Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik dan tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Menteri BUMN Kunjungi Kantor Pos Bogor, Pos Indonesia Perkenalkan New Platform Layanan Digital Kurir dan Jasa Keuangan
Last Updated on Sep 13 2021

Menteri BUMN Kunjungi Kantor Pos Bogor, Pos Indonesia Perkenalkan New Platform Layanan Digital...

BOGOR KORANRAKYAT.COM- PT Pos Indonesia (Persero) memperkenalkan new platformlayanan digital Kurir dan Jasa Keuangan diantaranya adalah layanan digital PosAja!,Pospay serta Pos Migran Indonesia kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Hal tersebutdilakukan dalam acara kunjungan kerja Menteri BUMN Erick...
 Jampidsus Kejagung  Periksa Saksi  Dugaan Korupsi Di LPEI dan Perum Perimdo
Last Updated on Sep 13 2021

Jampidsus Kejagung Periksa Saksi Dugaan Korupsi Di LPEI dan Perum Perimdo

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM  Dalam waktu bersamaan diperiksa  satu orang diperiksa  sebagai saksi dugaan tindak pidana korupsi pada perusahaan umum perikanan Indonesia ( Perum Perindo) tahun 2016 -2019  selain itu juga dalam waktu  yang sama terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam...
Bank Jatim Paparkan Kinerja  Selama Pandemi Melalui Public Expose Live 2021
Last Updated on Sep 07 2021

Bank Jatim Paparkan Kinerja Selama Pandemi Melalui Public Expose Live 2021

      SURABAYA ,KORANRAKYAT.COM Bankjatim bersyukur masih mampu memberikan kinerja  yang positif, khususnya untuk mendorong perekonomian Jawa Timur. “Portofolio positif bankjatim menunjukkan bahwa Bank dengan kode emiten BJTM ini dapat menjadi pilihan calon investor untuk dapat...
Rita Mantan Bupati Kuker Belum Tersangka KPK Disesak LSM
Last Updated on Sep 07 2021

Rita Mantan Bupati Kuker Belum Tersangka KPK Disesak LSM

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM, - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari sebagai tersangka di kasus dugaan suap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Koordinator MAKI,...
Akhir Sebuah Dinasti Suami Istri Bupati Probolinggo Ditangkap  KPK
Last Updated on Aug 30 2021

Akhir Sebuah Dinasti Suami Istri Bupati Probolinggo Ditangkap KPK

 PROBOLINGGO,KORANRAKYAT.COM, - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 10 orang di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (29/8/2021) dini hari. Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) ditangkap dalam OTT...

World Today

  •  
    TNI AD dan Tentara AS Gelar Latihan Perang

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -Tentara Angkatan Darat Indonesia (TNI AD) dan Amerika Serikat atau

     

Saturday, 08 May 2021 04:14

Awas Pembakar Hutan Kasus Karhutlah Polisi Pasang CCTV

Written by 
Rate this item
(0 votes)
 
 
JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Upaya melakukan pencegahan kebakaran Hutan (Karhutlah)  Dilakukan  penandatangan surat keputusan bersama mengatasi dan dilakukan penegakan hukum. Ini sesuai inpres Presiden dalam mengatasinya. cara digunakan pemasangan CCTV untuk mengetahui siapa yagmmelakukan pembakaran.
 
Kepala Divisi Humas Polri, Irjend  Pol Argo Yuwono ditemui di Mabes Polri, Kamis (6/5)2021 mengatakan hari ini kamis tanggal (6/5)2021 di Rupatama Mabes Polri diadakan suatu agenda surat Keputusan bersama antara Kapolri, Jaksa Agung dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, "Surat Keputusan bersama dalam hal penegakan hukum terpadu  berkaitan  dengan Karhutlah," ujarnya .
 
Selanjutnya, Argo menjrlskan jadi tadi ,juga dalam kesempatan disaksikan  oleh Bapak Menko Polhukam , juga ada  beberapa dari Kementerian terkait seperti dari Kemendagri, dan dari kementerian pertanian yang hadir dan ikut  menyaksikan kegiatan penandatangan surat keputusan bersama.  " Intinya bahwa  kegiatan itu Karhutlah   itu antara tahun 2019 hingga tahun 2020 ada penurunan  81 persen dengan titik api dan luas lahan yang terbakar," jelasnya.. 
 
ILebih lanjut, Argo merinci ntinya bahwa ada dua kegiatan,yaitu tentang  pencegahan dan penegakan hukum. berkaitan dengan pencegahan kita berkolaborasi dan berkoordinasi dengan Kementerian dan perusahaan itu sendiri. Jadi contohnya kita bisa memasang katakan sesuatu CCTV yang ada radiusnya, ada jaraknya juknya, ", Nanti kita bisa melihat pada pembakar hutan yang bersangkutan tidak tertangkap tangan dan yang bisa melihat pelakunya disana. , kita juga bisa berputar 360 derajat , ini ada beberapa titik yang  kita bisa bekerja sama dengan Telkom dan dengan instansi yang lain. ini bagian dari pencegahan pemasangan alat pemantau   juga ada namanya posko terpadu, juga ada namanya patroli, juga ada namanya, edukasi yang kita gunakan.. semuanya kita pergunakan teknologi informasi," rincinya.
 
Untuk itu, Argp menandaskan Teknologi yang kita gunakan untuk mempermuda karena semua kita melihat bahwa arealnya luas sekali, kita harus mempergunakan teknologi yang kita punya. sehingga nanti "Kita  mengetahui titik api pun sehingga kita bisa tahu psikologi dipasang , dengan titik api kita bisa tahu  dan kita sudah  bisa tahu embun atau  kanal . Oleh Kementerian itu debit airnya berapa  yang kita musim penghujan dan musim kemarau.Musim hujan kita jaga jangan sampai ada kebakaran hutan," tandasnya.
 
.Seiring dengan itu, Argo  berharap Untuk itu ada penasehat hukum , kita  dengan kejaksan. Setelah kita melakukan penyelidikan kita koordinasi dengan Kejaksaan,begitu juga dengan saksi ahli dengan petunjuk yang lain., kita ajukan dan tidak ada bolak balik  Itu sesuai dengan Inpres Bapak Presiden kalau untuk kegiatan pencegah, dan penegak hukum kita lakukan secara terpadu "Tentunya nanti harapannya tidak ada lagi komplain dari negara lain baik dari negara tetangga dengan asap...Kegiatan terpadu ini bisa meminimalisir sampai sekarang sangat-sangat minim ya.. ada komplainnya,.kita berharap agar masyarakat sadar hutan ini sumber air yang harus kita jaga bersama agar tidak dibuat kesulitan ekonomi yang apa pun ,Kita jaga nanti anak cucu kita yang menanggung," harapnya..
 
ketika di tanya ini ada berapa Polda yang mengalami kebakaran hutan, Argo mengakui a da 6 Polda  yang prioritas ,ada lintas Polda Kalimantan Tengah,Kalimantan Timur, Riau,Sumatera Selatan, "Karena kita selain ada Mabes Polri nanti juga koordinasi dengan instansi terkait. Dengan Polda kita juga koordinasi yang ada disana. Artinya bahwa pertama kali ada alasan alat memantau titik api ,secepat mungkin bisa kita kendalikan . Ada beberapa reaksi di Polda dengan instansi terkait mematikan secepatnya titik api.Jangan sampai ada api dan terus meluas,"  akunya. (vk)


Read 204 times Last modified on Saturday, 08 May 2021 04:23
Login to post comments

Panggung Koruptor

  •