Wednesday, 03 April 2024 03:31

Bank Jatim Dukung Pembangunan Mushola di Probolinggo

Written by

PROBOLINGGO,KORANRAKYAT.COM,PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) senantiasa terus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui Corporate Social Responsibility (CSR) bankjatim Peduli. Kali ini, bantuan CSR yang diberikan berupa pembangunan mushola di kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Bertempat di Stadion Gelora Merdeka, bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh SEVP Korporasi, Sindikasi, dan Kelembagaan bankjatim Koerniawan Prijambodo dan diterima langsung oleh Pj. Bupati Probolinggo Ugas Irwanto pada hari Selasa (2/4).

Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, dukungan bankjatim dalam pembangunan mushola ini diharapkan dapat berdampak positif bagi masyarakat. “Sebab, keberadaan mushola yang bersih tentunya dapat meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dalam beribadah, terutama dalam bulan ramadan ini. Semoga CSR dari bankjatim ini dapat menjadi wadah sarana beribadah yang nyaman bagi pengunjung, masyarakat, dan pelaku usaha di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Menurut Busrul, mushola adalah tempat untuk melakukan ibadah, khususnya salat lima waktu bagi umat Muslim. Dengan adanya mushola ini, sekarang para jemaah telah memiliki fasilitas yang nyaman dan layak untuk melaksanakan kewajiban ibadah secara rutin. "Selain itu, mushola juga menjadi tempat untuk mengajarkan nilai-nilai agama, etika, dan moral kepada anak-anak serta generasi muda. Dengan demikian, mushola berperan penting dalam pembentukan karakter yang baik dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan," paparnya.

Busrul menambahkan, pembangunan mushola di kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan adalah hasil dari kolaborasi yang erat antara bankjatim dengan Pemkab Probolinggo. Selain itu, bantuan tersebut juga sebagai wujud kecintaan dan kepedulian bankjatim terhadap masyarakat Kabupaten Probolinggo yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada perseroan dalam mengembangkan bisnis.

“Suatu kewajiban bagi kami untuk selalu bersinergi membangun dan mendorong suatu daerah di Jawa Timur untuk bisa memiliki tingkat pelayanan yang baik. Semoga sinergi antara bankjatim dan Pemkab Probolinggo yang sudah terjalin baik selama ini, dapat terus dikembangkan untuk memberi manfaat lebih di tengah masyarakat agar semakin banyak yang akan terbantu lagi,” tegas Busrul.

Sementara itu, Pj. Bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas bantuan yang telah diberikan. Pihaknya berharap sinergitas dan kolaborasi dapat terus berjalan sehingga dapat membawa keberkahan bagi masyarakat. “Semoga ke depannya gor ini juga bisa menjadi sarana interaksi sosial bagi masyarakat karena tempatnya cukup luas jadi bisa sekalian dipakai untuk rest area bagi orang-orang yang telah melakukan perjalanan jauh. Nah, untuk sarana ibadahnya sudah terfasilitasi di Mushola Merdeka,” ucapnya.(an)

 

 

 

 

 

 

 

NGAWI, KORANRAKYAT.COM,-PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (bankjatim) telah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi atas prestasinya dalam pengimplementasian Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang sukses mencapai skor 100% di wilayah Pemkab Ngawi.Bertempat di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, pemberian apresiasi dalam bentuk penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur IT & Digital bankjatim Zulhelfi Abidin kepada Sekretaris Daerah Pemkab Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto dan disaksikan langsung oleh Komisaris Independen bankjatim Muhammad Mas'ud pada hari Jumat (1/3).

       Dalam kesempatan tersebut, Zulhelfi menjelaskan, seperti yang telah diketahui bersama, ETPD adalah suatu upaya untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah daerah dari cara tunai menjadi nontunai berbasis digital. ”Tidak dipungkiri, saat ini perkembangan teknologi sudah sangat pesat dan terus berkembang cepat. Melihat hal tersebut, bankjatim dituntut mau tidak mau harus dapat mengikuti kemajuan teknologi di bidang perbankan guna memenuhi kebutuhan pelayanan bagi masyarakat, desa, dan pemerintah kabupaten,” katanya.

           Nah, untuk mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah di seluruh  kabupaten dan kota Provinsi Jawa Timur, lanjut Zulhelfi, bankjatim telah menyiapkan 160 PIC dedicated. Adapun di setiap kabupaten dan kota telah disediakan 2 PIC dari Kantor Cabang, 1 PIC dari Digital Banking, dan 1 PIC dari IT Support. ”Semua itu kami lakukan karena kami menilai dengan adanya ETPD ini dapat menguatkan sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Jadi harus terus didorong oleh berbagai pihak,” paparnya.

 

 

Zulhelfi juga menjelaskan, kesuksesan Pemkab Ngawi dalam mencapai Indeks ETPD Semester II Tahun 2023 dengan total score 100%  terdiri dari beberapa formula penilaian. Pertama, aspek implementasi Pemkab Ngawi mendapat prosentase sebanyak 70%. Aspek ini berisikan kemampuan dalam menyediakan layanan transaksi belanja dan pendapatan daerah melalui berbagai kanal pembayaran. Kedua, aspek realisasi sebesar 10%. Aspek tersebut mencakup kapasitas dan kapabilitas dalam pemanfaatan kanal pembayaran yang tersedia terhadap capaian nominal jumlah pajak dan retribusi. Terakhir, aspek lingkungan strategis yang mengantongi prosentase sebesar 20%. Aspek itu meliputi infrastruktur sistem informasi, telekomunikasi, dan awareness penunjang layanan ETPD.

 

Menurut Zulhelfi, sebenarnya ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mencapai ETPD Index 100%. Contohnya, melakukan integrasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) – Belanja Daerah. Sampai saat ini, 18 dari 39 Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi Jawa Timur telah melakukan integrasi SIPD. ”Pada tahun 2024 ditargetkan ada 33 pemda yang melakukan integrasi SIPD,” terangnya.

          Selain itu, juga gencar melaksanakan integrasi Siskeudes Link – Belanja Desa. Adapun Siskeudes Link adalah aplikasi desa untuk transaksi keuangan non tunai atas belanja desa yang terintegrasi dengan Kemendagri. Banyak manfaat yang bisa didapat dari penerapan Siskeudes Link. Seperti lebih aman karena tidak perlu lagi membawa uang tunai, tertib pajak karena dapat mengurangi kebocoran pembayaran pajak di desa, memudahkan transaksi keuangan hingga wilayah pelosok desa, efisiensi waktu, serta transaksi dan administrasi lebih tertata rapi dan dapat terekam dengan baik.

         ”Kami juga saat ini sedang masif mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang dapat digunakan oleh Pemda untuk belanja daerah. Sampai saat ini, sudah ada 18 Pemda yang telah menggunakan KKI bankjatim co-branding. Kemudian, untuk KKI bankjatim sendiri masih dalam proses dan akan segera dirilis,” imbuh Zulhelfi. Tahun 2024, bankjatim juga telah memiliki beberapa rencana untuk lebih meningkatkan ETPD di Jawa Timur. Zulhelfi menerangkan, pihaknya sudah mempunyai target ekosistem yang akan dialihkan dari elektronik ke digital untuk menunjang pertumbuhan transaksi. Target-target ekosistem tersebut yaitu pasar, mall, rumah sakit, transportasi, Pendidikan, hotel, olahraga, dan masih banyak lagi. ”Potensinya sangat besar, terutama di Kabupaten Ngawi ini. Bayangkan saja ada 20 pasar dengan 6.425 pedagang di Ngawi, kemudian total ASN juga mencapai 10.275 orang. Dari jumlah ASN itu saja, sebesar 49,69 persen belum menjadi debitur EKMG bankjatim. Maka dari itu kami cukup optimis di tahun 2024 ini progress ETPD di Jawa Timur akan semakin meningkat pesat,” paparnya.(an)

Sunday, 25 February 2024 07:14

Bank Jatim Salurkan Bantuan CSR ke Dua Pemkab Sekaligus

Written by

 

 

BANGKALAN,KORANRAKYAT.COM. – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) terus mendukung berbagai program pemerintah daerah demi kemajuan bersama. Hal tersebut diwujudkan dengan memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah KabupatenBangkalan berupa 1 unit mobil Keliling  Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan Pedesaan (PBB P2). Bertempat di  Kantor Bupati Kabupaten Bangkalan, penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Manajemen Risiko bankjatim Eko Susetyono kepada Pj. Bupati Bangkalan Arief M Edie pada hari Kamis (22/2).

 

      Eko menjelaskan, pemberian CSR mobil keliling ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya kepada wajib pajak. Baik yang berada di wilayah pedesaan maupun perkotaan Kabupaten Bangkalan. ”Dengan adanya mobil ini kami berharap dapat menjangkau para wajib pajak yang berada di perkotaan maupun pedesaan sehingga semakin mempermudah para wajib pajak untuk membayar pajak sebelum jatuh tempo”, tuturnya.

        Eko melanjutkan, pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan daerah. Jadi, dengan adanya mobil keliling PBB P2 ini, diharapkan pula mampu meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak. Selain melalui mobil keliling, masayarakat juga dapat memanfaatkan pembayaran pajak secara online yang dapat dilakukan melalui ATM atau JConnect mobile bankjatim.Dalam kesempatan tersebut, Pj. Bupati Arief M Edi sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas bantuan CSR yang telah diberikan. Sebab, dengan adanya mobil keliling ini, masyarakat selaku wajib pajak dapat lebih mudah dalam melakukan pembayaran pajak. ”Pelayanan melalui mobil keliling dinilai cukup efektif  dan membantu wajib pajak yang membayar PBB,” imbuhnya.

 

         Sementara itu, pada hari Jumat (24/2), bankjatim kembali menyalurkan bantuan CSR kepada Pemkab Pasuruan. CSR yang diberikan berupa rehabilitasi Stadion R Soedarsono Pogar. Bertempat di Pendopo Nyawiji Ngesthi Wenganing Gusthi, bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh AVP Komunikasi Korporat bankjatim Bambang Supriadi kepada Pj. Bupati Pasuruan Andriyanto. Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menuturkan, tujuan adanya rehabilitasi ini adalah untuk mempercantik dan memperindah stadion. Selain itu juga sebagai upaya menambah daya tarik masyarakat dalam kota maupun luar kota mengenai Kabupaten Pasuruan. Dengan direhabnya stadion R Soedarsono Pogar diharapkan dapat menciptakan sarana dan prasarana olahraga yang layak bagi masyarakat. ”Semoga stadion ini nantinya bisa menjadi tempat olahraga favorit masyarakat Pasuruan sehingga dapat membentuk pola hidup sehat. Dan semoga bantuan dari bankjatim ini bisa selalu membawa dampak positif untuk seluruh masyarakat Pasuruan,” ungkapnya.(an)

 

 

LAMONGAN, KORANRAKYAT.COM Dalam rangka mendukung dan memotivasi masyarakat serta generasi muda dalam mencetak generasi penerus penghapal AlQur’an, maka PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau bankjatim bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadiri Wisuda Tahfidz AlQur’an Gerakan Lamongan Menghafal Al-Qur’an Tahun 2024 pada hari Senin (22/1). Bertempat di Pendopo Kabupaten Lamongan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan Direktur Utama bankjatim Busrul Iman.

Tidak hanya sekedar hadir, dalam kesempatan itu bankjatim juga memberikan apresiasi berupa tabungan santri kepada 39 siswa dengan predikat mumtaz/istimewa (nilai 100). Masing-masing siswa memperoleh Rp 1 juta. Busrul menjelaskan, sebagai banknya arek-arek Jawa Timur, bankjatim akan senantiasa terus mendukung upaya pengembangan sumber daya manusia berakhlak, termasuk di dalamnya bidang pendidikan dan pembinaan iman serta taqwa bagi umat Islam di Jawa Timur, termasuk di Lamongan. “Pembangunan di bidang pendidikan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, semuanya harus berkolaborasi. Karena itu kami bersyukur bisa diberi kesempatan untuk support kegiatan wisuda ini,” tutur Busrul.

Dia menambahkan, selain menambah semangat dan movitasi, Wisuda Tahfidz AlQur’an Gerakan Lamongan Menghafal Al-Qur’an Tahun 2024 juga akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua yang sudah berhasil membina anaknya hingga menjadi seorang hafizh hafizhah. “Selamat untuk kelulusan semua wisudawan wisudawati. Semoga dengan wisuda yang dilakukan hari ini dapat menjadi penyemangat semuanya untuk bisa terus menambah hafalan alqurannya dan menjadi berkah untuk kita semua,” tegas Busrul. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menambahkan, program mengaji dan menghapal Al-Qur’an adalah bagian dari program yang luar biasa untuk masyarakat. “Kami berharap semoga kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-6 ini memberikan anugerah yang besar bagi Kabupaten Lamongan dan Jawa Timur dalam membangun Indonesia yang lebih baik, serta menghadirkan generasi Islam yang harmonis melalui Gerakan Lamongan Menghafal Al-Qur’an,” tuturnya.Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga meminta agar para penghafal Alquran (hafiz dan hafizah) tak berhenti belajar. Selain menghafal Alquran, mereka juga perlu belajar tentang sains dan teknologi. “Dukungan terhadap para penghafal Alquran cukup besar. Buktinya, ada banyak sekali beasiswa yang diberikan. Sejumlah kampus pun sudah banyak yang menawarkan beasiswa untuk hafiz dan hafizah,” paparnya. Maka dari itu, Khofifah berpesan agar para wisudawan terus menjaga karakter dan moral bangsa. Caranya dengan terus mengamalkan ilmu yang sudah dimiliki. “Ini penting agar karakter dan moralitas generasi muda tetap terjaga dari gempuran nilainilai yang bertentangan dengan Islam dan kemanusiaan,” tutupnya.《an)



GROBOGAN .KORANRAKYAT.COM Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan stimulan kepada petani gagal panen (puso) di GOR Bung Karno, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa, 23 Januari 2024. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berharap uang bantuan tersebut dapat segera diterima oleh para petani sehingga para petani bisa segera menanam padi.

"Moga-moga dalam waktu yang sangat dekat realisasi uangnya bisa segera diterima para petani dan langsung bisa dipakai untuk tandur, tanam, tandur, tanam, dan segera panen. Kalau sudah panen kita tidak usah banyak impor-impor lagi dari negara lain karena mereka juga sekarang ini juga mengerem semuanya, enggak jual berasnya," ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menjelaskan bahwa saat ini dampak perubahan iklim telah dirasakan oleh semua negara di dunia. Kekeringan panjang maupun banjir telah menyebabkan banyak negara mengalami gagal panen sehingga produktivitas padinya menurun, termasuk di Indonesia.

Akibat hal tersebut, lanjut Presiden, sedikitnya 22 negara menghentikan kebijakan ekspor berasnya dan memilih untuk mengamankan stok berasnya untuk kebutuhan dalam negerinya. Oleh karena itu, Presiden Jokowi menyebut bahwa petani memiliki peran sentral bagi Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

"22 negara sekarang ini menghentikan ekspor, menghentikan menjual berasnya kepada negara lain. Kalau penduduk sebuah negara hanya 10 juta, 25 juta, gampang. Kita ini 280 juta harus makan semuanya, nggih mboten? Oleh sebab itu, peran bapak, ibu para petani itu sangat penting bagi negara ini," jelasnya.

Untuk membantu petani agar memiliki kekuatan menanam kembali pascabencana, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) memberikan bantuan stimulan sebesar Rp8 juta per hektare. Presiden pun berharap bantuan tersebut bisa meningkatkan produktivitas para petani.

"Untuk yang terdampak El Nino, banjir, dan sekarang ini ada kekeringan agak panjang, di Jawa Tengah itu ada 16 ribu hektare dan penerima pada hari ini adalah Kabupaten Grobogan, Kudus, Jepara, Demak, dan Pati. Bantuan yang diberikan ini juga sudah dihitung Rp8 juta per hektare, sudah dihitung jadi Jenderal Suharyanto enggak mungkin keliru menghitungnya, pasti benar. Itu biaya produksi nggih. Nanti moga-moga bapak ibu dalam 3-4 bulan yang akan datang segera panen kemudian dari situlah produktivitas bisa kita naikkan," tandasnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Suharyanto, Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, dan Bupati Grobogan Sri Sumarni.(eas)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU terkait pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) beberapa waktu lalu, pada hari Rabu (13/12) telah dilaksanakan penandatanganan Non Disclosure Agreement (NDA) tentang Pertukaran Informasi dalam Rangka Penyertaan Modal dan sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sinergitas Bisnis antara kedua belah pihak. Bertempat di Kantor Pusat bankjatim, penandatanganan NDA dilakukan oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman dan Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat dengan disaksikan oleh Komisaris Independen bankjatim Prof. Muhammad Mas’ud dan Komisaris Utama Bank Lampung Fahrizal Darminto.

Selain NDA, dalam kesempatan tersebut juga berlangsung penandatanganan dua PKS. Yang pertama, PKS terkait Trade Processing Agent dan yang kedua adalah PKS terkait Jasa Remitansi Kemitraan. Kedua PKS itu ditandatangani oleh Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto dan Direktur Bisnis Bank Lampung Ahmad Jahri. 

Busrul menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari beberapa aktivitas yang sebelumnya telah dilakukan secara intensif antara bankjatim dan Bank Lampung terkait pembentukan KUB. ”Yang perlu diketahui bersama, semangat KUB adalah semangat kolaborasi untuk saling bersinergi. Sehingga diharapkan penandatanganan NDA & PKS Sinergitas Bisnis ini bisa menjadi bagian dalam rangka memperkuat kolaborasi,” tuturnya.

Pihaknya menegaskan, bankjatim siap untuk melakukan kerja sama bisnis dengan Bank Lampung di berbagai sisi. Mulai dari human capital, teknologi, hingga bisnis prosesnya. Keoptimisan tersebut bukan tanpa alasan. bankjatim telah memiliki pengalaman dalam proses KUB dengan Bank NTB Syariah. Sehingga, bankjatim meyakini adanya pembentukan KUB dengan Bank Lampung ini dapat membawa keuntungan dan kemanfaatan bagi kedua belah pihak.

Salah satu keunggulan bankjatim yang bisa dimanfaatkan oleh anggota KUB, termasuk Bank Lampung, yaitu JConnect Remittance. Busrul memaparkan, JConnect Remittance adalah layanan yang dihadirkan oleh bankjatim untuk mempermudah penerimaan uang (incoming remittance) dari luar negeri. Lampung sendiri memiliki potensi Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menggiurkan. Sebagai informasi, dalam penempatan PMI hingga Juni 2023, Lampung masuk dalam urutan kelima setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Jumlah PMI di Lampung berkisar 9.899 orang. ”Potensinya besar. Nanti Bank Lampung bisa langsung menggunakan JConnect Remittance kami untuk melakukan transaksi penerimaan uang dari luar negeri. Kami sudah siap dalam hal teknis, bisnis, maupun support,” ungkapnya.

Saat ini, JConnect Remittance telah bermitra dengan Malaysia melalui Merchantrade. Untuk ke depan, bankjatim akan melakukan kerja sama dengan Hongkong dan Taiwan dalam hal remittance ini. ”Di Malaysia, keuangan para PMI dalam empat bulan tercatat mencapai Rp 2 triliun lewat bankjatim. Belum dolarnya yang sudah mencapai di atas 100 juta dolar. Jadi bisnis ini potensinya memang sangat besar,” tambah Edi Masrianto.

Selain di bidang remittance, bankjatim juga memiliki kelebihan di sisi trade finance. Trade Finance adalah layanan transaksi perdagangan baik domestik maupun internasional menggunakan instrumen pembayaran berupa Letter of Credit, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), dan Documentary Collection (Clean/Againts Payment/Againts Acceptance). Nah, dengan Bank Lampung ini, bankjatim bekerja sama dalam hal SKBDN. 

Bankjatim menawarkan berbagai layanan trade finance yang dapat memperluas pasar dan bisnis anggota KUB. Seperti penerbitan SKBDN termasuk perubahannya jika ada, penerimaan presentasi dokumen & tagihan atas SKBDN, pembayaran atas presentasi dokumen dan tagihan, penerimaan dan penerusan SKBDN yang diterbitkan bank lain, penerusan pembayaran atas presentasi dokumen dan tagihan SKBDN, bank to bank correspondency melalui SWIFT, serta memberikan layanan diskonto.

Di sisi lain, bankjatim juga memiliki kelebihan di bidang teknologi. Saat ini emiten dengan kode BJTM itu telah mempunyai layanan sharing biller dan SISTA (Sistem Integrasi Solusi Transaksi Anda). Dari segi sharing biller concept, bankjatim menyediakan host to host untuk berkomunikasi dengan BPD – BPD yang tergabung dalam KUB dengan dua cara. Pertama, menggunakan ISO8583. Kedua, menggunakan JSON. Selanjutnya, bankjatim sebagai sharing biller juga akan bekerja sama dengan bank NTB Syariah. Tidak cukup itu saja. bankjatim kini juga memiliki sharing biller yang telah bekerja sama dengan banyak agregator. Di antaranya Tokopedia, Dana, Gojek, Shopee, Blibli, Indomaret, Alfamart, dan Pos Indonesia.

Kemudian terkait joint development SISTA, bankjatim telah memiliki digital banking ecosystem QRIS. bankjatim sendiri mempunyai target ekosistem yang dialihkan dari elektronik ke digital untuk menunjang program pemerintah dengan menggunakan QRIS. Ekosistem tersebut yaitu pasar & mall, pendidikan, olahraga, komunitas, rumah sakit, hotel, kuliner, pariwisata, transportasi, tempat ibadah, perbatasan, dan pemda.

”Pada intinya, dalam KUB ini kami sudah punya roadmap terkait tahapan-tahapan apa yang akan dijalankan ke depan. Harapan kami, Bank Lampung tidak segan untuk terus berkomunikasi dengan kami sehingga bisa mempercepat proses KUB,” ungkap Busrul.

Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat juga menyatakan, pihaknya sangat menyambut baik adanya penandatanganan NDA dan sinergitas bisnis dengan bankjatim terkait SKBDN dan Remittance. Sebab, di wilayah Lampung sendiri terdapat beberapa daerah yang memiliki tingkat penyaluran TKI cukup besar. Seperti Lampung Timur, Tanggamus, dan Mesuji. ”Di Lampung pangsa pasar untuk pekerja migran cukup besar tapi belum bisa kita ambil karena kami belum bisa menampung remittance. Jadi dengan adanya sinergitas ini kami harap bisa mengambil potensi yang menjanjikan itu. Saya yakin kerja sama ini akan membawa banyak dampak positif. Banyak yang kami butuhkan dari bankjatim,” tambahnya.

Kinerja Bank Lampung sendiri juga telah mencatatkan pertumbuhan positif. Total aset Bank Lampung per Juni 2023 sebesar Rp 9,88 triliun. Kemudian, total kredit yang disalurkan oleh Bank Lampung per Juni 2023 berada di angka Rp 6,43 triliun dengan laba bersihnya per Juni 2023 sekitar Rp 71,52 miliar. Sejauh ini, bankjatim dengan Bank Lampung sudah bekerja sama dalam penyelenggaraan BI-Fast.

Sementara itu, sampai Triwulan III tahun 2023, bankjatim telah membukukan asset sebesar Rp 107 triliun atau tumbuh 8,69% (YoY). Selanjutnya, dari sisi kredit, selama Triwulan III tahun 2023 ini, bankjatim juga berhasil mencatatkan peningkatan pertumbuhan kredit yang signifikan  yakni 12,61% (YoY). Pertumbuhan tersebut diatas rata-rata pertumbuhan sektor industri perbankan per September yaitu di angka 8,96% (YoY). Pertumbuhan kredit tertinggi bankjatim terjadi pada sektor produktif (komersial & SME) sebesar 25,44 % (YoY) dan sektor konsumer sebesar 4,74% (YoY).

Untuk JConnect sendiri, sampai bulan kesembilan 2023 berhasil mencetak pertumbuhan yang positif. Pengguna JConnect Mobile sudah mencapai 606.239 user atau tumbuh 30% (YoY). Sementara untuk jumlah transaksinya berada di angka Rp 3,3 triliun, naik 35% dibanding Triwulan III 2022 (YoY). Selanjutnya, merchant QRIS bankjatim telah mencapai 111.651 user dengan jumlah transaksi sebesar Rp 51 miliar atau tumbuh 137% dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY). JConnect Loan juga tumbuh positif dan telah digunakan untuk memproses 16.100 persetujuan kredit dari 21.400 permohonan kredit.(an)

Wednesday, 13 December 2023 11:12

Cerita Dika Pinjamkan Topi Miliknya untuk Presiden Jokowi

Written by

Jokowi pinjam topi    Dika Siswa SMKN 1(eas)

PEKALONGAN.KORANRAKYAT.COM,-Di tengah siang yang terik, kehadiran Presiden Joko Widodo mampu membawa kebahagiaan bagi para siswa SMKN 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut terlihat saat Presiden Jokowi berdialog dengan para siswa di tengah lapangan sekolah, pada Rabu, 13 Desember 2023.

“Panas banget ya, anak-anak pakai topi enak, saya enggak pakai topi, pinjam boleh enggak?” tanya Presiden kepada para siswa.

“Boleh, Pak,” jawab kompak para siswa yang berkumpul di lapangan.

Dari tengah kerumunan, Dika Rizki, siswa kelas 10, dengan antusias mengangkat tangannya untuk meminjamkan topi miliknya kepada Presiden. Melihat hal tersebut, Presiden pun memanggil Dika untuk berdiri di sampingnya.

“Saya pinjam dulu, ya,” ucap Presiden kepada Dika.

Momen tersebut menjadi sebuah cerita bahagia dan membanggakan bagi Dika. Dalam keterangan terpisah, Dika menuturkan bahwa dirinya sangat bangga karena topi yang biasa dipakai olehnya bisa dipakai oleh Presiden.

“Saya bangga banget, saya bangga sekali, dan terima kasih untuk Pak Jokowi karena sudah mau pakai topi saya, terima kasih, Pak,” ungkapnya dengan haru.

Dika yang sudah lama mengagumi sosok Presiden Jokowi mengaku tidak terpikirkan sebelumnya untuk meminjamkan topinya kepada idolanya tersebut. Akhirnya, dengan penuh keyakinan Dika memutuskan untuk menghampiri Presiden.

“Saya sangat _nge-fan_ dengan beliau. Saya akhirnya _mutusin_, buat berani enggak berani, saya berani maju buat ketemu beliau, karena saya mengidolai beliau dari lima tahun yang lalu,” imbuhnya.

Ditanya mengenai alasan mengidolakan Presiden Jokowi, Dika menilai bahwa Presiden Jokowi merupakan sosok inspiratif yang memiliki jiwa kepemimpinan serta kinerja yang bagus. “Beliau itu bisa menyembunyikan capeknya di balik senyumnya, jadi saya sangat terinspirasi lewat kinerja beliau,” ungkapnya.(eas)

 

 

 

 

 

MOJOKERTO, KORANRAKYAT.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) terus mendukung berbagai program pemerintah daerah demi kemajuan bersama. Hal tersebut diwujudkan dengan memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kota Mojokerto berupa 1 unit mobil angkutan sekolah gratis. Bertempat di PLUT Maja Citra Kinarya Mojokerto, penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Operasi bankjatim Arif Suhirman kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada hari Sabtu (9/12).

Arif menjelaskan, pemberian mobil angkutan sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya kepada siswa-siswi Kota Mojokerto yang membutuhkan transportasi ke sekolah. ”Semoga dengan adanya mobil ini bisa semakin mempermudah siswa untuk berangkat sekolah, termasuk yang berada di daerah sulit transportasi. Jadi, semua siswa-siswi di Kota Mojokerto bisa semakin semangat dalam proses belajar di sekolah,” tuturnya.

Arif melanjutkan, mobil angkutan sekolah gratis tersebut diharapkan bisa memberi perubahan bagi masyarakat di Mojokerto, terutama bidang pendidikan. Sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Mojokerto dapat semakin maju dan semakin semangat dalam menggapai cita-cita yang diimpikan. Menurutnya, di dalam program CSR yang terpenting bukan pada nilai dari sebuah bantuan, namun bagaimana kemudian realisasi CSR terwujud untuk kepentingan bersama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Ini juga sebagai bukti bahwa kami sangat memperhatikan dunia pendidikan. Semoga kerja sama bankjatim dengan Pemkot Mojokerjo dapat terus berjalan dan semakin baik ke depannya,” tegasnya.

Di hari yang sama, juga berlangsung penyerahan CSR di Sumenep. Bantuan CSR yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep yaitu 20 unit kendaraan listrik, 12 unit mobil golf, dan 40 unit tenda UMKM. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Manajemen Risiko bankjatim Eko Susetyono kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi pada Sabtu malam (9/12).

Eko mengatakan, bantuan kendaraan listrik dan mobil golf ini akan digunakan di Kepulauan Gili Iyang Sumenep untuk melengkapi sarana prasarana agar para wisatawan yang berkunjung ke sana dapat menikmati wisata keliling dengan kendaraan yang ramah lingkungan itu. Mengingat Gili Iyang merupakan objek wisata dengan dengan tingkat oksigen terbaik nomor dua di dunia, sehingga kendaraan listrik sangatlah cocok untuk dipakai  di daerah tersebut karena tidak menimbulkan polusi udara.

Menurut Eko, Gili Iyang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, khususnya dalam sektor pariwisata dan industri kreatif. Apabila dioptimalkan tentu saja akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi setempat. ”Nah, untuk memajukannya otomatis dibutuhkan perhatian dan kepedulian banyak pihak. Maka dari itu, kami berterima kasih kepada Pemkab Sumenep karena bankjatim diberi kesempatan untuk berkontribusi mengembangkan pariwisata Gili Iyang,” paparnya.

Selain kendaraan listrik, sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, bankjatim juga memberikan bantuan CSR tenda UMKM kepada Pemkab Sumenep melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep. Hal tersebut sebagai bentuk dukungan serta optimalisasi pada kegiatan UMKM sebagai salah satu penopang sektor perekonomian dan sekaligus digunakan untuk penggantian tenda pedagang yang rusak. Sehingga para pedagang akan merasa lebih nyaman dalam bekerja, terutama saat musim penghujan.

Menurut Eko, sektor UMKM harus sepenuhnya mendapat dukungan dari semua pihak. Maka dari itu, bankjatim selama ini tidak hanya memberikan support di bidang pendanaan saja, tetapi juga menghadirkan solusi bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur baik pada sisi promosi maupun akses pasar. ”Memberikan akses promosi untuk UMKM adalah faktor penting yang harus dilakukan bila ingin produk-produk UMKM Sumenep ini bisa dikenal oleh masyarakat luas dan memiliki daya beli yang kuat.  Sehingga diharapkan bantuan tenda untuk Kabupaten Sumenep ini dapat menciptakan peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bankjatim atas bantuan yang diberikan. “Semoga kerja sama ini ke depannya dapat terus ditingkatkan. Kami akan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung dan melayani masyarakat, terutama dalam hal peningkatan pariwisata dan mewujudkan UMKM naik kelas serta berdaya saing tinggi,” ungkapnya.(an)

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) semakin agresif melebarkan sayap bisnisnya. Yang terbaru, emiten dengan kode BJTM tersebut telah melakukan MoU dengan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) terkait pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) pada hari Kamis (30/11). Bertempat di JW Marriot Hotel, penandatanganan MoU  dilakukan langsung oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman dan Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat.

Busrul menjelaskan, MoU yang dilakukan ini tentang pemenuhan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No 12/POJK.03/2020. Isinya yaitu, para pihak bersepakat bahwa penyertaan modal akan dilakukan dengan sejumlah nominal tertentu yang akan ditentukan kemudian hari. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk memilih skema konsolidasi bank berupa pembentukan KUB terhadap bank yang telah dimiliki. 

Kemudian dalam MoU tersebut juga disebutkan bahwa bankjatim akan menjadi perusahaan induk pada skema KUB dengan bentuk pengendalian langsung maupun tidak langsung. “KUB ini sesungguhnya memberikan banyak manfaat bagi kedua belah pihak, meningkatkan nilai bagi pemegang saham, dan memberikan layanan yang lebih baik bagi nasabah. Maka dari itu semangat sinergitas harus selalu kita dorong,” tegas Busrul. Adapun sinergitas perbankan yang dapat dilakukan antara bankjatim dengan dengan Bank Lampung ini cukup banyak. Antara lain bidang perkreditan/pembiayaan, likuiditas, jasa serta operasional perbankan

Proses pembentukan KUB yang dilakukan oleh bankjatim ini bukan pertama kalinya, sesuai dengan salah satu transformasi yang telah dicanangkan perseroan sejak tahun lalu yaitu melaksanakan aksi korporasi. bankjatim beranggapan bahwa semakin banyak anggota KUB, maka grup akan semakin kuat dan memiliki ekosistem lebih besar. “Sinergi yang lebih kuat dalam berbagai bidang akan memberikan nilai tambah baik bagi bankjatim maupun BPD lain,” ungkapnya.

Sebelumnya, bankjatim sudah melakukan proses KUB dengan Bank NTB Syariah. Progress KUB dengan NTB Syariah yaitu telah melakukan penyampaian dalam rencana bisnis bank (RBB), pemilihan konsultan independen, penyusunan draft perjanjian antar pemegang saham & draft perjanjian pengambilan saham bersyarat, lalu sekarang telah sampai dalam proses negosiasi kesepakatan harga saham.

“Kami gencar membidik pembentukan KUB karena memiliki berbagai dampak positif. Contohnya, menciptakan pertumbuhan anorganik bagi bankjatim. Dengan ber KUB, kami ditunjuk sebagai Bank Induk sehingga dapat meningkatkan aset perseroan lewat pertumbuhan anorganik,” terang Busrul. 

Tak cukup di situ saja. Manfaat lainnya adalah pemenuhan modal inti bagi BPD. Seperti diketahui, berdasarkan POJK 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, BPD wajib meningkatkan modal intinya minimal Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2024. Tetapi apabila BPD tersebut efektif tergabung menjadi anggota dari KUB maka pemenuhan modal intinya cukup memiliki Rp 1 triliun saja.

Selain memperkuat modal, KUB yang dilakukan oleh BPD nantinya juga bertujuan untuk percepatan digitalisasi, peningkatan standar governance dan profesionalisme, arrangement pasar uang antar, serta pengembangan payment system bersama.

“Dengan KUB dapat menciptakan sinergitas yang optimal karena bank-bank anggota dapat saling berbagi sumber daya, infrastruktur, dan pengetahuan yang bisa meningkatkan efisiensi operasional. KUB juga bisa memberikan keuntungan berskala bagi bank-bank anggota melalui penggunaan bersama teknologi, penelitian pasar, pengembangan produk, dan pemasaran sehingga dapat meningkatkan daya saing,” tegas Busrul.

Pihaknya optimis dengan pembentukan KUB seperti ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi Jawa Timur didukung dengan performa bankjatim yang semakin baik. bankjatim memiliki rasio permodalan yang kuat dengan rasio CAR sebesar 25,81 persen per Oktober 2023. Selain itu, bankjatim juga mengantongi hasil self assessment peringkat komposit tingkat kesehatan bank periode Juni 2023 PK-2 atau mencerminkan kondisi bank yang secara umum.

“KUB harus terus didorong mengingat Jawa Timur adalah kontributor kedua secara nasional dalam PDRB. Selain itu, Jawa Timur merupakan center of gravity di kawasan timur Indonesia. Jadi ini tentu pengaruhnya besar sekali terhadap perekonomian,” tutur Busrul.(an)

 

 

SURABAYA, KORANRAKYAT.COM PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) tahun ini berkesempatan menjadi tuan rumah untuk kegiatan Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) Wilayah Tengah. Bertempat di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, acara FKDK yang diselenggarakan sejak hari Rabu (15/11) sampai Kamis (16/11) tersebut dihadiri oleh Direksi bankjatim, Dewan Komisaris bankjatim dan Dewan Komisaris BPD seluruh Indonesia. 

Komisaris Independen bankjatim Sumaryono menjelaskan, FKDK BPDSI adalah wadah untuk menampung aspirasi Dewan Komisaris dalam memberikan kontribusi untuk meningkatkan peran BPD dalam dunia perbankan. Dengan adanya wadah ini, maka diharapkan para anggota Dewan Komisaris BPDSI bisa memperoleh kemudahan dalam berkomunikasi, bertukar pikiran dan pengalaman secara kelembagaan. Baik untuk tindakan ke dalam organisasi maupun ke pihak luar.

”Selain itu, forum ini bermanfaat pula untuk tujuan pengembangan profesi dan organisasi serta hal-hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan, sebagaimana tertuang dalam visi dan misi FKDK BPD-SI sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FKDK BPD-SI,” paparnya.

Dalam FKDK BPDSI yang memiliki tema Berkolaborasi di Era Teknologi Tanpa Batas itu juga berlangsung Seminar Nasional dengan pembicara expert di bidangnya. Materi yang dibawakan dalam seminar tersebut ada dua. Pertama, Economy Outlook 2024 dan Perkembangan Ekonomi Digital: Peluang dan Tantangan terhadap Bank Pembangunan Daerah yang disampaikan oleh Faisal H Basri, S.E., M.A. Kemudian kedua, Waspada Ancaman Cyber Crime di Tengah Upaya Transformasi Digital Banking yang dipaparkan oleh Kombes Pol. Roberto G.M Pasaribu, S.I.K., MSi. ”Dengan adanya seminar nasional ini diharapkan dapat menambah wawasan sehingga bisa menjadi pedoman bagi masing-masing BPD untuk lebih baik ke depannya,” tegas Sumaryono.

Dia mengungkapkan, sebagaimana diketahui bersama, bahwa tantangan ekonomi global pasca pandemi Covid-19 semakin berat. Adanya transformasi dan akselerasi yang sangat masif ke arah teknologi/digitalisasi di segala bidang dipandang berpotensi menimbulkan berbagai resiko disruptif di dalamnya. Dimana hal tersebut dapat berpengaruh pada perekonomian secara global dan industri jasa keuangan/sektor perbankan.

”Atas hal itulah maka dalam Seminar Nasional kali ini kita bersama-sama akan coba mengulas terkait isu-isu dan kondisi ekonomi secara global, regional, maupun nasional di tahun 2024, serta perkembangan ekonomi berbasis digital dan dampaknya terhadap industri perbankan, khususnya bagi BPD,” ungkap Sumaryono. 

Pihaknya berharap, melalui acara seminar nasional ini dapat memberikan pemahaman terkait perkembangan ekonomi secara umum serta mitigasi risiko terhadap bisnis proses bank, khususnya yang berkaitan dengan teknologi/digital banking yang mau tidak mau, suka tidak suka, kita sebagai pelaku usaha di sektor jasa keuangan dalam hal ini BPD harus mulai melakukan transformasi ke arah sana. ”Tujuannya, supaya BPD dapat terus tumbuh dan bertahan dari disruptif teknologi yang semakin cepat,” lanjut Sumaryono. Adapun BPD yang mengikuti kegiatan FKDK ini yaitu Bank BJB, Bank Jateng, Bank DKI, Bank Kalbar, Bank Kalsel, Bank BPD DIY, Bank Kaltimtara, Bank Banten, dan Bank Kalteng.(an)

Thursday, 16 November 2023 16:47

Bank Jatim Serahkan CSR Revitalisasi Alun-Alun Jombang

Written by

 

JOMBANG, KORANRAKYAT.COM. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) secara resmi telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kabupaten Jombang berupa revitalisasi Alun-Alun Kabupaten Jombang. Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang, bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh AVP Komunikasi Korporat bankjatim Bambang Supriadi kepada Penjabat Bupati Jombang Sugiat pada hari Kamis (16/11). 

Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, revitalisasi Alun-Alun Kabupaten Jombang ini merupakan upaya penataan alun-alun dan menjadikan alun-alun sebagai landmark masa depan untuk dijadikan tempat kebanggaan masyarakat sekitar. Selain itu, juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat interaksi sosial masyarakat Jombang yang bersifat rekreatif, edukatif, dan informatif. ”Ada beberapa tujuan memberikan bantuan revitalisasi Alun-Alun Jombang ini. Pertama, untuk pengembangan kelengkapan fisik ruang terbuka hijau berupa kegiatan pembangunan dan rehabilitasi. Kedua, memberikan kemudahan aksebilitas kepada masyarakat. Ketiga, menyediakan akses pedestrian dan ruang upacara yang layak,” paparnya.

Menurut Busrul, revitalisasi alun-alun sebenarnya memiliki makna luas dalam memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Sebab, kegiatan ekonomi banyak menggeliat di kawasan alun-alun. Selain itu, alun-alun juga bisa menjadi wadah berbagai kegiatan serta jujukan wisata warga. ”Kalau alun-alunnya bagus, maka masyarakatnya pasti Bahagia. Nah, dengan semakin aktifnya fungsi alun-alun, maka kemandirian ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jombang akan terwujud,” tuturnya.

Revitalisasi Alun-Alun Jombang yang merupakan ruang terbuka publik tersebut diharapkan bisa menambah keindahan dan meningkatkan daya tarik masyarakat maupun pengunjung saat datang ke Jombang. Sehingga icon Jombang dapat lebih kuat lagi. ”Pemberian CSR dari bankjatim ini merupakan wujud kecintaan dan kepedulian kami kepada masyarakat Jombang yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan dalam keberlangsungan bisnis bankjatim. Kami berkomitmen akan senantiasa hadir dengan beragam layanan guna memberikan kemudahan dalam bertransaksi kepada masyarakat,” tegas Busrul. 

Sementara itu, Pj Bupati Jombang Sugiat bersyukur dan berterima kasih atas revitalisasi alun-alun yang dilakukan bankjatim. Menurutnya, penataan alun-alun memang perlu dilakukan agar lebih representatif. “Semoga bantuan ini bermanfaat untuk mendukung program pemerintah kabupaten Jombang dan secara tidak langsung dapat bermanfaat pula untuk masyarakat sekitar. Kami juga berharap semoga sinergi dengan bankjatim ke depannya semakin erat lagi,” katanya.(an)

 

KEDIRI, KORANRAKYAT.COM Dalam rangka meminimalisasi penggunaan uang tunai dalam transaksi keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri bersama dengan bankjatim dan BNI telah meluncurkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Bertempat di Pendopo Panjalu Kabupaten Kediri, acara launching tersebut dihadiri oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Direktur IT & Digital bankjatim Zulhelfi Abidin pada hari Rabu (25/10) sore.

Dalam sambutannya, Zulhelfi sangat bersyukur karena kerja sama yang terus dijalin oleh bankjatim dengan Pemkab Kediri selama ini terus membuahkan hasil. Terutama dalam hal dunia keuangan pemerintah yang sedang berkembang. ”Peluncuran KKPD Kabupaten Kediri ini dalam rangka memenuhi kebutuhan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atas alat pembayaran berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Zulhelfi memaparkan, KKPD hasil kolaborasi antara bankjatim dengan BNI tersebut digunakan sebagai kartu kredit untuk melakukan pembayaran atas belanja yang dibebankan pada APBD. Atas hal tersebut, bankjatim berharap dengan penggunaan KKPD di Kabupaten Kediri dapat memberikan banyak manfaat. Antara lain mengurangi idle cash dari penggunaan uang persediaan satuan kerja, meningkatkan keamanan, mengurangi potensi fraud, dan meminimalisir penggunaan uang tunai.

”Kami juga berharap dapat terus bersinergi dan berkomitmen dalam memberikan support untuk berbagai program kerja yang dilakukan oleh Pemkab Kediri selaku shareholders. Semoga bankjatim dapat senantiasa menjadi mitra kerja yang baik bagi Pemkab Kediri serta pelayanan kami dapat terus bermanfaat bagi nasabah, khususnya masyarakat Kediri,” ungkap Zulhelfi.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan bahwa dengan diterapkannya KKPD di Kabupaten Kediri sangat berkesinambungan dengan semangat Pemkab untuk melakukan transaksi non tunai. ”Besar harapan kami dengan adanya KKPD dapat mengoptimalisasi peningkatan PAD yang mungkin tadinya tidak terdeteksi jadi bisa terdeteksi. KKPD juga dapat mempermudah transaksi Pemkab dan sekaligus bisa mempercepat perputaran ekonomi. Semoga ini bisa memberi manfaat bagi pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.(an)

 

 

JEMBER, KORANRAKYAT.COM. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) baru saja telah menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Bantuan yang diberikan berupa 185 unit tenda kerucut untuk Dinas Koperasi & Usaha Mikro Kabupaten Jember. Bertempat di Secaba Jember, penyerahan dilakukan secara simbolis oleh SEVP Korporasi, Sindikasi dan Kelembagaan bankjatim Koerniawan Prijambodo kepada Bupati Jember Hendy Siswanto pada hari Rabu (25/10) dalam kegiatan Jambore Posyandu.

Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menjelaskan, sektor UMKM harus sepenuhnya mendapat dukungan dari semua pihak. Maka dari itu, bankjatim selama ini tidak hanya memberikan support di bidang pendanaan saja, tetapi juga menghadirkan solusi bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur baik pada sisi promosi maupun akses pasar. ”UMKM butuh untuk terus naik kelas, bukan hanya menjadi jawara di daerah tetapi juga berkontribusi secara nasional dan bersaing secara global,” tegasnya.

Sebab menurutnya, memberikan akses promosi untuk UMKM adalah faktor penting yang harus dilakukan bila ingin produk-produk UMKM Jawa Timur ini bisa dikenal oleh masyarakat luas dan memiliki daya beli yang kuat.  Sehingga diharapkan bantuan tenda kerucut untuk Dinas Koperasi & Usaha Mikro Kabupaten Jember ini dapat menciptakan peningkatan ekonomi masyarakat. ”Dengan adanya tenda-tenda ini, kita semua bisa melakukan pemberdayaan kepada UMKM dan melibatkan UMKM dalam berbagai event acara di Kabupaten Jember,” ungkap Busrul.

Adapun tujuan utama dari pemberian CSR berupa 185 tenda kerucut tersebut antara lain memberikan fasilitas kepada UMKM dalam acara atau event-event di Kabupaten Jember untuk mewujudkan UMKM naik kelas, meningkatkan ekonomi masyarakat agar dapat kembali menekan laju inflasi pada masa yang akan datang, serta membangun sinergi antara dunia usaha dan pemerintah kabupaten dengan menyelaraskan tanggung jawab dan program kegiatan Kabupaten Jember. 

Busrul juga menegaskan, partnership antara pemerintah, perbankan, dan seluruh lapisan masyarakat mutlak dibutuhkan dalam memajukan UMKM di Jawa Timur maupun di Indonesia. ”UMKM sangat berperan besar terhadap pembukaan lapangan kerja dan perekonomian masyarakat khususnya di Jawa Timur sehingga sudah sepatutnya UMKM harus didukung penuh produktivitasnya.,” tegas Busrul. 

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bankjatim atas pemberian CSR dan kerja sama yang sudah terjalin selama ini. ”Semoga kerja sama ini ke depannya dapat terus ditingkatkan. Kami akan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung dan melayani masyarakat, terutama dalam hal mewujudkan UMKM naik kelas dan berdaya saing tinggi,” ungkapnya.(an)

 

MOJOKERTO, KORANRAKYAT.COM Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali meresmikan armada bus Trans Jatim. Kali ini Pemprov Jatim meresmikan koridor III Rute Mojokerto (Terminal Kertajaya) – Gresik (Terminal Balongpanggang) pada hari Rabu (18/10). Bertempat di Wisata Bukit Kayu Putih Mojokerto, peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan turut dihadiri juga oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman.

Dalam kesempatan tersebut, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) memperoleh piagam apresiasi atas terlaksananya kerja sama penyediaan fasilitas dan media promosi pada tenant UMKM di Terminal Type-B Kertajaya Mojokerto. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Timur Nyono dan diterima oleh Busrul Iman.

Nyono menjelaskan, Bus Trans Jatim kini sudah menjadi transportasi umum favorit bagi masyarakat. Perkembangannya pun sangat pesat. “Jumlah pengguna layanan Trans Jatim tahun 2021 hanya 518.966. Tapi tahun 2023 ini mulai Januari-Oktober, total penggunanya telah mencapai angka 1.148.484,” paparnya.

Adapun sampai saat ini sudah ada tiga koridor Trans Jatim. Rinciannya, Trans Jatim Koridor I melayani rute Sidoarjo - Surabaya - Gresik. Kemudian Trans Jatim Koridor II melayani rute Mojokerto - Sidoarjo. “Nah, yang hari ini diresmikan adalah Trans Jatim Koridor III melayani rute Mojokerto - Gresik. Jumlah armada di Koridor III ini ada 22 dan dilengkapi dengan total 40 halte,” tegasnya. Untuk jam operasionalnya setiap hari dimulai pukul 05.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Sementara itu, Khofifah berharap dengan dibukanya transportasi massal yang murah dan  terjangkau seperti Trans Jatim ini dapat menambah kunjungan wisata ke wilayah Mojokerto dan Gresik. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan ekonomi kreatif serta daya beli masyarakat. Sehingga bisa berdampak terhadap pertumbuhan roda perekonomian.

Busrul Iman juga menyampaikan bahwa selama ini bankjatim memang terus mendukung berbagai program yang dicanangkan oleh Pemprov Jatim. Termasuk pemberdayaan UMKM di Jawa Timur. Oleh karena itu pihaknya sangat bersyukur karena telah diajak kerja sama dalam hal penyediaan fasilitas dan media promosi di tenant UMKM Terminal Type-B Kertajaya Mojokerto. 

”Seperti yang kita ketahui bersama, UMKM telah menjadi tulang punggung bagi perekonomian dan kontribusinya sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Sehingga, dengan adanya fasilitas promosi di terminal, para pelaku UMKM ini bisa lebih memperluas market dan meningkatkan omsetnya,” papar Busrul.

Menurutnya, memberikan akses promosi untuk UMKM adalah faktor penting yang harus dilakukan bila ingin produk-produk UMKM Jawa Timur ini bisa bisa dikenal oleh masyarakat luas dan memiliki daya beli yang kuat. Maka dari itu, lanjut Busrul, bankjatim akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung dan memberikan solusi bagi perkembangan UMKM.

”Bukan hanya support di bidang pendanaan, bankjatim juga menghadirkan solusi bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur baik pada sisi promosi maupun akses pasar. UMKM butuh untuk terus naik kelas, bukan hanya menjadi jawara di daerah tetapi juga berkontribusi secara nasional dan bersaing secara global,” tegas Busrul.(an)

 

TULUNGAGUNG, KORANRAKYAT.COM. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau bankjatim baru saja telah melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Gapoktan Tebu Tulungagung pada hari Sabtu (14/10). Bertempat di Pabrik Gula PT Inti Rosan Makmur Sentosa Tulungagung, penandatanganan tersebut dilakukan oleh Pemimpin Cabang bankjatim Tulungagung Murjoko Teguh Hariyanto bersama beberapa instansi lain. Yaitu Bank BPR Jatim, PT Pupuk Kaltim, dan PT Inti Rosan Makmur Sentosa. Turut hadir juga dalam kesempatan tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah bankjatim R. Arief Wicaksono.

Arief menjelaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari dukungan bankjatim terhadap program-program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan menyejahterakan kehidupan petani. “Perjanjian kerja sama yang ditandatangani hari ini berkaitan dengan pemanfaatan produk kredit modal kerja yang diberikan oleh bankjatim kepada gapoktan tebu di Tulungagung dengan harapan dapat meningkatkan hasil petani, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas tebu,” katanya.

 

Selain penandatanganan perjanjian kerja sama, dalam kegiatan tersebut juga berlangsung pemberian kredit secara simbolis kepada Gapoktan Tebu Tulungagung nasabah bankjatim. Kredit yang diserahkan antara lain Kredit KUR Mikro Rp 100 juta, Kredit Jatim Ritel RC Rp 3 miliar, Kredit Jatim Mikro Rp 200 juta, Kredit Jatim Ritel Rp 550 juta, dan Kredit KUR Kecil Rp 150 juta. “Semoga dengan adanya penandatanganan perjanjian ini bisa menciptakan swasembada pangan, khususnya gula, baik di Jawa Timur maupun Indonesia,“ tegas Arief.

 

Sementara itu, Khofifah menyambut baik adanya penandatanganan deklarasi dukungan kepada petani tebu. Dia berharap, dengan adanya penandatanganan ini maka masing-masing mitra dapat saling memberikan supportnya, baik dari sisi permodalan maupun penyediaan pupuk. Selain itu, yang terpenting lagi dapat mendorong keberlanjutan produksi gula di tingkat petani hingga pabrik gula. Sehingga ke depan para petani dapat menghasilkan tebu yang berkualitas dan menciptakan situasi agribisnis yang sehat, berdaya saing tinggi, serta menguntungkan bagi semua pihak. 

 

Terlebih lagi di Kab. Tulungagung terdapat banyak sekali pabrik tebu yang memproduksi Brown Sugar. Menurut Khofifah, harga brown sugar ini sendiri bisa di atas gula kristal putih. Sehingga brown sugar memiliki potensi luar biasa bila masuk ke pasar ekspor. "Semoga penandatanganan deklarasi ini dapat menjadi pendorong usaha petani tebu di Jawa Timur serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Timur," tutupnya.(eas)

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 7

Panggung Koruptor

  •  

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui membuka penyidikan baru

     
  •  

     

    JAKARTA.KORANRAKYAT.COM,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan penggeledahan

     
  •  

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Mantan Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera Windi Purnama dituntut

     
  •