka petugas menangkap tersangka menangkap tersangka berinisial B( 43) yang kedaatan membawa 2 bungkus sabu seberat 1,05 kg dan 1,03 kg dikawasan Perkebunan  Sei Batubara Sumatera Utara,” rincinya

Sesuai pengembangan, Sri Mulyani mengakui  berdasarkan keterangan dari tersangka tersebut 1 bungkus sabu akan diserahkan kepada orang yang berinisial H. Petugas kemudian secara gabungan melakukan control delivery dan berhasil mengamankan  H (33) di kantor Pos Batu bara dan mengamankan sabu sebesar 1,3 kg. Petugas Bea dan Cukai dan BNN mengamankan  seorang  tersangka lain inisial S (31) dan barang  bukti sabu sebesar  2,06 kg di daerah Tanjung Tiram,Suamtera Utara. “Tindakan yang dilakukan di Sumatera Utara tersebut melalui petugas gabungan berakhir menangkap DS (47) yang kedapatan membawa 20 bungkus sabu seberat 21, 22 kg ini terjadi 4 hari kemudian 27 Januari 2018. Dua hari kemudian pada tanggakl 29 Januari diamankan lagi M (49) ,A (26) melakukan transaksi narkoba di daerah KM 12 jalan  Medan Binjai, Sumatera Utara.  Barang bukti sebesar 31,21 kg  dan ekstasi sebanyak  18.000 butir,” Akunya.

        Hingga kini pendalaman, Sri Mulyani  menandaskan dari keterangan A yang ditangkap itu  ada lagi karung berisi sabu yang akan diserahkan kepada B(39). Berdasarkan informasi tersebut petugas petugas mengamankan B di pinggir jalan Unjung Tol Balmera Sumatera utara dengan barang bukti sabu seberat 31,2 kg. Dimana-mana terjadi kita tidak bicara lagi gram tetapi bicara puluhan kg . Dengan hasil pengembangan ini petugas mengamankan  J(41) di kawasan Yos Sudarso Medan,Sumatera Utara. “Pengungkapan kasus penyelundupan narkoba kembali dilakukan lagi terakhir pada 30 Januari 2018 di daerah Aceh Utara. Sekali lag Bea dan Cukai dan BNN berhasil mengamankan dua orang tersangka inisial SA dan MA dengan bukti sabui seberat 15,9 kg. Petugas Gabungan berhasil mengamankan terangka yang diperoleh informasi dari masyarakat. Petugas mengikuti dua tersangka yang disinyalir akan  mengambil sabu dari seorang di daeraah Lhok Sukon, Aceh ,” tandasnya.

        Pengembangan itu, Sri Mulyani menambahkan  dari pengeledahan berhasil menemukan sabu 1 karung berisi 15 bungkus the China beratnya 15 kg yang disembunyikan bentuknya dikubur oleh tersangka SA tersebut. Barang tersebut diamankan oleh BNN dan untuk diproses dengan ketentuan hukum  dan para tersangka terjerat pasal 14 :ayat 2 , pasal 132 ayat 1 ,pasal 112 ayat satu, Pasal 132 ayat 1 Undang-udang No 35 tahun 2009 tentang narkoba . Demikian yang disampaikan secara total. “Ini kita mendapatkan  dengan erselang dua hari dua hari. Dan ini menunjukan Indonesia terus menerus daerah  yang menjadi target .Saya berterima kasih semua  yang telah bekerja berat bersama-sama teman-teman BNN kerjasama luar biasa baik antara bea cukai BNN dan kita berharap ini akan terus dikembangkan untuk menjagaNegara Republik Indonesia,” tambahnya.  

         Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN ) Pusat,  Komjen Pol Budi Waseso  mengatakan   Khusus teman wartawan yang saya tambahkan 10 hari kita bekerja untuk mengungkap kasus ini kita dapatkan  jumlah yang cukup luar biasa 110,8 kg sabu dan 18.000 butir ekstasi. Inialah nyag bisa ungkap dan sebenarnya jaringannya ini yang pertana bagaimana kita bias mengungkap jaringan  Malaysia melalui Medan dan Aceh. Di Medan sekali dan di Aceh dua kali kita beroperasi. Berkali-kali kita berada diTempat Kejadian perkara (TKP) yang berbeda.” Menangkap 12 tersangka, yang sangat miris kami berulang kali jangan ucapan sebagai Kepala BNN menjadi kambing hitam dari permasalahan masyarakat juga paham bahwa sampai hari ini kasus ini melibatkan pelaku yang sudah dua kali vonis hukuman mati di Lapas dan dia yang mengendalikan ,dia yang terlibat dalam pemesanan ini ,” ujarnya.

           Dari data yang ada, Budi Waseso menandaskan  dia sudah putus hukuman mati ini diajukan kembali hukuman mati yang ketiga, inilah hukuman mati yang tidak mati-mati. Tidak ada efek jerah buat yang lainnya bandar-bandar yang lain mencontohindoneisa dari pelaku yang satu ini mengenadalikan jaringa-jaringan ini bekerja. Dan pelaku ini sudah vonis hukuman mati sudah dua kali , ini akan ketiga kali dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebenarnya dia sudah kita lakukan TPPU nilainya hamper 2 Triliun, ternyata  masih punya kekuatan biasa dari jaringan ini.” Yang disampaikan kita tidak pernah lelah dan berhenti tugas-tugas kita  akan generasi bangsa Indonesia. Ya kita menyelamatkan anak-anak bangsa Indonesia dan menyangkut nasib Indonesia kedepan, mana kala ini gagal generasi bangsa Indonesia ini juga gagal dalam bentuk kwalitas,” tandasnya.

      Budi Waseso menjelaskan  rekan-rekan dari semua ini yang kita amankan dari rekan-rekan barang bukti ini ada ekstasi dan sabu ya kurang lenih kita menyelamatkan 600 ribu manusia yang kita selamatkan  bayangkan nyawa manusia yang sebanyak ini 600 ratus orang ini tidak bias dinilai seberapapun. Ini merupakan kepedulian kita bersama dan saya salut dan bangga karena masyarakat sudah mulai merespon ,semangat masyarkat untuk memerangi narkoba sudah kelihatan dimana masyarakat aktif memberikan informasi baik itu ke BNN dan Bea Cukai sehingga kita berhasil uangkap jaringan-jaaringan ini dengan modus macam-macam ada yang ditanam dulu didalam Tanah, nanti kalau sudah baru dibawa kan mereka sudah tersebar ya. “Rekan-rekan sekali modus ini akan selalu berubah ya mungkin kita temukan ini dikirim berupa majalah atau buku ,kita lihat ada narkotikanya. Lembaran ini sebenarnya kertas ini adalaarkotik setelah kita teliti di laboratorium kita . Satu lembar itu bisa dipakai 2 ribu pil ekstasi kita tunggu lembarannya berapa . Ini jadi ekstasian seperti yang kita temukan didepan ini hijau dan orange itu dan pink itu kwalitas 1, kalau ini sudah tercampur disini ini sudah diracik dan dindonesia juga di campur bahan yang tapi  yang kita temukan dengan modus baru yang bentuk dari kertas tadi itu kwalitas unggul atau kwalitas 1 alias Super,” jelasnya

