Headline News

Dorong Konektivitas Digital, Bank Jatim Akan Luncurkan JConnect Versi Terbaru
Last Updated on Apr 18 2026

Dorong Konektivitas Digital, Bank Jatim Akan Luncurkan JConnect Versi Terbaru

                                        SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 18 April 2026. Bank Jatim kembali menegaskan komitmennya dalam transformasi digital melalui penyelenggaraan Pre-Event Launching JConnect, aplikasi perbankan digital terbaru yang dirancang untuk memberikan...
Pertemuan 5 Jam, Presiden Prabowo dan Presiden Putin Sepakati Penguatan Kerja Sama ESDM dan Pengembangan Industri
Last Updated on Apr 15 2026

Pertemuan 5 Jam, Presiden Prabowo dan Presiden Putin Sepakati Penguatan Kerja Sama ESDM dan...

MOSKOW ,KORANRAKYATCOM,- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada kunjungan kenegaraan di Moskow, pada Senin, 13 April 2026. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin setibanya...
Presiden Prabowo dan Presiden Macron Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia–Prancis
Last Updated on Apr 15 2026

Presiden Prabowo dan Presiden Macron Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia–Prancis

PARIS,KORANRAKYATCOM,-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan empat mata dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Paris, pada Selasa (15/04/2026). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian lawatan luar negeri Presiden Prabowo ke...
BP BUMN Dorong Integrasi Sistem Pungutan Pajak Atas Transaksi Digital Luar Negeri yang Cepat, Real-Time, dan Aksesibel
Last Updated on Apr 15 2026

BP BUMN Dorong Integrasi Sistem Pungutan Pajak Atas Transaksi Digital Luar Negeri yang Cepat,...

JAKARTA,KORANRAKYATCOM, -- Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar rapat bersama Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, serta perwakilan Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Jalin Pembayaran Nusantara, untuk membahas pengembangan sistem pembayaran...
BP BUMN Perkuat Peran BUMN untuk Mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
Last Updated on Apr 15 2026

BP BUMN Perkuat Peran BUMN untuk Mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

      JAKARTA ,KORANRAKYATCOM,— BP BUMN terus memperkuat perannya agar BUMN dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memberi manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.   Komitmen ini mengemuka dalam rapat internal...

World Today

 

BATU KORANRAKYAT.COM,- Kita ingin ke Jepang sudah tidak perlu lagi harus naik pesawat dengan biaya mahal.ini ada The Onsen Hot Spring  yang ada kota Batu, menampilkan berbagai hidangan makanan khas Jepang,dengan harga cukup terjangkau.

Menurut Supriyanto  Geral Manager  The Onsen Hot Spring  Batu  “Kagayakashii Iftar 2026.”mengusung konsep suasana Jepang yang autentik di Kota Batu, acara ini menawarkan perpaduan cita rasa khas Nusantara dan sentuhan kuliner Jepang.

 Ditambahkan Stefani Marketing The Onsen Hot Spring  Kota Batu “ Kagayakashii ”  berarti berkilau atau bersinar dalam bahasa Jepang, menjadi simbol kebersamaan dan kehangatan momen berbuka puasa bersama keluarga, sahabat, maupun kolega.

 Masih Dikatakan Stefani Kagayakashii Iftar menghadirkan dua menu ikonik yang siap memanjakan lidah para tamu ;Nasi Goreng Rendang – Diracik dengan rasa yang kuat dan kaya rempah, menggunakan daging berkualitas pilihan serta bumbu autentik yang meresap sempurna. Perpaduan nasi goreng dengan sentuhan rendang menghadirkan cita rasa Nusantara yang bold dan menggoda.Sushi Buah – Kreasi unik yang menyegarkan, memadukan potongan buah segar dengan tampilan ala sushi khas Jepang.

 Selain menu ikonik tersebut, tamu juga dapat menikmati beragam pilihan hidangan lainnya yang disajikan dalam konsep buffet, lengkap dengan takjil, hidangan utama, dessert, hingga minuman khas Ramadan. Menariknya, setiap tamu Iftar akan mendapatkan gratis tiket masuk/wisata area resort, sehingga dapat menikmati suasana khas Jepang dan berfoto di berbagai spot ikonik sebelum maupun setelah berbuka puasa. Dengan latar arsitektur Jepang, taman yang asri, serta atmosfer pegunungan Kota Batu yang sejuk, Kagayakashii Iftar 2026 menjadi pilihan sempurna untuk menghabiskan momen Ramadan yang berkesan.(an)

 

 

 

1. Indra Kuspriyadi sebagai Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang yang baru Foto bersana Forpimda  Malang Raya dan Perwakilan Pemda Pasuruan dan Probolinggo  2,Ugus Irwanto Sekda Kab Probolinggo Bersama UKM Binaan BI Pewakilan Malang (nyo)

MALANG,KORANRAKYAT.COM. Rotasi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang dari Febrina menjabat sejak tahun 2024 selaku Pejabat lama digantikan oleh Indra Kuspriyadi sebagai Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang yang baru. Pengukuhan dilakukan di Ballroom Hotel Grand Mercure pada Rabu (11/2) 2026. -

     Deputi Gubernur BI  Filianingsih Hendarta usai mengukuhkan Indra Kuspriyadi Menyampaikan Indra  sebagai salah satu sumber daya terbaik yang dimiliki Bank Indonesia. Dia memiliki pengalaman panjang di berbagai penugasan strategis, termasuk sebagai Deputi Direktur Kantor Wilayah BI Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Menurut Filianingsih, pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat peran BI Malang dalam menjaga stabilitas ekonomi wilayah. Terutama melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis.Dia menambahkan, kondisi perekonomian global saat ini masih dibayangi ketidak pastian. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan sedikit melambat menjadi 3,2 persen dibanding 3,3 persen pada 2025.

      Perlambatan itu dipengaruhi dinamika negosiasi tarif resiprokal Amerika-Indonesia serta kerentanan rantai pasok global Meski demikian, perekonomian nasional dinilai tetap berada pada jalur yang relatif aman. Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5,3 persen. "Jadi peran BI di daerah sangat penting sebagai strategic advisor yang bersinergi dengan pemda,” lanjut Filianingsih.Peran tersebut mencakup pengendalian inflasi, menjaga ketahanan pangan, serta memperkuat gerakan nasional pengendalian inflasi. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari sisi produksi, distribusi hingga konsumsi. Jadi peran BI di daerah sangat penting sebagai strategic advisor yang bersinergi dengan pemda,” lanjut Filianingsih.

BI juga terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pendekatan ekosistem yang menghubungkan UMKM, agregator, dan perbankan. Selain itu, hilirisasi sektor pangan dan perluasan pasar ekspor menjadi fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Digitalisasi UMKM binaan juga terus diperluas agar mampu bersaing di tingkat nasional. Pergantian kepemimpinan di BI Malang diharapkan membawa energi baru dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan potensi ekonomi yang besar di wilayah kerja BI Malang, stabilitas daerah dinilai berperan penting dalam menopang perekonomian nasional.

Dalam Prosesi tersebut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat serta Bupati Malang H.M. Sanusi, Perwakilan dari kota Batu, Pasuruan dan  Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga Bi Perwakilan Malang Malang juga menampilkan 3 binaan UKM dari Kota Batu berupa kripik kripian mulai dari kripik nangka, kripik Apel dan kripik sayur, sementara dari Pasuruan berbagai macam kripik ikan dan Probolinggo UKM menampilkan aneka makanan dari Brambang yang telah dikemas dalam bentuk berbagai varian yang berasal dari Brambang Probolinggo dimana UKM ini telah mampu Export Keluar negeri diantaranya Kanada dan beberapa negara lain.

Ugas Irwanto Sekda Probolinggo menyampaikan pada koranrakyat bahwa produk UKM asal probolinggo itu telah berhasil Export Keluar Negeri, oleh karena pemerintah daerah sangat mendukung, karena Bahan baku yang dipakai UKM dari brambang asal Probolinggo yang terkenal cukup pedas, sehingga Brambang itu bisa di Mix menjadi berbagai varian makanan ringan. Oleh karenanya, Ugas menyampaikan terima asih pada Bank Indonesia Perwakilan Malang bisa menampilkan UKM asal Probolinggo, sehngga bisa dikenal oleh masyarakat luas. (eas)

 

 

 

 

 

 

MALANG, KORANRAKYAT

COM,-7 Februari 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) Tahun 2026 pada hari Jumat-Sabtu (6-7 Februari 2026). Rakerta merupakan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya dan sekaligus merumuskan arah kebijakan serta strategi bisnis untuk tahun 2026. Bertempat di Ballroom Hotel Grand Mercure Mirama Malang, kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Periode 2009-2014 Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, jajaran Dewan Komisaris, jajaran Dewan Pengawas Syariah, jajaran Direksi, SEVP, VP, serta seluruh pemimpin cabang dan pemimpin cabang pembantu Bank Jatim.

Adapun Rakerta tahun 2026 ini mengusung tema Audacity to Fly Higher yang memiliki makna keberanian untuk terbang lebih tinggi dan meraih hasil positif yang lebih besar. Tema tersebut merepresentasikan keberanian untuk melangkah lebih jauh dan mengambil lompatan strategis dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin kompetitif. Tujuan utama pelaksanaan Rakerta 2026 inj antara lain untuk memberikan arah taktis bagi cabang dan divisi beserta seluruh Jatimers, untuk menjadi panduan yang konkrit dalam menyusun action plan, memberikan booster penyemangat demi mencapai kinerja yang berbasis GRC, serta sebagai forum dimulainya orkestrasi pencapaian visi Bank Jatim.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, Audacity to Fly Higher mencerminkan semangat transformasi dan optimisme, sekaligus ajakan kepada seluruh Jatimers untuk keluar dari zona nyaman dan berani menghadapi tantangan dengan inovasi, kolaborasi, serta eksekusi yang unggul. ”Rapat kerja ini rutin kami lakukan setiap awal tahun untuk menyatukan visi, memberikan arahan strategis, serta memperkuat budaya kerja dan kekompakan internal agar target 2026 bisa tercapai,” ungkapnya.

Di tahun 2026 ini, lanjut Winardi, Bank Jatim berkomitmen akan terus memperkuat kinerja bisnis, tata kelola perusahaan, serta akselerasi transformasi digital guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Menurutnya, Rakerta 2026 menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi dan langkah strategis perusahaan dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif.

“Kami optimis pada tahun 2030 nanti, Bank Jatim akan mampu menjadi BPD nomor 1 di Indonesia pada seluruh parameter. Baik dari sisi dana pihak ketiga, penyaluran kredit yang berkualitas, pertumbuhan laba, maupun penguatan total aset. Visi ini bukan sekedar target, melainkan komitmen kami dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi Jawa Timur,” tegasnya.

Untuk menuju visi tersebut, Bank Jatim telah menetapkan fokus strategi tahun 2026. Pertama, strategi 3 business yang difokuskan pada tiga aspek utama. Yaitu pencapaian low cost funding melalui optimalisasi penghimpunan dana murah, peningkatan kualitas penyaluran kredit dengan ditopang likuiditas yang efisien, dan peningkatan transaksi digital banking.

Kedua, strategi 2 enabler yang menjadi fondasi utana dalam mendukung akselerasi bisnis Bank Jatim. Fokus ini meliputi penguatan tata kelola perusahaan yang baik guna memastikan pengelolaan perusahaan berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas. Selain itu, perseroan juga akan melakukan penguatan sistem dan teknologi sebagai langkah strategis dalam mendukung inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat keamanan dan keandalan sistem digital perusahaan.

Ketiga, strategi 1 people development yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM sebagai aset utama perusahaan. Bank Jatim berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi, profesionalisme, serta budaya kerja adaptif dan inovatif sehingga seluruh Jatimers mampu menjawab tantangan industri dan mendukung pencapaian target bisnis perusahaan secara berkelanjutan.

“Melalui implementasi strategi 3-2-1 ini, kami optimis mampu memperkuat daya saing perusahaan, meningkatkan kinerja keuangan, serta memberikan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat langkah Bank Jatim menuju BPD nomor satu di Indonesia,” ujar Winardi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi peran strategis Bank Jatim dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, dukungan Bank Jatim terhadap UMKM menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. ”Bank Jatim memiliki peran penting sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Perannya tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memastikan UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” ujar Khofifah.

Khofifah menilai, keterlibatan UMKM binaan Bank Jatim dalam Misi Dagang menjadi indikator keberhasilan pola pembinaan yang dilakukan secara terintegrasi, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan jaringan pemasaran. ”UMKM yang selama ini kita bawa dalam berbagai misi dagang bukan sekadar pameran. Mereka sudah siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar. Ini bukti bahwa peran Bank Jatim dalam mendampingi UMKM benar-benar berdampak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen mendorong UMKM dan IKM untuk naik kelas melalui berbagai program pembinaan, fasilitasi pemasaran, penguatan mutu produk, hingga perluasan akses pasar, baik secara luring maupun digital(an)

 

 

 

 

 

 

 

MALANG, KORANRAKYAT.COM,- Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Malang yang bersih dan bebas sampah, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemkab Malang berupa satu unit arm roll truck. Bertempat di Pendopo Kabupaten Malang, penyerahan CSR dilakukan secara simbolis oleh Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim Eko Susetyono kepada Bupati Malang Sanusi dengan didampingi oleh Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib pada hari Rabu (5/3).

Eko Susetyono menjelaskan, tujuan dari diberikannya CSR tersebut agar Kabupaten Malang dapat meningkatkan efisiensi dalam hal pengumpulan dan pengangkutan sampah serta mengurangi penumpukan di TPS. Selain itu juga diharapkan dapat mendukung program lingkungan hidup yang berkelanjutan sesuai kebijakan pemerintah daerah dan sekaligus bisa berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan serta kebersihan masyarakat. ”CSR ini adalah simbol pengabdian Bank Jatim untuk Pemkab Malang. Semoga bantuan ini mampu mengurangi tumpukan sampah di beberapa titik karena pengangkutan sampah di Kabupaten Malang masih terbilang cukup tinggi,” tuturnya.

Eko Susetyono menegaskan, secara bertahap, Bank Jatim akan terus mendukung Pemkab dalam pengurangan sampah. Baik secara teknis maupun non-teknis. Hal ini sebagai bukti bahwa Bank Jatim juga peduli terhadap lingkungan. ”Kita semua berharap Kabupaten Malang bisa selalu bersih, indah, dan asri. Mari kita bersama – sama mewujudkan masyarakat yang peduli lingkungan. Semoga kerja sama Bank Jatim dan Pemkab Malang dapat terus berjalan dengan baik ke depannya,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Malang Sanusi menyampaikan, sampah merupakan salah satu sektor yang menjadi atensi tahun ini. Dia menerangkan, hal tersebut sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah ketika menjalani retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang pekan lalu. Jika daerah tidak mampu menangani sampah, maka akan diambil alih oleh pemerintah pusat. “Maka dari itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Jatim yang peduli terhadap penanganan sampah di Kabupaten Malang dengan memberikan CSR berupa arm roll truck ini,” ujarnya.

Nantinya, armada tersebut akan dimanfaatkan untuk mengatasi pengangkutan sampah yang menumpuk, khususnya di daerah pasar. “Karena ini bantuan dari Bank Jatim Kepanjen, maka kami fokuskan truk tersebut akan beroperasi di Kepanjen, Gondanglegi, dan Dampit. Kami sangat berharap semua pihak bisa berkontribusi nyata dalam mengatasi sampah demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” kata Sanusi. (an)

 

MALANG, KORANRAKYAT.COM,- Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan sekitar, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) terus gencar menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) ke berbagai daerah. Salah satunya ke Pemerintah Kota Malang. Bertempat di Balai Kota Malang, CSR berupa 1 unit mobil pelayanan pembayaran PBB dan pajak daerah lainnya itu diserahkan oleh Direktur Manajemen Risiko bankjatim Eko Susetyono kepada Pj Walikota Malang Iwan Kurniawan pada hari Senin (17/2).

Eko menjelaskan, bantuan CSR tersebut memiliki beberapa tujuan. Antara lain mendukung program optimalisasi penerimaan pajak daerah, meningkatkan aksesibilitas pelayanan pajak, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), dan efisiensi dalam pengelolaan pajak daerah. “Sehingga masyarakat Kota Malang bisa memanfaatkan program-program pembayaran PBB dan pajak daerah lainnya tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor. Mudah-mudahan dengan adanya mobil ini tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat. Sebab, pajak akan kembali memberikan manfaat bagi semua warga Kota Malang,” paparnya.

Menurut Eko, bantuan tersebut juga sebagai bentuk tanggung jawab bankjatim yang merupakan BUMD milik Pemprov Jawa Timur. Pihaknya berharap semoga CSR ini bisa membantu tercapainya target PAD Kota Malang untuk pembangunan daerah yang tujuannya menyejahterakan masyarakat. “Semoga kerja sama yang sudah terjalin dengan Pemkot Malang dapat semakin baik lagi dan mampu memberikan kontribusi positif untuk daerah,” terangnya.

 

Iwan Kurniawan mengapresiasi dukungan bankjatim dalam meningkatkan pelayanan publik. “Mobil keliling ini akan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pajak, sehingga kesadaran membayar pajak bisa meningkat. Sinergi ini menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga melibatkan banyak sektor, termasuk perbankan. Mobil layanan pajak keliling itu akan segera dioperasikan dan ditempatkan di berbagai titik strategis di Kota Malang yang mudah diakses,” tegasnya.

Sementara itu, di hari berikutnya, bankjatim juga menyerahkan CSR kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung berupa lampu taman aloon-aloon dan lampu hias Taman Kartini. Bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso, bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan bankjatim Arif Suhirman kepada Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno pada Selasa malam (18/2).

Arif menerangkan, pemberian lampu taman dan lampu hias ini dapat meningkatkan dan memperindah sarana prasarana serta mampu menambah nilai fungsi dan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung. “Dengan adanya lampu taman dan lampu hias maka tentu saja akan semakin memperindah Kabupaten Tulungagung, terutama saat malam hari. Semakin cantiknya aloon-aloon maupun taman-taman di Tulungagung, pasti akan menambah rasa nyaman sehingga berdampak terhadap peningkatan kunjungan masyarakat. Nah, tingginya kunjungan itu tentu bakal memicu kegiatan dan pertumbuhan ekonomi di Tulungagung,” terangnya. 

Maka dari itu, bankjatim berharap kerja sama dengan Kabupaten Tulungagung dapat terus terjalin dengan baik ke depannya. “Bantuan ini juga sebagai wujud kecintaan dan kepedulian kami kepada masyarakat Tulungagung yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada bankjatim dalam mengembangkan bisnisnya, serta supaya dapat menjadi inspirasi dan membawa dampak positif kepada lingkungan serta masyarakat,” tambahnya.

Heru Suseno menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas program CSR yang sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Pihaknya berharap semoga program ini terus berlanjut kedepannya. Sebab, selain menjadi bagian dari wajah Tulungagung, aloon-aloon juga menjadi ruang pubik yang dapat dimanfaatkan secara multifungsi. Yakni sebagai tempat rekreasi masyarakat dan pusat perekonomian rakyat.(an)

 

MALANG, KORANRAKYAT.COM,-PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) tahun ini berkesempatan menjadi tuan rumah untuk kegiatan Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI). Bertempat di Grand Mercure Hotel Malang, acara FKDK yang diselenggarakan serangkaian acara sejak hari Kamis (16/1) sampai Jumat (17/1) tersebut dihadiri oleh Dewan Komisaris BPD seluruh Indonesia. Turut hadir juga dalam kesempatan tersebut Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Ketua Umum FKDK BPDSI Bahrullah Akbar, serta Ketua Dewan Audit Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Issabella Watimena.

Bahrullah Akbar menjelaskan, kegiatan FKDK BPDSI memiliki dua agenda penting, yaitu seminar nasional dan rapat kerja nasional dengan topik meningkatkan peran pengawasan aktif Dewan Komisaris BPDSI. “Dengan kegiatan semacam ini Insya Allah bisa menjadi wadah untuk terus meningkatkan kemampuan capacity building kita sebagai pengawas di lingkungan BPD seluruh Indonesia. Pada hari ini kita juga akan membahas tentang integritas penyusunan laporan keuangan sesuai dengan POJK 15 tahun 2024. Sehingga korelasi antara fungsi pengawasan dan tugas kita untuk menjaga integritas unsur laporan keuangan di BPDSI dapat semakin membaik,” paparnya.

Menurut Bahrullah, FKDK BPDSI adalah wadah untuk menampung aspirasi Dewan Komisaris dalam memberikan kontribusi demi meningkatkan peran BPD dalam dunia perbankan. Dengan adanya wadah ini, diharapkan para anggota Dewan Komisaris BPDSI bisa memperoleh kemudahan dalam berkomunikasi serta bertukar pikiran dan pengalaman secara kelembagaan, baik untuk tindakan ke dalam organisasi maupun ke pihak luar. “Selain itu, forum ini bermanfaat pula untuk tujuan pengembangan profesi dan organisasi, serta hal-hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan, sebagaimana tertuang dalam visi dan misi FKDK BPDSI sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FKDK BPDSI,” tuturnya.

Bahrullah menambahkan, tahun lalu BPDSI telah membentuk tim dalam rangka mengharmonisasikan peraturan perundang-undangan. Mulai dari UU PT, UU Pemerintahan Daerah, dan tentu peraturan OJK yang punya spesifikasi khusus pada tata kelola di lingkungan BPD. Sebab menurutnya, dengan peraturan perundang-undangan yang harmonis, otomatis akan terjaga keberlanjutan (sustainability) organisasi. “Ini merupakan Governance, Risk, and Control yang paling utama di lingkungan perbankan agar dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Sementara itu, Adhy Karyono juga menyampaikan dalam sambutannya, FKDK BPDSI ini merupakan forum yang sangat strategis karena membahas bagaimana Dewan Komisaris selaku pengawas betul-betul berperan serta berkontribusi untuk bisa memberikan suatu pendapat terkait dengan isu-isu strategis yang berkembang saat ini. Selain itu, di dalam forum ini juga dibahas bagaimana kita membuat pola kebijakan yang paling baik untuk kemajuan perbankan daerah.

 

Menurutnya, FKDK BPDSI adalah wadah untuk memperkuat koordinasi, merumuskan kebijakan, dan juga beradaptasi dengan tantangan zaman. Sebab di era seperti sekarang ini, tata kelola, inovasi layanan digital, dan juga perluasan inklusi keuangan adalah hal yang krusial. “Maka dari itu, kami memohon bimbingan kepada OJK, BI, dan tim independen lainnya untuk bisa memberikan penguatan kepada digitalisasi. Kami berharap dengan FKDK BPDSI ini kita sama-sama bisa mengetahui isu strategis yang muncul sekarang dan kebijakan paling realistis yang tentu akan memengaruhi pelaksanaan operasi perbankan kita,” ucap Adhy.

Adhy menambahkan, bankjatim adalah BUMD di Jawa Timur yang memiliki kontribusi paling signifikan terhadap pendapatan daerah. Kemudian peran BJTM sebagai lembaga perbankan penggerak ekonomi daerah juga sangat besar, terutama terhadap sektor UMKM, peningkatan daya saing daerah, dan penguatan ekonomi masyarakat. “Beberapa waktu lalu, Jawa Timur berhasil mendapat apresiasi terkait dengan daya saing daerah yang tinggi. Ini bisa diraih salah satunya dari kontribusi bankjatim,” tegasnya.

Adapun dalam FKDK BPDSI tersebut juga berlangsung Seminar Nasional dengan pembicara ahli di bidangnya. Materi yang dibawakan dalam seminar tersebut adalah Audit OJK dan Fungsi Pengawasan Dewan Komisaris BPDSI yang disampaikan oleh Sophia Issabella Watimena. Selain itu, ada keynote speaker dari anggota VI BPK RI Fathan Subchi dengan topik Pemeriksaan BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan Pengawasan BPDSI. “Dengan adanya seminar nasional ini diharapkan dapat menambah wawasan sehingga bisa menjadi pedoman bagi masing-masing BPD untuk lebih baik ke depannya,” tegas Komisaris Independen bankjatim M. Mas’ud Said.

Pihaknya berharap, melalui acara seminar nasional ini dapat memberikan pemahaman terkait perkembangan ekonomi secara umum serta mitigasi risiko terhadap proses bisnis bank, khususnya yang berkaitan dengan teknologi/digital banking yang mau tidak mau, suka tidak suka, kita sebagai pelaku usaha di sektor jasa keuangan dalam hal ini BPD harus mulai melakukan transformasi ke arah sana. “Tujuannya, supaya BPD dapat terus tumbuh dan bertahan dari disruptif teknologi yang semakin cepat,” lanjut Mas’ud.(an)

Friday, 03 January 2025 09:01

Bank Jatim dan Polinema Jalin Sinergitas

Written by

 

MALANG, KORANRAKYAT.COM. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada hari Senin (30/12). MoU yang ditandatangani yaitu tentang Kerja Sama Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Serta Layanan Jasa Keuangan. Bertempat di Polinema, MoU tersebut diteken oleh SEVP Korporasi, Sindikasi, dan Kelembagaan bankjatim Koerniawan Prijambodo dan Direktur Polinema Supriatna Adhisuwignjo.

Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, rencana kerja sama yang akan dilakukan antara bankjatim dan Polinema meliputi banyak hal. Antara lain pelayanan jasa keuangan bankjatim baik berupa layanan funding maupun lending. Selain itu juga akan dilakukan sinergitas di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta peningkatan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Adapun program MBKM yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia itu merupakan program yang mendorong perguruan tinggi untuk bermitra dengan perusahaan demi memudahkan akses praktik kerja maupun magang mahasiswanya.

“bankjatim memang menaruh perhatian serius terhadap dunia pendidikan dengan turut mendukung berbagai program pengembangan pendidikan di Indonesia. Kami sangat antusias dengan kerja sama yang terjalin ini. Kami percaya bahwa sinergi antara dunia perbankan dan akademisi merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global,” papar Busrul.

Pihaknya berharap dengan kerja sama ini mahasiswa Polinema dapat memperoleh pengalaman praktis yang berharga di dunia perbankan dan sekaligus hal ini merupakan wujud kontribusi bankjatim dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Timur. “Semoga kerja sama ini dapat menciptakan sinergi antara dunia akademis dan industri sehingga ke depannya dapat mengembangkan inovasi serta program baru yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Jawa Timur,” ucap Busrul.

Sementara itu, Supriatna Adhisuwignjo menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik ini. Menurutnya, MBKM merupakan upaya mempersiapkan SDM, khususnya mahasiswa, untuk siap menghadapi dunia kerja dengan kompetensi mumpuni, kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan berinovasi. “Kami percaya sinergi dunia pendidikan dan dunia industri, tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa saja melainkan juga bagi dunia industri, termasuk dunia perbankan, dan bankjatim pada khususnya,” pungkasnya.(an)

 

 MALANG, KORANRAKYAT.COM Bencana banjir yang terjadi di Malang Selatan Kabupaten Malang pada akhir November 2024 lalu telah membawa banyak kerugian. Bencana tersebut menyebabkan banyak sekali kerusakan. Baik material maupun non material. Mulai dari rusaknya rumah warga, beberapa jembatan, hingga sebagian jalan kabupaten. Diketahui ada enam kecamatan di kabupaten tersebut yang dilanda bencana banjir.

Melihat hal itu, bankjatim sebagai banknya arek-arek Jawa Timur tidak tinggal diam. bankjatim melalui Cabang Kepanjen telah melakukan beberapa upaya untuk membantu meringankan beban korban terdampak bencana tersebut. Pada hari Selasa (3/12), Bupati Malang Sanusi bersama dengan Pemimpin Bank Jatim Cabang Malang Five Seodisa Adha Purnama Hidayat secara simbolis telah menyerahkan bantuan sembako kepada para korban terdampak.

Corporate Secretary bankjatim Wioga Adhiarma Aji mengatakan, sejalan dengan misi dan komitmen bankjatim untuk memberikan kontribusi positif dalam menghadapi bencana alam, BJTM dengan cepat telah memberikan bantuan kepada korban banjir dalam bentuk kebutuhan pokok. "Kami turut berduka cita atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Malang. Bantuan yang kami salurkan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat dan dukungan bagi para korban dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya. 

Menurut Wioga, menyadari urgensi yang diperlukan dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban banjir, maka bankjatim bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang untuk memastikan bantuan tersebut tersalurkan dengan efisien kepada yang membutuhkan. Hal tersebut juga sebagai upaya untuk meringankan beban yang sedang dihadapi. 

Wioga menerangkan, bantuan yang diberikan oleh bankjatim ini tidak hanya bertujuan untuk membantu para korban dalam situasi darurat, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kepada masyarakat Malang yang terdampak bencana. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan ini dapat memberikan sedikit kelegaan bagi mereka yang terkena dampak. Dan semoga bantuan ini mampu menjadi sinar terang di tengah situasi sulit yang dihadapi para korban, serta menjadi motivasi bagi upaya pemulihan bersama yang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.(an)

 

 

 

 

MALANG, KORANRAKYAT.COM,- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) bersama dengan Universitas Negeri Malang secara resmi telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) pada hari Jumat (29/11). MoU yang ditandatangani yaitu tentang Kerja Sama Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Serta Layanan Jasa Keuangan. Bertempat di Universitas Negeri Malang, MoU tersebut ditandatangani oleh SEVP Korporasi, Sindikasi, dan Kelembagaan bankjatim Koerniawan Prijambodo dan Rektor Universitas Negeri Malang Hariyono.

 

Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, dalam dunia Pendidikan, bankjatim tidak hanya menyediakan fasilitas pembayaran biaya pendidikan yang mudah dan efisien saja. Namun, BJTM juga terlibat dalam berbagai kerja sama strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Contohnya di Universitas Negeri Malang ini. Rencana kerja sama dengan Universitas Negeri Malang ke depannya mencakup banyak hal. Antara lain pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan dan pemberdayaan sumber daya manusia, hingga layanan jasa keuangan diantaranya dalam bentuk pelayanan pembukaan rekening bank serta pembiayaan (lending).

 

”Kami berharap kerja sama ini dapat menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya inklusif, tetapi juga mendorong tumbuhnya generasi muda yang cerdas secara finansial. Dengan semakin eratnya kerja sama ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak, baik bagi bankjatim dalam memperluas jaringan nasabah maupun bagi Universitas Negeri Malang dalam meningkatkan kualitas layanan kepada civitas akademikanya,” ungkapnya.

 

Menurut Busrul, dengan jaringan yang luas dan fasilitas perbankan modern, bankjatim siap memberikan kemudahan bagi mahasiswa dan orang tua dalam mengakses layanan keuangan yang mendukung proses pendidikan. ”Kami memahami bahwa pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan daya saing nasional di era globalisasi. Dengan terus mendukung berbagai inisiatif di bidang pendidikan, bankjatim terus berusaha menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik, di mana mahasiswa dan lembaga pendidikan dapat saling bersinergi untuk membangun masa depan yang lebih cerah,” ungkapnya.

 

Busrul berharap penandatanganan ini bisa menjadi pintu gerbang bagi kerja sama lainnya yang lebih luas. Selain itu, pihaknya juga berharap kolaborasi ini dapat menjadi titik awal kedua belah pihak untuk bersama membangun dan meningkatkan perekonomian di Jawa Timur, serta bertumbuh bersama di berbagai sektor. ”Kerja sama ini merupakan upaya bankjatim dalam pengembangan bisnis untuk menjangkau nasabah secara lebih luas, memberikan layanan prioritas melalui mekanisme pemberian fasilitas jasa layanan perbankan di bidang tridharma perguruan tinggi, dan saling mendukung tugas serta fungsi kedua belah pihak. Semoga sinergi bankjatim dengan Universitas Negeri Malang ini dapat meningkatkan optimalisasi pengelolaan layanan keuangan bankjatim dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki demi kemajuan bersama,” ucapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Hariyono mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bankjatim atas terjalinnya sinergitas ini. Sebab, dengan adanya kolaborasi yang erat antara lembaga pendidikan dan lembaga keuangan diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di Indonesia. ”Terimakasih atas kepercayaan bankjatim yang sudah berkolaborasi mendukung Universitas Negeri Malang dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi. Semoga kerja sama ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi Universitas Negeri Malang, bankjatim, dan bagi bangsa,” katanya.(an)

 

 

 

 

Batu, KORANRAKYAT.COM. Proses Kelompok Usaha Bank (KUB) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) dengan Bank Lampung memasuki babak baru. Pada hari Jumat (8/11), kedua BPD tersebut telah melakukan penandatanganan perjanjian antara pemegang saham pengendali (Shareholder Agreement) di Ballroom Golden Tulip Hotel, Batu. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman dan Pj. Gubernur Lampung Samsudin.  

Selain penandatanganan Shareholder Agreement, dalam kesempatan tersebut juga berlangsung penandatanganan akta kepatuhan yang dilakukan oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman dan Direktur Utama Bank Lampung Mahdi Yusuf. Turut hadir juga menyaksikan penandatanganan tersebut Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan/Anggota Dewan Komisioner OJK Pusat Dian Ediana Rae, serta jajaran Komisaris serta Direksi bankjatim dan Bank Lampung.

Dalam kesempatan itu, Adhy Karyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait atas langkah-langkah strategis yang telah diambil guna memfasilitasi terwujudnya perjanjian ini. Penandatanganan tersebut tidak hanya sebuah formalitas saja, tetapi wujud komitmen bersama untuk bekerja keras dan bersinergi dalam mewujudkan visi dan misi KUB antara bankjatim dengan Bank Lampung.

Adhy memaparkan, perekonomian jawa timur pada triwulan III tahun 2024 tumbuh sebesar 1,72% (q to q). Capaian impresif ini mencatatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara kuartalan diantara seluruh provinsi se-Pulau Jawa. Sedangkan secara tahunan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 4,91% (y on y) dan secara kumulatif sebesar 4,90% (c to c). Selain itu, Jawa timur juga menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua dengan kontribusi sebesar 14,52% terhadap PDB indonesia dan sebesar 25,55% terhadap PDRB pulau jawa. Hal ini mengukuhkan Jawa Timur sebagai lokomotif perekonomian nasional. 

”Selain pertumbuhan ekonomi yang impresif, tingkat inflasi Jawa Timur juga terkendali. Pada bulan Oktober tahun 2024 inflasi Jawa Timur terkendali sebesar 1,66% (y on y) dan secara bulanan mengalami inflasi sebesar 0,15% (m to m). Secara historis, dalam 10 bulan terakhir, Jawa Timur mengalami inflasi 5 bulan dan deflasi sebanyak 5 bulan yang menunjukkan daya beli masyarakat jawa timur tetap terjaga,” paparnya.

Menurut Adhy, pembangunan ekonomi di jawa timur sangat bergantung pada sektor perbankan yang sehat dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah. Dengan pembentukan KUB ini, tentunya besar harapan Jawa Timur bisa mendorong peningkatkan aksesibilitas keuangan, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta memperkuat infrastruktur dan layanan perbankan di Jawa Timur.

”Untuk itu, dengan adanya KUB, kita dapat memanfaatkan keunggulan sinergi antara bank-bank yang tergabung untuk menciptakan inovasi baru dalam produk dan layanan perbankan. Salah satunya yaitu dengan menghadirkan layanan perbankan digital yang mudah diakses dan merata penggunaannya. Kami optimis, keberadaan KUB dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan pemerintah, baik dalam hal pembiayaan proyek infrastruktur, pemberdayaan ekonomi daerah, maupun peningkatan akses layanan keuangan kepada masyarakat,” tegas Adhy.

Pihaknya optimis dengan semangat kebersamaan, transparansi, dan integritas tinggi, KUB antara bank jatim dan bank lampung ini mampu menjadi contoh baik dalam dunia perbankan yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi, baik di jawa timur maupun di lampung. 

Sementara itu, Busrul Iman juga mengungkapkan, rencana pembentukan KUB bankjatim dengan Bank Lampung sebenarnya sudah dimulai sejak lama. “Syukur alhamdulillah hari ini kita sudah sampai pada tahap penandatanganan shareholder agreement. Kami rasa Pemprov Lampung dan Bank Lampung telah tepat memilih kami sebagai mitra KUB,” ucapnya.

Sebab, kinerja BJTM tercatat selalu tumbuh positif. Pada triwulan ketiga tahun 2024 saja, nilai aset kami mencapai Rp 106,63 triliun. Kemudian untuk kredit yang berhasil disalurkan bankjatim pada triwulan tiga sukses berada di angka Rp 62,19 triliun atau meningkat 20,13% (YoY).

Adapun portofolio kredit konsumtif sebesar Rp 31,74 Triliun atau meningkat 8,82% Yoy pada Triwulan 2 Tahun 2024 dan Rp 33,79 Triliun atau meningkat 13,20% Yoy pada Triwulan 3 Tahun 2024. Kemudian portofolio Kredit produktif sebesar Rp26,32 Triliun atau meningkat 31,37% Yoy pada Triwulan 2 Tahun 2024 dan Rp 28,40 Triliun atau meningkat 29,57% Yoy pada triwulan 3 tahun 2024. “Sehingga kami sangat yakin dan optimis apabila bankjatim dan bank lampung ber-KUB tentu akan semakin memperkuat kinerja kedua belah pihak. Sebab, manfaat KUB ini sangat banyak, salah satunya terwujudnya sinergi bisnis dan kolaborasi kedua bank yang saling menguntungkan,” tegas Busrul.

Selanjutnya, Pj Gubernur Lampung Samsudin juga mengatakan, penandatanganan SHA ini adalah bagian penting dalam memenuhi persyaratan KUB antara Bank Lampung dan Bank Jatim yang menurut ketentuan POJK no.12/POJK.03/2020 harus memenuhi Modal Inti Minimum Rp 3 triliun. ”Kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Pemprov Jatim dan bankjatim. Ini adalah sejarah yang luar biasa antara Provinsi Lampung dengan Jawa Timur sehingga detik ini bisa bekerja sama melakukan KUB untuk memenuhi peraturan OJK. Sinergitas ini harus terus kita jalin bersama,” ungkapnya.

Menurut Samsudin, dengan adanya sinergitas ini tentu akan memberikan dampak yang luar biasa bagi Bank Lampung. Dia berharap pengalaman positif dari bankjatim dapat menular kepada kinerja Bank Lampung. Sehingga nantinya akan terjadi local hero yang mampu menggerakkan pembangunan di Lampung serta memperluas aliansi pembangunan ekonomi dengan potensi-potensi yang dimiliki oleh Lampung itu sendiri. ”Semoga akan ada perubahan-perubahan positif di Bank Lampung terutama dalam hal digitalisasi. Ke depannya kami berharap dapat lebih memaksimalkan potensi dari sinergi ini sehingga bisa semakin kuat dalam menghadapi tantangan yang ada,” pungkasnya.(an)