Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif
Last Updated on Apr 21 2019

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten...
Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas
Last Updated on Apr 21 2019

Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Sebanyak 9 anggota Polri tewas  saat melaksanakan tugas menjaga keamanan pemungutan suara Pemilu 2019.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat...
Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang
Last Updated on Apr 14 2019

Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang

      JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja...
Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya
Last Updated on Apr 14 2019

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan...
Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman
Last Updated on Apr 14 2019

Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman

Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman Cuaca cerah menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu 14 April 2019 pukul...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     

 

Jakarta,Koranrakyat.com, - Polisi kecolongan menjelang lebaran malah bom meledak disaat Jokowi banyak ber aktifitas di Solo an Jogjakarta, Polisi menangkap sejumlah orang pada Desember 2015 lalu di Surabaya terkait dugaan jaringan terorisme. Pelaku bom di Mapolresta Solo, Nur Rohman, merupakan salah satu buronan yang berhasil kabur dari penangkapan di Surabaya tersebut. 

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengungkapkan, kemungkinan bom yang dipakai Nur Rohman merupakan bom yang telah dibuat sebelumnya. "Ini kan waktu ditangkep kelompok ini, ada 4. ada Abu Musab, termasuk 1 orang Uighur namanya Aris kemudian yang bersangkutan ini yang lari tidak tertangkap," kata Badrodin usai salat ied di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (6/7/2016). "Bisa saja ini bom yang dibuat pada bulan Desember yang lalu, bisa juga ini dibuat yang baru. Tetapi dari sisi isiannya, kayaknya hampir sama dengan yang lalu," imbuhnya. 

Nur Rohman (31) meledakkan diri di lingkungan Mapolresta Surakarta pada Selasa (5/7) pagi. Ia tewas di tempat. Saat itu anggota Polres sedang bersiap-siap untuk melaksanakan apel pagi. Diduga Nur memang menargetkan akan melakukan aksinya saat apel berlangsung, namun 'berhasil' digagalkan. (vs)

 

 

 

Jakarta,koranrakyat,com,-Pelaksanaan  Hari Bhayangkara 1 Juli 2016 bertempat di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, berjalan lancar. Seiring dengan itu Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti pamit diri dan meminta maaf bila ada kesalahan dalam kepemimpinanya.

Dari pantauan acara tersebut turut dihadiri pula oleh mantan Kapolri, pejabat utama Mabes Polri, Komisioner Kompolnas, perwakilan institusi penegak hukum, dan tamu undangan lainnya. Saat upacara, jenderal bintang empat ini membacakan amanat tertulis dari Presiden Jokowi yang berharap Polri ke depan melakukan reformasi secara menyeluruh.

Usai membaca amanat Presiden Joko Widodo, Badrodin  Haiti mengatakan saya juga pamit undur diri di hadapan ribuan personel Polri. Saat undur diri, nada suara Badrodin tampak bergetar."Izinkan saya selaku Kapolri yang akan menghadapi purna tugas, sampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dukungan, kerja sama serta partisipasi ke seluruh jajaran dan keluarga besar Polri, pimpinan kementerian dan lembaga negara, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan ormas, insan pers, masyarakat dan LSM sehingga tercipta Kamtibnas yang aman dan kondusif selama saya menjabat sebagai Kapolri," ujarnya.

Selanjutnya, Badrodin menegaskan saya   juga memohon maaf jika selama menjabat sebagai pucuk pimpinan masih ada pelayanan dan perlindungan yang tidak optimal."Sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan, saya mohon maaf atas pelayanan dan perlindungan yang tidak optimal dan mengecewakan. Saya sekali lagi mohon diri dan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih," tegasnya. (vk)

 

 

 

 

 

 

Bogor,koranrakyat.com,- Polisi menangkap 31 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok  yang diduga terlibat kasus penipuan online di negaranya.Mereka diduga masuk ke Indonesia tanpa memiliki paspor.Informasi yang dihimpun wartawan  pengungkapan adanya aktivitas illegal yang dilakukan oleh WNA itu merupakan kegiatan operasi gabungan Polres Bogor Kota dengan pihak Imigrasi Kota Bogor.Tim gabungan melakukan penggrebekan ke sebuah rumah di Perumahan Villa Duta Jalan Kingkilaban nomor 2-4 Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin (20/6/2016) sekitar pukul 14.30 WIB. "Dari 31 WNA itu terdiri atas 23 laki laki dan 8 perempuan. Semuanya berasal dari Cina yang diduga tidak dilengkapi dengan dokumen resmi," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, kepada wartawan melalui pesan singkat, selasa (21/6/2016).

Menurut Yusri, tim gabungan yang turun melakukan penggrebekan sebanyak 30 orang. Petugas juga menemukan sejumlah benda yang diduga alat untuk melakukan penipuan secara online. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang berharga yang diduga hasil penipuan secara online.

"Jadi ada sepeda motor, mobil, alat elektronik, dan sejumlah mata uang asing," ujar Yusri.

Adapun rinciannya, yakni telepone Rumah sebanyak 25 unit, hand talkie sebanyak empat unit, printer sebanyak satu unit, laptop sebanyak dua unit, modem aktif sebanyak 14 unit, modem tidak aktif sebanyak 16 unit, dan 34 unit ponsel.

Adapun uang tunai yang ditemukan petugas, yakni Rp 20.145.000, 6956.4 Yuan, 590 HD, 168 RM, 1690 Rupe, 10 mata uang makau, dan 500 pecahan uang Taiwan.

Selain itu juga ada satu unit mobil Fortuner hitam dengan plat nomor B 1290 BJN dan satu unit sepeda motor kawasaki Ninja dengan plat nomor F 4593 DD. "Sampai dengan saat ini pemeriksaan masih dilakukan baik dari pihak Polres Bogor kota dan Unit cyber crime Bareskrim Polri serta dari pihak imigrasi," ujar Yusri.Hasil lnvestigasi sementara, kata Yusri, mereka datang ke lndonesia secara perorangan sejak mulai bulan April 2016.Mereka diduga melakukan kejahatan transnasional dengan modus operandi penipuan Online kepada warga negara Cina.Dalam operasi gabungan tersebut di pimpin langsung oleh Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Herindra Sik dan kepala Imigrasi Kota Bogor Bapak Herman Lukman dan di ikuti oleh 50 orang. Dalam Operasi tersebut berhasil diamankan orang dan benda sbb : 31 Orang WNA (23 laki laki  dan 8 perempuan) berasal dari Tiongkok yg tanpa di lengkapi dengan dokume, Data identitas Warga Negara Asing Asal Tiongkok sbb : Xie xiaoxia, Zhuo jian Yan, Jing Young,Wang Dong,Wang Holing,Xing F, Yang MaoCeng Won Ye, Chang Xialing,Su Dai Wei,Lan Yan Bin,Cang xiaoling,Xie Mie,Wu Hao, Pe Guan, Xian Xian,Cien,Tang Hio Tian. Ma Jun,Jia Mao  sementara Kadiv Humas Mabes Polri saat dihubungi  belum bisa memberikan keterangan.  resmi.BB yang diamankan ,.Telepone Rumah  berjumlah  25 unit Pesawat Ht 4 unit printer 1 unit,Laptop 2 unit ,Modem Aktif 14 unitg. Modem tidak aktif 16 unit,(sm)



Jakarta,koranrakyat.com,- Dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dari Batang, Jumat siang, 17 Juni 2016, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menuju Kampung Nelayan. Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal dengan berkendaraan mobil.

Di daerah pesisir nelayan ini, Presiden menyaksikan penyerahan sembako Ramadhan, yang antara lain berisi beras, gula pasir, minyak goreng dan teh celup. Saat akan meninggalkan kawasan ini, Presiden menuruni mobilnya untuk berbincang-bincang dengan seorang nelayan bernama Sugeng. 

Dari Kampung Nelayan, Presiden melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Ex-Brimob. Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. Di Lapangan Ex Brimob ini Presiden menyaksikan penyerahan sembako Ramadhan.

Berbelanja Oleh-Oleh Seorang Diri

Setelah meninggalkan Lapangan Ex Brimob, mobil yang ditumpangi Presiden tiba-tiba berhenti di sebuah toko "Mekar Jaya" Jl. Raya Kaliwungu Kendal. Presiden pun keluar dari mobilnya menuju toko tersebut. Di toko ini, Presiden berbelanja seorang diri membeli aneka macam kerupuk khas Kendal.(as)

Koranrakyat, Sidoarjo

       Jumlah tahanan lapas Di Jatim naik signifikan, banyaknya tahanan Narkoba, sehingga Lapas saat ini mulai penuh sesak. Tandas Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Budi Sulaksana pada Koran rakyat usai mengikuti sertijab  Kalapas kelas II Sidoarjo belum lama ini.

Dikatakan dikatakan lebih  30 prosen tahanan narkoba, karena lebih banyak pemakai yang di tangkap, sebetulnya biar tak penuh sesak Lapas untuk pemakai masuk direhabilitasi saja, sedang untuk Bandar atau pengedarnya masuk di Lapas. “ Kita telah usulkan tambahan lokal dibeberapa lapas termasuk di Lowokwaru Malang, namun tetap tak mampu tamping banyak.” Ujar Budi Silaksana.

Operasi terus dilakukan sehingga tak sampai ada peredaran Narkoba di lapas, termasuk razia HP hampir setiap hari, kita lakukan, sehingga secara perlahan akan bebas transaksi barang haram itu. Penyegaran terus dilakukan di tubuh Lapas, bila sampai ada pelanggaran berat pasti Kalapas segera diganti.

            Secara Kalapas Sidoarjo lama Suherman yang dimutasi ke Lapas di Jogjakarta menyampaikan, bahwa diakui Kalapas Sidoarjo cukup overload, namun tentunya harus dibicarakan, syukur pemerintah daerah bisa bantu. Sementara yang saar dirintis saat in usulan pembangunan masjid di Lapas yang menelan biaya hampir Rp. 600 Juta, bupati Sidoarjo Saifulilah sepertinya nyanggupi akan bantu. Hal sebada juga disampaikan Bambang Irawan , BC, IP, SH, MH Kalapas Sidoarjo yang baru me nyampaikan dirinya ke Sidoarjo ini dalam rangka promosi, oleh karena kami tetap akan pelajari persoalan yang ada di lapas Sidoarjo termasuk overloadnya jumlah Napi akan dibicarakan. Sebetulnya usulan bupati Sidoarjo Lapas di pindah cukup bagus, karena pasti akan mendapatkan space yang lebih luas, cuman anggaranya dari mana harus dibicarakan dulu.Memang yang saat ini yang harus diteruskan pembangunan masjid di Lapas, karena untuk kembalikan mental para napi agar lebih baik.  

            Sementara Bupati Sidoarjo H. Saiful ilah, SH, Mhum   sudah pernah membahas soal overloadnya lapas Sidoarjo, bahkan lokasi sudah di DP 250 Juta. Kalau memang bisa dilanjutkan perlu koordinasi dengan PTP dan anggota dewan.” Karena saat itu DPnya menggunakan uang saya pribadi,” ujarnya.(ng)

 

 

 

 Bengkulu, Koranrakyat.com,- Buntut Unjuk rasa penolakan pertambangan sistem underground di Kecamatan Merigi Sakti, Bengkulu Tengah, mengakibatkan empat warga terkena luka tembak. “ Kami minta pelaku penembakan diproses sesuai aturan jika ada pelanggaran disiplin dan etika terhadap oknum polisi yang membuat warga masyarakat terluka akibat tertembak peluru,” tandas Kadiv Humas  Mabes Polri  Irjen  Pol Boy Rafli Amar pada koranrakyat.com Minggu (12/6) .

Dikatakan Boy kami telah mengarahkan pada atasanya untuk melakukan pemeriksaan bila ada pelanggaran.  Sementara Guna mengantisipasi meluasnya kerusuhan tersebut, Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli dan Kapolda Bengkulu beserta Gubernur Bengkulu langsung meninjau lokasi rumah korban di Merigi Sakti, Sabtu (11/6/2016) malam, guna meredam emosi warga.Setelah melakukan rapat bersama, akhirnya Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli menutup pertambangan milik PT CBS tersebut. Keputusan ini sesuai permintaan warga di dua kecamatan yang terkena dampak pertambangan batu bara sistem bawah tanah tersebut.

"Agar tidak kembali terjadi polemik antara warga dan pihak perusahaan, pertambangan CBS ditutup segala jenis kegiatan penambangannya, agar masyarakat tidak khawatir akan terjadi bencana ambrol," ujar Fery Ramli.Selain itu, Ferry juga akan menjamin semua biaya pengobatan bagi korban yang tertembak termasuk biaya operasi korban Martha Dinata.Mengenai tertembaknya empat warga saat mencoba masuk ke lokasi pertambangan, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol M Ghufron mengaku polisi telah melakukan standar penanganan unjuk rasa, menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk menghalau warga."Untuk korban yang tertembak di bagian perut dan diduga tembus ke belakang, itu menggunakan peluru karet. Karena peluru karet dengan jarak 2 hingga 5 meter juga dapat menembus tubuh manusia," ujar Ghufron. 

Namun menurut Ghufron, pihak nya masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter yang melakukan operasi terhadap korban. Dari pemeriksaan itu baru bisa dipastikan apa gerangan penyebab luka yang dialami korban. Empat warga ini dikabarkan mengalami luka tembak saat mencoba masuk ke areal pertambangan untuk menemui pihak pertambangan. Namun terjadi bentrokan fisik dengan aparat yang berjaga di gerbang tambang.(ar)

 

 

 

 

 

 

 

 

Saturday, 11 June 2016 18:09

Demo Tambang Bengkulu Aktifis Tertembus Peluru

Written by

 

 Bengkulu,Koranrakyat.com,- -Seorang  warga nyaris tewas tertembak timah panas Aksi unjuk rasa masyarakat perwakilan 12 desa di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu menolak tambang bawah tanah berujung jatuh korban, Sabtu (11/6/2016).Informasi terhimpun, aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB di lokasi tambang PT. Citra Buana Selaras (CBS), ratusan warga hendak mendatangi pimpinan perusahaan namun dihadang oleh petugas kepolisian.

Saat itu terjadi komunikasi namun berujung bentrok, terdapat dua warga terkena tembak dan dua polisi terkena bacok. Tidak dapat diketahui secara jelas siapa yang terlebih dahulu memulai aksi anarkitis tersebut, apakah dari pihak masyarakat atau polisi. Korban luka tembak masyarakat dilarikan ke RS di Kabupaten Rejang Lebong, dan RS M.Yunus di Kota Bengkulu.Adapun warga korban diantaranya, Marta (18) dan Bahrudin Hs."Ini adik saya tertembak di bagian bawah perut," kata adik korban tembak Marta, Subroto.

Marta dilarikan ke RS di Rejang Lebong, Bahrudin dilarikan ke RS M. Yunus di Kota Bengkulu.Sementara itu korban dari pihak kepolisian belum dapat diidentifikasi.Menurut Subroto penolakan terhadap aktifitas pertambangan bawah tanah dengan membuat terowongan sudah beberapa kali ditolak masyarakat. Adapun 12 desa yang menolak yakni Desa Penembang, Lubuk Unen 1, Lubuk Unen 2, Talang Ambung Taba Durian Sebakul, Susup, Komering, Durian Lebar, Taba Tematung, Rajak Besi, Pagar Besi dan Tabarenah."Kami takut, karena di atas tanah terowongan itu terdapat perkebunan dan permukiman penduduk, kami berharap izin perusahaan itu dicabut," demikian Subroto.

 Sementara itu Subroto (30) kakak kandung korban mengatakan, usaha pertambangan dengan cara menggali di bawah tanah itu sudah berlangsung sejak lima bulan belakangan. Usaha pengeboran ini mereka takutkan, karena dilakukan dengan cara melobangi tanah dengan kedalaman 7-8 meter."Kalau mereka membuka usaha pertambangan di atas tanah kami tidak mempersoalkannya, tapi kalau usahanya pertambangannya dilakukan dengan sistem underground, kami tidak memperbolehkannya. Sistem pertambangan ini akan menyebabkan tanah longsor dan mengubur tempat kami," ujarnya.
Setelah beberapa jam sempat menjalani perawatan di RSUD Curup, korban Martha yang mengalami luka tembak dibagian perut kiri tembus kebagian belakang kata dia, dirujuk ke RS M Yunus Bengkulu karena lukanya cukup serius.
(ar)

 

 

Wednesday, 08 June 2016 17:00

Bule Swiss Hilang Di Semeru

Written by

Malang,Koranrakyat.com,- Warga Swiss dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Semeru, Jawa Timur. Korban bernama Lionel Du Creaux, 26, yang mendaki bersama temannya Alice Guignard warga Prancis, pada Jumat 3 Juni 2016.
Melalui siaran pers, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kennedie mengatakan mereka mendali secara illegal karena tidak terdaftar di pos Ranupani. “Belum ditemukan sampai saat ini, yang lapor ke petugas teman korban,” katanya, Rabu (8/6/2016) 
  

Keterangan yang diperoleh dari Alice, mereka berangkat dari Malang dan masuk ke Desa Ranupani pukul 07.00 WIB.  Mereka melangsungkan perjalanan menuju lokasi pendakian tanpa pemberitahuan atau melapor ke pos (tanpa registrasi).Pada pukul 10.22 WIB, keduanya sampai di Ranukumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati atau sampai di Kalimati sekira pukul 11.55 WIB. Mereka melanjutkan pendakian ke puncak Mahameru. Pada pukul 14.00 WIB keduanya baru sampai di Watu Gede. 

Pukul 17.47 WIB, Alice tidak melanjutkan ke puncak karena tidak kuat. Namun, korban justru melanjutkan sendiri ke puncak Mahameru. Alice memutuskan kembali ke Kalimati. Namun, karena tidak tahu jalan, Alice tersesat menuju punggungan bukit arah ke kiri atau k earah Arcopodo. Di sana Alice bertahan selama dua hari dua malam dan pada 6 Juni Alice ditemukan oleh Tim Haspala Malang, Heri Sumantri, yang sedang mengantarkan tamunya.

“Alice ditemukan sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu teman Haspala mendengar teriakan minta tolong dan langsung dibawa turun pada 7 Juni. Setelah itu Alice melapor resmi kepada petugas resort Ranupani,” ujarnya. Pihaknya kemudian memberangkatkan tim penyisir sebanyak 20 orang (porter, saver, gimbal alas, dan potensi SAR lainnya) pada 8 Juni, untuk mencari di titik-titik yang diidentifikasi hilangnya korban.

“Kami belum berlakukan open SAR mengingat pendaki merupakan warga negara asing. Perlu dikoordinasikan dengan kedutaan dan pemberitahuan lebih dulu karena warganya melakukan kegiatan secara ilegal,” paparnya.Pada 22 Mei lalu dua pendaki asal Cirebon juga hilang di Gunung Semeru. Beruntung keduanya ditemukan dalam keadaan selamat.(fd)

 

 

Saturday, 04 June 2016 11:47

Lagi Pesawat Heli Jatuh Di Papua

Written by

 

Papua,koranrakyat.com,- Setelah dikabarkan kritis, Pilot Pesawat Helikopter yang jatuh Papua, tadi pagi (4/6) dinyatakan tewas. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan, kepastian tewasnya sang pilot setelah pihak polisi setempat melakukan evakuasi pascapesawat jatuh.

"Ya (meninggal dunia). Kalau penumpang helikopternya masih kritis," ujar Agus, Sabtu (4/6).  Dia menambahkan, sejauh ini tiga korban kritis telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Nabire.

Dari informasi dihimpun, identitas pilot adalah pensiunan Polri bernama Kombes (purn) Kaswana. Sementara tiga korban lainnya belum diketahui identitasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah pesawat helikopter berjenis Bell 206 jatuh sekitar pukul 08.15 Wita. Lokasinya berada di di 99 Baya Biru, Distrik Bogobaida Kabupaten Paniai, Papua.(vel)

 

 

 

 

 

Tuesday, 26 April 2016 15:38

Kapolda Baru Sulsel Disambut Kebakaran

Written by

Jakarta,koranrakyat.com-  Kebakaran selama 1 jam  dua lantai kantor Mapolda Sulawesi Selatan Barat dilalap si jago merah. Kejadian kebakaran yang terjadi pada 25 April 2016 berawal terjadi pada pukul 04.00 pagi,dimana sijago merah berasal  dari lantai 2 ruangan  di Reserse Kiminal Umum dan mejalar sampai dilantai 3.

 Akibat kebakar  berkas  hangus terbakar dan hingga kini tim Inafis dan Puslabor terus menelusuri untuk mengetahui penyebab kebakaran. Adanya  72 tahanan dipindahkan.  

 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Pol Agus Rianto ditemui di Mabes Polri,Senin (25/4) 2016 mengataka kita  merasa prihatin kejadian kebakaran di Mapolda Sulselbar, disaat hari pertama  Kapolda akan melaksakan tugas  ada peristiwa  kebakaran." Pasti kita tidak menginginkan situasi seperti itu. Tapi namanya musibah. Pada tanggal 25 April 2016 tadi pagi sekitar pukul 04.00 waktu Indonesia Tengah. terjadi kebakaran di lima ruangan.yang pertama ada 3 ruangan di Reserse Kriminal Umum itu posisisnya ada di lantai 2 dan kemudain menjalar ke lantai atas lantai 3,disitu direktorat narkobah ada dua ruangan.dua lantai itu ada 5 ruangan,".ujarnya 

Selanjutnya, Agus menegaskan yang hangus terbakar, api dapat dipadamkan pada pukul 05.00, berarti sekitar 1 jam pemadaman yang dilakukan tim pemadam kebakaran . Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil belum bisa ditaksir." Sekarang tim Inafis dan lakbor masih melakukan penyelidikan dan proses pendataan untuk melakukan identifikasi. Untuk tahanan ada 72 orang yang rencanana dititipkan ke Poltabes Makasar termasuk juga di LP Badoka, ada di Kota Makasar," tegasnya.

Untuk itu, Agus menjelaskan sedangkan  penyebabnya masih dilakukan penyidikan oleh Tim. Mudah-mudahan bisa kita ketahui. dan perlu kita ketahui dan sebagai informasi. "Gedung yang terbakar gedung tua dibangun tahun 1994. Jadi  sudah  22 tahun.

 

Kondisinya mungkin sidah tak memenuhi syarat  konstruksi jaringan listriknya seperti apa masih didalami teman-teman inafis dan puslabfor," jelasnya. 

 

Agus menambahkan sementara masih belum perlu back up Mabes, karena  disana masih mampu labfor dari Poltabes   Makasar .(vk)

Saturday, 16 April 2016 03:31

Tragis Dua Depcolektor Pajak Dibunuh WP

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com- Indisiden pengahakiman dua patugas penagih pajak  terhadap wajib pajak di Nias, depcolektor pajak diduga ditikam  yakni  Parada Toga Fransriana Siahaan  dan Soza Nolo Lase hingga tewas . Kasusnya telah   dilaporkan polisi.

Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi ditemui di Mabes Polri, Rabu (13/4)2016 mengatakan   Dirjen Pajak telah melakukan MOU dengan Polri . Selain itu juga saya laporkan secara resmi kepada Polri atas kejadian tewasnya . Dua pegawai pajak dalam rangka melaksanakan tugas  yaitu menyampaikan surat paksa  bahasa awamnya surat penagihan pajak karena tidak ada pegawainya dan tidak ada direkturnya di Sibolga, petugas kami ke Pulau Nias. "Dan kejadian petugas kami diantarkan ke kebun karetnya, pengusaha karet dan disanalah dihakimi sendiri oleh wajib pajak .Oleh karena itu saya berharap juga kedepan , pegawai pajak harus selalu berkordinasi dengan kepolisian. karena daerah-daerah yang dikira biasa , entah daerah rawan dimana kami juga sudah diskusi kepada Kapolri petugas pajak yang  akan didampingi yang kemungkinan ada kerawanan-kerawanan akan diback up  jajaran kepolisian," ujarnya.

Selanjutnya, Ken Dwijugiasteadi menegaskan teman-teman di Pajak , itu menganggap daerah itu aman-aman saja. ternyata kejadian ini tidak terduga sama sekali." Dan saya sangat menyesalkan kejadian ini karena teman-teman saya melaksanakan tugas bukan untuk dirinya sendiri  tetapi dan saya sangat berduka .Adik-adik saya adalah bagian dari saya," tegasnya. 

Ketika apa itu bukan dari Inceran, ken Dwijugiasteasi menjelaskan oh bukan incaran, mereka punya tunggakan pajak sebesar Rp 14 Miliar. Rp 14 Miliar di daerah Sibolga dan daerah Nias adalah sangat besar dan kami juga sangat menyesalkan tidak mengantisipasi karena daerah itu aman-aman saja.  Yang namanya tungakan itu tetap dilakukan pemeriksaan. Ini sudah Ingkrah dan punya kekuatan hukum tetap. "Namanya orang pajak dimanapun namanya juga bayar pajak. hanya saja kami kemarin salah antisipasi , karena daerahnya aman-aman saja," jelasnya.     

Menyinggung pengamanan, Ken Dwijugiasteadi  merincinya ini tergantung permintaan, saya sendiri sewaktu Kakanwil saya pernah minta bantuan di Jawa Timur  itu diberikan keamanan personil Brimob lengkap. Ini tergantung situasi daerahnya. "keluarganya kami jamin sampai anaknya kalau melanjutkan sampai ke perguruan tinggi kerja masuk dipajak ya akan kita pertimbangkan juga. Korban mengalami kenaikan istimewa," rincinya. 

Untuk itu, Ken Dwijugiasteadi menandaskan oh banyak dan namanya yang wajib pajak yang dimanapun. Nanti kita akan meminta  bantuan dari teman-teman kepolisian. tentang berapa banyaknya , Pak Kapolri akan memberitahukan kepada saya. " Oh iya,kemarin kita juga kecolongan dan bersaangkutan ini orang dari Pulau Nias juga.Saudara saya," tandasnya.

 

Jadi, Ken Dwijugiasteadi menambahkan sapu jagat kadang-kadang tidak perlu, akhirnya juga bayar. Tunggakan pajak itu Ingkrah, 3 tahun 6 bulan dan 21 hari. Jadi sudah lama.  Itu dua tahun sebelumnya.  "Profilnya begini yang satu ini adalah orang pajak juga, dua-duanya juru sita. kalau dilihat dari nilainya cukup besar. Nanti biar dilaporkan ke teman-teman kepolisian," tambahnya. {vk}

Malang,koranrakyat.com - Proses pembangunan di kota Malang mustinya harus bisa mengikuti instruksi presiden Jokowi, bahwa meminta agarpembangunan di daerah harus bisa lebih cepat. Tandas Ketua Gapensi Kota Malang Ir. Eddy Wahyono pada koran

rakyat belum lama ini

Kalau presiden mengharapkan percepatan pembangunan didaerah mustinya pemerintah kota harus bisa menindak lanjuti dengan sesegera mungkin melaksanakan pekerjaan pembangunan. Anggaran proyek di kota Malang pada awal Januari 2016 sebetulnya sudah selesai diputuskan dan di dok oleh dewan mustinya sudah ada pelaksanaan pekerjaan proyek, tapi kenyataanya hingga saat ini masih belum ada tanda pekerjaan,”ya bisa bisa molor lagi,” tambah Eddy.

 

Sebelum anggaran di putuskan dewan mustinya akan sdh ada perencanaan termasuk Rencana Anggaran Biaya

(RAB)nya akan sudah disiapkan, sehingga putusan tuntas proyek bisa dilaksanakan, kalau saat ini masih nunggu lagi

perencanaan pekerjaan begitu juga RABnya.ya kalau polanya seperti saat ini percepatan pembangunan di kota

Malang mengalami keterlambatan.(fdL)

Jakarta,koranrakyat.com – Kasus  ledakan di Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi

Tenggara,menewaskan 4 orang,  Tim Divisi Profesi dan Pengamanan Polri akan memeriksa anggota

Polisi yang terlibat dalam pendidikan dasar satpam itu.

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti Selasa (29/3) 2016 mengatakan."Tentu ada sesuatu yang salah di

situ. Ini yang sedang diselidiki oleh Propam," ujarnya

Poin yang diteliti oleh Propam adalah, apakah ada prosedur yang dilanggar personel polisi sebagai trainer

sehingga granat itu meledak dan menewaskan orang di sekitarnya.

Selanjutnya, Badrodin menegaskan, secara umum bahan peledak asli tidak dipersoalkan turut ditampilkan

dalam pendidikan semacam itu. Itu termasuk menampilkan granat tangan.Hal itu untuk menunjukkan mana

bahan peledak asli, mana yang palsu."Karena sekarang kan berbagai macam senjata yang asli sama yang

mainan hampir mirip. Itu bisa saja  ditunjukan. Tentunya  sedang dicek, apa yang salah," tegasnya.

Badrodin menjelaskan sebuah granat meledak secara tidak sengaja saat pendidikan dasar satpam sedang

digelar di Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (29/3)2016)."Granat itu

meledak saat instruktur memperagakan berbagai jenis bahan peledak kepada peserta pelatihan," jelasnya

 Badrodin mengatakanhasil  laporan yang diberikan Kepala Polda Sultra Brigadir Jenderal Polisi Agung

Sabar Santoso  menyebutkan pelatihan satpam di kampus itu sudah berjalan selama sepuluh hari. "Di

dalamnya ada materi pengenalan bahan peledak oleh dua anggota tim Gegana Brimob Polda Sultra. Satu

menjelaskan, satu memegang bahan peledak di tengah itu meledak," rincinya.

Kejadian ini menyebabkan empat orang tewas dan delapan orang luka-luka. Para korban dibawa ke Rumah

Sakit Abunawas di Kendari.

 

Petugas juga telah mengamankan lokasi kejadian dan juga melakukan olah TKP.(vk)

Jakarta,koranrakyat.com- Kecelakaan helikopter m TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171  jatuh di atas perkebunan di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3) 2016, diduga  faktor cuaca.  Ini musibah ,dimana hellykopter ini mengangkut 13 anggota prajurit TNI yang terbaik ini baik crew dan penumpangnya. Untuk itu sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan juga atas nama 

seluruh jajaran kepolisian Republik Indonesia mengucapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya 13 prajurit TNI yang terbaik yang tergabung dalam operasi Tinombala

Kapolri, Jenderal Pol Badrodin Haiti ditemui disela-sela serah terima  3 Kapolda di ruang Rupatama, Senin (21/3)2016 mengatakan ya terkait dengan musibah hellykopter milik TNI beserta crew dan penumpangnya  menelan korban 13 orang prajurit milik TNI yang terbaik , saya selaku kepala kepolisian Republik Indonesia dan juga atas nama seluruh jajaran kepolisian Republik Indonesia mengucapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya 13 prajurit TNI yang terbaik yang tergabung dalam operasi Tinombala." Mudah-mudahan arwah almarhum bisa diterima disisi Tuhan yang maha kuasa dan mendapatkan tempat yang mulia ,diampuni dosa-dosanya ,diterima segala amal ibadahnya. Dan kepada keluarga yang ditinggal , kami juga menyampaikan mudah-mudahan diberikan ketabahan dan kesabaran didalam menerima cobaan ini," ujarnya

Ketika ditaya  penyebab insiden kecelakaan apa sudah ketahuan , Badrodin menegaskan  kini masih dalam penyelidikan nanti akan ada penyelidikan yang dilakukan oleh TNI untuk mengetahui  sebab-sebabnya." Tetapi memang cuaca kemarin cukup buruk ,bisa saja itu terjadi karena itu dan bisa juga karena yang lain," tegasnya. 

Menyingung apakah karena serangan, Badrodin menandaskan kalau serangan dipastikan tidak ada, kan pada daerah-daerah yang rawan , itu ada di pemukiman dan mendekatinya."Masih ada 1 jenasah lagi yang belum ditemukan, Ini masih didalam pencarian dan itu segera bisa ditemukan," tandasnya.

Kalau Identifikasi korban apa kah sudah dilakukan, Badrodin mengakui ini rencananya akan diterbangkan jenasah dan kemudian nanti akan dikirim ke Keramat Jati bisa diidentifikasi."Ini dilakukan , supaya tidak terjadi salah dalam mengembalikan ke keluarganya," akunya. 

Lebih lanjut, Badrodin menejelaskan informasi dan laporan yang kita terima melaksanakan brifing di Ngapu dan akan kembali ke Poso. Semua dilakakuan untuk mempersiapakan operasi Tonimbala selanjutnya dan ini tidak disangka akan kejadian musibah ini," jelasnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

Monday, 21 March 2016 12:59

Polri Klaim Berhasil Lacak Titik Keberadaan Santoso

Written by

 

Jakarta,koranrakyat.com- Pengejaran dan pelacakan keberadaan Santoso sudah dihendus, meskipun begitu tidak membuat Tim Tinombala putus asa walaupun  harus mengalami duka karena hellykopter yang ditumpagi 13 angota TNI jatuh di Poso. Buktinya hingga kini Tim sudah mengetahui keberadaan Santoso .
Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti ketika dihubungi Senin (21/3)2016 mengatakan, hingga kini personel Polri dan TNI yang tergabung dalam Operasi Tinombala berhasil melacak keberadaan gembong teroris Santoso di Poso."Ya, titik (persembunyian)-nya sudah ada dari kemarin," ujarnya.

Untuk itu, Badrodin menjelaskan  titik yang dimaksud mempunyai radius tiga atau empat kilometer."Ini menyebabkan tim tetap butuh waktu serta tenaga ekstra untuk terus membuat kelompok Santoso semakin tersudut," jelasnya.

Selanjutnya, Badrodin membeberkan bahwa kelompok Santoso cukup banyak jumlahnya. Mereka pun masih mampu mempertahankan wilayah teritorial mereka itu."Itu mungkin yang menyulitkan kami di dalam upaya penyergapan. Makanya, kalau kami sergap, yang selalu kena bukan Santosonya tapi anak-anak buahnya," bebernya.

 

Namun, begitu untuk lebih efektif, Badrodin menandaskan tim operasi tidak kalah strategi."" Tim operasi telah dibagi-bagi ke tim lebih kecil. Mereka mulai disebar ke sekitar titik di mana kelompok Santoso bersembunyi. Hingga kini penagkapan itu tentunya tim Tinombala  optimistis bisa menangkap Santoso. Namun masih butuh waktu," tandasnya. (vk)

Page 8 of 14

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan