Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu
Last Updated on Jan 24 2019

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat. Mendapat amanat baru dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu, yang baru. Supratman menggantikan posisi Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung, yang menjadi...
Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat
Last Updated on Jan 23 2019

Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco) PSSI Hidayat. Ini dilakukan untuk memperoleh barang bukti menyangkut masalah terlapor.              Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi...
Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...

World Today

Monday, 22 February 2016 23:46

Empat WNI Dicegat Di Singapura di Diduga Mau Ke Syiria

Written by

Jakarta, koranrakyat.com- Dari pengejaran terhadap teroris, pada Minggu, 21 Febuari 2016 Densus 88 berhasil  menangkap diduga  salah seorang anggota teroris inisial DA di Cisauk pada pukul 14.50. Penangkapan ini ada kaitan dengan  bom di Cimanggis tahun 2005. Kini terus didalami keterkaitan yang lain. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto ketika ditemui di kompleks Mabes Polri, Senin (22/2)2016 mengatakan
Memang kemarin hari minggu tgl 21 feb, sekitar jam 14.50, temen-teman Densus 88 melakukan dengan terkait penangkapan Cisauk terhadap seorang terduga ada kaitannya dengan kelompok teroris yang sudah dilakukan penangkapan sebelum-sebelumya, yaitu inisial DA 39 tahun swasta."Penangkapan terhadap DA merupakan pengembangan dari penangkapan kota pada hari jumat sebelumnya," ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan penangkapan itu Yaitu salah satu diantara mereka terkait dengan DA ini, yaitu abu gad (cek lagi) alias A. "Keterlibatannya menyangkut mereka diantaranya bom Cimanggis 2005 lalu. Terus kita lakukan pengembangan," tegasnya.

Ketika ditanya barbuknya apa aja yang sudah diamankan, Agus menjelaskan Kemarin masih dilakukan penangkapan, dan penggeledahan di rumah yang bersangkutan. "Saya masih menunggu untuk barbuk apa yang ditemukan. Yang pasti yang bersangkutan keterlibatannya terkait dengan peristiwa yang saya kemukakan, Bom Cimanggis," jelasnya.

Menyinggung perannya, Agus merincinya turut serta. Masih terus kita dalami, yang pasti terkait kelompok itu. Peran lebih rinci tentu masih didalami teman-teman  Densus. Kalau hubungan Thamrin,Ya jadi 5 sebelumnya, tgl 19 penangkapan di Malang ada lima orang, ada beberapa keterkaitan disitu, termasuk terkait dalam peristiwa bom Thamrin. "Karena beberapa waktu sebelumnya juga kita lakukan proses penangkapan. Terus kita lakukan proses pendalaman, termasuk perannya sampe sejauh mana. Kita akan terus update. Tentu kita tunggu teman-teman penyidik untuk mendalami dan mengembangkan kasus ini,Kalau DA,Bukan, kita masih mendalami keterlibatannya sampai sejauh mana," rincinya. (vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

Jakarta, koranrakyat.com- Dari pengejaran terhadap teroris, pada Minggu, 21 Febuari 2016 Densus 88 berhasil  menangkap diduga  salah seorang anggota teroris inisial DA di Cisauk pada pukul 14.50. Penangkapan ini ada kaitan dengan  bom di Cimanggis tahun 2005. Kini terus didalami keterkaitan yang lain. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto ketika ditemui di kompleks Mabes Polri, Senin (22/2)2016 mengatakan
Memang kemarin hari minggu tgl 21 feb, sekitar jam 14.50, temen-teman Densus 88 melakukan dengan terkait penangkapan Cisauk terhadap seorang terduga ada kaitannya dengan kelompok teroris yang sudah dilakukan penangkapan sebelum-sebelumya, yaitu inisial DA 39 tahun swasta."Penangkapan terhadap DA merupakan pengembangan dari penangkapan kota pada hari jumat sebelumnya," ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan penangkapan itu Yaitu salah satu diantara mereka terkait dengan DA ini, yaitu abu gad (cek lagi) alias A. "Keterlibatannya menyangkut mereka diantaranya bom Cimanggis 2005 lalu. Terus kita lakukan pengembangan," tegasnya.

Ketika ditanya barbuknya apa aja yang sudah diamankan, Agus menjelaskan Kemarin masih dilakukan penangkapan, dan penggeledahan di rumah yang bersangkutan. "Saya masih menunggu untuk barbuk apa yang ditemukan. Yang pasti yang bersangkutan keterlibatannya terkait dengan peristiwa yang saya kemukakan, Bom Cimanggis," jelasnya.

Menyinggung perannya, Agus merincinya turut serta. Masih terus kita dalami, yang pasti terkait kelompok itu. Peran lebih rinci tentu masih didalami teman-teman  Densus. Kalau hubungan Thamrin,Ya jadi 5 sebelumnya, tgl 19 penangkapan di Malang ada lima orang, ada beberapa keterkaitan disitu, termasuk terkait dalam peristiwa bom Thamrin. "Karena beberapa waktu sebelumnya juga kita lakukan proses penangkapan. Terus kita lakukan proses pendalaman, termasuk perannya sampe sejauh mana. Kita akan terus update. Tentu kita tunggu teman-teman penyidik untuk mendalami dan mengembangkan kasus ini,Kalau DA,Bukan, kita masih mendalami keterlibatannya sampai sejauh mana," rincinya. (vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

Saturday, 20 February 2016 05:46

Pro Kontra Deponering Penyidik KPK Novel Baswedan

Written by

Jakarta,koranrakyat.com-  Deponering Kasus Novel Baswedan yang akan dilakukan kejagung tetapi mendapatkan protes dan perlawanan dari Komisi III DPR RI ,akhirnya Kejagung menyerahkan ke Kejati Lampung. Sedangkan Polri sudah melakukan Penyidikan dan semua di Serahkan ke Jaksa Agung. 

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapoli),Jenderal Pol Badrodin Haiti ditemui di Kompleks Mabes Polri, Jumat (19/2) 2026 mengataan kalau berkaitan dengan penyidikan yang dilakukan polri, dalam perspektif penyidikan polri pasti mengharapkan seluruh kasus yang di proses oleh penyidik polri sampai ke pengadilan." Kenapa, supaya ada kepastian hukum. Kepastian hukum itulah yang diharapkan, karena prosedurnya sampai sana, ada kepastian hukum, ada keadilan supaya masyarakat bisa tahu.," ujarnya.

Selanjutnya, Badrodin menegaskan Karena penegakan hukum itu enggak hanya sekadar menegakan hukum, ada fungsi preventifnya, ada fungsi edukasi, ada fungsi rehabilitasi, jadi enggak sekadar proses hukum saja."Nah itu yang kita harapkan, tapi sekarang dari tanggung jawab polisi gak mungkin sampai ke pengadilan, ada urusan sampai ke penuntutan silakan ke jaksa," tegasnya.

Untuk itu, Badrodin merincinya  Jaksa ada pilihan mau dilanjutkan ke pengadilan sesuai prosedur atau SKKP, atau di deponering, semua ada persyaratan yg harus dipenuhi, sepanjang dipenuh syarat ya sah-sah saja sesuai kewenangan."Apa membuat ketidakpastian hukum masyarakat bisa menilai," rincinya.

 

Badrodin menandaskan karena polisi disebut kriminalisasi, jadi enggak pernah diuji."Nah namanya uu semua mempertimbangkan, undang-undang merupakan tuntunan yang harus kita ikuti, tentu ada hal tertentu kenapa jaksa diberikan kewenangan undang-undang seperti itu, pasti ada pertinbangan hukum, argumentasi dan naskah akademiknya, " tandasanya. ((Vk). --

 

 

Jakarta,koranrakyat.com-  Kembali aksi Perdagangan orang terjadi dan kali ini menimpa A yang ditinggal di Gorontalo yang diiming-iming diberikan pekerjaan di restoran dikawasan Juanda dengan gaji Rp 1,5 juta, namun setelah di Jakarta dijadikan sapi perah untuk melayani  para penjajah cinta di Spa Plus-plus di Hotel A dikawasan Jakarta Pusat.  Kini J Pemilik Hotel dan AJ Perekrut sudah ditahan di Mabes Polri.


Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum, Kombes Pol Umar Surya Fana ditemui di Kompleks Mabes Polri,Rabu (17/2) 2016 mengatakan di Gorontalo ada korban namanya A dibawa oleh 2 orang temannya ke Jakarta,dengan alasan untuk bekerja direstoran di Jakarta dijanikan Rp 1,5 juta.Beberapa hari kemudian 2 orang yang mengajak A ini kembali ke Gorontalo. "Yang tinggal hanya A dan memberikan informasi pada ibunya ini dipekerjakan untuk melayani laki-laki di spa plus-plus. Atas informasi tersebut Ibu A membuat laporan di Polda Gorontalo. dan Polda Gorontalo bekerjasama dengan Mabes Polri," ujarnya

Selanjutnya, Umar menegaskan Lokasi tempat penyekapan tersebut dilakukan pengeledahan.ternyata ditempat itu bukan hanya A saja ketemu 12 perempuan lainnya." Setelah kita dalami itu ternyata masih dibawa umur adalah 14 tahun  sehingga pasal yang kita kenakan UU Trafiking juga UU  perlindungan anak-anak kita lapiskan disitu," tegasnya. 

Untuk itu, Umar menjelaskan didalam tempat Hotel tersebut yang belum beroperasi itu hasil pendalaman memang untuk konstitusi. Mereka rata-rata dengan dijebak dengan memberikan sejumlah pinjaman Rp 1 Juta sampai Rp 75 Juta harus dibayar oleh mereka satu kali melayani Rp 750 Ribu dan mereka mendapatkan Rp 200 Ribu dan sisanya oleh si tersangka J.". Didalam kasus ini kita tangani, satu tersangka dilayani oleh Polda Gorontalo, Dua tersangka atas nama tersangka J dan UJ ditahan oleh Bareskrim," jelasnya.

Dari Pendalaman, Umar merincinya yang kita kenakan pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 Undang-undang  No.21 thun 2007 tindak Pidana Perdagangan  orang dan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun  dengan denda Rp 160 juta, maksimal Rp 600 Juta."Penangkapan dilakukan sudah tiga hari yang lalu.jadi korban dari 12 orang yang lain dititipkan di Depsos dalam penanganan dalam pemberantasan Perdagangan orang ini .Kita membrikan tugas Gugus Tugas perdagangan diantaranya Kemeterian peranan perempuan dan anak dan Bareskrim  penanganan anak  HSU sepesial sosial bit dalam tindak Pidana penanganan hukumnya," rincinya..

Lebih lanjut, Umar membeberkan kalau dihat dari hotelnya dan hotel ini baru mau akan louncing atau buka minggu depan. Jadi belum operasi secara resmi untuk merekrut. Kalau dilihat hotel baru sekitar  3 bulan dan pengakuan tersangka." nama Hotel A di Jakarta Pusat dikawan Pecenongan. Kalau AJ berperan untuk merekrut, ada  AJ dan J yang memberikan peluang dan memberikan jeratan hutang tadi dan A yang mencari dikampun-kampung termasuk di tempat-tempt biasa mereka biasa dan ada anak menjadi korban dari Jakarta. yang  pengen hidup mahal dengan cara yang mudah  akhirnya dikat dengan dijerat dengan hutang tad," bebernyai. 

Ketika ditanya J itu sebagai pemilik apa, Umar menandaskan J Pemilik Hotel, AJ adalah anak buahnya,  Tugas AJ untuk merekrut. dan semua direkrut  oleh AJ. Yang tersangkut dari Gorontalo dibawa ke Jakarta. Lokbusnya di Gorontalo di tangani Gorontalo dan  sementara yang di Jakarta kita tangani."Kita berpikir ada korban yang lain dan ada 12 orang itu sebagian besar dari Jawa Barat dan ada beberapa dari Jakarta. Itu karena kenapa ,karena lintas  dan yang di Polda ditangani di Bareskrim," tandasnya.(vecky)

 

 

Tuesday, 16 February 2016 03:32

Polri Tangkap Dua Orang Terduga Teroris Di Poso

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Kesigapan Polri terus melakukan pengejaran anggota teroris di Poso akhirnya berhasil menangkap  2 orang lagi , 1 orang meninggal. Namun seiring dengan itu 1 orang anggota Densus 88 mengalami luka ditangannya.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Pol Badrodin Haiti di Mabes Polri, Senin (15/2)2016 mengatakan
Tadi pagi ada penangkapan di Bima, 1 angota Polri dari Densus  terluka kena tangannya." Kemudian dari pelaku 1 orang  meninggal dan dua orang yang ditangkap," ujarnya

Ketika ditanya ini dari kelompok yang mana, Badrodin menegaskan kelompok pertama dan kemudian tadi ditemukan senjata, senjatanya anggota Polri yang ditemukan Waktu itu Kapolsek Ambawawi Kapolsek yang mati ditembak. "Kemudain senjatanya diambil ini lah orang yang menembaknya. Kemudain kelompok ini juga terlibat penembakan bahkan anggota Polri pada saat itu Patroli di Poso," Tegasnya.

Menyinggung ini ada kaitan dengan operasi yang dilakukan di Poso, Badrodin  menjelaskan mereka tidak ada di Jambi dan hanya di Bima. Memang ada sumbernya, Santoso itu Istri ke dua berasal dari Bima. "Itu ada beberapa orang-orang yang berada di Bimaterkait dengan Saantoso,juga banyak yang sudah di Poso bergabung dengan Santoso," Jelasnya.

Untuk itu, Badrodin mengakui memang tidak heran kalau ada jaringannya yang ada disana. "Bukan karena Istrinya, disitu ada kelompok Jaringan dan ada bersama-sama Santoso dia," akunya.( vk)

 

 

Saturday, 13 February 2016 00:04

Anggota Polri Tewas Di Poso Dapat Kenaikan Pangkat

Written by

Jakarta, koran rakyat.com,-Setelah aksi kontak senjata yang mengorbankan 3 tewas,akhirnya untuk menghormati pengorbanannya anggota Polri yang tewas mendapat kenaikan pangkat brigadir menjadi Brigadir Kepala. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Pol Agus Rianto ketika ditemui di kompleks Mabes Polri ,Rabu (10/2)2016 mengatakan pengembangan lebih lanjut, dan kepada anggota kami yang gugur sudah menghubungi kapolri dengan menaikan pangkat yang lebih tinggi, brigadir menjadi brigadir kepala.  "Dan rencananya jenazah almarhum akan dimakamkan di medan sumatrea utara, almarhum meninggalkan seorang istri dan putra, mudah mudahan kejadian ini dengan kasus di Poso dengan mereka yang diduga kelompok teroris," ujarnya.

Kondisi TKP,  Agus menegaskan sudah kondusif hanya terjadi peristiwa pada saat jam 10 kemarin karena. ,"Teman teman disana juga, polri maupun TNI terus melakukan upaya-upaya pengejaran, dan pencarian kepada mereka yg terkait dengan teroris dan dugaan kelompok atau jaringan teroris. Dari kelompok Santoso," tegasnya.

Hingga kini, Agus menjelaskan kita masih terus dalami kelompok siapa yang kemarin, karena memang disana basis untuk kelompok santoso, kita prediksi bagian dari kelompok yang bersangkutan."Tapi kita terus melakukan pengembangan dan update untuk ini pasti akan kita sampaikan," jelasnya.

Untuk pengembangan,Agus menandaskan masih terus melakukan pengejaran di sekitar poso, masyarakat juga merasa penasaran kok mengejar satu orang sekian minggu sekian bulan, dengan ribuan pasukan. "Kenapa belum ditemukan, melakukan pencarian pengejaran mencari, dan memang medan diwilayah sulteng, poso mungkin tidak jauh beda dengan propinsi di daerah papua, mungkin penghutan pegunungan, pencarian dan pengejaran dukungan masyarakat dan agar semua," tandasnya.(vk)

Jakarta,koranrakyat.com- Gelar Operasi Tinombala untuk pengejaran terhadap Santoso ternyata berbuah kontak senjata mengakibatkan 3 orang tewas, dimana 1 anggota Polri dan 2 dari kelompok yang menembaknya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Pol Agus Riyanto ditemui di Kompleks Mabes Polri, Selasa (9/2)2016 mengatakan baku tembak diposo, informasi yang saya dapat, tadi pagi sekitar jam 10:25 wit, terjadi penembakan yang dilakukan oleh seseorang yang berada dalam sebuah mobil kepada anggota kami yang sedang melakukan tugas untuk melakukan langkah langkah pengamanan situasi yang ada diwilayah poso. "Anggota kami brigadir wahyudi mengalami luka tembak satu peluru dibagian dagu dan mengakibatkan yang bersangkutan meninggal dunia," ujarnya.

 Agus menegaskan setelah itu, temen temen yang lain melakukan pembalasan dalam artian melakukan penembakan terhadap para pelaku yg ada didalam kendaraan tersebut. "Informasi yang saya dapatkan ada dua kelompok pelaku yang tewas," tegasnya.

Sesuai perkembangan, Agus menjelaskan jadi total yang tewas ada 3, satu polri dan dua pelaku. "Polri masih mendalami apakah ada terkait dengan santoso, mudah mudahan bisa dapetin informasi lebih lanjut dari temen temen,"  jelasnya.

Untuk itu, Agus mengakui Informasinya ada lima tapi yang kena tembak ada dua, kejadiannya di jalan raya antara nepu dan poso itu terjadi karena sedang ada pemeriksaan dijalan jalan (razia) situasi keamanan agar tetap kondusif kita jg menemukan satu pucuk senjata api. " Ini operasi gabungan TNI,Polri dan juga kegiatan yang lain menyesuaikan,"akunya(vk)

 

 

Saturday, 06 February 2016 04:10

Mendagri : Gafatar Dalam Fase Perlu Dicermati

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Sejak Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan Fatwa Ajaran Sesat dan Menyesatkan, kini Tim Pakem mendukung dengan Surat keputusan 3 Menteri. Kini Gafatar memasuki tahapan perlu dicermati karena masuk fase krusial. Apa lagi Gafatar tak punya Ijin.

 

Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Kamis (4/2) 2016 mengatakan saya kira gafatar ini sudah pada tahap yg perlu dicermati. Pemerintah sudah mengambil inisiatif hadir memulangkan ke daerah asal. "Terapi melakukan pembinaan, meluruskan pola pikir yg salah, Apa yang diyakini oleh eks gafatar ini kan perlu waktu. Kami tidak pernah memberikan izin. Mencabutnya rekomendasi dari kejaksaan agung. Pak Mui juga sudah mengeluarkan fatwa. Departemen agama jg sudah mengeluarkan telaah telaahan penyimpangan," ujarnya.

 

Untuk itu, Cahyo menegaskan Kami sudah kirimkan radio gram pada  Bupati untk menjempit mereka untk pemulangan, sosialisasikan dgn daerah untk membina. "Karena ini termasuk fase yang krusial, fase rekruitmen tertutup, sudah masuk fase hijrah dari daerah asal hijrah ke daerah," tegasnya.

 

Bagaimana dengan Surat Keputusan, Cahyo menjelaskan   Lagi dibahas dengan tim dan masih ada 5000 lebih yang di kalimantan tengah. saya kira perlu waktu mudah- mudahan  masyarakat bisa menerima. "Semua sudah terpadu mudah mudahan masyarakat sudah menerima supaya masyarakat. Tinggal memulihkan, memberikan kesadaran. Tokoh agamanya juga harus aktif," jelasnya.

 

Ketika ditanya Mendagri engga pernah menerbitkan , Cahyo mengakui enggak pernah. Clear."Program konkret krn di bagaimana Bagi masyrakat yang sudah ada diberikan pemahaman. "Mungkin kalau dia terpengaruh, tersesat, tolong lah diajarkan sesuai dengan keyakinan agama. Yg kedua pembinaan mental spritual,"akunya.

Kalau soal target secepat-cepatnya dan sebesar besarnya," Cahyo menandaskan usulan transmigrasi kan opsi terakhir. Itu pun kalo kesadarannya pulih." Gak mungkin transmigrasi sendiri ditinggal.
Tugas kepala daerah itu melindungi negara Indonesia. Dia punya ktp disana. Ya kalo ada warga daerah yg salah , diusir itu kami sudah kirim tim ," tandasnya. ( vk)

Saturday, 06 February 2016 03:45

Tim Pakem Anggap Gafatar Aliran Sesat

Written by

Jakarta, koranrakyat.com- Setelah ada penolakan dibeberapa dari Gerakan Fajar Nusantara(Gafatar) dianggap ilegal dan terbungkus kegiatan sosial sempat menjadi menonjol. Uniknya kegiatan dikaji dan MUI mengeluarkan Fatwa Ajaran Sesat.Didukung Tim Pengawas Aliran kepercayaan dan Agama Dalam Masyarakat),

 

Wakil Ketua Tim Pakem(Pengawas Aliran kepercayaan dan Agama Dalam Masyarakat), Adi Togarisman di Kejagung,  Kamis(4/2)2016 mengatakan saudara tahu rapat yang dilaksanakan oleh tim Pakem Pusat dengan telah terbitnya fatwa MUI berkaitan dengan Gafatar . "Fatwa MUI telah diterima kemarin sore sejak pukul 17.00 kirim.ke Jaksa Agung  hari ini kami merespon keputusan berkaitan dengan Gafatar Mungkin tidak perlu saya sampaikan secara detail tentang isi MUI," ujarnya.

 

Selanjutnya, Adi menegaskan pada intinya dalam rapat tadi dan setelah kita membaca dan mempelajari fatwa MUI . Tim Pakem Pusat berdasarkan kajian , masing- masing anggota  tim Pakem ini secara tertulis dan kita kompilasi dan kita simpulkan."Kemudian kita dikonstruksikan dengan bahwa MUI didalam rapat telah diputuskan dan diterima tim Pakem Pusat bahwa penganut dan anggota dan atau anggota pengurus danorganisasi kemasyarakatan eks Gafatar  tentu dilarang atau dibimbing supaya memberhentikan kegiatan keagamaan yang menyimpang dalam agama Islam," tegasnya.

 

Untuk itu, Adi menjelaskan perlu ditegaskan bahwa Pakem ini berbicara tentang ajaran atau pengembangan ajaran yang diajarkan oleh eks Gafatar dengan kegiatan keagamaan. "Dimiliki sudah menyimpang dari ajaran agama Islam. Sesuai dengan fatwa MUI  telah sesat dan menyesatkan. Sehingga oleh karena itu Tim.Pakem Pusat memutuskan untuk melarang dan.menganggap kegiatan tersebut," jelasnya.

 

Jadi, Adi merincinya dari keputusan rapat itu tentu, secara hukum akan diturunkan dalam bentuk sesuai diatur dalam UU No. 1965 yang dikeluarkan dalam SKB antara Jaksa Agung, Depdagri dan Kementrian Agama. "Dalam pelarangan maka ketentuan yang ada 1965 maka berlaku secara efektif
Larangan siapa saja, orang masih menyelengarakan kegiatan  selama ini masih dilaksanakan Gafatar menyimpang dari ajaran agama itu bisa, dikenakan sangsi pidana," rincinya.

Sesuai perkembangan, Adi menandaskan kemudian dari pelarangan ini masih ada organisasi yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan selama ini Gafatar, organisasi kelompok bisa dibubarkan. " Tentunya semua diserahkan pada aparat hukum yang akan memprosesnya," tandasnya.(vk)

Thursday, 04 February 2016 02:03

Terduga Teroris Kembali Diringkus Di Lampung

Written by

Jakarta, koranrakyat.com- Setelah aksi teror di Sarinah, kembali Polisi meringkus TS sebagai DPO yang terlibat Fai. Ditangkapnya di Lampung, Selasa (2/2)2016 pada, pukul 16.00 lewat dan kini terus diperiksa dan didalami perannya. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Pol Agus Riyanto di temui di kompleks Mabes Polri , Rabu (3/2)2016 mengatakan memang kemarin 2 Februari 2016 pukul 16.00 lewat sore hari di Lampung kita melakukan penangkapan terhadap DPO   teroris 1 orang atas nama TS . "Yang bersangkutan terlibat dalam kegiatan Fai yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu bergabung dengan Aburoban di  Tanggamus, kemudian yang bersangkutan dalam pelariannya pelatihan dengan kelompok Poso di Poso," ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan Kemudian juga yang bersangkutan ikut juga gabung dengan kelompok yang ada di Bima." Disebutkan disitu gabung dengan kelompok Mujahid Bima. Terhadap yang bersangkutan kita lakukan pendalaman , kalau ditanya terkait dengan pembangunan di Sarinah masih kita dalami. Pasti yang bersangkutan nanti saya kemukakan," tegasnya.

Hubungan dengan  kasus di Sarinah, Agus,menjelaskan Ya, kalau tersangka terkait langsung 4 orang sudah meninggal , terus kita lakukan pendalaman  baik yang kita lakukan penangkapan itu ada tergabung dalam kelompok terkait dengan mereka juga , ada juga,dengan kelompok lain." Penangkapan kita beberapa waktu setelah kejadian dari 23 Dan 22 ditangani oleh penyidik. Sekarang ada beberapa  yang diproses lebih lanjut,".

Ada rencana Abdurahman jadi tersangka, Agus menandaskan  nanti kita lihat, tentunya penyidik akan melakukan tindakan - tindakan sesuai kewajiban dan tanggung jawab oleh Undang- undang . Siapapun itu apa bila terpenuhi pidana dilakukan proses lebih lanjut."Tadi saya katakan yang bersangkutan adalah DPO, khususnya yanf bersangkutan DPO juga terkait dengan Poso dan jaringan Bima. Ini sedang kita dalami terus," tandasnya.

Dengan Santo itu kapan, Agus merincinya pada saat dia pelarian setelah dia lakukan dari bersama, ybs bersangkutan gabung dengan kelompok Santoso.
"Masih dalam pelarian dan dia juga pindah tempat ,dia berada di kelompok di Bima, NTBNanti kita dalami dan dia baru ditangkap kemarin. Dimana keterlibatannya dengan.Tangkap orangnya  saja, tidak ada senjatanya. Dia anggota kelompok," rinciannya.(vk)

Thursday, 04 February 2016 02:00

Di Duga Kontraktor Hitam Masih Dapat Jatah Proyek

Written by
Nganjuk, Koranrakyat.com, - Kontraktor nakal dalam proyek pengadaan barang/jasa pemerintah yang mempunyai kontrak atau sejumlah proyek siluman di Kabupaten Nganjuk oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).

"Tahap pertama evaluasi dan monitoring dari LKPP, yang pertama kali akan ditegakkan adanya black list system, Kalau punya daftar hitam yang baik pasti ketahuan siapa yang pernah melakukan wanprestasi," ungkap Agus susatyo anggota LKPP ketika di temui wartawan kemarin rabu (03/02/2016).

Selain itu, Agus mengatakan LKPP dibentuk untuk menegakkan fair competition dalam pelaksanaan tender pengadaan barang/jasa pemerintah, artinya didalam pelaksanaan tender pengadaan barang biasanya membawa pengawal dalam menyeleksi sebuah pengajuan berkas tender.

"Apakah dari dokumen tender pelaksana tender sudah melaksanakan prinsip transparansi, dokumen penting untuk menegakkan fair competition," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Nganjuk Pudji Santoso Fraksi PDIP  mengatakan ketika dihubungi bahwa untuk proses pengadaan barang/jasa pemerintah di Kementerian/Lembaga (K/L) diharapkan nantinya di tiap K/L ada unit kerja khusus yang menangani tender pengadaan barang/jasa ini.

"Selama ini kan untuk tender kebanyakkan jadi kerja sampingan pejabat K/L yang ada, jadi harusnya ada unit khusus, selain itu di 2016 juga akan diterapkan bahwa setiap pejabat dalam pengadaan barang/jasa harus disertifikasi," tuturnya.(roy)
 
Thursday, 04 February 2016 01:58

Lelang Proyek Di Ganjuk Di Tengarai Serat Penyimpangan

Written by
Nganjuk, Koranrakyat.com, - Kericuhan pada setiap proses lelang di pemerintahan kabupaten Nganjuk selama ini dinilai seorang kontrakktor akibat banyaknya pihak yang tidak berkepentingan ikut andil dalam proses tender.

"Padahal tender itu kan ada aturannya. Yang boleh mengikuti tender itu kan para kontraktor yang terdaftar. Sedangkan pelarangan masuk oleh panitia karena waktu yang diberikan sudah habis dan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan," kata Arieanto mengomentari kasus lelang di Dinas PU Pengairan ketika ditemui wartawan kemarin rabu (03/02/2016).

Selain karena direcoki, menurut Arie, kualitas sumber daya manusia (SDM) di perusahaan jasa konstruksi juga sangat mempengaruhi. Dia mencontohkan proses sertifikasi menyangkut profesi seseorang dalam perusahaan konstruksi.

“Memang selama ini banyak sekali Tender di Dinas Pengairan yang diduga banyak penyimpangan seperti Tender fiktif yang dilakukan orang dalam dan tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh Kepala Dinasnya sendiri, “ ungkap Arie ketika bersama wartawan.

Untuk mengerjakan konstruksi haruslah orang yang memiliki keahlian khusus. Hal itu diamanatkan dalam Undang-Undang Jasa Konstruksi. "Kenyataannya, untuk mendapatkan sertifikasi keterampilan (SKT) dan sertifikasi keahlian (SKA) melalui asosiasi profesi acap dinilai subjektif. Selain dikenakan biaya berkisar Rp1 juta--Rp7 juta, banyak asosiasi profesi yang memberikan kelulusan berdasarkan kekerabatan.

Jadi bukan karena keahlian. Sebab, tidak semua sarjana teknik memiliki spesialisasi," ujar Arie.

Mengenai tarif, itu tidak ada aturannya. "Itu sebabnya saya mengajak asosiasi profesi tidak menjadikan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi tidak menjadikan lahan untuk mencari keuntungan pribadi," ujar dia.

Arie mengusulkan keberadaan LPJK kini harus ditinjau ulang terkait masalah keahlian. "Bekukan semua dulu, baru kemudian ditertibkan. Sehingga kualitas pembangunan menjadi baik dan uang negara tidak lagi dikorupsi dengan proses-proses lelang fiktif, kocok bekem atau apa lah istilah lainnya," katanya.

Menyoal biaya yang dikeluarkan kontraktor untuk pembuatan sertifikasi, Arie mengatakan sejauh ini tak jelas peruntukannya. "Dulu masih ada kegiatan, seperti pelatihan peningkatan keahlian. Sekarang mana? Nah kalau di Indonesia saja ada 90 ribu kontraktor, hitung saja berapa pemasukan dari situ," pungkas Arie.(roy)
Thursday, 04 February 2016 01:43

Bareskrim BKO Ke Kalbar Terkait Gafatar

Written by


Jakarta, koranrakyat.com- Untuk proses penanganan Gafatar, akhirnya Bareskrim mengutus anggota ke Kalbar dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Seiring proses dilakukan sehingga aman dilakukan penindakan. Kabareskrim, Komjen Pol Anang Iskandar di temui di Mabes Polri, Selasa (2/2)2016 mengatakan Perkara ini pada tingkat pengecekan , saya mengirim petugas ke Kalimantan Barat 

lakukan observasi disana termasuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan saksi."Itu yang penting kita amankan dulu supaya tidak meluas dan kemudian langkah-langkah hukum juga sedang kita dalami," ujarnya. Ketika,ditanya siapa yang merusak, Anang menegaskan permasalahan itu bagaimana caranya , permasalahannya sosialnya  tidak meluas itu yang paling penting. "Soal permasalahan hukumnya itu sedang kita sidik," tegasnya.

Anang menjelaskan yang terkait dengan penistaan agama , permasalahan hukum ya kita sidik." Kalau namanya,saya tidak hafal betul namanya," Jelasnya..

Apakah fatwa MUI akan ditindak lanjuti berdasarkan , Anang menandaskan Kita nanti akan menghadirkan saksi- saksi ahli. "Hari- hari diantaranya seperti ini sedang kita melakukan. Makanya soal  masih menunggu hasil pemeriksaan"Saya tidak  hafal- hafal betul. Dan kita akan saksi- saksi ahli," tandasnya.(vk)


.

Monday, 01 February 2016 01:06

Jembatan Senilai 23,4 M Sempat Macet Dilanjut Kembali

Written by

 

Nganjuk, Koranrakyat.com,- Proses pembangunan Jembatan Kelutan – Papar Nganjuk sudah mendekati tahap akhir. Setelah sempat tertunda penyelesaiannya karena harus menunggu rekomendasi dan peninjauan kekuatan tiang pancang jembatan, minggu depan proyek ini ditargetkan sudah selesai.
 
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Nganjuk Jusuf Satrio mengatakan, jembatan tersebut sudah dikuatkan minggu lalu. “Rekom sudah keluar, minggu lalu sudah dikuatkan,” ujarnya pada wartawan kemarin minggu (31/01/2016).
 
Lebih lanjut Jusuf mengatakan, penguatan yang dilakukan minggu lalu sudah dipastikan langsung oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Berdasar penilaian ITS, penguatan yang dilakukan dinilai sudah cukup.
 
Terutama, untuk menjamin kekuatan tiang menopang rangka dan bagian jembatan secara keseluruhan. Apa yang dikuatkan? Ditanya terkait kondisi tiang pancang di sisi timur yang tak banyak berubah, Jusuf mengatakan, penguatan memang tak dilakukan di semua bagian tiang pancang sisi timur jembatan itu.Melainkan, hanya di bagian atasnya. “Di bagian atas saja,” tandasnya.
 
Seperti diberitakan, proyek penyelesaian Jembatan Kelutan -Papar yang dibangun dengan alokasi Rp 23,4 miliar tahun ini sempat tertunda. Ini setelah rekanan, yakni PT Brahmakerta Adiwira maupun Dinas PU Bina Marga Nganjuk merasa tiang di sisi timur butuh penguatan lagi.
 
Tak mau ambil risiko, mereka lantas meminta rekomendasi dari tim ITS yang sejak awal digandeng untuk ikut mengecek kekuatan bangunan jembatan. Terkait dengan penyelesaian proyek, karena bagian terpenting sudah diselesaikan, Jusuf mengatakan pembangunan jembatan akan selesai minggu depan.
 
Apalagi, selama menunggu penguatan beberapa waktu lalu, bagian kanan-kiri akses menuju jembatan juga sudah dipasangi pengamaan guardrail. Baik di sisi barat yang masuk Desa Kelutan, Ngronggot, maupun sisi timur yang masuk Desa/Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.Begitu pula dengan pengaspalan yang sudah selesai dikerjakan. “Minggu depan, insha Allah selesai semua,” janjinya.Ketika ditanya tentang waktu pengoperasian jembatan, Jusuf mengatakan akan dilakukan secepatnya. Tentang kepastian waktunya, Jusuf mengaku masih perlu melaporkan proyek tersebut kepada Bupati Taufiqurrahman. “Kalau bisa memang secepatnya, agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tandasnya.
 
Jika sudah beroperasi, jembatan yang melintang di Sungai Brantas ini bakal menjadi penghubung dua kabupaten, yakni Nganjuk dan Kediri. Bagi warga di Nganjuk sebelah timur dan selatan, keberadaan jembatan ini memang cukup ditunggu-tunggu.
 
Ina, 27, salah satu warga Tanjunganom mengatakan, jika jembatan sudah jadi, ia tak perlu deg-degan karena harus naik perahu penyebarangan. Apalagi, jika musim hujan datang dan air sungai meninggi. “Kalau ada jembatan pasti lebih aman dan lebih cepat,” ujarnya.
 
Jembatan Kelutan –Papar sebenarnya sudah diwacanakan sejak tahun 2009 lalu. Dimana pembangunannya dibagi tiga. Yakni tiang, abutmen, dan oprit di sisi timur jadi bagian Pemkab Kediri. Sedangkan sisi barat jadi tanggungan Pemkab Nganjuk.
 
Sementara badan jembatan dengan tipe rangka baja (bridge steel) ini menjadi tanggungan Pemprov Jatim. Namun, dalam perkembangannya badan jembatan akhirnya dikerjakan oleh Pemkab Nganjuk sejak pertengahan tahun 2015 lalu.(roy)
 
Monday, 01 February 2016 01:01

Anggota Dewan Anggap Karyawan PU Banyak Mangkir Kerja

Written by

Nganjuk, Koranrakyat.com,- Pegawai dan staf di Dinas PU Cipta Karya Nganjuk, diperkirakan setiap harinya bolos kerja mencapai sekitar 30 % bahkan ada seorang hampir sebulan mangkir kerja padahal menerima tunjangan kinerja.Hal itu diketahui ada laporan ke Komisi A DPRD Nganjuk, besarnya tingkat ketidakhadiran pegawai dan staf secara tak langsung akan sangat mempengaruhi kinerja dinas teknis yang berhubungan dengan infrastruktur masyarakat, kata Wakil Ketua DPRD Nganjuk, Sumardi SH, ketika dihubungi wartawan, kemarinminggu (31/01/2016).

Berdasarkan absensi pegawai di dinas tersebut, hari itu, dari 68 PNS dan honor, tercatat 17 pegawai tidak hadir jumlah tersebut kata Sumardi, diperkirakan sama dengan hari-hari sebelumnya. Artinya, Komisi A DPRD memprediksi 30% PNS dan tenaga honorer di Dinas PU Cipta Karya Nganjuk setiap harinya mangkir kerja.
 Selain itu, Komisi A juga menemukan pada Dinas PU Cipta Karya Nganjuk ada pegawai abang adik dan suami istri satu kantor. Dalam kondisi tersebut diindikasi jika salah satu diantara mereka tidak hadir maka saudaranya atau istri maupun suami yang menandatangani daftar hadir. 

Demikian juga bila diberikan tindakan kepada mereka, maka saudaranya yang lain akan membela.“Bila kelebihan pegawai atau pegawai yang tidak dapat difungsikan sebaiknya disampaikan agar bisa dialihkan ke kantor lain, karena kantor kelurahan sangat kekurangan personil”, tegas Sumardi sembari mengharapkan pada Kadis PU Cipta Karya Nganjuk memaparkan persoalannya yang ada selama bertugas di kantor tersebut.Diharapkan Kadis PU Cipta Karya Nganjuk bersikap terbuka terhadap permasalahan yang dihadapi sehingga kedepan dapat menjadikan dasar kedisiplinan pegawai, “ Kami khan sebenarnya dari Dewan juga mengharap kenerja kedepan PU Cipta Karya Nganjuk menjadi semakin baik,” pungkasnya.(roi)

Page 9 of 14

Entertaiment

Face Book Galleries

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco)...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan