Print this page
Tuesday, 20 October 2026 09:42

Bank Jatim Fasilitasi 30 UKM Tembus Pasar Global, Raih Kesepakatan Ekspor USD 5,09 Juta di TEI 2026

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM,-18 Oktober 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor. Dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Bank Jatim berhasil memfasilitasi 30 UKM binaan untuk memperluas jejaring bisnis dan menjajaki peluang pasar internasional dengan total nilai kesepakatan ekspor mencapai USD 5,09 juta atau setara lebih dari Rp 80 miliar. Turut hadir dari Bank Jatim dalam kegiatan akbar tersebut Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan Bank Jatim Arif Suhirman dengan didampingi oleh VP International Banking Bank Jatim Hening Tri Ujianti.

TEI merupakan pameran perdagangan internasional business-to-business (B2B) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Pada penyelenggaraan ke-41 tahun ini, TEI mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” sebagai wadah untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara sekaligus mempromosikan produk unggulan nasional ke pasar global.

Arif menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, Bank Jatim berpartisipasi sebagai exhibitor dengan menghadirkan 30 UKM binaan yang telah melalui proses kurasi. Sebagian di antaranya merupakan peserta program Jatim Export Trade Assistance (JXTA) dan Export Coaching Program (ECP) yang dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha serta mempersiapkan pelaku UKM dalam mengembangkan bisnis berorientasi ekspor. ”Puluhan UKM tersebut menempati dua area pameran, yakni Main Hall TEI yang diisi oleh 26 UKM dari sektor furnitur, dekorasi rumah, kerajinan, manufaktur, batik, dan komoditas industri. Sementara itu, empat UKM sektor makanan dan minuman olahan khas Jawa Timur berpartisipasi di area Pangan Nusa Expo,” paparnya.

Arif juga menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pendampingan usaha yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kesiapan UKM untuk memasuki pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam memahami kebutuhan pasar, membangun jejaring bisnis, serta memenuhi standar perdagangan global. ”Bank Jatim terus mendorong UKM binaan agar memiliki kesiapan dan daya saing untuk memasuki pasar internasional. Keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia 2026 menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan,” terangnya.

Nilai kesepakatan ekspor sebesar USD 5,09 juta tersebut merupakan hasil dari rangkaian proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari business pitching, penguatan kesiapan usaha, hingga business matching dengan calon mitra bisnis internasional. Capaian ini sekaligus menunjukkan potensi produk unggulan Jawa Timur untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Arif menegaskan, keberhasilan tersebut semakin memperkuat peran Bank Jatim sebagai mitra strategis dalam pengembangan UKM berorientasi ekspor. Apresiasi juga diberikan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dengan penghargaan sebagai Mitra Strategis Program Pendampingan Ekspor.

Selain menerima penghargaan, Bank Jatim turut memperoleh kepercayaan untuk menjadi narasumber dalam dua sesi, yaitu Mitra Strategis Pendampingan Ekspor dan Akselerasi UKM Pangan Go International. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi Bank Jatim untuk berbagi pengalaman dan praktik pendampingan dalam mendukung kesiapan UKM Indonesia menghadapi persaingan pasar internasional. ”Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, mitra strategis, dan para pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem ekspor yang semakin kuat. Kami berharap semakin banyak UKM Jawa Timur yang mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan tumbuh sebagai pelaku usaha yang berdaya saing di pasar internasional,” tutup Arif.(an)

Read 104 times Last modified on Tuesday, 20 October 2026 09:48
Redaksi

Latest from Redaksi

Login to post comments