Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik dan tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Bank Jatim Borong Dua Penghargaan
Last Updated on Oct 07 2021

Bank Jatim Borong Dua Penghargaan

    SURABAYA, KORANRAKYAT.COM   Acara penganugerahan yang bertajuk “Managing People Collaboration through HC Data Analytics & Technology Savvy in Complex Era” ini dihadiri langsung olehDirektur Kepatuhan & Manajemen Risiko bankjatim, Erdianto Sigit Cahyono bersama dengan Direktur...
The Most Adaptive Regional Bank Penghargaan Untuk Bank Jatim
Last Updated on Oct 07 2021

The Most Adaptive Regional Bank Penghargaan Untuk Bank Jatim

      JAKARTA,KORANRAKYAT.COM . CNBC Indonesia Awards merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada pelaku industri multifinance yang berhasil menciptakan inovasi dan bertahan pada masa Pandemi Covid-19. Hal tersebut sejalan dengan Program dan layanan bankjatim yang berfokus pada 3 pilar...
Presiden Jokowi Resmikan Tujuh Arena PON XX Papua
Last Updated on Oct 02 2021

Presiden Jokowi Resmikan Tujuh Arena PON XX Papua

PAPUA,KORANRAKYAT.COM,- Presiden Joko Widodo meresmikan tujuh arena pertandingan yang akan digunakan dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021. Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti tersebut digelar di Istora Papua Bangkit, Kabupaten Jayapura, Sabtu, 2...
Presiden: Rawat dan Manfaatkan Venue PON dengan Baik
Last Updated on Oct 02 2021

Presiden: Rawat dan Manfaatkan Venue PON dengan Baik

    PAPUA,KORANRAKYAT.COM.-Presiden Joko Widodo meminta agar arena-arena pertandingan yang telah dibangun untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 bisa terus dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya setelah PON usai.   Hal tersebut disampaikan Presiden dalam...
Bank Jatim Launching Pembayaran Tiket Bus AKDP Secara Cashless di Nganjuk
Last Updated on Sep 30 2021

Bank Jatim Launching Pembayaran Tiket Bus AKDP Secara Cashless di Nganjuk

    NGANJUK,KORANRAKYAT.COM PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) kembali mendukung Pemerintah dalam upaya Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Kali ini bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, bankjatim mempermudah...

World Today

  •  
    TNI AD dan Tentara AS Gelar Latihan Perang

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -Tentara Angkatan Darat Indonesia (TNI AD) dan Amerika Serikat atau

     

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM . CNBC Indonesia Awards merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada pelaku industri multifinance yang berhasil menciptakan inovasi dan bertahan pada masa Pandemi Covid-19. Hal tersebut sejalan dengan Program dan layanan bankjatim yang berfokus pada 3 pilar yaitu ASN, UMKM, dan Masyarakat Umum. Direktur Teknologi Informasi & Operasi bankjatim Ujar Tonny Prasetyo, pada Jumat  (10/9) 2021

Tonny menyampaikan  terimakasih kepada CNBC dan dewan juri atas penghargaan yang telah berhasil diraih Bank Jatim. “Kami berharap penghargaan ini dapat memoitivasi kami untuk lebih baik, lebih berinovasi dan terus berkontribusi dalam memajukan roda perekonomian di Indonesia khususnya di Jawa Timur” ungkap Tonny.
              PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (bankjatim)  torehkan prestasi dalam ajang CNBC Awards 2021. bankjatim berhasil meraih penghargaan tersebut karena dinilai memiliki keunggulan dalam hal adaptasi atau menciptakan terobosan yang bersifat inovatif, serta mampu menjaga dominasi dari sisi pangsa pasar. .Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Teknologi Informasi & Operasi bankjatim Tonny Prasetyo yang digelar secara live dan virtual di Studio CNBC Indonesia, Jakarta (23/09/2021). Bankjatim berhasil meraih penghargan dalam kategori “The Most Adaptive Regional Bank”.

.           “Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seluruh stakeholder dan shareholder, nasabah, serta seluruh karyawan bankjatim atas kolaborasi dan sinergi yang telah menjadi kunci sukses bankjatim dalam menghadapi tantangan Pandemi Covid-19. Semoga support dan kerjasama ini dapat terus berlanjut, selaras dengan visi dan misi kami”jelas Tonny.
Saat ini bankjatim telah memiliki branding digital terbaru yang diberi nama JConnect. Branding ini merupakan semangat untuk menghubungkan semua kebutuhan dan kemudahaan akan akses layanan perbankan. ”Branding sangat penting untuk menarik perhatian masyarakat. Dengan hadirnya JConnect, kami berharap fitur-fitur digital banking yang dimiliki oleh bankjatim semakin dikenal oleh masyarakat”, tutup Tonny

Selama pandemi Covid-19, pengguna layanan digital bankjatim mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari awal tahun hingga Juni 2021 (Year to date/Ytd), pengguna mobile banking mengalami pertumbuhan sebesar 18% (Ytd). Sedangkan pengguna sms banking dan internet banking juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 14,3% dan 13,2% (Ytd). Tingginya angka pertumbuhan pengguna e-channel bankjatim menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital bankjatim semakin meningkat. Melalui produk-produk layanan digital, bankjatim memberikan solusi kepada nasabah dan masyarakat yang sedang berada di rumah dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran virus Covid-19. Dengan memanfaatkan layanan e-channel bankjatim seperti fasilitas mobile banking, sms banking dan internet banking, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman.(ard)

 

 

 

 

NGANJUK,KORANRAKYAT.COM PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) kembali mendukung Pemerintah dalam upaya Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Kali ini bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, bankjatim mempermudah transaksi pembayaran Tiket Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan menggunakan QRIS bankjatim. Bertempat di Terminal Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk, Launching dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, serta Direktur TI & Operasi bankjatim Tonny Prasetyo.Launcing  pada  (29/09) 2021.

Launching pembayaran tiket bus ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan Dinas Perhubungan akan suatu sistem pembayaran non tunai yang memudahkan bagi masyarakat dan dapat langsung masuk rekening secara realtime, sehingga lebih efisien dari segi waktu dan tenaga. Selain efisiensi, pembayaran cashless juga dapat mempermudah penumpang dalam membeli tiket serta meminimalisir beredarnya uang tunai.

Sebuah kebanggan bankjatim dapat berkontribusi atas inovasi-inovasi yang diterapkan dalam pemanfaatan teknologi informasi yang bertujuan untuk memudahkan tata cara pembayaran tiket bus AKDP secara cashless (non tunai). Inovasi kami ini sejalan dengan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, sehingga diharapkan mampu memberikan kemudahan, baik bagi penumpang, maupun bagi operator bus”, ujar Tonny.

Saat ini fintech terus dikembangkan mengingat tingginya kebutuhan masyarakat akan kemudahan layanan perbankan dan itu juga merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab bankjatim untuk terus berinovasi mewujudkan kemudahan-kemudahan layanan bagi nasabah khususnya masyarakat Jawa Timur.

Transaksi pembayaran tiket bus secara cashless tentunya membawa berbagai keuntungan seperti meningkatkan Pendapatan Asli Daerah; menekan kebocoran pendapatan; terintegrasi dengan sistem Smart City; sebagai salah satu indikator parameter pengukuran potensi pendapatan retribusi; melindungi masyarakat dari tarif yang tidak sesuai dengan PERDA, meningkatkan pelayanan dan perbaikan infrastruktur bagi pengguna jasa angkutan umum (Bus AKDP); serta sosialisasi penggunaan QRIS.

bankjatim berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan serta mempermudahberbagai transaksi, salah satunya dalam pelayanan keuangan daerah guna menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Diharapkan dengan adanya penerapan QRIS untuk pembayaran tiket bus AKDP ini akan menjadi pilot project bagi penerapan pembayaran non tunai lainnya di Provinsi Jawa Timur, terutama pada pembayaran moda transportasi.  

