Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu
Last Updated on Jan 24 2019

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat. Mendapat amanat baru dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu, yang baru. Supratman menggantikan posisi Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung, yang menjadi...
Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat
Last Updated on Jan 23 2019

Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco) PSSI Hidayat. Ini dilakukan untuk memperoleh barang bukti menyangkut masalah terlapor.              Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi...
Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...

World Today

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Terkait Kasus penembakan

terhadap Dedi mahasiswa Unmuh  Jember diduga dilakukan oleh

oknum  anggota Brimob Polda Jatim. Atas kejadian itu Polri minta

maaf dan menyesali kejadian itu..Kasus ini diproses sebagai

pidana dan sering dengan kode etik profesi akan diajukan

diberhentikan tidak dengan hormat.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri,

Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di sela pertemuan di

Mabes Polri, Selasa(14/3)2017 mengatakan  terkait dengan kasus

yang terjadi di wilayah Jember  kami  sampaikan ikut

belasungkawa  dan  berduka cita dengan rasa penyesalan terkait

dengan peristiwa tersebut .Kami sampaikan turut berduka cita

kepada keluarga korban. "Berikutnya kami terus melakukan

pemeriksaan peristiwa ini supaya kita dapat mengetahui kasusnya

seperti apa ,peristiwanya seperti apa dan kemudian kita bisa

menentukan dari kesalahan-kesalahan anggota tersebut ,"

ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan kita sudah lakukan gelar

secara kecil dan kemudian kita sudah menetapkan  anggota ini

dalam kasus Pidana .Dalam hal ini kita kenakan pasal 359 sambil

kita lihat apakah peristiwa ini ada unsur kesengajaan atau tidak

kita pidana kan ." Berikutnya kita lihat korban yang kemudian kita

berangkat kan ke Bima dan kita bantu pengawalan

keberangkatannya.

Jadi poinnya disitulah kita lakukan pemeriksaan yang mendalam

akan mengenakan kasus ini dengan kasus Pidana.

sementara  Kita tentukan dengan pasal 359," tegasnya.

Ketika ditanya untuk pelanggaran kode etiknya bagaimana,

Martinus menjelaskan kalau disitukan ada disiplin  kode etik dan

ada pidana yang melekat bagi kita, kan pidana otomatis dengan 

sendiri , nanti kode etiknya juga akan secara berbarengan

,bersama kode etik mendirikan nanti akan mengajukan apakah dia

diberhenti dengan tidak hormat  atau tidak." Untuk kasus-kasus

pidana polri  yang kena ancamannya diatas lima tahun itu selalu

kita ajukan pemberhentian dengan tidak hormat. Kita akan

melakukan pemecatan terhadap yang bersangkutan,' Pasti itu

nanti memproses awal dulu proses pidana," jelasnya.

Jadi apa ada SOP pengunaan senjata ini apa  yang dilanggar,

Martinus merincinya kalau dari sisi persyaratan yang

bersangkutan memiliki dan memegang senpi sudah dilalui, ada

pemeriksaan kesehatan ,pemeriksaan phsykotes ada juga 

latihan-latihan ada yang mensyaratkan seseorang memegang

senjata api atau tidak." Yang bersangkutan sudah memenuhi itu

diberikan senjata api .Dalam kaitan dengan bersangkutan sebagai

anggota Brimob Polda  Jatim yang dibawa ke wilayah Jember itu

masih didalam wilayah di Jawa Timur ,sehingga tidak ada

masalah yang bersangkutan membawa senpinya dibawa. Yang

jadi masalah adalah penggunaannya yang tidak tepat yang

berakibat ada korban meninggal dunia ," rincinya.

Lebah jauh, Martinus menandaskan ini ada perbuatan melawan

hukum kemudian kita harus proses yang  berat adalah  kita

lakukan hukum pidana kepada yang bersangkutan.

Kedepan senjata api sudah kita tarik dan kemudian bagi yang

lain   menjadi satu pembelajaran kemudian tentu secara periodik 6

bulan sekali kita melakukan pemeriksaan Phsykotes bagi mereka

yang pemegang senjata api untuk perbaikan internal yang kita

lakukan. "Itu pun disini adalah sesuatu yang katakan lah ini suatu

yang memprihatinkan  semua Polri dalam hal ini menyatakan

permohonan maaf kepada masyarakat masih adanya

penyimpangan-penyimpangan ,penyalah gunaan yang dilakukan

oleh anggota Polri. Kedepan kami akan melakukan terus

pengawasan-pengawasan yang melekat yang bisa membatasi

dan bisa memonitor aktivitas  masyarakat,aktivitas   anggota kami

ditengah masyarakat," tandasnya.(vk)

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Proses Pemeriksaan kasus dana Yayasan Keadilan untuk semua yang tersangkanya IS terus didalami. Dugaan adanya mengalir dana dari luar seperti Turki itu ada.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Narsistik Mabes Polri, Brigjend Pol Agung Setya ditemui di Bareskrim  Mabes Polri Gambir Jakarta Pusat , Kamis (9/3)2017 mengatakan kita sedang menfokus pada satu tersangka IS . "Sampai saat ini proses pendalaman terus dilakukan , namun Kita belum menetapkan tersangka yang selain saudara IS tersangka baru satu," ujarnya.

Ketika ditanya undang-undang Yayasan sendiri, Agung menegaskan Itu kan tak bisa dijelaskan secara mendetail pasalnya itu materi  pemeriksaan ya tak bisa diungkap ya."Kita sedang mendalami pengurus atau pengelola yayasan tentunya tidak serta merta menggunakan dana Yayasan," tegasnya.

Apa benar dana Yayasan ada dari pihak luar, Agung menjelaskan itu ada setelah melalui penelusuran dan dibantu dari PPATK dana bantuan dari luar itu ada.Kalau jumlahnya masih terus didalami secara cermat,   nanti saya pastikan dan akan diungkap dan yang pasti itu ada."Lembaga diluar itu, Ya ada dan  kita identifikasi seperti seperti itu," jelasnya. 

Lebih lanjut, Agung menandaskan IS ditetapkan sebagai tersangka, ia orang  bank diberikan surat kuasa.

Keterlibatan IS, Agung menandaskan Ia prosedurnya Bank mengatur seperti itu. "Mekanisme operasional bank sudah mengatur itu, bahwa seperti apa punya kewajiban dan hal-hal boleh tidak boleh mengatur hal-hal itu. Itu mestinya dipahami," tandasnya.(vk)

Thursday, 09 March 2017 01:07

Anwar Dapat Pendapingan Hukum Dari Kemenlu

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.com,-Anwar warga negara indonesia( WNI)di Malaysia diduga  punya hubungan dengan ISIS mendapatkan  perhatian Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) itu sebabnya untuk proses hukumnya diberikan pendampingan oleh Kemenlu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri,Rabu (8/3)2017 mengatakan prosedur jika tertimpa permasalahan hukum di negara lain. Bagi warga negara Indonesia(WNI) yang berada di luar dan kena hukum maka dalam hal ini pengelolaan dilakukan di kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Kedutaan Besar RI( Kedubes )di negara tersebut, atau konjen di kota atau prov di negara tersebut." Dalam pelaksanaannya WNI akan didata oleh kedutaan Besar RI atau konsulat jenderal yang akan diberi pendampingan," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan Info akan diteruskan ke kemenlu. Yang terkait dengan WNI diinformasikan ke kemenlu sehingga kita tau kebijakan apa yang diambil untuk membantu dan mendampingi yang tertimpa masalah hukum. "Memang ada atase kepolisian berada di bawah KBRI di negara tersebut. Dalam hal ini oleh atase melakukan interogasi yang waktunya ditentukan oleh otoritas setempat," tegasnya.

Sesuai perkembangan, Martinus menjelaskan kalau enggak diberi ijin, maka atase kepolisian enggak dapatkan akses untuj wawancara untuk dapatkan data dan fakta." Untuk WNI yang tertimpa masalah hukum akan diberitahukan eh negara tersebut sehingga menjadi suatu pendampingan oleh KBRI atau KJRI," jelasnya.s

Menyinggung WNI akan diekstradisi, Martinus merinci dalam pendampingan hukum, tergantung sistem hukum di nengara tersebut." Di Malaysia mensyaratkan lawyer yang mendampingi harus pengacara lokal. Jadi harus warga negara Malaysia.  Ini yang kita perhatikan bagaimana sistem hukum di negara tersebut.  Kalau harus pengacara lokal, tentu kita harus dapatkan pengacara lokal. Ekstradisi atau enggak tergantung perjanjian ekstradisi. Diliat dari kepentingan kedua negara yang dilandasi kerjasama antar negara tersebut," rincinya.

Ketika ditanya WNI bener ingin serang raja salman, Martinus menandaskan soal itu bisa lebih tepat ditanya ke Keemenlu. Apakah terkait ISIS atau enggak, kita enggak tanggapi otoritas malaysia yang informasikan ada kaitan dengan enam orang lain. "Info yang kita terima A pernah berangkat ke Turki kemudian dideportasi karena overstay dan kembali ke Malaysia karena hubungan lewat facebook dengan orang malaysia. Orang Malaysia   ditangkap juga dengan saudara A,"tandasnya. (vk)

.

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Terungkap  penangkapan  sindikat Narkoba yang di wilayah  Badan Narkotika Nasional (BNN)  Sumatera , penangkapannya itu  terjadi di rumah oknum, TNI. Kita terus didalami dan ditindak tegas.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus ditemui di Mabes Polri, Rabu (8/3)2017 mengatakan BNN ungkap sindikat narkoba sumut, salah satunya ditangkap di rumah oknum TNI. "Ada koordinasi dengan TNI untuk beri sanksi, Silakan tanya ke TNI.Sepengetahuan saya TNI sangat tegas," ujarnya. 

Selanjutnya, Martinus menegaskan ada beberapa orang yang dipecat dalam penyalahgunaan narkoba. Kita juga anggota polri cukup keras untuk m"enindak anggotanya yang terlibat narkoba. Polda Kepri juga keras, ada beberapa anggota yang dihukum sampai pemecatan. Ini bagian komitmen Polri untuk pembersihan di tubuh Polri untuk memberantas peredaran gelap narkoba," tegasnya.

Terkait dengan permen Narkoba,Martinus menjelaskan Badan Narkotika Nasional(BNN )di Surabaya. Dilakukan pemeriksaan terhadap permen tersebut. "Didapat di sekolah yang kemudian dilakukan razia oleh BNN dan satpol pp surabaya. BNK surabaya periksa di labfor Surabaya. Apakah permen tersebut benar mengandung bahan kimia yang teridentifikasi narkoba, masih ditunggu," jelasnya.

Untuk itu, Martinus menandaskan siapapun yang melakukan pengungkapan terhadap penyalah gunaaan narkoba atau peredaran, yang terkait dengan tupoksinya. Kalau anggota polri punya kewenangan. "BNK dan satpol punya kewenangan untuk  periksa barang atau makanan yang diduga mengandung narkoba. Bagi mereka yang melakukan upaya penyebaran narkoba dengan beberapa modus, mencampurkan ke bahan makanan, tentu akan dilakukan tindakan hukum," tandasnya.(vk))

 

Thursday, 09 March 2017 00:51

Ditengarai Terkait Dengan ISIS Anwar Di Tahan Polisi

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Ditengarai punya terkait dengan  ISIS Anwar warga negara Indonesia (28) kelahiran Pandegelang  ditahan saat akan berangkat ke Turki. Pada  (22/2)2017 sehari sebelumnya pada (21/2)2017  dicegah dan kita ditahan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Selasa (7/3) 2017 mengatakan ada 1 orang atas nama Anwar (28) yang ditahan oleh otoritas Malaysia ditengarai  akan  berkumpul dengan kelompok ISIS. "Saudara Anwar kelahiran Pandegelang berangkat seminggu sebelumnya di Malaysia yang akan menuju Turki. Mau berangkat tanggal 22 Febuari Turki , pada tanggal 21 Febuari yang bersangkutan ditangkap dalam dugaan yang bersangkutan berkumpul dengan ISIS." Ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan  saudara Anwar ini  dilakukan pendampingan KBRI setempat yang kemudian kita akan mengikuti di Malaysia. Pengacara itu harus dari Malaysia. "Si Anwar ini adalah pedagang sebelumnya juga pedagang ke Turki. Kemudian dia balik lagi dengan paspornya yang berpindah-pindah dia juga pernah ke Turki, ditemukan dalam Handphonenya ada kegiatan-kegiatan dan termasuk dalam media sosialnya. Dia berkomunikasi dan diduga adalah kelompok ISIS. Kemudian di ditahan  ortoritas," tegasnya.

Ketika ditanya Anwar perna ke Turki tahun berapa, Martinus menjelaskan

Jadi dia sebelumnya dua bulan dan tahun lalu ada di Turki.  Dia ada di Turki selama 5 bulan hingga 6 bulan."Dia dibawa ke Suriah dan dia itu  melalui media sosial ditawarin disana akan diberikan fasilitas-fasiltas ,dia mu dikirimkn uang berangkat ke Turki. Dia dijanjikan dapat fasilitas.  Ada teman ya ada dan dia sempat tinggal 5 bulan hingga 6 bulan pada tahun 2016," jelasnya.

Lebih lanjut, Martinus merinci  Anwar sendiri menerima Kiriman uang dan terima fasilitas tempat tinggaldan dapat uang. "Selama 5 bulan hingga 6 bulan. Anwa ditahan 21 Febuari. Dia berangkat 22 Febuari. "Kalau kita berkumpul belum yang menjadi sasaran dan Anwar Kalau diindonesia tidak diatur. Nah Malaysia jangan pekatihannya mengumpul dan mendapati bukti-bukti hand phone (hp) dia peran aktiv dianggap seperti itu. Dia dikirimin uang.Anwar ke Malaysia ada bantuan ,dari Indonesia ke Malaysia dia dikimkan uang," rinciannya. (vk)

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Perjalanan Raja Arab Saudi Salman bin Abdullah al Saud bersams 1500 rombongan selama 9 hari,selain di Jakarta dan Bogor juga akan ke Bali. Untuk pengamanannya tetap terdeteksi secara baik potensi kerawanan terlebih kerawanan terorisme sudah ditelusuri oleh Polri maka dibuatlah cara bertindak cara bertindak yang tepat dan terukur untuk mencegah tidak munculnya informasi atau potensi potensi kerawanan

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Kamis (2/3)2017 mengatakan tentang pengamanan Raja Salman di Bali Sudah dikomunikasikan sampai saat ini dengan beberapa personil dari Kerajaan Arab Saudi dan juga sedang didalami informasi informasi aktual tentunya terkait potensi kerawanan sudah diidentifikasi sudah di tempat parkir ". Namun kita bertemu berharap bahwa penjagaan dan pengamanan terhadap Raja Salman bisa berlangsung dengan baik dengan lancar dan kegiatan selama di Bali tanpa gangguan apapun ," ujarnya.

Sesuai perkembangan, Martinus Sitompul menegaskan potensi rawan yang seperti kemacetan kemudian adanya Apakah potensi-potensi terorisme tentu itu diidentifikasi oleh anggota Polri . "Jadi kalau ada identifikasi identifikasi itu maka dibuatlah cara bertindak cara bertindak yang tepat dan terukur untuk mencegah tidak munculnya informasi atau potensi potensi kerawanan tersebut adalah operasi simpatik tanggal 2 Febuari, " tegasnya.

Untuk itu, Martinus menandaskan peristiwa apa adanya perlawanan dari napi yang ada di lapas kelas 2 provinsi jambi terkait dengan kegiatan razia yang dilakukan diinformasikan kepada teman-teman bawah situasi saat ini sudah terkendali api sudah pada situasinya pada awas pukul 20.20 dilakukan upaya razia yang diawali . "Adanya informasi bahwa beberapa tapi yang ada di lp keras 2a provinsi jambi itu menjadi bagian dari sindikat narkoba ada yang menjadi bandar dan ada yang melakukan praktek jual beli ini terkait juga dengan peristiwa dua minggu sebelumnya yang sudah,"tandasnya.(vk)

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Terduga teroris   di lapangan Pandawa Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicende Bandung sehingga pelalu Yayat Chayat tewas. Hingga kini pengejaran terhadap kelompoknya terus didalami dilakukan Polda Jabar  dan Densus 88. Sementara  Jenasah Yayat Chayat d Rumah Sakit Sukamto Kramatjati, telah dipakai identifikasi, keluarga diminta segera datang untuk ambil jensahnya..

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjend Pol Rikwanto  ditemui di Mabes Polri, Jumat (3/3)2017 mengatakan untuk teroris atas nama Yayat Chayat dari perkembangan terakhir yang kita konfirmasikan kepenyidiknya baik di Jawa Barat dan kepada Densus 88."Saat ini dalam tahapan mengembangkan orang-orang yang terkait dengan  saudara Yayat seperti keluarganya, istri dan anak-anaknya sedang ditelusuri  ,karena pada waktu kejadian pagi harinya sempat diungsikan  keluarga dulu  oleh Yayat  entah kemana. Sekarang sedang ditelusuri oleh petugas keberadaannya. 

Paling tidak dari keluarganya dan dapat informasi yang baik untuk dikembangkan ke rekan-rekannya selanjutnya," ujarnya. 

Sesuai perkembangan, Rikwanto menegaskan kemudian untuk jenasah saudara Yayat masih di Rumah sakit Sukamto Kramat Jati masih dilakukan otopsi dan dari  keluarga Yayat sendiri belum ada yang datang ke Rumah Sakit Kramat jati ." kita himbau keluarganya apa itu istrinya maupun keluarga lainnya diharapkan bisa datang ke Rumah Sakit Kramatjati jati untuk identifikasi setelah itu  jenasah bisa dibawa pulang untuk dimakamkan .ini masih ditunggu oleh kepolisian  di Rumah Sakit Kramat jati," tegasnya.

Untuk itu, Rikwanto menjelaskan berkaitan dengan kelompok masif sesuai dengan hasil penyelidikan memeriksaan Yayat ini berafiliasi JAD (Jemaah Anshar Daulah) kalau kita telusuri yaitu ke Maman Abdulrahman  Aviliasinya. "Kemudian yang diduga rekannya yang melarikan diri pakai motor ini masih diduga ada kaitannya. Namun demikian yang ada sangat sulit artinya sangat diragukan namun tetap dilakukan penyelidikan diduga ada rekan-rekannya di lokasi kejadian disaat kejadian tersebut," jelasnya.

.Saat ditanya Yayat kan jaringan Barunaim segala pembuatan bom ini sudah terseleksi ada transfer dana dari sana, Rikwanto merinci sementara belum ada ,masih dalam penyelidikan dalam kaitan aviliasi Maman Abdulrachman untuk pendana dan lain-lain masih didalami.  "Untuk pembuatan bom panci itu diduga sementara ini dibuat di rumahnya. Karena dirumahnya kita temukan bahan-bahan identik yang kita temukn dirumahnya. Perkara ada bantuan dari pihak lain dalam pembuatannya kita masih dalam pencarian. Dalam penyitaan di rumah kontrakan tersebut ditemukan masalah agama terbungkus kain masalah fisika menjadi panduan saudara Yayat," rincinya

Diainggung latar belakang Yayat, Rikwanto menandaskan saudara Yayat ini pernah ikut pelatihan kemudian dalam kaitan Fai mengambil dan merampok mobil dan dia sudah sitahan tahun 2012 sampai 2015 bebas dan track recordnya memang mereka tergabung dan Yayat ini bergabung kelompok tersebut dan kita bisa katakan dia teroris. Dalam dia bebas dan kemudian lagi kita masih dalami bagaimana proses radikalisasinya kemana proses kembali aktiv melakukan perbuatan tersebut," tandasnya. (vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Aksi kontak tembak yang terjadi antara petugas BNP di Kota Medan Sumatera Utara sehingga salah seorang bandar tewas. Tewasnya salah seorang bandar hal ini adalah wajar dan ini dilakukan penegakan hukum dan ini dilakukan karena perlawanan dari bandar. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso ditemui di Mabes Polri, Rabu(1/3)2017 mengatakan biasa aja uji coba itu senjata baru kalau ada bandar  yang berani coba-coba kita uji. "Apa ada yang meninggal, kita lihat saja nanti perkembangannya , kalau ada yang meninggal itu  tidak ada masalah karena ini penegakan hukum karena ada perlawanan senjata kita baru dan senjata itu dibeli untuk penegakan hukum," ujarnya.

Selanjutnya, Budi menegaska jadi akibat perlawanan itu  terus ada yang meninggal apa lagi bandar  tidak ada masalah kan mengurangi beban negara juga ."Artinya dalam penahanan itu dia kan selalu berulang-ulang penanganan kita terhadapan narkoba itu harus tegas dan keras apa lagi ada perlawanan jangan ada yang ragu-ragu," tegasnya. Ketika ditanya apa sudah ditelusuri, Budi menjelaskan sudah pasti ditelusuri , paling cepat itu satu bulan "Kalau peristiwa yang ini,  Dua bulan lebih nanti ya setelah selesai penanganannya, baru kita ungkap.Kan jangan sampai mempersulit pengembangan, kasus ini sedang melakukan pengembangan.Pasti akan kita  sampaikan," jelasnya.

Sesuai perkembangan, Budi menandaskan Ya, ini belum tahu masih pengembangan , sekali lagi di Insonesia ini ada 72 Jaringan Narkoba Internasional yang beroperasi mereka jaringan mana dari 72 jaringan, ini masih  pasti dan dalam pengembangan."Sementara kami masih sidik membaca dan nanti kita lihat,"  tandasnya Menyinggung narkoba didalam makanan anak, Budi merincinya supaya teman-teman lihat narkoba ada didalam permen masuk dalam makanan dan minuman. Ini teknik atau cara bagaimana memanfaatkan  narkoba itu supaya narkoba itu tidak nampak atau tidak kelihatan, sekarang ada model-model baru dan jenis-jenis lain."Yang jelas kita ikuti terus bekerjasama dengan Badan Pom untuk pengawasannya termasuk dari Kepolisian termssuk kita juga bekerjasama dengan Badan Intelejen Nasional dalam penelusuran jaringan , jadi pengembangannya kita ikuti semua," rincinya . 

Lebih lanjut, Budi mengakui Kenapa mereka mengguna karena mereka Sudah ketahuan buat cara yang baru supaya tidak ketahuan modus-modusnya berubah-berubah, begitu ketahuan modusnya berubah. Ya itu biasa dalam peredaran dalam jaringan mafia Narkoba."Bisa saja memakai itu dan yang di pakai yang lagi tren dan mengedarkan begitu saja" akunya. Oleh karena itu, Budi memberkan kita tetap eksis tetap  serius dalam penanganan itu ,maka sekarang negara sudah memberikan BNN  peralatan tambahan untuk salah satunya persenjataan. "Senjata  itu kemarin tanggal 24 Febauri 2017 sudah  saya bagikan keseluruhannya sudah menerima secara menerima senjata secara  keseluruhan senjata untuk BNP dan BNP Kabupaten dan saya kerjasama dengan Polri  TNI untuk dalam rangka penegakan hukum yang secara tegas," bebernya. Jadi, Budi mengungkapkan jadi ada 3 tipe senjata baru  yang sedang kita berikan dan serahkan seluruh jajaran senjata itu untuk mendukung dalam rangka penegakan hukum di lapangan supaya mereka tidak ada keraguan Senjata  sudah diberikan dan sudah dilatih diberikan pemahaman persyaratannya  maka kurang pelaksanaannya dan sudah sipenuhi tinggal pelaksanannya. "Saya sudah siap jajaran tidak ada keraguan dalam penegakan hukum terutama narkotika. Bila ada perlawanan dari pada membahayakan , anggota dan masyarakat fait gunakan lah alat pendukung itu," ungkapnya. 

Mengakhirinya, Budi menambahkan kan sekarang macam-macam jenis  itu baru  bisa dimanfaatkan macam-macam dan sekarang bisa saja seperti ganja sintesis dicampurkan dengam tembakau grolila dan tembakau hanoman itu bisa engga dimasukan disitu. Bisa berupa bubuk dan cairan. "Nanti hasil laboratorium terakhir nanti. Ini untuk pengembangan kita kerjasama.dengan beberapa laboratorium. Nanti ada kesamaan yang mana nih sesui pemeriksaan dari laboratorium saya sampaikan," tambahnya.(vk)

 

 

Tuesday, 14 February 2017 14:51

Pemeriksaan Kasus Munarman Berjalan Alot

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com-Proses Pemeriksaan kasus yang dialami Munarman berjalan alot , Pemeriksaan selama dua hari dilakukan secara marathon. Dalam pemeriksaan Munarman didamping 4 kuasa hukumnya. Kepala Bagian  Penerangan Umum Devisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri , Selasa (14/2)2017 mengatakan Pemeriksaan terhadap saudara Munarman dalam hal ini ditetapkan sebagai tersangka kasus yang disidik Dirkrimum Polda Bali pada hari Senin kemarin pada pukul sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saudara Munarman pukul 22.00 WIta."Karena pemeriksaan belum selesai maka  dilanjutkan hari ini tadi pukul 09.30 sampai pukul 15.30. Total pertanyaan ada 30 pertanyaan saudara Munarman didampingi 4 orang pengacaranya.," ujarnya

Untuk itu, Martinus menegaskan  dalam kaitan ini penyidik karena  kehadiran saudara Munarman untuk menindaklanjuti proses hukum ini. "Ini masih akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lainnya mengumpulkan bukti-bukti yang patut akan dikumpulkan untuk membentuk konstruksi hukum terhadap pada yang bersangkutan," tegasnya.

Menyinggung penahanan, Martinus menjelaskan Untuk rencana penahanan tidak penyidik memang memiliki pertimbangan dimana dia nilai bahwa saudara Munarman sangat koperatif yang juga tidak akan melarikan diri, tidak akan mengulangi atau menghilngkan bukti yang menjadi dasar penyidik untuk tidak menahnnya. "Alasan subjektif ini tentu menjadi pegangan bagi penyidik tidak menetapkan penahanan bagi saudara Munawarman," jelasnya. (vk)

 

Tuesday, 14 February 2017 14:32

Terkait Kasus TPPU, IA Ditetapkan Sebagai Tersangka

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Proses pemeriksaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang tentang Yayasan  Keadilan Untuk Semua diduga kuat ada pengalihan uang kepada pengurus lain itu terus dilakukan dengan pemeriksaan IA yang ditingkat sebagai tersangka.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa(14/2)2017 mengatakan  terhadap tersangka IA penyidik telah lah menetapkan sebagai tersangka. "Sehubungan dengan peran yang bersangkutan dimana yang bersangkutan diduga memberikan bantuan untuk mengalihkan atau membagikan kekayaan Yayasan Keadilan Untuk Semua kepada pengurus atau dengan sengaja melawan hak menguasai kekayaan atau dengan tipu daya dan dengan rangkaian berkata bohong atau dalam keadaan palsu menguntungkan dirinya sendiri  untuk melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan Bank terhadap ketentuan undang-undang Yayasan," ujarnya.

Sesuai pengembangan, Martinus menegaskan jadi dalam hal ini terhadap tersangka IA diduga sudah melanggar pasal 70 junto pasal 5 UU No.16 tahun 2001 tentang Yayasan dimana telah diubah Undang-undang tahun 2001 dengan Undang-undang Nomor 8 tahun 2004. "Disitu bahwa bagaimana penggunaan uang yang dilakukan. Disini adalah untuk mengalihkan atau menguasai dan Yayasan. Patut diduga telah melanggar pasal 55

sebagai mana telah diubah di bawah UU tentang Yayasan tahun 2004 disitu dikatakan bahwa bagaimana penggunaan uang yang dilakukan kemudian dilakukan untuk mengalihkan kekayaan Yayasan," tegasnya. 

Selanjutnya, Martinus menjelaskan juga kepada yang bersangkutan patut diduga melanggar pasal 55, pasal 56 KUHP ini dalam kaitan turut membantunya.Kemudian patut diduga pasal 372, 378 KUHP penipuan dan penggelapan Yayasan.Ini lah menjadi  dasar untuk menetapkan sdr IA sebagai tersangka. "Kemudian dalam melakukan suatu proses terhadap pidana pencucian uang ,pidana pokoknya harus dulu bisa kita ketahui bila pidana pokok tersebut IA telah melanggar pasal-pasal sebelumnya yang kemudian akan berproses dan tindak pidana pencucian uang," jelasnya. 

Lebih lanjut, Martinus merincinya sejumlah dana yang telah ditarik oleh IA itu sebesar Rp 600 Juta yang kita belum tahu penggunaannya untuk apa." Dan kemudian penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang kita lakukan pemeriksaan yang kemudian kita ingin mengetahui sampai sejauh mana disampaikan saksi-saksi tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana kita sangkakan," rincinya.

Untuk itu, Martinus menandaskan pertama itu dibuka rekening kamudian oleh Saudara Novel Sekretaris FPI mengatakan bahwa Nomor rekening tersebut itu tidak benar atau palsu. "Kemudian oleh Saudara BN dialihkan dan menutup rekening ini diserahkan kepada rekening oleh Saudara Novel dengan rekening Yayasan .Namun sebagaian diserahkan kemudian tidak seutuhnya IA untuk melakukan pengambilan . Kalau kita ingin melihat mekanismenya kita ingin mengetahui mekanisme itu bagaimana, mekanisme pengambilan berikut bagaimana kemudian pengalihan dana itu inilah yang akan di dalami oleh penyidik sehingga penyidik diawalinya dengan menetapkan tersangka pada pidana pokoknya saudara IA," tandasnya

Menyingung Konstruksinya dari awal, Martinus membeberkan justru disini mekanisme yang ingin kita ketahui ingin kita dapatkan dan kita sesuaikan dengan prosedur sebenarnya yang dilakukan sebuah Yayasan atau oleh sebuah bank. "Yang Patut duga disini peran saudara IA ini untuk membantu atau mengalihkan dana-dana itu yang tentu patut diduga tidak sesuai dengan mekanisme ini lah yang membuat penyidik awal sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka supaya kita bisa melanjutkan ini dalam proses dana pencucian uang," bebernya. 

Jadi, Martinus menambahkan tentu penyidik melakukan suatu proses penegakan hukum kasus ini dalam kaitan untuk memberikan katakan lah ada info-informasi yang kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan penyidikan-penyidikan dan kemudian ditemukan konstruksi hukumnya dugaan-dugaan dan sangkaan-sangkaan yang melanggar Undang-undang nilai kita lakukan proses."

Ada dana  sekitar Rp 4 Miliar pada rekening yang sebagaian dana Rp 4 Miliar ada sebagaian Rp 600 Juta yang kemudian siapa yang menggunakan Rp 600 Juta diberikan dan bagaimana pertanggung jawaban kembali kepada saudara IA," tambahnya.(vk)

 

Friday, 16 December 2016 04:45

Pengakuan Yulia Penganten Bom Bunuh Diri

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com- Dari pendalaman proses pemeriksaan terhadap terhadap penganten bom bunuh diri Dian Yulia Novi  yang merencanakan pemboman bunh diri didepan kompleks Istana Kepresidenan Jakarta akhirnya teruangkap teryata Simpatisan ISIS asal Indonesia Bahrun Naim mendalangi aksi   teror di Indonesia.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar ditemui di Mabes Polri, Kamis ( 15/12) 2016 mengatakan sesuai pendalaman dalam proses pemeriksaan  terhadap penganten bom buuh diri Dian Yulia Novi dalam perncanaan bom bunuh dri di depan Kompleks Istana Keperesiden Jakarta mengakui simpatisan asal Indonesia Bahrun Naim mendalangi aksi teror di Indonesia " Bukti ditemukan bom berdaya ledak tinggi di Bekasi dan Bahrun aktif berkomunikasi dengan calon "pengantin" bom bunuh diri, Dian Yulia Novi siap menerima perintah untuk bunuh diri di Istana Negara," ujarnya.

Selanjutnya, Boy menegaskan  komunikasi antara Bahrun Naim dengan Dian Yulia Novi begitu intensif itu bisa dilihat secara cermat."Buktinya,sebelum melakukan aksinya, Bahrun juga memberi uang kepada Dian sebesar Rp 1 juta untuk keperluan hidup sebelum melakukan amaliyah," tegasnya.

Sesuai pendalaman, Boy menjelaskan Bahrun juga mengarahkan tersangka Khafid Fathoni dalam merangkai bom. Khafid diketahui kerap berkomunikasi dengan simpatisan ISIS tersebut."Khafid membuat bahan peledak TATP di rumahnya di Ngawi, berdasarkan panduan Bahrun Naim," jelasnya.

Lebih jauh, Boy merincinya tak hanya itu, Bahrun juga mengirimkan uang kepada sel tersebut melalui tersangka Nur Solihin. Pengiriman uang dilakukan Bahrun sebanyak dua kali."Pertama sebesar Rp 3 juta dan kedua sebesar Rp 2 juta," rincinya.

bantuan uang tersebut digunakan untuk membeli bahan-bahan pembuat bom. Adapun bahan-bahan yang banyak digunakan dalam bom itu adalah paku dan cairan kimia yang banyak dijual bebas di pasaran.(Vecky)

 

Sunday, 27 November 2016 15:20

Terduga Teroris 9 Orang Diringkus Di Bekasi & Jakarta

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com- Proses penangkapan 9 anggota teroris yang berhasil diringkus di Bekasi dan Jakarta Barat ternyata adalah yang mendompleng  dalam ujuk rasa demo  4 November berhasil ditangkap.Kelomok teror masuk dalam ujuk rasa untuk menciptakan kerusuhan dengan mencoba merampas senjata petugas,sehingga terjadi keributan yang besar sehingga berusaha melawan pemerintah dan aparat keamanan. 9 Anggota teror ini pemuda-pemuda Indonesia berbait ke ISIS dan memberikan dukungan warga indonesia mau ke Suriah.

 Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar di temui di Mabes Polri,Sabtu (26/11)2016 mengatakan dari 9 anggota teror yang membantu pengirim orang Indonesia ke Suriah. Mereka semua secara umum mereka terdeteksi adalah pemuda-pemuda kita  berbait langsung kepada Pimpinan ISIS Abubakar yang bertekat memberikan dukungan kegiatan sejumlah warga negara kita yang akan berangkat ke Suriah." Penangkapan 9 orang  ini ternyata mereka sudah pelatihan yang mendompleng dalam barisan memasing kericuhan aksi damai 4 November guna berlangsung berhadapan aparat penegak Hukum ,"ujarnya

Dia  berusaha melaksanakan perampasan senjata. Rupanya mereka gagal karena petugas tidak membawa senjata api.Jadi tujuan-tujuan ini tidak tercapai karena kebijakan kita dalam mengawal ujuk rasa ini. satupun petugas tidak membawa senjata api," ujarnya

 Selanjutnya, Boy menegaskan Kehadiran 9 anggota teror ini memiliki tujuan tertentu selain mendompleng juga melakukan upaya mau melakukan perampasan senjata. Rupanya mereka gagal karena petugas tidak membawa senjata api,pasalnya petugas keamanan tidakmembaa senjata." Jadi tujuan-tujuan ini tidak tercapai karena kebijakan kita dalam mengawal ujuk rasa ini. Sehingga dengan melakukan perlawanan dan berhasil merampas akan menimbulkan kegaduhan." Dari Kegaduhan ini bentuk pelawanan terhadap pemerintah yang diangap togut," tegasnya.

Untuk itu,Boy menjelaskan kami ingin menyampaikan tersangka yang pernah disampaikan ada 7 penangkapan di Bekasi dan daerah Jakarta Barat juga. Terakhirnya pengembangannya ada 9 orang ,secara umum mereka terdeteksi adalah pemuda-pemuda kita  berbait langsung kepada Pimpinan ISIS Abubakar yang bertekat memberikan dukungan kegiatan sejumlah warga negara kita yang akan berangkat ke Suriyah." Mereka berperan melakukan hal-hal itu. Pertama yang dilakukan penetapan tersangka yang ditahan Saudara Solihin alias Abumusaibah alias Abu Hiliah  alias Abu Husniah Alias Abubakti alis Abuhasan alias Muhisan alias  Slamet. Secara aktif melakukan motivasi kepada orang-orang untuk mendukung ISIS dan membait mereka Ketua Kelompok Husaidah Al Awarium membuat tim itu untuk bertujuan berperang melawan Siah tahun 2018," jelasnya.

Sesuai pendalaman,Boy merincinya setiap anggota ditangkap memiliki tugas mempersiapkan pengiriman orang indonesia ke Suriah dan menjadi Fasilitator orang yang ke Suriyah beberapa nama yang sudah diberangkatkan bisa dicatat dan tereteksi. "Tersangka kedua Alwandi alias Abusama alias Hasan alias Sabeni melakukann bait disalah satu tempat ibadah di Jakarta Pusat dan juga hadir pada saat itu kelompok-kelompok jaringan mereka .mengetahui beberapa rekan nya dan mempersiapkan rekan-rekan terebut untuk ke Suriyah. Ini bentuk permufakatan jahat. Di dalam pasal 15 Undang-udang No.15 tahun 2003 itu barang siaoa melakukan pemufakatan jahat mempersiapkan tenaga untuk satu tujuan itu dapat di pidana," rincinya

Oleh karena itu, Boy membeberkan kemudian melakukan bidatan selama 7 kali  antara lain seperti melakukan latihan memanah ,   latihan penyerangan teror . Tersangka ketiga yang ditahan Reno Suhartono alias Jack,Alias Alex. Sama membantu rekan-rekan untuk berangkat  menuju Suriyah serta  melanjutkan penjemputan ketika setelah kembali." Penyelidikan namanya sudah disimpan dan juga berkomunikasi  satu sama lainnya terlebih dahulu. Ke  empat, Dimas Adi Saputra alias Abu Votop pernah perang  lewat jalur perbantuan  di Abu Musta namun gagal ditahan di Srilangka. Bisa keluar  tetapi di Srilangka. Sebagai anggota tim mencari dan mnyusun mereka merancang peliputa itu dan rencana ikut dalam Demo yang kemarin penahanan," bebernya .

Boy menandaskan waktu keterlibatan dalam proses  pelatihan itu. Kemudian memperbantukan rekannya yang berangkat dan  memberikn bantuan . Enam.  Ibnu Aji Mulaina  atau Ibnu atau Indra sama dalam tim latih bersama kemudain jga mempersiapkan misi-misi membaut Daulah Islamiah . Ke 7, Fuad Abu Ibrohim merka adalah kelompok yang berbait kepada  Abu Bakar Albad tadi. "Penyiapan kepada rekan-rekannya tadi. ke 8 Zubair kajian yang Ilafa dipimpin Falza Alaanzor  melakukan bait juga dan ikut dalam pelatihan. Agus Setiawan alias Abu Aham Mereka juga sama dalam proses pelatihan dan membantu pembauatan surat palsu telah memalsukan KTP, Kartu Keluarga(KK) Akte

 

Kelahiran diamana tersangka sudah mengaku memberangkatkan kawan-kawannya sekitar 26 Orang," tandasnya. 

Melihat  hal itu, Boy menambahkan beberapa nama ini  sedang kita lakukan penelusurn dan pendataan lebihnlanjut. Tersangka menyadari pembauatan paspor ,atau surat palsu merupakan dukungn agr upay pergeakan Daulah Islamiah atau kegiatan ini sama-sama  berjalan dengan baik. "Ini Kelompok-kelompok yang secara  Simultan kita lakukan pemeriksan dan langkah penindakan serta penangkapan mereka," tambahnya. (vk)

Jakarta,koranrakyat.com- Takut diminta tahan Ahok  proses penyidikan kasus penistaan  agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai tersangka dikebut, saat ini  sudah  memasuki selama tiga minggu berjalan lancar, hingga kini berkasnya tiga bundel berjumlah 826 halam sudah lengkap dan memasuki penyerahah tahap 1 diserahkan  Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim  kepada Jaksa Agung Muda Pidana Umum,Kejakgung.

Kepala biro penerangan Masyarakat Mabes Polri, Kombes Pol Rikwanto ditemui di Mabes Polri Jumat (24/11) mengatakan berkas perkara kasus perkara kasus penistaan agama perkara selesai tahap pertama dari Bareskrim Direktorat Tindak pidana umum. Kasubdit IV hari ini serahkan ke Kejaksaam Agung pada jaksa Agung muda pidana umum , ini menunjukkan Polri segera tindak lanjuti kasus sensitif," Berkas ini berjumlah 826 halaman 3 bundel berkasperkara yang sudah ada," ujarnya. 
.

Ketika di tanya bukti kuat apa yang sudah dimiliki, Rikwanto menegaskan
bukti sudah ada keterangan  saksi dan alat bukti masih dalam penyelidikan. "Untuk tambahan baru apakah ada, sampai saat ini cukup yang sudah ada saja. Kajiannya sudah mendalam, termasuk juga melewati laboratoriu forensik untuk supaya itu dinyatakan betul asli dan seperti apa adanya," tegasnya. 
Menyingung saksi mengatakan menyerahkan bukti tambahan, Rikwanto menjelaskan itu bahasa saksi, tapi yang menentukan ini bisa jadi alat bukti adalah penyidik, relevan fakta, bisa dimasukan atau enngak. " optimis,tentunya pak jaksa mengatakan meski dikasih waktunya 2 minggu kalau  bisa secepatnya untuk menentukan sikap. Apakah masih kurang atau sudah bisa diterima. Kepolisian optimis, pak jaksa saja optimis apalagi polisi ya harus itu,karena ini proses hukum.7 saksi dari ahok sudah masuk berkasnya," jelasnya.
 Ditempat yang sama, Jaksa Agung Muda Pidana Umum( Jampidum), Noor Rochmat mengatakan seperti telah disaksikan bersama, baru saja kami terima berkas perkara tersangka, selanjutnya kami akan tindaklanjuti. " Kami sudah menujuk tim jaksa peneliti  yang ada  berjumlah13 orang yang ditunjuk masing-masing dari kejagung 10 orang, kajati ada 2, Kejari utama locus di Utara ada satu orang," ujarnya.


Lebih lanjut, Noor Rochmat menandaskan smua ini nanti ditindaklanjuti hasil penyidikan polri, kami lakukan penelitian apakah menurut KUHP norma materiil memenuhi syarat pengadilan kalau iya diterbitkan  P21."Proses penanganan perkara, di Polri sudah ketat, komprehensif dan  ekspose terbuka, kami yakini apa yang dihasilkan penyidik polri sudah maksimal, kami enggak lama-lama menyikapinya, untuk menyikapi hasil penyidikan teman-teman di Mabes Polri.  Proses komprehensif, kami segara respon, apakah bisa langsung ke P21 atau tidak, kondisi itu saya akan bersikap, selanjutnya kalau sudah ada putusan dikoordinasikan," tandasnya.

ketika ditanya Tiga bundel 826 halaman, Noor Rochmat menjelaskan kami ada waktu dua minggu di KUHP, tapi dengan keseriusan kami akan segera ambil sikap.Saya enggak berapa hari tapi sesegera mungkin, enggak harus sebut besok atau lusa, yakinlah kami serius."Bukti sudah ada, keterangan saksi, alat bukti, masih penyelidikan, sudah mendalam, melewati Laboratorium forensik, asli seperti apa adanya," .jelasnya. (vk)

Jakarta,Koranrakyat.com- Kendati penyidik Bareskrim  belum berani menahan Ahok ,walaupun sudah sebagai tersangka , namun Polri terus berusaha kebut sehingga sedikit lagi perampungan pemberkasan tersangka sudah 70 persen terkait dugaan penistaan agama Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto ditermui di Mabes Polri, Rabu (23/11)2016  mengatakan kalau melihat dari dari berkas perkara  yang di kumpulkan penyidik tak lama lagi berkas akan diserahkan ke kejaksaan akhir pekan ini."Sudah hampir 70 persen kalau saya bilang. Jumat lah, tahap pertama," ujarnya

Untuk itu, Ari  menegaskan  penyidik sudah bekerja secara optimal dan akan segera memaksimalkan waktu yang ada untuk pemeriksaan ahli dan saksi."Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 27 saksi dan ahli. Pemeriksaan tidak akan memakan waktu lama karena sebelumnya mereka telah dimintai keterangan di tingkat penyelidikan. Secara cermat hanya mengubah format dari berita acara interview menjadi berita acara pemeriksaan dan meminta keterangan tambaha," tegasnya.

Dari pendalaman, Ari menjelaskan  setelah pelimpahan, masih ada kemungkinan jaksa mengembalikan berkas perkara setelah melalui koreksi dari para jaksa peneliti.."Kalau standarnya begitu, biasanya ada saka berkas perkara yang dikembalikan . Kan jaksa punya waktu untuk mengoreksi," Jelasnya.

Seirng dengan itu, Ari menandaskan oleh karena itu, penyidik menargetkan dalam dua pekan berkas dinyatakan lengkap. Meskioun  begitu, ia meyakini bahwa berkas Ahok tidak akan dikembalikan karena kejaksaan telah menyaksikan sendiri alat bukti yang dibeberkan dalam gelar perkara terbuka terbatas."Untuk penyidikan kita sudah koordinasi sejak awal mudah-mudahan enggak pulang pergi lagi,"tandasnya,

Menyingkapi hal itu,  Ari tidak dapat memastikan apakah seluruh proses hukum hingga putusan pengadilan bisa selesai sebelum pelaksanaan Pilkada serentak 2017.

Melihat dari waktu pemilihan yang ada, hari pencoblosan dilakukan pada 15 Februari 2017. " Untuk iu saya tidak mau mendahului itu," rincinya,

Sesuai  hasil gelar perkara, nampak Ahok dinyatakan sebagai tersangka penistaan agama, Rabu (16/11)2016. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu dijerat Pasal 156 huruf a KUHP dalam kasus penistaan agama. Kemudian Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (vk )

 

 

Wednesday, 23 November 2016 07:06

LOYO DELAPAN JAM AHOK DIPERIKSA SEBAGAI TERSANGKA

Written by

 

Jakarta, koranrakyat.com- Proses pemeriksaan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam pemeriksaan pertama sebagai tersangka selama 8 jam setengah berjalan alot dengan 27 pertanyaan. Pemeriksaan oleh penyidik  mengulangi dari penyelidikan dan memberikan kesempatan  tambahan jawaban   mencocokan barang bukti yang ada.

Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuwana usai mendampingi Ahok saat pemeriksaan di Mabes Polri, Selasa (22/11) 2016 mengatakan  saya ingin sampaikan pemeriksaan Ahok  dari jam 09.00 hingga pukul 17.30 selama 8 jam setengah proses penyidikan yang diminta keterangan Basuki Tjahja Purnama tentu dalam proses penyidikan ini sekitar 27 pertanyaan yang disampaikan kepada Bapak Basuki Tjahja Purnama dan itu di jawab dengan baik. "Saya ingin sedikit memberikan gambaran dari peristiwa hukum yang menjadi objek pemeriksaan pada hari ini adalah pengulangan kembali keterangan yang sudah disampaikan proses penyelidikan yaitu dengan menyempurnakan hal-hal yang sekiranya penting membuat terang perkara ini. " ujarnya.

Sesuai pendalamannya, Sierra menegaskan nah sehingga hari ini setelah menyampaikan penyidikan menunggu proses lebih lanjut penyidik."Dan minggu ini sudah diperiksa saksi nya kita tidak diperiksa-periksa lagi," tegasnya.

Ketika ditanya apa ada hal yang baru, Sirra menjelaskan Saya kira mengulang kembali untuk melihat alur peristiwa yang terjadi 27 September di daerah itu kita itu sesungguhnya mendengar keterangan yang sebelumnya pada penyelidikan karena mekanisme seperti itu. "Karena membuat satu sistem dijawab kalau sekira di jawab  sudah disampaikan pada penyelidikan tinggal dimuat ditanya langsung itu benar atau saudara menambahkan atau menyempurnakan. Kalau ada yang mau disempurnakan.Itu langsung bisa dipergunakan," jelasnya.

Saat ditanya kenapa lama sekali, Sierra menandaskan Karena memang lama karena ada 27 pertanyaan, kan juga dilakukan break. Lama 27 pertanyaan . Ini selama 14 orang dan 7 saksi fakta di Pulau Seribu. 14 ahli dan 7 saksi fakta.  "Ya sama lama dan pemeriksaan  ahli . Dibawa prostitusi hanya dimata keterangan integrasi. Tetapi kalau untuk proses penyidikan dia harus projustisia untuk menyempurnakan formil untuk KUHAP, " tandasnya.

Menyinggung pemeriksaan  pak  Ahok  kembali, Sirra .
merincinya saat ini saya kira sudah cukup proses pemeriksaan. Nanti kita lihat apakah dan saya kira Ahok cukup koperhensif. 
"Kenapa cukub banyak ahli, memang sudah diperiksa adalah Ahli. Ahli bahasa, ahli Pidana dan Ahli agama. Saya lupa nama teman-teman ahli. Perkara biasa yang sebenarnya dan saya katakan dan ini perkara biasa ada dari beberapa perkara sebelumnya," rincinya.

Oleh karena itu, Sierra mengungkapkan  Jadi bagi saya saya tidak merumuskan strategi khusus  dan saya kasih undangan ini. Kalau didalam hukum pidana itu dan bagaimana dapat membuktikan unsur delik yang diberangkatkan  atau yang lain didakwakan sesorang Alat bukti kan juga ahli dan diikuti sebelumnya. Itu sebagai sesuatu yang diikuti ," ungkapnya

Lebih lanjut, Sirra mengakui  Kalau Ahli ada dua mekanisme , Pertama dia bisa diperiksa karena proses penyidikan dan dia dapatdiajukan ke persidangan. Kalau pasti itu harus diperiksa diberikan Pak Ahok untuk menghindari  blis of the   of power  proses peradilan ya. Supaya jangan menyalahi KUHAP yang ada. "Kalau optimistis utk harus dia mengatakan maka kami telah seluruh pemberkasan baik berupa BAP yang sudah diperiksa saksi pelapor, keterangan ahli pelapor ahli pelapor mudah mengkomperasi berupa barang bukti yang  ada kita dapat mengatakan optimis kalau sudah memeriksa itu. Kalau sekarang kita belum menerima apa-apa hanya menerima berkas BAP tersangka," akunya.

Sementara itu, Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan  tadi sudah dilakukan pemeriksaan sekitar 8 setengah jam, dalam hal ini Pak Shok diperiksa sebagai tersangka sejak tanggal 16 November ditetapkan dan ini adalah pemeriksaannya." Ini tentunya nanti bisa berkembang dan apakah diberikan jawaban tambahan atau tidak sehingga nanti akan dipanggil apabila dirasa kurang kita perlu memanggil lagi bagian dari proses penyidikan," ujarnya. 
Untuk itu, Martinus menegaskan hal ini juga kita akan memeriksa saksi-saksi , saksi yang kita periksa sampai saat ini 19 itu antara lain saksi-saksi yang kita ketahui ada 15 dari Jakarta sendiri dan walaupun berbagai daerah.
"Pemeriksaan dipersiapkan pertanyaan ada 20 dan kemudian berkembang dan.sampai 27 pertanyaan satu hal yang biasa suatu proses pemeriksaan  tentu terkait perlu ada penambahan lagi  Nanti menjadi bagian evaluasi . Ini bisa dikatakan pemeriksaan ini memang penyidik menyampaikan pertanyaan-pertanyaan dengan alat-alat bukti yang ada dan alat bukti apa ada sekitar 15 diperiksa oleh penyidik dan mencocokan ," tegasnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

.

Page 10 of 24

Entertaiment

Face Book Galleries

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco)...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan