Tuesday, 05 September 2017 15:24

Kapolri Sudah Larang Aris Ke Dewan Dan Polisi Janji Tak Akan Ikut Campur Urusan Penyidik KPK

Written by 
Rate this item
(0 votes)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  - Polri janji tak akan campuri urusan salin lapor Novel Baswedan dengan penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Brigjen Pol Aris Budiman. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri, Selasa(5/9)2017  mengatakan, pihaknya tidak ingin mencampuri permasalahan di internal KPK terkait Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman.Ia mengaku tak sempat berkomunikasi dengan Aris terkait kehadiran di rapat dengar pendapat dengan Pansus Hak Angket di DPR RI."Dengan adanya dia datang ke pansus bahwa dia melihat sesuatu, dia berani tanpa ada ijin dari pimpinan KPK, maupun dari Kapolri," ujarnya

         Selanujut Tito menegaskan saat polemik itu terjadi, ia tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci. Yang diketuai dari Wakil Kapolri Komjen Pol Syafruddin bahwa Polri telah berupaya mencegah Aris menemui Pansus.
"Wakapolri beri arahan ke Polda Metro Jaya untuk menahan dia supaya tidak berangkat ke Pansus," tegasnya.

          Tito menjelaskan Aris tetap berangkat dan siap menanggung segala risiko. Itu dilakukan karena Aris  tak ingin menunggu terlalu lama karena hal tersebut telah menyangkut prinsip. Disebutkan Aris disebut menemui anggota Komisi III DPR sekaligus menerima uang Rp 2 miliar terkait pengusutan kasus e-KTP. Hal itu terungkap dari sebuah rekaman video pemeriksaan mantan anggota Komisi II DPR RI Miryam S Haryani yang diputar saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta."Saya hormat, tapi kali ini hanya saya yang bisa membersihkan nama saya sendiri". Itu pendapat dia," jelasnya.

Lebih jauh, Tito mengakui mengenal Aris sebagai sosok yang low profile, pekerja keras dan jujur."Dia pegang prinsip sangat loyal ke atas, loyal ke samping, loyal ke bawah," akunya.  Aris sebelumnya tidak mematuhi arahan pimpinan KPK agar tak menghadiri Pansus Angket KPK. Pasalnya, KPK menganggap Pansus ilegal.

 

Dalam rapat bersama Pansus, Aris menyampaikan berbagai hal yang terjadi di dalam KPK. Aris mengakui adanya dua faksi dalam tubuh penyidik. Dua faksi tersebut, yakni penyidik yang berasal dari Polri dan juga penyidik internal KPK. Menurut dia, friksi tersebut muncul karena adanya perebutan posisi dalam menempati posisi penyidik utama.Setelah menghadiri Pansus, Aris langsung disidang secara internal. Ia diduga melanggar prosedur.(vk)

Read 3134 times
Login to post comments

Panggung Koruptor

  •