Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Densus 88 Ringkus 29 Terduga Pelaku Terorisme Terindikasi Fokus ke 22 Mei 2019
Last Updated on May 19 2019

Densus 88 Ringkus 29 Terduga Pelaku Terorisme Terindikasi Fokus ke 22 Mei 2019

          JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Densus 88 bulan Mei meringkus 29 terduga dari 68 terduga pelaku terorisme terhendus adanya upaya melakukan tindakan negatatip  di 22 Mei 2019 jelang perhitungan suara di KPU.             Kepala Divisi Humas Polri,...
TNI - Polri Turunkan 32.000 Personil Amankan Perhitungan Suara 22 Mei
Last Updated on May 19 2019

TNI - Polri Turunkan 32.000 Personil Amankan Perhitungan Suara 22 Mei

            JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Kekuatan pengamanan  jelang  pengumuman   rekaptulasi penghitungan suara yang dilakukan  Komisi Pemilihan Umum, dalam Pilpres   dan Pileg  pada  22 Mei 2019. Secara detail TNI Polri menurunkan kekuatan 32,000 personil...
 Lieus Sungkharisma Di Periksa Bareskrim
Last Updated on May 14 2019

Lieus Sungkharisma Di Periksa Bareskrim

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Lieus Sungkharisma  diperiksa penyidik Bareskrim Mabes Polri, Selasa (14/5/2019), terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama,Jakarta...
Polri Tegaskan 29 Anggota Polri yang Amankan Pemilu Gugur
Last Updated on May 13 2019

Polri Tegaskan 29 Anggota Polri yang Amankan Pemilu Gugur

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Sesuai data yang usai dilakukan penelusuran , akhirnya  di ketahui sebanyak 29 anggota Polri gugur selama pengamanan Pemilu 2019. Data tersebut merupakan jumlah per Senin (15/3)2019.. Kepala Biro...
Kivlan Diperiksa Bareskrim
Last Updated on May 13 2019

Kivlan Diperiksa Bareskrim

  JAKARTA,KORANRKYAT.COM- Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Kivlan diperiksa sekitar lima jam. Ia keluar didampingi tim kuasa hukumnya sekitar pukul 15.30...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     
Redaksi

Redaksi

Sunday, 19 May 2019 22:15

 

     

https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif

https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Densus 88 bulan Mei meringkus 29 terduga dari 68 terduga pelaku terorisme terhendus adanya upaya melakukan tindakan negatatip  di 22 Mei 2019 jelang perhitungan suara di KPU.  

          Kepala Divisi Humas Polri, Irjend Pol Muhammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (17/5) 2019 mengatakan  pada bulan  Mei  29 terduga teroris ditangkap oleh  Densus 88 antiteror. Penangkapan di Bandung , di Medan secara detail."Terhadap 29 tersangka yang dilakukan penangkapan yaitu berafiliasi  pada kelompok jamaah Ansurat Daulah( JAD) yaitu diambil dengan rincian sebagai berikut . 1 . Tersangka tersangka yang ditangkap yaitu 18 orang 18 orang tersangka ditangkap di Jakarta , Bekasi ,Karawang Tegal Nganjuk dan Bitung Sulawesi Utara,"ujannya.

         Iqbal menjelaskan membeberkan ini adalah proses pengembangan panjang Oleh karena itu temen-temen Densus 88 itu menjajaki tanpa henti kelompok-kelompok ini oleh Preemtiv Struk .Karena itulah semua jaringan harus diikuti ,tidak bisa lepas  sedikitpun ini akan membahayakan keamanan masyarakat seluruh Indonesia. "Keterlibatan tersangka kelompok yaitu menyembunyikan DPO JAD  di Lampung akan merencanakan amalia , nah ini melaksanakan aksi amalia  dan aksi teror yang akan menyerang ke rumunan massa pada,tanggal 22 Mei mendatang dengan menggunakan bom," jelasnya.

        Iqbal katakan  Kelompok ini memang memanfaatkan momen untuk pesta Demokrasi . Nanti akan kita tayangkan bagaimana pengakuan tersangka. Karena bagi kelompok ini demokrasi adalah paham yang tidak sealiran dengan mereka. Nanti akan disampaikan oleh mereka sendiri. " Dan ini adalah target mereka. Oleh karena itu lewat forum ini Kepolisian Negara Republik Indonesia, " rincinya.

 Dikatakan  Kadiv menandaskan Saya selalu Kepala Devisi Humas dan sebagai juru bicara menya mpaikan bahwa pada tanggal 22 Mei masyarakat kami himbau tidak turun ini akan membahayakan menyerang semua massa yang berkumpul termasuk aparat masa yang berkumpuk dengan akan dilakukan bom." Ini dikatakan tadi pencegahan Preemtif Struk penegakan hukum untuk pencegahan," menandasnya .

      Diungkapkan juga oleh  Iqbal  membeberkan 18 tersangka ini terlibat dalam pembuatan bom yang ada didepan saya ini. Barang bukti 18 tersangka yang ditangkap beberapa yang saya sebutkan 5 buah bom rakitan. Ini bom nya ini ada merah ini sistem sumbuh , ini pemecah sistem sumbuh  PATP ini adalah botol biang nya parfum di ulang terbuat dari almunium. "Ini kita temukan di tempat kejadian perkara. Ini dani agar kita tunjukan rekan-rekan dan 4 buah pisau dan 2 busur panah. Semua barang bukti sudah saya sampaikan nanti kita akan foto. Terhadap tersangka lainnya 11 tersangka kami tangkap lokasi Jakarta , gerobokan, sukoharjo,  jepara, semarang dan Madiun. Kemarin kita sampaikan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, " bebernya. 

Jadi, Iqbal menuturkan dari 11 tersebut 9 tersangka merupakan anggota aktif JAD yang telah ditetapkan sebagai organisasi terorisme mereka ini mengikuti paham militer didalam negeri dan diluar negeri dikirim ke Suriah. Merupakan kader JAD yang dikirim ke Suriah sebagai STV. Lanjut juga keterlibatan 2 tersangka. Tadi 9 tersangka dan 2 tersangka itu reportase hijrah ke Suriah dan mereka belajar membuat bom asap di camp Calepo. "Barang bukti dari 11 tersangka yang kami lakukan penangkapan di daerah Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur 1 pucuk senapan angin ada disitu ,5 kotak peluru, 1 pasang periang ada disitu, 1 pisau lempar. Yang harus disampaikan dalam momen ini bahwa pelaku tindak teroris ini betul-betul memanfaatkan momentum pesta demokrasi," tuturnya.

Sementara   Densus 88 sudah memiliki stategi itu semua sehingga alhamdulilah beberapa hari yang lalu kita dapat melakukan upaya paksa penangkapan pada kelompok ini. "Kita tidak ingin ini terjadi ,kita tidak ingin ini terjadi dikerumunan massa dan kerumunan massa bayangkan kalau 100 saja sudah berapa korban.  kita tidak juga underestmate kita terus bekerja kita tidak bisa meyakinkan apa kelompok ini selesai sampai disini atau masih ada. Densus 88 terus bekerja.Inilah proses pemeriksaan pelaku yang sengaja kita rekam untuk disampaikan ke Publik.

        Sekali lagi kepolisian Negara Republik Indonesia  menghimbaub agar beberapa tahapan yang akan datang terutama pada 22 Mei 2019 kami menghimbau tidak ada kumpulan massa ini akan rawan aksi teror bom dan senjata-senjata lain, " akunya. (vk).

 

Sunday, 19 May 2019 22:00

 

 

     

https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif

https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Kekuatan pengamanan  jelang  pengumuman   rekaptulasi penghitungan suara yang dilakukan  Komisi Pemilihan Umum, dalam Pilpres   dan Pileg  pada  22 Mei 2019. Secara detail TNI Polri menurunkan kekuatan 32,000 personil yang dibagi dalam 4 ring.

              Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri Jalan Trunojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa(14/5)2019  untuk pengamanan 22 Mei 2019 di KPU secara detail sudah disiapkan baik oleh Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya kekuatan yang dilibatkan untuk TNI Polri ada 32 Ribu ."Ini dilakukan dalam rangka memberikan jaminan keamanan pelaksanaan pengumuman hasil penghitungan secara nasional untuk Pilpres dan Pileg,Kita sudah membagi 4 ring," ujarnya.  

           Dedi menjelaskan untuk ring 1 di KPU  dijaga sangat ketat agar proses di dalam KPU kerjanya   KPU tidak terganggu.. Ring 2 itu ada di gedung KPU juga.semua yang akan masuk ke KPU harus melalui sterilisasi," jelasnya..

Dikatakan  Dedi  Kita harus menghargai petugas yang melakukan sterilisasi, baik sterilisasi stek door maupun sterilisasi melalui metal detektor. Kemudian di areal parkir tetap menjadi deitektor  plus pengamanan . Di ring 4 ada areal luar ." Kita juga mengamanatkan beberapa web nasional baik kantor Bawaslu dan web Internasonal lainnya," rincinya.

         Jadi, Dedi menegaskan Polri masih fokus dan  Polri juga menghimbau kepada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi tolong sama-sama betul untuk keamanan kita masing-masing. Kita masih bekerja dan mengantisipasi tidak menutup kemungkinan juga ancaman terorisme suatu ancaman nyata ya di dalam penangkapan dua jaringan   baik JAD Lampung dab JAD Bekasi dari hasil pemeriksaan mereka sudah merencanakan dan sudah mendisain serangan itu, "Dan sampai saat ini Densus 88 masih terus bekerja dalam.rangka untuk melakukan preemtif Struk penangkapan-penangkapan terhadap jaringan-jaringan tersebut agar pada tanggal 22 Mei 2019 kita harus sam-sama menjamin," tegasnya.

           Lebih lanjut, Dedi menandaskan Polri mendeksi ada potensi kerusuhan dan kemungkinan ada aksi terorisme yang dimanfaatkan oleh Terorisme people Power itu ada "Potensi kerusuhan dari diteksi intelegent di lapangan tidak ada, belum mengarah kesana tetapi yang lebih ramai diberitakan adakah di Media Sosial karena di Media sosial sedang melakukan patroli mulai sekarang sampai melang 22 Mei 2019 baik dinanti Kominfo dan Badan  Sandi Negara mengtekdown," tandasnya .

        Seiring dengan itu,Dedi menambahkan Kominfo mengdown dan setiap acunt-acun yang menyebarkan kontain Hoaks atau konten-kontein yang sifatnya menghasut dan mengakutasi dan mwmprovokasi dan sebagainya." Itu masih take down dan masing-masing tidak mengindahkan maka upaya terakhir ultra medium. Dari Direktorat Siber Bareakrim akan melakukan penegakan hukum. Ini hakhak yang menyebabkan tersebut," tambahnya.(vk)

 

Tuesday, 14 May 2019 04:48

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Lieus Sungkharisma  diperiksa penyidik Bareskrim Mabes Polri, Selasa (14/5/2019), terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama,Jakarta Selatan, Senin(13/502019 Mengatakan  Lieus akan dimintai keterangan sebagai saksi. "Informasi dari Bareskrim Selasa (14/5) 2019 yang bersangkutan  dimintai keterangan sebagai saksi di Bareskrim pada pukul 10.00," ujarnya.. 

         Dedi menegaskan  bahwa surat panggilan telah diberikan kepada Lieus. Penyidik nanti akan menggali keterangan Lieus perihal laporan tersebut berdasarkan fakta hukum. "Penyidik secara teknis yang akan menggali berdasarkan suatu fakta hukum,. Sebelumnya, Lieus dilaporkan oleh Eman Soleman, yang merupakan seorang wiraswasta. Laporan dengan nomor LP/B/0441/V/2019/BARESKRIM tersebut tertanggal 7 Mei 2019." ujarnya. 

Dikatakan  Dedi  Selain Lieus, Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen juga dilaporkan dengan dugaan yang sama." Pasal yang disangkakan adalah Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107," tambahnya.(vk) 

Monday, 13 May 2019 23:44
JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Sesuai data yang usai dilakukan penelusuran , akhirnya  di ketahui sebanyak 29 anggota Polri gugur selama pengamanan Pemilu 2019. Data tersebut merupakan jumlah per Senin (15/3)2019..
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di  hubungi ,Senin (13/5)2019 mengatakan bahwa seluruh anggota yang gugur mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Kemudian, mereka juga mendapatkan sejumlah tunjangan, misalnya santunan melalui PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PT ASABRI). "Kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, asuransi ASABRI 50 juta, asuransi YBB Rp 31 juta, dan hak-hak gaji terusan 1 tahun serta hak-hak lainnya," ujarnya.
Selanjutnya, Dedi menegaskan berikut daftar anggota Polri yang gugur selama pengamanan Pemilu 2019: 1. Ipda (Anumerta) M. Saepudin, anggota Polsek Cileunyi, Polda Jabar. Gugur karena kelelahan setelah mengawal kotak suara. 2. Ipda (Anumerta) M Supri, anggota Polresta Sidoarjo, Polda Jatim. Gugur saat melaksanakan pengamanan TPS." 3. Kompol (Anumerta) Suratno, Panit Subdit II Ekonomi Ditintelkam Polda Kaltim. Gugur karena sakit. 4. Bripka (Anumerta) Prima Leion Nurman Sasono, anggota Polsek Cerme, Polres Bondowoso, Polda Jatim. Gugur dalam kecelakaan menuju TPS. 5. Aipda (Anumerta) Ikhwanul Muslimin, anggota Polres Lombok Tengah, Polda NTB. Gugur karena kecelakaan saat hendak apel kesiapan pengamanan TPS," tegasnya.
 
Untuk itu,  Dedi mengungkapkan lihat saja sesuai nomor urut yang ada 6. Aiptu (Anumerta) Stefanus Pekuwali, anggota Polres Kupang, NTT. 7. Bripka (Anumerta) Arif Mustaqim, anggota Brimob Cikarang, Polda Metro Jaya. 8. Iptu (Anumerta) Paulus Kenden, anggota Polres Tanah Toraja, Polda Sulsel. 
9. Irjen Pol (Anumerta) Syaiful Zachri, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri. 10. Ipda (Anumerta) Jonter Siringo-Ringo, anggota Polres Dairi, Polda Sumut. 11. Aipda (Anumerta) Mashadi, anggota Polres Indramayu, Polda Jabar. 12. Bripka (Anumerta) Arie Adrian Winatha, anggota Biro Operasi Polda Kalsel. 13. Iptu (Anumerta) Totok Sudarto, anggota Polres Berau, Polda Kaltim," ungkapnya. 
 
Ya lihat saja, 14. Ipda (Anumerta) Daniel Mota, anggota Polres Belu, Polda NTT. 15. Aipda (Anumerta) Yustinus Petrus Mangge, anggota Polres Ende, Polda NTT. 16. Bripka (Anumerta) Romadhonis, anggota Sat Brimob Polda Kepri. Gugur karena kecelakaan saat menuju PPK. 17. AKP (Anumerta) Partahian Dalimunte, anggota Polres Padangsidempuan, Polda Sumut. 18. AKP (Anumerta) Dani Kardana, anggota Polres Surakarta, Polda Jabar. 19. Bripka (Anumerta) Alfonsius Rino Frengki Bowaire, anggota Polres Asmat, Polda Papua 20. Ipda (Anumerta) Gangsar Sugiono, anggota Polres Lamongan, Polda Jatim. 
21. Ipda (Anumerta) Tunggul Simbolon, anggota Polres Simalungun, Polda Sumut 22. Iptu (Anumerta) Ketut Artawan, anggota Polres Jembrana, Polda Bali. 23. AKP (Anumerta) Yuslim Gempa, Polres Pangkal Pinang, Polda Kepulauan Bangka Belitung. 24. AKP (Anumerta) Bahtiar, Ditbinmas Polda Sulteng. 25. Kompol (Anumerta) Audie Djemri Moray, Polres Banggai Polda Sulteng. 
 
26. Aipda (Anumerta) Salip, Polres Seragen Polda Jateng. 27. Brigpol (Anumerta) Randu Pradivta, Polres Ogan Komering Ulu Selatan, Polda Sumsel. 28. Aipda (Anumerta) Leny D. Wayandiana, Polres Mappi, Polda Papua. 29. Ipda (Anumerta) Kusnarno, Polrestro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya. (vk )
 



 
 
 
ReplyForward
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Monday, 13 May 2019 23:37

 

JAKARTA,KORANRKYAT.COM- Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Kivlan diperiksa sekitar lima jam. Ia keluar didampingi tim kuasa hukumnya sekitar pukul 15.30 WIB.

Kuasa hukum Kivlan, Pitra Romadoni di temui di Bareskrim di Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin(13/5)2019 mengatakan Kivlan Zen mendapat 26 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada kliennya."Penyidik juga bersikap baik selama pemeriksaan tersebut.Ada sekitar 26 pertanyaan, saya rasa penyidik baik memperlakukan klien kami selaku saksi," ujarnya

Selanjutnya,Pitra menegaskan Kepada penyidik, kliennya telah memberikan sejumlah klarifikasi atas tuduhan tersebut."Kliennya tidak berniat melakukan makar seperti yang dituduhkan oleh pelapor," tegasnya.

Selanjutnya, Pitra menjelaskan
Telah kita klarifikasi poin-poin pentingnya antara lain yang pertama, bahwasanya kita tidak ada upaya untuk menggulingkan pemerintah seperti dalam pasal makar tersebut. "KIta hanya protes, kita hanya unjuk rasa terhadap kecolongan-kecolongan, dan itu hanya dilakukan di Bawaslu dan di KPU,"jelasnya.
.
Lebih lanjut, Pitra merinci sebelumnya, Kivlan dilaporkan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin. "Laporan tersebut telah diterima dengan nomor LP/B/0442/V/2019/ BARESKRIMtertanggal 7 Mei 2019," rincinya..

Jadi, Pitra menandaskan Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15." Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107," tandasnya.( vk)

Monday, 13 May 2019 13:01

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pada Senin, 13 Mei 2019, meresmikan pengoperasian tiga seksi ruas tol Pandaan-Malang, Jawa Timur. Peresmian berlangsung di Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang.

            Pembangunan jalan tol yang secara keseluruhan terdiri atas lima seksi ini diharapkan dapat memperlancar arus mobilitas barang, orang, dan atau jasa sehingga dapat membantu perekonomian Kota Malang."Semoga tol ini bisa mempercepat mobilitas barang, jasa, dan orang sehingga kita harapkan di Malang Raya ini betul-betul menjadi sebuah kawasan wisata yang terkoneksi dengan tol ini. Kita harapkan juga pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik dan meningkat," ujar Presiden saat peresmian.

       Menurutnya, Kota Malang sebagai kota wisata dan pendidikan akan terbantu dengan kehadiran jalan tol ini. Presiden mengatakan bahwa jalan tol ini akan mengakselerasi pertumbuhan Kota Malang dan sekitarnya.

      Saya kira ini sangat membantu untuk pengembangan di bidang pariwisata dan pendidikan di Kota dan Kabupaten Malang serta sekitarnya," ucapnya.

      Ketiga ruas jalan tol yang diresmikan oleh Presiden ini terbentang sepanjang 30,625 kilometer yang menghubungkan Pandaan hingga Singosari dengan rincian seksi 1 sepanjang 15,475 kilometer menghubungkan Pandaan dengan Purwodadi, seksi 2 sepanjang 8,050 kilometer menghubungkan Purwodadi dengan Lawang, dan seksi 3 sepanjang 7,100 kilometer menghubungkan Lawang dengan Singosari.

      Saat ini, kementerian terkait beserta pihak kontraktor masih mengerjakan pembangunan seksi 4 dan seksi 5 jalan tol tersebut. Nantinya, ruas Singosari akan terhubung dengan Pakis dan Malang sepanjang 7,863 kilometer. Bila dihubungkan mulai dari Pandaan hingga Malang, ruas kelima jalan tol tersebut menjadi sepanjang 38,488 kilometer.

       "Memang masih kurang sedikit, kurang 7,8 kilometer. Tapi tadi saya sudah kejar agar ini bisa diselesaikan maksimal akhir tahun. Syukur bisa maju," Presiden menegaskan.

        Setelah peresmian ini, tol tersebut akan dimulai pengoperasiannya sekaligus untuk mendukung aktivitas mudik Idulfitri tahun ini. Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat yang sejak lama menantikan adanya tol ini dapat memanfaatkannya secara gratis hingga selama mudik lebaran nanti.

       "Tadi saya bisik-bisik kepada pemiliknya jalan tol, Bu Menteri BUMN, jangan sampai bayar dulu, sampai lebaran. Gratisin dulu sampai lebaran. Sudah dijawab bisa, Pak. Masak yang minta Presiden enggak diberi," tuturnya.Untuk diketahui, perjalanan dari Pandaan menuju Singosari sebelum beroperasinya jalan tol ini memakan waktu 45 menit hingga 60 menit dalam kondisi normal. Kehadiran jalan tol dengan biaya investasi sebesar Rp5,97 triliun ini mampu memangkas waktu perjalanan tersebut hingga hanya membutuhkan waktu perjalanan selama 20 hingga 30 menit perjalanan.

Pengguna jalan tol Pandaan-Malang juga akan disuguhi pemandangan yang sangat indah, utamanya di seksi 2 dan seksi 3. Pemandangan Gunung Arjuno, Lawu, Kawi dan Bromo - Semeru serta area persawahan di sekitar jalan tol akan memanjakan pengendara yang melintas.

       Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara peresmian ini, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang Sutiaji, Plt Bupati Malang Sanusi, dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.(eas/dil)

Saturday, 11 May 2019 07:40

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Dalam melaksanakan ibadah bulan puasa, pemerintah menetapkan libur nasional mulai 30 Mei hingga  Idul Fitri 5 Juni dan 6 Juni 2019. Begitunya pelaksanaan  operasi ketupat selama 11 hari  yang digelar dari 30 Mei hingga 10 Juni.

           Kepala Korps Lalu Lintas, Irjend Pol Refli Andri ditemui di Mabes Polri di Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama ,Jakarta Selatan , Selasa (7/5)2019 mengatakan bahwa pemerintahkan sudah menetapkan libur nasional dan cuti bersama , libur nasional itu ditetapkan pemerintah tanggal 30 Mei, 1 Juni,5 Juni dan 6 Juni 2019 Pada saat Hari Raya Idul Fitri, kemudian cuti bersama itu ditetapkan tanggal 3 Mei,4 Mei dan 7 Juni ." Bersamaan dengan itu tahun ke tahun kita memang melaksanakan operasi kepolisian dengan terkenal dengan operasi ketupat, " ujarnya. 

       Selanjutnya, Andri menegaskan untuk kali ini adalah operasi ketupat tahun 2019 yang rencananya akan berlangsung selama 11 hari tetapi usulan kita sebisa mungkin akan berlangsung 13 hari. "Mudah-mudahan nanti tanggal 27 Mei 2019 kita sudah bisa latihan operasi yang dilakukan sampai rapda ops tanggal 28 Mei itu sudah setting lapangan sampai nanti tanggal 10 Juni 2019 Hari Raya plus 4,"  tegasnya.

 

       Untuk itu, Andri menjelaskan kemudian dengan melihat waktu dari tahun ke tahun bagaimana volume pergerakan arus lalu lintas paling dominan pergerakan paling penting H- 3 ,demikian pergerakan balik adalah H+ 3 artinya di tanggal 31 Mei 2019 . "Kemudian tanggal 1 Juni dan 2 Juni telah menjadi atensi kami semua perangkat-perangkat operasi demikian juga pada saat balik ya tanggal 9 Juni dan tanggal 8 Juni dan tanggal 7 Juni adalah juga menjadi atensi kami syukur di tanggal 10 Juni itu yang bekerja sudah bisa masuk bekerja," jelasnya. (vk))

Saturday, 11 May 2019 06:14

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Dari pengembangan Densus 88 terus berlanjut, dan kini Polisi menangkap dua terduga teroris yang tergabung dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.Kedua terduga teroris berinisial EY dan YM.EY  ditangkap di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, yang ditangkap pada Rabu (8/5/2019). Sementara, YM ditangkap di daerah Rawalumbu, Kota Bekasi, di hari yang sama. 

         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jalan Tornojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (9/5)2019 mengatakan, EY merupakan pimpinan dan penyandang dana kelompok tersebut. Penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan kelompok JAD pimpinan SL alias Abu Faizal sebelumnya. "Yang pertama ditangkap adalah EY, adalah seorang amir JAD Bekasi," ujarnya. 

Selanjutnya, Dedi menegaskan jadi kalau yang kemarin SL adalah leader JAD Lampung. "Ini adalah amir JAD Bekasi, dia menggantikan amir yang sudah ditangkap beberapa waktu lalu oleh Densus 88 ketika terjadi kasus bom Thamrin," tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan dari EY, polisi menyita dua bom pipa yang sudah jadi, pisau, serta bahan dan alat pembuat bom lainnya. Baca juga: Polri: Belum Ada Indikasi Keluarga Pimpinan JAD Lampung Terpengaruh Radikalisme Sementara, untuk tersangka kedua, Dedi mengatakan, YM merupakan hasil rekrutan EY. "Tersangka EY berhasil merekrut anak muda bernama YM alias Kautsar, anak muda ini usianya baru 18 tahun," jelanya.

 

Lebih lanjut, Dedi merinci Polisi menyita barang bukti dari YM berupa laptop, telepon genggam, serta remote control pemicu bom. YM diketahui belajar merakit bom dari EY." Pasalnya, kelompok JAD Bekasi dan JAD Lampung bekerja sama untuk merencanakan serangan. Sasarannya merupakan aparat penegak hukum, " rincinya. (vk)

Saturday, 11 May 2019 06:06

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Ketua GNPF Bachtiar Nasir tersandung kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua. Bachtiar telah berstatus tersangka dalam kasus tersebut. Bachtiar diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

             Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, di Jalan Tronojoyo No. 3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,Rabu (8 /5) 2019 mengatakan Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat." Namun, polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut. Kasus tersebut telah bergulir sejak tahun 2017, dengan Bachtiar masih berstatus sebagai saksi. Kasus itu kembali ramai di tahun 2019 ketika Bachtiar dipanggil sebagai tersangka," ujarnya.

            Selanjutnya, Dedi menegaskan berikut perkembangan terbaru dari kasus yang menyandung Bachtiar, pertama. Panggilan di Tahun 2019 adalah Pemanggilan Kedua sebagai Tersangka Pada hari Rabu (8/5/2019) kemarin, Bachtiar dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka .pemanggilan selanjutnya merupakan panggilan kedua untuk Bachtiar. Bukan panggilan pertama seperti informasi sebelumnya. "Pemanggilan pertama Bachtiar sebagai tersangka dilakukan pada 2018. Jadi UBN sudah dipanggil dan diperiksa sebagai saksi tahun 2017 dan melalui mekanisme gelar perkara ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian dipanggil pertama 2018, 2019 tanggal 8 Mei.

           Namun, Bachtiar tidak menghadiri pemeriksaan tersebut karena memiliki acara pribadi. Polisi pun menjadwalkan panggilan ketiga pada 14 Mei 2019," tegasnya.

         Untuk itu, Dedi menjelaskan  sejumlah Bukti yang Seret Bachtiar sebagai Tersangka Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, alat bukti pertama adalah keterangan tersangka Ketua Yayasan Keadilan untuk Semua, Adnin Armas. Yang pertama dari hasil pemeriksaan, keterangan tersangka AA. AA perannya mengalihkan kekayaan yayasan," Bukti lainnya adalah rekening yayasan tersebut yang telah diaudit Bachtiar diduga mencairkan uang sebesar Rp 1 miliar dari rekening tersebut dan menggunakannya untuk kegiatan lai Kemudian, penetapan tersebut juga didukung oleh keterangan dari tersangka lainnya Islahudin Akbar," jelasnya. 

          Lebih lanjut, Dedi merinci. penyidik telah Periksa Puluhan Saksi,penyidik telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus Bachtiar. Proses tersebut berlangsung sejak tahun 2017 hingga tahun ini. Penyidik sudah memeriksa sekian puluh saksi, saksi ahli sudah dimintai keterangan. Terdapat lebih dari lima saksi ahli yang sudah dimintai keterangan. "Saksi ahli tersebut berasal dari berbagai bidang, misalnya ahli yayasan, ahli perihal pendirian yayasan, dan ahli hukum pidana.  Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan anggota yayasan tersebut hingga pihak bank terkait.

          Polisi telah memiliki cukup bukti untuk menetapkan Bachtiar sebagai tersangka,"rincinya. 

 

          Sementara itu, dengan tekad ingin menjunjung keadilan, Bachtiar mengaku harus bersikap jujur perihal kasusnya. "Ya sudah lah ini masalah lama tahun 2017 dan ini tentu sangat politis. Namun tentu saya harus jujur dan harus adil juga jika ingin menegakkan kejujuran dan keadilan,. Di saat yang berbeda, pengacara Bachtiar Nasir, Aziz Yanuar menuturkan bahwa unsur politis dalam kasus kliennya diduga berkaitan dengan acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 3. "Masukan-masukan dari pihak-pihak lain ditangkap oleh UBN (Ustaz Bachtiar Nasir) kemungkinan karena aktifitas beliau di Ijtima Ulama 3," kata Aziz di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu.

 

 

            Namun  uniknya Bachtiar Sebut Kasusnya Mengandung Unsur Politis Bachtiar angkat bicara dan mengaku siap menghadapi proses hukum yang sedang menimpanya. " Hal itu disampaikan Bachtiar melalui sebuah video yang telah dikonfirmasi oleh kuasa hukumnya, Aziz Yanuar. "Insyaallah Allah selalu bersama orang-orang yang bersabar di jalan Allah SWT dan saya siap mengambil risiko atas semua tuduhan ini sekaligus memperjuangkan hak saya," kata Bachtiar melalui rekaman video, Rabu. Ia pun menilai bahwa kasus tersebut mengandung unsur politis. (vk) 

Monday, 06 May 2019 03:46

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Detasemen khusus (Densus) 88,bukitinya berhasil meringkus tiga terduga teroris. Ketiganya merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka itu berinisial  SL (34), AN (20), dan MC (28) ditangkap di Bekasi dan Tegal.   

             Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo  ketika dihubungi  Sabtu (4/5)2019 mengatakan Detasemen khusus (Densus) 88 melakukan upaya paksa terhadap tiga terduga teroris. Ketiganya merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung. "Kelompok tersebut akan melakukan amaliah dengan sasaran anggota Polri saat pemilu. Saat ini kasus tersebut dalam pengembangan oleh tim gabungan," ujarnya.

        Selanjutnya, Dedi menegaskan tiga orang tersebut yaitu berinisal SL (34), AN (20), dan MC (28). SL dan AN ditangkap di Bekasi, sedangkan MC di Tegal, Jawa Tengah." SL ditangkap pukul 04.34 WIB di Jalam Pondok Ungu Permai Sektor V, Bahagia, Babelan, Bekasi. "(SL) DPO JAD Lampung," tegasnya.

           Untuk itu, Dedi menjelaskan  AN ditangkap pukul 08.49 di Jalan Keramat, Kedongdong, Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Tambung Selatan, Bekasi. "(AN) menyembunyikan DPO JAD Lampung," jelasnya. 

        lebih lanjut, Dedi  merinci lalu MC, ditangkap pukul 14.30 WIB di Jalan Waringin, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Jawa Tengah. "(MC) menyembunyikan DPO JAD Lampung," rincinya.. (vk)

 

 

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai

     
  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     

Malang Raya

Wabub Sanusi Sampaikan LKPJ

 

 

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Wakil  Bupati Malang

Read more

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan