Seputar Dunia

  •  
    Presiden Jokowi : ASEAN dan India Generator

     

    MANILA(KORANRAKYAT.COM) ASEAN dan India memiliki potensi yang sangat besar yakni pasar bersama

     
Saturday, 09 December 2017 01:38

Di Banjar Polisi Urusi Pertanian

Written by

 

BANJAR,(KORANRAKYAT.COM)- .Babinkamtibmas  membuka lahan dengan menanam tanaman Hilikultura  Cabe, Semangka  diawali dengan setengah hektar hingga 8 Hektar dengan modal awal gaji sendiri selama 3 bulan. Kini sudah ada 5 Kelompok tani yang anggota 120 orang.

          Kapolres Banjar, AKBP  Takdir Mattanete  ditemui di lokasi pertanian, Selasa (28/11)2017 mengatakan kita berada di lokasi Kelompok Tani Bhayangkara Maju bersama,disini salah satu lokasi anggotanya ada 30 orang ada kelompok Petani maju bersama sudah ada 5 Kelompok Tani  sudah ada 120 anggotanya di Pimopin Babinkantibmas             Brigadir Kusin . “Ini awalnya ada adalah lahan yang suka jadi kebakaaran kemudian lahan ini dikelolah oleh kelompok Tani menjadi produktif dan alhamdulilah sampai saat ini ditanamin cabe, semangka dan holtikultura sangat bermanfaat bagi yang lain dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

 

          Selanjutnya, Takdir menegaskan Ini juga berkat dukungan dari Pemda Kabupaten Banjar yang sudah membantu beberapa fasilitas. Ini kita kembangkan dan mudah-mudahan semakin hari semakin maju. Awalnya hanya setengah hektar dan sampai sekarang sudah sampai 8 Hektar dikelolah oleh Brigadir Kusni bersama kelompok Tani.        “Hasilnya sudah dinikmati oleh Masyaraka, hasilnya ini sudah panen yang ke 3 kali dan rekan-rekan sudah melihat sudah panen ke 3 dan hasilnya untuk kesejahteraan untuk menambah biaya seharian untuk petani yang ada disekitar sini,” tegasnya.

 

             Ketika ditanya kenapa dipilih budi daya Cabe, Takdir menjelaskan Karena disini lahannya yang cocok dengan budidaya Holikultura, karena kalau untuk tanaman yang lain ini lebih subur seperti untuk tumbuh-tumbuhan cabe, semangka lebih besar dan kemarin kita melihat sendiri hasilnya sampai berton-ton sangat maksimal.” Modal awal dari mana, awalnya dari Brigadir Kusnin dari gajinya sendiri bahkan sampai beberapa kali menggadai gajinya supaya mendapatkan modal. Dan sekarang-sekarang kami bantu dari Polres , Pemda, dalam hal ini juga dapat bantuan Bupati  jadi pak Kusnin tidak berdiri sendiri yang artinya kita juga mensuport.  Hasil panennya dijual tidak hanya di Kalimantan Selatan bahkan dari Kalimatan Tengah mereka datang sendiri kesini mereka para pengepul membeli kesini,” jelasnya. 

 

            Ditempat yang sama, Babinkantibmas Desa Tungkaran, Polsek Martapura Kota, Polres Banjar, Brigadir Pol Kusnin  mengatakan  pasti berat tetapi kita kan bekerja sama-sama alhamdulilah hal yang berat laun menjadi ringan dan kita semua bahu membahu mengejakan serta pembuka lahan. “Ini kami selalu disibukan  pemadaman kebakaran makanya kami bekerja bersama-sama alhamduliah lahan yang jadi tempat Kebakaran alhamdulilah kita jadikan tempat pertanian,” ujarnya.

 

           Disinggung awalnya berapa luas yang dikelolah bapak, Kusnin menegaskan  awal lahan yang ada setengah Hektar, dimana lahan itu kita buka 1 Hektar dan baru kami merasakan hasilnya kemudian masyarakat tambah semangat lagi kemudian bergairah mengerjakan kita buka terus menerus sambal kita menjaga kebakaran dan sambal kita buka terus  sekarang sudah mencapai 8 Hektar dikelolah.“Modal Pribadi pada awalnya modal itu kami cari secara mumet juga ya kita ambil dari gaji kita karena masyarakat kan kita kerja anak istri di rumah memerlukan materi untuk menghidupkan keluarga. Bagaimana pun kita harus memenuhi kebutuhan mereka.  Dari Situlah kita berbicara kepada unsur pimpinan kami jadi dari situ selain dari gaji kami alhamdulilah para pimoinan antusias dan memperhatikan kepada kami yang akhirnya dibantu oleh para pimpinan dan terus terang daria Pak Kapolres Ikut membantu dan Pak Muspika alhamdulilah dari Pemda membantu dari Bibit sehingga akhirnya pembuka lahan dan penggarapan lahan ini sudah 8 Hektar,” tegasnya

 

 

              Ketika ditanya sudah berjalan berapa tahun, Kusnin menjelaskan pembukaannya sudah 1 setengah tahun Alasan awal membuka lahan ini ,alasan awal karena  kita sosialisasi lahan Kahutla kalau disibukan pemadaman api disini tanahnya agak ke gambut-gambutan akhirnya  rumput yang kering tidak ada artinya bisa terbakar sendiri . “Pemerintah kita yang sekarang yang digencar dari aparat kepolisian pemerintah daerah untuk mengsosialisasikan kepada masyarakat jangan membuka lahan dengan   mmbakar ataupun secara kebakaran yang murni bisa kita minimalisir,”jelasnya. Saat ditanya dari gaji yang kemarin dipakai itu berapa lama, Kusnin menandaskan gaji Yang kita gunakan penuh 3 bulan dan setelah kita menanam  tanaman Holtikultura ini umurnya dua bulan sampai 3 bulan, setelah itu kita dapatkan hasil . “Setelah 3 bukan yang pertama itu akhirnya tidak mengambil dari gaji kita. Gaji itu bisa hampir 90 persen lebih,” tandasnya. (vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-  Tim  TNI-Polri melakukan evakuasi para pedatang daerah Bikini, dan Kymbeli ternyata dikuti oleh pada masyarakat asli Papua. Nampak mereka juga minta dievakuasi atau direkolasi karena minimnya pelayanan kesehatan ternasuk keamanan. Hingga kini  800 an yang sudah berhasil dievakuasi.

    Kepala Biro Penerangan Maasyarakat, Brigjend Pol Rikwanto  ditemui di kompleks Mabes Polri, Selasa (21/11)2017 mengatakan  di Papua  berhasil dievakuasi penduduk pendatang yang ada Bikini, Longsoran dan Kymbeli . Semua merupakan masyarakat pendatang sudah di evakausi,namun masyarakat asli Papua masih bertahan disana. Dalam perkembangannya diantara mereka akhirnya ada yang minta dievakuasi atau direkolasi paling karena  disana minim pelayanan kesehatan termasuk juga makanan , dan keamanan,”ujarnya.

Rikwanto katakan  dialog antar TNI- Polri dengan pemuka setempat dibantu tokoh adat , Pastur  akhirnya mereka  berkenan untuk dievakuasi dan terakhir sekitar 800an lebih masyarakat asli papua yang ada dikampung tersebut sudah bisa di evakuasi.” Diatara mereka juga terdapat anak-anak , sementara mereka digeser  ke Tembagapura  dari Tembagapura kita geser di Mimika . Di Mimika ini akan ditampung di gedung tertentu dan disitu akan diperlakukan dengan baik oleh Kabupaten Mimika, dibantu oleh Kemeterian Sosial,” tegasnya.

  Dikatakan Rikwanto  tahap awal evakuasi dari kampung tersebut untuk Bekini atau pun Longsoran untuk ditampung di Mimika dan selanjutnya dirapatkan lagi mereka akan ditaruh dimana. Itu yang pertama adalah pelayanan kesehatan dan makanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pada saat pertama  ini. “Setelah evakuasi apa akan dilanjutkan pengejaran, memang dibagi kegiatan oleh TNI Polri disana, disatu sisi tetapkan melakukan evakuasi terdepan antara ini dan yang satu Satgas lagi melakukan pengejaran terhadap KKB yang mendahului melarikan diri sebelumnya dan yang menyandera mereka. Jadi satgas-satgas ada yang membidangi pembebasan  sandera  ada yang  melakukan pengejaran terhadap KKB ini. Pengejaran masih berlangsung dan tidak ada batas waktu yang penting tidak ada penyanderaan dan situasi keamanan tetap dijaga dan kondusif bagi masyarakat di Mimika juga bagi masyarakat disekitar Tembagapura ini tetap dijaga sampai saat ini,”jelasnya.  

 

         Menyinggung keamanan apakah masih tetap dilakukan, Rikwanto  merincinya masih tetap dengan jumlah kekuatan yang ada sambil kita liha tsituasi nya bagaimana yang menngejar dan bagaimana yang menjaga situasi ditempat , bagaimana  keamanan evakuasi.” Prosesnya masih kita terus nilai. Tentang perubahan-perubahan mekanisme pengamanan itu dinamis sekali disana,” rincinya.

 

        Ketika di sikapi tentang Sinergi TNI – Polri disana, Rikwanto menandaskan Ya, bapak presiden sudah memberikan apresiasi TNI Polri disana dan mereka dikatakan sejak awal kekompakan TNI – Polri  ini disana solid sekali sehingga yang menjadi ancaman di Papua apapun bentuknya bisa kita netralisir untuk Kelompok Kriminal Bersenjata(KKB), kita jauhkan dan kita usir juga kita masih kejar untuk sandera masih kita evakuasi. “Kita terus dan yang penting TNI-Polri tetap solid  dan dengan kesolidan ini ganguan kemanan tengah bisa kita netralisir,”tandasnya.  

 

      Disikapi mereka di rekolasi sampai kapan,Riwanto mengungkapkan  Kita pendataan dulu ya , pendataan dan kemudian akan dibahas masalah pekerjaan dan warga  yang dianggap layak.  Untungnya diharapkan tidak kembali kesana ya itua rawan bisa-bisa jadi akan kembali kesana ada penyandreraan lagi. “Kan ada yang mau dievakuasi ada beberapa dan masih tinggal disana, bukan hanya beberapa dan sudah 800an dan sudah banyak. Ini dilakukan  bertahap bsa jadi nanti seluruh karena memang tadinya tidak mau tetap disana karena selanjutnya ada masalah kesehatan masalah pangan ,masalah keamanan akhirnya mereka mengajukan d,iri untuk ikut di evakuasi. Ada 800an lebih , kita harapkan semuanya  dalam evakuasi ini,” ungkapnya.

 Dalam Evakuasi ini akan  ada di sini, Rikwanto menambahkan Ya , semua harusnya kita back up yang sudah dievakuasi mampu yang belum dan yang masihn bertahan disana.” Kita harapkan semua bisa dievakuasi,” tambahnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

Sumbar(koranrakyat.com) Polisi tembak dua orang mencurigakan yang diduga membakar Polres Dharmasraya, Sumatera Barat, yang terbakar. Dua orang tersebut diketahui membawa busur panah saat petugas tengah memadamkan kobaran api."Dua orang tersebut melakukan perlawanan dengan melepaskan beberapa busur (anak) panah ke arah petugas," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto saat dikonfirmasi, Minggu (12/11/2017) Petugas kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun, kedua orang mencurigakan itu masih melakukan perlawanan.

Rikwanto mengatakan, polisi kemudian melakukan tindakan tegas dan mengarahkan tembakan kepada kedua orang tersebut. "Sehingga mengakibatkan kedua orang tersebut meninggal dunia," kata Rikwanto Dari keduanya, polisi mengamankan busur panah, delapan anak panah, dua buah sangkur, sebilah pisau kecil, sarung tangan hitam, dan selembar kertas yang berisikan pesan Jihad dari "Saudara Kalian ABU 'AZzam Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah".

Namun, belum dapat dipastikan apakah kedua orang itu terlibat dalam terjadinya kebakaran di markas Polres Dharmasraya. "Sedang didalami apakah ada hubungan antara kebakaran dan teroris yang tertembak," kata Rikwanto.Kebakaran tersebut diketahui petugas piket Polres Dharmasraya pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.45. Mereka mencoba memadamkan api sambil berteriak mencari pertolongan. Beberapa saat kemudian, petugas pemadam kebakaran datang dan berupaya memadamkan api. Saat itulah salah satu petugas melihat ada dua orang mencurigakan yang membawa busur panah. (as/vk) 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tuesday, 07 November 2017 13:38

Banyak Jalan Macet Joko Widodo Minta Maaf Warga Surakarta

Written by

 

 

SOLO(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo beserta keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Surakarta apabila merasa terganggu akibat perhelatan acara pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution. Hal tersebut ia sampaikan kepada jurnalis setelah meninjau pelaksanaan gladi bersih di Gedung Graha Saba Buana, Surakarta, Selasa, 7 November 2017.

“Kami sekeluarga juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat terutama tetangga disini,” kata Presiden.Menurut Presiden, lokasi gedung resepsi yang bersebelahan dengan jalan raya kemungkinan membuat arus lalu lintas terganggu sehingga akan dilakukan rekayasa jalur lalu lintas, terutama esok hari ;

KPK Monotoring Pernikahan

Putri Joko Widodo

         Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memonitor resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, yang akan berlangsung di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 8 November 2017. Sedikitnya ada 8.000 tamu undangan, baik dari kalangan pejabat negara dan lembaga, pengusaha, hingga kerabat pengantin, yang akan hadir pada pernikahan anak orang nomor satu di Indonesia itu.

KPK mengimbau agar tamu undangan yang hadir ke pernikahan Kahiyang dan Bobby Nasution cukup memberikan bunga. Hal itu dilakukan agar Jokowi tidak repot melaporkan hadiah pernikahan kepada Direktorat Gratifikasi KPK.

"Agar tidak buat sibuk Presiden lapor-lapor ke KPK pascapesta ini, ya kasih bunga saja lah cukup buat Bobby dan Kahiyang," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi awak media, Selasa, 7 November 2017.

Meski begitu, Saut menyebut, bila hadiah itu diterima dari teman Kahiyang dan Bobby, baik sahabat, teman sekolah atau kuliah, itu bisa jadi merupakan tanda persahabatan. Meski, kata dia, harus tetap dilihat apakah teman mereka berdua sudah menjadi pengusaha atau masih pelajar.

Oleh karena itu, Saut mengatakan, seluruh hadiah yang diterima Kahiyang dan Bobby supaya dilaporkan kepada KPK, mengingat Jokowi adalah penyelenggara negara.

"Apakah itu nanti jadi milik negara atau milik penerima (akan dikaji), karena akan ada penilaian sisi nilai berapa harganya," kata Saut.

Saut melanjutkan, pemberian hadiah di pernikahan putri Jokowi, dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan. Apalagi, yang memberikan hadiah kepada Kahiyang dan Bobby, tidak menutup kemungkinan dari seorang pejabat negara.

"Jadi menolak apa pun pemberian ketika seseorang yang sudah menjabat itu yang direkomendasikan KPK," kata Saut.

Saut menekankan, lebih baik menolak atau mencegah daripada menjadi masalah di kemudian hari. "Jadi lebih baik ditolak segala bentuk pemberian, karena akan ada potensi ketergantungan," kata Saut.(as)

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo telah menyerahkan surat keputusan (SK) pemanfaatan hutan dan SK pengakuan dan perlindungan kemitraan kehutanan kepada warga Teluk Jambe di Kabupaten Karawang dan warga Muara Gembong di Kabupaten Bekasi. Penyerahan itu dilaksanakan pada acara Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada Rabu 1 November 2017.Di kawasan Muara Gembong, terdapat sekira 11.000 hektare. Namun yang dibagikan baru 80 hektare untuk 38 Kepala Keluarga (KK). Setelah itu akan diberikan lagi 890 hektare dan meningkat lagi menjadi 2.600 hektare.“Tapi ini saya sampaikan khusus untuk petani tambak bukan untuk yang lain-lain. Hati-hati jangan ada yang _gede-gede_ pegang seperti ini. Ini hanya untuk rakyat,” kata Presiden. 

Oleh karenanya Presiden mengingatkan kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun walikota bahwa pemanfaatan hutan dan pengakuan dan perlindungan kemitraan kehutanan hanya untuk rakyat.“Ini adalah bisnis model yang akan kita pakai nanti di daerah daerah lain, bukan hanya di Muara Gembong, bukan hanya di Teluk Jambe. Tapi di provinsi yang lain, di kabupaten, kota akan kita lakukan hal yang sama,” tutur Presiden. Dari 80,9 hektare di Muara Gembong,  50 persen ditanami mangrove  dan 50 persen areal untuk usaha udang Vaname dan bandeng dan sebagai offtaker direncanakan BUMN Perikanan Indonesia (Perindo). Pendampingan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Perhutani, Kementerian BUMN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kantor Staf Kepresidenan, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Bank Mandiri sudah dilakukan sejak awal.  “Ada yang dampingi dari bank, ada yang mendampingi dari Perindo. Jadi udangnya jelas ada yang membeli, udangnya jelas ada yang menerima,” kata Presiden.Dalam kesempatan itu, Presiden mengingatkan bahwa hutan mangrove di Indonesia adalah hutan mangrove terluas di dunia dengan luas 2,42 juta hektare. “Kita punya hutan bakau dan hutan mangrove terluas sedunia. Oleh karena itu saya titip tambak yang ada di Muara Gembong dirawat yang namanya hutan mangrove, hutan bakau kita. Jangan semua dipakai untuk tambak tapi sebagian lagi dipakai untuk lahan hijau, hutan mangrove kita,” ujarnya.

Setelah menghadiri acara Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi, Presiden menuju lokasi tambak udang dengan mengendarai sepeda motor trail. Di lokasi ini, Presiden menanam bibit pohon mangrove dan menebar benih udang vaname.Ketika mengendarai sepeda motor, Presiden harus melewati jembatan gantung yang hanya bisa dilewati sebuah motor sehingga wartawan menanyakan apakah mengalami kesulitan saat melintasi jembatan tersebut. _“Enggaklah_ biasa. Biasa _kok_ naik sepeda motor,” ucap Presiden. Presiden juga menjelaskan bahwa sepeda motor trail yang digunakan bukanlah sepeda motor baru. “Yang dulu ya dipakai lagi, nanti punya (motor) baru lagi malah belajar lagi, yang lama-lah dipakai,” tutur Presiden.Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Teten (eas)

 

 
 
CILEGON(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widido akan menghadiri Upacara Peringatan ke-72 Hari TNI Tahun 2017 yang diselenggarakan di dermaga yang berada di Kota Cilegon, Provinsi Banten pada hari Kamis, 5 Oktober 2017.
 
Namun saat hampir tiba di lokasi upacara, rangkaian kendaraan Presiden tidak bergerak selama hampir 30 menit. Saat itu jarak dari kendaraan yang ditumpangi Presiden ke lokasi upacara kurang lebih 2 km.
 
Melihat situasi seperti ini, Presiden memutuskan untuk berjalan kaki. “Presiden tadi di dalam mobil memutuskan berjalan kaki,” ucap Ajudan Presiden Kolonel Mar Ili Dasili.
 
Semula Presiden berjalan kaki hanya didampingi perangkat Kepresidenan. Tak lama setelah berjalan kaki, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang juga terjebak dalam kemacetan turut mendampingi Presiden. 
 
Saat berjalan kaki, Presiden tampak melambaikan tangan kepada masyarakat. “Pak Jokowi.. Pak Jokowi,” ucap masyarakat yang menyaksikan Presiden berjalan kaki.
 
Tiga ratus meter menjelang lokasi upacara, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Hadi Tjahjanto menyambut kedatangan Presiden dan berjalan kaki bersama menuju lokasi upacara.
 
Dalam upacara tersebut, Presiden bertindak selaku Inspektur Upacara. Selain itu, Presiden menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia yakni Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Jalasena Nararya dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya. 
 
Setelah memberikan amanat, Presiden menyaksikan demonstrasi ketangkasan prajurit.
 
Siang hari nanti, Presiden akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Provinsi Banten.
 
Sore harinya, Presiden akan menuju Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten untuk menghadiri _groundbreaking_ PLTU IPP Jawa 7. 
 
Dari kunjungan kerja ke Provinsi Banten, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.(eas)

.

MALANG(KORANRAKYAT.COM)  Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia  belum mendapatkan petunjuk dari  dari pemerintah dalam hal ini  Pusat vulkanologi dan mitigasi bencana Geologis (PVMBG)  terkait dengan status  meningkatnya Gunung Agung yang ada di pulau dewata Bali dari Level III ( siaga meningkat menjadi level IV (awas). “ rute ke Bali masih berjalan seperti biasa baik yang  Rute  Surabaya- Bali maupun  rute  Jakarta – Bali  begitu juga sebaliknya masih berjalan seperti biasa, karena di bandara Ngurarai  belum ada petunjuk, kalau bandara ditutup.” Pasti nantinya akan diberi petunjuk atau release bila penerbangan dihentikan  sementara ujar Hendrawan  Senior Manager Corporate Sales Marketing And Busines Development for Domestic Region 3 PT Garuda Indonesia pada koranrakyat.com  Jumat (22/09) saat di salah satu Mall di Kota Malang.

Dikatakan Hendrawan, maskapai  kami  belum terpengaruh dengan adanya kondisi vulkanik Gunung Agung buktinya kami saat ini masih melakukan promo mengajak masyarakat yang gemar traveling disejumlah kawasan destinasi baik di tanah air maupun di manca Negara untuk bisa menikmati harga spesial dan harga khusus bahkan ada juga yang bisa diangsur selama 24 kali dengan bekerjasama dengan salah satu  bank Swasta.  Maskapai  Garuda dari  perusahaan milik BUMN ini ,menawarkan diskon mulai  5 prosen  hingga 30 prosen untuk kelas bisnis.

Ditambahkan Hendrawan Malang merupakan kota potensial serta banyak kawasan destinasi baru  serta   banyak perguruan tinggi  yang sering mengadakan kegiatan  Nasional maupun International dilaksanakan di Malang. Oleh, karenanya pada bulan Desember 2017 akhir tahun ini akan ditambah layanan penerbangan setelah itu  juga akan ditambah  ruten penerbanganya. Sementara untuk akhir tahun akan menambah layanan  rute Malang- Jakarta , dan Jakarta - Malang dilayani dua kali penerbangan dengan 324 tempat duduk, pada akhir tahun  akan ditambah layanan ditambah satu kali lagi penerbangan sehingga kapasitas tempat duduk menjadi 420.

Dikatakan Hendrawan yang didampingi M Ardi Kurniadi Sales & Service Manager  Malang mengatakan jumlah penumpang untuk rute  Jakarta- Malang tingkat okupansinya mencapai 82 prosen ya sekitar 162 penumpang sekali berangkat, merupakan jadi dasar dari maskapai untuk  menambah satu kali frekwensi penerbangan pada akhir tahun 2017,  akan didatangkan pesawat Bombarder  CRJ 1000 dengan kapasitas 96  penumpang,  tentunya disesuaikan dengan kondisi  landasan Bandara Abdul Rahman Saleh, yang akan masuk ke Abdul Rahman Saleh, kalau CRJ  Pesawatnya berbadan ramping panjang dengan kapasitas 96 tempat duduk dengan rincian 12 kursi kelas eksekutif  84 kursi kelas ekonomi .cukup tak perlu landasan panjang.

Selain itu  juga penerbangan seperti biasa dilakukan pada sore hari, sehingga tak sampai larut malam. Sejumlah kawasan Destinasi unggulan saat ini menjadi kajian dari Maskapai Garuda , diantarannya pulau Dewata Bali, Jogjakarta maupun kawasan Destinasi di Banyuwangi. Kami tidak menutup kemungkinan pada tahun 2018 akan membuka rute Malang- Bali, Malang – Jogjakarta maupun Malang – Banyuwangi, saat ini sedang kami lakukan study kelayakannya.” Ujarnya,(fd/an)



SUKABUMI(KORANRAKYAT.COM) Setelah menyerahkan sertifikat di Lapangan Setukpa (Secapa) Polri, Presiden Joko Widodo beserta rombongan

langsung melanjutkan perjalanan menuju SMA Negeri 1 Sukabumi pada Kamis sore, 31 Agustus 2017.Di sana, Presiden menyerahkan 1.211 Kartu Indonesia

Pintar kepada siswa SD, SMP, SMA, SMK, dan juga program kesetaraan yang ada di Kota Sukabumi. Masing-masing siswa mendapat bantuan dana yang

berbeda-beda sesuai dengan tingkat pendidikan. Untuk siswa SD Rp450.000, SMP Rp750.000, sedangkan SMA/SMK Rp1.000.000.

Bantuan tersebut diberikan pemerintah sebagai upaya memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang

layak. Oleh sebab itu, Presiden berpesan kepada para siswa agar menggunakan bantuan tersebut untuk memenuhi keperluan sekolah dan pendidikan.

"Uang itu hanya dipakai untuk keperluan pendidikan dan sekolah. Kalau ketahuan untuk membeli pulsa, mohon maaf kartunya dicabut. Kita ingin anak-anak

belajar dengan baik sehingga pintar dan nantinya menjadi aset yang berharga bagi bangsa," kata Presiden.

            Terlebih lagi menjelang era kompetisi di masa mendatang, anak-anak Indonesia harus bisa bersaing di dunia internasional. Untuk itu, para siswa harus

belajar dengan baik guna mempersiapkan diri menghadapi persaingan di masa mendatang.Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyerahkan bantuan

#sosial sebesar Rp1.890.000 melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang dapat diambil dalam empat tahap. Adapun dalam kunjungan kali ini, Presiden

menyerahkan sebanyak 800 PKH.

              Presiden mengingatkan agar bantuan PKH ini digunakan untuk keperluan pendidikan atau kesehatan. "Kalau memang dibutuhkan untuk keperluan anak-anak kita, gizi anak, pendidikan anak, boleh, Jangan untuk beli pulsa atau rokok. Nanti dicabut (bantuannya)," ucap Presiden. Turut mendampingi

Presiden dalam acara tersebut, di antaranya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf

Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.(eas/im)

Sunday, 20 August 2017 02:26

Freeport Kembali Rusuh Karyawan Lakukan Aksi Demo

Written by

TIMIKA,( KORANRAKYAT.COM) – Adanya aksi para buruh pabrik

freeport di Papua, Kapolda Papua Boy Rafli Amar meninjau

perkantoran PT Petrosea di Jalan Cenderawasih Timika yang

dirusak oleh massa.Berdasarkan laporan manajemen PT Petrosea,

aksi penyerangan ke kantor mereka dilakukan secara tiba-tiba saat

karyawan sedang beristirahat pada Sabtu malam.

           "Mereka datang tiba-tiba lewat pintu depan dan dari arah

belakang lalu melempar kantor, memecahkan kaca-kacajendela,

memecahkan kaca belasan mobil operasional danbus,bahkan pos

satpam sempat dibakar tapi api seger dipadamkan," sebut seorang

perwakilan manajemen PTPetrosea Kepala Kepolisian Daerah

Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar menyatakan, pihaknya terus

meningkatkan pengamanan di obyek-obyek vital milik

PT Freeport Indonesia di wilayah dataran rendah Mimika seperti

perkantoran dan perumahan staf Freeport di Kuala Kencana,

kawasan Pelabuhan Amamapare, Bandara Mozes Kilangin, dan

tempat-tempat strategis lainnya Hal itu disampaikan Mantan Kadiv

Humas Polri itu, terkait aksikerusuhan pada Sabtu (19/8/2017) siang

hingga malam."Yang mereka ganggu itu di jalan, terminal, dan

karyawan seperti di PT Petrosea yang ada aktivitas terkait

denganFreeport," ucap Kapolda pada wartawan .Meski demikian dia

menyebutkan, pihaknya tidak akanmenambah pasukan ke

Timika. Pihak Polri dan TNI di wilayahitu sendiri mengerahkan

personel sebanyak empat kompi, untuk pengamanan aksi unjuk rasa

yang berujung kerusuhan itu."Dengan anggota Polri dan TNI yang

ada sudah cukup. AdaPolres, Brimob, Brigif, Kodim, Lanal, Lanud

semuanya akanmem-back upkepolisian," kata Boy Rafli. Dia menilai

aksi yang dilakukan oleh karyawan mogok di Timika sejak Sabtu

siang sekedaruntuk mendapatkan perhatian dari berbagai pihak

terkait persoalan yang mereka hadapi selama ini, namun dengan

cara-cara yang keliru, melawan hukum, dan tidak bertanggung

jawab.

             "Mungkin mereka ingin mendapatkan kesempatan. Padahal

mereka bisa menempuh jalur hukum. Solusi penyelesaian masalah

melaluijalur hukum sudah ditawarkan yaitu melalui penyelesaian

hubunganindustrial. Tapi mereka tidak mau menggunakan itu, malah

melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya kriminal," ucap Boy Rafli.

 

                Dikatakan Ia tidak menampik adanya aktor yang

menggerakkanribuan karyawan mogok melakukan penyerangan

fasilitas milik PTFreeport di sekitar Check Point 28 dan kemudian

berlanjut keTerminal Bus Gorong-gorong dan perkantoran PT

Petrosea.  "Kalau seperti ini pasti ada aktornya. Orangnya itu-itu

saja. Tidak begitu sulit mengidentifikasi mereka yang selama ini

 unjuk rasanya kita fasilitasi, aspirasinya juga kita fasilitasi ke DPRP,

melalui pertemuan-pertemuan tripartit.

Yang terjadi sekarang adalah pemaksaan kehendak yang berujung

pada hal-hal di luar batas,"kata dia Kapolda meminta karyawan

mogok tidak mengulangi perbuatan tersebut. Adapun kerugian

material yang ditimbulkan akibat tindakan anarkistis massa itu masih

terus diinventarsasi.(pb)

 

 

 

 

Wednesday, 16 August 2017 12:50

Polisi Ungkap Pembalakan Liar

Written by

 



 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Maraknya aksi praktek pembalakan liar yang kerap dikenal dengan Ilegal Logging yang terjadi hingga saat

ini, maka Polri dituntut berperan besar  dalam  menegakkan hukum . Karena aksi ilegal logging dapat mengancam keanekaragaman  hayati

bahkan menurunkan level kekayaan alam serta secara langsung dapat mengganggu keseimbangan alam, hingga berakibat ker4ugian negara

Milliaran Rupiah.

 

Dirpolair, Brigjend Pol Lotharia Latif  ditemui di Satpolair, Senin (14/8) 2017 Direktorat Pol Air     telah melaksanakan penegakkan hukum

Ilegal logging kayu di Kalimantan Selatan 5 Agustus 2017 kemarin kita lakukan karena masih maraknya di Kalimantan Selatan diindikasikan

barang tersebut masuk dari Kalimantan Tengah ke Kalimantan Selatan. " kita ungkap bersama Kapolda . Sejumlah kayu hasil pembalakan

ditunjukkan dalam bentuk gambar kayu kebun itu ada kayu yang dilarang. Seperti Meranti ," ujarnya.

 

Latif menegaskan  Ini kita periksa ada 11 orang, saksi dan tersangka ada disini , sudah kita tetapkan tersangka."Berdasarkan bukti pemula

tersebut anggota Ditpolair Kolpolairud Polri telah mengamankan beberapa tersangka dan barang bukti serta memeriksa beberapa saksi

sebagai berikut;A sebagai penunggu rakit, MS sebagai pekerja diatas rakit,DS sebagai pekerja di atas rakit, GB sebagai Abk TB Sumber

Hikmah,GH sebagai Abk Kapal, RH sebagai Pemilik Kayu, U sebagai Pemilik Kayu, I sebagai Pemilik Kayu,IKAW dari Polri, DB dari Polri,DS

dari Staf Kehutanan," tegasnya.(vk)

 

Untuk itu, Latif menjelaskan tersangka ada 5 tersangka ; JF, SA,RH, NH, SD. "Adapun jumlah barang bukti kayu log dalam bentuk   rakit

dengan jenis campuran saat ini masih dalam penghitungan oleh  dinas kehutanan," jelasnya.

 

Sesuai pemeriksaan, Latif membeberkab berdasarkan fakta-fakta yang didapat, penanganan kasus tersebut  dikenakan pasal 83 ayat 1

huruf  B undang-undang   republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan  dan  pemberantasan perusakan  hutan. "Ini

dengan Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta  pidana denda paling sedikit Rp 5 Milliar paling banyak Rp 2,5

Miliar," bebernya.

 

Seiring dengan itu, Latif mengakui Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan  oleh tim gabungan dari kasubdit Maklum Satpolair

Korpolairud Baharkam Polri dan Submit Maklum Satpolair Polda Kalsel. "Kita bersinergi dengan Polda Kalsel. Pak Kapolda sudah mengekspos

di wilayahnya. Ini karena  kegiatan terpadu   kita back up terhadap Polda. Pengangkatannya kita kerjakan bersama . Ini kurang lebih kayu

itu  seluruhan ada 7 ribu lebih kayu yang memang dipulangkan oleh ke Kehutanan. Yang jelas itu ada  kayu meranti sudah dilarang

penebangan," akunya.

 

Ketika ditanya, apa Ini perorangan atau corporate, Latif mengakui Perorangan ini ada 5 orang yang ada di kita dan perannya yang memiliki

kayu ini  yang model kayu ini ditambatkan, dirakit dan dibawa. "Ini masih kita dalami. Kan kita cegat  di Sungai ini kurang lebih 2 jam 

perjalanan kurang lebih 30 menit dari titik yang bisa temui.Arah Banjarmasin, dari Kalimantan Tengah mengarah Banjarmasin untuk

melakukan penelusuran dimana," akunya.( vk)

 

 

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Akibat ada OTT di Pamekasan berkaitan dana Desa, diharapkan itu jangan digeneralisir. Pasalnya pengawasan   yang Jumlah Jaksa tidak sebanding dengan luas dan jumlah desa yang ada. Tapi susah disepakati Jaksa akan memberIkan pengarahan setiap kepada desa.

Jaksa Agung, M. Prasetyo ditemui di Kejagung, Selasa(8/8)2017 mengatakan alasannya kalau ada jangan digeneralisir , kita tahu persis demikian luasnya wilayah negara kita. "Jadi kalah ada 1 atau 2 yang ada tentunya sebagai bahan evaluasi kita tahu bahwa untuk dana desa khususnya untuk santunan desa 74 044 desa,"ujarnya.

Selanjutnya,M.Prasetyo menegaskan sementara kita 10 ribu jaksa dan kita tidak mungkin satu.persatu-satu sekali lagi kita jadikan suatu bahan evaluasi maka saya sudah laporkan bapak Presiden kemarin bahwa untuk ini kita akan lakukan pengarahan dan pencerahan khusus kepala desa." Baik karena jumlah personil jaksa terbatas kita 10 ribu kita akan kumpulkan disetiap kabupaten  dan ini semua nanti akan diatur oleh jajaran kejaksaan," tegasnya. 

Untuk itu, M. Prasetyo menjelaskan Jadi dengan adanya kasus kemarin kemudian digeneralisir bahwa ke empat menjadi tidak perlu." Karena sangat diperlukan upaya untuk melakukan pencegahan semua itu akan terjadi," jelasnya. 

Ketika ditanya,Sejak tahun 2015 seperti apa, M. Prasetyo menandaskan Saya rasa kalian tanya jangan kepada saya , tanya kepada pihak-pihak kejaksaan ,kita lakukan apa yang bisa kita lakukan. "Tentunya seperti saya katakan untuk mengefektifkan pengamanan sehingga bisa amalkan sehingga bisa dimanfaatkan oleh rakyat," tandasnya .( vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Akibat aksi penembakan terhadap seorang petani bernama Domain alias Suhu yang ditembak  orang tak dikenal  di Pegunungan Poraa, Desa Parigimpuu, Kecamatan Parigi Barat, Sulawesi Tengah. Dari pemeriksaan saksi dan kesaksian warga senjatanya sama ,diduga kuat anggota santoso yang DPO.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Jumat (4/8) 2017 mengatakan, saksi diperlihatkan sejumlah foto anggota kelompok teroris yang pernah dipimpin Santoso, yang masuk dalam daftar pencarian orang. "Ditunjukkan foto-foto DPO, ditunjuk salah satunya. Ada tiga orang katanya," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan ciri yang dikenali saksi dari pelaku yakni pria dengan rambut panjang.
Selain itu, saksi diminta menunjuk gambar senjata yang digunakan orang tak dikenal itu untuk menembak Suju.Saksi pun menunjuk salah satu senjata yang sama persis dengan yang digunakan kelompok Santoso."Dengan dua indikator itu bisa disimpulkan pelakunya adalah DPO (kelompok Santoso)," tegasnya.

Untuk itu, Martinus menjelaskan  pasca penembakan, tim gabungan Polres dan Polda serta satgas melakukan pengejaran.
Selain itu, ada juga tim yang berjaga di sekitar lokasi."Memang posisinya di sekitar tempat mereka berpindah-pindah, di Gunung Biru," jelasnya.

Kejadian bermula saat saksi hendak mengumpulkan durian di kebun milik Suju
Setibanya di sana, saksi dihadang satu orang tak dikenal yang mengarahkan senjata padanya.

Orang tak dikenal itu menanyakan maksud saksi ke kebun itu.
Setelah menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan, saksi kemudian dibawa naik ke dataran yang lebih tinggi.Setibanya di atas, ternyata ada sejumlah orang tak dikenal lainnya.

Tak lama kemudian, Suju datang mendekat ke lokasi tersebut. Suju pun dihadang oleh tiga orang tak dikenal.

Saksi sempat melihat Suju melakukan perlawanan dengan mencoba merampas senjata.
Namun, tak lama kemudian, terdengar bunyi tembakan. Saksi langsung melarikan diri ke bawah gunung.Adapun ciri orang tak dikenal tersebut yaitu berambut panjang, membawa ransel besar, memakai septu knobol putih, dua pelaku membawa senjata laras panjang, dan menggunakan pakaian loreng hijau pudar.( vk)

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-  Pelepasan tim ekspedisi 24 anggota Polwan yang siap melakukan ekspedisi menaiki puncak Carstensz setelah mendapat restu dan dorongan Kapolri, Selasa(25/7)2017.

     Kapolri, Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Selasa(25/7)2017 mengatakan Kemudian kita juga melepas Ekspedisi Kartens menaiki puncak Kartens  salah satu puncak dari 7 puncak dunia yang menjadi favorit crambel seluruh dunia ." Dan kemudian puncak Kartens ini tingginya 4884 letaknya di Indonesia , puncak tertinggi di Asia Tenggara ya tujuan kita adalah satunya mendorong dunia pariwisata indonesia kita beruntung punya puncak memiliki salju atau es di daerah tropis satu-satunya. Kemudian kita bertujuan untuk tentunya mengangkat nama baik Polri tentunya tim Polri lebih khusus dari tim dari Polwan," ujarnya.

       Selanjutnya, Tito menegaskan Kenapa untuk menunjukan emansipasi wanita menghargai kesamaan gender yang lebih penting lagi secara internal kadang-kadang Polwan ini menjadi warga kelas dua diantara Polri, baru kurang lebih  25 persen dari total populasi 423.00 kita ingin sama, kadang-kadang mereka dianggap lemah ya secara fisik Polwan dianggap lemah." Nah dengan masuk puncak kartens ini  memerlukan tekanan fisik yang prima betul. Kita 100 meter jalan disana saja oksigen tipis sudah sangat lelah sekali bahkan yang engga kuat akan sakit itu bisa tumbang disitu. Ini kita ingin membuktikan bahwa Polwan mampu secara fisik sehingga tidak perlu ragu kalau mereka diberikan jabatan-jabatan yang fisik juga di Brimob sudah banyak sekali mereka menjadi penembak tepat, gegana penerjun  patung dan lain-lain," tegasnya.

          Untuk itu, Tito menjelaskan  Nah penyelam juga banyak di tempat-tempat lain seperti serse AKP yang memimpin penangkapan 1 ton sabu-sabu itu juga luar biasa. Jadi dilingkungan Polri sampai hari ini belum ada lagi 3 bintang satu dan Polwan belum ada lagi jadi Kapolda. Polda masih didominasi Polki-Polki , kalau Kapolres sudah ada Polwan. "Ini kita harapkan mendorong mereka juga pada posisi penting dengan segala kepentingan mereka nah itu bahkan  mudah-mudahan satu saat bukan hanya Kapolda, tetapi Kapolri nya dari Polwan kenapa tidak mungkin mereka akan membuat nuansa baru. Nah itu lah kegiatan hari ini kita memohon doa restu dari masyarakat kiranya tim polwan ini bisa berangkat ke kartens mengibarkan bendera merah putih di puncak Kartens yang menjadi kebanggaan kita yang menunjukan Papua adalah bagian integral dari bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.

       Lebih lanjut, Tito mengungkapkan 
Kalau message aman sudah pasti karena ini salah satu pusat turis penting. Ada dua pusat turis penting di Papua di dua wisata dunia. Satu adalah Kartens karena termasuk Seven summit, kedua Raja Aman Daifing Sport." Para daifers  punya komunitas sendiri, kalau belum ke Raja Ampat belum lengkap dia daifing. Belum ke Kartens  tempat cambers dunia belum jadi cambers  yang sukses," ungkapnya.

 

Saat ditanya apakah akan ke Evert setelah seven summit, Tito menandakan  Ya kita belum terpikir disini saja dulu ya.  "Kalau mereka bisa dan mampu serta pendamping baik dari tim profesional mau pun dan brimob ya kalau mereka mampu kenapa tidak," tandasnya.(vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Terkait pemukulan dilakukan oleh JW adalah istri Jenderal Purnawirawan Polri usai melakukan terhadap EW petugas,di Bandara Ratulangi hingga kini kasus diproses di Polda Metro Jaya.

Kasub Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Warsito ditemui di Mabes Polri, Jumat (7/7)2017 mengatakan
untuk pemeriksaan, nanti jam 15.00 akan dimintai keterangan, baik beliau sebagai terlapor maupun sebagai pelapor di Polda Metro Jaya. "Dia kan bikin laporan juga. laporan tentang perbuatan tidak menyenangkan," ujarnya.

Ketika ditanya apa yg disebut tidak menyenangkan, Setyo menegaskan Nanti dilihat unsurnya ya. Perbuatan tidak menyenangkan apa saja. "Substansi pemeriksaan. Nanti saja, tunggu jam 15.00 mulai,
dan dua laporan  manado jalan.
"Artinya begini kawan-kawan, di Polri tidak ada perbedaan, apakah itu istrinya polisi atau bahkan polisinya sendiri kalau ada tindak pidanakan Pak Wakapolri sudah menyatakan akan diproses. itu intinya itu. coba di dipahami bahwa tidak ada perbedaan. beliau sekarang ada di Padang diminta balik untuk diminta keterangan," tegasnya..

Lebih lanjut, Setyo menjelaskan
Penyidik Menado minta tolong penyidik di Jakarta untuk memeriksa."Untuk memudahkan aja. kalau harus kembali ke sana lagi kan repot lagi. nanti sih Siapa yang pelapor, juga dipanggil repot lagi, kita Polisi Republik Indonesia secara nasional bisa dimana saja bisa itu. hanya masalah administratif ya," jelasnya.( vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- MUI NTB  Lakukan pendekatan bila ada pesantren yang mulai mengarah ke radikalisme.Namun, di NTB tak banyak hanya di kawasan  BIMA,namun MUI terus lakukan pembinaan.   Ketua MUI Nusa Tenggara Barat( NTB), Prof Saiful Muslim ditemui di Lombok, Rabu(14/6)2017 mengatakan di Nusa Tenggara Barat dua pulau Pulau Lombok dan pulau Sembawa. Di Pulau Lombok ada terindikasi pondok pesantren yang sedikit radikal tetapi tidak mengarah kepada teror , ada terindikasi dalam catatan BNPT kemudian yang langsung mengarah kepada teror ada di Bima , Kota Bima dan di Dompu. "Tetapi walaupun begitu kita tidak diam tetapi serahkan disana kami bersama Kapolda kemudian dari Intelegen pinda Provinsi, kesbang Depdagri juga terkait dengan di korem dan disini juga kita bersama-sama," ujarnya.

Selanjutnya, Saiful menegaskan Kita sering terpadu turun ke 4 tempat kabupaten Bima dan ada permasalahan disitu kita bersama-sama datang kesaudara kami koordinasi dari pihak Kapolda datangi orang yang terkena masyarakat dan polisi , ada kena ditembak dan juga teroris ada yang tertembak disitu . Jadi kita datangi semua  cara kami melakukan pendekatan juga itu kita lakukan supaya terus menerus ada permusuhan antara kami.  Tapi kami datang pihak keluarga yang terkena,Alhamdulilah bisa berjalan dengan sangat baik  dan ini  Kita lakukan sampai hari ini," Tegasnya.

Saiful menjelaskan minggu yang lalu kami juga melaksanakan kegiatan di kota Bima, di Dompu kabupaten Bima terkait dengan radikalisasi kemarin sudah ditindak lanjuti dari pihak Danrem juga turun . Jadi kami baik itu sendiri-sendiri maupun secara terpadu melaksanakan kegiatan ini alhamdulilah  agak menurun ,ini waktu pertama sekali di Bima dan saya pernah tidur ditengah  mereka dan sudah menerima kami terutama pelanjut pondok pesantren JK ada di Bima, pertama kali ada mereka pesantren Madani . "Alhamdulilah kami datang kesana diterima dengan baik walaupun masih ini tapi perubahan luar biasa . Kami tidak cukup waktu kami di Kampung Melayu di Bima sangat baik tetapi setengah-setengah kami diterima alhamdulilah kami diterima. Ini mudah-mudahan ini pertanda dan kami juga berkoordinasi  terkait dengan kabupaten kota ini kita laksanakan secara bersama-sama sehingga saya berharap kedepan dan ini tidak bisa dilepas begitu saja," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan  Saiful  dulu dari  Mabes Polri datang ke kita juga dan di kesbangpol dia gunakan apa yang dilakukan itu dari ketertutupan menjadi keterbukaan dan ada pernyataan bersama terkait dengan radikal itu. Alhamdulilah itu sangat baik itu sebagai bentuk yang awal  dari apa yang kita lakukan bersama. "Kami yakin kedepan kita terus menerus dan dengan mengajak mereka mungkin tidak paham negara Kesatuan Republik indonesia  bagaimana membangun negara ini , saya kira, mereka belum tahu dan dia dengar itu mereka dicuci otaknya disuruh sekolah ke Jawa, di sekolah ke Makasar dia tinggal sekolah karena dia dicuci otaknya," ujarnya.

 Saiful mengatakan   saya melihat dari satu sisi selama orang kita datang dari kampung lebih muda diajak untuk  melakukan kegiatan seperti itu pada saat yang sama datang orang selesai sekolah tetapi tidak menemukan orang yang bertemu baru dikoordinasikan orang-yang punya niat. "Ini terjadi di daerah kita sehingga mereka muda sekali karena baru datang dari desa tidak cukup banyak uang untuk itu melanjutkan sekolah dan ada yang mengajak tidak bayar kost, makan dan malam dicuci otaknya seperti kita mereka senang karena mereka baru datang hanya saya berkomentar pada mahasiswa baru  orang desa lebih vokal lebih hebat dari kota sesungguhnya ini permasalah kita disini tapi mudah-mudahan kehadiran bapak dan kepolisian pada waktu yang lalu itu bisa memberikan pencerahan yang terus menerus," akunya.

  Saiful menandaskan Saya bicarakan pada Pertemuan ini tidak sekali kemudian ditinggal pergi ini tidak ada lagi dan ini harus dilakukan secara terus menerus silaturahmi pembinaan karena ujung-ujungnya belum jadi radikal saja di Bima itu antara Kepala desa dan kepala Kabupaten kadang-kadang engga nyambung jadi kabupaten pegawainya sedikit dan pengeluarannya tidak pernah didengar pemerintah sehingga mereka berkelahi ujung-ujung kesana pak kemarin mereka berkelahi beberapa hari jalan ditutup pohon-pohon di tengah jalan ditangani permasalahannya akhirnya ujung-ujung perut juga." Jadi  ini biang-biangnya semua, jadi kita dengar mereka semua yang menjadi provokatornya orang sana juga mereka adalah yang tidak sukses di Jakarta pulang diprovokasi teman-temannya itu jangan provokasi dipakai hidup lewat situ ya senang diajak seperti itu.Inilah prilaku-prilaku seperti ini seperti ini ada di Bima. Kita dengar keluhan kepala desa yang dibayar murah kemudian mereka yang tak terakomodir  mereka yang ingin jadi satpam ,ingin jadi itu dan itu permasalahan mendasar pak," tandasnya.

          Menyinggung hal itu, Saiful membeberkan mereka karena merasa lapar dia diajak berbaik-baik dia tidak mau provokator masuk akhirnya dia menantang pemerintahnya sendiri, jadi dari situlah macam-macam ciri pergi. Ini per masalah kami didaerah terkait dengan dan kita sering mengundang setiap kita ada acara SKPT kemudian kita undang mantan-mantan teroris entah membuat bom  dan dengan segala berencana  alumni afganistan." Itu kita undang
               Mereka seperti apa waktu kita,adakan deklarasi kita undang jangan didepan masyarakat dia tahu semua. Di rumahnya jadi pekerja sangat baik tetapi kalau ditanya maka ini diperlukan  identitas dari kita semua terlibat disini untuk kita lihat sedikit aman kita tinggalkan seperti itu kedepan," bebernya.

        Jadi, Saiful mengungkapkan Kalau di pondok pesantren itu ada dorongan dari pengasuh. Saya kira tidak.berdiri sendiri kalau di pondok pesantren, kalau ke luar di pengaruh dimana dia ada. Oleh karena itu kalau pondok pesantren memang di pondok pesantren itu. Seperti dulu yang digerebek sama kepolisian itu  UBK, sekarang semua persoalan-persoalan Dinatohi itu kan. "Itu memang dan itu orang yang mengasuh pondok pesantren itu bukan asli dari Bima saja itu secara bergiliran berdatangan dari Jawa Timur dari Lamongan beberapa bulan diganti dalam 2 bulan. Jadi ada pengaruh dan.faktor ujung-ujungnya faktor ekonomi karena apa memang sekolahkan salah satu contoh  dapat diluar baru dapat bergaul, mereka disebelah eh orang tuanya seperti di Makasar itu Pak kena di Poso , dia di sekolah di Makasar tanpa sepengetahuan orang tuanya mereka sudah ada di Poso  bergabung dengan kelompok Santoso disana," ungkapkan.

               Seiring dengan itu, Saiful  menambahkan jadi kalau mahasiswa baru kurang ilmu agamanya maka dia masuk dan mereka sudah menyiapkan orang poso dan mahasiswa baru itu melihat ini yang kira-kira bisa diajak  mereka sudah siap segala sesuatu oleh mahasiswa baru. Mahasiswa baru ingin kostumnya dimana  makan nya seperti apa dia masuk fakultas apa dari situ lah mereka masuk mereka ada orang yang membantu kita-kira seperti itu. "Dia muda sekali diajak  ketika hari-hari itu ada, dia jam kostumnya tempat istirahat nanti baru dia mulai ,di cuci otaknya. Ini ba Lucu yang mengajak orang bunuh diri  kenapa kasih contoh begitu ini kalau otaknya sudah kosong muda sekali untuk diisi disuruh mati koq mau orang lain begini karena dia kosong mau agamanya yang masuk pertama jihad itu mati sahid kemudian setelah mati ketemu bidadari seperti itu luar biasa kita,berharap pada semua pihak pertama keluarga, orang tua datang kesaya waktu belajar 5 hari dari mana pondok pesantren pengelola biliar banyak ditutup anak-anak tidak dapat ilmu yang benar. Ini juga akan merembet permasalahan apa itu yang kita dikuatirkan apa.Tadi ada komentar  terkait masalah ini itu juga mengosongkan Pesantren terutama yang menghajar sanksi kemangi dunia itu terkait masalah baru kosong kalah mau tentang masalsalah hebat hebat apa salah apa disekolah hitungan keluarga 2 hari  dilihatnya mana. Kita ingin memberikan pelajaran agama agar dia paham dan tidak terpengaruh dengan hal-hal menyala artikan karena yang pertama diajarkan jihad, karena jihad itu semua orang dianggap diluar dia kafir semua kan begitu dan itu yang kita ingin memberikan pencerahan terhadap mereka," tambahnya.

         Jadi, Saiful berharap yang memberikan pencerahan orang yang pertama memberikan pencerahan itu jayawijaya itu dianut setiap orang kafir itu harus dibunuh semua nya ini menjadi sangat berbahaya." Saya senang sekali kalau terus menerus kita buka agar masyarakat paham tidak muda terprovokasi ajak dengan hal-hal merugikan dan merusak generasi kita yang akan datang," harapnya. (vk)

 

 

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 5

Face Book Galleries

TIONGKOK(KORANRAKYAT.COM) Sekretaris Daerah Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Soekardi membuka pusat promosi investasi, dagang,...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima...
BANJAR, KORANRAKYAT.COM- Polres Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengadakan  Forum Group Discotion (FGD)  anti...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Adanya pengeroyokan  pemukulan dan pemukulan terhadap Saldi Hermanto   salah satu...
  BANJAR,(KORANRAKYAT.COM)- .Babinkamtibmas  membuka lahan dengan menanam tanaman Hilikultura  Cabe, Semangka...
SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim berencana membeli kembali...
Jakarta,Koranrakyat.com- Upaya menyelesaikan dan membahas kasus Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat nampaknya...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Adanya dugaan  aliran radikalisme dan aksi teroris yang mengancam keamanan tetap menjadi...
BOGOR (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan perubahan yang saat ini sedang terjadi dengan begitu...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Dugaan suap terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Provinsi...