BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu  berhasil meraih 2 kategori Treasury Award 2019 yang diberikan oleh  Dirjen Perbendaharaan Kementerian  Keuangan RI, Grage Horizon, Selasa (18/6/2019).  Dua capaian kota Bengkulu itu terdiri atas kategori pengelolaan Fiskal Regional TA 2018 dan kategori Pemda Pengelola SKIP KUR TA 2018 terbaik.Untuk diketahui Treasury award adalah penghargaan kepada satuan kerja, Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran, Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah dan Pemerintah Daerah pengelola keuangan terbaik untuk kinerja keuangan.

           “Alhamdulillah Kota Bengkulu mendapatkan reward penghargaan bergengsi dalam pengelolaan keuangan daerah. Alhamdulilah kita mendapatkan peringkat pertama mengungguli Provinsi Bengkulu dan 9 kabupaten yang ada di Bengkulu dalam 2 kategori,” ucap Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi.

           Dedy menjelaskan pencapaian tersebut atas kerjasama semua jajaran untuk bekerja Profesional, kerja ikhlas dan kerja cerdas. dengan arahan Walikota Bengkulu, Helmi Hasan.“Alhamdulillah atas kerja keras ini, kota Bengkulu mendapatkan predikat terbaik dari seluruh kabupaten yang di ada di provinsi Bengkulu. Kedepannya Predikat ini akan kita pertahankan,” kata Dedy Wahyudi.

             Sementara itu, Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu RI, dalam hal ini diwakili  Direktur Pelaksana Anggaran, Wiwin Estianty mengajak seluruh Kepala Daerah Gubernur, Bupati dan Walikota untuk menggunakan anggaran secara optimal.“Kami mohon menjadi perhatian bersama untuk lebih bisa mengelola keuangan secara profesional dari setiap bulannya,” ungkapnya.

 

          Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, juga berhasil mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Bengkulu.(1t*)

 

 

Bengkulu. (KORANRAKYAT.COM)  - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memastikan seluruh persiapan termasuk venue dari 11 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan siap digunakan pada bulan agustus mendatang. 

Lanjut Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, terkait peralatan yang sesuai standar termasuk promosi juga perlu diperhatikan agar event nasional yang berlangsung di Provinsi Bengkulu ini berjalan sukses. 

Begitupun semua peralatan dengan standarisasi teknis yang memenuhi persyaratan untuk Porwil juga siap. Kemudian promosi kegiatan pembukaan dan penutupan yang dipusatkan di stadion sawah lebar,” jelas Gubernur usai meninjau proses pembangunan venue PORWIL Sumatera X Tahun 2019 Provinsi Bengkulu, di Stadion sawah lebar, Sabtu (15/06)

Selain itu, Rohidin menanggapi tawaran Sumatera Selatan untuk membantu dari segi peralatan dari beberapa cabor yang dipertandingkan. Standarisasi perangkat peralatan diperhatikan agar sesuai dengan yang telah ditetapkan. 

"Tawaran dari semua pihak, kita sambut secara baik dan positif. Itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan berbagai elemen agar Porwil ini berlangsung sukses, dan ini merupakan kesuksesan bersama," tegas Rohidin 

Selain itu, Kadispora Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman, berkaitan dengan teknis pelaksanaan dan sosialisasi pihaknya akan semaksimal mungkin. Mulai dari sosialisasi melalui media massa maupun melalui media luar ruang lainnya.“Sosialisasi ke masyarakat itu akan dilakukan mulai sekarang, baik melalui stiker, baliho dan spanduk, maupun melalui media massa, cetak, elektronik maupun online,” terangnya.(Red)

 

 

 

 

Bengkulu (KORANRAKYAT.COM) – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sebentar lagi akan mengeluarkan surat penetapan lokasi (penlok) terkait proyek jalan tol kota Bengkulu-Taba Penanjung Bengkulu Tengah.

“SK penetapan lokasi sebentar lagi akan dikeluarkan, kemungkinan dalam dua minggu ini setelah semua tahapan tuntas dilaksanakan oleh tim,” kata Rohidin, Rabu (12/6/2019).Lanjutnya, surat keputusan bisa dikeluarkan dengan waktu yang tidak lama karena kerja keras tim persiapan pengadaan lahan.“Ini tergantung dari tim, jika cepat diselesaikan maka SK juga akan segera turun,” lanjut Rohidin.

               Menurut Rohidin, perlu adanya kesinambungan entitas antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kota Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Benteng. Setelah itu SK Penlok dikeluarkan selanjutnya pembebasan lahan oleh tim dan dilanjutkan dengan pembangunan fisik jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau trase pertama.

 “Saya minta tidak ada transaksi jual beli di kawasan yang akan dilewati jalan tol dan kepada wali kota serta bupati mari bersama sama mensukseskan program strategis nasional di Bengkulu,” kata Rohidin.

              Diketahui, berdasarkan dokumen perencanaan pembangunan jalan tol Bengkulu diawali dengan trase Taba Penanjung-Bengkulu sepanjang 17,6 km. Simpang Betungan Kota Bengkulu ke Taba Penanjung kabupaten Benteng membutuhkan luas sekitar 270,98 hektar area. Dengan melalui 1 kota 1 kabupaten 5 kecamatan 6 desa dan 1 kelurahan.

          Jalan yang dilewati jalan tol ini adalah kelurahan Betungan kecamatan Sawah Lebar kota Bengkulu dan selanjutnya kecamatan yang berada di kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Di Benteng terdiri dari kecamatan Talang Empat dengan desa Se Kab, Padang Ulak Tanjung, dan Jumat. Kemudian kecamatan Karang Tinggi dengan desa yang dilalui Sukarami dan kecamatan Semidang Lagan yaitu dengan Desa Lagan.Proyek jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau ini diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp 14,587 triliun.(1n)

 

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Merasa diperlakukan tidak adil dalam proses hukum,Panglima Komando Adat Dayak Kalimantan mendatangi propam, warsidik dan Divisi Humas Mabes Polri  menyampaikan keluhannya. Adanya  dugaaan korupsi PLTU Lati Kabupaten Berau menelan kerugian Rp 14.85 miliar hingga kini pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka namun, pelakunya masih bebas berkeliaran.Uniknya , kasusnya sudah setahun tidak ditindak lanjuti hingga sekarang.    

          Siswansyah Panglima Komando  Adat Dayak Kalimantan Posisi di DPW Kalimatan Timur  berkedudukan di Kabupaten Berau, Siswansyah ditemui di Mabes Polri,Jalan Tronojoyo No.3 ,Kebayoran Lama,Jakarta Selatan, Senin (29/4) 2019 mengatakan artinya kedatangan saya ke Kadiv Humas untuk menindaklanjuti atas ada dugaan tindak korupsi PLTU Lati di Kabupaten Berau. "Terkait kasus ini yang kita lihat sudah sekian tahun lamanya tidak ada perkembangan dari pihak Polres sudah mengeluarkan statmen di Media bahwa di tahun 2017 tim tipikor sudah statmen mengatakan bahwa tersangka lebih dari satu. Sampai hari ini pun jangankan tersangka tidak ada yang bisa lakukan dan mantan Direksi PT IPB sudah ditetapkan tersangka di bulan Oktober oleh Polres Berau tetapi beliau sampai  hari ini tidak ditahan," ujarnya.

Selanjutnya, Siswansyah  menegaskan alasannya bahwa pertama mantan Direksi IPB tidak pernah akan melarikan diri. Kedua, dia mengendap penyakit cuci  darah tetapi yang kita dapati pada waktu itu saya sendiri yang memergoki beliau saya ketemu di Bandara Spinggan Balik Papan katanya masa orang ditetapkan tersangka bisa keluar daerah. "Kalau dia sakit hanya dua tempat, di rumah atau di rumah sakit. Kalau toh dia harus keluar daerah berobat minimal ada pendampingan dokter dengan  pihak Kepolisian .Sementara ini  tidak,  dia sama anaknya keluar daerah  tujuannya Berau- Jakarta.

Artinya ini yang saya sayangkan,dia seorang koruptur bisa semudah itu dan sudah ditetapkan tersangka masih bisa dengan bebas dengan lengang  mau kemana mereka pergi. Artinya menurut saya ini ketidak adilan dan artinya kalau hari ini kita tidak menegakan hukum yang sebenar-benarnya mau dibawah kemana bangsa ini," tegasnya.

         Siswansyah menjelaskan   kita bicara generasi, berati generasi  kita akan buruk, artinya yang saya tekankan ke Mabes Polri dan khususnya suratnya sudah masuk ke Kapolri  dan saya minta gelar perkara di pindahkan ke Mabes Polri agar tidak terkontiminasi dengan  penyidikan ini. "Dan kasus ini sudah lama sekali ,kasus boiler  ini kurang lebih 3 tahun . Nah laporan resmi dari IPB ke Polres Berau tanggal 19 Maret 2018 sampai hari ini sudah tahun 2019 bulan April sudah 1 tahun. Tidak ada perkembangan kasus itu dan Kejaksaanpun tidak pernah SPDP sampai hari ini. Ada apakah gerangan sesuatu yang terjadi," jelasnya.

          Ketika ditanya apa ada dugaan orang sekitar Berau punya jabatan apa kah terlibat ,Siswansyah menadaskan sudah pasti artinya kalau  barang ini tidak ada keterlibatan dibelakang ini tidak mungkin barang ini lamanya seperti ini. " Harapan kita kasus boiler PLTU Lati di Kabupaten Berau diambil alih untuk digelar perkara di Mabes Polri disini. Hanya itulah himbauan kita artinya yang sudah 3 unsur kita temui tadi, dari Propam, Warsidik dan Divisi Humas artinya akan menindak lanjuti dengan surat masuk dari Komando . Artinya terima kasih atas kerja samanya teman-teman media mohon dorongan kasus ini bisa terbuka,agar masyarakat bisa merasakan lampu dengan sempurna," tandasnya.

Sementara  barang bukti yang dibawah Siswansyah membeberkan barang bukti Laporan  dari PT IPB ke Polres itu tanggal 19 Maret 2018. Artinya kita menindak lanjuti ini sampai hari ini April 2019 tidak ada perkembangan kasus." Awalnya Kita ini tidak ada barang bukti ,ini disini terindikasi ada kerugian keuangan daerah dengan keuangan negara. Contohnya uang muka hilang fisiknya pun tidak ada dan sampai hari ini kita tidak tahu rimbanya kemana apakah uang muka di terima dengan pemenang dari tender itu atau apa kah tidak. Yang ironis uang muka hilang Rp 14 Miliar lebih  Boilernya tidak ada . Hari ini kita harus membayar bunga bank dari pinjaman tersebut dengan bunga Rp 1, 2 Miliar. Banyangin dan ini yang kita pinjam duitnya siapa dan kita disuruh membayar sampai hari ini," bebernya.

Siswansyah  sayang kan sekali penegakan hukum yang menurut saya di Kabupaten Berau kayanya rendah sekali. masih tebang pilih. Yang kasihan pencuri sendal dihukum mati-matian , Sementara Yang korupsi dibiarkan dengan enak-enak jalan kesana-sini sama anak istrinya. "Dugaan korupsi , RP14,85 miliar yang rimbahnya sampai hari ini kita tidak ketahui kemana .Sesuai dengan rencana pemerintah daerah seandai PLTU Lati itu berjalan sesuai rencana, artinya masyarakat dapat manfaat besar listrik disana. Dengan berjalan tidak sesuai rencana dan uang tidak diketahui rimbahnya." akunya.

Sedangkan yang dirasakan masyarakat disekitarnya, Siswansyah mengungkapkan  yang dirasakan masyarakat hari ini mati lampu, artinya kita mau tuntut siapa. Kita sudah tahu keadaan Boiler itu harus diganti dan kita perbaiki boiler hari ini." Hari ini boiler perawatannya itu pemerintah daerah mengambil tenaga hari dari China dan ini orang indonesia tidak bisa memperbaiki boiler kita. Perwatannya orang dari China. Ini kita mengeluarkan biaya yang sangat besar artinya kerugian dan sangat-sangat susah. Artinya pertanggungan IPB perusahaan Daerah pun ke Pemerintah daerah yang dilaporkan juga ke  DPRD itu mines pak tidak pernah untung terus sampai hari ini. Artinya ini yang harus tindak," ungkapnya.

          Jadi, Siswansyah menambahkan ini yang di rugikan bukan sepihak , kami sebagai masyarakat dirugikan ,pemerintah daerah apa lagi." Tolong di tegaskan Pihak Kepolisian Republik Indonesia katakan yang benar ,katakanyang salah .Kami tidak butuh janji-janji tapi kami butuh kepastian hukum. Dan permasalahan ini jangan dibolak-balik hanya himbauan," tambahnya. (vk).

 
 
 
Jakarta (KORANRAKYAT.COM) - Kapolri Jendral Tito Karnavian menerima Silaturahmi Gubernur Bengkulu dalam Rangka untuk sinergitas Polda Bengkulu dengan Pemerintah Provinsi,Kamis (22/3/2019) di Rumah Dinas (Rumdin) Kapolri.
 
Dari pantauan Media Grup Whatsapp kedatangan Gubernur Bengkulu DR. H. Rohidin Mersyah, MMA beserta Kapolda Bengkulu Bringjen Pol Supratman di terima langsung oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian. Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan Mendukung dalam rangka peningkatan Polda Bengkulu menjadi Tipe A, serta berharap jajaran Polda Bengkulu dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mensejahterakan Masyarakat.
 
Lanjut Kapolri menambahkan Menjelang Pileg dan Pilpres berharap dapat menyelenggarakan yang jujur,adil dan terbuka,Tutup nya.(1nd)*
Wednesday, 20 March 2019 23:44

Teroris Kelompok Ali Kalora Pecah Menjadi Dua.

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Akibat melakukan pengancaman terhadap anggota masyarakat,salah satu kelompok beranggotakan enam orang akhirnya menyasar kepemukiman warga di wilayah Parigi Moutong(Parimo),Sulawesi Tengah. Sehingga  kelompok Ali kalora pecah menjadi dua.

          Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan,Selasa(19/3) 2019 mengatakankelompok Ali Kalora terpecah menjadi dua. "Salah satu kelompok beranggotakan enam orang yang kemudian menyasar kepemukiman warga di wilayah Parigi Moutong(Parimo),Sulawesi Tengah," ujarnya.

           Selanjutnya, Dedi menegaskan  mereka mengancam warga

untuk memberikan sejumlah perbekalan dan kebutuhan kelompok tersebut.

Perbekalan itu mulai dari beras,

garam,sepatu hingga tas." Jaringan teroris tersebut sempat

mengancam warga untuk minta tambahan perbekalan beras,

kemudian juga meminta jerigen berisi air dan kemudian juga meminta

untuk dibelikan garam, sepeti dan tas. Karena masyarakat

takut,hal tersebut dipenuhi,"tegasnya.

             Untuk itu, Dedi menjelaskan keberadaan kelompok

beranggota 6 orang tersebut di ketahui dari informasi masyarakat

pada tanggal 18 Maret 2019. Identitas tiga anggota

kelompok tersebut dikenali oleh warga,sementara

tiga lainnya tidak di ketahui." Diduga atas nama G alias

Anas yang membawa senjata api,G alias Naek Alias aluas Muklas,

A membawa senjata api jenis revolver. Tiga lainnya.DPO

teroris MIT yang namanya tidak diketahui

masyarakat setempat," jelasnya.

           Lebih lanjut,Dedi merinci  pergerakan Ali Lakora cs

semakin terpojok oleh Satgas Tinombala.Sehingga mereka

terpecah menjadi dua kelompok dan menyasar

pemukiman warga." Mereka akan berpindah atau

istilah mereka melakukan tur ke desa-desa yang

mereka anggap bisa menerima mereka," ungkapnya.( vk)

Thursday, 21 February 2019 10:28

Gubernur Bengkulu Respon Positif Keinginan Kades Pagar Din

Written by

 

 

Bengkulu, (KORANRAKYAT.COM) - Keinginan Kepala Desa (Kades) Desa Pagar Din Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara, Suharto, yang ingin bertemu terhadap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah langsung mendapat respon positif.

Seperti yang dikutip dari obrolan melalui group WhatsApp (wa) berita nasional dan lokal, Kamis (21/2/2019). Usai dituliskannya lewat pemberitaan media ini, Kades Suharto, menuliskan bahwa dirinya meminta waktu luang Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, guna untuk bertemu.

"Asalamualaikum tidak mengurangi rasa hormat kami kepada bpk gubernur bengkulu bapak Rohidin. Melalui sarana media ini sekiranya bapak Gubernur bisa memberi peluang waktunya untuk saya selaku kepala desa pagardin senantiasa bisa menghadap bapak trimakasih wasalam," tulis Kades Suharto.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dengan dianggap langsung memberikan responnya secara positif dengan menuliskan.

"Kita agendakan. Bisa ke kantor atau ke rumah juga boleh," jawab Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melalui tulisannya.

Kades Suharto pun mengucapkan rasa terimakasihnya atas respon dari Gubernur Bengkulu.

"Siap pak trimakasih. Saya mengikut kapan bapak siap waktunya," tutup Kades dalam tulisannya. (Red)

 

Sementara itu, Ikatan Media Nasional (Imnas) Bengkulu turut mengucapkan terimakasihnya terhadap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang cepat tanggap dalam merespon pemberitaan yang dituliskan. Imnas Bengkulu berharap kepada mitra lainnya untuk dapat mencontoh tindakan Gubernur Rohidin ketika menerima informasi melalui berita-berita yang dituliskan. (Ind)

 

BENGKULU, KORANRAKYAT.COM)  - Menurut Kepala Desa (Kades) Desa Pagar Din Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Suharto mengatakan, untuk penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2018 lalu sudah sesuai aturan atau tidak ada kendala. 

         "DD tahun 2018, Alhamdulillah kita serap dengan baik. Meskipun ada ketidak puasan terhadap pelayanan publik, maupun terhadap masyarakat, itukan tergantung sudut pandang masing-masing. Yang jelas kewajiban saya selaku Kepala Desa dan juga pengayom dari masyarakat, sudah saya penuhi," Ungkap Kades Pagar Din, Suharto. Selasa (19/2/2019). 

          Untuk prioritas penggunaan DD tahun 2018, Suharto menjelaskan bahwa ada 5 aitem pekerjaan fisik dilakukan, diantaranya yakni, pembangunan rabat beton, drainase, dan bangunan lainnya. 

"Seperti yang dinikmati pasar saat ini dan drainase didepan kantor desa. Karena dulu setiap hari hujan itu anak-anak sekolah susah untuk lewat karena banjir," Jelasnya. 

        Sementara untuk fasilitas pendidikan, Suharto mengaku tidak dan beliau justru berharap mendapatkan bantuan dari pihak Dinas terkait. "Kemaren kita sudah beberapa kali mengajukan proposal ke Dinas-dinas terkait, terutama mengenai jembatan gantung itu. Mungkin proposal mengenai jembatan tersebut sudah bertumpuk, baik kepihak Kabupaten maupun Provinsi," kata Kades. 

       Ketika ditanya respon dari pihak Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi selalu penerima proposal, Suharto menceritakan. "Dananya memang cukup besar. Jadi pihak Kabupaten mengaku tidak mampu jika menggunakan APBD, harus dilimpahkan ke Provinsi. Mudah-mudahan rekan-rekan media bisa bantu kami. Karena jembatan tersebut merupakan urat nadi Desa Pagar Din," Ujarnya. 

      Suharto mengatakan bahwa proposal terkait jembatan tersebut sudah sampai ke Dinas PU Provinsi, bahkan hingga ditangan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. 

          Kedepan, melalui pemberitaan dimedia ini Suharto berharap bisa menggugah atau mengingatkan kembali pihak-pihak terkait maupun Gubernur Bengkulu terkait proposal jembatan yang pernah ia ajukan. 

"Saya berharap bisa berdiskusi langsung oleh bapak Gubernur Bengkulu. Semoga beliau bersedia menerima kehadiran saya," pungkasnya.(1nd)

Bengkulu Utara,  - Menurut Kepala Desa (Kades) Desa Pagar Din Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Suharto mengatakan, untuk penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2018 lalu sudah sesuai aturan atau tidak ada kendala. 

"DD tahun 2018, Alhamdulillah kita serap dengan baik. Meskipun ada ketidak puasan terhadap pelayanan publik, maupun terhadap masyarakat, itukan tergantung sudut pandang masing-masing. Yang jelas kewajiban saya selaku Kepala Desa dan juga pengayom dari masyarakat, sudah saya penuhi," Ungkap Kades Pagar Din, Suharto. Selasa (19/2/2019). 

Untuk prioritas penggunaan DD tahun 2018, Suharto menjelaskan bahwa ada 5 aitem pekerjaan fisik dilakukan, diantaranya yakni, pembangunan rabat beton, drainase, dan bangunan lainnya. 

"Seperti yang dinikmati pasar saat ini dan drainase didepan kantor desa. Karena dulu setiap hari hujan itu anak-anak sekolah susah untuk lewat karena banjir," Jelasnya. 

Sementara untuk fasilitas pendidikan, Suharto mengaku tidak dan beliau justru berharap mendapatkan bantuan dari pihak Dinas terkait. 

"Kemaren kita sudah beberapa kali mengajukan proposal ke Dinas-dinas terkait, terutama mengenai jembatan gantung itu. Mungkin proposal mengenai jembatan tersebut sudah bertumpuk, baik kepihak Kabupaten maupun Provinsi," kata Kades. 

Ketika ditanya respon dari pihak Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi selalu penerima proposal, Suharto menceritakan. 

"Dananya memang cukup besar. Jadi pihak Kabupaten mengaku tidak mampu jika menggunakan APBD, harus dilimpahkan ke Provinsi. Mudah-mudahan rekan-rekan media bisa bantu kami. Karena jembatan tersebut merupakan urat nadi Desa Pagar Din," Ujarnya. 

 

          Suharto mengatakan bahwa proposal terkait jembatan tersebut sudah sampai ke Dinas PU Provinsi, bahkan hingga ditangan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. 

Kedepan, melalui pemberitaan dimedia ini Suharto berharap bisa menggugah atau mengingatkan kembali pihak-pihak terkait maupun Gubernur Bengkulu terkait proposal jembatan yang pernah ia ajukan. 

     "Saya berharap bisa berdiskusi langsung oleh bapak Gubernur Bengkulu. Semoga beliau bersedia menerima kehadiran saya," pungkasnya.(1nd)

Presiden RI Joko Widodo Tiba di Bengkulu

 

BENGKULU. (KORANRAKYAT.COM) – Menggunakan pesawat kepresidenan, Presiden RI Joko Widodo tiba di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Jumat, 15/02/2019.

Kedatangan Jokowi disambut langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, yang saat ini sudah berada di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu.

Jokowi dijadwalkan akan membuka Sidang Tanwir Muhammadiyah ke-51.

Sebelumnya, perihal kehadiran Jokowi disampaikan Ketua Panitia Tanwir Muhammadiyah Ahmad Dasan. Sebelumnya, Sidang Tanwir Muhammadiyah akan dibuka oleh Wapres RI Jusuf Kalla (JK), namun terjadi perubahan, JK akan hadir pada penutupan sidang tanwir.

“Bapak Jokowi akan membuka Sidang Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu, dan Jusuf Kalla akan hadir saat penutupan Tanwir Muhammadiyah,” katanya, Rabu 14/02. (1nd)

 

BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat. Mendapat amanat baru dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu, yang baru. Supratman menggantikan posisi Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung, yang menjadi widyaswara utama Sespim Lemdiklat Polri.   

Kabid Humas Polda Bengkulu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sudarno membenarkan penunjukan Brigjen. Pol. Supratman sebagai Kapolda Bengkulu. Ia juga mengatakan, pergeseran tersebut sebagai salah satu penyegaran di tubuh Kepolisian Polda Bengkulu. 

“Ya ada TR 188, beberapa perwira tinggi Polri, termasuk salah satunya Kapolda Bengkulu, yang mendapat amanah sebagai Widyaiswara Utama, dapat job bintang dua juga. Untuk sertijab nanti kita tunggu dari Mabes Polri, kan tr nya baru hari ini,” terang Sudarno, Selasa (22/1/19). Mutasi Kapolda Bengkulu ini berdasarkan surat telegram Kapolri, Nomor : ST/188/l/KEP/2019, tanggal 22/1/2019.Sudarno menambahkan, Supratman marupakan lulusan Akpol 1987. Putra asli Seluma, Bengkulu Selatan, kelahiran 17 Juni 1962 ini, sejak 2017, saat dipercaya sebagai Wakapolda Jawa Barat. Saat itu, Supratman menggantikan Brigjen Pol Bambang Purwanto, yang dimutasi ke Mabes Polri sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Jemen Sahli Kapolri. Sebelum menjadi Wakapolda Jawa Barat, jenderal bintang satu yang berpengalaman dalam bidang intel ini menjabat sebagai Direkonomi Baintelkam Polri.   Tak hanya itu, Supratman juga pernah menjabat sebagai Kapolres Kota Bandung, Wakapolwil Periangan dan berbagai jabatan startegis di Mabes Polri. Berikut Daftar Jenjang Karir Jabatan Brigjen Pol Drs Supratman :

 1. Wakapolda Jawa Barat, 

2. Direkonomi Baintelkam Polri. 

3. Kapolres Kota Bandung 

4. Wakapolwil Periangan 

5. Kaden A Hartib Pusprovos Div Propam Polri 

6. Pamen SDE SDM Polri 

7. Analis Kebijakan Madya bidang 

8. Divpropam Polri 

9. Kabidpropam Polda Jabar 

10. Analis Kebijakan Madya bidang Sespimmen Sespim Polri 

11. Kayanma Polri (2015), 

12. Widyaiswara Madya Sespim Polri (2016). (1nd))

 

 

 

BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) - Membenahi tingkat kinerja dan layanan terkait penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di seluruh pelosok Nusantara, Kementerian Sosial RI bersama Polri sepakat melakukan pengamanan dan penegakan hukum distribusi bansos.

      Hal ini direalisasikan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemensos RI dengan Polri tentang Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial di Mabes Polri Jakarta. Disaksikan seluruh Kapolda dan Gubernur Se-Indonesia, via Video Conference, termasuk di di Ruang Vicon Polda Bengkulu, Jumát, (11/1/2019) “Hal ini kita lakukan dan kita kerjasamakan dengan Polri dalam rangka membenahi penyaluran bansos, sehingga bisa 6T yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, tepat harga, dan tepat administrasi,” jelas Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita, usai Penandatanganan Nota Kesepahaman

            Dikatakan Kapolri Jenderal Polisi Tito karnavian, tindak lanjut MoU akan dibentuk Satgas Khusus Pengamanadan Pengawalan Distribusi, mulai dari di tingkat Polri, Polda, Polres hingga Polsek.“Kita berusaha betul dari jajaran Polri memastikan agar Mensos bisa menyalurkan bansos secara lancar tanpa ada kendala yang berarti,” ujar Kapolri Tito Karnavian

            Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, terkait Nota Kesepahaman ini bersama Polda Bengkulu Pemprov Bengkulu melalui Dinas Sosial (Dinsos), siap menindaklanjuti hal ini secara aktif dan terintegrasi, sehingga penyaluran Bantuan Sosial bisa 6T dan berjalan maksimal.“Jelas MoU ini akan segera kita tindaklanjut bersama Polda Bengkulu, sehingga tidak ada lagi masyarakat kita yang berhak mendapatkan bansos tidak terdaftar di data kementerian,” ungkap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.       Selain itu menindaklanjuti arahan Mensos RI dalam Vicon tersebut, dengan total anggaran bansos 2019 sebesar 54,3 Terliun Rupiah, Dinsos Se-Seindonesia diminta segera mengupdate data masyarakat tidak mampu, sehingga penyaluran bansos bisa lebih tepat sasaran. (1nd)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM-  Adanya  ancaman Kelompok Bersenjata melakukan penembakan di Nduga menelan korban 19 orang  dan 1 anggota TNI, sebenarnya untuk memacing adanya  perlawanan keras sehingga bisa menjadi isu Nasional maupun  Internasional ada pelanggaran HAM, Ini terjadi karena tidak adanya  kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat  didaerah pegunungan Nduga.

          Oleh karenanya    pembangunan jembatan oleh PT Istaka Karya dan sesuai perintah Presiden bersikeras membangun Trans Papua sehingga masyarakat dapat memiliki kesejahteraan ekonomi.Kapolri, Jenderal Tito Karnavian  di acara rilis  Tahunan di Mabes Polri, Kamis(27/12)2018 mengatakan Nduga  adalah kelompok bersenjata disana pimpinannya Tegianus Togoya mereka pada waktu itu kelompok lama ada peristiwa paduma dulu itu bagian dari Nduga." Nduga ibukotanya di Kenyam. Ini gangguan utana pada Pilkada lalu mereka menguasai daerah Kenyam ketika   ada pesawat akan turun lagi pesawat sipil sehingga kita merespon pasukan Polri dan TNI terjadi kontak senjata disana ada anggota kita yang terluka dan ada mereka ada yang meninggal," ujarnya. 

        Selanjutnya, Tito menegaskan setelah Kenyam kita yang   kuasai Polri TNI operasi  dari gunung  ke gunung  , dari bukit ke bukit dan hutan ke hutan terakhir terdeteksi mereka ada di daerah Iggi ,  

         Kelompok mereka bergerak terus mengganggu  pembangunan do nduga yang dilaksanakan  PT Istaka karya, sebetulnya  PT  membangun sudah sosialisasi ke   tokoh masyarakat setempat.  "Tetapi karena tanggal 1 Desember hari penting bagi kelompok  ini karena bagi mereka hari Deklarasi kemerdekaan.  Mereka melakukan aksi paling ringan pengibaran bendera tetapi paling tidak kalau bisa menyerang, kalau bisa yang diserang Polri TNI," tegasnya.

        Untuk itu, Tito menjelaskan   engga bisa pendatang itu lah tujuannya mengeksploitasi sehingga menjadi isu nasional maupun  Internasional. Mereka berhasil menjadi isu nasional dan Internasional kadang-kadang kita ikut genderang mereka sehingga menjadi isu nasional dan isu internasional itu lah tujuannya. "Setelah itu kemana dialog ,syukur lah kalau melibatkan pihak ketiga itu tujuannya. menghadapi tujuan seperti ini kita jangan ikut genderang mereka yang kita lakukan tetaplah langkah-langkah penegakan hukum secara terbatas tetapi proses pembangunan harus jalan terus," jelasnya.

         Tito katakan  Kita lihat yang terjadi kekerasan ini ada digunung diantara Nduga ini kan satu barisan,wamena, Pucak jaya, Lani Jaya, Jelimo, Kabupaten Punjak, Mambro Tengah, itu daerah gunung masih ada kelompok bersenjata. Namanya kelompok pegunungan Tengah bagian barat itu ada 4 kabupaten Dengai Donggai, Paniai dan Puncak jaya. "Kita afal betul siapa saja kelompok-kelompok itu dimana. Otletnya untuk melakukan penegakan hukum mereka kalau kita lakukan penindakan keras akar masalah utamanya. Kalau teman-teman dari Papua berbeda, Kalau saya akar masalah utama Kesejateraan  di daerah lain kenapa tidak di kepala Burung sudah maju kenapa tidak," rincinya. 

          Lebih lanjut, Tito membeberkan  dulu gerakan kemerdekaan paling kuat muncul di Manukuari, sekarang Manukuari  tran sudah bagus. Biak Seruni tidak dan dulunya banyak gerakan kemerdekaan sekarang tidak ada karena kesejahteran meningkat.. "Problema yang  ditengah Pegunungan mereka adalah ekonomi. Karena  terisolasi hanya pesawat udara yang bisa masuk kesana. Oleh karena itu Presiden berkeras untuk membangun trans Papua yang bisa mengkonek seluruh papua melintasi pegunungan ini.Sehingga logisitk biaya ekonomi akan  menjadi rendah. Bayangin satu bungkus idomie berapa Rp 5000 disana bisa menjadi Rp 50.000. Sementara Semen di Jawa Rp 70.000 disana Rp 1,5 Juta," bebernya.

            Oleh karena itu, Tito mengakui Trans Papua maka akan murah. Persoalannya kenapa diserang kenapa tanggal 1 Desember untuk memancing  targetnya bagaimana ini bisa menjadi isu Nasional dan Isu Internasional setelah itu digoreng sehingga kemerdekaannya keluar. Dalam rangka untuk membaut gerakan itu aktif.  dan"Yang ketiga adalah memancing terjadi aksi eksesif.akibat tindakan balasan dari pemerintah.aksi eksesif ini nanti buat gorengan baru pelanggaran HAM oleh pemerintah Indonesia.tujuan kesana oleh karena itu kita memang kita harus menarik benang di dalam tepung tidak boleh bertindak emosional kita lakukan langkah-langkah penegakan hukum  terbatas persoalannya adalah medan yang berat, hutan yang lebat,gunung yang tinggi ".Tito kunya

          Tito mengungkapkan tapi khusus Natal dan Tahun baru  saya perintahkan Jajaran Polri Coling Down  adalah gencatan Senjata karana Natal dan Tahun Baru itu masyarakat disana sangat menghargai gereja , kalau Natal dan Tahun Baru sama-sama tidak boleh main. Saya kira begitu, Selama disana tidak ribut jangan disini kejar-kejar  kalau selesai tahun baru karena sensitif kalau Natal dan tahun baru dilakukan operasi langkah penegakan hukum yang keras." Apalagi ada korban mudah sekali  digoreng.  Yang kita lakukan sekarang adalah kita tetap melakukan langkah pendekatan kepada tokoh masyarakat seperti disana ada Natal bersama jadi aksi terorisme integensi itu didalam dikenal dalam ilmu strategi adalah perang merebut simpati publik. Siapa yang mampu merebut simpati .publik disana dan kelompok ini ada tapi lama-lama akan menghilang sendiri," ungkapnya. 

          Tito  menandaskan sebaliknya kalau kita bertindak keras kita akan menang tetapi kita akan berbahaya kalah dengan menunjukan  power yang kita lakukan adalah seolah kita kalah dilapangan. "Publik memberikan simpati kepada kita.itu Startegi besarnya. Intinya  trans papua yang  dibangun itu kasih orang membangun jembatan untuk kepentingan masyarakat Papua. Ini mereka kejam terus  mau disebutkan apa juga pengunaan kekerasan tidak bisa di toleransi. Ada perang propaganda sekarang. Sadar engga sadar perang propaganda itu," tandasnya.(vk)

 

 

BENGKULU, (KORANRAKYAT.COM) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana umum (Pidum) yang kasusnya telah berkekuatan hukum tetap atau Inkracht, di halaman Kejari Bengkulu, Senin (17/12/2018).

            Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Emilwan Ridwan mengatakan barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan yang kedua kalinya selama tahun 2018. Barang bukti tindak pidana umum tersebut meliputi tindak pidana narkotika, tindak pidana kesehatan dan penggunaan senjata tajam tanpa hak.“Jumlah barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika jenis ganja 200 gram lebih, narkotika jenis sabu-sabu 121 gram lebih, senjata tajam 77 buah, timbangan digital 40 unit, hanphone 79 unit dan kosmetik sebanyak 2800 itu yang kita lakukan pemusnahannya pada hari ini,”ujar Emilwan Ridwan.

          Sementara Kepala Pengadilan Negeri Bengkulu Irfanudin mengatakan dalam kontek pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan tersebut sudah masuk pada ranah eksekusi yang artinya sudah menjadi wewenang dari pihak kejaksaan.      “Semua barang bukti yang di musnahkan hari ini yang pada kasusnya telah berkekuatan hukum tetap. Ditingkat penyidikan bisa dilakukan tapi juga disaksikan oleh pihak terkait. Kalau hari ini ranahnya eksekutor jadi proses penuntutannya sudah selesai. Jadi setelah di putus ini dalam rangka pelaksanaan putusan barang bukti yang perintahnya dilaksanakan.Dalam pelaksanaan pemusnahan barang bukti tersebut, disaksikan oleh kepala pengadilan negeri Bengkulu, penyidik Polres Bengkulu, BNN Provinsi Bengkulu, BPOM Provinsi Bengkulu dan pihak terkait lainnya. (In)

 

 
 
Bengkulu, (KORANRAKYAT.COM) - Setelah sekian lama belum ada kejelasan kapan Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Haji Rohidin Mersyah akan dilantik menjadi Gubernur definitif, akhirnya sudah ada titik terang kapan sang Plt akan dilantik. Setelah beberapa waktu lalu Kapuspen Kemendagri Bahtiar, menuturkan pelantikan Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu tidak lama lagi akan dilaksanakan, pada tanggal 10 Desember nanti akan dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo di Jakarta bersamaan dengan pelantikan Gubernur Riau.
 
Namun hal ini masih simpang siur lantaran sebelumnya Plt Gubernur sendiri belum menerima undangan resmi dari Sekretaris Negara perihal pelantikan tersebut.
 
Sabtu menjelang Maghrib kemaren terjawab sudah teka-teki kapan Plt Gubernur Bengkulu Haji Rohidin Mersyah akan di lantik menjadi Gubernur Bengkulu definitif, setelah undangan resmi dari Sesneg telah sampai dan diterima oleh Plt Gubernur.
 
Plt Gubernur Bengkulu Haji Rohidin Mersyah akan dilantik menjadi Gubernur Bengkulu definitif Senin depan tanggal 10 Desember di Istana Negara, dilantik langsung oleh Presiden RI Joko Widodo meneruskan sisa masa jabatan tahun 2016-2021 menggantikan Gubernur yang lama Ridwan Mukti berbarengan dengan pelantikan Gubernur Riau meneruskan sisa masa jabatan 2014-2019.
 
Diketahui Gubernur Bengkulu non aktif Ridwan Mukti digantikan setelah terjerat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kini telah berkekuatan hukum tetap atau ingkrah.
 
Dilain sisi, saat dikonfirmasikan hal ini kepada Plt Gubernur Bengkulu Haji Rohidin Mersyah, membenarkan jika undangan resmi pelantikan telah di terima Sabtu Sore kemaren.
 
"Betul undangan pelantikan dari Sekretaris Negara sudah saya terima sebelum Maghrib kemaren, persiapan sudah dilakukan dan siap berangkat menghadiri undangan pelantikan lagi," terang Rohidin saat dihubungi via telphon.
 
Sementara itu selain keluarga terdekat istri dan anak-anak turut akan di undang menghadiri pelantikan, Unsur FKPD Provinsi Bengkulu, Anggota DPR dan DPD RI Dapil Bengkulu, Pimpinan DPRD, Ketua KPU juga Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu. (In)
Sunday, 11 November 2018 06:25

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

Written by

 

BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.

        Padahal, puncak acara tersebut baru dilaksanakan malam nanti seusai Sholat Isya, namun ruangan masjid sudah penuh oleh jamaah Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri.Untuk mengatasi jumlah peserta doa yang diperkirakan akan berdatangan, Pemkot sudah menyiapkan tenda di sebelah kanan dan belakang masjid. Sedangkan untuk lokasi pengambilan air wudhu, telah diberi penambahan kran wudhu di belakang masjid, namun dihimbau kepada masyarakat untuk mensucikan diri dari rumah.

         Sementara itu, Ustadz Saeed Kamyabi mengatakan, puncak acara Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri baru akan dilaksanakan setelah Sholat Isya yang diisi dengan doa bersama.“Selepas Isya, kita akan dzikir dan doa bersama yang akan dipimpin langsung oleh Ustadz  Muhammad Arifin Ilham,” jelasnya.

         Tampak hadir pula dalam acara tersebut Komjen Pol Anton Bachrul Alam yang merupakan Purnawirawan Perwira Tinggi Polri yang juga akan mengisi acara dakwah. (In)

 

 

 

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 7

Ekonomi Makro

  •  

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) ,  Bertempat di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dirjen

     
  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai

     
  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat