Seputar Dunia

  •  
    Presiden Ingin Kerja Sama Lebih Konkret

    .

     
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan utusan khusus Perdana
     

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Polemik perizinan rencana pembangunan hotel Amaris di Jalan Taman Apsari yang lokasinya dinilai kurang tepat karena tidak sampai 100 meter terdapat bangunan gedung Negara Grahadi Surabaya yang biasa digunakan untuk aktivitas penting kenegaraan akhirnya diklarifikasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.Anggpta DPRD Jatim Peertanyatakan kenapa sampai keluar IMB nya.

Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, proses pembangunan hotel Amaris yang sudah mendapat ijin dari pihak pemkot sudah melewati tahapan atau ketentuan-ketentuan ijin reguler mulai dari Amdal hingga proses IMB.

“Dari teman-teman OPD sudah kita kumpulkan data-data terkait proses perizinan pembangunan hotel amaris,” kata Hendro di lobi lantai 2 Balai Kota Surabaya, Selasa, (10/10/2017).

Di dalam proses perizinan itu, lanjut Hendro, pemkot juga membuka forum konsultasi yang dimaksudkan untuk memberi masukan terkait pembangunan hotel amaris. Di dalam forum itu, kata Hendro, tidak hanya dari pemkot tetapi juga ada dari provinsi dan institusi lainnya. “Alhamdulilah pada forum konsultasi sudah ada saran dan masukan yang sudah diakomodir dan dimasukkan dalam proses perizinan ini,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Ery Cahyadi menjelaskan, proses izin pembangunan hotel amaris dikeluarkan karena dipengaruhi beberapa faktor diantaranya, dasar hukum, Amdal dan IMB. Menurutnya, sebelum surat permohonan Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) dikeluarkan, pihaknya sudah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan dengan DKP, tenaga ahli dan praktisi untuk melihat dasar hukum terkait aturan bangunan yang tinggi dan berjarak dengan bangunan negara.

“Ternyata di dalam aturannya tidak pernah menentukan berapa tinggi dan jarak antara gedung yang akan dibangun dengan bangunan negara baik dari pemerintah pusat maupun pemda,” terang Ery ketika memberi penjelasan kepada wartawan.

Disampaikan Eri, bangunan hotel amaris yang saat ini posisinya menghadap ke gedung negara, jika sudah selesai dibangun harus ditutup dengan baja. “Untuk ketebalan baja, nantinya pemkot akan berkonsultasi dengan tenaga ahli bahkan dengan TNI atau Polri untuk menentukan kualitas baja yang bagus,” jelasnya.  

Selain itu, Eri juga menegaskan kepada pihak hotel amaris, ketika ada kegiatan presiden atau kepentingan negara, pemkot meminta kepada pihak hotel untuk mengosongkan sebagian kamar yang menghadap ke arah grahadi demi pengamanan. “Alhamdullilah dalam rapat kemarin, perjanjian itu disepakati oleh teman-teman amaris,” ungkap Eri.

Setelah melihat dasar hukum dan peraturan lokasi gedung, pemkot melanjutkan dengan urusan AMDAL. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Musdiq Ali Suhudi menuturkan bahwa, pihaknya telah melakukan sosialisasi amdal yang disesuaikan dengan SKRK dan dilakukan atau disesuaikan dengan tata ruang kota baik dari sisi penggunaan lahan maupun intensitas bangunan. “Penting untuk melakukan sosialisasi amdal karena jika ada peraturan yang terlewatkan, dengan cepat pemkot segera mengetahuinya. “ujarnya.

Sementara dari sisi lalu lintas, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Irvan Wahyu Drajad menambahkan, pihaknya bersama tim sudah mengkaji dan melakukan rapat untuk mengantisipasi jika ada kegiatan kenegaraan di gedung Grahadi maka Dishub bersama dengan kepolisian akan mengalihkan arus lalu lintas melalui jalan samping (Taman Apsari – Embong Wungu). “Semua sudah dikaji oleh tim,” terang Irvan.

Sedangkan untuk kendaraan yang hendak memasuki hotel, Dishub dan kepolisian melarang pelanggan hotel untuk memarkir kendaraannya di pinggir jalan. “Mereka (pihak hotel) sudah menyediakan 62 lahan parkir sesuai dengan SKRK, bahkan lebih dari ketentuan,” pungkasnya.

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Fredy Purnomo mengaku sudah lama mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya gedung tinggi yang sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan Gedung Negara Grahadi.

“Kami minta pembangunannya (Hotel Amaris, red) dihentikan dulu, akan kami evaluasi bersama pimpinan dewan dan Pemprov Jawa Timur,” tegas Fredy Purnomo, (6/7).

Tak hanya itu, Komisi A DPRD Jatim akan melakukan langkah serius untuk menyikapi bangunan bertingkat 17 itu. “Kalau bisa dihentikan dan dibongkar. Kita lebih penting masalah keamanan daripada kepentingan bisnis,” imbuh Freddy.

Politisi yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar ini mengatakan, estetika tata kota juga penting untuk diperhatikan oleh Pemkot Surabaya sebelum mengeluarkan izin-izin. “Jadi jangan hanya mengejar PAD (Pendapatan Asli Daerah) saja karena ada pembangunan hotel. Tapi estetika tidak diperhatikan,” kritiknya.

Dari sisi keamanan, menurut Freddy juga sangat mengkawatirkan. Pihaknya tidak berharap juga, kalau nanti ada sniper (penembak jarak Jauh) memanfaatkan gedung tersebut untuk melakukan tindakan yang tidak diharapkan ke arah Gedung Negara Grahadi. Terlebih, Grahadi itu sering ada tamu-tamu Negara, duta besar Negara asing, bahkan Presiden RI beserta para menteri kalau bertemu Gubernur pasti di Grahadi. “Ini kan jadi tidak bagus, bangunan itu harus ditinjau kembali,” tegasnya.

Freddy menjelaskan, gedung Negara grahadi dan kawasan di sekitarnya adalah daerah yang termasuk kawasan dilestarikan. Sesuai dengan PP No 36/2005 tentang Juklak atas UU No 28/2002 tentang Bangunan Gedung. Di situ diatur bahwa pembangunan gedung bertingkat harus memperhatikan kondisi lingkungan dan gedung-gedung yang termasuk kategori gedung yang dilestarikan. Seperti halnya Grahadi.

Di sekitar bangunan gedung Grahadi ini, sudah masuk sebagai bangunan cagar budaya dan bangunan vital penting. Bisa dikatakan gedung Negara Grahadi adalah istana pemerintah provinsi. “Kemudian di depan (Hotel Amaris) itu juga ada patung gubernur Suryo yang harus sama-sama kita hormati sebagai Gubernur pertama Jawa Timur,” cetus Fredy.

"Seharusnya, dari beberapa pertimbangan itu saja, pemkot Surabaya harus peka. Kenapa kok tiba-tiba IMB bisa diterbitkan begitu saja tanpa ada kajian-kajian yang mendalam. Ini justru pemkot telah melupakan nilai sejarah," sebutnya.

Secara umum, Fredy mempertanyakan semua izin-izin yang keluar dari Pemkot Surabaya. Mulai dari izin gangguan (Ho), izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) sebelum diterbitkannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Izin HO atau zonasi itu kan harus melibatkan masyarakat di sekitarnya, apa sudah izin atau minta persetujuan Gubernur yang juga tinggal di Grahadi,” pungkasnya (fd)

 

 

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Potongan lirik lagu berjudul “Surabaya Oh Surabaya” yang dinyanyikan siswa-siswi SMP Negeri 6 Surabaya mengajak seluruh

peserta untuk mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo yang 72 tahun silam dengan gagah berani menurunkan bendera belanda untuk memperoleh

kemerdekaan. Ya, untuk mengenang dan menghormati kembali perjuangan rakyat surabaya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas

Kebudayaan dan Pariwisata mengadakan Refleksi ''insiden perobekan bendera belanda'' yang terjadi pada 19 September 1945 di Hotel Yamato (sekarang Hotel

Majapahit) dalam bentuk teatrikal.

          Mengangkat tema “Surabaya Merah Putih” rekonstruksi peristiwa perobekan bendera dimulai sekitar pukul 08.00 pagi oleh gabungan komunitas teater

se-surabaya. rekonstruksi perobekan bendera Belanda dimulai ketika ada beberapa pemuda yang diperankan oleh seniman, datang dari arah utara untuk

kemudian memasuki hotel. Dalam rekontruksi tersebut, para seniman juga memainkan adegan panjat gedung dengan menggunakan tangga bambu untuk

merobek bendera merah putih biru.

Mereka mampu memperagakan aksi perobekan bendera merah putih dengan penjiwaan yang sungguh-sungguh. Bahkan, Saking emosinya, pas rekonstruksi,

tangan seorang pemain teatrikal ada yang sampai berdarah,” kata Heri Prasetyo selaku koordinator acara, Kamis, (14/9/2017) di Jalan Tunjungan depan Hotel

Majapahit.

         Heri Prasetyo atau yang biasa dipanggil Heri Lentho mengutarakan makna peristiwa perobekan bendera yang setiap tahun diadakan untuk menanamkan

karakter perjuangan dan nasionalis kepada seluruh warga surabaya. “Rakyat surabaya khususnya Indonesia, kalau diajak ngomong unsur kebangsaan dan

nasionalisme itu selalu kuat, makanya setiap tahun acara ini selalu kita kemas berbeda dan menarik,” terangnya.

       Diakui Heri, aksi teatrikal tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya sangat berbeda. “Tahun ini kita melibatkan paduan suara dibumbuhi atribut bendera

merah putih berukuran kecil yang dibawa pelajar SD dan SMP,” jelas Pria berusia 50 tahun ini.Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang hadir menggunakan

busana tentara berwarna hijau menuturkan bahwa peristiwa perobekan bendera merupakan momen gagah berani yang ditunjukkan warga Surabaya untuk

mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

Peristiwa perobekan bendera ini yang kemudian berakhir pada tanggal 10 November 1945,” kata Risma seusai acara yang juga dihadiri oleh Kapolrestabes

Surabaya Kombes Pol. Muhammad Iqbal, pasukan veteran, pasukan TNI AD, AL dan AU, Polri serta pelajar SD-SMP negeri/swasta, jajaran OPD terkait serta

barisan Forpimda.Disampaikan pula oleh Wali Kota, untuk memperingati acara ini pihaknya juga melibatkan anak-anak (pelajar SD dan SMP). Tujuannya,

supaya anak-anak mengerti bahwa para pendahulunya dan pejuang dengan gagah berani melawan kesombongan pemerintah Belanda sehingga berhasil

memperoleh kemerdekaan.Anak-anak Surabaya juga harus belajar dari pendahulunya agar berani, tidak boleh takut dan tidak boleh minder dengan siapapun

untuk mendapatkan masa depan yang lebih cerah dan lebih baik lagi ke depan,” jelasnya.

       Sementara Hartoyik selaku Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menambahkan, peristiwa ini merupakan tujuan terakhir dari bangsa Indonesia

untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah belanda selama 350 tahun. “Peristiwa ini seperti mercusuar yang menyinari seluruh negeri mulai sabang sampai

merauke dan itu adalah Surabaya,” pungkas Hartoyik.Dalam acara ini, Hartoyik berpesan kepada generasi muda agar meneruskan perjuangan yang sudah

dilakukan pejuang terdahulu dengan cucuran darah dan hilangnya ribuan nyawa rakyat surabaya. “Saya yakin para pemuda dan pemudi surabaya bisa

meneruskan perjuangan ini dengan professional untuk menjunjung tinggi nilai bangsa dan negara ini,”urainya.(fdl)

 

 

.
SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Sekitar 20 an warga yang tinggal di lingkungan sekitar waduk sepat, menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jumat (18/8). Mereka adalah warga dari tiga RT di RW 5 Kelurahan Lidah Kulon yang selama ini terkena dampak langsung dari tinggal di dekat waduk. 
 
Warga diterima Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widiyanto, Kepala Bagian Hukum, Ira Tursilowati dan Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Eddy Chrisjanto di ruang sidang Sekda di Balai Kota Surabaya.
 
Ketua RT 2 RW 5, Sujono mewakili warga mengatakan, warga yang tinggal di RT 2, RT 1 dan RT 5 di lingkungan RW 5 Kelurahan Lidah Kulon merupakan warga yang lokasi tempat tinggalnya berdekatan dengan waduk. Imbasnya, warga seringkali kebanjiran, utamanya di musim hujan. Karenanya, mereka ingin menyampaikan uneg-uneg kepada Wali Kota Tri Rismaharini untuk segera dilakukan pengerjaan saluran air. 
 
“Berkaitan dengan pengerjaan saluran, kami mohon kepada bu wali agar sauran di lingkungan RT 2 segera dikerjakan. Kalau memang bisa segera dikerjakan, ya mohon segera dikerjakan. Karena ini berdampak pada banjir di lingkungan kami,” ujar Sujono yang lantas diamini warga.
 
Pernyataan senada disampaikan perwakilan warga RT 05 RW 05, Gendut. Dia mengatakan, wilayahnya selama ini menjadi langganan banjir karena kondisi geografisnya yang rendah. Dan itu berdampak pada kerusakan rumah dan jalan yang berlubang. Karenanya, dirinya bersama warga yang terkena dampak langsung dari banjir, mendatangi Balai Kota. 
 
“Warga dari RW 5 mendatangi Pemkot agar segera menormalisasi saluran supaya tidak terdampak banjir lagi. Dengan adanya pertemuan ini harapannya bisa segera. Kami terketuk untuk menyampaikan ini ke Pmekot karena selama ini ada warga di sana yang mengatasnamakan terkena banjir, padahal bukan karena wilayahnya di atas,” jelas Gendut. 
 
Lurah Lidah Kulon, Budi Santoso yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, warga yang datang ke Balai Kota adalah warga RT 1, RT 2 dan RT 5. Menurutnya, wilayah tiga RT tersebut memang menempel di selatan waduk sepak (RT 5), lalu RT 2 berada di selatan RT 5 dan RT 1 berada di sebelah timur RT 2. “Salurannya yang di RT 2 akan dinormalisasi. Dulu sempat ada yang menolak karena tanahnya mereka. Setelah diberi pemahaman, yang bersangkutan sudah rela,” jelas Budi Santoso. 
    
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot intinya sama dengan warga. Yakni agar bagaimana tidak banjir dan ada saluran. “Untuk yang berkaitan langsung dengan waduk akan segera diperbaiki. Intinya, sisi hukum biar berjalan, dan untuk pembangunan biar berjalan. Insya Allah mulai minggu depan kami mulai turun ke sana,” jelas Eri Cahyadi.  
 
Kedatangan warga tersebut, sambung Eri, juga membuat Pemkot bisa memetakan warga di lingkungan mana yang berkaitan langsung dengan waduk. Sebab, selama ini juga ada warga dari RT lain yang juga menyampaikan aspirasi serupa. Karenanya, Eri meminta bantuan dari lurah dan juga warga untuk bersinergi bersama. “Kalau sudah tahu warga yang terdampak langsung, kami yakin berjalan. Minggu depan kami akan turun ke sana, nyusun DED dan akhir bulan bisa pelaksanaan. Kami minta tolong pak lurah dan juga warga mendampingi,” sambung dia.(fd)  
Saturday, 22 April 2017 05:36

Rebutan Aset Kota Surabaya Yang Tak Kunjung Tuntas

Written by

 

SURABAYA,KORANRAKYAT.com, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini kembali menjelaskan beberapa persoalan tanah aset yang hingga saat ini masih terus diperjuangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kasus aset yang dijelaskan antara lain, Waduk Wiyung, PDAM dan Marvel City.

“Untuk aset Marvel dan PDAM masih dalam proses pengkajian, sedangkan waduk wiyung sudah mulai gerak dan insyallah kembali ke tangan Pemkot,” ujar Risma ketika menggelar jumpa pers di ruang kerja walikota (21/04).

Selain itu, kini muncul lagi masalah aset di SDN Ketabang I yang kini digugat perorangan. Walikota mengatakan, Pemkot Surabaya memiliki bukti kepemilikan tanah aset tersebut. “Kita punya buktinya dan akan terus kami upayakan sampai tuntas,” imbuh Risma.

Terkait persoalan aset di SDN Ketabang I tersebut, Kepala Dinas Pengeloaan Bangunan dan Tanah, Maria Theresia Ekawati Rahayu menjelaskan, sejak tahun 1948 tanah dan bangunan yang berada di SDN Ketabang I adalah milik Pemkot Surabaya. Namun, tiba-tiba muncul sertifikat atas nama pihak lain yaitu Setiawati Sutanto. Lalu, tahun 2012, masa kontrak SDN Ketabang 1 telah habis dan Setiawati meminta perpanjangan ke BPN. Hasilnya, permintaan ditolak oleh BPN lalu Setiawati menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Sudah tahu kalau sejak dulu tanah itu milik pemkot, kok sekarang menggugat, kan aneh,” imbuh Yayuk.

Maria Theresia atau yang akarab disapa Yayuk kembali menjelaskan, dari hasil gugatan yang dilancarkan Setiawati tahun 2012 di PTUN tersebut, Pemkot dan BPN dinyatakan kalah. Memasuki tahun 2013 di tingkat yang sama dan tingkat Kasasi, pemkot melakukan banding dan dinyatakan menang. Belum puas, pihak Setiawati kembali melakukan peninjauan kembali (PK) di pengadailan, hasilnya Pemkot kembali kalah.

“Atas kekalahan tersebut, sejak tahun 2016 hingga saat ini pemkot mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Surabaya dan kasus ini masih terus diupayakan dan masih berjalan di PN,” tutup Mantan Kabag Hukum tersebut. (fd)

 

 

 

SURABAYA,KORANRAKYAT.com,- Sejak awal tahun ini, gedung Siola di kawasan Jalan Tunjungan dan Jalan Genteng Kali, “disulap” menjadi bangunan multi fungsi. Selain menjadi pusat pelayanan perizinan dan dokumen kependudukan, bangunan bersejarah ini juga difungsikan untuk pusat pembelajaran keluarga (Puspaga). Nah, pertengahan tahun 2017 ini, fungsi Siola akan kembali bertambah. 

 Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berencana menyediakan ruang kerja bagi anak-anak muda kreatif di Surabaya. Utamanya bagi anak-anak muda yang memiliki ketertarikan untuk mengembangkan start up. Ruang kerja yang dinamakan co-working space ini juga akan menjadi kado bagi warga Surabaya dalam peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724 pada bulan Mei mendatang.

 “Rencananya bulan Mei nanti kami akan membuatkan co working space di gedung Siola lantai 3. Ruangan ini terbuka untuk warga Surabaya,” ujar wali kota dalam keterangannya kepada awak media, kemarin. 

 Menurut wali kota, rencananya, lokasi co-working space ini akan berada di dekat jembatan penyeberangan Gedung Siola. Di tempat tersebut, anak-anak muda Surabaya bisa belajar mengeksplorasi kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi dan membangun start-up. Apalagi, pada November 2017 mendatang, Surabaya akan kedatangan mentor start up kelas dunia seperti dari Google, Intel dan juga Facebook. Mereka akan memberikan pelatihan bagi anak-anak muda Surabaya. 

 “Menurut saya ini mendesak. Co-working space ini seperti workshop-nya mereka. Tidak hanya start up bidang teknologi, bisa juga anak-anak membuat kreasi semisal alat kontrol untuk mematikan listrik di rumah. Nanti akan ada trainer yang akan membina mereka. Peralatan hardware semua akan kami sediakan di sana sehingga anak-anak tinggal memakai,” jelas wali kota

 Meski terbuka untuk warga Surabaya, tetapi anak-anak muda yang ingin bergabung di co-working space ini, terlebih dulu harus mendaftar. Nantinya juga akan ada seleksi untuk memastikan bahwa anak-anak yang ingin bergabung tersebut memang memiliki kemauan kuat untuk mengkreasi karya, bukan melakukan hal negatif semisal melakukan hacking system. 

 Nantinya, bila ternyata animo anak-aak muda Surabaya untuk bergabung di co-working space ini tinggi, Pemkot Surabaya akan membuat ruangan serupa di lokasi lain. “Kalau animo nya tinggi, akan kami buat lagi di tempat lain. Meskipun akan susah kalau di tiap kecamatan karena ini butuh narasumber,” jelas wali kota sarat prestasi ini.(fdl)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SURABAYA,KORANRAKYAT.com,-Selasa (13/12) lalu, Pemkot Surabaya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menggelar tes urine di SMP Negeri 52. Hasilnya, tujuh pelajar terindikasi menggunakan narkoba. Namun, dari perkembangan terakhir diketahui bahwa ketujuh pelajar tersebut tidak menggunakan obat-obatan terlarang.

Wali Kota Tri Rismaharini mengungkapkan, setelah tes urine tersebut, para pelajar yang terindikasi narkoba langsung di-assessment oleh BNN Surabaya. Berdasar hasil assessment itu disimpulkan bahwa para pelajar tersebut meminum obat flu. Hal itu tampaknya sedikit-banyak mempengaruhi hasil tes urine sehingga pada saat itu, mereka diindikasi menggunakan narkoba.

Risma -sapan Tri Rismaharini- merasa perlu menyampaikan hasil pendalaman dari BNN ini kepada publik. “Saya merasa perlu mengklarifikasi ini karena menyangkut masa depan dan nama baik anak. Kasian kalau mereka di-bullypadahal mereka tidak memakai obat-obatan terlarang,” terang Risma saat dijumpai di kediamannya, Sabtu (17/12).

Terkait hal ini, dalam waktu dekat Risma akan menggelar rapat antara dinas kesehatan, BNN dan asosiasi yang mewadahi obat flu yang dikonsumsi pelajar tersebut. Tujuannya, untuk mencari solusi bersama untuk memecahkan masalah ini. “Nanti akan dicarikan solusi bersama. Yang jelas, obat yang dimaksud saat ini sudah dibawa ke laboratorium forensik Polda Jatim. Untuk merek obatnya tidak bisa saya sebutkan di sini,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi bahaya narkoba, Risma mengaku sudah menyiapkan lomba khusus guru dalam rangka peringatan Hari Ibu pada 24 Desember mendatang. Sasaran lomba ini sengaja dikhususkan bagi para guru karena mereka punya tanggung jawab besar men-sosialisasikan bahaya narkoba kepada para siswa.

Menurut Risma, narkoba kini mulai menyasar para pelajar. Oleh karenanya, saat momentum Hari Ibu nanti, wali kota peraih gelar honorus causa dari ITS itu akan mencanangkan tagline “Anak-anak Surabaya adalah Anak Kita Semua”. Kalimat tersebut diharapkan mampu menggugah kepedulian warga Surabaya akan perilaku anak-anak di sekitar mereka. “Meskipun bukan anak sendiri tetap harus peduli,” pungkasnya.(an)

  

Koranrakyat, Surabaya

           

              Pelayanan  Telkom  terganggu Traffic lemot Jatim Bali dan Nusa Tenggara Gangguan  koneksi

 

Telekomunikasi. Bahkan di wilayah Malang bukan hanya lemot tapi terputus Jumat (25/11) jaringan hingga

 

seharian, akhirnya lapor ke 147  baru Sabtu (26/11)  baru  diperbaiki. Menurut informasi  petugas di 147 

 

memang ada gangguan wilaya Malang, terlihat tanda merah disejumlah kawasan.

 

            Manager Sekdiv & Public Relations Telkom Indonesia Regional 5 Jatim, Bali, Nusra, Ivone Andayani

 

pada koranrakyat.com mengakui terjadi  gangguan Telekomunikasi  Terjadinya gangguan telekomunikasi ke

 

arah gateway Batam dari jaringan di Rungkut, Surabaya sehingga berdampak, kelambatan traffic data

 

komunikasi di wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara, serta membuat USeeTV mengalami freeze semenjak

 

 Jumat (25/11)  sekitar Pukul 11.00 wib   Namun menurut Ivone, Petugas langsung bergerak untuk

 

memperbaikinya. "Penyebab putus diperkirakan pada jarak 42 kilometer dari arah Rungkut ke Gresik,"

 

ujarnya .Sambil menunggu proses perbaikan, untuk menanggulangi layanan, satu link back up

 

milik Telkom ke arah gateway Batam, traffic-nya dialihkan ke route tersebut.

 

Tujuannya, agar dampak gangguan tidak terlalu parah, dan pelanggan masih bisa melakukan komunikasi

 

suara dan data. 

 

"Dan alhamdulillah setelah tiga jam bekerja keras, jaringan akhirnya bisa diperbaiki dan normal kembali.

 

Sudah solved. Padahal sebelumnya perbaikan diperkirakan butuh waktu lima jam," tegasnya.

 

Meski jaringan berhasil diperbaiki dan kembali normal, Telkom, kata Ivone minta maaf kepada pelanggan

 

atas ketidaknyamanan tersebut, khususnya yang berada di wilayah Jatim, Bali dan Nusra. 

 

Karena kejadian berlangsung siang hari. Saat traffic di satu jalur back up tersebut sedang padat-padatnya,

 

atau peak hour traffic.

 

Ke depan, agar hal yang sama tak terulang, khususnya dalam mengantisipasi lonjakan traffic selama Natal

 

dan Tahun Baru (Naru), Telkom telah mengantisipasi kebutuhan akses yang makin tinggi dengan

 

melipatgandakan bandwidth ke arah gateway Batam dari yang semula 400 GBps (dua jalur) menjadi 800

 

GBps. 

 

"Ini wujud komitmen kami untuk selalu memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan dan

 

masyarakat Indonesia," tegas Ivone. 

 

            Sementara soal di Malang mustinya juga sama persoalanya, cumin seharusnya tidak perlu ada

 

perbaikan lagi, sedang di Jatim sudah diperbaiki.Kalau sampai seharian harus diliat jaringanya dulu,

 

kemungkinan ada masalah lain. Apalagi, yang masih menggunakan spedy mustinya harus sudah bergeser

 

ke Indihome  biar nyaman.(as)

 

 

 

 

.

 



Surabaya,koranrakyat.com,- Pekik “Allahu Akbar” bersambung teriakan “merdeka” dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menjadi pembuka Parade Surabaya Juang 2016, Minggu (6/11) pagi. Ribuan warga Surabaya ikut merasakan gelora perjuangan yang tersembul dari agenda tahun an yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Pahlawan. 

Warga Surabaya, dari mulai anak-anak hingga golongan lanjut usia, antusias mengikuti parade perjuangan yang mengambil start dari Jalan Pahlawan di kawasan Tugu Pahlawan menuju Taman Bungkul ini. Di sepanjang jalan, mereka ikut bersemangat berteriak “merdeka”. Mereka juga berlomba mengabadikan momen-momen perjuangan yang direkonstruksi ulang dengan kamera atau fasilitas kamera di handphone mereka.

Wali Kota Tri Rismaharini berharap warga Surabaya bisa mengambil pesan penting dari agenda Parade Surabaya Juang 2016. Tidak hanya agar warga Surabaya, utamanya generasi era kekinian bisa tahu betapa beratnya potret perjuangan para pahlawan dalam pertempuran 10 November 71 tahun silam. Tetapi juga agar bisa lebih menghargai jasa-jasa para pahlawan . 

“Pada 10 November tahun 1945 lalu, arek-arek Suroboyo berani berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan keterbatasan alat (senjata) dan juga sarana. Tetapi mereka mampu mempertahankan kemerdekaan. Karena itu, warga Surabaya sebagai penerusnya, harus bisa meneruskan perjuangan para pahlawan,” tegas wali kota.

Wali kota mengingatkan, meski di era sekarang, warga Surabaya tidak akan mengangkat senjata atau melakukan perang gerilya seperti para pejuang di era kemerdekaan dulu, tetapi semangat perjuangan yang diusung harus tetap sama. Sebab, konteks perjuangannya sama, yakni mempertahankan kemerdekaan dan menjadi pemenang di negara/kota nya sendiri. “Kita harus bisa buktikan bahwa kita adalah anak cucu dan cicit nya para pejuang. Kita harus punya semangat yang sama untuk mempertahankan kemerdekaan dengan bekerja keras dan pantang menyerah,” sambung wali kota yang berhasil membawa Kota Surabaya meraih banyak prestasi membanggakan ini. 

Agenda Parade Surabaya Juang tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan itu ada pada rute yang dilalui. Bila dulu dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan menuju Taman Surya (depan Balai Kota Surabaya), untuk tahun ini finish di Taman Bungkul. Parade Surabaya Juang 2016 melalui rute Jalan Pahlawan - Jl Kramat Gantung - Siola - Jl Tunjungan - Jl Gubernur Suryo - Jl Panglima Sudirman - Jl Urip Sumoharjo - Jl Raya Darmo - Monumen Polri (Jl Polisi Istimewa - Sekolah Santa Maria (Jl Darmo - Taman Bungkul.

Menurut wali kota, penambahan rute Parade Surabaya Juang dikarenakan di sepanjang jalan tersebut, dulunya juga terjadi momen-momen penting sebagai bagian perjuangan arek-arek Suroboyo. “Seperti di kawasan patung kerapan sapi (Jalan Panglma Sudirman), itu dulu ada pertempuran tentara TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) melawan tentara kolonial,” jelas bu wali.

Dan memang, di sepanjang rute yang dilalui Parade Surabaya Juang 2016, komunitas pecinta sejarah merekonstruksi ulang momen-momen bersejarah yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam peristiwa heroik pertempuran 10 November di Surabaya pada tahun 1945 silam. Beberapa atraksi teatrikal digelar. Seperti di kawasan eks Gedung Siola yang menampilkan teatrikal perang Madun dan perang Benteng Kedungcowek. 

Sesampai di Hotel Majapahit yang dulu bernama Hotel Yamato dan terkenal dengan peristiwa perobekan bendera Belanda oleh Arek-Arek Suroboyo, diadakan upacara bersama Wali Kota Surabaya dan ratusan pejuang veteran. Sebelumnya, wali kota bersama wakil wali kota, ketua DPRD Kota Surabaya dan jajaran Forpimda Surabaya, menaiki mobil panser dari Jalan Pahlawan. Suasana terasa khidmat dan menggetarkan tatkala bendera merah putih dikibarkan di atas hotel bersejarah tersebut. “Saya mewakili pejuang veteran menyerahkan senjata secara simbolik kepada ibu wali kota dan Forpimda Kota Surabaya,” ujar Hartoyik, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia.

Aksi teatrikal juga tersaji di Jalan Gubernur Suryo. Lalu di depan Monumen Bambu Runcing ada teatrikal pidato Bung Tomo dan perang Surabaya. Kemudian di Jl Polisi Istimewa SMAK St Louis ada teatrikal penurunan bendera Jepang dan pengibaran bendera Merah Putih. Berikutnya di depan gedung SMAK Santa Maria, ada teatrikal perang 10 Nopember. Dan terakhir di Taman Bungkul, ada teatrikal pidato Bung Tomo yang melibatkan seluruh peserta parade. 

Parade Surabaya Juang juga disemarakkan dengan parade 10 unit panser, jeep dan truk rampasan perang. Ada sekitar 6000 orang dan juga 300 komunitas se-Indonesia yang terlibat. Semuanya terlibat dengan semangat yang sama. Semangat memperingati Hari Pahlawan. Dari memperingati, muncul rasa menghargai jasa para pahlawan. Lantas, termotivas untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. “Saya tadi merinding begitu mendengar suara ledakan dan bunyi senapan bersahutan. Saya bisa bayangkan bagaimana situasi pertempuran zaman dulu dan betapa berani nya para pejuang kita dulu,” ujar Setiawan, anak muda Surabaya yang menyaksikan teatrikal Parade Surabaya Juang di Jalan Polisi Istimewa. (nyo)



Surabaya,koranrakyat.com,-Perempuan didorong untuk memiliki kemauan tampil sebagai pemimpin. Dengan kata lain, akan ada banyak perempuan yang termotivasi untuk terjun masuk ke politik. Mengingat, untuk menjadi pemimpin kota/kabupaten ataupun level yang lebih tinggi di negeri ini, syarat nya melalui ‘kendaraan’ politik.

Kesimpulan itulah yang muncul dari gelaran City Mayor Forum yang diikuti oleh wali kota-wali kota/pemimpin perempuan yang digelar di lantai VI kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Minggu (24/7). Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan beberapa wali kota dari kota-kota di Indonesia. Serta beberapa wali kota dari negara di Asia Pasifik seperti Filipina dan Malaysia. Juga dari Eropa seperti Rusia. Mereka juga menjadi delegasi agenda The Third Session Preparatory Committe (Prepcom 3 for Habitat III di Surabaya yang akan dimulai Senin (25/7).   

Acara yang dikemas dialog semi talk-show dan berlangsung selama tiga jam tersebut, terbagi dalam dua sesi panel. Setiap sesi tampil tiga panelis. Di sesi pertama, tampil Wali Kota Surabaya, Wali Kota Sorsogon (Filipina) Sally Ante-Lee dan Wali Kota Sebrang Perai (Malaysia) dengan moderator Dr Aisa Kacyira, Deputi Executive Director UN Habitat. Lalu di sesi kedua, tampil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Fianarantsoa (Madagaskar), Irma Juliandres dengan moderator Erna Witoelar, vice chair kemitraan Habitat.   

Sekretaris Jenderal United Cities and Local Governemet Nations Asia Pacific (UCLG ASPAC), Dr Bernadia Irawati Tjandradewi mengatakan, jumlah pemimpin perempuan di Indonesia memang masih sangat sedikit. Menurutnya, dari sekitar 500 kota/kabupaten yang ada di Indonesia, jumlah perempuan yang menjabat sebagai bupati/wali kota tidak lebih dari 20 orang. “Jumlah itu (pemimpin perempuan di Indonesia) sangat sedikit. Itu sangat kurang sekali,” ujarnya.

Karenanya, dia berharap, melalui Women Mayors Forum ini, akan tercipta letupan semangat bagi perempuan agar tergerak untuk tampil menjadi pemimpin. Dia juga berharap, tampilnya pemimpoin perempuan tidak sekadar karena gender, tetapi memang memiliki kedekatan dengan masyarakat dan juga melawan politik uang. “Harapan kami, dengan adanya forum ini, akan ada lebih banyak perempuan yang terinspirasi dan termotivasi untuk menjadi pemimpin. Apakag itu menjadi wali kota/bupati atau DPRD. Dan itu bisa dimulai dari level RW. Yang terpenting harus dekat dengan masyarakat,” ujar Bernadia.   

Bernadia juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya yang telah mengemas acara tersebut, yang menurutnya sangat luar biasa. Dia mengaku bersama wali kota ikut melakukan pengecekan ketika malam (Sabtu malam) sebelum acara. “She check everything last night. Itu menurut saya luar biasa. Ini kesemparan saya mengucapkan terima kasih,” sambung Bernardia.

Wali Kota Tri Rismaharini menyampaikan, melalui Women Mayors Forum tersebut, ada banyak wawasan baru yang bisa didapat. Utamanya yang disampaikan wali kota dari negara-negara Afrika dan juga di Asia Pasifik. Diantaranya tentang kuota perempuan dalam parlemen. Bahwa di Afrika, kuota untuk perempuan itu 50 persen. Sementara di sini masih 30 persen. “Kita juga jadi tahu, di Afrika, mereka membentuk forum wali kota perempuan. Dan mereka bisa share tentang masalah-masalah kota nya serta bersama-sama mencarikan jalan keluar untuk menghadapi nya,” ujar wali kota. 
  
Menurut Bu Risma--panggilan Wali Kota Surabaya, jika ditarik benang merah kaitan agenda Women Mayors Forum tersebut dengan situasi di Surabaya, bahwa perempuan tidak perlu merasa takut bila ingin menjadi pemimpin yang tentunya melalui jalur politik.      
“Kalau untuk Surabaya, kita bisa sharing bahwa perempuan itu tidak perlu takut ke politik yang seolah itu maskulin. Dengan adanya ini, perempuan Surabaya didorong untuk maju,” sambung wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini. (as/fd) 

 

 

 

Surabaya,koranrakyat.com,-Warga Kota Surabaya siap untuk menyambut ribuan tamu dari berbagai negara yang akan menjadi delegasi event internasional, Preparatory Committe III for Habitat III di Surabaya pada 25-27 Juli mendatang.  Kesiapan warga tersebut terlihat ketika para jurnalis dan juga perwakilan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengunjungi beberapa kampung dalam agenda media visit, Jumat (15/7). Salah satunya warga di Kampung Bratang Binangun, Kelurahan Barata Jaya, Kecamatan Gubeng 

Ketika tiba di lokasi, rombongan jurnalis langsung disambut warga dengan sholawatan dan topi simbolis duta lingkungan. Para jurnalis juga disambut dengan sambutan “bilingual’ (dua bahasa) dari perwakilan warga yang sekaligus sebagai ‘gladi resik’ jelang menyambut para tamu Prepcom 3 nanti.Suasana sejuk begitu terasa meski kampung tersebut ada di kawasan tengah kota. Ini tidak lepas dari adanya berbagai macam tanaman yang ditanam warga di depan rumah mereka. Ada pohon mangga, Juga tanama obat keluarga (Toga). Di sepanjang jalan kampung berpaving yang bak jadi ruang penyambung rumah warga yang berhadap-hadapan, juga tampak bersih dan indah. 

Diana Kumuastuti dari bagian publikasi Kementrian PUPR &  Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, Chalid Buchari saat memberikan penjelasan wartawan persiapan peninjauan lokasi (as)


Fasilitator lingkungan Kelurahan Barata Jaya, Sumarmi yang didapuk memberikan penjelasan kepada para jurnalis, menyampaikan, kampung nya telah berhasil menerapkan empat program lingkungan yang selaras dengan harapan Pemkot Surabaya. Yakni program penghijauan, pengolahan sampah dengan cara mendaur ulang dan juga adanya bank sampah, juga kebersihan lingkungan yang salah satunya diwujudkan dengan kebersihan saluran air. “Kami juga punya program kesehatan untuk mencegah penyakit demam berdarah melalui pemantauan jentik. Di sini, ada banyak kader pemantau jentik,” jelas Sumarmi.

Sumarmi lantas menjelaskan tentang alat pengolahan air limbah (APAL) yang juga merupakan salah satu program lingkungan di kampungnya. Cara kerja APAL ini yakni dengan mengalirkan air buangan yang kemudian dialirkan ke APAL yang memiliki tiga filter yakni pasir, batu kerikil dan serat nanas yang berfungsi sebagai desinfektan. “Air daur ulang dari APAL ini bisa kami pakai diantaranya untuk menyirami tanaman dan juga mencuci sepeda motor,” sambung Sumarmi.  

Selain itu, warga Bratang Binangun juga mampu memaksimalkan sampah daur ulang yang tak terpakai menjadi produk yang layak jual seperti dompet, bros dan juga tas, serta bekas limbah kaca menjadi vas bunga. Warga juga telah memproduksi minuman tradisional seperti beras kencur, pokak dan sinom yang segar dan menyehatkan. Minuman tradisional tersebut disajikan keapda rombongan jurnalis. 

Sumarmi juga merupakan gambaran dari semangat warga RW Bratang Binangun dalam mengelola lingkungan. Di usianya yang sudah 60 tahun, perempuan yang akrab disapa Bu Slamet ini terlihat sangat bersemangat. Dia juga fasih dalam menyampaikan penjelasan perihal pemberdayaan lingkungan di kampungnya. “Terima kasih atas kunjungan nya. Mohon maaf bila ada ketikdanyamanan dalam penyambutan kami,” pungkas Sumarmi. 

Ada empat kampung yang menjadi lokasi kunjungan agenda media visit tersebut. Selain Kampung Bratang Binangun, juga ada Kampung Genteng, Kampung Lawas Maspatih, dan juga Kampung Gundih. Kampung-kampung tersebut memiliki keunikan masing-masing. 

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, Chalid Buchari yang ikut dalam agenda media visit tersebut, mengatakan, Kampung Bratang Binangun selain telah mampu meningkatkan kualitas lingkungan dengan penghijauan serta kampung bebas sampah, juga telah mampu membangkitkan energi listrik dari sampah. 

“Adapun Kampung Genteng, warganya telah mampu mengubah wajah dari tempat pembuangan sampah menjadi kampung yang layak huni dengan dilengkapi fasilitas pengolahan air limbah terpadu. Serta berhasil menggerakkan ekonoi masyarakat kaum perempuan melalui pengolahan buah dan minuman sari buah,” jelas nya.


Antusias ibu ibudi kampung Barata Jaya dalam nyambut PepCom3 (as)


Diana Kumuastuti dari bagian publikasi Kementrian PUPR menegaskan, empat kampung tersebut merupakan bagian dari 14 kampung yang nantinya akan dikunjungi para peserta Prepcom 3. Menurut Diana, keberadaan kampung-kampung di Surabaya yang hijau, punya ruang terbuka hijau dan masyarakat nya telah mampu mengelola sampah secara mandiri, menjadi bukti Surabaya sejatinya telah menerapkan beberapa poin penting yang akan dbahas dalam agenda Prepcom3. 

“Ini menjadi kesempatan memperlihatkan kampung-kampung di Surabaya yang berhasil. Kampung-kampung ini selaras dengan keberhasilan Surabaya dalam memberdayakan masyarakat nya dalam mencapai pembangunan kota berkelanjutan. Dan itu yang berontribusi menjadikan Surabaya sebagai tuan rumah Prepcom 3,” tegas Diana.

Lebih dari itu, Diana juga menegaskan bahwa Kota Surabaya memang sangat siap menjadi tuan rumah agenda yang menjadi tahapan paling penting sebelum menuju event United Nation Habitat yang akan digelar di Ekuador pada Oktober mendatang. “Prepcom 3 akan menjadi kesempatan menunjukkan kepada dunia bahwa di Indonesia ada kota yang telah berhasil menciptakan lingkungan yang green and clean serta masyarakatnya berdaya,” sambung Diana.(as)

 Jakarta,koranrakyat.com- Terduga teroris  ditangkap di Surabaya yang 4  orang telah ditahan dan  tersangka. Prio Hadi Purnomo(PHP), MaulanaYusuf Wibisono(MYW),, Fredy Nur Pendi(FNP) dan  Ali As'bah ditetapkan sebagai tersangka dan  kini mereka semua sudah ditahan.Polisi mendalami asal sumber  dananya.

 Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar ketika di temui di Mabes Polri, Rabu (15/6) 2016 mengatakan empat terduga teroris telah ditahan." Boy mengatakan yang ditangkap terakhir terakhir  Ali As'bah  ikut bantu dalam pembuatan bahan peledak mereka ditengarai ikut aliran  aksi radikalisme syiabullah," ujarnya.


Dikatakan Boy Syiabullah berafiliasi paham pada ISIS punya hubungan badradun'ain dan juga ikut melakukan perekutan . Pertama yang berhasil direkut Priyo Hadi Purnomo (PHP) dan PHP ini berusaha merekut yang lain-lainnya termasuk diantaranya yang ikut ditangkap kemudian kepada mereka terindikasi."Pemeriksaan adalah bahwa yang akan berperan sebagai eksekutor adalah befri jadi mereka sudah mengatur bahwa befri jadi eksekutor amaliyah yang mereka rencanakan sejumlah tempat antara lain memang ada pos-pos polisi di kota surabaya yang mereka sudah rencanakan dimana antara lain pos polisi di jalan Darmo , di pos polisi ‎jalan Basuki Rahmat , pos polisi taman bungkul itu terungkap dari hasil pemeriksaan jadi sasarannya adalah memang ditunjukan polisi sedang bertugas. Termasuk Tanjung perak," jelasnya.

Menyingung pasal yang diberikan, Boy merincinya kepada mereka telah ditetapkan tersangka dengan persangkaan melanggar pasal 7 dan 9 tentang perencanaan jadi pasal 6 yg sudah terjadi pasal 7 baru hal yg sifatnya perencanaan. "Jadi mereka dikategorikan yang melakukan perencanaan dengan fakta-fakta yg ada sebagaimana diatur dalam pasal 7 dan 9 UU No 15 tahun 2003 tentang terorisme. Ancaman hukuman dari pasal ini bisa maksimal 20 tahun penjara," rincinya. (vk)

 

 

Friday, 11 March 2016 02:25

410 Anjal & Gelandangan Terjaring Razia Satpol PP

Written by

 

 

Surabaya,Koranrakyat.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota steril dari keberadaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti anak jalanan (Anjal), pengemis dan pengamen yang selama ini berseliweran di jalanan dan fasilitas umum di Kota Pahlawan. Pemkot akan bersikap tegas bila ada PMKS yang terjaring operasi yustisi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Irvan Widyanto menegaskan, mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2014 pasal 34 dan 35 tentang ketentraman dan ketertiban umum, keberadaan PMKS ini memang tidak diperbolehkan. Selama ini, Satpol PP Kota Surabaya rutin menggelar operasi yustisi untuk menjaring PMKS. Untuk awal tahun 2016 ini, selama dua bulan, Satpol PP telah mengamankan 410 PMKS. Jumlah tersebut didominasi oleh orang gila/gelandangan psikotik sebanyak 171 orang, Anjal sebanyak 63 anak, gelandangan sebanyak 63 orang, dan pengemis sebanyak 30 orang.

Kalau ada PMKS yang keleleran di jalan, wajib bagi kami untuk menangani. Kami bersikap tegas kepada mereka,” tegas Irvan Widyanto kepada awak media ketika sesi jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Kamis (10/3).

Dijelaskan Irvan, PMKS yang terjaring razia, tidak hanya akan bawa di Liponsos. Tetapi juga dibawa ke pengadilan untuk menjalani sidang tuntutan Tindak Pidana Ringan (Tipiring). “Sanksinya berupa sanksi administratif minimal Rp 50 ribu atau kurungan selama tiga bulan,” sambung Irvan.

Menurut mantan Kabag Pemerintahan ini, titik berat operasi yustisi adalah Anjal yang selama ini ada di pemberhentian lalu lintas. Ada Anjal yang mengamen, membersihkan kaca mobil. “Ada kecenderungan di traffic light ini, bila jalannya sepi, mereka menggedor kaca mobil dan mengarah ke kriminal,” sambung Irvan.

Nah, untuk Anjal yang berhasil diamankan, Satpol PP mengelompokkannya menjadi dua: warga Surabaya dan non Surabaya. Untuk Anjal pengamen yang tercatat sebagai warga Surabaya baik individu maupun kelompok, Irvan menyebut bahwa sesuai arahan dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mereka akan dibawa ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya untuk mendapatkan pembinaan. “Sepengetahuan saya, di Disbudpar ada pembinaan. Mereka akan disalurkan ke taman-taman kota dan sentra PKL agar tidak lagi meminta-minta di jalan. Sepengetahuan saya mereka dapat honor,” sambung Irvan.

Namun, untuk Anjal yang berasal dari luar kota, mereka akan dibawa ke pengadilan untuk disidang. Karenanya, Kastapol PP agar tidak ada PMKS yang mencoba masuk ke Surabaya. Irvan juga mengimbai agar warga luar kota tidak datang ke Surabaya bila memang tidak memiliki tujuan jelas. Sebab, mereka akan rentan menjadi gelandangan atau wanita rawan sosial ekonomi. “Ini karena kebanyakan yang terjaring razia, berasal dari luar kota,” imbuh Irvan.

 

Tidak hanya mengamankan PMKS, Satpol PP Kota Surabaya juga menjaring anak-anak sekolah yang membolos dan berkeliaran ketika jam sekolah, termasuk mereka yang nongkrong di warung kopi ber wifi ketika jam sekolah. Selama Januari-Februari, Satpol PP mengamankan 12 pelajar yang membolos. “Kami ada database pelajar yang terjaring razia. Warga juga bisa melapor ke nomor 5479782 atau ke Twitter kami @SatpolPPSby maupun ke Facebook dan Instagram kami,” sambung mantan Camat Rungkut ini.(fd)

Thursday, 18 February 2016 00:05

Dilantik 17 Bupati Dan Walikota Sejatim

Written by

Surabaya,koranrakyat.com  – pelantikan  17  Kepala  Daerah  dan  Wakil  Kepala  Periode  2016 – 2021   Daerah  Di  jawa  timur  berlangsung  khidmat  maupun  lancar  langsung  di  pimpin  oleh  Gubernur  Jawa  Timur  H. Soekarwo,  Di  Gedung  Negara  Grahadi, Surabaya. Rabu  (17/2)

 

Dalam  pelantikan  tersebut  di  hadiri  oleh  Menteri  Dalam  Negeri  (Mendagri)  dan  Menteri  Sekretaris  Kabinet  (Menseskab)  Pramono  Anung, Wakil  Gubernur  Jawa  Timur Saifullah  Yusuf, Sekda  Jatim.  Kapolda  Jawa  Timur  Irjen  Pol.  Anton  Setiadji, Pangdam  V Brawijaya  Mayjen  TNI  Sumardi, Jajaran  Kapolres  Se-Jawa Timur, Jajaran  Dandim  Maupun  Danrem  Se – Jawa  Timur, Dan  Serta  Jajaran  Forum  Pimpinan  Daerah  Se -  Jawa  Timur

 

Pada   gelombang  pertama,  acara  pelantikan  di  mulai  pukul  09.00 – 11.00 WIB  Di  Mulai  dari  Bupati  Sidoarjo  dan  Wakil  Bupati  Sidoarjo  Saiful Ilah  - Nur  Ahmad  Syaifudin, Bupati  Banyuwangi  dan  Wakil  Bupati  Banyuwangi  Abdullah  Anwar  Anas  -  Yusuf  Widiatmoko, Bupati  Situbondo  dan  Wakil  Bupati  Situbondo  Dadang  Wigiarto  -  Yoyok  Mulyadi, Bupati  Mojokerto  dan  Wakil  Bupati  Mojokerto  Mustafa  Khemal  Pasha  -  Pungkasiadi,  Bupati  Sumenep  dan  Wakil  Bupati  Sumenep  Busyro  Karim  -  Achmad  Fauzi,  Bupati  Gresik  dan  Wakil  Bupati  Gresik  Sambari  Halim  -  Qosim,  Bupati  Lamongan  dan  Wakil  Bupati  Lamongan  Fadeli  -  Kartika,  Bupati  Jember  -  Wakil  Bupati  Jember  Faida  M – Muqid,  Bupati  Trenggalek  dan  Wakil  Bupati  Trenggalek  Emil  Elistianto  Dardak  -  M.  Nur  Arifin.

 

Sementara  Untuk  Gelombang  Dua,  Acara  Pelantikan  Di  laksanakan  PUKUL  11.30  -  13.30  WIB.  Di  mulai  Dari   Bupati  Kediri  dan  Wakil  Bupati  Kediri  Haryanti  -  Masykuri,  Bupati  Ngawi  dan  Wakil  Bupati  Ngawi  Budi  Sulistiono  -  Any  Anwar,  Bupati  Malang  dan  Wakil  Bupati  Malang  Kresna  -  Sanusi,  Bupati  Blitar  dan  Wakil  Bupati  Blitar  Rijanto  -  Marhaenis  Urip  Widodo,  Bupati  Ponorogo  dan  Wakil  Bupati  Ponorogo  Ipong  Muchlisin  -  Soejarno,  Walikota  Surabaya  dan  Wakil  Walikota  Surabaya  Ir.  Tri  Rismaharini  -  Whisnu  Sakti  Buana,  Walikota  Pasuruan  dan  Wakil  Walikota  Pasuruan  H.  Sutiyono  -  Raharjo  Teno  Prasetyo,  Walikota  Blitar  dan  Wakil  Blitar  Moch.  Samanhudi  Anwar  -  Santoso.

 

Dalam  sambutannya  Gubernur  Jawa  Timur, H. Soekarwo  Mengingatkan, Kepada  para  Bupati/Walikota  Periode  2016  -  2021  agar  lebih  menjaga  ke kompakan  selama  lima  tahun  mendatang  memimpin  wilayahnya  masing  -  masing.  Sebab  ke kompakan  menjadi  salah  satu  kunci  keberhasilan  di  Pemerintah  Daerah.

 

“Sesuai  dengan  Pasal  18  Undang  -  Undang  dasar  di  sebutkan  jika  negara  Indonesia  berbentuk  kesatuan  Republik  dan  di  bagi  menjadi  beberapa  provinsi  maupun  kabupaten.  Artinya  bilamana  kekuasaan  tertinggi  di  Indonesia  tetap  berada  di  tangan  presiden  sebagai  kepala  Pemerintahan,”Ujarnya.

 

Selain  menjaga  kekompakan  antara  Bupati  / Walikota  dengan  Wakilnya, Pakde  Karwo  -  Panggilan  Akrab -  Soekarwo  tersebut  meminta  kepada  Bupati  dan  Wakil  Bupati,  Serta  Walikota  dan  Wakil  Walikota  yang  baru  saja  di  lantik  supaya  lebih  bersinergi  dan  koordinasi  dengan  DPRD  Kabupaten /  Kota,  Forum  Pimpinan  Daerah  (Forpimda) Kabupaten/Kota, Toko  Agama  (Toga),  dan  Toko  Masyarakat  (Tomas).

 

“Konsitusi  itu   mengatur  bagaimana  kepala  daerah  harus  bersatu  dan  melakukan  koordinasi  dengan  baik  dalam  memimpin  daerahnya. Wajib  bersatu  berkoordinasinya  antara  kepala  daerah  dengan  pihak  DPRD  Setempat  dan  Forum  Pimpinan  Daerah  (Forpimda)  Kabupaten  / Kota,”tuturnya.

 

Menurut  Pakde  Karwo,  untuk  menyusun  adanya  Rencana  Pembangunan  Jangkah  Menengah  Daerah  (RPJMD)  harus  bersatu  dengan  Nawacita.  Sehingga  lebih  bersinergi  dengan  pihak  DPRD  itu  menjadi  hal  penting  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  rakyat.

 

“ Nawacita  yang  di  buat  oleh  Presiden  Joko  Widodo  hukumnya  wajib  di  sesuaikan  dengan  RPJMD  Gubernur,  RPJMD  Kabupaten  / Kota. Rencana  Pembangunan  Jangkah  Menengah  Daerah  (RPJMD)  harus  memuat  apa  yang  di  lakukan  pemerintah  lewat  Nawacita, bilamana  ada  yang  lebih  spesifik  bisa  di  bicarakan,  tetapi  tidak  boleh  bertentangan  peraturan  daerah,”Pungkasnya.

 

Pakde  Karwo  Menambahkan,  bahwa  Pemerintah  Kabupaten/Kota  di  Jawa  Timur   ikut  mensukseskan  dalam  pembangunan  di  Jatim.  Suksesnya  Jatim  berasal  dari  agregat  suatu  program  dan  kebijakan  di  lakukan  oleh  Pemprov  Jatim.

 

“Pemerintah  Kabupaten/Kota  Se-Jawa  Timur  atas  kerjasama  dari  semua  Bupati  dan  Walikota, Kondisi  makro  di  lihat  dari  pertumbuhan  ekonomi  di  Jawa  Timur  di  tahun  2015  mencapai  5,44 %, maupun  Inflasi  mencapai  3,08 %,”Jelasnya 

 

Sayangnya,  panitia  pelantikan  Bupati / Walikota  Periode  2016  - 2021  melakukan  pembatasan  terhadap  para  pewarta  yang  melakukan  peliputan  banyak  reporter  dari  media  harian  cetak, online,  radio,  dan  lain – lainnya  walaupun  mereka  mempunyai  id  card  reporter  tetapi  ternyata  tidak  di  perbolehkan  masuk.  Hanya  Cameramen  untuk  Live  preport  televisi  nasional  dan  fotografer  di  perbolehkan  meliput  penyelenggara  acara  tersebut.

 

banyak  para  reporter  yang  kecewa  terhadap  para  panitia  penyelenggara  pelantikan  Bupati/Walikota  Periode  2016 -  2021  tidak  dapat  melakukan  peliputan  di  dalam  gedung  Grahadi.  (FN)

 

 

 

Surabaya,koranrakyat.com - Komisi   Pemilihan  Umum  (KPU)  Kota  Surabaya  menggelar  Rapat  Pleno  Terbuka  menetapkan  pasangan  Tri  Rismaharini  -  Whisnu  Sakti  Buana  sebagai  pasangan  calon  walikota  -  wakil  walikota            Surabaya  pada  Pemilihan  Kepala  Daerah  (Pilkada)  2015." kita  telah  menetapkan  pasangan  calon  walikota  -  calon   walikota  surabaya  terpilih  hingga  hari  ini. Selanjutnya pihak  DPRD kota  surabaya  yang  memproses  bagaimana  pengajuan  untuk  SK  kemendagri  melalui  gubernur jawa timur,"  ujar  Ketua  Komisi  Pemilihan  Umum  (KPU)  Kota  Surabaya  Robiyan   Arifin  Kepada  Wartawan,  saat. Memimpin  rapat pleno terbuka  penetapan  pasangan  calon  walikota - wakil  walikota  surabaya, selasa  (22/12)  di. Hotel  Singgasana, Surabaya.

Berdasarkan  berita  acara  nomor  95/BA.KPU /XII/ 2015.  Bahwa  pasangan  calon  walikota -  calon  wakil  walikota  surabaya  terpilih  sesuai  dengan  hasil  rekapitulasi  hasil  pemilihan  model  DPKWK dan  DB1KWK  yang  telah  di sahkan  pihak  KPU  Kota  Surabaya.  Keputusan  KPU  Kota Surabaya  Nomor  67/KPPS/KPPU -  Kota  -  04.329945 / 2015  tentang  penetapan  hasil  perolehan  suara.Menurut  Robiyan,  untuk  mekanisme  pelantikan  walikota   -  Wakil  Walikota  Surabaya   semua  ada  di  DPRD kota surabaya  lalu  tugas  kpu  Surabaya  telah  selesai  tugas  hingga  penetapan  ini." untuk  proses  pelantikan  itu  bisa  di  konfirmasikan  dengan  pihak  DPRD  mengenai  di  tetapkan  pelantikannya  . Sementara   untuk  berita  acara  pasangan  calon  tersebut   akan  di  serahkan  kepada  pasangan  calon  terpilih, kepada  partai  pengusung,  dan  pimpinan  Ketua  DPRD Kota  Surabaya kemudian  akan  memprosesnya,"  Ungkapnya  Robiyan.

Sementara  Calon  Wakil  Walikota  Surabaya,  Wishnu  Sakti Buana Mengatakan, Bahwa  sejak  awal  kita  menyampaikan  kepada  masyarakat  kota  surabaya  dari  awal  pasca  penetapan  ini  sesuai  janji  akan  melakukan  keliling  dan  melakukan  tasyakuran  di  masing  -  masing  kelurahan  hingga  pelantikan.

 Bu Risma  Menyampaikan  kepada  saya  bahwa  hari  ini  tidak  dapat  hadir  di  karenakan  ada  keperluan,  kami  berdua  sudah  berkomitmen  untuk  membangun  kota  surabaya  tidak  hanya  berdua  tapi  seluruh  elemen  yang  ada  termasuk  akan  mengunjungi  pasangan  calon  walikota  -  wakil  walikota  surabaya  nomor  1," tuturnya  Wishnu.

Wishnu  Menambahkan, jangan  sampai  ini  terjadi  euforia  yang  berlebihan  artinya  tasyakuran  kita  adakan  secara  keliling  setiap  kelurahan  itu  sebagai  wujud  pesta  demokrasi  terwujudnya  berjalan  dengan  lancar  baik  tidak  menimbulkan  kerusakan  di  kota  surabaya  dan  kembali  akan  membangun  surabaya  bersama  sama. dalam  rapat  pleno  terbuka  penetapan  pasangan  calon  terpilih  pemilihan  walikota  -  wakil  walikota  surabaya  2015,  tidak  terlihat  pasangan  calon  rasiyo  -  lucy  di  laksanakan  di  hotel  singgasana, surabaya. (fn)   

 

 

 

 

Surabaya,koranrakyat.com -  Komisi Pemilihan Umum  (KPU) Kota  Surabaya  mengelar  perhitungan  rekapitulasi  Di  31 kecamatan  sesurabaya  untuk  hasil    suara  Pemilihan  Kepala   Daerah  (Pilkada)  Surabaya  2015   Di laksanakan  di  kantor KPU setempat

\“ Jadi  Memang  Di  dalam  ketentuan  Undang  -  Undang  Pilkada  itu  bagi  pasangan  calon (Paslon)  yang  ingin  menggugat  ke  Mahkama  Konsitusi  (MK), tersebut  akan  di  akomodir  akan  tetapi  ada  presentasenya  memang  tidak  menutup  kemungkinan  pihak  MK  Sendiri  Mempunyai  pendapat  yang  lain,”Ujarnya  Ketua  KPU  Kota  Surabaya  Rubiyan  Arifin,  Kepada  Wartawan  Usai  Rapat  Pleno  terbuka  rekapitulasi  pemilihan  suara  pemilihan  walikota  Surabaya  -  wakil  walikota  Surabaya,  Di  lt. 3  Kantor  Komisi  Pemilihan  Umum  (KPU)  Kota  Surabaya, Rabu  (16/12).

Menurut  Robiyan,  intinya  dalam  penyelenggara  rekapitulasi  kali  ini  berjalan  dengan  baik  dan  lancar  kehadiran  para  saksi  pasangan  calon  1  maupun  saksi  dari  pasangan  calon  nomor  2  semua  hadir  pleno  hari  ini, beserta  kehadiran  panwaslu,  panwascam  semua  lengkap  mereka  menyaksikan  rekapitulasi  yang  di  bacakan  oleh  31  kecamatan.

“ bilamana  tidak  ada  gugatan  di  Mahkamah  Konsistusi  (MK) Kalau  memang  tahapannya  3  hari  setelah  proses  rekapitulasi  perhitungan  kotak  suara, maka  setelah  itu  kami  akan  membacakan  penetapan  Kepala  daerah  dan  Wakil  Kepala  daerah  Terpilih  hasil  pemilu  di  kota  Surabaya  ya  sekitar  tanggal  20  Desember  2015,”Ungkapnya.

Hasil  rapat  pleno  rekapitulasi, Lanjut  Rubiyan, Bahwa  Pasangan  Calon  Rasiyo  -  Lucy  Kurniasari  141.324 Suara  kemudian  pasangan  calon  Walikota  Surabaya  Tri  rismaharini  -  Wakil  Walikota  Surabaya  Wishnu  Sakti  Buana  mendapatkan  dukungan  suara  893.087.

Rubiyan  Menambahkan, Jadi  total  keseluruhan  Daftar  Pemilih  Teatap  Sekitar  1.034. 411  kurang  lebih  presentase  daftar  pemilih  tetap   di  dalam  pemilihan  walikota  dan  wakil  walikota  Surabaya  sekitar  52 %  hasil  ini  lebih  tinggi  dari  pemilihan  kepala  daerah  di  Surabaya  tahun  2010  yang  lalu   presentase  hanya  43 %.

Hasil  Rekapitulasi  dari  31  Kecamatan  seluruh  Surabaya  yang  telah  di  bacakan  satu  -  persatu  pemilih  terdaftar  dari  Daftar  Pemilih  Tetap  (DPT)  laki  -  laki  994.026  Suara  lalu  perempuan  1.040.281 Suara  Jumlah  Keseluruhan  2.034.307

Daftar  Pemilihan  Tambahan  yaitu  Laki  - laki  422,  Perempuan  390  total  keseluruhannya  812, sedangkan  daftar  pemilihan  pindahan  (DPTH)  Adalah,  laki -  laki  507,  Perempuan  369  total  keseluruhan  876 

Pemilih  daftar  menggunakan  identitas  yang  lainnya  sekitar  adalah  laki  -  laki  6463  sedangkan   Perempuan  6565  Total  Keseluruhan,  13028.  Jumlah  Pemilih  Seluruhnya   Laki  - Laki  1001418,  Perempuan  1047605  Jumlah  Keseluruhannya  2049023

 

Pengguna  Hak  Pilih  dalam  DPT  Laki  -  laki  477.068,  Perempuan  506.660  total  keseluruhan  pemilih  DPT  Yaitu  1.037.728.  (fn)

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 3

Gaya Hidup

Face Book Galleries

.   BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan utusan khusus Perdana Menteri Jepang yang juga...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo telah melantik Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna sebagai Kepala Staf TNI...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan tim Direktorat Tindak...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  - Penyanyi pop Istiningdiah Sugianto atau Iis Sugianto memenuhi panggilan Komisi...
Batam(Koranrakyat,com) Gedung olahraga yang disulap menjadi lokasi Gelanggang Permainan Eletronik ( Gelper) yang...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyoresmi menjabat sebagai Ketua DPR.Pria yang akrab...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  – Terkait dengan adanya dugaan kasus mahar politik yang sudah dikatakan oleh La Nyala...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -Akibat ambruk balkon di lantai Mezanin Gedung Bursa Efek Indonesia pada   Senin...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Perseteruan antara Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sarifuddin...