Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Last Updated on Nov 11 2018

Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden mengendarainya untuk menghadiri acara Deklarasi Jabar...
Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang
Last Updated on Nov 11 2018

Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang

      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi kepada 100 musisi yang akan tampil pada pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu 2018.     “Saya sangat mengapresiasi dan terharu atas antusias para musisi Bengkulu...
Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri
Last Updated on Nov 11 2018

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.         Padahal, puncak...
Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo
Last Updated on Nov 10 2018

Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo

        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo kemudian menuju Gedung Sate. Di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat ini, Presiden kemudian...

World Today

TANGERANG(KORANRAKYAT.COM)  Sebuah ledakan di pabrik pengemasan kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, menewaskan puluhan pekerja, Kamis (26/10). Kepolisian menyelidiki perizinan gudang yang menyimpan bahan-bahan peledak berdaya ledak rendah tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengatakan, polisi akan menyelidiki data dan dokumen perizinan gudang kembang api tersebut. "Kami selidiki," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Sejauh ini, yang diketahui adalah gudang dan pabrik pengepakan itu merupakan usaha PT Panca Buana Cahaya Sukses. Perusahaan itu dimiliki Indra Liyono (40 tahun) yang saat kejadian berlangsung tengah berada di Malaysia. Kegiatan di parik tersebut, menurut kepolisian, telah berlangsung sekira dua bulan belakangan.

Hingga kemarin malam, pihak kepolisian melansir jumlah korban meninggal terkait ledakan di gudang yang berlokasi di Jalan Raya SMPN I Kosambi, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, itu mencapai 47 orang. Sedangkan, para penyintas yang mengalami luka-luka terhitung 46 orang. Sebanyak 103 orang tercatat bekerja di pengepakan tersebut.

Menurut keterangan sejumlah saksi, kejadian terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta, mengatakan, ledakan bersumber dari arah depan gedung. "Sementara terbakar dari gedung depan, kemudian menjalar ke belakang. Korban menumpuk di belakang untuk menghindari api dari depan," kata Nico usai meninjau lokasi.

Sepuluh mobil pemadam kebakaran kemudian dikerahkan guna memadamkan api. Sekira empat jam selepas ledakan pertama, api berhasil dijinakkan. Pihak kepolisian dan warga kemudian menemukan puluhan korban meninggal di bagian belakang gudang. Indikasinya mereka tak mendapatkan akses ke luar gedung akibat pintu belakang terkunci.

Nico Afinta menuturkan, penyidik telah meminta sejumlah saksi dari pengelola perusahaan guna mengonfirmasi jumlah karyawan dan perizinan. Ia menjelaskan, petasan alias mercon dan juga kembang api termasuk dalam bahan peledak kelas low explosive

“Namun begitu, pembuatan, penyimpanan, perdagangan, dan memainkannya harus patuh pada prosedur hukum, keamanan, dan keselamatan tertentu. Polisi berkepentingan tentang ini.”

Penyidik Polres Metro Tangerang Kota, Banten, juga akan memeriksa Indra Liyono. “Kami akan klarifikasi mengenai izin usahanya,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan. Sejauh ini, Harry menuturkan, pemilik gudang tersebut masih berada di Malaysia, tapi kemungkinan akan kembali ke Indonesia.

Harry menyatakan, polisi akan menggali perizinan dan kegiatan produksi kembang api di gudang petasan milik Indra tersebut. Selain itu, penyidik kepolisian akan mendalami sistem standar keamanan gudang petasan yang berdekatan dengan permukiman warga tersebut. Penyidik kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk warga dan pengelola gudang petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses.

Harry mengatakan, korban luka dibawa ke tiga rumah sakit di sekitar Tangerang, yakni Rumah Sakit Ibu dan Anak BUN di Kota Tangerang, RS Mitra Husada Tangerang, dan RSUD Tangerang. Sedangkan, jenazah korban meninggal dilarikan ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kepala Pusat Pelayanan RS Polri Kramat Jati Kombes Sumirat memaparkan, sehubungan kebanyakan jenazah sukar dikenali, identifikasi akan segera dilakukan oleh tim dokter. Menurutnya, jika banyak data yang ditemukan seharusnya dalam waktu kurang dari 24 jam, seluruh jenazah sudah bisa diidentifikasi.

“Makanya tadi saya sampaikan, barang yang melekat pada jenazah itu apa saja perlu didata. Kalau jenazah terbakar, susah mengidentifikasinya,” kata Sumirat.

Polda Metro Jaya juga telah menyediakan posko orang hilang di RS Polri mulai Kamis (26/10) sore. Posko tersebut guna memfasilitasi keluarga korban kebakaran pabrik petasan di Kosambi, Tangerang. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Umar Shahab, mengimbau bagi keluarga korban yang merasa kehilangan keluarga korban untuk segera melapor ke polres dan polsek setempat dan membawa data gigi-geligi. (vx)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata kembali terjadi, uniknya sarannya terjadi pada mobil rumah sakit milik Freeport yang sedang melintas dari arah Tembaga Pura menuju rumah sakit. Penembakan terjadi pada Selasa(24/10)2017 mengenai helm pengemudi dan paha kanan penumpang bernama Serina Kobogau.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto, Selasa (24/10)2017 dalam keterangan tertulis mengatakan  PT Freeport kembali diserang kelompok kriminal bersenjata. Untuk  kali ini sasarannya adalah mobil rumah sakit milik Freeport di Utikini Lama, Tembagapura pada hari ini sekira pukul pada pukul 14.45 WIT. Uniknya terjadi pada kendaraan yang membawa enam orang dengan pengemudi Lexi Titalessy itu, ditembaki saat melintas dari arah Tembagapura menuju Rumah Sakit Banti. "Setelah sampai di Utikini Lama, ditembaki dari arah sebuah gedung lama yang ada di tempat kejadian oleh belasan orang," ujarnya.

            Selanjutnya, Rikwanto menegaskan tembakan tersebut mengenai helm pengemudi dan paha kanan penumpang bernama Serina Kobogau yang baru melahirkan.  Sesuai perkembangan sementara itu, penumpang lainnya terkena serpihan kaca. Adapun, penumpang lain dalam mobil tersebut yaitu Dokter Rendi, bayi Serina, suami Serina bernama Tomy Dibitau, dan pegawai medis bernama Anditiya Ocha Ferdiana.Kepolisian di Papua langsung berkoordinasi dengan Brimob dan TNI untuk mengejar para pelaku.                

