Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu
Last Updated on Jan 24 2019

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat. Mendapat amanat baru dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu, yang baru. Supratman menggantikan posisi Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung, yang menjadi...
Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat
Last Updated on Jan 23 2019

Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco) PSSI Hidayat. Ini dilakukan untuk memperoleh barang bukti menyangkut masalah terlapor.              Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi...
Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...

World Today

Jakarta, Koranrakyat.com-  Kelanjutan pemeriksaan  awak-awak kapal,di benjina, kabupaten Tual Maluku utara terus berbuntut panjang. Nampak pemeriksa itu sempat menimbulkan korban yaitu Joseph sebagai saksi kunci. Pasalnya kematian ini mistrius, ada lembam yang berdasarkan hasil otopsi dan ada dugaan penganiayaan. Selain joseph, ada saksi-saksi kunci yang lain. 
 
Kepala badan Reserse dan Kriminal( Bareskrim), Komjen Pol  Budi Waseso di temui di Mabes Polri, Selasa (28/4) 2015 mengatakan
Ya kita hasil secara jelasnya belum dapat ya, tetapi  keterangan dari hasil sementara adalah karena serangan jantung, sementara keterangan dokter yang mengautopsi." Tapi kita lihat, di situ ada kecurigaan ada lebam-lebam. Nah lebam itu nanti kita tanyakan dokter apakah lebam itu diakibatkan dari satu, apa itu penganiayaan atau lebam diakibatkan memang akibat dari sakitnya almarhum itu," ujarnya.


Menyinggung otopsinya lama, Budi Waseso mengakui begini, otopsi itu kan tidak mudah juga. "Ada yang sifatnya mudah, kita kan meminta otopsi itu lengkap ya, lengkap itu supaya tidak menimbulkan pertanyaan di kemudian hari," akunya. 

 

Untuk itu, Budi Waseso menegaskan jadi otopsi harus lengkap sehingga nanti tidak ada lagi yang menanyakan dugaan inidan  dugaan itu. " Tidak boleh lagi. Jadi semua lengkap, oleh sebab itu tim forensik ," tegasnya.)

Ketia ada pertanyaan saksi kunci selain yoseph, Budi Waseso menjelaskan sebenarnya banyak. Ada beberapa. Jad bukan beliau satu-satunya  saksi kunci. Ada beberapa. "Dari Kementerian Kelautan dan perikanan ada. Ada lagi. Sekarang kan anggota tim saya juga masih jalan untuk menangani itu," jelasnya.(vecky)

Jakarta, koranrakyat.com-  Penyelesaian kasus pembakaran Polsek Limun di Provinsi Jambi terus mendapat perhatian serius Mabes Polri. Setelah mengirim tim kusus, akhirnya sudah dilakukan pemeriksan intensif terhadap 5 orang warga.  Hari ini pelakunya sudah mulai ada pelaku yang ditangkap dan ada juga yang menyerahkan diri.  
 
Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim), Komjen Pol Budi Waseso kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (27/4) 2015 mengatakan hingga kini kasus itu sudah ditangani dan hari ini pelaku-pelakunya sudah mulai ada yang ditangkap ada yang menyerahkan diri." berapa jumlahnya saya engga  tahu berapa persis tapi mulai tadi malam sudah dilakukan penangkapan-penangkapan dan pemeriksaan terhadap para pelaku," ujarnya.
.

Ketika ditanya apa benar disinyalir ada terkait dengan narkoba, Budi Waseso menegaskan ya terhadap penanganan narkoba, hingga kini belum jelas. "Bupati pun siap membantu pembangunan Polsek itu kembali, tegasnya.

menyoroti akar pemasalahan , Budi Waseso mengakui itu kita selesaikan akar permasalahannya. Jad begini, dalam penanganan itu, prosedur dalam penanganan terhadap tersangka itu sedang kita juga tangani." Artinya di kalau nanti ada penyidik atau oknum anggota yang salah menggunakan wewenang dari penanganan itu berakibat adanya korban ya kita tangani,"akunya..

Jadi untuk  bandar narkoba, Budi Waseso menjelaskan nanti kita dalami. Yang jelas sementara ini sudah ada alat bukti." Yang pastikan kita supaya semua harus kita selesaikan secara penuh ya. Artinya daru Mabes Polri juga turun tangan, dari Polda  dan Polres," jelasnya  .

Menyingung ada korban, Budi Waseso menambahankan karena ditembak atau karena masuk lubang lalu , itu engga tahu. "Nanti secepatnya tim bekerja ya. Nanti tim Labfor juga datang ke sana, identifikasi datang, dari narkoba datang, Bareskrim datang, termasuk Propam Polri datang. Kapolri juga ada di sana kan kemarin, hari ini baru mau kembali.Nanti kita lihat pendalaman ya," tambahnya.(vecky) .

Jakarta,koranrakyat.com­- Penjualan dan penakaran Tringgiling hewan satwa liar yang dilidiungi negara akhirnya terungkap. Dari proses pengeledahan dan penagkapan berhasil di ringkus tersangka SUM (60) berlamat di Tambora di Jakarta Barat. Kini tersangka terus di perdalam periksaannya dan penjualannya hwan langkah ini negara dirugikan Rp 23. 568 miliar. 
 
Direktur Tindak Pidana Tertentu,Brigjen Pol Yazid Fanani Bareskrim Mabes Polri, di temui di Mabes Polri, Senin (27/4) 2015 mengatakan Kasus penangkapan dan perdagangan Satwa liar yang dilindungi. Tringgiling yang terjadi di kompleks Pergudangan Malindo , komplek induustri Medan jalan Pulau bangka No.5 Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli Sumatera Utara. " Pengkapannya hari kamis 23 April 2015 saat ini sudah kita lakukan terhadap satu orang tersangka atas nama SUM alias AB (60) Alamat Tambora, Jakarta Barat," ujarnya. 
 
Sesuai peroses pemeriksaan, Yazid menegaskan dari hasil penyidikan diperoleh keterangan tersangka SUM melakukan kegiatan ini bersama dengan yang saat ini masih dalam pengejaran. " Tersangka memiliki sebuah gudang dengan 4 oarng karyawan dan dari hasil penyidikan setiap hari tersangka memperdagangkan 100 kg Trigiling," tegasnya.
 
 Selanjutnya, Yazid mengakui Tringgiling dengan nama latinnya pangolin atau manis javanica. merupakan hewan yang dilindungi sesuai peraturan Pemerintah No.7 /1999 tentang pengawetan jenis dan satwa." Tringgiling juga masuk dalam jenis jenis satwa yang dilindungi atau terdaftar pada apendik 2. Konvensi perdagangan international dan satwa liar yang merupakan spesias terancam punah,"akunya. 
 
Jadi,Yazid menjelaskan perdagangan Tringgiling marak diberbagai tempat karena sisik dan daging dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit terutama oleh kalangan tertentu etnis China. " Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka bahwa penjual, pembeli tringgiling tidak bertemua secra langusng. Penjual yang akan menjual Tringgiling atau cukup sms dengan menyebut jumlah, berat, alamat lalu dijemput oleh karyawan tersangka di tempat," jelasnya.
 
 Sesuai data, Yazid merincinya dengan harga Rp 120 Ribu per kg. Untuk trigiling yang masih hidup diperlakukan khusus ditempatkan dialam kantong, sedang Trigiling yang sudah segera di rebus antara daging dan sisiknya. "Untuk daging dimasukan di oksforit ruang pembeku agar bisa bertahan lama. Saat ini kita sita sejumlah 5.000 kga tau setara sengan 5 ton daging beku siap eksport. 96 Trigiling hidup, 77 kg sisik, dan barng bukti lain alat yang digunakan 3 buah kendaran roda empat( dua minibus dan 1 Pick Up),"rincinya. 
 
Lebih jauh, Yazid menandaskan tersangka melanggar Udnang­undang No 5/1990 terkat konsevasi sumber daya alam. yang dapat diancaman pidana 5 tahun swngnd Rp 100 Juta. "Perlu saya jelaskan pada rekanrekan, dengan kejadian ini perbedaan perkiraan kerugian negara harga Trigiling Satwa liar yang dilindungin di pasaran sesuai info darI WCS itu harga 1 ekor mencapai Rp 12,9 Juta(Rp 13 juta). Daging Rp 300 Dollar Amerika. Sisik dijual 3000 Dolar Amerika. Maka dari 5 Ton daging beku,77 kg Sisik, dan 96 Trigiling hidup tersebut diperkirakan bisa harga total sejumlah Rp 23.568.300.000 (Rp 23,568 )," tandasnya.. 
 

Hingga kini, Yazid menambahkan untuk kegiatan tindak lanjut hari ini tersngka masih berada di Medan. Mau dibawa Ke jakarta dan dalam waktu yang dekat Terigiling yang hidup akan di lepas ke alam liar, sedangkan daging beku segera kita lakukan pemusnaan. "Kita sudah dikembangkan dan sesuai dari hasil penjelasan saksi, ini berlangsung 6 bulan. kita masih perlu dalami lagi," tambahnya.(vecky).

Jakarta, Koranrakyat.com- Dari aksi pembakaran Polres Limun di Provinsi Jambi yang sempat menibulkan pertanyaan besar, hingga kini Mabes Polri turunkan tim Investigas di tempat kejadian perkara. Dari hasil itu, baru akan ditindak lanjuti dan akan ditindak siapa yang bersalah. Hingga sudah diperiksa 5 orang dari masyarakat
 
Kapolri, Jenderal Pol Badrodin Haiti ditemui di Mabes Polri, Senin (27/4) 2015 mengatakan terhadap  kasus yang di Polsek  Limun, Provinsi Jambi. sudah dari kemarin sudah saya turunkan tim melakukan investigasi di TKP." Yang terkait insiden itu, atau  terkait dengan tuduhan perdedaran narkoba dan tuduhan pembakaran," ujarnya. 
 
Selanjutnya, Badrodin menegaskan ini sedang kita turun tim , ada dari unsur Irwasum, unsur dari Propam, Bareskrim yang turun ke lokasi. "Kemudian dari kasus ini akan di tindak siapapun  bersalah akan kita tindak hari ini. Tadi malan sudah menyerahkan lima pelakunya. Sehingga kita harus proses hukum. Lima pelakunya dari masyarakat," tegasnya.
 
Ketika ditanya apakah ada upaya untuk korektif, Badrodin menjelaskan  yang tentu kita harus melakukan penyelidikan, disana karena mereka dan apakah disana hubungan Polsek dengan masyarakat." Atau tidak ada hubungan  hal lain yang bisa menjadi pemicu selain dari kasus yang kemarin terjadi . Biasa ada hubungan  yang tidak tersesaikan. Hanya faktor pemicu itu sedang kita lakukan nanti biarkan tim investigasi itu melakukan penyelidikan bisa dapat," jelasnya.
 
Menyingung waktunya, Badrodin mengakui saya pikir, itu terlalu lama dan dua tiga hari itu bisa selesai. Kalau penanggung jawabnya  di Kapolres, Nanti ada proses pertanggung jawaban, Kapolres harus bisa memaparkan apa yang bisa menjadi bagiamana kasus ini terjadi. "Faktor-faktor apa menurut mereka mempengaruhi.satu kita lakukan harus kita minta pertanggung jawaban. pejabat yang harus bertangung jawab disitu. ," akunya.(vecky)
Tuesday, 28 April 2015 07:37

Densus 88 Ringkus Terduga Teroris

Written by

 

Jakarta,koranrakyat.com -  Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri,  berhasil meringkus  terduga teroris, Jumat (24/4) 2015 inisial MB alias B di Jalan Pajaiang, Kelurahan Manuruki, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, Jumat (24/4) 2015 mengatakan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Itu dilakukan dengan  berhasil meringkus terdoga teroris inisial MB alias B di Jalan Pajaang, Kelurahan Manuruki, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan."Hari ini pukul 09.00 WITA ditangkap Densus 88,""Hari ini pukul 09.00 WITA ditangkap Densus 88," ujarnya.

Sesuai data, Agus menegaskan berdasarkan catatan kepolisian, MB terlibat dalam sejumlah aksi teror di wilayah Sulawesi. Pertama, MB mengetahui perencanaan pelemparan bom ke kantor gubernur Sulawesi Selatan.

"Tapi peran yang paling dominan MB adalah memfasilitasi pemberangkatan warga negara Indonesia ke Suriah bergabung ISIS," tegasnya.

Jadi, Agus mengakui perannya  MB  adalah menampung sejumlah terduga teroris yang sudah masuk ke dalam daftar pencarian orang.  Namun enggan menyebutkan siapa-siapa saja yang masuk ke dalam DPO tersebut," akunya.

Dari perkembangan, seperti pada berita sebelumnya, salah seorang saksi bernama Ahmad Sanusi mengatakan bahwa MB pergi berbelanja sayur di kompleks BTN Hartaco. Usai berbelanja, Densus 88 langsung menghadangnya.

"Langsung ditangkap dan dibawa naik mobil lalu pergi ke Jalan Pajaiang. Tak lama setelah itu santri Pondok Pesantren Tanfizul Al Quran datang menanyakan keberadaan pimpinan mereka," ujar Ahmad. (vk)

Thursday, 23 April 2015 09:55

Sindikat Pengedar Sabu Dalam Lapas Dibekuk

Written by

Jakarta,koranrakyat.com-  Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri.  Berhasil meringkus dua jaringan besar 5 orang tersangka. Penangkapan itu ada dua WNA Sri Lanka dan  tiga warga negara Indonesia. Nampak Aktivitas pemasaran sabu dikendalikan oleh warga negara Malaysia yang berada di LP Cipinang.  Direktur  Tindak Pidana Narkoba, Brigjend Pol  Anjan Pramuka Putra SH.M.Hum di Direktorat Tindak Pidana Narkoba di Cawang , Jakarta Timur kepada wartawan, Selasa (21/4) 2015 mengatakan saya akan menyampaikan dari Direktorat Tindak Pidana  Narkoba periode minggu kedua atau tiga minggu yang lalu. bahwa, pada Jumat 13 Maret 2015 kami mengungkap  sindikat jaringan sabu yang dilakukan oleh Dua warga negara Sri Lanka. " Dua warga negara asing ini Seperti Yakkof Marikar Mohamed Hanifa Mohamed Riyaz dan Vigneswaran Sutharsan ditangkap di Parkiran Apartemen Season City Jakarta Barat,"ujarnya.


Selanjutnya, Anjan menegaskan kita tangkap dengan 4 kg Sabu dan pengembangan tersebut, pengembangan  lagi. Pada  Selasa (31 Maret 2015 kita tangkap dua  tersangka saudara Abdul Fakar dan Irfan Dwi Artanto dimana Tempat kejadian peristiwa(TKP) di depan kantor Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu, jakarta Selatan." Dari dua tersangka kita dapatkan Sabu kurang lebih hampir 1/2 Kg atau 500 gram. Dari keterangan dua tersangka  kesanggupan diperintah oleh Aktor Intelektualnya seorang  warga Malaysia yang saat ini masih buruh, karena di dijadikan DPO .Ada satu napi dilapas Cipinang terkait dengan kasus ini," tegasnya.

Dari Pendalaman, Anjan mengakui berikutnya Sahbu yaitu kita tangkap Dedi Gultom , di HoteL Boutiq  Kav 8 jalan  S Parman Jakarta Barat. Dengan barang bukti 5 kg.  Yang bersangkutan Dedi Gultom diperintah oleh saudara Afuk yang juga DPO. " Hasil pengembanagn kita juga tangkap 5 kg. Dari dua kasus kita mengungkap sebanyak 14,5 kg. yang kita bisa lihat ada handphone 8 buah, ini timbangan, kemudian beberapa buku tabungan dan Sahbunya ini bisa dilihat," akunya. Untuk itu, Anjan menjelaskan dari beberapa barang bukti ini, ini juga agak halus, bisa rekan lihat agak halus. ini model besar. Dan yang halus ini kita dalami sama hampir sabu dimiliki jaringan Fredy Budiman. Kita masih dalam apakah ini masih terkait dan ini masih dialami.  Ini ada analisa dari barang bukti Sahbu yang halus. Dari dua kasus tersebut, kita dengan 14,5 kg  kita bisa menyelamatkan  korban yang kita selamat sebanyal 145 Ribu jiwa," jelasnya.

Anjan menerincinya kalau kita nominalkan, harga  Sabu itu sebanyak harga senilai  Rp 29 Miliar." 5 orang tersangka kita kenakan undang narkoba No 35 tahun 2009 pasal 114  ayat 2 junto pasal 132  ayat 2." Hukuman mati. Pidana  Seumur Hidup. Yang terberat," tandasnya.(vk)

Jakarta,koranrakyat.com- Kasus warga  Myanmar di  PT Pusaka Benjina Resources ,  awak-awak kapal yang beroperasi di Tual, Kepulauan Aru. Dimana dugaan kuat ada penyimpangan data Imigrasi,  Kebanyakan warga negara Myanmar, karena mengurus data menggunakan kewargaan Thailand. Kini   2100 orang yang terus didalami dan ada 8 orang yang menjadi saksi kunci tewasnya Joseph .  Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Anton Charliyan di Mabes Polri, Rabu (22/4) 2015 mengat. " Kebanyakan warga negara Myanmar. Oleh karenanya  Kedutaan besar akan bertemu dengan pihak Bareskrim tentang kebenaran warga negaranya. Modusnya adalah   data kewargaanya tak jelas, mereka diketahui sebagai  Thaliand, "ujarnya.

 Aneh,  ngakunya warga warga negara Myanmar, namun data kewargaanya   Thaliand.  Berdasarkan hasil pemeriksaan sekitar 2100. Yang sudah diperiksa dari awak kapal sebagai korban ada 8 orang. " Kita belum bisa memeriksa semuanya karena kapal-kapal yang yang lain sudah berangkat ke laur negeri. Nanti kalau tidak kembali, kemungkinan besar kita akan mengejar di aman kapal tersebut. Banyak sekali kapal -kapal itu. itu sementara mengenai Benjina," tandasnya..Saat ditanya siapa saja yang didalami, Anton menandaskan bahwa kan siapa-siapa tersangka sampai saat ini belum diketahui karana sedang dilakukan penyelidikan. Kemungkinan besar kerjasama dengan international. "Orang Myanmar, Orang Thailan dan Orang Indonesia. Ini jadi merupakan kejahatan terorganisir. Itu saja yang sementara bisa kami sampai Benjina," tandasnya..


Oleh karena itu. Anton menjelaskan menteri Susi Minta Polri untuk melindung Warga Myanmar di Benjina. "Kita masih dalami kasus itu, kemudain kita lihat latar belakang. Setiap bunuh diri itu dari terungkap kalau sudah ada motivnya yang jelas. " Motivnya kan bisa juga disamarkan, seolah-olah bunuh diri bisa disamarkam Kematian Josep,kita dalami apakah adakah kaitan dengan maslaah ini.  kalau otopsi itu sidauh pasti, tetapi masih dalam penyelidikan. Keluarga masih menunggu kasus Josep ini," jelasnya. Pelindung  saksi kasus Benjina?oh ya, masalah itu kan nanti kita akan berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK). Yang itu dilindungan secara maksimal yang sekarang ada yang biarkan orang ini.Inis emua aorng Myanmar semua tetapi punya kewarga negara thailand. ada kejahatan Imigrasi juga di dalamnya. Dimana beroperasi sebaga awak nelayan di perairan Aru.

Masih belum bsia kita ungkap dari yang dilakukan saja sudah kejahatan karena dia ini korban. Ini kan koran, kalau dari sindikat, ada orang Thailan, Ada orang Myanmar, ada orang Indonesia. Siapa-siapa saja, nanti diangkapkan, saksi-saksi dilindungi. Untuk mengamankan saksi-saksi, mereka  diapakan seperti apa? kita usdah punya lembaga perlinungan Saksi Korban tentu ada prosedur-prosedur tertentu bagaimana penanganan  saksi dan korban. apakah mereka ditempatkan tertentu, nanti mereka pun nanti minta perlindungan ke Polri  nanti tempatnya tentunya dirahasiakan. Apa benar, Anton  merincinya ada ditangani oleh Polri Ilegal Fishing dan Trafiking ya, Polri juga bisa nanti melakasnakan karena kepentingan yang lebih besar, saksi ini harus dilindungi. Joseph akan mempengaruhi penyelidikan, ya , mudah-mudah ini tidak,  kan ada 8 saksi kunci itu. 8 saksi kunci itu sudah kita aman, itu kan salah satu saja. "Terkait dengan kematian Joseph minmal ada pasal tambahan dan minimal pasal pembunuhan. Tetapi jangan berandai-andai nanti biar terang dulu perkara, apakah itu nanti kita perlu pengkajian terlebih dahulu. Nanti seandainya ada, ini pun juga salah satu  pembunuhan. Ini kasus yang serius,"rincinya. .


 Sementera itu, Anton menandaskan  kita perlu dalami lebih jauh. Kita tidak menduga-duga. Rencananya hari ini, 8 orang sudah diperiksaa."Untuk orrng Myanmar , bila terjadi disini. Tempat Kejadian  Peristiwa (TKP) salah satu ciri khas, " Tarafiking ada tiga. tempat Asal, Tempat Transit, Tempat bekerja.  Nanti tergantung kesepakatan Pemerintah Myanmar dengan pemerintah Indonesia. kalau orang Indoneisa kita sidik di Indoneisa. kalau yang meliabtkan oarng Myanmar di Myanmar. Bisa masing-masing," tandasnya..


Sementara itu, Anton menambahkan bukan dibairkan, sudah berlayarm, begitu kita tahu ternyata 8 orang yang diperiksa, kapal ini, kapal ini. Begitu kita cek kapal sudah berangkat. " Tidak kita sendiri baru tahu setelah dari keteengan saksi. Ada saksi pun juga takut. kenapa dilindungi, karan takut .ya meamang masalah Trafiking , sidikatnya itu cukup sadis juga, Kalau becanda tau, tetapi mereka juga takut. Itu akhir-akhir ini dan asalnya kan tidak. Bukan tanpa usaha kita juga memeriksa mereka akhirnya bisa terbuka. ya sedikit, ini perlindungan bagi 8 orang," tambahnya. .


Dari data yang ada, Anton mengungkapkan datanya jumlah orang saja 2.100 orang . Nah itu kan bisa dihitung , kita tidak bisa memastikan beberapa kapal. "Karena Kepulauan Maharu kapal-kapal  Asing saja ada 6.000 kapal hingga 7.00 kapal asing. Disana itu. Yang beroperasi itu. Ini ada berapa ratus dan berapa ribu. dari keterangan dari 8 orang ada sekitar 2.100 orang Myanmar yang dalam sidikat yang sudah kita periksa," ungkapnya. (vk)

Jakarta,Koranrakyat.com- Nampak kejahatan Cybercrime terus merambah terlebih kejadian ini di Indonesia. itu sebabnya,Subdirektorat Cyber Crime Badan Reserse Kriminal Polri mengungkap kasus pencurian uang nasabah warga negara asing di Indonesia. Seorang perempuan warga negara Bulgaria berinisial IIT ditangkap. Penyidik masih memburu tiga pelaku lainnya.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Victor Edison Simanjuntak di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/4)2015 mengatakan kali ini pelakunya seaorng perempuan warga negara Bulgaria yang berisiial IIT berhasil ditangakap."IIT kami tangkap di sebuah vila mewah di daerah Seminyak, Bali," ujarnya.

Selanjutya, Victor menegaskan saat  menangkap , IIT bersama enam orang warga negara asing lain yang terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan. Mereka tengah berpesta minuman keras."Namun, berdasarkan proses pemeriksaan penyidik, dua orang hanya terbukti melanggar aturan keimigrasian dan empat lainnya tidak terbukti terlibat tindak pidana itu, " tegasnya

 

Untuk itu, Victor ,mengakui penangkapan IIT yang sudah berumur 46 tahun itu diawali dari laporan salah satu bank di Indonesia. Rekaman CCTV bank tersebut menunjukkan IIT dan rekan-rekannya tengah membongkar fasilitas di salah satu anjungan tunai mandiri (ATM) di Bali."Kami lalu menurunkan penyidik keliling Bali, mencari apa yang pelaku kerjakan di ATM itu," Akunya.

 

Jadi, Victor menjelaskan dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan ada beberapa ATM yang sudah disabotase oleh pelaku. Pelaku menanamkan alat bernama router dan kamera kecil di ATM."Router itu untuk merekam data dari kartu ATM nasabah, sedangkan kamera itu untuk melihat personal identification number (PIN).Jadi, pelaku sudah dapat data elektronik ATM dan PIN nasabah. Nah, pelaku tinggal menarik uang saja, berapa yang dia mau," jelasnya.

 Sementara itu, Victor menandaskan IIT melakukan aksinya bersama tiga orang lain." Tiga  rekan IIT tengah diburu polisi," tandasnya. IIT dikenakan Pasal 362 KUHP, 363 KUHP, 406 KUHP, Pasal 30juncto Pasal 46 dan atau Pasal 32 juncto Pasal 48 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 3, 4, 5 dan 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan hukuman di atas 10 tahun kurungan penjara.(vk)

Saturday, 18 April 2015 07:40

Kapolri Baru Ingin Kembalikan Citra Polri

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Setelah dilantik hari ini, ternyata keinginan untuk meningkatkan kinerja terus dilakukan. Ini menjadi komitmennya. Itu sebabnya untuk menjawab hal itu, ternyata perlu dilakukan perbaikan citra Polri di masyarakat. Itu sebabnya cara dilakukan dengan mengemas kinerja positif melalui media massa. 

Kepala kepolisan Republik Indonesia(kapolri) Jenderal Pol Badrodin Haiti ketika ditemui di Mabes Polri, Juamt (17/4) 2015 mengatakan berkomitmen memperbaiki citra Polri di masyarakat." Caranya dengan mengemas kinerja positif Polri melalui media massa," ujarnya..

Selanjutnya, Badrodin mengakui Polri banyak memiliki prestasi. Namun, cara mengemas prestasi itu dianggapnya kerap kurang baik. Sebaliknya, malah citra negatif yang lebih menonjol."Ada bahan banyak nih, tapi settingan-nya tidak menarik bagi media. Nah, harus ada setting yang bagus di media supaya masyarakat bisa lebih percaya," akunya.

Seiring dengan itu, Badrodin menjelaskan sambil mencontohkan kasus narkotika yang melibatkan terpidana mati Freddy Budiman. Dengan pengungkapan  berhasil mengungkap kasus itu, semua pengaturan publikasi yang tepat." dengan pengungakap kasus ini bisa mengembalikan kepercayaan publik ke Polri," jelasnya.

Itu sebabnya, Badrodin pun merinci dan menyebut dua bidang yang akan dioptimalkan penegakan hukumnya untuk memperbaiki citra Polri, yakni kasus korupsi dan narkotika. "Namun, bukan berarti bidang lainnya lepas dari pantauan. Dua bidang itu akan diberi penekanan lebih," rincinya.

 

Jadi, Badrodin menandaskan strategi tersebut adalah salah satu pesan Presiden Joko Widodo kepada dirinya. Dia akan berusaha menjalankan pesan Presiden tersebut."Istilahnya bukan penguatan citra ya. Citra tapi kalau ngomong tok, ya mana bisa. Ini harus disertai dengan kerja yang benar," tandasnya.(vk)

Friday, 17 April 2015 10:17

Kasus BG Tertunda

Written by
Jakarta, koranrakyat.com- Tertunda Gelar Perkara untuk memngungkap kasus Komjen Budi Gunawan tetap akan dilakukan. Pasalnya tertundanya itu akrean Kesibukan dari Bareskrim maebs Polri. Seiring dengan itu sejumlah pengamat tidak bisa hadir karena pelu kecocokan jadwal.namum Gelar itu segera akan di lakukan kembali. 
 
 
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus(Direksus), Bgrigjen Pol Victor Edi Simanjuntak ketika ditemui di Mabes Polri, Rabu (15/4) 2015 mengatakan sempat tertundanya pasalnya  kemudian  dari KPK mungkin masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga engga bisa datang." Kalau begitu lebih baik kita tunda  nanti 7 hari sebelum gelar kita undang dan supaya semuanya menyiapkan waktu untuk mengikuti gelar itu. Di dalam waktu dekat saja," ujarnya.. 
 
Selanjutnya, Victor menegaskan kan kita koordinasikan dulu,kalau gelar sebelumnya kita telepon dulu bisa engga. Kalau engga sibuk  kita kirim undangan." Tidak lah kan 3 hari sebelumnya. bisa juga dimaklumkan, kalau tiga hari sebelumnya kan mereka sudah punya jadwal. kita tidak bisa melaksanakan gelar itu," tegasanya.
 
Untuk itu, Victor mengakui  dengan ada nya gelar perkara ini , biaralah penilai dan akedimi yang bisa menentukan masalah. " Itu yang menentukan itu peserta gelar saja, kesimpulan gelar itu apa,ada itu kita putuskan," akunya.
 
Menyinggung indepedensi, Victor menambahakan kan idependen dan yang lebih baik supaya tidak ada tanggap lain. " Ini dilakukan  sesuai hasil penilaian  publik saja," tambahnya. (v
Friday, 17 April 2015 10:11

Rumah Cakapolri Di Tinjau Dewan

Written by
Jakarta, koranrakyat.com- Setelah melakukan kunjungan ke keluarga Komjen PoL Badrodin Haiti terkait pencalonan sebagai Kapolri, Nampaknya mendapat repon yang baik. Hal itu juga akan dibicarakan dalam pleno yang dilakukan malam ini. Ini sebagai bekal yang memberikan penilaian dan dukungan apakah perlu dilakukan fit proper tes tatau secara aklamasi mendorong komjen Pol di terima sebagai Kapolri.
 
Ketua Komis III DPR RI, Azis Syamsuddin ditemui usai pertemuan di dengan Komjen Pol Barodin Haiti dengan keluarga, Rabu (15/4) 2015 mengatakan  setelah melakukan pembicaraan yang disikapi secara baik dari, baru saja selesai acara rangkaian  fit and proper tes dari calon kepala kepolisian Republik Indonesia. " Dalam  hal  ini saudara  Badrodin Haiti dan didalam pertemuan ini merupakan kunjungan ke keluarga kami menaruh simpati ke pada bapak Badrodin Haiti dan keluarga besar,"ujarnya.
 
Menyorot keluarga,  Azis menegaskan banyak hal-hal yang manarik didalam kehidupan pribadi keluarga Badrodin Haiti. "Dari sepuluh fraksi memberikan pandangan-pandangan, dalam pandangan ini akan menjadi suatu rangkaian didalam fit proper test untuk diberikan kepada yang insya Allah akan diselenggarakan untuk tidak lebih pada tanggal 20 April sesuai dengan Undang-undang pasal 11  UU No.2 tahun 2002," tegasnya.
 
Selanjutnya,Azis mengakui adapun hal-hal lain yang menyangkut substansinya nanti saja. Besok kita akan dengar secara langsung bisa rekan-rekan  bisa di Fit Proper test dalam pertemuan akan lanjutkan. "Mungkin sudah berakhir dan saya ucapkan untuk institusi Polri. "Dimana gejolak-gejolak yang tiga bulan terakhir tidak terulang kemabli. Pelantikan saudara Badrodin Haiti bisa segera terlaksana dilakukan sehingga bisa memberikan suatu rasa aman bagi masyarakat Indonesia," akunya.
 
Ditempat yang sama, Komjen Pol Badrodin Haiti mengatakan ketua komisi III DPRI dan anggota, baru saja kita laksanakan  satu acara penerimaan kunjungan Komisi III DPR RI di kediaman kami dan diterima oleh keluarga. "Ini juga anak-anak kebetulan kumpul disini,saya punya dua anak dan satu isrri.Alhamdulilah ada pertanyaan dalam tanya jawab mendapatkan satu respon yang positif dan mudah-mudah bisa mempelancar proses yang akan dilakukan besok pagi," ujarnya. (vk)
Friday, 17 April 2015 09:41

Sekitar 14 Tersangka Jaringan Freddy Terbongkar

Written by

Jakarta, Koranrakyat.com-   Jaringan Internasional yang melibatkan 14 tersangka.Salah satu di antaranya adalah terpidana mati Freddy Budiman (38) yang dimana setelah membeli narkoba dari temannya 

dia mengendalikan dari Rutan.

Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso, Selasa (14/4) 2015   di Perumahan Palem di Jakarta Barat kepada wartawan  mengatakan Diretorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap jaringan narkotika internasional yang melibatkan 14 tersangka."Salah satu di antaranya adalah terpidana mati Freddy Budiman (38). Freddy berperan membeli narkotika dari kenalannya yang merupakan warga negara asing dan mengendalikan penjualan narkotika dari dalam penjara," ujarnya. 

Selanjutnya, Budi Waseso menegaskan ini adalah jaringan lama dan sudah kita ikuti terus."Pelakunya juga bukan orang-orang baru. Kita pantau terus selama dua bulan sebelum terungkap.Para pelaku selain Freddy adalah Yanto (50), Aries (36), Latif (34), Gimo (46), Asun (42), Henny (37), Riski (22), Hadi (38), Kimung (31), Andre (30), dan Asiong (50),"tegasnya.

Dari pengembangannya, Budi Waseso mengakui  ada dua pelaku lain yang masih buron, yakni seorang warga negara Belanda bernama Laosan alias Boncel dan Ramon."Dimana para pelaku sudah merancang rencana memproduksi narkotika jenis ekstasi secara besar-besaran pada September 2014," akunya.


Saat itu, Freddy menyuruh Yanto dan Aries membeli bahan dan alat cetak ekstasi yang kemudian disimpan di daerah Cikarang.
Bahan produksi ekstasi belum lengkap hingga Maret 2015. Freddy kembali menyuruh Yanto memindahkan bahan dan alat cetak ke pabrik bekas garmen, Jalan Kayu Besar, Jakarta Barat. 

Yanto meneruskan perintah Freddy ke Aries, lalu Aries menyerahkan bahan dan alat cetak tersebut kepada Gimo untuk disimpan di pabrik tersebut. 

Adapun yang bertanggung jawab menjaga pabrik itu adalah Latif. Pada Oktober 2014, Freddy telah menyuruh Yanto menerima narkotika berbentuk prangko atau jenis CC4 dari Mr X (buron) di depan Museum Bank Indonesia, Jakarta Barat. 

Setelah dapat, 150 lembar narkotika jenis CC4 pun dijual kepada pelaku lain, Andre. Narkotika jenis lain, sabu, diatur oleh Freddy sejak November 2014 dengan kembali memanfaatkan tangan kanannya, Yanto. 

Yanto menerima paket sabu dari Mr X (buron) di daerah Kota, Jakarta Barat. Paket sabu itu diteruskan kepada Bengek (buron) di Stasiun Kota. 

Berlanjut ke Januari 2015, Freddy menyuruh Yanto menerima 500 gram sabu dari Mr X (buron) di Kota Lama, lalu diserahkan ke Mr X (buron) lainnya di Kota Lama juga. 

Pada Maret 2015, Freddy menyuruh Gimo menerima 1,2 kilogram sabu dari Mr X, warga negara Pakistan (buron), di Terminal Kampung Rambutan. 

Barang itu selanjutnya diserahkan kepada Latif. Aksi jarak jauh Freddy berlangsung hingga April 2015. Masih banyak narkotika yang dia beli dan dijualnya kembali kepada orang lain melalui rekan-rekannya di luar penjara. (vk)

 

Monday, 13 April 2015 13:44

Mabes Siap Periksa Fredy

Written by
Jakarta, koranrakyat.com- Proses pemeriksaan Fredy Budiman terus berlanjut, meskipun  tudingan terhadapnya adanya pengendalian pemasaran narkoba dari Nusa kambangan. Sementara ini , jelas sudah ada pasal-pasal yang dilanggar dan ini akan dijelaskan ke Kejaksaan.  
 
Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Rikwanto mengatakan sudah ada pasal-pasal yang dilanggarnya, secara hukumannya nanti putusan hakim. " Kita yang jelas melakukan penyidikan sudah bisa kita proses kita serahkan ke Kejaksaan," ujarnya..

Sampai sekarang, Rikwanto mengakui tersangka sudah ada di sana.
Tentu harapan kita semua juga harapan masyarakat, tetapi mungkin eksekutornya masih menunggu waktu yang tepat." Atau mungkin masih ada masalah teknis yang sedang dipersiapkan. Kita belum tahu, tentu itu menjadi domain eksekutor," akunya.
Untuk Bandar narkoba  dari dalam lapas, Rikwanto menjelaskan
tanggung jawab semua termasuk aparat kepolisian termasuk BNN termasuk juga kita semua masyarakat juga punya kewajiban jangan sampai tersangka bisa, tetangga kita. "Lingkungan kita ada pabrik-pabrik seperti itu kita tidak mendeteksi. Mungkin masyarakat juga curiga tetapi masyarakat barangkali tidak memberikan informasi kepada pihak kepolisian atau BNN, " jelasnya. (vk)

Monday, 13 April 2015 13:37

Cakapolri Siapkan Visi Misi

Written by
Jakarta, koranrakyat.com-  Gonjang ganjing penetapan Kapolri baru yang diusulkan Presiden Jokowi  ke DPR RI rencana tetap melalui fit proper tes yang masih akan direncanakan bulan ini. Itu sebabnya ,semua perlu dipersiapkan visi dan misnya secara baik dan ada juga pengajuan sejumlah program kerja yang meningkatkan kinerja Polri. 
 
Wakil Kapolri, Komjen Pol Badrodin Haiti ditemui di Mabes Polri,Jumat (10/4) 2015 mengatakan kita sudah siapkan visi-misi, program polri yang harus saya sampaikan nanti di hadapan komisi III." Terkait dengan persoalan-persoalan yang harus kita tangani, lakukan nanti di tahun ke depan manakala DPR RI menyetujuinya," ujarnya.

Selanjutnya, Badrodin menegaskan kita tentu akan bangun hubungan yang lebih baik karena tujuan kita sama adalah melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi." Tanpa kerja sama yang baik dengan KPK dengan PPATK dengan Kejaksaan dan penegak hukum lainnya tentu pemberantasan termasuk pencegahan tidak berlangsung efektif,"tegasnya.

 ketika ditanya terkait cooling down kan udah sebulan, kapan mau dimulai lagi, Badrodin mengakui Sedang kita pertimbangkan apakah nanti di bulan ini sudah bisa dimulai untuk memproses sejumlah kasus yang ada." Atau bulan depan akan dilanjutkan dalam memproses setiap kasusnya," akunya. (vk)

Jakarta,koranrakyat.com-  Pemeriksan Fredy Budiman yang dilakukan oleh mabes Polri ternyata ada kaitan dengan pengedalian peredaran narkoba di luar  Nusakambangan.  diharapkan pemeriksan itu bisa menjelaskan perkembangan.
 
WakiL Kapolri, Komjen Pol Badrodin Haiti ditemui di Mabes Polri  Jumat (10/4) 2015 mengatakan ini terkait dengan kasus pabrik ekstasi yang lalu kemudian kaitannya dengan Freddy Budiman yang dari Nusakambangan. " Kemudian serta jaringan-jaringannya, terkait dengan itu," ujarnya.


Untuk pemeriksaan Freddy, Badrodin menegaskan sedang dilakukan pemeriksaan." Kalau narkoba kan jenisnya cc4 sudah ada pasal-pasal yang dilanggarnya, secara hukumannya nanti putusan hakim." Kita yang jelas melakukan penyidikan sudah bisa kita proses kita serahkan ke Kejaksaan," tegasnya.


Jadi, Badrodin mengakui tersangkanya sudah ada di sana. ekseskusi Fredy dipercepat, tentu harapan kita semua juga harapan masyarakat, tetapi mungkin eksekutornya masih menunggu waktu yang tepat." Atau mungkin masih ada masalah teknis yang sedang dipersiapkan. Kita belum tahu, tentu itu menjadi domain eksekutor,"akunya.

Ketika ditanya banyak bandar narkoba  dari dalam lapas, Badrodin menjelaskan tanggung jawab semua termasuk aparat kepolisian , termasuk BNN termasuk juga kita semua masyarakat. Kita juga punya kewajiban jangan sampai tsk bisa, tetangga kita, lingkungan kita ada pabrik-pabrik seperti itu kita tidak mendeteksi." Mungkin masyarakat juga curiga tapi masyarakat barangkali tidak memberikan informasi kepada pihak kepolisian atau BNN," 
 
Sementara, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol Budi Waseso mengatakan bisa saja, masih dikembangkan sama tim jadi ya mungkin banyak nanti bagaimana nanti jaringan itu berkembang kita engga tahu‎."Itu menyangkut Freddy, bisa jadi, semua kan pengembangan itu semua . Jadi ya itulah masih penjajakan kita ngga serta merta kita sampaikan, nanti jaringan kita jadi nutup," ujarnya.
 
Menyangkut Narkoba jenis baru,  Budi Waseso mengakui sampai saat ini belum bisa kita sampaikan. " Masih penelitian, menunggu hasil laboratorium, itu nantim," akunya. (vk)
Page 22 of 24

Entertaiment

Face Book Galleries

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco)...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan