Print this page
Saturday, 13 February 2021 13:04

Setelah Sempat Tertunda Akhirnya Pengurus PWI Malang Raya Periode 2021-2024 Dilantik

Written by 
Rate this item
(0 votes)


 

MALANG(KORANRAKYAT.COM) Setelah sempat tertunda Pelantikan pengurus Persatuan Wartawan  Indonesia  (PWI)  Malang Araya  Periode 2021-2024  akhirnya dilaksanakan pada Sabtu (13/2) 2021 di Lapangan Taman Indie, Araya Kota Malang. 

 

Ketua PWI Malang Raya Cahyono dalam sambutanya mengatakan , penundaan pelantikan sesuai arahan Kapolresta Malang  dimana  merupakan  Pemberlakuan Pembatasan Kerumunan Massa (PPKM) jilid kedua yang bersekala mikro.”  Syukur Alhamdullilah saat ini bisa dilaksanakan pelantikan PWI Malang Raya ,” tuturnya.

Dalam pelantikan, kami tetap menjalankan protokol kesehatan agar mencegah penularan Covid-19, kegiatan pelantikankami gelar di tempat terbuka,"  tambah Cahyono.

 

Dikatakan Cahyono, PWI Malang Raya memiliki beberapa program kerja seperti mengoptimalkan Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI), yang nantinya untuk bisa meningkatkan profesionalitas profesi wartawan.

 

Ketua  PWI Jatim Ainur Rohim saat melantik Pengurus PWI Peride 2021-2024.

 

Selanjutnya untuk bisa mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan memiliki Lembaga Pemberdayaan Wartawan (LPW), dan PWI Malang Rescue untuk kebencanaan.

 

"Program-program itu nantinya menjadi prioritas utama kami. Tapi yang lebih utama dalam program kerja di tahun pertama adalah berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan anggota PWI Malang Raya," terangnya.

 

Setelah melantik dalam sambutan Ketua PWI Jawa Timur, Ainur Rohim mengatakan  tantangan Media mainstream  saat ini menghadapi  Media Sosial. Namun, dia mengimbau kepada masyarakat agar lebih percaya terhadap media mainstream  dari pada  media sosial.

 

"Karena media mainstream sudah melalui prosesi konfirmasi, serta sesuai dengan data dan fakta yang sesuai dengan kaidah keilmuan jurnalistik," ujar Ainur Rohim dalam sambutan.

 

Lebih lanjut dia mengatakan, selain tantangan media sosial, dunia kewartawanan juga terdampak Pandemi Covid-19. Sehingga juga perlu mendapat perhatian dari pihak terkait.

 

"Alhamdulillah, mungkin tidak ada media masa yang mati. Kalau jalan di tempat iya. Kalau mati, kita doakan jangan terjadi," ucapnya. Lebih lanjut dia mengatakan, masyarakat lebih baik menggali informasi melalui media massa.

 

"Kalua masyarakat kita ini terus menerus mendapat masukan informasi dari Medsos yang tidak sehat dan tidak mencerdaskan," ungkapnya.(sinyo)

 

Read 831 times Last modified on Saturday, 13 February 2021 14:41
Redaksi

Latest from Redaksi

Login to post comments