       Lebih lanjut, Budi Waseso merincinya yang sekarang ini jaringannya kerjanya seperti ini  teman-teman ikut betul-betul mengawasi dilapangan wilayah mana kemungkinan tempat peredaran narkotika dan yang kemarin yang kita temukan ekstasi cair di diskotik MG itu satu model-model baru, bagaimana dia mengelabui apparat seakan-akan ini bukan narkotik ini aqua kemarin yang kita temukan tetapi ini  ekstasi cair yang satu botol seperti ini percis dikonsumsi 4 orang harganya Rp 400 Ribu dan dipakai patungan  dan modusnya terus berkembang rekan-rekan sekalian ya sehingga kami dari BNN dan Bea Cukai mengikuti modus-modus baru yang dia lakukan dan kita data terus yang akan berulang.” Nanti akan kembali kepada modus yang lama lagi,setelah kita terlena dengan modus-modus yang baru itu. Ini yang  perlu dipahami teman-teman karena memang jumlahnya banyak kalau kita juga dalam proses peradilan putusannya hukuman mati pasti hukuman mati kecuali ada keriangan luar biasa tetapi hukuman tapi sampai saat ini yang putusan mati tidak pernah mati ini terulang. Seperti kasus Almarhum Freddy Budiman , dia juga sudah putusan mati sudah tiga kali hukuman mati tetapi tidak mati-mati,” rincinya.

        Itu sebabnya, Budi Waseso menadaskan  Ya, harus dikasih tau di paksa dulu baru ada hukuman mati . Nah kita disulitkan seperti ini kepolisian yangmmelakukan pemutusan jaringan kita dihindari dengan jaringan-jaringan yang tetap bekerja. Sekali lagi saya sampaikan 50 persen perdaran narkoba dikenkendalikan dari dalam lapas itu fakta.” Ya sekali ini bukan omong kosong bahkan 90 persen lebih kasus yang ungkap selama tahun 2017 itu melibatkan Lapas. Nanti ada yang Tanya dan ada jawab dikuiti lagi untuk kepentingan-kepentingan yang menjwab dari persoalan-persoalan kita selesaikan bersama-sama,” tandasnya.

        Budi Waseso anggap  jagoan satu yang nomor dua dari sini ,jagoan 1 dia merasa kebal tidak mingkin saya mati. Ya. Hukumannuasudah dua kali dan dia berusaha menyuap saya . Kurang dia menyuap saya hanya Rp 4 Miliar.  Ya saya engga mau kalau Rp 4 Triliuan ya mikir-mikir dulu. Ya penawarannya Rp 8 Miliar tetapi diaksih cas Rp 4 Milir itu tetapi tidak langsung kepada Kepala BNN melalui perantara coba kalau langsung kepada saya .” Karena dia aman maka dia nyaman dia berbuat lagi, karena waktu itu pada saya dia sudah hukuman mati yang pertama . Ketangakap sama saya kasus di Medan dia berusaha menyuap tidak berhasil karena kurang yang Rp 4 Miliar di kredit.  Jual narkoba putusannya mati hukuman mati buat lagi, dia berupaya menyuap lagi tetapi kepada kepala BNN yag mau pension,” tambahnya. (vk)

Gaya

Face Book Galleries

JAKARTA(KORANMRAKYAT,COM) Disayangkan duta anti Narkoba malah terjerat narkoba. Artis Roro Fitria yang masuk dalam...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Aksi kejahatahan  penyeludupan narkoba  yang dilakukan sudah ke enam kali yang...
  MAKASAR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dalam bekerja harus fokus dan memiliki prioritas...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Penangkapan  Pejabat Lampung Tengah menambah panjang sederetan  sepekan Bupati serta...
    MALUKU(KORANRAKYAT.COM) Mengakhiri kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku, Presiden Joko Widodo...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Komitmen Freeport membangun smelter di Gresik belum Direalisasikan . Oleh karena itu,...
SURABAYA(KRJ.COM) Genderang Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Timur mulai memanas, pada saat pengundian nomor di hotel...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -,Kendati dalam rapat ditemukan banyak oknum jaksa yang  menyalagunakan wewenang, seperti...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa mantan Direktur Utama...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Bea Cukai dan Badan Nasional Narkotika (BNN) mengamankan 110,8 kg Sabu dan 18.300  butir...