Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif
Last Updated on Apr 21 2019

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten...
Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas
Last Updated on Apr 21 2019

Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Sebanyak 9 anggota Polri tewas  saat melaksanakan tugas menjaga keamanan pemungutan suara Pemilu 2019.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat...
Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang
Last Updated on Apr 14 2019

Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang

      JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja...
Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya
Last Updated on Apr 14 2019

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan...
Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman
Last Updated on Apr 14 2019

Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman

Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman Cuaca cerah menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu 14 April 2019 pukul...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     

 

Jakarta, koranrakyat.com- Setelah dilantik sebagai Kepala Badan Penanggulangan Teroris yang kini dijabat oleh Irjend Pol Tito Karvian, saat serahterima  Kapolda Metrojaya yang berlangung di Gedung Rupatama. Kapolri memberikan apresiasi dan selamat  atas penunjukannya. Saudara adalah sosok yang tepat untuk mengisih pos jabatan tersebut dan saya yakin  dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dalam menanggulangi teroris memberikan dampak positif.

 

Kapolri, Jenderal Pol Badrodin Haiti di sela-sela serah terima ,Senin (21/3) 2016 dalam sambutannya mengatakan dalam kesempatan yang baik ini, saya garis bawahi beberapa yang perlu ditindak lanjuti dan yang perlu dilakukan oleh pejabat yang baru. "Yaitu kepada Irjen Pol Tito Karnavian, saya menyampaikan selamat atas penunjukan Jenderal sebagaI kepala Badan nasional Penaggulangan Terorisme. Saudara merupakan sosok yang sangat tepat untuk mengisih Pos jabatan tersebut,dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang saudara yang miliki,dalam penanggulangan teroris Indonesia,saya yakin keberadaan saudara akan memberikan dampak positif terhadap upaya penanggulangan teroris di Indonesia," ujarnya. 

Selanjutnya,  Badrodin menegaskan saya juga berharap semakin terbina antara kerjasama dan dukungan yang erat antara Polri dengan BNPT,dalam upaya memerangi teroris. Lakukan koordinasi , informasi, latihan peningkatan kapasitas,kemapunan serta kegiatan secara terpadu." Pada kedepan kita menghadapi ancaman yang cukup serius, namun kita juga belum sepenuhnya melakukan upaya-upaya yang total terhadap penanggulangan terorisme," tegasnya

Sesuai perkembangan, Badrodin menjelaskan diantaranya yang belum tertangani dengan baik masalah pendanaan  terorisme. Yang banyak kita tegakan didalam pendanaan terorisme, kemudian yang kedua, pelawatan dan pemantauan eks nara pidana terorisme,mereka bergerak kegiatan apa saja. "Ini bisa kita pantau , kita monitor dan kita antisipasi jangan sampai mereka bergabung dengan kelompoknya dan melakukan aksi-aksi kembali. Termasukjuga yang berkaitan dengan kelompok radikal dan pendukung," jelasnya. (vk)

Jakarta,koranrakyat.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (17/3) petang juga meninjau pembangunan proyek Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) Sumedang, Jawa Barat.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa proyek Tol Cisumdawu merupakan program strategis nasional serta direncanakan selesai pada tahun 2018.

“Dari Cileunyi menuju Dawuan, di dekat nanti Bandara Kertajati, panjangnya 60 km, insya Allah akan kita selesaikan nanti pada tahun 2018,” kata Presiden Jokowi saat meninjau proyek Tol Cisumdawu yang terletak di Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Dibangunnya Jalan Tol Cisumdawu ini, menurut Presiden Jokowi, bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kapasitas jaringan jalan yang menghubungkan wilayah-wilayah di Kota Bandung dengan daerah-daerah di sekitar Kota Cirebon.

“Memang di sini kalau kita lihat medannya sangat berat, tanahnya labil, naik turun, sehingga ini dikeroyok bareng-bareng. Ada yang swasta, ada yang BUMN,” tutur Presiden Jokowi.

Dalam pembangunan jalan tol ini, lanjut Presiden, harus dibuat terowongan sepanjang 472 meter, yang sudah dalam pekerjaan semuanya.

Peninjauan ini dilakukan untuk mengontrol dan mengecek apakah ada masalah yang menghambat di lapangan. “Tadi diinformasikan oleh Dirjen, oleh Menteri PUPR, Menteri BUMN tidak ada masalah. Semuanya lancar,” tambah Jokowi.

Harapannya, lanjut Presiden, setelah proyek Tol Cisumdawu ini selesai, dapat mengurangi kemacetan di Jalan Tanjungsari dan Cadas Pangeran dan dapat meningkatkan produktivitas di wilayah-wilayah sekitarnya.

Sebagai informasi, proyek Tol Cisumdawu ini dibangun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.

Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Sumarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.(eas)

 

 

 

 

Jakarta, koranrakyat.com- Proses penangkapan terhadap 3 orang yang menjadi  jaringan bandar nakotika yang beraksi di tempat-tempat hiburan di Bali akhirnya terungkap.Mereka itu Imade Putu Leon (38), I Gede Putu Astawa Alias Putuh Kresek (39) dan Chyadi Alias Bocah (38). Diduga kuat Shabu-sahbu dari Cina,Ektasi dari Malaysia, penjaualan barang haram ini berasal dari Lembaga pemasyarakatan Kerobokan didalangi  oknum Napi inisail DN.

Direktur Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Raden Purwadi di temui di Dirorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri di  MT Haryono,Cawang Jakarta Timur mengatakan penangkapan ini adalah hasil kerjasama antara Bareskrim Narkotika Mabes Polri dengan Reserse Narkoba Polda Bali yang dilakukan secara intensif untuk melihat sindikasi dan operasional  berkaitan dengan pengedaran narkotika ekstasi maupun sahbu. "Pada tanggal 12 Maret 2016 kemarin, hari sabtu tim kami gabungan antara reserse narkotika Bareskrim Mabes Polri dengan Reserse Polda Bali melakukan penangkapan ketiga tersangka,"ujarnya.

Selanjutnya, Purwadi menjelaskan untuk ketiga tersangka, pertama Putu alias Putu Leon (44 tahun) warga Bali. Perannya sebagai bandar, pemilik modal dan sebagai pengendali peredaran. Kedua,  I Gede Putu Astawa alias Putu Kretek 39 tahun, warga bali juga sebagai pengambil narkotika dari lapas kebrokan, menyimpan dan mendistribusikan narkotika jenis shabu dan ekstasi kepada kurir dan diedarkan." Ketiga. Cahyadi alias Bocah, 38 tahun, warga Bali, peran sebagai pengedar ditempat-tempat hiburan di denpasar Bali," jelasnya.

Untuk itu, Purwadi merincinya  penangkapan ini dipimpin langsung oleh saya dan AKBP Donny Setyawan. Kenapa sampai melibatkan reserse Mabes Polri karena jaringan ini cukup licin ,karena itu kita memerlukan teknologi ITE untuk pengungkapannya." Kemudian modus operandinya adalah narkotika jenis Shabu dan ekstasi ini  yang  kata wadir tadi diperoleh dari Guan Zou Cina ke Malaysia dan akhirnya ada di indonesia. Itu dilakukan atas pesanan Putu Leon melalui oknum Napi Lapas  Kerobokan  Den Pasar yang berinisal "DN" Narkotika tersebut dari Malaysia diselundupkan mellaui Bandara Ngurah Rai dengan Modus Body Wraping," rincinya.

Lebih lanjut, Purwadi menegaskan barang yang disita ,reekan rekan-rekan bisa meilihat dsiini, ada 154 paset sahbu. kecil-kecil tetapi sudah sekedar dan ini kelas 1 , inidari Guan Zho yang kelas 1.kalau Ekstasi ini dari Malaysia dan ini juga. uangTunaisejumlah  8 23.039.000 danini uangnya ." Ada juga uang Dolar  950 Dolar Australia. Dan ada juga uang palsu uang pecahan uang Rp 100 Ribu. Dan uang paslu ini akan kita selidiki kembali ,apakah  ini juga mereka mengedarkan uang palsu dan memproduksi uang palsu atau mungkin hasil penjualan itu. Kita akan dalami kembali,"tegasnya. . 

Dari barang bukt, Purwadi membeberkan selain it barang bukti lagi ada  1 unit Mobil Rubicon masih dalam perjalanan. 1 motor Honda Scocpy. 18 unit HP. Ada bukucatatan penjualan.1 alat hisap Shabu.Satu buah samurai dalam perjalanan,satuunit senapan angin  jenis Sofgan. "Barang bukti ini kalau dikumpulkan semua 2.300.000.000. Perkiraan korbn yang terselamatkan dari hasil ada 450 Ribu orang," bebernya. 

Jadi untuk itu, Purwadi mengakui ada Pasal-pasal yang dilanggar ada pasal 114 , junto pasal 132  ayat 2 Undang-udang No 35 Tahun 2009 tentang nasrkotika. Ancaman hukuman maskimal pidana mati dan pasal 112. "Kemdain kita tidak sampai disini danakan mengembangkankasusnya sampai rekan -rekan yang kita tangkap sekarang ini," akunya. 

Menyinggung Untuk TPPU,Purwadi  menambahkan kita akan sidik dan kiya akan miskin bandarnya.'' Ada kemikiskan ,suapaya jangan dia kembali dapat mengedarkan kembali, Dari LP  Juga akan kita kembangkan ,diikerobokan karena pusatnya, banyak pengedar disana," tambahnya.

Ditempat yang sama wadir Tindak Pidana Narkoba, Nugroho Aji  :   masalah keberhasilan tim Narkoba mabes Polri dengan tim Narkoba Polda Bali sindikat internasional ekstasi ini dari Malaysia, sabu ini dari Cina. Kemudian dari dua daerah itu  sampai di Bali dan mereka- mereka ini yang praktek diseluruh tempat hiburan di Bali". Oleh sebab itu barang buktinya signifikan dan uangnya banyak , kemudian ada uang palsunya. Biasanya sabu saja, ini ada sahbu, ada ekstasi, ada uang palsunya dan uang aslinya juga banyak," tamdahnya. (vk)

Monday, 14 March 2016 00:40

Lagi Warga Indonesia Ke Suriah Di Cegah

Written by

Jakarta,koranrakyat.com -  Kesigapan Polri berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggluangan Teroris(BNPT) akhirnya berhasl  melakukan  pencegahan terhadap 14 orang warga negara Indonesia berusaha berpergian menuju Suriah,  Minggu (13/3) 2016.  Hingga kin 14 WNI ini msih dalam proses pemeriksaan dan indentifikasi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal ketika dihubungi dan membalas melalui pesan singkat, Minggu (13/3) 2016 mengatakan sebanyak 14 orang warga negara Indonesia dicegah saat berusaha bepergian menuju Suriah, Minggu (13/3)2016. "Pencegahan itu dilakukan tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Polda Metro Jaya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), dan Badan Intelijen Keamanan Polri," ujarnya.

 

Selanjutnya, Iqbal menegaskan saat ini, 14 WNI tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan indentifikasi."Densus 88, Polda Metro dan BIK Polri melakukan pencegahan orang yang akan berangkat ke Suriah, 5 dewasa dan 9 anak-anak," tegasnya.'

Untu itu, Iqbal menjelaskan pencegahan dilakukan pada Minggu siang, seki"tar jam 13.00, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang."Sebanyak 14 WNI tersebut berencana melakukan perjalanan ke luar negeri, menggunakan pesawat AirAsia QZ 256, tujuan Jakarta - Donmuang (Bangkok), yang dijadwalkan berangkat pada jam 14.00," jelasnya.

 

Berikut nama-nama WNI yang masih diperiksa:

 

Asal Tangerang, Banten:

 

1. Opik 

2. Siti Nuraeni (istri) 

3. HTZ (anak) 

4. MSA (anak) 

5. MS (anak)

 

Asal Singkawang, Kalimantan Barat:

 

1. Rosnazizi Khairoman Muksin

2. Safitri Arfan Umran(istri) 

3. Murdifin 

4. AZ (anak) 

5. Adiyat Zofir Rosnazizi (vk)

Monday, 22 February 2016 23:46

Empat WNI Dicegat Di Singapura di Diduga Mau Ke Syiria

Written by

Jakarta, koranrakyat.com- Dari pengejaran terhadap teroris, pada Minggu, 21 Febuari 2016 Densus 88 berhasil  menangkap diduga  salah seorang anggota teroris inisial DA di Cisauk pada pukul 14.50. Penangkapan ini ada kaitan dengan  bom di Cimanggis tahun 2005. Kini terus didalami keterkaitan yang lain. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto ketika ditemui di kompleks Mabes Polri, Senin (22/2)2016 mengatakan
Memang kemarin hari minggu tgl 21 feb, sekitar jam 14.50, temen-teman Densus 88 melakukan dengan terkait penangkapan Cisauk terhadap seorang terduga ada kaitannya dengan kelompok teroris yang sudah dilakukan penangkapan sebelum-sebelumya, yaitu inisial DA 39 tahun swasta."Penangkapan terhadap DA merupakan pengembangan dari penangkapan kota pada hari jumat sebelumnya," ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan penangkapan itu Yaitu salah satu diantara mereka terkait dengan DA ini, yaitu abu gad (cek lagi) alias A. "Keterlibatannya menyangkut mereka diantaranya bom Cimanggis 2005 lalu. Terus kita lakukan pengembangan," tegasnya.

Ketika ditanya barbuknya apa aja yang sudah diamankan, Agus menjelaskan Kemarin masih dilakukan penangkapan, dan penggeledahan di rumah yang bersangkutan. "Saya masih menunggu untuk barbuk apa yang ditemukan. Yang pasti yang bersangkutan keterlibatannya terkait dengan peristiwa yang saya kemukakan, Bom Cimanggis," jelasnya.

Menyinggung perannya, Agus merincinya turut serta. Masih terus kita dalami, yang pasti terkait kelompok itu. Peran lebih rinci tentu masih didalami teman-teman  Densus. Kalau hubungan Thamrin,Ya jadi 5 sebelumnya, tgl 19 penangkapan di Malang ada lima orang, ada beberapa keterkaitan disitu, termasuk terkait dalam peristiwa bom Thamrin. "Karena beberapa waktu sebelumnya juga kita lakukan proses penangkapan. Terus kita lakukan proses pendalaman, termasuk perannya sampe sejauh mana. Kita akan terus update. Tentu kita tunggu teman-teman penyidik untuk mendalami dan mengembangkan kasus ini,Kalau DA,Bukan, kita masih mendalami keterlibatannya sampai sejauh mana," rincinya. (vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

Jakarta, koranrakyat.com- Dari pengejaran terhadap teroris, pada Minggu, 21 Febuari 2016 Densus 88 berhasil  menangkap diduga  salah seorang anggota teroris inisial DA di Cisauk pada pukul 14.50. Penangkapan ini ada kaitan dengan  bom di Cimanggis tahun 2005. Kini terus didalami keterkaitan yang lain. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto ketika ditemui di kompleks Mabes Polri, Senin (22/2)2016 mengatakan
Memang kemarin hari minggu tgl 21 feb, sekitar jam 14.50, temen-teman Densus 88 melakukan dengan terkait penangkapan Cisauk terhadap seorang terduga ada kaitannya dengan kelompok teroris yang sudah dilakukan penangkapan sebelum-sebelumya, yaitu inisial DA 39 tahun swasta."Penangkapan terhadap DA merupakan pengembangan dari penangkapan kota pada hari jumat sebelumnya," ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan penangkapan itu Yaitu salah satu diantara mereka terkait dengan DA ini, yaitu abu gad (cek lagi) alias A. "Keterlibatannya menyangkut mereka diantaranya bom Cimanggis 2005 lalu. Terus kita lakukan pengembangan," tegasnya.

Ketika ditanya barbuknya apa aja yang sudah diamankan, Agus menjelaskan Kemarin masih dilakukan penangkapan, dan penggeledahan di rumah yang bersangkutan. "Saya masih menunggu untuk barbuk apa yang ditemukan. Yang pasti yang bersangkutan keterlibatannya terkait dengan peristiwa yang saya kemukakan, Bom Cimanggis," jelasnya.

Menyinggung perannya, Agus merincinya turut serta. Masih terus kita dalami, yang pasti terkait kelompok itu. Peran lebih rinci tentu masih didalami teman-teman  Densus. Kalau hubungan Thamrin,Ya jadi 5 sebelumnya, tgl 19 penangkapan di Malang ada lima orang, ada beberapa keterkaitan disitu, termasuk terkait dalam peristiwa bom Thamrin. "Karena beberapa waktu sebelumnya juga kita lakukan proses penangkapan. Terus kita lakukan proses pendalaman, termasuk perannya sampe sejauh mana. Kita akan terus update. Tentu kita tunggu teman-teman penyidik untuk mendalami dan mengembangkan kasus ini,Kalau DA,Bukan, kita masih mendalami keterlibatannya sampai sejauh mana," rincinya. (vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

Saturday, 20 February 2016 05:46

Pro Kontra Deponering Penyidik KPK Novel Baswedan

Written by

Jakarta,koranrakyat.com-  Deponering Kasus Novel Baswedan yang akan dilakukan kejagung tetapi mendapatkan protes dan perlawanan dari Komisi III DPR RI ,akhirnya Kejagung menyerahkan ke Kejati Lampung. Sedangkan Polri sudah melakukan Penyidikan dan semua di Serahkan ke Jaksa Agung. 

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapoli),Jenderal Pol Badrodin Haiti ditemui di Kompleks Mabes Polri, Jumat (19/2) 2026 mengataan kalau berkaitan dengan penyidikan yang dilakukan polri, dalam perspektif penyidikan polri pasti mengharapkan seluruh kasus yang di proses oleh penyidik polri sampai ke pengadilan." Kenapa, supaya ada kepastian hukum. Kepastian hukum itulah yang diharapkan, karena prosedurnya sampai sana, ada kepastian hukum, ada keadilan supaya masyarakat bisa tahu.," ujarnya.

Selanjutnya, Badrodin menegaskan Karena penegakan hukum itu enggak hanya sekadar menegakan hukum, ada fungsi preventifnya, ada fungsi edukasi, ada fungsi rehabilitasi, jadi enggak sekadar proses hukum saja."Nah itu yang kita harapkan, tapi sekarang dari tanggung jawab polisi gak mungkin sampai ke pengadilan, ada urusan sampai ke penuntutan silakan ke jaksa," tegasnya.

Untuk itu, Badrodin merincinya  Jaksa ada pilihan mau dilanjutkan ke pengadilan sesuai prosedur atau SKKP, atau di deponering, semua ada persyaratan yg harus dipenuhi, sepanjang dipenuh syarat ya sah-sah saja sesuai kewenangan."Apa membuat ketidakpastian hukum masyarakat bisa menilai," rincinya.

 

Badrodin menandaskan karena polisi disebut kriminalisasi, jadi enggak pernah diuji."Nah namanya uu semua mempertimbangkan, undang-undang merupakan tuntunan yang harus kita ikuti, tentu ada hal tertentu kenapa jaksa diberikan kewenangan undang-undang seperti itu, pasti ada pertinbangan hukum, argumentasi dan naskah akademiknya, " tandasanya. ((Vk). --

 

 

Jakarta,koranrakyat.com-  Kembali aksi Perdagangan orang terjadi dan kali ini menimpa A yang ditinggal di Gorontalo yang diiming-iming diberikan pekerjaan di restoran dikawasan Juanda dengan gaji Rp 1,5 juta, namun setelah di Jakarta dijadikan sapi perah untuk melayani  para penjajah cinta di Spa Plus-plus di Hotel A dikawasan Jakarta Pusat.  Kini J Pemilik Hotel dan AJ Perekrut sudah ditahan di Mabes Polri.


Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum, Kombes Pol Umar Surya Fana ditemui di Kompleks Mabes Polri,Rabu (17/2) 2016 mengatakan di Gorontalo ada korban namanya A dibawa oleh 2 orang temannya ke Jakarta,dengan alasan untuk bekerja direstoran di Jakarta dijanikan Rp 1,5 juta.Beberapa hari kemudian 2 orang yang mengajak A ini kembali ke Gorontalo. "Yang tinggal hanya A dan memberikan informasi pada ibunya ini dipekerjakan untuk melayani laki-laki di spa plus-plus. Atas informasi tersebut Ibu A membuat laporan di Polda Gorontalo. dan Polda Gorontalo bekerjasama dengan Mabes Polri," ujarnya

Selanjutnya, Umar menegaskan Lokasi tempat penyekapan tersebut dilakukan pengeledahan.ternyata ditempat itu bukan hanya A saja ketemu 12 perempuan lainnya." Setelah kita dalami itu ternyata masih dibawa umur adalah 14 tahun  sehingga pasal yang kita kenakan UU Trafiking juga UU  perlindungan anak-anak kita lapiskan disitu," tegasnya. 

Untuk itu, Umar menjelaskan didalam tempat Hotel tersebut yang belum beroperasi itu hasil pendalaman memang untuk konstitusi. Mereka rata-rata dengan dijebak dengan memberikan sejumlah pinjaman Rp 1 Juta sampai Rp 75 Juta harus dibayar oleh mereka satu kali melayani Rp 750 Ribu dan mereka mendapatkan Rp 200 Ribu dan sisanya oleh si tersangka J.". Didalam kasus ini kita tangani, satu tersangka dilayani oleh Polda Gorontalo, Dua tersangka atas nama tersangka J dan UJ ditahan oleh Bareskrim," jelasnya.

Dari Pendalaman, Umar merincinya yang kita kenakan pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 Undang-undang  No.21 thun 2007 tindak Pidana Perdagangan  orang dan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun  dengan denda Rp 160 juta, maksimal Rp 600 Juta."Penangkapan dilakukan sudah tiga hari yang lalu.jadi korban dari 12 orang yang lain dititipkan di Depsos dalam penanganan dalam pemberantasan Perdagangan orang ini .Kita membrikan tugas Gugus Tugas perdagangan diantaranya Kemeterian peranan perempuan dan anak dan Bareskrim  penanganan anak  HSU sepesial sosial bit dalam tindak Pidana penanganan hukumnya," rincinya..

Lebih lanjut, Umar membeberkan kalau dihat dari hotelnya dan hotel ini baru mau akan louncing atau buka minggu depan. Jadi belum operasi secara resmi untuk merekrut. Kalau dilihat hotel baru sekitar  3 bulan dan pengakuan tersangka." nama Hotel A di Jakarta Pusat dikawan Pecenongan. Kalau AJ berperan untuk merekrut, ada  AJ dan J yang memberikan peluang dan memberikan jeratan hutang tadi dan A yang mencari dikampun-kampung termasuk di tempat-tempt biasa mereka biasa dan ada anak menjadi korban dari Jakarta. yang  pengen hidup mahal dengan cara yang mudah  akhirnya dikat dengan dijerat dengan hutang tad," bebernyai. 

Ketika ditanya J itu sebagai pemilik apa, Umar menandaskan J Pemilik Hotel, AJ adalah anak buahnya,  Tugas AJ untuk merekrut. dan semua direkrut  oleh AJ. Yang tersangkut dari Gorontalo dibawa ke Jakarta. Lokbusnya di Gorontalo di tangani Gorontalo dan  sementara yang di Jakarta kita tangani."Kita berpikir ada korban yang lain dan ada 12 orang itu sebagian besar dari Jawa Barat dan ada beberapa dari Jakarta. Itu karena kenapa ,karena lintas  dan yang di Polda ditangani di Bareskrim," tandasnya.(vecky)

 

 

Tuesday, 16 February 2016 03:32

Polri Tangkap Dua Orang Terduga Teroris Di Poso

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Kesigapan Polri terus melakukan pengejaran anggota teroris di Poso akhirnya berhasil menangkap  2 orang lagi , 1 orang meninggal. Namun seiring dengan itu 1 orang anggota Densus 88 mengalami luka ditangannya.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Pol Badrodin Haiti di Mabes Polri, Senin (15/2)2016 mengatakan
Tadi pagi ada penangkapan di Bima, 1 angota Polri dari Densus  terluka kena tangannya." Kemudian dari pelaku 1 orang  meninggal dan dua orang yang ditangkap," ujarnya

Ketika ditanya ini dari kelompok yang mana, Badrodin menegaskan kelompok pertama dan kemudian tadi ditemukan senjata, senjatanya anggota Polri yang ditemukan Waktu itu Kapolsek Ambawawi Kapolsek yang mati ditembak. "Kemudain senjatanya diambil ini lah orang yang menembaknya. Kemudain kelompok ini juga terlibat penembakan bahkan anggota Polri pada saat itu Patroli di Poso," Tegasnya.

Menyinggung ini ada kaitan dengan operasi yang dilakukan di Poso, Badrodin  menjelaskan mereka tidak ada di Jambi dan hanya di Bima. Memang ada sumbernya, Santoso itu Istri ke dua berasal dari Bima. "Itu ada beberapa orang-orang yang berada di Bimaterkait dengan Saantoso,juga banyak yang sudah di Poso bergabung dengan Santoso," Jelasnya.

Untuk itu, Badrodin mengakui memang tidak heran kalau ada jaringannya yang ada disana. "Bukan karena Istrinya, disitu ada kelompok Jaringan dan ada bersama-sama Santoso dia," akunya.( vk)

 

 

Saturday, 13 February 2016 00:04

Anggota Polri Tewas Di Poso Dapat Kenaikan Pangkat

Written by

Jakarta, koran rakyat.com,-Setelah aksi kontak senjata yang mengorbankan 3 tewas,akhirnya untuk menghormati pengorbanannya anggota Polri yang tewas mendapat kenaikan pangkat brigadir menjadi Brigadir Kepala. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Pol Agus Rianto ketika ditemui di kompleks Mabes Polri ,Rabu (10/2)2016 mengatakan pengembangan lebih lanjut, dan kepada anggota kami yang gugur sudah menghubungi kapolri dengan menaikan pangkat yang lebih tinggi, brigadir menjadi brigadir kepala.  "Dan rencananya jenazah almarhum akan dimakamkan di medan sumatrea utara, almarhum meninggalkan seorang istri dan putra, mudah mudahan kejadian ini dengan kasus di Poso dengan mereka yang diduga kelompok teroris," ujarnya.

Kondisi TKP,  Agus menegaskan sudah kondusif hanya terjadi peristiwa pada saat jam 10 kemarin karena. ,"Teman teman disana juga, polri maupun TNI terus melakukan upaya-upaya pengejaran, dan pencarian kepada mereka yg terkait dengan teroris dan dugaan kelompok atau jaringan teroris. Dari kelompok Santoso," tegasnya.

Hingga kini, Agus menjelaskan kita masih terus dalami kelompok siapa yang kemarin, karena memang disana basis untuk kelompok santoso, kita prediksi bagian dari kelompok yang bersangkutan."Tapi kita terus melakukan pengembangan dan update untuk ini pasti akan kita sampaikan," jelasnya.

Untuk pengembangan,Agus menandaskan masih terus melakukan pengejaran di sekitar poso, masyarakat juga merasa penasaran kok mengejar satu orang sekian minggu sekian bulan, dengan ribuan pasukan. "Kenapa belum ditemukan, melakukan pencarian pengejaran mencari, dan memang medan diwilayah sulteng, poso mungkin tidak jauh beda dengan propinsi di daerah papua, mungkin penghutan pegunungan, pencarian dan pengejaran dukungan masyarakat dan agar semua," tandasnya.(vk)

Jakarta,koranrakyat.com- Gelar Operasi Tinombala untuk pengejaran terhadap Santoso ternyata berbuah kontak senjata mengakibatkan 3 orang tewas, dimana 1 anggota Polri dan 2 dari kelompok yang menembaknya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Pol Agus Riyanto ditemui di Kompleks Mabes Polri, Selasa (9/2)2016 mengatakan baku tembak diposo, informasi yang saya dapat, tadi pagi sekitar jam 10:25 wit, terjadi penembakan yang dilakukan oleh seseorang yang berada dalam sebuah mobil kepada anggota kami yang sedang melakukan tugas untuk melakukan langkah langkah pengamanan situasi yang ada diwilayah poso. "Anggota kami brigadir wahyudi mengalami luka tembak satu peluru dibagian dagu dan mengakibatkan yang bersangkutan meninggal dunia," ujarnya.

 Agus menegaskan setelah itu, temen temen yang lain melakukan pembalasan dalam artian melakukan penembakan terhadap para pelaku yg ada didalam kendaraan tersebut. "Informasi yang saya dapatkan ada dua kelompok pelaku yang tewas," tegasnya.

Sesuai perkembangan, Agus menjelaskan jadi total yang tewas ada 3, satu polri dan dua pelaku. "Polri masih mendalami apakah ada terkait dengan santoso, mudah mudahan bisa dapetin informasi lebih lanjut dari temen temen,"  jelasnya.

Untuk itu, Agus mengakui Informasinya ada lima tapi yang kena tembak ada dua, kejadiannya di jalan raya antara nepu dan poso itu terjadi karena sedang ada pemeriksaan dijalan jalan (razia) situasi keamanan agar tetap kondusif kita jg menemukan satu pucuk senjata api. " Ini operasi gabungan TNI,Polri dan juga kegiatan yang lain menyesuaikan,"akunya(vk)

 

 

Saturday, 06 February 2016 04:10

Mendagri : Gafatar Dalam Fase Perlu Dicermati

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Sejak Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan Fatwa Ajaran Sesat dan Menyesatkan, kini Tim Pakem mendukung dengan Surat keputusan 3 Menteri. Kini Gafatar memasuki tahapan perlu dicermati karena masuk fase krusial. Apa lagi Gafatar tak punya Ijin.

 

Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Kamis (4/2) 2016 mengatakan saya kira gafatar ini sudah pada tahap yg perlu dicermati. Pemerintah sudah mengambil inisiatif hadir memulangkan ke daerah asal. "Terapi melakukan pembinaan, meluruskan pola pikir yg salah, Apa yang diyakini oleh eks gafatar ini kan perlu waktu. Kami tidak pernah memberikan izin. Mencabutnya rekomendasi dari kejaksaan agung. Pak Mui juga sudah mengeluarkan fatwa. Departemen agama jg sudah mengeluarkan telaah telaahan penyimpangan," ujarnya.

 

Untuk itu, Cahyo menegaskan Kami sudah kirimkan radio gram pada  Bupati untk menjempit mereka untk pemulangan, sosialisasikan dgn daerah untk membina. "Karena ini termasuk fase yang krusial, fase rekruitmen tertutup, sudah masuk fase hijrah dari daerah asal hijrah ke daerah," tegasnya.

 

Bagaimana dengan Surat Keputusan, Cahyo menjelaskan   Lagi dibahas dengan tim dan masih ada 5000 lebih yang di kalimantan tengah. saya kira perlu waktu mudah- mudahan  masyarakat bisa menerima. "Semua sudah terpadu mudah mudahan masyarakat sudah menerima supaya masyarakat. Tinggal memulihkan, memberikan kesadaran. Tokoh agamanya juga harus aktif," jelasnya.

 

Ketika ditanya Mendagri engga pernah menerbitkan , Cahyo mengakui enggak pernah. Clear."Program konkret krn di bagaimana Bagi masyrakat yang sudah ada diberikan pemahaman. "Mungkin kalau dia terpengaruh, tersesat, tolong lah diajarkan sesuai dengan keyakinan agama. Yg kedua pembinaan mental spritual,"akunya.

Kalau soal target secepat-cepatnya dan sebesar besarnya," Cahyo menandaskan usulan transmigrasi kan opsi terakhir. Itu pun kalo kesadarannya pulih." Gak mungkin transmigrasi sendiri ditinggal.
Tugas kepala daerah itu melindungi negara Indonesia. Dia punya ktp disana. Ya kalo ada warga daerah yg salah , diusir itu kami sudah kirim tim ," tandasnya. ( vk)

Saturday, 06 February 2016 03:45

Tim Pakem Anggap Gafatar Aliran Sesat

Written by

Jakarta, koranrakyat.com- Setelah ada penolakan dibeberapa dari Gerakan Fajar Nusantara(Gafatar) dianggap ilegal dan terbungkus kegiatan sosial sempat menjadi menonjol. Uniknya kegiatan dikaji dan MUI mengeluarkan Fatwa Ajaran Sesat.Didukung Tim Pengawas Aliran kepercayaan dan Agama Dalam Masyarakat),

 

Wakil Ketua Tim Pakem(Pengawas Aliran kepercayaan dan Agama Dalam Masyarakat), Adi Togarisman di Kejagung,  Kamis(4/2)2016 mengatakan saudara tahu rapat yang dilaksanakan oleh tim Pakem Pusat dengan telah terbitnya fatwa MUI berkaitan dengan Gafatar . "Fatwa MUI telah diterima kemarin sore sejak pukul 17.00 kirim.ke Jaksa Agung  hari ini kami merespon keputusan berkaitan dengan Gafatar Mungkin tidak perlu saya sampaikan secara detail tentang isi MUI," ujarnya.

 

Selanjutnya, Adi menegaskan pada intinya dalam rapat tadi dan setelah kita membaca dan mempelajari fatwa MUI . Tim Pakem Pusat berdasarkan kajian , masing- masing anggota  tim Pakem ini secara tertulis dan kita kompilasi dan kita simpulkan."Kemudian kita dikonstruksikan dengan bahwa MUI didalam rapat telah diputuskan dan diterima tim Pakem Pusat bahwa penganut dan anggota dan atau anggota pengurus danorganisasi kemasyarakatan eks Gafatar  tentu dilarang atau dibimbing supaya memberhentikan kegiatan keagamaan yang menyimpang dalam agama Islam," tegasnya.

 

Untuk itu, Adi menjelaskan perlu ditegaskan bahwa Pakem ini berbicara tentang ajaran atau pengembangan ajaran yang diajarkan oleh eks Gafatar dengan kegiatan keagamaan. "Dimiliki sudah menyimpang dari ajaran agama Islam. Sesuai dengan fatwa MUI  telah sesat dan menyesatkan. Sehingga oleh karena itu Tim.Pakem Pusat memutuskan untuk melarang dan.menganggap kegiatan tersebut," jelasnya.

 

Jadi, Adi merincinya dari keputusan rapat itu tentu, secara hukum akan diturunkan dalam bentuk sesuai diatur dalam UU No. 1965 yang dikeluarkan dalam SKB antara Jaksa Agung, Depdagri dan Kementrian Agama. "Dalam pelarangan maka ketentuan yang ada 1965 maka berlaku secara efektif
Larangan siapa saja, orang masih menyelengarakan kegiatan  selama ini masih dilaksanakan Gafatar menyimpang dari ajaran agama itu bisa, dikenakan sangsi pidana," rincinya.

Sesuai perkembangan, Adi menandaskan kemudian dari pelarangan ini masih ada organisasi yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan selama ini Gafatar, organisasi kelompok bisa dibubarkan. " Tentunya semua diserahkan pada aparat hukum yang akan memprosesnya," tandasnya.(vk)

Thursday, 04 February 2016 02:03

Terduga Teroris Kembali Diringkus Di Lampung

Written by

Jakarta, koranrakyat.com- Setelah aksi teror di Sarinah, kembali Polisi meringkus TS sebagai DPO yang terlibat Fai. Ditangkapnya di Lampung, Selasa (2/2)2016 pada, pukul 16.00 lewat dan kini terus diperiksa dan didalami perannya. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Pol Agus Riyanto di temui di kompleks Mabes Polri , Rabu (3/2)2016 mengatakan memang kemarin 2 Februari 2016 pukul 16.00 lewat sore hari di Lampung kita melakukan penangkapan terhadap DPO   teroris 1 orang atas nama TS . "Yang bersangkutan terlibat dalam kegiatan Fai yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu bergabung dengan Aburoban di  Tanggamus, kemudian yang bersangkutan dalam pelariannya pelatihan dengan kelompok Poso di Poso," ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan Kemudian juga yang bersangkutan ikut juga gabung dengan kelompok yang ada di Bima." Disebutkan disitu gabung dengan kelompok Mujahid Bima. Terhadap yang bersangkutan kita lakukan pendalaman , kalau ditanya terkait dengan pembangunan di Sarinah masih kita dalami. Pasti yang bersangkutan nanti saya kemukakan," tegasnya.

Hubungan dengan  kasus di Sarinah, Agus,menjelaskan Ya, kalau tersangka terkait langsung 4 orang sudah meninggal , terus kita lakukan pendalaman  baik yang kita lakukan penangkapan itu ada tergabung dalam kelompok terkait dengan mereka juga , ada juga,dengan kelompok lain." Penangkapan kita beberapa waktu setelah kejadian dari 23 Dan 22 ditangani oleh penyidik. Sekarang ada beberapa  yang diproses lebih lanjut,".

Ada rencana Abdurahman jadi tersangka, Agus menandaskan  nanti kita lihat, tentunya penyidik akan melakukan tindakan - tindakan sesuai kewajiban dan tanggung jawab oleh Undang- undang . Siapapun itu apa bila terpenuhi pidana dilakukan proses lebih lanjut."Tadi saya katakan yang bersangkutan adalah DPO, khususnya yanf bersangkutan DPO juga terkait dengan Poso dan jaringan Bima. Ini sedang kita dalami terus," tandasnya.

Dengan Santo itu kapan, Agus merincinya pada saat dia pelarian setelah dia lakukan dari bersama, ybs bersangkutan gabung dengan kelompok Santoso.
"Masih dalam pelarian dan dia juga pindah tempat ,dia berada di kelompok di Bima, NTBNanti kita dalami dan dia baru ditangkap kemarin. Dimana keterlibatannya dengan.Tangkap orangnya  saja, tidak ada senjatanya. Dia anggota kelompok," rinciannya.(vk)

Thursday, 04 February 2016 02:00

Di Duga Kontraktor Hitam Masih Dapat Jatah Proyek

Written by
Nganjuk, Koranrakyat.com, - Kontraktor nakal dalam proyek pengadaan barang/jasa pemerintah yang mempunyai kontrak atau sejumlah proyek siluman di Kabupaten Nganjuk oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).

"Tahap pertama evaluasi dan monitoring dari LKPP, yang pertama kali akan ditegakkan adanya black list system, Kalau punya daftar hitam yang baik pasti ketahuan siapa yang pernah melakukan wanprestasi," ungkap Agus susatyo anggota LKPP ketika di temui wartawan kemarin rabu (03/02/2016).

Selain itu, Agus mengatakan LKPP dibentuk untuk menegakkan fair competition dalam pelaksanaan tender pengadaan barang/jasa pemerintah, artinya didalam pelaksanaan tender pengadaan barang biasanya membawa pengawal dalam menyeleksi sebuah pengajuan berkas tender.

"Apakah dari dokumen tender pelaksana tender sudah melaksanakan prinsip transparansi, dokumen penting untuk menegakkan fair competition," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Nganjuk Pudji Santoso Fraksi PDIP  mengatakan ketika dihubungi bahwa untuk proses pengadaan barang/jasa pemerintah di Kementerian/Lembaga (K/L) diharapkan nantinya di tiap K/L ada unit kerja khusus yang menangani tender pengadaan barang/jasa ini.

"Selama ini kan untuk tender kebanyakkan jadi kerja sampingan pejabat K/L yang ada, jadi harusnya ada unit khusus, selain itu di 2016 juga akan diterapkan bahwa setiap pejabat dalam pengadaan barang/jasa harus disertifikasi," tuturnya.(roy)
 
Page 9 of 14

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan