Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...
Penyidikan Kasus Teror 2 Pimpinan KPK, CCTV dibawa Ke London
Last Updated on Jan 21 2019

Penyidikan Kasus Teror 2 Pimpinan KPK, CCTV dibawa Ke London

                          JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pendalaman  Kasus teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) penyidik terus berupaya bekerjasama dengan kepolisan Inggris di London dengan cara...
Edy Rahmayadi Mundur Joko Driyono Plt Ketum PSSI
Last Updated on Jan 20 2019

Edy Rahmayadi Mundur Joko Driyono Plt Ketum PSSI

    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko Driyono. Jokdri - sapaan akrabnya, sebelumnya merupakan waketum dan kni menjadi plt ketum. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyarankan agar dilakukan segera Kongres Luar Biasa...

World Today

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -  Sekitar 113  Napi dari Lapas kelas II Lambaro, banda aceh  kabur.Polisi berusaha memburuh provokatornya, diperkirakan 6 orang pemicu Napi kabur telah ditangkap polisi.  

        Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ketika dihubungi melalui Minggu (2/12) 2018  Polri mengantongi identitas 6 narapina yang diduga kuat adalah profokatornya."Keenam napi yang memicu kerusuhan dan kaburnya napi lainnya, masing-masing 4 orang napi kasus narkoba dan 2 orang kasus pembunuhan,” ujarnya.

          Dedi menegaskan, Polda Aceh yang dipimpin Kapolda Irjen (Pol.) Rio S. Djambak telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengejaran, penangkapan serta tindakan tegas kepada sisa napi yang masih kabur.
        "Satu dari 6 napi yang diduga sebagai otak pelaku kerusuhan dan pembobolan berhasil diamankan pada Jumat (30/11/2018) sekitar pukul 21.00 WIB.Sudah berhasil diamankan kembali oleh tim gabungan dan sedang menjalani proses pemeriksaan secara intensif,” tegasnya.

       Diungkapkan  Dedi hingga hari ini sampai pukul 06.00 WIB, napi yang sudah berhasil diamankan sebanyak 36 orang napi sudah diamankan. Sedangkan 77 orang napi masih dalam pengejaran tim gabungan Polda dan Polresta Aceh.

       Sebelumnya, sebanyak 113 narapidana di Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas IIA Banda Aceh melarikan diri pada Kamis (29/11/2018) malam.

        Saat kejadian, petugas piket berjumlah sebanyak 10 orang, dengan rincian tiga orang piket senior dan tujuh orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Sementara itu,Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ade Kusmanto mengatakan , kejadian ini berawal saat beberapa penghuni lapas meminta melaksanakan shalat Magrib berjamaah."Waktu beribadah tersebut dimanfaatkan oleh beberapa orang narapidana untuk memprovokasi narapidana lainnya untuk melarikan diri di Lapas Kelas II A Banda Aceh," ujar

        Untuk itu, Ade menegaskan Awalnya, mereka ingin membobol kawat yang terpasang di depan klinik lapas. Setelah itu, mereka berlari menuju akses Pengaman Pintu Utama (P2U), yang saat itu dikunci."Oleh sebab itu, mereka bergerak menuju ruang kerja dan ruang aula. Lalu, para napi tersebut berhasil kabur dengan merusak terali besi pada jendela kedua ruangan yang menghadap ke luar lapas," tegasnya.

Seiring dengan Ade menjelaskan para napi menggunakan barbel dan benda tumpul lainnya untuk membobol terali besi pada jendela tersebut." Itu yang diketahui lihat tetap di cari keberadaanya, "jelasnya.(vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri telah menangani 952 kasus sejak bulan Januari hingga November 2018 ini   Dirpolair Korpolairud Barhakam Polri Brigjen (Pol) Lotharia Latif ditemui di Dirpolair, Jln Martadinada Ancol Jakarta Utara, Jumat(30/11)2018 mengatakan saat memaparkan, dari angka tersebut, 152 kasus ditangani oleh Markas Besar (Mabes) Polri dan 800 kasus ditangani kepolisian daerah. Adapun kasus yang ditangani terbagi dalam beberapa kategori."Yang pertama, adalah illegal fishing di perairan Indonesia. Itu jumlah yang kita laksanakan dalam rangka penegakan hukum ada 376 kasus dimana Mabes Polri dengan kekuatan kapal Polairud kita menangkap 54 kasus, Polda 322 kasus," ujarnya.

            Selanjutnya, Latif menegaskan Penangkapan ikan ilegal itu, lanjut Latif melibatkan 359 kapal asal Indonesia dan 17 kapal asing.Jenis kasus kedua adalah penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan di laut sebanyak 110 kasus. Rinciannya, 13 kasus ditangani Mabes Polri, 97 kasus ditangani oleh pihak Polda."Ketiga, kasus pencurian di mana dalam tahun ini ada 62 kasus, 8 ditangani Mabes dan 54 Polda," tegasnya.

              Seiring dengan itu, Latif menjelaskan Keempat, Korpolairud Polri juga menangani 6 kasus penyelundup imigran gelap melalui jalur perbatasan. Sebanyak 4 kasus ditangani Mabes Polri dan 2 kasus ditangani Polda."Kelima, migas dan minyak kita juga aktif menindak peredaran minyak (ilegal) yaitu 47 kasus. 13 ditangani Mabes dan 34 Polda,"jelasnya..

            Lebih lanjut, Latif mengungkapkan Keenam, Korpolairud Polri menangani 44 kasus pembalakan liar, dengan rincian 9 kasus ditangani Mabes Polri dan 35 kasus oleh Polda."Ketujuh, masalah pertambangan, illegal mining ada 21 kasus, 7 ditangani Mabes Polri dan 14 (kepolisian) wilayah. Lalu, masalah karantina ini penyelundupan lobster, kita ada 12 kasus. 3 ditangani Mabes dan 9 (kepolisian) wilayah.Kemudian kita tergabung dalam satgas penyelundupan yang digagas Menteri Keuangan, ada 16 kasus di mana 6 kasus ditangani Mabes dan 10 Polda," rincinya.

         Lebih jauh, Latif membeberkan Korpolairud Polri menangani 14 kasus perompakan yang secara keseluruhan ditangani oleh Polda.
"Inilah kasus menonjol di perairan yang setiap tahun menjadi atensi pimpinan dan kita laksanakan penindakannya,"bebernya.(vk)

 

 

Monday, 26 November 2018 12:35

Korlantas Minta Pemda Laksanakan ETLE

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Dilaucingnya dan menerapkan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement(ETLE). Sering dengan itu Kakorlantas ajak Pemda mulai menerapkan.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri  di temui di kanada HI,Jakarta Pusat, Minggu(25/11)2018 mengatakan dan ajak pemerintah daerah (pemda) untuk mulai menerapkan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement(ETLE)."Kita mengimbau paling tidak Pemda melakukan hal serupa di beberapa titik dahulu, mungkin 2, atau 3 titik," ujarnya.

Selanjutnya, Refdi menegaskan Sistem tersebut dinilainya efektif dan efisien dalam mengawasi pengendara lalu lintas. Ia menjelaskan, sistem ETLE yang menggunakan kamera CCTV itu akan meminimalkan jumlah anggota di lapangan.

"Selain itu,  ETLE akan mengurangi kemacetan karena petugas tidak perlu memberhentikan pengendara yang melanggar aturan," tegasnya.

Untuk itu, Refdi menjelaskan penerapan sistem ETLE oleh Pemda tidaklah sulit. Sebab, pihaknya telah memiliki data-data soal kendaraan bermotor di seluruh Indonesia, yang dibutuhkan untuk menilang pengendara."Oleh sebab itu,  hal itu tinggal tergantung pada niat Pemda dan komunikasi lebih lanjut.Kita punya data yang lengkap, sehingga kalau ada terobosan yang sama atau hal serupa di wilayah, tidak terlalu sulit untuk melakukannya. Sekarang bagaimana niatnya dan bagaimana mengkomunikasi dengan Pemda,"jelasnya.

Hingga saat ini kamera CCTV ETLE terpasang di persimpangan Patung Kuda dekat Monas dan di persimpangan Sarinah, Jakarta Pusat.

 

Kawasan yang diawasi kamera CCTV diberi rambu khusus berupa plang portabel yang diletakkan dekat lampu lalu lintas.

Ke depannya, Polda Metro Jaya menargetkan pemasangan 81 kamera CCTV yang tersebar di 25 persimpangan, di Jakarta, pada 2019.( vk)

   

 

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Serah terima Kadiv Humas Polri Irjend Pol Setyo Warsito kepada Brigjend Pol Muhammad Iqbal  digelar di Mako Brimob, Rabu(14/11)2018. Setelah menyerahkan jabatan  meminta maaf bila ada kesalahan dan kehilafan. Berharap para teman wartawan tetap menjalin kerja sama yang sudah  disampaikan kepada saya dapat diteruskan kepada Pak Iqbal .

           Mantan Kadiv Humas,Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mako Brimob, Rabu(14/11)2018 mengatakan terima kasih kepada semua rekan-rekan wartawan yang selama 1 tahun 6 bulan telah bekerja sama dan saya terus terang merasa banyak dibantu oleh rekan-rekan. "Tetapi sebagai manusia biasa tentunya saya menyadari ada kekurangan oleh sebab itu saya mohon maaf apa bila selama kita bergaul ada kekurangan bagi wartawan ,bagi jurnalis rekan-rekan awak media sekalian," ujarnya.

          Selanjutnya,Setyo menegaskan Saya mengharapkan kerja sama yang sudah  disampaikan kepada saya dapat diteruskan kepada Pak Iqbal tentunya rekan-teman lebih tahu dan sudah lebih mengenal Pak Iqbal saya harapkan lebih baik lagi dan lebih meningkat lagi kerjasamanya yang sudah dikerjasamakan dengan saya ditingkatkan." Saya juga mendoakan Pak Iqbal semoga sukses mengemban tugas Kepala Divisi Humas Polri yang tentunya tidak ringan karena saya tahu persis dan saya tetap mensport beliau mendukung beliau menjadi Kadiv Humas supaya Polri ini tetap sukses dan kita dapat menciptakan situasi aman,damai dimanapun kita berada di Wilayah Republik Indonesia," tegasnya.

        Untuk itu, Setyo menandaskan Sekali lagi saya mohon maaf selamat bertugas bagi rekan-rekan media kalau ada bisa dibantu  ditempat penugasan yang baru. "Nanti silakan jangan sungkan-sungkan kontak kepada saya," tandasnya.

            Ditempat yang sama, Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan terus terang saya happy dan saya bahagia sekali ke lingkungan sejak tahun 2015 hingga 2016 saya sudah bergaul dengan media sejak menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya. Alhamdulilah tour of Duty kembali saya dipercaya sebagai Kadiv Humas Polri amanah yang saya harus emban dan mau-mau tidak mau saya harus memaksimalkan apa yang sudah dikerjakan oleh Pak Setyo sebagai Kadiv Humas Polri yang lama dan kami sadar bahwa Humas Polri tidak bisa bekerja sendiri karena kekuatan kami seluruh elemen masyarakat." Memang tugas Divisi Humas bukan saja juru bicara tetapi lebih dari itu konkrit kami harus bergandengan tangan dengan semua stecholder. Kami mohon koreksi ,kami mohon informasi dan lain-lain sama seluruh Stecholder untuk memajukan negara tercinta ini," ujarnya.

            Selanjutnya, Iqbal menegaskan dan insya Allah saya akan membuka akses tentunya sampai kapanpun untuk bergandeng tangan dengan media dan dengan masyarakat untuk memajukan Kepolisian Negara Republik Indonesia." Dan terima kasih banyak atas doa atas juga mungkin kerinduan teman-teman dan saya juga kembali kesini . Terima kasih banyak mohon dengan sangat saya dibantu ya dalam kapasitas sebagai salah satu anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bertugas di Devisi Humas Polri," tegasnya.

Untuk itu, Iqbal menjelaskan nanti dalam segala bentuk yang tentunya dalam koridor menyampaikan informasi dedikasi politik karena kita tahu saat ini momentum bangsa ini lagi sedang pesta demokrasi dan ada ancaman-ancaman hoax dan lain-lain. "Mari kita bergandengan tangan untuk meminimalisir bahkan meniadakan berita-berita bohong kebencian yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.

           Lebih jauh, Iqbal merincinya terima kasih yang tidak terhingga insya Allah Komjen Pol Setyo Wasisto sudah mempercayakan kepada saya yang memberikan saran kepada Bapak Kapolri memberikan tongkat estafet sebagai Kadiv  Humas Polri selain sebagai kakak saya dan juga sebagai guru saya salut kepemimpinan beliau ini leader Ship beliau tidak diragukan sehingga sewaktu saya menjadi Karopermas tidak ada beer untuk mengajukan saran Devisi Humas Polri. "Sekali lagi mohon dukungan dengan hati dan hormat seluruh masyarakat terutama teman-teman media semua lapisan untuk tugas kedepan. Mohon maaf saya harus kembali dulu ke Surabaya insya Allah Jumat Sabtu ada serah terima dan minggu saya sudah di Jakarta," rincinya.(vk)

 

 

SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka luka , korban yang meninggal sebanyak tiga orang dimana 2 orang korban berada di  RSUD Dr.Soetomo dan 1 orang korban di RSUD  Dr.Soewandi,  dan yang terluka sekitar 15 orang.“Semua biaya pengobatan di RS menjadi tanggung Pemprov Jatim,” ujar Sekdaprov Jatim pada koranrakyat Sabtu (9/11) malam hari.

Para penonton yang menjadi korbansaat berlangsungnya drama kolosal Surabaya Membara menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim. Hal pertama yang harus diselesaikan adalah masalah kemanusiaan. “Jadi yang meninggal, sakit dan terluka menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim,” hal  ,Dr.H.Soekarwo saat menjawab pertanyaan wartawan terkait jatuhnya korban Drama Kolosal Surabaya Membara, Sabtu (10/11).

            Dijelaskan, bagi penonton yang meninggal semua biaya akan ditanggung oleh pemerintah, mulai dari penguburan dan akan memperoleh  santunan Rp. 10 juta.  Bagi yang terluka, semua biaya perawatan juga ditanggung oleh pemerintah.“Hal ini merupakan pendekatan kemanusiaan, dan menjadi solusi yang paling bagus, bukannya mencari siapa yang salah dan benar,” ungkapnya.

            Dengan adanya kejadian ini, Pakde Karwo meminta agar semua pihak tidak ada yang saling menyalahkan.“Kejadian ini adalah suatu kecelakaan yang harus diurus dari sisi kemanusiaan. Tidak ada yang boleh saling menyalahkan” tambahnya.

Semua korban yang terluka, lanjutnya, saat ini dirawat di beberapa rumah sakit diantaranya RSUD Dr.Soetomo, PHC dan RSUD Suwandi.        PakdeKarwo menambahkan, sebelum berlangsungnya acara, para penonton Drama Kolosal Surabaya Membara dihimbau untuk tidak menonton di viaduk jalur lintasan kereta api  yang berada di Jl. Pahlawan. 

Sementara itu,seusai mengikuti Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan(TMP) Kusuma Bangsa, Sekdaprov Jatim, Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM langsung menjenguk para korban di beberapa rumahsakit. Kunjungan Sekdaprov Jatim dimulai di RS.Dr.Soetomo dimana melihat korban yang terluka dan korban yang sudah meninggal.Pada kesempatan tersebut, Sekdaprov Jatim juga memberikan akte kematian kepada keluarga korban.

Kemudian, Sekdaprov Jatim langsung menuju keRs. Dr.Soewandhi.Sekdaprov Jatim menegaskan bahwa biaya yang harus ditanggung oleh korban menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim.Sampai saat ini, korban yang meninggal sebanyak tiga orang dimana 2 orang korban beradadi  RSUD Dr.Soetomo dan 1 orang korban di RSUD  Dr.Soewandi,berikut tiga korban yang tewas Erikawati (9) warga Jalan Kalimas Baru  No. 61 Surabaya, ( Jatuh dari Viaduk),Helmi Suryawijaya (13)Warga Karang Tembok Gg. 5 Surabaya( terlindas kereta api, Bagus Ananda(17) warga ikan Gurami6/27 Surabaya Jatuh dar Viadu,Sedangkan  yang terluka sekitar 15 orang saat ini dalam perawatan sebagian besar patah tulang jatuh dari Viaduk .“Semua biaya pengobatan di RS menjadi tanggung Pemprov Jatim,” ujarnya(dil )

 

Saturday, 03 November 2018 15:51

Sekitar 4 Ton Bangkai Mesin Pesawat Lion Air Terangkat

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Evakuasi bangkai pesawat Lion Air JT-610 di hari keenam menemui sejumlah kendala. Salah satunya yakni tebalnya lumpur di dasar laut, sehingga menutupi puing-puing pesawat nahas ini.

         Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, sampai malam ini setidaknya beberapa bagian besar pesawat sudah ditemukan. Meliputi roda pesawat bagian depan dan belakang yang telah berhasil diangkat ke permukaan.

Sementara itu, pengangkatan mesin dan bagian besar pesawat lainnya terhambat oleh tebalnya lumpur. Sehingga operasi harus ditunda sementara, mengingat hari sudah malam.

        "Mesin belum terangkat tapi kami sudah liat lewat ROV, kemudian bagian-bagian (pesawat, Red) yang lain juga sudah terlihat," ujar Budi di Dermaga JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11).

Lebih lanjut, Budi menerangkan, untuk pencarian besok, tim SAR gabungan akan difokuskan di titik penemuan bagian besar pesawat ini. Mereka meyakini di lokasi tersebut masih terdapat beberapa bagian besar pesawat JT 610.   "Untuk besok kegiatan akan kami difokuskan lagi di daerah yang tadi kami temukan bagian-bagian besar tersebut. Jadi, kami akan konsentrasi di situ," imbuhnya.

         Sementara itu, tidak dipungkiri jika lumpur menghambat proses evakuasi ini. Di lokasi tersebut ketebalan lumpur mencapai 1,5 meter. "Itu kan bawahnya ada yang lumpur, kedalamannya satu hingga satu setengah meter. Makanya yang tadi saya bilang besok pencarian akan difokuskan lagi di situ," pungkas Budi.(as)

Thursday, 01 November 2018 01:13

Diserahkan 37 Kantong Jenasah Korban Lion Air

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) setelah mengerahkan 35 kapal saat melakukan pencarian, akhirnya kembali menemukan bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 dari pencarian yang dilakukan pada hari ini, Selasa (30/10/2018).

Deputi Operasional Basarnas Nugroho Budi ditemui di Basarnas, Rabu(31/10)2018 mengatakan

Hingga saat ini, total 37 kantong jenazah yang diserahkan tim SAR kepada tim DVI Polri."Hari ini kami dapat 13 lagi kantong lagi. Jadi ada 37 yang sudah dikirimkan ke DVI Polri," ujarnya.

Selanjutnya, Nugroho menegaskan adapun, 37 kantong jenazah tersebut belum terdapat tubuh korban secara utuh." Namun, berisi potongan tubuh beberapa korban dalam satu kantong," tegasnya.

Selanjutnya, Nugroho menjelaskan bagian tubuh korban akan diidentifikasi lebih lanjut oleh tim DVI Polri."Selain bagian tubuh, tim SAR juga menemukan kartu identitas yang diduga milik para penumpang pesawat."Kartu identitas itu berupa paspor, Kartu Tanda Penduduk hingga kartu asuransi dan jaminan kesehatan," jelasnya.

Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018). 

Pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten.

Sedianya, pesawat itu mendarat di Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB.

Pesawat yang baru beroperasi pada 15 Agustus 2018 itu diketahui membawa 189 orang, yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 orang anak, 2 bayi, dan 8 awak pesawat.(vk)

Friday, 19 October 2018 22:59

Dua Tersangka Peluru Nyasar Di Markas Dewan Diamankan

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Akibat peluru nyasar di DPR RI tersangka sudah menembak hampir 300 butir dari 450 peluru yang dimiliki. Kini pemeriksaan ditetapkan 2 tersangka akibat penembakan tak terkontrol.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ditemui di Polda Metro, Kamis(18/10)2018 mengatakan, saat diamankan, tersangka kasus peluru nyasar di Gedung DPR RI sudah menembakkan hampir 300 butir peluru dari total 450 peluru yang dimiliki."Dia (tersangka) kan membeli 9 dus (peluru), tiap dusnya ada 50 butir. Dia sudah menembakkan 290-an (peluru) lebih lah," ujarnya.

Selanjutnya, Argo menegaskan awalnya tembakan tersangka mengarah ke sasaran yang tepat.Namun, pada tembakan terakhir, senjata api jenis Glock 17 yang digunakan dipasangi perangkat tambahan bernamaswitch auto. "Hal ini membuat peluru yang ditembakkan tak terkontrol karena tersangka kaget tiba-tiba terjadi tembakan bertubi-tubi ke arah atas, padahal hanya sekali menekan pelatuk," tegasnya. 

Lebih lanjut, Argo menjelaskan dari data yang di kumpulkan, kepada polisi, tersangka berinisial I mengaku memasukkan 4 butir peluru pada tembakan terakhir, polisi menemukan 5 butir peluru dan 6 bekas tembakan di Gedung DPR RI."Kami masih mendalami berapa sebenarnya peluru yang ditembakkan.Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus ini," jelasnya.

Ditempat yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, dua tersangka tersebut berinisial I (32) dan R (34).
"kedua tersangka diamankan di Lapangan Tembak Senayan yang berada di samping Kompleks Parlemen.Saat ini, kedua tersangka menjalani masa penahanan di Mapolda Metro Jaya," ujarnya.

Polisi masih melakukan penyisiran di Gedung DPR RI guna menyelidiki kemungkinan ditemukannya proyektil lain.( vk)

 

Saturday, 06 October 2018 16:15

Sebar Berita Hoax Dibrangus Polisi Cybercrime

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Maraknya Berita Hoax yang terkait gempa di Sulawesi Tengah yang meresahkan masyarakat yang dilakukan oleh 9 tersangka, Dua  kasusnya diproses oleh Direktorat Tindak Pidana cyber .

Kasubdit I TIndak Pidana Cyber Crime, Kombes Pol Dani Kustoni ditemui di Bareskrim ,Jumat (5/10)2018 mengatakan   berkaitan dengan berita Hoax yang kita tangani oleh Direktorat Cyber  sejak  awal bulan oktober  terkait  berita bohong  di wilayah poso . " Di media sosial kita temukan 9 tersangka yang melakukan penyebaran berita bohong, termasuk berita hoax terkait   gempa di wilayah Sulawesi ," ujarnya.

Dikatakan  Dani  ada berita bohong  gempa di wilayah Nusa Tengara Barat  dan   gempa di wilayah Jawa Barat termasuk Jakarta." Yang bersangkutan menyebarkan berita bohong yang akhirnya menimbulkan keonaran, keresahan di tengah-tengah masyarakat seharusnya  bersangkutan merasa prihatin di Sulawesi, malah  memanfaatkan dengan  menyebarkan berita bohong atau Hoax hingga terjadi  keresahan" tegasnya.

        Diungkapkan juga menjelaskan  situasi seperti itu akhirnya kita menyatukan penyelidikan profailing dengan akun yang menyebarkan dengan Hoax ditemukan ada 9 kasus yang dua ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Cyber kemudian dua dilakukan proses penyidikan oleh Polda Jatim, satu kasus di Riau, kemudian di Sulawesi sedang di tangani," jelasnya.

         Lebih jauh, Dani mengarapkan  masyarakat jangan ikut ikutan   menyebarkan berita-berita kejelasan atau kebenarannya belum tentu sesuai dengan fakta yang ada. Sehingga tak menimbulkan keresahan di  masyarakat." Kami masih terus Direktorat Cyber,Patroli cyber mencek akun-akunt media cyber yang sekiranya ada masyarakat menyampaikan berita-berita bohong atau Haox tentunya kami akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku-pelaku yang menyebarkan berita-berita bohong," dingin ya.

      Dani katakana  dari 9 tersangka di proses dengan menggunakan   pasal 14 ayat 2 Undang-undang no.1 tahun 1946 berkaitan dengan menyebarkan berita bohong yang menyebabkan keonaran di tengah-tengah masyarakat."Rata-rata setelah diperiksa pengaduan mereka tidak ada motif apa-apa, hanya iseng,ikut-ikutan. Kemudian ada menganggap  tidak menyebarkan berita bohong. Seolah-olah benar saja, ini masih kami dalami seperti apa karena masih dalam proses penyidikan. Sampai dengan hari ini sudah kami periksa 9 orang dan masih ada akun yang kami dalami. Ada 19 akun yang kita lakukan proses penyelidikan," tandasnya .

 

Ditempat yang sama, Penyidik, AKBP Purnomo mengatakan  ada yang ditangkap di daerah Jakarta Timur , tersangka adalah karyawan swasta. "ia  sekurity disalah satu Perusahaan di Jakarta Timur," ujarnya.

          Menyingung ancaman Hukuman,Purnomo menegaskan  Ancaman hukuman 3 tahun. Pasal Undang-undang no. 1 tahun 1946 Pasal 14 ayat 2. "Kalau untuk tersangka, kalau beberapa itu tadi yang kita temukan. Tentunya dari kasus-kasus serupa yang kita temukan cukup meresahkan  terkait dengan kejadian di Wiliyah Sulawesi yaitu dimanfaatkan oleh mereka untuk menyebarkan kesesatan ditengah masyarakat masih kita tangani," tegasnya.

           Purnomo katakan sementara tersangka dijerat dengan   undang-undang No. 1 tahun 1946 , yang terkait dengan  berita bohong ( vk)

Tuesday, 25 September 2018 12:34

Mafia Perbankan Diringkus Bareskrim

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kembali aksi kejahatan perbankan dengan modus mark up pemberikan biaya kredit bagi masyarakat yang dilakukan oleh PT SNP sehingga 14 bank dirugikan sebanyak Rp 14 Triliun. Kini Direksus berhasil meringkus 5 tersangka dan 3 lain masih dikejar.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus , Kombes Pol Daniel Tahimonang Silitonga ditemui di Bareskrim Senin(24/9)2018  mengatakan semenjak berapa hari yang lalu kita lakukan penahanan dan penangkapan terhadap orang-orang yang bekerja yang bertanggung jawab terhadap opersionalisasi PT SNP , nah dibelakang kita ini sudah dilihat 5 orang yang sementara ini yang kita anggap paling bertanggung jawab berhubungan langsung kelakuan dengan tindak pidana yang dilakukan oleh PT SNP naik secara mandiri ,secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama."Apapun modus yang dilakukan adalah pembiayaan terhadap PT SNP dimana PT SNP menyediakan barang yang di kredit oleh nasabah atau masyarakat dan itu dibiayai. Nah daftar pembiayaan ini kadang-kadang di mark up , ditambahin atau dikalikan sehingga di ajukan ke beberapa bank ke krediturnya. Jadi yang terdaftar pada kita  ada 14 bank yang jadi kreditur PT SNP yang apabila kita total-total kerugian dari 14 bank ini yang berhasil di raub oleh PT SNP kira-kira Rp 14. Triliun,"ujarnya.

Selanjutnya, Daniel menegaskan nah hari ini atas laporan keberanian dari salah satu bank maka kita lakukan penyidikan, salah satu bank ini adalah bank P melaporkan secara resmi kepada kita bahwa mereka mengalami kerugian sebesar  dengan jumlah pelapor yang diberikan itu Rp 450 Miliar dan itu macet sampai dengan sekarang Rp 150 Miliar belum bisa dibayar ditambah dengan pembelian beberapa produk SNP berupa MTM yang jatuh tempo yang tidak bisa dikembalikan oleh SNP. "Ini modus-modus yang dilakukan oleh SNP itu menambahi,menggandakan atau mengunakan berkali-kali daftar piutang ini sehingga kreditur mengeluarkan apa yang mereka minta sesuai dengan kehendak apa yang SNP minta bank sebagai kreditur," tegasnya.

Lebih lanjut, Daniel menjelaskan Kreditur ini satu persatu kreditur akan kami hubungi jumlahnya berapa dan pencocokannya segala macam." Yang terdaftar ini dan yang berani laporkan adalah bank P tadi itu.Berdasarkan laporan itu lu maka kita tangkap dan pada sabtu kita lakukan penangkapan. Masih ada DPO-DPO yang lain yang sedang kita kejar sekarang ini untuk mencari penanggung jawab-penangung jawab yang lain terhadap operasionalisasi PT NSP," jelasnya.

Lebih lanjut, Daniel merincinya Pembayaran  produk yang tidak bisa dikembalikan SNP . Ini modus-modus yang dikembalikan oleh SNP. "14 Bank itu kami tidak sebutkan tetapi ada 14 bank nanti pada saatnya kami akan rilis secara resmi secara gentlemen mereka katakan kami juga dirugikan. Kemudian ada bank swasta dan bank negara," rincinya.

Seiring dengan itu, Daniel mengungkapkan Ya. Ada 3 yang DPO dalam daftar kami kecocokan dan keterangan yang disampaikan oleh 5 tersangka ini. "Tersangka yang ada dibelakang inisial satu DS, dua RA. Ketiga AP. Keempat AS, kelima CDS. Tiga lagi kita masih lakukan pencarian. Posisi-posisi mereka adalah orang-orang yang mengurusi operasional PT NSP dan CNP," ungkapnya.

Menyinggung pidananya, Daniel membeberkan begini yang mengkreditkan barang pada orang dijaminkan pada bank . "Yang berhutang pada kami itu namanyan piutang yang dijaminkan pada bank, daftar ini piutang ditambah in, dibikin berkali-kali atau di rubah jumlahnya jadi 3 macam ditambah in jumlahnya atau misalnya saya kredit hand phone harga Rp 10 Juta ditambah in jadi Rp 100 juta. Itu yang diajukan ke bank. Sesuai dengan daftar yang anda lihat tentu , kami punya daftar piutang yang saya biaya itu yang di ajukan jaminan," bebernya.

Sesuai perkembangan, Daniel menandaskan kedepannya kita akan kerjasama OJK dan lembaga pengawas keuangan. "Himbauan kepada masyarakat agar lebih berhati hati karena kadang-kadang piutang masyarakat bisa di rubah dikalikan atau berkali-kali di ajukan sehinga kasihan masyarakat biasa berhutang sekali ,kreditnya sekali dia bisa jadi berkali-kali. Atau kredit Rp 10 Juta bisa jadi Rp 100 Juta. Karena dirubah dan ini dilakukan PT NSP," tandasnya.

Ketika ditanya bergerak di bidang apa, Daniel mengakui ini bergerak di bidang pembiayaan. "Ya, ini  dokumen sudah kita lakukan penyitaan dan ini dilakukan sejak tahun 2004, untuk korban bank P ini itu mulai dari tahun 2016 -2017 sebanyak Rp 450 Miliar," akunya.

Saat disinggung dasar hukum, Daniel menambahkan dasar hukumnya ada ,kegiatan hukumnya itu disangka kebakaran yang dilakukan. "Jadi rekan-rekan perlu tahu,korban melaporkan kepada kita, jadi kalu bergerak seperti normal. Jadi dengan kementerian.karena ada yang perlu kita injak. Tidak menutup kemungkinan. Nanti ada 14 bank yang jadi korban,seperti yang dipertanyakan bekerja sama dengan OJK kita akan menelusuri  tingkah laku yang lebih dalam..

Ya, sistem.yang mereka buat di wilayah sudah ada ada tokoh-tokoh yang menyediakan barang-barang elektronik barang-barang yang ada. ini yang ditawarkan dan dikreditkan, nanti kredit ini akan dibiayai NSP. Dan yang sedang berkredit ini  yang di utangi dirubah jumlahnya. Seluruh indonesai ada yang dihutangi ada pote-otletnya. Dari PT CMP ini," tambahnya.( vk)

Wednesday, 19 September 2018 15:07

Polisi.Kerjasama Dengan SKK Migas

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Polri menandatangi Mou dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi(BPH Migas) di gelar di Ruang Rupatama, Mabes Polri, Senin(17/9)2018.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian  di temui di ruang Rupatama Mabes Polri, Senin ( 17/9)2018 mengatakan MOU ini perpanjangan dari MOU sebelumnya yang sudah habis dan kita perpanjang sampai tahun 2023. "MOU ini sangat penting karena SKK Migas dan BPH Migas  ini memiliki peran yang sangat sentral dengan pengelolaan energi khususnya minyak dan gas. Kita kebijakan pemerintah khususnya pemerintah berusaha lakukan produksi enta dengan membuka ladang baru mengelola yang sudah tua agar produksinya maksimal menemukan sumber minyak dan gas yang baru oleh karena itu ini sangat-sangat kompleks dari hulu hingga hilir dari mulai  eksplorasi produksi sampai ke retribusi pengguna rumah tangga dan lain-lain," ujarnya. 

 

Selanjutnya  Tito menegaskan nah ini rantai yang panjang ini memerlukan kegiatan-kegiatan dukungan dari pihak kepolisian bidang keamanan Khususnya ,mulai kegiatan kita memberikan dukungan preventif sosialisasi bagi masyarakat agar semua langkah yang ada oleh SKK Migas dan BPH Migas ini mendapat dukungan dari publik."Kedua melakukan pengamanan preventif pengamanan objek-objek di hulu maupun di hilir yang  kita anggap penting di jaga secara fisik oleh anggota. Ketiga adanya masukan adanya langka-langka penegakan hukum bila terjadi pelanggaran-pelanggaran penyalagunaan, gangguan-gangguan dalam rangka baik di hulu diproduksi maupun di hilir di distribusi," tegasnya.

 

Untuk itu, Tito menjelaskan hal yang sangat penting besar sekali bagi bangsa kita. Kalau seandainya produksinya bisa meningkat bagus  untuk konsumsi dalam negeri saja kalau bisa ditemui dalam negeri saja ditentukan otomatis tidak di korban kan bagi kita. "BBM tidak perlu di subsidi lagi karena apa sudah berhasil dipenuhi dalam negeri. Sehingga ini bukan berarti subsidi dicabut ini karena adanya stabilitas  antara sholat dengan demand. Ini kalau sudah memenuhi demand maka tidak perlu import. Tidak perlu import otomatis biaya BBM Subsidi bisa dipakai untuk kepentingan yang lain oleh pemerintah," jelasnya.

 

Seiring dengan itu, Tito merincinya Struktur tentang Pendidikan . "Nah kita lagi stragel untuk meningkatkan produksi dan mengamankan produksi tepat sasaran. Kalau dua ini dilaksanakan maka beban kepada pemerintah APBN akan berkurang kita memiliki ketahanan nasional di bidang Energi BBM otomatis juga bisa menyentuh kebutuhan masyarakat," rincinya.  

Ditempat yang sama, Kepala SKK Migas, Amien Suharyadi : Jadi sejak 2004 perkara-perkara atau gangguan bisa terkendali sekarang . "Mungkin kalau dulu ingat pencurian dari Pipa minyak Pentino Sumatera Selatan  dilakukan secara besar-besaran sekarang sudah tidak ada," ujarnya

Disamping itu. BPH Migas, Dr Ir M. Fanshurullah Asa M T  mengatakan Data BPH Migas kerja sama Kepolisian dengan BPH Migas sejak 2013 ada 3.051 kasus yang bisa diselesaikan dan ada 17,5 Juta liter dan potensi kerugian lebih kurang 150 Miliar itu yang bisa di amankan. "Ini data dan kita punya ke optimisan dan ini bisa ditingkatkan sehingga uang subsidi BBM yang diberikan baik subsidi Solar dalam petugas an betul-betul merasa sehat. Tadi dibantu dengan 450 Ribu oleh Bapak Polisi yang ada," ungkapnya. ( vk)

Tuesday, 18 September 2018 13:11

Ditahun Politik TNI-Polri Komit Netral

Written by

JAKARTA(KORANRAKYATCOM)TNI Polri gelar operasi mantap Brata di Monas menyatukan keamanan gabungan TNI Polri. Ini dilakukan untuk menjaga Netralitas TNI Polri untuk,mengawal Pilpres dan Pileg 2019.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui usai gelar apel Mantap Brata di Monas , Selasa(18/9)2018 mengatakan  rekan-rekan sudah menyaksikan bersama hari ini kita melaksanakan apel dalam rangka menandai Operasi yang kita sebut  operasi kepolisian  terpusat mantap Brata yang tujuan mengamankan Pemilu 2019. "Apel ini dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia di Provinsi, Kabupaten dan berlanjut sampai ke Kecamatan tingkat Polres dengan Polsek dan Koramil. Semua saya dorong bersama Bapak Panglima TNI untuk melakukan kegiatan ini," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan tujuan apa untuk kita bangun mempersiapkan dan mengatisipasi berusaha mesukseskan Pemilu 2019. Pemilu ini saya sampaikan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Pilpres dan Pileg serempak. Pilegnya sampai ke daerah-daerah dan kepala Daerah. Sehingga jadi konteksasi  bagi tingkat nasional  dan terjadi juga konteksasi di daerah dapil masing-masing oleh karena itu kita tidak ingin underistimed , biasanya Pilpres kita hanya mengamankan  dalam skala naional di tempat yang besar.  Disini tidak dan Dapil-dapil itu bertanding sendiri satu partaipun bertanding dan.antar partai bertanding untuk bisa menembus 4 persen oleh partai mendapat trashol .  "Kita lihat ketatnya pertarungan ini. Oleh karena.itu Polri dan.TNI sepakat untuk.menggelar operasi   berlangsung pada tujuh hari mulai pada 20 September sampai dengan 20 Oktober 2018 kenapa sampai bulan.Oktober 2018. Pengamanan sdampai.pelantikan nantinya cukup panjang operasi pengamanan ini melibatkan hampir 300 Ribu personil Polri dan TNI serta unsur-unsur lainnya," tegasnya.

Dikatakan Tito tentu strategi utamanya membangun sinergi antar Stecholder terkait seperti Ketua KPU ada disini ,Bawaslu kemudian Polri TNI tokoh-tokoh masyarakat dan dia juga kita minta memberikan pesan-pesan yang mendinginkan jangan memanaskan. "Hal ini juga ada Wakil Ketua Komisi III Pak Trimedya Panjaitan merah tidak melambangkan partainya kebetulan.saja beliau hobby.dengan warna merah. Beliau datang kesini sebagai Wakil Ketua komisi III," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito menandaskan kemarin kita juga sudah melakukan langkah-langkah untuk menjamin netralitas. "Terutama saya dengan pak Panglima sudah melakukan safari ke semua wilayah menekan ini dan teman-teman paham." Sistem komando dan sistem management Polri dan TNI sama satu komando Bapak TNI. Kalau Kapolri komando secara Nasional," tandasnya

Selanjutnya, Tito menambahkan Kami berdua safari keseluruh wilayah-wilayah menekankan dan sekaligus memberikan warning diantaranya mengeluh  mengnai surat-surat. "Bapak Panglima  mengeluarkan banyak sekali surat-surat edaran dan dari Polri juga ada surat-surat edaran tapi sampai detail sekali tidak boleh ikut dalam kampanye kecuali ikut mengamankan," tambahnya.

Sementara itu, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan sama TNI Polri kebetulan Pak Kapolri dan Saya juga melakukan Safari di beberapa Kotama di daerah diseluruh jajaran untuk menekankan bahwa pentingnya netralitas TNI Polri dan itu pun ditindak lanjuti dengan pemberian perintah harian dan perintah harian itu ada 11 point untuk TNI dan kita serahkan masing-masing kepada prajurit yang ada di lapangan." TNI Polri sama satu komando bahwa namanya perintah kalau sudah perintah ada kosekuensinya disitu adalah kosekuensi disiplin prajurit sehingga penekanan ini kita sampaikan," ujarnya..

Seiring dengan itu , Hadi menegaskan apabila ada dan anda tindakan yang diberikan oleh dinas sehingga yakinlah awal sinergisitas TNI Polri itu akan terjaga dan kita memberikan contoh semuanya. "Disamping itu juga kami minta pengawasan pada prajurit TNI apa bila dilapangan ditemukan adanya indikasi awal melanggar netralitas maka silakan lapor pada Humas atau Kapuspen TNI , kita tanggapi langsung dan kita tindak. Itu akan tegas dari Panglima TNI," tegasnya.( vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Maraknya aksi ceramah-ceramah  yang terus bergululir, diharapkan dihimbau Alim ulama dan tokoh agama dan tokoh  masyarakat dapat memberikan ceramah yang menyejukkan memberikan pedoman dan arahan bagi umat untuk berbuat baik serta mengarah pada kedamaian.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ketika ditemui di Mabes Polri, Senin(10/9)2018 mengatakan saya menghimbau kepada Alim ulama ,  Tokoh agama ketika memberikan ceramah ini yang menyejukkan, yang  memberikan kesejukan, memberikan pedoman dan arahan tentunya umat berbuat lebih baik." Jadi, himbauan saya kepada Alim ulama dan Tokoh-tokoh agama mari membawa umat kepada kesejukan arah kedamaian. Saya tidak menyebutkan satu persatu tetapi secara umum," ujarnya.

 

Ketika ditanya jadi ini himbauan secara nasional, Setyo menegaskan Ya, saya berharap memang Alim ulama berperan penting ,karena Alim ulama perannya penting sekali untuk membawa umat ke damaian, ke arah kesejukan." Ini yang paling penting," tegasnya.

 

Saat ditanya apa benar Ustad Somad lagi diperiksa di Polda Riau, Setyo menjelaskan Ya, ini saya minta data tetapi datanya belum dikirim, sampai sekarang belum dikirim. "Okey saya berharap untuk  mendapatkan informasi-informasi yang beliau katanya di intimidasi. Pak Kapolri sendiri saja sudah mengatakan kalau beliau di intimidasi agar  lapor ke Polisi  kami bisa melayani beliau dan bisa melindungi beliau," jelasnya.

 

Ketika disinggung Polri akan buat Satgas untuk memantau cerama- ceramah, Setyo merincinya engga ini adalah normatif saja semua sudah  ada tugas-tugas masing-masing. "Polri sudah dibagi tugasnya mulai dari Preentif, Preventif, Represif jadi tidak ada dibentuk satuan tugas yang  baru . Tetapi ada satuan tugas Nusantara tentunya bekerjasama dengan Alimulama, tokoh masyarakat, tokoh adat yaitu menjadi penyejuk. Kami ingin menjadi penyejuk, oleh karena itu yang saya sampaikan ulama dan tokoh agama tokoh masyarakat itu penting untuk menyejukanlah, Situasi panas terus kan kasihan masyarakat," rincinya

 

Terkait pemeriksaan di Riau, Setyo menambahkan sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi  hanya dari Riau saja yang katanya ada informasi di Riau." Secara prinsip tidak ada masalah, tetapi yang kita harapkan jangan memprovokasi umat untuk mengarah pada satu tindakan-tindakan yang melanggar hukum itu saja," tambahnya. (vk)

Friday, 07 September 2018 14:25

BNN Musnahkan Barang Bukti

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan Narkotika Nasional(BNN) pemusnahan 2.223,5 gram Sabu, 24.819 butir Ekstasi, 37.408 juli liter Prekusor cair, 6.122 gram Prekursor serbuk dan 201.760,80 gram Ganja dari 10 kasus di Halaman Kantor BNN, Cawang Jakarta Timur.

Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol Heru Winarko sebelum pemusnahan, Jumat (7/9)2018 mengatakan hari ini Badan Narkotika Nasional(BNN) akan melakukan  pemusnaan barang bukti-barang bukti  ini  lengkap ada  shabu, Prekusor , ganja  dan disini juga saya didampingi oleh Kejaksaan dari  Direktorat Narkotika, juga ada dari BNN Deputi Huker karena disini kita lihat ada barang-barang  merupakan masukan dari luar."Total barang bukti yang dimusnakan  adalah sebanyak 2.223,4 gram Shabu , Ekstasi  MDMA  sebanyak 24.819 butir, Prekusor cair untuk membuat narkotika sebanyak 37.408 Mili liter, prekusor berbentuk serbuk 6.122 gram dan ganja seberat 201.760,80 gram," ujarnya .

Selanjutnya, Heru menegaskan

Ini berasal dari kasus produksi sahbu perumahan di Majene berapa minggu lalu kita ekspos di BTN Griya Pesana Lembang, Majene Sulaweasi Barat." Tesangka ada 4 SW alias Wahyu L(29), JU (44), Ha(43), LL alias Lubis(55) sebanyak prekusor cair 37.720 mili liter dan prekusor serbuk  sebanyak  6.170 gram ," tegasnya.

Heru menjelaskan  Kasus ekstasi asal perancis kantor Pos Pasar Baru  Jakarta Pusat mengamankan  berinsial FS 2.932 butir MDMA. Kasus ekstasi asal Belgia perumahan Griya Cinerw 2 Depok tersangka I sebanyak 3.444 butir ekstasi. "Lalu selanjut kasilus ke 4 adalah ekstasi di kampung Cilodong Wates Di Satya Bogor. Tersangka ada 2 MI dan SZ. Barang.bukti 95.40 gram Shabu. Kasus ke 5 Ekstasi LP Cipinang  Jalan kebun Bawang Tanjung Priok. Tersangka saudara FS di Cipinang.dan saudara KA barang bukti sebanyak 3.019 butir Ekstasi," jelasnya.

Lebih jauh, Heru merinci Ke 6 kasus Ekstasi  melalui  cargo di Bandara, kantor pos udara area cargo Bandara Soekarno Hatta. Tersangka SP DPO dan Barang bukti saudara SP 3.080 butir Ekstasi. Kasua Shabu baru di Riau dan ini perna kita ekspos juga TKP dihalaman pakai Hotel Jema Graha jalan hotel  Shabrina. "Tersangka ada 5 saudari R. Saudara IR, saudara W dan saudara M. Barang bukti.juga hari.ini 140 gram.shabu 10.478 butir Ekstasi. Ke 8 kasus7 karung Ganja kantor Pos.Tanggerang tersangkanya saudara R,saudara Y ,  barang.bukti.sebanyak 98.732,50 gram dan 1 Gram Ganja," rincinya.

Seiring dengan itu, Heru menambahkan Ke.9 kasus Banda  Aceh  Jalan Manjangan I, Pondok Ranji. Ciputat Timor.Kota Tanggerang. Tersangka inisial D alias Batak barang bukti 103.436,30 gram ganja."Terakhir kasus ekstasi melibatkan napi di Tanggerang TKP kantor Pos baru Jakarta Pusat . Tersangka D dan saudara  Y napi lapas kelas Tanggerang. Barang bukti sebanyak 1 Yuter ekstasi. Itu yang akan.kia musnakan.pada hari ini karena berkas sudah diterima di Kejaksaan Jakarta  dimusnakan," tambahnya. ( vk)

Wednesday, 05 September 2018 11:48

Polisi Turunkan1300 Pasukan Dengan Dana 10 M ke Lombok

Written by

LOMBOK(KORANRAKYAT.COM)Pemerintah ke bali membangun kembali NTB, sejak awal gempa hingga rehabilitasi dan rekonstruksi Polri ikut membantu secara langsung. dengan menurunkan 1.300 personil dan dana dukung personil Polri Rp 10 Miliar dalam tugas.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian  ketika di temui di Lombok saat mendampingi Presiden Jokowi,Senin(3/9)2018 mengatakan dari tanggap darurat tentu dari Polri berkewajiban dan tanggung jawabnya memang untuk membantu masyarakat dari awal . Pertama kita sudah memberikan bantuan bersama teman-teman TNI Pemda dan lain-lain." Itu sudah pasti kita pertama dari tanggap darurat menolong evakuasi menolong korban membawa ke rumah sakit ada yang kena tuntunan kita angkat dibawa ke rumah sakit dan seterusnya bersama-sama jajaran lain seperti TNI dan Pemda," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan setelah itu baru kita mulai termasuk pengamanan kepada masyarakat..Evakuasi di Giri Terawangan dan Giri Air termasuk Turis-turis kita lakukan sudah. "Setelah itu saya kirim pasukan pertama kali itu lebih kurang 700 hingga 800 untuk membantu tanggap darurat  mediasi kepada korban yang rumah ya rusak untuk dan lain-lain termasuk operasi sembako-sembako yang tadinya kurang susah okey. Kalau.masalah sembako dan logistik tidak ada masalah tidak ada masalah disini. Distribusi bagus dari pemerintah mengucurkan luar biasa  dari Bulog, dari BUMN, bapak presiden sudah all out untuk memerintahkan sehingga tidak ada masalah," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan  urusan makanan sudah tidak ada masalah, tadi tenda yang kurang sudah, selimut kurang sudah. Saya juga memberikan dukungan buat Mabes Polri sebanyak lebih kurang Rp 10 Miliar untuk jajaran Polri saja dalam rangka untuk operasional dan lain-lain." Kita juga meminta kepada Kapolda-kapolda memberikan simpati, ,sumbangan-sumbangan anggota-anggota Polri berembuk juga hampir Rp 10 Miliar sudah diserahkan kepada Polda untuk kepentingan operasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito merincinya Kemudian kita melihat banyak kebutuhan-kebutuhan yang dilakukan dalam rangka rekonstruksi rehabilitasi dan kita undang Polda-Polda yang punya kemampuan besar, resqu dan total dari semua diluar Polda ada 1.300 baik dari Brimob, Shabara kemudian dari Pol Air, Helly Copter kita kirim ada dua, kapal kita kirim termasuk kapal yang bisa merubah air laut menjadi air tawar . "Ya kita kirim kesini juga. Kemudian kita.kirim Jelly Copter untuk melakukan evakuasi yang ada di gunung dan tempat-tempat terpencil untuk kendaraan . Selain itu untuk mempercepat ke Amergancy lewat darat sulit agak lambat bisa pakai Peshawar Helly Copter,ada  rumah sakit TNI Angkatan Laut yang terapung kita kirim kesana, Rumah Sakit Mataram dan lain-lain," rincinya.

Seiring dengan itu, Tito mengungkapkan nah dalam rekonstruksi pasukan yang luar Brimob tetap saya pertahankan perpanjang 1 bulan, kalau kurang kita akan kirim anggota kita dari luar daerah. Kemudian yang kedua kita juga turut membantu rekonstruksi ini, ini kan ada yang dijalan besar itu alat-alat besar bisa masuk tapi yang didalam gang-gang kecil itu sulut dilakukan secara manual oleh anggota-anggota kita." Dibawah Satgas yang dipimpin oleh Pak Danrem dan Koosgab Mayjen Marsuni itu semua bersama relawan, TNI, Kementerian Sosial itu semua bekerja menjaga stabilitas harga sekaligus melakukan verifikasi berapa rumah yang rusak berat,rusak ringan makin cepat verifikasi maka pemerintah akan cepat lebih cepat mengucurkan uang, ini kemarin sudah di kucurkan uang oleh Bapak Presiden 5 Ribu lebih masih akan berlanjut kita akan  awasi oleh Polri agar itu betul-betul sampai kepada anggota  masyarakat yang berhak".Presiden jelas tidak ada potongan satu rupiah pun, jadi kalau ada yang berani motong ya entah alasan apa pun juga kita akan proses hukum Tindak pidana korupsi atau penggelapannya," ungkapnya. (vk)

Page 2 of 24

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Aksi pembuat berita bohong tentang Ijasah Presiden Jokowi atau Jokowi palsu...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM — Melalui proses yang panjang Tim Satgas Antimafia Bola bentukan Polri terus...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan