Redaksi

Redaksi

Tuesday, 18 December 2018 07:11

 

 

BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana umum (Pidum) yang kasusnya telah berkekuatan hukum tetap atau Inkracht, di halaman Kejari Bengkulu, Senin (17/12/2018).

            Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Emilwan Ridwan mengatakan barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan yang kedua kalinya selama tahun 2018. Barang bukti tindak pidana umum tersebut meliputi tindak pidana narkotika, tindak pidana kesehatan dan penggunaan senjata tajam tanpa hak.“Jumlah barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika jenis ganja 200 gram lebih, narkotika jenis sabu-sabu 121 gram lebih, senjata tajam 77 buah, timbangan digital 40 unit, hanphone 79 unit dan kosmetik sebanyak 2800 itu yang kita lakukan pemusnahannya pada hari ini,”ujar Emilwan Ridwan.

          Sementara Kepala Pengadilan Negeri Bengkulu Irfanudin mengatakan dalam kontek pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan tersebut sudah masuk pada ranah eksekusi yang artinya sudah menjadi wewenang dari pihak kejaksaan.      “Semua barang bukti yang di musnahkan hari ini yang pada kasusnya telah berkekuatan hukum tetap. Ditingkat penyidikan bisa dilakukan tapi juga disaksikan oleh pihak terkait. Kalau hari ini ranahnya eksekutor jadi proses penuntutannya sudah selesai. Jadi setelah di putus ini dalam rangka pelaksanaan putusan barang bukti yang perintahnya dilaksanakan.Dalam pelaksanaan pemusnahan barang bukti tersebut, disaksikan oleh kepala pengadilan negeri Bengkulu, penyidik Polres Bengkulu, BNN Provinsi Bengkulu, BPOM Provinsi Bengkulu dan pihak terkait lainnya. (In)

 

Tuesday, 18 December 2018 07:11

 

 

BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana umum (Pidum) yang kasusnya telah berkekuatan hukum tetap atau Inkracht, di halaman Kejari Bengkulu, Senin (17/12/2018).

            Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Emilwan Ridwan mengatakan barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan yang kedua kalinya selama tahun 2018. Barang bukti tindak pidana umum tersebut meliputi tindak pidana narkotika, tindak pidana kesehatan dan penggunaan senjata tajam tanpa hak.“Jumlah barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika jenis ganja 200 gram lebih, narkotika jenis sabu-sabu 121 gram lebih, senjata tajam 77 buah, timbangan digital 40 unit, hanphone 79 unit dan kosmetik sebanyak 2800 itu yang kita lakukan pemusnahannya pada hari ini,”ujar Emilwan Ridwan.

          Sementara Kepala Pengadilan Negeri Bengkulu Irfanudin mengatakan dalam kontek pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan tersebut sudah masuk pada ranah eksekusi yang artinya sudah menjadi wewenang dari pihak kejaksaan.      “Semua barang bukti yang di musnahkan hari ini yang pada kasusnya telah berkekuatan hukum tetap. Ditingkat penyidikan bisa dilakukan tapi juga disaksikan oleh pihak terkait. Kalau hari ini ranahnya eksekutor jadi proses penuntutannya sudah selesai. Jadi setelah di putus ini dalam rangka pelaksanaan putusan barang bukti yang perintahnya dilaksanakan.Dalam pelaksanaan pemusnahan barang bukti tersebut, disaksikan oleh kepala pengadilan negeri Bengkulu, penyidik Polres Bengkulu, BNN Provinsi Bengkulu, BPOM Provinsi Bengkulu dan pihak terkait lainnya. (In)

 

Friday, 14 December 2018 23:56

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu untuk sisa masa jabatan tahun 2016-2021.

          Rohidin Mersyah dilantik menggantikan Gubernur Bengkulu sebelumnya, Ridwan Mukti, berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 215/P Tahun 2018. Sebelum melantik, Presiden Joko Widodo terlebih dahulu menyerahkan petikan surat keputusan tersebut di Istana Merdeka. Presiden beserta dan Gubernur   kemudian menjalani prosesi kirab menuju Istana Negara. Selama prosesi, mereka diiringi oleh pasukan kehormatan Paspampres dengan turut didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

               Pengambilan sumpah dan pelantikan kemudian digelar di Istana Negara. Setelah dilantik,  langsung mengemban amanah masing-masing sebagai Gubernur  Bengkulu.  "Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," demikian Presiden memandu sumpah jabatan.

 

            Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan yang hadir.

            Dalam Kesempatan wawancara dengan koranrakyat usai dilantik Presiden Rohidin Mersyah bertekad ingin membangun Bengkulu utamanya di sektor pariwisata. “ Ritual merah putih merupakah salah satu , yang akan dikembangkan di Bengkulu, karena ritual akan menapak tilasi bagaimana menjahit merah putih, yang dilakukan oleh pendahulu kita,  ritual   merah putih  cukup bersejarah bisa dijadikan wisata histori,” ujar Rohidin .“ Selain itu juga Bengkulu memiliki benteng Malboro yang cukup dikenal terbesar di Asia Tenggara,   oleh karenanya benteng itu juga  kita jadikan   tempat wisata,”tandasnya. (eas)  

 

 

 

Monday, 10 December 2018 01:36

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyelesaian kasus penembakan di Kabupaten Nduga ,Papua yang menelan korban para pekerja PT Astika saat melaksanakan tugas membuat jalan. Disini negara tak boleh kalah TNI Polri terus mengejar para pelaku.Kadiv  Humas Mabes Polri, Brigjend Pol Muhammad Iqbal mengatakan Jelas ,Negara tidak boleh kalah oleh siapapun apa lagi oleh Kelompok Kriminal Bersenhata(KKB) ini keji sekali ."Bayangkan para pekerja pahlawan pembangunan ingin mengsejahterakan Papua,bangun semua fasilitas yang ada atas proyek-proyek program pemerintah bayangkan kalau di Papua semua proyek jalan semua transportasi sudah terdukung muara mengalir pada kesejahteraan masyarakat. Ekonomi efektif dan efisien, transportasi," ujarnya.

Selanjutnya, Iqbal menegaskan menguasai keadaan di Kabupaten Nduga di distrik Gigi Papua. Bapak Kapolda dan Bapak Pangdam memimpin sejak terjadi insiden tersebut ada belasan korban tewas sudah dievakuasi bahkan sudah dipertemukan  dengan keluarga kita lakukan proses cyngrafi infigtion itu adalah SOP yang harus dilakukan satu kasus . "Beberapa masyarakat sudah kita lakukan evakuasi dan juga puluhan tawanan ya yang berhasil kita evakuasi, saya tidak mau menyebutkan detail berapa ini sedang berlangsung dilokasi. Karena itu berkaitan dengan proses penyelidikan dan penyidikan kan ini koridor hukum," tegasnya.

Untuk itu,Iqbal menjelaskan Insya Allah kita akan pastikan berapa angka sampai hari inj karena dugaan pembunuhan akibat penembakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
"Khusus untuk Kelompok Kriminal Bersenjata(KKB) kita sudah paham ini kelompok mana mungkin narasi sudah beredar di media doakan saja dan dukung TNI Polri segera melakukan proses hukum dan kami kejar kemana mereka berada dan insyah Allah akan kami tangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatan ," jelasnya.

Ketika disinggung OPM bilang bertanggung jawab perbuatannya, Iqbal merincinya  Silakan saja kita punya SOP sendiri ini koridor hukum dan perbuatan melawan hukum ,Kepolsian didepan dibantu penuh oleh TNI .kita sudah paham ada beberapa narasi yang mengaku juru bicara OPM ini menjadi bahan tetapi belum kita pastikan." Kita tidak mau terpancing oleh propaganda-propaganda mereka. Yang jelas proses pertama sudah kita lakukan, evakuasi korban membebaskan tawanan,-tawanan teman-teman pekerja kita merupakan pahlawan pembangunan juga sudah melakukan evakuasi beberapa masyarakat dan tepat tim sudah bergerak kita akan melakukan penegakan hukum. Kalau sudah clear dan baru kita bisa jawab kelompok mana yang bermain.ada afiliasi dengan OPM," rincinya.

Seiring dengan itu, Iqbal menandaskan batasan saya belum.menyebutkan detail ada belasan." Itu dugaan sementara ada 19 orang PT istaka Karya dan 1 anggota TNI. Kita akan melakukan proses kejadian perkara. Bayangkara dapat angka itu dari saksi hidup. Saksi yang berhasil melarikan hidup kita minta keterangan. Saat kita sampai dilokasi kita datakan berikan ruang untuk bekerja dulu," tandasnya.

Terkait kesulitan pengejaran, Iqbal mengungkapkan mungkin rekan,-rekan Papua khusus Kabupaten Ndungga pegunungan lembah jurang dan sebagainya , terus juga cuaca gelap dan sebagainya. Ini faktor keamaman kami profesional dibidang tersebut dan pasukan-pasukan terpilih sudah diperintahkan oleh bapak Kapolri dan Panglima TNI untuk turun proses penegakan hukum mengejar dan menangkap mereka." Tetapi kami juga harus smart tidah grasak grusuk masuk tiba-tiba kita masuk greab soon sabar dan kami sedang bekerja bahkan Bapak TNI ada di lokasi dan Bapak Wakil Kapolri ada dilokasi," ungkapnya.

JaminanKeamanan kedepan,Iqbal membeberkan kita jamin Papua Barat aman.Proses penegakan hukum itu kita lakukan upaya paksa dan kita melakukan upaya penangkapan." Itu Prosedur dan kita tidak pakai istilah hidup atau mati. Proses upaya penangkapan oleh Kepolisian sama dengan pelaku kriminal lain apa bila mereka melakukan perlawanan yang mengancam petugas atau nyawa masyarakat lain itu seketika itu juga ancaman seketika itu tidak ada pilihan lain walaupun itu mematikan Itu prosedur," bebernya(  vk)

 

 

Monday, 10 December 2018 01:30

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pemeriksaan Habib Bahar Smith terus berproses. Kini kejaksaan Agung menerima dua surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). Jaksa Agung Muhammad Prasetyo ditemui di Kejaksaan Agung, Jumat(7/12)2018 mengatakan pihaknya telah menerima dua surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terkait kasus yang menjerat Bahar bin Smith.
"SPDP diterima kejaksaan dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya. SPDP sudah kita terima bahkan penyebutan tersangka sudah. Kita tinggal tunggu proses penyidikan oleh pihak penyidik Polri, karena ada dua SPDP disini, SPDP dari Bareskrim Mabes Polri dan dari Polda (Polda Metro Jaya),” ujarnya.

Selanjutnya, Prasetyo menegaskan nantinya SPDP yang diterbitkan Bareskrim Polri akan diserahkan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum).Sementara, SPDP yang diterima dari Polda Metro Jaya akan diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
“Nanti teknisnya seperti apa, apakah limpahan ke pengadilan digabungkan karena waktunya berdekatan atau seperti apa," tegasnya.

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan, SPDP yang diterbitkan Polda Metro Jaya juga terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Bahar."Melakukan hate speech ujaran kebencian kepada presiden dan harus segera dituntaskan," jelasnya.

Sementara Bareskrim Polri telah menetapkan Bahar sebagai tersangka terkait kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa Bahar pada Kamis (6/11/2018).Video ceramah Bahar dilaporkan oleh ormas Cyber Indonesia dengan sangkaan mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Bahar belum ditahan. Penyidik hanya meminta Imigrasi mencegah Bahar bepergian ke luar negeri.

 

Bahar dijerat dengan sangkaan berlapis, yaitu Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.( vk)

Monday, 10 December 2018 01:23

 

 

BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo ikut bersenam pagi pada Hari Ulang Tahun ke-33 Senam Tera Indonesia. Acara ini dipusatkan di kawasan Kebun Raya Bogor, pada Minggu, 9 Desember 2018.Tiba pukul 07.10 WIB, kedatangan Presiden disambut oleh Ketua Umum Pengurus Senam Tera Indonesia Nono Sampono. Suasana di lapangan yang telah dipadati ribuan peserta pun menjadi semakin riuh.

Menuju area senam, Presiden berjalan di antara peserta senam yang kompak berpakaian warna merah-putih. Tak sedikit peserta yang bersalaman dan berswafoto dengan Kepala Negara.Dalam sambutannya, Kepala Negara mengaku senang dan bangga bisa hadir untuk membuka dan ikut senam di acara ini."Saya sangat bangga, saya sangat senang sekali, semuanya yang hadir di sini sangat gembira, sangat ceria, dan semuanya saya lihat sehat-sehat semuanya," ujar Presiden yang disambut riuh para peserta.

Presiden juga menyampaikan rasa senangnya melihat para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Saat berjalan menuju area senam, beberapa peserta menyampaikan kepada Presiden bahwa mereka berasal dari Blitar, Garut, Bogor, Malang, Wonosobo, hingga Solo."Iya dari semua kota, kabupaten, berada di sini semua pada pagi hari ini. Saya tidak mungkin sebut satu per satu, enggak akan rampung. Yang paling penting satu, kita sehat semuanya," ungkapnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden mengucapkan selamat melakukan senam tera kepada para peserta. Secara simbolis, ia kemudian melepaskan balon berwarna merah dan putih ke udara."Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim senam tera bersama pada pagi hari ini saya nyatakan dimulai," ucap Presiden.

         Ketua Umum Pengurus Senam Tera Indonesia Nono Sampono dalam sambutannya mengatakan Senam Tera Indonesia terlahir 33 tahun yang lalu, tepatnya 12 November 1985. Adapun tema kegiatan kali ini adalah "Membangun masyarakat sehat, bugar, tetap produktif yang peduli budaya dan lingkungan hidup".Senam Tera terdiri dari gerakan peregangan, gerakan persendian, dan gerakan pernafasan. "Gerakannya sederhana, tidak terlalu cepat oleh karena itu masih cocok untuk yang berusia lanjut," kata Nono Sampono.Presiden kemudian ikut serta melakukan seluruh gerakan dalam senam tersebut selama sekira 12 menit. Selesai senam, Presiden kembali ke Istana Kepresidenan Bogor.(eas)



 

 

Monday, 10 December 2018 01:09

.

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus aktif meluhuri dan melestarikan budaya bangsa Indonesia. Apalagi mengingat perkembangan zaman dan teknologi yang semakin cepat serta semakin tingginya penetrasi budaya lain yang masuk ke Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Presiden dalam sambutannya saat menghadiri acara Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 di Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu, 9 Desember 2018.

"Kita harus selalu ingat untuk terus aktif meluhuri kebudayaan Indonesia, kebudayaan nusantara dan sekaligus menguatkan dan mengembangkannya dalam menghadapi perkembangan zaman tersebut," kata Kepala Negara.

Presiden meyakini bahwa bangsa Indonesia memiliki kekhasan sendiri dibanding bangsa-bangsa lain. Menurutnya, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta peradaban bangsa Indonesia lahir dari pengalaman panjang menghadapi perkembangan zaman dan upaya dalam memecahkan persoalan-persoalan yang ada."Oleh karena itu, mengakar kuat kepada peradaban Indonesia adalah utama. Namun, menjaga budaya untuk terus tumbuh di tengah interaksi belantara budaya-budaya dunia adalah tantangannya," lanjutnya.

Fenomena perkembangan teknologi transportasi dan informasi yang semakin canggih dan cepat, lanjut Presiden, membuat lalu lintas dan interaksi budaya semakin padat dan kompleks. Baik itu berupa interaksi antarkelompok dan antarbangsa, interaksi antarkearifan termasuk interaksi antara yang lama dengan yang baru."Tetapi yang paling penting menurut saya, budaya kesadaran masyarakat bawah untuk meraih kesejahteraan untuk meraih kemajuan jangan sampai sirna. Dan dalam lalu lintas pemikiran dan gagasan yang semakin kompleks ini memang potensi gesekan juga semakin tinggi. Namun harus diingat peluang untuk toleransi dan kolaborasi sinergi juga selalu terbuka lebar," tuturnya.

 

Untuk menghadapi kompleksitas lalu lintas budaya tersebut, Presiden pun mengimbau semua masyarakat untuk teguh menjaga peradaban Indonesia sekaligus keterbukaan juga untuk berinteraksi. Selain itu, juga membangun kesungguhan bersama untuk bertoleransi dan untuk berbagi.(eas)

 

 

Saturday, 08 December 2018 14:59
 
 
Bengkulu, (KORANRAKYAT.COM) - Setelah sekian lama belum ada kejelasan kapan Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Haji Rohidin Mersyah akan dilantik menjadi Gubernur definitif, akhirnya sudah ada titik terang kapan sang Plt akan dilantik. Setelah beberapa waktu lalu Kapuspen Kemendagri Bahtiar, menuturkan pelantikan Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu tidak lama lagi akan dilaksanakan, pada tanggal 10 Desember nanti akan dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo di Jakarta bersamaan dengan pelantikan Gubernur Riau.
 
Namun hal ini masih simpang siur lantaran sebelumnya Plt Gubernur sendiri belum menerima undangan resmi dari Sekretaris Negara perihal pelantikan tersebut.
 
Sabtu menjelang Maghrib kemaren terjawab sudah teka-teki kapan Plt Gubernur Bengkulu Haji Rohidin Mersyah akan di lantik menjadi Gubernur Bengkulu definitif, setelah undangan resmi dari Sesneg telah sampai dan diterima oleh Plt Gubernur.
 
Plt Gubernur Bengkulu Haji Rohidin Mersyah akan dilantik menjadi Gubernur Bengkulu definitif Senin depan tanggal 10 Desember di Istana Negara, dilantik langsung oleh Presiden RI Joko Widodo meneruskan sisa masa jabatan tahun 2016-2021 menggantikan Gubernur yang lama Ridwan Mukti berbarengan dengan pelantikan Gubernur Riau meneruskan sisa masa jabatan 2014-2019.
 
Diketahui Gubernur Bengkulu non aktif Ridwan Mukti digantikan setelah terjerat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kini telah berkekuatan hukum tetap atau ingkrah.
 
Dilain sisi, saat dikonfirmasikan hal ini kepada Plt Gubernur Bengkulu Haji Rohidin Mersyah, membenarkan jika undangan resmi pelantikan telah di terima Sabtu Sore kemaren.
 
"Betul undangan pelantikan dari Sekretaris Negara sudah saya terima sebelum Maghrib kemaren, persiapan sudah dilakukan dan siap berangkat menghadiri undangan pelantikan lagi," terang Rohidin saat dihubungi via telphon.
 
Sementara itu selain keluarga terdekat istri dan anak-anak turut akan di undang menghadiri pelantikan, Unsur FKPD Provinsi Bengkulu, Anggota DPR dan DPD RI Dapil Bengkulu, Pimpinan DPRD, Ketua KPU juga Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu. (In)
Saturday, 08 December 2018 14:31

 

 

BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan keluarga mengapresiasi peran media yang menurutnya telah ikut membesarkan namanya. Media juga dipandang sebagai sahabat yang mengiringi perjalanan karirnya sejak menjabat sebagai Wali Kota Solo.
       Hal tersebut dikemukakan Presiden saat berbincang santai bersama puluhan insan media di restoran Grand Garden, di kawasan Kebun Raya Bogor, pada Sabtu, 8 Desember 2018. "Saya ini 2004 siapa sih yang kenal? Sebelum jadi wali kota. Atau pas pilkada pertama wali kota siapa sih yang kenal saya? Enggak ada," ujar Presiden.
        Presiden menuturkan, ia mulai dikenal publik setelah media lokal dan nasional mulai mengangkat berita-berita tentangnya, utamanya terkait pekerjaannya saat menjabat sebagai Wali Kota Solo. "Dari situlah dimulai sebetulnya," lanjutnya.
       Hal senada disampaikan oleh putra pertamanya, Gibran Rakabuming yang juga memandang media sebagai teman-teman yang telah membesarkan namanya dan nama bapaknya.
       "Untuk saya, media itu termasuk teman-teman yang membesarkan saya. Jadi ketika ada berita positif saya terbantu, ketika ada berita negatif pun saya terbantu karena berita negatif itu juga menguntungkan untuk saya. Jadi terima kasih untuk teman-teman media yang hadir di sini," ujar Gibran.
     Sebagai contoh, Gibran menyebutkan usaha yang digelutinya sekarang dalam bidang kuliner, bisa menjadi besar juga berkat peran media. Padahal menurutnya, martabak hanyalah makanan kaki lima yang bisa banyak dijumpai semua orang.
"Misalnya markobar, itu kan cuma makanan kaki lima. Itu kalau enggak dibesarkan teman-teman media, enggak akan jadi apa-apa," lanjutnya.
Lebih jauh, ia memberikan contoh Gojek yang juga bisa menjadi besar karena peran serta media. Seperti diketahui, _unicorn_ ini kini telah mengembangkan bisnisnya hingga ke luar negeri, tepatnya ke Vietnam.
"Jadi saya tekankan kepada anak-anak muda pekerjaan sekecil apa pun itu kalau ditekuni pasti akan menjadi besar," tandasnya.
       Selain Gibran, dalam bincang-bincang santai dengan media ini tampak hadir juga Ibu Negara Iriana Joko Widodo, putri Presiden Kahiyang Ayu, dan kedua menantu Presiden Selvi Ananda dan Bobby Nasution. Tak ketinggalan kedua cucu Presiden Jan Ethes dan Sedah Mirah.(eas)

Saturday, 08 December 2018 14:03

 

 

BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Selepas jalan pagi bersama keluarga, Presiden Joko Widodo berbincang santai dengan puluhan awak media. Acara ini dilakukan di restoran Grand Garden, Kebun Raya Bogor, pada Sabtu, 8 Desember 2018. Dalam perbincangan tersebut, Presiden beserta keluarga mengungkapkan berbagai hal tentang keluarga. Momen ini dimanfaatkan para awak media untuk mencari tahu sisi lain Pak Jokowi selain tugasnya sebagai Kepala Negara."Ya berkumpul seperti ini sangat sulit. Saya harus ngomong apa adanya karena masing-masing sudah punya kesibukan sendiri, kegiatan sendiri," ujar Presiden di hadapan para jurnalis.
       Meski demikian, Presiden mengungkapkan rasa syukurnya karena ia memiliki anak-anak yang membanggakan. Terutama mengingat anak-anaknya kini sudah bisa mandiri dan memiliki usaha sendiri.
    Ia menyebutkan, Gibran Rakabuming, putra sulungnya memiliki usaha berjualan martabak. Menantunya, Bobby Nasution berjualan kopi. Sementara putra bungsunya Kaesang Pangarep memiliki usaha berjualan pisang."Alhamdulillah saya selalu bersyukur bahwa diberikan anak-anak yang menurut saya sangat membanggakan. Bersyukur mereka sudah bisa mandiri. Ada yang jualan kopi, ada yang jualan martabak, ada yang jualan pisang goreng. Yang penting mandiri, tanggung jawab sendiri, dan sudah bekerja sendiri. Artinya saya sudah enggak mikir mereka harus dicarikan pekerjaan apa. Jadi itu yang saya syukuri," ungkapnya.
         Tak hanya itu, Presiden pun merasa bersyukur karena kini sudah memiliki dua orang cucu. Cucu laki-lakinya, Jan Ethes merupakan anak dari Gibran dan Selvi Ananda, dan cucu perempuannya Sedah Mirah, anak dari putrinya Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution."Juga nikmat ada cucu laki-laki sudah, perempuan sudah. Jan Ethes sudah, Sedah Mirah sudah. Lengkap," sambungnya.Meski selalu disibukkan dengan pekerjaan, namun Presiden mengungkapkan dirinya selalu menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan anak cucunya.
    Misalnya, jika tidak ada agenda kerja di luar kota, ia selalu melakukan _video call_ dengan sang cucu. Baginya, keluarga selalu ada untuk memotivasi, mendorong, dan memberikan semangat.
"Kalau kita pas pikiran lagi banyak masalah, ketemu keluarga itu memberikan semangat dan energi baru," ungkapnya.

Menanamkan Prinsip Mandiri dalam Mendidik Anak

                    Dalam mendidik anak-anaknya, Presiden mengungkapkan jika dirinya selalu menanamkan prinsip agar mereka mandiri. Baik itu dalam membangun nama mereka maupun membangun usaha mereka."Karena kalau dilakukan sendiri dan dimulai dari nol, pas ada gelombang besar meskipun pontang panting akan jadi lebih kokoh dibanding kalau sering kita 'suntik' akan justru melemahkan mereka sendiri. Jadi prinsip kemandirian, biar mereka kadang-kadang sulit, ya jalani saja. Karena dibalik kesulitan itu akan membangun sebuah kekokohan," ucapnya.
          Hal ini pun diamini oleh Ibu Iriana. Sebagai seorang ibu, ia pun mendidik anak-anaknya untuk selalu berusaha mengatasi masalah dengan mandiri.
"Kalau saya prinsipnya kayak Pak Jokowi, tetap kalau ada kesulitan harus bisa mengatasi sendiri. Paling cerita sedikit, ya putuskan sendiri masalah itu. Kita _support_ doa," ujar Ibu Iriana.
Selain kemandirian, akhlak dan agama juga merupakan hal prinsip yang selalu Presiden tanamkan kepada anak-anaknya. "Yang berkaitan dengan agama, selalu saya tekankan kepada anak-anak untuk diberikan sedini mungkin, seperti kemarin saya ajak Jan Ethes untuk ikut Jumatan dengan saya di masjid," ungkapnya.(eas)

Entertaiment

Face Book Galleries

    BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti...
    BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyelesaian kasus penembakan di Kabupaten Nduga ,Papua yang menelan korban para pekerja...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pemeriksaan Habib Bahar Smith terus berproses. Kini kejaksaan Agung menerima...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo ikut bersenam pagi pada Hari Ulang Tahun ke-33 Senam Tera...
.   JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus aktif meluhuri dan...
    Bengkulu, (KORANRAKYAT.COM) - Setelah sekian lama belum ada kejelasan kapan Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan keluarga mengapresiasi peran media yang menurutnya telah ikut...
    BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Selepas jalan pagi bersama keluarga, Presiden Joko Widodo berbincang santai dengan...

Ekonomi Makro

  •  

    .

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya atas kinerja Bank

     
  •  

     

     
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Dalam empat tahun ini, pemerintah telah bekerja keras untuk
     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di