Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik dan tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Bupati Sidoarjo Hari ini Penuhi Panggilan KPK
Last Updated on Feb 16 2024

Bupati Sidoarjo Hari ini Penuhi Panggilan KPK

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,-Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali hari ini (16/2), kooperatif hadir memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dipanggil sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi pemotongan insentif pegawai di lingkungan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD)...
Catak Kinerja Positif,Bank Jatim Tebar Deviden Jumbo Rp 816 Miliar
Last Updated on Feb 07 2024

Catak Kinerja Positif,Bank Jatim Tebar Deviden Jumbo Rp 816 Miliar

  SURABAYA,KORANRAKYAT.COM, -PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2023. Acara tersebut dihelat di Ruang Bromo, bankjatim Kantor Pusat Surabaya pada hari Rabu (7/2). Hadir langsung dalam RUPS tersebut Gubernur...
Ketimpangan Terus Terjadi Di Indonesia, Inilah Komitmen Anies Baswedan!
Last Updated on Feb 04 2024

Ketimpangan Terus Terjadi Di Indonesia, Inilah Komitmen Anies Baswedan!

      JAKARTA,KORANRAKYATCOM - Ketimpangan di Indonesia masih menjadi masalah ekstrim yang sulit untuk diatasi, selain masalah tersebut ada juga masalah yang lain yaitu ketidakadilan dan kesetaraan. Mengenai permasalahan ini, berhasil menjadi sorotan dari Capres Nomor Urut 1 yaitu Anies...
Debat Capres Prabowo Sebut  Indonesia Kurang 140 Ribu Dokter
Last Updated on Feb 04 2024

Debat Capres Prabowo Sebut Indonesia Kurang 140 Ribu Dokter

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Calon Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto sebut  Indonesia kekurangan sebanyak 140.000 dokter. Dia berjanji akan mengatasi persoalan ini jika terpilih menjadi Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.Hal ini disampaikan Prabowo dalam Debat...

World Today

  •  
    Indonesia-Tanzania Sepakat Tingkatkan Kerja



    BOGOR,KORANRAKYAT.COM, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik

     
Monday, 28 November 2016 11:38

Ngeri Bebas Karies Gigi di Indonesia Masih Memprihatinkan

Written by 
Rate this item
(0 votes)
Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk, drg Ratu Mirah Afifah didampingi Dekan FKG, drg R Setyohadi dan Ambassador Pepsodent dan mantan Puteri Indonesia 2004, Artika Sari Devi (fd) Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk, drg Ratu Mirah Afifah didampingi Dekan FKG, drg R Setyohadi dan Ambassador Pepsodent dan mantan Puteri Indonesia 2004, Artika Sari Devi (fd)

Koranrakyat, Malang,

 Angka Bebas Karies Gigi di Indonesia Masih  memprihatinkan  oleh karenanya perlu dilakukan penanganan secara intensip. Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak gigi  .struktur Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang, jika tidak ditangani , penyakit ini dapat menyebabkan nyeri , penanggalan gigi , ingeksi , berbagai kasus berbahaya dan bahkan kematian.

Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk, drg Ratu Mirah Afifah. Kondisi Indonesia untuk mencapai Indonesia Bebas Karies Gigi masih rendah, jauh sekali dari harapan. Target yang ditetap WHO dan FDI pada tahun 2000 adalah 50% anak usia 5-6 tahun harus bebas dari karies gigi.Sayangnya, menurut hasil survey PT Unilever Tbk dan Pengurus Besar PDGI dan Ikatan Profesi Kedokteran Gigi Masyarakat Indonesia pada tahun 2015-2016, hanya 25,6% anak usia 6 tahun dab 42,3% anak usia 12 tahun yang bebas dari karies gigi. “Prevelansi karies gigi pada abn 6 tahyb 74,4% sedang pada usia 12 tahun bergeser menjadi 59,3%. Artinya, ada 73,9% anak usia 6 dan 12 tahun yang memiliki karies gigi tak terawatt.

Penyebab utamanya antara lain kebiasaan menyikat gigi yang kliru, dan tidak kebiasaan mengunjungi dokter gigi secara teratur.“Terbukti masih banyak anak tidak gosok gigi teratur, dan tidak mengunjungi dokter gigi selama 12 bulan terakhir untuk memperoleh perawatan. Biasanya 75% diantaranya hanyak mengunjungi dokter gigi dalan keadaan gigi yang sudah sakit,” tutupnya/ Universitas Brawijaya untuk pertama kalinya bisa mengikuti kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2016. UB sekaligus menjadi tempat penutupan BKGN yang digelar sejak bulan September lalu. BKGN digelar di 21 rumah sakit gigi dan mulut (PSPDG) dan 30 Prodi Pendidikan Dokter Gigi (PDGI) di seluruh Indonesia dan diselenggarakan setiap tahunnya.“Acara ini sudah mengedukasi dan memberikan pelayanan kesehatan gigi ke 60.000 masyarakat di Indonesia melibatkan 6000 tenaga kesehatan gigi dan mulut,” tambah  Mirah Afifah.

BKGN di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UB ini berlangsung tiga hari dari tanggal 26-28 November dan mentargetkan 1000 orang berkunjung dan 600 tenaga kesehatan gigi dan mulut. Ambassador Pepsodent dan mantan Puteri Indonesia 2004, Artika Sari Devi juga ikut meramaikan sekaligus memberikan petunjuk bagi orangtua untuk membiasakan anak mereka rajin gosok gigi sejak dini. Ditambahkan drg Mira, nantinya  hasil penelitian dari Unilever dan PDGI akan di sinergikan dengan Kementerian Kesehatan, sehingga bisa lebih inten penanganannya.

Sakit Gigi Doang Baru Masyarakat Mau Ke dokter   

Sementara Dekan FKG, drg R Setyohadi berharap, acara ini mampu memberikan wawasan pada masyarakat Malang khususnya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.“Jangan malas gosok gigi. Periksakan gigi juga ke dokter gigi secara rutin juga, jangan datang kalau sakit doang ya,” tandasnya.  Ketika sakit gigi, masyarakat umumnya segera menemui dokter gigi berharap masalah gigi mereka selesai saat itu juga. Tak tanggung-tanggung masih banyak pasien yang meminta giginya segera dicabut saat itu juga.Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Brawijaya, drg R Setyohadi, mengatakan, masyarakat Malang misalnya, datang ke dokter gigi selalu dalam keadaan sakit gigi. “Dan saat sakit gigi itu, biasanya, masyarakat minta giginya dicabut saat itu juga. Padahal prosedurnya tidak begitu.

Tidak semua sakit gigi diatasi dengan cabut gigi. Ada perawatan sendiri seperti memberikan antibiotik, tembel gigi, atau perawatan kanal dan syaraf gigi. Cabut gigi juga tidak bisa sembarangan dilakukan orang awam. Ada yang sakit saking sakitnya sudah tidak tahan, malah dicabut sendiri. Resikonya bisa infeksi karena kuman,” paparnya saat ditemui .Meski demikian, rasio pencabutan gigi di Kota Malang menurun dari tahun sebelumnya.

Seyohadi menjelaskan, dalam profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2014, masyarakat Malang memiliki kesadaran yang lumayan baik dalam utilisasi pelayanan kesehatan gigi.“Rasio pencabutan gigi di Kota Malang menurun tahun ini. Rasio pencabutan masih dibawah tambal gigi dan pembersihan karang gigi. Tapi, lagi-lagi saya ingatkan, cabut gigi bukan jalan pintas. Cabut gigi bisa dilakukan bila kondisi gigi tidak tertolong lagi dan harus konsultasi ke dokter gigi,” tandasnya.(fd)

Read 5846 times Last modified on Monday, 28 November 2016 12:06
Login to post comments

Panggung Koruptor

  •