Kami berharap, acara pada hari ini membawa manfaat bagi kita semua. Semoga bankjatim dapat terus menjadi mitra kerja yang baik bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Kami juga berharap produk & layanan kami dapat terus bermanfaat bagi nasabah khususnya masyarakat Kabupaten Nganjuk”, tutup Tonny.

Melalui produk-produk layanan digital, bankjatim memberikan solusi kepada nasabah dan masyarakat yang sedang berada di rumah dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran virus Covid-19. Dengan memanfaatkan layanan e-channel bankjatim seperti JConnect mobile banking dan JConnect internet banking, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman.(ard)

 

BOGOR KORANRAKYAT.COM- PT Pos Indonesia (Persero) memperkenalkan new platformlayanan digital Kurir dan Jasa Keuangan diantaranya adalah layanan digital PosAja!,Pospay serta Pos Migran Indonesia kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Hal tersebutdilakukan dalam acara kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Thohir ke Kantor Pos Bogor, JlJuanda no 5 Bogor, pada Sabtu, 11 September 2021.
              Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal RochmadDjoemadi menyampaikan laporan secara umum terkait beragam layanan digital yang telahdikembangkan oleh Pos Indonesia seperti PosAja!, Pospay dan berbagai layanan lainnya.
Faizal menjelaskan bahwa sejumlah layanan digital tersebut merupakan bentuk komitmenPT Pos Indonesia (Persero) untuk menghadirkan layanan prima kepada masyarakat, sesuaidengan perkembangan teknologi dan keuangan saat ini.
              Kepada Menteri Erick Thohir, Faizal juga menjelaskan mengenai fitur aplikasi PosAja!Pospay serta pemanfaatan aplikasi Pospay oleh Pekerja Migran Indonesia di Taiwan.Sebagai informasi, beragam layanan digital kurir dan jasa keuangan telah diluncurkansebelumnya. Grand launching “Pos Migran Indonesia” diselenggarakan pada Selasa, 6 April2021 sementara launching sejumlah layanan digital seperti PosAja! Dan Pospay dilakukanpada 26 Agustus bertepatan dengan peringatan Ulang Tahun Pos Indonesia ke-275.Faizal menambahkan, bahwa kehadiran Pospay juga mendukung para nasabah untukmampu mendirikan unit bisnis kantor pos mandiri berupa Pospay Agen. Layanan Pospaybahkan menjangkau kebutuhan para Pekerja Migran Indonesia untuk melakukan prosestransaksi keuangan dari luar negeri untuk kebutuhan transaksi yang ada di dalam negeri.Faizal mengungkapkan bahwa banyak layanan keuangan digital yang dapat dinikmati olehpengguna Pospay,

 Mulai dari layanan transaksi pembayaran berbagai macam tagihan,
transaksi Q-RIS, transfer dana rekening giro pos ke berbagai rekening bank hingga 50 jutarupiah per hari, kirim weselpos kepada penerima yang tidak memiliki rekening bank, saldotidak terbatas, layanan syariah termasuk zakat, infaq, shodaqoh, wakaf dan qurban, tidakadanya biaya administrasi bulanan maupun bunga atas simpanan, hingga pembayaranpajak sebagai bentuk dukungan bagi pembangunan Indonesia.
“Pospay sangat tepat menjadi sarana Digital Financial Inclusion, karena Pospay membantupedagang kecil dan masyarakat yang tidak memiliki rekening bank dapat melakukantransaksi seperti perbankan,” tandasnya.
                Dalam kesempatan tersebut Menteri Erick Thohir juga melakukan bincang-bincang denganpara Oranger, petugaspos kemitraan untuk pelayanan kurir. Selain itu juga dilakukansimulasi pengiriman dana dari seorang PMI di Taiwan untuk keluarganya denganmenggunakan POSPAY, serta pengiriman vitamin dan APD sebanyak 1.000 paket
kepada para nakes di Puskesmas melalui Aplikasi PosAja.Di penghujung acara, Erick Thohir melakukan penyerahan secara simbolis BST kepadasejumlah KPM dan demo QRIS di booth UMKM.(eas)

 

 

 

SURABAYA ,KORANRAKYAT.COM Bankjatim bersyukur masih mampu memberikan kinerja  yang positif, khususnya untuk mendorong perekonomian Jawa Timur. “Portofolio positif bankjatim menunjukkan bahwa Bank dengan kode emiten BJTM ini dapat menjadi pilihan calon investor untuk dapat berinvestasi di kondisi ekonomi yang tidak pasti ini”, ujar Direktur Utama bankjatim Busrul Iman.

 “Kami menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada seluruh stakeholder dan shareholder yang telah memberikan support kepada bankjatim selama ini, harapan kami support ini terus berlanjut kedepannya, sejalan dengan visi kami untuk menjadi BPD nomer 1 d Indonesia” ujar  Direktur Utama bankjatim Busrul Iman pada  Public Expose guna memaparkan kinerja perusahaan sebagai bentuk keterbukaan atau transparansi bagi Perusahaan Publik yang sudah  tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan dilaksanakan secara virtual bertempat di Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya  Selasa (07/09).

Dikatakan Busrul Selain sebagai bentuk kewajiban perusahaan dalam menyampaikan keterbukaan  informasi kepada masyarakat secara teratur dan berkala, kegiatan Public Expose ini juga merupakan kesempatan bagi bankjatim untuk menjelaskan kepada publik seputar aksi korporasi maupun perkembangan kinerja perusahaan. Pemaparan Kinerja bankjatim dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman bersama dengan Direktur TI & Operasi bankjatim Tonny Prasetyo dimana nantinya hasil pemaparan tersebut dapat digunakan oleh para investor sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan berinvestasi.

Kita ketahui bersama bahwa pandemi yang telah berjalan selama kurang lebih 2 tahun ini membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami kontraksi. Namun Indonesia berhasil keluar dari kondisi tersebut dan mulai mengalami pertumbuhan ekonomi pada Semester I 2021. Berdasarkan data statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai membaik pada semester I 2021, begitu pula dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,05% (YoY). bankjatim menjawab tantangan selama pandemi dengan menunjukkan kinerja yang positif dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year/YoY). Berdasarkan kinerja Juni 2021, aset bankjatim tercatat Rp. 95,48 triliun atau tumbuh 26,90%, laba sebelum pajak bankjatim tembus Rp. 1,04 Triliun atau tumbuh 5,56% (YoY) sedangkan laba bersih bankjatim tercatat Rp. 803 Miliar atau tumbuh 4,32%. Selama semester I 2021, Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 27,36% (YoY) yaitu sebesar Rp. 81,52 triliun. Meskipun masih di tengah-tengah pandemi, bankjatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 8,72% (YoY) atau sebesar Rp. 42,60 triliun. Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 14,62% (YoY) atau tercatat Rp. 7,25 Triliun. Diikuti oleh pertumbuhan kredit komersial yang tumbuh 13,39% atau tercatat Rp. 10,63 Triliun dan kredit di sektor konsumsi yang tumbuh 5,26% atau tercatat Rp. 24,72 Triliun. Komposisi rasio keuangan bankjatim periode Juni 2021 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,54%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,06%, dan Return On

Asset (ROA) 2,31%. Selama pandemi, bankjatim juga aktif berpartisipasi dalam mendukung program yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui restrukturisasi kredit. Sampai dengan Juni 2021, bankjatim telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp. 2,56 Triliun atau 6,02% dari total penyaluran kredit bankjatim. Dengan portofolio pertumbuhan laporan keuangan yang kami paparkan tersebut diatas, Pandemi Covid-19 yang melanda dunia menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi setiap elemen masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, tidak terkecuali industri perbankan. Namun demikian pertumbuhan diatas menegaskan bahwa situasi Covid-19 tidak menjadi kendala yang signifikan bagi bankjatim, melainkan suatu tantangan dan peluang yang harus dihadapi. .

Selama pandemi, bankjatim fokus pada peningkatan transformasi Digital Banking.JConnect yang merupakan branding digital banking bankjatim menjadi salah satu komitmen bankjatim untuk menghubungkan semua kebutuhan dan kemudahan akan akses layanan perbankan. JConnect hadir untuk memperkuat 3 (tiga) pilar penting yang saat ini terus dikembangkan oleh bankjatim, antara lain pilar Pemerintah Daerah & ASN, UMKM, serta Masyarakat Umum. Dengan kata lain, bankjatim berkomitmen untuk hadir dan terus mengembangkan inovasi layanan digital perbankan kepada tiga pilar penting tersebut. Sebagai Tanggung Jawab Sosial kepada Masyarakat serta sebagai upaya membantu penanggulangan dampak pandemi Covid-19, bankjatim menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) dan bantuan khususnya di bidang kesehatan. Beberapa sarana kesehatan seperti bantuan mobil PCR, Ambulan, Ventilator, masker medis, APD, alat rapid test dan masih banyak lainnya menjadi bentuk CSR yang disalurkan bankjatim selama pandemi. Bankjatim menjawab tantangan dalam melayani masyarakat dengan terus menghadirkan inovasi - inovasi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah di masa pandemi.

Saat ini bankjatim telah memiliki beberapa fasilitas layanan berbasis aplikasi mobile, dimana nasabah dapat tetap bertransaksi tanpa harus datang ke kantor cabang. Salah satu contohnya adalah JConnect mobile, fitur-fitur pada aplikasi ini selalu diperbarui sehingga lebih memudahkan nasabah bankjatim dalam bertransaksi keuangan dimanapun dan kapanpun berada. Bankjatim juga memiliki fasilitas lain seperti JConnect e-loan dan JConnect e-kmg, dengan cukup dirumah saja, nasabah dapat tetap menikmati layanan pembiayaan dari bankjatim .

Bankjatim yang merupakan “bank” nya masyarakat Jawa Timur, saat ini komposisi kepemilikan saham mayoritas adalah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan kepemilikan saham 51,13 % dan 28,35 % dimiliki Pemda Kota/Kab di Jawa Timur. Sejak melakukan IPO pada tahun 2012 lalu, saat ini jumlah investor naik 859% yang didominasi oleh investor individual lokal. Pembagian dividen per lembar juga terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pembagian Dividen Tahunan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah juga merupakan salah satu komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan demikian, partisipasi masyarakat Jawa Timur dalam menggunakan produk, layanan, serta fasilitas bankjatim memiliki peran penting dalam peningkatan perekonomian di Jawa Timur. Kini saatnya anda menjadi ikut mengambilperan dalam mewujudkan Jawa Timur yang Sejahtera.(dil)

 

 

 

 

 

 

 

Balikpapan ,KORANRAKYAT.COM .Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Ruas Balikpapan-Samboja (Seksi 1 dan Seksi 5) dalam kunjungan kerja ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (24/8/2021) sore waktu setempat. Dengan beroperasinya dua seksi terakhir tersebut, maka jalan tol Balikpapan-Samarinda yang merupakan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan tersebut akan beroperasi secara penuh."Ini capaian yang patut kita syukuri karena kita ingin pembangunan infrastruktur itu tidak hanya terpusat di Pulau Jawa saja atau di Pulau Sumatra tapi juga merata ke pulau-pulau yang lain," ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya saat peresmian yang berlangsung di Gerbang Tol Manggar, Kota Balikpapan.

Presiden Jokowi pun berharap keberadaan jalan tol ini dapat membantu menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Kalimantan Timur dan juga memperbaiki jaringan logistik yang lebih efektif dan efisien.

"Sehingga akan memperbaiki daya saing kita, utamanya komoditas-komoditas yang diproduksi di Provinsi Kalimantan Timur sehingga akses semakin lancar dan bisa menurunkan biaya logistik," imbuhnya.

Selain itu, keberadaan jalan tol sepanjang 97,27 Km tersebut juga diyakini akan membantu meningkatkan daya saing produk-produk ekspor yang dimiliki Provinsi Kalimantan Timur.

"Sehingga menjadikan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur semakin efisien dan semakin kompetitif," ucap Presiden.

Untuk diketahui, jalan tol Balikpapan-Samarinda terbagi menjadi lima seksi, yakni Seksi 5 Ruas Manggar-Karang Joang (10,74 km), Seksi 1 Ruas Karang Joang-Samboja (21,66 km), Seksi 2 Ruas Samboja-Muara Jawa (30,98 km), Seksi 3 Ruas Muara Jawa-Palaran (17,30 km) dan Seksi 4 Palaran-SS Mahkota II (16,59 km).

Turut hadir mendampingi Presiden dalam peresmian tersebut adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur.(eas)

Thursday, 19 August 2021 13:59

60 Tahun Bank Jatim Melaju Tanpa Batas

Written by

 

 

 

 

 

 

SURABAYA,KORANRAKYAT.COM –Genap enam dekade sudah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (bankjatim) berkiprah di dunia Perbankan. Selama itu pula bankjatim berusaha untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi perbankan. “Melaju Tanpa Batas” menjadi simbol semangat bankjatim untukterus meningkatkan layanan, inovasi, kreatifitas, serta kinerja keuangan secara keseluruhan demi mewujudkan visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia.

 

 

 

Pertumbuhan kinerja yang terus berkelanjutan selama lima tahun terakhir menjadi salah satu bukti bahwa jargon“Melaju Tanpa Batas” layak disematkan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke enam puluh tahun bankjatim.

 

 

 

Kinerja bankjatim lima tahun terakhir

 

Tahun

2016

2017

2018

2019

2020

Dalam Triliun Rp.

Aset

43,04

51,52

62,69

76,72

83,62

Loan

29,68

31,75

33,89

38,35

41,48

DPK

32,80

39,84

50,92

60,55

68,47

Laba Bersih

1,03

1,16

1,26

1,38

1,49

 

 

 

Kinerja yang terus tumbuh selama lima tahun terakhir juga menjadi bukti bahwa bankjatim dapat menjawab tantangan yang cukup berat selama pandemi Covid-19. Terbukti semakin tangguh dan tumbuh, KinerjakeuanganbankjatimsemesterI Tahun2021menunjukkanperformayang bagusbiladibandingkandenganperiode yang samapadatahunsebelumnya (Year on Year / YoY). BerdasarkankinerjaJuni 2021, aset bankjatim tercatat Rp. 95,48 triliun atau tumbuh 26,90%(YoY),laba sebelum pajak bankjatimtembusRp. 1,04 Triliunatau tumbuh 5,56% (YoY) sedangkan laba bersih bankjatim tercatat Rp. 803 Miliar atau tumbuh 4,32%(YoY).Selama semester I 2021,Dana PihakKetiga (DPK)bankjatimmencatatkan pertumbuhan 27,36% (YoY) yaitu sebesarRp.81,52 triliun. Meskipun masih di tengah-tengah pandemi, bankjatimjuga tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredityang positif yaitu tumbuh8,72% (YoY) atau sebesar Rp. 42,60 triliun

 

Bertempat di ruangBromoLantai 5 Kantor Pusat Bank Jatim (17/08),danbertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke tujuh puluh enam Republik Indonesia (RI), bankjatim merayakan hari jadi ke enam puluh tahun secara virtual dan sederhana mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun demikian keadaan tersebut tidak lantas menurunkan semangat kemerdekaan dalam memperingati HUT RI &bankjatim.

 

 

Beberapa rangkaian kegiatan dan lomba secara virtual diselenggarakan untuk menunjukkan semangat kemerdekaan tahun ini. Bertemakan “Lomba Digital”, bankjatim mengadakan beberapa lomba untuk para pegawai melalui platform-platform digital kekinian yang sedang marak di tengah masyarakat. Sebut saja TikTok Challenge, lomba Karaoke Online, E-sport Mobile Legend dan PUBG, lombaKaryaTulisIlmiah, Cerdas Cermat Online, dan lomba-lomba virtual lainnya menjadibuktikreatifitas bankjatim yang tanpa batas.

 

 

Selain kegiatan tersebut, sebagai rasa syukur bankjatim kepada Tuhan Yang Maha Esa, rangkaian HUT bankjatim juga diisi dengan kegiatan-kegiatan sosial.Bertempat di Aula Hayam Muruk Kodam V Brawijaya (18/08), bankjatim menyerahkan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Kodam V Brawijaya dan RSUD Dr. Sutomo masing-masing berupa Mobil Operasional dan Mobil Darurat Jantung. Selain itu bankjatim juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak covid-19dengan totalsebesar Rp. 466.500.000,- yang diberikan masing-masingkepada orang penggali makam & driver ambulance, pedang kecil,tenaga kesehatan, guru ngaji & majelis taklim, panti asuhan, driver ojek online, serta pengemudi angkot. Selain itu, bankjatim juga mengadakan program donor darah dan skrinning donor konvalesen sebagai bentuk kepedulian bankjatim terhadap para pasien yang saat ini sedang membutuhkan pasokan darah di beberapa rumah sakit yang ada di Surabaya.

Dihadiri langsung oleh Direktur utama bankjatim Busrul Iman,Direktur TI &OperasibankjatimTonnyPrasetyo, Panglima Kodam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Plt. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Timur Jumadi, sertaDirekturUmum&Keuangan RSUD Dr. SutomoPrimadaKusumaninggar, kegiatan dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

 

 Dalam sambutannya, Direktur Utama Busrul Iman menyampaikan bahwa bankjatim hadir untuk masyarakat Jawa Timur.bankjatim setiap tahun secararutin mengalokasikan CSR di bidang Kebudayaan, Pendidikan, Kesehatan, dan Sosialsebagai tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada masyarakat. “Kali ini masih dalam rangkaian HUT RIdanHUT bankjatim, kami mengadakan serangkaian kegiatan yang penuh dengan nuansa sosial dalam rangka memberikan nilai manfaat kepada masyarakat sehingga bankjatim bisa terus sustainable”, terang Busrul.

 

 Dalam kesempatan yang sama, Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend Suharyanto mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada bankjatim yang telah memberikan CSR berupa 1(satu)  mobil operasional untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh jajaran TNI. “Mobil operasional ini nantinya akan membantu mempermudah pergerakan kami dari satu titik kegiatan ke titik yang lain” ujar Suharyanto.

 

 

Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Timur, Jumadi yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur menjelaskan bahwa bankjatim merupakan salah satu entitas kami dan BUMD penyumbang dividen terbesar bagi Jawa Timur.” Seperti kita ketahui bahwa semester satu yang lalu kinerja keuangan bankjatim tumbuh signifikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 7,05 %”, jelas Jumadi. “Kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen bankjatim untuk menyalurkan CSR dan BantuanSosial kepada masyarakat Jawa Timur, sehingga memberikan stimulus bagi masyarakat yang tentunyamemilikidampakpositif pada pertumbuhan ekonomi Jawa Timur” imbuh Jumadi.(dil)

 

 

 

 

 

SURABAYA,KORANRAKYAT.COM  – Kinerja keuangan bankjatim semester I Tahun Buku 2021 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY). Berdasarkan kinerja Juni 2021, aset bankjatim tercatat Rp. 95,48 triliun atau tumbuh 26,90%, laba sebelum pajak bankjatim tembus Rp. 1,04 Triliun atau tumbuh 5,56% (YoY) sedangkan laba bersih bankjatim tercatat Rp. 803 Miliar atau tumbuh 4,32%. Selama semester I 2021, Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 27,36% (YoY) yaitu sebesar Rp. 81,52 triliun hal itu disampaikan Dirut Bank Jatim  Busrul Iman   pada Rabu(28/07)  2021.

Bertempat di Kantor Pusat Basuki Rahmat Surabaya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau bankjatim melaksanakan analyst meeting dalam rangka memberikan keterbukaan informasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting guna memaparkan kinerja keuangan Semester I Tahun Buku 2021.Tahun 2021 masih menjadi tantangan bagi industri perbankan, pandemi Covid-19 gelombang kedua yang melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia membuat sektor bisnis kembali mengalami penurunan dan berdampak secara tidak langsung terhadap kinerja industri perbankan. Namun demikian bankjatim bersyukur, di tengah-tengah pandemi tersebut, bankjatim masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY).

Dikatakanya  Meskipun masih di tengah-tengah pandemi, bankjatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 8,72% (YoY) atau sebesar Rp. 42,60 triliun. Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 14,62% (YoY) atau tercatat Rp. 7,25 Triliun. Diikuti oleh pertumbuhan kredit komersial yang tumbuh 13,39% atau tercatat Rp. 10,63 Triliun dan kredit di sektor konsumsi yang tumbuh 5,26% atau tercatat Rp. 24,72 Triliun.Komposisi rasio keuangan bankjatim periode Juni 2021 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,54%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,06%, dan Return On Asset (ROA) 2,31%. Selama pandemi, bankjatim juga aktif berpartisipasi dalam mendukung program yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui restrukturisasi kredit. Sampai dengan Juni 2021, bankjatim telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp. 2,56 Triliun atau 6,02% dari total penyaluran kredit bankjatim.

Selama pandemi Covid-19, pengguna layanan digital bankjatim mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  Dari awal tahun hingga Juni 2021 (Year to date/Ytd), pengguna mobile banking mengalami pertumbuhan sebesar 18% (Ytd). Sedangkan pengguna sms banking dan internet banking juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 14,3% dan 13,2% (Ytd). Tingginya angka pertumbuhan pengguna e-channel bankjatim menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital bankjatim semakin meningkat. Melalui produk-produk layanan digital, bankjatim memberikan solusi kepada nasabah dan masyarakat yang sedang berada di rumah dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran virus Covid-19. Dengan memanfaatkan layanan e-channel bankjatim seperti fasilitas mobile banking, sms banking dan internet banking, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman.

Dari kinerja tersebut, bankjatim optimis dapat mencapai target kinerja keuangan di akhir tahun 2021. Beberapa langkah telah disiapkan dalam mendukung pencapaian target tersebut, salah satuya adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dimulai lagi tahun ini dengan plafond Rp. 1 triliun. selanjutnya, bankjatim juga akan berusaha meningkatkan market share untuk kredit multiguna yang saat ini masih sebesar 60%

Diungkapkan juga Bankjatim juga turut berkontribusi dalam upaya meminimalisir penyebaran virus  Covid-19 dengan mendukung dan mengikuti program vaksinasi yang diadakan oleh pemerintah. Bankjatim sendiri telah melakukan vaksinasi terhadap para karyawan serta keluarga yang nantinya diharapkan dapat membentuk herd immunity sehingga dapat lebih maksimal dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat dan nasabah. Selain itu, beberapa waktu lalu bankjatim bersama Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur sukses menggelar program vaksinasi yang mencakup kurang lebih 30.000 peserta vaksin. Bankjatim berharap kegiatan vaksinasi tersebut dapat membantu meminimalisir penyebaran virus Covid-19 serta dapat memulihkan perekonomian ekonomi khususnya di Jawa Timur.(dil)

 

.


JAKARTA.KORANRAKYAT.COM Jakarta, 14 Juni 2021 - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Persero terus berupaya berkontribusi dalam pembenahan industri gula nasional. Salah satunya adalah upaya optimalisasi aset lahan - lahan kebun tebu.

        Melihat potensi optimalisasi aset untuk perluasan lahan, Direktur Manajemen Aset PT RNI (Persero), Endang Suraningsih bersama Kemenko Perekonomian dan jajaran Komisaris dan Direksi PT Madu Baru lakukan survey meninjau Pabrik Gula (PG) Madukismo RNI Group yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta.

         Kepala Bidang Pengembangan tanaman perkebunan lainnya, Kemenko Perekonomian Darto Wahab mengatakan bahwa
Perkiraan produksi gula nasional dari dalam negeri berbasis tebu tahun 2021 diestimasikan 2,1 juta ton, oleh karenanya diperlukan upaya - upaya pembenahan sektor gula secara Sustainability / berkelanjutan melibatkan para petani tebu.

             Darto menyebutkan bahwa sejumlah pembenahan Industri gula tentu tidak luput dari tantangan - tantangan seperti salah satunya adalah pembangunan perkebunan tebu.

“Saat ini perkebunan di Indonesia terbatas sehingga diperlukan perluasan lahan kebun tebu”jelasnya.

Perluasan lahan itu, lanjut Darto, perlu diimbangi dengan bibit, pupuk, air dan infrastruktur yang memadai.

              Berdasarkan data, Darto mengakui periode 2016 - 2020 sejalan dengan pertumbuhan areal, produksi gula cenderung menurun dengan rata - rata 0,79%/tahun. Oleh karenanya Ia mendukung BUMN yang beroperasi dibidang sektor gula, perkebunan dan sektor terkait lainnya untuk bersama - sama melakukan pembenahan industri gula nasional dengan merangkul stakeholders, salah satu prioritasnya para petani tebu.

Direktur Manajemen Aset PT RNI, Endang Suraningsih menambahkan, Pabrik Gula Madukismo kepemilikan saham Sri Sultan Hamengku Buwono X 65% dan saham RNI 35% ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi gula, oleh sebab itu diperlukan optimalisasi Aset melalui rencana perluasan lahan kebun tebu di area sekitar.

“Saat ini sedang diupayakan optimalisasi aset lahan kolaborasi dengan petani tebu lokal maupun Sinergi BUMN sektor terkait, melalui pola - pola kerjasama
yang saling mendukung antara Pemerintah, industri gula, petani maupun penggarap kawasan hutan,”urai Endang.

Disamping hal tersebut diatas, RNI saat ini juga sedang mengupayakan perluasan lahan perkebunan tebu bekerjasama dengan BUMN lainnya sektor terkait di beberapa wilayah  - wilayah kerjanya seluas 20,000 ha yang juga sedang dalam tahap survey kesesuaian peruntukannya menjadi perkebunan tebu.

            Sebelumnya secara terpisah Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi bersama Dirut PTPN III dan Dirut Perhutani menargetkan menanam tambahan Tebu di 80 ribu Ha secara nasional sampai dengan akhir 2024. RNI yang saat ini memiliki 5 Pabrik Gula di Pulau Jawa juga mempersiapkan baik on farm maupun off farm juga secara simultan.(eas)

 

 

 

 

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM)PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) menggelar kegiatan seminar Refreshment Perbankan dengan tema "Visions Towards Sustainability Banking in 2021" di Ruang Bromo, Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya (10/03).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Kantor Regional OJK IV Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi, Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur Harmanta, serta Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi bankjatim. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh Pemimpin Cabang bankjatim secara virtual di masing - masing kantor Cabang. Dalam kesempatan tersebut, bankjatim juga mengundang beberapa narasumber yaitu Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh serta Dr. Drs. Suprajarto, MM yang dimoderatori oleh Prof M. Mas'ud Said, Ph.D.

Dalam  sambutannya, Direktur Utama bankjatim Busrul Iman bersyukur kinerja bankjatim di tahun 2020 memperoleh hasil yang optimal. “Hal ini tidak terlepas dari dukungan stakeholder dan shareholder serta kerja keras seluruh Karyawan bankjatim”, terang Busrul. Beliau juga berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat terhadap perekonomian Jawa Timur, khususnya bagi bankjatim. "Semoga di tahun 2021 bankjatim bisa tumbuh dan mencapai target sesuai yang kita harapkan", imbuh Busrul.

Dikatakan  Busrul juga memaparkan keberhasilan bankjatim perihal penyaluran Dana PEN dalam rangka pemulihan Ekonomi Nasional khususnya perekonomian daerah Jawa Timur. “Selama tahun 2020 bankjatim berhasil menyalurkan dana PEN kepada 72.499 Debitur dengan nominal sebesar Rp. 6,86 Triliun atau sebesar 171,58 % dari plafon awal yang ditargetkan”, terang busrul.

Selain Bisnis, bankjatim juga memberikan Value kepada Masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya.Hal itu diwujudkan dalam program CSR (Corporate Social Responsbility) atau bankjatim peduli.Selain itu CSR tersebut juga merupakan wujud sinergi bankjatim dalam mewujudkan program - program sosial demi terciptanya ekonomi yang lebih ramah lingkungan dengan melibatkan Stakeholder dan Shareholder dalam pembangunan di daerahnya.

Sementara  Gubernur Jawa Timur Khofifah dalam sambutannya menjelaskan pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah dan bankjatim. Sehingga harapannya bankjatim dapat menjadi Bank Pembangunan Daerah paling strategis di Indonesia. ”Saya rasa, refreshment seperti ini penting untuk diadakan tiga atau empat bulan sekali, hal ini dapat membangun semangat, komitmen, dan loyalitas karyawan kepada perusahaan”, tutup Khofifah. (dil)

 

Saturday, 13 February 2021 13:56

Awas Tak Mau Disuntik vaksin Jatah Bansos Distop

Written by

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo telah meneken Perpres Nomor 14 Tahun 2021 sebagai perubahan atas Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease.

 

Perpres yang diteken pada 9 Februari 2021 itu berisi sejumlah perubahan yang termuat dalam pasal-pasal tambahan. Dikutip dari lembaran Perpres yang diunggah di laman resmi Sekretariat Negara pada Sabtu (13/2/2021), salah satu pasal yang ditambahkan adalah pasal 13A dan pasal 13B. Kedua pasal ini berada di antara pasal 13 dan pasal 14 pada Perpres sebelumnya. 

 Secara rinci, pasal 13A mengatur tentang sasaran penerima vaksin Covid-19, kewajiban sasaran penerima vaksin, dan ketentuan sanksi. Ada beberapa sanksi yang bisa diberikan kepada orang yang ditetapkan sebagai penerima vaksin Covid-19, tetapi tidak mengikuti vaksinasi. Salah satu sanksinya, yakni tidak lagi menerima bantuan sosial ( bansos).

 

Berikut bunyi pasalnya: Pasal 13A: (1) Kementerian Kesehatan melakukan pendataan dan menetapkan sasaran penerima Vaksin Covid-19. (2) Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima Vaksin Covid-19 berdasarkan pendataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mengikuti Vaksinasi Covid- 19. (3) Dikecualikan dari kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bagi sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak memenuhi kriteria penerima vaksin Covid-19 sesuai dengan indikasi vaksin Covid-19 yang tersedia.

 

 (4) Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti vaksinasi Covid-19 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dikenakan sanksi administratif, berupa: a. penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial b. penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan dan/atau c. denda. (5) Pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat

(4) dilakukan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, atau badan sesuai dengan kewenangannya.  pasal 13B diatur tentang adanya sanksi lanjutan. Detail aturannya, yakni: Pasal 13B Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima Vaksin Covid-19, yang tidak mengikuti vaksinasi Covid-19 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13A ayat (2) dan menyebabkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan penyebaran Covid-19, selain dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13A ayat (4) dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan undang-undang tentang wabah penyakit menular.(as)

 

 

 

 

 

 

 

 

SURABAYA ,KORANRAKYAT.COM Bank Jatim Gelar Public Expose, Paparkan Kinerja yang MembanggakanSurabaya–17 Desember2020. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau bankjatim melaksanakan Public Exposeguna memaparkan kinerjaperusahaan sebagai bentuk keterbukaan atau transparansi bagi Perusahaan Publik yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).Kegiatan dilaksanakan secara online melalui media microsoft teamsbertempatdiKantor Pusat Bank Jatim Surabaya(17/12).

 Selain sebagai bentuk kewajiban perusahaan dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada masyarakat secara teratur dan berkala, kegaiatanPublic Exposeini juga merupakan kesempatan bagi bankjatim untuk menjelaskan kepada publik seputar aksi korporasi maupun perkembangan kinerja perusahaan, yang nantinya dapat digunakan sebagai pertimbangan para investor untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi.Dalam kesempatan tersebut, bankjatim memaparkan kinerja keuanganper November2020yang menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY).

 

Berdasarkan kinerjakeuangan,aset bankjatim tercatat Rp. 87,02Triliunatau tumbuh 15,01%(YoY), Dana Pihak Ketiga(DPK)bankjatim mencatatkan pertumbuhan 17,92% (YoY) yaitu sebesarRp.73,96Triliun. Di tengah pandemi seperti ini, bankjatim tetap mampu mencatatkanpertumbuhan penyaluran kreditsebesar Rp. 41,13Triliunatau tumbuh 7,29% (YoY).Kredit di sektor UMKMmenjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar Rp. 6,62Triliunatau tumbuh 11,28% (YoY)diikuti dengan pertumbuhan kredit korporasiyaitu sebesar 10,30Triliunatau tumbuh 8,59% Komposisi rasio keuanganbankjatim periodeNovember2020antara lainReturn on Equity (ROE)sebesar18,51%, NetInterest Margin(NIM)sebesar5,59%, dan Return OnAsset(ROA)2,49%.

 

SedangkanBiaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO)masih tetap terjaga di angka70,58%.Dari keseluruhan kinerja positif tersebut, bankjatim berhasilmencatatkan laba sebesar Rp. 1,34Triliunatau tumbuh 1,07%.Pandemi Covid-19yang melanda belahan dunia tahun ini menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi setiap elemen masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, tidak terkecuali industri perbankan. Namun demikian pertumbuhan diatas menegaskan bahwa situasi Covid-19 tidak menjadi kendalayang signifikanbagi bankjatim, melainkan suatu tantangan dan peluang yang harus dihadapidan bankjatim bersyukur masih mampu memberikan kinerja yang positif khususnya untuk mendorong perekonomian Jawa Timur.Bankjatimjuga bersyukur telah dipercayaoleh pemerintahuntukmenjadi salah satu BPD yang menerima dana Pemulihan

 

 Ekonomi Nasional (PEN).Kepercayaan tersebut merupakan peluang dan salah satu instrumen bankjatim yang harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mendorong pemulihan ekonomi di Jawa Timur khususnya di tengah pandemi saat ini. Secara teknis, mekanisme penyaluran dana PEN tersebut dilakukan dengan 2 (dua) pola yaitu direct loandan two step loanyang disalurkan pada sektor UMKM, Konsumsi, dan Korporasi. Sejalan dengan itu pula, bankjatim bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi menyalurkan Dana Bergulir (Dagulir) dan Dana PEN.Direktur Utama bankjatim Busrul Iman menyampaikan bahwa bankjatim bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, OJK, Bank Indonesia serta Stake Holdersudah melakukan langkah konkritdalam pemulihan ekonomidengan menyalurkan Dagulir dan Dana PEN di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur. “Sampai dengan November 2020, bankjatim telah menyalurkan Dana PEN sebesar Rp. 5,62Triliundan berhasil mencatatkan pencapaian 140,5 % dari target”,jelas Busrul.

 

“Peran bankjatim dalam pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi juga ditunjukkan dengan pemberian restrukturisasi kredit terdampak Covid sebesar 1,82 Triliun”, imbuh Busrul.Bankjatim menjawab tantangan dalam melayani masyarakat khususnya nasabah di tengah pandemidenganterus menghadirkan inovasi yang sesuai dengan situasi dan kondisi pandemi. Saat inibankjatim telahmemiliki beberapa fasilitas layanan berbasis aplikasi atau layanan tanpa harus datang ke kantor cabang. Contoh nya bankjatim mobile, fitur aplikasi ini telah diperbaharui sehingga lebih memudahkan nasabah bankjatimdalam bertransaksi keuangan dimapun dan kapanpun anda berada. Bankjatim juga memiliki fasilitas lain seperti e-form kredit, e-kmg yang tidak mengharuskan nasabahdatang ke kantor secara langsung, sehingga dengan cukup dirumah saja nasabahdapat menikmati layanan bankjatim .

 

Busrul menambahkan Transformasi Digital bankjatim juga terus digaungkan sebagai bentuk peningkatan layanan kepada masyarakat khususnya nasabahyang selama initelah memberi kepercayaannya kepada bankjatim. Pengembangan digital bankingsaat ini wajib dilakukan untuk mendukung bisnis, mengikuti trend atau perkembangan zaman serta memenuhi kebutuhan nasabah. Bankjatim sendiri telah memiliki strategi pengembangan inovasi layanan digital yang difokuskan pada 3 (tiga) pilar yaitu PEMDA & ASN, UMKM, dan Masyarakat Umum. Tujuan utama dari inovasi layanan digital tersebut tidak lain adalah untuk menghadirkan kenyamanan, kemudahan, serta keamanan dalam bertransaksi.Bankjatim merupakan “bank” nya masyarakat Jawa Timur,

 

saat ini komposisi kepemilikan saham mayoritasa dalah milik Pemerintah Daerah (Pemda) dengan kepemilikan saham 51,13 %(Pemerintah Provinsi Jawa Timur)dan 28,35 % (PemdaKota/Kab di Jawa Timur). Pembagian Dividen Tahunan yang diberikankepada Pemerintah Daerah merupakan salah satu komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengandemikian,partisipasi masyarakat Jawa Timur dalam menggunakan produk, layanan, serta fasilitas bankjatim menjadi peran penting dalam peningkatan perekonomian Jawa Timur. Kini, Saatnya anda menjadi bagian terpenting dalam mewujudkan Jawa Timur yang Sejahtera. (ard)

 

Saturday, 10 October 2020 22:51

Presiden: UU Cipta Kerja Tak Kurangi Kewenangan Daerah

Written by
 
 
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Undang-Undang (UU) Cipta Kerja tidak menjadikan pemerintah melakukan resentralisasi kewenangan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Menurutnya, perizinan berusaha dan pengawasannya tetap dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan norma, standar, prosedur dan kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.
 
Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 9 Oktober 2020.
 
"Perizinan berusaha dan pengawasannya tetap dilakukan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan NSPK (Norma, Standar, Prosedur, Kriteria) yang ditetapkan Pemerintah Pusat, ini agar dapat tercipta standar pelayanan yang baik di seluruh daerah, dan penetapan NSPK ini nanti akan diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah)," kata Presiden. 
 
Selain itu, Presiden juga menjelaskan bahwa kewenangan perizinan untuk non-perizinan berusaha tetap ada di Pemda, sehingga tidak ada perubahan. Bahkan, melalui UU Cipta Kerja pemerintah juga melakukan penyederhanaan, standarisasi jenis, prosedur berusaha di daerah, dan perizinan berusaha di daerah diberikan batas waktu. 
 
"Ini yang penting di sini. Jadi, ada _service level of agreement_, permohonan perizinan dianggap disetujui bila batas waktu telah terlewati," imbuhnya.
 
Kepala Negara juga menegaskan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja ini memerlukan banyak sekali Peraturan Pemerintah (PP) dan Perpres (Peraturan Presiden). Menurut Presiden, PP dan Perpres tersebut akan segera diselesaikan paling lambat 3 bulan setelah diundangkan.
 
"Kita, pemerintah membuka dan mengundang masukan dari masyarakat, dan masih terbuka usulan-usulan dan masukan dari daerah," ungkapnya.
 
Pemerintah berkeyakinan melalui Undang-undang Cipta Kerja ini jutaan pekerja dapat memperbaiki kehidupannya dan juga penghidupan keluarga mereka. Jika masih ada ketidakpuasan atas Undang-Undang Cipta Kerja ini, Presiden mendorong agar hal tersebut diselesaikan melalui Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Jika masih ada ketidakpuasan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja ini, silakan mengajukan uji materi atau _judicial review_ melalui Mahkamah Konstitusi. Sistem ketatanegaraan kita memang mengatakan itu. Jadi, kalau masih ada yang tidak puas dan menolak, silakan diajukan uji materi ke MK," tandasnya.(eas)


SURABAYA,KORANRAKYAT.COM Dalam rangka memberikan keterbukaan informasi, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau bankjatim melaksanakan analyst meeting dan press conference guna memaparkan kinerja keuangan Triwulan II2020 melalui media elektronik bertempat diSurabaya (29/07).

  D;alam realese Bank Jatim Kinerja keuangan bankjatimtriwulan II 2020 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY). Berdasarkan kinerja triwulan II, aset bankjatim tercatat Rp. 75,24 triliun atau tumbuh 9,12 % (YoY), Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatimmencatatkan pertumbuhan 10,49 % (YoY) yaitu sebesar Rp.64,01 triliun. Di tengah pandemi seperti ini, bankjatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp. 39,18 triliun atau tumbuh 12,69 % (YoY). Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp. 9,38 triliun atau tumbuh 17,96 % (YoY) diikuti dengan pertumbuhan kredit UMKM yang cukup signifikan yaitu sebesar 6,33 triliun atau tumbuh 16,12%

          Komposisi rasio keuangan bankjatim periode Juni 2020antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 19,41 %, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,79 %, dan Return On Asset (ROA)2,73 %. SedangkanBiaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 68,96 %. Dari keseluruhan kinerja positif tersebut, bankjatim berhasil mencatatkan laba sebesar Rp. 770,15 Miliar.

Banyak berbagai tantangan yang dihadapi Pemerintah, pelaku usaha, tidak terkecuali industri perbankan. Pandemi Covid-19 (Corona) menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi setiap elemen masyarakat.Bankjatim bersyukur masih mampu memberikan kinerja yang positif khususnya untuk mendorong perekonomian Jawa Timur.

         Tantangan bankjatim selama Triwulan II 2020 masih berlanjut  mengingat pandemi COVID-19 yang masih melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, bankjatim terus menunjukkan pelayanan yang optimal terutama menyambut tatanan normal baru yang digalakkan oleh Pemerintah. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa beberapa waktu lalu yang menetapkan Busrul Iman menjadi Direktur Utama bankjatim diharapkan mampu menjawab tantangan ke depan dan membawa bankjatim ke arah yang lebih baik.

       Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) melalui bankjatim Syariah bersama Badan Wakaf Indonesia Melaunching program Wakaf Peduli Indonesia (KALISA). Bankjatim memiliki peran sebagai penghimpun dana wakaf dari Masyarakat  yang selanjutnya akan dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia.

          Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional  (PEN), bankjatim bersama Jamkrindo dan Askrindo melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Tentang Penjaminan Kredit/ Pinjaman Program  PEN. Bersama dengan beberapa bank BUMN lainnya, PKS ini diharapkan mampu menghidupkan dan menggerakkan kembali perekonomian Indonesia di tengah Pandemi dengan memberikan kredit modal kerja kepada UMKM.

            Sebagai Bank Umum Milik Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bankjatim juga mendukung program-program Pemprov Jatim dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya di tengah pandemi saat ini. Beberapa waktu yang lalu, bankjatim bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan kepada 20 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur berupa mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Dengan adanya mesin ini, masyarakat akan lebih mudah dalam proses administrasi dokumen kependudukan tanpa harus tatap muka secara langsung, sehingga membantu mencegah proses penularan Covid-19.

Selama pandemi corona melanda, nasabah atau masyarakat yang sedang berada di rumah dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran virus corona, dapat memanfaatkan layanan e-channel bankjatim untuk melakukan transaksi perbankan. Melalui fasilitas mobile banking, sms banking dan internet banking, nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman tanpa harus keluar rumah.

           Kemudahan juga diberikan bankjatim untuk nasabah dalam pengajuan kredit atau pembiayaan. Sejak pertengahan tahun 2019, bankjatim telah meluncurkan e-form kredit yang memudahkan nasabah dalam pengajuan kredit di bankjatim. Calon nasabah cukup dengan melakukan registrasi melalui portal e-form kredit, kemudian bankjatim akan mengirimkan notifikasi melalu sms.

             Selain itu Bankjatim kini telah memiliki fasilitas kredit multiguna elektronik (e-kmg) yang dapat dimanfaatkan nasabah. Fasilitas ini merupakan pengembangan kredit multiguna yang sudah ada sebelumnya. Kali ini e-kmg menyajikan kemudahan dalam mengajukan permohonan kredit baik para Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif maupun para pensiunan. Beberapa keunggulan dari e-kmg antara lain kemudahan dalam pengajuan kredit melalui mobile application. Selain itu nasabah cukup memiliki rekening dan payroll gaji yang terdaftar di bankjatim (ard)

 

 

 

 

SURABAYA,KORANRAKYAT.COM| PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2020 di Ruang Bromo, bankjatim Kantor Pusat lantai 5, Surabaya (23/07). Agenda utama pada

         RUPSLB kali ini adalah pengangkatan Direktur Utama bankjatim atas 2 (dua) calon yang diajukan untuk dipilih dengan suara terbanyak pada RUPSLB, yaitu  Busrul Iman (posisi jabatan terakhir adalah Direktur Komersial dan Korporasi bankjatim) dan  dan  Erdianto Sigit Cahyono (posisi jabatan terakhir adalah Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko bankjatim)

         Mengingat keduanya telah memperoleh persetujuan menjadi Direktur Utama bankjatim dari hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan. Pelaksanaan RUPSLB bankjatim tersebut berjalan dengan lancar yang ditandai dengan terpilihnya   Busrul Iman sebagai Direktur Utama bankjatim. Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama baru bankjatim Busrul Iman mengucapkan terimakasih kepada para Pemegang Saham atas kepercayaan yang telah diberikan. "Semoga saya bisa menjalankan amanah dalam membawa bankjatim ke arah yang lebih baik ucap Busrul Iman usai resmi terpilih menjadi Direktur Utama bankjatim.

        Dengan adanya pengangkatan Direktur Utama secara definitif tersebut diharapkan dapat membawa bankjatim lebih baik dimasa yang akan datang serta mampu meningkatkan kinerja bankjatim dimana hingga bulan Mei 2020 tercatat asetbankjatim sebesar Rp. 72,36 Triliun atau tumbuh 9,69 % (YoY). Dari segi bisnis, kredit bankjatim mengalami pertumbuhan 12,07 % (YoY) atau sebesar Rp. 38,96 Triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mengalami pertumbuhan 10,76 % (YoY) atau sebesar Rp. 61,36 Triliun Pertumbuhan performa kinerja keuangan bankjatim yang cukup bagus tersebut, mampu menjaga rasio keuangan bankjatim posisi Mei 2020 di tingkat yang wajar, tercatat Return on Equity (ROE) sebesar 18,25% menunjukkan rasio profitabilitas bankjatim masih cukup bagus.

Dikatakan  Dari sisi ketahanan modal, rasio CAR sebesar 21,61 % menggambarkan kecukupan modal bankjatim cukup bagus, diikuti dengan Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,88 %, ROA sebesar 2,60% serta tingkat efisiensi bankjatim yang cukup bagus dilihat dari rasio BOPO sebesar 70,71%. Dengan catatan kinerja tersebut, bankjatim mampu mencatatkan laba bersih sebesar 608,22 Miliar.

Diungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah, pelaku usaha, tidak terkecuali industry perbankan. Pandemi Covid-19 (Corona) menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi setiap elemen masyarakat. Di tengah-tengah pandemi, bankjatim bersyukur masih mampu memberikan kinerja yang positif khususnya untuk mendorong.

        Diungkapkan juga perekonomian Jawa Timur. Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) menyalurkan bantuan dengan total akumulatif sebesar Rp. 4,4 Milyar yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Selama pandemi corona melanda, nasabah atau masyarakat yang sedang berada dirumah dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran virus corona, dapatmemanfaatkan layanan e-channel bankjatim untuk melakukan transaksi perbankan.

 Dikatakan juga melalui fasilitas mobile banking, sms banking dan internet banking, nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman tanpa harus keluar rumah. Kemudahan juga diberikan bankjatim untuk nasabah dalam pengajuan kredit atau pembiayaan. Selama ini bankjatim telah memiliki e-form kredit yang memudahkan nasabah dalam pengajuan kredit di bankjatim. Calon nasabah cukup dengan melakukan registrasi melalui portal e-form kredit, kemudian bankjatim akan mengirimkan notifikasi melalui sms.

          Diungkapkan juga Selain itu bankjatim juga telah memiliki fasilitas kredit multiguna elektronik (e-kmg) yang dapat dimanfaatkan nasabah. Fasilitas ini merupakan pengembangan kredit multiguna yang sudah ada sebelumnya. Kali ini e-kmg menyajikan kemudahan dalam mengajukan permohonan kredit baik para Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif maupun para pensiunan. Beberapa keunggulan dari e-kmg antara lain kemudahan dalam pengajuan kredit melalui mobile application. Selain itu nasabah, (ard)

 

 

 

 

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) | Jum’at, 24 April 2020, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2019 (RUPST TB 2019), di Ruang Bromo, bankjatim Kantor Pusat lantai 5, Surabaya. Berbeda dengan RUPS sebelumnya, kali ini RUPS diadakan di tengah-tengah wabah COVID-19. Mungkin banyak masyarakat bertanya-tanya mengapa bankjatim tetap mengadakan RUPS di tengah wabah Covid-19 (corona) yang sampai dengan saat ini masih melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masyarakat mungkin juga khawatir dengan kegiatan RUPS yang akan dilaksanakan oleh bankjatim berkaitan dengan fenomena pandemi Covid-19 (corona). Namun terdapat beberapa hal, yang mendasari tentang mengapa RUPS tetap dilaksanakan di tanggal 24 April 2020.

 

   Pgs Direktur Utama Ferdian Timur Satyagraha  didampingi Corporate Secretary Glemboh  Priambodo  mengatakan Pertama, bankjatim akan membagikan deviden kepada pemegang saham seri A dan pemegan saham seri B. Seperti kita tahu pemegang saham seri A bankjatim merupakan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Dividen bagi pemegang saham seri A merupakan salah satu Pendapatan Asli Daerah masing masing Kabupaten/Kota. Pembagian Dividen tersebut tentunya harus melalui keputusan RUPS terlebih dahulu. Pada RUPS kali ini, bankjatim membagikan dividen sebesar Rp. 48,20 per lembar saham. Total dividen yang dibagi kepada pemegang saham adalah sebesar Rp. 723.747.007.552,40 atau sebesar 52,58%  dari laba bersih. Pembagian dividen yang selalu meningkat setiap tahunnya menjadikan saham BJTM sebagai salah satu saham favorit pilihan masyarakaKedua, Laporan Tahunan bankjatim Tahun Buku 2019 telah selesai, sehingga dapat dilaporkan dan dipertanggungjawabkan pada RUPS. Dan Ketiga, Kantor Akuntan Publik telah menyelesaikan Laporan Keuangan Audited Tahun Buku 2019 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.Mungkin ada rasa kekhawatiran bagi para pemegang saham baik saham seri A atau seri B yang ingin mengikuti jalannya kegiatan RUPS tersebut mengingat akan diadakan di tengah wabah Covid-19 yang sampai dengan saat ini masih melanda. Namun demikian bankjatim telah menyiapkan skenario dan protokol antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19 demi kelancaran dan kenyamanan pemegang saham yang ingin mengikuti jalannya RUPS.Skenario pertama, para pemegang saham dapat memberikan kuasa kepada Biro Administrasi Efek tanpa mengurangi hak pemegang saham untuk hadir. Skenario berikutnya, pemegang saham yang berhak hadir dapat menyaksikan pelaksanaan RUPS melalui live streaming

                                                      Demi alasan kesehatan, bankjatim tidak menyediakan makanan/minuman, laporan tahun baik cetak atau elektronik, serta tidak menyediakan tanda terimakasih kepada para pemegang saham yang hadir.Dan yang terakhir, pemegang saham yang menghadiri kegiatan RUPS dimohon untuk menandatangani "Deklarasi Kesehatan" dan wajib memenuhi prosedur kesehatan yang ditetapkan sesuai dengan protokol pemerintah yang akan diimplementasikan pada saat kegiatan RUPS berlangsung.

AGENDA RUPST TB 2019  diantaranya:

1.    Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Mengenai Keadaan Dan Jalannya Perseroan Selama Tahun Buku 2019 Termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris  Selama Tahun Buku 2019 dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2019  Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2019 Termasuk Pemberian Bonus Bagi Pegawai Serta Tantiem dan Remunerasi Untuk Direksi Dan Dewan Komisaris; Memberikan Kuasa Kepada Dewan Komisaris Untuk Menunjuk Kantor Akuntan Publik Dalam Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2020;Memberikan Kuasa Kepada Dewan Komisaris Untuk Melakukan Penyesuaian Permodalan Perseroan Dengan Demikian Merubah Pasal 4 Anggaran Dasar Sehubungan Dengan Pelaksanaan Management and Employee Stock Options Plan (MESOP);

5.    Perubahan Anggaran Dasar

6.    Penetapan Susunan Pengurus Kinerja keuangan bankjatim Tahun Buku 2019 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY). Berdasarkan kinerja Desember 2019, aset bankjatim tercatat Rp. 76,72 triliun atau tumbuh 22,37 %, laba bersih bankjatim tercatat Rp. 1,38 triliun atau tumbuh 9,22 % (YoY).  Selama Tahun Buku 2019, Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 18,91 % (YoY) yaitu sebesar Rp. 60,55 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada bankjatim meningkat. Pertumbuhan DPK tersebut didominasi oleh pertumbuhan giro 23,54% atau tercatat Rp. 23,83 triliun, diikuti oleh pertumbuhan tabungan sebesar 16,28% atau tercatat Rp. 22,22 triliun dan pertumbuhan deposito sebesar 15,81% atau tercatat Rp. 14,50 triliun. Dari komposisi tersebut, terlihat kemampuan bankjatim dalam menghimpun dana murah cukup baik.  Selain itu pencapaian DPK  tersebut diperkuat dengan CASA rasio bankjatim sebesar 76,06 % (selama lebih dari 15 tahun, CASA rasio bankjatim berada diatas 65 %).

Dari sisi pembiayaan, kali ini bankjatim mampu mencatatkan pertumbuhan kredit tertinggi dalam beberapa tahun terakhir yaitu 13,16% (YoY) atau sebesar Rp. 38,35 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) secara signifikan yaitu sebesar 2,77%. Hal ini menunjukkan kualitas kredit bankjatim dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp. 23,10 triliun atau tumbuh 7,12 % (YoY). Sedangkan pertumbuhan paling tinggi didapat dari sektor komersial sebesar 27,11% atau tercatat Rp. 9,23 triliun . pertumbuhan yang tinggi tersebut didongkrak dari pertumbuhan kredit sindikasi yang signifikan sebesar 118,98 %. Komposisi rasio keuangan bankjatim periode Desember 2019 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,00 %, Net Interest Margin (NIM) sebesar  6,11 %, dan Return On Asset (ROA) 2,73 %. Sedangkan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 71,40 % (ard).

 

 

 

Page 1 of 16

Panggung Koruptor

  •