Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik dan tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Awas Pembakar Hutan Kasus Karhutlah Polisi Pasang CCTV
Last Updated on May 08 2021

Awas Pembakar Hutan Kasus Karhutlah Polisi Pasang CCTV

    JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Upaya melakukan pencegahan kebakaran Hutan (Karhutlah)  Dilakukan  penandatangan surat keputusan bersama mengatasi dan dilakukan penegakan hukum. Ini sesuai inpres Presiden dalam mengatasinya. cara digunakan pemasangan CCTV untuk mengetahui siapa...
Berikut 31 Titik Pos Penjagaan Strategis Polda Metro Jaya Untuk Cegah Pemudik
Last Updated on May 08 2021

Berikut 31 Titik Pos Penjagaan Strategis Polda Metro Jaya Untuk Cegah Pemudik

      JAKARTA,KORANRAKYAT- Sebanyak 31 titik pos penjagaan untuk melakukan penyekatan mudik Lebaran 2021 disiapkan Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres di wilayah hukumnya. Sejumlah titik strategis penyekatan ini akan melakukan penindakan tegas terhadap pengendara yang hendak mudikSesuai...
Polisi Tetapkan 7 Mucikari Dan Joki Prostitusi Online Sebagai Tersangka Di Tebet
Last Updated on May 08 2021

Polisi Tetapkan 7 Mucikari Dan Joki Prostitusi Online Sebagai Tersangka Di Tebet

      JAKARTA,KORANRAKYAT- 7 Mucikari dan joki prostituis online di Tebet sbagai penawar jasa prostitusi online anak dibawah umur saat ini berstatus tersangka.Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus) di temui di Polda Metro Jaya, Rab (21/4)2021 mengatakan   para...
Monster Kapal Selam KRI Nanggala-402 Diawaki 53 Personil Sempat Hilang Kontak  Menyelam Belum Bisa Kembali
Last Updated on Apr 22 2021

Monster Kapal Selam KRI Nanggala-402 Diawaki 53 Personil Sempat Hilang Kontak Menyelam Belum Bisa...

      BALI(KORANRAKYAT.COM) Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012).   Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di...
Terhembus Bau Tak Tak Sedap Diduga Oknum Penyidik KPK Memeras
Last Updated on Apr 22 2021

Terhembus Bau Tak Tak Sedap Diduga Oknum Penyidik KPK Memeras

          JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut-sebut memeras Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara Muhammad Syahrial senilai Rp 1,5 miliar. Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan, akan mendalami informasi dugaan pemerasan oleh oknum tersebut. KPK...

World Today

  •  
    Presiden Jokowi dan Kanselir Angela Merkel

    .

     
    JAKARTA9KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir
     
Thursday, 19 November 2020 00:08

Presiden: Pengembangan Sektor Pangan Butuh Cara-Cara Baru yang Inovatif

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kebutuhan yang sangat besar masyarakat dunia terhadap pangan membuka peluang yang amat besar dan akan terus bertumbuh bagi sektor tersebut. Pengembangan sektor pangan dilakukan bukan hanya untuk merespons kemungkinan terjadinya krisis pangan akibat pandemi, tapi juga sejalan dengan melonjaknya populasi penduduk dunia yang berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan pangan.
 
Saat membuka Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-5 Tahun 2020 secara virtual, Presiden Joko Widodo mendorong dan mendukung pengembangan sektor pangan tersebut. Namun, menurutnya, pengembangan tersebut membutuhkan cara-cara baru yang inovatif dan berdampak besar bagi kepentingan banyak.
 
"Pengembangan sektor pangan membutuhkan cara-cara baru yang inovatif, yang meningkatkan efisiensi proses produksi, pangan berkualitas dengan harga terjangkau, memperbaiki daya dukung lingkungan, dan yang menyejahterakan para petani," ujarnya Presiden pada Rabu, 18 November 2020.
 
Menurutnya, para pelaku usaha di sektor tersebut sudah seharusnya meninggalkan paradigma lama dan melompat maju dengan cara-cara baru dan skala produksi yang lebih besar. Semua itu dicapai dengan menjadikan korporasi petani sebagai basis pengembangan sektor pangan.
 
Nantinya, pengembangan harus dilakukan dengan mengedepankan nilai tambah di tahap _on-farm_ maupun _off-farm_ serta berbasis teknologi modern yang lebih efisien dan lebih produktif untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada para petani dan sektor-sektor pendukungnya.
 
"Saya berharap para pengusaha yang tergabung di Kadin (Kamar Dagang dan Industri) menjadi bagian dalam cara-cara baru ini," kata Presiden.
 
Secara khusus, Presiden memuji model kerja sama yang digagas Kadin berupa sistem _inclusive closed loop_. Melalui skema tersebut, kemitraan antara para petani dan ekosistem usaha akan dibangun mulai dari hulu hingga hilir sehingga keberlanjutan produksi dapat terjaga dan petani juga lebih sejahtera.
 
"Saya mendukung berbagai inisiatif kolaboratif yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, dan _offtaker_. Beberapa inisiatif kolaborasi seperti petani hortikultura di Garut dan industri minyak sawit di berbagai daerah perlu untuk terus diperbaharui agar produktivitas dan nilai tambah bagi petani semakin meningkat dan perlu untuk direplikasi ke daerah-daerah lain," imbuhnya.
 
Selain itu, Kepala Negara juga meminta Kadin untuk terus memberikan pendampingan kepada jutaan petani swadaya agar dapat terwujud kemitraan yang saling menguntungkan bagi para petani dan para pelaku usaha pangan.
 
"Saya yakin Kadin mampu mencapai target ini. Saya sangat berharap model bisnis kolaboratif yang inklusif ini bisa mendongkrak sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru yang membuka lebih banyak lapangan kerja dan menjadi sumber kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia," tandasnya.(eas)


Read 272 times
Login to post comments

Panggung Koruptor

  •