Headline News

PLT PSSI jokdri Ditetapkan Tersangka 5 berkas diserahkan kejaksaan
Last Updated on Feb 15 2019

PLT PSSI jokdri Ditetapkan Tersangka 5 berkas diserahkan kejaksaan

JAKARTA,KORANRAKYAT, COM- Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung sudah diterima dan sudah di diteliiti oleh 5 Jaksa satu berkas masing-masing.Semesters Polisi menetapkan ply Kevin PSSi Jokdri  sebagai  tersangka Jaksa Agung, M Prasetyo  kertika...
Jokowi Resmi Buka Tanwir Muhammadiyah ke- 51 di Bumi Rafflesia
Last Updated on Feb 15 2019

Jokowi Resmi Buka Tanwir Muhammadiyah ke- 51 di Bumi Rafflesia

  BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tiba di Bumi Raflesia Bengkulu, Jumat (15/2/2019) pagi, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan. Kedatangan Jokowi dalam rangka membuka Tanwir Muhammadiyah ke- 51. Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya mengatakan...
Presiden Jokowidodo Tiba Dibengkulu Buka Tanwir Muhammadiyah
Last Updated on Feb 15 2019

Presiden Jokowidodo Tiba Dibengkulu Buka Tanwir Muhammadiyah

Presiden RI Joko Widodo Tiba di Bengkulu   BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Menggunakan pesawat kepresidenan, Presiden RI Joko Widodo tiba di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Jumat, 15/02/2019. Kedatangan Jokowi disambut langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, yang saat ini sudah berada...
Sambutan  Bupati Malang  Pada  Rapat  Paripurna  DPRD Kabupaten  Malang
Last Updated on Feb 14 2019

Sambutan Bupati Malang Pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Berdasarkan skala prioritas pembentukan rancangan Perda”, dimana telah ditindaklanjuti melalui Program Pembentukan Perda Tahun Anggaran 2019, sebagaimana tertuang dalam Keputusan DPRD Kabupaten Malang Nomor: 188.4/46/KPTS/35.07.040/2019 tentang Program Pembentukan...
Sektor Pariwisata Diprediksi Mampu Mendulang Devisa Terbesar
Last Updated on Feb 14 2019

Sektor Pariwisata Diprediksi Mampu Mendulang Devisa Terbesar

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla  dengan  Anggota seluruh menteri dan menko  terkait. Menteri Pariwisata Arif Yahya mengatakan kegiatan pertemuan diadakan    tiga bulan sekali  3 bulan  sekali. sementara  wapres minta  diadakan...

World Today

Redaksi

Redaksi

Sunday, 20 January 2019 13:06

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang warga asing berkewarganegaraan Mozambik karena kedapatan menyelundupkan narkoba jenis sabu. WNA tersebut diketahui bernama Samuel Machado Nhavena dan ditangkap di Terminal Kedatangan Internasional 2D Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (4/1/2019). 

         Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto memberikan keterangan tertulis, Jumat (18/102019 mengatakan tim bekerja sama dengan Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta telah melakukan penyelidikan selama satu minggu. “Penyelidikan ini dilakukan selama satu minggu, terkait dengan pengungkapan jaringan antar-negara Mozambik dan Indonesia," ujarnya. 

 

          Selanjutnya, Eko menegaskan penyelundupan dilakukan dengan mencampurkan narkotika jenis sabu melalui pakaian dan handuk. “Pakaian dan handuk yang dibawanya (WNA) dalam kondisi basah. Setelah diperiksa menggunakan alat detektor, ternyata pakaian tersebut sudah dicampur dengan sabu,” tegasnya. 

 

Edo menjelaskan dalam penangkapan itu, penyidik Bareskrim Polri juga mengamankan 8 kilogram sabu yang dilarutkan di dalam baju dan handuk sebagai barang bukti. "Lalu, satu handuk berisi sabu seberat 1,3 kilogram, 6 kemeja dengan sabu seberat 2,1 kilogram, 9 kaus yang mengandung sabu 3,5 kilogram, dan 2 kaus jenis Polo berisi sabu 1 kilogram," jelasnya. 

 

           Lebih lanjut, Eko merinci  pelaku sengaja melarutkan sabu ke pakaian dan handuk, untuk mengelabui petugas di Bandara Soekarno-Hatta. Narkoba yang diselundupkan itu sudah dicairkan dan direndam terlebih dahulu bersama pakaian dan handuk. Nantinya, setelah dikeringkan, pakaian dan handuk itu akan diperas dan sabu kering itu bisa digunakan. Modus penyelundupan narkoba dengan cara demikian tergolong jarang digunakan. Oleh karena itu, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap jaringan tersebut. “Sampai saat ini tim masih mengembangkan perkara dimaksud,” rincinya. (vk)

Sunday, 20 January 2019 12:56

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija (MIT)  bekas  Walikota Cimahi periode 2002-periode 2007 dengan baang bukti tahap 2 kepada penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Cimahi Kejari Cimahi tindak Pidana Korupsi penyalagunaan APBD Kota Cimahi. Kerugian Negara 37 Miliar lebih.

            Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Dr Mukri  di Kejaksaan Agung,Jumat (18/1)2019 mengatakan Penyidik Kejaksaan Negeri Cimahi melakukan penyerahan tersangka MIT pensiun pegawai Negeri Sipil/Mantan Walikota Cimahi Periode 2002- 2007 dan periode 2007-2012 " Saat menyerahkan. barang bukti tahap 2 kepada Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Cimahi Kejari Cimahi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalagunaan APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2006-2007 dalam penyertaan modal Daerah Kota Cimahi pada perusahaan Daerah Jati Mandiri dan PT Lingga Buana Wisesa dalam rangka pembangunan pasar raya Cibeurem dan pembangunan sub Terminal Kota Cimahi kamis, 17 Januari 2019," ujarnya.

        Selanjutnya, Mukri menegaskan didalam kasus dugaan korupsi ini. Barang bukti yang telah diserahkan untuk kepentingan pembuktian di persidangan berupa uang sebesar Rp 5.250.000.000 dan lahan tanah seluas 24.790 Meter persegi yang terletak di Cibeureum Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi."Penyerahan tersangka MIT  dengan didampingi penasehat hukum dan barang bukti yang dilakukan oleh penyidik Kejari Cimahi setelah berkas perkara hasil penyidikannya dinyatakan lengkap oleh Penuntut Umum Kejeri Cimahi," tegasnya.

          Untuk itu,Mukri menjeaskan Tersangka MIT tidak dilakukan penahanan karena merupakan terpidana yang saat ini sedang menjalani penahanan di Rutan Sukamiskin Bandung dalam perkara Tindak Pidana Korupsi  yang ditangani oleh KPK. "Bahwa perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara senilai Rp 3487.065.273  berdasarkan  perhitungan BPKP Provinsi Jawa Barat" jelasnya..

        Lebih lanjut, Mukri merinci Tersangka MIT dipersangkakan primer pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP. "Subsaidir Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP," rincinya..(vk)

Sunday, 20 January 2019 12:45

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Aksi pembuat berita bohong tentang Ijasah Presiden Jokowi atau Jokowi palsu akhirnya terhendus juga bernama Umar Kholid Harahap(28) diduga menyebarkan berita bohong. Kini sudah berhasil ditangkap di Bekasi.

 

          Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (19/1)2019 saat dikonfirmasi mengatakan.Polri menangkap pria bernama Umar Kholid Harahap (28) setelah diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks soal ijazah Presiden Joko Widodo atau Jokowi palsu."Tersangka ditangkap di Bekasi," ujarnya

 

          Selanjutnya, Dedi menegaskan Umar ditangkap dini hari tadi sekira pukul 00.30 WIB.Dari tangan pelaku, polisi menyita satu unit telepon genggam, dua buah sim card, satu  buah akun Facebook dan satu buah email."Pelaku hingga kini masih diperiksa intensif," tegasnya.

 

         Untuk itu, Dedi menjelaskan selucky Ngelo)mnya, di media sosial viral informasi menyebut ijazah SMA tegasnyaJokowi palsu. Jokowi disebut bukan lulusan SMA Negeri 6 Solo seperti yang selama ini diketahui. "Ijasah Jokowi SMA dianggap palsu karna lulus pada tahun 1980. Kemudian diviralkan  menyebutkan SMA  6 Surakarta  tempat  Jokowi bersekolah baru berdiri pada tahun 1986, " jelasnya.

        

       SMPP ialah Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan, yang merupakan cikal bakal SMAN 6 Surakarta. Jokowi saat itu merupakan murid SMPP."SMPP berganti nama menjadi SMAN 6 Surakarta pada tahun 1985, bukan 1986 seperti yang di medsos. Tapi kami tetap memakai tahun berdirinya SMPP sebagai tahun berdirinya SMAN 6 Surakarta, yaitu tahun 1975," ujarnya.

          Sebelumnya, seorang warganet menuding ijazah SMA Presiden Joko Widodo palsu. Dia yakin Jokowi bukan lulusan SMA Negeri 6 Solo seperti yang selama ini diketahui. Hal itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Ijazah Jokowi SMA dianggap palsu karena lulus pada 1980. Padahal, kata warganet, SMAN 6 Surakarta tempat Jokowi bersekolah baru berdiri pada 1986. Kepala SMAN 6 Surakarta, Agung Wijayanto, memastikan ijazah Jokowi tersebut asli.

"Iya benar ijazahnya asli. Cuma memang capnya berbeda, tulisannya SMPP (SMA 6)," kata Agung saat ditemui wartawan  di SMAN 6 Surakarta, Kamis (17/1).(vk) 

 
Sunday, 20 January 2019 12:36

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM — Melalui proses yang panjang Tim Satgas Antimafia Bola bentukan Polri terus melaksanakan tugasnya. Kini kembali menetapkan staf direktur penugasan wasit di PSSI sebagai tersangka pengaturan skor.

           Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Presetyo  saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/1)2019  mengatakan berdasarkan hasil keterangan para tersangka dan barang bukti yang dimiliki Satgas antimafia bola, telah ditetapkan tersangka dengan inisial ML. ML ditangkap di daerah Jakarta dan telah dilakukan penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Satgas sudah melakukan upaya paksa terhadap seorang tersangka. Tadi malam sudah dilakukan penangkapan terhadap tersangka atas nama ML,” ujarnya.(vk)

Sunday, 20 January 2019 12:05

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Maraknya aksi berita hoax,  hal seperti terjadi  adanya 7 kontainer  kertas suara sudah dicoblos saat dicek tidaik ada. Ini bisa mencerdai Pemilu 2019. Menghadapi hal ini, Polri mengajak mahasiswa ikut andil memerangi berita bohong atau hoaks jelang Pemilu 2019. 

            Wakil Kepala Satuan Tugas Nusantara Brigjen Pol Fadil Imran saat  membuka seminar nasional dengan tema “Anti Hoaks:Jangan Ada Hoaks di antara Kita,” di Universitas Nasional, Jakarta Selatan, Selasa (15/1)2019 mengatakan dan meminta mahasiswa untuk mengecek informasi atau berita yang diduga hoaks. “Yang pertama jika ada berita hoaks, cek dan ricek. Cek sumbernya maupun siapa orang yang memberitakan,” ujarnya. 

           Selanjutnya, Fadil menegaskan dan  meminta mahasiswa untuk tidak hanya percaya pada satu sumber ketika membaca atau mendengar informasi di media sosial.  "Para mahasiswa untuk langsung mencari pemberitaan yang bersifat konfirmasi ke media arus utama atau maeinstream. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan informasi yang utuh," tegasnya. 

          Untuk itu, Fadil menjelaskan  salah satu langkah memerangi hoaks adalah melaporkan berita-berita yang diduga atau sudah dipastikan bohong kepada pihak yang berwenang. “Laporkan jika ada konten di media sosial yang menurut adik-adik mahasiswa mengandung berita-berita bohong yang dapat memecah belah bangsa ini, yang dapat mengganggu rasa aman,” jelasnya.

         Sesuai perkembangan menandaskan rincinya kepada mahasiswa untuk memanfaatkan hak poltik pada Pemilu 2019. “Ingat pada 17 April (2019) nanti datang jangan golput. Berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan, damai, dan sejuk menjelang pada saat dan setelah pemilu. Ini yang kami harapkan dari satgas Nusantara.Mahasiswa saya harap tetap menjadi pendingin, mendinginkan, dan berpikir rasional,” tandsanya.  

          Jadi, Fadil menambahkan Satgas Nusantara dibentuk Polri untuk menangani berita-berita bohong atau ujaran kebencian, penghinaan, serta penyalahgunaan media sosial selama Pemilu 2019. "Satgas ini juga berperan untuk mendinginkan tensi panas menjelang pemilu. Satgas Nusantara membawahi empat subsatgas yang membidangi kemitraan, menajemen media, manajemen sosial dan penegakan hukum," tambahnya. (vk)

Wednesday, 16 January 2019 15:14

 

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Penetapan status tersangka dari artis VA oleh Polda Jatim dinilai terlalu terburu-buru oleh VA dan tim kuasa hukumnya. Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum VA, Milano, dalam jumpa pers di Apartemen Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu sore (16/1).

            "Kemarin Vanessa dipanggil jadi saksi terkait pemeriksaan tambahan dari BAP (Berita Acara Pemeriksaan) pertama. Isinya, soal chat dengan Saudara Siska, hanya sebatas itu," ungkap Milano.

"Kemudian berlanjut dengan masalah transfer itu belum selesai. Penyidik baru sampai tiga transferan, kemudian Vanessa sakit. Jadi, (pemeriksaan) ditunda sampai pulih," imbuh Milano. Oleh karenanya, Milano menilai bahwa penetapan tersangka atas kliennya oleh Polda Jatim terbilang terlalu tergesa-gesa.

         "Sampai saat ini belum ada yang mengacu Vanessa begitu (prostitusi online). Makanya, saya bilang Polda Jatim, terlalu terburu-buru menetapkan Vanessa tersangka," tegas Milano.

          Namun, kuasa hukum Vanessa mengaku akan mengikuti prosedur Polda Jatim. Termasuk, akan menyambangi ke Surabaya untuk memastikan perihal penetapan tersangka kliennya tersebut.

"Tapi, kita akan kroscek lah dengan Polda Jawa Timur. Ke depan, pasti akan ada pemanggilan ke klien kita. Nanti, kita tegaskan apa yang membuat klien kami ditetapkan tersangka," tandasnya.

             Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali menyampaikan hasil penyidikan dan gelar perkara atas kasus dugaan prostitusi online. Dalam keterangannya, Luki menyampaikan"Kami tetapkan artis VA dari saksi sebagai tersangka," ungkap Luki di Gedung Utama Tri Brata Mapolda Jatim, Rabu (16/1).

 

Luki menambahkan bahwa keterlibatan artis VA dalam kasus prostitusi daring ini melanggar pasal Undang-Undang ITE nomor 27 ayat 1 dengan ancaman hukuman pidana maksimal 6 tahun.(dil)

Wednesday, 16 January 2019 15:00

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Kesigapan yang dilakukan Penyidik Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri segera melimpahkan berkas perkara tersangka BBP soal kasus berita bohong atau hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kepada Kejaksaan. 

            Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri , Jakarta Selatan, Selasa (15/1) 2019 mengatakan, polisi juga telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait rencana pelimpahan berkas tersangka BBP. "Secepat mungkin (pelimpahan berkas), hari ini sesegera mungkin dituntaskan untuk pemberkasan-pemberkasan. Literasinya segera dicukupi. Makanya tim koordinasi proaktif dengan Kejagung,” ujarnya

            Selanjutnya, Dedi menegaskan selain fokus menyelesaikan pemberkasan tersangka BBP, polisi tengah mendalami auktor intelektual soal hoaks tersebut. "Untuk dugaan tersangka lain masih kita dalami dari analisa rekam jejak digitalnya," tegasnya.

            Untuk itu, Dedi menjelaskan diketahui, tersangka BBP ditangkap di Sragen, Jawa Tengah, pada 7 Januari 2019. Atas perbuatannya, tersangka BBP dijerat Pasal 14 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana lantaran sengaja menyiarkan berita bohong." Ia terancam dihukum maksimal 10 tahun penjara. Selain BBP, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim telah menetapkan tiga tersangka penyebar konten hoaks itu,". jelasnya.

 

             Lebih lanjut, Dedi merinci Mereka adalah LS, HY, dan J yang masing-masing ditangkap secara terpisah di Balikpapan, Kalimantan Timur; Bogor, Jawa Barat; dan Brebes, Jawa Tengah." Hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos tersebar melalui sejumlah platform, seperti YouTube dan WhatsApp. Salah satunya tersebar melalui rekaman suara seorang lelaki. Setelah KPU dan Bawaslu melakukan pengecekan bersama pihak Bea Cukai, dipastikan bahwa informasi tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos adalah hoaks," rincinya. (vk))

Wednesday, 16 January 2019 14:55

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Acara  debat perdana Pilpres 2019 yang akan diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019) malam. Polri mengerahkan 2000 personil.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui Mabes Polri,Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019) mengatakan, Polda Metro Jaya telah mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan cara bertindak, serta skenario ketika terjadi ancaman nyata. “Pada prinsipnya untuk pengamanan debat besok Polda Metro Jaya sudah sangat siap. Jumlah 2 ribu personel dan melibatkan TNI dan pengamanan internal KPU sebagai penyelenggara,” ujarnya.

              Selanjutnya, Dedi menegaskan Polda Metro Jaya telah melakukan antisipasi secara komprehensif dalam melakukan acara debat agar berjalan aman dan tertib. “Sudah diantisipasi secara komprehensif oleh Polda Metro Jaya, secara teknis penyekatan-penyekatan, penggalangan agar tidak terjadi bentrok fisik,” tegasnya

         Untuk itu, Dedi  menjelaskan dan juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusifitas selama pelaksanaan debat. “Imbauan tetap mengharapkan meskipun besok debat, namun untuk kondusivitas Jakarta harus dijaga bersama. Jangan dikotori dengan perbedaan. Perbedaan adalah hal biasa di kehidupan masyarakat,” jelasnya

 

            Dari data yang dihimpun dan  yang penting bagaimana menjaga situasi Jakarta tetap aman,” lanjut dia. Adapun, debat Pilpres 2019 akan digelar sebanyak lima kali. Debat pertama digelar pada 17 Januari 2019. Pesertanya adalah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Tema yang diangkat yaitu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Debat pertama akan disiarkan empat lembaga penyiaran, yaitu TVRI, RRI, KOMPAS TV, dan RTV.(vk)

Wednesday, 16 January 2019 14:44

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Satgas Antimafia Bola akan memanggil Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI) Joko Driyono dan Exco PSSI Papat Yunisal terkait kasus dugaan pengaturan skor. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi. 

            Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/1)2019) mengatakan akan dipanggil secara berturut-turut Kamis (17/1/2019) dan Jumat (18/1/2019) antara lain Joko Driyono, selaku Wakil Ketua Umum PSSI, akan dipanggil Saudara Papat Yunisal sebagai exco PSSI, juga Saudara Irfan sebagai Wakil Bendahara PSSI," ujarnya.

        Selanjutnya,Dedi menegaskan  sesuai laporan Pada hari ini, Satgas Antimafia memeriksa Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria di Polda Metro Jaya. Sementara itu, polisi sudah memproses 4 dari 73 laporan yang akan ditindaklanjuti. Laporan pertama Laporan pertama, terkait pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. "Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya wasit hingga Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah.

           Mereka adalah Nurul Safarid; anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng; mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto beserta anaknya Anik Yuni Sari; anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif) Dwi Irianto alias Mbah Putih, serta staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu,".tegasnya.

            Untuk itu, Dedi menjelaskan Satgas Antimafia Bola Satgas juga telah menetapkan empat tersangka terhadap perangkat pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. "Empat tersangka itu adalah pelaku cadangan wasit pertandingan antara Persibara melawan Kediri Cholid Hariyanto; pengawas pertandingan antara Persibara melawan PS Pasuruan Deni Sugiarto, asisten wasit I Purwanto, dan asisten wasit II Muhammad Ramdan. Namun, terhadap empat tersangka itu belum ditahan. Laporan kedua Laporan kedua yaitu terkait suap untuk meloloskan PS Mojokerto ke Liga 1,"Jelasnya. . 

             Lebih lanjut, Dedi merinci Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Vigit Waluyo dan Dwi Irianto. Laporan ketiga Laporan ketiga yakni terkait penyelenggaraan Piala Soeratin 2009. Mantan Manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, melaporkan petinggi PSSI berinisial IB karena diminta uang Rp 115 juta sebagai syarat menjadi tuan rumah Piala Soeratin." Bendahara PSSI Dicecar 27 Pertanyaan oleh Penyidik Satgas Antimafia Bola "Setelah disadari pada Desember 2018, ternyata pelapor merasa tertipu. Padahal untuk menjadi tuan rumah tidak perlu mengeluarkan uang. Kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan," rincinya.

           Sesuai perkembangan, Dedi membeberkan  Laporan keempat Laporan keempat yang tengah ditindaklanjuti adalah terkait pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman. Polisi menduga ada unsur ancaman yang diterima Manajer Madura FC, Januar Herwanto, dari anggota exco PSSI berinisial H. "Terjadi match fixing antara Madura FC melawan PSS Sleman." H menawarkan uang sebesar Rp 100 juta namun ditolak kemudian malah naik lagi jadi Rp 150 juta yang akhirnya saudara H mengancam akan membeli pemain," bebernya.

           Jadi, Dedi mengungkapkan  terkait laporan yang belum ada tersangkanya, polisi saat ini masih fokus mendalami keterangan para  saksi. "Terlapor belum dipanggil, saksi dulu. Kalau saksi sudah kuat, (terlapor) tidak perlu dipanggil tinggal dilakukan upaya paksa," ungkapnya.(vk)

 

 

Tuesday, 15 January 2019 03:16

 

 

 

 

BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Jamhari Muslim alias Ari, tersangka kasus pembunuhan sadis satu keluarga yang menimpa Almarhumah Hasnatul Laili (35)  bersama dua orang putrinya Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10) Warga Kelurahan Cawang Baru Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (12/1/2019) lalu terancam penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung dalam Pers Rilis di Mapolda Bengkulu, Senin (14/1/2019) mengatakan pelaku merupakan suami ketiga dari korban. Pelaku dijerat pasal berlapis yakni 340, pasal 338, pasal 365 sanksinya bisa hukuman mati.

“Sanksi yang diberikan dalam kasus ini bisa hingga hukuman mati. Tersangka sempat lari ke Bengkulu menggunakan travel, karena mungkin merasa dikejar Polisi kemudian tersangka pergi ke Bengkulu Selatan dan di situlah tersangka ditangkap disalah satu hotel ketika sedang istirahat,” terang Kapolda.

Kasus ini, kata Kapolda, merupakan pembunuhan berencana. Pasalnya tersangka telah menyiapkan dari pukul 03.00 WIB untuk melakukan pembunuhan kepada korban lantaran diduga sakit hati.

“Kita masih mencari alat bukti lain untuk rangkaian pasal yang dikenakan nanti. Sementara untuk keterlibatan orang lain sementara belum ada dan kita masih dalami kasus ini,” kata Kapolda.

Seperti dilansir sebelumnya, dalam melakukan tindakan sadis tersebut pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa Korban dan anak anaknya hanya karena merasa sakit hati saat Korban menolak untuk diajak pelaku rujuk kembali setelah sempat bercerai.

Naasnya, Kedua anak Korban ikut menjadi pelampiasan emosi pelaku lantaran secara tidak sengaja menyaksikan perbuatan pelaku saat menghabisi nyawa Korban di kediaman Korban saat itu.

Tanpa rasa kasihan, pelaku mengaku membunuh ketiga korban dengan cara memukul kepala para korban menggunakan balok kayu dan mencekit leher para korban menggunakan kabel hingga tidak bernyawa lagi.

Sebelumnya, Warga jalan Ahmad Yani Kelurahan Cawang Baru Kecamatan Curup Timur, Sabtu (12/1) sore mendadak heboh. Kehebohan terjadi setelah salah satu Warga setempat menemukan jasad Lili (45) beserta kedua anaknya yang bernama Miranda dan Cika tewas bersimbah darah di dalam kamar tidur dengan kondisi tertutup selimut.

Ketiga korban meninggal dunia akibat dipukul menggunkan benda tumpul berulang kali hingga tewas.(1nd)

Entertaiment

Face Book Galleries

JAKARTA,KORANRAKYAT, COM- Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung...
  BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tiba di Bumi Raflesia Bengkulu, Jumat...
Presiden RI Joko Widodo Tiba di Bengkulu   BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Menggunakan pesawat kepresidenan,...
MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Berdasarkan skala prioritas pembentukan rancangan Perda”, dimana telah ditindaklanjuti...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla  dengan  Anggota seluruh...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo melantik Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai...
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga mampu membawa masyarakt akan kesadaran...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dalam acara pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun...
  JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama...
            JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Tiga hal utama yang harus dimiliki generasi muda sekarang ini adalah...

Ekonomi Makro

  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan