Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Last Updated on Nov 11 2018

Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden mengendarainya untuk menghadiri acara Deklarasi Jabar...
Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang
Last Updated on Nov 11 2018

Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang

      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi kepada 100 musisi yang akan tampil pada pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu 2018.     “Saya sangat mengapresiasi dan terharu atas antusias para musisi Bengkulu...
Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri
Last Updated on Nov 11 2018

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.         Padahal, puncak...
Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo
Last Updated on Nov 10 2018

Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo

        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo kemudian menuju Gedung Sate. Di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat ini, Presiden kemudian...

World Today

Thursday, 09 March 2017 00:51

Ditengarai Terkait Dengan ISIS Anwar Di Tahan Polisi

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Ditengarai punya terkait dengan  ISIS Anwar warga negara Indonesia (28) kelahiran Pandegelang  ditahan saat akan berangkat ke Turki. Pada  (22/2)2017 sehari sebelumnya pada (21/2)2017  dicegah dan kita ditahan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Selasa (7/3) 2017 mengatakan ada 1 orang atas nama Anwar (28) yang ditahan oleh otoritas Malaysia ditengarai  akan  berkumpul dengan kelompok ISIS. "Saudara Anwar kelahiran Pandegelang berangkat seminggu sebelumnya di Malaysia yang akan menuju Turki. Mau berangkat tanggal 22 Febuari Turki , pada tanggal 21 Febuari yang bersangkutan ditangkap dalam dugaan yang bersangkutan berkumpul dengan ISIS." Ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan  saudara Anwar ini  dilakukan pendampingan KBRI setempat yang kemudian kita akan mengikuti di Malaysia. Pengacara itu harus dari Malaysia. "Si Anwar ini adalah pedagang sebelumnya juga pedagang ke Turki. Kemudian dia balik lagi dengan paspornya yang berpindah-pindah dia juga pernah ke Turki, ditemukan dalam Handphonenya ada kegiatan-kegiatan dan termasuk dalam media sosialnya. Dia berkomunikasi dan diduga adalah kelompok ISIS. Kemudian di ditahan  ortoritas," tegasnya.

Ketika ditanya Anwar perna ke Turki tahun berapa, Martinus menjelaskan

Jadi dia sebelumnya dua bulan dan tahun lalu ada di Turki.  Dia ada di Turki selama 5 bulan hingga 6 bulan."Dia dibawa ke Suriah dan dia itu  melalui media sosial ditawarin disana akan diberikan fasilitas-fasiltas ,dia mu dikirimkn uang berangkat ke Turki. Dia dijanjikan dapat fasilitas.  Ada teman ya ada dan dia sempat tinggal 5 bulan hingga 6 bulan pada tahun 2016," jelasnya.

Lebih lanjut, Martinus merinci  Anwar sendiri menerima Kiriman uang dan terima fasilitas tempat tinggaldan dapat uang. "Selama 5 bulan hingga 6 bulan. Anwa ditahan 21 Febuari. Dia berangkat 22 Febuari. "Kalau kita berkumpul belum yang menjadi sasaran dan Anwar Kalau diindonesia tidak diatur. Nah Malaysia jangan pekatihannya mengumpul dan mendapati bukti-bukti hand phone (hp) dia peran aktiv dianggap seperti itu. Dia dikirimin uang.Anwar ke Malaysia ada bantuan ,dari Indonesia ke Malaysia dia dikimkan uang," rinciannya. (vk)

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Perjalanan Raja Arab Saudi Salman bin Abdullah al Saud bersams 1500 rombongan selama 9 hari,selain di Jakarta dan Bogor juga akan ke Bali. Untuk pengamanannya tetap terdeteksi secara baik potensi kerawanan terlebih kerawanan terorisme sudah ditelusuri oleh Polri maka dibuatlah cara bertindak cara bertindak yang tepat dan terukur untuk mencegah tidak munculnya informasi atau potensi potensi kerawanan

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Kamis (2/3)2017 mengatakan tentang pengamanan Raja Salman di Bali Sudah dikomunikasikan sampai saat ini dengan beberapa personil dari Kerajaan Arab Saudi dan juga sedang didalami informasi informasi aktual tentunya terkait potensi kerawanan sudah diidentifikasi sudah di tempat parkir ". Namun kita bertemu berharap bahwa penjagaan dan pengamanan terhadap Raja Salman bisa berlangsung dengan baik dengan lancar dan kegiatan selama di Bali tanpa gangguan apapun ," ujarnya.

Sesuai perkembangan, Martinus Sitompul menegaskan potensi rawan yang seperti kemacetan kemudian adanya Apakah potensi-potensi terorisme tentu itu diidentifikasi oleh anggota Polri . "Jadi kalau ada identifikasi identifikasi itu maka dibuatlah cara bertindak cara bertindak yang tepat dan terukur untuk mencegah tidak munculnya informasi atau potensi potensi kerawanan tersebut adalah operasi simpatik tanggal 2 Febuari, " tegasnya.

Untuk itu, Martinus menandaskan peristiwa apa adanya perlawanan dari napi yang ada di lapas kelas 2 provinsi jambi terkait dengan kegiatan razia yang dilakukan diinformasikan kepada teman-teman bawah situasi saat ini sudah terkendali api sudah pada situasinya pada awas pukul 20.20 dilakukan upaya razia yang diawali . "Adanya informasi bahwa beberapa tapi yang ada di lp keras 2a provinsi jambi itu menjadi bagian dari sindikat narkoba ada yang menjadi bandar dan ada yang melakukan praktek jual beli ini terkait juga dengan peristiwa dua minggu sebelumnya yang sudah,"tandasnya.(vk)

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Terduga teroris   di lapangan Pandawa Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicende Bandung sehingga pelalu Yayat Chayat tewas. Hingga kini pengejaran terhadap kelompoknya terus didalami dilakukan Polda Jabar  dan Densus 88. Sementara  Jenasah Yayat Chayat d Rumah Sakit Sukamto Kramatjati, telah dipakai identifikasi, keluarga diminta segera datang untuk ambil jensahnya..

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjend Pol Rikwanto  ditemui di Mabes Polri, Jumat (3/3)2017 mengatakan untuk teroris atas nama Yayat Chayat dari perkembangan terakhir yang kita konfirmasikan kepenyidiknya baik di Jawa Barat dan kepada Densus 88."Saat ini dalam tahapan mengembangkan orang-orang yang terkait dengan  saudara Yayat seperti keluarganya, istri dan anak-anaknya sedang ditelusuri  ,karena pada waktu kejadian pagi harinya sempat diungsikan  keluarga dulu  oleh Yayat  entah kemana. Sekarang sedang ditelusuri oleh petugas keberadaannya. 

Paling tidak dari keluarganya dan dapat informasi yang baik untuk dikembangkan ke rekan-rekannya selanjutnya," ujarnya. 

Sesuai perkembangan, Rikwanto menegaskan kemudian untuk jenasah saudara Yayat masih di Rumah sakit Sukamto Kramat Jati masih dilakukan otopsi dan dari  keluarga Yayat sendiri belum ada yang datang ke Rumah Sakit Kramat jati ." kita himbau keluarganya apa itu istrinya maupun keluarga lainnya diharapkan bisa datang ke Rumah Sakit Kramatjati jati untuk identifikasi setelah itu  jenasah bisa dibawa pulang untuk dimakamkan .ini masih ditunggu oleh kepolisian  di Rumah Sakit Kramat jati," tegasnya.

Untuk itu, Rikwanto menjelaskan berkaitan dengan kelompok masif sesuai dengan hasil penyelidikan memeriksaan Yayat ini berafiliasi JAD (Jemaah Anshar Daulah) kalau kita telusuri yaitu ke Maman Abdulrahman  Aviliasinya. "Kemudian yang diduga rekannya yang melarikan diri pakai motor ini masih diduga ada kaitannya. Namun demikian yang ada sangat sulit artinya sangat diragukan namun tetap dilakukan penyelidikan diduga ada rekan-rekannya di lokasi kejadian disaat kejadian tersebut," jelasnya.

.Saat ditanya Yayat kan jaringan Barunaim segala pembuatan bom ini sudah terseleksi ada transfer dana dari sana, Rikwanto merinci sementara belum ada ,masih dalam penyelidikan dalam kaitan aviliasi Maman Abdulrachman untuk pendana dan lain-lain masih didalami.  "Untuk pembuatan bom panci itu diduga sementara ini dibuat di rumahnya. Karena dirumahnya kita temukan bahan-bahan identik yang kita temukn dirumahnya. Perkara ada bantuan dari pihak lain dalam pembuatannya kita masih dalam pencarian. Dalam penyitaan di rumah kontrakan tersebut ditemukan masalah agama terbungkus kain masalah fisika menjadi panduan saudara Yayat," rincinya

Diainggung latar belakang Yayat, Rikwanto menandaskan saudara Yayat ini pernah ikut pelatihan kemudian dalam kaitan Fai mengambil dan merampok mobil dan dia sudah sitahan tahun 2012 sampai 2015 bebas dan track recordnya memang mereka tergabung dan Yayat ini bergabung kelompok tersebut dan kita bisa katakan dia teroris. Dalam dia bebas dan kemudian lagi kita masih dalami bagaimana proses radikalisasinya kemana proses kembali aktiv melakukan perbuatan tersebut," tandasnya. (vk)

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Aksi kontak tembak yang terjadi antara petugas BNP di Kota Medan Sumatera Utara sehingga salah seorang bandar tewas. Tewasnya salah seorang bandar hal ini adalah wajar dan ini dilakukan penegakan hukum dan ini dilakukan karena perlawanan dari bandar. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso ditemui di Mabes Polri, Rabu(1/3)2017 mengatakan biasa aja uji coba itu senjata baru kalau ada bandar  yang berani coba-coba kita uji. "Apa ada yang meninggal, kita lihat saja nanti perkembangannya , kalau ada yang meninggal itu  tidak ada masalah karena ini penegakan hukum karena ada perlawanan senjata kita baru dan senjata itu dibeli untuk penegakan hukum," ujarnya.

Selanjutnya, Budi menegaska jadi akibat perlawanan itu  terus ada yang meninggal apa lagi bandar  tidak ada masalah kan mengurangi beban negara juga ."Artinya dalam penahanan itu dia kan selalu berulang-ulang penanganan kita terhadapan narkoba itu harus tegas dan keras apa lagi ada perlawanan jangan ada yang ragu-ragu," tegasnya. Ketika ditanya apa sudah ditelusuri, Budi menjelaskan sudah pasti ditelusuri , paling cepat itu satu bulan "Kalau peristiwa yang ini,  Dua bulan lebih nanti ya setelah selesai penanganannya, baru kita ungkap.Kan jangan sampai mempersulit pengembangan, kasus ini sedang melakukan pengembangan.Pasti akan kita  sampaikan," jelasnya.

Sesuai perkembangan, Budi menandaskan Ya, ini belum tahu masih pengembangan , sekali lagi di Insonesia ini ada 72 Jaringan Narkoba Internasional yang beroperasi mereka jaringan mana dari 72 jaringan, ini masih  pasti dan dalam pengembangan."Sementara kami masih sidik membaca dan nanti kita lihat,"  tandasnya Menyinggung narkoba didalam makanan anak, Budi merincinya supaya teman-teman lihat narkoba ada didalam permen masuk dalam makanan dan minuman. Ini teknik atau cara bagaimana memanfaatkan  narkoba itu supaya narkoba itu tidak nampak atau tidak kelihatan, sekarang ada model-model baru dan jenis-jenis lain."Yang jelas kita ikuti terus bekerjasama dengan Badan Pom untuk pengawasannya termasuk dari Kepolisian termssuk kita juga bekerjasama dengan Badan Intelejen Nasional dalam penelusuran jaringan , jadi pengembangannya kita ikuti semua," rincinya . 

Lebih lanjut, Budi mengakui Kenapa mereka mengguna karena mereka Sudah ketahuan buat cara yang baru supaya tidak ketahuan modus-modusnya berubah-berubah, begitu ketahuan modusnya berubah. Ya itu biasa dalam peredaran dalam jaringan mafia Narkoba."Bisa saja memakai itu dan yang di pakai yang lagi tren dan mengedarkan begitu saja" akunya. Oleh karena itu, Budi memberkan kita tetap eksis tetap  serius dalam penanganan itu ,maka sekarang negara sudah memberikan BNN  peralatan tambahan untuk salah satunya persenjataan. "Senjata  itu kemarin tanggal 24 Febauri 2017 sudah  saya bagikan keseluruhannya sudah menerima secara menerima senjata secara  keseluruhan senjata untuk BNP dan BNP Kabupaten dan saya kerjasama dengan Polri  TNI untuk dalam rangka penegakan hukum yang secara tegas," bebernya. Jadi, Budi mengungkapkan jadi ada 3 tipe senjata baru  yang sedang kita berikan dan serahkan seluruh jajaran senjata itu untuk mendukung dalam rangka penegakan hukum di lapangan supaya mereka tidak ada keraguan Senjata  sudah diberikan dan sudah dilatih diberikan pemahaman persyaratannya  maka kurang pelaksanaannya dan sudah sipenuhi tinggal pelaksanannya. "Saya sudah siap jajaran tidak ada keraguan dalam penegakan hukum terutama narkotika. Bila ada perlawanan dari pada membahayakan , anggota dan masyarakat fait gunakan lah alat pendukung itu," ungkapnya. 

Mengakhirinya, Budi menambahkan kan sekarang macam-macam jenis  itu baru  bisa dimanfaatkan macam-macam dan sekarang bisa saja seperti ganja sintesis dicampurkan dengam tembakau grolila dan tembakau hanoman itu bisa engga dimasukan disitu. Bisa berupa bubuk dan cairan. "Nanti hasil laboratorium terakhir nanti. Ini untuk pengembangan kita kerjasama.dengan beberapa laboratorium. Nanti ada kesamaan yang mana nih sesui pemeriksaan dari laboratorium saya sampaikan," tambahnya.(vk)

 

 

Tuesday, 14 February 2017 14:51

Pemeriksaan Kasus Munarman Berjalan Alot

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com-Proses Pemeriksaan kasus yang dialami Munarman berjalan alot , Pemeriksaan selama dua hari dilakukan secara marathon. Dalam pemeriksaan Munarman didamping 4 kuasa hukumnya. Kepala Bagian  Penerangan Umum Devisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri , Selasa (14/2)2017 mengatakan Pemeriksaan terhadap saudara Munarman dalam hal ini ditetapkan sebagai tersangka kasus yang disidik Dirkrimum Polda Bali pada hari Senin kemarin pada pukul sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saudara Munarman pukul 22.00 WIta."Karena pemeriksaan belum selesai maka  dilanjutkan hari ini tadi pukul 09.30 sampai pukul 15.30. Total pertanyaan ada 30 pertanyaan saudara Munarman didampingi 4 orang pengacaranya.," ujarnya

Untuk itu, Martinus menegaskan  dalam kaitan ini penyidik karena  kehadiran saudara Munarman untuk menindaklanjuti proses hukum ini. "Ini masih akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lainnya mengumpulkan bukti-bukti yang patut akan dikumpulkan untuk membentuk konstruksi hukum terhadap pada yang bersangkutan," tegasnya.

Menyinggung penahanan, Martinus menjelaskan Untuk rencana penahanan tidak penyidik memang memiliki pertimbangan dimana dia nilai bahwa saudara Munarman sangat koperatif yang juga tidak akan melarikan diri, tidak akan mengulangi atau menghilngkan bukti yang menjadi dasar penyidik untuk tidak menahnnya. "Alasan subjektif ini tentu menjadi pegangan bagi penyidik tidak menetapkan penahanan bagi saudara Munawarman," jelasnya. (vk)

 

Tuesday, 14 February 2017 14:32

Terkait Kasus TPPU, IA Ditetapkan Sebagai Tersangka

Written by

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Proses pemeriksaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang tentang Yayasan  Keadilan Untuk Semua diduga kuat ada pengalihan uang kepada pengurus lain itu terus dilakukan dengan pemeriksaan IA yang ditingkat sebagai tersangka.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa(14/2)2017 mengatakan  terhadap tersangka IA penyidik telah lah menetapkan sebagai tersangka. "Sehubungan dengan peran yang bersangkutan dimana yang bersangkutan diduga memberikan bantuan untuk mengalihkan atau membagikan kekayaan Yayasan Keadilan Untuk Semua kepada pengurus atau dengan sengaja melawan hak menguasai kekayaan atau dengan tipu daya dan dengan rangkaian berkata bohong atau dalam keadaan palsu menguntungkan dirinya sendiri  untuk melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan Bank terhadap ketentuan undang-undang Yayasan," ujarnya.

Sesuai pengembangan, Martinus menegaskan jadi dalam hal ini terhadap tersangka IA diduga sudah melanggar pasal 70 junto pasal 5 UU No.16 tahun 2001 tentang Yayasan dimana telah diubah Undang-undang tahun 2001 dengan Undang-undang Nomor 8 tahun 2004. "Disitu bahwa bagaimana penggunaan uang yang dilakukan. Disini adalah untuk mengalihkan atau menguasai dan Yayasan. Patut diduga telah melanggar pasal 55

sebagai mana telah diubah di bawah UU tentang Yayasan tahun 2004 disitu dikatakan bahwa bagaimana penggunaan uang yang dilakukan kemudian dilakukan untuk mengalihkan kekayaan Yayasan," tegasnya. 

Selanjutnya, Martinus menjelaskan juga kepada yang bersangkutan patut diduga melanggar pasal 55, pasal 56 KUHP ini dalam kaitan turut membantunya.Kemudian patut diduga pasal 372, 378 KUHP penipuan dan penggelapan Yayasan.Ini lah menjadi  dasar untuk menetapkan sdr IA sebagai tersangka. "Kemudian dalam melakukan suatu proses terhadap pidana pencucian uang ,pidana pokoknya harus dulu bisa kita ketahui bila pidana pokok tersebut IA telah melanggar pasal-pasal sebelumnya yang kemudian akan berproses dan tindak pidana pencucian uang," jelasnya. 

Lebih lanjut, Martinus merincinya sejumlah dana yang telah ditarik oleh IA itu sebesar Rp 600 Juta yang kita belum tahu penggunaannya untuk apa." Dan kemudian penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang kita lakukan pemeriksaan yang kemudian kita ingin mengetahui sampai sejauh mana disampaikan saksi-saksi tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana kita sangkakan," rincinya.

Untuk itu, Martinus menandaskan pertama itu dibuka rekening kamudian oleh Saudara Novel Sekretaris FPI mengatakan bahwa Nomor rekening tersebut itu tidak benar atau palsu. "Kemudian oleh Saudara BN dialihkan dan menutup rekening ini diserahkan kepada rekening oleh Saudara Novel dengan rekening Yayasan .Namun sebagaian diserahkan kemudian tidak seutuhnya IA untuk melakukan pengambilan . Kalau kita ingin melihat mekanismenya kita ingin mengetahui mekanisme itu bagaimana, mekanisme pengambilan berikut bagaimana kemudian pengalihan dana itu inilah yang akan di dalami oleh penyidik sehingga penyidik diawalinya dengan menetapkan tersangka pada pidana pokoknya saudara IA," tandasnya

Menyingung Konstruksinya dari awal, Martinus membeberkan justru disini mekanisme yang ingin kita ketahui ingin kita dapatkan dan kita sesuaikan dengan prosedur sebenarnya yang dilakukan sebuah Yayasan atau oleh sebuah bank. "Yang Patut duga disini peran saudara IA ini untuk membantu atau mengalihkan dana-dana itu yang tentu patut diduga tidak sesuai dengan mekanisme ini lah yang membuat penyidik awal sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka supaya kita bisa melanjutkan ini dalam proses dana pencucian uang," bebernya. 

Jadi, Martinus menambahkan tentu penyidik melakukan suatu proses penegakan hukum kasus ini dalam kaitan untuk memberikan katakan lah ada info-informasi yang kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan penyidikan-penyidikan dan kemudian ditemukan konstruksi hukumnya dugaan-dugaan dan sangkaan-sangkaan yang melanggar Undang-undang nilai kita lakukan proses."

Ada dana  sekitar Rp 4 Miliar pada rekening yang sebagaian dana Rp 4 Miliar ada sebagaian Rp 600 Juta yang kemudian siapa yang menggunakan Rp 600 Juta diberikan dan bagaimana pertanggung jawaban kembali kepada saudara IA," tambahnya.(vk)

 

Friday, 16 December 2016 04:45

Pengakuan Yulia Penganten Bom Bunuh Diri

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com- Dari pendalaman proses pemeriksaan terhadap terhadap penganten bom bunuh diri Dian Yulia Novi  yang merencanakan pemboman bunh diri didepan kompleks Istana Kepresidenan Jakarta akhirnya teruangkap teryata Simpatisan ISIS asal Indonesia Bahrun Naim mendalangi aksi   teror di Indonesia.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar ditemui di Mabes Polri, Kamis ( 15/12) 2016 mengatakan sesuai pendalaman dalam proses pemeriksaan  terhadap penganten bom buuh diri Dian Yulia Novi dalam perncanaan bom bunuh dri di depan Kompleks Istana Keperesiden Jakarta mengakui simpatisan asal Indonesia Bahrun Naim mendalangi aksi teror di Indonesia " Bukti ditemukan bom berdaya ledak tinggi di Bekasi dan Bahrun aktif berkomunikasi dengan calon "pengantin" bom bunuh diri, Dian Yulia Novi siap menerima perintah untuk bunuh diri di Istana Negara," ujarnya.

Selanjutnya, Boy menegaskan  komunikasi antara Bahrun Naim dengan Dian Yulia Novi begitu intensif itu bisa dilihat secara cermat."Buktinya,sebelum melakukan aksinya, Bahrun juga memberi uang kepada Dian sebesar Rp 1 juta untuk keperluan hidup sebelum melakukan amaliyah," tegasnya.

Sesuai pendalaman, Boy menjelaskan Bahrun juga mengarahkan tersangka Khafid Fathoni dalam merangkai bom. Khafid diketahui kerap berkomunikasi dengan simpatisan ISIS tersebut."Khafid membuat bahan peledak TATP di rumahnya di Ngawi, berdasarkan panduan Bahrun Naim," jelasnya.

Lebih jauh, Boy merincinya tak hanya itu, Bahrun juga mengirimkan uang kepada sel tersebut melalui tersangka Nur Solihin. Pengiriman uang dilakukan Bahrun sebanyak dua kali."Pertama sebesar Rp 3 juta dan kedua sebesar Rp 2 juta," rincinya.

bantuan uang tersebut digunakan untuk membeli bahan-bahan pembuat bom. Adapun bahan-bahan yang banyak digunakan dalam bom itu adalah paku dan cairan kimia yang banyak dijual bebas di pasaran.(Vecky)

 

Sunday, 27 November 2016 15:20

Terduga Teroris 9 Orang Diringkus Di Bekasi & Jakarta

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com- Proses penangkapan 9 anggota teroris yang berhasil diringkus di Bekasi dan Jakarta Barat ternyata adalah yang mendompleng  dalam ujuk rasa demo  4 November berhasil ditangkap.Kelomok teror masuk dalam ujuk rasa untuk menciptakan kerusuhan dengan mencoba merampas senjata petugas,sehingga terjadi keributan yang besar sehingga berusaha melawan pemerintah dan aparat keamanan. 9 Anggota teror ini pemuda-pemuda Indonesia berbait ke ISIS dan memberikan dukungan warga indonesia mau ke Suriah.

 Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar di temui di Mabes Polri,Sabtu (26/11)2016 mengatakan dari 9 anggota teror yang membantu pengirim orang Indonesia ke Suriah. Mereka semua secara umum mereka terdeteksi adalah pemuda-pemuda kita  berbait langsung kepada Pimpinan ISIS Abubakar yang bertekat memberikan dukungan kegiatan sejumlah warga negara kita yang akan berangkat ke Suriah." Penangkapan 9 orang  ini ternyata mereka sudah pelatihan yang mendompleng dalam barisan memasing kericuhan aksi damai 4 November guna berlangsung berhadapan aparat penegak Hukum ,"ujarnya

Dia  berusaha melaksanakan perampasan senjata. Rupanya mereka gagal karena petugas tidak membawa senjata api.Jadi tujuan-tujuan ini tidak tercapai karena kebijakan kita dalam mengawal ujuk rasa ini. satupun petugas tidak membawa senjata api," ujarnya

 Selanjutnya, Boy menegaskan Kehadiran 9 anggota teror ini memiliki tujuan tertentu selain mendompleng juga melakukan upaya mau melakukan perampasan senjata. Rupanya mereka gagal karena petugas tidak membawa senjata api,pasalnya petugas keamanan tidakmembaa senjata." Jadi tujuan-tujuan ini tidak tercapai karena kebijakan kita dalam mengawal ujuk rasa ini. Sehingga dengan melakukan perlawanan dan berhasil merampas akan menimbulkan kegaduhan." Dari Kegaduhan ini bentuk pelawanan terhadap pemerintah yang diangap togut," tegasnya.

Untuk itu,Boy menjelaskan kami ingin menyampaikan tersangka yang pernah disampaikan ada 7 penangkapan di Bekasi dan daerah Jakarta Barat juga. Terakhirnya pengembangannya ada 9 orang ,secara umum mereka terdeteksi adalah pemuda-pemuda kita  berbait langsung kepada Pimpinan ISIS Abubakar yang bertekat memberikan dukungan kegiatan sejumlah warga negara kita yang akan berangkat ke Suriyah." Mereka berperan melakukan hal-hal itu. Pertama yang dilakukan penetapan tersangka yang ditahan Saudara Solihin alias Abumusaibah alias Abu Hiliah  alias Abu Husniah Alias Abubakti alis Abuhasan alias Muhisan alias  Slamet. Secara aktif melakukan motivasi kepada orang-orang untuk mendukung ISIS dan membait mereka Ketua Kelompok Husaidah Al Awarium membuat tim itu untuk bertujuan berperang melawan Siah tahun 2018," jelasnya.

Sesuai pendalaman,Boy merincinya setiap anggota ditangkap memiliki tugas mempersiapkan pengiriman orang indonesia ke Suriah dan menjadi Fasilitator orang yang ke Suriyah beberapa nama yang sudah diberangkatkan bisa dicatat dan tereteksi. "Tersangka kedua Alwandi alias Abusama alias Hasan alias Sabeni melakukann bait disalah satu tempat ibadah di Jakarta Pusat dan juga hadir pada saat itu kelompok-kelompok jaringan mereka .mengetahui beberapa rekan nya dan mempersiapkan rekan-rekan terebut untuk ke Suriyah. Ini bentuk permufakatan jahat. Di dalam pasal 15 Undang-udang No.15 tahun 2003 itu barang siaoa melakukan pemufakatan jahat mempersiapkan tenaga untuk satu tujuan itu dapat di pidana," rincinya

Oleh karena itu, Boy membeberkan kemudian melakukan bidatan selama 7 kali  antara lain seperti melakukan latihan memanah ,   latihan penyerangan teror . Tersangka ketiga yang ditahan Reno Suhartono alias Jack,Alias Alex. Sama membantu rekan-rekan untuk berangkat  menuju Suriyah serta  melanjutkan penjemputan ketika setelah kembali." Penyelidikan namanya sudah disimpan dan juga berkomunikasi  satu sama lainnya terlebih dahulu. Ke  empat, Dimas Adi Saputra alias Abu Votop pernah perang  lewat jalur perbantuan  di Abu Musta namun gagal ditahan di Srilangka. Bisa keluar  tetapi di Srilangka. Sebagai anggota tim mencari dan mnyusun mereka merancang peliputa itu dan rencana ikut dalam Demo yang kemarin penahanan," bebernya .

Boy menandaskan waktu keterlibatan dalam proses  pelatihan itu. Kemudian memperbantukan rekannya yang berangkat dan  memberikn bantuan . Enam.  Ibnu Aji Mulaina  atau Ibnu atau Indra sama dalam tim latih bersama kemudain jga mempersiapkan misi-misi membaut Daulah Islamiah . Ke 7, Fuad Abu Ibrohim merka adalah kelompok yang berbait kepada  Abu Bakar Albad tadi. "Penyiapan kepada rekan-rekannya tadi. ke 8 Zubair kajian yang Ilafa dipimpin Falza Alaanzor  melakukan bait juga dan ikut dalam pelatihan. Agus Setiawan alias Abu Aham Mereka juga sama dalam proses pelatihan dan membantu pembauatan surat palsu telah memalsukan KTP, Kartu Keluarga(KK) Akte

 

Kelahiran diamana tersangka sudah mengaku memberangkatkan kawan-kawannya sekitar 26 Orang," tandasnya. 

Melihat  hal itu, Boy menambahkan beberapa nama ini  sedang kita lakukan penelusurn dan pendataan lebihnlanjut. Tersangka menyadari pembauatan paspor ,atau surat palsu merupakan dukungn agr upay pergeakan Daulah Islamiah atau kegiatan ini sama-sama  berjalan dengan baik. "Ini Kelompok-kelompok yang secara  Simultan kita lakukan pemeriksan dan langkah penindakan serta penangkapan mereka," tambahnya. (vk)

Jakarta,koranrakyat.com- Takut diminta tahan Ahok  proses penyidikan kasus penistaan  agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai tersangka dikebut, saat ini  sudah  memasuki selama tiga minggu berjalan lancar, hingga kini berkasnya tiga bundel berjumlah 826 halam sudah lengkap dan memasuki penyerahah tahap 1 diserahkan  Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim  kepada Jaksa Agung Muda Pidana Umum,Kejakgung.

Kepala biro penerangan Masyarakat Mabes Polri, Kombes Pol Rikwanto ditemui di Mabes Polri Jumat (24/11) mengatakan berkas perkara kasus perkara kasus penistaan agama perkara selesai tahap pertama dari Bareskrim Direktorat Tindak pidana umum. Kasubdit IV hari ini serahkan ke Kejaksaam Agung pada jaksa Agung muda pidana umum , ini menunjukkan Polri segera tindak lanjuti kasus sensitif," Berkas ini berjumlah 826 halaman 3 bundel berkasperkara yang sudah ada," ujarnya. 
.

Ketika di tanya bukti kuat apa yang sudah dimiliki, Rikwanto menegaskan
bukti sudah ada keterangan  saksi dan alat bukti masih dalam penyelidikan. "Untuk tambahan baru apakah ada, sampai saat ini cukup yang sudah ada saja. Kajiannya sudah mendalam, termasuk juga melewati laboratoriu forensik untuk supaya itu dinyatakan betul asli dan seperti apa adanya," tegasnya. 
Menyingung saksi mengatakan menyerahkan bukti tambahan, Rikwanto menjelaskan itu bahasa saksi, tapi yang menentukan ini bisa jadi alat bukti adalah penyidik, relevan fakta, bisa dimasukan atau enngak. " optimis,tentunya pak jaksa mengatakan meski dikasih waktunya 2 minggu kalau  bisa secepatnya untuk menentukan sikap. Apakah masih kurang atau sudah bisa diterima. Kepolisian optimis, pak jaksa saja optimis apalagi polisi ya harus itu,karena ini proses hukum.7 saksi dari ahok sudah masuk berkasnya," jelasnya.
 Ditempat yang sama, Jaksa Agung Muda Pidana Umum( Jampidum), Noor Rochmat mengatakan seperti telah disaksikan bersama, baru saja kami terima berkas perkara tersangka, selanjutnya kami akan tindaklanjuti. " Kami sudah menujuk tim jaksa peneliti  yang ada  berjumlah13 orang yang ditunjuk masing-masing dari kejagung 10 orang, kajati ada 2, Kejari utama locus di Utara ada satu orang," ujarnya.


Lebih lanjut, Noor Rochmat menandaskan smua ini nanti ditindaklanjuti hasil penyidikan polri, kami lakukan penelitian apakah menurut KUHP norma materiil memenuhi syarat pengadilan kalau iya diterbitkan  P21."Proses penanganan perkara, di Polri sudah ketat, komprehensif dan  ekspose terbuka, kami yakini apa yang dihasilkan penyidik polri sudah maksimal, kami enggak lama-lama menyikapinya, untuk menyikapi hasil penyidikan teman-teman di Mabes Polri.  Proses komprehensif, kami segara respon, apakah bisa langsung ke P21 atau tidak, kondisi itu saya akan bersikap, selanjutnya kalau sudah ada putusan dikoordinasikan," tandasnya.

ketika ditanya Tiga bundel 826 halaman, Noor Rochmat menjelaskan kami ada waktu dua minggu di KUHP, tapi dengan keseriusan kami akan segera ambil sikap.Saya enggak berapa hari tapi sesegera mungkin, enggak harus sebut besok atau lusa, yakinlah kami serius."Bukti sudah ada, keterangan saksi, alat bukti, masih penyelidikan, sudah mendalam, melewati Laboratorium forensik, asli seperti apa adanya," .jelasnya. (vk)

Jakarta,Koranrakyat.com- Kendati penyidik Bareskrim  belum berani menahan Ahok ,walaupun sudah sebagai tersangka , namun Polri terus berusaha kebut sehingga sedikit lagi perampungan pemberkasan tersangka sudah 70 persen terkait dugaan penistaan agama Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto ditermui di Mabes Polri, Rabu (23/11)2016  mengatakan kalau melihat dari dari berkas perkara  yang di kumpulkan penyidik tak lama lagi berkas akan diserahkan ke kejaksaan akhir pekan ini."Sudah hampir 70 persen kalau saya bilang. Jumat lah, tahap pertama," ujarnya

Untuk itu, Ari  menegaskan  penyidik sudah bekerja secara optimal dan akan segera memaksimalkan waktu yang ada untuk pemeriksaan ahli dan saksi."Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 27 saksi dan ahli. Pemeriksaan tidak akan memakan waktu lama karena sebelumnya mereka telah dimintai keterangan di tingkat penyelidikan. Secara cermat hanya mengubah format dari berita acara interview menjadi berita acara pemeriksaan dan meminta keterangan tambaha," tegasnya.

Dari pendalaman, Ari menjelaskan  setelah pelimpahan, masih ada kemungkinan jaksa mengembalikan berkas perkara setelah melalui koreksi dari para jaksa peneliti.."Kalau standarnya begitu, biasanya ada saka berkas perkara yang dikembalikan . Kan jaksa punya waktu untuk mengoreksi," Jelasnya.

Seirng dengan itu, Ari menandaskan oleh karena itu, penyidik menargetkan dalam dua pekan berkas dinyatakan lengkap. Meskioun  begitu, ia meyakini bahwa berkas Ahok tidak akan dikembalikan karena kejaksaan telah menyaksikan sendiri alat bukti yang dibeberkan dalam gelar perkara terbuka terbatas."Untuk penyidikan kita sudah koordinasi sejak awal mudah-mudahan enggak pulang pergi lagi,"tandasnya,

Menyingkapi hal itu,  Ari tidak dapat memastikan apakah seluruh proses hukum hingga putusan pengadilan bisa selesai sebelum pelaksanaan Pilkada serentak 2017.

Melihat dari waktu pemilihan yang ada, hari pencoblosan dilakukan pada 15 Februari 2017. " Untuk iu saya tidak mau mendahului itu," rincinya,

Sesuai  hasil gelar perkara, nampak Ahok dinyatakan sebagai tersangka penistaan agama, Rabu (16/11)2016. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu dijerat Pasal 156 huruf a KUHP dalam kasus penistaan agama. Kemudian Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (vk )

 

 

Wednesday, 23 November 2016 07:06

LOYO DELAPAN JAM AHOK DIPERIKSA SEBAGAI TERSANGKA

Written by

 

Jakarta, koranrakyat.com- Proses pemeriksaan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam pemeriksaan pertama sebagai tersangka selama 8 jam setengah berjalan alot dengan 27 pertanyaan. Pemeriksaan oleh penyidik  mengulangi dari penyelidikan dan memberikan kesempatan  tambahan jawaban   mencocokan barang bukti yang ada.

Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuwana usai mendampingi Ahok saat pemeriksaan di Mabes Polri, Selasa (22/11) 2016 mengatakan  saya ingin sampaikan pemeriksaan Ahok  dari jam 09.00 hingga pukul 17.30 selama 8 jam setengah proses penyidikan yang diminta keterangan Basuki Tjahja Purnama tentu dalam proses penyidikan ini sekitar 27 pertanyaan yang disampaikan kepada Bapak Basuki Tjahja Purnama dan itu di jawab dengan baik. "Saya ingin sedikit memberikan gambaran dari peristiwa hukum yang menjadi objek pemeriksaan pada hari ini adalah pengulangan kembali keterangan yang sudah disampaikan proses penyelidikan yaitu dengan menyempurnakan hal-hal yang sekiranya penting membuat terang perkara ini. " ujarnya.

Sesuai pendalamannya, Sierra menegaskan nah sehingga hari ini setelah menyampaikan penyidikan menunggu proses lebih lanjut penyidik."Dan minggu ini sudah diperiksa saksi nya kita tidak diperiksa-periksa lagi," tegasnya.

Ketika ditanya apa ada hal yang baru, Sirra menjelaskan Saya kira mengulang kembali untuk melihat alur peristiwa yang terjadi 27 September di daerah itu kita itu sesungguhnya mendengar keterangan yang sebelumnya pada penyelidikan karena mekanisme seperti itu. "Karena membuat satu sistem dijawab kalau sekira di jawab  sudah disampaikan pada penyelidikan tinggal dimuat ditanya langsung itu benar atau saudara menambahkan atau menyempurnakan. Kalau ada yang mau disempurnakan.Itu langsung bisa dipergunakan," jelasnya.

Saat ditanya kenapa lama sekali, Sierra menandaskan Karena memang lama karena ada 27 pertanyaan, kan juga dilakukan break. Lama 27 pertanyaan . Ini selama 14 orang dan 7 saksi fakta di Pulau Seribu. 14 ahli dan 7 saksi fakta.  "Ya sama lama dan pemeriksaan  ahli . Dibawa prostitusi hanya dimata keterangan integrasi. Tetapi kalau untuk proses penyidikan dia harus projustisia untuk menyempurnakan formil untuk KUHAP, " tandasnya.

Menyinggung pemeriksaan  pak  Ahok  kembali, Sirra .
merincinya saat ini saya kira sudah cukup proses pemeriksaan. Nanti kita lihat apakah dan saya kira Ahok cukup koperhensif. 
"Kenapa cukub banyak ahli, memang sudah diperiksa adalah Ahli. Ahli bahasa, ahli Pidana dan Ahli agama. Saya lupa nama teman-teman ahli. Perkara biasa yang sebenarnya dan saya katakan dan ini perkara biasa ada dari beberapa perkara sebelumnya," rincinya.

Oleh karena itu, Sierra mengungkapkan  Jadi bagi saya saya tidak merumuskan strategi khusus  dan saya kasih undangan ini. Kalau didalam hukum pidana itu dan bagaimana dapat membuktikan unsur delik yang diberangkatkan  atau yang lain didakwakan sesorang Alat bukti kan juga ahli dan diikuti sebelumnya. Itu sebagai sesuatu yang diikuti ," ungkapnya

Lebih lanjut, Sirra mengakui  Kalau Ahli ada dua mekanisme , Pertama dia bisa diperiksa karena proses penyidikan dan dia dapatdiajukan ke persidangan. Kalau pasti itu harus diperiksa diberikan Pak Ahok untuk menghindari  blis of the   of power  proses peradilan ya. Supaya jangan menyalahi KUHAP yang ada. "Kalau optimistis utk harus dia mengatakan maka kami telah seluruh pemberkasan baik berupa BAP yang sudah diperiksa saksi pelapor, keterangan ahli pelapor ahli pelapor mudah mengkomperasi berupa barang bukti yang  ada kita dapat mengatakan optimis kalau sudah memeriksa itu. Kalau sekarang kita belum menerima apa-apa hanya menerima berkas BAP tersangka," akunya.

Sementara itu, Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan  tadi sudah dilakukan pemeriksaan sekitar 8 setengah jam, dalam hal ini Pak Shok diperiksa sebagai tersangka sejak tanggal 16 November ditetapkan dan ini adalah pemeriksaannya." Ini tentunya nanti bisa berkembang dan apakah diberikan jawaban tambahan atau tidak sehingga nanti akan dipanggil apabila dirasa kurang kita perlu memanggil lagi bagian dari proses penyidikan," ujarnya. 
Untuk itu, Martinus menegaskan hal ini juga kita akan memeriksa saksi-saksi , saksi yang kita periksa sampai saat ini 19 itu antara lain saksi-saksi yang kita ketahui ada 15 dari Jakarta sendiri dan walaupun berbagai daerah.
"Pemeriksaan dipersiapkan pertanyaan ada 20 dan kemudian berkembang dan.sampai 27 pertanyaan satu hal yang biasa suatu proses pemeriksaan  tentu terkait perlu ada penambahan lagi  Nanti menjadi bagian evaluasi . Ini bisa dikatakan pemeriksaan ini memang penyidik menyampaikan pertanyaan-pertanyaan dengan alat-alat bukti yang ada dan alat bukti apa ada sekitar 15 diperiksa oleh penyidik dan mencocokan ," tegasnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

.

Friday, 18 November 2016 00:49

Lagi, Herdiansyah Laporkan Ahok ke Bareskrim

Written by

 

 

https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif

 

Jakarta,Koranrakyat.com- Merasa tak terima dituduh atau difitnah menerima uang saat melakukan demo sebesar Rp 500 Ribu akhirnya Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dilaporkan ke Mabes Polri. Dengan LP 1153/XI/2016/ Breaking tertanggal 17 November 2016 diduga melakukan Fitnah dan pencemaran nama baik.

Kuasa Hukum Herdiansyah,  Habiburokhman ditemui di Bareskrim, Kamis (17/11)2016 mengatakan sesuai Laporan Polisi LP 1153/XI/2016 /dugaan Breaking tertanggal 17 November 2016 dugaan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan Bapak Basuki Tjahja Purnama di lakukan di Portal mobile.a.b.c.net.au kurang lebih isinya adalah tuduhan dalam bahasa inggris bahwa yang berdemo menurut pak Ahok dengar uang Rp 500 Ribu rupiah. "Herdiansyah ini salah satu peserta ijuk rasa tanggal 4 November kemarin dan beliau merasa tercemar nama baiknya, dimana beliau tidak menerima bayaran," ujarnya .
Selanjutnya, Habibrokhman
menegaskan Kita juga yakin kemarin bukan aksi bayaran." Oleh karena itu karena merasa dituduh itu sebabnya saya melaporkan proses hukum itu ," tegasnya

Ditempat yang sama, Herdiansyah mengungkapkan  Saya sebagai warga negara indonesia boleh melakukan demo tidak setuju kecuali pak Ahok menyebutkan siapa peserta demo itu yang dibayar. "Kalau dia sebagian bayar jadi saya masuk dalam sebagian besar itu kan untuk menyatakan siapa yang dibayar itu," ungkapnya.

Seiring dengan itu,Kuasa Hukum ACTA, 
Nurhayati mengatakan Peserta itu kan warga masyarakat biasa ulama, habaib. Kalau dikatakan sebagian besar mereka mendapat Rp 500 Ribu jadi para ulama dan habib tercemar namanya. "Mana ulama melakukan aksi dibayar. Itulah dibantahnya disitu. Itu sebabnya dilaporkan," ujarnya.

Sesuai perkembangan, Herdiansyah mengatakan  Ada banyak elemen masyarakat yang juga mau melapor berjumpa dengan kami tersinggung yang ada di website selain ada beritanya juga ada Videonya langsung melaporkan Pak Ahoknya, karena yang kita lihat yang bicara Pak Ahok . Jadi tadi minimal ada dua atau tiga kelompok yang akan hadir sini.," ungkapnya.

Lebih jauh, Hermansyah menjelaskan Jadi kita berharap ini juga menjadi pertimbangan bagi Polri bukan penahanan yang dilakukan kepada Basuki Tjahja Purnama . "Kenapa karena diduga ada potensi pengulangan pidana yang dilakukan. Pasal 21 KUHAP,"jelasnya.

Itu sebabnya, Hermansyah Menyinggung perdebatan, Tanggapan penyidik dan kita berdebat apakah ini bisa diterima atau tidak .."kita katakan ini sudah nyata bukti pertama adalah rekaman video , ada juga foto dari Pak Herdiansyah," ungkapnya. (vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   
       

Jakarta,korannya.com- Setelah Basuki Tjahja Purnama alias Ahok ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama, dilanjutkan proses penyidikan dengan melengkapi berkas dengan memeriksa kembali para saksi yang belum tuntas. Ini juga termasuk pemeriksaan Ahok juga akan di jadwalkan dan surat pencegahan di persiapkan.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar di temui di Mabes Polri, Kamis (17/11)2016 mengatakan jadi saat ini, masa-masa melengkapi berkas perkara. Berkas perkara itu dilengkapi antara lain dengan berita acara-berita acara pemeriksaan yang belum dilengkapi. Misalnya dengan pemeriksaan saksi yang belum tuntas dalam format berita acara saksi. "Saat ini fokus penerimaan berkas-berkas. Mudah-mudahan bisa secepatnya. Targetnya paling lama 3 minggu," ujarnya.

Sesuai perkembangan, Boy menegaskan pemberkasannya saja termasuk pemeriksaan ahok sendiri. Itu kan harus dijadwalkan lagi. Jadwalnya belum dapet. "Mudah-mudahan nanti jadwalnya sudah disampaikan dan bisa dilakukan pmeriksaan. Karena akan pemeriksaan terdahulu lebih kepada saksi. Belum pada kapasitas tersangka. Penyidik akan menjadwalkan dalam waktu yang tidak lama lagi,"tegasnya.

Ketika ditanya ada rencana saksi lain yg akan diperiksa lagi, Boy menjelaskan sebenernya sanksinya sudah lengkap semua. Sekarang ini tinggal fokus sama format berita acara, karena bisa jadi kemarin itu belum mengikuti format. "Kemaren ada beberapa berita acara yang hanya inteview. Masa penyelidikan ini harus lebih lengkap lagi aspek-aspek informasi yang harus digali. Saksi ini akan menyampaikan kejelasannya di pengadilan," jelasnya.

Menyinggung surat Pencegahan, Boy mengakui salam proses dan sudah dipersiapkan dari kemaren. " Kalau untuk ke imigrasi tentunya dipersiapkan secara baik dan tentunya itu belum dilakukan," akunya.

Saat ditanya apa sudah menerima info tentang demo susulan, Boy menandaskan Belum. Saya himbau tidak perlu lagi demo. Tidak usah unjuk rasa. Lebih baik fokus saja pada pengawasan dan pengawalan penyelidikan ini." Karena kita khawatir ada penyusupan agenda-agenda lain yang tentunya justru membuat masyarakat bisa lebih menggangu dan pengamanan juga terganggu. Imagenya bisa sedemikian rupa. Menganggu pembangunan," tandasnya.

Lebih lanjut, Boy membeberkan olehkarena itu, dengan penegakan hukum yang dilakukan kepolisian ini suatu bukti kita bertindak profesional dan objektif. "Dengan ini karenakan unjuk rasa menginginkan proses hukum yang transparan. Dalam penegakan hukum ada waktu yag dibutuhkan agar berkas perkara bisa sempurna dan menjadi dokumen yang layak diajukan dalam persidangan. Maka itulah mari kita kawal," bebernya.

Jadi, Boy merinci kita lihat sedang dilakukan pilkada serentak. Ini adalah moment. Pesta demokrasi yang harus dijamin keamanan dan kenberlangsungannya. Masyarakat dan bangsa indo yang tengah memilih calon pemimpinnya. Apa gubernur, bupati dan lain-lain. "Kita berharap masy bisa berpartisipasi yang harus kita jamin. Masyarakat harus mendukung pilkada yang aman, damai, proses ini sudah memasuki masa kampanye yang butuh suasana yang kondusif," rinciannya.

Oleh karena itu, Boy menambahkan dan tidak dibenarkan juga melakukan penghamabatan dan penggangguan terhadap proses kampanye. "Pasangan calon harus diberikan hak yang sama   untuk melaksanakan kebebaasan kampanye. Jangan dinganggu. Karena itu bisa menjadi pidana pemilu. Bawaslu kalau menemukan bisa melaporkan ke gakumdu.
Bawaslu kalau menemukan bisa dilaporkan kepada sentra Gakkumdu, " tambahnya.( vk)

Wednesday, 16 November 2016 12:42

Kabareskrim: Segera Buat Surat Perintah Penyidikan Ke Jaksa

Written by

Jakarta,koranrakyat.com, Hasil  gelar perkara terhadap dugaan pemusatan agama Basuki Tjahja Purnama dilakukan Selasa (15/11)2016 dan melalui perumusan oleh penyidik . Dengan Dengan adanya perbedaan pendapat sangat tajam , akhirnya ditetapkan Ahok sebagai tersangka.Kabareskrim, Komjen Pol Ari Dono Sumanto  di Mabes Polri, Rabu (16/11)2016  melalui gelar perkara selasa 15 November 2016 dilaksanakan pukul  09.30 berakhir pukul 18.00, dengan perkara terhadap dugaan, sebagaimana pasal 156 a KUHP jo Pasal 28 ayat 2 UU no 11 th 2008 ttg ITE."

Kesimpulan : mengingat terjadi perbedaan pendapat sangat tajam di para ahli soal ada tidaknya unsur niat untuk menista agama, mengakibatkan perbedaan tim penyelidik 27 orang, dibawah pimpinan Brigjend Pol Agus Andrianto sebagai dirtipidum," Ujarnya. Untuk itu, Ari Dono menegaskan setelah diskusi oleh tim penyelidik dicapai, meski tidak bulat namun didominasi pendapat perkara harus diselesaikan di peradilan terbuka." Konsekuensi proses penyelidikan ditingkatkan penyidikan dengan menetapkan Ahok sebagai tersangka dan melakukan pencegahan enggak melarikan diri," tegasnya.

Untuk itu, Ari Dono menjelaskan dilaksanakan dalam rangka sampaikan hasil penyelidikan meliputi langkah-langkah yang telah dilakukan  penerimaan Laporan Polisi, periksa saksi, saksi pelapor, ahli terlapor, dalam gelar dibahas subtansi berita acara interview, pelapor, terlapor saksi guna dapat gambaran selama penyelidikan, hasil digunakan untuk pertimbangan langkah selanjutnya."Gelar dipimpin oleh  Kabareakrim, pendamping ketua Stik ptik Irjen Sigit, staf ahli kapolri manajemen, Irjend  Arif, pengawas internal : Irwasum, Komjen Pol Dwi Priyanto, Kadiv  propam Irjend  Idham Azis, divkum, baintelkan,  kompolnas, ombusdman, pelapor dan   kuasanya 14," jelasnya.

Lebih jauh, Ari Dono menambahkan saksi yang hadir 5 dari pelapor, 6 ahli pelapor, 6 terlapor, 6 penyidik. ,Akan terbit surat perintah dilakukan penyidikan  secepatnya ke Jaksa Penuntut Umum"tambahnya.(vk)

 

 

 

 

 

.

Wednesday, 16 November 2016 12:36

Ahok Tersangka Dicekal Keluar Negeri

Written by

Jakarta,koran rakyat.com- Proses gelar penistaan agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok setelah kesimpulannya  menaikan statusnya menjadi tersangka. Meskipun begitu tidak ditahan hanya mendapati pencegahan keluar negeri.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian di Mabes Polri ,Rabu (16/11)2016 mengatakan itu prinsip utamanya kita sudah menggulirkan langkah penyidikan kita akan lakukan penyidikan sesegera mungkin ." Lalu kenapa dicekal, prinsip yang kita lakukan dalam kasus ini penyidik belum menetapkan langkah bukan penahanan," ujarnya.


Selanjutnya, Tito menegaskan kenapa karena hal itu harus memenuhi hal yang objektif. Syarat subyektifnya bahwa dikalangan penyidik harus mendapat pendapat yang mutlak, bulat kalau kasus tersebut adalah kasus tindak pidana. "Dalam gelar Perkara yang kemarin dilaksanakan bersama-sama adalah hak terlihat menjadi perbedaan pendapat kalangan para ahli melalui penyidik. Penyidik menjadi insentif terpisah, tidak bulat itu didominasi oleh mereka yang menyatakan ini pidana, karena tidak bulat maka unsur objektif yang menyatakan pidana itu tidak mutlak ini di sampai saksi ahli," tegasnya.

Sesuai perkembangan, Tito menjelaskan Kita selesaikan di pengadilan terbuka seluruh masyarakat indonesia bisa melihat alasan-alasan dan fakta-fakta hukum yang ada. Penahanan itu bisa dilakukan tetapi dapat ketika menjadi faktor subjektif melarikan diri. "Kasus ini Kabareskrim melaporkan kepada saya yang bersangkutan cukup koperatif pada saat akan dipanggil yang bersangkutan datang untuk memberikan klarifikasi ,ketika dipanggil yang bersangkutan datang. Ketika yang bersangkutan posisinya bakal calon Pilkada itu juga cuti bagi gubernur kekuatiran melarikan diri sebagai antisipasi penyidik memutuskan untuk melakukan pencekalan, jangan sampai nanti mohon maaf yang bersangkutan misalnya lari polisi nanti kecolongan dan kita tidak mau disalahkan.lebih baik kita antisipasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito membeberkan  sifatnya ada kekuatiran menghilangkan barang bukti, barang buktinya sudah ada , itu video dan sudah disita. Tidak ada kekuatiran barang bukti. Ketiga, ada kekuatiran teraangka akan mengulangi , kekuatiran itu belum terlihat oleh penyidik, belum melihat kekuatiran itu. Kecuali yang bersangkutan membuat lagi. "Ancaman itu dugaan yang sama. Nah dengan data-data itu lah maka dari tim yang meningkat sebagai penyidik tidak perlu melakukan penahanan tetapi hanya pencekalan sehingga dikatakan pencegahan ke luar negeri sehingga yang bersangkutan berada didalam negeri, "bebernya.(Vk)

Page 9 of 22

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka...
    TEGAL(KORANRAKYAT.COM)Konektivitas dalam hal transportasi sebagaimana yang sering disinggung oleh Presiden Joko...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar rapat terbatas untuk...
    BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) - Bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah terjaring Operasi Tangkap...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan