Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Last Updated on Nov 11 2018

Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden mengendarainya untuk menghadiri acara Deklarasi Jabar...
Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang
Last Updated on Nov 11 2018

Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang

      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi kepada 100 musisi yang akan tampil pada pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu 2018.     “Saya sangat mengapresiasi dan terharu atas antusias para musisi Bengkulu...
Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri
Last Updated on Nov 11 2018

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.         Padahal, puncak...
Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo
Last Updated on Nov 10 2018

Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo

        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo kemudian menuju Gedung Sate. Di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat ini, Presiden kemudian...

World Today

Wednesday, 08 June 2016 17:00

Bule Swiss Hilang Di Semeru

Written by

Malang,Koranrakyat.com,- Warga Swiss dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Semeru, Jawa Timur. Korban bernama Lionel Du Creaux, 26, yang mendaki bersama temannya Alice Guignard warga Prancis, pada Jumat 3 Juni 2016.
Melalui siaran pers, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kennedie mengatakan mereka mendali secara illegal karena tidak terdaftar di pos Ranupani. “Belum ditemukan sampai saat ini, yang lapor ke petugas teman korban,” katanya, Rabu (8/6/2016) 
  

Keterangan yang diperoleh dari Alice, mereka berangkat dari Malang dan masuk ke Desa Ranupani pukul 07.00 WIB.  Mereka melangsungkan perjalanan menuju lokasi pendakian tanpa pemberitahuan atau melapor ke pos (tanpa registrasi).Pada pukul 10.22 WIB, keduanya sampai di Ranukumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati atau sampai di Kalimati sekira pukul 11.55 WIB. Mereka melanjutkan pendakian ke puncak Mahameru. Pada pukul 14.00 WIB keduanya baru sampai di Watu Gede. 

Pukul 17.47 WIB, Alice tidak melanjutkan ke puncak karena tidak kuat. Namun, korban justru melanjutkan sendiri ke puncak Mahameru. Alice memutuskan kembali ke Kalimati. Namun, karena tidak tahu jalan, Alice tersesat menuju punggungan bukit arah ke kiri atau k earah Arcopodo. Di sana Alice bertahan selama dua hari dua malam dan pada 6 Juni Alice ditemukan oleh Tim Haspala Malang, Heri Sumantri, yang sedang mengantarkan tamunya.

“Alice ditemukan sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu teman Haspala mendengar teriakan minta tolong dan langsung dibawa turun pada 7 Juni. Setelah itu Alice melapor resmi kepada petugas resort Ranupani,” ujarnya. Pihaknya kemudian memberangkatkan tim penyisir sebanyak 20 orang (porter, saver, gimbal alas, dan potensi SAR lainnya) pada 8 Juni, untuk mencari di titik-titik yang diidentifikasi hilangnya korban.

“Kami belum berlakukan open SAR mengingat pendaki merupakan warga negara asing. Perlu dikoordinasikan dengan kedutaan dan pemberitahuan lebih dulu karena warganya melakukan kegiatan secara ilegal,” paparnya.Pada 22 Mei lalu dua pendaki asal Cirebon juga hilang di Gunung Semeru. Beruntung keduanya ditemukan dalam keadaan selamat.(fd)

 

 

Saturday, 04 June 2016 11:47

Lagi Pesawat Heli Jatuh Di Papua

Written by

 

Papua,koranrakyat.com,- Setelah dikabarkan kritis, Pilot Pesawat Helikopter yang jatuh Papua, tadi pagi (4/6) dinyatakan tewas. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan, kepastian tewasnya sang pilot setelah pihak polisi setempat melakukan evakuasi pascapesawat jatuh.

"Ya (meninggal dunia). Kalau penumpang helikopternya masih kritis," ujar Agus, Sabtu (4/6).  Dia menambahkan, sejauh ini tiga korban kritis telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Nabire.

Dari informasi dihimpun, identitas pilot adalah pensiunan Polri bernama Kombes (purn) Kaswana. Sementara tiga korban lainnya belum diketahui identitasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah pesawat helikopter berjenis Bell 206 jatuh sekitar pukul 08.15 Wita. Lokasinya berada di di 99 Baya Biru, Distrik Bogobaida Kabupaten Paniai, Papua.(vel)

 

 

 

 

 

Tuesday, 26 April 2016 15:38

Kapolda Baru Sulsel Disambut Kebakaran

Written by

Jakarta,koranrakyat.com-  Kebakaran selama 1 jam  dua lantai kantor Mapolda Sulawesi Selatan Barat dilalap si jago merah. Kejadian kebakaran yang terjadi pada 25 April 2016 berawal terjadi pada pukul 04.00 pagi,dimana sijago merah berasal  dari lantai 2 ruangan  di Reserse Kiminal Umum dan mejalar sampai dilantai 3.

 Akibat kebakar  berkas  hangus terbakar dan hingga kini tim Inafis dan Puslabor terus menelusuri untuk mengetahui penyebab kebakaran. Adanya  72 tahanan dipindahkan.  

 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Pol Agus Rianto ditemui di Mabes Polri,Senin (25/4) 2016 mengataka kita  merasa prihatin kejadian kebakaran di Mapolda Sulselbar, disaat hari pertama  Kapolda akan melaksakan tugas  ada peristiwa  kebakaran." Pasti kita tidak menginginkan situasi seperti itu. Tapi namanya musibah. Pada tanggal 25 April 2016 tadi pagi sekitar pukul 04.00 waktu Indonesia Tengah. terjadi kebakaran di lima ruangan.yang pertama ada 3 ruangan di Reserse Kriminal Umum itu posisisnya ada di lantai 2 dan kemudain menjalar ke lantai atas lantai 3,disitu direktorat narkobah ada dua ruangan.dua lantai itu ada 5 ruangan,".ujarnya 

Selanjutnya, Agus menegaskan yang hangus terbakar, api dapat dipadamkan pada pukul 05.00, berarti sekitar 1 jam pemadaman yang dilakukan tim pemadam kebakaran . Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil belum bisa ditaksir." Sekarang tim Inafis dan lakbor masih melakukan penyelidikan dan proses pendataan untuk melakukan identifikasi. Untuk tahanan ada 72 orang yang rencanana dititipkan ke Poltabes Makasar termasuk juga di LP Badoka, ada di Kota Makasar," tegasnya.

Untuk itu, Agus menjelaskan sedangkan  penyebabnya masih dilakukan penyidikan oleh Tim. Mudah-mudahan bisa kita ketahui. dan perlu kita ketahui dan sebagai informasi. "Gedung yang terbakar gedung tua dibangun tahun 1994. Jadi  sudah  22 tahun.

 

Kondisinya mungkin sidah tak memenuhi syarat  konstruksi jaringan listriknya seperti apa masih didalami teman-teman inafis dan puslabfor," jelasnya. 

 

Agus menambahkan sementara masih belum perlu back up Mabes, karena  disana masih mampu labfor dari Poltabes   Makasar .(vk)

Saturday, 16 April 2016 03:31

Tragis Dua Depcolektor Pajak Dibunuh WP

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com- Indisiden pengahakiman dua patugas penagih pajak  terhadap wajib pajak di Nias, depcolektor pajak diduga ditikam  yakni  Parada Toga Fransriana Siahaan  dan Soza Nolo Lase hingga tewas . Kasusnya telah   dilaporkan polisi.

Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi ditemui di Mabes Polri, Rabu (13/4)2016 mengatakan   Dirjen Pajak telah melakukan MOU dengan Polri . Selain itu juga saya laporkan secara resmi kepada Polri atas kejadian tewasnya . Dua pegawai pajak dalam rangka melaksanakan tugas  yaitu menyampaikan surat paksa  bahasa awamnya surat penagihan pajak karena tidak ada pegawainya dan tidak ada direkturnya di Sibolga, petugas kami ke Pulau Nias. "Dan kejadian petugas kami diantarkan ke kebun karetnya, pengusaha karet dan disanalah dihakimi sendiri oleh wajib pajak .Oleh karena itu saya berharap juga kedepan , pegawai pajak harus selalu berkordinasi dengan kepolisian. karena daerah-daerah yang dikira biasa , entah daerah rawan dimana kami juga sudah diskusi kepada Kapolri petugas pajak yang  akan didampingi yang kemungkinan ada kerawanan-kerawanan akan diback up  jajaran kepolisian," ujarnya.

Selanjutnya, Ken Dwijugiasteadi menegaskan teman-teman di Pajak , itu menganggap daerah itu aman-aman saja. ternyata kejadian ini tidak terduga sama sekali." Dan saya sangat menyesalkan kejadian ini karena teman-teman saya melaksanakan tugas bukan untuk dirinya sendiri  tetapi dan saya sangat berduka .Adik-adik saya adalah bagian dari saya," tegasnya. 

Ketika apa itu bukan dari Inceran, ken Dwijugiasteasi menjelaskan oh bukan incaran, mereka punya tunggakan pajak sebesar Rp 14 Miliar. Rp 14 Miliar di daerah Sibolga dan daerah Nias adalah sangat besar dan kami juga sangat menyesalkan tidak mengantisipasi karena daerah itu aman-aman saja.  Yang namanya tungakan itu tetap dilakukan pemeriksaan. Ini sudah Ingkrah dan punya kekuatan hukum tetap. "Namanya orang pajak dimanapun namanya juga bayar pajak. hanya saja kami kemarin salah antisipasi , karena daerahnya aman-aman saja," jelasnya.     

Menyinggung pengamanan, Ken Dwijugiasteadi  merincinya ini tergantung permintaan, saya sendiri sewaktu Kakanwil saya pernah minta bantuan di Jawa Timur  itu diberikan keamanan personil Brimob lengkap. Ini tergantung situasi daerahnya. "keluarganya kami jamin sampai anaknya kalau melanjutkan sampai ke perguruan tinggi kerja masuk dipajak ya akan kita pertimbangkan juga. Korban mengalami kenaikan istimewa," rincinya. 

Untuk itu, Ken Dwijugiasteadi menandaskan oh banyak dan namanya yang wajib pajak yang dimanapun. Nanti kita akan meminta  bantuan dari teman-teman kepolisian. tentang berapa banyaknya , Pak Kapolri akan memberitahukan kepada saya. " Oh iya,kemarin kita juga kecolongan dan bersaangkutan ini orang dari Pulau Nias juga.Saudara saya," tandasnya.

 

Jadi, Ken Dwijugiasteadi menambahkan sapu jagat kadang-kadang tidak perlu, akhirnya juga bayar. Tunggakan pajak itu Ingkrah, 3 tahun 6 bulan dan 21 hari. Jadi sudah lama.  Itu dua tahun sebelumnya.  "Profilnya begini yang satu ini adalah orang pajak juga, dua-duanya juru sita. kalau dilihat dari nilainya cukup besar. Nanti biar dilaporkan ke teman-teman kepolisian," tambahnya. {vk}

Malang,koranrakyat.com - Proses pembangunan di kota Malang mustinya harus bisa mengikuti instruksi presiden Jokowi, bahwa meminta agarpembangunan di daerah harus bisa lebih cepat. Tandas Ketua Gapensi Kota Malang Ir. Eddy Wahyono pada koran

rakyat belum lama ini

Kalau presiden mengharapkan percepatan pembangunan didaerah mustinya pemerintah kota harus bisa menindak lanjuti dengan sesegera mungkin melaksanakan pekerjaan pembangunan. Anggaran proyek di kota Malang pada awal Januari 2016 sebetulnya sudah selesai diputuskan dan di dok oleh dewan mustinya sudah ada pelaksanaan pekerjaan proyek, tapi kenyataanya hingga saat ini masih belum ada tanda pekerjaan,”ya bisa bisa molor lagi,” tambah Eddy.

 

Sebelum anggaran di putuskan dewan mustinya akan sdh ada perencanaan termasuk Rencana Anggaran Biaya

(RAB)nya akan sudah disiapkan, sehingga putusan tuntas proyek bisa dilaksanakan, kalau saat ini masih nunggu lagi

perencanaan pekerjaan begitu juga RABnya.ya kalau polanya seperti saat ini percepatan pembangunan di kota

Malang mengalami keterlambatan.(fdL)

Jakarta,koranrakyat.com – Kasus  ledakan di Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi

Tenggara,menewaskan 4 orang,  Tim Divisi Profesi dan Pengamanan Polri akan memeriksa anggota

Polisi yang terlibat dalam pendidikan dasar satpam itu.

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti Selasa (29/3) 2016 mengatakan."Tentu ada sesuatu yang salah di

situ. Ini yang sedang diselidiki oleh Propam," ujarnya

Poin yang diteliti oleh Propam adalah, apakah ada prosedur yang dilanggar personel polisi sebagai trainer

sehingga granat itu meledak dan menewaskan orang di sekitarnya.

Selanjutnya, Badrodin menegaskan, secara umum bahan peledak asli tidak dipersoalkan turut ditampilkan

dalam pendidikan semacam itu. Itu termasuk menampilkan granat tangan.Hal itu untuk menunjukkan mana

bahan peledak asli, mana yang palsu."Karena sekarang kan berbagai macam senjata yang asli sama yang

mainan hampir mirip. Itu bisa saja  ditunjukan. Tentunya  sedang dicek, apa yang salah," tegasnya.

Badrodin menjelaskan sebuah granat meledak secara tidak sengaja saat pendidikan dasar satpam sedang

digelar di Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (29/3)2016)."Granat itu

meledak saat instruktur memperagakan berbagai jenis bahan peledak kepada peserta pelatihan," jelasnya

 Badrodin mengatakanhasil  laporan yang diberikan Kepala Polda Sultra Brigadir Jenderal Polisi Agung

Sabar Santoso  menyebutkan pelatihan satpam di kampus itu sudah berjalan selama sepuluh hari. "Di

dalamnya ada materi pengenalan bahan peledak oleh dua anggota tim Gegana Brimob Polda Sultra. Satu

menjelaskan, satu memegang bahan peledak di tengah itu meledak," rincinya.

Kejadian ini menyebabkan empat orang tewas dan delapan orang luka-luka. Para korban dibawa ke Rumah

Sakit Abunawas di Kendari.

 

Petugas juga telah mengamankan lokasi kejadian dan juga melakukan olah TKP.(vk)

Jakarta,koranrakyat.com- Kecelakaan helikopter m TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171  jatuh di atas perkebunan di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3) 2016, diduga  faktor cuaca.  Ini musibah ,dimana hellykopter ini mengangkut 13 anggota prajurit TNI yang terbaik ini baik crew dan penumpangnya. Untuk itu sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan juga atas nama 

seluruh jajaran kepolisian Republik Indonesia mengucapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya 13 prajurit TNI yang terbaik yang tergabung dalam operasi Tinombala

Kapolri, Jenderal Pol Badrodin Haiti ditemui disela-sela serah terima  3 Kapolda di ruang Rupatama, Senin (21/3)2016 mengatakan ya terkait dengan musibah hellykopter milik TNI beserta crew dan penumpangnya  menelan korban 13 orang prajurit milik TNI yang terbaik , saya selaku kepala kepolisian Republik Indonesia dan juga atas nama seluruh jajaran kepolisian Republik Indonesia mengucapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya 13 prajurit TNI yang terbaik yang tergabung dalam operasi Tinombala." Mudah-mudahan arwah almarhum bisa diterima disisi Tuhan yang maha kuasa dan mendapatkan tempat yang mulia ,diampuni dosa-dosanya ,diterima segala amal ibadahnya. Dan kepada keluarga yang ditinggal , kami juga menyampaikan mudah-mudahan diberikan ketabahan dan kesabaran didalam menerima cobaan ini," ujarnya

Ketika ditaya  penyebab insiden kecelakaan apa sudah ketahuan , Badrodin menegaskan  kini masih dalam penyelidikan nanti akan ada penyelidikan yang dilakukan oleh TNI untuk mengetahui  sebab-sebabnya." Tetapi memang cuaca kemarin cukup buruk ,bisa saja itu terjadi karena itu dan bisa juga karena yang lain," tegasnya. 

Menyingung apakah karena serangan, Badrodin menandaskan kalau serangan dipastikan tidak ada, kan pada daerah-daerah yang rawan , itu ada di pemukiman dan mendekatinya."Masih ada 1 jenasah lagi yang belum ditemukan, Ini masih didalam pencarian dan itu segera bisa ditemukan," tandasnya.

Kalau Identifikasi korban apa kah sudah dilakukan, Badrodin mengakui ini rencananya akan diterbangkan jenasah dan kemudian nanti akan dikirim ke Keramat Jati bisa diidentifikasi."Ini dilakukan , supaya tidak terjadi salah dalam mengembalikan ke keluarganya," akunya. 

Lebih lanjut, Badrodin menejelaskan informasi dan laporan yang kita terima melaksanakan brifing di Ngapu dan akan kembali ke Poso. Semua dilakakuan untuk mempersiapakan operasi Tonimbala selanjutnya dan ini tidak disangka akan kejadian musibah ini," jelasnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

Monday, 21 March 2016 12:59

Polri Klaim Berhasil Lacak Titik Keberadaan Santoso

Written by

 

Jakarta,koranrakyat.com- Pengejaran dan pelacakan keberadaan Santoso sudah dihendus, meskipun begitu tidak membuat Tim Tinombala putus asa walaupun  harus mengalami duka karena hellykopter yang ditumpagi 13 angota TNI jatuh di Poso. Buktinya hingga kini Tim sudah mengetahui keberadaan Santoso .
Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti ketika dihubungi Senin (21/3)2016 mengatakan, hingga kini personel Polri dan TNI yang tergabung dalam Operasi Tinombala berhasil melacak keberadaan gembong teroris Santoso di Poso."Ya, titik (persembunyian)-nya sudah ada dari kemarin," ujarnya.

Untuk itu, Badrodin menjelaskan  titik yang dimaksud mempunyai radius tiga atau empat kilometer."Ini menyebabkan tim tetap butuh waktu serta tenaga ekstra untuk terus membuat kelompok Santoso semakin tersudut," jelasnya.

Selanjutnya, Badrodin membeberkan bahwa kelompok Santoso cukup banyak jumlahnya. Mereka pun masih mampu mempertahankan wilayah teritorial mereka itu."Itu mungkin yang menyulitkan kami di dalam upaya penyergapan. Makanya, kalau kami sergap, yang selalu kena bukan Santosonya tapi anak-anak buahnya," bebernya.

 

Namun, begitu untuk lebih efektif, Badrodin menandaskan tim operasi tidak kalah strategi."" Tim operasi telah dibagi-bagi ke tim lebih kecil. Mereka mulai disebar ke sekitar titik di mana kelompok Santoso bersembunyi. Hingga kini penagkapan itu tentunya tim Tinombala  optimistis bisa menangkap Santoso. Namun masih butuh waktu," tandasnya. (vk)

 

Jakarta, koranrakyat.com- Setelah dilantik sebagai Kepala Badan Penanggulangan Teroris yang kini dijabat oleh Irjend Pol Tito Karvian, saat serahterima  Kapolda Metrojaya yang berlangung di Gedung Rupatama. Kapolri memberikan apresiasi dan selamat  atas penunjukannya. Saudara adalah sosok yang tepat untuk mengisih pos jabatan tersebut dan saya yakin  dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dalam menanggulangi teroris memberikan dampak positif.

 

Kapolri, Jenderal Pol Badrodin Haiti di sela-sela serah terima ,Senin (21/3) 2016 dalam sambutannya mengatakan dalam kesempatan yang baik ini, saya garis bawahi beberapa yang perlu ditindak lanjuti dan yang perlu dilakukan oleh pejabat yang baru. "Yaitu kepada Irjen Pol Tito Karnavian, saya menyampaikan selamat atas penunjukan Jenderal sebagaI kepala Badan nasional Penaggulangan Terorisme. Saudara merupakan sosok yang sangat tepat untuk mengisih Pos jabatan tersebut,dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang saudara yang miliki,dalam penanggulangan teroris Indonesia,saya yakin keberadaan saudara akan memberikan dampak positif terhadap upaya penanggulangan teroris di Indonesia," ujarnya. 

Selanjutnya,  Badrodin menegaskan saya juga berharap semakin terbina antara kerjasama dan dukungan yang erat antara Polri dengan BNPT,dalam upaya memerangi teroris. Lakukan koordinasi , informasi, latihan peningkatan kapasitas,kemapunan serta kegiatan secara terpadu." Pada kedepan kita menghadapi ancaman yang cukup serius, namun kita juga belum sepenuhnya melakukan upaya-upaya yang total terhadap penanggulangan terorisme," tegasnya

Sesuai perkembangan, Badrodin menjelaskan diantaranya yang belum tertangani dengan baik masalah pendanaan  terorisme. Yang banyak kita tegakan didalam pendanaan terorisme, kemudian yang kedua, pelawatan dan pemantauan eks nara pidana terorisme,mereka bergerak kegiatan apa saja. "Ini bisa kita pantau , kita monitor dan kita antisipasi jangan sampai mereka bergabung dengan kelompoknya dan melakukan aksi-aksi kembali. Termasukjuga yang berkaitan dengan kelompok radikal dan pendukung," jelasnya. (vk)

Jakarta,koranrakyat.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (17/3) petang juga meninjau pembangunan proyek Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) Sumedang, Jawa Barat.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa proyek Tol Cisumdawu merupakan program strategis nasional serta direncanakan selesai pada tahun 2018.

“Dari Cileunyi menuju Dawuan, di dekat nanti Bandara Kertajati, panjangnya 60 km, insya Allah akan kita selesaikan nanti pada tahun 2018,” kata Presiden Jokowi saat meninjau proyek Tol Cisumdawu yang terletak di Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Dibangunnya Jalan Tol Cisumdawu ini, menurut Presiden Jokowi, bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kapasitas jaringan jalan yang menghubungkan wilayah-wilayah di Kota Bandung dengan daerah-daerah di sekitar Kota Cirebon.

“Memang di sini kalau kita lihat medannya sangat berat, tanahnya labil, naik turun, sehingga ini dikeroyok bareng-bareng. Ada yang swasta, ada yang BUMN,” tutur Presiden Jokowi.

Dalam pembangunan jalan tol ini, lanjut Presiden, harus dibuat terowongan sepanjang 472 meter, yang sudah dalam pekerjaan semuanya.

Peninjauan ini dilakukan untuk mengontrol dan mengecek apakah ada masalah yang menghambat di lapangan. “Tadi diinformasikan oleh Dirjen, oleh Menteri PUPR, Menteri BUMN tidak ada masalah. Semuanya lancar,” tambah Jokowi.

Harapannya, lanjut Presiden, setelah proyek Tol Cisumdawu ini selesai, dapat mengurangi kemacetan di Jalan Tanjungsari dan Cadas Pangeran dan dapat meningkatkan produktivitas di wilayah-wilayah sekitarnya.

Sebagai informasi, proyek Tol Cisumdawu ini dibangun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.

Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Sumarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.(eas)

 

 

 

 

Jakarta, koranrakyat.com- Proses penangkapan terhadap 3 orang yang menjadi  jaringan bandar nakotika yang beraksi di tempat-tempat hiburan di Bali akhirnya terungkap.Mereka itu Imade Putu Leon (38), I Gede Putu Astawa Alias Putuh Kresek (39) dan Chyadi Alias Bocah (38). Diduga kuat Shabu-sahbu dari Cina,Ektasi dari Malaysia, penjaualan barang haram ini berasal dari Lembaga pemasyarakatan Kerobokan didalangi  oknum Napi inisail DN.

Direktur Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Raden Purwadi di temui di Dirorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri di  MT Haryono,Cawang Jakarta Timur mengatakan penangkapan ini adalah hasil kerjasama antara Bareskrim Narkotika Mabes Polri dengan Reserse Narkoba Polda Bali yang dilakukan secara intensif untuk melihat sindikasi dan operasional  berkaitan dengan pengedaran narkotika ekstasi maupun sahbu. "Pada tanggal 12 Maret 2016 kemarin, hari sabtu tim kami gabungan antara reserse narkotika Bareskrim Mabes Polri dengan Reserse Polda Bali melakukan penangkapan ketiga tersangka,"ujarnya.

Selanjutnya, Purwadi menjelaskan untuk ketiga tersangka, pertama Putu alias Putu Leon (44 tahun) warga Bali. Perannya sebagai bandar, pemilik modal dan sebagai pengendali peredaran. Kedua,  I Gede Putu Astawa alias Putu Kretek 39 tahun, warga bali juga sebagai pengambil narkotika dari lapas kebrokan, menyimpan dan mendistribusikan narkotika jenis shabu dan ekstasi kepada kurir dan diedarkan." Ketiga. Cahyadi alias Bocah, 38 tahun, warga Bali, peran sebagai pengedar ditempat-tempat hiburan di denpasar Bali," jelasnya.

Untuk itu, Purwadi merincinya  penangkapan ini dipimpin langsung oleh saya dan AKBP Donny Setyawan. Kenapa sampai melibatkan reserse Mabes Polri karena jaringan ini cukup licin ,karena itu kita memerlukan teknologi ITE untuk pengungkapannya." Kemudian modus operandinya adalah narkotika jenis Shabu dan ekstasi ini  yang  kata wadir tadi diperoleh dari Guan Zou Cina ke Malaysia dan akhirnya ada di indonesia. Itu dilakukan atas pesanan Putu Leon melalui oknum Napi Lapas  Kerobokan  Den Pasar yang berinisal "DN" Narkotika tersebut dari Malaysia diselundupkan mellaui Bandara Ngurah Rai dengan Modus Body Wraping," rincinya.

Lebih lanjut, Purwadi menegaskan barang yang disita ,reekan rekan-rekan bisa meilihat dsiini, ada 154 paset sahbu. kecil-kecil tetapi sudah sekedar dan ini kelas 1 , inidari Guan Zho yang kelas 1.kalau Ekstasi ini dari Malaysia dan ini juga. uangTunaisejumlah  8 23.039.000 danini uangnya ." Ada juga uang Dolar  950 Dolar Australia. Dan ada juga uang palsu uang pecahan uang Rp 100 Ribu. Dan uang paslu ini akan kita selidiki kembali ,apakah  ini juga mereka mengedarkan uang palsu dan memproduksi uang palsu atau mungkin hasil penjualan itu. Kita akan dalami kembali,"tegasnya. . 

Dari barang bukt, Purwadi membeberkan selain it barang bukti lagi ada  1 unit Mobil Rubicon masih dalam perjalanan. 1 motor Honda Scocpy. 18 unit HP. Ada bukucatatan penjualan.1 alat hisap Shabu.Satu buah samurai dalam perjalanan,satuunit senapan angin  jenis Sofgan. "Barang bukti ini kalau dikumpulkan semua 2.300.000.000. Perkiraan korbn yang terselamatkan dari hasil ada 450 Ribu orang," bebernya. 

Jadi untuk itu, Purwadi mengakui ada Pasal-pasal yang dilanggar ada pasal 114 , junto pasal 132  ayat 2 Undang-udang No 35 Tahun 2009 tentang nasrkotika. Ancaman hukuman maskimal pidana mati dan pasal 112. "Kemdain kita tidak sampai disini danakan mengembangkankasusnya sampai rekan -rekan yang kita tangkap sekarang ini," akunya. 

Menyinggung Untuk TPPU,Purwadi  menambahkan kita akan sidik dan kiya akan miskin bandarnya.'' Ada kemikiskan ,suapaya jangan dia kembali dapat mengedarkan kembali, Dari LP  Juga akan kita kembangkan ,diikerobokan karena pusatnya, banyak pengedar disana," tambahnya.

Ditempat yang sama wadir Tindak Pidana Narkoba, Nugroho Aji  :   masalah keberhasilan tim Narkoba mabes Polri dengan tim Narkoba Polda Bali sindikat internasional ekstasi ini dari Malaysia, sabu ini dari Cina. Kemudian dari dua daerah itu  sampai di Bali dan mereka- mereka ini yang praktek diseluruh tempat hiburan di Bali". Oleh sebab itu barang buktinya signifikan dan uangnya banyak , kemudian ada uang palsunya. Biasanya sabu saja, ini ada sahbu, ada ekstasi, ada uang palsunya dan uang aslinya juga banyak," tamdahnya. (vk)

Monday, 14 March 2016 00:40

Lagi Warga Indonesia Ke Suriah Di Cegah

Written by

Jakarta,koranrakyat.com -  Kesigapan Polri berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggluangan Teroris(BNPT) akhirnya berhasl  melakukan  pencegahan terhadap 14 orang warga negara Indonesia berusaha berpergian menuju Suriah,  Minggu (13/3) 2016.  Hingga kin 14 WNI ini msih dalam proses pemeriksaan dan indentifikasi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal ketika dihubungi dan membalas melalui pesan singkat, Minggu (13/3) 2016 mengatakan sebanyak 14 orang warga negara Indonesia dicegah saat berusaha bepergian menuju Suriah, Minggu (13/3)2016. "Pencegahan itu dilakukan tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Polda Metro Jaya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), dan Badan Intelijen Keamanan Polri," ujarnya.

 

Selanjutnya, Iqbal menegaskan saat ini, 14 WNI tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan indentifikasi."Densus 88, Polda Metro dan BIK Polri melakukan pencegahan orang yang akan berangkat ke Suriah, 5 dewasa dan 9 anak-anak," tegasnya.'

Untu itu, Iqbal menjelaskan pencegahan dilakukan pada Minggu siang, seki"tar jam 13.00, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang."Sebanyak 14 WNI tersebut berencana melakukan perjalanan ke luar negeri, menggunakan pesawat AirAsia QZ 256, tujuan Jakarta - Donmuang (Bangkok), yang dijadwalkan berangkat pada jam 14.00," jelasnya.

 

Berikut nama-nama WNI yang masih diperiksa:

 

Asal Tangerang, Banten:

 

1. Opik 

2. Siti Nuraeni (istri) 

3. HTZ (anak) 

4. MSA (anak) 

5. MS (anak)

 

Asal Singkawang, Kalimantan Barat:

 

1. Rosnazizi Khairoman Muksin

2. Safitri Arfan Umran(istri) 

3. Murdifin 

4. AZ (anak) 

5. Adiyat Zofir Rosnazizi (vk)

Monday, 22 February 2016 23:46

Empat WNI Dicegat Di Singapura di Diduga Mau Ke Syiria

Written by

Jakarta, koranrakyat.com- Dari pengejaran terhadap teroris, pada Minggu, 21 Febuari 2016 Densus 88 berhasil  menangkap diduga  salah seorang anggota teroris inisial DA di Cisauk pada pukul 14.50. Penangkapan ini ada kaitan dengan  bom di Cimanggis tahun 2005. Kini terus didalami keterkaitan yang lain. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto ketika ditemui di kompleks Mabes Polri, Senin (22/2)2016 mengatakan
Memang kemarin hari minggu tgl 21 feb, sekitar jam 14.50, temen-teman Densus 88 melakukan dengan terkait penangkapan Cisauk terhadap seorang terduga ada kaitannya dengan kelompok teroris yang sudah dilakukan penangkapan sebelum-sebelumya, yaitu inisial DA 39 tahun swasta."Penangkapan terhadap DA merupakan pengembangan dari penangkapan kota pada hari jumat sebelumnya," ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan penangkapan itu Yaitu salah satu diantara mereka terkait dengan DA ini, yaitu abu gad (cek lagi) alias A. "Keterlibatannya menyangkut mereka diantaranya bom Cimanggis 2005 lalu. Terus kita lakukan pengembangan," tegasnya.

Ketika ditanya barbuknya apa aja yang sudah diamankan, Agus menjelaskan Kemarin masih dilakukan penangkapan, dan penggeledahan di rumah yang bersangkutan. "Saya masih menunggu untuk barbuk apa yang ditemukan. Yang pasti yang bersangkutan keterlibatannya terkait dengan peristiwa yang saya kemukakan, Bom Cimanggis," jelasnya.

Menyinggung perannya, Agus merincinya turut serta. Masih terus kita dalami, yang pasti terkait kelompok itu. Peran lebih rinci tentu masih didalami teman-teman  Densus. Kalau hubungan Thamrin,Ya jadi 5 sebelumnya, tgl 19 penangkapan di Malang ada lima orang, ada beberapa keterkaitan disitu, termasuk terkait dalam peristiwa bom Thamrin. "Karena beberapa waktu sebelumnya juga kita lakukan proses penangkapan. Terus kita lakukan proses pendalaman, termasuk perannya sampe sejauh mana. Kita akan terus update. Tentu kita tunggu teman-teman penyidik untuk mendalami dan mengembangkan kasus ini,Kalau DA,Bukan, kita masih mendalami keterlibatannya sampai sejauh mana," rincinya. (vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

Jakarta, koranrakyat.com- Dari pengejaran terhadap teroris, pada Minggu, 21 Febuari 2016 Densus 88 berhasil  menangkap diduga  salah seorang anggota teroris inisial DA di Cisauk pada pukul 14.50. Penangkapan ini ada kaitan dengan  bom di Cimanggis tahun 2005. Kini terus didalami keterkaitan yang lain. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto ketika ditemui di kompleks Mabes Polri, Senin (22/2)2016 mengatakan
Memang kemarin hari minggu tgl 21 feb, sekitar jam 14.50, temen-teman Densus 88 melakukan dengan terkait penangkapan Cisauk terhadap seorang terduga ada kaitannya dengan kelompok teroris yang sudah dilakukan penangkapan sebelum-sebelumya, yaitu inisial DA 39 tahun swasta."Penangkapan terhadap DA merupakan pengembangan dari penangkapan kota pada hari jumat sebelumnya," ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan penangkapan itu Yaitu salah satu diantara mereka terkait dengan DA ini, yaitu abu gad (cek lagi) alias A. "Keterlibatannya menyangkut mereka diantaranya bom Cimanggis 2005 lalu. Terus kita lakukan pengembangan," tegasnya.

Ketika ditanya barbuknya apa aja yang sudah diamankan, Agus menjelaskan Kemarin masih dilakukan penangkapan, dan penggeledahan di rumah yang bersangkutan. "Saya masih menunggu untuk barbuk apa yang ditemukan. Yang pasti yang bersangkutan keterlibatannya terkait dengan peristiwa yang saya kemukakan, Bom Cimanggis," jelasnya.

Menyinggung perannya, Agus merincinya turut serta. Masih terus kita dalami, yang pasti terkait kelompok itu. Peran lebih rinci tentu masih didalami teman-teman  Densus. Kalau hubungan Thamrin,Ya jadi 5 sebelumnya, tgl 19 penangkapan di Malang ada lima orang, ada beberapa keterkaitan disitu, termasuk terkait dalam peristiwa bom Thamrin. "Karena beberapa waktu sebelumnya juga kita lakukan proses penangkapan. Terus kita lakukan proses pendalaman, termasuk perannya sampe sejauh mana. Kita akan terus update. Tentu kita tunggu teman-teman penyidik untuk mendalami dan mengembangkan kasus ini,Kalau DA,Bukan, kita masih mendalami keterlibatannya sampai sejauh mana," rincinya. (vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

Saturday, 20 February 2016 05:46

Pro Kontra Deponering Penyidik KPK Novel Baswedan

Written by

Jakarta,koranrakyat.com-  Deponering Kasus Novel Baswedan yang akan dilakukan kejagung tetapi mendapatkan protes dan perlawanan dari Komisi III DPR RI ,akhirnya Kejagung menyerahkan ke Kejati Lampung. Sedangkan Polri sudah melakukan Penyidikan dan semua di Serahkan ke Jaksa Agung. 

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapoli),Jenderal Pol Badrodin Haiti ditemui di Kompleks Mabes Polri, Jumat (19/2) 2026 mengataan kalau berkaitan dengan penyidikan yang dilakukan polri, dalam perspektif penyidikan polri pasti mengharapkan seluruh kasus yang di proses oleh penyidik polri sampai ke pengadilan." Kenapa, supaya ada kepastian hukum. Kepastian hukum itulah yang diharapkan, karena prosedurnya sampai sana, ada kepastian hukum, ada keadilan supaya masyarakat bisa tahu.," ujarnya.

Selanjutnya, Badrodin menegaskan Karena penegakan hukum itu enggak hanya sekadar menegakan hukum, ada fungsi preventifnya, ada fungsi edukasi, ada fungsi rehabilitasi, jadi enggak sekadar proses hukum saja."Nah itu yang kita harapkan, tapi sekarang dari tanggung jawab polisi gak mungkin sampai ke pengadilan, ada urusan sampai ke penuntutan silakan ke jaksa," tegasnya.

Untuk itu, Badrodin merincinya  Jaksa ada pilihan mau dilanjutkan ke pengadilan sesuai prosedur atau SKKP, atau di deponering, semua ada persyaratan yg harus dipenuhi, sepanjang dipenuh syarat ya sah-sah saja sesuai kewenangan."Apa membuat ketidakpastian hukum masyarakat bisa menilai," rincinya.

 

Badrodin menandaskan karena polisi disebut kriminalisasi, jadi enggak pernah diuji."Nah namanya uu semua mempertimbangkan, undang-undang merupakan tuntunan yang harus kita ikuti, tentu ada hal tertentu kenapa jaksa diberikan kewenangan undang-undang seperti itu, pasti ada pertinbangan hukum, argumentasi dan naskah akademiknya, " tandasanya. ((Vk). --

 

 

Page 8 of 14

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka...
    TEGAL(KORANRAKYAT.COM)Konektivitas dalam hal transportasi sebagaimana yang sering disinggung oleh Presiden Joko...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar rapat terbatas untuk...
    BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) - Bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah terjaring Operasi Tangkap...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan