Headline News

Presiden Jokowi: Keliru, Orang Besarnya itu Zohri
Last Updated on Jul 18 2018

Presiden Jokowi: Keliru, Orang Besarnya itu Zohri

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Lalu Muhammad Zohri, juara dunia atletik di bawah usia 20 tahun kelahiran Nusa Tenggara Barat, siang ini bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Presiden Joko Widodo menerima langsung kedatangannya sekira pukul 14.00 WIB di Ruang...
Pakde Karwo Lantik Jumadi Sebagai Pj. Sekdaprov Jatim
Last Updated on Jul 18 2018

Pakde Karwo Lantik Jumadi Sebagai Pj. Sekdaprov Jatim

              SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo melantik Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jatim, Dr. Ir. Jumadi, M.MT sebagai Penjabat (Pj) Sekdaprov Jatim. Pelantikan yang didasarkan SK Gubernur Jatim nomor 821.2/1066/204/2018...
Sembilan Orang Ditangkap Buntut Suami Istri  Gagal  Serang  Polres Indramayu
Last Updated on Jul 17 2018

Sembilan Orang Ditangkap Buntut Suami Istri Gagal Serang Polres Indramayu

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap 9 orang buntu peristiwa perlawanan sepasang suami istri yang gagal meledakan bom di Markas Kepolisian Resor Indramayu. Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian di Mako Brimob Depok, Jawa Barat, Senin (16/7)2018 mengatakan...
Suami Istri Bersepeda Teror Mapolres Indramayu
Last Updated on Jul 17 2018

Suami Istri Bersepeda Teror Mapolres Indramayu

      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -  Mapolres Indramayu mendapatkan kado teror bom oleh seorang keluarga pengendara  sepeda motor. Akhirnya polisi  tangkap NH, seorang perempuan berusia 26 tahun di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.              ...
Skor 4-2 Perancis Juara Piala Dunia 2018, Perjuangan Kroasia Jadi Inspirasi  Dunia
Last Updated on Jul 15 2018

Skor 4-2 Perancis Juara Piala Dunia 2018, Perjuangan Kroasia Jadi Inspirasi Dunia

      RUSIA(KORANRAKYAT.COM) Timnas Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia 2018 setelah meraih kemenangan 4-2 atas Kroasia pada laga final di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018). Meski sempat tertekan oleh permainan Kroasia, Prancis mampu memperlihatkan kelas dan menjadi juara dunia...

World Today

  •  
    Indonesia dan Malaysia Bahas Perlindungan
     
     
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri
     
Redaksi

Redaksi

Tuesday, 29 May 2018 13:47

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Ada surat berlogo  Organisasi Masyarakat yang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pengusaha , asal tak memaksa dan lakukan kekerasan tidak ada masalah. Karena perusahaan memiliki CSR yang harus diberikan pada masyarakat.

Kepala Biro Perangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbalditemui di Mabes Polri, Senin(28/5 ) 2018 mengatakan dan memastikan, Polri akan menindak tegas ormas yang memeras masyarakat untuk meminta jatah tunjangan hari raya (THR)."Tidak boleh ormas meminta sesuatu dengan paksa, misalnya kalau tidak (dikasih) dipecahkan kacanya, kami akan menindak itu," ujarnya

Selanjutnya, Iqbal menegaskan  polisi telah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya permintaan THR oleh salah satu ormas. Namun permintaan itu tak ada unsur paksaan..”Untuk mengantisipasi adanya permintaan paksa yang meresahkan masyarakat, Tentu kepolisian di wilayah akan merangkul ormas,” tegasnya.Untuk itu, Iqbal menjelaskan tjuannya, memastikan ormas tidak memeras masyarakat atau pihak lain.

"Maka dari itu kami mendorong kepolisian setempat merangkul mengimbau agar tidak ada hal-hal yang bersifat memaksa. Kami akan memproses kalau memaksa apalagi ada perbuatan kekerasan di situ,"jelasnya. Dari pantauan yang ada sebelumnya, beredar surat mengatasnamakan ormas FBR Jakarta Barat memohon untuk bisa mendapatkan THR Idul Fitri kepada perusahaan-perusahaan. Dalam surat tersebut disebutkan edaran telah dilakukan setiap tahunnya.

            Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Barat, H. Mudjamil, mengatakan surat edaran permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) yang beredar atas nama wilayahnya tidak benar. "Enggak benar. Oknum itu. Saya tidak pernah menyuruh organisasi untuk anggota seperti itu," ujarnyaMudjamil menegaskan dalam sistem kerja organisasi FBR tidak ada perintah memohon bantuan THR setiap tahunnya. “ Hal tersebut hanya dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan FBR,”tegasnya (vk)

 

Sunday, 27 May 2018 14:27

 

LEBANON,(KORANRAKYAT.COM) .   Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) Konga XXIII-L/Unifil (United Nataions Interim Forces In Lebanon) menggelar latihan medis bersama tentara dari negara-negara yang tergabung dalam Sektor Timur Unifil, di Area Operasi Markas Indobatt, UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (24/5/2018).

Latihan medis bersama yang bertajuk East Angel tersebut, melibatkan 87 tentara dari negara-negara sahabat seperti Nepal, India, Malaysia, Spanyol, Serbia, Fiji dan Kamboja dipimpin oleh Letkol Velimir Grbic selaku Seceast HQ CG5 Training Chief. Dalam latihan ini, Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil melibatkan 65 personelnya, terdiri dari 50 prajurit pria dan 15 prajurit wanita TNI.

Adapun skenario latihan yang digelar dalam latihan tersebut yaitu menceritakan Dantim Patroli Serka Heru yang sedang melaksanakan tugas di Area Operasi Indobatt mengalami musibah kecelakaan.  Melihat kejadian tersebut, tim medis satgas Indobatt yang dipimpin Lettu Ckm (K) dr. Sherly bersama dengan Lettu Ckm (K) dr. Indah Triana segera memberikan pertolongan pertama dalam bentuk training east angel sebelum dilaksanakan evakuasi medis oleh Tim Quick Reaction Team (QRT) Battalion dibawah pimpinan Lettu Inf Dody.

Selanjutnya, Tim QRT Battalion melaksanakan evakuasi dan penanganan korban dilapangan termasuk proses pelaporan yang akurat melalui TOC (Tactical Operational System) yang diperankan oleh Lettu Lek Andi Rishas kepada Sektor Timur Unifil sebagai Brigade yang membawahi Indobatt.

Skenario latihan medis yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 waktu setempat berjalan dengan baik, aman, lancar serta mendapat apresiasi yang luar biasa dari seluruh personel yang terlibat maupun yang turut serta menyaksikan latihan tersebut.

“Kami mewakili Sektor Timur Unifil banyak mengucapkan terima kasih atas latihan bersama ini. Pasukan Indobatt sangat luar biasa. Saya apresiasi itu, mengingat hampir semua prajurit menjalani ibadah puasa, tapi semangat dan kecepatannya baik sekali,” kata Letkol Velimir Grbic.

Pada kesempatan yang sama, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P. menyampaikan hal senada apa yang dikatakan Letkol Velimir Grbic. “Dalam situasi apapun, prajurit Indobatt selalu siap, kami sudah membiasakan hal ini dan setiap prajurit harus tetap semangat,” ucapnya.(eas)

 

 

Sunday, 27 May 2018 13:32

 

JAKARTA( KORANRAKYAT.COM) - Antisipasi aksi teroris yang terus mengacam dan juga mengancam  Polri, diharapkan kembali kegiatan wajib lapor di tingkat RT bisa diaktifkan lagi. Hal ini dinilai penting untuk membantu Polri melakukan deteksi dini keberadaan para teroris.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Rabu(23/502018 mengatakan, pemberantasan terorisme harus melibatkan stakeholder di luar polisi, termasuk para ketua RT di masyarakat. "Contoh salah satunya adalah yang sudah tidak kita lakukan adalah kewajiban wajib lapor di tingkat RT," ujarnya.

     Selanjutnya, Setyo menegaskan  Itu sekarang sudah banyak tidak kita lakukan sehingga ini menyulitkan bagi petugas untuk melakukan deteksi dini.” Polri yakin bila wajib lapor itu kembali diaktifkan dan peran ketua RT ditingkatkan, maka hal itu akan sangat membantu Polri,”tegasnya..

    Untuk itu, Setyo menjelaskan bila ada warga tak dikenal dan tak melapor, ketua RT bisa langsung melapor ke polisi. "Coba kalau RT semua tahu bahwa ada orang yang nginep di sini, satu malem namanya ini, ini, ini, pasti kami akan deteksi lebih baik lagi," jelasnya.

     Jadi, Setyo menambahkan seperti diketahui berbagai aksi teror belakangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang dinilai tertutup dengan masyarakat sekitar.” Di sanalah peran masyarakat menjadi penting untuk melaporkan orang-orang yang memiliki aktivitas mencurigakan di lingkungan tersebut,”tambahnya. (vk)

Sunday, 27 May 2018 13:25

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim)  menggali  kasus dua travel umroh, yakni PT Azizi Travel and Tour dan Abu Tours. Keduanya dilaporkan ke pihak kepolisian lantaran gagal memberangkatkan para jamaah, yang jumlahnya hingga ribuan.

       Wakil Direktur Tindak PIdana Umum(Wadirtipidum) Bareskrim,Kombes Pol Panca ditemui di Bareskrim Polri, Jumat ( 25/5)2018 mengatakan Azizi lagi proses, yang di Makassar (Abu Tours) masih terus dalam proses.” Keduanya dilaporkan ke kepolisian lantaran gagal memberangkatkan para Jamaah yang jumlahnya ribuan,” ujarnya

        Selanjutnya, Panca menegaskan berkaca dari kasus First Travel, kepolisian langsung cepat menindak kasus-kasus serupa. Sebab, kasus ini menelantarkan para jemaah yang sudah susah payah mengumpulkan uang untuk beribadah, namun gagal diberangkatkan. "Saya pribadi, direktur, pimpinan melihat itu menyentuh langsung masyarakat. Orang susah mengumpulkan uang, niatnya mau ibadah," “ tegasnya.

       Panca menjelaskan mengungkapkan, pihaknya langsung mengambil tindakan begitu kasus tersebut dilaporkan, bahkan jika ada kasus serupa yang kembali muncul.” Ini dilakukan sehingga segera dapat diketahui sesuai dengan laporan yang ada,’ jelasnya.

     Hingga kini, Polda Sulawesi Selatan telah menetapkan CEO PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) Hamzah Mamba sebagai tersangka dalam penipuan dan penggelapan dana 86.720 jemaah umrah Abu Tours senilai Rp 1,8 triliun. Kemudian, aparat juga menetapkan mantan Manager Keuangan Abu Tours berinisial MKS (40) sebagai tersangka.

       Adapun Azizi Tour gagal memberangkatkan sekitar 2.000 jemaah selama periode Oktober 2016-Januari 2017. Perusahaan yang berkantor pusat di Medan itu mematok biaya perjalanan dengan harga standar.Namun, tetap saja perusahaan itu tak kunjung memberangkatkan jemaah.

 Pada 2016 lalu, HJ Cut Mega Putri, pemilik Azizi Tour dan Travel, menyatakan penundaan keberangkatan calon jamaah umrah yang mempercayakan perjalanan pada agennya disebabkan oleh masalah pada sistem visa prabayar di Jakarta. (vk)

Sunday, 27 May 2018 13:15

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) –Bareskrim Mabes Polri Janji tidak akan mempetieskan kasus Partai Solidaritas Indonesia ( PSI), yang telah dilaporkan Bawaslu karena dianggap mencuri start Kampaye. Bareskrim saat ini telah manggil PSI terlapor dan  terus mengumpulkan data.           

       Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadirtipidum) Bareskrim Polri Kombes Panca Putra,ditemui di Bareskrim, Jumat (25/5) pihaknya akan melibatkan sejumlah saksi ahli, antara lain ahli pidana dan ahli bahasa. “ Sementara itu Bareskrim pun akan berkonsultasi dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait dugaan mencuri start  kampanye . Ada saksi ahli pidana, ahli bahasa,"ujarnya.

     Selanjutnya, Panca menegaskan Bareskrim pun akan memeriksa pihak  media  sebagai saksi. Surat kabar itu pada 23 April 2018 lalu memuat iklan poling PSI yang diduga adalah kampanye dini. “ Kasus ini didasarkan pada laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bareskrim memiliki waktu 14 hari untuk melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Agung,” tegasnya.

Panca menjelaskan Kasih waktu kami lengkapi dulu, sebagaimana diatur undang-undang ada waktu 14 hari. “Kami akan maksimalkan (untuk) menilai melengkapi alat bukti," jelasnya.

       Disamping itu, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni sebelumnya menjalani pemeriksaan di Bareskrim pada Selasa (22/5/2018) lalu. Ia diajukan 25 pertanyaan oleh penyidik, salah satunya soal ada logo PSI dalam iklan di surat kabar.

 

Menurut dia, logo dicantumkan guna menunjukkan bahwa PSI merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam iklan berupa poling kabinet versi PSI.

        Bawaslu melaporkan ke Kepolisian dan diterima oleh Bareskrim Polri pada Tanggal 17 Mei 2018, sekitar Pukul 09.30 WIB, dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/646/V/2018/ BARESKRIM.(vk)

Tuesday, 22 May 2018 03:54

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Ada tudingan miring terhadap  serangkaian aksi teror di Tanah air ada ledakan bom di Surabaya yang terjadi di tiga lokasi di Gereja menimbulkan prokontra yang menyebutkan ini rekayasa. Oleh karena itu Polri meminta bukti kepada siapapun yang menuduh bahwa serangkaian aksi teror di Tanah Air belakangan ini, adalah rekayasa. Polisi akan menindak siapapun yang melontarkan tuduhan tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjend Po Muhammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Senin(21/5)2018 mengatakan Kalau ada yang bilang rekayasa, sutradara sehebat apapun dari Hollywood, tidak bisa merekayasa kasus (kerusuhan) Mako Brimob, (kasus bom bunuh diri) Surabaya, Sidoarjo, Riau. "Polri minta bukti siapapun yang menyampaikan bahwa itu (kasus teror) rekayasa. Mana buktinya?" ujarnnya.

          Selanjutnya, Muhammad Iqbal menegaskan beberapa netizen telah ditangkap oleh polisi karena menuliskan ujaran kebencian dan fitnah di media sosial terkait peristiwa bom bunuh diri yang terjadi dalam sepekan terakhir. “Polri menyesalkan pihaknya dituduh merekayasa sejumlah kasus teror di Indonesia. "Kebebasan mengemukakan pendapat berbeda dengan menyatakan 'hatespeech' (ujaran kebencian). Polri tidak nyaman dengan cap rekayasa. Siapapun yang menyebutkan rekayasa, kami tunggu buktinya," tegasnya.

           Untuk itu, Muhammad Iqbal menjelaskan sejumlah pihak, terutama di media sosial, menuduh adanya rekayasa dalam serangkaian aksi teror belakangan ini. “Polisi akhirnya menangkap dan menetapkan tersangka beberapa orang,” jelasnya.

        Lebih jauh, Iqbal merincinya pada Minggu (13/5/2018) pagi, tiga gereja di Surabaya diserang oleh teroris dengan cara meledakkan diri dengan menggunakan bom. “Akibat kejadian itu, belasan orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka,”rincinya.

 

          Oleh karena itu,Muhammad Iqbal menandaskan Kemudian, terjadi penyerangan kelompok teroris di Mapolda Riau pada Rabu (16/5/2018) pagi. “Polisi berhasil menembak mati empat teroris yang terlibat dalam penyerangan itu. Namun, seorang polisi anggota Polda Riau, Ipda Auzar gugur akibat ditabrak mobil pelaku,” tandasnya.(vk)

Saturday, 19 May 2018 04:38

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Lambanya penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawa, kejagung klaim  terus berproses setelah ditetapkan tersangka dalam dugaan korupsi investasi perusahaan di Blok Basker Manta Gummy (BGM).  Terus didalami keteralibatan pihak-pihak lain.

            Jaksa Agung Muhammad Prasetyo ditemui di Kejaksaan Agung, Jumat (18/5) 2018 mengatakan, kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan tetap jalan terus. Karen Agustiawan sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi investasi perusahaan di Blok Basker Manta Gummy (BGM) Australia tahun 2009. "Masih jalan terus," ujarnya.

            Selanjutnya, Prasetyo menegaskan kini terus  tengah mendalami keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp 568 miliar tersebut. "Kami dalami yang lain dulu. Kan banyak itu tidak sendirian, “ Sejumlah nama yang tengah didalami keterlibatannya itu. "Kami sedang kumpulkan bukti-bukti, banyak ya," tegasnya.

            Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Rum menyatakan, penetapan Karen sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penetapan tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus tanggal 22 Maret 2018. “Kejaksaan juga menetapkan Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina Genades Panjaitan sebagai tersangka. Tersangka lain, yakni mantan Direktur Keuangan PT Pertamina Frederik Siahaan,” ujanya.

 

Untuk itu, M.Rum menegaskan Kejaksaan menjerat mereka menggunakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.”Meskipu begitu.juga  menetapkan BK, mantan Manager Merger & Acquisition Direktorat Hulu PT Pertamina sebagai tersangka,” tegasnya.

            Dari data yang ada, Kasus itu berawal pada 2009, ketika PT Pertamina (Persero) melakukan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian aset milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

            Dalam pelaksanaanya, ada dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan

            Komisaris. Akibatnya, peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31.492.851 dollar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya sejumlah 26.808.244 dolar AS tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT Pertamina (Persero) dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak nasional.

 

Negara cq. PT. Pertamina (Persero) dirugikan sebesar 31.492.851 dollar AS dan 26.808.244 dollar Australia atau setara dengan Rp 568.066.000.000 menurut perhitungan Akuntan Publik.(vk)

 

 

 

Saturday, 19 May 2018 04:28

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) –Polri Memberikan perhatian bagi Keluarga anggota  yang gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua. Sebanyak enam orang perwakilan keluarga menerima bantuan yang secara simbolis diserahkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

            Dalam Sambutan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian , Jumat 18/5)2018 mengatakan bantuan tersebut merupakan tali asih kepada keluarga anggota Polri yang gugur dalam tugas. "Kita tahu dalam beberapa waktu ini banyak anggota kita yang gugur dalam tugas," uajrnya.

            Selanjutnya,Tito menegaskan sebanyak enam polisi yang gugur di Mako Brimob telah menerima kenaikan pangkat luar biasa. Akan tetapi, imbuh dia, keluarga yang ditinggalkan pun harus dipikirkan. “Adapun bantuan rumah kepada keluarga anggota Polri yang gugur di Mako Brimob tersebut adalah bantuan dari donatur. Tak menyebutkan identitas donatur lantaran alasan keamanan.

"Rumah ini dari donatur yang peduli dan simpati kepada anggota Polri yang gugur. Banyak yang ingin bantu, tapi tidak disebutkan namanya karena terkait keamanannya," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan banyak pihak yang ingin membantu keluarga anggota Polri yang gugur dalam tugas, baik berupa perumahan, biaya hidup, dan bantuan lainnya. Sampai sekarang Polri sedang mengumpulkan bantuan-bantuan untuk kemudian disalurkan. Bantuan juga akan mengalir kepada anggota Polri yang mengalami luka-luka dalam peristiwa teror beberapa waktu terakhir.

Bantuan ini diberikan kepada perorangan anggota karena simpati dan berterima kasih kepada anggota Polri yang telah berani mempertaruhkan diri kepada negara dan bangsa. "Bantuan akan diserahkan ke keluarga," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito menandaskan adapun keluarga yang menerima bantuan rumah adalah keluarga dari Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Respuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Benny Setiadi, Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, dan Iptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.”Selain itu, keluarga Aipda Luar Biasa Anumerta Marhum Prencje yang menjadi korban penikaman teroris di sekitar Mako Brimob juga menerima bantuan rumah,” tandasnya. (vk)

 

Sunday, 13 May 2018 15:23

 

 SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Setelah mendapat laporan mengenai aksi teror bom bunuh diri di Surabaya, Presiden memutuskan untuk meninjau langsung lokasi kejadian pada Minggu, 13 Mei 2018.Tepat pukul 14.30 WIB, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan rombongan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.Dalam penerbangan tersebut Presiden didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Di Surabaya, Presiden disambut oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Tampak juga di bandara, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang telah terlebih dahulu berada di Surabaya.Setibanya di Surabaya, Presiden langsung menuju lokasi aksi teror bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, Surabaya dan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno, Surabaya. Di sini, Presiden sempat mendengarkan laporan dari Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dan berbincang dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.Sebelum kembali ke Jakarta, Presiden menjenguk korban luka di RS Bhayangkara Surabaya dan juga memberikan keterangan pers.

Presiden: Tindakan Terorisme Ini Biadab dan Di Luar Batas Kemanusiaan

               Presiden Joko Widodo mengecam keras aksi terorisme di Surabaya yang terjadi pada Minggu, 13 Mei 2018. Menurut Presiden, tindakan terorisme ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan, karena menimbulkan korban jiwa dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak yang tidak berdosa.“Termasuk pelaku yang menggunakan 2 anak berumur kurang lebih 10 tahun. Yang digunakan juga untuk melakukan bom bunuh diri,” ucap Presiden Jokowi saat menyampaikan keterangan pers di RS Bhayangkara, Surabaya.Presiden juga menyatakan bahwa terorisne merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak ada kaitannya dengan agama apapun. “Semua ajaran agama menolak terorisme, apapun alasannya,” ujar Presiden Jokowi.\

         Untuk itu, Presiden telah memerintahkan Kapolri, agar mengusut tuntas dan membongkar jaringan aksi teror ini, sampai ke akar-akarnya.Lebih lanjut, Presiden menekankan agar aparat negara tidak memberikan toleransi terhadap tindakan pengecut semacam ini, dan mengajak seluruh anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan kebinekaan. “Saya juga menghimbau kepada seluruh rakyat di seluruh pelosok Tanah Air agar semuanya tetap tenang, menjaga persatuan, dan waspada. Hanya dengan upaya bersama seluruh bangsa, terorisme dapat kita berantas. Kita harus bersatu melawan terorisme,” tutur Presiden.Tidak ketinggalan, Presiden menyampaikan ungkapan duka yang mendalam. “Tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa duka cita kita semuanya  atas jatuhnya korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya ini,” ucapnya.(eas)

Sunday, 13 May 2018 03:16

 SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Korban sementara  diketahui  Sekitar 43  korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara 13  orang dinyatakan meninggal dunia ,  pasca- ledakan diduga bom  yang terjadi di dua gereja.  .Sementara yang terjadi  di GKI Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur Saat ini, para korban dirawat di IGD RS Bhayangkara. Seorang jemaat yang mengantar korban mengaku ada enam orang yang diantar. Mereka semua disebut remaja gereja GKI Diponegoro. "Ada enam atau lima ini semuanya remaja, kan ini Minggu pagi, remaja dan Sekolah Minggu, sudah saya nggak lihat keluarga apa bukan pokoknya saya bantu," ujar jemaat gereja GKI Diponegoro dengan panik dan mata tampak memerah, Minggu (13/5/2018).

 Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung mengatakan, ketiga gereja itu adalah Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.   Informasi sementara 43  korban luka luka dan 13 Meninggal dunia, korban selain dibawah ke RS Bhayangkara juga dilarikan ke RS. Dr. Sooetomo Surabaya.  Dikatakan Waktu ledakan terjadi beruntun dan tidak bersamaan, Namun, dia belum bisa menjelaskan lebih jauh. Dia meminta agar kepolisian diberi waktu untuk identifikasi awal.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung mengatakan, ledakan di GKI di Jalan Diponegoro, Surabaya, Minggu (13/5/201) pagi, menewaskan satu orang perempuan. "Sementara satu ibu-ibu meninggal," ujar Frans  pada wartawan. Sementara itu, kata dia, dua orang dibawa ke rumah sakit. Sebelumnya, salah seorang warga, Pardianto, mengaku melihat tiga perempuan dicegat satpam gereja di parkiran. "Ada security mau jegat tiga orang. Lalu meledak di parkiran," ujar Pardianto kepada  wartawan.

Ia mengatakan, ledakan kedua terjadi sekitar lima menit kemudian. Menurut dia, perempuan itu tampak membawa tas dan di tubuhnya memakai seperti rompi. Setelah ledakan, ia melihat salah satu dari tiga perempuan tersebut masih bernafas. Ledakan itu melukai satpam. Tampak satpam terluka di bagian paha dan mulut. "Satpam sudah dibawa ke rumah sakit," ujar dia. (dil)

Gaya

Face Book Galleries

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Lalu Muhammad Zohri, juara dunia atletik di bawah usia 20 tahun kelahiran Nusa Tenggara Barat,...
              SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo melantik Kepala Badan Pengelola...
    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap 9 orang buntu peristiwa perlawanan...
      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -  Mapolres Indramayu mendapatkan kado teror bom oleh seorang keluarga...
      RUSIA(KORANRAKYAT.COM) Timnas Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia 2018 setelah meraih kemenangan...
      RUSIA(KRJ.COM) Timnas Belgia berhasil meraih juara ketiga pada Piala Dunia 2018. Keberhasilan tim Eden...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Hanya berselang sehari pasca politikus Golkar  ditetapkan tersangka, KPK langsung...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Perayaan Hari Ulang Tahun Polri ke 72 biasa dikenal Hari Bhayangkara di gelar di...
    JAKARTA(KORANRAKYAT,COM) - Hadiri perayaan Hari Ulang Tahun Polri ke 72 di Istora Senayan ,Rabu(11/7) 2018...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Akibat viralnya kelakuan  pemukulan yang dilakukan AKBP M Yusuf  di tokonya dan...