Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Last Updated on Nov 11 2018

Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden mengendarainya untuk menghadiri acara Deklarasi Jabar...
Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang
Last Updated on Nov 11 2018

Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang

      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi kepada 100 musisi yang akan tampil pada pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu 2018.     “Saya sangat mengapresiasi dan terharu atas antusias para musisi Bengkulu...
Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri
Last Updated on Nov 11 2018

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.         Padahal, puncak...
Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo
Last Updated on Nov 10 2018

Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo

        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo kemudian menuju Gedung Sate. Di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat ini, Presiden kemudian...

World Today

Wednesday, 13 September 2017 09:30

Ditangkap Penghina Ibu Negara

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Warga Bandung ditangkap dianggap menghina ibu Negara Irianto Joko Widodo dengan melalui posting di  Dodik Ikwanto (DI)   di Palembang.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Setyo Warsito  ditemui di Mabes Polri, Selasa (12/9)2017 pada l 11 September 2017  Polresta Bandung tangkap pelaku ujaran kebencian dengan menghina ibu negara  ," ujarnya.

Dikatakan Setyo  DI didalam postingnya menghina  Ibu Negara."Oleh sebab itu Polri  melakukan penyelidikan dan menemukan DI   di Bandung, namun ditangkap di  Palembang," tegasnya.

 Barang bukti yang diamankan 2 buah HP berikut sim card , 1 buah bendera Ormas tertentu, dan satu buah gantungan kunci ormas tertentu." Sementara penyelidikan dilakukan di Polresta  Bandung dan sampai sekarang kami masih memantau perkembangan hasil penyelidikan tersebut," ujaranya.(vk)

 

 

Wednesday, 06 September 2017 23:33

Oknum Anggota Dewan Diduga Otak Pembakar Sekolah Ditangkap

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi anarkis berharap  dapat perhatian Gubernur Kalimantan Tengah, dengan cara  bakar 7 Sekolah Dasar(SD)  dilakukan 7 orang dipimpin   Nora diduga diperintah oleh oknum  Anggota DPRD Palangkaraya Yansen Binti dari Fraksi Gerindra. Kini 9 tersangka  ditahan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes  Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Rabu(6/9)2017 mengatakan dengan  Koordinator lapangan Nita akhirnya  Tjuriansa, Indra ,Gunawan  Dadu,Doya ,Ogut, Yuti,Epen, Ahim,Pepen, dan lain-lain  berhasil diringkus. "Itu mereka, tetapi koordinatornya Nora. Yang patut diduga sebagai orang yang menyuruh adalah Yansen Binti merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Palangkaraya di Provinsi Kalimantan Tengah ," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan Yang bersangkutan memberikan perintah  di kantor KONI pada 30 Juni 2017 untuk membakar 10 SD Negeri dengan tujuan untuk mendapat perhatian dan proyek  dari Gubernur. "Dari 9 tersangka sekarang  sudah ditahan di Bareskrim Polri dan patut diduga Yansen Binti ini sebagai orang yang menyuruh melakukan dan memberikan dana ," tegasnya

Untuk itu, Martinus menjelaskan Sebelum pembakaran  sementara supirnya atas nama Ajid  menyediakan bahan-bahan untuk membakar. "Kejadian ini mulai 4 Juli sampai 30 Juli. Dari 10 yang besar, ada 7 yang dibakar. Terhadap pelaku  dikenakan pasal 187 KUHP,"  jelasnya.

Ketika ditata apa ada yang belum dibakar, Martinus merincinya ada yang 3 lagi Belum dibakar. Ya jangan. " Ada  disuruh ditangkap ,ada beberapa yang disuruh ditangkap pada awal-awal Juli ditangkap," rincinya.

Disinggung alasan membakar, Martinus mengakui tujuan pembakaran  Itu lah sedang didalami oleh penyidik. Dimana penyidik itu menerima apa saja yang menjadi penjelasan menjadi catatan nanti kita kita tuangkan  dalam berita acara dan nanti kita uji . "Kalau minta proyek, proyek apa,? Kalau supaya  perhatian? Perhatian seperti apa selama ini , yang tidak diberikan perhatian oleh Gubernur dan dalam kaitan apa? perhatian apa. Pada prinsipnya ada dua hal itu, adanya perlunya perhatian dan memohon supaya ada proyek dan perhatian dari Gubernur," akunya.( vk)

 

 

 

Saturday, 26 August 2017 05:03

Polisi Tangkap 3 Orang Diduga lakukan Ujaran Kebencian

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Polisi tangkap Tiga orang yang dianggap menyebarkan kebencian di Medsos. Tulisan itu dibuat di medsos dalam bentuk kritikan diduga  dihadirkan  untuk menyerang ataupun ada tulisan yang diposting akibat perdebatan dalam menyampaikan pendapat. Kelompok  Saracen diduga ini  bentuk fokus ekonomi digunakan diduga mencemarkan atau menyudutkan seseorang.

.Kasubdit I Direktorat Cyber Crime,  Kombes Irwan Anwar ditemui di Mabes Polri, Rabu(23/8)2017 mengatakan kami melakukan  patroli Cyber Bareskrim Polri Kelompok Saracen ini kami tangkap sebagai status yang disampaikan adalah kelompok yang sering kali atau kerap kali melakukan ujaran kebencian. "Tersangka pertama JAS merangkap sebagai Ketua dari Kelompok Saracen. Tersangka kedua MFT dalam kelompok Saracen sebagai Ketua Bidang Media informasi. Tersangka ke tiga  SRN berperan sebagai koordinator Wilayah khususnya di Wilayah Cianjur dan sekitarnya. Tersangka  JAS ditangkap di Pekan Baru, Riau. MFT ditangkap di Koja Jakarta Utara. SRN ditangkap di Cianjur," ujarnya.

Selanjutnya, Irwan menegaskan barang bukti yang diamankan seperti disajikan didepan antara lain dari tersangka pertama JAS 50 simcard dari berbagai operator , 5 Hardisk CPU, 1 HD Laptop, 4 Hand Phone, 5 Flashdisk, 2 Memory card. "Sementara dari tersangka DEN disita  meliputi 1 Hand Phone Lenovo, 1 Memory card, 5 sim card dan 1 Flash Disk. Dari tersangka 3  SRN disita 1 Laptob berserta Hardisk, satu Hand Phone Azis ZR3, 1 HP Nokia, 3 Sim card  dan 1 Memory card," tegasnya.

Untuk itu, Irwan menjelaskan Terhadap ke tiga pelaku ini kami menjeratnya dengan dugaan melakukan tindak pidana ujar an kebencian atau hardware dengan konten Sara sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 junto pasal 28 Undang-undang No.19 tahun 2016 tentang perubahan ITE dengan ancaman 6 tahun."  Begitu juga dengan tersangka kedua . Getir juga dengan ke tiga," jelasnya.

Menyinggung ujaran kebencian, Kasubag Ops Patroli Dircyber Crime Bareskrim Mabes Polri, AKBP Susatyo  Purnomo mengatakan   terkait dengan kelompok ujaran kebencian ini untuk.diketahui adalah tersangka ke 16 yang di tangkap oleh patroli Cybercrime Jadwal tim.  Itu sudah melakukan.6 tersangka . "Sehingga kami bekerjasama dengan Bareskrim, Polda dan Polres-polres untuk bisa menekan kecendrungan yang.menggunakan media sosial  Yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Jadi, Sudarto menegaskan untuk kelompok Saradan ini adalah kelompok salah satu dan.banyak.kelompok.yang masih cari dan kami kejar ke titik terhadap  Barang bukti yang kami.sita kurang.lebih 800 ribu  akun yang terkait dalam group Saradan. "Dimana Kelompok saracen lain.group lain-lainnya sehinga diibaratkan.bahwa group lainnya..dimana para pembuatnya Menkeu dan sebagainya  narasi , kata.dan.gambar sebagainya itu diploting di group  kemudian pelaku ini menghilang. Sehingga dengan barang bukti 50 Sim card ini dilakukan oleh tersangka untuk membuat dan memiliki kemampuan jadi ketua kelompok punya kemampuan selain merekrut anggotanya dengan tampilan-tampilan sehingga orang cepat bergabung juga merekrafre akunt facebook atau media yang objek," tegasnya.

Menyikapi hal itu, Susatyo  mengakui Apa lagi sudah diblok maka berusaha  menghubungi nya. Selain itu dia juga punya kemampuan untuk mengambil alih akunt  orang lain jadi yang dianggap berseberangan atau kontan yang bersangkutan  tidak dengan pikirannya ini segera ambil alih anggota." Ini memposting ujar an kebencian kami fokus pada ujar an kebencian Sara kalau tidak diproses hukum bahaya bagi disintegrasi bangsa. Terkait dengan motif pelaku ini kami masih mendalami motifnya. "Sementara ini motif ekonomi selain motif dari modia on line yang dimiliki minta di up loud oleh group ini beroperasi sekitar bulan November 2015 dan sampai kemarin kami tangkap dan masih pada kelompok lainnya dan seluruh," akunya.

Jadi, Susatyo  menambahkan secara singkat masih memiliki unsur yang mirip organisasi pada umumnya dimana ada ketua, sekretaris ,.bendara, ada bidang media, ada bidang ITE, ada bidang wilayah sehingga ini sebagai sebuah sindikat sehingga tidak lagi perbuatan arang perorang apakah ini monitor melihat di media tetapi ini sudah menjadi kelompok."Jadi untuk motif ekonomi bahwa untuk membaur web site atau menyewa memposting itu bertiga.Sehingga ketika orang sedang memasang iklan itu menjadi keuntungan yang bersangkutan.Selain itu untuk format baginya dalam  mengembangkan kami," .tambahnya.(vk)

 

 

 

 

 

.

 

 

Saturday, 19 August 2017 01:06

Aman Kembali Diperiksa Densus Mabes Polri

Written by

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Upaya pengungkapan kasus bom Thamrin  selama 1 tahun 7 bulan lalu akhir terjawab. Ternyata Aman Abdulrahman memiliki peran kuat memberikan dorongan untuk melakukan amalia. Kini ia sudah diperiksa secara intensif di Mako Brimob.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjenad Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Jumat (18/8)2017 mengatakan Aman Abdul rahman sekarang sudah diamankan oleh Densus 88. "Dia dia diduga terkait dengan kasus bom Thamrin. Sekarang Aman Abdul Rahman sudah diamankan di Mako Brimob," ujarnya.

Untuk proses pemeriksaan, Setyo menegaskan dia kan diberikan waktu 7 hari X 24 jam , dan akan kita tetapkan ." Ia sudah dijemput Kemarin sudah kita ambil di Nusa kambangan," tegasnya.

Ketika,di tanya perannya, Setyo menjelaskan  pertama dia perannya memberikan dan mendorong untuk amalia-amalia. "Kedua, nanti kita lihat apakah apa terkait langsung dukungan yang lain." Jelasnya

Untuk mengatasi radikalisme, setyo merincinya masalah terorisme itu bukan hanya polisi, terlibat juga BNPT, masalah radikalisasi tugas BNPT membantu. "Artinya semua yang sudah keluar akan mendapat sentuhan, untuk warga negara kita harapkan mereka kembali di jalan yang sama dengan kita supaya kembali ke jalan yang betul," rincinya.

 

Lebih lanjut, Setyo mengungkapkan maka kita harapkan mereka sadar supaya mereka sama-sama hidup  bernegara tidak terkait dengan urusan aliran keras. "Ada perhatian khusus buat mereka,Ada sentuhan khusus. Begitu juga,Maman Abdul rahman.Apa sentuhan khusus, Pasti kita akan buat sentuhan karena memiliki resistensi  kalau mereka mempunyai dan kita pelan-pelan. Tentunya semua masyarakat  kita berbangsa dan bernegara ," ungkapnya.( vk)

Saturday, 19 August 2017 00:37

Disesalkan Adanya Pembakaran Atribut Negara

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Ada aksi pembakaran atribut negara yang dibakar di Di Ormas di Bogor kita terus usut secara intensif di Polres Bogor. Hingga kini disesalkan ada aksi ini dan terus didalami aksi ini untuk ditetapkan tersangka.

Kadiv  Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Jumat (18/8)2017 mengatakan membenarkan ada pembakaran di atribut negara di Diknas, Bogor. Hal ini terjadi sangat disesalkan."Itu disalah satu pondok Pesantren ya kita menyesali ada aksi-aksi seperti itu dan sekarang sedang ditangani oleh Polda Jabar dan Polres Bogor," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan kasus ini kita sedang dalami ya terkait dengan satu aliran atau gerakan . Tapi yang penting kita  mengharapkan tidak ada kejadian pengrusakan , kerusuhan terkait dengan ini. "Sekarang sudah ditangani aparat yang berwenang , Polri  dalam hal ini sudah menangani ,pengecekan dan pendalaman," Tegasnya.

 

Selanjutnya, Setyo menjelaskan
Kemarin sudah diminta keterangan beberapa orang  nanti akan kita tetapkan satu dua orang." Nanti kalau sudah ditetapkan nanti akan dirilis, " jelasnya.(vk)

Wednesday, 16 August 2017 12:56

Dibongkar Penyelundupan Miras Ilegal

Written by

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Penyelundupan miras akhir terbongkar, hal ini dibuktikan Polri melalui Ditpolair

kerjasama Bea Cukai . Hal ini dilakukan untuk mengawasi penertiban barang import, Direkorat Polisi Air menggagalkan

masuknya import miras 6.900 botol  dan 58 pak Cerutu yang tidak membayar pajak melanggar undang-undang cukai

dan pabean kerugian negara sebesar Rp 2, 5 Miliar.

Direktur Polisi Air, Brigjend Lotharia Latif  di temui di Dirpolair , Senin(14/8) 2017

Sinerji dan Kebersamaan Direktorat Pol Air Antar Polri dan rekan-rekan dari Dirjen Bea Cukai ini sesuai dari hasil yang

kita laksanakan ditindak lanjuti  hasil pertemuan sesuai pertemuan 12 Juli 2017 di Kantor Direktorat Jenferal Bea cukai

pada hadir seluruh pejabat negara  yang diundang oleh Ibu Menteri Keuangan pada saat saat itu sudah konform mau

melaksanakan kegiatan penertiban barang import seperti ini dan ini semata-mata memberikan perlindungan pada

masyarakat demikian juga mencegah terjadi penyundupan- barang yang merugikan negara." . Kami mengucapkan

terima kasih atas kehadirannnya rekan-rekan Bea Cukai dan rekan-rekan yang saya hormati bahwa kegiatan yang kita

lakukan ini pada tanggal 5 Agustus 2017 sekitar pukul 03.00 wib kita melakukan upaya penggagalan penyelundupan

miras  diedarkan di wilayah Jakarta dan sekitanya diatas kapal KMP Doloronda Dirilisnya dari Pelabuhan

Kijang,Kepulauan Riau ke Pelabuhan Tanjung Priok  Jakarta,"ujarnya

 

Selanjutnya, Latif menegaskan Kita sudah berhasil dengan tim yang kami bentuk di Barakuda Satpolair dari Baharkam

Polri tetap terus bertukar informasi instansi terkait khususnya dengan Bea Cukai . "Ada kalah menarik dalam kegiatan

kita melihat mereka menggunakan modus-modus baru dengan menggunakan koper-koper seperti berisi barang-barang

biasa atau biasa yang dibawah oleh para penumpang untuk mengelabui  yang dibawa untuk mengelabui tugas yang

dilakukan pengamanan kita mendapatkan 6900 botol seperti yang kita dapatkan," tegasnya.

Latif menjelaskan Ini bukan barang oplosan   semakin meningkatkan sehingga ada kelompok-kelompok memanfaatkan

kebutuhan-kebutuhan dari pengguna miras ini dan ini akan dijual lagi fasilitas ini."Ada beberapa juga cerutu 58 pak 

indikasinya dilakukan pendalaman dengan rekan-rekan Bea Cukai ini adalah salah satu wujud  diharapkan bersinergi

kita tahu kita akan semakin baik makin kuat ketika kita mengorbankan ego sektoral. Justru kita bekerjasama dan terus

kita tingkatkan pengawasan sesuai dengan komitmen pertemuan kita penertiban bahan import di Jelaskan oleh

Kementerian Keuangan,Kapolri dan seluruh instansi terkait," jelasnya. Lebih lanjut, Latif merinci pengembangan kasus

ini dan selanjutnya dengan tupoksi didalam pasalnya huruf A dan F ." .

 

Kepala Kakanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Jakarta, Oenarto wibowo :   untuk pelaksana selanjutnya terkait dengan

fungsi direktorat bea dan Cukai diantara nya kami menyalin dalam bahasa umum miras atau air api atau air panas ,ada

beberapa hasil tembako dalam bentuk cerutu indikasi sementara ada 7 merek dengan beberapa jenis sekitar 6900

botol." Bisa masuk dari cukai dad bea masuk itu bisa dikenakan.undang-undang cukai dan undang-undang pabean

import keluar dari pabrik," ujarnya.

 

Selanjutnya,  Oentarto Wibowo  menegaskan tentunya segera setelah kami nanti menerima berkas perkara ini  dengan

tersangka pelakunya dan kami segera  melakukan penelitian tentu kami aktif abdate degan perkembangan. "Masuknya

miras import ini , berapa kerugian negara. Tadi dikatakan ini modus baru pemain lama terkait dengan Malaysia dan

Singapura," tegasnya. Disinggung kerugian, Penyanyi menandaskan Kerugian negara kira-kira 2,5 Miliar. "Sekitar 750

juta karena barang eks import bea masuk 1,5 miliar mungkin 2,5Miliar kalau berhasil lolos. Melanggar dua undang-

undang paling tidak sekaligus karena undang-undang cukai transport tanpa ijin dan  undang-undang kepabenan,"

tandasnya.( vk))





JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Aksi penipuan yang dilakukan oleh First Anugrah Karya Wisata yang dikenal dengan First Travel akhirnya Bareskrim berhasil meringkus Dirutnya Nadika  Surachman(32) dan Direktur Anies Devita Sari Hasibuan. Kedua ditahan dan diperiksa secara intensif.

Direktur Tindak Pidana Umum(Ditipidum) Bareskrim Mabes Polri,  Brigjen Hery Rudolf Nahak ,Kamis(10/8)2017 mengatakan Soal first travel kita amankan sementara. Saat ini dalam pemeriksaan. "Siang ini kita tentukan apakah yang bersangkutan  kita tetapkan sebagaI tersangka atau tidak. Berdasarkan alat bukti yang terkumpul. Sementara pemeriksaan masih berlangsung,"ujarnya.

Ketika ditanya Pidananya apa, Herry menegaskan yang kita terapkan sesuai dengan laporan dari beberapa agen ya itu penipuan dan pengelapan. "Otomatis nanti ke arah Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU) agar lebih jelas uangnya kemana dan digunakan untuk apa.

Menuding Ancaman, Herry menegaskan ya kira kenakan pasal 372  dan pasal 378  itu dilakukan tentunya akan dikenakan penahanan selama 4 tahun keatas."Modusnya sih, Siapa janji akan memberangkatkan semua yang melakui agen ya. Jadi mereka merekrut agen, dengan biaya tertentu. Nanti masing" agen itu bertugas mencari dan merekrut calon jemaah umroh dengan biaya tertentu. Setelah masuk uang ternyata enggak bisa diberangkatkan,".tegasnya

Disoroti dan dipertanyakan apakah semua enggak ada yg berangkat, Herry menjelaskan Sudah ada yang berangkat." Sebagian besar belum. Jumlahnya ribuan. Nanti sudah lengkap hasil pemeriksaan nanti akan kita sampaikan," jelasnya.

Sebenarnya apa alasan first travel enggak berangkatin , Herry mengakui macem-macam". Belum selesai urus dokumen. Ya macem" lah." Jumlah uang yg terkumpul, lagi dihitung. Karena ini jumlah besar. Jadi modelnya dia janji memberikan umroh murah. Dibayar masuk uang, tapi tidak diberangkatkan," .

Hingga kini belum jadi tersangka, Herry menandaskan ya. Hari ini ditentukan." Ada agen yang melapor, agennya itu. Karena agen sudah didesak oleh calon jemaah. Kok sudah kasih uang janjinya akan berangkat tapi enggak berangkat. Yg buat ini karna jumlah besar

 

Kembali bicara ijin, Herry menuturkan izin first travel dicabut. Jadi enggak bisa berangkatin dong.
Ya dicabutnya kan baru. Tapi ini sudah lama. "Saya kira justru kemenag mencabut izin karena ada masalah itu. Jadi bukan cabut izin terus pada enggak berangkat. Enggak," tuturnya.(vk)

Thursday, 10 August 2017 12:08

Bareskrim Amankan 10 orang Akibat Aksi TPPO

Written by

 

 JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Setelah maraknya aksi tindak pidana perdagangan orang atau penempatan tenaga Kerja Indonesia tidak sesuai prosedural terus terus terjadi, setelah menerima laporan polisi langsung mengejar dan berhasil mengamankan 10 orang,dimana . Kejadiannya pada 10 Juli 2017.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol Ari Dono ditemui di Mabes Polri, Komjen Pol Ari Dono , Kamis (10/8)2017 mengatakan  
perkara tindak pidana perdagangan orang dan atau tindak pidana menempatkan tenaga Kerja Indonesia negeri tidak sesuai prosedur." Sesuai dari laporan polisi
LP/673/VII/2017/Bareskrim, Tanggal 10 Juli 2017," ujarnya

Selanjutnya, Ari Dono menegaskan sesuai pasal sangkaan yang ada
pasal 102 ayat 1 undang undang RI no 39 Tahun 2004 tentang penempatan perlindungan tenaga kerja indonesia di luar negeri dan atau pasal 10 undang undang no RI no 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang, " untuk korban ada 10 orang antara lain inisialnya 1. AN 2. AR 3, MY 4. 5, NJ 6. JR 7. NF 8. SW 9. AN 10, NN dan kejadiannya Senin, 10 Juli 2017," tegasnya. 

Untuk itu, Ari Dono menjelaskan
dari pemeriksaan yang dilakukan ditemukan penampungan PT NURAFIILMAN JAYA, Jalan Ikan Hias No 45 Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur. "Dari pemeriksaan yang dilakukan ditemukan sejumlah barang bukti seperti 29 Pasport, 10 Visa ke Timur Tengah Transaksi keuangan atas nama FADEL ASSAGAF Transaksi keuangan atas nama MULYATI,  Transaksi keuangan atas nama ABDUL RAHMAN Transaksi keuangan atas nama H. ABDUL BADAR Transaksi keuangan atas nama HUSNI AHMAD ASSEGAF," jelasnya.

Dari pengembangan yang ada, Ari Dono merincinya ada 46 Formulir pendaftaran CTKI ke Timur Tengah, ada HP 9 buah ,Dokumen PT. NURAFI ILMAN JAYA, 1 unit kendaraan R4 Merk APV . Ada 5 Unit CPU pendaftaran korban di Medikal ,1 Buku registrasi Lab. "Sementara itu  nama korban 
1 Buku registrasi radiologi korban ,
1 Hasil rontgen korban, 1 Lembar hasil pemeriksaan Lab korban Blangko kosong hasil medical ,
Blangko kosong hasil medical logo Kedutaan . Sedangkan Buku tabungan dan ATM bank Mandiri An Abdul Rahman Assagaf, no rekening 1234," rincinya.

Sesuai data yang ada, Ari Dono menandaskan buku tabungan dan ATM bank BCA an Husni Ahmad Assagaf, no rekening 1234 TERSANGKA, ada 1. FADEL ASSAGAF umur 39 th (penanggung Jawab PT NURAFI ILMAN JAYA,
2. MULIATI, Umur 37 th (Admin PT NURAFIILMAN JAYA) .3. HERA SULFAWATI, Umur 47 th (Pengelola penampungan PT NURAFI ILMAN JAYA) ,4. ABDUL RAHMAN ASSAGAF, Umur 59 th (Pengurusan Visa di Kedutaan Abu Dhabi). "Begitu juga 5. HUSNI AHMAD Assagaf umur 47 th (Direktur PT NURAFI ILMAN Jaya),6. H. ABDUL BADAR, Umur 35 th (Sponsor)," tandas nya.

Menyinggung kronologis, Ari Dono mengakui Pada hari Senin tanggal 10 Juli 2017 sekitar pukul 18.00 WIB Satgas TPPO Bareskrim bersama team Kemenaker RI melaksanakan pengecekan di penampungan TKI di PT NURAFI ILMAN JAYA Jl. lkan Hias No. 45 Batu Ampar Condet, Jakarta Timur. "Ditemukan 10 CTKI yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah dengan tujuan Abu Dabhi yang akan dipekeriakan sebagai PRT, kemudian mengamankan pegawai PT tsb a n. HERA SULFAWAT, dan dalam pengembangan diamankan tersangka an. MULYATI sbg admin dan FADEL ASSAGAF sebagai penanggungjawab PT. dalam pengembangan selanjutnya ditangkap tersangka atas nama Abdul Rahman Assagaf sebagai pengurus visa di kedutaan ABU DHABI dan tersangka HUSNI AHMAD ASSEGAF sebagai Direktur PT NURAFII JAYA, kemudian ILMAN di Jl. dilaksanakan penggeledahan di klinik MEDICAL CENTRE itan Jakarta Timur pada hari Selasa tanggal 8 Agustus 2017 jam 11.30 Wib," akunya. 

Modusnya, Ari Dono membeberkan pada bulan Februari 2017 Korban CTKI Atas nama ANING BINTI OJAT ALA dkk melalui sponsor Atas nama H ABDUL BADAR dan diantar menggunakan kendaraan R4 jenis APV dengan sopir saudara DASEP dikirim ke penampungan PT NURAFI ILHAM JAYA di jalan Ikan Hias No. 45 Batu Ampar, Condet, Jakarta Tmur untuk dipekerakan ke ABU DHABI, dan sponsor mendapatkan fee sebesar 12 juta sampai dengan 17 juta per CTKI." Berdasarkan keterangan dari KEMENAKER bahwa PT NURAFI ILHAM JAYA yang beralamat di Jalan Ikan Hias no 45 Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur pada tahun 2016 sudah dicabut ijinnya akan tetapi masih melaksanakan aktifitas pengiriman TKI ke Timur Tengah," bebernya.

Dari hasil aksi TPPO dan penempatan tenaga Kerja Indonesia tidak sesuai prosedural tersangka mendapat
keuntungan, Ari Dono mengungkapkan 1. Tsk FADEL ASSAGAF mendapat keuntungan dari 110 pengiriman CTKI sejak 2016 sd Juli 2017 sebesar 350.000 USD atau sebesar 4,5 miliar jika dirupiahkan. 2. TSK MULIATI mendapat gaji sebesar 2 juta perbulan dari tersangka Fadel dan bonus. 3. TSK HERA mendapatkan gaji 1,5 juta per bulan dari TSK FADEL dan bonus ."Sedangkan
4. TSK H. ABDUL BADAR mendapat keuntungan sebesar 1,4 miliar dari 110 pengiriman CTKI, 5. Klinik BAKTHIR MEDICAL CETRE mendapat keuntungan sebesar 143 juta dari 110 pengiriman CTKI untuk melakukan melakukan medical cek sebagai syarat penerbitan visa.6. Tersangka ABDUL RAHMAN mendapat keuntungan sebesar 242 juta dari 110 pengiriman CTKI untuk pembuatan visa7. TSK HUSNI AHMAD ASSEGAF mendapat keuntungan sebesar 66 jt dari 110 pengiriman CTKI selaku numpang proses. 8. SABRIN mendapat keuntungan sebesar 660 juta dari 110 pengiriman CTKI selaku yang menghandle urusan bandara namun untuk 10 korban CTKI belum termasuk," ungkapnya tandasnya.

Jadi, Ari Dono menambahkan selama di penampungan para korban CTKI dilakukan pendataan dan interview oleh tersangka MULYATI BINTI KELING Alias MUL kemudian diproses pembuatan passport dan diproses untuk pemberangkatan. Proses tersebut yaitu dilakukan cek medis di KLINIK BAKTHIR MEDICAL CENTRE dan diantar oleh tersangka HERA SULFAWATI. Kedua tersangka tersebut bekerja dan digaji oleh tersangka Fadel Assagaf untuk proses pengiriman para korban menjadi TKI di Abu Dhabi, dan mendapat uang dari agency HONESTY AN MR. HABEEB sebesar 3200 USD/CTKI untuk Abu Dhabi, 2400 USD/CTKl untuk Saudi Arabia dan Bahrain."Untuk penerbitan Visa dilaksanakan oleh tersangka Abdul Rahman Assagaf di kedutaan Abu Dhabi dengan cara membawa hasil medical ke kedutaan Abu Dhabi untuk memproses penerbitan VISA sebagai PRT di Abu Dhabi dan setiap 1 CTKI tersangka mendapat pembayaran 2,2 juta dari Fadel Assagaf," tambahnya.

 

Sesuai Pendalaman, Ari Dono  Setiap melakukan proses penerbitan visa, tersangka Abdul Rahman Assagaf meminta surat persetujuan/ perintah dengan kop surat PT Nurafi Ilham Jaya dan ditandatangani oleh Direktur PT Nurafi Ilham Jaya yaitu tersangka Husni Ahmad Assagaf dan membagi hasil uang pembayaran pengurusan visa dengan tersangka Husni Ahmad Assagaf. (vk)

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.CON)- Aksi pembakaran terhadap MA yang diduga mencuri Amplifier milik Mushala Al Hidayah di desa Urip Jaya Kecamatan Babakan Kabupaten Bekasi (1/8)2017 mendapat perhatian masyarakat. Oleh karena masyarakat diharapkan memahami kasus hukum Polisi adalah bayang-bayang masyarakat.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol
Setyo Wasisto di temui di Mabes Polri, Senin (7/8)2017 mengatakan
Prinsip bahwa kasus ini masyarakat harusnya lebih memahami masalah hukum karena ada prinsip mengatakan bahwa police is the shadow of civilitation. "Polisi itu bayang-bayang dari masyarakat , Kalau masyarakat brengsek pasti polisinya brengsek. Kalau masyarakat bagus dinegara maju bagus pasti polisinya bagus karena Polisi bagian masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan Seperti saya  katakan tadi, Proses hukum memerlukan waktu tidak bisa serta merta ujug-ujuq langsung menentukan  ini salah, oh  ini tidak. "Kita akan cari katakanlah si MA bersalah, dia tidak boleh dihukum dianiaya sampai mati dan apa lagi dibakar. Oleh sebagai berikut  itu kita akan cek keterangan-keterangan  saksi kemudian bukti-bukti di lapangan," tegasnya.

Disinggung Kok polisi engga datang, Setyo menjelaskan
Ditingkat desa kita adanya Banbinkantibmas. Sebetulnya masyarakat itu paham ,Kalau ada kejadian itu masyarakat paham sebetulnya kalau ada kejadian  itu dia tinggal teriak aja pasti ada yang telepon polisi. "Tidak mungkin tidak ,Kalau pun  itu daerahnya luas, Pabelan itu daerah luas itu agak jauh dari markas polisi tapi tidak ada alasan polisi itu tidak hadir," jelasnya.

 

Apakah Pelaku nya sudah ditangkap, Setyo menandaskan  Info Kapolda metro sudah ada 2 orang tersangka. Yang penting tersangka dulu berarti dia terlibat.
"Tadi saya baru dapat 2 tersangka," Tandasnya.( vk)

 


JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)
 Artis Stand Up Comedy (komika), Muhadkly MT atau dikenal dengan nama panggung Acho dilaporkan manajemen PT Duta Paramindo Sejahtera selaku pengelola Apartemen Green Pramuka ke polisi.

Acho dilaporkan pihak pengelola terkait tulisan di blog pribadi serta media sosial miliknya yang dinilai mencemarkan nama baik Apartemen Green Pramuka.

Dari siaran pers resmi yang dibuat Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH) dan SAFEnet yang didapatkan Minggu (6/8/2017), awal mula kasus terjadi pada 2015. Acho menulis keluhan yang dia rasakan di blog pribadi miliknya.

Acho mempertanyakan komitmen pihak pengelola untuk menyediakan ruang terbuka hijau seperti yang dijanjikan pengelola di brosur serta melalui website pengelola apartemen. Janji itu ditagih setelah Acho membeli sebuah unit apartemen di Green Pramuka pada 2013.

"Yang menarik saat itu adalah, di brosur dan websitenya tertulis bahwa nantinya apartemen ini akan berkonsep green living, di mana 80 persennya adalah halaman terbuka. Wow, menarik bukan? Ternyata saya harus menelan rasa kecewa, karena saat ini, apartemen Green Pramuka City sedang membangun 17 tower di atas lahan tersebut," ujar Acho melalui blog pribadinya. Akibat menulis curhat di Media Sosial oleh acho akhir berbuntut panjang sehingga di laporkan mencemarkan nama baik. Melihat hal itu, Polri janji tetap netral melindungi masyarakat dan juga membela pengusaha.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo  Wasisto  ditemui di Mabes Polri, Senin(7/8) 2017 mengatakan Polri prinsip adalah melindungi masyarakat dan melindungi juga pengusaha oleh sebagai berikut itu kita harus lihat juga proses permasalahannya. "Kita harus minta dulu keterangan semua pihak baru kita simpulkan. Karena tidak bisa serta merta orang di Media sosial kemudian disalahkan," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo  menandaskan Sementara dipengusahanya sendiri juga pasti harus ada klarifikasi. Kita harus seimbang. Polisi tidak boleh berpihak, harus netral. Kita harus melindungi semua. "Kita akan melindungi semua masyarakat dan melindungi semua badan hukum. Kita akan klarifikasi dulu kedua-duanya baik dari saudara Aco maupun perusahaan,nanti kita akan klarifikasi semua. Kita.minta keterangan semua jadi tidak ada masalah," tegasnya.

 

Ketika ditanya informasinya  udah p21, Setyo menjelaskan Belum. Kita akan lihat seperti apa kasusnya.
; Nah kita lihat  lah seperti apa khususnya," jelasnya.(vk)

 

.

Saturday, 29 July 2017 02:25

PPATK: Diduga Ada Aliran Dana ISIS Ke Indonesia

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Upaya memberantas aksi dari para terorisme karena ada aliran dana yang dari luar yang turut membiayai pergerakan ini. Dana itu sendiri menjadi pantauan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan( PPATK).

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin di temui pada tingkat di Menko Pulhukam, Kamis (27/7)2017 mengatakan dan membenarkan adanya aliran dana dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah ke Indonesia.
Dana tersebut akan dikirimkan lagi ke beberapa tempat, termasuk ke Marawi, Filipina Selatan."Tidak spesifik Marawi ya, tapi ada uang yang dia (ISIS di Suriah) berikan," ujarnya.

Selanjutnya, Kiagus  menegaskan Terkait temuan aliran dana tersebut, lanjut Kiagus, PPATK telah berkoordinasi dan memberikan laporan ke Detasemen Khsusus Antiteror (Densus) 88 Antiteror Polri.Meski demikian, Kiagus belum bisa memastikan apakah pihak otoritas telah membekukan akun atau nomor rekening yang digunakan untuk menerima dana dari Suriah.Sudah terdeteksi dan sudah kami berikan ke Densus. 
"Saya lupa ya, memang kalau dia (akun) masuk dalam daftar PBB harusnya sudah (dibekukan), tapi saya belum bisa memastikan," tegasnya.

Berdasarkan laporan Institut Kebijakan Analisis KonfliK (IPAC), terdapat bukti-bukti tentang jalur komando antara Suriah dan Marawi, dengan peran penting Dr Mahmud Ahmad asal Malaysia.

Semua petempur yang ingin bergabung dengan Kawasan Asia Timur harus lewat Dr Mahmud, yang juga mengatur pendanaan ISIS untuk operasi di Marawi dengan penyucian uang di Indonesia, melalui Jamaah Ansharud Daulah (JAD).

Pada Januari 2017, misalnya, Dr Mahmud – menurut laporan IPAC – menghubungi Achmad Supriyanto alias Damar, seorang anggota JAD di Banten, yang pernah menjalani pelatihan singkat di Pulau Basilan, Mindanao, akhir Mei 2016.

Dr Mahmud mengatakan, dia memerlukan Damar untuk menerima dana dari Suriah ke Filipina dan memberikannya akun di Telegram untuk dikontak.

Pada Maret 2017, dia memberi tahu Damar bahwa dana 20.000 dollar AS atau sekitar Rp 266 juta sudah tiba di Indonesia dan meminta dia menghubungi orang JAD di Suriah, Munawar, yang kemudian memberi instruksi kepada Damar lewat komunikasi internet Telegram untuk mengambil dari seseorang di Bekasi.

Setelah itu, masih menurut laporan IPAC, Damar mengirim uang itu ke kontak di Fiipina.

Setelah Damar ditangkap tahun 2017, anggota JAD lainnya, Rohmat Septriyanto asal Tegal, yang bertugas sampai dia ditangkap pada akhir Mei.

 Laporan terbaru IPAC ini juga mengkaji bagaimana dua jaringan ISIS di Indonesia terlibat di Mindanao dan akhirnya ditekan untuk berpartisipasi dengan mengirimkan sekitar 20 petempur ke medan perang Marawi.

Beberapa berasal dari JAD dan ada juga dari kelompok kecil yang belum banyak dikenal, al-Hawariyun.

 

Pemimpin kelompok ini, Abu Nusaibah ditangkap November 2016 karena berupaya memicu kekerasan dalam unjuk rasa menentang Dubernur DKI Jakarta saat itu, Basukti Tjahaja Purnama alias Ahok.(vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Kapolri anggap PT Ibu yang membeli gabah dengan harga tinggi ke petani dianggap melanggar ketentuan, walaupun tujuanya untuk kesejahteraan petani. Hasil  tim satgas  adanya dugaan kecurangan sesuai  undang-undang 328 bis, ada dugaan  persaingan  usaha dan dugaan nilai barang tidak sesuai  sebagaimana diatur dalam uu Konsumen.

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri, Kamis (27/7)2017 mengatakan apa yang dilakukan kemarin, itu hasil dari penyelidikan tim bersama antara Polri, Kementerian Pertanian dengan KPPU. Jadi itu hasil penyelidikan selama 1 bulan, ada dugaan saya bilang entah ada perlakuan curang, ada dugaan melanggar  undang-undangnya 328 bis , tentang persaingan usaha  serta diduga  nilai barang tidak sesuai dengan levelnya itu adalah Undang-undang konsumen. "Nah kenapa itu dilakukan lidik  itu dilakukan ini bermula dari sebelum jauh ramadhan  Presiden dalam rapat terbatas Kabinet memerintahkan menginginkan agar ada stabilitas harga, dalam stabilitas harga ini supaya tidak memberatkan masyarakat itu," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan Kalau terjadi kenaikan harga  asli pada masyarakat  memberatkan pemerintah dalam memberikan subsidi .Ini kita melihat bahwa  komuditas-komunitas pangan ini paling tidak ada 3 player, produsen, distributor atau pedagang dan konsumen. "Nah presiden menginginkan agar produsen petani khususnya mereka betul-betul naik kesejahteraan. Kerja keras dua bulan itu betul-betul mengangkat derajat kesejahteraannya," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan Kira-kira jangan petani second zitizen , low class. Pedagang juga mengharapkan mendapat untung tapi jangan sampai untung yang memberatkan terutama konsumen. Petani yang bekerja keras konsumen yang membeli, konsumen juga sama mengharapkan ini masyarakat yang middle mereka ini tidak dibebani dengan harga pangan yang tinggi diatas harga negara-negara lain."
Tujuannya baik membantu petani , membantu masyarakat sekaligus  memberikan peluang dagang supaya mereka dapat untung tapi jangan sampai untungnya berlebihan kemudian diatas kesulitan konsumen. Apa lagi produsen yang kerja keras," jelasnya.

Dikatakan  Tito  dalam operasi ramadhaniah salah satu target kita adalah stabilitas harga pangan selama dua bulan kita lakukan dengan membentuk satgas pangan yang dipimpin Kadiv  Humas Di Supervisi Kabareskrim kemudian bersama kementerian Pertanian KPPU, Kementerian Perdagangan, semua bergerak ternyata dengan upaya perbaikan sistem upaya penegakan hukum alhamdulilah kita,sendiri lihat terjadi stabilitas harga. "Ya, itu menurut kementerian Pertanian tidak terjadi inflasi itu triliunan uang masyarakat dan uang pemerintah yang terselamatkan. Kemudian dengan kejadian itu dari semua komoditas ini yang terpenting adalah beras. Kenapa itu, karena hitungan kementerian Pertanian untuk beras itu 488 Triliun artinya kira-kira hampir seperempat APBN kita," bebernya.

 Tito menandaskan komunikasi penting sehingga kami prioritaskan mewujudkan keinginan pemerintah ini khususnya. Petani beras diuntungkan, pedagang diuntungkab tetapi tidak terlalu memberatkan konsumen. Konsumen juga mendapatkan harga yang relatif dapat dijangkau yang tidak jauh dari negara-negara lain bila perlu lebih murah." Mengapa tidak negara kita subur,sehingga kita melakukan membentuk tim menyasar permasalahan beras. Kita tidak ingin mengintervensi mekanisme  pasar tapi ada aturan-aturan yang harus diikuti seperti masalah perdagangan yang harus feet tidak curang tidak boleh ada monopoli dalam berusaha, tidak boleh menipu konsumen seperti itu lah," tandasnya.

Jadi, Tito mengakui nah sehingga tim ini bergerak melakukan penyelidikan . Dari penyelidikan di dasar pemain besar dulu , tuh tak mungkin pemain kecil. Dampak besar pada pemain besar. Kita,melihat dari tim yang bergerak ini mereka menemukan dugaan. Sekali lagi dugaan saya berkali-kali dugaan ada pelanggaran hukum dalam bentuk persaingan curang, dalam bentuk perlindungan konsumen. "Nah kemarin karena ini tempatnya besar ya, saya dengan menteri Pertanian langsung melihat kesana dan memberikan keterangan dugaan. Memberikan keterangan tujuannya apa,pertama kita ingin menunjukan kepada publik bahwa kita sangat serius menangani permasalahan beras. Mafia-mafia beras itu ada,kita ingin mafia-mafia beras dan kita sudah ingatkan dalam konferensi perss yang lalu kita akan fokus pada mafia beras. Jangan dianggap enteng, ini bukan untuk bahayanya polisi, gagahan yang lain tapi untuk menyelamatkan sekali lagi menciptakan iklim yang baik melindungi petani, melindungi pedagang yang juga yang baik melindungi konsumen," akunya.

Tito katakan  Jadi sekarang tidak perlu  berpolemik, kalau ada yang mau menyampaikan keberatan-keberatan kita gunakan mekanisme jalur hukum."Kalau mau lakukan klarifikasi karena ini perusahaan terbuka silakan klarifikasi. Bagi kami klarifikasi adalah hak dan kamu juga melakukan azas praduga tak bersalah. Tapi pemeriksaan kita jalankan terus. Kalau terbukti bersalah kita akan lakukan proses hukum," rincinya  

 

Menyinggung pernyataan, Tito menambahkan ada pernyataan dari  Mensos mengenai ini barang beras ini bukan beras yang bukan subsidi .  Mensos tidak salah. Yang dimaksudkan oleh ibu Mensos sekarang ini beras yang dibeli oleh Bulog ini diberikan kepada rakyat miskin dalam rangka bantuan sosial. "Yang ada di Karawang itu  bukan itu yang di maksud ,  yang di Maksud bukan beras yang tadi dibeli raskin terus di kemas ulang kemudian di jual bukan tapi yang dimaksud informasi yang saya terima dari Kementerian Pertanian dan Penyidik beras yang dibeli oleh PT ini berasal dari petani , petani ini yang mendapatkan subsidi dari produksinya.  Yaitu subsidi dari harga bibirnya, subsidi pupuknya, jadi pemahaman subsidi disini diartikan rakyat miskin itu. Jadi ini tidak bisa di bandingkab apel to apel. Jadi ibu Mensos tidak salah dengan kliennya tapi yang tidak salah untuk itu," tambahnya.( vk)

Thursday, 27 July 2017 02:58

PT Ibu Beli Gabah Petani Mahal Malah Di Tahan

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Terkait ada dugaan kecurangan harga beras sehingga penggeledahan di lakukan di PT IBU , pasal ada pelanggaran aturan dimana pembelian gabah petani dibeli lebih mahal dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di temui di Mabes Polri, Selasa( 25/7)2017 mengatakan, PT Indo Beras Unggul (IBU) dianggap melanggar peraturan karena membeli gabah dari petani lebih mahal daripada harga yang ditetapkan pemerintah.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47/M-Dag/Per/7/2017 disebutkan harga acuan pembelian di petani sebesar Rp 3.700 per kilogram untuk gabah panen, dan Rp 4.600 per kilogram untuk gabah kering giling.

"Harga Rp 3.700 ini dibeli dengan harga 4.900. Kan untungkan petani, tapi penggiling kecil mati," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan Tindakan tersebut, justru mematikan bisnis penggiling gabah yang semestinya terlibat dalam rantai produksi.Selain itu, diduga ada pemahalan harga jual beras yang diproduksi PT IBU.Normalnya, beras dibanderol dengan harga sekitar Rp 9.500 per kilogram. Namun, beras berbagai merek yang diproduksi PT IBU dijual dengan kisaran harga Rp 13.700 hingga Rp 20.400 per kilogram."Sehingga dijual dengan harga yang dua kali lipat ini sangat tidak berkeadilan. Kalau sampai Rp 20 ribu tidak wajar, tidak adil bagi petani," tegasnya.

Lebih jauh, Setyo menjelaskan PT IBU merupakan anak perusahaan dari PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) yang beroperasi sejak 2010. PT Sakti yang juga di bawah PT TPS melakukan modus yang sama dengan PT IBU, namun merek beras berbeda.Sejak berdirinya PT TPS, sejak itulah cara-cara yang dianggap curang itu dilakukan.
"Mengakuisisi penggilingan yang kecil-kecil di Bekasi, Karawang, Sragen. Kalau dihitung dari situ, hitungannya (kerugian negara) memang lumayan besar," jelasnya.

Penyidik juga menganggap PT IBU tidak mencantumkan nilai kandungan gizi yang sebenarnya pada label kemasan.

Hal itu diketahui saat dilakukan tes di laboratorium.

Dalam kasus ini, penyidik belum menetapkan tersangka.

Sebanyak 17 saksi sudah diperiksa, mulai dari karyawan PT IBU hingga petani yang gabahnya dibeli.

Nantinya, pelaku akan dikenakan Pasal 383 KUHP dan pasal 141 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 382 BIS KUHP tentang Perbuatan Curang.

 

Beras yang diproduksi terdiri dari berbagai merk, antara lain Ayam Jago, Maknyuss, Pandan Wangi, dan Rojo Lele. Beras tersebut dicampur seolah kualitas baik, padahal kualitasnya rendah.(vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-  Pemberantasan  Narkoba dilakukan tim  bersama Polri, Bea Cukai, BNN. Kali ini berhasil meringkus 8  pelaku yang menjadi bandar dan 1 orang tewas. Ini satu tindakan Polri melakukan penembakan bentuk tindakan tegas apa bila melakukan perlawanan.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian di temui di Polda Metro Jaya, Jumat(20/7)2017 mengatakan Pada pagi hari ini sengaja kita laksanakan press rilis bertiga instansi yaitu Menteri Keuangan membawa Bea Cukai , Polri kemudian BNN. Ini ekspos rekan-rekan sudah paham sudah banyak dicover oleh Media terlebih barang bukti yang disita ini salah satu sabu 1 ton ini adalah sudah di konfirmasi  Arman  Deputi penindakan ini lah jumlah terbesar pernah kita sita selama ini penanganan kasus narkoba . "Dulu memang pernah ada di Polda Metro jaya juga hampir 900 kg sabu  lebih , perma juga di BNN 800 kg sabu lebih , pernah 2 tahun lalu di Polda Metro  600 kg Sabu tetapi ini yang terbesar  1 Ton Sabu melibatkan sindikat Taiwan dan melibatkan jalur laut ini menariknya mereka menggunakan jalur laut sampai menggunakan kapal pesiar dari Taiwan Jalur Cina Selatan ke Johor  ke Selat Malaka  mengambil barang di perairan  Denmarsit transfer itu menyelusuri pantai barat  sehingga masuk selat Sunda," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan Setelah droping dilaksanakan kemudian Kapal ini bergerak lagi ke laut Jawa selat Karimata dan kemudian lewat Batam. Kemudian kita lakukan kerjasama dengan Bea Cukai dengan Ibu Menteri Keuangan alhamdulilah  Kapal-kapal pengemar Bea Cukai  bersama Polair ini berhasil mengejar mengangkat kapalnya  sekarang kapalnya rekan-rekan sudah paham dari Batam dan kita juga ke barang narkoba lain jenis lain di dalam kapal itu mungkin diselipkan oleh karena hari ini lagi naik dok setelah itu nanti akan diperiksa secara men detail. "Yang ingin kami jelaskan pada press confcerns ini bahwa apa yang rekan-rekan muat  disampaikan ke publik kemarin itu hasil kerja sama antara 3 instansi yaitu Polri, Kementerian Keuangan Bea Cukai serta BNN. Dari segi informasi ada 3 Instansi dan di lapangan kita juga bekerjasama," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan Jadi inilah kerjasama nanti bisa memotong suplay-suplay disamping itu . Kemudian sudah saya sampaikan Polri bertekat untuk memberantas Narkoba ini dan bahkan kita akan mengambil tindakan tegas pada para pelaku dan bandar-bandar utama. Kemudian juga lebih positif lagi warning kita pada pelaku-pelaku asing  karena jelas pelakunya banyak warga negara asing yang mengangkat bahwa indonesia inilah salah satu tujuan utama. "Ya di Singapura keras undang-undangnya , Malaysia keras, di Filipina tindakan keras disana hanya mereka melihat sebagai potensial market kita dianggap lemah bertindak hukum kita dianggap lemah sehingga mereka merana lelah di Indonesia. Untuk itu lah kami menekankan jajaran Polri kami akan menindak tegas dan keras terutama pelaku-pelaku ini," jelasnya.

Itu sebabnya, Tito merincinya sudah saya sampaikan ya selesai secara adat melawan tembak. "Dalam kasus ini satu orang tertembak mati warga negara Taiwan. Kemudian hari Selasa saya juga memberikan apresiasi Kapolda Metro Jaya dan BNN karena sharing informasi kembali ada jaringan warga negara asing tangkap 40 kg sabu dan satunya juga melawan ditembak mati. Ini kita akan lakukan tindakan ini  terus. Itu kira-kira lakukan," dingin ya.

Di tempat yang sama Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan Saya atas nama tim kami Bea dan Cukai  menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia dan BNN karena selama ini  didalam menjaga perbatasan wilayah negara indonesia dari tindakan-tindakan akan penyelundupan termasuk dalam hal ini penyelundupan barang-barang narkoba yang berbahaya. "Tadi telah disampaikan oleh Kapolri bahwa bea cukai dapatkan informasi dari kepolisian republik indonesia dan ditangkap kan 1 ton metapitamin atau sabu dalam hal ini ditenggarai bahwa kapal yang membawa akan melarikan diri  ke Taiwan," ujarnya.

Itu sebabnya, Sri menegasnya Jajaran Bea dan Cukai menggunakan seluruh peralatan kapal maupun radar 2 kapal secara spesifik Bea Cukai 7005 dan Bea Cukai 8006 bergerak didalam menindaklanjuti  laporan oleh tim Bea Cukai di jajaran Kapolri. Ini juga bekerjasama dengan jajaran TNI Angkatan Laut serta Polisi Air dan udara. Diketahui kapal tersebut berada di Perairan Bangka belitung dan kemudian kita bergerak ada di dekat titik yang  diduga diperairan Tanjung Berahin. "Didalam proses pencarian radar 7005 menangkap sebuah objek diperairan Tanjung Berayun terakhir merupakan kapal Wanderlust itu kapal yang membawa sabu on methampetahmine dan sesuai dengan temuan tim patroli laut Bea Cukai melakukan pengecekan dan menyelamatkan kapal tersebut untuk melakukan penelitian lebih lanjut," tegasnya.

Untuk itu, Sri Mulyani menjelaskan Tim patroli Laut dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membawa kapal tersebut dibidang tangkapan Bea Cukai Batam Tanjung Pucang . Kami kementerian Keuangan sangat mengapresiasi jaringan kerjasama luar biasa erat yang saya rasakan saat ini pimpinan Bapak Kapolri Jenderal Tito didalam kami sama-sama untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia dari berbagai macam bahaya baik bahaya dari ancaman philadelphia mau pun bahaya tekanan ekonomi penyelundupan kami sudah melaksanakan kerjasama menangani berbagai macam importir yang jelas mengalami resiko tinggi. "Seluruh kerjasama yang erat ini bekerjasama dengan BNN dan TNI akibat karena kami melaksanakan apa yang diarahkan Bapak Presiden  kepada kita semua untuk menangkap berbagai macam kegiatan-kegiatan ilegal kapal Wanderlust sudah menjadi target operasi di 4 negara selama dua bulan," jelasnya.

Lebih lanjutnya, Sri Mulyani merincinya Presiden Jokowi telah menginstruksikan keseluruh apara instansi yang memiliki kewenangan untuk bekerjasama dan kita alhamdulilah di perairan indonesia juga menangkap barang bawaannya.  "Saya juga menghimbau pada seluruh nelayan berbagai kegiatan yang mencurigakan dan kegiatan ini ship to ship pemindahan jadi kalau nelayan kita mengetahui dan melihat adanya kegiatan yang mencurigakan tentu bisa menyampaikan para yang berwajib apa itu Bea Cukai, BNN ,Polri maupun TNI," rincinya.

Itu sebabnya, Sri Mulyani menandaskan demikian saya memberikan apresiasi Bea Cukai melaksanakan tugasnya sangat baik bersama-sama BNN, Polri serta TNI . "Ini dilakukan untukmenjaga Negara Republik indonesia dan Bea Cukai akan melakukan tugas baik memberantas Kejahatan  pengamanan penerimaan negara," tandasnya.

Disamping  itu , Direktur  Penindakan BNN, Irjend  Arman Depari mengatakan Pada kesempatan kami sampaikan ucapan selamat dan penghargaan petingginya atas kerja yang luar biasa yang dilakukan oleh kepolisian khususnya Polda Metro Jaya kalau kita lihat kelihatannya sangat baik sebagaimana di sampaikan Bapak Kapolri setiap daerah kepolisian wilayah kita melakukan penangkapan dan tindakan-tindakan barang kali pemberantasan tidak cukup sampai disana karena ternyata pasokan yang masuk di Jakarta. " Ini kita bisa mengsimpulkan ternyata para pengguna dan para pecandu masih cukup banyak. Ini tugas kita bersama dan situasi perkembangan narkoba di kawasan Asean memang agak sedikit berbeda pada waktu yang lalu adanya tindakan tegas beberapa negara  khususnya tentunya narkoba yang masuk dan suplay akan mencari pasar yang baru new market dan salah satunya pasti akan masuk ke indonesia," ungkapnya.

Serliring dengan itu, Arman menegaskan dan juga pada waktu-waktu yang lalu segi tiga emas merupakan momok buat kita,tapi ternyata dengan perkembangan ketika jenis alami heroin itu kurang begitu diminati  bergeser phsykoaktif ansensif yaitu sabu dan ekstasi maka sindikat itu pun bergeser ke sungai mekong . "Itu saya,kawatir dari sekarang ada mekong target seperti Pak Kapolri sampaikan di Mianmar dan Thailand ," tegasnya.

Jadi, Arman menjelaskan nah ini menjadi perhatian bersama,sekali lagi seperti kebijakan yang sama Kapolri tindakan tegas apa yang kita lakukan dan kita akan mengejar mengacung sindikat ini dengan peralatan yang kita miliki kita mengunakan senjata karena senjata untuk menghadapi kejahatan." Itu yang perlu sampaikan sebesar-besarnya atas keras keras saudara-saudara," jelasnya.( vk)

 

 

Sunday, 16 July 2017 00:32

Polisi Bantah Ada Permainan Penerimaan Akpol

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Adanya dugaan penyalagunaan atau kolusi dalam rekrutmen Akpol dan itu dibantah oleh Mabes Polri serta menjelaskan tidak kolusi dan tidak ada penyalagunaan. Mabes Polri menginstruksikan kepada jajaran ya melaksanakan rekrutmen sesuai dengan kuota yang ada.

Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Jumat(14/7)2017 mengatakan terkait dengan rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol) tidak ada kolusi atau katakanlah penyalagunaan yang dilakukan. "Dari Mabes Polri itu sudah memberikan kepada seluruh jajaran Polda yang akan melaksanakan rekrutmen ,diantara pengarahan itu melalui surat-surat telegram yang diberikan ditentukan jumlah atau kuota yang dikirim masing-masing Polda," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan Untuk Polda Sumatera Utara itu ditentukan pengirimannya 14, dari rangking 1 hingga rangking 14. Yang kemudian dari rangking 1 hingga rangking 14 ini dikirim kalau ada 1 yang kemudian diluar dari rangking 1 hingga rangking 14 ini ada 1 penambahan itu umumnya dilakukan oleh Mabes Polri untuk menampung kemampuan-kemampuan ada tidak sesuai dengan jumlah kuota." Dari rangking 1 hingga rangking 14 Polda Sumut sudah mengirimkan sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh Mabes Polri , yang bersangkutan sudah dirangking 1 hingga rangking 14 tetapi ada 1 penambahan sesuai talen scoping yang ada," tegasnya.

Untuk itu, Martinus menjelaskan Taken scoring karena kemampuannya kemudian karena dia berprestasi ini dikirim juga untuk tes tingkat pusat. Yang bersangkutan belum tentu juga untuk bisa berhasil di tingkat pusat kenapa karena semua yang dikirim ini kan melalui seleksi mereka akan diseleksi sama dengan seleksi awal." Pemeriksaan. Administrasinya,pemeriksaan kesehatannya ,pemeriksaan akademika, coldinya, itu akan dilakukan pemeriksaan lagi. Sama seperti Polda Jawa Barat(Jabar) tadi ditentukan 24 ditambah 4 itu adalah kebijakan Pusat kemudian dibenarkan namun belum ditentukan yang bersangkutan lulus karena dia harus terutama mengikuti seleksi yang sama di tingkat Pusat di Semarang," jelasnya.

Lebih lanjut, Martinus merinci Taelen Scoting itu dipilih karena kemampuan saja dan nilainya 26 tapi karena dalam situasi berprestasi karena kesehatannya standar itu yang menjatuhkan rangkingnya turun ya bisa saja.
"Oh tidak itu kewenangan Mabes Polri diusulkan bahwa ini berprestasi,bisa dijadikan taelen scoting  oleh Mabes Polri. Sama dengan di Polda Jabar dari 24 kemudian diusulkan ada penambahan menjadi 28," rincinya.

Menyinggung untuk peringkat 26 masuk, penilaiannya apa, Martinus membeberkan Itu berdasarkan Taelen Scoting dari kepolisian daerah setempat disetujui oleh Mabes Polri untuk bersama-sama tingkat pusat. Keterlibatan pejabat Polda tidak ada. Itu tidak ada. Saya tidak tahu tetapi saya tahu memang ada 1 yang ikut jadi ada 15 yang dikirim. 14 Pria dan 1 wanita." Semua ditambahin termasuk Polda Jabar ditambah 4. Saya kira itu umum apabila ada usulan dari daerah yang kemudian bisa mengatakan cukup baik dan berprestasi satu sisi," bebernya.

Seiring dengan itu, Martinus mengakui Dasarnya dari taelen scoting, karena keberhasilannya, prestasinya. Kalau keputusannya tentang jumlah quota kirim.  Tapi dalam kuota kirim bisa juga lebih  misalnya ada 100 yang mendaftar 10 ditambahkan dua atau ditambahin satu biasa sama-sama tes. Prinsipnya untuk mendapatkan benar-benar teruji lulus seleksi.
" Ada kriteria dan berdasarkan usulan dari Polda setempat dan.kemudian disetujui..
Bagaimana Polda mengusulkan untuk di ajukan?  Ya misalnya dia berprestasi dari satu sisi ,misalnya itu ada 5 atau 6 item seleksi tes kesehatan,sekali ada dua kali kemudian ada physcotes,ada seleksi administrasi ,ada akademik,ada tes potensi akademika,ada kesamaptaannya. Ada 6 item, kemudian dilihat dia berprestasi yang memungkinkan untuk dia ikut test di tingkat pusat. Ini kemampuan anak sendiri," akunya.

 

Jadi, Martinus menambahkan Ini ada kemampuan ,misalnya dia jago menembak melebihi yang lain? Itu bisa jadi. Artinya dia memilik prestasi, melebihi kemampuan yang lebih dari satu sisi. "Bisa juga akademis. Sekarang masuk perguruan tinggi dilihat dari semester satunya di SMA dan dikumpulkan pada tingkat atas, ini jalur dan prestasi ini dipakai dalam rekrutmen untuk mendapatkan hasil yang lebih baik," tambahnya.(vk)

Page 6 of 22

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka...
    TEGAL(KORANRAKYAT.COM)Konektivitas dalam hal transportasi sebagaimana yang sering disinggung oleh Presiden Joko...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar rapat terbatas untuk...
    BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) - Bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah terjaring Operasi Tangkap...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan