Headline News

Sekda Jatim Tinjau Exchange Center Jatim di Tianjin
Last Updated on Dec 09 2017

Sekda Jatim Tinjau Exchange Center Jatim di Tianjin

TIONGKOK(KORANRAKYAT.COM) Sekretaris Daerah Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Soekardi membuka pusat promosi investasi, dagang, dan pariwasata Jawa Timur atau Exchange Center Jatim di European Trade Center, Tianjin (ECJT) Tiongkok. Pembukaan ini menandai ditempatinya lokasi baru ECJT Jawa Timur dari...
Jendral Hadi Tjahjanto Arek Malang  Jadi Panglima TNI
Last Updated on Dec 09 2017

Jendral Hadi Tjahjanto Arek Malang Jadi Panglima TNI

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 8 Desember 2017 sekira pukul 17.00 WIB.   Hadi Tjahjanto dilantik...
Kapolres Banjar Adakan FGD Anti Radikalisme
Last Updated on Dec 09 2017

Kapolres Banjar Adakan FGD Anti Radikalisme

BANJAR, KORANRAKYAT.COM- Polres Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengadakan  Forum Group Discotion (FGD)  anti radikalisme. Kapolres Banjar, AKBP Pol Takdir Mattanete , Selasa (28/11) 2017 mengatakan  jadi Polres Banjar  baik kita ini yang  adalah kegiatan rutin yang kita lakukan baik...
Buntut Pemukulan Polisi Terhadap Wartawan di Timika Kasusnya Di Proses Propam
Last Updated on Dec 09 2017

Buntut Pemukulan Polisi Terhadap Wartawan di Timika Kasusnya Di Proses Propam

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Adanya pengeroyokan  pemukulan dan pemukulan terhadap Saldi Hermanto   salah satu wartawan di Timika yang diduga dilakukan 6  oknum anggota Sabhara . Kasusnya  diproses Propam dan dilimpahkan ke Bareskrim.Sedangkan  6 oknum itu juga laporkan wartawan terkait UU...
Di Banjar Polisi Urusi Pertanian
Last Updated on Dec 09 2017

Di Banjar Polisi Urusi Pertanian

  BANJAR,(KORANRAKYAT.COM)- .Babinkamtibmas  membuka lahan dengan menanam tanaman Hilikultura  Cabe, Semangka  diawali dengan setengah hektar hingga 8 Hektar dengan modal awal gaji sendiri selama 3 bulan. Kini sudah ada 5 Kelompok tani yang anggota 120 orang.           Kapolres...

Seputar Dunia

  •  
    Presiden Jokowi : ASEAN dan India Generator

     

    MANILA(KORANRAKYAT.COM) ASEAN dan India memiliki potensi yang sangat besar yakni pasar bersama

     

BOGOR (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan perubahan yang saat ini sedang terjadi dengan begitu cepatnya dan mencakup hampir di berbagai bidang, seperti sosial, ekonomi, politik, media, hingga pendidikan. Meski demikian, masih banyak yang belum menyadari dan mengantisipasi perubahan tersebut, salah satunya perguruan tinggi.

    Oleh sebab itu, Kepala Negara meminta perguruan tinggi untuk mendorong dan mengembangkan inovasi para mahasiswanya agar tidak terjebak pada rutinitas. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat menghadiri Penutupan Rembuk Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) yang digelar pada Rabu, 29 November 2017, di Universitas Esa Unggul, Jakarta. "Kata kuncinya adalah mendorong dan mengembangkan inovasi. Kita tidak boleh terjebak pada rutinitas dan cara-cara baru harus dikembangkan. Keinginan mahasiswa untuk berinovasi harus ditumbuhkan serta kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan," ujar Presiden.

        Tak hanya para mahasiswa, Presiden juga berharap perguruan tinggi mendukung para _sociopreneur_ yang telah melakukan sejumlah inovasi dan berhasil memecahkan masalah di masyarakat. "Saya senang sekali banyak para _sociopreneur_ di kalangan generasi muda kita menciptakan tas plastik daur ulang misalnya yang terbuat dari bahan non kimiawi yang bisa mengurangi pencemaran lingkungan. Dan membuat aplikasi untuk komunikasi antara guru dan murid, antar guru dengan pemangku kepentingan pendidikan, membuat aplikasi untuk memberi makan ikan secara efisien, aplikasi untuk perdagangan online dan lain-lain," ungkapnya.

     Selain itu, lanjut Presiden, proses pengajaran dan fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi juga harus diubah. Misalnya terkait tempat perkuliahan yang tidak melulu harus dilakukan di dalam ruangan. Menurut Presiden, walaupun teori penting tapi tantangan dan pengalaman lebih penting.

 "Penting di sebuah perguruan tinggi adanya _co-working space_, penting sekali, dalam _co-working space_ para mahasiswa, para dosen bisa saling bekerja sama, bisa bekerja bersama menciptakan inovasi-inovasi, menciptakan hal-hal yang baru. Interaksi lintas ilmu, lintas fakultas sangat penting saat ini," tutur Presiden.

   Bahkan ke depannya, Presiden berharap perguruan tinggi dapat meningkatkan _co-working space_ menjadi _creative hub_ dengan spesifikasi yang dimiliki oleh masing-masing perguruan tinggi."Fasilitasnya bukan hanya tempat kerja bersama tapi fasilitasnya juga dalam bentuk membantu berjejaring membangun _networking_ dengan para inovator lain dan membantu dengan sumber pembiayaan kalau ada inovasi. Dan itu semua hal yang sangat menarik," ucap Presiden.

    Presiden meyakini cara tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi perguruan tinggi, di antaranya pembiayaan pengembangan inovasi ke dunia industri."Artinya tidak berarti harus semuanya dibiayai oleh perguruan tinggi tapi bisa dibiayai bersama dengan pihak swasta, pihak perbankan, perusahaan _packaging_, perusahaan _marketing_, perusahaan logistik, dan yang lain-lainnya. Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir  dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.(eas)

 

 

 

 

 

.

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Simbul Kejayaan kerajaan Majapahit dan Singosari telah di diskusikan oleh Forum Komunikasi Batu Mulia Nusantara  yang di inisiasi  pusat Studi peradaban di Universitas Brawijaya Malang. Hadirkan Pemangku adat serta yayasan Kraton serta komunitas pecinta batu mulia nusantara, Kegiatan Kamis (16/11) di FH Universitas Brawijaya Malang.  

             Dikatakan  Wing Setiawan Ketua Panitia bahwa Forum Komunikasi Batu Mulia Nusantara  pusat Studi peradaban Lembaga  yang dinaungi  Lembaga Penelitian Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya berharap bisa melestarikan   budaya bangsa.  Oleh karenya dengan adanya FGD dan Forum Komunikasi ini membahas geliat batu mulia nusantara berawal dari keluhuran Kerajaan Singasari dan kejayaan Kerajaan Majapahit. "Pusat studi peradaban UB fokus menggali nilai beradaban dan salah satunya batu mulia. Batu mulia saat ini telah menjadi suatu komoditi dan hal itu tidak bisa dipisahkan dari zaman kerajaan. Khususnya Singasari dan Majapahit," ujarnya

Ditambahkan Industri batu mulia sempat booming di Indonesia dan semakin menurun. Wing berharap FGD ini mampu membangkitkan kembali industri batu mulia dan merefleksikannya dengan kejayaan masa lalu.

Misalnya menguak masa lampau ketika batu mulia memiliki keunggulan dan dibuat menjadi mahkota. "FGD ini adalah pencerdasan ke masyarakat bahwa nusantara ini kaya dengan kekayaan mineral. Batu muli bukan hanya cinderamata tapi memiliki nilai jual sebagai komoditi yang bisa dimanfaatkan dengan baik dan mengalahkan komoditi batu mulia negara lain," ujarnya    

           Ia katakan Kerajaan Singasari yang cukup tua dengan banyak peninggalan dan menghasilkan Kerajaan Majapahit di Trowulan, memiliki kekayaan luar biasa terutama pada batu mulia yang banyak digunakan sebagai hiasan pada mahkota maupun patung. "Di FGD dan forum komunikasi ini membangkitkan kembali peradaban masa lalu dan melihat dari sisi sejarah kejayaan kerajaan. Batu mulia di nusantara sangat beragam dan bernilai tinggi. Sehingga perlu juga diketahui bagaimana membangun ekonomi kreatif dari batu mulia," tuturnya.

              Sedangkan pemateri dari lembaga adat keraton pangeran mas’ ut   serta komunitas pratisi batu mulia industri kreatif sedangkan dari akademisi  dari UGM, ITS dan Universitas Brawijaya . Sedangkan batu mulia yang dipamerkan berasal dari batu mulia nusantara  berbagai daerah di Jatim  meliputi Malang dan peninggalan  kerajaan Majapahit  dan Singosari serta ada yang dari luar  Jawa . Diharapkan  di forum  FDG akan dibuat dan MOU  dengan melalui Fotum Komunikasi Batu Mulia untuk kembangkan serta menguatkan kasana  beradapan nusantara dengan mengisi Musium Batu Mulia Nusantara. (fd)  

Malang (KORANRAKYAT.COM) Kota Malang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota  Malang kembali meraih penghargaan Air Minum Dan penyehatan Lingkungan Award ( AMPL)  Award 2017 yang diterima langsung oleh Walikota Malang HM Anton dari Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada Konfrensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN)  2017 di hotel Meridien di Jakarta belum lama ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang  Drs. Agoes Edy Poetranto, MM  Rabu (8/11) menyampaikan  pada koranrakyat.com mengatakan  kita patut bersyukur  Kota Malang dalam hal ini DLH Kota Malang kembali meraih penghargaan AMPL 2017, yang merupakan satu prestasi dibidang lingkungan . Dikatakan Agoes  bahwa keberhasilan Kota Malang dalam mendapatkan penghargaan AMPL  2017, karena Kota Malang  mampu mereduksi sampah tahun 2016 mencapai 15,1 persen dengan  akses layanan persampahan mencapai 74,8 persen menjadi indikator sebagai komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan persampahan selain itu adanya peran serta serta partisipasi masyarakat Kota Malang.

Dikatakan Agoes Kita dari awal sudah komitmen kota malang tahun 2020  harus bebas sampah, karenanya  peran dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan.Oleh, karenanya kita tak bosan bosan untuk memberikan penyuluhan di masyarakat termasuk kegiatan yang ada di salah satu hotel ijen Suit di Kota Malang kita memberikan penyuluhan pada sejumlah kader PKK, kader bank sampah malang kader lingkungan serta LPMK ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah  dengan melalui TPS 3 R yakni  Rumah Pengelolaan Kompos Daur Ulang ( Rumah PKD  red), sehingga mereka  bisa memilah  sampah yang sekiranya masih bisa diproses di rumah PKD tidak perlu dibuang di Tempar Pembuangan Sementara (TPS)  

Selain kader bank sampah juga sejumlah asosiasi pengusaha se kota Malang juga diberikan arahan termasuk pengusaha perumahan dan perhotelan dan pertokoan agar ikut akfit menjaga lingkungan sekitarnya termasuk  terkait dengan gas rumah kaca ataupun AC  bila memang kantornya sudah dingin sebaiknya tak perlu gunakan AC , sehingga akan bisa ikut menekan pencemaran limbah  gas rumah kaca..Dikatakan juga oleh Agoes dengan komitmenya Kota Malang terhadap pengelolaan sampah  melalui menteri PUPR, kita akan dapat  bantuan Hibah peralatan sampah senilai 195 M dari Negara kincir angin Jerman.Sedangkan harapan kedepan DLH  bisa kelolah sendiri limbah B3, bila limbah B3 bisa ditangani DLH maka akan bisa tingkatkan PAD. 

Wali Kota Malang H Moch. Anton menyampaikam apresiasinya atas penghargaan Air Minum Dan penyehatan Lingkungan Award ( AMPL)  Award 2017 yang diterima di Jakarta Selasa (7/11) belum lama ini yang berhasil diraih oleh Kota Malang ini. "Merevolusi mental dengan kampung-kampung tematik sehingga mengubah dari kampung yang buruk sanitasinya menjadi kampung warna-warni adalah contoh nyata. Kami akan terus mendorong dan mengupayakan terus-menerus akan hal itu." ujar Abah Anton.

KSAN yang merupakan event dua tahunan ini bertujuan mendorong komitmen para pemangku kepentingan agar terus meningkatkan akses pelayanannya. Konferensi dihadiri oleh para pemangku kepentingan. Di antaranya pemerintah pusat dan daerah, legislatif, lembaga swadaya masyarakat, donor, swasta dan media"Kita akan mendorong dan mengupayakan terus-menerus akan hal itu," imbuhnya.Abah Anton menambahkan, bahwa kota Malang sudah banyak mendapat Corporate Social Responsibility (CSR). "Kami akan terus menjalin kerjasama dengan perusahaan untuk bersama membangun kota malang," tandasnya.(fd)

.

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)  Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kota Malang mengingatkan agar masyarakat ikut menjaga Lingkungan yang ada di kota Malang . Apalagi kota Malang saat ini telah dipercaya oleh dunia untuk meraih  Prestasi yang cukup pretisius dan membanggakan dibidang Lingkungan hidup . mendapat  Certificates of Recognition ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award di bidang air bersih (clean water)” Tidak banyak Negara yang mendapatkan Sertifikat Award di bidang air bersih ( clean water ),  tandas Kepala Dinas Lingkungan hidup kota Malang Drs. Agoes Edy Poetranto, MM pada koranrakyat.com  Jumat (27/10) 2017 dikantornya.

            “ Merawat memang tidak mudah  tapi  kalau masyarakat berkomitmen untuk menjaga lingkungan termasuk , ikut mempertahankan lingkungan di sekitarnya tidak  buang sembarangan di sungai, maka akan  terjaga lingkungan kita,” ujarnya.

            Sekarang   negara lain aja memberikan penghargaan pada kita, tentunya sebagai  warga kota  Malang kita harus ikut bangga adanya prestasi dibidang  lingkungan yang  kita raih saat ini.  serta ikut merawat lingkungan agar bisa langgeng dan kita akan selalu dilihat oleh dunia kuwalitas lingkungan kita.

Untuk meraih penghargaan ini bukan hal yang mudah. Kota-kota di ASEAN di amati dan di kaji bersama dalam forum ASEAN Senior Officials on Environment (ASOEN) pada 27 Juli 2017 lalu, yang  digelar di Filipina. Kategori kota dibedakan berdasarkan jumlah penduduk, untuk kota kecil populasi sampai 750 ribu jiwa, dan kota besar populasi sampai dengan 750.001- 1.500.000 jiwa. 

Ada tiga penghargaan yang diberikan kota-kota di ASEAN yakni , udara bersih (clean air), air bersih (clean water) dan kebersihan (clean land). Raihan penghargaan dibidang air bersih (clean water) yang diterima Kota Malang, tidak terlepas dengan komitmen Pemkot Malang untuk mempercepat program 100-0-100, 100 persen sanitasi, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses air bersih untuk masyarakat.“Target pemerintah pusat akses 100 persen air bersih untuk masyarakat pada 2019, tapi di Kota Malang kami sudah berupaya dapat tuntas pada 2018 mendatang,”terangnya .

Dikatakan  Agoes Pemerintah Kota Malang dinilai mampu menjalankan program air bersih. Hal ini dapat dilihat dari diraihnya penghargaan “The 3rd Certificates of Recognition 2017 untuk indikator clean water di ajang ASEAN ESC (Enviromentally Sustainable City) Award yang diterima di Brunei Darussalam Selasa, 12 September 2017. Penghargaan tersebut  diberikan Kementrian Pembangunan Bandar Seri Bengawan kepada Walikota Malang H.Mohammad Anton. Pemkot mendapatkan penghargaan ditingkat Internasional itu karena komitmennya menjaga lingkungan. Air Bersih yang digunakan oleh masyarakat Kota Malang saat ini adalah air yang dikelola oleh PDAM Kota Malang.  PDAM Kota Malang mampu menyediakan air bersih untuk seluruh warga Kota Malang. Hal ini dapat dibuktikan dari keberhasilan program Zona Air Minum Prima (ZAMP) dalam mendukung program pemerintah 100-0-100 dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR yang sudah terealisasikan pada tahun 2018.

Zona Air Minum Prima (ZAMP) adalah program PDAM Kota Malang untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Malang dimana air yang mengalir ke pelanggan sudah siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu karena sebelumnya sudah disterilkan melalui proses Chlorinasi. Target yang semula diharapkan akan terealisasi di tahun 2019, dapat dicapai oleh PDAM Kota Malang di tahun 2018.

 Sementara Wali Kota Malang H. Moch Anton mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Malang dan semua pihak yang sangat memberikan perhatian kepada akses air bersih untuk masyarakat Kota Malang. Sehingga bisa meraih penghargaan ini. Sebelumnya . Kota Malang juga meraih penghargaan dibidang air dari dunia International di Dubai beberapa waktu lalu “ Penghargaan ini membuat kami terpacu untuk terus meningkatkan layanan akses air bersih untuk masyarakat di kota Malang.” Ujar Abah Anton. (fd)

 

.

 

 

Thursday, 26 October 2017 12:30

Tito Dapat Gelar Profesor

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  – Melalui sidang Senat Terbuka dipimpin oleh Gubernur STIK-PTIK Irjen Pol Remigius Sigid Tri Harjanto di auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (26/10) 2017 akhirnya Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra- Terorisme di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Perwakilan guru besar pada senat akademik, Iza Fadri saat ditemui di PTIK, Kamis (26/10)2017 mengatakan perjalan prosesi pengukuhan dilaksanakan dalam sidang Senat Terbuka dipimpin oleh Gubernur STIK-PTIK Irjen Pol Remigius Sigid Tri Harjanto di auditorium PTIK. Akhirnya. Keputusan pengukuhan Tito sebagai guru besar telah ditandatangani oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melalui Surat Keputusan Nomor 98876/A2.3/KP/2017 tanggal 19 Oktober 2017.Dengan demikian Tito resmi memiliki gelar sebagai profesor."Menetapkan dan mengangkat Jenderal Polisi Drs H Muhammad Tito Karnavian MA PhD dalam jabatan akademik sebagai guru besar dan dosen tidak tetap bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme," ujarny saat membacakan SK Menristek Dikti.

Nampak pada prosesi itu, usai pembacaan SK Menteri, Tito pun menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Peran Polri dalam Penanganan Terorisme di Indonesia".Proses administrasi untuk pengusulan jabatan akademik guru besar ini telah dilakukan sejak awal Juli 2017.

Sebelumnya, PTIK telah menginventarisasi karya-karya akademik dan memverifikasi atas kegiatan ilmiah serta karya tulis penerima Bintang Adhi Makayasa tahun 1987 itu.

Kini tercatat pada tahun 2008, Tito mendapat beasiswa pada program PhD bidang Strategic Studies dari disiplin ilmu politik internasional di Rajaratnam School of International Studies (RSIS) di Nanyang Technological University (NTU) Singapore.

Tertarik dengan dunia terorisme dan insurgensi, Tito kemudian menulis disertasi tentang "Insurgensi Islamis" dengan studi kasus gerakan Jamaah al Islamiyyah.

Pada bulan April 2013, ia berhasil mempertahankan disertasinya dan memperoleh gelar PhD dengan penghargaan 2nd Class Upper atau setingkat Magna Cum Laude dengan GPA 4.25.

Pada 2011, Tito juga menyelesaikan pendidikan Lemhannas dengan predikat penerima Bintang Seroja lulusan terbaik.

Hadir dalam acara tersebut Menristek Dikti M Nasir, Jaksa Agung HM Prasetyo, Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua DPR RI Setya Novanto, Wakil Ketua DPR RI Fachri Hamzah, anggota DPR Agus Hermanto dan sejumlah petinggi Polri lainnya.

Selain itu hadir pula sejumlah tokoh masyarakat, antara lain Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin dan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid.(vk)

 

 

SERANG,(KORANRAKYAT.COM) , Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kemkominfo) Rosarita Niken Widiastuti mengimbau untuk seluruh masyarakat menggunakan media sosial (Medsos) secara bijak dan benar.

Dalam dialog interaktif melalui kepada Media di pertunjukan rakyat Wayang Golek di Lapangan bola Kalumpang, Ds. Padarincang, Kec.Padarincang, Kab Serang, Sabtu (21/10/2017) malam, Niken mengajak masyarakat memilih dan memilah informasi serta melakukan verifikasi terhadap informasi di medsos, mengingat banyak konten mengandung ujaran kebencian, hoax, fitnah, menghasut, provokasi yang berpotensi memecah belah dan mengadu domba bangsa.

Acara ini adalah bagian dari kegiatan literasi dan edukasi bermedsos oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo untuk mencerahkan masyarakat dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

           Untuk melawan hoax, Dirjen IKP Kemkominfo mengajak masyarakat memproduksi konten informasi yang positif. Selain itu, Niken juga mengimbau masyarakat berpedoman kepada Fatwa Medsosiah Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Masyarakat yang berinteraksi melalui medsos harus memperkokoh kerukunan baik internal umat beragama, antara umat beragama, maupun antara umat beragama dengan pemeritah,” ujar Niken. Nenghadapi hoax, Dirjen IKP meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi bersifat memprovokasi dan mengadu domba. “Informasi yang tidak benar berpotensi merusak semangat kebinekaan,” tegas Niken.

Sementara, anggota Komisi I DPR RI Yayat Y. Biaro mengajak masyarakat bijak menggunakan media sosial dan mengedepankan semangat bergotong royong serta memelihara suasana yang harmonis dalam kebidupan bermasyarakat. Kemkominfo telah melakukan literasi media sosial bekerja sama dengan Komisi I DPR RI, MUI, KWI, PGI, Walubi, PHDI dan perguruan tinggi di berbagai kota-kota di Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

Wednesday, 18 October 2017 03:49

UMM Gelar Festifal Kebangsaan

Written by

MALANG(KORANRAKYAT.COM) , Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)  kerja  bareng dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) serta Universitas Ma Chung pertemukan UMKM dan Investor dalam helatan festifal Kebangsaan kegiatan berlangsung selama dua hari (17-18/10) 2017 berlangsung di UMM Kota Malang.

Rektor UMM Fauzan mengatakan , semangat yang diusung dalam Festival Kebangsaan tersebut untuk mengangkat rasa nasionalisme yang kokoh. "Semangat yang kami usung dalam festival ini untuk mengembalikan trah dan nasionalisme di tengah krisis identias yang sedang melanda bangsa Indonesia," ujarnya..
           Festival Kebangsaan yang digelar selama dua hari dengan   mengambil tema "Inovasi-Hilirisasi Hasil Riset dan Pengabdian Masyarakat Menuju Indonesia Berkemajuan" tersebut, juga digelar produk UMKM serta inovasi dan hasil riset mahasiswa maupun peneliti dari Tanah Air.

Kegiatan tahunan yang diprakarsai Direktorat Penelitian an Pengabdian pada Masyarakat (DPPM) tersebut, diikuti sekitar 190 peneliti dari berbagai bidang keilmuan dari seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Festival Kebangsaan M Irfan menambahkan Festival Kebangsaan tersebut juga membuka ruang antara pengusaha UMKM dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum dengan para investor melalui ajang gelar produksi dan inovasi.

Menurut dia, Festival Kebangsaan yang juga diikuti dengan Seminar Nasional tersebut juga membuka ruang dan kesempatan emas bagi kedua belah pihak, bahkan pengusaha UMKM bisa menimba ilmu dan memperdalam pengetahuan terkait inovasi terkini yang bisa dikembangkan untuk menambah nilai jual produknya.

"Ajang ini merupakan kesempatan emas bagi UMKM dan pengusaha yang terlibat. Bagi UMKM, mereka dapat memamerkan inovasinya, sedangkan bagi para pengusaha (investor) dapat mencari UMKM untuk digandeng mengembangkan dananya dalam berinvestasi," ujarnya.

Selain diikuti sekitar 190 peneliti, Festival Kebangsaan dan gelar produk itu juga diikuti lebih dari 50 produk UMKM milik masyarakat umum maupun mahasiswa.

Selain pameran (gelar produk), Festival Kebangsaan ang dipusatkan di hall UMM Dome itu juga diisi dengan parallel season bagi para peserta seminar yang mengundang mengundang beberapa pembicara pakar di bidangnya, antara lain Dr  Jumain Appe (Dirjen Penguatan Inovasi-Kemenristek Dikti) dan Dr Indra Wahidin (Wakil Ketua Perhimpunan INTI).

Selain itu juga ada Dr Bayu Prawira, Hie (Executive Director Intellectual Bussiness Community), Jhon Hardi (Konseptor dan Pendiri Forum CSR Jawa Timur), Prof Dr Rahayu Hartini,  (Guru Besar Hukum Bisnis UMM), Hero Wijayadi (Meme Florist Go Digital), Andy Djojo Budiman (Integrated Retail Application/ IREAP), Djoko Kurniawan (Bisnis Konsultan) dan Abraham Lembong (Investor Advisor).(an)

 

 

 

 

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)  Masyarakat pengidap penyakit  HIV/ AIDS tak perlu harus takut atau malu  untuk berobat.Karena bila terlambat berobat maka ajal yang akan menjemput. Karena penderita penyakit HIV/ AIDS tak ada pelanggaran hukum seperti kasus narkoba.  Hasil  temuan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang  penyakit yang virus ganas itu justru  banyak diidap oleh ibu rumah tangga dan kalangan Pegawai Negeri Sipil ( PNS), baik TNI maupun Polri termasuk lumayan tinggi.”  Kalau bisa kita terdeteksi secara dini akan lebih mudah dipantau dan di obati, “ tandas Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang  Dr. dr. ASIH TRI RACHMI NUSWANTARI, MM pada wartawan koranrakyat Jumat (6/10)

Dikatakan  dr. Asih penyakit  HIV/AIDS bisa seperti gunung es, kalau  suaminya terkena penyakit bisa menular ke anak dan istrinya dan tidak selalu melakukan hubungan sexsual, penularan bisa juga dengan melalui jarum suntik  bagi pecandu narkoba.” Yah kalau penggunaan jarum suntik secara bergantian, maka tak menutup kemungkinan akan tertular.Oleh, karenanya dengan terdeteksi dini maka penderita akan bisa meningkat kualitas hidupnya.

Hingga Juni 2017, tercatat ada 219 penderita HIV/AIDS wajah baru yang ditemukan. Rinciannya, Januari ada 42 kasus, Februari  34 kasus, Maret 34 kasus, April 40 kasus, Mei 42 kasus, dan Juni 27 kasus. Dari jumlah tersebut sebesar 63,9 persen atau 140 orang penderita melakukan pemeriksaan secara sukarela. Sedang 79 orang lainnya melakukan pemeriksaan atas inisiasi petugas Dinkes. Tingginya angka penderita yang terdeteksi itu menempatkan Kota Malang menjadi nomor dua tertinggi di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya.  Data  penderita  HIV/ AIDS  terbaru dari unsur   Ibu Rumah Tangga 236 ,Karyawan Swasta 191, Siswa/Mahasiswa 104, Tenaga Non Profesional/Karyawan 101, Wiraswasta/Usaha Sendiri   90, Anggota TNI/Polri  53, Buruh Kasar 43, Bekerja 42, , WPS 2S sopir/Kernet 25 Narapidana, Petanian/Pertenakan/Pelayaran 21  Pegawai Negeri Sipil 20 Tenaga Profesional Non Media     12

Diungkapkan juga oleh Asih  sebagaimana data dari Dinkes Kota Malang, dari total 3.858 penderita HIV/AIDS di Kota Malang sejak awal 2005 hingga pertengahan 2017, terdapat 3.421 orang yang terjangkit virus HIV/AIDS. Mereka mengemban berbagai profesi, mulai lelaki dan perempuan pekerja swasta, buruh, petani, wiraswasta, pengusaha, PNS atau ASN, TNI/Polri, siswa/mahasiswa, guru, dosen serta pekerja seks komersial (PSK), ibu rumah tangga hingga anak-anak. Yang menyedihkan, jumlah penderita HIV/AIDS warga masyarakat umum justru lebih banyak dari perempuan PSK.

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), seharusnya para PNS menjadi suri tauladan bagi masyarakat luas agar memerangi virus mematikan HIV/AIDS yang ditularkan melalui hubungan seks, penggunaan jarum suntik (narkoba) secara bergiliran dan transfusi darah yang tidak steril karena terjangkit virus tersebut. Penyebaran penyakit HIV/AIDS yang diidap sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, kini menjadi sorotan. Sesuai data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, jumlah akumulatif  PNS di Pemkot Malang yang terjangkit virus HIV/AIDS mencapai 20 orang. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), seharusnya para PNS menjadi suri tauladan bagi masyarakat luas agar memerangi virus mematikan HIV/AIDS yang ditularkan melalui hubungan seks, penggunaan jarum suntik (narkoba) secara bergiliran dan transfusi darah yang tidak steril karena terjangkit virus tersebut.

“Penyakit itu kan tidak berdampak ke hak-hak ASN sebagai PNS. Jika mereka para pegawai pemerintahan masih dapat menjalankan tugas dan fungsi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, maka kita tidak boleh melakukan diskriminasi tugas terhadap seluruh ASN,” ujar Drs Wasto SH, MH., Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang menanggapi siaran pers dari Dinkes Kota Malang

            Namun demikian, ia mengaku prihatin karena angka akumulatifnya relatif cukup tinggi. Sebab, jika sekarang ada 20 orang PNS, maka praktis suami atau isterinya juga terjangkit karena melakukan hubungan intim sebagai pasangan suami-isteri (pasutri). Jika si penderita mengumbar nafsu bejatnya dengan orang lain, maka orang lain itu juga dipastikan akan tertular. “Itu masuk teori gunung es. Yang nampak 20 bisa jadi yang mengidap minimal dua kali lipat karena ada pasangannya,” ujar Wasto.

 Ia berjanji secepatnya melakukan koordinasi dengan Dinkes guna melokalisir ancaman virus tersebut. Ini sesuai hasil rapat koordinasi (Rakor) Dinkes pekan lalu dengan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS. Pastinya Pemkot Malang konsern terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk dengan HIV/AIDS, tandasnya.

HIV/Aids selama ini menjadi penyakit yang menjelma seperti busur panah, tak pandang bulu menyasar berbagai kalangan, baik itu masyarakat umum, Pegawai Negeri Sipil (PNS) pegawai swasta, bahkan juga aparat penegak hukum Polri maupun TNI di berbagai daerah, termasuk juga Kota Malang. Di Kota Malang data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang ada 53 anggota Polri dan TNI mengidap penyakit mematikan yang menggerogoti daya ketahanan tubuh tersebut.Angka 53 pengidap dari kalangan aparat penegak hukum ini tak disangka bisa menempati posisi ketiga dari semua profesi yang juga terdapat dalam daftar penderita HIV/Aids.

                Menanggapi hal itu, Kapolres Malang Kota AKBP Dr.Hoirudin Hassibuan.SH.Mh mengatakan, bahwa ia  merasa kaget dengan adanya data tersebut, sebab jajaran anggota polisi di bawahnya termasuk dalam daftar penderita. Selama ini, dijelaskannya, dari Institusi Kepolisian tak pernah lelah selalu menegaskan kepada anggota untuk selalu menjauhi hal-hal yang bisa menyebabkan penyakit mematikan tersebut seperti narkoba, seks bebas."Selama ini, pencegahan setiap waktu, setiap pagi selalu kita berikan imbauan agar para anggota tidak sembarangan dan menjauhi hal-hal tersebut, tidak main-main sama pemicu-pemicu penyakit itu, ngeri itu, bahaya sekali," ungkap Mantan Pamen Densus 88 itu.

Selama karirnya menjadi seorang polisi dan memimpin di satu tempat, perwira polisi pemilik dua melati di pundaknya ini, belum pernah menjumpai dimana terdapat anggotanya mengidap penyakit mematikan tersebut. "Saya juga belum tahu datanya itu, baru tahu ini. Selama ini, pengalaman saya juga belum pernah menjumpai anggota sakit HIV/Aids. Nanti akan kami cek dulu data dari Dinkes," tandasnya.(an)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Pemerintah akan selalu memegang teguh TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 dengan tidak memberi ruang kepada Partai Komunis Indonesia (PKI). “Artinya apa? Komitmen kita, komitmen saya, komitmen pemerintah jelas karena di TAP MPRS Nomor 25 Tahun 66 jelas bahwa PKI dilarang. Jelas sekali,” ucap Presiden kepada jurnalis setelah memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya Jakarta Timur pada hari Minggu 1 Oktober 2017.

         Oleh karenanya Presiden mengingatkan semua lapisan masyarakat untuk memegang teguh Pancasila serta menjaga persatuan dan kesatuan. “Jangan sampai sejarah kelam kekejaman PKI itu terulang lagi. Jangan beri ruang kepada ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila,” ujarnya. 

      Lebih lanjut Presiden mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersinergi membangun bangsa. “Saya mengajak seluruh komponen bangsa dan saya perintahkan kepada TNI, Polri serta seluruh lembaga-lembaga pemerintah untuk bersama-sama bersinergi membangun bangsa, membuat rakyat tenang dan tenteram dan bersatu padu menghadapi persaingan kompetisi global,” tutur Kepala Negara. 

 *Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017*

 Pagi itu, tepat pukul 08.00 WIB Presiden Joko Widodo memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya Jakarta Timur. 

         Presiden yang tiba di Halaman Monumen Pancasila Sakti pada pukul 07.45 disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan langsung menuju ruang tunggu utama. Di ruang tunggu utama telah hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla.

       Tak lama setelah itu, Presiden dan Wapres berjalan menuju tempat upacara dengan berjalan kaki dan Presiden langsung menuju mimbar upacara. Sementara itu di lapangan upacara telah tampak berbaris rapi pasukan upacara.

         Dalam upacara itu, Naskah Pancasila dibacakan oleh Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan. Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membaca dan menandatangani Naskah Ikrar dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membacakan doa yang menjadi penutup rangkaian acara.

       Sebelum meninggalkan tempat upacara, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Wapres dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla mengunjungi rumah penyiksaan dan sumur maut. Setelah itu, beramah tamah dengan Keluarga Pahlawan Revolusi dan mendengarkan persembahan lagu-lagu perjuangan oleh Aubade.(eas)

 

 

     MALANG(KORANRAKYAT.COM)  International  confrence on education &training (3rd ICET)  dengan  tema  Global and Local Based  Education And Training  akan diselenggarakan oleh  Fakultas ilmu pendidikan Universitas Negeri Malang  akan berlangsung selama dua hari pada tanggal 30 Sampai  1 Oktober 2017 bertempatdi  Royald Orchid Garden Hotel seperti disampaikan Dekan Fakultas Ulmu Pendidikan  Prof. Dr. Bambang  Budi Wiyono , MPd  pada koranrakyat.com di ruang kerjanya Kamis (28/9).  

            Dikatakan  Prof  Bambang bahwa  International  conference  education & training ini  diselenggarakan setiap tahun dan sekarang merupakan tahun ke tiga.  Tujuan  kegiatan untuk  menelah,  mengupas serta mengkaji  sistem pendidikan secara global maupun lokal.

         Sedangkan  persoalan yang banyak  diperbincangkan diantaranya sistem pendidikan  yang berkarakter , penguatan pendidikan serta managemen pendidikan. Selain itu juga akan ditelaah  persoalan pendidikan di Indonesia kedepan  harapanya   bisa munculkan gagasan  bagaimana sistem pendidikan yang baik serta bisa mencari solusinya, termasuk  pengelolah pendidikan kedepan  dan  penggunaan teknologinya  juga jadi bahasan dengan harapan  bisa pas dan mampu meningkatkan   kualitas pendidikan.

         Dalam sub domain dikupas  soal  pendidikan anak usia dini , pendidikan dasar  dan pendidikan khusus dan pendidikan non formal dan program bimbingan dan konseling. Sedang nara sumber dari Canada, Autralia, Malaysia dan Korea  Selatan dan Indonesia. Dengan adanya nara sumber dari beberapa Negara itu diharapkan bisa shering  hasil riset dimana saat ini sudah ada 57 hasil riset dari empat  Negara yang siap untuk di sheringkan.

            Secara terpisah  DR. Suharyanto , MM. Mpd Ketua pan penyelenggara dari International  conrence on education & training (3rd ICET) mengatakan pematerinya diantaranya  Prof. Drs H. M Nasir, Msi, Akt, Phd (Ministry of Researc , Tecnology and Heagher education of The  Republik Indonesia) ,  Professor Shabaz Khan ( University Of Camberra, Australia Director  Office Unisco Jakarta – Regional Bureau for asia and the Pasific),  Dr.Miroslava  Majtanova ( Senior  Lecturer of Bchelor  Degree Program  at University Putra Malaysia) , Professor Kim Hui Lim (Hankuk University Of Foreign  Studies- Seoul, Korea),Christopher Allen  Woodrich ( chief administrative coordinator , International , Indonesia forum , Canada)  

Sedangkan jumlah peserta yang bakal hadir  sekitar 124 orang dari 4 negara Termasuk 57 orang dari peneliti yang  telah menyerahkan hasil risetnya. Sementara  peserta lain dari unsur dinas pendidikan,Pengawas, Pemerhati dan LSM.(an)

 

 

 

   
MALANG(KORANRAKYAT.COM)  Sejumlah  kalangan intelektual sepakat adanya usulan agar film Gerakan 30 September diputar kembali. Tujuan diputarnya film itu tidak lain bagaimana memberikan informasi dari senior ke yuniornya., dari generasi tua ke generasi muda, sehingga akan mengerti sejarah Gerakan 30 September,  ". tandas Rektor Universitas  Negeri Malang Prof Dr. AH Rofiuddin  MPd pada koranrakyat.com  Selasa (26/9)  di kantor  Rektor Universitas Negeri Malang.

            Dikatakan  Rektor  informasi tentang sejarah memang sangat diperlukan bagi generasi muda  ataupun bangsa Indonesia, Karena dengan tahu sejarah  akan bisa berfikir kedepan, Disinggung perlu adanya pelurusan  dalam film sejarah G 30 September.” Apa memang ada yang bengkok, kok perlu diluruskan”, ujarnya.

            Kalau memang ada pelurusan tak ada masalah, namun jangan sampai menyimpang  dari substansi yang ada . Tentunya harus dikumpulkan para ahli sejarah, yang memiliki contain tersebut. “ Yah tentunya tidak mudah untuk meluruskan, sejarah harus ada penelitian para pakar sejarah,” ujarnya.

               Sementara sebelumnya Prof. Dr. Din Syamsuddin Ketua PP Muhammadiyah   mengatakan persoalan Gerakan 30 September merupakan sejarah kelam yang tidak mungkin dilupakan atay dihilangkan.. Apalagi pemberontakan G30 S tidak hanya sekali dalam perjalanan bangsa ini.  Di  katakan menonton film G 30 S sangat penting dan perlu., sehingga kita tak akan melupakan sejarah bahwa PKI itu pernah  mellakukan pemberontakan termasuk  di Madiun pada trahun 1948 dan banyak dibeberapa daerah di Jatim dan beberapa daerah lain.  

              Masih dikatakan Din nonton film G30S  PKI bagian dari upaya penyadaran pada generasi muda bahwa peristiwa kejam itu pernah terjadi. Din Mengajak siapapun untuk tidak menutup nutupi, apalagi menghilangkan" karenanya penyadaran bangsa terutama generasi baru dan generasi penerus, bahwa perna terjadi peristiwa kelam dikehidupan bangsa ini.Oleh karenaya jangan ditutup tutupi, karena ini fakta sejarah.tandasnya.  

             Din menilai aneh dan bertanya-tanya, jika muncul sebagian pihak yang keberatan dengan ajakan nonton film tersebut. Padahal sejarah bagian dari pelajaran yang tidak boleh dilupakan, agar tidak kembali terjadi. "Saya justru bertanya kalau ada orang yang tidak setuju. Kenapa tidak setuju, kepada generasi penerus yang ingin mengetahui fakta sejarah yang perlu menjadi pelajaran bagi kita ke depan," urainya.

          Sementara adanya beberapa pihak mempunyai keinginan untuk membuat versi baru film Gerakan 30 September Din,tidak mempersoalkan namun Din  mengingatka jangan merombak subtasinya.Jangan sampai revisi itu dijadikan seperti film Pop, yang akan menghilankan substasi yang sebenarnya.” Yah jangan sampai dirubah subtasinya menjadi film Pop, karena sebetulnya film yang ada sebetulnya sudah diperhalus,kalau dibanding kejadian yang sebenarnya akan lebih keras, “ujar Din. (an)     

 

 

 

 .

.MALANG(KORANRAKYAT.COM), Desertasi berjudul Kontruksi pemaknaan ritual kematian sebagai perwujudan nilai nilai Kebajikan sosial dalam perpektif bergerian  judul yang di pertaruhkan dihadapan para penguji program Doktoral dan ilmu sosial  politik oleh Kang Yoto sebutan Bupati Bojonegoro Drs, Suyoto, MSi   ujian promosi doktor pada saat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (23/9/2017).

          Kang Yoto melakukan penelitian di Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro Dalam disertasi itu, dia mengkupas  sistem demokrasi di desa.“Saya sedang mencari model pembangunan desa yang mampu mandiri dan berkelanjutan. Ada unsur kemandirian dan berkelanjutan di Desa Pajeng.”“Setelah saya teliti, semua bermula dari warga yang menafsir ulang makna ritual kematian,” kata Kang Yoto kepada para penguji  .

         Diceritakan  ada seorang warga di Desa Pajeng meninggal pada awal 1990-an.Warga itu berasal dari keluarga miskin. Tidak banyak orang yang takziah ke warga itu.Apalagi setelah itu keluarga dibebani ‘kewajiban sosial’ untuk memenuhi serangkaian ritual kematian yang sulit dipenuhi oleh keluarga miskin itu. Kondisi keluarga itu menjadi pembahasan di antara warga sampai memunculkan Rukun Kematian (RK).

           Ritual itu disebut memberatkan kelompok keluarga miskin sehingga orang miskin hanya akan semakin miskin. Namun secara demokratis, para warga bisa menghadirkan solusi dengan lahirnya RK.Pembentukan RK itu ada dua tujuan. Pertama, memperbarui praktik ritual kematian untuk memastikan agar warga yang miskin tidak semakin miskin.

          Kedua memastikan RK memiliki manfaat bagi kepentingan bersama. Ada manfaat sosial dan kemampuan kombinasi yang melahirkan generatif self govermance ,"ujarnya. Study dari desa Pajeng itu menggambarkan bahwa bahwa demokrasi bisa membawa kemanfaatan kesejahteraan secara nyata.  Selain itu juga harus dibareni lima hal yaitu optimalisasi ruang publik oleh masyarakat, niat bersama untuk mewujudkan manfaat sosial .terciptanya kebijakan sosial .meningkatnya tingkat kualitas representasi,dan terwujudnya dialog generatif." Inilah model kemampuan masyarakatdan Pemerintah lokal mengelolah seluruh sumber budaya dan kearifan secara bersama." paparnya.Teori kontruksi sosial atas realitas yang diciptakan Peter L Berger dan Teori ruang publik yang diciptakan Jurgen habermas." Di Desa Pajeng ada ritual kematian yang dibangun masyarakat dan memiliki nilainilai kebajikan sosial." kang Yoto.  

              Sebelumnya kematian di desa Pajeng awalnya menjadi sebuah hal yang menakutkan. Apalagi pasca peristiwa konflik politik tahun 1965.Kini setelah masyarakat membangun Rukun Kematian (RK) secara mandiri, persoalan kematian tidak lagi menakutkan dan menjadi beban sosial bagi keluarga yang ditinggalkannya, Suyoto menemukan ada kebijakan kebajikan sosial yang dibangun masyarakat dari ritual kematian tersebut.

          " Dalam ritual kematian ada ruang publik yang menjadi ruang sosial masyarakat, bahkan sampai menjadi ruang rekonsosilisasi bagi mereka yang sebelumnya terpisahkan oleh peristiwa konflik politik tahun 1965."ungkapnya Sementara itu Promotor Prof. Dr. Hotman Siahaan mengaku tertarik atas kesepakatan yang dihasilkan warga melalui forum.Menurutnya .hal seperti itu muncul dari kearifan lokal masyarakat desa," itu sangat penting dalam komunitas,"terangnya. 

           Setelah oleh tim penguji oleh sejumlah professor dinyatakan lulus  nilai A dengan  IP 3,72 dan berhak menyandang gelar Doktor  maka kan Nyoto mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Muhammadiyah  Malang Drs.H Fauzan. Mpd Dan sejumlah promotor dan co promotor  diantara nya Prof. Dr. Hotman Sihaan  selaku promotor dan Prof. Dr.Ishomuddin Msi,  Dr Wahyudi, Msi, Dr. Rinekso  Kartono Ms serta semua pihak yang  yang mendukung atas suksesnya  kang Yoto hingga lulus  dengan gelar Doktor nilai sangat memuaskan .(an)  

 

 

 

Saturday, 19 August 2017 15:26

Kembali Bergoyang Ternyata Caisar Sudah Cerai

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Kabar mengejutkan datang dari pasangan Caisar Aditya dan Indadari. Selama ini, rumah tangga pasangan ini jauh dari gosip tak sedap. Namun, kabar terbaru terungkap bahwa rumah tangga pasangan ini kandas di tengah jalan. Caisar menceraikan sang istri. 

Hal itu tidak dibantah Indadari. Ia mengungkapkan bahwa mereka sudah bercerai secara agama. "Iya, sudah bercerai. Sejak hari pertama joget," katanya saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat malam, 18 Agustus 2017.

Mantan istri Lucky Hakim ini menjelaskan tak ada masalah serius yang menimpa rumah tangga mereka. Kejadian itu berlangsung dalam waktu yang cukup cepat dan singkat.

"Katanya sudah beda visi misi, dan sudah tidak bisa bersama lagi," ungkap wanita berhijab tersebut.

 

Indadari menikah dengan Caisar pada 5 April 2014 di Lampung. Keduanya mulai bertemu di sebuah acara di salah satu televisi swasta tahun 2013 lalu.(an)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Penangkapan bos Firts Travel yang merupakan pasangan suami istri, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasary Menyeret artis Syahrini. Pelantun ‘Sesuatu’ ini akan dipanggil Bareskrim Polri terkait umroh gratisnya dengan First Travel.

Biro perjalanan umrah First Travel ternyata pernah memberangkatkan sejumlah artis ternama. Antara lain Julia Perez atau almarhum Jupe, Syahrini, hingga Ria Irawan. Saat itu ia menunaikan ibadah umrah dengan fasilitas VIP bersama artis Ria Irawan.

Sedangkan penyanyi Syahrini mengajak anggota keluarga dan asisten rumah tangganya. Wanita berusia 34 tahun ini pergi umrah bersama 18 keluarganya dengan fasilitas VVIP.

Kepergiannya ke Tanah Suci Mekkah dengan difasilitasi First Travel pernah diunggahnya di akun media sosialnya pada 26 Maret 2017 lalu.

Bismillahirahmanirrahim, memenuhi panggilan-Mu mengunjungi Rumah Allah SWT, Makkah” tulis Syahrini, lengkap dengan tanda pagar (tagar) VVIP First Travel Umrah.

Pada situs resmi First Travel, tidak tercantum keterangan harga untuk paket umrah dengan kelas VVIP. Namun, untuk kelas VIP, perjalanan umrah ini dibanderol dengan harga Rp 54 juta.

Dengan biaya sebesar itu, fasilitas yang didapatkan, di antaranya penerbangan kelas utama dengan maskapai penerbangan nomor satu, hotel bintang lima, yakni Hotel Dar Tawhid Intercontinental (Makkah) dan Hotel Intercontinental (Madinah). Selain itu, bus eksekutif atau mobil pribadi, tur Makkah dan Madinah, air zam-zam lima liter, dan perlengkapan umrah.

Jika dilihat dari harga tersebut, kemungkinan kelas VVIP akan dipatok dengan harga yang lebih tinggi. Dan fasilitas yang diperoleh pun lebih banyak.

Sebelum berangkat umroh, Syahrini sempat melakukan jumpa pers bersama Anniesa Desvitasary. Di kesempatan itu, Syahrini mengatakan alasannya memilih First Travel sebagai biro perjalanan reliji.

“First Travel perusahaan besar. Sudah teruji. Berizin resmi dan profesional. Aku kenal baik dengan Pak Andika (pemilik First Travel) dan istrinya. Jadi, kita sudah seperti keluarga. Ya, aku pilih travel ini salah satunya, ya, karena itu tadi,” ujarnya kala itu.

Sementara Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, mungkin akan ada calon tersangka lain yang juga berperan dalam kasus ini.

“Untuk calon tersangka bisa saja, nanti dilihat peran masing-masing orang, besar atau tidak,” kata Martinus Sitompul di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (10/8).

Tak hanya soal penipuan, Polri juga akan menelusuri ada-tidaknya tindak pidana pencucian uang untuk menelusuri aset-aset tersangka.

“Dengan TPPU, kita bisa telusuri aset. Misal dia punya bank apa saja. Bank A misalnya, kita blokir, baru kita sita. Itu dengan TPPU. Kalau cuma dengan (pasal) penipuan, penggelapan, tidak bisa,” ujar Martinus.

Nantinya aset kedua tersangka akan disita. Martinus meyakinkan hanya aset yang berhubungan dengan tindak pidana penipuan saja yang akan disita, sedangkan yang berkaitan dengan hasil bisnis lain tidak.Sementara itu, untuk mengembalikan uang jemaah, hal itu akan diputuskan pengadilan.

Dalam kasus ini, Polri menjerat kedua tersangka dengan Pasal 55 juncto Pasal 378 (penipuan) dan 372 (penggelapan) KUHP serta UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE. Polisi masih mempelajari kasus itu dengan pasal pencucian uang.

Modus Firts Travel Tipu Ribuan Jamaah

Tim penyidik Bareskrim Polri mengungkap modus penipuan oleh PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel untuk mendapatkan calon jemaah umrah. Mereka rata-rata tergiur dengan murahnya ongkos ibadah umrah di Arab Saudi yang ditawarkan First Travel.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak mengatakan, selama ini First Travel menjaring korban dengan cara mengumbar penawaran biaya umrah murah. Penawaran ini dipromosikan First Travel dari seminar-seminar yang digelar.

“Kemudian mereka menawarkan layanan perjalanan umrah dengan macam-macam paket,” kata Herry.

Paket umrah yang ditawarkan dibagi dalam tiga kelas. Paket kelas satu dipatok hanya Rp 14,3 juta. Lalu, untuk kelas kedua atau reguler dipatok sebesar Rp 25 juta. “Sedangkan paket VIP (Very Important Person) Rp 54 juta,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, banyak agen yang direkrut First Travel mendapatkan jemaah atas promo yang ditawarkan. Menurut Rudolf, sebanyak 70 ribu bakal dijanjikan berangkat dan mulai melakukan pembayaran.

“Jadi jamaah yang sudah mendaftar dan membayar itu 70 ribu orang. Cukup besar ya dan hanya 35 ribu yang berangkat. Sisanya 35 ribu jemaah tidak bisa berangkat dengan berbagai alasan,” kata dia.

Berdasarkan hitung-hitungan kasar sementara oleh kepolisian, kerugian yang ditaksir puluhan ribu calon jemaah bisa mencapai Rp 500 miliar.

Hal itu setelah dihitung perkalian jumlah jemaah yang gagal sebanyak 35 ribu orang dengan tarif promo Rp 14,3 juta. “Maka kerugian mencapai Rp 550 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah agen yang menjadi mitra dan rekanan First Travel menyambangi kantor Bareskrim Mabes Polri yang sementara bertempat di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, kemarin.

Mereka menolak penetapan tersangka dan penahanan terhadap Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari, yang juga direktur di perusahaan tersebut.

Salah satu perwakilan agen, Nurmaemunah menilai, penahanan terhadap Andika Surachman dan istrinya itu akan membuat para calon jemaah dari agen-agen di bawah First Travel batal berangkat ke Tanah Suci.

Oleh karena itu, mereka meminta polisi membebaskan keduanya. “Seluruh agen dan PIC (person in contact) meminta Anniesa dan Andika dibebaskan untuk mengurus jemaah yang akan diberangkatkan pada bulan November 2017,” kata Nurmaemunah.

Selain itu, kata Maemunah, para agen di bawah First Travel juga berharap agar Kementerian Agama mencabut Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 589 Tahun 2017 tentang Penjatuhan Sanksi Administrasi Pencabutan Izin Penyelenggaraan PT First Anugerah Karya Wisata sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, yang berlaku sejak 1 Agustus 2017.

Para agen tersebut membuat petisi dalam bentuk spanduk yang bertanda tangan para pemilik agen di bawah First Travel. Perwakilan agen tersebut mengaku mewakili 128 agen, 44 PIC di seluruh Indonesia, dengan total sekitar 28.000 jemaah.

Maemunah mengatakan, petisi tersebut disampaikan ke pihak Bareskrim. “Saya kasih petisi ke polisi, minta Andika dan Anniesa dibebaskan,” kata dia.(ar)

 

 

 

 

 

 

 

Thursday, 03 August 2017 09:39

Diduga Pakai Narkoba Tora & Mieke Ditangkap Polisi

Written by

JAKARTA, (KORANRAKYAT.COM)  Miliki 30 butir psikotropika jenis dumolid, pasutri Tora Sudiro dan Mieke Amalia ditangkap satgas narkoba Jakarta Selatan di kediamannya di kawasan Perumahan Belleviu, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Kamis (3/8/2017) pukul 10.00 WIB.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Iwan Kurniawan pun membenarkan hal tersebut dengan memberikan keterangan singkat awal kepada awak media di Polres Jakarta Selatan, Kamis (3/8/2017).

"Kami dapatkan informasi dan ini merupakan pengembangan kasus psikotropika sebelumnya. Dua orang kami amankan yakni TS dan MA dengan barang bukti 30 butir psikotropika," ungkap Kombes Pol Iwan Kurniawan.

Lebih lanjut, Tora Sudiro dan Mieke yang kini berada di Polres Jakarta Selatan masih menunggu hasil penyelidikan dan tes urin yang tengah dilakukan kepolisian.

Tora Sudiro dan Mieke Amalia istrinya tampak sedang duduk di sebuah ruangan. Keduanya ditangkap terkait penyalahgunaan narkoba. (Istimewa)

"Yang pasti kami sedang melakukan penelitian terhadap barang bukti dan juga sedang menguji urine yang bersangkutan saat ini masih dalam proses hasil. Nanti dikabarkan ke kawan-kawan media," jelasnya.

Adapun kronologi penangkapan Tora Sudiro dan Mieke dilakukan satgas narkoba Jakarta Selatan di kediamannya di kawasan Perumahan Belleviu, Ciputat, Tangerang Selatan sekitar pukul 10.00 WIB.

"Satgas Jakarta Selatan telah mengamankan dua orang atas nama TS dan MA, diamankan karena ada informasi memiliki barang bukti yakni psikotropika. Kami temukan 30 butir psikotropika yang hingga kini masih dilakukan tes," kata Iwan Kurniawan

Belum diketahui ketika penangkapan berlangsung apakah anak-anak Tora dan Mieke tengah berada di tempat kejadian peristiwa. Hingga saat ini, awak media masih menunggu pernyataan resmi soal status Tora dan Mieke.

Medio Maret 2010, Tora Sudiro dikabarkan ditangkap satuan narkoba Polres Jakarta Selatan. Namun kemudian Tora muncul dan membantah kabar tersebut.(an)

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 5

Face Book Galleries

TIONGKOK(KORANRAKYAT.COM) Sekretaris Daerah Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Soekardi membuka pusat promosi investasi, dagang,...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima...
BANJAR, KORANRAKYAT.COM- Polres Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengadakan  Forum Group Discotion (FGD)  anti...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Adanya pengeroyokan  pemukulan dan pemukulan terhadap Saldi Hermanto   salah satu...
  BANJAR,(KORANRAKYAT.COM)- .Babinkamtibmas  membuka lahan dengan menanam tanaman Hilikultura  Cabe, Semangka...
SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim berencana membeli kembali...
Jakarta,Koranrakyat.com- Upaya menyelesaikan dan membahas kasus Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat nampaknya...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Adanya dugaan  aliran radikalisme dan aksi teroris yang mengancam keamanan tetap menjadi...
BOGOR (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan perubahan yang saat ini sedang terjadi dengan begitu...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Dugaan suap terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Provinsi...