Redaksi
SIDOARJO,KORANRAKYAT.COM,- Tim SAR Gabungan Mencari Korban Terjebak di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk
Sidoarjo - Bangunan tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang tengah dicor ambruk.
Kadiv Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Albast menyampaikan bahwa hasil informasi sementara korban mencapai 83 korban luka berat dan ringan dan seorang meninggal dunia.
Diberitakan Ratusan santri yang berada di dalamnya tertimpa reuntuhan beton.
Dari informasi yang dihimpun detikJatim dari Polsek Buduran, sebanyak 84 santri jadi korban berhasil dievakuasi. Mereka kini dirawat di tiga rumah sakit yakni RSUD Sidoarjo, Delta Surya dan RSI Siti Hajar.
Rinciannya 34 pasien menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo R. Notopuro, dengan rincian 26 mengalami luka ringan dan 8 luka berat. Sementara itu, 45 korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo.
Kata Pengasuh Ponpes Al Khoziny Soal Penyebab Bangunan Ambruk Lalu 4 korban lagi dirawat di RS Delta Surya. Dari jumlah tersebut, satu santri bernama Alfian Ibrahim (11), asal Bangkalan, Madura meninggal dunia di RSI Siti Hajar.
Jumlah itu masih akan bertambah karena diduga masih ada banyak korban yang masih tertimpa di reruntuhan. Hingga kini para korban yang masih tertimbun reruntuhan masih dilakukan evakuasi.
Humas RSI Siti Hajar, dr Erli Mawar Nuraini, mengatakan sebagian korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan awal. Ia menambahkan, hingga Senin sore sudah ada sekitar 20 pasien yang dipulangkan.
Para Korban Masih Terjebak Reruntuhan di Ponpes Al Khoziny Bertangisan
Sampai saat ini Polisi bersama BPBD dan Basarnas dan Tagana Sidoarjo masih melakukan pendataan di lokasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di reruntuhan bangunan.
Sebelumnya, sebuah bangunan di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Desa Buduran, Sidoarjo ambruk. Akibatnya banyak yang tertimbun reruntuhan.
Ketua RT setempat, Munir mengatakan ambruknya bangunan terjadi pada sekitar pukul 15.00 WIB. Sedangkan bangunan yang ambruk musala.
"Habis salat asar itu ada suara gemuruh ada getaran seperti gempa ternyata musala," kata Munir, Senin (29/9/2025).(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-24 September 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah melakukan sinergitas dengan PT Sentra Finansial Teknologi (SFT). Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait layanan virtual account terintegrasi dengan sistem aplikasi Edufin dan juga penandatanganan MoU terkait layanan jasa keuangan di bidang pendidikan. Bertempat di kantor PT Sentra Finansial Teknologi, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Vice President Dana dan Jasa Yetty Fitria S., Vice President Hubungan Kelembagaan Rachman Subiyantoro, dan Kepala Divisi Produk PT Sentra Finansial Teknologi Ronald Argand Pinontoan pada hari Rabu (24/9).
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, pihaknya bersyukur atas kolaborasi yang telah dilakukan ini. Bank Jatim berharap melalui kerja sama dengan SFT dapat memberikan manfaat yang signifikan baik bagi perseroan maupun instansi pendidikan mitra SEVIMA dan SFT, seperti peningkatan frekuensi, volume transaksi, hingga ekspansi nasabah baru. ”Kerja sama ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses pembayaran biaya pendidikan bagi mahasiswa di institusi yang menggunakan Edufin. Kami optimis dengan sinergitas layanan virtual account terintegrasi ini akan memberikan banyak manfaat positif bagi kedua belah pihak. seperti kemudahan pembayaran dan efisiensi administrasi karena setiap transaksi akan tercatat secara otomatis dan real-time,” ungkapnya.
Sebagai informasi, PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA) merupakan perusahaan jasa pengembang sistem informasi perguruan tinggi sejak 2004. SEVIMA telah memimpin pasar sektor pendidikan tinggi di Indonesia dengan total mitra lebih dari 1.200 Perguruan Tinggi dan melayani lebih dari 4 juta user. SEVIMA melalui layanan Edufin bekerja sama dengan berbagai channel pembayaran untuk memudahkan instansi pendidikan dalam melakukan pembayaran secara online karena mudah, aman, terjamin, dan dapat dilakukan dimana saja. Seiring berjalannya waktu, Edufin telah spin-off ke perusahaan sister SEVIMA, yaitu PT Sentra Finansial Teknologi (SFT) dan telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001. Saat ini lebih dari 400 instansi Pendidikan telah beralih ke cashless menggunakan layanan Edufin dan telah memproses lebih dari 1 juta transaksi pembayaran dengan nilai transaksi (GMV) lebih dari 3,3 triliun rupiah per tahun.
Menurut Winardi, potensi yang bisa dikembangkan antara PT Sentra Finansial Teknologi dengan Bank Jatim cukup banyak. Antara lain peluang optimalisasi pelayanan serta pengelolaan dana di lingkungan universitas - universitas mitra PT Sentra Finansial Teknologi sehingga diharapkan dapat meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim terutama Giro. Kemudian terdapat 81 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa sekitar 100.611 yang telah bermitra dengan PT Sentra Finansial Teknologi wilayah Jawa Timur sehingga dapat berpotensi menambah kerjasama dengan Bank Jatim sebagai bank mitra, serta potensi pemberian fasilitas kredit multiguna (KMG) bagi seluruh pegawai di Universitas mitra PT Sentra Finansial Teknologi.
Winardi menegaskan, kolaborasi ini juga membuktikan bahwa Bank Jatim turut menjadi bagian dalam upaya membangun ekosistem pembayaran digital inklusif di dunia pendidikan. ”Kami harap fasilitas virtual account Bank Jatim dapat semakin mempermudah pembayaran iuran pendidikan yang dilakukan oleh mahasiswa maupun pihak-pihak terkait,” terangnya.
Ronald Argand Pinontoan juga menambahkan, pihaknya menyambut baik kerja sama ini dan mengungkapkan apresiasinya atas keterlibatan Bank Jatim dalam penyediaan fasilitas pembayaran yang mudah dan aman untuk dunia pendidikan. Adapun Edufin sendiri memiliki banyak keunggulan. Seperti transparan dan akuntabel, terintegrasi dan terotomasi, mudah diakses, serta aman dan handal. “Fasilitas ini akan semakin memudahkan orang tua serta mahasiswa untuk melakukan pembayaran atas berbagai keperluan di mitra Edufin. Kami harap kerja sama ini dapat menjadi awal yang baik bagi PT Sentra Finansial Teknologi dan Bank Jatim untuk terus berkolaborasi demi perkembangan sektor pendidikan dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” tutupnya.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-26 September 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses meraih penghargaan prestisius dari Humas Indonesia. Penghargaan yang berhasil didapatkan Bank Jatim yaitu sebagai Institusi Publik Terpopuler di Media Sosial pada sub kategori BUMD. Bertempat di JW Marriott Hotel Surabaya, penghargaan tersebut diterima oleh Assistant Vice President Komunikasi Korporat Bank Jatim Mi’roj Subhanto pada hari Kamis (26/9).
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, semua penghargaan ini menandakan hasil kerja keras Perseroan, terutama dalam membangun reputasi perusahaan sebagai bank yang memiliki produk dan layanan komprehensif dengan dukungan solusi digital yang handal. “Penghargaan ini tentu saja akan semakin memotivasi Bank Jatim untuk terus berinovasi, serta memberikan informasi yang positif terkait produk dan layanan perusahaan kepada masyarakat luas. Dengan kepercayaan yang semakin kuat dari masyarakat, reputasi perusahaan akan semakin kokoh dan kinerja bisnis pun terus melaju positif,” tuturnya.
Diakui Winardi, citra Bank Jatim memang terus meningkat karena selalu konsisten memberikan kontribusi sebagai pendorong laju perekonomian. Selain itu, Bank Jatim sebagai partner utama pemerintah juga fokus mendukung pengelolaan keuangan sekaligus memberikan layanan terbaik kepada nasabah. Hal tersebut terbukti dari total aset Bank Jatim secara konsolidasi pada enam bulan pertama tahun ini sukses mencapai angka Rp 118,15 triliun atau naik 16,71 persen (YoY). Kemudian apabila dilihat dari sisi laba bersih Bank Jatim (bank only) sepanjang semester pertama ini berada di angka
Rp 703 miliar, tumbuh 13,26 persen (YoY). Selain itu, selama Semester I tahun ini, penyaluran kredit Bank Jatim juga mampu membukukan peningkatan yang signifikan yaitu 15,91 persen (YoY).
“Kinerja positif yang ditorehkan Bank Jatim turut mengukuhkan citra perusahaan semakin gemilang, sejalan dengan upaya membangun persepsi publik yang baik. Ke depan, Bank Jatim berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dan manfaat optimal baik secara regional maupun nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Asmono Wikan Founder & CEO Humas Indonesia menjelaskan, akuntabilitas dan transparansi bukan lagi sekadar tuntutan regulasi, tetapi fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik. "Di era informasi dengan arus begitu cepat, praktisi humas dituntut menjadi garda depan dalam menyampaikan komunikasi jujur, transparan, konsisten, dan bertanggung jawab," ungkapnya.(an)
SURABAYA,KORANRAKYAT.COM,- 22 September 2025. Dalam rangka memperluas jalinan sinergitas, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bersama dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama bidang hukum perdata dan tata usaha negara pada hari Senin (22/9). Bertempat di Ruang Bromo Kantor Pusat Bank Jatim, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dr. Kuntadi.
Winardi menjelaskan, manajemen memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kesediaan Kejati Jatim dalam memberikan pendampingan hukum kepada Bank Jatim. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang telah bersedia memberikan bantuan kepada kami dalam menangani permasalahan hukum serta memberikan perlindungan hukum terhadap aset dan kepentingan negara. Kerja sama ini tentu akan meminimalisir adanya potensi sengketa hukum, sekaligus memberikan kepastian hukum dalam setiap langkah strategis kami,” ujarnya.
Winardi menerangkan, pelaksanaan perjanjian kerja sama ini bukanlah yang pertama kali dilaksanakan. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka dukungan sinergi pelaksanaan tugas dan fungsi. ”Hal ini terlaksana mengingat sangat pentingnya peran Kejaksaan bagi Bank Jatim dalam pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, pengamanan pembangunan strategis dan/atau percepatan investasi, penelusuran dan pemulihan aset, serta pengembangan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Itulah yang mendasari pada hari ini dilaksanakannya penandatanganan PKS antara Bank Jatim dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,” paparnya.
Menurut Winardi, selama ini wujud sinergitas atas kerja sama yang telah terjalin antara Bank Jatim dengan Kejaksaan telah memberikan manfaat yang sangat berarti. Antara lain Kejaksaan bertindak untuk dan atas nama Bank Jatim dalam menghadapi permasalahan hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan. Kemudian Kejaksaan berperan aktif dalam upaya penurunan NPL (Non Performing Loan) Bank Jatim yang timbul akibat progres pembayaran maupun pelunasan kredit oleh debitur wanprestasi dengan cara penagihan kredit dan mediasi dengan debitur. Selain itu, Kejaksaan juga telah membantu kami untuk memberikan LO (Legal Opinion) sebagai bahan pertimbangan Bank Jatim dalam mendukung pengembangan bisnis perusahaan.
”Kejaksaan juga berperan aktif dalam memberikan sosialisasi dan edukasi hukum kepada Pegawai Bank Jatim dalam rangka mitigasi risiko hukum yang berpotensi terjadi di dalam operasional perbankan. Maka dari itu, atas banyaknya dampak positif dalam pelaksanaan kerja sama dengan Kejaksaan, dengan ini kami berharap agar dampak positif tersebut dapat berlanjut dalam penerapan Perjanjian Kerjasama antara Bank Jatim dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang saat ini dilaksanakan,” ungkap Winardi.
Sementara itu, Dr. Kuntadi juga menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk dukungan terhadap stabilitas dan integritas pada sektor perbankan. ”Dalam dunia usaha dan sektor perbankan selalu ada dinamika dan tantangan hukum. Untuk itu, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur siap menjadi mitra strategis Bank Jatim dalam menjaga integritas, kepastian hukum, serta keberlanjutan usaha. Melalui kerja sama ini, Kejati Jatim dan Bank Jatim berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam penegakan hukum guna mendukung terciptanya kepastian hukum dan perlindungan usaha demi mewujudkan Jawa Timur yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya.(an)
BANJARMASIN,KORANRAKYAT.COM, 17 September 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, salah satunya memperkuat koneksi perdagangan dalam negeri melalui gelaran Misi Dagang dan Investasi. Hal ini diwujudkan dengan mengikutsertakan beberapa UMKM Binaan Bank Jatim dalam Misi Dagang yang dilaksanakan di Banjarmasin pada hari Rabu (17/9). Bertempat di Hotel Galaxy Banjarmasin, kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin yang hadir mewakili Gubernur Kalsel, dan Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah.
Umi menjelaskan, misi dagang merupakan wadah untuk mempertemukan pelaku UMKM antar daerah atau provinsi dengan pembeli. Selain pertemuan pelaku usaha, gelaran ini juga menjadi gerbang pertukaran sosial budaya antar daerah. ”Kami saat ini memang terus berupaya untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Mulai dari akses pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan. Bank Jatim sangat mendukung UMKM dalam mengembangkan usahanya. Nah, salah satu misi Bank Jatim pada kegiatan ini adalah membantu UMKM Binaan untuk memperluas jaringan pasar dan mendukung pemerintah dalam memperkuat jalinan perdagangan antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Selatan,” paparnya.
Terdapat 3 UMKM binaan Bank Jatim yang diikutsertakan pada gelaran tersebut. Antara lain produk sambel dari UMKM Sambel Bu Luthfi, produk kerajinan tas anyaman dari UMKM RaciQ, dan produk batik khas Mojokerto dari UMKM Batik Erna. Produk - produk unggulan UMKM Binaan Bank Jatim ini diharapkan mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat di daerah Kalimantan Selatan. ”Sebagai bank milik daerah, kami akan terus mendukung UMKM agar pertumbuhannya semakin pesat dan memiliki kualitas yang bagus sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ungkap Umi.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bank Jatim juga mempersembahkan mahakarya batik kota Mojokerto, Batik Erna Surodinawan dan fashion batik nan elok dari Rasuan Lampahan by Lyna Desriana. Berbagai motif unggulan batik sukses ditampilkan oleh Raka – Raki Jawa Timur dalam pagelaran Misi Dagang ini. ”Pertunjukan wastra batik ini merupakan salah satu cara Bank Jatim untuk melestarikan dan menggairahkan masyarakat dalam hal mencintai warisan leluhur, khususnya bagi generasi muda. Semoga ke depannya masyarakat peminat batik semakin meningkat dan batik Indonesia bisa semakin dikenal di kancah internasional,” terang Umi.
Adapun gelaran ini sukses mencatatkan hasil yang membanggakan. Dalam satu hari pertemuan, pelaku usaha dari kedua daerah berhasil menorehkan nilai transaksi hingga Rp1,661 triliun. Dari jumlah itu, Jawa Timur mencatat penjualan sebesar Rp1,574 triliun, sementara pembelian produk dari Kalimantan Selatan mencapai Rp 86,8 miliar.
Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas antusiasme tinggi para pelaku usaha, baik dari Jatim maupun Kalsel. Ia menegaskan bahwa misi dagang ini bukan sekadar ajang transaksi dagang, melainkan ruang memperkuat sinergi dan jejaring lintas daerah. ”Animo dari pelaku usaha Kalimantan Selatan selama 42 kali misi dagang ini mencapai titik yang luar biasa, bukan hanya jumlah tetapi juga omsetnya. Mari kita saling menguatkan sinergi, kolaborasi, dan jejaring baik di dalam maupun luar negeri,” tegas Khofifah.
Produk-produk unggulan Jatim yang banyak diminati meliputi telur, daging ayam, ternak sapi dan kambing, kopi, buah apel dan jeruk, rempah, pupuk, bahan bangunan, produk fashion, hingga mesin las dan liquid brown sugar. Sementara dari Kalsel, produk yang diminati antara lain arang halaban, arang batok kelapa, veneer kayu, hasil perikanan seperti bandeng, patin, dan udang, serta frozen food.
Sementara itu, Muhammad Syarifuddin juga menyebut bahwa misi dagang ini membuka momentum istimewa bagi kedua provinsi. “Gelaran misi dagang membuka momentum istimewa untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka potensi kerja sama. Kami harap nilai transaksi misi dagang dapat mencatatkan angka yang menggembirakan sehingga menjadi stimulus ekonomi bagi kedua daerah,” ujarnya.(an)
BLITAR, KORANRAKYAT.COM,-12 September 2025. – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada RSUD Srengat berupa satu unit ambulan pada hari Jumat (12/9). Penyerahan CSR dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan Bank Jatim Cabang Blitar Five Seodisa Adha dengan didampingi oleh AVP Komunikasi Korporat Mi’roj Subhanto kepada Bupati Blitar Rijanto dalam acara peringatan hari ulang tahun ke-5 RSUD Srengat.
Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman menjelaskan, bantuan ini merupakan wujud kepedulian Bank Jatim terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan adanya mobil ambulan tersebut diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat bagi Kabupaten Blitar. Yaitu meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, tercapainya ketentuan standarisasi minimal pelayanan transportasi khususnya pelayanan penjemputan pasien, serta dapat membantu pelayanan penjemputan kegawatdaruratan bagi masyarakat yang mencakup wilayah Blitar Raya dan sekitarnya. “Semoga ambulan ini dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung operasional RSUD Srengat. Bank Jatim sangat fokus terhadap kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Menurut Arif, keberadaan mobil ambulan sangat vital, terlebih untuk wilayah Blitar yang memiliki kondisi geografis beragam. Dengan adanya tambahan armada ini, Bank Jatim ingin memastikan masyarakat Kabupaten Blitar mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik. “Kami berusaha agar program CSR selalu sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kami juga ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama yang telah terjalin baik dengan Kabupaten Blitar selama ini. Semoga sinergitas ini ke depannya dapat terus berlanjut,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rijanto juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Jatim atas CSR yang telah diberikan ini. “Mobil ambulan ini akan langsung digunakan untuk mengantar pasien pulang secara gratis. Layanan seperti ini sangat diperlukan masyarakat. Ini bukti bahwa rumah sakit terus meningkatkan mutu layanannya,” paparnya.
Direktur RSUD Srengat dr. Tri Wahyuning Rahmawati MMRS sangat menyambut baik bantuan dari Bank Jatim. Menurutnya, ambulan yang diberikan berjenis advance dengan ukuran lebih kecil. Hal itu sesuai dengan kondisi geografis Blitar yang banyak memiliki wilayah pegunungan serta akses jalan sempit.
Dengan tambahan armada baru ini, lanjut Wahyuning, RSUD Srengat akan semakin memperkuat layanan kesehatan berbasis kedekatan dengan masyarakat. Terlebih, rumah sakit ini sejak awal berdiri sangat diharapkan mampu menjadi penopang pelayanan kesehatan di Blitar. “Harapan kami ambulan ini bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk warga Srengat, tapi juga seluruh masyarakat Blitar Raya. Layanan antar jemput pasien ini gratis tanpa dipungut biaya. Semoga jangkauan pelayanannya bisa semakin luas,” ujarnya.
Sementara itu, pada hari Kamis (11/9), Bank Jatim Syariah juga melakukan penyerahan CSR kepada 30 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) berupa beasiswa. Penyerahan CSR tersebut berlangsung di ruang meeting lantai 7 Gedung Teungku Ismail Yakub UINSA dengan menghadirkan 10 mahasiswa sebagai perwakilan penerima.
Arif Suhirman menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terjalin baik dengan UINSA selama ini. Menurutnya, pemberian beasiswa ini merupakan wujud komitmen sosial perusahaan di bidang pendidikan. “Kami merasa perlu memberikan dukungan kepada UINSA, baik melalui digitalisasi maupun layanan keuangan, salah satunya lewat program beasiswa ini,” ungkapnya.
Arif juga menerangkan, kerja sama antara UINSA dan Bank Jatim Syariah telah terjalin cukup lama dalam berbagai bidang, termasuk layanan perbankan, digitalisasi, serta kegiatan sosial. Pemberian beasiswa ini merupakan salah satu wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan lembaga keuangan syariah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Dengan adanya program ini semoga semakin banyak mahasiswa UINSA yang terpacu untuk terus berprestasi dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” tandasnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UINSA, Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si menyampaikan apresiasi untuk Bank Jatim Syariah atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa UINSA. Ia menegaskan, UINSA akan memastikan beasiswa ini dikelola secara tepat sasaran. “Kepercayaan dari Bank Jatim Syariah akan selalu kami kawal melalui Biro AAAK agar benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa penerima. Kami juga berpesan agar mahasiswa penerima beasiswa senantiasa menjalankan tugas akademiknya dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya.(an)
SURABAYA, KORANRAKYAT.COM,-11 September 2025. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah melaksanakan public expose tahun 2025 pada hari Kamis (11/9). Dilaksanakan melalui daring, pemaparan public expose tersebut dilakukan oleh Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan Bank Jatim Arif Suhirman dan Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah.
Dalam paparannya, Arif menjelaskan, Bank Jatim memiliki sasaran untuk menjadi BPD yang berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta menjadi BPD yang memiliki keunggulan kompetitif. Sehingga untuk menggapai sasaran tersebut, Bank Jatim menuangkannya ke dalam visi menjadi BPD No. 1 di Indonesia. Karenanya, di sisa 6 bulan tahun 2025 ini Bank Jatim berfokus pada 3 sasaran utama. Yaitu peningkatan kualitas aset dan liabilitas, pendalaman ekosistem digital, sera peningkatan skala bisnis. ”Dalam hal peningkatan kualitas aset dan liabilitas, Bank Jatim menekankan pada pertumbuhan bisnis yang berfokus pada kualitas aset yang baik dan pertumbuhan dana yang berkelanjutan. Penyaluran kredit disalurkan secara prudent dan selektif, memiliki profil resiko yang terukur dan prospek yang baik, serta peningkatan dana pihak ketiga yang berkelanjutan,” terangnya.
Selanjutnya, peningkatan kapasitas bisnis Bank Jatim dilakukan melalui pendalaman ekosistem digital dengan cara mengintegrasikan semua lini bisnis baik dari sektor keuangan pemerintah daerah, UMKM, maupun masyarakat ke dalam ekosistem layanan digital yang mudah, cepat, dan aman. Kemudian, sebagai upaya untuk meningkatkan skala bisnis, selain melalui pertumbuhan secara organik, Bank Jatim memiliki keyakinan bahwa pertumbuhan bisnis juga dapat dipercepat melalui aksi korporasi. ”Sejak akhir tahun 2024, kami telah melakukan aksi korporasi berupa penyertaan modal kepada BPD melalui pola Kelompok Usaha Bank (KUB) dan penerbitan obligasi berkelanjutan,” ungkap Arif.
Adapun sampai dengan triwulan 2 Tahun 2025, kinerja Bank Jatim semakin solid. Secara konsolidasi, nilai aset perseroan mencapai Rp118,15 Triliun, tumbuh 16,71% YoY. Sementara untuk laba bersih di triwulan 2 tahun 2025 secara konsolidasi sebesar Rp 811 Miliar atau naik 30,64% YoY. Sedangkan kinerja Bank Jatim secara individu per triwulan 2 tahun 2025 antara lain aset sebesar Rp 101,75 Triliun, tumbuh 0,51% YoY. Dan laba bersih sebesar Rp703 Miliar, meningkat 13,26% YoY.
Arif juga menjelaskan, untuk kinerja penyaluran kredit Bank Jatim secara individu masih mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,91% YoY pada Triwulan 2 Tahun 2025. Komposisinya yaitu
portofolio kredit konsumtif sebesar Rp 35,79 triliun atau meningkat 12,75% Yoy dan portofolio kredit produktif sebesar Rp 31,51 triliun atau meningkat 19,71% Yoy. ”Segmentasi account officer dan optimalisasi workforce di unit kerja serta monitoring secara berkala berimplikasi maksimal pada penyaluran kredit pada sektor konsumtif dan produktif,” ungkapnya.
Menurut Arif, salah satu kekuatan Bank Jatim untuk mendukung kinerja adalah jumlah jaringan konvensional yang tersebar diseluruh pelosok wilayah regional, dan didukung dengan jaringan digital online untuk mempermudah konektifitas transaksi keuangan masyarakat. JConnect sebagai brand digital Bank Jatim mengalami peningkatan baik dari sisi pengguna maupun utilitas transaksinya.
Selain itu, untuk memaksimalkan layanan perbankan bagi daerah yang memiliki potensi bisnis besar, Bank Jatim juga memaksimalkan layanan melalui Agen Jatim. Selain utilitas transaksi perbankan, Agen Jatim juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit, utamanya melalui metode referral dengan total sebanyak 14.008 agen. ”Tidak hanya memperbesar jumlah nasabah, Bank Jatim juga akan terus meningkatkan jumlah transaksi lewat berbagai macam promo untuk produk dan layanan,” tegasnya.
Diluar aspek bisnis, Bank Jatim juga senantiasa mendukung value creation yang memberikan nilai tambah sebagai suatu perusahaan. Salah satunya melalui pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pada tahun 2024 penyaluran kredit kepada usaha yang berwawasan lingkungan mencapai Rp 5,65 Triliun. Bank Jatim juga telah melaksanakan CSR sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dengan penyaluran CSR di sektor pendidikan, kesehatan, budaya, dan kegiatan sosial lainnya. ”Kami memiliki komitmen untuk turut serta dalam menjaga lingkungan hidup melalui berbagai kegiatan pelestarian lingkungan hidup yang nilainya selalu meningkat setiap tahunnya,” tutup Arif.(an)
PASURUAN, KORANRAKYAT.COM,-7 September 2025. Bank Jatim Bromo Marathon 2025 sukses digelar di Plataran Bromo pada hari Minggu (7/9). Event yang diikuti oleh lebih dari 2.000 pelari yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara itu dibuka oleh Plt Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Siti Nurfalinda, dan CEO & Founder Plataran Indonesia Yozua Makes. Para pelari pun tampak sudah memadati garis start sejak subuh demi mengikuti flag off untuk masing-masing kategori yakni 2,5K, 5K, 10K, 21K, dan 42K.
Arif menjelaskan, pihaknya sangat bersyukur kegiatan Bank Jatim Bromo Marathon tahun ini berjalan aman dan lancar dengan antusiasme jumlah peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun. “Seperti yang kita lihat bersama, meski seluruh runner harus menghadapi jalur penuh tanjakan yang menantang energi dan mental, namun itu semua tak menyurutkan semangat mereka. Sebaliknya, mereka tetap bersemangat menikmati setiap langkah di lintasan hingga garis finish,” paparnya.
Selain itu, Arif juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan Bank Jatim Bromo Marathon 2025 yang mampu menghadirkan ajang lari bertaraf internasional dengan standar keamanan, kenyamanan, dan kualitas yang terus meningkat setiap tahunnya. “Tahun ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Bank Jatim Bromo Marathon 2025. Tidak hanya dari sisi jumlah peserta yang meningkat dibanding tahun lalu, yakni ada lebih dari 2.300 pelari, tetapi juga dari segi persiapan yang mampu memberikan pengalaman lebih baik bagi para pelari berkat kolaborasi dari berbagai pihak,” ujarnya.
Arif menegaskan, Bank Jatim hadir sebagai mitra utama yang tidak hanya memberi dukungan sepenuhnya, namun juga menghadirkan solusi perbankan yang terintegrasi. Pihaknya juga berkomitmen akan terus support kegiatan olahraga sebagai upaya untuk memperkuat dedikasi berkelanjutan Bank Jatim dalam membangun generasi aktif dan sehat. “Bagi kami, Bank Jatim Bromo Marathon bukan sekadar kompetisi lari, melainkan wadah untuk merayakan semangat kebersamaandan keindahan alam Indonesia. Selain itu, ini juga sebagai langkah kami untuk mendukung sport tourism sehingga dapat berdampak positif terhadap perekonomian Jawa Timur,” terangnya.
Masih dalam rangkaian kegiatan Bank Jatim Bromo Marathon 2025, pada hari sebelumnya (6/9), Bank Jatim juga melakukan launching QRIS Crossborder dan branding Jeep Bromo untuk mendukung pariwisata Pasuruan. Arif menerangkan, QRIS Crossborder adalah solusi pembayaran inovatif yang memungkinkan wisatawan mancanegara melakukan transaksi di Indonesia hanya dengan memindai kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka yang telah terhubung dengan jaringan QRIS. Saat ini, QRIS Crossborder dapat mendukung pembayaran dari Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Benefitnya pun cukup banyak. Selain cepat dan praktis, QRIS Crossborder mendukung multi-mata uang. Sehingga warga asing dapat membayar langsung menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka dengan aman serta transparan. Nilai tukar ditampilkan dengan jelas pada aplikasi. Jaringan merchatnya juga luas. “QRIS Crossborder sudah kami terapkan di ajang Bromo Marathon ini. Tenda makanan, stan minuman, booth merchandise resmi, hotel, hingga penyedia transportasi di ajang ini bisa menerima pembayaran dengan QRIS,” tegas Arif.
Dia menyebut, langkah ini sebagai bentuk dukungan digitalisasi sektor wisata. Sebab, QRIS Crossborder bisa memudahkan turis mancanegara saat bertransaksi hanya dengan aplikasi dari negaranya. Dengan hadirnya QRIS Crossborder, lanjut Arif, Pasuruan dapat menjadi destinasi wisata yang ramah digital. Sehingga sinergitas ini tidak hanya meningkatkan citra wisata, tetapi juga memberi peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Selanjutnya, kolaborasi dengan komunitas Jeep Bromo juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada 100 unit jeep yang sudah dipasangi branding QRIS Bank Jatim dan jumlah itu akan terus bertambah. “Dengan adanya QRIS di Jeep Bromo, wisatawan tidak perlu lagi repot membawa uang tunai. Ini juga akan mendorong ekonomi masyarakat Pasuruan yang bergantung pada sektor wisata. Tentu untuk ke depannya kami akan terus memperluas layanan ke lebih banyak merchant di kawasan wisata. Kolaborasi ini juga sejalan dengan upaya mendukung program Bank Indonesia dan OJK,” ungkap Arif.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Febrina menyampaikan, pengembangan QRIS Crossborder terus diperluas. Selain tiga negara, tahun ini juga sudah masuk Jepang dan uji coba di Tiongkok serta Arab Saudi. Menurutnya, digitalisasi pembayaran merupakan bagian penting dalam mendukung ekosistem wisata. “Kami mencatat, volume transaksi QRIS di Indonesia meningkat 522 persen pada tahun ini. Kalau di Pasuruan sendiri, pertumbuhannya 161 persen hingga Juni lalu. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk beralih ke non-tunai semakin kuat. Bank Indonesia berharap kolaborasi dengan Jeep Bromo dapat memperluas edukasi literasi digital. Wisatawan asing maupun lokal bisa merasakan kemudahan bertransaksi di lokasi wisata,” tutupnya.(an)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,-Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengeklaim tidak melakukan apa pun terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek. Pernyataan itu disampaikan Nadiem usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook oleh Kejaksaan Agung atau Kejagung, Kamis (4/9/2025).
"Saya tidak melakukan apa pun," kata Nadiem saat keluar dari Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta dan digelandang ke mobil tahanan, Kamis sore.
Menteri era Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini menyatakan Tuhan akan melindungi dirinya dan kebenaran akan terkuak."Kebenaran akan keluar,” tegasnya.
Ia juga menegaskan dirinya mengutamakan kejujuran dan integritas.
Nadiem tak lupa menyampaikan pesan untuk keluarganya usai ditetapkan sebagai tersangka.
“Untuk keluarga saya dan empat balita saya, kuatkan diri. Kebenaran akan ditunjukkan," ucapnya, saat keluar dari gedung KPK.
Nadiem Makarim merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.
Sebelumnya dalam kasus tersebut, Kejagung telah lebih dahulu menetapkan empat tersangka.
Mereka adalah Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek tahun 2020-2021 Sri Wahyuningsih (SW).
Kemudian Direktur SMP Kemendikbudristek 2020 Mulyatsyah (MUL); Stafsus Mendikbudristek Bidang Pemerintahan era Menteri Nadiem Makarim, Jurist Tan (JT/JS) Serta Konsultan Perorangan Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah pada Kemendikbudristek, Ibrahim Arief (IBAM). (as)
JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Gelombang aspirasi rakyat pasca-demonstrasi 25–31 Agustus 2025 kini mengerucut pada daftar 17 tuntutan mendesak dan 8 agenda reformasi yang disuarakan publik. Daftar ini disampaikan perwakilan mahasiswa kepada pimpinan DPR RI dalam audiensi di Gedung Nusantara, DPR RI, Rabu (2/9/2025). Pertemuan berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, DPR RI. Hadir tiga Wakil Ketua DPR RI, yakni Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Cucun Ahmad Syamsurijal (PKB), dan Saan Mustofa (Nasdem).
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti tuntutan tersebut. Baca juga: Arti Brave Pink dan Hero Green yang Ramai Digunakan Warganet di Media Sosial Mulai Kamis (4/9/2025), pimpinan DPR dijadwalkan menggelar rapat evaluasi bersama pimpinan fraksi untuk menyatukan sikap. Unjuk Rasa Memakan Korban Jiwa, Momentum Reformasi DPR Artikel Kompas.id “Ya, jadi memang sebagian yang disampaikan oleh adik-adik perwakilan BEM ada di 17+8.
Kita akan lakukan besok rapat evaluasi dengan pimpinan-pimpinan fraksi untuk menyatukan pendapat dan kesepakatan di DPR,” ujar Dasco. Ia menegaskan, evaluasi akan mencakup tunjangan anggota DPR, keterbukaan informasi publik, hingga transparansi legislasi. Salah satu langkah nyata, kata Dasco, adalah penghentian tunjangan perumahan DPR sejak 30 Agustus 2025.
Latar Belakang 17+8 Tuntutan Rakyat Daftar 17+8 ini lahir dari gabungan berbagai kanal aspirasi publik, antara lain: Hasil rembukan jutaan suara rakyat di kolom komentar dan Instagram Story Desakan 211 organisasi masyarakat sipil yang dipublikasi melalui website YLBHI Siaran pers Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Pernyataan sikap Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan UI Pernyataan sikap Center for Environmental Law & Climate Justice Universitas Indonesia Rangkuman ini tidak bermaksud menyingkirkan tuntutan lain yang beredar, melainkan menangkap esensi aspirasi terbesar yang muncul.
Jakarta Pulih, Jakarta Bangkit Lagi Rincian 17 Tuntutan Mendesak Tuntutan yang ditargetkan dapat dipenuhi hingga 5 September 2025 ini terbagi sesuai lembaga negara: - Untuk Presiden Prabowo Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran Bentuk tim investigasi independen terkait kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, dan korban kekerasan lain dalam aksi 28–30 Agustus. - Untuk DPR Bekukan kenaikan gaji/tunjangan DPR dan batalkan fasilitas baru. Publikasikan transparansi anggaran DPR secara proaktif.
Dorong Badan Kehormatan DPR periksa anggota DPR yang bermasalah (termasuk melalui KPK). - Untuk Ketua Umum Partai Politik Baca juga: Demo 1 September, Massa dari GMNI Mulai Datangi Gedung DPR RI Pecat atau jatuhkan sanski tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis Libatkan kader dalam ruang dialog publik bersama mahasiswa dan masyarakat sipil - Untuk Polri Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan Hentikan tindakan kekerasan polisi dan taati SOP pengendalian massa yang sudah tersedia Tangkap dan proses hukum secara transparan anggota dan komandan yang melakukan dan memerintahkan tindakan kekerasan dan melanggar HAM - Untuk TNI
Segera kembali ke barak, hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil Tegakkan disiplin internal agar anggota TNI tidak mengambil alih fungsi Polri Komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi - Untuk Kementerian Sektor Ekonomi Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja di seluruh Indonesia Ambil langkah darurat untuk mencegah PHK massal dan lindungi buruh kontrak Buka dialog dengan serikat buruh untuk solusi upah minimum dan outsourcing Baca juga: Deretan Inisiatif Solidaritas Warga Menangkal Kerusuhan OTK di Lingkungannya 8 Agenda Reformasi Jangka Panjang Selain tuntutan mendesak, aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil juga menekankan 8 agenda reformasi dengan tenggat 31 Agustus 2025,
yaitu: Bersihkan Reformasi besar-besaran DPR. Reformasi partai politik dan pengawasan eksekutif. Susun rencana reformasi perpajakan yang lebih adil. Sahkan dan tegakkan UU perampasan aset koruptor, perkuat independensi KPK. Reformasi kepemimpinan dan sistem di kepolisian agar profesional dan humanis. TNI kembali ke barak, tanpa pengecualian Perkuat Komnas HAM dan lembaga pengawas independen. Tinjau ulang kebijakan sektor ekonomi dan ketenagakerjaan. Baca juga: Potret Aksi “Warga Jaga Warga” di Jakarta hingga Bekasi Seiring rapat evaluasi DPR yang digelar mulai 4 September, publik menanti apakah daftar tuntutan rakyat ini akan benar-benar dijawab dengan langkah konkret oleh DPR, pemerintah, partai politik, hingga lembaga penegak hukum. (ds)










