Jakarta,koranrakyat.com- Pemeriksanaan  konten video yang beredar di dunia maya dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Mabes Polri, Senin (24/10)2016.sedang diproses Mabes Polri.

Direktur Tindak Pidana Umum Brigjen Pol Agus Andrianto  ditemui di Mabes Polri di Gambir, Jakarta Pusat Pusat , Senin (24/10) 2016 mengatakan, pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok fokus pada konten video yang beredar di dunia maya.Video tersebut menampilkan pernyataan Ahok mengutip surat Al Maidah ayat 51 di hadapan warga Pulau Seribu."Ini video berdurasi seperti ini, Ahok apa benar ngomong ? Kemudian transkripnya dan komentar-komentarnya seperti ini, benar tidak?" ujarnya.

Selanjutnya, Agus menandaskan Ahok pun menjelaskan apa yang terjadi di Pulau Seribu saat itu dan menyampaikan maksud pernyataannya. Kedatangan Ahok di Bareskrim Polri merupakan inisiatif sendiri. " Ahok berkoordinasi dengan penyelidik untuk mengklarifikasi laporan yang menyangkut dirinya. Namun Agus  enggan mengungkap detil apa yang disampaikan Ahok dalam pemeriksaan.Itu kan materi penyelidikan," tegasnya.

Untuk itu,Agus menjelaskan sejauh ini, penyelidik telah memintai keterangan sembilan orang yang terdiri dari warga Pulau Seribu, pengunggah video, dan staf Ahok.Rencananya, pekan ini polisi meminta keterangan para ahli untuk menilai apakah pernyataan Ahok termasuk dalam penistaan agama."Kami agendakan minggu ini kami periksa orang yang punya kapasitas tentang bahasa, kemudian ahli agama, dan ahli pidana," jelasnya.

Polisi telah menerima delapan laporan masyarakat terhadap Ahok yang tersebar di beberapa tempat.Seluruh laporan itu ditangani oleh Bareskrim Polri. Video tersebut pertama kali diunggah oleh pemilik akun Facebook Buni Yani.Polisi menduga, bisa saja tayangan yang diunggah itu tidak utuh. Hal itu karena bermunculan berbagai pemahaman masyarakat mengenai ucapan Ahok.

Oleh karena itu, polisi akan mendatangkan ahli untuk melihat konten secara utuh dan menemukan apakah ada indikasi penistaan agama dalam tayangan itu.

Polisi juga telah memeriksa konten video tersebut di pusat laboratorium forensik Polri.(vk)

Tuesday, 25 October 2016 01:56

Pengamanan Pilkada Serentak Dipersiapkan Secara Matang

Written by
 

Jakarta,koranrakyat.com- Penanganan pengamanan Pemilu terus dipersiapkan secara matang. Itu juga dipertimbangkan bertindak dan mengatasi buruh ada secara baik melaui komunikasi secara,cermat. Juga ada persiapan personil dari Mabes Polri memback up di Kewilayahan.

Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Senin (24/10)2016 mengatakan  latihan pra operasi terkait dengan cara-cara bertindak kita dan langkah-langkah harus dilakukan  dalam menghadapi satu kejadian-kejadian disamping itu juga tentu komunikasi  yang disebut tokoh masyarakat yang disebut mereka yang pemilik masa yang disebut Parpol itu menjadi bagian dari  koordinasi kita bahkan kita menempatkan personil-personil kita official di masing-masing partai itu supaya apa bisa menjadi kecepatan berkomunikasi misalnya kebutuhan parpol itu terkait dengan pasangan calonnya apa tentu ini menjadi komunikasi apa. "Kemudian tentu kita juga , kalau didaerah-daerah kita melakukan sambal ini bagian dari upaya-upaya kita. Mereka yang dibilang tokoh-tokoh informal tentu menjadi sasaran kita untuk melakukan katakan mereka untuk menjaga ketertiban-ketertiban ," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan kemudian kita melakukan kontigensi dengan latihan-latihan , misalnya kontingensi begini kontingensi situasi yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan bertindak. "Misalnya menjadi huruhara disatu tempat itu harus bisa dipastikan huruhara tidak meluas yang dilakukan adalah melokalisir dan melakukan upaya-upaya  reduksi-reduksi kerusakan itu adalah bagian dari tindakan-tindakan kontingensi dan ini perlu latihan," tegasnya.

Untuk itu, Martinus menjelaskan Ketiga dalam melakukan pengamanan kita kan adalah namanya girkan intellegent perkiraan intelegent ini diperoleh dari penyidikan-penyidikan melalui komunikasi-komunikasi , melalui komunikasi-komunikasi pemberitaan di media cetak, media online,media sosial itu di monitoring dalam kaitan untuk membuat satu perkiraan keadaan situasinya. "Jadi tiga hal itu yang dilakukan. Pertama secara intelegent  melakukan pengumpulan keterangan yang dilakukan komunikasi dan monitoring terhadap beberapa media. Kemudian dilakukan upaya-upaya komunikasi dengan mereka sebutkan tokoh informal, tokoh masyarakat,kotor partai, kuemudian kita tempat tokoh informal itu  di Partai-partai calon sebagai person mencapai apa saja yang menjadi bahan kebutuhan. Ketiga kita melakukan latihan-latihan termasuk disitu dengan menghadapi kontingensi itu persiapan kita," jelasnya. 

Menyinggung jumlah personil, Martinus menandaskan jumlah personil dan yang penting bagaimana pengamanan itu berlangsung.Ini operasinya adalah operasi kepolisian kewilayahan bukan operasi kepolisian pusat. Nah kita ini dalam hal ini Mabes Polri kita sebut pusat melakukan asistensi terhadap kewilayahan-kewilayahan misalnya mereka butuh dan kurang berapa kita kirim." Butuh personil kita kirim dan peralatan kita kirim. Mereka butuh misalnya alat-alat tameng alat-alat buruh ada kita kirim itu fungsi pusat. Apakah pusat mengendalikan cara bertindak nya, menentukan target operasinya bukan jumlahnya  itu wilayah," tandasnya.

Seiring dengan itu, Martinus  menandaskan Kekurangan kita lakukan. "Kita itu mengirim sebanyak jumlah kekuatan untuk ditingkat Provinsi kita kirim 38.037 Personil. Kalau langsung ke wilayah 33.750 Personil. Ini sesuai dengan permintaan personil berapa," tandasnya. (vk)

Friday, 21 October 2016 09:30

JK: Singgung Sara Nasib Ahok Bisa Mirip Trump

Written by

Jakarta,koranrakyat.com,-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap setiap calon gubernur DKI Jakarta tidak lagi menyinggung soal agama yang berujung pada sentimen SARA. Kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), JK meminta untuk lebih menjaga omongannya.

"Harus dijaga ini. Tidak boleh karena SARA, tapi jangan juga asal ngomong, asal tuduh. Untuk supaya itu tenangi, saya minta agar tenang, semua orang dua-dua harus jaga ini," ujar Wapres JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016).

JK mengatakan, banyak kasus yang memancing masyarakat menjadi SARA, akan tetapi banyak kasus yang juga memancing orang untuk berbicara SARA. Jika seandainya sebuah diskusi menyinggung soal SARA, maka sebaiknya diutarakan di dalam lingkungan terbatas. JK mencontohkan fenomena ini seperti dengan kondisi capres Amerika Serikat asal Partai Republik Donald Trump.

"Orang tidak memilih Trump bukan karena orang tidak suka Republik, tapi karena Trump ngomongnya terlalu macam-macam, banyak kasus sebenarnya memancing orang untuk bicara SARA, jangan pula memancing orang bicara SARA," terangnya.

Soal kasus Al Maidah yang dilontarkan Ahok, JK menilai perkataan Ahok bukan pada ayat yang diutarakannya tetapi kata 'bohong' yang diucapkannya. " Jadi bukan soal agama, ini etika, etika, jadi ya, mulut mu harimau mu, itu saja masalahnya," tegas JK soal kasus Ahok itu.

Selama ini, toleransi beragama di Indonesia berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Teras Narang menjadi Gubernur Kalimantan Tengah. Padahal 50 persen pemilih di wilayah itu berpenduduk muslim. Tidak hanya itu, JK mencontohkan Sumatera Utara juga pernah dipimpin oleh gubernur yang beragama nasrani.

Menurutnya, persoalan isu agama tidak perlu dibawa hingga ke dalam bentuk pemilihan politik. Apalagi hingga membawa dasar negara yaitu Pancasila. JK tidak mempersoalkan siapa yang akhirnya menjadi pemimpin kelak, asal seorang pemimpin harus dapat menjaga etika.

"Jangan mengatakan kalau mayoritas itu tidak dipilih, Pancasila tidak lengkap, bukan, salah itu. Berarti sekarang kita tidak Pancasila Indonesia ini, begitu Anda mau? Karena presidennya bukan non- Islam maka tidak Pancasilais? Saya tersingung!" tegas JK.

"Jadi toleransi itu harus kedua belah pihak, toleransi yang mayoritas, tapi yang minoritas juga harus toleran, dua-dua, jangan satu pihak, dua-dua harus toleran, itu harus dipahami begitu supaya kehidupan beragama yang harmonis terjadi," sambungnya. (as)

Thursday, 20 October 2016 09:53

Sekitar 5.410 Personel Polri Amankan Pilkada Serentak

Written by
Jakarta,koranrakyat.com-Mengantisipasi keamanan secara keseluruhan hingga kini , kepolisian mengerahkan  perhatian yang besar pada pemilihan kepala daerah serentak Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar Ditemui di Mabes Polri , Kamis (20/10) 2016 
Perhatian diberikan, terutama di masa kampanye yang dianggap rawan tindakan melawan hukum dan konflik masyarakat."Pada umumnya kekuatan besar ada di masa kampanye. Itu bisa separuh kekuatan dilibatkan dalam pengamanan," ujarnya. Selanjutnya, Boy menegaskan masa kampanye akan dimulai 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2016. Masing-masing daerah telah mempersiapkan jadwal kampanye yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum. "Jadwal tersebut menjadi rujukan Polri untuk melakukan pengamanan. Sementara untuk hari H pemilihan umum, polisi akan mengerahkan dua pertiga personel dari masing-masing unit kepolisian," tegasnya.


Untuk itu, Boy menjelaskan kekuatan personel yang terlibat dalam pelaksanaan pilkada mulai dari kampanye hingga hari pemilihan yaitu 71.983 personel."Kemudian ada perbantuan dari Brimob yang dipersiapkan Mabes Polri sebanyak 5.410 personel," jelasnya.

Lebih lanjut, Boy merincinya Kepolisian pun memetakan tingkat kerawanan masing-masing daerah. Perhitungan tersebut akan menentukan berapa personel yang akan diturunkan di maaing-masing tempat pemungutan suara. "Untuk satu TPS khusus, pengamanan dilakukan oleh dua petugas polisi dan satu petugas perlindungan masyarakat.
Sementara untuk TPS di daerah aman, diturunkan 20 petugas polisi dan 10 petugas perlindungan maayarakat untuk menjaga lima TPS," rincinya.

Sesuai perkembangan, Boy menandaskan sebanyak 20 polisi tersebut akanmobile untuk berpatroli di wilayah sekitar. Sementara di daerah rawan, akan ditempatkan dua polisi dan dua petugas perlindungan masyarakat untuk mengamankan dua TPS."Status rawan ditentukan oleh para kapolres, menganalisis sendiri. Mereka melakukan upayamapping kerawanan di daerah masing-masing, kemudian mereka menentukan pola-pola itu," tegasnya.

Jadi, Boy menambahkan sementara itu, untuk penjagaan di kantor KPU, disiagakan 30 personel untuk KPU Kabupaten dan 100 personel untuk KPU Provinsi. "Namun, sewaktu-waktu personel tambahan akan diluncurkan jika dalam keadaan mendesak," tambahnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

.

Wednesday, 19 October 2016 12:27

Kapolri Bantah Kerahkan Masyarakat Untuk Dukung Ahok

Written by

Jakarta,koranrakyat.com – Adanya  informasi Hoax Berkaitan dengan pemberitaan soal perintah kepada jajaran kepolisian terkait Pilkada DKI Jakarta  yang tidak benar.Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri, Rabu (19/10)2016 menegaskan, pemberitaan soal perintah kepada jajaran kepolisian terkait Pilkada DKI Jakarta tidak benar.
Ia meminta masyarakat untuk memilah informasi untuk diyakini kebenarannya."Saya sudah jelas menyampaikan bahwa semuanya enggak benar, sumber juga enggak jelas. Jadi saya minta untuk tidak dipercaya," tegasnya.

Selanjutnya, Tito menjelaskan ada dua pemberitaan hoax yang dibantah kebenarannya oleh Kapolri."Pertama, yaitu tayangan slide showyang menunjukkan adanya instruksi Kapolri antara lain untuk mengerahkan tokoh masyarakat dan agama untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilkada 2017.Kedua, yakni berita yang menyebutkan Kapolri memerintahkan Bareskrim Polri untuk memeriksa mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, karena menuding Presiden Joko Widodo melindungi Ahok," jelasnya.

Untuk itu,Tito menandaskan saat ini, tim Cyber Crime Bareskrim Polri tengah melacak siapa pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran informasi itu.Sejauh ini, kata dia, ada satu situs yang diduga pertama kali menayangkan berita itu."Soal Pak Amien Rais itu juga dari medsos (media sosial) yang juga enggak jelas. Kami lagi lacak ini dari siapa," tandasnya.

 

Lebih jauh, Tito merincinya Penyebar pemberitaan tidak benar itu diancam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Seiring dengan itu ,Ia menduga, penyebar berita itu sengaja untuk membentuk persepsi buruk terhadap Polri."Mungkin sengaja ingin menyudutkan mungkin, saya kurang tahu ya,"rincinya.(vk)

Jakarta,koranrakyat.com, Artis Sophia Latjuba didapuk sebagai Jubir tim pemenangan Ahok- Djarot Saiful Hidayat.

"Dia (Sophia) itu pengurus partai. Kebetulan dia perempuan, aktivis, dan kandidat S2 lho," kata Bestari,

di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/10) 2016.Dikatakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW

Partai Nasdem DKI Jakarta, Bestari Barus,dianggap  cukup tepat.Kalau diliat dari  latar belakang pendidikan

dan pengalamanya.Dikatakan juga  Partai Nasdem sebagai salah satu partai politik pengusung Ahok-Djarot,

mengajukan tiga nama kadernya untuk menjadi juru bicara.

Selain Sophia, Bestari dan Taufik Basari juga menjadi juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot dari Partai Nasdem.

Dia mengatakan, tiga partai politik pengusung lainnya juga memasukkan nama kader mereka masing-masing.Selain Nasdem,

partai politik pengusung Ahok-Djarot adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Hanura, dan Partai Golkar.

"Juru bicara ini kan segmennya berbeda-beda. Ada segmen politik, segmen ekonomi, pekerja seni

segala macam, saya rasa itu. Jadi masing-masing segmen saja," kata Bestari.

Adapun Tim Pemenangan Ahok-Djarot dipimpin oleh Sekretaris DPD PDI-P DKI Jakarta sekaligus

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. Kemudian Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot

dijabat oleh kader Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily.

Tokoh lain yang juga menjadi juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot adalahAhmad Basarah,

Komaruddin Watubun, Eriko Sotarduga, Syarifuddin Sudding, Miryam Yani, Very Younevil,

Dr Donny Tjahja Rimbawan, Ansy Lema, Raja Juli Antoni, Nevi Ervina, Ruhut Sitompul, dan Jerry Sambuaga.(as)

 

Sunday, 02 October 2016 05:30

SBY Nyanyi di HI untuk Agus Yudhoyono

Written by

Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono mengaku bersyukur dapat kembali melakukan aktivitas berolahraga di tengah masyarakat. Sebab, sejak menjadi komandan batalyon, Agus sangat jarang dapat melakukan lari pagi di acara Car Free Day (Hari Bebas Kendaraan).

"Sekarang, Alhamdulillah bisa bergabung lagi dengan warga DKI," kata Agus di lokasi acara ‘Tjanting Fun Run 5 K’, Jakarta, Minggu 2 Oktober 2016. 

Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mengatakan, kegiatan lari pagi ini bukan sekadar kampanye. Menurutnya, olahraga lari seperti ini untuk menjaga kebugaran fisiknya. 

"Ya, tentu bukan hanya karena kampanye, tetapi saya ingin menjaga kesehatan. Dengan cara berlari olahraga murah meriah, bisa di mana saja dan bisa ramai-ramai seperti ini," kata Agus.

Agus tiba di lapangan selatan Gelora Bung Karno (GBK) pada pukul 06.00 WIB, Sekitar 30 menit kemudian, dia memulai lari dengan komunitas Runners.

Suami Annisa Pohan itu berlari sejauh lima kilometer dengan rute Jalan Sudirman depan Plaza Selatan- Jembatan Semanggi-Bundaran Senayan-STC Mall- FX Sudirman.

Kegiatan lari tersebut, sekaligus untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober.

Sementara Susilo Bambang Yudhoyono berhasil membuat heboh warga Jakarta di arena Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Minggu pagi, 2 Oktober 2016. Setelah menyapa warga Jakarta, SBY langsung menuju pusat perbelanjaan Sarinah.

SBY menunggu putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono yang sedang melakukan kegiatan lari pagi bersama warga Jakarta. Dalam kesempatan itu, ketika Agus hampir sampai di lokasi, SBY menyumbangkan suara emasnya.

SBY menyanyikan lagu yang dipopulerkan grup band Jamrud. Lagu yang berjudul 'Pelangi di Matamu' itu dibawakan SBY di hadapan para warga Jakarta, yang saat itu sedang berjalan santai dan berolahraga. Sang istri, Ani Yudhoyono juga terlihat ikut menemani SBY saat bernyanyi.

Sejumlah elite Partai Demokrat turut mendampingi SBY saat bernyanyi. Apa yang dilakukan SBY tersebut, pun menarik perhatian para warga. Tak lama SBY bernyanyi, pusat perbelanjaan Sarinah dipadati warga.

 

Saat lagu memasuki reff, Agus langsung tiba di lokasi, dan mendatangi sang ayah. Suara teriakan penonton membuat ramai peristiwa yang dibuat oleh keluarga Yudhoyono tersebut. Agus terus berada di samping SBY sampai lagu selesai dinyanyikan.(as)

Saturday, 24 September 2016 14:06

Tiga Cagub Jalani Tes Kejiwaan Di RS AL

Written by

Jakarta,koranrakyat.com.-Tiga pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) Jakarta periode 2017-2022 yang telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, akan menjalani tes psikologi pada Minggu (25/9), di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (AL) Mintoharjo.

Psikotes ini merupakan salah satu rangkaian tes yang harus dijalani oleh para pasangan cagub-cawagub. Selain tes kejiwaan, para paslon juga akan menjalani tes kesehatan dan tes narkoba.

"Untuk psikotes besok, juga wawancara, di jam yang sama," ujar Kepala Sub Dinas Penerangan Letkol Heddy Sakti, di RS Mintoharjo, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9).

Sekedar informasi, dua pasangan saat ini sedang menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Jakarta Pusat.

Pasangan tersebut yakni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama wakilnya Djarot Saiful Hidayat datang sekira pada pukul 06.30 WIB disusul oleh pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sekira 06.45 WIB.


Sementara itu, untuk paslon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan menjalani test kesehatan pada siang nanti sekira pukul 13.00 WIB.(as)

 

 

Saturday, 24 September 2016 06:15

Tiga Calon Gub Jatim Adakan Tes Kesehatan di RS AL

Written by

Jakarta,koranrakyat.com,- Tiga pasangan Cagubernur DKI Jakarta  menjalani tes kesehatan Tiga pasangan itu adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.Pemeriksaan kesehatan merupakan syarat untuk mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017. termasuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tampak berbeda dari biasanya, Sabtu (24/9/2016) pagi. Ahok  lebih banyak puasa bicara.

Sedari turun dari mobilnya untuk pemeriksaan kesehatan di RSAL Mintohardjo, Jakarta, Ahok lebih banyak melempar senyum dan melambaikan tangan.

Ahok dan pasangannya, Djarot Saiful Hidayat  menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta.

Ahok mulai buka suara saat sudah memakai seragam untuk pemeriksaan. Keluar bersama dengan Djarot, awalnya Ahok hanya melempar senyum dan melambaikan tangan.

Saat akan masuk lagi ke ruang pemeriksaan, Ahok terlihat membalikan badan dan mengatakan sesuatu.

"Puasa ngomong," kata Ahok saat ditanya apakah berpuasa sebelum pemeriksaan kesehatan.

 

Rencananya, tiga pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017, akan diperiksa kesehatannya di RS Mintohardjo, Sabtu ini.(as)

 

 

 

 

Saturday, 24 September 2016 04:22

Jelang Pilkada Kapolri Antisipasi Kerawanan

Written by

 

 

Jakarta,koranrakyat.com.Pilkada yang sedianya digelar 2017  terus bergulir sesuai tahapan baik Gubernur, Walikota dan Bupati pemetaan kerawanan terus berjalan. Selain penetapan kerawanan juga Aceh jadi perhatian..

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Sertijab Kapolda Metro Jaya, Jumat (23/9)2016 mengatakan untuk  pemetaan daerah rawan
Pengamanan Pilkada sudah ada pemetaan daerah rawan Aceh dalam kategori kami masuk kepada relatif rawan."Persiapan di Aceh,Kita sudah ada Matapraja 2016. Ada konsep operasinya sudah kita bekerjasama dengan instansi terkait, KPU, panwaslu, TNI dan instansi lain," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan di sana cukup banyak paslon dan daerah itu adalah daerah yang ada konflik, potensi konflik otomatis kita akan memberikan pengamanan ekstra di sana."Disamping itu ya Jakarta. Saya berharap Jakarta saya minta semua pihak untuk menjadi barometer untuk pemilu yang demokratis di Indonesia.," tegasnya.

Tito menandaskan Kalau Jakarta ini demokratis maka otomatis menjadi etalase bagi yang lain. "Saya sangat mendorong semua pihak dan stakeholder mulai dari KPU, Panwaslu, para paslon, aparat keamanan, media dan masyarakat mendorong dan mendukung demokrasi yang betul-betul sehat di Jakarta. Kita sudah hampir 18 tahun berdemokrasi di era reformasi ini. Kita tunjukkan di Jakarta bahwa kita mampu berdemokrasi secara sehat.," tandasnya.

Jadi, Tito menambahkan Jangan gunakan cara-cara menghalalkan segala cara ya ." Termasuk kekerasan dll. Tidak perlu juga ada isu-isu yang black campaign seperti masalah suku, agama, ras dll. Kita semua sama. Kita adalah masyarakat yang berdemokrasi dan egaliter. Siapapun memiliki kesempatan yang sama sebagai WNI untuk mengajukan dirinya. Tolong masalah isu-isu yang sensitif enggak usah diangkat. Lebih baik lihat calon berdasarkan kinerjanya," tambahnya.(vk)

Tuesday, 30 August 2016 02:18

Ketua Parfi AA Gatot Brajamusti Ditangkap Diduga Nyabu

Written by

 

Jakarta, koranrakyat.com-Polri  menangkap tangan Gatot Brajamusti(GB) dan DA dan 6 orang lainnya di salah satu hotel di kawasan Mataram, NTB. Dari hasil penggerebekan ditemui shabu-shabu dan alat perlengkapannya. Seiring penelusuran juga dilakukan penggeledahan di rumahnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Pol Agus Riyanto ditemui di Mabes Polri, Senin (29/8)2016 mengatakan memang   betul sekitar pukul 23.00 salah satu hotel di Wilayah Mataram itu dilaksanakan penangkapan terhadap beberapa orang, dua diantaranya inisial GB laki-laki dan Wanita DA kebetulan kedua ini suami istri dan beberapa orang lainnya didapat dilokasi tersebut. "Hasil penangkapan tersebut kita menemukan barang bukti ada beberapa diantaranya ada satu plastik yang diduga berisi sahbu kemudian ada alat pengisap ada juga istilah pipet peralatan yang dipergunakan untuk mengkonsumsi narkoba dan sejumlah uang yang juga Handphone" ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan ini ditemukan pada diri GB dan DA . Masing-masing kita temukan beberapa jenis benda tersebut. "Kemudian atas informasi yang didapat teman-teman di Mataram dilakukan penggeledahan di kediaman bersangkutan  di Daerah Kebayoran Lama.Disana kembali ditemukan beberapa barang bukti perlengkapan untuk mengkonsumsi narkoba ,kemudian ada beberapa jenis senjata api dan kemudian disana ditemukan  satu hewan yang sudah diobset hewan dan ada satu lagi sejenis burung elang masih dalam kondisi hidup.," tegasnya.

Untuk itu, Agus menjelaskan nah ini dilakukan penyitaan terhadap bukti yang kita temukan di kediaman yang bersangkutan untuk ditangani lebih lanjut." Untuk penangkapan di Wilayah NTB masih ditangani oleh Polres Mataram. Sementara untuk terkait dengan barang bukti di Senjata  Api dan amunisi itu ditangani Polda Metro dalam hal ini Krimum sedangkan yang terkait dengan satwa ditangani juga kejadian kita temukan beberapa benda digunakan untuk mengkonsumsi mengunakan narkoba ditangani Polres Selatan," jelasnya.

Lebih jauh , Agus merincinya ada beberapa kesatuan kepolisian dalam hal ini sampai saat ini masih kita lakukan intensif terhadap mereka- mereka duduga terkait juga kita masih konfirmasi lanjut dengan pemeriksaan test urin yang dilakukan di NTB terhadap mereka- mereka dilakukan penangkapan tadi malam."Informasi terakhir kita dapat yang dilakukan terhadap GB dan kawan-kawan ,"rinciannya.

Sesuai pendalaman, Agus membeberkan di salah satu kamar hotel yang ada di Mataram, Nusa Tenggara Barat.Itu tergantung nanti pemeriksaan yang dilakukan disana. "Untuk informasi sementara pemeriksaan urin dari orang yang diminta keterangan itu 6 orang yang sudah positif mengandung anpitamin kita kembali siapa-siapa saja dan data-datanya belum datail. Ada 8 orang," bebernya.

Hingga kini, Agus menandaskan dari 8 orang ini temuan barang bukti GB dan DA .Baru tadi pagi kita periksa intensif. "Masih perlu waktu apakah membeli disana atau bawa ini kita konfirmasi lebih lanjut dengan teman-teman penyidik. Pada saat dilakukan penangkapan ditemukan pada mereka barang- barang tersebut," tandasnya

Menyinggung apa jadi target, Agus mengakui kita kecuali pada orang tertentu terindikasi. Kepada yang lainnya tentunya berdasarkan penyelidikan . Masih yang kita dapat, kita perlu pembuktian yang seperti itu Jadi apakah menjadi target operasi apakah tidak tidak bisa di sama rayakan setiap. "Kita berbekal informasi itu yang kita lakukan tindakan atau penegakan hukum mereka yang kita dapatkan informasi,"akunya.

Mengenai ancaman,Agus mengungkapkan karena tindak pidananya beda-beda dan yang menyidik juga berbeda. Sehingga dilihat Undang-undang yang diterapkan di Mataram disangka dengan pasal 112 dan pasal 127 Ayat 1 huruf A Undang-undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Kalau dilihat ancaman hukumannya kalau yang pasal 112 itu 4 sampai 12 tahun dendanya 8 juta sampai 8 Miliar. Kemudian untuk pasal 127 itu 8 tahun kalau di Mataram," ungkapnya.

Dari data yang ada, Agus lebih merinci sedangkan apabila terkait dengan kasus penyalagunaan ataupun kepemilikan amunisi hingga tahap amunisi No.12 tahun 1951 undang-undang Darurat ancaman hukumannya bisa seumur hidup , bisa 12 hingga 15 tahun. Memang benda-benda ini kan sangat berbahaya kami akan telusuri untuk apakah yang bersangkutan surat ijin kepemilikan ." Tentunya ini perlu penelusuran. Terkait masalah Satwa itu dikenakan pasal 21 a dan b itu pasal 40 Undang-Undang No.5 tahun 1990 tentang konservasi sumber Alam hayati dan ekosistemnya. Ancaman hukumannya berkisar 5 tahun dan denda sampai Rp 100 Juta.  Jadi masing-masing undang-undang punya ancaman Undang-undang,tungkasnya.

Jadi, Agus menambahkan tetapi penerapan hukum yang bersangkutan melalui proses yang sedang berjalan. Ini kan prosesnya baru 1 hari ditangani. Kita lihat saja sampai penanganan kasus ini. Bisa di tuntas.

 

"Kita lihat nanti seperti apa. Mungkin mempermudah karena ini menyangkut beberapa mungkin bisa Mabes Polri. Apa bila disana memungkinkan karena menyangkut berbeda kasus Polri kan akan berbeda-beda juga. Masing direktorat punya dan ada  glok. Ada akronim, ada beberapa jenis amunisi yang kita temukan saat ini penggeledahan .Bronim 765 amunisi. Ulter 1 buah,Blok 1 buah. Jadi ada dua senjata api.," tambahnya.( vk)

Jakarta,koranrakyat.com,-Sophia  Latjuba mengeluhkan pengoperasian Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Kekecewaan itu Sophia tuangkan dalam akun Instagram miliknya.Ibu dua anak ini kecewa dengan pelayanan, maupun kondisi Terminal 3 yang baru dioperasikan pada 9 Agustus lalu. Salah satu yang Sophia soroti adalah keadaan toilet di T3.

Kekasih Ariel Noah ini mengunggah foto keadaan toilet yang hendak ia pakai. "Dear Angkasa Pura, Ini adalah toilet baru di terminal baru, joroknya luar biasa, toilet-toiletnya tidak bisa di-flush," tulis Sophia dalam caption fotonya. Hal lain yang dikeluhkan Sophia adalah, banjir di lokasi terminal serta lamanya pengambilan bagasi."Banjir di luar terminal maupun di dalam. Tunggu bagasi lebih dari dua jam. Lumayan anarkis lalu lintas manusia di luar," keluhnya."Kalau Terminal 3 belum siap beroperasi, jangan dibuka dulu dong. Jangan merugikan penumpang," tandas Sophia.(an)

Surabaya,Koranrakyat.com,-Salah satu film yang akan dirilis pada Lebaran adalah Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea. Film ini menampilkan Morgan Oey, Bunga Citra Lestari danGiring Nidji sebagai pemain utama. Bermain bersama Giring, diputar di Bioskop 21 Royal Plaza. Membuat kesan tersendiri bagi pengunjungnya.Sabtu (2/7) 2016

Para penonton berebut foto dengan para artis termasuk Moergan Oey asal Korea serta sejumlah artis  hadir dalam film Jilbab Traveler. Menurutnya, sosok Giring di film ini berbeda jauh dari kehidupan sehari-hari. Lebih dewasa dan bertalenta. Padahal Giring mengaku sempat kebingungan di awal-awal reading film tersebut.

"Surprise juga sih ngeliat karakter wise nya Ilhan diperankan sama Giring. Kalian enggak akan percaya, beda banget pokoknya. Lihat saja nanti," ucap Morgan Oey, di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Morgan mengatakan, secara kebetulan mayoritas pemain di film ini berlatar belakang penyanyi. Namun, semuanya tetap memberikan porsi akting yang pas, dan membuat film yang diadaptasi dari novel karya Asma Nadia ini terasa hidup.

"To be honest, hampir semua pemainnya itu penyanyi, BCL, Giring Nidji, saya juga dulu member SM*SH. Ada Ringgo dan bunda Dewi Yull. Surprisingly kita bisa lakukan part kita dengan baik," ujar Morgan.

Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea, dibintangi oleh Bunga Citra Lestari, Morgan Oey, Giring Ganesha (Nidji), Indra Bekti, Dewi Yull, Ringgo Agus Rahman, dan masih banyak pemain lainnya. Jilbab Traveler yang disutradarai Guntur Soeharjanto ini akan rilis pada Lebaran tahun ini, tepatnya pada 5 Juli 2016.(an)

 

                                                                                                                                                                                

Tuesday, 07 June 2016 17:24

Ramadhan Opik Luncurkan Sang Maha Cahaya

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com,-Jelang datangnya bulan Ramadan tahun ini, Opick merilis album ke-12nya yang berjudul SANG MAHA CAHAYA. Seperti album-album sebelumnya yang bernafaskan religi, rilisan ini juga siap membuat para pendengar teduh-teduh dengan lirik-lirik yang Islami. Opick menjelaskan bahwa albumnya kali ini adalah buah perenungannya selama setahun belakangan. Pengalaman-pengalaman berkesannya yang ia rasakan dan juga nasihat dari guru spritual dirangkai menjadi lirik-lirik yang siap menyentuh hati."Ini album terbaru saya berisi 10 lagu yang jadi perenungan saya setahun ini.

Saya tuliskan apa yang saya rasa dengar lihat juga dari nasihat guru saya tulis. Alhamdulillah jadi ini wujudnya, SANG MAHA CAHAYA. Semoga jadi obat hati bagi yang galau," ucapnya saat launching di Auditorium Abdul Rahman Saleh, RRI, Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/6)."Bagi yang sakit hati dalam album ini bisa dapat pencerahan. Alangkah dekatnya Allah dengan kita semua, dengan duka derita yang kita alami dalam hidup kita. Ini agak mellow,

 

cuma saya bener-bener puas dengan hasilnya," lanjut pria berusia 42 tahun ini mengenai detail dari albumnya.Ketika ditanya apa sih pesan dari album-nya kali ini, Opick pun menjawabnya dengan singkat. "Apapun yang kita jalani, siapa yang menemukan Allah di ujungnya akan bahagia," katanya.Danti perwakilan pihak Forte Record yang menjadi label Opick mengungkapkan bahwa kedua belah pihak sudah tahu sifat masing-masing. Sudah 12 tahun berjalan bersama dan album ini menjadi lanjutan kerjasama baik mereka."Dua belas tahun sama-sama udah tahu sifat masing-masing. Pasti tiap tahun berkarya, tidak pernah putus kreatifitasnya. Jadi Forte terus mendukung. Mudah-mudahan sampai bertahun-tahun ke depan," ucap Danti. {ar}

.

Saturday, 04 June 2016 04:41

Marrisa Nasution Enggan Berlamaan Galau

Written by

 Jakarta,Koranrakyat,com, - Menghadapi perceraian pasti bukan masalah gampang untuk Marissa Nasution. Tapi Marissa juga tak mau terus larut dengan rasa sedih atau pun galau. 

Perempuan berdarah Medan dan Jerman itu mengaku saat ini banyak orang-orang yang mendukung untuk bisa melewati masalah rumah tangganya. Ia merasa bahwa saat ini memang ada jalan hidup yang harus dilewatinya. 

"Kalau aku pribadi untungnya aku lagi sangat urus bisnis, banyak traveling lebih banyak menghabiskan waktu bersama adik di Bali. Sahabat support semua karena sudah lama juga sih," ungkap Marissa saat ditemui di Senayan City, Jakarta Selatan pada Jumat (3/6/2016). 

"It's fine bukan trauma. Untuk bercerai sebuah hal yang butuh kekuatan bukan karena wanita nggak bisa mengmbil keputusan," sambungnya. 

Marissa juga mengakui hubungannya dengan mantan suami, Warren Conrad masih berjalan dengan baik. Bahkan komunikasi antara mereka masih berjalan meski sudah tak lagi jadi suami dan istri. 

"Namanya mantan. So far thanks god semua lancar. Kalau ketemu by excident kita ngobrol nggak ada rasa dendam atau apa. Namanya juga masih menjalani emotional heart," jelasnya. 

Marissa resmi dinikahi Warren sejak 23 Agustus 2014 lalu. Belum genap dua tahun menikah, Marissa ternyata sudah resmi bercerai dengan Warren sejak awal tahun ini. 

Marissa mengaku, ia yang mengajukan perceraian kepada Warren. Proses perceraian mereka pun terjadi bukan di Indonesia tapi di Australia. (sym)

 

 

 

 

 

 

 

Page 8 of 10

Panggung Koruptor

  •  

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,_Rabu 27 April 2022 bertempat di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta,

     
  •  

     

    JAKARTA.KORANRAKYAT.COM,, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang

     
  •  

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) sikat Habis mafia tanah

     
  •  

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM,- Jaksa Agung RI mengapresiasi Tim Gabungan yaitu Tim Jaksa Eksekutor