Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Last Updated on Nov 11 2018

Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden mengendarainya untuk menghadiri acara Deklarasi Jabar...
Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang
Last Updated on Nov 11 2018

Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang

      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi kepada 100 musisi yang akan tampil pada pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu 2018.     “Saya sangat mengapresiasi dan terharu atas antusias para musisi Bengkulu...
Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri
Last Updated on Nov 11 2018

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.         Padahal, puncak...
Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo
Last Updated on Nov 10 2018

Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo

        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo kemudian menuju Gedung Sate. Di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat ini, Presiden kemudian...

World Today

Medan.koranrakyat.com,- Bentrokan terjadi antara warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan dengan personil TNI Angkatan Udara, Senin (15/8/2016). Akibatnya 9 warga dirawat di rumah sakit dan 2 jurnalis yang sedang meliput juga ikut menjadi korban. Peristiwa berawal saat warga memblokade Jalan SMA Negeri 2 Medan dan persimpangan Komplek CBD Polonia Medan. Penghalangan jalan ini dilakukan akibat pematokan sebidang tanah oleh TNI AU di Jalan Pipa Medan. Tanah yang dipatok merupakan milik warga sehingga warga merasa tentara telah mengambil tanah mereka.

"Subuh-subuh tanah itu dipatok. Mereka udah suka-suka hati mengambil tanah kami," kata seorang warga Hidayat. Ratusan orang yang didominasi ibu-ibu berteriak-teriak melontarkan tuduhan kalau aparat sudah merampas tanah mereka. "Apa ini main patok-patok aja?" teriak mereka. Wakil Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) Sumatera Utara Moses Sitohang mengatakan, pemblokiran jalan dilakukan karena masyarakat protes tanahnya di patok-patok pakai kayu dan dipasangi tali. Pagar-pagar warga yang terbuat dari kawat duri dibongkari.

Padahal saat ini, perwakilan masyarakat sedang melakukan pertemuan dengan Komisi II DPR RI terkait konflik lahan mereka. "Masyatakat Sari Rejo memiliki hak atas tanah. Ini dibuktikan dengan SK camat yang mereka miliki. Kami juga membayar PBB tiap tahunnya," kata Moses. Penasehat Formas Rizal Tanjung menyebutkan, dirinya sedang berada di Gang Pipa I saat bentrok terjadi. Menurut dia, saat itu masyarakat dipukuli tentara.  "Tegakkan hukum di NKRI, jangan cuma ngomong aja, kenyataannya keputusan hukum dikangkangi. Kita akan buat pengaduan secara hukum," kata dia.

Sampai saat ini, lima warga kritis dirawat di RS Mitra Sejati dan empat warga lainnya yang terkena peluru karet dirawat di RS Fajar. Selain itu dua jurnalis juga turut menjadi korban peristiwa tersebut. Array dari Harian Tribun Medan dan Andry Syafrin (MNCTV) dipukuli oknum tentara dengan menggunakan kayu, pentungan, tombak, dan laras panjang. Selain itu,  ponsel, dompet, danhandycam  mereka juga diambil paksa."Pas lagi duduk di sebelah ibu-ibu ini, aku ditarik dan dihantam kayu, terus diseret-seret dan dipijak-pijak. Sudah ku bilang aku wartawan sambil menunjukkan identitasku, tapi mereka tak peduli," kata Array.

Sementara Andry mengatakan, tentara mengambil ponsel, dompet, dan handycam-nya diambil. Dia mengaku dipukuli pakai pentungan dan kayu. Ponsel dan kameranya dirusak."Aku diseret dan dihantami pakai kayu, dikeroyok. Mereka sudah tah aku wartawan, tapi tetap saja dihantam," kata Syafrin sambil merintih sakit.Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Soewondo Mayor Jhoni Tarigan saat dikonfirmasi mengatakan, saat itu massa Formas mau membubarkan diri usai aksi damai. Namun pihaknya menilai pembubaran tersebut mengganggu pengguna jalan, sehingga mereka mengamankannya."Saat itulah saya melihat ada anggota saya terkena lemparan batu, kepalanya berdarah-darah, saya lihat langsung di depan mata saya. Inilah yang memicu angota lain terpancing," kata Jhoni. Soal jatuhnya korban jurnalis, menurut dia, wartawan tidak menggunakan identitasnya.(jo)

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

Bojonegoro Koranrakyat.com Saling Claim terjadi  Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan daerah (BPKKD)  menjamin Tanah

seluas kurang lebih 7,09 hektare yang ada di dukuh Kedung Rejo Desa Ngumpak Dalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro

Propinsi jawa timur dengan lokasi 26 Km dari kota  adalah masih Aset milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sesuai Rencana

tanah tersebut akan digunakan sebagai lahan untuk pembangunan gedung Pusdiklat  dan akan diperuntukkan sebagai  Akademi

Komunitas Negeri .

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPKKD Ibnu Soeyoeti Jumat (29/07)Dipendopo Pemkab waktu dialog interaktif Kepala \

BPKKD tersebut menunjukkan bukti bahwa status tanah tersebut masih milik Pemkab Bojonegoro dan pada tahun 2015 lalu di

rencanakan sebagai lahan untuk pembangunan Pusdiklat.

Ia menerangkan, pembangunan Pusdiklat tersebut berawal saat adanya surat dari Dirjen Dikti atau Kementrian Dikti intinya jika

sebuah kabupaten atau Kota ingin memiliki Perguruan tinggi negeri harus mempunyai syarat yang harus di penuhi diantaranya

prasarana gedung sendiri dan penunjang lainnya.Oleh karena itu kita anggarkan untuk pembangunan gedung disana untuk Pusdiklat

jika sudah jadi pada saatnya  kita hibahkan ke Kementrian Dikti dan akan dikelola sana,” Ujarnya.

Ketika ditanya mengenai ungkapan dari DPRD terkait sudah dihibahkanya tanah tersebut ke pihak AKN Ia menjawab dengan santai

bahwa hal tersebut tidak benar.

” BPKKD selama ini belum pernah melakukan hibah tanah tersebut ke pihak manapun bisa ditanyakan ke DPRD sendiri kalau punya

bukti, Ujar Ibnu Soeyuti .

Sementara itu pada rapat dengar pendapat oleh DPRD, AKN dan SKPD terkait pada (27/07). Komisi C mengaku memiliki bukti

tentang hibah tanah tersebut kepada pihak AKN. Saya memiliki bukti tapi dirumah waktu itu pihak AKN sendiri yang meyakinkan

Komisi C tanah tersebut sudah dihibahkanya,Kilah choirul anam Politisi PPP Anggota Komisi C DPRD saat rapat komisi tersebut.

Perbedaan data antara Pemkab Dan DPRD tersebut membuat publik bertanya – tanya pihak manakah yang benar. Selanjutnya DPRD

saat ini tengah membuat pansus terkait persoalan status tanah tersebut

.Dan diduga banyak Kejanggalan, serta beberapa anggota DPRD dari komisi C mengklaim beberapa bukti  tentang aset Pemkab

telah menghibahkan ke AKN,terang Choirul anam

Saling klaim data tersebut berawal saat rapat dengar pendapat  DPRD dengan AKN ,Dinas Pekerjaan Umum,BPKKD ,terkait pada

(27/07) di ruang paripurna Dewan. Saat itu BPKKD mengatakan tidak pernah melakukan hibah ke pihak manapun terhadap tanah

seluas kurang lebih 7,09 hektare tersebut. karena akan dibangun Pusat Pendidikan dan Pelatihan meski ke depan diperuntukkan untuk

perguruan tinggi negeri di Bojonegoro dalam hal ini AKN sesuai surat dari kementerian pendidikan Dirjen Dikti kepada Pemkab.

Namun Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Choirul anam  mengatakan hal berbeda, berulang kali choirul Menyebut pihak AKN telah

memberikan data hibah tanah tersebut. Meski dalam rapat tersebut ia belum dapat membuktikannya sendiri akan tetapi pihaknya akan

menyampaikan ke pansus

Partai Persatuan Pembangunan tersebut menyesalkan jika memang benar hal tersebut terjadi karena berbeda dengan keterangan

BPKKD saat rapat dengar pendapat terakhir. Ia juga mengatakan bahkan pada kepemimpinan kepala Dinas pendidikan sebelumnya

Komisi C juga diyakinkan adanya hibah tersebut.

Selain itu Umar juga heran terhadap proyek senilai Rp. 98 milyar tersebut yang tiba – tiba muncul dalam KUA-PPAS. Padahal dalam

pembahasan sebelumnya tidak pernah ada proyek tersebut.dan tanpa adanya Paripurna , Dengan banyaknya kejanggalan itu DPRD

akhirnya berencana membahas pansus untuk menyelidiki jika ada penyimpangan disana.

Sementara itu proses pembangunan Pusdiklat di desa Ngumpak dalem dukuh kedungrejo Kecamatan Dander tersebut saat ini masih

berjalan dan ketika wartawan koran ini Kelapangan terlihat hilir mudik truk muatan pedel untuk Pengurukan dasar lantai , Dinas

Pekerjaan Umum sebagai pelaksana proyek tetap menjalankan proyek tersebut Dan sebagai kontrktor Pemenang tender PT Permata

Anugerah Yala Persada , meski ada rekomendasi penghentian sementara dari DPRD karena ada dugaan penyalahgunaan wewenang

jabatan dalam pelaksanaan proyek.

BPKKD sendiri mengaku memiliki bukti bahwa tanah di desa Ngumpak Dalem tersebut merupakan hibah dari pihak ketiga pada

Desember 2011 lalu. Dan sampai saat ini belum pernah dihibahkan kepihak manapun.Berikut adalah Bukti yang dimiliki oleh

Pemerintah Kabupaten  Bojonegoro ,Sementara itu dinas Pekerjaan umum Andi tjandra ketika dikonfirmasi sampai detik ini Belum

menerima surat rekomendasi secara tertulis dari Dprd untuk Menghentikan proyek tersebut ,Karena saya hanya mengacu kedata yang

dimiliki Pemkab ,jadi mengenai status ta nah itu bukan Wewenang saya terang" andi" (Dan)

 

Saturday, 06 August 2016 06:32

Densus Tangkap 6 Orang Terduga Teroris KGR & Palu

Written by

.Jakarta,Koranrakyat.com - .Densus 88  meringkus 6 orang diduga teroris yang menamakan KGR (Khitabah Gonggong Rebus) itu di wilayah kep Riau, Batam. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Jumat (5/8)2016 mengatakan kita menangkap 6 orang yang diduga  teroris. " ini mungkin belum pernah kita dengar namanya, namanya KGR (Khitabah Gonggong Rebus) itu di wilayah kep Riau, Batam. Kita lakukan penangkapan pada 6 orang ," ujarnya. Selanjutnya, Agus menjelaskan 1  GRD, karyawan, penangkapan sekitar pukul 7.20 di wilayah Batam Center,2 TS di daerah Nagoya ,3 ES di Batam center 7.25,4 TAR di Batam Cente."5 HGY di jalan Brigjen Katamso batu aji dan 6  MPS di batu aji . Pimpinan kelompok KGR ini adalah GRD. Keterlibatan GRD yang bersangkutan  pernah menampung dua organisasi jaringan teroris yg berasal dari Lugur, yaitu D dan A. D ini di deportasi dan A di lalukan penangkapan akhir tahun 2015 di Bekasi,"jelasnya.

Lebih lanjut,Agus merinci GRD merupakan fasilitator keberangkatan mereka -mereka yang ingin bergabung ke Suriah. Mereka -mereka yang berasal dari Indonesia yang ingin bergabung u menjadi kelompok teroris yg ada di Suriah melalui Turki."GRD diduga menjadi penerima dan penyalur dana untuk kegiatan radikalisme di Indonesia khususnya yg berasal dari Bahrun Naim (BN) yang ada di Suriah," rincinya.Sesuai  perkembangan, Agus menandaskan GRD  dan B N. pernah merencanakan untuk melakukan serangan teror ke negara tetangga kita yaitu Singapura mereka akan menyerang menggunakan roket dari Batam ke Singapura. "GRD melalukan penyerangan di beberapa tempat atas perintah BN. termasuk merencanakan bom bunuh diri dengan sasaran tempat keramaian dan objek vital termasuk di dalamnya kantor- kantor kepolisian dan juga mengembangkan sel -sel teroris yang mereka inginkan di beberapa negara di Asia Tenggara," tandasnya.Untuk itu, Agus membeberkan GRD  itu penangkapan pagi hari oleh densus keenam orang ini masih terus kita lakukan pemeriksaan intensif. Mudah-mudahan langkah dan upaya yg kami lakukan ini mampu mematikan rasa aman masyarakat.  "Namun Kami butuh dukungan dengan peran serta masyarkat dan yang paling penting jangan terlibat perilaku maupun  kegiatan- kegiatan radikal yang mematikan menyimpulkan dampak yang sangat tidak menguntungkan baik diri sendiri maupun lingkungannya," bebernya.

Agus menambahkan untuk yang ke enam  rencananya akan dilanjutkan dengan  melakukan  penggeledahan di lokaisi yang sudah di ketahui penyidik dalam hal ini densus 88 dan polda, kita tunggu perkembangannya. "Sedangakan yang 3 ini Sudah kita dapatkan sebelumnya kita belum melakukan olah TKP tapi akan kita lakukan untuk langkah-langkah lebih lanjut.Kalau mereka sedang apa melalukan apa , kita akan coba lakukan penelusuran oleh teman -teman di sana , di Batam center itu apakah di Mall atau dimana, siang ini akan dilakukan oleh TKP," tambahnya. Selain GRD densus juga tangkap diduga jariangan santoso  sementara pada Kamis, 4 Agustus sekitar pukul 08.00 WIB, densus 88 Menangkap 3 orang yang merupakan jaringan kelompok teroris pimpinan Santoso. "Ketiga orang tersebut adalah IA yang bersangkutan  ditangkap di rumahnya di Kecamatan Monolo, Kecamata Sigi, Sulawesi tengah," tegasnya . Agus menjelaskan  JA di tangkap di rumahnya di Palu, dan ketiga MA alamat di Palu timur tapi penangkapan bekerja sama pihak otoritas bandara Palu pada saat yang bers ngkutan akan berangkat menuju Kalimantan. "Jadi MA ini sudah di dalam pesawat yang sudah siap berangkat.Ketiga ini kurir aktif kelompok Santoso," jelasnya.Untuk itu, Agus menambahkan ketiga nya  bukan termasuk DPO tetapi ke tiga ini aktif sebagai kurir dalam rangka mendukung operasional dalam rangka pengumpulan logistik kelompok tersebut. "Dari mereka dilakukan pengembangan 7x24 jam," tambahnya.(vk)

 

 

 

 

Jakarta,Koranrakyat.com-Aksi protes  Tanjung balai proses penyidikan ditemukan  19 tersangka dan kini  didalami aktor intelektualnya. Ditelusuri dari pemeriksaan Medsos diharapkan bisa diketahui

aktornya. "masih didalami kasus ITnya kan kita harus tau siapa yg memulainya. " perlu analisis mendalam. Nama nama udah ada, tapi harus ada analisa dari cyber ujar Kepala Bagian Penerangan

Umum, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri ,Kamis( 4/8)2016.

Ketika ditanya ada berapa media sosial , Martinus menegaskan hanya satu saja dari  FB.Situasinya udah sangat kondusif. Ada dua yg dilakukan. "Pertama, proses penegakan hukum. Kedua,

pemulihan. Proses penegakan hukum sudah ditetapkan 19 orang tersangka," tegasnya. Selanjutnya, Martinus menjelaskan untuk proses, pemulihan dilakukan tiga tahap. Rekonsiliasi dengan upaya

komunikasi, musyawarah, pertemuan dengan berbagai komponen masyarakat ."Kemudian dilakukan upaya rehabilitasi. Ketiga, rekonstruksi diwujudkan dalam bentuk merapikan, membersihkan. Ada

juga rencana bangun wihara bersama. Ini bagian upaya pemulihan,"jelasnya.

Martinus menjelaskan  ada 11 unit untuk perusakan, 8 adalah pencurian."lItu semuanya terus berproses akan segera dituntaskan. Ada yang enggak ditahan, anak anak di bawah umur kan. "Ada juga

mereka yg dari 19 orang ini ada 14 diperiksa. Empat yg urinntya mengandung afetamin dan ganja. Jadi salah satu penyebab juga bagaimana mereka melakukan tindakan dg dipengaruhi obat

obatan. Ini jadi pertimbangan kepolisian bagi mereka yg urinnya mengandung ganja," rincinya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Jakarta,koranrakyat.com,-Indonesia kembali meningkatkan kerja sama perekonomian dengan beberapa negara. Terkini, pemerintah Indonesia menawarkan produk perkeretaapian buatan Indonesia. Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada Perdana Menteri Republik Demokratik Sosialis Sri Lanka, Ranil Wickramasinghe, di Istana Merdeka, Rabu 3 Maret 2016.

Ranil Wickramasinghe beserta istri Maithree Wickramasinghe dan delegasi diterima oleh Presiden Joko Widodo sekitar pukul 09.30 WIB. Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung menyambut kedatangan mereka berdua di sisi barat Istana Merdeka.

Ditemui oleh para jurnalis usai pertemuan bilateral, Presiden Joko Widodo menerangkan bahwa dirinya menawarkan produk gerbong kereta api buatan Indonesia ke pihak Sri Lanka. Sebelumnya, melalui PT Inka, Indonesia telah mengirimkan produknya ke Bangladesh.

"Jadi kita kan sudah mengirimkan kereta api kita dari PT Inka ke Bangladesh. Ini sudah berjalan. Ini kita ikut lelang lagi di Sri Lanka. Dan saya tadi minta agar Perdana Menteri Ranil memberikan perhatian pada produk Indonesia tadi. Kelihatannya diberi lampu hijau," ungkapnya.

Presiden Joko Widodo menyebut, langkah ini merupakan awal dari usaha pemerintah Indonesia untuk melakukan penetrasi pasar ke negara-negara lainnya. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka pasar yang lebih besar lagi bagi produk-produk Indonesia untuk masuk ke berbagai negara.

"Ya memang kita ini baru pada posisi menjajaki beberapa negara yang memang mempunyai potensi tetapi tidak pernah kita melakukan penetrasi pasar ke negara-negara itu. Ini yang sekarang baru kita mulai," terang Presiden.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja pada 26 Mei 2016 ke Jepang, Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan minat Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Sri Lanka, terutama dalam hal pengadaan gerbong kereta api. Pembangunan kereta api, termasuk di dalamnya pengadaan gerbong penumpang dan barang, diketahui merupakan salah satu yang termasuk dalam Invesment Propose Sri Lanka 2015-202

*Penguatan Kerjasama Penanggulangan Terorisme*

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang ikut memberikan keterangan usai pertemuan, menjelaskan bahwa selain membicarakan terkait peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, Indonesia dan Sri Lanka juga berbicara untuk memperkuat kerja sama di bidang penanggulangan ekstrimisme dan terorisme. Perdana Menteri Ranil mengharapkan agar Sri Lanka dan Indonesia dapat memperkuat kerja sama di bidang tersebut.

"Memang setiap kali kita bicara mengenai penanggulangan ekstrimisme, radikalisme, dan terorisme, maka Indonesia selalu di pihak terdepan yang diajak bekerja sama. Karena Indonesia dinilai sebagai negara muslim terbesar tetapi sekaligus plural, yang majemuk, yang berhasil untuk menyebarkan toleransi dan moderasi," terang Retno.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut ialah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya..(eas)


Jakarta,koranrakyat.com,-Presiden Joko Widodo sore ini, Selasa, 2 Agustus 2016, menemui perwakilan masyarakat Kendeng di Istana Negara, Jakarta. Sekira 17 orang perwakilan masyarakat Kendeng menyampaikan keluhannya terkait dengan polemik pendirian pabrik semen dan eksploitasi kawasan Gunung Kapur, Pati, Jawa Tengah.

Ditemui oleh para jurnalis usai pertemuan, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki yang turut hadir mendampingi Presiden menjelaskan hasil pertemuan tersebut. Menurutnya, diskusi antara Presiden Joko Widodo dengan perwakilan masyarakat Kendeng berjalan dengan sangat baik. 

"Tadi saya kira pembicaraan cukup baik, bicara dalam bahasa Jawa yang santun. Intinya saya kira tadi Bapak Presiden sudah mendengar keluhan dari masyarakat Kendeng tentang pembangunan pabrik semen dan eksploitasi kawasan Gunung Kapur di wilayah Kendeng," terangnya.

Terhadap keluhan tersebut, Presiden Joko Widodo menawarkan solusi untuk dilakukannya kajian lingkungan strategis terkait kelayakan eksploitasi kawasan tersebut.

"Tadi Bapak Presiden sudah menyepakati akan dilakukan kajian lingkungan strategis supaya bisa diketahui di kawasan Gunung Kapur ini mana yang bisa dieksploitasi mana yang tidak," ujar Teten.

Untuk diketahui, saat ini sudah dibangun satu pabrik semen milik PT Semen Indonesia dan sudah mencapai tahap 95% penyelesaian. Namun, jarak antara pabrik tersebut dengan kawasan tambangnya mencapai 10 kilometer. 

"Jadi kalau di pabriknya ini memang sudah dapat izin, begitu pula pabriknya sudah berdiri. Tapi kawasan tambangnya itu masuk dalam kategori yang perlu dilihat kembali lewat kajian lingkungan hidup strategis," tambahnya.

Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo menugaskan Kantor Staf Kepresidenan untuk memimpin jalannya kajian lingkungan strategis tersebut. Teten menegaskan, selama proses kajian berlangsung, eksploitasi tambang belum bisa dilakukan.

"Pak Presiden sudah meminta KSP yang akan mengkoordinir studi ini. Karena ini bukan hanya lintas kementerian, tapi juga lintas daerah. Diperlukan kira-kira 1 tahun studi itu," ucap Teten.

Teten menambahkan, studi tersebut nantinya akan melibatkan berbagai pihak. Salah satunya ialah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan bebeberapa universitas di Indonesia.

Di sisi lain, Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng, Gunretno, yang ikut memberikan keterangan usai pertemuan sepakat dengan apa yang dibicarakan dengan Presiden. Dirinya juga menyatakan bahwa warga Kendeng siap untuk dilibatkan dan diajak berdiskusi bersama.

"Karena sudah ada kesepahaman dengan Pak Jokowi, saya berharap agar hal tersebut ditindaklanjuti secepatnya. Warga siap diajak rembukan, karena selama ini warga tidak pernah diajak berembuk. Budaya rembukan harus kita pikirkan bersama-sama," ucapnya.

Menutup keterangannya, Teten Masduki berharap solusi yang ditawarkan Presiden tersebut dapat menjadi jalan keluar terbaik bagi semua pihak.

"Jadi nanti hasil studi itu yang akan jadi rujukan kita semua. Bagi pemerintah daerah, pemerintah pusat, investor, termasuk masyarakat. Saya kira itu jalan .keluar terbaik bagi kemelut persoalan pabrik semen," tutupnya.(eas)

 

 

 

Bojonegoro Koranrakyat.com Senin 1/8/2016 Polres Bojonegoro Menggelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Bocah 10 tahun CA Asal desa

Pengkol Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa timur Yang Tergolong Sadis Dan Biadab, Karena Sebelum Dibunuh

Tersangka Memperkosa Korban sebanyak 2 Kali  Dengan tersangka AR (21) ,Rekontruksi Yang Seharusnya Dilakukan Di TKP Di Desa

Pengkol Kecamatan Tambakrejo Di alihkan Di wilayah Kecamatan Dander,dengan Alasan Pertimbangan Keamanan.Dari Rekonstruksi

Pembunuhan Korban Terungkap 47 Adegan .Kronologi nya Mengajak Korban Mandi Disungai yang tak jauh dari Rumah Korban Kemudian

Tersangka Mengajak hubungan Badan Korban ,Tapi Korban menolaknya Karena Menolak Akhirnya Tersangka Mengancam akan Membunuh

Korban ,Apabila tidak Mau menuruti Nafsu bejat

Tersangka.Kemudian Tersangka Membunuh Korban Dengan cara Menenggelamkan Kepala korban di air Hingga Korban tidak bisa bernafas ,Karena dirasa masih bernafas Kemudian Tersangka AR Melenyapkan Korban Menggunakan 

Batu dengan cara memukul korban menggunakan Batu sebanyak 3 Kali,Diarea Kepala Hingga korban tak bernyawa .Agar supaya Perbuatan

tersangka tidak diketahui keluarga Korban ,Akhirnya tersangka Mengubur Korban di Bawah pohon Bambu dan ditutupi Daun bambu .Menurut

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSI ,Memilih Wilayah Di Dander Karenakan Lokasi TKP MiriP dengan Aslinya Dan

juga karena Alasan Keamanan ,Karena Ditakutkan Kalau Rekontruksi Dilakukan Di Pengkol Dari Pihak Keluarga Korban yang tidak terima

melakukan Hal-hal yang tidak diinginkan .Karena Korban Dibawah umur atau Masih Anak-anak jadi tersangka Dikenakan Pasal 80 ayat 3 Jo

Pasal 81 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Ri Nomor 23 Tahun 2002 Tentang

Perlindungan Anak ,Dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara dan denda 5 Milyar.(Dan)

Tuesday, 02 August 2016 03:33

Sekitar 23 Wanita ABG Jadi Budak Nafsu Korban TPPO

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Aksi kejahatan perdagangan manusia terjadi semakin marak. Oleh karena itu dengan sigap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri berhasil mengungkap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 23 Perempuan Belia.Kasubdit III, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Umar Surya Fana ditemui di Mabes   Polri ,Senin (1/8)2016  mengatakan Polisi menggulung sindikat penipuan calon tenaga kerja wanita (TKW) yang menipu 23 perempuan belia dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur yang diberangkatkan ke Malaysia sebagai pekerja seks komersial (PSK)." Akhirnya 23 TKW yang rata-rata berparas cantik ini direkrut melalui media sosial," ujarnya

Selanjutnya, Umar menegaskan korban direkrut melalui media sosial, seperti WeChat, Bee talk, BBM, WA." Bahkan mereka juga kirim link, perekrutan dicari pelayan restoran di Malaysia," tegasnya.

Untuk itu, Umar menandaskan  setelah korban dari Jawa Timur dan Jawa Barat itu terjaring oleh sindikat ini. "Mereka dibuatkan paspor dengan bantuan dari pihak oknum Imigrasi DKI Jakarta," tandasnya .(vk)

 



Tuesday, 02 August 2016 03:02

TKI Indonesia Jadi Budak Nafsu Di Malaysia

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Malang benarnya nasibnya, ingin bekerja di Malaysia dengan gaji besar di restoran  namun dipekerjakan sebagai pekerja komersial dan komersilkan melalui media sosial.

Kasubdit III, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Umar Surya Fana Trafiking ketika ditemui di Mabes Pol , Senin (1/8)2016 mengatakan bahkan, selama di Malaysia selama satu hari mereka diwajibkan melayani 9 konsumen yang adalah para hidung belang. Lalu bagaimana proses perekrutan 23 TKW ini."Saat berangkat diminta pungut uang Rp 10-15 juta untuk biaya keberangkatan. Di Malaysia dipekerjakan sebagai PSK, dan gaji baru dibayar setelah dua bulan bekerja," ujarnya.

Selanjutnya, Umar menegaskan‎ untuk diketahui, Bareskrim Polri mengungkap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dimana korbannya adalah 23 perempuan belia yang berasal dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur." Hal ini setelah direkrut, selanjutnya mereka dikirim ke Malaysia.‎ Namun sebelum berangkat mereka diwajibkan membayar uang Rp 10-15 juta untuk biaya keberangkatan pada perekrut yang kini telah dijadikan tersangka oleh Bareskrim," tegasnya.

Lebih lanjut, Umar menjelaskan ‎sesampainya di Malaysia 23 perempuan tersebut dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). "Padahal sebelumnya mereka dijanjikan dipekerjakan sebagai pegawai restoran.
Selain itu gaji mereka selama menjadi PSK tiga tahun di Malaysia pun baru dibayarkan setelah dua bulan bekerja," jelasnya

Untuk itu, Umar menjelaskan parahnya lagi, dalam sehari para korban ditargetkan harus melayani pria hidung belang sebanyak 9 kali. "23 TKW berparas cantik ini direkrut melalui media sosial.Korban direkrut melalui media sosial, seperti wechat, bee talk, BBM, WA. Bahkan mereka juga kirim link, perekrutan dicari pelayan restoran di Malaysia," rincinya.

Sesuai perkembangan, Umar menandaskan  setelah korban dari Jawa Timur dan Jawa Barat itu terjaring mereka dibuatkan pasport dengan bantuan dari pihak oknum Imigrasi DKI Jakarta. "Selanjutnya seluruh korban ditampung di sebuah apartemen mewah di Kelapa Gading, Jakarta Utara selama kurang lebih dua minggu lalu diberangkatkan ke Malaysia.Atas kasus ini, pihaknya mengamankan tiga tersangka dan sudah ditahan," tandasnya.

Mereka yakni pasutri inisial VIO dan RHW (mantan pegawai PJTKI) lalu ada juga tersangka SH yang berperan sebagai pemalsu dokumen-dokumen keimigrasian.

Untuk itu, Umar menambahkan dari 23 korban, yang baru ditemukan 18 korban, sedangkan lima korban lainnya belum ditemukan. Saat ini 18 korban tersebut tengah dalam proses pemulangan ke tanah air. "Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Undang-undang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Tindak Pidana Perorangan Mengirimkan TKI ke Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 UU RI No 21 tahun 2007 tentang PTPPO dan Pasal 102 ayat 1 huruf A UU No 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja di Luar Negeri, ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," tambahnya.(vk)

 

 

Jakarta,koranrakyat.com,- Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan bertolak menuju Kupang dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1. Sesampainya di Kupang, Presiden dan Ibu Negara langsung menuju tempat penginapan untuk beristirahat dan bermalam.Jumat 29 Juli 2016

Esok harinya, Sabtu pagi 30 Juli 2016, Presiden bersama Ibu Iriana akan menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-23 yang diselenggarakan di Alun-Alun Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang. Peringatan Harganas kali ini mengedepankan keikutsertaan keluarga dengan mengangkat konsep "Reuniting, interacting, empowering and sharing".

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam perjalanan menuju Kupang, Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

*Pembukaan MTQ Nasional ke-26*

Usai menghadiri puncak peringatan Harganas ke-23, Presiden diagendakan untuk langsung bertolak menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat, melalui Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang.

Di Lombok pada malam harinya, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo direncanakan untuk hadir dan meresmikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-26.

Pembukaan MTQ Tingkat Nasional ke-26 akan dilangsungkan di Astaka Utama Islamic Centre, Kota Mataram, Lombok. 

Usai menghadiri Pembukaan MTQ ke-26, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan kembali ke Jakarta dan diperkirakan tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Sabtu 30 Juli 2016 tengah malam.(as)

 

 

 

 

Bojonegoro Koranrakyat.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bojonegoro Merekomendasikan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera

Menghentikan Pembangunan Pusat Pendidikan Dan Pelatihan yang berlokasi di Dukuh Kedungrejo Desa Ngumpak dalem Kecamatan Dander Yang Hingga saat

ini Pengerjaan Gedung tersebut Masih terus berlangsung .

Menurut salah satu anggota DPRD dari Fraksi PKB Abduloh Umar Mengatakan Alasannya Merekomendasikan Penghentiaan sementara Pembangunan Pusat

Pendidikan dan Pelatihan Karena Diduga Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara,Tidak sesuai Mekanisme dan secepatnya

Dewan Akan Membentuk Pansus  dikarenakan ada ada Anggaran yang tidak Transaparan .Pansus akan dibentuk secepatnya Kemungkinan Di minggu Pertama

Bulan Agustus ini setelah Sidak Kelapangan secara Kelembagaan terang Abduloh Umar .

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bojonegoro Ketika dihubungi Melalui WA atau Sambungan Ponselnya Andik Tjandra Mengatakan

Dasarnya Apa Menghentikan Pekerjaan Pembangunan Gedung Pusdiklat tersebut ? kemudian wartawan Koran ini Membalas melalui WA yang isinya Melalui

Rekomendasi DPRD ! Andik mebalas lagi,Hingga saat ini saya Belum Menerima Surat Rekomendasi Secara Tertulis Terang Andi dengan Nada cetus (Dan)

 

 

 

Saturday, 30 July 2016 01:08

Densus Kembali Obok Obok Jaringan Bom Solo

Written by

 

Jakarta,koranrakyat.com- ‎Pengembangan dan pencegahan teroris dilanjutkan Densus 88 terus melakukan pengejaran terhadap kasus bom bunuh diri dengan tersangka, Nur Rohman yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Akhirnya dari hasil pengembangan,Densus 88 mengamankan enam terduga yang diperkirakan ada hubungan dengan bom bunuh diri di Polresta Surakarta pada 5 Juli 2016 silam.Penangkapan diawali pada 19 Juli 2016, ditangkap dua orang yakni H dan HAR. Berikutnya pada 22 Juli 2016 ditangkap lagi empat orang yakni AH, CB, WI, ZU.

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul saat ditemui di Mabes Polri, Kamis (28/7)2016 mengatakan setelah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap tujuh orang itu, akhirnya disimpulkan ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka."Dari enam orang ini, tiga memenuhi syarat formil dan materiil untuk ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka yakni H, HAR, dan AH," ujarnya.

Sesuai perkembangan,Martinus menegaskan untuk tiga lainnya yakni WI, C dan ZU tidak memenuhi syarat formil dan material dalam penahanan.Mereka dijadikan saksi bagi tiga tersangka H, HAR dan AH."Tiga yang lainnya, WI, C, dan ZU tidak terbukti dan sudah dikembalikan ke keluarga," tegasnya.(vk)

 



 



Bojonegoro Koranrakyat.com Pembangunan Gedung  AKN (akademi komunitas Negeri ) atau Biasa dikenal Pusdiklat Kabupaten Bojonegoro Yang Berlokasi  Dukuh Kedungrejo Desa Ngumpak Dalem Kecamatan dander Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa timur ,Dengan jarak tempuh Dari alun-alun Kota sekitar 12 KM dan waktu dari alun-alun kota sekitar 26 Menit,Dengan Medan yang Sulit Dikarenakan Jalan Paving yang dilalui truck bermuatan Pedel ,Mengakibatkan jalan tersebut rusak parah .Ketika wartawan Koran ini Investigasi dilapangan

Dan menuju dilokasi Disitu ternyata Masih Banyak hilir mudik kendaraan dump truck Bermuatan  pedel dan sedang melakukan Bongkar pedel sebagai dasar Pembangunan Gedung AKN.Disitu Kami ditemui salah Satu Pekerja Ceker atas nama Kalih (45) Ketika ditanya apakah sudah ada perintah dari pihak pemenang tender dalam Hal ini PT Anugerah Yala Persada Dan subkon Cv daya Patra ,Kalah Mengatakan Hingga saat ini kami belum ada perintah untuk berhenti mas terang kalih .Padahal jelas kemarin 27/7/206

Saat gelar rapat dengar di Gedung DPRD Salah satu anggota DPRD Bojonegoro dari Komisi A Ali mustofa secara tegas merekomendasikan Agar supaya Menghentikan sementara Pembangunan gedung AKN Dikarenakan izin mendirikan Bangunanya Belum ada dan Juga terkait Kejelasan Status Tanah belum jelas .Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Andi Tjandra Di Rapat Dengar Kemarin Sore Mengatakan Kalau Pembangunan Gedung Balai Diklat Hingga saat ini Proses Pengerjaan Baru sekitar 2% Dan Mengenai Proses IMB hingga saat ini masih dalam Proses Perijinan Dan Perlu diketahui Pembangunan Gedung AKN atau Balai Diklat Milik Pemkab Membutuhkan Anggaran  Total sekitar 96 Milyar dengan rincian tahap Pertama 52 Milyar Dengan Menggunakan Anggaran dari APBD tahun 2016.Ketika Pihak Dinas Pengerjaan Umum Dalam Hal Ini andi Tjandra Ketika Dikonfirmasi Wartawan Koranrakyat melalui sambungan Ponselnya hingga saat ini belum ada jawaban (dan)

Wednesday, 27 July 2016 14:46

Warga Gondang Geger ,Adanya Semburan Lumpur Panas

Written by

Bojonegoro koranrakyat.com ,-Warga krondonan kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa Timur Geger Dengan adanyasemburan lumpur panas berbau belerang yang terletak  di Gunung Puru Petak 45  BKPH Deling KRPH Klino Dusun Krondonan Desa Krondonan Kecamatan  Gondang Kabupaten Bojonegoro. Menurut Kasi Kesiap Siagaan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro SUKIRNO Mengatakan

kronologinya sebagai berikut pada hari jum'at sekitar pukul 08.00 ada aliran  air yang keruh mengalir di saluran air pada  hari sabtu tgl 23 juli 2016 oleh kepala  desa dibuktikan ada 2 (dua) titik semburan, dan  pada hari senin Kalaksa brsama Pihak kecamatan dan Pihak desa  melihat lokasi Lokasi terjadinya semburan meliputi Jumlah titik semburan semula 2 titik menjadi 5 titik  1 titik besar dan 4 titik lebih kecil SedangkanDebit  semburan air sekitar 1 lt / dt Hingga saat ini Material yang keluar  Dari Perut bumi hanyalah 

Air yang bercampur lumpur dengan bau belerang yang menyengat hidung Dan hingga saat Berita ini diturunkan yang mungkin dampak yangditimbulkan ditakutkan Berpengaruh Pada tanaman bawang Merah yang lokasinya berjarak sekitar 3 meter dari titik semburan dengan luas areal tanaman bawang merah seluas 20 Hektar .Karena titik semburan mengeluarkan Air Panas Bercampur lumpur Dengan Suhu mencapai 60 derajat Celcius Sementara ini tindakan yang diambil pihak yang berwenang adalah Berkordinasi dengan pihak terkait serta Menghimbau kepada masyarakat jangan mendekat didekat area semburan dan merencanakan Membuat tampungan lumpur sementara untuk Mengantisipasi Hal-hal yang tidak di inginkan dengan dampak yang Ditimbulkan(dan)

 

 

 

Malang,koranrakyat.com Lumbung informasi rakyat (Lira) Kabupaten Malang melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Jembatan Sambong di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Senin kemarin. Di lokasi pembangunan yang dikerjakan oleh PT Kontsruksi Indonesia Mandiri (KIM) dengan anggaran sekitar Rp 7,2 miliar itu, beberapa temuan menarik muncul dari seorang pria yang mengaku sebagai pengawas pekerja proyek yang secara terang-terangan mengaku juga sebagai LSM (lembaga swadaya masyarakat).Beberapa temuan itu, diantaranya pesan singkat (mandat) yang ditunjukkan pengawas kepada Lira, agar membantu atau menjembatani unek-unek warga dengan pelaksana pembangunan.

Gejolak itu muncul, ketika pembangunan sumuran yang kurang dalam. Sementara pesat singkat tersebut, berasal dari Bupati Malang. “Ini mas, sms Pak Bupati nya. Jadi, intinya saya diminta menjembatani kepentingan warga dengan pelaksana pembangunan jembatan. Masalahnya, saat itu memang pihak pelaksana sulit ditemui. Sehingga, saya diminta menengahi,” kata seorang pengawas yang enggan menyebutkan namanya.Lantas, apa keterkaitan dengan pembuatan sumuran jembatan ? Pria yang mengaku asli Ngantang itu menerangkan, setelah dirinya ditunjuk sebagai pengawas, sumuran yang diduga kurang dalam atau diduga salah langsung diperbaiki. Kebetululan, posisi sumuran yang dibenahi adalah sebelah selatan atau yang sekarang tengah berlangsung pengerukan.

“Sumuran yang sebelah sana (selatan), itu sumuran pertama yang diprotes warga. Namun, setelah saya menjadi pengawas langsung diperbaiki. Yakni, dengan membongkar dan membangun ulang,” ujarnya yakin.

Disinggung mengenai panjang sumuran, pria yang mengaku berjasa dalam melibatkan warga untuk ikut bekerja dalam pembangunan jembatan itu, menjelaskan kalau pembuatan awal adalah tiga meter. Namun, sekarang sudah mengikuti standart sampai delapan meter.

saya“Sekarang sudah dibenahi dan mengikuti standart atau sesuai bestek,” lanjutnya.
Ditanya mengenai lebar jembatan, pria yang juga ramah ini, terkesan sedikit bingung. Karenanya, kemudian meminta untuk melihat langsung rencana anggaran pembangunan (RAB) jembatan. “Sampeyan lihat sendiri saja,” paparnya.

Bupati Lira Kabupaten Malang, M Zuhdy Achmadi, dalam keterangannya mengaku tidak yakin dengan adanya usaha perbaikan yang dilakukan pelaksana. Dengan alasan, di lokasi yang ditunjuk usai diperbaiki, tidak ada bekas-bekas atau tanda pembongkaran. Lebih-lebih, yang diperbaiki itu adalah cor.

“Kalau misalkan diperbaiki, pasti ada bekasnya. Apalagi, yang diperbaiki adalah cor. Terus kapan pelaksanaan perbaikkannya, itu juga tidak terperinci waktunya. Makanya, saya ragu dengan keterangan itu,” ujarnya 

Ditanya mengenai beberapa temuan itu, Didik menjelaskan, akan dikonsultasikan dengan pakar atau ahli jembatan dari Perguruan Tinggi (PT). Jika memang diperlukan untuk peninjauan atau kunjungan kembali ke lokasi, maka akan dilakukan bersama pakar tersebut.

“Yang pasti, hasil hari ini akan diteruskan ke pakar atau ahli yang memiliki sertifikat. Sehingga, langkah-langkah apa yang diperlukan, tinggal menunggu perkembangan,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan, ada dugaan kesalahan dalam pembuatan pondasi pada sumuran. Hanya saja, dugaan itu disangkal oleh Pt pelaksana pembangunan dan badan penyedia lelang. Dugaan tersebut mencuat, dari warga yang diteruskan kepada kepala desa.(fd)

Page 6 of 14

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka...
    TEGAL(KORANRAKYAT.COM)Konektivitas dalam hal transportasi sebagaimana yang sering disinggung oleh Presiden Joko...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar rapat terbatas untuk...
    BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) - Bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah terjaring Operasi Tangkap...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan