Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Last Updated on Nov 11 2018

Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden mengendarainya untuk menghadiri acara Deklarasi Jabar...
Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang
Last Updated on Nov 11 2018

Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang

      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi kepada 100 musisi yang akan tampil pada pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu 2018.     “Saya sangat mengapresiasi dan terharu atas antusias para musisi Bengkulu...
Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri
Last Updated on Nov 11 2018

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.         Padahal, puncak...
Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo
Last Updated on Nov 10 2018

Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo

        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo kemudian menuju Gedung Sate. Di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat ini, Presiden kemudian...

World Today

Saturday, 15 July 2017 23:59

Kasus Hary Tanoe Polisi Telah Limpahkan Ke Kejaksaan

Written by

  

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan terhadap Saudara Hari Tanoe (HT) . Kini berkasnya pada Senin (10/7)2017 sudah diserahkan je ke Kejaksaan Agung  untuk dilakukan penelitian oleh Jaksa Penuntut umum.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Jumat(14/7)2017 mengatakan untuk berkas Saudara HT itu sudah diserahkan penyidik ke Jaksa Penuntut Umum pada hari Senin (10/7)2017 yang lalu. Sebagaimana aturan didalam sebuah proses hukum kemudian menyerahkan untuk diteliti oleh Jaksa penuntut umum. "Sampai saat ini kami berarti sudah ada 5 hari berkas perkara itu ada di Kejaksan dan kami menunggu apakah ini lengkap atau tidak," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan  Kalau tidak lengkap akan ada pengembalian berkasnya disertai dengan petunjuk untuk melengkapi sejumlah keterangan-keterangan yang dibutuhkan Jaksa Penuntut Umum sehingga kita akan melengkapi penuntut umum yang kemudian kita kembalikan berkas perkara tersebut." Hari ini ada pengembalian berkas perkara itu maka secepatnya kami akan mengirimkan berkas perkara itu bisa jadi hari selasa depan kami mengembalikan . Kalau sudah lengkap maka kita terserahlah tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut umum berkas penegakan umum ini bisa berjalan sampai ke Kejaksaan," tegasnya.

Ketika ditanya date line sampai ke Kejaksaan, Martinus menjelaskan Oh ya Jaksa itu pemeriksaan 14 hari  tapi sebelumnya juga bisa seminggu, 3 hari diterima oleh penyidik untuk melengkapinya dan mengembalikan jadi Jaksa penuntut umum itu punya waktu diatur dalam KUHAP itu 11 hari. "Sehingga dalam 14 hari kita mengetahui proses penyidikan yang dilakukan penyidikan itu lengkap baik sisi administrasi baik dari sisi substansi penyidikannya baik disisi beberapa keterangan yang perlu ditambahkan ini sejauh berkas perkara kemudian kita serahkan kepada Jaksa Penuntut Umum," Jelasnya.

Disinggung Alumi 212 HT itu korban kriminalitas, Martinus menandaskan kalau dimobilisasi itu sebuah perbuatan yang belum diatur undang-undang bahwa perbuatan itu perbuatan melawan hukum kemudian itu dipaksakan maka itu kriminalisasi. Tapi kalau orang yang menyampaikan seperti itu kriminalisasi sebenarnya adalah bagaimana saya sampaikan . "Tapi adakah membuat orang mengada-ada prosesnya saya kita itu tidak karena ada laporan. Dari laporan harus kita terima dan kita pelajari dan dalami dalam bahasa hukum itu kita sambut  kalau itu memang dilakukan perbuatan melawan hukum dimana diatur dalam undang-undang dan tertera pasal-pasalnya maka kita tingkat dalam proses penyidikan . Tapi dalam penyidikan sebuah tindak penyidikan kita abaikan," jelasnya.

Lebih lanjut, Martinus merincinya Kita tetap berjalan,kami melihatnya  melalui proses penegakan hukum dilakukan yang kami awal dalam proses penyelidikan dan kemudian kami tingkatkan proses penyidikan. Dalam proses penyidikan mengumpulkan barang bukti  kemudian menetapkan tersangka dan kemudian menetapkan tersangka dan kita serahkan kepada Jaksa Penuntut umum. "Ini kan kriminal justisistem yang bergulir dalam penyidikan penuntutan sampai pada pengadilan. Saya kira apa yang dilakukan diluar itu adalah bagian dari hak seseorang menguji perbuatannya tapi bagi kami kepolisian penyidik proses perkara ini kita teruskan," rincinya.

Saat disorot Pra Peradilan berjalan apa proses bagaimana, Martinus membeberkan  Kita tidak mengandalkan-andai , nanti penetapan seperti apa , kalau putusan pengadilan seperti apa kan itu penetapan tersangka diuji.
" Ya penetapan seperti apa mengikuti perintah pengadilan," bebernya.

Dikritisi tentang barang bukti, Martinus mengungkapkan Kan di KUHAP ada penyitaan barang bukti.
Namanya proses penyidikan ini itu ada upaya paksa, penyitaan itu ada upaya paksa menahan menangkap itu upaya paksa. Ditahan itu juga upaya paksa oleh penyidik itu apa yang dilakukan. Kalau di luar apa saja yang dilakukan kemudian itu diserahkan itu dianggap bukan sitaan tapi itu adalah informasi tambahan. "Sekarang sangat tergantung pada penyidik penetapan meminta ke pengadilan dan menyitanya,apakah itu ada hubungannya sangat subjektif oleh penyidik nya yang menilainya. Apakah barang bukti itu berkepentingan dengan proses penyidikan atau tidak pada penyidik nya," ungkapnya.

Jadi untuk barang bukti, Martinus menambahkan berarti diserahkan misalnya sudah P21 lengkap, itu tidak menjadi barang bukti. Kalau berkas perkara itu kembali dan ada kebutuhan terhadap barang bukti itu maka disita dan dilengkapi."Tidak bisa seperti itu dibagian sebuah  proses melawan hukum atau tidak," tambahnya .(vk)

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Kesigapan Polri dalam memberantas Narkoba akhirnya berhasil ditangkap 4 pelaku pengedar narkoba sebanyak 1 ton sabu-sabu. Keberhasilan ini  sebelum dilakukan penyelidikan selama dua bulan.

Kabag Penerangan Umum, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Kamis (13/7)2017 mengataka sudah dilakukan penangkapan terhadap 4 orang satu diantaranya tewas, karena menyerang petugas kemudian dilumpuhkan oleh petugas. "Yang pengungkapan merupakan sebuah keberhasilan yang tentu mabes polri mengapresiasi, karena upaya melakukan penyelidikan ini hampir dua bulan lamanya untuk bisa mengungkap dan menangkap pelaku yang disertai dengan barang buktinya, yang diperkirakan hampir seberat 1ton atau seribu kilogram, narkoba jenis sabu-sabu,"ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan ini adalah keberhasilan yang didahului dengan penyelidikan lebih dari dua bulan untuk melakukan pengungkapan dan penangkapan serta penyitaan barang bukti ini. 
kita lakukan untuk mengatasinya.
" Saya akan menyampaikan hal-hal bersifat umum tentang jaringan narkotika, bagaimana mereka mengedepankan narkotika sampai ke tangan konsumen," tegas.

Untuk itu, Martinus menjelaskan  yang harus kita ketahui, bahwa jaringan itu bekerja dengan sistem tertutup atau dengan sistem sel. jaringan itu ada jaringan keatas maupun jaringan ke bawah." Mulai dari bandar besar, bandar tengah dan bandar kecil sampai dengan kurir bahwa sampai ke pengguna itu tidak saling mengenal, kecuali antara operator dengan operator, mereka saling kenal melalui alat komunikasi, itu yang pertama,"Jelasnya.

Lebih lanjut, Martinus merincinya kedua, sebagian besar peredaran gelap narkotika di seluruh Indonesia itu dilakukan melalui laut. Bahkan angka di BNN, tercatat sekitar 80 persen peredaran narkotika dilakukan melalui laut caranya adalah dari negara produsen mampir ke negara lain selain Indonesia, tetangga-tetangga kita, kemudian sampai ke Indonesia, mereka sandar ditengah laut, kemudian dijemput oleh perahu-perahu kecil dari darat menuju ke tengah (laut)."Imbauan dari kita soal narkotika, perlu karena disitu ada nelayan dan ada masyarakat pantai, maka perlu semacam kerjasama efektif antar aparat yang berkaitan dengan pantai dan laut, kemudian kerjasama efektif, antara nelayan, masyarakat pantai, dengan petugas yang terkait dengan laut, dan pantai,"rinciannya.

Seiring dengan itu, Martinus menandaskan diharapkan para nelayan dan masyarakat pantai mencatat nomor-nomor kontak polres setempat atau pos polisi terdekat sehingga bisa dengan cepat terdeteksi diketahui oleh pos kepolisian atau penegak hukum di sekitar pantai ." Manakala masyarakat pantai dan nelayan mengetahui adanya gejala-gejala penurunan narkotika dari kapal besar ditengah laut, menuju ke kapal kecil," tandasnya.

 

Jadi, Martinus menambahkan bahwa jumlah narkotika untuk saat ini di dalam publikasinya tidak menghitung dengan sejumlah uang, yang dihitung adalah jumlah narkotika dengan korban atau penggunaan, hasil penelitian Badan Narkotika Nasional, saya kutip bahwa satu gram sabu itu dipakai oleh lebih kurang lima penggunaan, jadi lima korban. kalau ini 1000 kg, berarti Polda metro jaya menyelamatkan lebih kurang 5 juta penggunaan atau 5 juta korban penyalahgunaan narkotika." Saya ulang Polda metro jaya, telah menyelamatkan sekitar 5 juta penyalahgunaan narkotika, itu secara umum yang bisa kita sampaikan kalau in case tadi sudah dijelaskan," tambahnya.( vk)

Monday, 10 July 2017 16:16

KPK Datangi Mabes Polri Tanyakan Kasus Novel

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) di pimpinan KPK Agus Rahardjo dan sejumlah Komisioner ke Mabes Polri diterima Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian bersama Pejabat utama ,ini dilakukan sebagai bentuk Silahturahmi untuk membangun komitmen dalam menjalankan tugas, Kamis (6/7)2017.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian :  Siang hari Mabes Polri dapat kunjungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) para pejabat utama KPK , Pak Ketua  KPK Agus Rahardjo , ada juga para Komisioner dan pejabat lain termasuk Deputi dan Juru Bicara.  Ini ada,kunjungan silahturahmi Ketua KPK dan rombongan hari baik di bulan Syahwal masih dalam suasana lebaran. "Tentunya yang paling utama menguatkan komitmen untuk menjalin kerjasama yang lebih baik,komunikasi yang lebih baik karena hubungan KPK dan Polri ini yang baik sangat diperlukan oleh negara dan oleh masyarakat khususnya dalam rangka kebijakan," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan Seperti rekan-rekan ketahui banyak juga anggota Polri yang menjadi penyidik ,menjadi pejabat di KPK sehingga otomatis kami dari kepolisian mendukung langka-langkah dari Komisi Pemberantas Korupsi ,sebaliknya dari Polri juga meminta dukungan dan KPK dalam rangka penanganan internal kepolisian juga eksternal kepolisian dalam rangka perbaikan budaya yang lebih baik kemudian kesejahteraan dan lain-lain begitu juga eksternal dan lain-lain. " Sudah saya sampaikan kepada Bapak Ketua KPK dan rekan-rekan lain pada bulan Rahmadhan stabilitas harga pangan ada Satgas yang kita bentuk. Saya sampaikan bahwa Polri sebenarnya adakah mesin besar bisa bergerak kesemua wilayah , begitu Mabes Polri bergerak , Polres semua bergerak ada hampir 500 Polres, Polda ada 33 Polda serentak menangani masalah sembako dan rekan-rekan melihat sendiri hasilnya," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan Alhamdulilah harga pangan dan kami memerlukan juga dari KPK terutama untuk memberikan kepada kami dan memberikan dukungan yang lain-lain kepada kami. Hal teknis dan lain-lain sehinggga otomatis gerakan yang dilakukan oleh pemberantasan korupsi akan lebih masif dengan adanya dukungan kenapa jaringan-jaringan kepolisian. "Kami juga siap selama mendukung KPK termasuk operasi-operasi yang dilapangan ini semua jajaran Polri untuk membantu semua operasi KPK. Harapan kami dengan kehadiran Bapak dan rombongan kesini ini hubungan akan lebih baik dan positif kedepannya, " jelasnya.

Lebih lanjut,  Tito menandaskan   Pantauan harga pangan relatif stabil mungkin ada beberapa tempat yang terjadi kenaikan , nanti kalau ada kenaikan di Jakarta Timur kenaikan itu akan saya cek. Kan Bapak Kapolda juga ada disini,kita akan cek kalau ada kita akan tekan . "Tadi yang disampaikan oleh Pak Agus meminta operasi berlanjut, memang komitmen kami . Juga di Media kemarin menteri Pertanian bahwa satgas ini akan bergerak terus , komandonya akan lanjut atau berhenti di Menteri Pertanian yang bertanggung jawab stabilitas ini," tandasnya.

Seiring dengan itu, Tito merincinya Jadi kalau Menteri Pertanian minta lanjut kami lanjut. Menteri Pertanian katakan sudah aman kita bilang aman. "Tapi kita sudah sampaikan kemarin kami akan lanjut untuk semua bahan pokok tapi kami fokus ke satu yaitu beras. Karena beras komunitas yang paling mahal yang beredar hampir 500 Triliun pertahun uang beredar beras. Minyak goreng nomor 3, satu-satu kita selesaikan," dingin ya.

Terkait kasus Novel, Tito mengakui
masalah kasus saudara Novel Andersen,tadi sudah kita sampaikan nanti ada pemeriksaan  untuk Saudara Novel Baswedan nanti dari Bapak Ketua atau perwakilan mendampingi tim kita. "Kita juga sudah membicarakan tindak pangan di KPK nanti berat agung dengan tim mungkin satu target tim kita. Kita sudah mendapatkan saksi yang melihat orang sebelum beberapa menit yang disitu naik sepeda motor berdua. Kita sudah membuat sketsa, kita akan mencari sketsa wajah ini.itu langkah-langkah apa," akunya.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi Pemberantasan korupsi(KPK) mengatakan  Adik-adik sekalian seperti yang disampaikan Pak Tito ketika tangan kami Pimpinan dan beberapa pejabat KPK ke Polri itu dalam rangka silaturahim. "Anda semua tahu bulan baik bulan Syawal kita saling berlaga-maafkan, kemudian didalam kesempatan ini kita juga sangat mengapresiasi kerjasama yang sudah terjalin selama ini," ungkapnya.

 

Selanjutnya, Agus menandaskan dan secara khusus menyampaikan terima kasih dan saya bagian dari rakyat indonesia kemarin Mudik sangat lancar kita semua menyaksikan demikian juga Pak Tito menyampaikan penanganan distribusi pangan kemudian harganya juga stabil , kami juga menyarankan bukan lebaran saja tetapi sepanjang tahun ." Kalau harga pangan sepanjang tahun yang terjadi sebulan terakhir ini pasti yang menikmati rakyat. Saya juga menyampaikan masih banyak pekerjaan kita perlu kita koordinasikan antara KPK dengan Polri karena banyak sekali di kita itu baik  harga industri kadang-kadang lebih tinggi dari harga internasional. Mungkin kalau kita bekerjasama mungkin kita bisa menyelesaikan bersama-sama dan rakyat yang menikmati. Kami semata-mata bukan hanya kasus tetapi silaturahmi. Kami juga berkomitmen membangun koordinasi yang lebih baik. bagaimana adik-adik saksikan ,setiap KPK melakukan OTT di daerah selalu dikawal oleh Polisi. Pada waktu penangkapan dan penyitaan di jaga oleh Polisi, karena begitu kerjasama ini baik pasti dinikmati rakyat baik," tandasnya. (vk)

Tuesday, 20 June 2017 15:21

Bulan Ramadhan Polisi Tangkap 31 Terduga Teroris

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Upaya untuk mengamankan bulan suci  ramadhan  1438 sampai  Hari Raya Idul Fitri 1438 H  Secara bersama-sama Polri, Departemen Perhubungan, Menteri Kesehatan, TNI, Pertamina memberikan pelayanan bagi masyarakat saat melaksanakan mudik.  Selain itu juga polisi  juga tangkap 31 Terduga  teroris.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di lapangan Monas, Senin(19/6)2017 mengatakan    Jadi semua banyak kegiatan tapi kita sempatkan untuk apel dan apel cuma formalitas karena semua sudah bergerak berjalan bersama-sama kita sudah melaksanakan rapat-rapat dan sering sekali dengan instansi dan sudah sering bahkan tim teknis lapangan sudah jalan mengecek kelapangan-lapangan ini hanya operasi saja formal untuk.mendikler bahwa operasi sudah dimulai secara resmi tanggal 19 Juni hingga 4 Juli 2017. "Senin ini kita perkirakan ada arus mudik sabtu minggu sudah ada arus musiknya karena sudah mulai libur anak sekolah ,kita jumlahnya cukup efektif minggu lalu saya dengan menteri perhubungan , Menteri Kesehatan, waktu dilapangan baik di Merah dan di daerah Pantura itu menghimbau kalau bisa jangan berbondong-bandong pulang nya tanggal 23 Juni dan 24 Juni hari Jumat dan sabtu karena lebaran diperkirakan hari Minggu dan Senin 25 dan 26 Juni," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan Kalau semua meledak meskipun sudah ada jalur fungsional sudah ada perbaikan flyover untuk kereta api menuju menuju ke Selatan Brebes berarti tetap ada kemacetan yang lumayan . "Tidak akan seperti daerah Bracksit , tidak mungkin karena sudah ada tol baru sepanjang 110 Kilo Meter itu akan jauh bisa mengurai," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan tapi kalau sudah bisa mulai dari sekarang , alhamdulilah 19 Juni anak sekolah libur lebaran , kalau bisa Bapak Ibunya nanti kalau bisa ada yang mengambil cuti duluan." ini bisa mengurangi arusnya. Kemudian untuk begitu juga jangan berbondong-bondong di hari sabtu dan minggu. Minggu depan kamis,Jumat sudah bertahap pulang kalau ada yang memperpanjang cuti. Setelah minggu bahkan banyak kelompok yang luar biasa," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito merinci Pokok kesehatannya ibu menteri menyiapkan kesehatan selain itu ada Helly copter dari Basarnas ada 3 Jelly Copter disiapkan kalau perlu ambulan itu juga bisa." Dari pertamina juga sudah mempersiapkan pasukan sepeda motor yang membawa 3 tangki masing di res area sendiri ada mobil tangki minyak solar yang pertamina 3 literan , 5 literan dan 10 literan ..ya kira-kira kurang bisa beli kalengan. Montir juga bisa ,montir yang naik motor dengan peralatan darurat untuk membantu mobil mogok.mudah-mudahan tidak ada lagi horor berkait itu," rincinya.

Seiring dengan itu, Tito mengakui Kemudian tadi sudah kita sampaikan lintas harga gula yang dlsedang kita serang, tapi Gubernur Jawa Timur Pak Gubernur Pak de Karwo justru terjadi deflasi bukan inflasi karena kenaikan harga yang sedang terjadi penurunan  harga karena suplay  yang cukup dari negara, pemerintah dan swasta. 
Jadi alhamdulilah tidak memberatkan masyakat ."Yang terakhir perkembangan penanganan terorisme semenjak bom kampung Melayu ,saya sudah menginstruksikan pada jajaran jangan ambil resiko mereka yang baru punya  rencana baru mengumpulkan bahan-bahan bom saja meskipun belum lengkap tangkap saja dan sekarang sudah ditangkap sebayak 31 orang ditahan baik di Medan, di Jambi, di Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur , Sulawesi Selatan sampai ke daerah Bima," akunya.(vk)

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM- Aksi penipuan dengan modus penjualan biji plastik online dibekuk. Pelaku . Berjanji akan mengirim biji Plastik setelah menerima Rp 300 juta dari Hongkong, akhirnya berapa kali tidak diterima biji platik, tapi   hanya menerima sampah.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa(30/5)2017 mengatakan Rabu tiga Tersangka menipu lewat   online dengan menawarkan  penjualan biji plastik yang ternyata isinya sampah.  "Mereka  masuk  negara Hongkong,  modusnya  dengan modus memasukan PT yang resmi KTP seakan-seakan benar ternyata palsu," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan ketiga tersangka ini memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan penipuan modusnya  dengan mengunjungi website Alibaba.com disitu ada sebuah perusahaan membutuhkan biji plastik atas nama PT Resklaikir Plastik di Hongkong. Setelah mengetahui pelakunya Alibaba.com ini pelaku pura-pura sebagai pihak mampu melakukan dan menyediakan biji plastik dengan kebutuhan pabrik tersebut bila transaksi perjanjian melalui internet dikirimkan uang sebesar kurang lebih 22 Juta Dollar Amerika ,setelah dikirim yang sampai di Hongkong adalah sampah bukan biji Plastik tidak sesuai dengan pesanan." Ini  kemudian terjadi bukan satu kali tetapi terjadi beberapa kali mulai tahun 2013. Kemudian kepolisian Hongkong informaai ini sampaikan ke interpol , interpol menyampaikan kepada Divisi Hubungan Internasional Polri," tegasnya.

Sesuai laporan, Martinus menjelaskan untuk melakukan penyidikan Polri cyber crime dan hasilnya , kemudian kita temukan 3 Tersangka adalah pelakunya..dengan cara di Indonesia dia menyiap tenaga IT kemudian dia menyiapkan perusahaan dan menyiapkan rekening penampungan. "Kegiatan ini di ketua oleh tersangka atas atas nama Steven alias Steven Fredy dibantu oleh dua temannya siapkan rekening dan ada tindak Pidana yang dikenalkan pada para tersangka melakukan tindakan pidana  penipuan sebagaimana dimaksud dalam  pasal 28 ayat 1." Kemudian pasal karena disini ada pemalsuan identitas waktu menyampaikan ke Perbankan dan Pemerintahan daerah pasal 263 dan hasilnya kita kenakan undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," jelasnya

 Martinus merincinya perlu dicatat kejahatan dengan internet negara sekarang pelakunya sudah ada dinegara kita. Salah satu contohnya pelaku sangat pandai menghilangkan jejak dengan cara langganan internetnya ini kemudian di forward lagi pada saat kita lakukan penelusuran agak sulit kita telusuri tim lapangan dan tim forensik tersangka bisa kita ungkap jaringannya.  "Kita baru dapat laporan dari para korbannya  .Korbannya rata-rata di luar negeri , kebetulan yang melaporkan dari Kepolisian Hongkong.
Setelah menurut penelitian bel pengakuan, menurut pengakuan satu kali dan penelitian kita dia sudah melakukan kejahatan dua kali. Perusahaan Reklasting perusahaan biji plastik modusnya reklasting biji plastik. Korban.yang lain belum kita hubungi kepolisian Hongkong baru PT Golden Egel . Beralamat di Hongkong .Nanti kita hubungi melalui Kepolisian Hongkong," .rincinya

 

Sementara keuntungan, Martinus menendaskan setelah kita telusuri , kita belum buka rekening yang bersangkutan   sekitar 300 Juta nilai transaksi jual beli biji Plastik  yang ternyata isinya sampah. Dia memiliki latarbelakang ITE , Dulu saudara Steven Fredy bekerja di Perusahaan yang bergerak di Perdagangannya terinfo luar negeri memahami bagaiman transaksi dengan  pihak luar negeri melalui.internet pengalaman.yang bersangkutan. "Kemudia .mengajak dua lainnya itu untuk menyediakan PT satu dan mengeluarkan yang bersangkutan disalah.satu bank.di Bogor. Dua lagi yang satu lagi namanya Obet nego tentang Endang Ruhut . Mereka adalah kabupaten Bogor dda sekitar. Ditangkap 25 hari motor,"  Tandasnya.(vk) 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) –Pemerintah berupayah pulangkan  11 warga negara Indonesia yang berada di Kota Marawi, Filipina Selatan.  Kepala Divisi Humas Polri Irjend Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Senin(29/5)2017 mengatakan, Pemerintah Indonesia telah mendapatkan data mengenai sebelas warga negara Indonesia yang berada di Kota Marawi, Filipina Selatan."Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan kepulangan mereka ke Indonesia.Sekarang sedang diupayakan supaya bisa segera dipulangkan ke Tanah Air," ujarnya.

Sesuai perkembangan, Setyo menegaskan dan memastikan bahwa para WNI itu masuk ke Filipina secara legal untuk berdakwah.Mereka tidak termasuk dalam kelompok militan Maute yang menyerbu kota Marawi."Sebelas orang ini dalam kondisi baik," tegasnya.

Ditempat yang sama Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, para WNI adalah anggota Jamaah Tablig (JT) dari beberapa kota yang berada di Marawi dalam rangka berdakwah.
Sepuluh dari sebelas WNI dipastikan sebagai anggota JT yang sedang menjalankan dakwah selama 40 hari."Satu orang lagi adalah WNI yang telah menikah dengan warga setempat dan sudah cukup lama tinggal di kota Marawi,"ujarnya.

Sementara itu, Konsulat Jenderal Indonesia sudah berkordinasi dengan kepolisian provinsi Lanao del Sur di Marawai untuk melindungi para WNI itu. Kesepuluh WNI itu adalah Denny Purwasubekti, Handris, Slamet Riyadi Winoto, Ahmad Wahyudi, Della Sunjaya, dan Andri Supriyanto semuanya berasal dari Bandung.Sementara Ahmad Saran dan Wawan Sadira adalah kakak beradik asal Tasikmalaya. Yusup Burhanudin dari Bogor, Hery Endang dari Karawang, dan Wifiek Gunawan yang berasal dari Kendari.(vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Akibat Aksi peledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu , Densus 88 terus melakukan pengejaran. Upaya penyelesaian di bulan Ramadhan mari kita bersatu dan jangan takut dan Polri bersama TNI dan Alim Ulama bersama masyarakat tetap akan bersama.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian Saat di Rumah Sakit Polri Sukamto,Jumat (26/5)2017 mengatakan
kita semangat yakin, kita bisa mengarahkan.
DAN kita  perlu dukungan dari masyarakat kemudian dari rekan-rekan TNI dan jajaran intelegent alim ulama apa lagi ini bulan suci Ramadhan." Tolong kalau bisa para ulama menghimbau agar masyarakat tidak terpancing dan memberikan penekanan ataukah di bulan Suci Ramadhan jangan  sampai dari peristiwa-peristiwa kekerasan apa lagi mengorbankan masyarakat tidak berdosa seperti kasus di Kampung Melayu,"ujarnya. 

Selanjutnya, Tito menegaskan kemudian kita melihat polri menjadi sasaran karena doktrin mereka kita harus tahu ISIS itu dibentuk oleh dua komponen yaitu Tauhid Latihan hukum Iraq serta komponen eks militer shafwan Husein yang dibubarkan sehingga fisiologi yang dibawah mereka tak diri waljihad bisa juga yang dipimpin Maman Abdulrahman tahun 2003 yang di ledakan di Cimanggis"Pendukung utama tauhid Jihad di Iraq oleh muhammad Madisi itu juga mendukung konsep Madiri. "Konsep utama Tauhid yaitu segala sesuatu bekerjasama dari Tuhan yang Maha kuasa Allah wataallah. Sehingga bagi mereka yang tidak sesuai dan tidak berasal dari Tuhan mereka dianggap adalah haram atau kafir," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan sehingga mereka menentang pancasila dan lain-lain, ideologi pancasila dianggap mereka kafir dan pendukung idiologi ini ,pendukung negara ini dianggap togut. "Kita dianggap tegur, bagi mereka tidak satu aliran.adalah kafir, kafir harbi dan kafir dini. Kafir harno adalah kafir hostail memusuhi mereka menyerang mereka. Kafir dini tidak menyerang mereka tetapi harus tunduk pada mereka," jelasnya .

Lebih lanjut, Tito mengakui Polri adalah bagi mereka adalah kafir harbi. Itu yang menangkap dan menegakan hukum pada mereka dianggap menjalani mereka pada hal karena tugasnya polri penertiban kemasyarakatan dan kita tidak ingin aksi-aksi apapun bentuknya terorisme tidak perlu terjadi dalam negara kita." Oleh karena itu kita menegakan hukum kepada mereka," akunya. 

 

Sesuai perkembangan, Tito menandaskan Bagi mereka kita adalah kafir harbi dimusuhi untuk diserang. Inilah resiko.yang kami harus tanggung dan kami yakin akan tetap setia NKRI,Pancasila dan.kami juga  umat beragama  sangat meyakini.apa.yang kami kerjakan diredoi oleh Allah wataallah . Rekan-rekan tiga orang gugur sahid insya Allah mengampuni segala dosa-dosanya dan diberikan tempat yang terbaik disisi Allah subahana Wata Allah.
"Kepada yang terluka kita sangat prihatin Polri dan anggota masyarakat tahun tidak bersalah mudah-mudahan diberikan kesembuhan," tandasnya.( vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Sekelompok orang lakukan  bom bunuh diri yang terjadi Rabu(24/5) 2017 di Terminal Kampung Melayu yang menewaskan 3 anggota Polri  saat mengamankan penjagaan Pawai Obor Jelang Ramadhan.  Polri telah lakukan di tempat kejadian perkara. Pelakunya  telah menggunakan  KTP  Indra Wijaya, warga Bekasi, Namun saat  didatangi di rumah  Indra  habis pulang dari Teluk Pelabuhan Ratu bersama rekan rekanya untuk menyambut Bulan Puasa, Wiryawan sempat diperiksa hampir tiga jam oleh polisi setempat, namun tak terkait akhirnya dipulangkan.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Kamis(25/5)2017 mengatakan terkait kejadian tadi malam di Kampung Melayu. Rekan-rekan sekalian bahwa tadi malam Polda Metro Jaya di back up oleh Densus 88 Polri telah melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP) yang diduga bom bunuh diri oleh pelaku teror yang terjadi pada hari Rabu (24/5)2017 ."Ledakan pertama sekitar pukul 21.00 WIB. Ledakan  kedua sekitar  lima menit kemudian 21.05 WIB dan TKP di terminal Kampung Melayu ,ada dua  TKP, dimana  KTP pertama didepan Toilet  umum dan ledakan kedua tempat Halte bus way  berjarak 5 meter sampai 10 meter antara TKP 1 dengan TKP 2. 
Pelaku bom bunuh diri tersebut diduga dilakukan oleh dua orang ," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskanKeduanya meninggal dunia dan sementara ini masih dilakukan identifikasi oleh Inafis ,Puslakbor Polri , DVI dan Densus 88 anti teror . Korban pertama dari Polri tiga meninggal dunia dan 6 luka-luka ." Yang telah gugur menjalankan tugas yaitu 1.Beripda Taufan anggota unit 1 Pleton 4 Direktorat shabara Polda Metro Jaya .2. Bripda Yudo Setiawan. Angota Unit 1 Pleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya .3 Bripda Imam Gilang Hadinata  anggota Unit Pleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya," tegasnya . 

Sesuai data, Setyo menjelaskan untuk almarhum Bripda Toufan hari ini sudah dimakamkan, sementara untuk Almarhum Bripda  Ridho akan dimakamkan di Lampung sekarang sedang berjalan ke Bandara dan  Bripda Imam Gilang Hadinata dimakamkan di Klaten sekarang masih dalam perjalanan ."Sementara yang Luka-luka Bripda Ferry  Anggota Unit 1 Pleton 4   Direktorat shabara Polda Metro Jaya   Bripda  Yogi sama satuannya dan ketiga Bripda  M.Pudji  anggota Unit yang sama, Beripda M. Agung dan Bripda Sukron, Bripda Pandu Dwi L," jelasnya.

Seiring dari 2 pelaku yang meninggal dunia  yang terus diidentifikasi oleh DVI, Sensus 88 di rumah sakit Sukanto. Dari data yang dihimpun oleh Koranrakyat.com salah satu pelakunya membawah  KTP atas nama    Indra Wijaya adalah warga bekasi kelahiran 19 Juni 1981. Tinggal di KP Ranjau tengah Jawa Barat 43194. Dengan NIK 3202341906810002., namu  ssat diperiksa Indra Mengatakan kalau KTPnya sempat hilang saat nitipkan motor kelupaan ngambil motor, KTPnya tak terambil.

Lebih lanjut, Setyo merincinya kemudian dari masyarakat sipil 1 yang luka-luka,  atas nama Sdr Agung Sopir Kopaja, Sudara Damai S Sopir , Sdri Tati Karyawan BUMN , sdri Susi A Fitriyani siswi,  suudari Jihan Mahasiswi. "Untuk saksi sudah diminta keterangan Bribda Febriyanto Goldino, Bripda Febriyanto, Bripda Haryo,  Bripda M.Hofi dan Bripda Hendro. Rekan-rekan yang  pengamanan dilokasi kejadian," rincinya. 

Seiring dengan itu, Setyo menandaskan kronologis kejadian sebagai berikut  kejadian menurut keterangan saksi Bribda Febriyanto  Sinaga menerangkan bahwa sekitar pukul 21.00 WIB saksi sedang dinas antisipasi pawai obor dan dipotong atau  ditugaskan di Terminal Kampung Melayu saat saksi sedang makan pecel Lele di TKP berjarak sekitar 50 meter mendengar ada ledakan pertama,saksi langsung lari TKP Pertama saksi sedang bersama teman nya saudara Ricky Agung , sampai di TKP saksi mencium bau yang sangat menyengat dan kebulan asap berwarna putih." Saksi melihat ada 4 orang korban tergeletak yaitu anggota Shabara Polda Metro Jaya atas nama Bripda Yogi, Taufan Sunami dan dua anggota lainnya saksi 
tidak sempat melihat lainnya.  Saksi berusaha mengevakuasi korban dengan cara menyetop kendaraan dan mencoba mengevakuasi korban," tandasnya.

Jadi, Setyo membeberkan pada saat mengevakuasi korban pukul 21.05 WIB terjadi ledakan kedua yang terjadi sekitar  10 meter dari TKP Pertama . Saksi merasakan sakit pada telinga akibat ledakan dan  tekanan udara dari ledakan tersebut. Saksi panik dengan menyelamatkan diri dengan menjauh dari TKP dengan meminta tolong pengendara motor untuk mengantar ke Polresta Jakarta Timur untuk melapor."Data-data evakuasi korban sebagai berikut .Rumah Sakit Primer Jati Negara ada 5 korban yaitu Bripda Taufan( Almarhum) dipindahkan ke Rumah Sakit Polri, Bripda Ferry, Bripda Yogi, Saudara Agung Sopir Swasta, Saudari Jihan . Di Bawah ke Rumah Sakit Sukamto  ada 1 korban Bripda  M. Yogi Saputra mengalami traumatik," bebernya.

 

Sementara itu, Setyo mengakui di Rumah Sakit Budi Asih ada 3 korban yaitu Bripda Moehammad Al Agung Pangestu  luka pada leher kiri bagian belakang ,luka robek pada bagian belakang. Luka robek sebelah kiri. Kedua saudara Susi A Fitriyani ini tempat tanggal Brebes  4 April 1996 agama Islam  Kampus AAG Kampung Mealayu dan tinggal Kampung Melayu . Luka pada tangan kanan belakang sobek . Yang selanjutnya sdr  Tasbik ini karyawan bank Mandiri tinggal disekitar Halim Mekar Sari Kecamatan Cimanggis. Luka pada rusuk sebelah kanan, luka robek pada lengan belakang  sebelah kanan.
"Di rumah Herlina ada 3 korban Luka ringan yaitu Bripda L Sukron Trianugroho   luka di Bahu, Bripda Pagu DwiLaksono. Saudara Damai sopir Mikrolet , akan bantu anggota Polisi kecelakaan ke dua luka ringan pada bagian muka," akunya.( vk).  

Thursday, 25 May 2017 08:32

14 Oknum Akpol Pembunuh Di Pecat & Diproses Hukum

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi kekerasan di Akpol mengakibatkan Brigadir M. Adam tewas akibat pemukulan melalui proses dewan Akademi menetapkan 14 Tersangka kini sudah ditahan di Mapolda Jawa Tengah dan diproses di Pecat.

Kabag Penumpang Divisi Humas Mabes Polri, Kombes  Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa (23/5)2017 mengatakan  sejak hari sabtu (20/5)2017 sudah ditetapkan 14 orang tersangka yang merupakan pelaku kekerasan almarhum Brigadir M. Adam 14 orang ini saat ini sudah ditahan di Mapolda Jawa Tengah ."Semua itu dalam proses persidangan  Dewan Akademi di Akpol semarang persidangan Dewan Akademi ini untuk memutuskan  dan menetapkan 14 orang ini sebagai tersangka Pidana yang kemudian akan pemberhentian dengan tidak dengan hormat," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan proses ini sedang berjalan memberikan kesempatan pada Taruna untuk menyampaikan beberapa informasi beberapa informasi tersebut   ada  diberikan kesempatan pada para taruna untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan  kepada forum Dewan akademik itu. "Tapi tetap sudah disampaikan keputusan pemberhentian dengan tidak hormat ini lebih diutamakan karena beberapa pelanggaran yang sudah dilakukan oleh Taruna tersebut," tegasnya.

Untuk itu, Martinus menjelaskan diantaranya melanggar peraturan Gubernur tentang proses pengasuhan senior yang dilakukan terhadap junior kemudian larangan untuk kekerasan fisik sampai pada perbuatan hukum melanggar dengan melakukan penganiayaan ini yang membuat dewan akademik akan memutuskan. dan menetapkan. Untuk memberhentikan dengan. tidak hormat 14 orang tersebut. "Disamping itu  dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktek-praktek pengasuhan yang dilakukan lembaga maula senior sudah diputuskan. "Bahwa pengasuhan senior yang dilakukan wilayah itu daerah sudah tak ada lagi.Kemudia beberapa pertemuan antar Senior  angkatan diupayakan  supaya tidak bertemu juga akan ada sanksi yang lebih keras sanksi disiplin,sanksi kode etik bagi senior-senior-senior yang akan melakukan katakan lah praktek-praktek yang sudah dilarang dan dikatakan hasil evaluasi walaupun mereka tidak memukul tetapi mereka mengumpul kemudian mereka tidak melakukan tindakan  pun namun akan ada evaluasi tidak akan melakukan tetapi mereka melakukan juga. Tindakan itu ada tindakan  push up, set up tindakan  fisik itu akan.ditiadakan Untuk senior dan Junior ini bila.mereka.melakuka itu diberikan sanksi yang akan berat," jelasnya

Lebih lanjut, Martinus mengakui sebelumnya ada pisahkan Junior dan senior ada apa disatu daerah. Ini mereka  membentuk satu corp sendiri, misalnya buat  sepertinya masyarakat Utara diantara nya ,ada.namanya Porsum, Jawa Tengah disebut Formatting selalu ada dan sekarang  kegiatan-.kegiatan utama diluar jam Dinas satu contoh mereka berada dikota-kost yang disewa mereka itu sudah dihilangkan jadi. "Merek tidak boleh pesiar atau beristirahat kesetiakawanan kan dengan mengelompokkan.Dari didaerahnya itu tidak boleh jadi upaya.itu menjadi.opsi memperbaharui," akunya .

Menyinggung bentuk tanggung jawab Gubenur Akpol, Martinus menandaskan blentuk tanggung jawab sebagai anggota Polri itu ,kita punya tangung jawab kelembagaan dan kemasyarakatan,tanggung jawab etika, kita juga punya tangung jawab hukum." Polri itu tanggung jawab ke lembaganya, tanggung jawab kemasyarakat, tanggung jawab etika dan tanggung jawab hukum. Bentuk tanggung jawab gubernur adalah tanggung jawab etika, moral yang disampaikan sebagai pimpinan lembaga pendidikan. Beliau beranggapan meninggalnya Taruna atas nama Adam ini merupakan sebuah peristiwa tidak diharapkan lembaga-lembaga pendidikan. Inti bisa membuat reputasi akademi Kepolisian bisa turun dengan peristiwa ini," tandasnya.

 

Jadi, Martinus menambahkan Selaku pimpinan hukum tanggung jawab kelembagaan tanggung jawab moral melekat pada beliau maka beliau katakan saya bertanggung jawab. "Terhadap orang tua beliau katakan saya minta maaf adalah tanggung jawabnya," tandasnya.(vk)

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-Tewasnya Mochamad Adam Taruna Akpol karena aksi kekerasan di kampus Akpol sangat disesalkan terjadi karena sudah diperingatkan jangan ada lagi kekerasan. Kasus ini terus diusut oleh Polri dan kalau ada pidana tetapkan ditindak.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri, Jumat (19/5)2017 mengatakan ada kekerasan di Taruna Akpol,saya menyesalkan peristiwa ini karena beberapa bulan yang lalu saat saya kunjungan ke Akpol saya sudah tegaskan pada seluruh taruna dan seluruh pengasuh supaya budaya kekerasan pemukulan itu tidak boleh terjadi lagi . " Karena lebih banyak moderatnya dan tidak banyak keuntungannya.  Ini juga sesuai program promotor yang sudah saya sampaikan untuk menekan budaya kekerasan yang berlebihan," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan Nah saya menyesalkan peristiwa ini terjadi oleh karena itu ini momentum untuk merubah budaya yang masih berlaku saya sudah perintahkan kepada Gubernur Akpol selain korban itu lakukan tindakan tegas kepada taruna-taruna terlibat saya minta untuk dihidangkan. "Saya juga sudah menelepon Kapolda Jawa Tengah Pak Condro untuk memproses Pidana karena taruna yang terlibat pemukulan itu," tegasnya.

Lebih lanjut, Tito menandaskan Kemudian saya minta propam turun kesitu  untuk melihat sejauh mana juga ada lembaga Akpol untuk menghentikan budaya kekerasan pemukulan senior junior ada disitu. "Ini momentum untuk melakukan perubahan. Nanti saya kira nanti kita akan evaluasi  pengasuh-pengasuh yang ada disitu kenapa budaya itu tidak berhenti  jelas perintah kita lakukan. Saya juga akan kesana untuk baiknya," tandasnya.

Ditempat yang sama, Kadiv Humas Mabes Polri,  Irjend Pol Setyo Warsito mengatakan  Hasil Autopsi sudah selesai tadi malam jenasah almarhum sudah dimakamkan di Jakarta. Sampai sekarang ini sudah diperiksa 35 orang saksi-saksi dan  irwasum Polri dan Divisi Program Polri sebagai pemeriksa internal sementara kasus pidananya sendiri ditangani oleh Polda Jateng. "Kompolnas besok akan datang akan juga melakukan investigasi di Akpol," ujarnya.

Ketika ditanya Apa benar ada keterlibatan anak Jenderal, Setyo mengakui Sampai saat ini saya belum dapat informasi dan dari 35 orang itu adalah taruna .
"Hasil otopsi itu adalah pemeriksaan materi pemeriksaan itu tidak boleh.
Hasil otopsi ditemukan adanya luka, itu detail dan penyebab kematiannya sudah diketahui ,saksi-saksinya akan di cross cek apa yang perbuat, apa.yang mereka perbuat dan apa mereka dengar," akunya.

Lebih lanjut, Setyo menjelaskan. Nanti akan mengerucut kemungkinan ada pelakunya dan pak Kapolri sudah memerintahkan untuk pelaku tindak pidana ini akan dituntut secara pidana dan ditindak tegas. "Secara aturan di Akpol , ada peraturan gubernur yang mengatur tidak boleh lagi ada kekerasan di lingkungan kepolisian di Akpol oleh Gubernur Akpol.  Sebab itu kalau ada yang melakukan tindak pidana dengan melakukan tindak pidana seperti ini itu melanggar peraturan Gubernur Akpol tentunya kalau pidana masuk ke KUHP," jelasnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

Saturday, 20 May 2017 03:43

Benarkah Niko Penyiram Bahan Kimia Di Muka Novel

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Diduga Niko Pelaku terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan diperiksa secara intensif. Pemeriksaan intensif ini bekerja sama dengan KPK. Kapolri, Jenderal Pol.Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri,Jumat (19/5)2017 mengatakan Untuk Niko sudah tangkap.Niko sudah viral di media sosial kemudian saya juga kontak dengan ketua KPK. KPK juga  minta bersama Polri menuntaskan kasus ini dan KPK yang mencari. "Dari Polri juga berhasil mengamankan Niko dan sudah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan dan saya kita perkembangan nanti.akan disampaikan Kadiv Humas atau kabid Polda Metro secara detail," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan sudah diperiksa dan diamankan Sudah di cek  bukti-bukti, kalau dia katakan ada tekanan dan keterangan palsu apa sudah di cek juga saksi-saksi ,kemudian dokumen ada  sudah kita sampaikan dan besok dari Dirkrimum Polda Metro Jaya saja . Mengenai hasil temuan ini."Kita merespon untuk penanganan kasus  Novel kita gunakan destruktif dari KPK mengembangkan dari CCTV kemudian saksi-saksi juga dari ITE," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan  Dari rangka ini kita amankan 3 orang Salah satunya foto dari pak Novel Baswedan sendiri amankan kita sudah mengecek lainnya  orang ini tidak ada di TKP pada waktu kejadian tidak terlibat. "Oleh karena itu kita kembangkan dari edukatif it dari motivasi kira-kira yang berpotensi sakit hati dendam ini bisa masalah pekerjaan dan kasus," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito merincinya Kasus kita pecah dua macam ada karena  saat ini seperti E KTP atau sudah berlalu banyak  orangnya sakit hati. Kita lihat kasus ini naik dia mengatakan dia merekam video kemudian dia mengviralkan karena ia menjelaskan pada keluarganya dan terjadi perpecahan setelah dia.memberikan kesaksian terutama dengan paman Muhtar Efendy yang sudah mencintainya saat itu sedang ditangani kasus Novel Baswedan. "Dari kita lihat dari sudut pandang  pengiriman kita lihat ada kelompok yang potensial  untuk menyerang. Tentunya kita bandung  mengklarifikasi keterangan yang bersangkutan di Media sosial dan itu sudah kita kinfirmasi  dengan KPK," rincinya.(vk))

 

 

Thursday, 18 May 2017 03:19

Modus Baru Terungkap Kejahatan Perdagangan Orang

Written by

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang( TPPO) dengan modus baru dengan menggunakan  jalur umroh. Korban 148 dengan tersangka 10 orang.Kabareskrim, Komjen Pol Ari Dono ditemui di Mabes Polri, Rabu (17/5)2017 mengatakan yang kita temukan semua ini sindikasi. Tapi bukan 1 sindikat satu Indonesia tidak. Ini sindikat kecil, ditemukan satu peristiwa, ada korban baru kita traveling kita temukam tempat penampungan." Ini sindikatnya sendiri. Ini dugaan  kuat, ada sesuatu yang kurang selektif. Apakah orang yang mau keluar ini mau wisata atau umroh. Ini sindikat perorangan," ujarnya.

Menyinggung Visa haji juga ada, Ari Dono menegaskan Untuk haji, tidak ada Jamaah haji yang terindikasi. Karena dokumen dan segala sesuatunya ada sama kita. Paspornya pun ada sama kami, sampai pulang baru diserahkan pada saat mereka di tanah air. "Langkah-langkah  kongretnya adalah rekomendasi.Salah satu persyaratan pengurusan paspor ada rekomendasi dari Kemenag Provinsi kota. Dan ada surat pernyataan dari jamaah yang akan menjalankan umroh,"  tegasnya

Ditempat yang sama, Dirpidum, Brigjend Pol Herry Aldolf Nahak mengatakan Modus operandi penyalahgunaan visa. Antara kain visa umroh, ziarah, kunjungan visa kleaning service d arab. "Penipuan terkait negara tujuan. Misalnya disampaikan akan bekerja di Arab Saudi tapi dibawa ke tempat lain. Ada bahkan ditemukan di Colombo, Baghdad, Suriah," ujarnya.Lebih jauh, Herry menegaskan jalur-jalur  tikus, Nunukan, Entikong, batam. Di sana jg cukup banyak korban yang sudah kota amankan yang berusaha masuk jalur tikus  dan ini tanpa paspor. "Travel-travel Umroh, menggunakan fasilitas umroh, berangkat kesana bekerja. Umroh sandal jepit. Memanfaatkan visa umrohnya saja," tegasnya

Sesuai perkembangan, Herry menandaskan seandainya korban tidak melapor, kita lah dieksploitasi maka kesulitan bagi kita untuk menelusuri siapa sebetulnya yg membawa TKI  keluar. Biasanya  mereka juga  diam." Tidak melapor Ini yang jadi kesulitan bagi polri agar masyarakat melapor. Pengiriman TKI  yang tidak prosedural. Karena kalau s udah berangkat ke sana tanpa prosedur biasanya tanpa laporan," tandasnya.

Sesuai data, Penyelundupan orang merupakan kejahatan kemanusiaan. Korban 148 dengan tersangka 10 orang.Salah satu diantaranya itu ada modus baru. Yaitu menggubakan jalur umroh. Jadi berangkatnya travel umroh, setelah disana melarikan diri dan disalurkan melalui tenaga kerja. Laporan dari kementerian  di Ryad, itu ada 286 yang tidk kembali atau melarikan dirim 68 sudah dikenbalikan dan 69.

Jadi untuk penangkapan pada bulan Febuari ada di tempat kejadian perkara Jakarta Timur, itu tersangkanya 2 dengan mofus operandi dipekerjakan di Arab Saudi degan visa kunjungan. Ada yang mengendor di sana, informasi yang masuk di sana ternyata dipekerjakan yang lain.Kalau yang entikong para korbannya berasap dari Sulawesi, NTB dan NTT. Mereka masuk menggunakan jalur tikus. Dia berangkat dari daerah masing-masing setelah sampai ada para tekong atau Nahkoda kapal, Igu dibayar Rp10 juta oleh penampung di seberang di bayar Rp15 juta. Para pelaku ini akan kita kenakan pasal tindak pidana perdagangan orang. Ancaman hukummnya 3-15 tahun.( vk)

 

Tuesday, 16 May 2017 12:34

Anggota Brimob Ditengarai Tewas Bunuh Diri

Written by

Jakarta, Koranrakyat.com- Adanya aksi bunuh diri yang dilakukan Berupa Teguh Dwiratmo setelah dilakukan pemeriksaan secara forensik dan melihat arah senjatanya yang ada dia ditemukan luka tembak sehingga disimpulkan bunuh diri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjend Pol Rikwanto ditemui di Mabes Polri, Senin(15/5)2017 mengatakan adanya dugaan seorang anggota Brimob Departemen A Pelopor bagian logostik alamat asrama Brimob kedaung Pamulang yang tadi pagi sekutar.jam 05.00 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di garasi rumahnya."Pada waktu ditemukan sudah tergeletak mengalir darah di sekitar kepalanya ada juga diteliti dan ditemukan luka tembak dikrpalanya itu yang mengakibatkan meninggal dunia," ujarnya.

Selanjutnya, Irwanto menegaskan korban diketahui atas nama Bripka teguh Dwiratmo anggota Brimob bagian logistik. Dari penelusuran Polsek ,Polres dan anggota Brimob didapati keterangan sementara ini bahwasanya korban ini adalah bagian logistik dia menangani latihan-latihan penembakan di Brimob Kedaung dan dia bagian logistik mengurusi juga masalah perbekalan senjata, peluru dan lain-lain. "Dengan kejadian adanya lepasan tembakan pada waktu membuang tembakan beberapa waktu lalu ya dalam sebuah latihan arah dari pada peluru secara pembuangan tembakan naik jendela salah satu anggota DPR beberapa lalu yang bersangkutan ini diperiksa dengan intens apa yang menjadi tangung jawabnya. Diduga karena terjadi peristiwa tersebut karena yang bersangkutan diperiksa dalam kaitan tanggung jawabnya korban menjadi stress dan mengakibatkan melakukan bunuh diri," tegasnya.

Untuk itu, Rikwanto menjelaskan Jadi sementara kesimpulannya meninggalnya  bripka  Teguh Dwiratmo ini diduga kuat akibat bunuh diri karena yang bersangkutan merasa bersalah tanpa bertanggung jawab atas tugas-tugas dilaksanakan.
"Jadi latihan itu disana ada lapangan tembakan ,kalau dalam latihan itu kan ada aba-aba kosong kan senjata  itu untuk Penagamanan kosong kan senjata untuk pengamanan keatas tangan 45 derajat atau berapa derajat untuk.pengamanan berapa kali ada anak peluru didalam dan ada didalam kamar.waktu ditarik itu keluar,setelah itu tembakan ," jelasnya.

Sesuai pengembangan, Rikwanto merincinya  Sudah kosong tembakan masih ada arah aman kalau memang ke atas ke udara. Dalam konteks yang kemarin kita duga ada amankan  seluruhnya para bola mengenai jendela yang bersangkutan diperiksa diduga stress mempertanggung jawab.
"Kalau pemeriksaan penerimaan seseorang berbeda-beda,ada yang mengganggap apes ini suatu dosa dan ini menganggap ini tergantung pribadi masing-masing. Sementara itu dalam pemeriksaan itu agak tertekan,"rincinya

Menyinggung Senjata apa, Rikwanto menambahkan  sedang dicek.di TKP dan senjata tidak jauh dari tubuhnya. "Dia telentang tidak.jauh dari tangan. Sementara kepala sudah berdarah dari.posisi TKP akan memberikan penjelasan, dan.waktu dia melakukan penembakan motivasi seperti apa? Nantinya kita reka ulang," tambahnya.( vk)

Jakarta, Koranrakyat.com- Upaya menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap anggota Penyidik KPK adalah anggota Polri terus mendapat perhatian penyidik Polda Metro. Pemeriksaan sudah dilakukan terhadap H, M da AL belum berbuah hasil dan pemeriksaan terus dilanjutkan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjend Pol Rikwanto di temui di Mabes Polri, Senin (15/5)2017 mengatakan berkaitan nya perlu tidaknya dibentuk tim independent dalam menangani kasus saudara Novel Baswedan polri masih memberikan waktu untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan semua apa.yang dilakukan banyak ." Kita melakukan dua hal dalam mengungkap satu kasus seperti berangkat dari Tempat kejadiann Perkara(TKP) itu dinamakan metode induktif.kemudian berangkat dari motif dinamakan metode edukatif. Jadi dua-duanya dari TKP kita dapatkan alat bukti keterangan sah dan yang lain-lain ," ujarnya.

Selanjutnya, Rikwanto menegaskan Motif metode deduktif kita dapatkan apa yang melatar belakangi metode deduktif dua-duanya kita lakukan penyelidikan  sudah kita periksa 3 orang dan ternyata ketiganya cukup kuat ." Lebih kuat kita lakukan penelusuran kalau A mengatakan saya tidak disitu hari itu kemudian jam tersebut kau dimana ada di suatu kota, kota tersebut kita telusuri mana , dirumah siapa, direstoran mana sctv yang menyatakan ada disitu. Jadi pembuktian. Alibi kita lakukan seperti itu. Dan memang terbukti dia ada dilokasi-lokasi dia ada kota-kota itu yang dibuktikan,"  tegasnya.

Untuk itu,  Rikwanto menjelasnya  padanya tidak bisa dikatakan diduga melakukan dan kita lepas. Ini dari 3 orang yang kita amankan.  Dalam dugaan sebagai pelaku. Kemudian dari metode deduktif dari motif ditelusuri berapa kasus atau berapa kasus ditangani . "Bisa jadi beberapa perkara menimbulkan ketidak suka an dari pihak -pihak tertentu contohnya sudah muncul depsos ada video nico dan lain-lain itu menjadi garapan kita telusuri ketidak sukaan itu kemudian menjadi dia membuat apa yang disangkakan betul atau tidak," jelasnya. 

Lebih lanjut, Rikwanto menandaskan Masalah-masalah yang dilakukan oleh Novel jadi kita bisa melihat karena disitu ada orang-orang yang diduga dendam, sakit hati terkait dengan kasus yang dituduh hukuman kepadanya . "Jadi dua hal tersebut yang kita jalani metode induktif dan deduktif. Kita mohon sabar karena memang . Untuk pengungkapan kasus ini tidak bisa dibandingkan satu sama yang lain seperti kasus di Pulomas tewasnya beberapa orang cepat diungkap.karena motif jelas," tandasnya.

Jadi, Rikwanto mengungkapkan Kemudian korban dan pelaku itu mudah sekali dikenali seperti perampokan dari CCTV yang terlihat  kita cari orang-orang seperti Ini.dia mangkal.dimana  group siapa sehingga gampang dilacak."  Itu mudah dilakukan dan ada juga kasus yang sulit. Hilang detonator sekarang juga belum ditemukan. Ada kasus yang mudah ditelusuri anak ini dimana dan biasa dengan siapa dan seterusnya lebih cepat tercapai saudara Novel banyak sekali varibelnya.  Mulai tempat kejadian," ungkapnya.

Jadi, Rikwanto menambahkan  Perkara sendiri banyak sekali variannya dan kita mulai telusuri satu persatu dan sudah berjalan semua. Penyidik di Polda Metro Jaya tidak diam tidak istirahat dan tidak membiarkan bekerja terus dari waktu ke waktu .kita sudah ke Singapura ketemu dengan  saudara Novel diminta keterangan pemasukan kita lakukan juga. Seperti yang terakhir saudara AL masukan dari saudara Novel. "Kita kejar , kita tangkap dan ungkap. Namun ternyata.dari pemeriksaan  Alibi kuat kita simpulkan bukan sebagai pelaku. Masih terbuka untuk kemungkinan orang dicurigai dari metode tadi.Kita bersabar dengan bekerja dan sungguh-sungguh dan mohon doanya supaya ini bisa terungkap," tambahnya.(vk)

.JAKARTA (KORANRAKYAT.COM)-Setelah di tetapkan sebagai terdakwa , Basuki Tjahja Purnama alias Shok ditahan di Rutan Cipinang. Karena adanya tim sukse dan simpatisan ahok dianggap cukup mengganggup masyarakat pemakai jalan Raya, karena  hingga larut malam di Lapas Cipinang, maka Kalapas minta polisi terdakwa Ahok dititipkan  di Mako Brimob Kelapa dua Jakarta Timur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Irwanto ditemui di Mabes Polri, Rabu (10/5)2017 mengatakan aksi para tim sukses dan simpatisan Ahok  akan terjadi Demo terus di Lapas Cipinang  sehingga untuk menghindar semua kita pindahkan penahanannya ke Makobrimob ." Di Mako Brimob kita cukup kedalam walaupun.di pinggir jalan situasinya  berbeda dan aksi-aksi serupa diharapkan tak terjadi. Kan tidak bisa dilihat ke dalam  karena penjagaanya cukup ketat. Itu alasan pemindahan," ujarnya.

Ditanya Dipindahkan diruang apa, Rikwanto menegaskan   Di Brimob ya.di rutan.Brimob , ya. "Jadi karena semata-mata menghindari simpatisan-simpatisan memang menggangu aktivitas masyarakat didepan rutan Cipinang," tegasnya.

Saat ditanya Jumlah tahanan berapa, Rikwanto menjelaskanSaya belum dapat dan itukan bukan rutan yang dipakai setiap hari ditempati beberapa tahanan hanya kasuistis-kasuistis saja.Pak Ahok sendiri didalam bagaimana, "Kalau itu analisis nanti ka baru datang belum lama juga, tanggapan dan sambutan penghuni lapas rutan Cipinang kan kita belum tahu. Yang jelas kita menghindari banyak kegiatan didepan rutan Cipinang tersebut," Tegasnya.

Disinggung Opsi pemindahan bukan opsi minta pendukung tertib, Rikwanto mengakui Ya memberi tahu satu dua orang ya sulit apa lagi sampai ratusan orang hingga ribuan orang. "Ya butuh waktu,"  akunya.

Ketika ditanya,Ahok sangat sulit ditembus oleh Media, Ada  Ada tudingan Polri memberikan pelayanan bagi Ahok,  Rikwanto menandaskan menjelasnya Media  Ada tudingan Polri memberikan pelayanan bagi Ahok.Ya diyakini saja positif tingking saja , ya dipindahkan. "Ke Mako Brimob karena alasan disampaikan karena di Rutan Cipinang kalau didepan simpatisan Baik datang  cukup menggangu aktivitas masyarakat dan menggangu lalu lintas. Sudah terbukti kemarin dan itu pertimbangan kita pindahkan. Ke Mako Brimob," tandasnya.

Saat disorot di Mako Brimob ada napi terorisme, Rikwanto menjelaskan   Napi terorisme tidak disitu ,sementara pemeriksaan saja dan sekarang tidak ada pemeriksaan disitu. "Silakan diperiksa , silakan diawasi apa yang terjadi dan tidak mungkin terjadi.Semua banyak pengawasan disitu.,"  jelasnya.( vk),

 

 

Page 7 of 22

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka...
    TEGAL(KORANRAKYAT.COM)Konektivitas dalam hal transportasi sebagaimana yang sering disinggung oleh Presiden Joko...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar rapat terbatas untuk...
    BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) - Bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah terjaring Operasi Tangkap...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan