Cegah Stunting, Bank Jatim Serahkan CSR Pengadaan Susu Formula Ke Pemkab Jombang
Written by Redaksi
JOMBANG, KORANRANRAKYAT.COM. Dalam rangka pencegahan stunting, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kabupaten Jombang berupa pengadaan susu formula balita. Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang, penyaluran CSR tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur IT & Digital bankjatim Zulhelfi Abidin kepada Pj. Bupati Jombang Teguh Narutomo pada hari Kamis (12/12).
Zulhelfi menyampaikan, dengan bantuan pengadaan susu formula untuk balita yang diberikan oleh bankjatim ini diharapkan dapat menurunkan kasus balita stunting di Kabupaten Jombang, mencegah terjadinya stunting, dan mampu memberikan asupan tambahan bagi balita gizi kurang. Pemberian susu formula dipilih karena susu memiliki kandungan protein, zat besi, dan nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.
Selain itu, menurut Zulhelfi, masalah gizi pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tergolong tinggi di Indonesia. Stunting bukan semata persoalan tinggi badan saja, namun yang lebih buruk adalah dampaknya terhadap kualitas hidup individu. Seperti ketertinggalan dalam kemampuan kognitif dan motorik hingga gangguan metabolik ketika dewasa. Oleh karena itu, bankjatim turut mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah dalam mencegah dan menurunkan angka stunting serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
”bankjatim sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam penanggulangan stunting. Lewat pengadaan susu formula ini, bankjatim tidak hanya membantu mendorong program pemerintah dalam mencegah stunting saja, tapi juga ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kuat dan hebat untuk masa depan yang lebih baik lewat perbaikan gizi ini," tegas Zulhelfi.
Sementara itu, Teguh Narutomo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas sinergitas yang telah terjalin selama ini dalam mendukung program-program pemerintah. Dia menegaskan, pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. semuanya harus berkolaborasi dan bersinergi demi memerangi stunting ini. ”Maka dari itu kami sangat bersyukur bankjatim ikut berkontribusi dalam memerangi stunting di Jombang. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan dapat membawa berkah bagi semua,” tutupnya.(an)
RUPSLB 2024 Selesai Digelar, Bank Jatim Semakin Perkuat KUB dan Lakukan Perubahan Nomenklatur Direksi
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKRAKYAT.COM. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2024. Bertempat di Ruang Bromo bankjatim Kantor Pusat Surabaya, hadir langsung dalam RUPSLB tersebut Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham pengendali beserta seluruh dewan komisaris serta direksi bankjatim pada hari Rabu (11/12).
Agenda RUPSLB 2024 bankjatim memiliki dua mata acara. Yaitu:
1.Persetujuan Aksi Korporasi Perseroan;
2.Penyesuaian Nomenklatur Pengurus Perseroan.
Adhy Karyono menyampaikan, RUPSLB kali ini diselenggarakan untuk menindaklanjuti POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang konsolidasi bank umum. Dimana terdapat aturan bahwa per tanggal 1 Januari 2025, untuk perbankan khususnya BPD yang modal intinya di bawah Rp 3 triliun maka otomatis akan berubah menjadi BPR. Tentu status BPR bagi pemerintah maupun pemegang saham akan sangat berpengaruh. Maka dari itu diperlukan proses KUB agar status BPD tidak berubah menjadi BPR.
”Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) akan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi bank Jatim di pasar perbankan nasional. Dengan begitu, sektor keuangan di Jawa Timur terus menunjukkan tren stabil dan resilien. Kalau kita lihat ternyata hampir separuh dari bank BPD di provinsi itu modal intinya di bawah 3 triliun. Ini sebenarnya bisa menjadi peluang dalam membuka kerja sama dan sekaligus berkonsolidasi lewat KUB,” tuturnya.
Adhy juga memaparkan, saat RUPSLB yang pertama lalu adalah pembahasan KUB dengan Bank NTB Syariah, Bank Lampung, dan Bank Banten. Selanjutnya, karena batas waktu pemenuhan POJK Nomor 12 tahun 2020 sampai akhir Desember 2024 ini, maka RUPSLB sekarang membahas terkait penyertaan modal dengan Bank Sultra dan Bank NTT. Kemudian dilanjutkan minggu depan akan dilakukan penandatanganan dengan kedua bank tersebut. ”Selain membahas KUB, dalam RUPSLB ini juga akan menindaklanjuti terkait aturan OJK untuk Unit Usaha Syariah (UUS). Sebelum kita menjadi bank syariah, kita harus ada kelembagaan setingkat direktur. Nah, kita diamanatkan untuk bisa lebih professional sesuai dengan standar aturan dari OJK. Maka dari itu ada agenda penyesuaian nomenklatur pengurus perseroan,” tegasnya.
Pihaknya berpesan, semua proses yang terkait dengan langkah-langkah untuk mengoptimalkan suatu bank daerah tentu sangat bergantung kepada dukungan para pemegang saham baik seri A maupun seri B. ”Oleh karena itulah mari kita bersama-sama bersinergi demi kemajuan provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.
Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, kinerja bankjatim secara umum hingga November 2024 menunjukkan angka yang positif. Asset bankjatim telah mencapai Rp 109,09 triliun. Kemudian untuk penyaluran kreditnya sendiri berada di angka Rp 63,90 triliun. Sedangkan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp 87,96 triliun dan laba sebesar Rp 1,02 triliun.
Busrul memaparkan, OJK telah meluncurkan roadmap untuk BPD tahun 2024 – 2027 yang secara umum memiliki tujuan untuk mentransformasi BPD seluruh Indonesia menjadi institusi bank yang berdaya saing tinggi dan kuat serta berkonstribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Hal ini selaras dengan kebijakan strategis bankjatim yang diimplementasikan dalam transformasi 5 Pilar yang sudah berjalan sejak tahun 2023 dan akan dilanjutkan pada aksi penguatan di batch selanjutnya. Kebijakan strategis tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan secara linier, namun juga secara eksponensial untuk merespon dinamika dan tantangan di industri keuangan. Selain itu juga sekaligus untuk mewujudkan visi Perseroan menjadi BPD No. 1 di Indonesia melalui aksi korporasi penyertaan modal Kelompok Usaha Bank (KUB).
”KUB menjadi salah satu game changer untuk memperkuat fondasi perbankan di Indonesia, khususnya untuk BPD, baik dari aspek permodalan maupun aspek business to business layaknya aksi korporasi pada umumnya. Partisipasi aktif perseroan dalam pelaksanaan KUB ini memberikan positioning bahwa bankjatim memiliki kekuatan bisnis, keuangan, dan human capital yang baik sehingga mampu bersinergi dengan BPD lain untuk tumbuh bersama,” ungkapnya.
Sampai saat ini, bankjatim telah melakukan proses KUB dengan 5 bank. Yaitu Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank NTT. Dipercayanya bankjatim untuk bekerjasama dengan 5 BPD tersebut semakin memperkuat positioning bahwa BJTM memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni dari aspek fundamental untuk mengajak 5 BPD anggota KUB dalam memperkuat sinergi, efisiensi, dan daya saing lewat KUB. Dengan kolaborasi serta sinergitas yang kuat, bankjatim dan 5 BPD itu akan membangun pondasi keuangan yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional demi menuju visi bankjatim sebagai BPD No. 1 di Indonesia.
”Strategi awal bankjatim dalam proses pembentukan KUB ini dilakukan dengan penyertaan modal lebih dari Rp 300 Miliar. Dengan menjadi perusahaan induk pada KUB, bankjatim akan menciptakan sinergi yang holistik mulai dari aspek modal, aspek bisnis dengan melakukan sinergitas bisnis, aspek keuangan dengan melakukan konsolidasi laporan keuangan, dan aspek pendukung lainnya seperti penguatan human capital serta teknologi,” ucap Busrul.
Adapun untuk Bank NTB Syariah, progressnya saat ini sedang dalam proses persiapan konsolidasi keuangan yang akan dilakukan pada Laporan Keuangan periode Desember 2024 serta akan ditindaklanjuti dengan kolaborasi di bidang finansial, bisnis, dan support diantara kedua belah pihak.
Kemudian dengan Bank Lampung, bankjatim telah melakukan penandatangan Shareholder Agreement dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan penandatanganan Akta Kepatuhan pada tanggal 08 November 2024. Untuk saat ini, bankjatim tengah melakukan proses pemenuhan dokumen perijinan penyertaan modal dan KUB kepada OJK.
Selanjutnya dengan Bank Banten, bankjatim saat ini sedang melakukan proses due diligence pada bidang keuangan, perpajakan dan hukum serta teknologi informasi. Selain itu, bankjatim dan Bank Banten juga sedang dalam proses pembahasan Shareholder Agreement. ”Bank Banten sendiri telah melaksanakan RUPSLB pada tanggal 14 November 2024 terkait ijin KUB antara bankjatim dan Bank Banten,” tutur Busrul.
Busrul menambahkan, sebagai bentuk respon perseroan atas momentum pelaksanaan KUB sekaligus untuk melanjutkan proses Transformasi 5 Pilar melalui aksi penguatan pada batch selanjutnya, saat ini perseroan juga melakukan penjajakan KUB dengan BPD lainnya. Yaitu dengan Bank Sultra dan Bank NTT. Untuk tahapan penjajakan dengan Bank Sultra, telah dilakukan penandatanganan MoU dan NDA pada tanggal 15 November 2024. Saat ini bankjatim tengah melakukan kajian terhadap Bank Sultra melalui pihak konsultan independen.
Untuk tahapan penjajakan dengan Bank NTT, telah dilakukan penandatanganan MoU dan NDA pada tanggal 5 November 2024. Selanjutnya Perseroan sedang berproses melakukan kajian terhadap Bank NTT melalui pihak konsultan independen. Dalam pemenuhan POJK No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, Perseroan juga telah melakukan komunikasi dan penjajakan kerjasama terkait sinergitas bisnis produk dan jasa perbankan.
”Dalam RUPSLB 2024 ini, semua pihak telah menyetujui untuk melakukan penyertaan modal kepada Bank Sultra sebesar maksimal Rp100 Miliar dan kepada Bank NTT sebesar Rp 50 Miliar sampai dengan Rp 100 Miliar,” tegas Busrul.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, bankjatim terus melangkah maju sebagai perusahaan induk KUB. Tentu hal ini akan menciptakan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat luas, sekaligus sebagai bukti dedikasi bankjatim untuk terus tumbuh bersama Jawa Timur dan Indonesia.
Sementara itu, Komisaris Independen Sumaryono menuturkan, dinamika bisnis industri keuangan saat ini memang semakin menantang, terutama untuk BPD. Selain itu, sebagai bank umum konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS), berdasarkan hasil keputusan RUPSLB bankjatim tanggal 26 September 2024 dan POJK No. 12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah, wajib memiliki satu orang direktur yang membawahi UUS. ”Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan hal tersebut serta untuk mendukung perseroan agar lebih fokus pada penguatan bisnis, penguatan teknologi informasi dan distribusi beban kerja, maka dalam RUPSLB ini diusulkan untuk dilakukan perubahan nomenklatur pada level direksi,” ungkapnya.
Berikut susunan Direksi bankjatim setelah pelaksanaan RUPSLB 2024:
Direktur Utama: Busrul Iman
Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah: R. Arief Wicaksono
Direktur Manajemen Risiko: Eko Susetyono
Direktur IT, Digital & Operasional: Zulhelfi Abidin
Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan: Arif Suhirman
Direktur Keuangan, Treasury & Global Services: Edi Masrianto
Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah (an)
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Bank Jatim Serahkan CSR Ambulance Kepada RSUD Haji Provinsi Jawa Timur
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT,COM,-. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada RSUD Haji Provinsi Jawa Timur pada hari Senin (9/12). Bantuan yang diberikan berupa 1 (satu) unit mobil ambulance. Bertempat di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, CSR tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Operasi bankjatim Arif Suhirman kepada Direktur Utama RSUD Haji dr.Tauhid Islamy.
Arif mengatakan, dengan diberikannya mobil ambulance kepada RSUD Haji ini dapat memberikan beberapa manfaat. Antara lain meningkatkan mutu dan kualitas sarana pelayanan kepada masyarakat serta untuk memenuhi fasilitas layanan dalam hal sarana prasarana penunjang pelayanan di rumah sakit. ”Selain bisnis, bankjatim juga konsisten memberikan value kepada masyarakat sekitar yang diwujudkan dalam program CSR atau bankjatim peduli. Semua itu dilakukan untuk mewujudkan program sosial demi terciptanya ekonomi yang lebih ramah lingkungan dengan melibatkan stakeholder dan shareholder dalam pembangunan di daerah,” paparnya.
Menurut Arif, pelayanan kesehatan di Jawa Timur harus dilakukan secara optimal dengan cara melayani masyarakat secara cepat dan tuntas. Maka dari itu, bankjatim ingin berkontribusi secara langsung kepada masyarakat melalui bantuan tersebut. ”Harapan kami dengan adanya tambahan armada ambulance ini dapat membantu peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah Jawa Timur,” tuturnya.
Arif juga menegaskan, bankjatim merupakan banknya masyarakat Jawa Timur. Sehingga sudah seharusnya dan sepantasnya saling bahu membahu untuk menjadikan Jawa Timur lebih baik dengan adanya bankjatim peduli. ”Semoga dengan adanya ambulance ini dapat memperluas jangkauan untuk membantu masyarakat. Aksi penyerahan CSR ini juga sekaligus sebagai bentuk komitmen bankjatim untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, baik bagi instansi, komunitas maupun masyarakat sekitar. Kami berharap semoga kerja sama bankjatim dengan RSUD Haji dapat terus berkembang ke depannya,” ucap Arif.
dr. Tauhid Islamy mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Pihaknya berharap semoga ke depan kerja sama dengan bankjatim bisa terus berlanjut. ”Kami juga sangat mengapresiasi bankjatim yang telah memperhatikan dunia kesehatan. Kami akan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung dan melayani masyarakat. Harapan kita dengan bantuan ini, RSUD Haji bisa lebih maksimal dalam misi tugas kemanusiaan,” tutupnya.(an)
Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Bank Jatim Sinergi Dengan IZI Untuk Program Peduli Kekeringan
Written by Redaksi
TUBAN, KORANRAKYAT.COM Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) pada hari Rabu (4/12). Bantuan yang diberikan yaitu program peduli kekeringan berupa pembangunan sumur bor dan tempat wudhu di Kabupaten Tuban. Bertempat di Masjid Khoirul Huda Tuban, bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh AVP Komunikasi Korporat bankjatim Bambang Supriadi dan diterima oleh Kepala Perwakilan IZI Jatim Helmy Bachtiar Attamimy.
Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, bantuan CSR ini akan memberikan beberapa manfaat. Yaitu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk ibadah dan kebutuhan harian secara rutin. Selain itu juga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dengan adanya air bersih yang berkualitas serta berkelanjutan.
”bankjatim sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur mempunyai kewajiban untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Pemberian CSR berupa pembangunan sumur bor dan tempat wudhu untuk masyarakat di Kabupaten Tuban ini adalah peran aktif, bentuk nyata, serta komitmen perusahaan untuk dapat terus meningkatkan akses dalam rangka pemerataan kebutuhan masyarakat Indonesia terutama pada daerah-daerah yang membutuhkan,” paparnya.
Menurut Busrul, selain bisnis, bankjatim juga memberikan value atau nilai-nilai kepada masyarakat yang ada di lingkungan sekitar kita. Hal tersebut diwujudkan dalam program CSR bankjatim. Selain itu, ini merupakan wujud sinergi bankjatim untuk mewujudkan program sosial demi terciptanya ekonomi yang lebih ramah lingkungan dengan melibatkan stakeholder dan shareholder dalam pembangunan daerah. ”Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada IZI yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada bankjatim sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Semoga kerja sama bankjatim dan IZI dapat terus berkembang serta berjalan beriringan dengan program yang dijalankan IZI dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” ungkapnya.
Sementara itu, Helmy Bachtiar Attamimy menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas sinergitas yang telah terjalin selama ini. Pihaknya berharap semoga ke depan kerja sama dengan bankjatim bisa terus berlanjut. ”Kami juga sangat mengapresiasi bankjatim yang telah memperhatikan kebutuhan air bersih untuk masyarakat Tuban. Kami akan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya demi mendukung dan melayani masyarakat secara optimal. Harapan kita dengan bantuan ini, IZI bisa lebih maksimal lagi dalam misi tugas kemanusiaan,” pungkasnya.(an)
Tingkatkan Ekspor, Bank Jatim dan Kementerian Perdagangan Lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM Sebagai wujud penguatan ekspor, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Sekretariat Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada hari Selasa (3/12) dalam acara Pekan Pengembangan Ekspor. Perjanjian yang ditandatangani yaitu tentang peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, dan keikutsertaan pada promosi dagang bagi pelaku usaha berorientasi ekspor dalam rangka pengembangan ekspor.
Bertempat di Ballroom Hotel Double Tree Surabaya, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Muhammad Suaib Sulaiman. Turut hadir juga Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso dan Direktur Utama bankjatim Busrul Iman.
Busrul mengatakan, ruang lingkup perjanjian ini mencakup banyak hal. Seperti implementasi program peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, dan keikutsertaan pada promosi dagang bagi pelaku usaha berorientasi ekspor melalui pelatihan pengembangan produk, workshop, webinar/seminar, business matching dengan calon pembeli luar negeri, hingga partisipasi pada pameran dagang.
”Selain itu, kami juga akan melakukan kurasi, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan program peningkatan kapasitas pelaku usaha. Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah dan bankjatim akan memperkuat ekosistem ekspor Indonesia. Dengan akses pasar global yang lebih luas, maka pelaku usaha dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan sehingga diharapkan dapat semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” paparnya.
Adapun di hari yang sama juga berlangsung pelepasan ekspor CV Cherry Blossom Indonesia yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso dan Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto di Gedangan, Sidoarjo.
Menurut Busrul, bankjatim berkomitmen untuk terus menyalurkan pembiayaan kepada sektor yang memiliki potensi besar terhadap ekspor, pendapatan dan penambahan lapangan kerja, serta konsisten melaksanakan mandat yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk dan mendorong ekspor nasional. ”Kegiatan ekspor merupakan kesempatan emas bagi para pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk mengakses pasar global dan mengembangkan bisnisnya agar bisa naik kelas. Melalui dukungan ini, bankjatim berharap dapat membantu pelaku usaha untuk bisa lebih percaya diri dan siap memasarkan produk mereka hingga ke pasar internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Mendag Budi Santoso mengungkapkan bahwa Pekan Pengembangan Ekspor merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus memperkuat daya saing UMKM agar lebih mudah merambah ke pasar global. Acara tesebut juga merupakan upaya aktif Kemendag dalam mendukung dan mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menjadi eksportir tangguh yang siap menghadapi tantangan global.
”Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dalam membuka akses informasi terkait pasar ekspor bagi para pelaku usaha, terutama UMKM. Kemendag melalui Program UMKM BISA Ekspor mendorong transformasi UMKM menjadi pelaku ekspor yang andal. Program ini dirancang untuk membantu UMKM mengatasi hambatan ekspor, memahami pasar global, dan memanfaatkan peluang perdagangan internasional,” terangnya.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Mardyana Listyowati juga menyampaikan bahwa Pekan Pengembangan Ekspor ini tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis UMKM melalui peningkatan kapasitas, tetapi sekaligus menjadi penyedia sarana bagi UMKM dalam mengakses pasar yang lebih luas.(an)
Dukung OPOP Expo 2024, UUS Bank Jatim Salurkan KUR Syariah
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) terus mendukung perkembangan ekonomi syariah di Jawa Timur. Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan One Pesantren One Product (OPOP) Expo yang telah diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tanggal 29 November 2024 – 1 Desember 2024. Bentuk dukungan bankjatim dalam event tersebut yaitu bankjatim secara simbolis telah menyalurkan pembiayaan KUR Syariah kepada Ekosistem Pondok Pesantren Kopontren Al Mustaqim Surabaya sebesar Rp 100 juta. Bertempat di Royal Plaza Surabaya, pembukaan OPOP Expo 2024 itu dihadiri oleh Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono dan Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah bankjatim R. Arief Wicaksono.
Arief menjelaskan, akses pembiayaan kepada para pelaku UMKM harus dibuka selebar-lebarnya. Maka dari itu pihaknya berharap semoga dengan penyaluran KUR syariah daribankjatimini bisa menjadi sebuah ikhtiar agar para pelaku UMKM di Jawa Timur semakin naik kelas dan sekaligus dapat meningkatkan literasi serta inklusi pembiayaan berprinsip syariah kepada para pelaku UMKM. Sehingga ke depannya mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. ”Sebagai salah satu bank penyalur KUR syariah, bankjatim melalui Unit Usaha Syariah (UUS) tidak hanya memberikan permodalan saja. Tetapi juga turut melakukan pendampingan dan pelatihan untuk UMKM agar para pelaku usaha tersebut mampu berdaya saing dan meningkatkan level usaha mereka,” paparnya.
Menurut Arief, UUS bankjatim senantiasa terus berinovasi tanpa henti untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. UUS bankjatimjuga berperan aktif dalam mendukung program-program Pemprov Jawa Timur, utamanya terkait ekonomi syariah. Beberapa hal yang telah dilakukan BJTM antara lain berkolaborasi dengan OPOP Jawa Timur untuk penerbitan kartu ATM co-branding OPOP, layanan samsat OPOP Jawa Timur, penerbitan kartu santri digital, layanan agen laku pandai syariah di koperasi pondok pesantren Jawa Timur, hingga memberikan akses permodalan. ”Kami berkomitmen akan terus menjalin sinergi serta kolaborasi dengan berbagai pihak demi memajukan ekonomi syariah di Jawa Timur dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Arief.
Sementara itu, Adhy karyono menuturkan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mencapai 4,91 persen. Angka tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi yang tertinggi di antara provinsi di Pulau Jawa, dengan kontribusi 14,5 persen untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan 25,14 persen untuk Pulau Jawa. "Pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi ini salah satunya dari kontribusi pesantren. Jadi OPOP ikut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi di Jawa Timur maupun Indonesia,” terangnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, hadirnya OPOP juga membantu pemerintah dalam mengatasi angka pengangguran dan kemiskinan di Jawa Timur. Hal ini terlihat dari jumlah santri yang sudah dibina untuk berwisausaha mencapai lebih dari 500 ribu orang dan telah terbentuk 1.210 pesantrenpreneur. "Ekosistem ekonomi yang terbangun di pesantren sebagian besar mampu menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Jawa Timur. Karena itu OPOP dapat menjadi bagian penting dalam strategi 'exit' dari kemiskinan dan pengangguran" tuturnya.
Di samping itu, Adhy juga mengajak pondok pesantren untuk terus menggelorakan produk halal kepada masyarakat. Karena selain memberikan perlindungan kepada konsumen, juga bagian dari upaya menjangkau pasar yang lebih luas. ”Kami berharap OPOP Expo 2024 ini bisa sebagai wadah untuk mensyiarkan produk halal sebagai solusi dan alternatif yang berorientasi pada keamanan konsumen. Kita harus pastikan semua produk OPOP bersertifikat halal sehingga bisa terus dipromosikan, baik di lokal, nasional, hingga internasional,” pungkasnya.(an)
Detik Jatim Awards 2024 Digelar, Bank Jatim Raih Penghargaan Sebagai Akselerator Pengembangan UMKM
Written by RedaksiSURABAYA, KORANRAKYAT.COM Berkat kepedulian PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (bankjatim) terhadap dunia Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), BUMD terbesar di Jawa Timur tersebut sukses meraih penghargaan dalam ajang Detik Jatim Awards 2024. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Detik.com itu menobatkan BJTM sebagai Program Bisnis Terpuji Kategori Akselerator Pengembangan UMKM. Bertempat di Dyandra Convention Center Surabaya, penghargaan bergengsi tersebut diberikan oleh Direktur Trans Media Latif Harnoko dan diterima langsung oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman pada Kamis malam (25/11).
Busrul menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Detik Jatim maupun Detik.com atas apresiasi yang telah diberikan kepada perusahaan. ”Ini semua berkat kerja keras seluruh stakeholder, mulai dari pemegang saham, pemerintah daerah, Jatimers, nasabah, hingga seluruh masyarakat. Semoga dengan apresiasi ini bisa semakin memicu semangat kami untuk terus berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun Indonesia,” paparnya.
Menurut Busrul, UMKM memang memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak utama perekonomian di Jawa Timur. Dengan jumlah yang mencapai jutaan dan tersebar di seluruh pelosok Jawa Timur, UMKM tidak hanya menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. ”Kami terus berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan UMKM dengan menyediakan berbagai layanan dan produk perbankan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Sebab, peluang UMKM untuk berkontribusi dalam akselerasi ekonomi sangat besar, terutama melalui inovasi produk, digitalisasi, dan ekspansi pasar hingga ke luar negeri,” terangnya.
Tentu hal tersebut membutuhkan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, termasuk perbankan, untuk memberikan pendampingan, akses pembiayaan, serta pelatihan agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan. ”Dalam upaya mendukung UMKM, kami telah melakukan berbagai program. Seperti Trade Connect Summit, Diskofest, hingga secara masif terus menyalurkan bantuan alat-alat untuk produksi UMKM. Berbagai jenis pembiayaan untuk UMKM pun juga terus gencar kita salurkan demi kemajuan dan kesejahteraan mereka. Sehingga ke depannya UMKM – UMKM di Jawa Timur ini bisa memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global,” ungkapnya.
Adapun kredit yang berhasil disalurkan bankjatim pada triwulan dua tahun 2024 sebesar Rp 58,07 triliun atau meningkat 18,01% (YoY). Lalu di triwulan selanjutnya, penyaluran kredit sukses berada di angka Rp 62,19 triliun atau meningkat 20,13% (YoY). Kemudian untuk portofolio kredit konsumtif sendiri sebesar Rp 31,74 Triliun atau meningkat 8,82% Yoy pada Triwulan 2 Tahun 2024 dan Rp 33,79 Triliun atau meningkat 13,20% Yoy pada Triwulan 3 Tahun 2024. Selanjutnya, portofolio Kredit produktif sebesar Rp26,32 Triliun atau meningkat 31,37% Yoy pada Triwulan 2 Tahun 2024 dan Rp 28,40 Triliun atau meningkat 29,57% Yoy pada triwulan 3 tahun 2024. ”Dengan berbagai langkah strategis yang telah kami lakukan, bankjatim optimis dapat terus berkontribusi dalam pengembangan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ucap Busrul.
Sementara itu, dalam sambutannya, Pemimpin Redaksi detikcom Alfito Deannova Gintings mengatakan, Detik Jatim Awards 2024 merupakan sebuah apresiasi untuk pihak-pihak yang turut berkontribusi pada pencapaian Jawa Timur hingga nasional. "Ini merupakan wujud komitmen kami untuk memberi ruang apresiasi dan menggabungkan apresiasi inovasi capaian monumental kepada putra putri daerah terbaik Jawa Timur. Kami berharap pencapaian ini bisa menjadi inspirasi semua pihak dan ke depannya akan memberi dampak yang berarti bagi masyarakat Jawa Timur maupun Indonesia," tuturnya.(an)
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Mata, Bank Jatim Serahkan CSR Mobil Operasional Kepada RSMM Jawa Timur
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jawa Timur pada hari Jumat (22/11). Bantuan yang diberikan berupa satu unit mobil operasional. Bertempat di RSMM Jawa Timur, CSR tersebut diserahkan secara simbolis oleh AVP Komunikasi Korporat bankjatim Bambang Supriadi kepada Direktur RSMM Jawa Timur Eka Basuki Rachmad.
Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, bantuan mobil operasional kepada RSMM ini memiliki beberapa tujuan. Antara lain dapat mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan untuk memfasilitasi keterbatasan jangkauan masyarakat terhadap akses ke pelayanan kesehatan lanjutan. Selain itu, CSR tersebut juga berguna untuk peningkatan penemuan kasus gangguan penglihatan dan penurunan kebutaan kesehatan lanjutan serta mendukung terlaksananya program kerja upaya kesehatan masyarakat. ”Kami ingin melalui bantuan mobil operasional untuk RSMM Jawa Timur ini dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan luar rumah sakit sebagai upaya mewujudkan kesehatan masyarakat dan sekaligus sebagai salah satu perwujudan Nawa Bhakti Satya,” paparnya.
Menurut Busrul, bankjatim selalu konsisten berupaya melakukan berbagai macam kegiatan positif yang berdampak baik untuk masyarakat luas. Selain menghadirkan bantuan mobil operasional, bankjatim juga akan terus melanjutkan langkah-langkah konkret demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. ”Sebenarnya kami tak hanya mengkhususkan dukungan pada ranah kesehatan mata saja, tetapi kami juga sudah melakukan berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang tengah dalam kesulitan. Aksi penyerahan CSR ini juga sekaligus sebagai bentuk komitmen bankjatim untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, baik bagi instansi, komunitas maupun masyarakat sekitar,” ucapnya.
Busrul menambahkan, program CSR merupakan salah satu bentuk dukungan terciptanya pembangunan berkelanjutan dan implementasi dari konsep tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Selain itu, dengan pemberian CSR ini juga menunjukkan bahwa kegiatan yang dijalankan bankjatim tidak sebatas pada aktivitas bisnis semata. Operasional bank juga harus selalu diimbangi dengan kegiatan tanggung jawab sosial yang dapat menumbuhkembangkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. ”Maka dari itu, dengan adanya bantuan mobil operasional ini, bankjatim siap memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat dan optimal, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan segera,” tegasnya.
Sementara itu, Eka Basuki Rachmad mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Pihaknya berharap semoga ke depan kerja sama dengan bankjatim bisa terus berlanjut. ”Kami juga sangat mengapresiasi bankjatim yang telah memperhatikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Jawa Timur. Kami akan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya demi mendukung dan melayani masyarakat secara optimal. Harapan kita dengan bantuan ini, RSMM Jawa Timur bisa lebih maksimal dalam misi tugas kemanusiaan,” ungkapnya.(an)
Bank Jatim dan Bank Sultra Resmi Jalin Sinergitas KUB
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) resmi menjadi bank kelima yang menjalin komitmen KUB dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim). Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) / Nota Kesepahaman antara bankjatim dengan Bank Sultra terkait Rencana Kerja Sama Bisnis dan Pemebentukan Kelompok Usaha Bank sebagai pemenuhan peraturan OJK nomor 12/POJK.03/2020. Bertempat di Ruang Bromo Kantor Pusat bankjatim, MoU diteken oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman dan Direktur Utama Bank Sultra Abdul Latif pada hari Jumat (15/11). Dalam kesempatan tersebut juga berlangsung penandatanganan Non Disclosure Agreement (NDA) atau perjanjian kerahasiaan antara bankjatim dan Bank Sultra. Turut hadir menyaksikan penandatanganan Biro Ekonomi Jawa Timur Kombong Pasulu dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio.
Busrul menjelaskan, kerja sama ini sebagai tindak lanjut dari POJK No. 12/POJK.03/2020 terkait KUB. bankjatim sebagai salah satu BPD tentu memiliki sebuah kewajiban untuk saling bersinergi dan bahu membahu dengan sesama BPD guna meningkatkan perekonomian daerah di wilayah masing-masing. ”Di dalam dunia bisnis perbankan, pesaing kita tidak hanya sesama BPD saja. Tetapi juga antar bank swasta maupun Himbara. Oleh karena itu, mau tidak mau BPD ini harus solid agar kita bisa menjadi pemenang di wilayah regional masing-masing. Sebab, kalau kita berjuang sendiri tentu akan lambat. Sehingga perlu sekali untuk berkolaborasi, salah satunya lewat KUB ini,” paparnya.
Busrul meyakini bahwa KUB antara bankjatim dan Bank Sultra nantinya dapat memberikan nilai tambah untuk masing – masing BPD yang pada akhirnya akan bermuara ke peningkatan ekonomi daerah dan sekaligus memberikan kemanfaatan bagi pemegang saham serta stake holders. ”Nah, kerja sama yang bisa kita lakukan dalam KUB nanti tidak sekedar dalam hal penyertaan modal ataupun likuiditas saja. Tetapi sebenarnya masih banyak potensi bisnis yang bisa dikerjasamakan. Terlebih lagi, di Jawa Timur ataupun Surabaya ini merupakan hub dari Indonesia Tengah maupun Indonesia Timur di dalam perekonomian nasional. Sehingga potensi sinergitas yang bisa digali sangatlah besar,” tegasnya.
Di samping itu, Busrul juga bersyukur regulator, dalam hal ini OJK, sudah memberikan ruang kolaborasi melalui KUB. Menurutnya, KUB merupakan salah satu jembatan untuk meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. ”Mudah-mudahan KUB antara bankjatim dan Bank Sultra ini bisa menjadi kemanfaatan bersama, tidak hanya penguatan struktur saja, tetapi juga peningkatan skala ekonomi, efisiensi, maupun kerja sama untuk yang lainnya,” pungkasnya.
bankjatim sendiri telah memiliki berbagai pengalaman dan pemahaman yang mendalam terkait KUB karena saat ini sudah ada 4 bank yang telah melakukan ber-KUB dengan BJTM. Seperti Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Banten, dan Bank NTT. Selain itu, bankjatim juga telah memahami bagaimana bertransformasi dari bisnis model BPD yang konvensional menjadi lebih advanced sesuai perkembangan terkini. Sehingga, pengalaman dan pengetahuan tersebut dapat dibagikan kepada seluruh anggota KUB melalui sinergi dan kolaborasi. Dengan begitu, seluruh bank mitra KUB dapat meningkatkan daya saing untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan dapat mendorong pembangunan ekonomi daerah, terutama pada pemberdayaan sektor UMKM serta pembiayaan proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio menyampaikan, kolaborasi antara bankjatim dan Bank Sultra ini diharapkan bisa membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di wilayah masing-masing. ”Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Jawa Timur dan bankjatim atas kesediaannya menerima Bank Sultra untuk bergabung dalam KUB. Kami percaya bahwa langkah strategis ini akan memberikan dampak positif bagi penguatan permodalan, peningkatan daya saing, dan perluasan jangkauan layanan perbankan baik bagi bankjatim maupun Bank Sultra,” ungkapnya.
Pemprov Sulawesi Tenggara mendukung penuh langkah-langkah yang sudah dimulai, yang sedang dilaksanakan, dan akan dilaksanakan dalam kerja sama yang akan dibangun bersama ini. ”Sebagaimana diketahui bersama, penandatanganan MoU dan NDA tersebut merupakan langkah awal dari proses pembentukan KUB. Tentunya hal-hal yang terkait pengendalian KUB oleh bankjatim dan Bank Sultra akan diatur lebih lanjut dalam Shareholder Agreement. Kami berharap semoga dengan sinergi KUB, bankjatim dan Bank Sultra dapat maju bersama,” tutupnya.(an)
KPID Jawa Timur Nobatkan Bank Jatim Sebagai BUMD Peduli Penyiaran
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah berhasil mendapatkan penghargaan khusus dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur sebagai BUMD Peduli Penyiaran. Penghargaan khusus itu diberikan saat Malam Puncak Anugerah Penyiaran KPID Jatim Tahun 2024 pada hari Selasa malam (12/11). Bertempat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, penghargaan tersebut diterima oleh Corporate Secretary bankjatim Wioga Adhiarma Aji.
Wioga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh insan penyiaran khususnya di wilayah Jawa Timur yang selama ini telah membantu bankjatim untuk memberikan informasi ataupun publikasi yang netral dan berimbang serta telah membantu perseroan untuk melawan hoax yang beredar di lini massa. Menurutnya, seluruh lembaga penyiaran yang ada di Jawa Timur memiliki peran penting dalam menyediakan informasi yang objektif, berkualitas, dan tepercaya bagi masyarakat.
”Pada era transformasi digital seperti sekarang ini, media penyiaran harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan tren masyarakat agar tetap relevan dan mampu memenuhi hak publik terhadap informasi. Maka dari itu, kami berharap, melalui kegiatan ini, lembaga-lembaga penyiaran di Jawa Timur bisa terus optimal meningkatkan infrastrukturnya secara serius dan beradaptasi dengan digital. Dengan begitu, penyiaran di Jawa Timur ke depannya bisa terus inovatif demi menciptakan konten dan karya jurnalisme yang terbaik,” tegasnya.
Dengan penghargaan yang diraih oleh bankjatim ini, lanjut Wioga, diharapkan bisa memotivasi dan memacu bankjatim untuk terus melakukan inovasi agar perseroan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan tidak pernah berhenti untuk memberi yang terbaik bagi negeri ini. ”Kami juga akan terus berkomitmen untuk konsisten menyebarluaskan informasi-informasi ataupun beragam kebijakan dari perusahaan. Sehingga dengan cara ini masyarakat yang membutuhkan informasi terkait bankjatim dapat mengaksesnya dengan sangat mudah,” pungkasnya.
Ketua KPID Jawa Timur Immanuel Yosua Tjiptosoewarno juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada bankjatim atas dedikasi serta dukungan kepada lembaga penyiaran lokal. Yosua berharap sinergi antara lembaga penyiaran dan bankjatim dapat terus terjalin demi kemajuan penyiaran di Jawa Timur. “Kolaborasi antara lembaga penyiaran dan sektor korporasi sangat penting untuk menciptakan iklim penyiaran yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kedepannya sinergi ini dapat terus berkembang demi kemajuan kita bersama,” katanya.
Yosua menambahkan, Anugerah Penyiaran KPID Jawa Timur tahun 2024 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama antara KPID Jawa Timur dengan berbagai mitra strategis. Selain itu, anugerah penyiaran tersebut tidak hanya sebagai ajang apresiasi, tetapi juga diharapkan mampu mendorong lebih banyak pihak untuk berperan aktif dalam memajukan industri penyiaran di Jawa Timur.(an)
Gemerlap Undian Tabungan Simpeda Sukses Digelar, Total Hadiahnya Capai Rp 6,65 Miliar
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM. Gemerlap Undian Tabungan Simpeda Tingkat Regional tahun 2024, telah sukses diselenggarakan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim). Bertempat di Ciputra World Surabaya, event tahunan itu dihadiri oleh Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Direktur Utama bankjatim Busrul Iman, serta seluruh jajaran Komisaris dan Direksi bankjatim pada hari Minggu malam (10/11). Bintang tamu Gildcoustic pun juga turut memeriahkan acara Gemerlap Undian Tabungan Simpeda. Adapun rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan suksesnya gelaran bankjatim Expo yang terselenggara sejak tanggal 7 November 2024 hingga dengan tanggal 10 November 2024 di Ciputra World Surabaya.
Busrul menjelaskan, rangkaian bankjatim Expo yang ditutup dengan Undian Tabungan Simpeda memiliki banyak tujuan. Diantaranya adalah untuk lebih memperkenalkan bankjatim sebagai bank yang berkomitmen dalam mengutamakan dan melayani kebutuhan nasabah. Tak lupa, bankjatim juga terus meningkatkan jalinan hubungan dengan nasabah eksisting.
Lebih lanjut, melalui kegiatan ini, bankjatim juga mendorong sinergi serta kolaborasi dengan mitra dan perusahaan lain seperti booth developer, dealer kendaraan bermotor, hingga UMKM binaan bankjatim. Dimana para mitra tersebut turut berpartisipasi dalam bankjatim Expo. ”Yang lebih menarik lagi, pada undian Simpeda kali ini, total hadiah yang diberikan kepada nasabah mencapai Rp 6,65 miliar. Sehingga dengan adanya event tersebut bankjatim mampu berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, terutama bagi UMKM yang berjualan di expo kami,” terangnya.
Menurut Busrul, penyelenggaraan bankjatim Expo merupakan salah satu wujud komitmen bahwa perseroan berperan aktif dalam mempromosikan UMKM Jawa Timur agar dapat lebih berkembang dan dikenal oleh masyarakat. Hal ini tentu menjadi potensi bagi BJTM sebagai BUMD untuk turut serta menopang pertumbuhan ekonomi regional. ”Kami juga ucapkan terima kasih kepada Pj Gubernur Jawa Timur yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan acara gemerlap undian tabungan simpeda. Sinergitas ini akan menjadikan bankjatim semakin kuat dan terus memberikan kemanfaatan bagi pemangku kepentingan. Sehingga kami berharap kehadiran BUMD bisa bermanfaat kepada seluruh masyarakat, khususnya UMKM,” tegasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Adhy Karyono mengungkapkan pentingnya dukungan perbankan untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas. Apalagi, posisi pelaku UMKM sangat sentral untuk mendorong dan menumbuhkan roda perekonomian Jawa Timur. ”Kalau diibaratkan, bankjatim ini telah menjadi bapak angkat bagi pelaku UMKM karena sudah banyak dukungan dari bankjatim terkait pemberdayaan UMKM untuk naik kelas,” katanya.
Adhy juga3 menerangkan, posisi pelaku UMKM ini sangat sentral untuk membantu sekaligus menumbuhkan roda perekonomian Jawa Timur. Hal tersebut dibuktikan ketika pandemi Covid-19 yang dimana pelaku UMKM sukses menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur. Kontribusi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur setiap tahun juga terus mengalami peningkatan. ”Atensi dan sinergitas antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama bankjatim membuat kami optimis bahwa bankjatim sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur semakin berperan aktif membantu dan memberikan pembinaan pelaku UMKM,” paparnya.
Maka dari itu, ke depan Adhy mengajak bankjatim untuk terus mengoptimalkan sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah dan Perbankan sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi. ”Ini penting karena bisa memperkuat posisi UMKM naik kelas. Tidak hanya dalam negeri melainkan bersaing di pasar global,” pungkasnya.
Bertemakan ‘Groovy for The Better Future’, undian Simpeda tahun ini diawali dengan pembukaan segel laptop undian oleh para saksi. Selanjutnya, dilakukan pengundian hadiah senilai Rp 50 Juta dan pengundian hadiah senilai Rp 100 Juta untuk 41 cabang. Sebagai puncaknya, Pj. Gubernur Jatim didampingi Direktur Utama bankjatim juga turut melakukan pengundian hadiah grand prize senilai Rp 500 juta. Dalam acara ini juga sekaligus dilakukan launching aplikasi Agen Jatim Gen 2 dan Awarding Best Costume.(an)
Catat Kinerja Positif, Penyaluran Kredit Bank Jatim Tumbuh 20,13 Persen
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) sukses mencatatkan kinerja yang positif sepanjang triwulan dua dan tiga tahun 2024. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil Pemaparan kinerja bankjatim yang telah diselenggarakan pada hari Selasa (29/10). Dilaksanakan via zoom, pemaparan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman, Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah bankjatim R. Arief Wicaksono, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto, Direktur Manajemen Risiko bankjatim Eko Susetyono, Direktur IT & Digital bankjatim Zulhelfi Abidin, Direktur Operasi bankjatim Arif Suhirman, dan Direktur Kepatuhan Umi Rodiyah.
Busrul menjelaskan, di tengah prospek perekonomian global yang relatif stagnan dan penuh ketidakpastian, ekonomi Indonesia pada triwulan dua tahun 2024 tumbuh 5,05% (yoy) ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik dan meningkatnya kinerja ekspor. Kemudian untuk kinerja ekonomi Jawa Timur sendiri tercatat tumbuh 4,98% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya naik sebesar 4,81% (yoy). Membaiknya kinerja ekonomi Jawa Timur didorong oleh kenaikan permintaan eksternal. Selain itu, dari sisi kinerja ekspor juga mengalami peningkatan seiring dengan aktivitas manufaktur negara mitra dagang utama Jawa Timur yang mulai menunjukkan perbaikan. Seperti Tiongkok, Jepang, dan Malaysia.
Begitupun dengan kinerja BJTM yang juga tercatat tumbuh positif. Pada triwulan dua tahun 2024, nilai aset bankjatim sebesar Rp 101,24 triliun. Lalu di triwulan ketiga tahun 2024, nilai asetnya mencapai Rp 106,63 triliun. Selanjutnya, kredit yang berhasil disalurkan bankjatim pada triwulan dua tahun 2024 sebesar Rp 58,07 triliun atau meningkat 18,01% (YoY). Lalu di triwulan selanjutnya, penyaluran kredit sukses berada di angka Rp 62,19 triliun atau meningkat 20,13% (YoY).
Adapun portofolio kredit konsumtif sebesar Rp 31,74 Triliun atau meningkat 8,82% Yoy pada Triwulan 2 Tahun 2024 dan Rp 33,79 Triliun atau meningkat 13,20% Yoy pada Triwulan 3 Tahun 2024. Kemudian portofolio Kredit produktif sebesar Rp26,32 Triliun atau meningkat 31,37% Yoy pada Triwulan 2 Tahun 2024 dan Rp 28,40 Triliun atau meningkat 29,57% Yoy pada triwulan 3 tahun 2024. Strategi yang dilakukan oleh BJTM demi memaksimalkan penyaluran kredit yaitu dengan melakukan repositioning formasi Account Officer disemua segmen serta aktif monitoring secara berkala berimplikasi maksimal pada penyaluran kredit pada sektor produktif.
“Di dalam pengelolaan dan pelaksanaan bisnis di semester kedua tahun ini, terdapat beberapa strategi yang berpotensi memberikan efek bagi kegiatan bisnis kami. Contohnya, kami memberikan atensi kepada beberapa program dari pemerintahan baru seperti program makan gratis untuk anak sekolah, Peningkatan gaji ASN, dan program pembangunan perumahan. Dimana ketiga program unggulan tersebut diyakini mampu memberikan multiplier effect atas pertumbuhan ekonomi karena melibatkan pelaku disektor riil. Nah, bankjatim sendiri berada dalam ekosistem tersebut sehingga dapat mengambil posisi dan kesempatan yang strategis nantinya,” papar Busrul.
Selanjutnya, OJK pada beberapa waktu lalu telah meluncurkan Roadmap untuk BPD tahun 2024 – 2027 guna mentransformasi BPD seluruh Indonesia agar menjadi institusi bank yang berdaya saing tinggi dan kuat serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Menurut Busrul, secara umum, BPD menghadapi beberapa tantangan. Baik tantangan struktural maupun yang berasal dari eksternal.
“BPD perlu bertransformasi untuk membenahi kelemahan structural tersebut dan memperkuat fondasi organisasi agar mampu tumbuh dan bersaing sehingga lebih berperan dalam perekonomian daerah kedepan. Adapun kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah dapat diimplementasikan melalui sinergi dengan program pemerintah melalui platform digital dan juga peningkatan komposisi penyaluran kredit kepada sektor produktif,” ungkap Busrul.
Sejak 2 tahun lalu, bankjatim telah memulai langkah perubahan melalui implementasi Transformasi 5 Pilar Strategis yang selaras dengan Roadmap BPD dari OJK. Manajemen senantiasa berusaha untuk mewujudkan kedua strategi tersebut agar bisa terus bertumbuh dalam skala regional dan yang lebih luas lagi. Dengan menggunakan priviledge dan penguasaan market terhadap ekosistem Pemerintah, BJTM telah mengembangkan cakupan bisnis secara lebih luas.
“Kami telah mengimplementasikan layanan berbasis digital ke Pemerintah Daerah dan ekosistem serta derivative business dibawahnya dengan pendekatan B2B yang menguntungkan semua pihak. Sampai bulan Juni 2024, tercatat bankjatim telah berhasil mendukung implementasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah secara digital ke 18 Pemda di Jawa Timur,” terang Busrul.
Perluasan captive market bankjatim dalam kesatuan ekosistem yang resilient juga telah diimplementasikan bankjatim di tahun 2024. Seperti pembangunan infrastruktur yang merupakan domain dari Pemerintah Daerah, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Hukum Milik Negara (Universitas). Seluruh inisiasi bisnis tersebut dilakukan oleh bankjatim untuk memperkuat posisi perseroan dan sekaligus mampu memperluas business coverage sampai dengan pelosok daerah.
Selain itu, bankjatim juga memiliki kesiapan yang cukup untuk bersinergi mewadahi BPR milik Pemerintah Daerah karena dari sisi perhitungan bisnis memang mendukung. Sebelumnya, bankjatim telah memiliki business model untuk kerjasama dengan BPR diwilayah Jawa Timur yang bernama APEX BPR Bank Jatim. Dalam hal ini, BJTM berfungsi sebagai pengayom atas BPR yang ada diwilayah Jawa Timur.
Secara total, jumlah anggota APEX BPR Bank Jatim berjumlah 98 BPR (milik pemda dan/ atau non Pemda) dengan outstanding pinjaman khusus untuk BPR milik Pemda berjumlah Rp 22,7 miliar. “APEX BPR menjadi modal awal bagi bankjatim untuk merespon road map BPD guna bersinergi dengan Lembaga Jasa Keuangan yang ada di wilayah regional,” tambah Busrul.
Untuk terus memperkuat pondasi perbankan di Indonesia, khususnya bagi BPD, bankjatim juga telah melakukan proses Kelompok Usaha Bank (KUB). Sampai dengan Bulan September 2024, terdapat 10 BPD yang menyatakan diri untuk bergabung menjadi anggota KUB. Dari 10 BPD tersebut, 3 BPD di antaranya telah bergabung dengan bankjatim yaitu Bank NTB Syariah, Bank Lampung, dan Bank Banten. Kemudian 2 BPD lagi saat ini juga sedang berproses dengan BJTM. Partisipasi aktif bankjatim dalam pelaksanaan KUB ini memberikan positioning bahwa perseroan memiliki kekuatan bisnis, keuangan, dan human capital yang baik sehingga mampu bersinergi bersama BPD yang lain untuk berkolaborasi dan tumbuh bersama.
Di sisi lain, seluruh utilitas penggunaan layanan JConnect juga meningkat cukup masif. Hingga triwulan III 2024, JConnect Mobile telah memiliki 756.587 user. Angka tersebut naik 27,35 persen (YoY). Sementara untuk nominal transaksinya tercatat sebesar Rp 5,63 triliun atau naik 53,23 persen (YoY). ”Kemudian, JConnect QRIS kami juga sudah mencapai 174.185 user atau naik 72,73 persen (YoY) dengan nominal transaksi sebesar Rp 130,52 miliar atau meningkat 204,87 persen (YoY),” tutur Busrul. Selain itu, guna memaksimalkan layanan perbankan untuk daerah yang memiliki potensi bisnis besar, BJTM juga memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM. Selain utilitas transaksi perbankan, AGEN JATIM juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit utamanya melalui metode referral. Saat ini AGEN JATIM telah berada di angka 14.032 atau tumbuh 147,52% (YoY).
Selain kinerja yang positif, sampai triwulan tiga 2024 bankjatim telah sukses meraih banyak penghargaan dari berbagai ajang. Yaitu Indonesia Public Relation Awards (IPRA) 2024, Hari Pers Nasional 2024, Top BUMD Award 2024, Indonesia Corporate Secretary & Communication Awards (ICCA) ke IX, 13th Infobank – Isentia Digital Brand Recognition 2024, Digital Technology & Innovation Awards 2024, Indonesia Human Capital Awards 2024 & Indonesia Financial Top Leader Awards 2024, Indonesia Top Bank Awards 2024, dan masih banyak lagi.(an)
Haornas 2024, Bank Jatim Raih Apresiasi Dari Pemprov Jatim Di Bidang Olahraga Voli
Written by Redaksii
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,- Berkat dukungan yang konsisten terhadap dunia olahraga, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) sukses mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai orang tua asuh bola voli. Bertempat di GOR CLS Kertajaya Surabaya, penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono kepada Direktur Utama bankjatim Busrul Iman dalam upacara puncak peringatan Hari Olahraga Nasional XLI tahun 2024 pada Kamis malam (17/10).
Busrul mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemprov Jawa Timur atas penghargaan yang telah diberikan kepada bankjatim. ”Penghargaan ini diberikan atas kepedulian perseroan terhadap perkembangan serta konsistensi dalam menciptakan atlet berprestasi, seperti atlet bola voli Megawati Hangestri Pertiwi yang kini sukses hingga di luar negeri. Sebab, keberhasilan olahraga harus didukung oleh semua pihak, tidak hanya pemerintah saja, tetapi juga perbankan,” tegasnya.
Selain itu, Busrul juga sangat bangga karena salah satu atlet volly binaan bankjatim, Megawati, berhasil menjadi salah satu pemain asing yang bermain di Liga Voli Korea Selatan, mewakili klub Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks. Menurutnya, bankjatim sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur berperan penting untuk membantu olahraga Indonesia tak hanya bersinar di dalam negeri saja, namun hingga ke kancah internasional lewat sederet prestasi.
“Pada prinsipnya, bankjatim sangat mendukung para Jatimers yang memiliki potensi-potensi unggul dalam dirinya. Salah satu wadahnya ya melalui program Work Life Balance (WLB). WLB di bankjatim tidak hanya sekedar konsep, tetapi juga diimplementasikan melalui beragam kegiatan olahraga yang positif seperti lari, volly, renang, basket, golf, bersepeda, dll. Sehingga ke depannya diharapkan dapat membantu karyawan dalam memberikan output terbaik bagi perusahaan,” papar Busrul.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh atlet, insan olahraga, dan masyarakat yang berkontribusi dalam mendukung kemajuan prestasi olahraga di Jawa Timur. “Saya ucapkan terima kasih terhadap apa yang telah diberikan oleh seluruh atlet, pelatih, Insan olahraga dan masyarakat semua yang ada di Jawa Timur atas kontribusi serta dukungannya kepada Provinsi Jawa Timur sehingga Jawa Timur betul-betul menjelma menjadi provinsi yang maju dan mendunia,”ujarnya.
Adhy juga menambahkan bahwa prestasi dan kemajuan olahraga bukan hanya tugas dari atlet, pelatih official Koni atau NPC semata. Tapi juga menjadi tugas pemerintah dan dunia usaha. ”Kita masih perlu banyak untuk menggali potensi-potensi yang ada di Jawa Timur untuk bisa digunakan di dalam memajukan olahraga di Jawa Timur yang akhirnya akan mencetak prestasi dunia,” pungkasnya.(an)
Dorong Pengembangan Bisnis UMKM, Bank Jatim Sukses Selenggarakan Diskofest 2024
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM Dalam rangka mendukung pertumbuhan UMKM di Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah sukses menyelenggarakan Diskofest 2024 pada tanggal 18 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2024. Bertempat di Surabaya Expo Center, kegiatan dengan tema Dukung Inovasi UMKM Lokal tersebut dimeriahkan oleh artis - artis papan atas Indonesia seperti D’masiv, Tiara Andini, Coldiac, hingga FakeDopp. Selain itu, event gratis untuk umum ini juga diisi oleh ratusan booth UMKM binaan bankjatim dari seluruh wilayah Jawa Timur.
Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, Diskofest 2024 adalah inisiatif bankjatim untuk mendukung pertumbuhan dan pemberdayaan UMKM serta meningkatkan perekonomian Jawa Timur. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi UMKM binaan bankjatim untuk memamerkan dan menjual produk-produk inovatif mereka. Sebab, dengan mendukung
UMKM, tidak hanya membantu para pengusaha kecil untuk bertahan dan berkembang saja, tetapi juga turut memperkuat perekonomian lokal serta melestarikan kekayaan budaya Jawa Timur. Tercatat, pengunjung Diskofest 2024 selama tiga hari sukses tembus angka 23 ribu orang dengan total transaksi mencapai lebih dari 400 juta rupiah.
Bankjatim senantiasa akan terus konsisten mendorong pelaku UMKM untuk terus berkembang hingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sekaligus menembus pasar internasional melalui digitalisasi, pemberdayaan dan pembiayaan. ”Sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur, kami tidak hanya memberikan dukungan berupa pembiayaan saja kepada UMKM, tetapi juga menyediakan wadah promosi dan pembinaan bagi UMKM, salah satunya lewat Diskofest ini. Beragam jenis UMKM hadir dalam Diskofest 2024. Seperti batik, aksesoris, makanan minuman, fashioncraft, dan masih banyak lagi. Sepanjang acara, seluruh pengunjung juga bisa melakukan transaksi dengan QRIS bankjatim,” paparnya.
Menurut Busrul, Diskofest 2024 adalah kesempatan emas bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk berbelanja produk lokal berkualitas tinggi sekaligus bisa mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Setiap produk yang dipamerkan merupakan hasil kreasi UMKM binaan bankjatim yang telah dipilih dengan cermat berdasarkan kualitas, inovasi, dan daya saingnya di pasar.
Sementara bagi para pelaku UMKM, Diskofest 2024 menjadi ajang strategis untuk memperluas jaringan, menarik pelanggan baru, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membawa produk mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Sehingga melalui acara ini, bankjatim berharap dapat mendorong UMKM untuk lebih berkembang dan bersaing di pasar global, sejalan dengan misi Trade Connect Summit yang telah diselenggarakan beberapa waktu lalu.
”Dengan adanya pameran UMKM yang dibalut dengan konser musik seperti ini sebenarnya dapat memberikan multiplier effect banyak pihak. Keberkahan dari terselenggaranya suatu konser atau festival musik tidak hanya dirasakan oleh usaha terkait produksi festival itu sendiri. Beberapa sektor terkait pasti akan turut kecipratan dampaknya. Contohnya adalah UMKM sektor makanan, minuman, kerajinan, dan lain lain di sekitarnya pasti akan hidup,” terangnya.
Sementara itu, Diskofest 2024 tidak hanya menyuguhkan pameran UMKM dan hiburan musik saja, namun juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang bisa diikuti oleh pengunjung dari segala usia. Bagi mereka yang ingin menambah pengetahuan tentang dunia bisnis dan keuangan, acara ini menyediakan seminar dan talkshow dengan tema-tema inspiratif yang relevan, mulai dari pengelolaan keuangan hingga tips berwirausaha bagi pelaku UMKM.
Kemudian untuk anak-anak dan remaja, disediakan juga kompetisi menggambar untuk tingkat SD dan SMP yang akan melatih kreativitas mereka sambil bersenang-senang. Bagi penggemar kopi, ada Fun Cupping Competition yang memungkinkan peserta untuk mencoba dan menilai berbagai jenis kopi dari para pelaku UMKM kopi lokal. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mengikuti Reels Challenge, sebuah kompetisi seru bagi mereka yang suka membuat konten kreatif di media sosial.(an)
Bank Jatim dan Eratani Jalin Kerja Sama Buka Peluang Pembiayaan
Written by Redaksi
SURABAYA, KORANRAKYAT..COM PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) bersama dengan PT Eratani Teknologi Nusantara secara resmi telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang pengembangan dan pengelolaan jasa perbankan dalam ekosistem bisnis PT Eratani Teknologi Nusantara. Bertempat di bankjatim Cabang HR Muhammad Surabaya, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah bankjatim R. Arief Wicaksono dan Direktur Utama PT Eratani Teknologi Nusantara Andrew Soeherman pada hari Jumat (18/10).
Arief menjelaskan, sinergitas ini bertujuan untuk memberdayakan petani dengan menyediakan solusi keuangan serta dukungan teknis yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dalam proses budidaya. “Kerja sama yang terjalin antara bankjatim dan Eratani ini merupakan langkah strategis kami untuk berkontribusi pada pertanian di Indonesia. Kami yakin bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar dalam mendorong perekonomian nasional. Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat terus meningkatkan penyaluran KUR dan Kredit Jatim Mikro sehingga petani binaan Eratani dapat lebih produktif lagi," tegasnya.
Adapun ruang lingkup perjanjian kerja sama ini meliputi penyediaan sarana digital pelayanan jasa perbankan melalui kerjasama host to host system kedua belah pihak, akses permodalan petani mitra dan/atau UMKM sektor pertanian yang terdaftar dan terverifikasi dalam aplikasi Eratani, dan pengembangan serta perluasan akses fasilitas jasa keuangan lainnya dari bankjatim kepada Eratani. “Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat akses permodalan bagi petani yang tergabung dalam ekosistem Eratani. Kerja sama tersebut hadir di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, terutama dalam hal akses permodalan,” terangnya.
Melalui fasilitas yang tersedia, petani binaan Eratani dapat memperoleh pendanaan dengan persyaratan yang lebih ringan dan proses yang lebih cepat. Dalam hal ini, bankjatim memberikan beberapa fasilitas kredit. Yaitu KUR hingga Rp 500 juta serta Kredit Jatim Mikro dan KUR alat mesin pertanian (alsintan) hingga Rp 2 miliar. Selain petani, fasilitas kredit tersebut juga diberikan untuk mitra toko penyedia sarana produksi pertanian (saprotan) serta pengolah padi. “Fleksibilitas ini memungkinkan para petani untuk menyesuaikan kebutuhan modal kerja untuk budidaya padi secara efisien dan praktis sehingga mereka dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis pertanian mereka,” papar Arief.
Andrew menambahkan, Eratani juga memberikan jaminan perlindungan terhadap risiko kredit macet dalam penyaluran KUR dan Kredit Jatim Mikro, sehingga bankjatim dapat melakukan ekspansi bisnis sambil tetap menjaga kualitas penyaluran kredit. Kerja sama ini memberikan kesempatan bagi bankjatim untuk mengoptimalkan dukungannya terhadap pertumbuhan dan pengembangan sektor pertanian Indonesia. Ke depan, Eratani akan terus membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak yang memiliki visi yang sama, demi mencapai tujuan bersama dalam memajukan sektor pertanian Indonesia.
Menurut Andrew, kerja sama dengan bankjatim dapat membuka jalan bagi para petani untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau. Pihaknya percaya bahwa dukungan finansial ini akan menjadi motor penggerak bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Jawa Timur merupakan produsen beras terbesar di Indonesia selama empat tahun berturut-turut, dengan produksi mencapai 5,6 juta ton pada tahun 2023. Untuk mendukung kondisi tersebut dan memastikan keberlanjutan pasokan pangan, Eratani secara aktif menjalin kolaborasi, salah satunya dengan bankjatim guna menyediakan akses pendanaan yang diperlukan bagi para petani. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sektor pertanian di Jawa Timur,” pungkasnya.(an)











