World Today

  •  
    Perdana Menteri Korsel Apresiasi Pelaksanaan

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yeon menyampaikan apresiasi

     
Redaksi

Redaksi

Wednesday, 06 June 2018 07:28

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Antisipasi keamanan selama arus mudik,  TNI ikut menurunkan  sejumlah personil yang akan dikerahkan selama  dibutuhkan  membantu kelancaran baik di Bandara, Pelabuhan dan terminal Bus. Ini dilakukan TNI Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ditemui di Monas, Rabu (6/6)2018 mengatakan, sejumlah personel dan alustista TNI akan dikerahkan di beberapa tempat umum seperti bandara, pelabuhan dan terminal bus. “Hal ini sebagai bentuk kesiapan TNI dalam membantu Polri mengamankan arus mudik Lebaran 2018,” ujarnya.

 Hal itu, Hadi menegaskan  ini sesuai dengan rencana Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Gedung Mabes Polri,Kemarin. "TNI membantu Polri dan instansi lainnya akan menjaga keselamatan dan keamanan bagi seluruh masyarakat, khususnya yang merayakan Hari Raya Idul Fitri," tegasnya.  Lebih lanjut, Hadi menjelaskan prajurit TNI juga akan ditempatkan di berbagai tempat untuk membantu pihak kepolisian. Misalnya menjaga rumah ibadah dan menggelar pengamanan di pos-pos terpadu seperti rest area dan sebagainya. .”Dikerahkan Selain itu, menurut Hadi, apabila diperlukan, TNI akan mendukung arus mudik dan arus balik dengan menyiapkan dua unit KRI jenis LPD (landing platform dock), dengan kapasitas angkut 1.000 orang, 30 mobil dan 400 sepeda motor,” jelasnya. 

 

       Seiring dengan itu, Hadi merinci TNI juga menyiapkan empat pesawat Hercules C-130, dengan kapasitas 100 sampai dengan 132 orang per pesawat. Kemudian, TNI juga telah menyiapkan rencana kontijensi untuk menghadapi situasi kritis selama pelaksanaan mudik lebaran, dengan melibatkan 26 pesawat TNI (14 pesawat Hercules C-130, 5 pesawat Boeing-737, 5 pesawat CN-295 serta 2 CN-235. "Hal ini disiapkan TNI untuk mengantisipasi bila terjadi bencana alam, karena angkutan udara yang dapat mendukung dan mudah digerakan untuk mendukung logistik bahan makan dan lainnya," rincinya.(vk)

Friday, 01 June 2018 13:20

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018. Ini merupakan kali kedua upacara peringatan tersebut diselenggarakan. Tahun lalu di tempat yang sama, Presiden Joko Widodo juga memimpin jalannya peringatan ini.

Hal itu dapat terwujud setelah Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Melalui Keppres tersebut, setiap tanggal 1 Juni, pemerintah bersama masyarakat akan memperingati hari lahir Pancasila di mana upacara peringatan tersebut dilaksanakan secara nasional di masing-masing daerah.

Dalam amanatnya kali ini, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk terus mengamalkan warisan mulia para pendiri bangsa ini untuk kemajuan bangsa dan menjadikan hal itu sebagai sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia. Sebab, menurutnya, negara manapun di dunia ini pada akhirnya akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk sebagaimana bangsa Indonesia sejak dulu.

"Saatnya kita berbagi pengalaman dalam ber-bhinneka tunggal ika, dalam bertoleransi, serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ujarnya.

Atas nama seluruh rakyat Indonesia, Presiden menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para pendiri bangsa atas warisan luhur mereka untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang bisa kita nikmati saat ini.

"Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada generasi-generasi muda berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," imbuhnya.Di penghujung amanat, Kepala Negara terus mengajak para ulama, tokoh agama, guru, politisi, aparat pemerintahan, pekerja, dan seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita."Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita bersatu, kita berbagi, kita berprestasi," tutupnya.

Setelah upacara, Presiden bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno dan Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia Boediono, meninjau Pameran Foto ”Untukmu Pancasilaku Kami Berbagi Bersatu Berprestasi” di Foyer Gedung Pancasila. Peninjauan ini dipandu Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan.Selesai meninjau pameran foto, dilakukan sesi foto bersama di Ruang Pancasila yang juga merupakan penutup dari rangkaian acara peringatan Hari Lahir Pancasila.(eas)

Friday, 01 June 2018 13:20

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018. Ini merupakan kali kedua upacara peringatan tersebut diselenggarakan. Tahun lalu di tempat yang sama, Presiden Joko Widodo juga memimpin jalannya peringatan ini.

Hal itu dapat terwujud setelah Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Melalui Keppres tersebut, setiap tanggal 1 Juni, pemerintah bersama masyarakat akan memperingati hari lahir Pancasila di mana upacara peringatan tersebut dilaksanakan secara nasional di masing-masing daerah.

Dalam amanatnya kali ini, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk terus mengamalkan warisan mulia para pendiri bangsa ini untuk kemajuan bangsa dan menjadikan hal itu sebagai sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia. Sebab, menurutnya, negara manapun di dunia ini pada akhirnya akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk sebagaimana bangsa Indonesia sejak dulu.

"Saatnya kita berbagi pengalaman dalam ber-bhinneka tunggal ika, dalam bertoleransi, serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ujarnya.

Atas nama seluruh rakyat Indonesia, Presiden menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para pendiri bangsa atas warisan luhur mereka untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang bisa kita nikmati saat ini.

"Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada generasi-generasi muda berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," imbuhnya.Di penghujung amanat, Kepala Negara terus mengajak para ulama, tokoh agama, guru, politisi, aparat pemerintahan, pekerja, dan seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita."Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita bersatu, kita berbagi, kita berprestasi," tutupnya.

Setelah upacara, Presiden bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno dan Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia Boediono, meninjau Pameran Foto ”Untukmu Pancasilaku Kami Berbagi Bersatu Berprestasi” di Foyer Gedung Pancasila. Peninjauan ini dipandu Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan.Selesai meninjau pameran foto, dilakukan sesi foto bersama di Ruang Pancasila yang juga merupakan penutup dari rangkaian acara peringatan Hari Lahir Pancasila.(eas)

Friday, 01 June 2018 13:09

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) -  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri membongkar kasus distribusi bawang putih impor yang tidak sesuai dengan ketentuan. Dari hasil laboratorium, diketahui bawang putih itu masih mengandung cacing nematoda.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Baresksim Polri, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga di Bareskrim, Jakarta, Kamis (31/5)2018 mengatakan Bareskim sudah menetapkan 4 tersangka dengan 3 orang di antaranya yakni direktur perusahaan yang terkait dengan impor dan distribusi bawang putih impor tersebut. “Tersangka sudah kami lakukan pemanggilan dan akan segera kami lakukan tindakan kepolisian. Barang bukti kami sudah amankan sebanyak ratusan ton bawang putih.” Ujarnya.

Selanjutnya, Daniel menegaskan Keempat orang tersangka yakni TSK selaku Direktur PT TRS, MYI selaku Direktur Operasional PT PTI, TDJ selaku Direktur PT CGM dan PN selaku pengendali atas pembiayaan serta distribusi dan penetapan harga ditingkat pasar. “Para tersangka menjual dan memperdagangkan bibit bawang putih impor ke pasaran sebagai bawang konsumsi. Padahal, bibit bawang tersebut tidak sesuai dengan ketentuan atau standar bawang konsumsi,”tegasnya.

 Daniel menjelaskan berdasarkan penelitian laboratorium, bibit bawang putih masih mengandung cacing dan bakteri sehingga sangat berbeda dengan bawang konsumsi pada umumnya. “Selain itu, para tersangka juga melakukan importasi bawang putih dengan memberikan pernyataan tidak benar pada label sehingga merugikan konsumen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Daniel merincinya kasus ini berawal saat PT PTI mendapatkan dari Kementerian Perdagangan untuk mengimpor bawang putih dari China dan Taiwan sebesar 30.000 ton. PT PTI lantas meleakukan kerja sama dengan PT CGM, PT FMT, dan PT ASJ untuk menyalurkan atau mendistribusikan bawang putih impor tersebut.” Namun saat barang dikirimkan, ada keterangan yang tidak benar. Label barang yang harsunya PT TPI justru tertulis PT CGM,” rincinya

Jadi, Daniel menandaskan sementara itu, PT TSR justru memperdagangkan bawang putih impor yang dipergunakan sebagai bibit bawang putih.” Hal ini tidak sesuai dengan persyaratan kesehatan bawang putih sebagaimana ketentuan UU Karantina,” tandasnya.(Vk)

 

Wednesday, 30 May 2018 20:56

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan. Tercatat sebanyak 9 kesepakatan berhasil dicapai kedua negara yang kemudian diumumkan selepas pertemuan bilateral.  Sebagaimana yang diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam pernyataan pers bersama, salah satu dari sejumlah kesepakatan itu ialah mengenai pembaruan kerja sama di bidang pertahanan pertahanan dan produksi bersama sejumlah industri strategis.

 

Selain itu, kesepakatan lainnya yang berhasil dicapai ialah mengenai kerangka persetujuan kerja sama eksplorasi dan penggunaan antariksa untuk tujuan damai. Dokumen kerangka persetujuan itu ditandatangani oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) RI dan Kepala ISRO India.

Berikut ini ialah keseluruhan kesepakatan yang berhasil dicapai kedua negara dalam pertemuan tersebut:

1. Persetujuan antara Pemerintah RI dengan India mengenai kerja sama dalam bidang pertahanan;

2. Kerangka Persetujuan antara Pemerintah RI dengan India mengenai Kerja Sama Eksplorasi dan Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai;

3. Memorandum Saling Pengertian mengenai Kerja Sama Teknis di Sektor Perkeretaapian antara Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Perkerataapian India;

4. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah RI dengan India tentang Kerja Sama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

5. Memorandum Saling Pengertian antara Lembaga Administrasi Negara RI dan Lal Bahadur Shastri National Academy of Administration India mengenai Kerja Sama Teknik di Bidang Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara;

6. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Luar Negeri India mengenai Dialog Kebijakan antara Pemerintah dan Interaksi antara Lembaga Kajian;

7. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Pengawas Obat dan Makanan RI dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India dalam Kerja Sama di Bidang Regulasi Produk Obat, Bahan Baku Obat, Produk Biologi, dan Kosmetik;

8. Pernyataan Kehendak Pembentukan Kerja Sama antar Provinsi Bali dan Uttarakhand;

9. Memorandum Saling Pengertian Bidang Kesehatan.(eas)

Wednesday, 30 May 2018 20:48

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India Narendra Modi bermain layangan bersama di Monumen Nasional. Kegiatan tersebut dilakukan setelah keduanya melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.Presiden Jokowi dan PM Modi tiba di silang Monas pukul 12.35 WIB. Keduanya datang mengendarai _golf cart_ yang dikemudikan oleh Presiden Jokowi sendiri.

 

Setibanya di Monas, keduanya disambut oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Presiden Jokowi dan PM Modi beserta rombongan kemudian langsung meninjau Indonesia-India Kite Exhibition yang sedang digelar.Sambil diiringi lagu daerah Betawi "Si Jali-Jali", keduanya berjalan melihat-lihat deretan layangan yang dipajang di sisi kiri dan kanan tenda. Di sisi kanan tenda yang dihiasi nuansa Indonesia, terdapat layangan dengan gambar-gambar karakter pewayangan dari Indonesia. Sedangkan di sisi kiri yang bernuansa India dipajang layangan dengan gambar-gambar karakter khas India seperti Mahabharata.

 

Selesai meninjau layangan, keduanya menuju panggung yang telah disiapkan untuk kemudian melakukan pembukaan tirai berisi logo peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-India. Keduanya kemudian berfoto bersama di atas panggung dengan latar belakang Tugu Monas.

 

Setelah berfoto bersama, Presiden Jokowi kemudian mengajak PM Modi bermain layang-layang yang sebelumnya telah diterbangkan. Keduanya tampak cukup lincah bermain layangan. Presiden Jokowi tampak menerbangkan layangan bergambar bendera India. Sementara PM Modi menerbangkan layangan bertuliskan 70 yang menandakan usia hubungan diplomatik kedua negara.

 

Layangan yang diterbangkan oleh PM Modi sempat turun dan hampir jatuh. Namun, dengan cekatan PM India tersebut langsung menarik tali layangannya sehingga layangannya naik kembali. Sontak hal ini membuat semua yang hadir bertepuk tangan.

 

Tampak di belakang keduanya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang turut menyaksikan permainan layangan kedua Kepala Negara ini.

 

Selesai bermain layangan, keduanya kemudian berjalan ke _stand_ bersama PT. Pindad-Bhukanvala untuk melihat-lihat senjata yang dipamerkan. Setelah itu Presiden Jokowi dan PM Modi kemudian meninggalkan Monas dengan mengendarai _golf cart_ menuju Patung Arjuna Wijaya atau yang dikenal dengan nama Patung Kuda yang terletak di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat.

 

Dalam kesempatan tersebut, keduanya bertemu langsung dengan pembuat patung I Nyoman Nuarta. Presiden Jokowi dan PM Modi tampak berbincang singkat dengan I Nyoman Nuarta sebelum mengabadikan momen dengan berfoto bersama.(eas)

 

Wednesday, 30 May 2018 20:31

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Setelah menangkap  bandar Nazrkoba. BNN lakukan Pemusnahan sejumah barang bukti Sabu sebanyak 31,6 gram, ekstasi 5.576 butir dan katinon 67,94 Kg. yang dieroleh dari bulan Matet hingga April.Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Polisi Heru Winarko di BNN,Cawang Jakarta Timur,Rabu (30/5) 2018  mengatakan pihak BNN melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 31,6 gram, ekstasi 5.576 butir dan katinon 67,94 Kg. “Pemusnahan barang bukti tersebut dari empat kasus tindak pidana narkotika yang diungkap BNN pada Maret sampai Apr il 2018,” ujarnya.

 Heru menegaskan dari total barang bukti yang disita 31,7 gram shabu, 5961 butir ekstasi, dan 68 kg katinon telah disisihkan 85 gram shabu, 385 butir ekstasi, dan 60 gram katinon .”Ini dilakukan untuk kepentingan laboratorium dan pembuktian perkara,  Heru menjelaskan dari empat kasus narkotika yang diungkap, semuanya menggunakan modus operandi berupa paket.” Itu sesabnya dari sisa sejumlah barang bukti di musnakan, “ jelasnyaSementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) BNN Kombes (Pol) Sulis mengakui pemusnahan barang bukti narkotika oleh BNN dilakukan sebagai bentuk menjalankan amanah Undang-Undang Narkotika No.35 tahun 2009 yang tertuang dalam pasal 91 dan pasal 92. “Sebagai bentuk akuntabilitas barang bukti asli disita dari penyitaan sampai pemusnahan tidak berubah,” ujarnya.

 

Dalam pemusnahan itu, turut hadir perwakilan Kejaksaan Tinggi Jakarta Barat, beserta jajaran dalam proses pemusnahan barang bukti narkotika.  Seiring dengan itu dilakukan pengungakapan kasus ini, awalnya petugas mencurigai empat paket yang diduga berisi narkotika. Petugas kemudian memeriksa paket tersebut. Hasilnya, ditemukan tablet dalam masing-masing paket. Pada paket pertama ada 3.080 butir tablet, di paket kedua ditemukan 3.163 butir tablet, paket ketiga terdapat 2.993 tablet, dan paket keempat 3.268 tablet. Tablet tersebut setelah diuji di minilab Bea Cukai Soekarno Hatta positif ekstasi.

Paket-paket itu rencananya akan dikirimkan ke Cikarang, Bekasi; Bogor dan Bandung. BNN dan DJBC kemudian melakukan controlled delivery dua paket barang kiriman tersebut ke Bogor dan Cikarang. Untuk dua paket sisanya, DJBC dan BNN berkoordinasi dengan Bea Cukai Bandung. Pengembangan di Bogor dimulai pada 2 April 2018. Adapun dari hasil controlled delivery di Sukajadi, Bandung, petugas berhasil mengamankan seseorang yang mengambil paket tersebut berinisial TL pada 2 April 2018. Petugas juga mengamankan TL dan RWS. Mereka mengaku diperintah seseorang berinisial T alias JN untuk menitipkan barang di rumah LP dan RWS yang nanti akan diambil YH. YH sebelumnya ditangkap di Cikarang. T alias JN adalah orang yang sama yang memerintahkan YH ke Cikarang dan Bandung. Baru Melalui modus ini, mesin sinar-X akan melihat narkotika yang ditempelkan sebagai satu kesatuan dengan dinding kardus.Selain itu, petugas juga menemukan modus pengiriman ekstasi yang dimasukkan ke dalam tabung spiker sejumlah 997 butir. Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Padal 132 ayat (1), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Vk)

 

 

Wednesday, 30 May 2018 20:21

 

JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) - Kepulangan warga negara Indonesia(WNI) dari sejumlah negara baik dari Turki dan lainnya meskipun Undang-undang Antitrroris sudah disahkan oleh DPR , Polri memiliki tugas untuk mendata WNI. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal ditemui di Mabes Polri, Rabu (30/5) 2018 mengatakan, kepolisian mendata warga negara Indonesia (WNI) yang pulang dari sejumlah negara pasca UU Antiterorisme disahkan oleh DPR. "Kemarin sudah ada yang kembali dari Turki kalau enggak salah, langsung didata," ujarnya.

            Selanjutnya, Iqbal menegaskan dengan disahkannya UU Antiterorisme, Polri kini bisa melakukan upaya paksa untuk mendata WNI yang pulang dari luar negeri.”Sementara untuk penangkapan terduga teroris, Polri baru akan melakukannya bila sudah memiliki bukti yang cukup,” tegasnya.

 Iqbal menjelaskan tentu bukti tersebut terkait dengan keterkaitan WNI tersebut dengan organisasi terorisme.Kalau bukti sudah jelas, kami lakukan upaya proses hukum. “BNPT ada tugasnya, Polri juga ada tugasnya, TNI juga.Tetapi nanti diatur siapa paling depan, siapa melakukan proses hukum, dan melalukan penindakan. Tapi kalau pencegahan semua stakeholders yang ada termasuk masyarakat agar tidak ada ruang aksi terorisme," jelasnya.

            Sebelumnya, Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian langsung memberikan peringatan kepada organisasi teroris pasca disahkannya RUU Antiterorisme menjadi undang-undang. Undang-undang Antiterorisme yang baru memberikan ruang kepada pemerintah untuk dapat mengajukan suatu organisasi sebagai organisasi teroris ke pengadilan."Organisasi ini tidak hanya korporasi badan hukum tetapi juga yang tidak berbadan hukum, artinya civil society," ujarnya.

            Disamping itu, Tito menandaskan nanti kita ajukan JAD (Jamaah Ansharut Daulah), JI (Jemaah Islamiyah), yang kita anggap selama ini organisasi teroris," Setelah ada keputusan pengadilan, Polri tidak harus menunggu anggota organisasi itu melakukan teror untuk menangkapnya,” tandasnya.Sepanjang seseorang menjadi jaringan kelompok organisasi teroris yang sudah ditetapkan pengadilan, maka Polri bisa melakukan proses hukum pidana.(Vk)

 

Tuesday, 29 May 2018 14:03

 

JAKARTA9KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo menyambut baik penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). ”Kita harapkan dengan kebijakan-kebijakan moneter yang telah diantispasi dan dilakukan oleh BI, saya kira (penguatan nilai tukar) sangat baik," kata Presiden kepada jurnalis setelah menghadiri Penutupan Pengkajian Ramadan 1439 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2018 di Kampus Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Selasa, 29 Mei 2018.

Salah satu kebijakan yang dilakukan oleh BI tersebut adalah menaikkan suku bunga acuan (BI 7-day Reverse Repo Rate/BI7DRRR) sebesar 25 basis poins (bps) menjadi 4,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Mei 2018 lalu dan berlaku efektif sejak 18 Mei 2018.

Untuk membantu BI mengendalikan nilai tukar rupiah, Presiden pun memerintahkan kementerian terkait untuk menyiapkan langkah-langkah konkret di ranah pemerintah."Dan saya selalu memerintahkan kepada Menko ekonomi, Menkeu untuk menyiapkan langkah-langkah yang memang ada di wilayah pemerintah yang konkret, yang _real_ agar bisa juga ikut membantu BI dalam mengendalikan rupiah," lanjutnya.

Presiden juga mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS tidak hanya dialami oleh rupiah saja dan merupakan suatu fenomena global.

"Ini fenomena global. Semua negara mengalami," ucapnya (eas)

 

Tuesday, 29 May 2018 13:47

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Ada surat berlogo  Organisasi Masyarakat yang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pengusaha , asal tak memaksa dan lakukan kekerasan tidak ada masalah. Karena perusahaan memiliki CSR yang harus diberikan pada masyarakat.

Kepala Biro Perangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbalditemui di Mabes Polri, Senin(28/5 ) 2018 mengatakan dan memastikan, Polri akan menindak tegas ormas yang memeras masyarakat untuk meminta jatah tunjangan hari raya (THR)."Tidak boleh ormas meminta sesuatu dengan paksa, misalnya kalau tidak (dikasih) dipecahkan kacanya, kami akan menindak itu," ujarnya

Selanjutnya, Iqbal menegaskan  polisi telah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya permintaan THR oleh salah satu ormas. Namun permintaan itu tak ada unsur paksaan..”Untuk mengantisipasi adanya permintaan paksa yang meresahkan masyarakat, Tentu kepolisian di wilayah akan merangkul ormas,” tegasnya.Untuk itu, Iqbal menjelaskan tjuannya, memastikan ormas tidak memeras masyarakat atau pihak lain.

"Maka dari itu kami mendorong kepolisian setempat merangkul mengimbau agar tidak ada hal-hal yang bersifat memaksa. Kami akan memproses kalau memaksa apalagi ada perbuatan kekerasan di situ,"jelasnya. Dari pantauan yang ada sebelumnya, beredar surat mengatasnamakan ormas FBR Jakarta Barat memohon untuk bisa mendapatkan THR Idul Fitri kepada perusahaan-perusahaan. Dalam surat tersebut disebutkan edaran telah dilakukan setiap tahunnya.

            Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Barat, H. Mudjamil, mengatakan surat edaran permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) yang beredar atas nama wilayahnya tidak benar. "Enggak benar. Oknum itu. Saya tidak pernah menyuruh organisasi untuk anggota seperti itu," ujarnyaMudjamil menegaskan dalam sistem kerja organisasi FBR tidak ada perintah memohon bantuan THR setiap tahunnya. “ Hal tersebut hanya dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan FBR,”tegasnya (vk)

 

Gaya

Face Book Galleries

JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula kristal Putih. Ini...
JAMBI(KORANRAKYAT.COM)- Polres Muaro Jambi melakukan penagkalan Radikalisme dengan kegiatan prefentif  menugaskan 65...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Polri menandatangi Mou dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas...
    JAKARTA(KORANRAKYA.COM)Presiden Joko Widodo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga...
JAKARTA(KORANRAKYATCOM)TNI Polri gelar operasi mantap Brata di Monas menyatukan keamanan gabungan TNI Polri. Ini...
JAMBI(KORANRAKYAT.COM) KapolrestaJambi Lakukan kontra rationalise dengan cara mensosialisasikan kemasyarakat,dimotori...
JAMBI(KORANRAKYAT.COM)Polda Jambi melakukan Deradikalikasi dalam 3 langkah  diawali tindakan prefentif sehingga dapat...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Maraknya aksi ceramah-ceramah  yang terus bergululir, diharapkan dihimbau Alim ulama dan...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan Narkotika Nasional(BNN) pemusnahan 2.223,5 gram Sabu, 24.819 butir Ekstasi, 37.408 juli...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo sore ini, Jumat, 7 September 2018 bersilaturahmi ke kediaman Ibu Sinta...