Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik dan tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Pertemuan 5 Jam, Presiden Prabowo dan Presiden Putin Sepakati Penguatan Kerja Sama ESDM dan Pengembangan Industri
Last Updated on Apr 15 2026

Pertemuan 5 Jam, Presiden Prabowo dan Presiden Putin Sepakati Penguatan Kerja Sama ESDM dan...

MOSKOW ,KORANRAKYATCOM,- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada kunjungan kenegaraan di Moskow, pada Senin, 13 April 2026. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin setibanya...
Presiden Prabowo dan Presiden Macron Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia–Prancis
Last Updated on Apr 15 2026

Presiden Prabowo dan Presiden Macron Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia–Prancis

PARIS,KORANRAKYATCOM,-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan empat mata dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Paris, pada Selasa (15/04/2026). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian lawatan luar negeri Presiden Prabowo ke...
BP BUMN Dorong Integrasi Sistem Pungutan Pajak Atas Transaksi Digital Luar Negeri yang Cepat, Real-Time, dan Aksesibel
Last Updated on Apr 15 2026

BP BUMN Dorong Integrasi Sistem Pungutan Pajak Atas Transaksi Digital Luar Negeri yang Cepat,...

JAKARTA,KORANRAKYATCOM, -- Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar rapat bersama Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, serta perwakilan Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Jalin Pembayaran Nusantara, untuk membahas pengembangan sistem pembayaran...
BP BUMN Perkuat Peran BUMN untuk Mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
Last Updated on Apr 15 2026

BP BUMN Perkuat Peran BUMN untuk Mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

      JAKARTA ,KORANRAKYATCOM,— BP BUMN terus memperkuat perannya agar BUMN dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memberi manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.   Komitmen ini mengemuka dalam rapat internal...
Kolaborasi Bank Mandiri, Taspen dan BNI, Kemensetneg Gelar
Last Updated on Apr 15 2026

Kolaborasi Bank Mandiri, Taspen dan BNI, Kemensetneg Gelar "Mudik Aman, Rayakan Kebersamaan"

JAKARTA,KORANRAKYATCOM,- Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyelenggarakan Mudik Bersama Kemensetneg 2026 yang mengusung tema "Mudik Aman, Rayakan Kebersamaan" pada Selasa (17/03/2026).   Diberangkatkan dari Istora Senayan, Jakarta, Mudik Bersama Kemensetneg 2026 ini merupakan...

World Today

 

SAMPANG, KORANRAKYAT.COM,- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kabupaten Sampang. Bantuan yang diberikan berupa dua unit tangka air berukuran 5.000 liter. Bertempat di Kantor Pemkab Sampang, CSR tersebut diserahkan oleh Pemimpin Bank Jatim Cabang Sampang Erny Dewi S kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiyawan pada hari Kamis (20/3).

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan, pemberian tangka air ini bertujuan untuk peningkatan sarana pelayanan masyarakat seperti menyiram tanaman kota di seluruh wilayah Kabupaten Sampang. Selain itu, tangki air tersebut juga bisa difungsikan untuk mendropping air bersih ke pelosok - pelosok desa saat musim kemarau. 

”Bantuan ini tidak hanya menyiratkan kepedulian terhadap keberlanjutan hidup, tetapi juga membuktikan bahwa kebersamaan Bank Jatim dan Pemkab Sampang dapat membawa dampak positif yang nyata bagi seluruh masyarakat. Ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat,” paparnya.

Busrul berharap bantuan ini bisa menjadi upaya konkret dalam menjawab tantangan serius yang hampir setiap tahun dihadapi oleh beberapa wilayah, yaitu bencana kekeringan akibat kemarau panjang. “Semoga mobil tangki air ini tidak hanya akan menjadi sarana pendukung teknis bagi Pemkab Sampang saja, tetapi juga bisa memberikan layanan akses air bersih di saat -saat sulit serta yang paling penting dapat menjangkau cakupan layanan yang lebih luas,” terangnya.

Menurut Busrul, penyaluran bantuan itu juga sebagai salah satu upaya Bank Jatim untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. ”Bank Jatim akan terus berkomitmen dalam mendukung kebijakan Pemkab Sampang dan senantiasa akan selalu turut andil mendukung Pemkab Sampang demi mewujudkan Sampang yang semakin maju dan sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Yuliadi Setiyawan mengucapkan terima kasih kepada Bank Jatim atas bantuan yang diberikan ini. Dikatakan, bantuan dua unit truk tangki air tersebut sangat berarti bagi Kabupaten Sampang. Sebab, selama ini, Kabupaten Sampang memang kekurangan armada pendistribusi air ke pelosok desa saat musim kemarau. ”Kami juga berterima kasih kepada Bank Jatim atas sinergitas yang telah terjalin selama ini dalam mendukung program-program pemerintah. Semua pihak memang harus berkolaborasi dan bersinergi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan dapat membawa berkah bagi semua,” tutupnya.(an)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1446 H, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Suara Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk QRIS Bank Jatim Ramadan Vaganza. Event yang resmi dibuka di halaman Balai Kota Surabaya pada Rabu (19/3) lalu itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya M. Ikhsan, SEVP Consumer Banking Bank Jatim Hermita, serta Direktur Utama Suara Surabaya Verry Firmansyah.

Hermita menjelaskan, kegiatan yang berlangsung hingga hari Minggu (23/3) tersebut memiliki banyak rangkaian kegiatan menarik. Seperti bazar UMKM yang diikuti oleh 102 UMKM, music perform, kajian islami, berbagai macam perlombaan, undian doorprize, dan masih banyak lagi. ”Seluruh transaksi pembayaran dalam Ramadan Vaganza ini menggunakan QRIS Bank Jatim. Tentu saja dengan hadirnya event ini memiliki banyak manfaat bisnis bagi kami. Antara lain dapat menambah NOA baru, e-channel baru, maupun kelolaan merchant QRIS baru. Selain itu juga bisa meningkatkan volume dan nominal transaksi QRIS Bank Jatim dikarenakan event ini menargetkan seribu pengunjung per harinya,” paparnya.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2024, pengguna QRIS Bank Jatim sukses mencatatkan pertumbuhan hingga 72,31 persen dibandingkan tahun 2023. Untuk nominal transaksinya sendiri naik 129,92 persen (YoY).

Maka dari itu, lanjut Hermita, Bank Jatim sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dalam kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut. ”Kami berharap melalui QRIS Bank Jatim Ramadan Vaganza ini bisa turut berkontribusi meningkatkan perekonomian Surabaya. Semoga kegiatan ini tak hanya menjadi ajang belanja murah saja, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memberikan peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM,” pungkas Hermita.

Sementara itu, M. Ikhsan menyampaikan, QRIS Bank Jatim Ramadan Vaganza merupakan wujud nyata gotong royong dalam membangun dan menggerakkan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM Kota Surabaya. "Pada kesempatan ini Kota Surabaya dibantu oleh semua pihak. Hal tersebut menunjukkan bagaimana kita bersama-sama bergotong royong memeriahkan acara ini sekaligus mengangkat perekonomian kota," jelasnya. 

Ikhsan juga menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari berbagai elemen masyarakat. "Selalu diingatkan oleh Pak Wali Kota Eri Cahyadi, kalau semua harus dilakukan sendiri oleh pemerintah kota, insyaallah tidak akan mampu, karena ada keterbatasan, baik anggaran maupun tenaga," tuturnya.

Oleh karena itu, Ikhsan berharap, semangat kebersamaan dan kolaborasi ini dapat terus terjaga ke depannya. Terlebih, dalam suasana Ramadan 2025 yang penuh berkah. "Harapan kita, dalam suasana Ramadan ini, akan banyak keberkahan yang kita dapat sebagai penyelenggara, juga bagi teman-teman UMKM yang berkesempatan ikut serta. Masyarakat juga bisa memanfaatkan momen ini untuk mempererat kebersamaan serta meningkatkan keimanan," tutup Ikhsan.(an)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM, Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo sejak tanggal 3 – 5 Februari 2025 lalu telah membawa kerugian, baik material maupun non material. Tercatat ada ribuan rumah yang terdampak banjir dan tidak sedikit juga rumah yang rusak total akibat bencana tersebut. 

Kejadian yang memilukan ini menggerakkan hati Jatimers (karyawan Bank Jatim) untuk ikut ambil bagian, bahu membahu demi meringankan beban masyarakat di Kabupaten Situbondo. Sebagai wujud rasa kepedulian dan implementasi dari nilai budaya perusahaan yaitu Synergy, Jatimers telah melakukan kegiatan donasi. Bantuan Donasi yang bertajuk Jatimers Peduli itu telah dibuka mulai tanggal 10-14 Februari 2025 kepada seluruh Jatimers yang ada di Divisi maupun Cabang Bank Jatim. 

Adapun donasi Jatimers Peduli yang telah terkumpul tersebut diserahkan oleh Pemimpin Cabang Bank Jatim Situbondo Didik Yanuardi dan diterima secara langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayoga serta Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah pada hari Rabu (5/3).

Corporate Secretary Bank Jatim Fenty Rischana K menjelaskan, sejalan dengan misi dan komitmen bankjatim untuk memberikan kontribusi positif dalam menghadapi bencana alam, BJTM dengan cepat telah memberikan bantuan kepada korban banjir dalam bentuk uang tunai. "Kami turut berduka cita atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Situbondo. Bantuan yang kami salurkan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat dan dukungan bagi para korban dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya.

Fenty juga menerangkan, bantuan yang diberikan oleh bankjatim tersebut tidak hanya bertujuan untuk membantu para korban dalam situasi darurat, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kepada masyarakat Situbondo yang terdampak bencana. “Kami berharap bantuan yang kami salurkan ini dapat memberikan sedikit kelegaan bagi mereka yang terkena dampak. Dan semoga bantuan ini mampu menjadi sinar terang di tengah situasi sulit yang dihadapi para korban, serta menjadi motivasi bagi upaya pemulihan bersama yang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.(an)

Wednesday, 12 March 2025 10:10

Potensi Jawa Timur dan Peran Bank Daerah

Written by

 

Oleh Sunarsip

Chief Economist, The Indonesia Economic Intelligence (IEI)

Provinsi Jawa Timur (Jatim) memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian nasional. Ini mengingat, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim terhadap perekonomian nasional sangat besar, yaitu sebesar 14,82 persen Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua secara nasional setelah DKI Jakarta. Kontribusi PDRB Jatim terhadap PDB nasional tersebut memiliki potensi untuk meningkat, mengingat ruang bagi pertumbuhan ekonomi di Jatim yang masih terbuka luas. Kenapa demikian?

Pertama, industrialisasi di Jatim terus berkembang. Hal ini ditunjukkan oleh kontribusi sektor Industri Pengolahan di Jatim. Saat ini, kontribusi sektor Industri Pengolahan mencapai hampir 31 persen terhadap PDRB Jatim, atau naik hampir 2 persen dibanding 15 tahun lalu. Di sisi lain, dengan kapasitas kewilayahan serta didukung sumber daya yang cukup (baik sumber daya alam/SDA maupun manusia), industrialisasi di Jatim masih berpeluang berkembang antara lain melalui hilirisasi terhadap SDA berbasis pertanian, kelautan maupun mineral.

Kedua, karakteristik industrialisasi di Jatim relatif berbeda dengan daerah lainnya yang telah lebih dahulu memulai industrialisasinya seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Industrialisasi di Jakarta telah masuk periode sunset karena kontribusi sektor Industri Pengolahan terhadap PDRB Jakarta telah jauh berkurang. Sementara itu, bila kita perhatikan, gejala de-industrialisasi secara nasional dalam 20 tahun terakhir ini sejatinya banyak menimpa industri di Jawa Barat dan Banten. 

Jawa Barat dan Banten adalah daerah yang menjadi awal dimulainya industrialisasi di Indonesia. Industri yang berkembang merupakan substitusi impor dan memiliki ketergantungan tinggi pada impor bahan baku. Pada awal pengembangannya, industri ini banyak memperoleh fasilitas dan insentif dari pemerintah. Nah, begitu berbagai fasilitas dan insentif dicabut pada awal tahun 2000-an, kemudian diikuti oleh tren pelemahan nilai tukar Rupiah, daya tahan mereka pun berkurang. Dan kini, kita bisa menyaksikan banyak diantara mereka menutup pabriknya di Indonesia.

Sementara itu, struktur industri di Jatim lebih banyak didominasi oleh manufaktur penghasil produk konsumer (consumer goods) seperti makanan dan minuman yang mengandalkan bahan baku lokal (baik dari Jatim maupun daerah lainnya). Termasuk pula, industri lainnya seperti pengolahan kayu, bahan galian, logam dasar, serta industri kimia dan farmasi. Dengan karakteristik tersebut, manufaktur di Jatim memiliki daya tahan yang relatif lebih kuat terhadap gejolak eksternal. Termasuk pula, pasar ekspor produk manufaktur Jatim juga sebagian besar dipasarkan ke Asia. Hal tersebut membuat kinerja manufaktur di Jatim relatif solid sehingga mengokohkan perannya terhadap PDRB Jatim.

Meskipun kontribusi sektor Pertanian terhadap PDRB Jatim trennya menurun, namun perannya tetap vital sebagai penyanggah kebutuhan pangan maupun kebutuhan bahan baku bagi sektor Industri Pengolahan di Jatim dan nasional. Saat ini, kontribusi sektor Pertanian terhadap PDRB Jatim mencapai 10,66 persen (2024). Jatim adalah salah satu lumbung pangan nasional terbesar baik yang dihasilkan oleh pertanian pangan, perikanan dan peternakan. Selain dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Jatim, hasil pertanian Jatim juga diekspor ke daerah lainnya seperti DKI Jakarta maupun luar Jawa. 

Selain sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertanian, perekonomian Jatimjuga ditopang peran dari sektor Perdagangan. Saat ini, kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Jatimmencapai 18,81 persen (2024). Tingginya kontribusi sektor Perdagangan tersebut antara lain ditopang oleh tinggi potensi bisnis yang dapat dikembangkan melalui jalur perdagangan (dalam negeri dan luar negeri) seiring dengan solidnya kinerja sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertanian. 

Seiring dengan solidnya kinerja di ketiga sektor utama tersebut, kebutuhan konstruksi di Jatim juga meningkat. Konstruksi antara lain dibutuhkan untuk kebutuhan infrastruktur konektivitas, infrastruktur pertanian, perumahan, kawasan industri dan perdagangan, pariwisata, dan lain-lain. Sehingga, tidak mengherankan bila kontribusi sektor Konstruksi terhadap PDRB Jatim terjaga pada level relatif tinggi, sekitar 9 persen pada 2024.

 

Peran Bank Daerah

Sebagaimana disebutkan di atas, Provinsi Jatim memiliki ruang untuk berkembang dengan kontribusi dari sektor Industri Pengolahan yang semakin besar. Potensi ini antara lain didukung oleh berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Jatim. Pertama, Jatim memiliki banyak lokasi strategis yang dapat dikembangkan menjadi kawasan industri secara terintegrasi (integrated industrial park) baik untuk mengolah SDA dari Jatim sendiri maupun dari luar Jatim. Kedua, infrastruktur yang mendukung seperti jalan tol trans Jawa yang terkoneksi, infrastruktur energi dan air yang memadai, transportasi darat seperti kereta api, fasilitas pergudangan, pelabuhan, dan bandara. 

Ketiga, akses ketersediaan pendanaan yang besar. Seluruh lembaga keuangan besar ada di Jatim. Disamping itu, dukungan lembaga keuangan milik pemerintah provinsi Jatim seperti Bank Jatim Tbk, juga turut melengkapi dalam mendukung pembiayaan bagi industrialisasi dan transaksi ekspor impor. Keempat, ketersediaan tenaga kerja handal yang memadai. Kelima, dukungan pusat riset dan inovasi yang kuat. Jatim memiliki banyak perguruan tinggi dengan reputasi riset dan inovasi yang diakui secara internasional. Selain itu, Jatim juga memiliki beberapa industri dan BUMN strategis yang dapat menjadi mitra bagi pengembangan inovasi dan produk manufaktur.

Keenam, selain hasil manufaktur dapat dipasarkan melalui ekspor, Jatim sendiri merupakan pasar yang besar. Jatim memiliki penduduk terbesar kedua di Indonesia. Produk manufaktur di Jatim juga dapat dipasarkan ke daerah lain. Ketujuh, dukungan input (bahan baku) yang besar. Hasil pertanian terbesar Jatim dapat dimanfaatkan sebagai input bagi beragam produk agroindustri. Dengan dukungan infrastruktur dan jalur transportasi yang lengkap, Jatim juga dapat mengakses sumber bahan baku dari luar Jatim yang tentunya akan turut memberikan dampak multiplier bagi daerah-daerah tersebut.

Mengingat begitu besarnya potensi pengembangan ekonomi di Jatim, tentunya keterlibatan lembaga keuangan (dalam hal ini perbankan) juga sangat vital untuk mendukung tercapainya kemajuan ekonomi Jatim. Sejauh ini, kebutuhan pembiayaan bagi kegiatan usaha di Jatim, tidak hanya dipenuhi oleh bank-bank yang berlokasi di Jatim, tetapi juga oleh bank-bank yang berlokasi di luar Jatim. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, dari total kredit/pembiayaan di Jatim sebesar Rp732,5 triliun per Desember 2024. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp614,7 triliun (atau sekitar 83,9 persen) dipenuhi oleh perbankan yang berlokasi di Jatim. Selebihnya, yaitu sebesar Rp117,8 triliun (atau sekitar 16,1 persen) dipenuhi oleh bank-bank yang berlokasi di luar Jatim. Hal ini memperlihatkan bahwa di mata perbankan nasional, Jatim memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Bank Daerah, dalam hal ini bank yang dimiliki pemerintah daerah (Pemda), juga memperlihatkan peran yang terus berkembang dalam kegiatan pembiayaan usaha di Jatim. Kontribusi kredit/pembiayaan Bank Jatim Tbk terhadap total kredit yang disalurkan perbankan di Jatim relatif besar. Per November 2024, kontribusi kredit Bank Jatim Tbk mencapai 8,9 persen dari total kredit perbankan yang disalurkan di Jatim. Kontribusi atau pangsa kredit Bank Jatim Tbk tersebut meningkat setiap tahunnya, dimana pada 2018 baru mencapai sebesar 6,0 persen dari total kredit perbankan yang disalurkan di Jatim (lihat Gambar).

 

Sumber: Bank Indonesia; The Indonesia Economic Intelligence Analysis

Kenaikan kontribusi kredit Bank Jatim Tbk tersebut dapat terjadi karena ditopang oleh pertumbuhan kreditnya yang relatif tinggi. Pada Desember 2024, pertumbuhan kredit di Jatim mencapai 5,45 persen (year on year, yoy). Sementara itu, pada Januari 2025, kredit Bank Jatim Tbk telah tumbuh sebesar 18,06 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit secara industri di Jatim. Tingginya pertumbuhan kredit Bank Jatim Tbk tersebut, juga ditopang oleh komposisi pendanaan yang relatif baik.

Dari sisi pendanaan, Bank Jatim Tbk menguasai sebesar 11,30 persen dari dana pihak ketiga (DPK) di perbankan di Jatim pada November 2024. Kontribusi atau pangsa DPK Bank Jatim Tbk tersebut meningkat setiap tahunnya, dimana pada 2018 baru mencapai 9,0 persen dari total DPK perbankan di Jatim. Selain dari penguasaannya yang besar, komposisi pendanaan Bank Jatim Tbk juga sehat. Dimana mayoritas DPK yang diperoleh Bank Jatim Tbk, yaitu sebesar 54,6 persen merupakan dana berbiaya murah baik yang berasal dari Giro maupun Tabungan.

Penulis melihat bahwa terdapat relasi yang kuat antara potensi dan perkembangan ekonomi di Jatim dengan kinerja Bank Jatim Tbk. Fokus bisnis Bank Jatim Tbk pada segmen usaha ritel, mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki relasi yang kuat dengan komitmen seluruh Pemda (Provinsi dan Kabupaten/Kota) di Jatim. Namun demikian, Jatim memiliki potensi besar sebagai pertumbuhan usaha besar atau korporasi, baik di sektor yang terkait manufaktur maupun usaha penunjang lainnya. Oleh karenanya, Bank Jatim Tbk juga perlu menangkap peluang tersebut sekaligus memperkuat peran dan positioning-nya dalam industri perbankan di Jatim. Penguatan kapasitas dan kapabilitas di bidang pendanaan maupun pembiayaan terkait potensi bisnis baru tersebut juga perlu disiapkan dengan baik.

Kesimpulannya, Jatim memiliki potensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya manufaktur. Selain sebagai pusat manufaktur berbasis pertanian (agro industri), Jatim juga memiliki potensi sebagai pusat manufaktur berbasis SDA lainnya yang menjadi keunggulan daerah lain. Bila potensi ini dioptimalkan, Jatim berpotensi memperoleh nilai tambah yang besar dari keberadaan industrialisasi ini. Nilai tambah ini antara lain berupa peningkatan PDRB, lapangan kerja, pendapatan daerah, termasuk berkembangnya UMKM. Tidak hanya itu, Jatim juga memiliki potensi menjadi pusat industri terbesar di Indonesia, menggeser Jawa bagian barat yang kini terdampak akibat de-industrialisasi. (an)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,- Dalam rangka memperluas sinergitas, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah bekerja sama dengan Universitas Ciputra Surabaya. Hal tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan satu Memorandum of Understanding (MoU) dan satu Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada hari Jumat (28/2). Pertama, MoU tentang kerja sama penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia serta layanan jasa keuangan. Kedua, PKS tentang penguatan orientasi ekspor mahasiswa/i dan alumni Universitas Ciputra Surabaya. Bertempat di Ruang Semeru Kantor Pusat Bank Jatim, penandatanganan tersebut dihadiri oleh Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan Bank Jatim Arif Suhirman dan Vice Rector for Operational Affairs Universitas Ciputra Laij Victor Effendi.

Arif Suhirman menjelaskan, banyak sekali potensi – potensi kerja sama strategis antara Bank Jatim dan Universitas Ciputra yang bisa dikolaborasikan. Misalnya, peluang untuk mengoptimalkan pelayanan serta pengelolaan dana di lingkungan Universitas Ciputra Surabaya. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan dana pihak ketiga Bank Jatim, terutama dari giro. Tidak hanya itu saja, potensi fasilitas payroll bagi dosen serta pegawai di lingkungan Universitas Ciputra Surabaya juga cukup besar. 

”Selain itu, kami berencana akan mensinergikan peluang pembiayaan kredit multiguna dan konsumtif lainnya untuk dosen dan pegawai serta penawaran skim kredit modal kerja lainnya bagi Universitas Ciputra Surabaya. Serta tak lupa juga kami bisa bekerja sama dalam hal co-branding kartu mahasiswa dan kartu ATM Bank Jatim yang diperuntukkan bagi mahasiswa,” paparnya.

Dengan melakukan sinergitas bersama Universitas Ciputra Surabaya, lanjut Arif Suhirman, maka sangat memungkinkan untuk membuka jalur program kemitraan bagi anak dari karyawan Bank Jatim. ”Dalam dunia pendidikan, Bank Jatim tidak hanya menyediakan fasilitas pembayaran biaya pendidikan yang mudah dan efisien saja. Namun, kami juga terlibat dalam berbagai kerja sama strategis untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di Jawa Timur maupun Indonesia,” tegasnya.

Arif Suhirman menerangkan, dengan jumlah mahasiswa lebih dari enam ribu orang yang tergabung dalam Universitas Ciputra Surabaya, maka kerja sama ini diyakini dapat meningkatkan inklusi keuangan di lingkungan akademik dan sekaligus mampu mendorong tumbuhnya generasi muda yang cerdas secara finansial. Dengan semakin eratnya kolaborasi ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak. Baik bagi Bank Jatim dalam memperluas jaringan nasabah maupun bagi Universitas Ciputra Surabaya dalam meningkatkan kualitas layanan kepada civitas akademikanya.

”Semoga lewat MoU ini bisa tercipta kolaborasi jangka panjang yang tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi inovasi dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas,” tutur Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan Bank Jatim Arif Suhirman.

Dalam kesempatan tersebut, Laij Victor Effendi mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Jatim atas terjalinnya sinergitas ini. Sebab, dengan adanya kolaborasi yang erat antara lembaga pendidikan dan lembaga keuangan diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di Indonesia. ”Terimakasih atas kepercayaan Bank Jatim yang sudah berkolaborasi mendukung Universitas Ciputra Surabaya dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi. Semoga kerja sama ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi kami, Bank Jatim, dan bagi bangsa,” katanya.(an)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri keuangan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk para pemegang saham dan pemangku kepentingan. Emiten dengan kode BJTM tersebut berkomitmen untuk selalu memberikan nilai tambah, baik dari peningkatan kapasitas bisnis secara linier maupun eksponensial. 

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan, di tengah iklim kompetisi industri keuangan, perseroan memiliki pemahaman bahwa entitas bisnis harus terus adaptif agar tetap relevan bagi nasabah serta pemangku kepentingan didalamnya. Hal tersebut selaras dengan visi Bank Jatim untuk menjadi BPD No. 1 di Indonesia. ”Salah satu enabler dari peningkatan bisnis secara eksponensial adalah melalui aksi korporasi Kelompok Usaha Bank (KUB). Bank Jatim sukses menjadi salah satu pionir dalam implementasi aksi korporasi KUB antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan 5 BPD,” paparnya. 

Aksi korporasi KUB tersebut meliputi sinergitas dalam 3 aspek. Pertama, aspek permodalan. Dalam hal ini Bank Jatim berfungsi sebagai strategic partner bersama Pemerintah Daerah setempat untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas BPD anggota KUB Bank Jatim. Kedua, aspek bisnis & keuangan dengan tujuan utama untuk mensinergikan kebutuhan dan menciptakan peluang baru, baik secara B2B ataupun government to business. Ketiga, aspek pendukung lainnya seperti penguatan GCG, peningkatan human capital dan corporate culture termasuk transfer technology information.

”Bank Jatim juga menjadi emiten yang secara konsisten membagikan deviden dengan historical deviden pay out dan deviden yield yang cukup besar. Rasio deviden pay out yang konsisten di angka rata-rata sebesar 58 persen dan dividen yield sebesar 11 persen. Tentu hal ini menandakan bahwa Bank Jatim juga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi nasional,” tegas Busrul.

Sebagai perusahaan publik, lanjut Busrul, Bank Jatim senantiasa selalu mengimplementasikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pertumbuhan yang berkelanjutan ini merupakan value beyond profit yang diberikan Bank Jatim sehingga dapat memberikan dampak baik bagi lingkungan, masyarakat sekitar, maupun bagi pekerja sebagai main capital.

”Untuk kepedulian terhadap lingkungan, Bank Jatim memfokuskan pada beberapa sektor. Seperti pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dan sosial melalui Corporate Social Responsibility,” tuturnya. Bank Jatim bersyukur bahwa value beyond profit tersebut telah mendapatkan apresiasi dalam berbagai ajang kompetisi. Selain itu, juga masuk dalam indeks saham ESG (Environmental, Social, Governance) SRIKEHATI kategori penerapan ESG “Risiko Sedang” yang dikeluarkan oleh ESG Sustainalytics Rating.

Seluruh rangkaian rencana strategis Perseroan telah disusun secara komprehensif dalam Rencana Bisnis dan Rencana Korporasi Bank selama 4 tahun kedepan. Visi Perseroan untuk menjadi BPD No.1 di Indonesia tidak hanya meliputi sisi angka, namun mampu menjadi entitas bank yang menjadi role model bagi peers nya dengan tetap mempertahankan karakteristik sebagai mitra strategis Pemegang Saham Utama. Perwujudan BPD No 1 ini secara timeline juga dituangkan dalam corporate plan Bank Jatim dan terbagi dalam 3 fase diantaranya Foundation Building, Growth Acceleration, Market Leadership.

Saat ini Bank Jatim sudah masuk dalam fase kedua yaitu bertumbuh lebih cepat dengan memperkuat proses bisnis inti, masuk kepada segmen kredit komersial dan intensifikasi sinergi Group BPD.

Melihat semua pencapaian Bank Jatim tersebut, maka tak heran bahwa kinerja Bank Jatim sampai saat ini masih sangat solid di tengah fluktuasi fundamental yang ada. Itu dibuktikan dengan seluruh direksi Bank Jatim yang telah kompak memborong saham perseroan untuk investasi. Hal tersebut sebagai bentuk sense of belonging serta optimisme manajemen terhadap kinerja perusahaan di tahun 2025 ini. Adapun total jumlah lembar saham yang diborong oleh Direksi Bank Jatim sebanyak 1.439.000 lembar saham

“Kami optimis prospek bisnis di tahun 2025 ini akan sangat baik dan tentu bankjatim akan selalu konsisten mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor," ujar Busrul.(an)

 

SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- Dalam rangka meningkatkan sinergi antar anggota Kelompok Usaha Bank (KUB), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) sukses menyelenggarakan sharing session di bidang Human Capital. Bertempat di Hotel Bumi Surabaya, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Kepatuhan bankjatim, Umi Rodiyah. Turut hadir jajaran SEVP beserta Vice President Human Capital bankjatim sebagai salah satu pemateri.

Umi menjelaskan, melalui sharing session bertema Implementasi Sinergitas Antar Anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) Dalam Bidang Human Capital ini, diharapkan  dapat memberikan ilmu tambahan serta menyamakan persepsi. ”Harapannya kita semua dapat menyamakan persepsi terkait beberapa hal, antara lain tentang penentuan Key Performance Indicator (KPI) pengurus, unit kerja, dan individu. Bank Jatim ingin dari lima bank anggota KUB yang bergabung dengan bankjatim diharapkan ada standarisasi,” terangnya.

Adapun sesi yang dibahas yaitu Blueprint Human Capital, KPI Pengurus, Unit Kerja & Individu, Punishment, Remunerasi dan Pengembangan Karir, Kamus Kompetensi, serta Sinergi Human Capital Untuk Meningkatkan Kolaborasi Antar Anggota KUB. Keenam hal tersebut merupakan komponen penting yang inline dengan masing-masing BPD. “Sharing session ini juga sebagai salah satu bentuk mewujudkan sinergitas kita dalam ber-KUB, diharapkan juga tidak ada ketimpangan ilmu, sehingga kita bisa menjadi bank yang besar,” ungkap Umi.

Sebagai bagian dari langkah strategis, Bank Jatim telah menjadi perusahaan induk terhadap 5 BPD melalui KUB. Yaitu Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank NTT, Bank Banten, dan Bank Sultra.  Seiring dengan pelaksanaan aksi korporasi KUB tersebut, Bank Jatim juga telah mempersiapkan diri melalui transformasi terhadap 5 pilar yang menjadi fundamental bisnis perseroan. Yaitu peningkatan keunggulan dibidang human capital, penguatan struktur organisasi untuk beradaptasi dengan perkembangan jaman yang diikuti dengan sinkronisasi prosedur yang lebih adaptif dengan tetap berasaskan pada kehati-hatian, dan peningkatan utilitas di aspek teknologi informasi. Selanjutnya pilar terakhir adalah implementasi aksi korporasi penyertaan modal untuk kebutuhan pembentukan KUB.

Sebagai bank yang terus menjadi inovatif dan terpercaya, bankjatim telah membuktikan bahwa BPD dapat bersaing di kancah nasional. Maka dari itu, BJTM berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan memperkuat pertumbuhan bisnisnya. Adapun kinerja yang solid yang di tunjukkan pada periode November 2024. Yakni aset bank jatim mencapai Rp 109,09 triliun, penyaluran kredit 

Rp 63,90 triliun, penghimpunan dana pihak ketiga berada di angka Rp 87,96 triliun, dan laba sebesar Rp 1,02 triliun.

Kemudian, inovasi layanan keuangan berkelanjutan dari Jconnect sukses mencatatkan angka pengguna sebanyak 811.575 user pada November 2024. Hal tersebut memperlihatkan peran BJTM yang terus bergerak bersama masyarakat dan pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(an)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,- Setelah akhir tahun lalu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) melaksanakan kegiatan pengundian kredit multiguna berhadiah umrah, pada hari Rabu (13/2) bankjatim secara resmi telah melakukan pelepasan jama’ah umrah pemenang undian tersebut. Bertempat di Ruang Bromo Kantor Pusat bankjatim, pelepasan jama’ah dilakukan oleh Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah bankjatim R. Arief Wicaksono dan didampingi oleh Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto.

 

Edi menjelaskan dalam sambutannya, umrah dan haji merupakan sebuah ibadah yang menjadi dambaan bagi setiap muslim. Maka dari itu, bankjatim mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang undian berhadiah umrah ini. ”Tahun ini kita memiliki pemenang sebanyak 100 orang yang akan dibagi dua tahap pengundian. Undian pertama, sebanyak 24 jamaah yang kita lepas hari ini akan berangkat ke tanah suci untuk melakukan umrah tanggal 22 Februari 2025. Kemudian untuk 76 pemenang lainnya akan dilakukan undian kedua yang rencananya diselenggarakan Mei 2025,” paparnya.

Edi berharap dengan kegiatan seperti ini dapat memberi keberkahan bagi semua pihak. Selain itu, semoga hadian umrah dari bankjatim tersebut dapat menjadi perjalanan spiritual yang baik bagi seluruh nasabah. Menurut Edi, pelaksanaan undian kredit multiguna bankjatim menjadi salah satu momen bagi perseroan untuk mewujudkan komitmennya dalam memberikan sebuah apresiasi dan pengalaman yang luar biasa bagi nasabah melalui program-program dan strategi yang telah dijalankan. 

”Selain itu, melalui program ini kami juga berharap dapat mendorong peningkatan penggunaan produk kredit multiguna bankjatim. Sebab, produk tersebut dirancang sebagai solusi kebutuhan finansial masyarakat dengan menawarkan berbagai keunggulan yang relevan. Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada para pemenang. Semoga bapak ibu semua dapat merasakan manfaat yang tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga emosional dan spiritual. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi nasabah dan komunitas yang lebih luas,” pungkas Edi.

Adapun kredit multiguna merupakan salah satu produk bankjatim yang telah mendapatkan simpati masyarakat dan membantu banyak nasabah dalam memenuhi segala kebutuhan yang bermanfaat untuk kesejahteraannya. Hal tersebut selaras dengan misi bankjatim untuk memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sehingga dapat berdampak positif terhadap peningkatan daya beli masyarakat(an)

 

PAMEKASAN, KORANRAKYAT.COM,- Dalam rangka meningkatkan penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Pemerintah Kabupaten Pamekasan bersama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) secara resmi telah melaunching Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada hari Rabu (5/2). Bertempat di Pendopo Bupati Pamekasan, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pj. Bupati Pamekasan Masrukin dan Direktur Kepatuhan bankjatim Umi Rodiyah.

Umi menjelaskan, kegiatan launching ini merupakan bukti komitmen bankjatim untuk mendukung penuh seluruh program kerja Pemkab Pamekasan dalam hal ETPD. ”Kami siap mensupport Pemkab Pameksan untuk meningkatkan ETPD demi terwujudnya peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Salah satunya melalui KKI,” tuturnya.

Umi melanjutkan, peluncuran KKI ini sejatinya memiliki banyak tujuan positif. Antara lain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengurangi potensi fraud dari transaksi tunai, serta mendorong inovasi daerah. Kemudian yang terpenting lagi dari penggunaan KKI ini adalah memudahkan pejabat pelaksana APBD untuk belanja barang/jasa melalui e-payment dalam mendukung percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

Tidak cukup di situ saja. Penggunaan KKI dapat mempersingkat administrasi karena bisa tinggal gesek saja. Selain itu, setiap detail pembelanjaan melalui KKI dapat terekam semua sehingga ini bisa menjadi benteng untuk pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan akuntabilitas kepada masyarakat.

”Lewat pemanfaatan KKI tentunya dapat melibatkan seluruh UMKM di Jawa Timur sehingga mereka bisa naik kelas seiring dengan P3DN. Potensinya besar, di Jawa Timur sendiri terdapat 29 kabupaten dan 9 kota dengan lebih dari 5000 SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) dan jutaan UMKM. Itu harus dioptimalkan,” paparnya. 

 

Menurut Umi, implementasi digitalisasi keuangan daerah telah menjadi urgensi di era seperti sekarang ini. Sebab dengan adanya digitalisasi, dapat mendukung tata kelola keuangan daerah yang efektif dan efisien guna mendorong transparansi serta percepatan transaksi pemerintah daerah. ”Sebagai informasi, penggunaan KKI oleh pemerintah daerah ini sudah diwajibkan oleh pemerintah pusat. Nah, KKI tersebut dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas belanja yang dibebankan pada APBD. Kami berharap semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut ke depannya dan bisa membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Pamekasan dan Jawa Timur,” ungkapnya.

Sementara itu, Masrukin menyambut baik kolaborasi ini. Pihaknya percaya bahwa kemajuan teknologi dan digitalisasi dapat membawa perubahan positif untuk pelayanan kepada masyarakat. ”Kondisi ini mampu diadopsi dan diterapkan dengan baik oleh Bank Jatim. Kami berkomitmen untuk terus mendorong penggunaan KKI di Pamekasan sehingga seluruh perangkat daerah dapat menggunakannya. Kami berharap dengan adanya KKI ini dapat meningkatkan serapan anggaran di Pamekasan dan bisa memberikan manfaat positif bagi produk lokal terutama dalam pengadaan belanja barang dan jasa,” ucapnya.(an)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Syariah (Bank NTB Syariah) pada hari Senin (20/1). Perjanjian ini membahas implementasi teknis atas perjanjian antar pemegang saham (shareholder agreement). Bertempat di Pakuwon Imperial Ballroom, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman dan Direktur Dana & Jasa Bank NTB Syariah H. Nurul Hadi.

Busrul menjelaskan bahwa PKS ini merupakan tindak lanjut dari shareholder agreement (SHA) yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, serta pasca diperolehnya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam lingkup pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) antara bankjatim sebagai perusahaan induk dengan Bank NTB Syariah sebagai perusahaan anak. ”Perjanjian ini mengatur hal-hal teknis terkait implementasi kewenangan perusahaan induk dan aspek-aspek teknis lainnya dalam aktivitas KUB, termasuk sinergitas bisnis seperti sharing biller, remittance, trade finance, hingga pembiayaan sindikasi,” ujarnya.

Untuk kerja sama seperti sharing biller, bankjatim memiliki berbagai layanan fitur yang dapat dimanfaatkan oleh Bank NTB Syariah. Fitur-fitur tersebut meliputi pembayaran tagihan listrik, PDAM, PBB, pengisian ulang (top-up) uang elektronik, dan layanan lainnya yang memudahkan para nasabah Bank NTB Syariah dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka. ”Kerja sama ini tentunya akan menguntungkan kedua belah pihak,” lanjut Busrul.

Oleh karena itu, Busrul berharap kolaborasi ini dapat memperluas cakupan pelayanan perbankan di wilayah NTB sehingga memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat setempat. ”Semoga kerja sama ini memberikan energi positif sehingga kami dapat bertumbuh bersama dalam mengembangkan layanan perbankan di tanah air. Kami siap menjadi mitra strategis Bank NTB Syariah dalam mengakselerasi digitalisasi layanan keuangan demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih masif lagi,” tegasnya.

Selain itu, Busrul juga berharap bahwa kerja sama ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi kedua bank serta para pemangku kepentingan (stakeholders). Hal ini meliputi peningkatan aset bankjatim melalui pertumbuhan anorganik, terwujudnya sinergitas dan efisiensi operasional, serta terciptanya daya saing yang lebih baik melalui pemanfaatan bersama teknologi, penelitian pasar, pengembangan produk, pemasaran, hingga peningkatan akses ke sumber daya keuangan dan pasar internasional. ”Kolaborasi adalah elemen utama yang harus dilakukan BPD dalam berinovasi dan bertransformasi untuk bersaing di industri perbankan. bankjatim, yang kaya akan pengalaman serta menjadi pionir berbagai aksi korporasi BPD, seharusnya dapat membagikan pengalaman tersebut kepada sesama BPD, khususnya anggota KUB, demi mewujudkan pertumbuhan dan kemajuan bersama,” pungkasnya.(an)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,- Mengawali tahun 2024, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) secara resmi telah memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi. Bantuan yang diberikan berupa penanganan operasi pemisahan bayi kembar siam di RSUD Dr. Soetomo. Acara penyerahan bantuan ini bertempat di ruang pertemuan Loka Widya RSUD Dr. Soetomo Surabaya, CSR tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman kepada Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono pada hari Senin (13/1). Turut hadir menyaksikan Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono dan Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa. 

Busrul Iman menjelaskan, bantuan CSR untuk bayi dengan nama Azizah Syafa Arabella dan Azizah Syafa Adelina itu diharapkan dapat membuat bayi-bayi tersebut ke depannya mampu beraktivitas secara normal kembali. ”Kami sangat bersyukur karena dua bayi yang telah berusia delapan bulan ini telah berhasil menjalani operasi pemisahan dengan tingkat kesulitan tinggi. Sekarang perawatan pasca operasi keduanya dinyatakan selesai dan dikembalikan kepada orang tuanya. Selanjutnya, keduanya akan menjalani kontrol rutin oleh rumah sakit di Ngawi,” paparnya. 

Menurut Busrul, bankjatim sebagai bank kebanggaan masyarakat Jawa Timur merasa memiliki tanggung jawab sosial. Sehingga sudah seharusnya dan sepantasnya saling bahu membahu untuk menjadikan Jawa Timur lebih baik dengan adanya program bankjatim peduli. ”Penyerahan CSR ini adalah salah satu wujud nyata komitmen bankjatim untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, baik bagi instansi, komunitas maupun masyarakat sekitar. Kami berharap semoga kerja sama bankjatim dengan Pemkab Ngawi serta RSUD Dr. Soetomo dapat terus berkembang ke depannya. Dan semoga bayi-bayi ini tumbuh dengan baik dan bisa menjadi generasi yang mampu membuat bangga orang tua serta negara,” ucap Busrul.

 

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur Jatim Adhy Karyono mengatakan rasa bangga dan apresiasi kepada RSUD Dr. Soetomo. Yang dimana RSUD Dr. Soetomo yang kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk kasus kembar siam. ”RSUD Dr. Soetomo terus konsisten memberikan pelayanan terbaik untuk operasi pemisahan kembar siam. Sejak 1975, rumah sakit ini telah menangani 131 pasien. Dan ini adalah bayi ke-126, alhamdulillah berhasil,” tuturnya. 

 

Menurut Adhy, persoalan paling utama dalam bayi kembar siam ini yaitu tingginya pembiayaan operasi. Namun berkat kerja sama antara Pemprov Jatim, Bank Jatim melalui dana CSR, dan Pemerintah Kabupaten Ngawi, maka seluruh biaya operasi serta perawatan selama tiga setengah bulan berhasil ditanggung sepenuhnya. ”Skema pembiayaan seperti ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain. Kami akan terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur, meskipun tidak tercover oleh BPJS,” tegasnya.

 

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono juga merasa bersyukur atas keberhasilan operasi tersebut. Pihaknya mengapresiasi sinergi antara Pemprov Jatim, RSUD Dr. Soetomo, dan bankjatim. ”Ini adalah bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang tidak kalah penting. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk masa depan mereka dan bisa tumbuh normal seperti lainnya,” ungkapnya.

 

Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa menjelaskan, kasus ini merupakan salah satu operasi dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Operasi dilakukan pada tanggal 4 November 2024 dimulai pukul 08.20 pagi dan selesai pada pukul 02.30 dini hari keesokan harinya. Proses tersebut membutuhkan waktu hingga 18 jam 10 menit dengan melibatkan 126 tenaga medis lintas disiplin. Para ahli yang terlibat terdiri dari berbagai bidang, Termasuk ahli bedah anak, ortopedi, neonatologi, dan anestesiologi. “Kasus ini melibatkan area dempet yang mencakup panggul, tulang belakang, dan saraf vital, yang membuat proses pemisahan membutuhkan perencanaan sangat matang. Tetapi kami bersyukur semuanya sudah dilalui dengan sangat baik berkat kerja sama dari banyak pihak,” pungkasnya.(an)

 

SURABAYA.KORANRAKYAT.COM Januari 2025 – Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Asrama Haji Surabaya untuk mendiskusikan persiapan pelaksanaan haji 2025. Kunjungan ini bertujuan menggali masukan dari berbagai pihak guna mewujudkan penyelenggaraan haji yang lebih efisien dan inklusif.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah isu strategis, termasuk efisiensi biaya haji, rencana pemotongan DAM (Denda) di dalam negeri, dan kontribusi haji terhadap perekonomian nasional. Dahnil berharap keterlibatan aktif Muhammadiyah dan NU dalam memberikan masukan dan fatwa untuk mendukung kebijakan ini.

 

“Kami ingin penyelenggaraan haji bukan hanya sukses secara spiritual, tetapi juga mendukung sektor ekonomi, seperti UMKM dan pertanian Indonesia,” ujar Dahnil.

 

Semangat kebangsaan juga ditekankan, mengacu pada peran para tokoh pendahulu seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari yang menjadikan haji sebagai momentum kebangkitan nasional.

Melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, BP Haji optimis pelaksanaan haji 2025 akan semakin transparan, efisien, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat dan bangsa.(eas)

 

Tuesday, 31 December 2024 03:40

Tutup Tahun 2024, BJTM Sukses Jadi BPD Terbesar dalam KUB

Written by

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM. Menjelang penutupan tahun 2024, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) sukses mencatatkan tonggak sejarah baru dengan berhasil menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar di Indonesia dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). Prestasi ini tidak hanya menjadi cerminan dari kerja keras dan komitmen seluruh insan BJTM, tetapi juga merupakan bukti nyata atas kepercayaan yang terus diberikan oleh nasabah, investor, dan masyarakat Jawa Timur. 

Sebagai bagian dari langkah strategis, BJTM kini telah menjadi perusahaan induk terhadap 5 BPD melalui KUB. Yaitu Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank NTT, Bank Banten, dan Bank Sultra. Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menuturkan, melalui KUB, BJTM mengajak 5 BPD tersebut untuk bersama-sama bersinergi, berkolaborasi dan tumbuh bersama membangun Indonesia. Secara spesifik, sinergitas KUB BJTM ini meliputi aspek permodalan, aspek bisnis & keuangan, aspek pendukung lainnya. 

”Dari aspek permodalan, kami telah mengalokasikan penyertaan modal lebih dari Rp 300 miliar kepada lima BPD tersebut. Sedangkan dari aspek bisnis & keuangan, BJTM akan mensinergikan potensi bisnis. Baik dari sisi produk dan jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masing – masing bank dan juga konsolidasi laporan keuangan. Dan untuk aspek pendukung, bersama dengan 5 BPD, BJTM akan menghadirkan value creation beyond business yang sesuai dengan karakteristik BPD baik dari penguatan GCG, Corporate Culture, maupun Information Technology,” papar Busrul.

Menurutnya, aksi korporasi KUB ini selain sebagai bentuk pengembangan bisnis bankjatim sekaligus juga sebagai bentuk respon aktif BJTM terhadap road map penguatan BPD 2024-2027 yang diluncurkan oleh OJK beberapa waktu lalu. Busrul menambahkan, dari aspek internal, seiring dengan pelaksanaan aksi korporasi KUB, BJTM juga telah mempersiapkan diri melalui transformasi terhadap 5 pilar yang menjadi fundamental bisnis perseroan. Yaitu peningkatan keunggulan dibidang human capital, penguatan struktur organisasi untuk beradaptasi dengan perkembangan jaman yang diikuti dengan sinkronisasi prosedur yang lebih adaptif dengan tetap berasaskan pada kehati-hatian, dan peningkatan utilitas di aspek teknologi informasi. Selanjutnya pilar terakhir adalah implementasi aksi korporasi penyertaan modal untuk kebutuhan pembentukan KUB. 

”Dipercayanya bankjatim untuk bekerjasama dengan 5 BPD ini semakin memperkuat positioning bahwa BJTM memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni dari sisi fundamental. Bersama-sama, BJTM dan 5 BPD akan membangun pondasi keuangan yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional demi menuju visi bankjatim sebagai BPD No 1 di Indonesia,” ungkap Busrul. 

Sebagai bank yang terus menjadi inovatif dan terpercaya, bankjatim telah membuktikan bahwa BPD dapat bersaing di kancah nasional. Maka dari itu, BJTM berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan memperkuat pertumbuhan bisnisnya. Adapun kinerja yang solid yang di tunjukkan pada periode November 2024. Yakni aset bankjatim mencapai Rp 109,09 triliun, penyaluran kredit Rp 63,90 triliun, penghimpunan dana pihak ketiga berada di angka Rp 87,96 triliun, dan laba sebesar Rp 1,02 triliun.

Kemudian, inovasi layanan keuangan berkelanjutan dari Jconnect sukses mencatatkan angka pengguna sebanyak 811.575 user pada November 2024. ”Hal tersebut memperlihatkan peran BJTM yang terus bergerak bersama masyarakat dan pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Busrul.

Di sisi lain, bankjatim juga menjadi salah satu perusahaan publik yang konsisten membagikan dividen tinggi selama lebih dari 10 tahun, bankjatim optimis dapat mempertahankan tradisi ini melalui kinerja keuangan berkelanjutan. ”Menutup tahun dengan pencapaian tersebut, kami optimis untuk melanjutkan tren positif pada tahun mendatang, Hal ini sejalan dengan semangat membangun ekonomi nasional yang lebih kuat dan berdaya saing, sekaligus memberikan hasil maksimal bagi para pemangku kepentingan di tahun 2025 mendatang,” pungkas Busrul.(an)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) Busrul Iman kembali mencetak prestasi gemilang. Yang terbaru, Busrul sukses menyabet penghargaan dari Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Orang nomor satu di bankjatim tersebut dinobatkan sebagai Visionary and Economic Pillars of Regional Growth. Bertempat di Mercure Hotel Surabaya, penghargaan prestisius itu diterima langsung oleh Busrul Iman pada Sabtu malam (21/12).

 

Penghargaan ini diraih atas keberhasilan bankjatim mencetak prestasi serta memberikan kontribusi luar biasa terhadap perkembangan industri perbankan di tengah kondisi yang dinamis di masa pemulihan ekonomi usai pandemi dan tekanan ekonomi global saat ini. Selain itu, Busrul dinilai berhasil memimpin bankjatim tumbuh lebih kuat dan kompetitif di tengah dinamika sektor keuangan yang terus berubah. Sehingga BJTM kini sukses menjadi lembaga keuangan yang berperan aktif dalam mendukung perekonomian nasional, khususnya di Jawa Timur. 

 

“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan yang diberikan oleh Sekolah Pascasarjana Unair. Penghargaan ini bukan hanya milik saya, tetapi juga seluruh tim di bankjatim yang telah bekerja keras dengan semangat kolaborasi dan inovasi.  Hal ini tentu tak lepas dari dukungan para pemegang saham serta kepercayaan masyarakat. Maka dari itu, kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional,” ucapnya.

 

Dengan pencapaian tersebut, bankjatim kembali membuktikan kapasitasnya sebagai lembaga keuangan daerah yang kompetitif di tingkat nasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya bagi pembangunan ekonomi Jawa Timur dan Indonesia. "Ini adalah langkah awal untuk terus bergerak maju," imbuh Busrul.

 

Tidak dipungkiri, di bawah kepemimpinannya, BJTM memang terus mencatat pertumbuhan positif. Lembaga keuangan daerah ini dikenal sebagai pilar penting dalam mendukung pembangunan ekonomi Jawa Timur melalui pembiayaan sektor produktif, pemberdayaan UMKM, dan pelayanan keuangan berbasis digital. “Ke depan, kami berkomitmen akan terus berinovasi mendukung transformasi digital, meningkatkan layanan nasabah, serta memperkuat inklusi keuangan industri jasa keuangan di Indonesia,” tutur pria yang juga telah meraih gelar Doktor dari Unair tersebut.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana Unair Prof. Dr. Badri Munir Sukoco menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran para pemimpin muda inspiratif. Dalam sambutannya, ia memuji perkembangan Sekolah Pascasarjana yang semakin menarik minat berbagai kalangan. “Empat tahun terakhir, komunitas kami tumbuh pesat dan menjadi pusat perhatian banyak pihak. Semoga penghargaan ini memotivasi kita semua untuk terus mencetak pemimpin yang transformative,” ujar Badri.(an)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COMDalam rangka peduli terhadap sesama, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (bankjatim) melalui Bank Jatim Runner kembali menyelenggarakan kegiatan berlari sambil berdonasi kepada Yayasan Bina Karya Mandiri. Setelah dilaksanakan di Madiun beberapa waktu lalu, kali ini kegiatan sosial tersebut dilakukan di Surabaya. Bertempat di Kantor Pusat bankjatim, penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh Direktur Operasi Arif Suhirman yang juga selaku Direktur Pembina WLB (Worlk Life Balance) Bank Jatim Runner dan Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah bankjatim R. Arief Wicaksono pada hari Sabtu pagi (21/12). Turut hadir juga dalam kesempatan tersebut, Direktur Manajemen Risiko bankjatim Eko Susetyono.

Mengambil start dari Kantor Pusat Bank Jatim, kegiatan yang bertajuk  “Jatimers Run To Care” ini dikuti oleh para Runner Jatimers dari seluruh Cabang Bank Jatim yang terbagi dalam dua kategori lari. Yaitu 5 Km dan 10 Km. Kegiatan diawali dengan penyerahan donasi kepada penerima yang dilanjutkan dengan Flagoff lari.

Diikuti ratusan peserta, para runner sangat antusias berlari melintasi jalanan protokol Surabaya di pagi hari. Rute berawal dari jalan Basuki Rahmat kemudian melewati jalan embong malang yang masih jauh dari keramaian motor dan dilanjutkan melewati jalan Tunjungan. Berhenti sejenak pada Water Station yang tepat berada di depan Hotel Mojopahit, para peserta melanjutkan lari melintasi Gedung Negara Grahadi dan mekukan foto bersama di depan Patung Gubernur Suryo. Peserta kemudian melanjutkan lari melintasi bambu runcing dan Finish kembali di Bank Jatim Kantor Pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Arif Suhirman menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian para Jatimers terhadap sesama. Menurutnya, lari beberapa kilometer secara berbarengan atau running di akhir pekan sudah menjadi gaya hidup. ”Kalau lari saja mungkin sudah biasa, tapi alangkah positifnya kalau sambil berlari, kita juga bisa berdonasi. Dan alhamdulillah luar biasa antusias para jatimers hari ini untuk berolahraga lari sambil berdonasi kepada yang membutuhkan,” ucapnya. 

 

Arif berharap semoga dengan adanya kegiatan ini, para jatimers lebih bersemangat karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Sehingga dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat, harapannya dapat memberikan dampak yang positif bagi kinerja perusahaan. ”Seluruh peserta diharapkan tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga berkontribusi untuk mendukung kampanye sosial yang ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, Jatimers Run To Care ini dapat menjadi ajang yang memiliki makna bahwa partisipasi individu mampu menciptakan perubahan yang berarti bagi komunitas,” tutupnya.(an)

 

 

 

Page 2 of 4