         Setelah kejadian, korban dibawa ke RS Banti dan langsung melaporkan kejadian. Ocha, pegawai medis, menjelaskan kejadian tersebut via radio kepada Polsek Tembagapura. "Bahwa dalam perjalanan mendengar satu suara letusan dari arah sebuah gedung lama yang ada di sekitar lokasi kejadian. Dan setelah melintas di lapangan Utikini lama ditembaki sekitar toga kali dan melihat belasan orang di dalam sebuah gedung lama tersebut," tegasnya.

           Untuk itu, Rikwanto menjelaskan pihak kepolisian sangat mengecam tindakan kelompok kriminal bersenjata tersebut.  Dari peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, kendaraan patroli keamanan internal PT Freeport Indonesia di area mile 67 juga ditembaki kelompok bersenjata.” Nampaknya aksi penembakan  ini juga yang terjadi Sabtu (21/10/2017) itu menyebabkan dua kendaraan PT Freeport yang dikemudikan Muhamad Jamil dan Joe Hacth berkebangsaan Amerika Serikat terkena tembakan di bagian sebelah kiri,” jelasnya.

           Dari kejadian tersebut juga membuat dua anggota Brimob dari Detasemen B Mimika mengalami luka tembak saat baku tembak. Salah satunya, Briptu Berry Pratama, tewas dalam pengejaran kelompok bersenjata tersebut.(vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Munculnya pro kontra kehadiran Densus Tipikor selain dananya jauh lebih besar dari KPK yang hanya Rp. 734, 2 M,  tahun 2017 karena negara tak  ada anggaran  dikepras Rp. 250 M yang sebelumnya  tahun 2017  mencapai Rp. 991,8 M sementara Densus Tipikor cukup siknifikan hampir 2,6 Trilliun, selain itu juga adanya kewenangan institusi Kejaksaan  yang harus tergeser,  Sementara Kapolri Jamin tak akan caplok wewenang  Kekejaksaan.   

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri, Jumat (13/10)2017 mengatakan yang kita harapkan bagi Densus Tipikor seperti Densus 88,artinya penanganan Tipikor kepolisian terkonseterkosentrasi ada satgas-satgas di Provinsi-provinsi. “Ini sama dengan Densus 88 dan penangan  kasusnya kita harapkan bisa bersinergi dengan Kejaksaan ,” ujarnya .

 

Selanjutnya, Tito menegaskan  Kalau tidak satu atap tidak jadi masalah mungkin dibentuk tim khusus yang bisa berkontak langsung sejak langkah penyidikan  sehingga tidak terjadi bolak balik perkara seperti di Densus 88. Ada tindak khusus penuntutan terorisme yang mereka berlabel Dengan Densus 88  utuh. “Kita berharap nanti dari Pihak kejagung untuk bentuk satu tim khusus  tanpa mengurangi kewenangan kejaksaan  untuk melakukan penyidikan  penuntutan kasus-kasus yang ditangan Densus Tipikor ini,” tegasnya. 

 

Untuk itu, Tito menjelaskan dibentuk tim Khusus dimana nanti Densus Tipikor ini paham mitranya siapa kita harapkan tujuan hanya satu . “Jangan sampai nanti terjadi bolak balik perkara karena sejak awal sudah paham satu presepsi tentang kasus itu yang ditangani,” jelasnya.

            Tito menandaskan  kita bicarakan dulu jangan beradai-andai .Saya belum mendapat informasi seperti itu. Kita susah sampaikan pada penyelidikan kita dengan Komisioner KPK waktu saya datang kesana. “Pada saat itu disampaikan akan dikaji sebenarnya tidak berkeberatan. Ini dilakukan untuk keterbukaan. Saya sekali lagi tidak mau menanggapi , karena saya belum mendengar sendiri.,” tandasnya.

 

Ketika ditanya tentang gaji Densus Tipikor, Tito mengakui tidak apa-apa karna Densus Tipikor ada Sistem rekrutmen. Nanti ada rekrutmennya yang khusus kepada mereka yang diangkat berinteritas dengan KPK. “ Ada asisment dalam rangka sehingga yang dipilih kita anggap betul-betul berintegritas dan komitmen kepada Densus Tipikor. Wajar juga bagi mereka yang lukus dan mendapatkan  system penggajian yang lebih dari yang lain,” akunya.

Sementara Kejagung HM Prasetyo mempertanyakan payung hukumnya, apa memang sudah ada aturannya  Menurut Prasetyo, saat ini Korps Adhyaksa telah membentuk Satuan Tugas Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (‎P3TPK). Sehingga apa yang sudah ada di Kejaksaan Agung bisa digunakan lebih baik.

"Jaksa selayaknya tidak ditarik untuk gabung dalam lembaga baru Polri tersebut," ujar Prasetyo dalam ruang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9).

 

Menurut politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini apabila Kejaksaan Agung digabung dengan Satgas Tipikor, maka ia takut akan adanya tumpang tindih institusi penegakan hukum antara Kejaksaan Agung dengan Polri.

"Sehingga nantinya mengurangi masing-masing independen penegak hukum," katanya.

Dengan demikian, dia berharap Densus Tipikor bisa berjalan sendiri tanpa melibatkan dari Kejaksaan Agung. Namun dia menilai wacana yang digagas oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sangatlah bagus untuk meningkatkan kinerja Korps Bhayangkara ini."Jadi untuk selanjutnya agar Densus Tipikor ini tentunya bisa melaksanakan tugas sendiri," pungkasnya.

Menurut Prasetyo, saat ini Korps Adhyaksa telah membentuk Satuan Tugas Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (‎P3TPK). Sehingga apa yang sudah ada di Kejaksaan Agung bisa digunakan lebih baik."Jaksa selayaknya tidak ditarik untuk gabung dalam lembaga baru Polri tersebut," ujar Prasetyo dalam ruang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9).

 

.           Menurut politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini apabila Kejaksaan Agung digabung dengan Satgas Tipikor, maka ia takut akan adanya tumpang tindih institusi penegakan hukum antara Kejaksaan Agung dengan Polri."Sehingga nantinya mengurangi masing-masing independen penegak hukum," katanya.

Dengan demikian, dia berharap Densus Tipikor bisa berjalan sendiri tanpa melibatkan dari Kejaksaan Agung. Namun dia menilai wacana yang digagas oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sangatlah bagus untuk meningkatkan kinerja Korps Bhayangkara ini."Jadi untuk selanjutnya agar Densus Tipikor ini tentunya bisa melaksanakan tugas sendiri," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sebelumnya menyatakan persiapan pembentukan Densus Tipikor terus dilakukan. ‎Bahkan dia menyebut telah menyiapkan gedung untuk unit kerja baru tersebut, yakni di gedung lama Polda Metro Jaya. Ia menambahkan, Polri juga telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) untuk menyiapkan Densus Tipikor yang terdiri dari Asisten Perencanaan (Asrena) dan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim).

 Selain itu, Tito mengatakan, Polri juga telah menggelar focus group discussion (FGD) dengan pihak eksternal. Wacana pembentukan Densus Tipikor Polri berkembang dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama Kapolri. Wacana tersebut muncul karena sebagian anggota Komisi III mempertanyakan peran Polri dalam pemberantasan korupsi.(vk/as)

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  -Terkait adanya kasus penembakan tiga  personil Brimob di Blora, Jawa Tengah tetap menjadi perhatian untuk segera diselesaikan dan untuk personil yang terbukti bersalah jika di temuka adanya pelanggaran  terhadap tata cara pengguna senajata api akan  mendapat sanksi yang cukup keras dilingkungan Polri.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri, Jumat (13/10) 2017 mengatakan, kepolisian tengah melakukan investigasi internal terkait kasus penembakan tiga personel Brimob di Blora, Jawa Tengah.Tak menutup kemungkinan, sanksi juga akan dijatuhkan kepada personel yang terbukti bersalah jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap tata cara penggunaan senjata api."Termasuk pembinaan dan pengawasan oleh pimpinan satuan kerja yang bersangkutan, maka kami juga memiliki aturan tentang sanksi yang cukup keras di lingkungan Polri " ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan selain itu, harus ada pertanggungjawaban yang disampaikan pada setiap penembakan. Tata cara peminjaman senjata api juga melalui aturan yang ketat bahkan melalui tes psikologi.Aturan-aturan tersebut diberlakukan sesuai dengan prinsip dalam negeri maupun internasional."Termasuk Perkap tentang perlindungan HAM bagi anggota masyarakat dari petugas Kepolisian," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan  saya berharap agar insiden tersebut tak membuat publik melakukan generalisasi terhadap semua anggota Kepolisian terkait penanganan senjata api. Sebab, ada ribuan anggota Kepolisian yang memegang senjata api tetapi tak pernah ada masalah."Ini hanya satu dari oknum anggota yang melakukan pelanggaran," jelasnya.

Dari informasi yang di himpun, tiga personel Brimob, Kepolisian Daerah Jawa Tengah tewas diduga akibat ditembak rekannya sendiri, Selasa (10/10/2017) pukul 18.30 WIB.TKP penembakan tersebut berada di tempat pengeboran sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) 01 di Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Keberadaan anggota subdit 4 Sat Brimob Pati itu dalam rangka mengamankan proyek vital nasional yakni PT SGT 01.Saat peristiwa tersebut terjadi, terdengar suara tembakan tiga kali dan usai itu ditemukan korban tewas tiga anggota Brimob, yakni Brigadir Kepala (Bripka) BT dan Brigadir BW serta Brigadir AS.Diduga pelakunya adalah Bripka BT yang menembak dua rekannya sendiri karena masalah pribadi.(vk)

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  – Dengan adanya KPK ternyata masih belum cukup Untuk itu Polri membentuk Detasemen  Khusus(Densus)Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi(Tipikor) ternyata tidak sedikit biayanya, cukup fantastis  Polri butuhkan dana sekitar Rp 2,6 Triliun. Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di temui di gedung DPR RI usai dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Kamis(12/10) mengatakan total anggaran untuk membentuk Detasemen Khusus (Densus) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Polri mencapai sekitar Rp 2,6 triliun.Hal itu disampaikan Kapolri dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Kamis (12/10/2017)."Mohon dukungan pada saat nanti rapat dengan pemerintah untuk pemenuhan anggaran sarana prasarana," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan anggaran tersebut termasuk untuk belanja pegawai 3.560 personel sekitar Rp 786 miliar, belanja barang sekitar Rp 359 miliar dan belanja modal Rp 1,55 triliun."Termasuk pembentukan sistem dan kantor, pengadaan alat-alat untuk lidik, surveillance, penyidikan dan lain-lain. Total semuanya menjadi lebih kurang Rp 2,6 triliun," tegasnya.

Untuk itu, Tito sampaikan kepada Presiden Joko Widodo sekitar dua bulan lalu. Saat itu, Presiden meminta Kapolri memaparkan konsep di rapat terbatas. Saya juga sudah mengajukan surat permohonan untuk menyampaikan paparan yang diikuti kementerian lembaga itu."Ini sedang kami tunggu waktunya," jelasnya.

 

Lebih jauh, Tito menandaskan nantinya Densus Tipikor akan dipimpin seorang bintang dua dan akan dibentuk satgas tipikor kewilayahan.Satgas tipikor tersebut akan dibagi tiga tipe, yakni tipe A (enam satgas), tipe B (14 satgas) dan tipe C (13 satgas)."Jumlah kebutuhan personel sebanyak 3.560 personel. Ini bisa kami penuhi dari personel yang ada," tandasnya.(vk)

 

 

.

KEPRI(KORANRAKYAT.COM) Perseteruan TNI dengan Polri terkait dengan senjata SAGL hingga amunisinya bila menggunakan harus ijin TNI , kini giliran datang dari Polda Kepri, Kompol Abdul Mubin ditengarai melakukan Saracen dengan melontarkan kata kata aktivitas TNI di perbatasan hanya makan dan tidur, sangat menyakitkan bagi TNI hingga mendapatkan reaksi keras dari warganet.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga menyatakan, Propam tetap memeriksa Kompol Abdul Mubin Siagian, meskipun yang bersangkutan telah meminta maaf atas komentarnya yang dihujat netizen lantaran dinilai menghina TNI.
Pada Rabu (11/10/2017) pagi, komentar Mubin atas sebuah berita online menjadi viral dan dihujat oleh warganet lantaran dianggap menghina TNI. Mubin menyebut, aktivitas TNI di perbatasan hanya makan dan tidur.
Erlangga mengatakan, begitu menjadi viral, Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian langsung merespons dan menindaklanjuti komentar yang kurang baik dan kurang tepat tersebut. Menurut Erlangga, berita yang dikomentari Mubin itu adalah pemberitaan mengenai amunisi tajam Brimob."Tadi pagi kejadian kami langsung ambil tindakan, memeriksa yang bersangkutan. Dan memang benar adanya yang bersangkutan melakukan itu," kata Erlangga kepada wartawan , Rabu petang.
Pada Rabu siang tadi, Polda Kepri menggelar konferensi pers yang dipimpin oleh Wakapolda untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Hadir pula dalam konferensi pers diantaranya Kapenre, Dandenpom Batam, serta Kabid Propam.
"Wakapolda memimpin, untuk menyampaikan permintaan maaf atas perilaku anggota kami Kompol Mubin atas komentar itu, komentar yang kurang baik kepada institusi TNI dan jajaran," ucap Erlangga.
Mubin pun, lanjut Erlangga, sudah mengaku khilaf dan menyesal dengan tindakan yang diperbuatnya. Mubin, kata Erlangga, juga menyampaikan permohonan maaf.(us)

BLORA (KORANRAKYAT.COM) –  Aksi koboi kini kembali terjadi, dua anggota Brimob tewas ditangan rekanya sendiri sesama anggota Brimob, aksi yang dilakukan oleh Brigader Bambang  Tejo   Pada hari Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 18.30 WIB telah terjadi penembakan yang terhadap personil Brimob dari Pati yang melaksanakan pengamanan di lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul di Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, Jawa Tengah.

Terduga pelakunya adalah sesama anggota Brimob Brigadir Kepala Bambang Tejo dari Brimob Pati yang menyebabkan 2 orang personil Brimob meninggal dunia di tempat.

Saat kejadian, personil Brimob yang melaksanakan pengamanan berjumlah 6 orang 2 orang melaksanakan ijin dan 4 orang berada di tempat.

     Kronologis kejadian sesuai keterangan saksi-saksi adalah, antara lain seperti diberikan oleh Redi, karyawan GSS Giken Sakata Singapura, adalah pada pukul 18.30 wib terdengar rentetan tembakan sekitar 20 kali yang diduga dilakukan anggota Brimob.Redi kemudian mencoba mendekat ke TKP untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi.

Setelah sampai di TKP Redi melihat 1 orang yang diduga anggota Brimob tergeletak di depan tenda pengamanan Brimob di jalan.

Redi kemudian menghubungi personil Polsek serta Koramil Ngawen, karena rasa takut Redi meninggalkan TKP.

Saksi lainnya, Brigadir Slamet, anggota Brimob Pati menuturkan, pada pukul 18.30 WIB pada saat sedang mandi dia mendengar tembakan rentetan.

Brigadir Slamet mencoba keluar dari kamar mandi, Brigadir Slamet diperintahkan oleh Brigadir Kepala Bambang untuk meninggalkan tempat dan menyelamatkan diri.

Hasil olah TKP sementara diketahui, personil yang melaksanakan Pam dari Brimob berjumlah 6 orang dan menggunakan senjata laras panjang jenis AK 101.

Dimungkinkan penyebab terjadinya penembakan dilakukan antara personil Brimob terjadi percekcokan.Dugaan sementara pelaku penembakan adalah Brigadir Bambang Tejo. Setelah melakukan penembakan, Brigadir Bambang melakukan bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri.

Nama-nama korban meninggal dunia adalah:

1). Brigadir Budi Wibowo ( umur 30 tahun)
2). Brigadir Ahmad Supriyanto ( umur 35 tahun)
3). Brigadir Bambang Tejo ( umur 36 tahun ).

 

           Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono di Semarang, Rabu (11/10/2017). “Dari laporan awal dimungkinkan motif pribadi, semua orang pasti punya persoalan,” kata

            Condro Kirono menuturkan, dari keterangan saksi saat kejadian diketahui tidak terjadi percekcokan di antara para korban sebelumnya. 

Dalam kasus ini, kata Condro, pihaknya telah mengirimkan untuk mendalami kejadian tersebut. Tim ini beranggotakan Direktur Reserse Kriminal Umum, Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Tengah, dan Kepala Laboratorium Forensik. 
            Para korban sendiri diketahui merupakan anggota Subden IV Satuan Brimob Pati. Ketiganya merupakan bagian dari enam anggota Brimob yang diperbantukan untuk menjaga proyek vital nasional itu

             Trimedya panjaitan Anggota Komisi III untuk melakukan evaluasi terhadap anggota Polri utamanya dalam hal Psikotesnya, apa memang sudah benar apa belum,karena bila psikotesnya tak benar bila posisi membawah senjata akan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan.tentunya Kapolri harus melakukan evaluasi mulai dari penerimaan polisi. (ar)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  – Gonjang ganjing  soal senjata jenis SAGL termasuk  amunisinya  tajam Polri yang dititipkan di TNI terus saja dipersoalkan, Meskipun begitu  soal senjata sudah mendapatkan  rekomendasi  yang dibacakan oleh Menteri Koordinator Bidang Poltik ,Hukum dan Keamanan Wiranto.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasistoditemui di Mabes Polri,Selasa (10/10)2017  mengatakan, Polri mencatat sejumlah rekomendasi terkait senjata yang dibacakan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Salah satunya soal amunisi tajam Polri yang dititipkan di TNI. Kami mengatakan, pihaknya akan mematuhi rekomendasi tersebut. "Kita ikut sajalah dengan Menko Polhukam. Ini yang terbaik menurut Menko Polhukam," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan amunisi itu tetap bisa digunakan Polri jika diperlukan. Hanya saja tempat penyimpanan yang berbeda. "Apabila diperlukan dapat digunakan dengan mekanisme yang sudah diatur," tegasnya.

Untuk itu, Setyo menjelaskan mekanisme tersebut, kata dia, masih akan diatur oleh kelompok kerja yang akan dibentuk. Saat ditanya apakah Polri perlu mengajukan izin untuk menggunakan amunisi tajam itu. "Yang dimaksud izin bagaimana. Itu kan birokrasi," jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 280 pucuk senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter dan 5.932 butir peluru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (30/9/2017). Senjata milik Korps Brimob Polri tersebut tertahan di Gudang Kargo Unex..(vk)

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) –  Badan Narkotika Nasional ( BNN) kembali   mengungkap empat penindakan kasus narkoba di berbagai daerah di Tanah Air.  Kini  dari empat kasus tersebut, BNN menyita 37,25 kg sabu, 26.005 butir ekstasi, dan barang bukti lainnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso ditemui di BNN mengatakan kasus pertama yakni peredaran 1.005 butir ekstasi di Bandung, Jawa Barat, dan pada kasus ini, petugas BNN mengamankan lima orang tersangka yang terdiri dari dua kurir, dua pembeli, dan seorang perantara. Tersangka yang merupakan kurir berinisial JLP (29) dan ASH (32).

JLP berhasil  ditangkap petugas di Pom Bensin Rest Area Jakarta Cikampek, sementara ASH diamankan di Hotel Paradise, Bandung. Sementara itu, dua pembeli dalam kasus ini yakni LS (33) dan DN (31). LS ditangkap di halaman parkir sebuah tempat karaoke di Bandung, sedangkan DN diamankan di Perumahan De Camaroong Cimahi.Terakhir, BNN mengamankan TKM (39), yang berperan sebagai perantara di LP Narkotika Cipinang.

"Dari sindikat ini, petugas menyita 1.005 butir ekstasi, 5,97 gram tembakau mengandung narkotika, buku pencatatan peredaran ekstasi, 2 unit mobil, 9 unit ponsel, 11 kartu ATM, uang tunai Rp 9.801.000, dan 1 buah key BCA," kata Komjen Budi Waseso, di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (10/10) 2017,” ujarnya

Semetara iu, Budi Waseso menegaskan kasus kedua, menegaskan pengungkapan laboratorium narkotika atau clan lab di Sumatera Utara. Pada 8 September 2017, aparat BNN menggerebek sebuah rumah di Jalan Danau Batur, Medan Barat, Sumatera Utara. Rumah tersebut ternyata dijadikan pabrik ekstasi oleh tersangka berinisial MAN (44). Seiring dengan itu Petugas menyita tablet mengandung metamfetamina sebanyak 109 butir, 3 bungkus plastik berisi serbuk mengandung metamfetamina seberat 82,6 gramDari penggerebekan itu, petugas melakukan pengembangan dan masih memburu seorang buronan yang diduga terkait kasus ini. "Petugas memeriksa rumah MR yang masih DPO. Di rumah ini petugas menemukan sejumlah cairan kimia bukan prekursor,"tegasnya..

Budi Waseso menjelaskan  selain itu, ditemukan juga sepucuk air soft gun dari rumah MR.Dimana  petugas mengamankan pelaku lainnya yakni MUL (48), yang berperan sebagai pengantor prekursor ( dibaku pembuat narkoba).Dari tangan MUL, petugas mengamankan sabu seberat 6,47 gram. Setelah diinterogasi, MAN dan MUL mengatakan pengendali jaringan ini yakni R (34), napi LP Kelas II A Binjai, Sumatera Utara."Selanjutnya R diamankan," jelasnya.

Lebih jauh, Budi Waseso merinci kasus ketiga, BNN mengungkap peredaran sabu 11,6 kg dari Tawau Malaysia. Pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi adanya penyelundupan sabu seberat 11,6 kg.Pada 23 September 2017, tim gabungan BNN Pusat, BNNP Kaltara, dan BNNK Tarakan melakukan penangkapan terhadap kurir sabu berinisial A (29).Dari A ditemukan sabu sebanyak 10,2 kg.Dari pengembangan kasus, tim gabungan dapat mengamankan pengendali kurir berinisial AH (37), kurir berinisial H (41), dan R (36). “Dari tangan R diamankan sabu seberat 1,4 kg. Hasil penyidikan petugas, pemodal jaringan ini yakni AB (29) yang merupakan napi di Lapas Klas II A Tarakan.Terakhir, pengungkapan kasus ekstasi dan sabu di Pekanbaru. Tim BNN RI, BNNP Riau, dibantu Polda Riau mengamankan kurir berinisial Z dan seorang pengendali narkoba berinisial J,” rincinya.

 

Jadi, Budi waseso menandaskan Keduanya ditangkap di Jalan Lintas Timur Sumatera, Pekanbaru, Riau.Dari jaringan ini disita 25,56 kg sabu dan ekstasi sebanyak 25.000 butirSaat melakukan penangkapan, J terpaksa ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan. J tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. "Total barang bukti yang disita dari empat kasus tersebut kurang lebih 37,25 kg dan ekstasi 26.005 butir. Dari pengungkapan ini, BNN menyelamatkan 212.000 anak bangsa,"tandasnya.

 

Adapun ancaman hukumannya, para pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati.(vk)

.

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Mabes Polri hingga saat ini belum melakukan koordinasi terkait dugaan korupsi yang diduga dilakukan  Agus Raharjo selaku ketua KPK. Tudingan masyararakat tang berinisial MH belum ditindak lanjuti.

   Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Warsisto ditemui di Mabes Polri, Rabu (4/10)2017 mengatakan  hingga kin Polri tidak berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi  terkait aduan masyarakat terhadap Ketua KPK Agus Rahardjo. Pasalnya Agus diadukan oleh warga berinisial MH ke Bareskrim Polri  atas tuduhan melakukan korupsi. “ Kalau laporan kan tidak Koordinasi . Tidak ada,” ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan pengaduan tersebut belum ditindak lanjuti denga penerbitan surat laporan polisi. Hingga kini pelapor belum memenuhui syarat bukti dalam laporan tersebut. Dengan demikian petugas hanya memberikan surat tanda penerimaan laporan  atau pengaduan dan meminta bukti pelengkap . “ Laporan polisi tidak boleh hanya laporan si A melakukan ini harus ada data awalnya . Ini belum dilengkapi ,” tegasnya.

Untuk itu, Setyo menjelaskan bukti dari pelapor itu menunjang isi pelaporan agar tidajk brerujung fitnah. Bukti tersebut juga akan  menjadi dasar polisi untuk menindaklanjuti  pengaduan. Mengenai substansi pelaporan Agus  ia enggan menjelaskan  lebih jauh . “ Saya bilang in (pelaporannya ) masih sumir . Terlalu tipis,” jelasnya.

Berdasarkan surat tanda penerimaan pengaduan yabg diterima, Agus dilaporkan oeh warga berinisial  MH pada hari senin (2/10)2017 . Laporan tersebut berkaitan dengan  sejumlah barang. Diantaranya pengadaan barabg untuk gedung baru  KPK.    

 

Dalam pengadaan tersebut diduga terjadi persekongkolan dan pemufakatan jahat oleh perusahaan konsorsium dengan Ketua KPK. Dengan demikian, proses lelang dianggap tidak engan pengadaan sejumlah berjalan sebagaimana semestinya. (vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Polri bentuk tim gabungan yang terdiri dari anggota BAIS TNI, personel Brimob Polri, hingga pejabat Mabes Polri bersama pihak Bea dan Cukai melakukan pengecekan ratusan senjata milik Brimob Polri di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (3/10) 2017.

          Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri,Rabu(4/10) 2017 mengatakan dan membenarkan adanya pengecekan senjata tersebut. Namun, ia enggan menjelaskan hasilnya.  "Itu kegiatan pengecekan saja. Hasilnya akan disampaikan di Kemenko Polhukam," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan pada Jumat (6/10) 2017) rencana  akan ada rapat bersama di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Rapat tersebut akan membahas polemik pengadaan senjata yang belakangan menjadi pembicaraan."Secara resminya nanti akan disampaikan di sana," tegasnya.

Untuk itu, Setyo  menjelasnya sesudah ada pembicaraan di Menkopolkam tentunya hasil   pengecekan senjata diunggah dalam instagram resmi Divisi Humas Polri, @divisihumaspolri.”Akun tersebut memposting dua foto yang sama beserta penjabaran panjang soal proses pemeriksaan senjata-senjata tersebut.Dalam akun tersebut, dijelaskan bahwa tujuan pengecekan gabungan untuk menuntaskan dan menyelesaikan berita yang selama ini menjadi simpang siur terkait dengan kedatangan senjata pengadaan Polri yang tertahan di bandara,”jelasnya.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala BAIS TNI Mayjen TNI Hartono, Dir A BAIS Urusan Dalam Negeri Brigjen TNI Wahid Aprilianto, Asisten Intel Panglima TNI Mayjen TNI Beni, beserta petugas pengamanan dari unsur TNI.

Selain itu, ada juga Dandenpom Tanggerang Letkol Tri Cahyo, personel dari Mabes Polri Kombes Pol Dwi Suryo Cahyono, Dansatlat Korps Brimob Kombes Pol Wahyu, Kabag Logistik Korps Brimob Polri Kombes Wahyu Widodo, anggota BAIS TNI Mayor Armada, Sesro Paminal Polri Kombes Pol Agung Wicaksono, dan Kabid Propam Korps Brimob AKBP Asep Syaifuddin.

Setelah itu, dilakukan pemeriksaan fisik senjata oleh 20 personel dari BAIS, BIK, Korps Brimob, dan unsur Bea Cukai untuk memastikan kebenaran antara dokumen dan kondisi senjata.

Total kotak kayu yang menampung senjata api berjumlah 28 kotak.

Hasilnya, pengadaan senjata itu sudah sesuai dengan kondisi dan keterangan dalam dokumen importasi barang.

Jenis senjata tersebut, yaitu senjata jenis STGL (Stand Alone Grenade Launcher) dan amunisi.

"Disampaikan oleh Kabid P2 Bea dan Cukai Bandara Soetta, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Gabungan, tidak ditemukan adanya pelanggaran prosedur impor senjata oleh Polri, baik dari segi dokumen maupun fisik secara administratif kesemuanya telah sesuai," bunyi keterangan dalam akun tersebut.

 

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, selanjutnya senjata itu diserahkan dari pihak bea dan cukai kepada importir.(vk)

Sunday, 01 October 2017 12:20

Senjata Yang Dipersoalkan Panglima TNI Di Jawab Polisi

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Polisi membenarkan telah mengimpor senjata untuk Korps Brimob. Pemesanan senjata disebut sudah sesuai prosedur."Sudah sesuai dengan SOP, perencanaan, lelang, dan di-review Irwasum dan BPKP sampai pengadaan dan pembelian pihak ketiga sampai Indonesia," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Sabtu (30/9/2017).

            Sebelumnya, beredar kabar adanya senjata api yang diimpor PT Mustika Duta Mas dan didistribusikan ke Korps Brimob Polri. Senjata tersebut tiba di Indonesia pada hari Jumat (29/9) di Bandara Soekarno-Hatta dengan maskapai dari Ukraina. Adapun jenis senjatanya adalah Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) dan peluru amunisi. Barang tersebut sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta.

"Saya nyatakan barang di Soekarno-Hatta yang dimaksud rekan-rekan soal senjata adalah betul milik Polri dan adalah barang yang sah," kata Setyo. Setyo mengatakan polisi sudah mengkonfirmasi soal impor senjata ke Bais TNI. "Barang tersebut masuk ke Soekarno-Hatta dan sudah memberi tahu dan konfirmasi Bais TNI," jelas Setyo.

Beberapa jam sebelum jumpa pers mendadak di Mabes Polri itu, memang beredar di media sosial tentang kedatangan berbagai jenis senjata itu, yang semakin mengisruhkan kabar tentang pengadaan senjata secara tidak sah, yang diletuskan Panglima TNI Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu.

.

"Saya nyatakan barang di Soekarno-Hatta yang dimaksud rekan-rekan soal senjata adalah betul milik Polri dan adalah barang yang sah," kata Setyo. Setyo mengatakan polisi sudah mengkonfirmasi soal impor senjata ke Bais TNI. "Barang tersebut masuk ke Soekarno-Hatta dan sudah memberi tahu dan konfirmasi Bais TNI," jelas Setyo.

      "Barang yang ada di Bandara Soekarno Hatta itu memang milik Polri, dan merupakan barang yang sah," kata Irjen Setyo Wasisto."Semuanya sesuai prosedur, mulai perencanaan, lelang, hingga pengkajian pihak Polri dan BPKP," tambahnya.

         "Barang tersebut masuk pabean di Bandara Soekarno Hatta. Komandan Korps Brimob sudah diberi tahu, dan sudah meminta rekomendasi BAIS TNI. Karena prosedurnya memang begitu: barangnya harus masuk terlebih dahulu, dikarantina, diinspeksi oleh BAIS TNI, apakah sesuai dengan dokumen."Yang terutama jadi sorotan adalah sebagian dari senjata yang datang itu tampak bukan merupakan senjata kelengkapan standar polisi lapangan. Misalnya peluncur granat.

       Danko Brimob Irjen Murad Ismail menunjukkan sejumlah foto dan menyebutkan bahwa semuanya merupakan kelengkapan standar satuan anti huru-hara Ia menyebut pelontar granat itu menembakkan peluru tidak langsung, melainkan dilontarkan dalam sudut 45 derajat. "Pelurunya banyak macamnya: ada peluru karet, peluru hampa, gas air mata, peluru asap, 'peluru kabur'," kata Murad Ismail.

           "Ini modelnya serem, namun senjata-senjata ini bukan untuk membunuh, melainkan untuk memberi efek kejut," kata Murad Ismail. "Senjata-senjata ini nanti akan kita bawa ke Poso dan Papua. Menurutnya ini bukan barang-barang baru, melainkan sudah dimiliki sebelumnya,karena bukan impor yang pertama kali. "Ini yang ketiga kali. Tahun 2015 dan 2016 sudah pernah masuk," katanya.

       Ia menyebutkan, pelontar-pelontar granat yang masih berada di karantina bandara Soekarno Hatta itu itu juga dilengkapi 5932 peluru.Isu tentang pengadaan senjata ini jadi perbincangan dan memanaskan politik tatkala Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berbicara kepada sejumlah mantan petinggi militer di Markas TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat pekan lalu.

        Gatot mengaku mendapatkan informasi intelijen tentang satu lembaga negara yang mencatut nama presiden untuk membeli senjata. "Kami intip terus. Kalau itu serius, kami akan serbu. Kalau kami menyerbu, itu karena tidak boleh ada lembaga di NKRI yang memiliki senjata selain TNI dan Polri."

"Polisi pun tidak boleh memiliki senjata yang bisa menembak tank, pesawat, atau kapal. Kalau ada, saya serbu. Ini ketentuan. Karena kalau cara hukum tidak bisa, Bhayangkari nanti yang akan muncul," kata Gatot. Tiga hari berselang, saat dikonfirmasi, Gatot enggan menanggapi pernyataannya yang memicu pro dan kontra itu. Menurutnya pernyataan tersebut dikeluarkannya dalam forum tertutup, namun ternyata bocor ke publik.

      "Benar itu omongan saya, itu kata-kata saya, itu benar seribu persen kata-kata saya. Saya tidak mau menanggapi itu. Kalau saya press release, Anda bertanya kepada saya, saya jawab," kata Gatot, Minggu, 24 September.        

        Murad menjelaskan senjata yang baru dibeli pihaknya, memiliki daya lontar maksimal 100 meter dan tak memiliki alur. Peluru yang ditembakkan pun tak bisa lurus, memiliki sudut elevasi 45 derajat dengan bentuk peluru bulat."Cara kerjanya pun kita menembak, dia (peluru) tidak bisa menembak lurus. Kita tembak dia itu 45 derajat. (Peluru) Itu jatuh 85 meter dan pelurunya itu bulat," terang Murad.

        Dikutip dari situs Arsenal, senjata itu bisa untuk menyerang target tunggal atau pun grup dengan jarak sampai dengan 400 meter. Senjata ini memiliki bobot 2,85 kilogram. Kecepatan lontarnya adalah 76 meter per detik.

 

        Sedangkan senjata kedua yang diimpor itu adalah amunisinya dengan tipe round RLV-HEFJ (Round Low Velocity - High Explosive Fragmentation Jump) sebanyak 5.932 butir. Amunisi ini efektif menyerang pasukan di lapangan terbuka ataupun tempat perlindungan ringan yang berjarak antara 40 hingga 400 meter.  Sesuai dengan nama tipenya, amunisi berjenis granat lontar ini berkecepatan rendah. Namun dia memiliki daya ledak fragmentasi yang tinggi.(as)

 

 

Thursday, 28 September 2017 11:56

Syahrini Di Panggil Bareskrim Untuk Lengkapi Berkas

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak menjelaskan, penyidik membutuhkan keterangan Syahrini sebagai bukti tambahan atas modus penipuan yang dilakukan oleh para tersangka. Penyanyi Syahrini menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas dugaan penipuan yang dilakukan biro perjalanan umrah First Travel di Bareskrim Polri, Rabu (27/9/2017).

         "Tujuan (memeriksa Syahrini) untuk membuktikan modus-modus penipuan yang dilakukan tersangka First Travel ini. Jadi pemeriksaan Syahrini ini untuk melengkapi berkas perkara," ujar Hery di Kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta, Rabu sore. Penyidik pun mendapatkan keterangan bahwa pemilik First Travel menjadikan Syahrini beserta beberapa artis sebagai endorser atau membantu promosi untuk menarik minat calon jemaah.Tugas Syahrini dan sejumlah artis misalnya menjadi talent dalam video soal kelebihan pelayanan First Travel di Tanah Suci.

       "Di sana (Tanah Suci), mereka bertanya kepada jemaah promo bagaimana pelayanannya, kemudian dijawab. Itulah yang menjadi bahan promosi di sini (Indonesia). Ini untuk melengkapi bahwa modus operandi seperti itu dilakukan oleh First Travel," ujar Hery. Meski demikian, Hery enggan menyebutkan apakah penyidik sudah mendapatkan keterangan yang dibutuhkan dari Syahrini.Hery hanya menyebut bahwa Syahrini menjawab beberapa pertanyaan dan meminta izin untuk diperiksa kembali pekan depan. Ini disebabkan sudah ada kegiatan yang berkaitan dengan kontraknya.Oleh sebab itu, penyidik pun mengagendakan pemeriksaan Syahrini pada Senin atau Selasa pekan depan.

           Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Direktur Utama First Travel Andika Surachman, istri Andika Anniesa Hasibuan dan adik Anniesa bernama Siti Nuraidah selaku Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel. Tindak pidana yang mereka lakukan adalah penipuan dengan modus promo pemberangkatan ke Tanah Suci. Perusahaan yang aktif beroperasi sejak 2016 itu menerima banyak jemaah namun hanya memberangkatkan sebagian kecil dari mereka. Hingga batas waktu, para calon jemaah tidak kunjung menerima jadwal keberangkatan.Bahkan, calon jemaah malah diminta menyerahkan biaya tambahan agar bisa terbang ke Tanah Suci.(as)

 

 

 

 

 

 

.

Tuesday, 26 September 2017 18:51

Paulus Lakukan Kontraradikal Hadapi Mantan Napi Teroris

Written by

MEDAN(KORANRAKYAT.COM)-  Polda Sumatera Utara mengajak diskusi   dan memberikan pengertian pada  masyarakat yang ditengarai  melakukan radikalisme.  Diajak melakukan kegiatan positip unyuk melakukan kontra radikal.

Kapolda Sumatera Utara, Irjend Paulus  Waterpouw  di temui di Mapolda Sumut mengatakan saya sampaikan soal  radikalisasi atau deradikalisasi atau kontraradikal tentu kita sekali kita awali dari individu yang diera sekarang Ini  sering terpengaruh, kalau dulu tidak  disebutkan keterlibatan seseorang."Kalau sekarang disebut  keterpengaruhan seseorang itu tidak dilihat dari latar belakang seseorang  siap pun dia atau boleh saja dia terpengaruh dengan dogma mungkin dengan berbagai viralnya," ujarnya 

          Paulus menegaskan apa memperoleh informasi yang baik dan alam pikirannya dan kalau ditanya tentang  radikal kita ada semacam ada kelompok radikal  yang  terindikasi kelompok yang itu antara pengaruh itu karena ada media ." Dalam situasi yang itu juga bisa langsung adalah melakukan upaya slow balens mengikuti perkembangan kelompok di Sumatera di beberapa kota. Itu yang kedua , baik didalam itu tentu melakukan sinergisitas  sesuai dengan keterbukaan  preventif dan yang ada sebaiknya kita melakukan dilihat bahwa kita lambat ini kita buat sedemikian rupa untuk bagitu ermasuk juga melakukan upaya  untuk menangkal ada upaya dilakukan dialog kita lakukan mengenal forum antara masyarakat dengan pemanfaatan kejelasan umat dengan forum mendengarkan pendapat FGD seperti itu memerlukan dengan yang lain dilakukan.," tegasnya.

            Dijelaskan Paulus kita lakukan pembinaan   anak dari pada  keluarga eks napi teroris itu kita libatkan dalam 17 Agustus juga dilakukan dengan pemerintah daerah, tokoh agama kita libatkan." kita bina mereka juga kita upaya semacam kepada mereka memantau aktifitasnya juga dengan masyarakat kami tidak memerlukan Mou maupun pertemuan," jelasnya.

    Dalam  upaya pemantauan dan pemetaan sejauh  terinspirasi saya tak bisa katakan secara detail wilayah mana saja." Dikatakan kota dan kabupaten tentu itu bisa diartikan ada beberapa yang sudah direksi atau kita artikan sebagai wilayah yang rawan kurang lebih ada 8 titik. Saya pikir tidak usah kita sebutkan. Jadi bukan salah persepsi kemudian dianggap subjektifitas. Tapi ini kita tetap terus monitoring setiap untuk mengalir semua stakeholder,” rinciinya .

           Paulus menadaskan ya, seperti saya katakan kemarin di balai kota, saya bersama pangkostrad  melakukan  banyak kegiatan libatkan seperti k olah raga, kemudian berbagai aktifitas pertemuan kita  lakukan. Termasuk dalam hari Raya Idul korban. Juga kita jadi ada banyak hal yang sudah dilakukan oleh kontra radikal," tandas( vk)

 

 

Thursday, 14 September 2017 17:29

Berkas Kasus Saracen Segera Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Proses pemeriksaan kasus  Sri yang diduga terkait  kelompok Saracen sudah memasuki tahapan P21.” Polisi punya data  data dari ALH PPATK,” ujar Kepala Unit V Direktorat III Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Narsistik Polri, AKBP Purnomo ditemui di Mabes Polri, Kamis (14/9) 2017 mengatakan Sudah P21 dan akan dilimpah ke kejakasaan untuk tahap keduanya. Untuk segera mungkin di sidangkan. "Apakah nanti di TKP (cianjur) atau di tempat ditahan sekarang nanti kita lihat," ujarnya.

 Purnomo menegaskan tersangka Yang lain masih proses. "Kenapa sri lebih cepat, dia kan ditangkap duluan ya. Penuntutan umum dirasa sudah cukup," tegasnya Purnomo menjelaskan kalau AD terkait ujaran kebenciannya saja ya." Bukan sebagai pengurus ,Kalau di website kan tercantum disana tapi di konfirmasi kan diamengelak," jelasnya.

          Dikatakan  Purnomo  saat ini ada  6 tersangka dan yang merupakan  rentetan Robi Asman yang udah divonis . "Asma dewi menyangkal, apa tersangka lain mengakui asma ikut kelompok.Itu proses penyidikan masih berlangsung. Itu hak mereka untuk menyangkal," akunya. Seidang soal  bendahara saracen Purnomo mengatakan belum."LHA dari PPATK sudah masuk kan, trus nanti lihat saja. "Itu kan harus di pelajari ya. Masih kita liat sangkut pautnya kaya apa. Engga mungkin kita sampaikan kalo belum terbukti.Kalau Ringgo abdillah yang memposting ulang foto dari kelompok saracen itu berbeda. Itu kan berbeda ya. Dia itu postingnya di akun sendiri ngga nyebar kemana mana. Dia ngga terkait sama saracen. Tapi masih proses," tandasnya.( vk)

Page 5 of 22

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka...
    TEGAL(KORANRAKYAT.COM)Konektivitas dalam hal transportasi sebagaimana yang sering disinggung oleh Presiden Joko...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar rapat terbatas untuk...
    BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) - Bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah terjaring Operasi Tangkap...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan