Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Diperiksa Dugaan Korupsi Pembelian Batu Bara 400 Hektare
Last Updated on Jul 16 2019

Diperiksa Dugaan Korupsi Pembelian Batu Bara 400 Hektare

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Pross pemeriksa kasus dugaan Tindak Pidana koruopsi pembelian lahan Batu Bara seluas 400 HA dan status ijinnya PT.Citra Tobindo Sukses Perkasa oleh PT. Indonesia Coal Resources anak perusah aan PT Antam,akhinrnya diperiksa dua saksi yiatu Ir Harry Andria Kepala...
Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke- 11 Kabupaten Bengkulu Tengah.
Last Updated on Jul 16 2019

Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke- 11 Kabupaten Bengkulu Tengah.

    BENGKULU TENGAH (KORANRAKYAT.COM) - Rapat Paripurna Istimewa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Kabupaten Bengkulu Tengah. Dalam Rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bengkulu Tengah yang ke-11 Tahun 2019.               Memperingati hari Ulang Tahun Kabupaten Bengkulu...
Presiden Jokowi Buka Pameran Karya Kreatif Indonesia 2019
Last Updated on Jul 12 2019

Presiden Jokowi Buka Pameran Karya Kreatif Indonesia 2019

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo membuka pameran bertajuk Karya Kreatif Indonesia 2019 di Hall A, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 12 Juli 2019. Pameran yang menyuguhkan tema "Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui UMKM Go Export dan Go Digital" ini...
Diduga Korupsi Dirut Bank Jabar Syariah  Dituntut 7 Tahun Rekananya Terdakwa Andi Winarto Diganjar 15 Tahun
Last Updated on Jul 04 2019

Diduga Korupsi Dirut Bank Jabar Syariah Dituntut 7 Tahun Rekananya Terdakwa Andi Winarto Diganjar...

                        JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kota Bandung telah membacakan surat tuntutan terhadap terdakwa saudara Andi Winarto Dirut PT Hastuka Sarana Karya dengan...
Oknum Brimob Pengeroyok Warga Diperiksa
Last Updated on Jul 04 2019

Oknum Brimob Pengeroyok Warga Diperiksa

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Oknum angota Brimob yang diduga melakukan pengeroyokan seoarang  warga di depan Masjid Al Huda Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.  oknun itu sudah ditemukan dan hingga sekarng  yang bersangkautan sudah diperiksa. Perintah pimpinan diperiska dan ditindak...

World Today

  •  
    Presiden Angkat Isu Rakhine State di

     

     

    BANGKOK(KORANRAKYAT.COM)  Presiden Jokowi kembali mengangkat isu Rakhine State dalam

     

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Satgas Antimafia Bola akan memeriksa mantan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan mantan Bendahara PSSI, Berlinton Siahaan, pada pekan depan.

            Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Syahar Diantono mengatakan, Berlinton akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pengaturan skor pada pertandingan antara Madura FC melawan PSS Sleman. "Ada minggu depan. (Pemeriksaan) saksi atas nama Pak Berlinton," kata Syahar di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2019).

       Selanjutnya, Syahar menegaskan dalam kasus tersebut, polisi telah menetapkan mantan anggota Komite Eksekutif (exco) PSSI Hidayat sebagai tersangka." Hidayat diduga berperan dalam memengaruhi manajer Madura United Januar Hermawan untuk mengatur skor pertandingan antara Madura FC melawan PSS Sleman," tegasnya. 

 

          Untuk Hidayat, Syahar menjelaskan aparat sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk melengkapi berkas perkara. "Tersangka H ini kan memang lagi sakit di rumah sakit Surabaya, sekarang sedang proses untuk melengkapi keterangan saksi-saksi." Sudah dilakukan upaya-upaya pemanggilan saksi, ini kita teruskan untuk proses pemberkasan.Satgas juga sedang menelusuri aliran dana untuk mendalami kasus ini," jelasnya.(vk)

 

 

JAKARTA ,KORANRAKYAT.COM- .Setelah plt Ketum PSSI Joko Driyono mantan Exco PSSI,Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri,Senin(25/2)2019 mengatakan Hidayat diduga berperan mengatur perangkat pertandingan dan penyuapan dalam laga antara Madura FC melawan PSS Sleman di Liga 2 2018. "Hidayat menginginkan Super Elja-  julukan PSS Sleman menang agar lolos ke Liga 1," ujarnya.

Selanjutnya Dedi menegaskan perannya mengatur pertandingan ini,minta agar PSS sleman ini selalu di menangkan baik di kandang maupun di kandang Madura FC. "Dimana Hidayat menawarkan uang Rp 100 Juta kepada Manager Madura FC,Yanuar.Yang bersangkutan juga mengancam akan membeli pemain Madura FC karena Yanuar menolak menerima uang," tegasnya.

Dedi menjelaskan Hidayat  menawar sejumlah uang kepada saudara Yanuar yang nilainya Rp 100 juta." Kalau tidak menuruti maka H juga sedikit agak mengancam,kalau tidak nurut dia siapkan dana Rp 15 Juta dan akan membeli pemain," Jelasnya.

Dengan ini,Hidayat menjadi tersangka ke 16 kasus pengaturan skor. Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan Hidayat akan dijerat Pasal penyuapan akibat perbuatannya.(vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Pemeriksaan yang dilakukan Satgas Anti  Mafia Bola  kasus mafia bola dan  pengaturan skor di Liga Indonesia,  sudah dikumpulkan 75 bukti yang dihimpun oleh Satgas Anti mafia bola yang sedang diaudit agar mudah diklarifikasi. Intinya sudah dikelompokan.

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/2)2019 mengatakan ada 75 bukti yang sudah dihimpun satgas antimafia bola menyangkut dugaan pengaturan skor di Liga Indonesia. Dedi menjelaskan, bukti-bukti tersebut kini sedang diaudit agar mudah diklasifikasikan. "Ada sekitar 75 item itu diaudit dan nanti diklasifikasikan akan masuk dalam pengaturan skor di liga tiga yang mana saja, kemudian di liga dua yang mana saja, liga satu yang mana saja. Intinya dikelompokan semuanya," ujarnya.

          Selanjutnya, Dedi menegaskan bukti-bukti tersebut kini sedang diaudit agar mudah diklasifikasikan. "Ada sekitar 75 item itu diaudit dan nanti diklasifikasikan akan masuk dalam pengaturan skor di liga tiga yang mana saja, kemudian di liga dua yang mana saja, liga satu yang mana saja. Intinya dikelompokan semuanya," tegasnya. 

          Untuk itu, Dedi menjelaskan juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menyelidiki sejumlah bukti, antara lain beberapa catatan transaksi keuangan, buku catatan tabungan, dan beberapa alat pembayaran digital. "Itu semua nanti akan dievaluasi dan dinilai oleh PPATK. Dari mana sumber keuanganya, mengalirnya ke mana saja, dan digunakan untuk apa saja," jelasnya. 

           Lebih lanjut, Dedi merinci apabila nanti ada hal-hal transaksi yang mencurigakan, baru nanti PPATK merekomendasikan kepada satgas. "Tak hanya itu, seperti diungkapkan Dedi, apabila nanti dimungkinkan, pelaku pengaturan skor bisa dikenakan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). "Itu juga nanti jadi sasaran dari satgas untuk melakukan pendalaman," rincinya. (vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Setelah menerima lima berkas dari penyidik Satgas Anti Mafia Bola, Kejaksaan Agung akan segera menuntaskan kasus dugaan pengaturan skor bola  Liga Indonesia. Jaksa terus melakukan meneliti dan komitmen ini sama memperbaiki iklim olah raga di Indonesia. 

         Jaksa Agung , HM Prasetyo ditemui  di Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Rabu (20/2/2019) mengatakan   penuhi kinerja Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola. "Saya menegaskan komitmen Kejaksaan Agung dalam penuntasan kasus dugaan pengaturan skor Liga Indonesia, "ujarnya.

           Selanjutnya, Prasetyo menegaskan Kejaksaan Agung sudah menerima lima berkas perkara dari Satgas Antimafia Bola. Berkas pertama untuk tersangka dengan inisial P dan AYA. "Kemudian, empat berkas lainnya untuk masing-masing tersangka berinisial, DI, TLE, NS, dan ML, " tegasnya.

          Untuk itu, Prasetyo menjelaskan Kami sudah menerima lima berkas perkara yang sekarang sedang diteliti oleh jaksa-jaksa kita. "Komitmen kita sama dengan Satgas. Kita ingin berusaha untuk memperbaiki iklim olahraga kita melalui penegakan hukum," jelasnya. 

           Lebih jauh, Prasetyo menandaskan  Indonesia sebagai negara besar harus memiliki kualitas iklim olahraga yang baik dan bebas dari praktik kejahatan seperti pengaturan skor ini. "Nah ini cenderung harus ditertibkan. Sekarang mulai dilakukan penanganan mereka-mereka yang bertanggung jawab yang selama ini justru menjadikan sepak bola lahan untuk perjudian dan sebagainya," tandasnya.

           Dikatakan Prasetyo  penanganan perkara pengaturan skor ini akan ditangani secara hati-hati berdasarkan fakta dan bukti yang ada. Diharapkan di sisi lain,  para pelaku bisa mendapatkan efek jera atas perbuatannya selama ini. Sekaligus sebagai peringatan agar pihak-pihak tertentu tak melakukan kejahatan di bidang olahraga. "Yang pasti kita akan serius tangani kasus ini, supaya memberikan dampak prevensi dan menjerakan mereka-mereka yang masih coba-coba untuk melakukan atau main-main dengan olahraga saat ini," ungkapnya.(vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco) PSSI Hidayat. Ini dilakukan untuk memperoleh barang bukti menyangkut masalah terlapor.  

           Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di  Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/1)2019 mengatakan Satgas Anti Mafia Bola melakukan penggeledahan di kediaman mantan anggota Komite Eksekutif (exco) PSSI Hidayat." Rumah  Hidayat, berlokasi di Jalan Klakahrejo No 78, Kelurahan Kandangan, Benowo, Surabaya. Hari ini dilakukan penggeledahan untuk  mencari beberapa barang bukti menyangkut masalah terlapor atas nama saudara H,” ujarnya.

          Selanjutnya, Dedi menegaskan Mantan anggota Komite Eksekutif (exco) PSSI Hidayat ini  berstatus saksi terlapor. Namun, tidak menutup kemungkinan statusnya bisa dinaikkan menjadi tersangka bila memenuhi minimal dua alat bukti. “Tidak menutup kemungkinan apabila sudah cukup lengkap dua alat bukti cukup, baru nanti akan ditingkatkan statusnya dari terlapor menjadi tersangka,” tegasnya.

       Lebih lanjut, Dedi menjelaskan, Hidayat diduga berperan dalam mempengaruhi manajer Madura United Januar Hermawan untuk mengatur skor pertandingan antara Madura Fc melawan PSS Sleman Periksa Plt Ketum PSSI Joko Driyono Satgas Antimafia." Ini dilanjutkan dengan akan memeriksa para saksi, dan menganalisis barang bukti dari hasil penyitaan hari ini," jelasnya.. 

 

        Data yang terhimpun namun  dari penggeledahan yang dilakukan oleh tim antimafia bola. Sejauh ini, polisi sudah menetapkan 11 tersangka kasus dugaan pengaturan skor. Diberitakan sebelumnya, polisi sudah memproses 4 dari 73 laporan yang akan ditindaklanjuti. Ke-empat laporan itu terkait pengaturan laga Persibara vs PS Pasuruan, dugaan suap agar PS Mojokerto ke Liga 1, dugaan suap untuk jadi tuan rumah Piala Suratin 2009, dan dugaan pengaturan skor laga Madura FC vs PSS Sleman. (Vk) 

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Senin(21/1) 209 mengatakan, empat berkas perkara yang tengah diselesaikan adalah untuk tersangka mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, beserta anaknya Anik Yuni Sari; anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng, serta anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif) Dwi Irianto alias Mbah Putih. “Ini targetnya berkas perkara minggu ini sudah bisa dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU),” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan untuk berkas perkara tersangka oknum wasit Nurul Safarid dan staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu masih dilengkapi oleh penyidik Periksa Ketua Komdis PSSI Pada pekan ini, penyidik Satgas Antimafia Bola akan meminta keterangan kepada para tersangka terkait dugaan pengaturan skor pertandingan di Liga 3. “Akan terus dimintai keterangan dalam minggu-minggu ini,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan Polisi telah menerima ratusan laporan soal dugaan pengaturan skor. Dari ratusan laporan itu, sebanyak 4 laporan ditindaklanjuti. Empat laporan tersebut adalah: Pertandingan Persibara vs PS Pasuruan Dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan Persibara vs PS Pasuruan, polisi telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka, di antaranya wasit hingga Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah.
"Enam tersangka sudah dithan yaitu Nurul Safarid (oknum wasit); Johar Ling Eng (anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah); Priyanto (mantan anggota Komite Wasit PSSI); Anik Yuni Sari (putri Priyanto); Dwi Irianto alias Mbah Putih (anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif)), dan (Mansyur Lestaluhu (staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI)," jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan sementara, empat tersangka belum ditahan yaitu Cholid Hariyanto (selaku cadangan wasit pertandingan antara Persibara melawan Kediri); Deni Sugiarto (pengawas pertandingan antara Persibara melawan PS Pasuruan); Purwanto (asisten wasit I), dan Ramdan (asisten wasit II). Dugaan suap loloskan PS Mojokerto ke Liga 1 Laporan kedua yaitu dugaan suap untuk meloloskan PS Mojokerto ke Liga 1." Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Vigit Waluyo dan Dwi Irianto," ungkapnya
.
Jadi, Dedi memberkan laporan penyelenggaraan Piala Soeratin 2009 Laporan ketiga yakni terkait penyelenggaraan Piala Soeratin 2009. Mantan Manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, melaporkan petinggi PSSI berinisial IB karena diminta uang Rp 115 juta sebagai syarat menjadi tuan rumah Piala Soeratin. "Setelah disadari pada Desember 2018, ternyata pelapor merasa tertipu. Padahal untuk menjadi tuan rumah tidak perlu mengeluarkan uang. Kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Laporan pertandingan Madura FC vs PSS Sleman Laporan keempat yang tengah ditindaklanjuti adalah terkait pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman. Polisi menduga ada unsur ancaman yang diterima Manajer Madura FC, Januar Herwanto, dari anggota exco PSSI berinisial H," bebernya. (Vk)

Sunday, 20 January 2019 23:36

Edy Rahmayadi Mundur Joko Driyono Plt Ketum PSSI

Written by

 

 

BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko Driyono. Jokdri - sapaan akrabnya, sebelumnya merupakan waketum dan kni menjadi plt ketum. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyarankan agar dilakukan segera Kongres Luar Biasa (KLB).

       Seperti diberitakan sebelumnya, Edy memutuskan mundur saat pidato dalam Kongres PSSI di Bali Minggu, (20/1). Dia menyerahkan secara simbolis bendera PSSI kepada Jokdri selaku waketum. Ada isu, Jokdri bisa saja memimpin PSSI hingga 2020. Sebab, jabatan Edy Rahyamadi sejatinya tinggal berakhir setahun lagi.

"Harus ada KLB secepatnya. Kalau ini terus-terus enggak benar nanti. Harus ganti pengurus semuanya, kawan-kawan bicara yang punya suara," bilang Umuh.

Ketika ditanya soal penggantinya, Umuh belum bisa banyak komentar. Saat ini nama-namanya akan segera digodok lebih lanjut.

"Belum, belum. Nanti kami bicara sama kawan-kawan dulu. Saya ayo saja demi kebaikan, tapi saya tak punya kepentingan apa-apa," papar Umuh.(ku)

Sunday, 20 January 2019 12:36

Direktur Penugasan Wasit PSSI Sebagai Tersangka

Written by

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM — Melalui proses yang panjang Tim Satgas Antimafia Bola bentukan Polri terus melaksanakan tugasnya. Kini kembali menetapkan staf direktur penugasan wasit di PSSI sebagai tersangka pengaturan skor.

           Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Presetyo  saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/1)2019  mengatakan berdasarkan hasil keterangan para tersangka dan barang bukti yang dimiliki Satgas antimafia bola, telah ditetapkan tersangka dengan inisial ML. ML ditangkap di daerah Jakarta dan telah dilakukan penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Satgas sudah melakukan upaya paksa terhadap seorang tersangka. Tadi malam sudah dilakukan penangkapan terhadap tersangka atas nama ML,” ujarnya.(vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Satgas Antimafia Bola akan memanggil Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI) Joko Driyono dan Exco PSSI Papat Yunisal terkait kasus dugaan pengaturan skor. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi. 

            Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/1)2019) mengatakan akan dipanggil secara berturut-turut Kamis (17/1/2019) dan Jumat (18/1/2019) antara lain Joko Driyono, selaku Wakil Ketua Umum PSSI, akan dipanggil Saudara Papat Yunisal sebagai exco PSSI, juga Saudara Irfan sebagai Wakil Bendahara PSSI," ujarnya.

        Selanjutnya,Dedi menegaskan  sesuai laporan Pada hari ini, Satgas Antimafia memeriksa Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria di Polda Metro Jaya. Sementara itu, polisi sudah memproses 4 dari 73 laporan yang akan ditindaklanjuti. Laporan pertama Laporan pertama, terkait pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. "Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya wasit hingga Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah.

           Mereka adalah Nurul Safarid; anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng; mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto beserta anaknya Anik Yuni Sari; anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif) Dwi Irianto alias Mbah Putih, serta staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu,".tegasnya.

            Untuk itu, Dedi menjelaskan Satgas Antimafia Bola Satgas juga telah menetapkan empat tersangka terhadap perangkat pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. "Empat tersangka itu adalah pelaku cadangan wasit pertandingan antara Persibara melawan Kediri Cholid Hariyanto; pengawas pertandingan antara Persibara melawan PS Pasuruan Deni Sugiarto, asisten wasit I Purwanto, dan asisten wasit II Muhammad Ramdan. Namun, terhadap empat tersangka itu belum ditahan. Laporan kedua Laporan kedua yaitu terkait suap untuk meloloskan PS Mojokerto ke Liga 1,"Jelasnya. . 

             Lebih lanjut, Dedi merinci Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Vigit Waluyo dan Dwi Irianto. Laporan ketiga Laporan ketiga yakni terkait penyelenggaraan Piala Soeratin 2009. Mantan Manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, melaporkan petinggi PSSI berinisial IB karena diminta uang Rp 115 juta sebagai syarat menjadi tuan rumah Piala Soeratin." Bendahara PSSI Dicecar 27 Pertanyaan oleh Penyidik Satgas Antimafia Bola "Setelah disadari pada Desember 2018, ternyata pelapor merasa tertipu. Padahal untuk menjadi tuan rumah tidak perlu mengeluarkan uang. Kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan," rincinya.

           Sesuai perkembangan, Dedi membeberkan  Laporan keempat Laporan keempat yang tengah ditindaklanjuti adalah terkait pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman. Polisi menduga ada unsur ancaman yang diterima Manajer Madura FC, Januar Herwanto, dari anggota exco PSSI berinisial H. "Terjadi match fixing antara Madura FC melawan PSS Sleman." H menawarkan uang sebesar Rp 100 juta namun ditolak kemudian malah naik lagi jadi Rp 150 juta yang akhirnya saudara H mengancam akan membeli pemain," bebernya.

           Jadi, Dedi mengungkapkan  terkait laporan yang belum ada tersangkanya, polisi saat ini masih fokus mendalami keterangan para  saksi. "Terlapor belum dipanggil, saksi dulu. Kalau saksi sudah kuat, (terlapor) tidak perlu dipanggil tinggal dilakukan upaya paksa," ungkapnya.(vk)

 

 

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 5

Ekonomi Makro

  •  

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) ,  Bertempat di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dirjen

     
  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai

     
  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     

Malang Raya

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Peraturan Daerah Tentang