Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu
Last Updated on Jan 24 2019

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat. Mendapat amanat baru dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu, yang baru. Supratman menggantikan posisi Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung, yang menjadi...
Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat
Last Updated on Jan 23 2019

Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco) PSSI Hidayat. Ini dilakukan untuk memperoleh barang bukti menyangkut masalah terlapor.              Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi...
Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...

World Today

Sunday, 01 October 2017 12:20

Senjata Yang Dipersoalkan Panglima TNI Di Jawab Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Polisi membenarkan telah mengimpor senjata untuk Korps Brimob. Pemesanan senjata disebut sudah sesuai prosedur."Sudah sesuai dengan SOP, perencanaan, lelang, dan di-review Irwasum dan BPKP sampai pengadaan dan pembelian pihak ketiga sampai Indonesia," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Sabtu (30/9/2017).

            Sebelumnya, beredar kabar adanya senjata api yang diimpor PT Mustika Duta Mas dan didistribusikan ke Korps Brimob Polri. Senjata tersebut tiba di Indonesia pada hari Jumat (29/9) di Bandara Soekarno-Hatta dengan maskapai dari Ukraina. Adapun jenis senjatanya adalah Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) dan peluru amunisi. Barang tersebut sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta.

"Saya nyatakan barang di Soekarno-Hatta yang dimaksud rekan-rekan soal senjata adalah betul milik Polri dan adalah barang yang sah," kata Setyo. Setyo mengatakan polisi sudah mengkonfirmasi soal impor senjata ke Bais TNI. "Barang tersebut masuk ke Soekarno-Hatta dan sudah memberi tahu dan konfirmasi Bais TNI," jelas Setyo.

Beberapa jam sebelum jumpa pers mendadak di Mabes Polri itu, memang beredar di media sosial tentang kedatangan berbagai jenis senjata itu, yang semakin mengisruhkan kabar tentang pengadaan senjata secara tidak sah, yang diletuskan Panglima TNI Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu.

.

"Saya nyatakan barang di Soekarno-Hatta yang dimaksud rekan-rekan soal senjata adalah betul milik Polri dan adalah barang yang sah," kata Setyo. Setyo mengatakan polisi sudah mengkonfirmasi soal impor senjata ke Bais TNI. "Barang tersebut masuk ke Soekarno-Hatta dan sudah memberi tahu dan konfirmasi Bais TNI," jelas Setyo.

      "Barang yang ada di Bandara Soekarno Hatta itu memang milik Polri, dan merupakan barang yang sah," kata Irjen Setyo Wasisto."Semuanya sesuai prosedur, mulai perencanaan, lelang, hingga pengkajian pihak Polri dan BPKP," tambahnya.

         "Barang tersebut masuk pabean di Bandara Soekarno Hatta. Komandan Korps Brimob sudah diberi tahu, dan sudah meminta rekomendasi BAIS TNI. Karena prosedurnya memang begitu: barangnya harus masuk terlebih dahulu, dikarantina, diinspeksi oleh BAIS TNI, apakah sesuai dengan dokumen."Yang terutama jadi sorotan adalah sebagian dari senjata yang datang itu tampak bukan merupakan senjata kelengkapan standar polisi lapangan. Misalnya peluncur granat.

       Danko Brimob Irjen Murad Ismail menunjukkan sejumlah foto dan menyebutkan bahwa semuanya merupakan kelengkapan standar satuan anti huru-hara Ia menyebut pelontar granat itu menembakkan peluru tidak langsung, melainkan dilontarkan dalam sudut 45 derajat. "Pelurunya banyak macamnya: ada peluru karet, peluru hampa, gas air mata, peluru asap, 'peluru kabur'," kata Murad Ismail.

           "Ini modelnya serem, namun senjata-senjata ini bukan untuk membunuh, melainkan untuk memberi efek kejut," kata Murad Ismail. "Senjata-senjata ini nanti akan kita bawa ke Poso dan Papua. Menurutnya ini bukan barang-barang baru, melainkan sudah dimiliki sebelumnya,karena bukan impor yang pertama kali. "Ini yang ketiga kali. Tahun 2015 dan 2016 sudah pernah masuk," katanya.

       Ia menyebutkan, pelontar-pelontar granat yang masih berada di karantina bandara Soekarno Hatta itu itu juga dilengkapi 5932 peluru.Isu tentang pengadaan senjata ini jadi perbincangan dan memanaskan politik tatkala Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berbicara kepada sejumlah mantan petinggi militer di Markas TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat pekan lalu.

        Gatot mengaku mendapatkan informasi intelijen tentang satu lembaga negara yang mencatut nama presiden untuk membeli senjata. "Kami intip terus. Kalau itu serius, kami akan serbu. Kalau kami menyerbu, itu karena tidak boleh ada lembaga di NKRI yang memiliki senjata selain TNI dan Polri."

"Polisi pun tidak boleh memiliki senjata yang bisa menembak tank, pesawat, atau kapal. Kalau ada, saya serbu. Ini ketentuan. Karena kalau cara hukum tidak bisa, Bhayangkari nanti yang akan muncul," kata Gatot. Tiga hari berselang, saat dikonfirmasi, Gatot enggan menanggapi pernyataannya yang memicu pro dan kontra itu. Menurutnya pernyataan tersebut dikeluarkannya dalam forum tertutup, namun ternyata bocor ke publik.

      "Benar itu omongan saya, itu kata-kata saya, itu benar seribu persen kata-kata saya. Saya tidak mau menanggapi itu. Kalau saya press release, Anda bertanya kepada saya, saya jawab," kata Gatot, Minggu, 24 September.        

        Murad menjelaskan senjata yang baru dibeli pihaknya, memiliki daya lontar maksimal 100 meter dan tak memiliki alur. Peluru yang ditembakkan pun tak bisa lurus, memiliki sudut elevasi 45 derajat dengan bentuk peluru bulat."Cara kerjanya pun kita menembak, dia (peluru) tidak bisa menembak lurus. Kita tembak dia itu 45 derajat. (Peluru) Itu jatuh 85 meter dan pelurunya itu bulat," terang Murad.

        Dikutip dari situs Arsenal, senjata itu bisa untuk menyerang target tunggal atau pun grup dengan jarak sampai dengan 400 meter. Senjata ini memiliki bobot 2,85 kilogram. Kecepatan lontarnya adalah 76 meter per detik.

 

        Sedangkan senjata kedua yang diimpor itu adalah amunisinya dengan tipe round RLV-HEFJ (Round Low Velocity - High Explosive Fragmentation Jump) sebanyak 5.932 butir. Amunisi ini efektif menyerang pasukan di lapangan terbuka ataupun tempat perlindungan ringan yang berjarak antara 40 hingga 400 meter.  Sesuai dengan nama tipenya, amunisi berjenis granat lontar ini berkecepatan rendah. Namun dia memiliki daya ledak fragmentasi yang tinggi.(as)

 

 

Thursday, 28 September 2017 11:56

Syahrini Di Panggil Bareskrim Untuk Lengkapi Berkas

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak menjelaskan, penyidik membutuhkan keterangan Syahrini sebagai bukti tambahan atas modus penipuan yang dilakukan oleh para tersangka. Penyanyi Syahrini menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas dugaan penipuan yang dilakukan biro perjalanan umrah First Travel di Bareskrim Polri, Rabu (27/9/2017).

         "Tujuan (memeriksa Syahrini) untuk membuktikan modus-modus penipuan yang dilakukan tersangka First Travel ini. Jadi pemeriksaan Syahrini ini untuk melengkapi berkas perkara," ujar Hery di Kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta, Rabu sore. Penyidik pun mendapatkan keterangan bahwa pemilik First Travel menjadikan Syahrini beserta beberapa artis sebagai endorser atau membantu promosi untuk menarik minat calon jemaah.Tugas Syahrini dan sejumlah artis misalnya menjadi talent dalam video soal kelebihan pelayanan First Travel di Tanah Suci.

       "Di sana (Tanah Suci), mereka bertanya kepada jemaah promo bagaimana pelayanannya, kemudian dijawab. Itulah yang menjadi bahan promosi di sini (Indonesia). Ini untuk melengkapi bahwa modus operandi seperti itu dilakukan oleh First Travel," ujar Hery. Meski demikian, Hery enggan menyebutkan apakah penyidik sudah mendapatkan keterangan yang dibutuhkan dari Syahrini.Hery hanya menyebut bahwa Syahrini menjawab beberapa pertanyaan dan meminta izin untuk diperiksa kembali pekan depan. Ini disebabkan sudah ada kegiatan yang berkaitan dengan kontraknya.Oleh sebab itu, penyidik pun mengagendakan pemeriksaan Syahrini pada Senin atau Selasa pekan depan.

           Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Direktur Utama First Travel Andika Surachman, istri Andika Anniesa Hasibuan dan adik Anniesa bernama Siti Nuraidah selaku Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel. Tindak pidana yang mereka lakukan adalah penipuan dengan modus promo pemberangkatan ke Tanah Suci. Perusahaan yang aktif beroperasi sejak 2016 itu menerima banyak jemaah namun hanya memberangkatkan sebagian kecil dari mereka. Hingga batas waktu, para calon jemaah tidak kunjung menerima jadwal keberangkatan.Bahkan, calon jemaah malah diminta menyerahkan biaya tambahan agar bisa terbang ke Tanah Suci.(as)

 

 

 

 

 

 

.

Tuesday, 26 September 2017 18:51

Paulus Lakukan Kontraradikal Hadapi Mantan Napi Teroris

Written by

MEDAN(KORANRAKYAT.COM)-  Polda Sumatera Utara mengajak diskusi   dan memberikan pengertian pada  masyarakat yang ditengarai  melakukan radikalisme.  Diajak melakukan kegiatan positip unyuk melakukan kontra radikal.

Kapolda Sumatera Utara, Irjend Paulus  Waterpouw  di temui di Mapolda Sumut mengatakan saya sampaikan soal  radikalisasi atau deradikalisasi atau kontraradikal tentu kita sekali kita awali dari individu yang diera sekarang Ini  sering terpengaruh, kalau dulu tidak  disebutkan keterlibatan seseorang."Kalau sekarang disebut  keterpengaruhan seseorang itu tidak dilihat dari latar belakang seseorang  siap pun dia atau boleh saja dia terpengaruh dengan dogma mungkin dengan berbagai viralnya," ujarnya 

          Paulus menegaskan apa memperoleh informasi yang baik dan alam pikirannya dan kalau ditanya tentang  radikal kita ada semacam ada kelompok radikal  yang  terindikasi kelompok yang itu antara pengaruh itu karena ada media ." Dalam situasi yang itu juga bisa langsung adalah melakukan upaya slow balens mengikuti perkembangan kelompok di Sumatera di beberapa kota. Itu yang kedua , baik didalam itu tentu melakukan sinergisitas  sesuai dengan keterbukaan  preventif dan yang ada sebaiknya kita melakukan dilihat bahwa kita lambat ini kita buat sedemikian rupa untuk bagitu ermasuk juga melakukan upaya  untuk menangkal ada upaya dilakukan dialog kita lakukan mengenal forum antara masyarakat dengan pemanfaatan kejelasan umat dengan forum mendengarkan pendapat FGD seperti itu memerlukan dengan yang lain dilakukan.," tegasnya.

            Dijelaskan Paulus kita lakukan pembinaan   anak dari pada  keluarga eks napi teroris itu kita libatkan dalam 17 Agustus juga dilakukan dengan pemerintah daerah, tokoh agama kita libatkan." kita bina mereka juga kita upaya semacam kepada mereka memantau aktifitasnya juga dengan masyarakat kami tidak memerlukan Mou maupun pertemuan," jelasnya.

    Dalam  upaya pemantauan dan pemetaan sejauh  terinspirasi saya tak bisa katakan secara detail wilayah mana saja." Dikatakan kota dan kabupaten tentu itu bisa diartikan ada beberapa yang sudah direksi atau kita artikan sebagai wilayah yang rawan kurang lebih ada 8 titik. Saya pikir tidak usah kita sebutkan. Jadi bukan salah persepsi kemudian dianggap subjektifitas. Tapi ini kita tetap terus monitoring setiap untuk mengalir semua stakeholder,” rinciinya .

           Paulus menadaskan ya, seperti saya katakan kemarin di balai kota, saya bersama pangkostrad  melakukan  banyak kegiatan libatkan seperti k olah raga, kemudian berbagai aktifitas pertemuan kita  lakukan. Termasuk dalam hari Raya Idul korban. Juga kita jadi ada banyak hal yang sudah dilakukan oleh kontra radikal," tandas( vk)

 

 

Thursday, 14 September 2017 17:29

Berkas Kasus Saracen Segera Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Proses pemeriksaan kasus  Sri yang diduga terkait  kelompok Saracen sudah memasuki tahapan P21.” Polisi punya data  data dari ALH PPATK,” ujar Kepala Unit V Direktorat III Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Narsistik Polri, AKBP Purnomo ditemui di Mabes Polri, Kamis (14/9) 2017 mengatakan Sudah P21 dan akan dilimpah ke kejakasaan untuk tahap keduanya. Untuk segera mungkin di sidangkan. "Apakah nanti di TKP (cianjur) atau di tempat ditahan sekarang nanti kita lihat," ujarnya.

 Purnomo menegaskan tersangka Yang lain masih proses. "Kenapa sri lebih cepat, dia kan ditangkap duluan ya. Penuntutan umum dirasa sudah cukup," tegasnya Purnomo menjelaskan kalau AD terkait ujaran kebenciannya saja ya." Bukan sebagai pengurus ,Kalau di website kan tercantum disana tapi di konfirmasi kan diamengelak," jelasnya.

          Dikatakan  Purnomo  saat ini ada  6 tersangka dan yang merupakan  rentetan Robi Asman yang udah divonis . "Asma dewi menyangkal, apa tersangka lain mengakui asma ikut kelompok.Itu proses penyidikan masih berlangsung. Itu hak mereka untuk menyangkal," akunya. Seidang soal  bendahara saracen Purnomo mengatakan belum."LHA dari PPATK sudah masuk kan, trus nanti lihat saja. "Itu kan harus di pelajari ya. Masih kita liat sangkut pautnya kaya apa. Engga mungkin kita sampaikan kalo belum terbukti.Kalau Ringgo abdillah yang memposting ulang foto dari kelompok saracen itu berbeda. Itu kan berbeda ya. Dia itu postingnya di akun sendiri ngga nyebar kemana mana. Dia ngga terkait sama saracen. Tapi masih proses," tandasnya.( vk)

Wednesday, 13 September 2017 09:30

Ditangkap Penghina Ibu Negara

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Warga Bandung ditangkap dianggap menghina ibu Negara Irianto Joko Widodo dengan melalui posting di  Dodik Ikwanto (DI)   di Palembang.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Setyo Warsito  ditemui di Mabes Polri, Selasa (12/9)2017 pada l 11 September 2017  Polresta Bandung tangkap pelaku ujaran kebencian dengan menghina ibu negara  ," ujarnya.

Dikatakan Setyo  DI didalam postingnya menghina  Ibu Negara."Oleh sebab itu Polri  melakukan penyelidikan dan menemukan DI   di Bandung, namun ditangkap di  Palembang," tegasnya.

 Barang bukti yang diamankan 2 buah HP berikut sim card , 1 buah bendera Ormas tertentu, dan satu buah gantungan kunci ormas tertentu." Sementara penyelidikan dilakukan di Polresta  Bandung dan sampai sekarang kami masih memantau perkembangan hasil penyelidikan tersebut," ujaranya.(vk)

 

 

Wednesday, 06 September 2017 23:33

Oknum Anggota Dewan Diduga Otak Pembakar Sekolah Ditangkap

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi anarkis berharap  dapat perhatian Gubernur Kalimantan Tengah, dengan cara  bakar 7 Sekolah Dasar(SD)  dilakukan 7 orang dipimpin   Nora diduga diperintah oleh oknum  Anggota DPRD Palangkaraya Yansen Binti dari Fraksi Gerindra. Kini 9 tersangka  ditahan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes  Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Rabu(6/9)2017 mengatakan dengan  Koordinator lapangan Nita akhirnya  Tjuriansa, Indra ,Gunawan  Dadu,Doya ,Ogut, Yuti,Epen, Ahim,Pepen, dan lain-lain  berhasil diringkus. "Itu mereka, tetapi koordinatornya Nora. Yang patut diduga sebagai orang yang menyuruh adalah Yansen Binti merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Palangkaraya di Provinsi Kalimantan Tengah ," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan Yang bersangkutan memberikan perintah  di kantor KONI pada 30 Juni 2017 untuk membakar 10 SD Negeri dengan tujuan untuk mendapat perhatian dan proyek  dari Gubernur. "Dari 9 tersangka sekarang  sudah ditahan di Bareskrim Polri dan patut diduga Yansen Binti ini sebagai orang yang menyuruh melakukan dan memberikan dana ," tegasnya

Untuk itu, Martinus menjelaskan Sebelum pembakaran  sementara supirnya atas nama Ajid  menyediakan bahan-bahan untuk membakar. "Kejadian ini mulai 4 Juli sampai 30 Juli. Dari 10 yang besar, ada 7 yang dibakar. Terhadap pelaku  dikenakan pasal 187 KUHP,"  jelasnya.

Ketika ditata apa ada yang belum dibakar, Martinus merincinya ada yang 3 lagi Belum dibakar. Ya jangan. " Ada  disuruh ditangkap ,ada beberapa yang disuruh ditangkap pada awal-awal Juli ditangkap," rincinya.

Disinggung alasan membakar, Martinus mengakui tujuan pembakaran  Itu lah sedang didalami oleh penyidik. Dimana penyidik itu menerima apa saja yang menjadi penjelasan menjadi catatan nanti kita kita tuangkan  dalam berita acara dan nanti kita uji . "Kalau minta proyek, proyek apa,? Kalau supaya  perhatian? Perhatian seperti apa selama ini , yang tidak diberikan perhatian oleh Gubernur dan dalam kaitan apa? perhatian apa. Pada prinsipnya ada dua hal itu, adanya perlunya perhatian dan memohon supaya ada proyek dan perhatian dari Gubernur," akunya.( vk)

 

 

 

Saturday, 26 August 2017 05:03

Polisi Tangkap 3 Orang Diduga lakukan Ujaran Kebencian

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Polisi tangkap Tiga orang yang dianggap menyebarkan kebencian di Medsos. Tulisan itu dibuat di medsos dalam bentuk kritikan diduga  dihadirkan  untuk menyerang ataupun ada tulisan yang diposting akibat perdebatan dalam menyampaikan pendapat. Kelompok  Saracen diduga ini  bentuk fokus ekonomi digunakan diduga mencemarkan atau menyudutkan seseorang.

.Kasubdit I Direktorat Cyber Crime,  Kombes Irwan Anwar ditemui di Mabes Polri, Rabu(23/8)2017 mengatakan kami melakukan  patroli Cyber Bareskrim Polri Kelompok Saracen ini kami tangkap sebagai status yang disampaikan adalah kelompok yang sering kali atau kerap kali melakukan ujaran kebencian. "Tersangka pertama JAS merangkap sebagai Ketua dari Kelompok Saracen. Tersangka kedua MFT dalam kelompok Saracen sebagai Ketua Bidang Media informasi. Tersangka ke tiga  SRN berperan sebagai koordinator Wilayah khususnya di Wilayah Cianjur dan sekitarnya. Tersangka  JAS ditangkap di Pekan Baru, Riau. MFT ditangkap di Koja Jakarta Utara. SRN ditangkap di Cianjur," ujarnya.

Selanjutnya, Irwan menegaskan barang bukti yang diamankan seperti disajikan didepan antara lain dari tersangka pertama JAS 50 simcard dari berbagai operator , 5 Hardisk CPU, 1 HD Laptop, 4 Hand Phone, 5 Flashdisk, 2 Memory card. "Sementara dari tersangka DEN disita  meliputi 1 Hand Phone Lenovo, 1 Memory card, 5 sim card dan 1 Flash Disk. Dari tersangka 3  SRN disita 1 Laptob berserta Hardisk, satu Hand Phone Azis ZR3, 1 HP Nokia, 3 Sim card  dan 1 Memory card," tegasnya.

Untuk itu, Irwan menjelaskan Terhadap ke tiga pelaku ini kami menjeratnya dengan dugaan melakukan tindak pidana ujar an kebencian atau hardware dengan konten Sara sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 junto pasal 28 Undang-undang No.19 tahun 2016 tentang perubahan ITE dengan ancaman 6 tahun."  Begitu juga dengan tersangka kedua . Getir juga dengan ke tiga," jelasnya.

Menyinggung ujaran kebencian, Kasubag Ops Patroli Dircyber Crime Bareskrim Mabes Polri, AKBP Susatyo  Purnomo mengatakan   terkait dengan kelompok ujaran kebencian ini untuk.diketahui adalah tersangka ke 16 yang di tangkap oleh patroli Cybercrime Jadwal tim.  Itu sudah melakukan.6 tersangka . "Sehingga kami bekerjasama dengan Bareskrim, Polda dan Polres-polres untuk bisa menekan kecendrungan yang.menggunakan media sosial  Yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Jadi, Sudarto menegaskan untuk kelompok Saradan ini adalah kelompok salah satu dan.banyak.kelompok.yang masih cari dan kami kejar ke titik terhadap  Barang bukti yang kami.sita kurang.lebih 800 ribu  akun yang terkait dalam group Saradan. "Dimana Kelompok saracen lain.group lain-lainnya sehinga diibaratkan.bahwa group lainnya..dimana para pembuatnya Menkeu dan sebagainya  narasi , kata.dan.gambar sebagainya itu diploting di group  kemudian pelaku ini menghilang. Sehingga dengan barang bukti 50 Sim card ini dilakukan oleh tersangka untuk membuat dan memiliki kemampuan jadi ketua kelompok punya kemampuan selain merekrut anggotanya dengan tampilan-tampilan sehingga orang cepat bergabung juga merekrafre akunt facebook atau media yang objek," tegasnya.

Menyikapi hal itu, Susatyo  mengakui Apa lagi sudah diblok maka berusaha  menghubungi nya. Selain itu dia juga punya kemampuan untuk mengambil alih akunt  orang lain jadi yang dianggap berseberangan atau kontan yang bersangkutan  tidak dengan pikirannya ini segera ambil alih anggota." Ini memposting ujar an kebencian kami fokus pada ujar an kebencian Sara kalau tidak diproses hukum bahaya bagi disintegrasi bangsa. Terkait dengan motif pelaku ini kami masih mendalami motifnya. "Sementara ini motif ekonomi selain motif dari modia on line yang dimiliki minta di up loud oleh group ini beroperasi sekitar bulan November 2015 dan sampai kemarin kami tangkap dan masih pada kelompok lainnya dan seluruh," akunya.

Jadi, Susatyo  menambahkan secara singkat masih memiliki unsur yang mirip organisasi pada umumnya dimana ada ketua, sekretaris ,.bendara, ada bidang media, ada bidang ITE, ada bidang wilayah sehingga ini sebagai sebuah sindikat sehingga tidak lagi perbuatan arang perorang apakah ini monitor melihat di media tetapi ini sudah menjadi kelompok."Jadi untuk motif ekonomi bahwa untuk membaur web site atau menyewa memposting itu bertiga.Sehingga ketika orang sedang memasang iklan itu menjadi keuntungan yang bersangkutan.Selain itu untuk format baginya dalam  mengembangkan kami," .tambahnya.(vk)

 

 

 

 

 

.

 

 

Saturday, 19 August 2017 01:06

Aman Kembali Diperiksa Densus Mabes Polri

Written by

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Upaya pengungkapan kasus bom Thamrin  selama 1 tahun 7 bulan lalu akhir terjawab. Ternyata Aman Abdulrahman memiliki peran kuat memberikan dorongan untuk melakukan amalia. Kini ia sudah diperiksa secara intensif di Mako Brimob.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjenad Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Jumat (18/8)2017 mengatakan Aman Abdul rahman sekarang sudah diamankan oleh Densus 88. "Dia dia diduga terkait dengan kasus bom Thamrin. Sekarang Aman Abdul Rahman sudah diamankan di Mako Brimob," ujarnya.

Untuk proses pemeriksaan, Setyo menegaskan dia kan diberikan waktu 7 hari X 24 jam , dan akan kita tetapkan ." Ia sudah dijemput Kemarin sudah kita ambil di Nusa kambangan," tegasnya.

Ketika,di tanya perannya, Setyo menjelaskan  pertama dia perannya memberikan dan mendorong untuk amalia-amalia. "Kedua, nanti kita lihat apakah apa terkait langsung dukungan yang lain." Jelasnya

Untuk mengatasi radikalisme, setyo merincinya masalah terorisme itu bukan hanya polisi, terlibat juga BNPT, masalah radikalisasi tugas BNPT membantu. "Artinya semua yang sudah keluar akan mendapat sentuhan, untuk warga negara kita harapkan mereka kembali di jalan yang sama dengan kita supaya kembali ke jalan yang betul," rincinya.

 

Lebih lanjut, Setyo mengungkapkan maka kita harapkan mereka sadar supaya mereka sama-sama hidup  bernegara tidak terkait dengan urusan aliran keras. "Ada perhatian khusus buat mereka,Ada sentuhan khusus. Begitu juga,Maman Abdul rahman.Apa sentuhan khusus, Pasti kita akan buat sentuhan karena memiliki resistensi  kalau mereka mempunyai dan kita pelan-pelan. Tentunya semua masyarakat  kita berbangsa dan bernegara ," ungkapnya.( vk)

Saturday, 19 August 2017 00:37

Disesalkan Adanya Pembakaran Atribut Negara

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Ada aksi pembakaran atribut negara yang dibakar di Di Ormas di Bogor kita terus usut secara intensif di Polres Bogor. Hingga kini disesalkan ada aksi ini dan terus didalami aksi ini untuk ditetapkan tersangka.

Kadiv  Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Jumat (18/8)2017 mengatakan membenarkan ada pembakaran di atribut negara di Diknas, Bogor. Hal ini terjadi sangat disesalkan."Itu disalah satu pondok Pesantren ya kita menyesali ada aksi-aksi seperti itu dan sekarang sedang ditangani oleh Polda Jabar dan Polres Bogor," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan kasus ini kita sedang dalami ya terkait dengan satu aliran atau gerakan . Tapi yang penting kita  mengharapkan tidak ada kejadian pengrusakan , kerusuhan terkait dengan ini. "Sekarang sudah ditangani aparat yang berwenang , Polri  dalam hal ini sudah menangani ,pengecekan dan pendalaman," Tegasnya.

 

Selanjutnya, Setyo menjelaskan
Kemarin sudah diminta keterangan beberapa orang  nanti akan kita tetapkan satu dua orang." Nanti kalau sudah ditetapkan nanti akan dirilis, " jelasnya.(vk)

Wednesday, 16 August 2017 12:56

Dibongkar Penyelundupan Miras Ilegal

Written by

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Penyelundupan miras akhir terbongkar, hal ini dibuktikan Polri melalui Ditpolair

kerjasama Bea Cukai . Hal ini dilakukan untuk mengawasi penertiban barang import, Direkorat Polisi Air menggagalkan

masuknya import miras 6.900 botol  dan 58 pak Cerutu yang tidak membayar pajak melanggar undang-undang cukai

dan pabean kerugian negara sebesar Rp 2, 5 Miliar.

Direktur Polisi Air, Brigjend Lotharia Latif  di temui di Dirpolair , Senin(14/8) 2017

Sinerji dan Kebersamaan Direktorat Pol Air Antar Polri dan rekan-rekan dari Dirjen Bea Cukai ini sesuai dari hasil yang

kita laksanakan ditindak lanjuti  hasil pertemuan sesuai pertemuan 12 Juli 2017 di Kantor Direktorat Jenferal Bea cukai

pada hadir seluruh pejabat negara  yang diundang oleh Ibu Menteri Keuangan pada saat saat itu sudah konform mau

melaksanakan kegiatan penertiban barang import seperti ini dan ini semata-mata memberikan perlindungan pada

masyarakat demikian juga mencegah terjadi penyundupan- barang yang merugikan negara." . Kami mengucapkan

terima kasih atas kehadirannnya rekan-rekan Bea Cukai dan rekan-rekan yang saya hormati bahwa kegiatan yang kita

lakukan ini pada tanggal 5 Agustus 2017 sekitar pukul 03.00 wib kita melakukan upaya penggagalan penyelundupan

miras  diedarkan di wilayah Jakarta dan sekitanya diatas kapal KMP Doloronda Dirilisnya dari Pelabuhan

Kijang,Kepulauan Riau ke Pelabuhan Tanjung Priok  Jakarta,"ujarnya

 

Selanjutnya, Latif menegaskan Kita sudah berhasil dengan tim yang kami bentuk di Barakuda Satpolair dari Baharkam

Polri tetap terus bertukar informasi instansi terkait khususnya dengan Bea Cukai . "Ada kalah menarik dalam kegiatan

kita melihat mereka menggunakan modus-modus baru dengan menggunakan koper-koper seperti berisi barang-barang

biasa atau biasa yang dibawah oleh para penumpang untuk mengelabui  yang dibawa untuk mengelabui tugas yang

dilakukan pengamanan kita mendapatkan 6900 botol seperti yang kita dapatkan," tegasnya.

Latif menjelaskan Ini bukan barang oplosan   semakin meningkatkan sehingga ada kelompok-kelompok memanfaatkan

kebutuhan-kebutuhan dari pengguna miras ini dan ini akan dijual lagi fasilitas ini."Ada beberapa juga cerutu 58 pak 

indikasinya dilakukan pendalaman dengan rekan-rekan Bea Cukai ini adalah salah satu wujud  diharapkan bersinergi

kita tahu kita akan semakin baik makin kuat ketika kita mengorbankan ego sektoral. Justru kita bekerjasama dan terus

kita tingkatkan pengawasan sesuai dengan komitmen pertemuan kita penertiban bahan import di Jelaskan oleh

Kementerian Keuangan,Kapolri dan seluruh instansi terkait," jelasnya. Lebih lanjut, Latif merinci pengembangan kasus

ini dan selanjutnya dengan tupoksi didalam pasalnya huruf A dan F ." .

 

Kepala Kakanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Jakarta, Oenarto wibowo :   untuk pelaksana selanjutnya terkait dengan

fungsi direktorat bea dan Cukai diantara nya kami menyalin dalam bahasa umum miras atau air api atau air panas ,ada

beberapa hasil tembako dalam bentuk cerutu indikasi sementara ada 7 merek dengan beberapa jenis sekitar 6900

botol." Bisa masuk dari cukai dad bea masuk itu bisa dikenakan.undang-undang cukai dan undang-undang pabean

import keluar dari pabrik," ujarnya.

 

Selanjutnya,  Oentarto Wibowo  menegaskan tentunya segera setelah kami nanti menerima berkas perkara ini  dengan

tersangka pelakunya dan kami segera  melakukan penelitian tentu kami aktif abdate degan perkembangan. "Masuknya

miras import ini , berapa kerugian negara. Tadi dikatakan ini modus baru pemain lama terkait dengan Malaysia dan

Singapura," tegasnya. Disinggung kerugian, Penyanyi menandaskan Kerugian negara kira-kira 2,5 Miliar. "Sekitar 750

juta karena barang eks import bea masuk 1,5 miliar mungkin 2,5Miliar kalau berhasil lolos. Melanggar dua undang-

undang paling tidak sekaligus karena undang-undang cukai transport tanpa ijin dan  undang-undang kepabenan,"

tandasnya.( vk))





JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Aksi penipuan yang dilakukan oleh First Anugrah Karya Wisata yang dikenal dengan First Travel akhirnya Bareskrim berhasil meringkus Dirutnya Nadika  Surachman(32) dan Direktur Anies Devita Sari Hasibuan. Kedua ditahan dan diperiksa secara intensif.

Direktur Tindak Pidana Umum(Ditipidum) Bareskrim Mabes Polri,  Brigjen Hery Rudolf Nahak ,Kamis(10/8)2017 mengatakan Soal first travel kita amankan sementara. Saat ini dalam pemeriksaan. "Siang ini kita tentukan apakah yang bersangkutan  kita tetapkan sebagaI tersangka atau tidak. Berdasarkan alat bukti yang terkumpul. Sementara pemeriksaan masih berlangsung,"ujarnya.

Ketika ditanya Pidananya apa, Herry menegaskan yang kita terapkan sesuai dengan laporan dari beberapa agen ya itu penipuan dan pengelapan. "Otomatis nanti ke arah Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU) agar lebih jelas uangnya kemana dan digunakan untuk apa.

Menuding Ancaman, Herry menegaskan ya kira kenakan pasal 372  dan pasal 378  itu dilakukan tentunya akan dikenakan penahanan selama 4 tahun keatas."Modusnya sih, Siapa janji akan memberangkatkan semua yang melakui agen ya. Jadi mereka merekrut agen, dengan biaya tertentu. Nanti masing" agen itu bertugas mencari dan merekrut calon jemaah umroh dengan biaya tertentu. Setelah masuk uang ternyata enggak bisa diberangkatkan,".tegasnya

Disoroti dan dipertanyakan apakah semua enggak ada yg berangkat, Herry menjelaskan Sudah ada yang berangkat." Sebagian besar belum. Jumlahnya ribuan. Nanti sudah lengkap hasil pemeriksaan nanti akan kita sampaikan," jelasnya.

Sebenarnya apa alasan first travel enggak berangkatin , Herry mengakui macem-macam". Belum selesai urus dokumen. Ya macem" lah." Jumlah uang yg terkumpul, lagi dihitung. Karena ini jumlah besar. Jadi modelnya dia janji memberikan umroh murah. Dibayar masuk uang, tapi tidak diberangkatkan," .

Hingga kini belum jadi tersangka, Herry menandaskan ya. Hari ini ditentukan." Ada agen yang melapor, agennya itu. Karena agen sudah didesak oleh calon jemaah. Kok sudah kasih uang janjinya akan berangkat tapi enggak berangkat. Yg buat ini karna jumlah besar

 

Kembali bicara ijin, Herry menuturkan izin first travel dicabut. Jadi enggak bisa berangkatin dong.
Ya dicabutnya kan baru. Tapi ini sudah lama. "Saya kira justru kemenag mencabut izin karena ada masalah itu. Jadi bukan cabut izin terus pada enggak berangkat. Enggak," tuturnya.(vk)

Thursday, 10 August 2017 12:08

Bareskrim Amankan 10 orang Akibat Aksi TPPO

Written by

 

 JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Setelah maraknya aksi tindak pidana perdagangan orang atau penempatan tenaga Kerja Indonesia tidak sesuai prosedural terus terus terjadi, setelah menerima laporan polisi langsung mengejar dan berhasil mengamankan 10 orang,dimana . Kejadiannya pada 10 Juli 2017.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol Ari Dono ditemui di Mabes Polri, Komjen Pol Ari Dono , Kamis (10/8)2017 mengatakan  
perkara tindak pidana perdagangan orang dan atau tindak pidana menempatkan tenaga Kerja Indonesia negeri tidak sesuai prosedur." Sesuai dari laporan polisi
LP/673/VII/2017/Bareskrim, Tanggal 10 Juli 2017," ujarnya

Selanjutnya, Ari Dono menegaskan sesuai pasal sangkaan yang ada
pasal 102 ayat 1 undang undang RI no 39 Tahun 2004 tentang penempatan perlindungan tenaga kerja indonesia di luar negeri dan atau pasal 10 undang undang no RI no 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang, " untuk korban ada 10 orang antara lain inisialnya 1. AN 2. AR 3, MY 4. 5, NJ 6. JR 7. NF 8. SW 9. AN 10, NN dan kejadiannya Senin, 10 Juli 2017," tegasnya. 

Untuk itu, Ari Dono menjelaskan
dari pemeriksaan yang dilakukan ditemukan penampungan PT NURAFIILMAN JAYA, Jalan Ikan Hias No 45 Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur. "Dari pemeriksaan yang dilakukan ditemukan sejumlah barang bukti seperti 29 Pasport, 10 Visa ke Timur Tengah Transaksi keuangan atas nama FADEL ASSAGAF Transaksi keuangan atas nama MULYATI,  Transaksi keuangan atas nama ABDUL RAHMAN Transaksi keuangan atas nama H. ABDUL BADAR Transaksi keuangan atas nama HUSNI AHMAD ASSEGAF," jelasnya.

Dari pengembangan yang ada, Ari Dono merincinya ada 46 Formulir pendaftaran CTKI ke Timur Tengah, ada HP 9 buah ,Dokumen PT. NURAFI ILMAN JAYA, 1 unit kendaraan R4 Merk APV . Ada 5 Unit CPU pendaftaran korban di Medikal ,1 Buku registrasi Lab. "Sementara itu  nama korban 
1 Buku registrasi radiologi korban ,
1 Hasil rontgen korban, 1 Lembar hasil pemeriksaan Lab korban Blangko kosong hasil medical ,
Blangko kosong hasil medical logo Kedutaan . Sedangkan Buku tabungan dan ATM bank Mandiri An Abdul Rahman Assagaf, no rekening 1234," rincinya.

Sesuai data yang ada, Ari Dono menandaskan buku tabungan dan ATM bank BCA an Husni Ahmad Assagaf, no rekening 1234 TERSANGKA, ada 1. FADEL ASSAGAF umur 39 th (penanggung Jawab PT NURAFI ILMAN JAYA,
2. MULIATI, Umur 37 th (Admin PT NURAFIILMAN JAYA) .3. HERA SULFAWATI, Umur 47 th (Pengelola penampungan PT NURAFI ILMAN JAYA) ,4. ABDUL RAHMAN ASSAGAF, Umur 59 th (Pengurusan Visa di Kedutaan Abu Dhabi). "Begitu juga 5. HUSNI AHMAD Assagaf umur 47 th (Direktur PT NURAFI ILMAN Jaya),6. H. ABDUL BADAR, Umur 35 th (Sponsor)," tandas nya.

Menyinggung kronologis, Ari Dono mengakui Pada hari Senin tanggal 10 Juli 2017 sekitar pukul 18.00 WIB Satgas TPPO Bareskrim bersama team Kemenaker RI melaksanakan pengecekan di penampungan TKI di PT NURAFI ILMAN JAYA Jl. lkan Hias No. 45 Batu Ampar Condet, Jakarta Timur. "Ditemukan 10 CTKI yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah dengan tujuan Abu Dabhi yang akan dipekeriakan sebagai PRT, kemudian mengamankan pegawai PT tsb a n. HERA SULFAWAT, dan dalam pengembangan diamankan tersangka an. MULYATI sbg admin dan FADEL ASSAGAF sebagai penanggungjawab PT. dalam pengembangan selanjutnya ditangkap tersangka atas nama Abdul Rahman Assagaf sebagai pengurus visa di kedutaan ABU DHABI dan tersangka HUSNI AHMAD ASSEGAF sebagai Direktur PT NURAFII JAYA, kemudian ILMAN di Jl. dilaksanakan penggeledahan di klinik MEDICAL CENTRE itan Jakarta Timur pada hari Selasa tanggal 8 Agustus 2017 jam 11.30 Wib," akunya. 

Modusnya, Ari Dono membeberkan pada bulan Februari 2017 Korban CTKI Atas nama ANING BINTI OJAT ALA dkk melalui sponsor Atas nama H ABDUL BADAR dan diantar menggunakan kendaraan R4 jenis APV dengan sopir saudara DASEP dikirim ke penampungan PT NURAFI ILHAM JAYA di jalan Ikan Hias No. 45 Batu Ampar, Condet, Jakarta Tmur untuk dipekerakan ke ABU DHABI, dan sponsor mendapatkan fee sebesar 12 juta sampai dengan 17 juta per CTKI." Berdasarkan keterangan dari KEMENAKER bahwa PT NURAFI ILHAM JAYA yang beralamat di Jalan Ikan Hias no 45 Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur pada tahun 2016 sudah dicabut ijinnya akan tetapi masih melaksanakan aktifitas pengiriman TKI ke Timur Tengah," bebernya.

Dari hasil aksi TPPO dan penempatan tenaga Kerja Indonesia tidak sesuai prosedural tersangka mendapat
keuntungan, Ari Dono mengungkapkan 1. Tsk FADEL ASSAGAF mendapat keuntungan dari 110 pengiriman CTKI sejak 2016 sd Juli 2017 sebesar 350.000 USD atau sebesar 4,5 miliar jika dirupiahkan. 2. TSK MULIATI mendapat gaji sebesar 2 juta perbulan dari tersangka Fadel dan bonus. 3. TSK HERA mendapatkan gaji 1,5 juta per bulan dari TSK FADEL dan bonus ."Sedangkan
4. TSK H. ABDUL BADAR mendapat keuntungan sebesar 1,4 miliar dari 110 pengiriman CTKI, 5. Klinik BAKTHIR MEDICAL CETRE mendapat keuntungan sebesar 143 juta dari 110 pengiriman CTKI untuk melakukan melakukan medical cek sebagai syarat penerbitan visa.6. Tersangka ABDUL RAHMAN mendapat keuntungan sebesar 242 juta dari 110 pengiriman CTKI untuk pembuatan visa7. TSK HUSNI AHMAD ASSEGAF mendapat keuntungan sebesar 66 jt dari 110 pengiriman CTKI selaku numpang proses. 8. SABRIN mendapat keuntungan sebesar 660 juta dari 110 pengiriman CTKI selaku yang menghandle urusan bandara namun untuk 10 korban CTKI belum termasuk," ungkapnya tandasnya.

Jadi, Ari Dono menambahkan selama di penampungan para korban CTKI dilakukan pendataan dan interview oleh tersangka MULYATI BINTI KELING Alias MUL kemudian diproses pembuatan passport dan diproses untuk pemberangkatan. Proses tersebut yaitu dilakukan cek medis di KLINIK BAKTHIR MEDICAL CENTRE dan diantar oleh tersangka HERA SULFAWATI. Kedua tersangka tersebut bekerja dan digaji oleh tersangka Fadel Assagaf untuk proses pengiriman para korban menjadi TKI di Abu Dhabi, dan mendapat uang dari agency HONESTY AN MR. HABEEB sebesar 3200 USD/CTKI untuk Abu Dhabi, 2400 USD/CTKl untuk Saudi Arabia dan Bahrain."Untuk penerbitan Visa dilaksanakan oleh tersangka Abdul Rahman Assagaf di kedutaan Abu Dhabi dengan cara membawa hasil medical ke kedutaan Abu Dhabi untuk memproses penerbitan VISA sebagai PRT di Abu Dhabi dan setiap 1 CTKI tersangka mendapat pembayaran 2,2 juta dari Fadel Assagaf," tambahnya.

 

Sesuai Pendalaman, Ari Dono  Setiap melakukan proses penerbitan visa, tersangka Abdul Rahman Assagaf meminta surat persetujuan/ perintah dengan kop surat PT Nurafi Ilham Jaya dan ditandatangani oleh Direktur PT Nurafi Ilham Jaya yaitu tersangka Husni Ahmad Assagaf dan membagi hasil uang pembayaran pengurusan visa dengan tersangka Husni Ahmad Assagaf. (vk)

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.CON)- Aksi pembakaran terhadap MA yang diduga mencuri Amplifier milik Mushala Al Hidayah di desa Urip Jaya Kecamatan Babakan Kabupaten Bekasi (1/8)2017 mendapat perhatian masyarakat. Oleh karena masyarakat diharapkan memahami kasus hukum Polisi adalah bayang-bayang masyarakat.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol
Setyo Wasisto di temui di Mabes Polri, Senin (7/8)2017 mengatakan
Prinsip bahwa kasus ini masyarakat harusnya lebih memahami masalah hukum karena ada prinsip mengatakan bahwa police is the shadow of civilitation. "Polisi itu bayang-bayang dari masyarakat , Kalau masyarakat brengsek pasti polisinya brengsek. Kalau masyarakat bagus dinegara maju bagus pasti polisinya bagus karena Polisi bagian masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan Seperti saya  katakan tadi, Proses hukum memerlukan waktu tidak bisa serta merta ujug-ujuq langsung menentukan  ini salah, oh  ini tidak. "Kita akan cari katakanlah si MA bersalah, dia tidak boleh dihukum dianiaya sampai mati dan apa lagi dibakar. Oleh sebagai berikut  itu kita akan cek keterangan-keterangan  saksi kemudian bukti-bukti di lapangan," tegasnya.

Disinggung Kok polisi engga datang, Setyo menjelaskan
Ditingkat desa kita adanya Banbinkantibmas. Sebetulnya masyarakat itu paham ,Kalau ada kejadian itu masyarakat paham sebetulnya kalau ada kejadian  itu dia tinggal teriak aja pasti ada yang telepon polisi. "Tidak mungkin tidak ,Kalau pun  itu daerahnya luas, Pabelan itu daerah luas itu agak jauh dari markas polisi tapi tidak ada alasan polisi itu tidak hadir," jelasnya.

 

Apakah Pelaku nya sudah ditangkap, Setyo menandaskan  Info Kapolda metro sudah ada 2 orang tersangka. Yang penting tersangka dulu berarti dia terlibat.
"Tadi saya baru dapat 2 tersangka," Tandasnya.( vk)

 


JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)
 Artis Stand Up Comedy (komika), Muhadkly MT atau dikenal dengan nama panggung Acho dilaporkan manajemen PT Duta Paramindo Sejahtera selaku pengelola Apartemen Green Pramuka ke polisi.

Acho dilaporkan pihak pengelola terkait tulisan di blog pribadi serta media sosial miliknya yang dinilai mencemarkan nama baik Apartemen Green Pramuka.

Dari siaran pers resmi yang dibuat Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH) dan SAFEnet yang didapatkan Minggu (6/8/2017), awal mula kasus terjadi pada 2015. Acho menulis keluhan yang dia rasakan di blog pribadi miliknya.

Acho mempertanyakan komitmen pihak pengelola untuk menyediakan ruang terbuka hijau seperti yang dijanjikan pengelola di brosur serta melalui website pengelola apartemen. Janji itu ditagih setelah Acho membeli sebuah unit apartemen di Green Pramuka pada 2013.

"Yang menarik saat itu adalah, di brosur dan websitenya tertulis bahwa nantinya apartemen ini akan berkonsep green living, di mana 80 persennya adalah halaman terbuka. Wow, menarik bukan? Ternyata saya harus menelan rasa kecewa, karena saat ini, apartemen Green Pramuka City sedang membangun 17 tower di atas lahan tersebut," ujar Acho melalui blog pribadinya. Akibat menulis curhat di Media Sosial oleh acho akhir berbuntut panjang sehingga di laporkan mencemarkan nama baik. Melihat hal itu, Polri janji tetap netral melindungi masyarakat dan juga membela pengusaha.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo  Wasisto  ditemui di Mabes Polri, Senin(7/8) 2017 mengatakan Polri prinsip adalah melindungi masyarakat dan melindungi juga pengusaha oleh sebagai berikut itu kita harus lihat juga proses permasalahannya. "Kita harus minta dulu keterangan semua pihak baru kita simpulkan. Karena tidak bisa serta merta orang di Media sosial kemudian disalahkan," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo  menandaskan Sementara dipengusahanya sendiri juga pasti harus ada klarifikasi. Kita harus seimbang. Polisi tidak boleh berpihak, harus netral. Kita harus melindungi semua. "Kita akan melindungi semua masyarakat dan melindungi semua badan hukum. Kita akan klarifikasi dulu kedua-duanya baik dari saudara Aco maupun perusahaan,nanti kita akan klarifikasi semua. Kita.minta keterangan semua jadi tidak ada masalah," tegasnya.

 

Ketika ditanya informasinya  udah p21, Setyo menjelaskan Belum. Kita akan lihat seperti apa kasusnya.
; Nah kita lihat  lah seperti apa khususnya," jelasnya.(vk)

 

.

Saturday, 29 July 2017 02:25

PPATK: Diduga Ada Aliran Dana ISIS Ke Indonesia

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Upaya memberantas aksi dari para terorisme karena ada aliran dana yang dari luar yang turut membiayai pergerakan ini. Dana itu sendiri menjadi pantauan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan( PPATK).

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin di temui pada tingkat di Menko Pulhukam, Kamis (27/7)2017 mengatakan dan membenarkan adanya aliran dana dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah ke Indonesia.
Dana tersebut akan dikirimkan lagi ke beberapa tempat, termasuk ke Marawi, Filipina Selatan."Tidak spesifik Marawi ya, tapi ada uang yang dia (ISIS di Suriah) berikan," ujarnya.

Selanjutnya, Kiagus  menegaskan Terkait temuan aliran dana tersebut, lanjut Kiagus, PPATK telah berkoordinasi dan memberikan laporan ke Detasemen Khsusus Antiteror (Densus) 88 Antiteror Polri.Meski demikian, Kiagus belum bisa memastikan apakah pihak otoritas telah membekukan akun atau nomor rekening yang digunakan untuk menerima dana dari Suriah.Sudah terdeteksi dan sudah kami berikan ke Densus. 
"Saya lupa ya, memang kalau dia (akun) masuk dalam daftar PBB harusnya sudah (dibekukan), tapi saya belum bisa memastikan," tegasnya.

Berdasarkan laporan Institut Kebijakan Analisis KonfliK (IPAC), terdapat bukti-bukti tentang jalur komando antara Suriah dan Marawi, dengan peran penting Dr Mahmud Ahmad asal Malaysia.

Semua petempur yang ingin bergabung dengan Kawasan Asia Timur harus lewat Dr Mahmud, yang juga mengatur pendanaan ISIS untuk operasi di Marawi dengan penyucian uang di Indonesia, melalui Jamaah Ansharud Daulah (JAD).

Pada Januari 2017, misalnya, Dr Mahmud – menurut laporan IPAC – menghubungi Achmad Supriyanto alias Damar, seorang anggota JAD di Banten, yang pernah menjalani pelatihan singkat di Pulau Basilan, Mindanao, akhir Mei 2016.

Dr Mahmud mengatakan, dia memerlukan Damar untuk menerima dana dari Suriah ke Filipina dan memberikannya akun di Telegram untuk dikontak.

Pada Maret 2017, dia memberi tahu Damar bahwa dana 20.000 dollar AS atau sekitar Rp 266 juta sudah tiba di Indonesia dan meminta dia menghubungi orang JAD di Suriah, Munawar, yang kemudian memberi instruksi kepada Damar lewat komunikasi internet Telegram untuk mengambil dari seseorang di Bekasi.

Setelah itu, masih menurut laporan IPAC, Damar mengirim uang itu ke kontak di Fiipina.

Setelah Damar ditangkap tahun 2017, anggota JAD lainnya, Rohmat Septriyanto asal Tegal, yang bertugas sampai dia ditangkap pada akhir Mei.

 Laporan terbaru IPAC ini juga mengkaji bagaimana dua jaringan ISIS di Indonesia terlibat di Mindanao dan akhirnya ditekan untuk berpartisipasi dengan mengirimkan sekitar 20 petempur ke medan perang Marawi.

Beberapa berasal dari JAD dan ada juga dari kelompok kecil yang belum banyak dikenal, al-Hawariyun.

 

Pemimpin kelompok ini, Abu Nusaibah ditangkap November 2016 karena berupaya memicu kekerasan dalam unjuk rasa menentang Dubernur DKI Jakarta saat itu, Basukti Tjahaja Purnama alias Ahok.(vk)

Page 7 of 24

Entertaiment

Face Book Galleries

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco)...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan