Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Tema Kebijakan Fiskal 2020
Last Updated on Aug 18 2019

Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Tema Kebijakan Fiskal 2020

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga membacakan strategi kebijakan fiskal di tahun 2020 dalam pidato ketiga yang berlangsung di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8). "Dengan terus meningkatkan daya saing nasional, dengan bertumpu pada...
Pesan  Presiden  Pada 74 Tahun RI Kesatuan dan Keutuhan Negara Adalah hal Yang  Penting.
Last Updated on Aug 18 2019

Pesan Presiden Pada 74 Tahun RI Kesatuan dan Keutuhan Negara Adalah hal Yang Penting.

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) .Menjelang berlangsungnya upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan bagi bangsa Indonesia di usianya yang ke-74 tahun. Ia menegaskan bahwa kesatuan dan keutuhan...
Diperiksa Dugaan Korupsi Pembelian Batu Bara 400 Hektare
Last Updated on Jul 16 2019

Diperiksa Dugaan Korupsi Pembelian Batu Bara 400 Hektare

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Pross pemeriksa kasus dugaan Tindak Pidana koruopsi pembelian lahan Batu Bara seluas 400 HA dan status ijinnya PT.Citra Tobindo Sukses Perkasa oleh PT. Indonesia Coal Resources anak perusah aan PT Antam,akhinrnya diperiksa dua saksi yiatu Ir Harry Andria Kepala...
Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke- 11 Kabupaten Bengkulu Tengah.
Last Updated on Jul 16 2019

Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke- 11 Kabupaten Bengkulu Tengah.

    BENGKULU TENGAH (KORANRAKYAT.COM) - Rapat Paripurna Istimewa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Kabupaten Bengkulu Tengah. Dalam Rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bengkulu Tengah yang ke-11 Tahun 2019.               Memperingati hari Ulang Tahun Kabupaten Bengkulu...
Presiden Jokowi Buka Pameran Karya Kreatif Indonesia 2019
Last Updated on Jul 12 2019

Presiden Jokowi Buka Pameran Karya Kreatif Indonesia 2019

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo membuka pameran bertajuk Karya Kreatif Indonesia 2019 di Hall A, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 12 Juli 2019. Pameran yang menyuguhkan tema "Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui UMKM Go Export dan Go Digital" ini...

World Today

  •  
    Presiden Angkat Isu Rakhine State di

     

     

    BANGKOK(KORANRAKYAT.COM)  Presiden Jokowi kembali mengangkat isu Rakhine State dalam

     
Tuesday, 27 November 2018 00:19

Presiden: Kita Ingin Hijrah Menjadi Bangsa Produktif, Efisien, dan Kompetitif

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Dalam empat tahun ini, pemerintah telah bekerja keras untuk meletakkan fondasi-fondasi baru bagi pembangunan Indonesia. Fondasi baru tersebut diperlukan agar Indonesia dapat bergerak menjadi bangsa yang produktif, efisien, dan kompetitif.Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di Studio Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin malam, 26 November 2018."Kita semua ingin bangsa ini hijrah, hijrah dari yang konsumtif ke produktif. Kita ingin hijrah menuju bangsa yang produktif, efisien, dan kompetitif. Tanpa ini saya meyakini sangat berat bagi kita untuk berkompetisi dengan negara-negara lain," ujarnya.
 
         Meski demikian, proses tersebut memang tidak dapat dinikmati segera. Dibutuhkan upaya-upaya panjang dan berproses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Di antaranya ialah dengan memperbaiki struktur fiskal negara kita."Subsidi BBM, yang kalau kita lihat subsidi itu 82 persen justru dinikmati oleh kalangan atas, inilah yang di 2014 kita pangkas. Kita alihkan untuk kegiatan-kegiatan produktif untuk membangun infrastruktur-infrastruktur, jalan, pelabuhan, _airport_, dan jalan tol. Dari sinilah kita mulai," kata Presiden.Pembangunan infrastruktur-infrastruktur tersebut kini tak lagi berpusat di Pulau Jawa. Pembangunan yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tersebar di seluruh Tanah Air. Presiden mengatakan, inilah perubahan paling mendasar dalam proses pembangunan nasional."Kalau saya orang politik, yang benar memang dibangun di Jawa karena kurang lebih 60 persen penduduk kita ada di Jawa, _return_ ekonominya cepat kalau dibangun di Jawa. _Return_ politiknya juga baik karena 60 persen penduduk ada di Jawa," ujarnya.
 
Namun, Kepala Negara mengungkap bahwa risiko politik dan ekonomi tersebut sudah dihitung oleh pihaknya. Tetap saja, orientasi Indonesiasentris yang dipilih pemerintah dalam membangun negara ini.
"Karena kita memang ingin membangun Indonesia untuk sebuah keadilan sosial, untuk memunculkan sentra-sentra ekonomi baru di luar pulau Jawa," tuturnya.
Di saat yang sama, pemerintah juga berupaya memangkas regulasi-regulasi yang dirasa menyulitkan. Namun, perlu diakui, pemangkasan regulasi tersebut masih harus terus dilakukan dan memerlukan waktu serta tahapan besar untuk dapat membuat Indonesia lebih kompetitif.
"Saya berikan contoh, izin untuk urusan pembangkit tenaga listrik. Saya ingat betul ada 258 izin yang harus ditempuh untuk membangun itu. Berapa tahun urus izin sebanyak itu? Kita pangkas jadi 58, tetapi juga saya sampaikan belum cukup," ucap Presiden.
            Sementara itu, pemerintah juga berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi satu digit dalam empat tahun ini, dari dari 11,2 persen menjadi 9,8 persen. Hal itu diakui Presiden merupakan perkara yang tidak mudah. Sejumlah program terus dijalankan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan ini.
"Kita telah memiliki Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, juga Dana Desa yang telah kita gelontorkan sampai sekarang 4 tahun ini sudah pada angka Rp187 triliun, bukan angka yang kecil," ujarnya.Pemberdayaan ekonomi kecil juga dilakukan pemerintah. Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari yang sebelumnya 22 sampai 23 persen disubsidi oleh pemerintah hingga menjadi 7 persen. Kebijakan itu bisa dinikmati usaha mikro dan usaha kecil sehingga mereka tidak terbebani oleh bunga yang tinggi.
"Bank Wakaf Mikro juga kita dirikan di pondok-pondok pesantren. Memang belum banyak, baru kurang lebih 30-an. Tapi paling tidak kita telah memulai bahwa ekonomi umat juga perlu diperhatikan," Presiden melanjutkan.Kini, pemerintah tengah bersiap untuk memulai tahap selanjutnya dari perjalanan pembangunan bangsa Indonesia. Presiden mengatakan, 2019 mendatang, pihaknya akan mulai memfokuskan perhatiannya kepada pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia."Kita memiliki kekuatan 260 juta penduduk. Ini adalah kekuatan, ini adalah potensi," ucapnya.(eas)
 
Read 1988 times
Login to post comments

Ekonomi Makro

  •  

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) ,  Bertempat di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dirjen

     
  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Jelang  bulan Ramdhan dan lebaran Satgas Pangan  melakukan berbagai

     
  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     

Malang Raya

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Wabub Sanusi Sampaikan LKPJ

 

 

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Wakil  Bupati Malang

Read more

Peraturan Daerah Tentang