Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif
Last Updated on Apr 21 2019

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten...
Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas
Last Updated on Apr 21 2019

Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Sebanyak 9 anggota Polri tewas  saat melaksanakan tugas menjaga keamanan pemungutan suara Pemilu 2019.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat...
Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang
Last Updated on Apr 14 2019

Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang

      JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja...
Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya
Last Updated on Apr 14 2019

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan...
Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman
Last Updated on Apr 14 2019

Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman

Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman Cuaca cerah menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu 14 April 2019 pukul...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     
Wednesday, 14 September 2016 14:48

Andika Di Tembak Tim SatgasTeroris Tinombala

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Jaringan Teroris Santoso terus dilakukan akhirnya Tim Satgas Santoso berhasil menembak Andika yang masuk Daftar Pencarian Orang(DPO) dan Basri berhasil diringkus di Poso Pesisir pukul 10.00 pagi.

Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjend Pol Rudy Sufahriadi di temui di PTIK Jakarta Selatan pada Pelepasan Jenderal Pol Budi Gunawan , Rabu (14/9)2016 mengatakan   hari ini telah tertembak dan luka tembak meninggal dunia di Poso  Pesisir Andika DPO. Berikutnya telah tertangkap hidup DPO atas nama Basri ini dia Basrinya." Barusan  saja tertangkap di Poso Pesisir Basri DPO dan tertangkap pada  jam 10.00 pagi.," ujarnya.

Bagaimana Kronologinya, Rudy menegaskan paginya kita sedang menempatkan pasukan Artinya semuanya kita sedang sisir  baik itu di dekat-dekat  pemukirman atau di Pondok-pondok  poso pesisir ." Ketika pasukan sedang patroli sedang melakukan kegiatan tamblus ada yang tertembak dan ada yang tertangkap ialah Basri," tegasnya.

Sesuai perkembangan, Rudy menjelaskan sekarang pasukan sedang mengejar karena ada istri Basri dan kelompok lainnya. 
"Basri ini adalah yang lari dari LP Ambanah ketika tahun 2007 pernah di hukum disana. Basri ini menurut kelompok inilah yang menggantikan Santoso,"jelasnya.

Ketika ditanya berapa sisanya, Rudy merincinya sisanya berarti 13 orang. Karena yang dekat dengan Santoso hanya dia, Kalau Santoso bawa Istri dan dia yang bawa Istri." Hanya kelompok raja-rajalah yang boleh bawa Istri. Ini semua foto-fotonya ada bersama-sama Santoso yang bawa Istri," rinciannya.

Menyinggung Ali, Rudy menandaskan Ali Kalori belum tertangkap." Jam 09.00 kita temukan mayat dipinggir Kali di Poso Pesisir dan jam.10.00 pagi kita temukan Basri.Ini mayatnya Andika. Andika Itu aslinya Bima salah satu DPO.Basri masih di Poso. Sekarang masih di perjalanan, "tandasnya.(ve

Wednesday, 07 September 2016 04:43

Kapolri Minta Kasus Sp3 Kasus Pembakaran Dibuka Kembali

Written by

Jakarta,koran rakyat.com - Penghentian penyidikan perkara yang menjerat 15 perusahaan lahan di Riau kembali dipertanyakan pimpinan Polri. Solusinya Perlu dilakukan gelar perkara di Polda Riau.

Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (6/9)2016 mengatakan dan menganggap  penghentian penyidikan perkara yang menjerat 15 perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan di Riau sebagai kasus yang menonjol dan menuai kontroversi."Oleh karena itu,  menyelesaikan kasus itu diperintahkan adanya gelar perkara di Mabes Polri untuk mengevaluasi Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang dikeluarkan Polda Riau tersebut.Saya bisa memerintahkan jajaran yang menghentikan kasusnya terkait dengan koorporasi, harus digelar di Mabes Polri," ujarnya.

Selanjutnya, Tito, gelar menegaskan perkara perlu dilakukan untuk mengurangi adanya dugaan kolusi, pemberitaan yang menyimpang, dan lain sebagainya."Oleh karena itu, kasus yang menarik perhatian Tito itu harus dikaji oleh Polri. Begitupun untuk penghentian perkara lain di masa berikutnya," tegasnya.

Sesuai perkembangan, Tito menjelaskan nantinya akan membuat kebijakan bahwa untuk kasus kebakaran hutan yang menyeret korporasi, harus melibatkan Bareskrim Polri, Inspektorat Pengawasan Umum, dan Divisi Hukum Polri."Saya sudah menggariskan khusus masalah kebakaran hutan dan lahan ini yang melibatkan korporasi kalau ada SP3 ke depan, ini harus digelar di Mabes Polri,"jelasnya.

Lebih lanjut, Tito merincinya bahwa penghentian perkara kebakaran hutan terhadap 15 perusahaan ini tidak dilakukan secara serentak.

"Surat penghentian perkara dikeluarkan dalam kurun Januari hingga bulan-bulan berikutnya secara satu persatu," rinciannya.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta Kapolri mengkaji kembalipenghentian penyidikan terhadap 15 perusahaan di Riau itu.

Jadi, Tito menambahkan dipersilakan bila ada pihak yang hendak mengajukan praperadilan terkait pengentian penyidikan tersebut. 'Kepolisian juga memiliki alasan menerbitkan  dan kepolisian terbuka jika ada pihak yang hendak mengajukan praperadilan terkait kasus tersebut," tambahnya. (vk)

Monday, 05 September 2016 23:01

Tersangka Bom Medan Diduga Terkoneksi Dengan ISIS

Written by

 

Jakarta,koranrakyat.com— Polri menelusuri pelaku teror bom di Medan ternyata sempat kontak dan ada arahan Bahrun Naim. Pasalnya ia adalah orang terakhir bergabung dengan ISIS itu sebabnya perlu diungkap. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui usai dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2016). , pelaku teror bom di Medan, IAH, melakukan aksinya sendirian.Dari penelusuran polisi serta pemeriksaan terhadap tersangka,

IAH tak tergabung dengan jaringan teroris mana pun. "Meski demikian, IAH berkontak langsung dengan Bahrun Naim. Nama terakhir adalah warga negara Indonesia yang, menurut polisi, bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan dikaitkan dengan sejumlah teror di Indonesia," ujarnya.  Selanjutnya,Tito menegaskan teror itu termasuk peledakan bom di Mapolresta Solo, percobaan teror bom di Surabaya, serta peledakan bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat."Dia memiliki kontak langsung dengan Bahrun Naim (vk)

 

Bojonegoro koranrakyat.com Rombongan THL TBPP(Tenaga Harian Lepas atau Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Bojonegoro Hari ini Senin Tanggal 5/9/2016 Resmi Berangkat Ke jakarta Mengadukan Nasib Ke Presiden RI Joko Widodo Dengan Mengendarai 2 Bus .Rombongan Berangkat Dari Dinas Pertanian Bojonegoro Pukul 10.00 WIB  .Rombongan THL TBPP Tersebar 28 kecamatan yang Ada Di Bojonegoro Menurut Kordinator THL TBPP Wahyu Oktofa Hari ini Ada 100 orang THL TBPP Yang Ikut Berangkat Ke Jakarta dan Tetap Satu Tujuan yaitu Harga mati diangkat PNS meminta Presiden joko widodo Menerbitkan Perpres.Kordinator THL TBPP wahyu Mengatakan Terkait Tenaga harian lepas atau tenaga bantu Penyuluh Pertanian ini sudah menjadi ranah Nasional dan Bukan sekedar isu Nasional aja menurut wahyu Aksi unjuk rasa dijakarta ini Dilakukan oleh Tenaga harian lepas TBPP seluruh Indonesia.Karena Berbagai langkah.sebelumnya telah dilakukan mulai dengan gelar hearing Menpan RB ,Hearing Dengan DPR RI itu pun sudah dilakukan ,namun Apa hasilnya Kami semua Belum diangkat sebagai PNS .Itulah yang mendasari teman2 THL TBPP seluruh indonesia , Kali ini kita akan menggelar aksi selama tiga hari dijakarta dan saya harap Permintaan dari teman-teman THL TBPP Bisa didengar oleh Bapak Presiden Republik indonesia .Karena memang Dari 430 Desa yang Tersebar Berbagai Kecamatan Dikabupaten Bojonegoro Banyak sekali kekurangan Penyuluh Pertanian. PNS Penyuluh Bojonegoro sendiri hanya 66 orang dan memang Banyak kekurangan tenaga ,Karena jumlah desa dibojonegoro ada 430 desa dari 28 kecamatan kalau Petugas Penyuluh Pertaniannya cuma 66 jadi kurang efektif untuk menangani masalah pertanian dibojonegoroa .(dan)

 

 

 

 

 

Jakarta,koranrakyat.com -Proses penuntasan kebakaran Hutan tetap menjadi prioritas. Seiring dengan itu Polri tetap terbuka dan bekerjasama dengan Komisi III. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri , Kamis (1/9)2016 mengatakan, pihaknya akan terbuka dengan proses yang tengah dilakukan komisi kerja di DPR terkait kebakaran hutan dan lahan di Riau.Saya bersedia jika pihak Polda Riau nantinya dipanggil panja untuk mendalami penghentian penyidikan terhadap 15 korporasi."Tidak apa-apa, nanti kami akan jawab," ujarnya.

Selanjutnya, Tito mengaku belum mendapatkan jawaban dari Kapolda Riau soal penghentian penyidikan itu. Kedatangannya ke Riau kemarin untuk meninjau lokasi hutan dan lahan yang terbakar di sana."Nanti Kapolda Riau juga saya akan panggil, nanti silakan menjelaskan," akunya.

Untuk itu, Tito menegaskan, jika penghentian perkara karena ada permainan oknum polisi, maka dirinya akan melakukan tindakan keras. Jika sudah sesuai dengan prosedur, maka dipersilakan untuk mengajukan gugatan lewat praperadilan."Kalau praperadilan di terima maka kita akan buka kembali kasusnya," tegasnya.

Dari data yang dihimpun koranrakyat, DPR Anggota sudah membentuk panitia kerja di bawah Komisi III, secara umum, untuk mendalami kasus kebakaran hutan dan lahan. Namun, secara khusus, untuk mendalami pemberian SP3 tersebut.
Ada motif apa di balik penghentian perkara itu.

Sesuai perkembangan, Anggota Panja Kebakaran Hutan dan Lahan (Panja Karhutla) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Masinton Pasaribu mengatakan Pekan depan, DPR mulai intensif memanggil para pihak, di antaranya pihak Polda Riau dan 15 perusahaan yang kasusnya diberikan SP3.

"Sebelumnya, kebakaran hutan hebat terjadi di Riau pada Juli 2015. Dalam kebakaran tersebut ditemukan unsur kesengajaan yang akhirnya menyeret 15 perusahaan serta 25 orang ke meja hijau ,"ungkapnya.

Adapun lima belas perusahaan tersebut adalah PT Bina Duta Laksana (HTI), PT Ruas Utama Jaya (HTI), PT Perawang Sukses Perkasa Indonesia (HTI), PT Suntara Gajah Pati (HTI), PT Dexter Perkasa Industri (HTI), PT Siak Raya Timber (HTI), dan PT Sumatera Riang Lestari (HTI).

Lalu, PT Bukit Raya Pelalawan (HTI), PT Hutani Sola Lestari, KUD Bina Jaya Langgam (HTI), PT Rimba Lazuardi (HTI), PT PAN United (HTI), PT Parawira (Perkebunan), PT Alam Sari Lestari (Perkebunan), dan PT Riau Jaya Utama.

Namun, Polda Riau mengeluarkan SP3 kepada 15 perusahaan tersebut. Alasannya, tak ada bukti yang mengarah bahwa 15 perusahaan tersebut membakar hutan dan lahan.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saturday, 03 September 2016 02:59

Pedagang Sayur Jadi Sasaran Exploitasi LGBT

Written by

Jakarta,koranrakyat.com-Proses pengejaran dan pengungkapan jaringan perdagangan remaja laki,-laki berlanjut. Kini, berhasil diringkus U dan E jaringan Ciawi. Dirtipieksus, Brigjend Pol Agung Setya ditemui di Mabes Polri, Kamis (1/9)1016 mengatakan tadi malam kita di Pasar Ciawi melakukan penangkapan dua orang terkait dengan AR yaitu saudara U dan E ."Saudara U sama dengan saudara AR mengeksploitasi anak  Untuk saudara E yang melakukan seksual kepada anak dan membantu saudara AR menyiapkan rekening dari dana yang dipakai dari para penggunanya," ujarnya.

Selanjutnya, Agung menegaskan kita terus berusaha untuk mengungkap ini jaringannya." Saya ingin menemukan sikapnya lebih luas dari AR dan U ini kita ketahui ini hasil dari dana dan informasi yang kita peroleh tentunya kita sedang mengejar," tegasnya.

Kali ini, Agung menjelaskan Jaringan yang berbeda dan saling berhubungan.AR juga juga demikian menikmati anaknya. "Saya rasa kita menginstruksikan dari kita terus temukan faktanya,  pemberkasan dan penyidikan sesuaikan fakta yang ada," jelasnya.

Menyinggung keuntungan, Agung merincinya nanti kita lihat dari rekeningnya dan menghitungnya. " Kalau dia penghitungan pembayaran Rp 1,2 Juta lebih juga dan anaknya hanya diberikan Rp 100 Ribu hingga Rp 150 Ribu itu menjadi bagian yang dia nikmati," rincinya

Apa ada janji pada anak itu untuk bisa dilakukan untuk sesuatu, Agung mengakui tidak, yang terakhir E pedagang Sayur awalnya anak-anak berdagang Sayur untuk mendapat tambahan uang  dan mengajak untuk melakukan itu. "Jadi tadi si U seperti saya sampaikan dia mengatakan ada 4 anak dan kita masih cek lagi," akunya.

Menyoroti ada konsekuensi dan ada penambahan saksi-saksi, Agung menandaskan
Ya, kembali tadi bahwa terkait dengan penerapan Perpu tadi, kita fokus pada konstruksi hukumnya dulu. "Fakta hukumnya keterangan saksi, hal lain surat dan lainnya kita kumpul untuk kita bisa melihat dalam hal ini fakta ini apa bisa menginstruksikan itu. Ini menjadi hal dalam proses  dan sedang kita kerjakan," tandasnya.

Lebih lanjut, Agung membeberkan semua akan dikenakan undang-undang perlindungan anak terkait dengan TPPO membujuk untuk dan kemudian juga UU terkait ITE. Kami masuk dari ITE. "Kita masih dalami.
Saksi-saksi apa sudah mulai diperiksa," bebernya.

 

Bagi korban, Agung begini  Kita menjadi fokus karena kita mendalami mungkin teman-teman Departemen Sosial untuk melakukan pada,korban  Ini untuk memberikan treatment kepada 7 anak. "Kalau 7 anak saya sudah tempatkan di rumah aman untuk memberikan tretmemnya dan nanti kembali ke orang tua ke normal lagi . Yang lain kita sedang telusuri lagi," tambahnya. (vk)

Jakarta,koranrakyat.com -Aksi yang dilakukan Pelaku teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan adalah IA. Pengakuannya  disuruh oleh orang tak dikenal untuk melakukan penyerangan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Agus Rianto ditemui di Mabes Polri, Senin (29/8)2016 mengatakan, pihak kepolisian masih mengincar identitas dan keberadaan orang tersebut.

"Orangnya ini yang kami cari. Kan bisa ada, bisa enggak," ujarnya.

Sesuai perkembangan, Agus mengatakan, sementara ini penyidik fokus pada pemeriksaan pelaku."Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan orang lain sebagaimana pengakuan IA," tegasnya.

Selanjutnya, Agus menjelaskan pertemuan IA dengan orang tak dikenal itu terjadi pada Kamis (25/8/2016). "Orang tersebut menawarkan uang Rp 10 juta jika IA bersedia melakukan apa yang diinstruksikan," jelasnya.

Lebih lanjut, Agus merincinya IA sepakat pada tawaran orang itu, meski uang belum diterimanya sama sekali."Orang tak dikenal itu memberikanblack powder sebagai bahan dasar peledak ," rinciannya.

Untuk itu, Agus menandaskan keesokan harinya, IA mulai membeli perlengkapan untuk merakit bom. Dia membeli korek api, kabel, dan merakitnya bersama dengan black powder yang diberikan orang tak dikenal.

"Black powder yang diberikan ke IA sebagai material yamg nanti dicampur korek api sebagai amunisi atau mesiu dalam proses pembuatan bahan peledak yang akan digunakan nantinya," tandasnya.

Untuk itu, Agus membeberkan kemudian IA mulai perangkai rakitan bom. Dia terinspirasi cara merakit bom dari tayangan televisi.Sempat terjadi ledakan saat perakitan, namun tidak besar. Ledakan itu juga diketahui oleh kakak IA."Berbekal dari pengalaman hari Sabtu itu, pada Minggu pagi IA melaksanakan niatnya sesuai apa yang diarahkan orang lain tersebut," bebernya.

 

Jadi, Agus menambahkan saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap IA. Sejumlah saksi sudah diperiksa, seperti pihak keluarga IA, pastor Albret S. Pandiangan yang terluka karena serangan, serta jemaat yang melakukan ibdah di gereja tersebut.
"Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Undang-undang Nonor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme serta Undang-yndang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak," tambahnya. (vk)

Medan.koranrakyat.com,- Bentrokan terjadi antara warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan dengan personil TNI Angkatan Udara, Senin (15/8/2016). Akibatnya 9 warga dirawat di rumah sakit dan 2 jurnalis yang sedang meliput juga ikut menjadi korban. Peristiwa berawal saat warga memblokade Jalan SMA Negeri 2 Medan dan persimpangan Komplek CBD Polonia Medan. Penghalangan jalan ini dilakukan akibat pematokan sebidang tanah oleh TNI AU di Jalan Pipa Medan. Tanah yang dipatok merupakan milik warga sehingga warga merasa tentara telah mengambil tanah mereka.

"Subuh-subuh tanah itu dipatok. Mereka udah suka-suka hati mengambil tanah kami," kata seorang warga Hidayat. Ratusan orang yang didominasi ibu-ibu berteriak-teriak melontarkan tuduhan kalau aparat sudah merampas tanah mereka. "Apa ini main patok-patok aja?" teriak mereka. Wakil Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) Sumatera Utara Moses Sitohang mengatakan, pemblokiran jalan dilakukan karena masyarakat protes tanahnya di patok-patok pakai kayu dan dipasangi tali. Pagar-pagar warga yang terbuat dari kawat duri dibongkari.

Padahal saat ini, perwakilan masyarakat sedang melakukan pertemuan dengan Komisi II DPR RI terkait konflik lahan mereka. "Masyatakat Sari Rejo memiliki hak atas tanah. Ini dibuktikan dengan SK camat yang mereka miliki. Kami juga membayar PBB tiap tahunnya," kata Moses. Penasehat Formas Rizal Tanjung menyebutkan, dirinya sedang berada di Gang Pipa I saat bentrok terjadi. Menurut dia, saat itu masyarakat dipukuli tentara.  "Tegakkan hukum di NKRI, jangan cuma ngomong aja, kenyataannya keputusan hukum dikangkangi. Kita akan buat pengaduan secara hukum," kata dia.

Sampai saat ini, lima warga kritis dirawat di RS Mitra Sejati dan empat warga lainnya yang terkena peluru karet dirawat di RS Fajar. Selain itu dua jurnalis juga turut menjadi korban peristiwa tersebut. Array dari Harian Tribun Medan dan Andry Syafrin (MNCTV) dipukuli oknum tentara dengan menggunakan kayu, pentungan, tombak, dan laras panjang. Selain itu,  ponsel, dompet, danhandycam  mereka juga diambil paksa."Pas lagi duduk di sebelah ibu-ibu ini, aku ditarik dan dihantam kayu, terus diseret-seret dan dipijak-pijak. Sudah ku bilang aku wartawan sambil menunjukkan identitasku, tapi mereka tak peduli," kata Array.

Sementara Andry mengatakan, tentara mengambil ponsel, dompet, dan handycam-nya diambil. Dia mengaku dipukuli pakai pentungan dan kayu. Ponsel dan kameranya dirusak."Aku diseret dan dihantami pakai kayu, dikeroyok. Mereka sudah tah aku wartawan, tapi tetap saja dihantam," kata Syafrin sambil merintih sakit.Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Soewondo Mayor Jhoni Tarigan saat dikonfirmasi mengatakan, saat itu massa Formas mau membubarkan diri usai aksi damai. Namun pihaknya menilai pembubaran tersebut mengganggu pengguna jalan, sehingga mereka mengamankannya."Saat itulah saya melihat ada anggota saya terkena lemparan batu, kepalanya berdarah-darah, saya lihat langsung di depan mata saya. Inilah yang memicu angota lain terpancing," kata Jhoni. Soal jatuhnya korban jurnalis, menurut dia, wartawan tidak menggunakan identitasnya.(jo)

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

Bojonegoro Koranrakyat.com Saling Claim terjadi  Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan daerah (BPKKD)  menjamin Tanah

seluas kurang lebih 7,09 hektare yang ada di dukuh Kedung Rejo Desa Ngumpak Dalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro

Propinsi jawa timur dengan lokasi 26 Km dari kota  adalah masih Aset milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sesuai Rencana

tanah tersebut akan digunakan sebagai lahan untuk pembangunan gedung Pusdiklat  dan akan diperuntukkan sebagai  Akademi

Komunitas Negeri .

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPKKD Ibnu Soeyoeti Jumat (29/07)Dipendopo Pemkab waktu dialog interaktif Kepala \

BPKKD tersebut menunjukkan bukti bahwa status tanah tersebut masih milik Pemkab Bojonegoro dan pada tahun 2015 lalu di

rencanakan sebagai lahan untuk pembangunan Pusdiklat.

Ia menerangkan, pembangunan Pusdiklat tersebut berawal saat adanya surat dari Dirjen Dikti atau Kementrian Dikti intinya jika

sebuah kabupaten atau Kota ingin memiliki Perguruan tinggi negeri harus mempunyai syarat yang harus di penuhi diantaranya

prasarana gedung sendiri dan penunjang lainnya.Oleh karena itu kita anggarkan untuk pembangunan gedung disana untuk Pusdiklat

jika sudah jadi pada saatnya  kita hibahkan ke Kementrian Dikti dan akan dikelola sana,” Ujarnya.

Ketika ditanya mengenai ungkapan dari DPRD terkait sudah dihibahkanya tanah tersebut ke pihak AKN Ia menjawab dengan santai

bahwa hal tersebut tidak benar.

” BPKKD selama ini belum pernah melakukan hibah tanah tersebut ke pihak manapun bisa ditanyakan ke DPRD sendiri kalau punya

bukti, Ujar Ibnu Soeyuti .

Sementara itu pada rapat dengar pendapat oleh DPRD, AKN dan SKPD terkait pada (27/07). Komisi C mengaku memiliki bukti

tentang hibah tanah tersebut kepada pihak AKN. Saya memiliki bukti tapi dirumah waktu itu pihak AKN sendiri yang meyakinkan

Komisi C tanah tersebut sudah dihibahkanya,Kilah choirul anam Politisi PPP Anggota Komisi C DPRD saat rapat komisi tersebut.

Perbedaan data antara Pemkab Dan DPRD tersebut membuat publik bertanya – tanya pihak manakah yang benar. Selanjutnya DPRD

saat ini tengah membuat pansus terkait persoalan status tanah tersebut

.Dan diduga banyak Kejanggalan, serta beberapa anggota DPRD dari komisi C mengklaim beberapa bukti  tentang aset Pemkab

telah menghibahkan ke AKN,terang Choirul anam

Saling klaim data tersebut berawal saat rapat dengar pendapat  DPRD dengan AKN ,Dinas Pekerjaan Umum,BPKKD ,terkait pada

(27/07) di ruang paripurna Dewan. Saat itu BPKKD mengatakan tidak pernah melakukan hibah ke pihak manapun terhadap tanah

seluas kurang lebih 7,09 hektare tersebut. karena akan dibangun Pusat Pendidikan dan Pelatihan meski ke depan diperuntukkan untuk

perguruan tinggi negeri di Bojonegoro dalam hal ini AKN sesuai surat dari kementerian pendidikan Dirjen Dikti kepada Pemkab.

Namun Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Choirul anam  mengatakan hal berbeda, berulang kali choirul Menyebut pihak AKN telah

memberikan data hibah tanah tersebut. Meski dalam rapat tersebut ia belum dapat membuktikannya sendiri akan tetapi pihaknya akan

menyampaikan ke pansus

Partai Persatuan Pembangunan tersebut menyesalkan jika memang benar hal tersebut terjadi karena berbeda dengan keterangan

BPKKD saat rapat dengar pendapat terakhir. Ia juga mengatakan bahkan pada kepemimpinan kepala Dinas pendidikan sebelumnya

Komisi C juga diyakinkan adanya hibah tersebut.

Selain itu Umar juga heran terhadap proyek senilai Rp. 98 milyar tersebut yang tiba – tiba muncul dalam KUA-PPAS. Padahal dalam

pembahasan sebelumnya tidak pernah ada proyek tersebut.dan tanpa adanya Paripurna , Dengan banyaknya kejanggalan itu DPRD

akhirnya berencana membahas pansus untuk menyelidiki jika ada penyimpangan disana.

Sementara itu proses pembangunan Pusdiklat di desa Ngumpak dalem dukuh kedungrejo Kecamatan Dander tersebut saat ini masih

berjalan dan ketika wartawan koran ini Kelapangan terlihat hilir mudik truk muatan pedel untuk Pengurukan dasar lantai , Dinas

Pekerjaan Umum sebagai pelaksana proyek tetap menjalankan proyek tersebut Dan sebagai kontrktor Pemenang tender PT Permata

Anugerah Yala Persada , meski ada rekomendasi penghentian sementara dari DPRD karena ada dugaan penyalahgunaan wewenang

jabatan dalam pelaksanaan proyek.

BPKKD sendiri mengaku memiliki bukti bahwa tanah di desa Ngumpak Dalem tersebut merupakan hibah dari pihak ketiga pada

Desember 2011 lalu. Dan sampai saat ini belum pernah dihibahkan kepihak manapun.Berikut adalah Bukti yang dimiliki oleh

Pemerintah Kabupaten  Bojonegoro ,Sementara itu dinas Pekerjaan umum Andi tjandra ketika dikonfirmasi sampai detik ini Belum

menerima surat rekomendasi secara tertulis dari Dprd untuk Menghentikan proyek tersebut ,Karena saya hanya mengacu kedata yang

dimiliki Pemkab ,jadi mengenai status ta nah itu bukan Wewenang saya terang" andi" (Dan)

 

Saturday, 06 August 2016 06:32

Densus Tangkap 6 Orang Terduga Teroris KGR & Palu

Written by

.Jakarta,Koranrakyat.com - .Densus 88  meringkus 6 orang diduga teroris yang menamakan KGR (Khitabah Gonggong Rebus) itu di wilayah kep Riau, Batam. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Jumat (5/8)2016 mengatakan kita menangkap 6 orang yang diduga  teroris. " ini mungkin belum pernah kita dengar namanya, namanya KGR (Khitabah Gonggong Rebus) itu di wilayah kep Riau, Batam. Kita lakukan penangkapan pada 6 orang ," ujarnya. Selanjutnya, Agus menjelaskan 1  GRD, karyawan, penangkapan sekitar pukul 7.20 di wilayah Batam Center,2 TS di daerah Nagoya ,3 ES di Batam center 7.25,4 TAR di Batam Cente."5 HGY di jalan Brigjen Katamso batu aji dan 6  MPS di batu aji . Pimpinan kelompok KGR ini adalah GRD. Keterlibatan GRD yang bersangkutan  pernah menampung dua organisasi jaringan teroris yg berasal dari Lugur, yaitu D dan A. D ini di deportasi dan A di lalukan penangkapan akhir tahun 2015 di Bekasi,"jelasnya.

Lebih lanjut,Agus merinci GRD merupakan fasilitator keberangkatan mereka -mereka yang ingin bergabung ke Suriah. Mereka -mereka yang berasal dari Indonesia yang ingin bergabung u menjadi kelompok teroris yg ada di Suriah melalui Turki."GRD diduga menjadi penerima dan penyalur dana untuk kegiatan radikalisme di Indonesia khususnya yg berasal dari Bahrun Naim (BN) yang ada di Suriah," rincinya.Sesuai  perkembangan, Agus menandaskan GRD  dan B N. pernah merencanakan untuk melakukan serangan teror ke negara tetangga kita yaitu Singapura mereka akan menyerang menggunakan roket dari Batam ke Singapura. "GRD melalukan penyerangan di beberapa tempat atas perintah BN. termasuk merencanakan bom bunuh diri dengan sasaran tempat keramaian dan objek vital termasuk di dalamnya kantor- kantor kepolisian dan juga mengembangkan sel -sel teroris yang mereka inginkan di beberapa negara di Asia Tenggara," tandasnya.Untuk itu, Agus membeberkan GRD  itu penangkapan pagi hari oleh densus keenam orang ini masih terus kita lakukan pemeriksaan intensif. Mudah-mudahan langkah dan upaya yg kami lakukan ini mampu mematikan rasa aman masyarakat.  "Namun Kami butuh dukungan dengan peran serta masyarkat dan yang paling penting jangan terlibat perilaku maupun  kegiatan- kegiatan radikal yang mematikan menyimpulkan dampak yang sangat tidak menguntungkan baik diri sendiri maupun lingkungannya," bebernya.

Agus menambahkan untuk yang ke enam  rencananya akan dilanjutkan dengan  melakukan  penggeledahan di lokaisi yang sudah di ketahui penyidik dalam hal ini densus 88 dan polda, kita tunggu perkembangannya. "Sedangakan yang 3 ini Sudah kita dapatkan sebelumnya kita belum melakukan olah TKP tapi akan kita lakukan untuk langkah-langkah lebih lanjut.Kalau mereka sedang apa melalukan apa , kita akan coba lakukan penelusuran oleh teman -teman di sana , di Batam center itu apakah di Mall atau dimana, siang ini akan dilakukan oleh TKP," tambahnya. Selain GRD densus juga tangkap diduga jariangan santoso  sementara pada Kamis, 4 Agustus sekitar pukul 08.00 WIB, densus 88 Menangkap 3 orang yang merupakan jaringan kelompok teroris pimpinan Santoso. "Ketiga orang tersebut adalah IA yang bersangkutan  ditangkap di rumahnya di Kecamatan Monolo, Kecamata Sigi, Sulawesi tengah," tegasnya . Agus menjelaskan  JA di tangkap di rumahnya di Palu, dan ketiga MA alamat di Palu timur tapi penangkapan bekerja sama pihak otoritas bandara Palu pada saat yang bers ngkutan akan berangkat menuju Kalimantan. "Jadi MA ini sudah di dalam pesawat yang sudah siap berangkat.Ketiga ini kurir aktif kelompok Santoso," jelasnya.Untuk itu, Agus menambahkan ketiga nya  bukan termasuk DPO tetapi ke tiga ini aktif sebagai kurir dalam rangka mendukung operasional dalam rangka pengumpulan logistik kelompok tersebut. "Dari mereka dilakukan pengembangan 7x24 jam," tambahnya.(vk)

 

 

 

 

Jakarta,Koranrakyat.com-Aksi protes  Tanjung balai proses penyidikan ditemukan  19 tersangka dan kini  didalami aktor intelektualnya. Ditelusuri dari pemeriksaan Medsos diharapkan bisa diketahui

aktornya. "masih didalami kasus ITnya kan kita harus tau siapa yg memulainya. " perlu analisis mendalam. Nama nama udah ada, tapi harus ada analisa dari cyber ujar Kepala Bagian Penerangan

Umum, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri ,Kamis( 4/8)2016.

Ketika ditanya ada berapa media sosial , Martinus menegaskan hanya satu saja dari  FB.Situasinya udah sangat kondusif. Ada dua yg dilakukan. "Pertama, proses penegakan hukum. Kedua,

pemulihan. Proses penegakan hukum sudah ditetapkan 19 orang tersangka," tegasnya. Selanjutnya, Martinus menjelaskan untuk proses, pemulihan dilakukan tiga tahap. Rekonsiliasi dengan upaya

komunikasi, musyawarah, pertemuan dengan berbagai komponen masyarakat ."Kemudian dilakukan upaya rehabilitasi. Ketiga, rekonstruksi diwujudkan dalam bentuk merapikan, membersihkan. Ada

juga rencana bangun wihara bersama. Ini bagian upaya pemulihan,"jelasnya.

Martinus menjelaskan  ada 11 unit untuk perusakan, 8 adalah pencurian."lItu semuanya terus berproses akan segera dituntaskan. Ada yang enggak ditahan, anak anak di bawah umur kan. "Ada juga

mereka yg dari 19 orang ini ada 14 diperiksa. Empat yg urinntya mengandung afetamin dan ganja. Jadi salah satu penyebab juga bagaimana mereka melakukan tindakan dg dipengaruhi obat

obatan. Ini jadi pertimbangan kepolisian bagi mereka yg urinnya mengandung ganja," rincinya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Jakarta,koranrakyat.com,-Indonesia kembali meningkatkan kerja sama perekonomian dengan beberapa negara. Terkini, pemerintah Indonesia menawarkan produk perkeretaapian buatan Indonesia. Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada Perdana Menteri Republik Demokratik Sosialis Sri Lanka, Ranil Wickramasinghe, di Istana Merdeka, Rabu 3 Maret 2016.

Ranil Wickramasinghe beserta istri Maithree Wickramasinghe dan delegasi diterima oleh Presiden Joko Widodo sekitar pukul 09.30 WIB. Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung menyambut kedatangan mereka berdua di sisi barat Istana Merdeka.

Ditemui oleh para jurnalis usai pertemuan bilateral, Presiden Joko Widodo menerangkan bahwa dirinya menawarkan produk gerbong kereta api buatan Indonesia ke pihak Sri Lanka. Sebelumnya, melalui PT Inka, Indonesia telah mengirimkan produknya ke Bangladesh.

"Jadi kita kan sudah mengirimkan kereta api kita dari PT Inka ke Bangladesh. Ini sudah berjalan. Ini kita ikut lelang lagi di Sri Lanka. Dan saya tadi minta agar Perdana Menteri Ranil memberikan perhatian pada produk Indonesia tadi. Kelihatannya diberi lampu hijau," ungkapnya.

Presiden Joko Widodo menyebut, langkah ini merupakan awal dari usaha pemerintah Indonesia untuk melakukan penetrasi pasar ke negara-negara lainnya. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka pasar yang lebih besar lagi bagi produk-produk Indonesia untuk masuk ke berbagai negara.

"Ya memang kita ini baru pada posisi menjajaki beberapa negara yang memang mempunyai potensi tetapi tidak pernah kita melakukan penetrasi pasar ke negara-negara itu. Ini yang sekarang baru kita mulai," terang Presiden.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja pada 26 Mei 2016 ke Jepang, Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan minat Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Sri Lanka, terutama dalam hal pengadaan gerbong kereta api. Pembangunan kereta api, termasuk di dalamnya pengadaan gerbong penumpang dan barang, diketahui merupakan salah satu yang termasuk dalam Invesment Propose Sri Lanka 2015-202

*Penguatan Kerjasama Penanggulangan Terorisme*

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang ikut memberikan keterangan usai pertemuan, menjelaskan bahwa selain membicarakan terkait peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, Indonesia dan Sri Lanka juga berbicara untuk memperkuat kerja sama di bidang penanggulangan ekstrimisme dan terorisme. Perdana Menteri Ranil mengharapkan agar Sri Lanka dan Indonesia dapat memperkuat kerja sama di bidang tersebut.

"Memang setiap kali kita bicara mengenai penanggulangan ekstrimisme, radikalisme, dan terorisme, maka Indonesia selalu di pihak terdepan yang diajak bekerja sama. Karena Indonesia dinilai sebagai negara muslim terbesar tetapi sekaligus plural, yang majemuk, yang berhasil untuk menyebarkan toleransi dan moderasi," terang Retno.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut ialah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya..(eas)


Jakarta,koranrakyat.com,-Presiden Joko Widodo sore ini, Selasa, 2 Agustus 2016, menemui perwakilan masyarakat Kendeng di Istana Negara, Jakarta. Sekira 17 orang perwakilan masyarakat Kendeng menyampaikan keluhannya terkait dengan polemik pendirian pabrik semen dan eksploitasi kawasan Gunung Kapur, Pati, Jawa Tengah.

Ditemui oleh para jurnalis usai pertemuan, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki yang turut hadir mendampingi Presiden menjelaskan hasil pertemuan tersebut. Menurutnya, diskusi antara Presiden Joko Widodo dengan perwakilan masyarakat Kendeng berjalan dengan sangat baik. 

"Tadi saya kira pembicaraan cukup baik, bicara dalam bahasa Jawa yang santun. Intinya saya kira tadi Bapak Presiden sudah mendengar keluhan dari masyarakat Kendeng tentang pembangunan pabrik semen dan eksploitasi kawasan Gunung Kapur di wilayah Kendeng," terangnya.

Terhadap keluhan tersebut, Presiden Joko Widodo menawarkan solusi untuk dilakukannya kajian lingkungan strategis terkait kelayakan eksploitasi kawasan tersebut.

"Tadi Bapak Presiden sudah menyepakati akan dilakukan kajian lingkungan strategis supaya bisa diketahui di kawasan Gunung Kapur ini mana yang bisa dieksploitasi mana yang tidak," ujar Teten.

Untuk diketahui, saat ini sudah dibangun satu pabrik semen milik PT Semen Indonesia dan sudah mencapai tahap 95% penyelesaian. Namun, jarak antara pabrik tersebut dengan kawasan tambangnya mencapai 10 kilometer. 

"Jadi kalau di pabriknya ini memang sudah dapat izin, begitu pula pabriknya sudah berdiri. Tapi kawasan tambangnya itu masuk dalam kategori yang perlu dilihat kembali lewat kajian lingkungan hidup strategis," tambahnya.

Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo menugaskan Kantor Staf Kepresidenan untuk memimpin jalannya kajian lingkungan strategis tersebut. Teten menegaskan, selama proses kajian berlangsung, eksploitasi tambang belum bisa dilakukan.

"Pak Presiden sudah meminta KSP yang akan mengkoordinir studi ini. Karena ini bukan hanya lintas kementerian, tapi juga lintas daerah. Diperlukan kira-kira 1 tahun studi itu," ucap Teten.

Teten menambahkan, studi tersebut nantinya akan melibatkan berbagai pihak. Salah satunya ialah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan bebeberapa universitas di Indonesia.

Di sisi lain, Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng, Gunretno, yang ikut memberikan keterangan usai pertemuan sepakat dengan apa yang dibicarakan dengan Presiden. Dirinya juga menyatakan bahwa warga Kendeng siap untuk dilibatkan dan diajak berdiskusi bersama.

"Karena sudah ada kesepahaman dengan Pak Jokowi, saya berharap agar hal tersebut ditindaklanjuti secepatnya. Warga siap diajak rembukan, karena selama ini warga tidak pernah diajak berembuk. Budaya rembukan harus kita pikirkan bersama-sama," ucapnya.

Menutup keterangannya, Teten Masduki berharap solusi yang ditawarkan Presiden tersebut dapat menjadi jalan keluar terbaik bagi semua pihak.

"Jadi nanti hasil studi itu yang akan jadi rujukan kita semua. Bagi pemerintah daerah, pemerintah pusat, investor, termasuk masyarakat. Saya kira itu jalan .keluar terbaik bagi kemelut persoalan pabrik semen," tutupnya.(eas)

 

 

 

Bojonegoro Koranrakyat.com Senin 1/8/2016 Polres Bojonegoro Menggelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Bocah 10 tahun CA Asal desa

Pengkol Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa timur Yang Tergolong Sadis Dan Biadab, Karena Sebelum Dibunuh

Tersangka Memperkosa Korban sebanyak 2 Kali  Dengan tersangka AR (21) ,Rekontruksi Yang Seharusnya Dilakukan Di TKP Di Desa

Pengkol Kecamatan Tambakrejo Di alihkan Di wilayah Kecamatan Dander,dengan Alasan Pertimbangan Keamanan.Dari Rekonstruksi

Pembunuhan Korban Terungkap 47 Adegan .Kronologi nya Mengajak Korban Mandi Disungai yang tak jauh dari Rumah Korban Kemudian

Tersangka Mengajak hubungan Badan Korban ,Tapi Korban menolaknya Karena Menolak Akhirnya Tersangka Mengancam akan Membunuh

Korban ,Apabila tidak Mau menuruti Nafsu bejat

Tersangka.Kemudian Tersangka Membunuh Korban Dengan cara Menenggelamkan Kepala korban di air Hingga Korban tidak bisa bernafas ,Karena dirasa masih bernafas Kemudian Tersangka AR Melenyapkan Korban Menggunakan 

Batu dengan cara memukul korban menggunakan Batu sebanyak 3 Kali,Diarea Kepala Hingga korban tak bernyawa .Agar supaya Perbuatan

tersangka tidak diketahui keluarga Korban ,Akhirnya tersangka Mengubur Korban di Bawah pohon Bambu dan ditutupi Daun bambu .Menurut

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSI ,Memilih Wilayah Di Dander Karenakan Lokasi TKP MiriP dengan Aslinya Dan

juga karena Alasan Keamanan ,Karena Ditakutkan Kalau Rekontruksi Dilakukan Di Pengkol Dari Pihak Keluarga Korban yang tidak terima

melakukan Hal-hal yang tidak diinginkan .Karena Korban Dibawah umur atau Masih Anak-anak jadi tersangka Dikenakan Pasal 80 ayat 3 Jo

Pasal 81 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Ri Nomor 23 Tahun 2002 Tentang

Perlindungan Anak ,Dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara dan denda 5 Milyar.(Dan)

Tuesday, 02 August 2016 03:33

Sekitar 23 Wanita ABG Jadi Budak Nafsu Korban TPPO

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Aksi kejahatan perdagangan manusia terjadi semakin marak. Oleh karena itu dengan sigap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri berhasil mengungkap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 23 Perempuan Belia.Kasubdit III, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Umar Surya Fana ditemui di Mabes   Polri ,Senin (1/8)2016  mengatakan Polisi menggulung sindikat penipuan calon tenaga kerja wanita (TKW) yang menipu 23 perempuan belia dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur yang diberangkatkan ke Malaysia sebagai pekerja seks komersial (PSK)." Akhirnya 23 TKW yang rata-rata berparas cantik ini direkrut melalui media sosial," ujarnya

Selanjutnya, Umar menegaskan korban direkrut melalui media sosial, seperti WeChat, Bee talk, BBM, WA." Bahkan mereka juga kirim link, perekrutan dicari pelayan restoran di Malaysia," tegasnya.

Untuk itu, Umar menandaskan  setelah korban dari Jawa Timur dan Jawa Barat itu terjaring oleh sindikat ini. "Mereka dibuatkan paspor dengan bantuan dari pihak oknum Imigrasi DKI Jakarta," tandasnya .(vk)

 



Page 6 of 14

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Wabub Sanusi Sampaikan LKPJ

 

 

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Wakil  Bupati Malang

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan