Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Last Updated on Nov 11 2018

Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden mengendarainya untuk menghadiri acara Deklarasi Jabar...
Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang
Last Updated on Nov 11 2018

Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang

      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi kepada 100 musisi yang akan tampil pada pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu 2018.     “Saya sangat mengapresiasi dan terharu atas antusias para musisi Bengkulu...
Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri
Last Updated on Nov 11 2018

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.         Padahal, puncak...
Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo
Last Updated on Nov 10 2018

Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo

        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo kemudian menuju Gedung Sate. Di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat ini, Presiden kemudian...

World Today

Wednesday, 16 November 2016 12:32

Ahok Tersangka Penistaan Agama Namun Tak Ditahan

Written by

Jakarta, koranrakyat.com- Gelar perkara terkait dugaan pemusatan agama terhadap Basuki Tjahja Purnama berjalan alot memasuki pemaparan oleh penyidik kepada terlapor juga saksi ahli dan pelapor bersama saksi ahli .Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto  di temui di Mabes Polri, Selasa (15/11)2016 mengatakan Maka dalam gelar perkara dengan menghadirkan pihak pelapor  dengan ahlinya , pihak terlampor dengan ahlinya kemudian juga ada ahlinya yang ditunjuk oleh penyidik-penyidik . "Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan  penyampaian  hasil penyelidikan termasuk dari penyelidik termasuk  dengan bukti kemudian kita selidiki kita diputarkan rekaman videonya, kemudian penyidik membacakan bagian-bagian penting  atau pun hasil interview dari semua saksi-saksi yang kita minta  keterangan  ," ujarnya.

Selanjutnya, Ari Dono menegaskan kemudian hadir pada hari ini dan tidak semua kita hadirkan cuma perwakilan saja kita lakukan saja pihak pelapor ada 6 dan kemudian kita ada 5 ahli serta nanti dari ahli penyelidik menyampaikan itu nanti  dari pihak pelapor menyimak dan memberikan tambahan atau pun koreksi ataupun  bukti-bukti yang ditambahkan kepada penyidik dan penyelidik. "Dalam hal ini lah  sebenarnya merupakan belum akhir dari pada satu kegiatan  tetapi belanja mahal ada tambahan lagi . Setelah kegiatan ini  mengumpulkan dari informasi dari pihak-pihak dan kita akan tutup kemudian para-para dipersilakan untuk kembali dan kita laksanakan perumusan memberikan rekomendasi kepada penyidik. Apakah nanti ini dianggap cukup bukti dilanjutkan dengan penyidikan atau dianggap tindak pidana ," tegasnya.

Kenapa tidak diundang, Ari Dono menjelaskan tapi berita acaranya sudah ada disini kan kurang melengkapi saja. Nanti para pihak bisa menyampaikan informasi-informasi tambahan . "Kalau ini dianggap bukan tindak pidana , dan kalau dianggap tindak Pidana kita anggap mungkin ada bukti ditindak lanjuti pasti ada pemeriksaan. Kemarin kan interview dan akan ada pemeriksaan," jelasnya.

Lebih lanjut, Ari Dono menandaskan itu yang dimaksud terbuka terbatas, kita hadirkan pengawas-pengawas internal ada dari Kompolnas, dari komisioner Ombudsman, BIN kita undang mengawasi dan ada juga Komisi III tetapi mereka tidak datang."Pengawas hanya mengawasi saja ."Prof Sarlito almarhum juga kita undang sebagai ahli , keahlian Psikologi dan ada beberapa ahli lagi . Dari Penyidik Dr Eva, Prof Seno Aji," tandasnya.

Apakah sudah selesai penyajiannya, Ari Dono menambahkan cinta belum , kita baru menyampaikan keterangan pelapor-pelapor ada beberapa pelapor kurang lebih ada 9 ,itu pada prinsipnya sama yang dilaporkan . Paling cepat besok dan paling lambat lusa. Kalau ditemukan pidana kita lanjutkan." Kalau obyeknya sama Kan dilaporkan ada 5 koceknya. Kata-kata yang disampaikan sama. Pak Ahok itu saja dan obyeknya sama. 5 pelapor mewakili dari semua , keterangan-keterangan dari pelapor itu  dan ada koreksi dari pihak pelapor lainnya. Ini kurang dari  pihak pelapor lainnya, Ini  saya tambahkan, "tambahnya.
Ditempat yang sama,Kuasa Hukum Ahok, Sira Prayuwana mengatakan  Gelar Perkara ini masih diminta keterangan berapa ahli yang diminta keterangan ini  baru pada tahap proses pemaparan hari tatib lapor dan ahli pelapor  barang bukti sudah disampaikan baik itu barang bukti masalah di Usb dan bukti surat dan sebagai."Ini jauh lah gelar masih baru awal pelapor dipaparkan oleh penyidik jumlah keterangan-keterangan yang disampaikan yang karena keterangannya sama ,"ujarnya.
Jadi, Sira menjelaskan Ini pemaparan penyidik dulu. Nanti akan diberikan waktu menyampaikan selama  1 jam untuk pelapor dan terlampir juga begitu. "Apakah mau ditambahkan apa hal yang kaitan dalam forum ini dalam rangka untuk menyempurnakan hasil proses penyelidikan," jelasnya.
 (Vk)

Jakarta, koranrakyat.com- Pelaksanaan gelar perkara kasus penistaan agama saudara Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, dilaksanakan Selasa (15/11)2016. Gelar Perkara mendengar 20 saksi ahli akan dijelaskan kepada penyidik dan dirumuskan disimpulkan untuk mencari peningkatan status ke penyidikan di saksikan oleh pengawas Internal dan eksternal mewakili publik diumumkan Kamis (17/11)2016.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar ditemui di Mabes Polri , Senin (14/1)2016 mengatakan  terkait gelar perkara dengan penistaan agama terlapor Saudara Basuki Tjahja Purnama pelaksanaannya pada Selasa (15/11)2016 pada pukul 09.00 pagi di ruang Rupatama Mabes Polri. "Pada acara itu akan hadir 20 saksi Ahli telah mendaftarkan dan dari unsur internal seperti Divisi Program, Irwasum,Warsidi yang menangani. Dari eksternal ada  Ombudsman, ada  Komisi III untuk menjadi pengawas dalam gelar perkara itu kepada pengawas melihat kegiatan ini  yang biasa setiap hari dilaksanakan," ujarnya.

Selanjutnya, Boy menegaskan pengawasan eksternal itu dilihat sebagai interpretasi publik untuk dinamika yang terjadi antara lain arah kira-kira sebagai berikut. "Pembukaan kita gelar dari Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto dia berisi pemaparan tentang perkara ini yang sedang dilakukan oleh  di jelaskan oleh penyidik nanti akan memaparkan apa yang diketahui masyarakat," tegasnya.

Untuk itu, Boy menjelaskan Masyarakat juga menyampaikan untuk melaporkan kejelasan  dan hal-hal yang dilaporkan baru dituangkan dalam laporan Polisi. "Kemudian salah satu saksi ahli yang saya sebutkan nanti secara bergantian akan memberikan penjelasan diungkapkan masing-masing diantara saksi ahli adalah Ahli agama,Ahli Pidana, Ahli Bahasa  apa yang dijelaskan akan dicatatat oleh penyidik. Itu satu-satu yang memberikan  penyelasan," jelasnya .

Lebih jauh,jauhMereka-mereka Boy merincinya mereka-mereka yang sudah memberikan penjelasan sesuai yang disampaikan penyidik yang lalu selama ini para saksi ahli ini sudah datang ke Mabes Polri untuk memberikan penjelasan kepada penyidik disini yang menangani kasus ini. " Dimana keputusan akhir akan menjernihkan gelar perkara ini merumuskan kesimpulan  dalam proses penyidikan yang dilaksanakan apakah laporan Polisi telah diterima oleh penyidik ada 11 layakkah dinaikan status setelah melalui presentasi para ahli dengan maksud rumusan perkara itu," rinciannya.

Sesuai persiapan, Boy menandaskan  ini kreasi para penyidik nanti kita lihat hasilnya. Rekan-rekan bisa melihat dan silakan yang akan mengambil gambar
Kita berikan 2 menit dan silakan menunggu dengan sabar. "Setelah memimpin gelar perkara selesai nanti kita kabar kan   nanti hari Kamis baru disampaikan dapat kejelasan arah peninstaan agama . Kita tunggu proses gelar perkara  nanti akan disampaikan kepada masyarakat luas," tandasnya.

Lebih lanjut,Boy menambahkan Kepada masyarakat kita berharap kita menunggu dengan tertib tidak perlu ada pengerahan massa dan sebagainya mari kita laksanakan gelar ini kita harapkan pengawas eksternal itu dapat mewakili kepentingan publik ." Untuk melihat sejauh mana akuntabilitas, integritas penjelasan-penjelasan yang diberikan diharapkan menyampaikan dengan objektif masing-masing sehingga akan dapat dimanfaatkan oleh untuk memunculkan kasus ini dapat ditingkatkan pada penyidikan," Tambahnya. ( vk)

Friday, 11 November 2016 14:26

Presiden Jokowi Datangi Markas Brimob

Written by

Jakarta,koranrakyat.com,-Beri Arahan pada Korps Brimob, Presiden Jokowi Jadikan Kemajemukan sebagai Kekuatan Bangsa untuk Maju Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau melahirkan suku bangsa yang beranekaragam. Keanekaragaman tersebut pada akhirnya membuat Indonesia menjadi kaya akan budaya. Keanekaragaman tersebut juga menumbuhkan rasa bangga berkebudayaan di kalangan masyarakat hingga timbul kesadaran akan persatuan bangsa. Keanekaragaman juga merupakan sebuah kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk dapat maju menyongsong persaingan di masa datang.

"Kita ingin Indonesia menjadi contoh terbaik bagi dunia dalam mengelola keberagaman. Beberapa negara sudah menjadikan kita sebagai contoh itu. Di mana kemajemukan justru menjadi kekuatan bangsa kita untuk maju," demikian pandangan Presiden saat memberikan pengarahan pada Pasukan Brimob di lapangan markas Korps Brimob, Depok, Jawa Barat, pada Jumat, 11 November 2016.

Kerukunan dalam kebhinnekaan merupakan aset berharga bagi bangsa Indonesia. Tak selayaknya segala keragaman dan perbedaan dijadikan sebuah pertentangan yang dapat memecah belah bangsa. Di era persaingan ini, sudah seharusnya rakyat Indonesia bersatu padu memperkuat bangsa Indonesia hingga menjadi bangsa pemenang.

"Sebagai bangsa besar, kita akan mundur jauh ke belakang kalau energi bangsa ini dihabiskan untuk pertentangan-pertentangan suku, pertentangan agama, dan pertentangan golongan," ujar presiden.

Dalam arahannya tersebut, Presiden Joko Widodo menyadari dan berterima kasih kepada jajarannya yang telah mengabdikan diri untuk tugas negara yang disebutnya bukanlah hal yang ringan. Memberikan perlindungan kepada segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia merupakan tugas yang selama ini diemban oleh kepolisian. Dalam menjalankan tugas tersebut, presiden mengingatkan agar Korps Brimob mampu membangun keteraturan dan keharmonisan sosial tanpa membeda-bedakan golongan.

"Berikan pengayoman, perlindungan, rasa aman, untuk seluruh rakyat tanpa membedakan asal suku, agama, dan golongan. Saya meyakini Korps Brimob mampu menjadi pelopor persatuan dan menjadi penjaga kebhinnekaan. Jalinlah komunikasi dengan seluruh anak bangsa. Ajak mereka untuk mengedepankan semangat persatuan, semangat kesatuan, semangat untuk menjadikan Indonesia sebagai Indonesia yang damai, Indonesia yang tertib, Indonesia yang bersatu," tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh Korps Brimob untuk tetap setia dan taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, presiden juga menginstruksikan Korps Brimob untuk selalu menjaga kekompakan dan kehormatan dalam menjalankan setiap tugas negara.

"Selalu memperkuat kekompakan dalam menjalankan tugas negara. Serta selalu menjaga kehormatan dan kebanggaan sebagai anggota kepolisian Republik Indonesia sehingga Korps Brimob akan semakin dipercaya, akan semakin dicintai oleh masyarakat," tutup presiden.

Ditemui usai pengarahan, Presiden Joko Widodo menerangkan bahwa selain memberikan arahan, kedatangan dirinya ke markas Korps Brimob juga dimaksudkan untuk meninjau kesiapan jajaran Korps Brimob dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat. Presiden mengapresiasi terhadap segala kesiapan yang telah ditunjukkan dan dilihatnya sendiri di lokasi tersebut.

"Kita tadi melihat betapa kesiapan itu ada. Kita harapkan dengan kesiapan-kesiapan yang ada ini bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat, bisa mengayomi, bisa melindungi, sehingga rasa aman selalu ada di masyarakat kita," ungkapnya.

 

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pengarahan tersebut ialah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin, dan Komandan Korps Brigade Mobil Inspektur Jenderal Pol. Murad Ismail.(eas)

 

Jakarta,koranrakyat.com,- Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan agar segala proses hukum dapat diselesaikan selambat-lambatnya hingga dua pekan mendatang_

Menindaklanjuti arahan langsung Presiden Joko Widodo mengenai proses hukum terkait dugaan penistaan agama oleh calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan gelar perkara kasus tersebut secara cepat dan transparan di hadapan media massa. Hal tersebut disampaikannya usai menghadap Presiden Joko Widodo pada Sabtu malam, 5 November 2016.

Untuk diketahui, gelar perkara kasus pidana oleh tim penyidik biasanya dilakukan secara tertutup. Namun kali ini, gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama tersebut mendapat pengecualian sebagai perintah langsung dari Presiden Joko Widodo.

"Tadi Bapak Presiden menyampaikan agar gelar perkaranya dilakukan _live_ (terbuka). Ini perintah eksepsional dari Bapak Presiden untuk membuka transparansi," terang Tito Karnavian yang memberikan keterangan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Tak cukup sampai di situ, kepolisian juga akan mengundang berbagai pihak termasuk pihak kejaksaan, Komisi Kepolisian Nasional, Komisi III DPR RI, para pelapor, saksi-saksi ahli yang diajukan pelapor termasuk Majelis Ulama Indonesia, serta saksi-saksi ahli yang dihadirkan penyidik dari kalangan akademis dan lembaga bahasa yang dianggap kredibel dan netral saat gelar perkara dilakukan.

"Kemudian tentu juga akan kita hadirkan saudara terlapor Basuki Tjahaja Purnama, kalau yang bersangkutan ingin hadir dipersilakan tetapi kalau tidak ingin hadir bisa diwakili oleh penasihat hukum," imbuhnya.

Gelar perkara itu sendiri dilakukan untuk melihat apakah terlapor, Basuki Tjahaja Purnama, telah melakukan tindakan pidana atau tidak. Dengan gelar perkara yang dilakukan secara terbuka tersebut diharapkan publik betul-betul melihat dengan jernih penyelesaian kasus ini dan dapat mengetahui secara terbuka apa yang dilakukan oleh penyidik dan isi dari keterangan para ahli, pelapor, dan terlapor sendiri.

"Kalau ditemukan adanya tindak pidana, maka akan kita tingkatkan menjadi penyidikan dan akan kita tentukan tersangkanya. Dalam kasus ini berarti terlapor dan diproses sesuai aturan _criminal justice system_ kita, kejaksaan dan pengadilan," terangnya.

Namun, jika dalam gelar perkara yang dilakukan secara tersebut tidak ditemukan adanya unsur pidana dalam kasus dugaan penistaan agama tersebut, Tito menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dihentikan dan dapat dibuka kembali bila terdapat bukti-bukti yang menguatkan. Proses hukum tersebut akan diselesaikan selambat-lambatnya hingga dua pekan mendatang.

"Ini sesuai dengan perintah Presiden bahwa proses hukum harus sudah selesai dalam waktu dua pekan," ucap Tito.

Sebelumnya, dalam keterangan pers usai memimpin rapat koordinasi pasca aksi unjuk rasa di Istana Merdeka pada Sabtu dini hari, 5 November 2016, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa proses hukum terhadap Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama harus dilakukan dengan tegas, cepat, dan transparan.

"Saya telah memerintahkan Wakil Presiden untuk menerima perwakilan unjuk rasa. Dalam pertemuan itu telah disampaikan bahwa proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat, dan transparan," tegas Presiden.(eas)

 

 

 

 

Wednesday, 02 November 2016 17:55

Polisi Nunggu Pemeriksaan Saksi Ahli Tentukan Kesalahan Ahok

Written by

Jakarta,koranrakyat.com-Bareskrim lakukan Pemeriksaan terhadap Basuki Cahya Purnama alias Ahok dugaan penistaan agama.Sudah ada 11 laporan  dan  ada 11 saksi yang diminta keterangan sedangkan  4 saksi pelapor belum diperiksa.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar ditemui di Mabes Polri, Selasa (1/11)2016 Bareskrim telah melakukan pemeriksaan   11 saksi  dimintai Keterangan sedangkan termasuk  5 saksi Ahli diminta keterangan."Jadi laporan polisi itu terakhir ada sekitar 11 saksi masih ada 4 lagi yang belum dimintai Keterangan dari saksi pelapor," ujarnya.

Boy menegaskan sudah ada  saksi 5 ahli yang sudah dimintai Keterangan tinggal 4 saksi ahli.," tegasnya. Ketika ditanya apakah Ahok akan di periksa , Boy mengatakan  setelah gelar perkara, penyidikan akan menentukan kembali apakah nanti perlu ada pemanggilan-pemanggilan yang lain yang pernah diambil keterangan. "Jadi sejauh hasil pemeriksaan itu pada dasarnya akan dievalusi saat gelar perkara. Semogs gelar perkaranya dengan meminta keterangan saksi dan saksi ahli ini bisa dilaksakan. Nanti dari hasil gelar perkara akan diambil kesimpulan sementara, apakah perlu dilakukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan posisi perkara," bebernya.

 Ketika disinggung materi pemeriksaan, Boy mengakui Saya tidak bisa menjelaskan secara detail apa yang disampaikan. Yang jelas tentu nanti perlu dilakukan gelar perkara dulu karena nanti setelah itulah akan baru terlihat sejauh mana. "Jadi saya tidak mau mendahului, Bulan saya tidak tahu, yang jelas dalam proses pemeriksaan ini kan berkaitan dengan pasal 156a, berkaitan dengan dugaan adanya penodaan agama, yang ingin buktikan kan benarkah telah terjadi  tindak pidana penistaan atau penodaan agama yg dilakukan Pak Ahok, berkaitan dengan  konten video rekaman yang dilakukan di kepulauan seribu," akunya.

 

Lanjut, Boy menandaskan jadi prosesnya sedang dalam pembuktian dalam mencermati hasil keterangan para saksi ahli. "Jadi nanti setelah ada gelar perkara, gambaran secara umum kami berkeyakinan penyidik nanti akan ada kesimpulan sementara berkaitan dengan penyelidikan yang dilaksanakan. Tetapi yang jelas para saksi ahli yang telah memberikan keterangan bahwa didasarkan tentunya kepada keahlian masing-masing. "Ada ahli bahasa, ada ahli yang berkaitan dengan hukuman pidana. Kalau hukum pidana itu kan berkaitan dengan membuktikan apakah di dalam terjadinya peristiwa itu disertai dengan adanya unsur, niat, untuk melakukan kejahatan," tandasnya.

 

Sesuai  data yang ada, Boy menambahkan jadi itu juga salah satu ditanyakan ke ahli hukum pidana. Kita hukumnya tahu, paham. Tapi kita butuh pendapat ahli untuk menentukan apakah yang dilakukan oleh Ahok ini dilandaskan oleh suatu niat untuk melecehkan, menista, atau melakukan penodaan. "Kemudian demikian juga ahli bahasa. Satu per satu ucapan yang disampaikan oleh Ahok dalam rekaman itu diminta pendapat kepada ahli bahasa. Apakah ini memberikan suatu tafsiran, arti, bahwa telah terjadi penistaan kepada agama. Berkaitan dengan ahli agama tentunya, ada beberapa yang kita ambil keterangan yang tentunya akan memberi penjelasan. Beliau adalah ahli dalam tafsir dari pada alquran dan juga diambil tidak hanya dari sumber saja. Jadi ada beberapa ahli yang diambil keterangannya sesuai dengan permintaan penyidik,"tambahnya.(vk)

Surabaya,Koranrakyat.com - Demonstrasi ribuan orang dariHizbut Tahrir Indonesia Jatim di depan Polda Jatim, Surabaya, sempat memacetkan arus lalu lintas, 21 Oktober 2016.

Mereka mengecam pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias  Ahok

 

Untuk mengantisipasi kemacetan yang panjang, usai salat Jumat, jalur frontage road ditutup mulai dekat Bundaran Waru, Sidoarjo.

Pengguna jalan diarahkan ke Jalan A Yani (utama) agar tidak terjadi penumpukan arus lalu lintas.

Jalan frotage road dipakai ribuan orang untuk jalan kaki menujuPolda Jatim.

 

Sebelumnya, ribuan orang dari berbagai wilayah di Jatim itu berkumpul di sekitar Masjid Al Akbar Surabaya untuk menuju Surabaya.

Kapolsek Gayungan, Kompol Esti Setija Oetami, mengungkapkan kemacetan hanya terlihat saat rombongan sampai di Jalan A Yani dekat Dolog.

 

"Di situ kan posisinya menyempit. Tapi setelah itu tidak ada masalah karena rombongan masuk lagi ke frontage road depanPolda Jatim," ujar Kompol Esti.

Selama orasi di depan Polda Jatim, frontage road ditutup total dengan mobil patroli milik polisi.

Pegawai Dinas Kesehatan Jatim, pengunjung RS BhayangkaraPolda Jatim yang saat itu pulang harus memutar lewat pojok frontage road untuk menuju Jalan A Yani.

 

Demo yang berlangsung di depan Polda Jatim sekitar pukul 13.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 15.30 WIB itu baru bubar setelah ditemui Wakapolda Jatim, Brigjen Gatot Subroto di depan pintu gerbang utama.

Wakapolda akan menampung aspirasi untuk diteruskan ke Mabes Polri yang menangani.

 

Muhammad Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir, mengutuk keras

pelecehan terhadap Alquran yag dilakukan Ahok.

Selain itu, dia menuntut pada aparat agar mengusut tindakan penghinaan Alquran.(fs)

 

 

Jakarta,koranrakyat.com- . Adik anggota polisi  yang meneror polisi akhirnya tewas terjadi aksi seorang pemuda menyerang anggota Polri , ditemukan selang dan bahan peledak di pos polisi  depan sekolah Yupentek , kawasan pendidikan Cikokol,kota Tangerang.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar ditemui di Mabes Polri, Kamis (20/10)2016 mengatakan, bom aktif yang ditemukan di pos polisi depan sekolah Yupentek, Kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang, berdaya ledak cukup besar."Bom itu bisa melukai bahkan membunuh manusia. "Kalau mengenai tubuh kita, ya lumayan. Perut bisa bolong," ujarnya.

Untungnya, kata Boy, bom yang dilemparkan pelaku berinisial SA ke pos polisi itu tidak meledak.Selanjutnya, Boy menegaskan Bom ditemukan di dekat lokasi penyerangan Kapolsek Tangerang Komisaris Effendi dan dua personel polisi. Selain bom, ditemukan pula dua senjata tajam. Saat ini, polisi masih mempelajari kandungan dan isi bahan peledak itu.
"Sementara dalam upaya untuk mengurai dari bahan peledak yang kita duga masih dalam keadaan hidup dan berbahaya itu sudah diamankan petugas kami," tegasnya.

Hingga kini, Boy menjelaskan Polisi masih mendalami dari mana pelaku mendapatkan bom tersebut.Dari pendalaman itu pula, penyidik bisa mengembangkan apakah SA terafiliasi dengan kelompok tertentu.
"Itu bisa jadi ciri khas kita melangkah ke mana penyelidikannya terhadap background kejahatan dari hasil karyanya itu," jelasnya.
Untuk itu, Boy merincinya.

Kejadian ini bermula saat pelaku menempelkan stiker yang diduga mirip lambang ISIS. Polisi lalu mengimbau supaya stiker dilepas, namun pelaku malah menyerang polisi dengan golok. "Anggota polisi yang diserang pertama-tama adalah Kanit Dalmas Polres Metro Tangerang Inspektur Satu Bambang Haryadi dan anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Tangerang Bripka Sukardi ," rincinya.

Tak lama kemudian, Effendi yang berada tidak jauh dari lokasi berusaha menahan SA, namun Effendi malah ikut diserang.

Masih belum jelas apa motif penyerangan oleh SA. Diduga, SA merupakan anggota Daulah Islamiah jaringan Ciamis, Jawa Barat. Kelompok tersebut diduga terafiliasi jaringan kelompok radikal ISIS.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, pelaku aksi teror terhadap petugas pos polisi di Kota Tangerang, SA, adalah adik kandung dari dua personel kepolisian.

Ia menjelaskan, SA adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Kakak pertamanya bertugas di Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang dan kakak keduanya berdinas di Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang.
."Iya benar dia anak bungsu, dua kakaknya anggota polisi," kata Awi saat dikonfirmasi, Kamis (20/10).

Awi menambahkan, SA saat ini sudah tidak tinggal lagi bersama kedua kakaknya. SA tinggal sendiri di Lebak Wangi, Kelurahan Sepatan, Tangerang, Banten.
"Dia (SA) sudah tinggal di Sepatan itu," kata Awi.

Namun, berdasarkan foto kartu identitas yang diperoleh
  wartawan , Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) menunjukkan SA berdomisili di Asrama Polri, Jalan KS Tubun, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Tangerang, Banten.

Awi menyatakan, SA telah meninggal dunia. Ia meninggal saat hendak dipindahkan dari Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Kota ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.SA meninggal lantaran kehabisan darah. "Itu akibat luka dua tembakan di kaki dan satu yang mengenai perut," ujar Awi.

Pada Kamis pagi ini, SA menyerang Kepala Kepolisian Sektor Tangerang Komisaris Effendi bersama dua anak buahnya, Inspektur Satu Bambang Haryadi dan Brigadir Polisi Kepala Sukardi di Pos Polisi Lalu Lintas yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang.Serangan itu mengakibatkan Effendi, Bambang, dan Sukardi mengalami luka akibat sabetan golok.
 (vk)

 

 

 

Jakarta,koranrakyat.com-Divisi Profesi Pengamanan telah menyelesaikan penyelidikan internal terhadap pejabat oknum perwira menengah Polri berinisial KPS. Oknum tersebut diduga menerima sejumlah uang dari Chandra Halim alias Akiong, Bandar narkoba yang kini berstatus terpidana. Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di temui di Mabes Polri, Selasa (11/10)2016 mengatakan, Divisi Propam juga telah menyerahkan surat terkait hasil penyelidikan itu ke Bareskrim Polri."Sudah ada suratnya, tinggal persoalannya apa, kita tangani nati," ujarnya.

Selanjutnya,  Ari Dono menandaskan tidak mau menyebutkan secara tegas apakah Bareskrim Polri memulai penyidikan tindak pidana terhadap KPS.Bareskrim masih akan mempelajari isi surat itu baru bisa menindaklanjutinya."Isinya ada penyerahan untuk menindaklanjuti penanganan. Nanti kita investigasi lagi," tandasnya.Dugaan tersebut terungkap dari temuan tim gabungan pencari fakta terkait Freddy Budiman yang menelusuri dugaan ada pejabat Polri yang menerima aliran dana dari Freddy.

Namun, tim justru menemukan sejumlah dugaan lain di luar itu, salah satunya penyidik bernama KPS yang menerima Rp 668 juta dari Akiong.Selain pemberian uang ke perwira menengah Polri yang menangani kasus Akiong, ada pula lima indikasi aliran dana yang mengalir ke oknum Polri dengan beragam besarannya.

Ada yang mengirimkan Rp 25 juta, Rp 50 juta, Rp 75 juta, Rp 700 juta, dan di atas Rp 1 miliar kepada oknum tersebut.Tim gabungan juga telah menyerahkan lima indikasi tersebut ke Divisi Propam Polri. Tapi, uang tersebut tak terkait kasus Freddy.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta,koranrakyat.com-Jajaran Polri di harapkan Polri bisa melakukan reformasi internal mengikuiti  perkembangan  dinamika di masyarakat yang terus berubah. Menkopolhukam, Jenderal Purn Wiranto ditemui di Mabes Polri, Jumat (7/10)2016 mengatakan setelah Kepolisian Negara Republik Indonesia  melalukan reformasi internal dan berkembang ikut dinamika masyarakat yang terus berubah dengan cepat. "Saya katakan tugas kepolisian Republik Indonesia yang 3 hal itu pakai penjaga ketertiban masyarakat penegak hukum mengayomi dan melindungi masyarakat beriringan dengan kepentingan masyarakat indonesia. 

Perkembangan ini sangat cepat  karena ada liberalisasi ekonomi , liberalisasi Politik  , ada globalisasi,globales global Di kita semua mengisyaratkan bahwa satu perubahan yang sangat cepat dan yang sangat luar biasa yang harus diikuti kepolisian Republik indonesia yang memang mengawal perubahan itu," ujarnya.

Selanjutnya, Wiranto menegaskan  harus ada delklarasi yang cepat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengawal perkembangan masyarakat yang dinamis. "Dulu belum ada teknologi cyber, sekarang sudah ada. Dulu kejahatan kera putih ya katakanlah kecil-kecil sekarang sudah meluas. ,"tegasnya.

 Wiranto menjelaskan dulu masalah Narkoba masih muter diamati karena tak gunakan teknologi baru sekarang lebih luas, kongkalikong, humantrafiking ,terorisme, semua satu indikator bahwa tugas polisi sekarang   cukup berat. "Tanpa ada satu perubahan yang cukup radikal di Polisi kita akan ketinggalan yang saya sampaikan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia ," jelasnya.

Lebih jauh, Wiranto merincinya satu hal yang saya sampaikan para pimpinan Polri bahwa dalam rangka reformasi yang digulirkan oleh Presiden Jokowi lewat Nawacita, Presiden sudah jelas melakukan satu reformasi yang sangat kuat dibidang ekonomi selama hampir 2 tahun ini dapat dilaksanakan 13 tahap atau 13 paket kebijakan ekonomi yang digulirkan untuk memperbaiki sistem ekonomi nasional dapat memberikan jaminan yang lebih. "Kemudian sudah dijanjikan Oktober ini akan dilanjutkan dengan kebijakan masalah hukum. Kita sebut saja revitalisasi hukum nasional karena hukum nasional saat ini sungguh posisi yang sangat buruk dan pada posisi yang sangat tidak kuat.," rinciannya.

 Wiranto menandaskan adanya  kekotoran-kebocoran yang diingkari sebagaimana sebenarnya filsafat hukum itu dibentuk. Perlu dikuatkan, Pakar Hukum itu lemah perlu dikuatkan, divitalkan revitalisasi hukum nasional . "Jadi disini teman-teman satu aktor utama kepolisian. Salah satu peran penting adalah bagaimana kepolisian mampu mendukung revitalisasi hukum ini,salah satu fungsi penegak hukum, dia aparat penegak hukum. Tatkala di aparat hukum ini tidak bisa memberikan contoh yang baik tidak dapat mengemban tugas itu maka revitalisasi hukum itu sia-sia. Maka tadi saya juga melanjutkan pesan presiden agar aparat kepolisian tidak ragu-ragu untuk melakukan melanjutkan stabilisasi reformasi pada tubuh polri sendiri dengan kata lain adakan satu koreksi pada diri sendiri dengan satu langkah-langkah kuat tumor-tumor yang sakit ada di Polri harus diberantas biar visi dulu dapat ikut membutuhkan suksesnya ravitalisasi  secara nasional. ," tandasnya.

Dikatakan  Wiranto menambahkan  pekerjaan Polri cukup berat  dan  tidak mudah untuk kerjasama antara Pimpinan Kepolisian Saudara Tito dengan seluruh lapisan masyarakat dan ini tugas bersama bagaimana menempatkan Kepolisian sebagai satu organ lembaga dapat dipercaya oleh masyarakat. Ini menempatkan Polisi sebagai andalan masyarakat untuk menegakan hukum. Ini tugas kita bersama ." Tadi sudah saya sampaikan kepada seluruh pimpinan, jajaran kepolisian seluruh indonesia untuk dapat dihayati dan dapat diimplementasikan dilapangan dengan baik. Itu point-point penting dalam acara ini. Dan saya lakukan pertemuan dari di Telekonfrens pada Indonesia," tambahnya. (vk)

 

Wednesday, 05 October 2016 17:11

Akhirnya Jaksa Ganjar 20 Tahun Penjara Untuk Jessica

Written by

 Jakarta,koranrakyat.com - Akhirnya Jessica Kumala Wongso dituntut pidana 20 tahun penjara oleh Jaksa

Penuntut Umum (JPU)karena dianggap menghabisi nyawa   Wayan Mirna Salihin. Jessica  didakwa  melanggar

pasal 340 KUHP telah menghabisi nyawa Mirna.  .

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 340 KUHP, menuntut terdakwa Jessica

Kumala Wongso dengan hukuman mati," kata Jaksa Melani Wuwung di Pengadilan Jakarta Pusat,

Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu,( 5/10) 2016.

Jessica, mennurut Jaksa, melakukan pembunuhan berencana karena ada unsur yang mendorongnya.

Jessica memiliki motivasi untuk membunuh Mirna karena sakit hati. "Korban (Mirna) pernah bilang bahwa Patrick

(mantan pacar Jessica), adalah orang tidak modal, tukang selingkuh dan pemakai narkoba," ujar jaksa di persidangan.

Jessica melakukan aksinya dengan menabur racun natrium sianida (NaCN) ke gelas berisi Vietnamese Iced Coffee (VIC)

yang disajikan untuk Mirna. Mirna mengalami pingsan dan kejang-kejang tak lama setelah meminum kopi tersebut.

Sebelum dibawa ke RS Abdi Waluyo, Mirna sempat dibawa ke Klinik Damayanti yang berada di Lantai 1 Mall Grand Indonesia.

Di Klinik Damayanti Mirna dinyatakan masih hidup. Kemudian ia dirujuk ke RS Abdi Waluyo dan oleh dokter jaga di rumah

sakit tersebut, Mirna dinyatakan telah meninggal.(as) 

 

 Jakarta,koranrakyat.com- Kapolri minta tindak tegas terhadap oknum polisi terlibat pemerasan atau suap terkait Narkoba. Munculnya kasus  Oknum Dirnarkoba narkoba di Bali dan sejumlah kasus yang pernah melibatkan oknum perwira menjadi tugas Propam, untuk menindak.

Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian di Mabes Polri usai pelantikan Kadiv Propam baru, Jumat (30/9)2016 mengatakandan menekankan kepada Brigjen Pol Idham Aziz yang baru dilantik sebagai Kepala Divisi   Profesi dan Pengamanan Polri untuk melakukan pengawasan ketat di internal Polri.Hal itu dilakukan dalam rangka "bersih-bersih" dari oknum polisi yang tak sejalan dengan misi mereformasi kultur Polri."Seperti kasus narkoba yang kemarin di Bali itu. Copot alias sikat saja.Kemudian operasi bersih-bersih ke dalam, saya minta tegakkan betul," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan mencopot Kombes Pol Franky Haryanto karena diduga memeras tersangka narkoba."Ia dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Iknas Bareskrim Polri. Pemindahan tersebut dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan Franky oleh tim Divisi Propam di Jakarta.," tegasnya.

Untuk itu, Tito menandaskan dan meminta penindakan pelanggaran internal harus lebih keras. "Termasuk persoalan pungutan liar yang kerap meresahkan masyarakat," Tandasnya.

Ditemui terpisah, Idham akan mempelajari terlebih dahulu kasus-kasus yang diwariskan pendahulunya.Ia akan mengikuti kebijakan Kapolri dalam menerapkan reward danpunishment."Kalau anggota Polri berjalan sesuai koridor ya kita berikan reward. Kalau ada pelanggaran, kita tindak," ungkapnya.

Itu sebabnya, Idham janji  akan tegas dalam melakukan pengawasan dan penindakan, sebagaimana diminta Tito."Terlepas dari tegasnya hukuman kepada polisi, jika anggota tersebut terbukti tak bersalah, maka tak akan dipaksakan untuk diberi sanksi.Kalau dia melanggar itu, dia bisa melanggar karena pribadinya, karena disiplin, atau karena etika. Kalu harus dipidana, ya dipidana," akunya.(vk)

 

.

Tuesday, 27 September 2016 11:52

Kasus Dugaan Pembunuhan Taat Didalami Polisi

Written by

Jakarta,koranrakyat.com-Terkait ditemukan dua jenasah di Situbondo dan di Wonogiri diduga melakukanPenganiayaan berat sehingga tewas. Dugaan Kuat disuruh lakukan oleh Taat Pribadi alias Kanjeng Mas terjadi pada tahun 2015. Pelakunya 6 orang sudah ditangkap.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri ,Selasa (27/9)2016 mengatakan saudara Taat Pribadi alias Kanjeng Mas ini berkaitan adanya . awal April 2015 ada sebuah  pemuan jenasah di daerah Situbondo dimana pada waktu itu diduga sebagai tindakan penganiayaan atau katakan penganiayaan berat yang melibatkan meninggalnya sesorang kemudian seseorang ini diketahui bernama ismail . "Pada waktu dilakukan sebuah proses penyelidikan dan penyidikan  yang dilakukan bersama oleh Polres yang dilibatkan waktu itu adalah  probolinggo dan juga dibantu oleh Direktorat Reskrim Polda Jawa Timur. Pada waktu itu berhasil ditemukan petunjuk alat bukti terhadap keterlibatan mereka yang diduga terlibat.," ujarnya.

Selanjutnya,  Boy menegaskan  ini peristiwa 2015 , peristiwa itu sudah hampir tentunya setahun dan bahkan lebih dari setahun berhasil ditangkap  6 orang, pelaku pada waktu itu yang merupakan salah satu dari anak didik saudara Taat Pribadi diwaktu yang hampir bersamaan juga terjadi  penemuan jenasah di wilayah lain di wilayah Wonogiri." Yaitu kemudian diketahui identitasnya, Abdul Gani. Jadi dua ini merupakan santri dari tempat saudara Dimas Kanjeng yang tenyata akibat dari korban pembunuhan yang dilakukan oleh rekan-rekannya ," tegasnya.

Untuk itu,  Boy menjelaskan Kasus ini berjalan  dan sudah lebih melibatkan 4 orang , pertama itu enam,kedua ini Abdul Gani ada 4 orang. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Sudah dilakukan penyerahan tahap kedua berkas perkara yang ditangani oleh Polres Probolinggo yang dibantu Ditawarkan Polda Jawa Timur.  Nah dari hasil pengembangan polda Jawa Timur. Kepada mereka sepersepuluh ini patut diduga ada hubungan dengan saudara Taat Pribadi Karena ada petujuk ada pribadi yang menguatkan kearah sana," jelasnya.

Lebih lanjut, Boy merincinya jadi sebenarnya ada penangkapan setelah dilakukan pemanggilan, tetapi karena tidak hadir kemudian dilakukan lah penangkapan yang bersangkutan saudara Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng berkaitan denga. "Peristiwa itu kaitan dengan peristiwa dua jenasah ternyata diduga karena penganiayaan berat mengakibatkan meninggal dunia. Itulah keterlibatan yang bersangkutan ," rincinya.

Sesuai prises penyidikan, Boy menandaskan jadi saat ini dilakukan penahanan di Polda Jawa Timur. Peristiwa pokoknya tahun 2015 bulan April. Jadi dari hasil.pemeriksaan dua orang ini keterlibatan saudara Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng yang patut diduga berada di Kesemek. "Dari hasil keterangan yang diperoleh ada dugaan keterlibatan. Seperti apa buktinya karena.itu nanti akan kita perkembangan berikutnya kepada proses pemeriksaan yang berjalan.
Dan tentunya juga berkaitan.langkah-langkah hukum yang diberikan ,
Tetapi saat ini sudah dilakukan. Pemeriksaan sebagai tersangka," tandasnya 
Hingga kini, Boy menambahkan dari hasil kepada yang bersangkutan berakibat adanya rangkaian tindak pidana lainnya tentu akan ditangani juga pokok dari perkara kejadian lain.
"Sudah 10 orang yang diperiksa. Sudah ada tersangka dan kan dari tahun 2015. Diduga kuat sebagai yang menyuruh melakukan, " tambahnya. (vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta,koranrakyat.com -Wakil Kapolda Wakil Kapolda Lampung Kombes Pol Krishna Murti bersama seorang bayi terus mendapat perhatian Propam yang langsung mendalami videonya.Kendati, sudah dimutasi Propam terus melakukan pemeriksaan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Kamis (22/9)2016 mengatakan, Pengamanan Internal Propam telah meminta klarifikasi sejumlah pihak untuk mencari tahu kebenaran video itu."Sudah diambil keterangannya terkait video tayangan itu. Terkait orangnya siapa, orangnya sudah diambil keterangannya," ujarnya.

Selanjutnya, Boy menegaskan Namun belum dapat disimpulkan apakah bayi dalam video tersebut adalah anak Krishna."Dalam video itu, ada suara perempuan yang menyebut kata "Papa" yang ditujukan untuk Krishna,"tegasnya.

Sesuai perkembangan, Boy menjelaskan pihaknya masih akan menggali keterangan dari sejumlah pihak untuk menguatkan pembuktian tersebut."Tidak bisa kami terus menyimpulkan dengan sudah periksa sini, sudah periksa sana, dua belah pihak sudah diperiksa, belum tentu bisa disimpulkan," jelasnya.

Seorang perempuan bernama Alice Wara mengakui bahwa video itu diambil oleh dirinya.
Ia mengaku kaget saat diperlihatkan video itu oleh Paminal Propam Polri. Menurut dia, video tersebut direkam dengan ponselnya yang hilang bertahun-tahun lalu.Alice mengatakan, video itu diambil saat bertemu Krishna di Hotel Aston.
Saat itu, Alice mengatakan, saya hanya iseng mengambil video Krishna yang bermain dengan anaknya."Saya sama sekali tidak berniat menggunakannya untuk memeras atau niat jahat. Hanya bentuk kebanggaan saja, Pak Krishna mau bermain dengan anak saya," ujarnya.Untuk itu, Alice menegaskan saya tidak memiliki hubungan spesial dengan Krishna. "Atas inisiatifnya sendiri, saya menghadap Paminal Polri pada Jumat (16/9/2016) untuk menjelaskan hubungannya dengan Krishna,"  tegasnya

Jadi, Alice mengakui, Paminal bahkan sempat meminta anak semata wayang Alice yang masih balita tersebut untuk diikutkan dalam tes DNA demi membuktikan bahwa anak tersebut bukan anak Krishna."Saya enggak mau karena kalau saya tes, sama saja dengan saya mengiyakan bahwa ada hubungan antara saya dan Pak Krishna," akunya.

Sebelumnya, beredar pemberitaan bahwa Krishna menganiaya seorang perempuan.Paminal Propam pun telah memintai keterangan AW, perempuan yang fotonya beredar dan dikaitkan dengan Krishna, serta perempuan berinisial NW yang diberitakan sebagai korban.Boy mengatakan, berbagai keterangan dari pihak-pihak yang dipanggil akan ditampung, termasuk informasi dari sumber yang didaparkan.

Nantinya, Divisi Propam akan menguji kebenaran konten pemberitaan itu.Sementara itu, Krishna membantah isu tersebut.Ia mengaku tidak tahu mengenai munculnya informasi yang menyebutnya menganiaya perempuan.(vk)

 

 

 

.

Saturday, 17 September 2016 04:19

Interpol Adakan Pertemuan di Bali Dengan Polri

Written by

Jakarta koranrakyat.com-Dalam rangka tingkatkan kinerja Polri dengan Interpol, bakal diselenggarakan pertemuan antara Polri dan Interpol di Bali.Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ,Jumat (16/9)2016 mengatakan untuk persiapan interpol di Bali  Itukan 26 Nov- 28 Nov , ini kan kesempatan baik bagi Polri untuk menunjukan bahwa Polri juga baik dari Kepolisian tidak kalah dari Kepolisian negara lain. "Kita diberikan kesempatan belum pernah sebelumnya penyelenggaran konferensi interpol ini yang jumlah anggota lebih dari 190 negara. Jadi kalau setiap tahun dilaksanakan lebih dari 100 tahun lagi kita kebahagian lagi. Ini adalah momentum emas bagi kita untuk bisa menyelenggarakan dan kita ingin membuktikan sekali lagi komunitas kepolisian international  bahwa kepolisian kita juga cukup maju.," ujarnya.


Selanjutnya, Tito menegaskan kita  bisa menyelengarakan itu sekaligus menjadi anjang kreasi bangsa kita. " Kalau kita bisa menyelenggarakan  baik, aman dan lancar otomatis ini kegiatan international khususnya kepolisian internasional  bangsa kita maju dan aman," tegasnya

ketika ditanya isu apa yang dibawa, Tito menjelaskan terorisme, Newman Trafiking ,crime,isu-isu trans  internasional crime dan lintas batas. "Apakah Polisi juga akan memanfaatkan penangkapan buronan  kasus korupsi, ya.," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito menambahkan masuk kesana dan itu bisa dilaksanakan dalam tralmetting. "Bisa nanti ada rapat pleno kita juga bisa lakukan bilateral , ada panel dan ada bilateral.Kepolisian bisa menjadi mitra kita perlu bekerjasama misalnya..kita juga bisa melakukan kerjasama yang terkait," tambahnya.( vk)

 

 

 

.

Jakarta,koranrakyat.com-Hasil pemeriksaan terhadap kasus 177 warga Negara Indonesia gagal menjadi jamaah haji melalui Filipina di  ditahan, kerjasama otoritas Filipina bersama Bareskrim menetapkan 7 tersangka.Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol  Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jumat (9/9)2016 mengatakan   Bareskrim Polri menetapkan 7 tersangka dalam kasus calon Jamaah Haji Filipina yaitu berdasarkan LP/854/VIII/2016 tanggal 22 Agustus 2016, telah ditetapkan 2 Tersangka yaitu H AS dan BMDW, publik/ pimpinan.PT Pramana Tour. "Para tersangka berperan sebagai merekrut calon jemaah haji dan menerima pembayaran biaya haji khusus tanpa hak dan tidak sesuai ketentuan hukum dan penipuan dengan cara menyampaikan kepada calon jemaah Haji bahwa ibadah haji melalui Filipina  cepat, aman dan legal.Kerugian mencapai sekitar Rp 3,5 Miliar," ujarnya.

Boy menegaskan jumlah jamaah sebanyak 38 orang terdiri dari Asal Jepara Jawa Tengah sebanyak 19 orang, Asal Pandaan Pasuruan Jawa Timur sebanyak 12 orang. "Ada juga asal Jambi sebanyak 2 orang, asal Tanggerang sebanyak 3 orang, asal Bogor sebanyak 2 orang," tegasnya.

Dikatakan  Boy  Berdasarkan LP/ 894/IX/2016/ Breaking tanggal 2 September 2016 telah ditetapkan tersangka MNA. Tersangka berperan sebagai  merekrut calon jamaah Haji dan menerima pembayaran biaya ibadah haji khusus secara tanpa hak dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum. "Calon jemaah haji berjumlah 65 orang , kerugian sebesar Rp 6.358.945.565," jelasnya.

Lebih lanjut, Boy merinci Seiring dengan itu berdasarkan LP/895/IX/2016/ Bareskrim tanggal 2 September 2016 ditetapkan sebagai tersangka HMT. "Tersangka berperan sebagai merekrut calon Jemaah haji yang berasal  Dari Kabupaten Barru dan sekitarnya untuk mengikuti ibadah haji khusus dengan menggunakan brand travel tahukah yang belum memiliki ijin . Korban sebanyak 21 orang dengan  total kerugian sebesar Rp 3.136.000.000. Dengan perincian sebagai berikut ; sebanyak 20 orang bayar Rp 150 juta dan 1 orang bayar Rp 136 Juta," rincinya.

Ini juga, Boy menandaskan untuk LP/896/2016/ Bareskrim telah ditetapkan sebagai  Tersangka 2 orang yaitu HF@A dan HAH @A ,pemilik atau pimpinan PY. Shafwah yaitu tersangka berperan sebagai merekrut calon jemaah haji dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum, dan penipuan dengan cara menyampaikan kepada calon Jemaah haji bahwa  ibadah haji melalui Filipina cepat,aman dan legal. "Jumlah 24 orang, kerugian mencapai sekitar Rp 3 Miliar," tandasnya.

Jadi, Boy menambahkan begitu berdasarkan  LP/897/2016/ Bareskrim tanggal 2 September 2016, telah ditetapkan tersangka ZAP, Pimpinan Have El Badruddin Tour. "Tersangka berperan sebagai merekrut calon jemaah haji dan menerima pembayaran biaya ibadah haji khusus secara tanpa hak dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum, dan penipuan dengan  cara menyampaikan kepada calon jemaah Haji bahwa ibadah haji melalui Filipina cepat,aman dan legal. Jumlah jemaah 12 orang kerugian mencapai sekitar Rp 2 Miliar," tambahnya. (vk)

Page 10 of 22

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka...
    TEGAL(KORANRAKYAT.COM)Konektivitas dalam hal transportasi sebagaimana yang sering disinggung oleh Presiden Joko...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar rapat terbatas untuk...
    BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) - Bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah terjaring Operasi Tangkap...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan