Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu
Last Updated on Jan 24 2019

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat. Mendapat amanat baru dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu, yang baru. Supratman menggantikan posisi Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung, yang menjadi...
Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat
Last Updated on Jan 23 2019

Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco) PSSI Hidayat. Ini dilakukan untuk memperoleh barang bukti menyangkut masalah terlapor.              Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi...
Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...

World Today

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Kapolri anggap PT Ibu yang membeli gabah dengan harga tinggi ke petani dianggap melanggar ketentuan, walaupun tujuanya untuk kesejahteraan petani. Hasil  tim satgas  adanya dugaan kecurangan sesuai  undang-undang 328 bis, ada dugaan  persaingan  usaha dan dugaan nilai barang tidak sesuai  sebagaimana diatur dalam uu Konsumen.

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri, Kamis (27/7)2017 mengatakan apa yang dilakukan kemarin, itu hasil dari penyelidikan tim bersama antara Polri, Kementerian Pertanian dengan KPPU. Jadi itu hasil penyelidikan selama 1 bulan, ada dugaan saya bilang entah ada perlakuan curang, ada dugaan melanggar  undang-undangnya 328 bis , tentang persaingan usaha  serta diduga  nilai barang tidak sesuai dengan levelnya itu adalah Undang-undang konsumen. "Nah kenapa itu dilakukan lidik  itu dilakukan ini bermula dari sebelum jauh ramadhan  Presiden dalam rapat terbatas Kabinet memerintahkan menginginkan agar ada stabilitas harga, dalam stabilitas harga ini supaya tidak memberatkan masyarakat itu," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan Kalau terjadi kenaikan harga  asli pada masyarakat  memberatkan pemerintah dalam memberikan subsidi .Ini kita melihat bahwa  komuditas-komunitas pangan ini paling tidak ada 3 player, produsen, distributor atau pedagang dan konsumen. "Nah presiden menginginkan agar produsen petani khususnya mereka betul-betul naik kesejahteraan. Kerja keras dua bulan itu betul-betul mengangkat derajat kesejahteraannya," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan Kira-kira jangan petani second zitizen , low class. Pedagang juga mengharapkan mendapat untung tapi jangan sampai untung yang memberatkan terutama konsumen. Petani yang bekerja keras konsumen yang membeli, konsumen juga sama mengharapkan ini masyarakat yang middle mereka ini tidak dibebani dengan harga pangan yang tinggi diatas harga negara-negara lain."
Tujuannya baik membantu petani , membantu masyarakat sekaligus  memberikan peluang dagang supaya mereka dapat untung tapi jangan sampai untungnya berlebihan kemudian diatas kesulitan konsumen. Apa lagi produsen yang kerja keras," jelasnya.

Dikatakan  Tito  dalam operasi ramadhaniah salah satu target kita adalah stabilitas harga pangan selama dua bulan kita lakukan dengan membentuk satgas pangan yang dipimpin Kadiv  Humas Di Supervisi Kabareskrim kemudian bersama kementerian Pertanian KPPU, Kementerian Perdagangan, semua bergerak ternyata dengan upaya perbaikan sistem upaya penegakan hukum alhamdulilah kita,sendiri lihat terjadi stabilitas harga. "Ya, itu menurut kementerian Pertanian tidak terjadi inflasi itu triliunan uang masyarakat dan uang pemerintah yang terselamatkan. Kemudian dengan kejadian itu dari semua komoditas ini yang terpenting adalah beras. Kenapa itu, karena hitungan kementerian Pertanian untuk beras itu 488 Triliun artinya kira-kira hampir seperempat APBN kita," bebernya.

 Tito menandaskan komunikasi penting sehingga kami prioritaskan mewujudkan keinginan pemerintah ini khususnya. Petani beras diuntungkan, pedagang diuntungkab tetapi tidak terlalu memberatkan konsumen. Konsumen juga mendapatkan harga yang relatif dapat dijangkau yang tidak jauh dari negara-negara lain bila perlu lebih murah." Mengapa tidak negara kita subur,sehingga kita melakukan membentuk tim menyasar permasalahan beras. Kita tidak ingin mengintervensi mekanisme  pasar tapi ada aturan-aturan yang harus diikuti seperti masalah perdagangan yang harus feet tidak curang tidak boleh ada monopoli dalam berusaha, tidak boleh menipu konsumen seperti itu lah," tandasnya.

Jadi, Tito mengakui nah sehingga tim ini bergerak melakukan penyelidikan . Dari penyelidikan di dasar pemain besar dulu , tuh tak mungkin pemain kecil. Dampak besar pada pemain besar. Kita,melihat dari tim yang bergerak ini mereka menemukan dugaan. Sekali lagi dugaan saya berkali-kali dugaan ada pelanggaran hukum dalam bentuk persaingan curang, dalam bentuk perlindungan konsumen. "Nah kemarin karena ini tempatnya besar ya, saya dengan menteri Pertanian langsung melihat kesana dan memberikan keterangan dugaan. Memberikan keterangan tujuannya apa,pertama kita ingin menunjukan kepada publik bahwa kita sangat serius menangani permasalahan beras. Mafia-mafia beras itu ada,kita ingin mafia-mafia beras dan kita sudah ingatkan dalam konferensi perss yang lalu kita akan fokus pada mafia beras. Jangan dianggap enteng, ini bukan untuk bahayanya polisi, gagahan yang lain tapi untuk menyelamatkan sekali lagi menciptakan iklim yang baik melindungi petani, melindungi pedagang yang juga yang baik melindungi konsumen," akunya.

Tito katakan  Jadi sekarang tidak perlu  berpolemik, kalau ada yang mau menyampaikan keberatan-keberatan kita gunakan mekanisme jalur hukum."Kalau mau lakukan klarifikasi karena ini perusahaan terbuka silakan klarifikasi. Bagi kami klarifikasi adalah hak dan kamu juga melakukan azas praduga tak bersalah. Tapi pemeriksaan kita jalankan terus. Kalau terbukti bersalah kita akan lakukan proses hukum," rincinya  

 

Menyinggung pernyataan, Tito menambahkan ada pernyataan dari  Mensos mengenai ini barang beras ini bukan beras yang bukan subsidi .  Mensos tidak salah. Yang dimaksudkan oleh ibu Mensos sekarang ini beras yang dibeli oleh Bulog ini diberikan kepada rakyat miskin dalam rangka bantuan sosial. "Yang ada di Karawang itu  bukan itu yang di maksud ,  yang di Maksud bukan beras yang tadi dibeli raskin terus di kemas ulang kemudian di jual bukan tapi yang dimaksud informasi yang saya terima dari Kementerian Pertanian dan Penyidik beras yang dibeli oleh PT ini berasal dari petani , petani ini yang mendapatkan subsidi dari produksinya.  Yaitu subsidi dari harga bibirnya, subsidi pupuknya, jadi pemahaman subsidi disini diartikan rakyat miskin itu. Jadi ini tidak bisa di bandingkab apel to apel. Jadi ibu Mensos tidak salah dengan kliennya tapi yang tidak salah untuk itu," tambahnya.( vk)

Thursday, 27 July 2017 02:58

PT Ibu Beli Gabah Petani Mahal Malah Di Tahan

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Terkait ada dugaan kecurangan harga beras sehingga penggeledahan di lakukan di PT IBU , pasal ada pelanggaran aturan dimana pembelian gabah petani dibeli lebih mahal dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di temui di Mabes Polri, Selasa( 25/7)2017 mengatakan, PT Indo Beras Unggul (IBU) dianggap melanggar peraturan karena membeli gabah dari petani lebih mahal daripada harga yang ditetapkan pemerintah.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47/M-Dag/Per/7/2017 disebutkan harga acuan pembelian di petani sebesar Rp 3.700 per kilogram untuk gabah panen, dan Rp 4.600 per kilogram untuk gabah kering giling.

"Harga Rp 3.700 ini dibeli dengan harga 4.900. Kan untungkan petani, tapi penggiling kecil mati," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan Tindakan tersebut, justru mematikan bisnis penggiling gabah yang semestinya terlibat dalam rantai produksi.Selain itu, diduga ada pemahalan harga jual beras yang diproduksi PT IBU.Normalnya, beras dibanderol dengan harga sekitar Rp 9.500 per kilogram. Namun, beras berbagai merek yang diproduksi PT IBU dijual dengan kisaran harga Rp 13.700 hingga Rp 20.400 per kilogram."Sehingga dijual dengan harga yang dua kali lipat ini sangat tidak berkeadilan. Kalau sampai Rp 20 ribu tidak wajar, tidak adil bagi petani," tegasnya.

Lebih jauh, Setyo menjelaskan PT IBU merupakan anak perusahaan dari PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) yang beroperasi sejak 2010. PT Sakti yang juga di bawah PT TPS melakukan modus yang sama dengan PT IBU, namun merek beras berbeda.Sejak berdirinya PT TPS, sejak itulah cara-cara yang dianggap curang itu dilakukan.
"Mengakuisisi penggilingan yang kecil-kecil di Bekasi, Karawang, Sragen. Kalau dihitung dari situ, hitungannya (kerugian negara) memang lumayan besar," jelasnya.

Penyidik juga menganggap PT IBU tidak mencantumkan nilai kandungan gizi yang sebenarnya pada label kemasan.

Hal itu diketahui saat dilakukan tes di laboratorium.

Dalam kasus ini, penyidik belum menetapkan tersangka.

Sebanyak 17 saksi sudah diperiksa, mulai dari karyawan PT IBU hingga petani yang gabahnya dibeli.

Nantinya, pelaku akan dikenakan Pasal 383 KUHP dan pasal 141 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 382 BIS KUHP tentang Perbuatan Curang.

 

Beras yang diproduksi terdiri dari berbagai merk, antara lain Ayam Jago, Maknyuss, Pandan Wangi, dan Rojo Lele. Beras tersebut dicampur seolah kualitas baik, padahal kualitasnya rendah.(vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-  Pemberantasan  Narkoba dilakukan tim  bersama Polri, Bea Cukai, BNN. Kali ini berhasil meringkus 8  pelaku yang menjadi bandar dan 1 orang tewas. Ini satu tindakan Polri melakukan penembakan bentuk tindakan tegas apa bila melakukan perlawanan.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian di temui di Polda Metro Jaya, Jumat(20/7)2017 mengatakan Pada pagi hari ini sengaja kita laksanakan press rilis bertiga instansi yaitu Menteri Keuangan membawa Bea Cukai , Polri kemudian BNN. Ini ekspos rekan-rekan sudah paham sudah banyak dicover oleh Media terlebih barang bukti yang disita ini salah satu sabu 1 ton ini adalah sudah di konfirmasi  Arman  Deputi penindakan ini lah jumlah terbesar pernah kita sita selama ini penanganan kasus narkoba . "Dulu memang pernah ada di Polda Metro jaya juga hampir 900 kg sabu  lebih , perma juga di BNN 800 kg sabu lebih , pernah 2 tahun lalu di Polda Metro  600 kg Sabu tetapi ini yang terbesar  1 Ton Sabu melibatkan sindikat Taiwan dan melibatkan jalur laut ini menariknya mereka menggunakan jalur laut sampai menggunakan kapal pesiar dari Taiwan Jalur Cina Selatan ke Johor  ke Selat Malaka  mengambil barang di perairan  Denmarsit transfer itu menyelusuri pantai barat  sehingga masuk selat Sunda," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan Setelah droping dilaksanakan kemudian Kapal ini bergerak lagi ke laut Jawa selat Karimata dan kemudian lewat Batam. Kemudian kita lakukan kerjasama dengan Bea Cukai dengan Ibu Menteri Keuangan alhamdulilah  Kapal-kapal pengemar Bea Cukai  bersama Polair ini berhasil mengejar mengangkat kapalnya  sekarang kapalnya rekan-rekan sudah paham dari Batam dan kita juga ke barang narkoba lain jenis lain di dalam kapal itu mungkin diselipkan oleh karena hari ini lagi naik dok setelah itu nanti akan diperiksa secara men detail. "Yang ingin kami jelaskan pada press confcerns ini bahwa apa yang rekan-rekan muat  disampaikan ke publik kemarin itu hasil kerja sama antara 3 instansi yaitu Polri, Kementerian Keuangan Bea Cukai serta BNN. Dari segi informasi ada 3 Instansi dan di lapangan kita juga bekerjasama," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan Jadi inilah kerjasama nanti bisa memotong suplay-suplay disamping itu . Kemudian sudah saya sampaikan Polri bertekat untuk memberantas Narkoba ini dan bahkan kita akan mengambil tindakan tegas pada para pelaku dan bandar-bandar utama. Kemudian juga lebih positif lagi warning kita pada pelaku-pelaku asing  karena jelas pelakunya banyak warga negara asing yang mengangkat bahwa indonesia inilah salah satu tujuan utama. "Ya di Singapura keras undang-undangnya , Malaysia keras, di Filipina tindakan keras disana hanya mereka melihat sebagai potensial market kita dianggap lemah bertindak hukum kita dianggap lemah sehingga mereka merana lelah di Indonesia. Untuk itu lah kami menekankan jajaran Polri kami akan menindak tegas dan keras terutama pelaku-pelaku ini," jelasnya.

Itu sebabnya, Tito merincinya sudah saya sampaikan ya selesai secara adat melawan tembak. "Dalam kasus ini satu orang tertembak mati warga negara Taiwan. Kemudian hari Selasa saya juga memberikan apresiasi Kapolda Metro Jaya dan BNN karena sharing informasi kembali ada jaringan warga negara asing tangkap 40 kg sabu dan satunya juga melawan ditembak mati. Ini kita akan lakukan tindakan ini  terus. Itu kira-kira lakukan," dingin ya.

Di tempat yang sama Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan Saya atas nama tim kami Bea dan Cukai  menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia dan BNN karena selama ini  didalam menjaga perbatasan wilayah negara indonesia dari tindakan-tindakan akan penyelundupan termasuk dalam hal ini penyelundupan barang-barang narkoba yang berbahaya. "Tadi telah disampaikan oleh Kapolri bahwa bea cukai dapatkan informasi dari kepolisian republik indonesia dan ditangkap kan 1 ton metapitamin atau sabu dalam hal ini ditenggarai bahwa kapal yang membawa akan melarikan diri  ke Taiwan," ujarnya.

Itu sebabnya, Sri menegasnya Jajaran Bea dan Cukai menggunakan seluruh peralatan kapal maupun radar 2 kapal secara spesifik Bea Cukai 7005 dan Bea Cukai 8006 bergerak didalam menindaklanjuti  laporan oleh tim Bea Cukai di jajaran Kapolri. Ini juga bekerjasama dengan jajaran TNI Angkatan Laut serta Polisi Air dan udara. Diketahui kapal tersebut berada di Perairan Bangka belitung dan kemudian kita bergerak ada di dekat titik yang  diduga diperairan Tanjung Berahin. "Didalam proses pencarian radar 7005 menangkap sebuah objek diperairan Tanjung Berayun terakhir merupakan kapal Wanderlust itu kapal yang membawa sabu on methampetahmine dan sesuai dengan temuan tim patroli laut Bea Cukai melakukan pengecekan dan menyelamatkan kapal tersebut untuk melakukan penelitian lebih lanjut," tegasnya.

Untuk itu, Sri Mulyani menjelaskan Tim patroli Laut dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membawa kapal tersebut dibidang tangkapan Bea Cukai Batam Tanjung Pucang . Kami kementerian Keuangan sangat mengapresiasi jaringan kerjasama luar biasa erat yang saya rasakan saat ini pimpinan Bapak Kapolri Jenderal Tito didalam kami sama-sama untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia dari berbagai macam bahaya baik bahaya dari ancaman philadelphia mau pun bahaya tekanan ekonomi penyelundupan kami sudah melaksanakan kerjasama menangani berbagai macam importir yang jelas mengalami resiko tinggi. "Seluruh kerjasama yang erat ini bekerjasama dengan BNN dan TNI akibat karena kami melaksanakan apa yang diarahkan Bapak Presiden  kepada kita semua untuk menangkap berbagai macam kegiatan-kegiatan ilegal kapal Wanderlust sudah menjadi target operasi di 4 negara selama dua bulan," jelasnya.

Lebih lanjutnya, Sri Mulyani merincinya Presiden Jokowi telah menginstruksikan keseluruh apara instansi yang memiliki kewenangan untuk bekerjasama dan kita alhamdulilah di perairan indonesia juga menangkap barang bawaannya.  "Saya juga menghimbau pada seluruh nelayan berbagai kegiatan yang mencurigakan dan kegiatan ini ship to ship pemindahan jadi kalau nelayan kita mengetahui dan melihat adanya kegiatan yang mencurigakan tentu bisa menyampaikan para yang berwajib apa itu Bea Cukai, BNN ,Polri maupun TNI," rincinya.

Itu sebabnya, Sri Mulyani menandaskan demikian saya memberikan apresiasi Bea Cukai melaksanakan tugasnya sangat baik bersama-sama BNN, Polri serta TNI . "Ini dilakukan untukmenjaga Negara Republik indonesia dan Bea Cukai akan melakukan tugas baik memberantas Kejahatan  pengamanan penerimaan negara," tandasnya.

Disamping  itu , Direktur  Penindakan BNN, Irjend  Arman Depari mengatakan Pada kesempatan kami sampaikan ucapan selamat dan penghargaan petingginya atas kerja yang luar biasa yang dilakukan oleh kepolisian khususnya Polda Metro Jaya kalau kita lihat kelihatannya sangat baik sebagaimana di sampaikan Bapak Kapolri setiap daerah kepolisian wilayah kita melakukan penangkapan dan tindakan-tindakan barang kali pemberantasan tidak cukup sampai disana karena ternyata pasokan yang masuk di Jakarta. " Ini kita bisa mengsimpulkan ternyata para pengguna dan para pecandu masih cukup banyak. Ini tugas kita bersama dan situasi perkembangan narkoba di kawasan Asean memang agak sedikit berbeda pada waktu yang lalu adanya tindakan tegas beberapa negara  khususnya tentunya narkoba yang masuk dan suplay akan mencari pasar yang baru new market dan salah satunya pasti akan masuk ke indonesia," ungkapnya.

Serliring dengan itu, Arman menegaskan dan juga pada waktu-waktu yang lalu segi tiga emas merupakan momok buat kita,tapi ternyata dengan perkembangan ketika jenis alami heroin itu kurang begitu diminati  bergeser phsykoaktif ansensif yaitu sabu dan ekstasi maka sindikat itu pun bergeser ke sungai mekong . "Itu saya,kawatir dari sekarang ada mekong target seperti Pak Kapolri sampaikan di Mianmar dan Thailand ," tegasnya.

Jadi, Arman menjelaskan nah ini menjadi perhatian bersama,sekali lagi seperti kebijakan yang sama Kapolri tindakan tegas apa yang kita lakukan dan kita akan mengejar mengacung sindikat ini dengan peralatan yang kita miliki kita mengunakan senjata karena senjata untuk menghadapi kejahatan." Itu yang perlu sampaikan sebesar-besarnya atas keras keras saudara-saudara," jelasnya.( vk)

 

 

Sunday, 16 July 2017 00:32

Polisi Bantah Ada Permainan Penerimaan Akpol

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Adanya dugaan penyalagunaan atau kolusi dalam rekrutmen Akpol dan itu dibantah oleh Mabes Polri serta menjelaskan tidak kolusi dan tidak ada penyalagunaan. Mabes Polri menginstruksikan kepada jajaran ya melaksanakan rekrutmen sesuai dengan kuota yang ada.

Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Jumat(14/7)2017 mengatakan terkait dengan rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol) tidak ada kolusi atau katakanlah penyalagunaan yang dilakukan. "Dari Mabes Polri itu sudah memberikan kepada seluruh jajaran Polda yang akan melaksanakan rekrutmen ,diantara pengarahan itu melalui surat-surat telegram yang diberikan ditentukan jumlah atau kuota yang dikirim masing-masing Polda," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan Untuk Polda Sumatera Utara itu ditentukan pengirimannya 14, dari rangking 1 hingga rangking 14. Yang kemudian dari rangking 1 hingga rangking 14 ini dikirim kalau ada 1 yang kemudian diluar dari rangking 1 hingga rangking 14 ini ada 1 penambahan itu umumnya dilakukan oleh Mabes Polri untuk menampung kemampuan-kemampuan ada tidak sesuai dengan jumlah kuota." Dari rangking 1 hingga rangking 14 Polda Sumut sudah mengirimkan sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh Mabes Polri , yang bersangkutan sudah dirangking 1 hingga rangking 14 tetapi ada 1 penambahan sesuai talen scoping yang ada," tegasnya.

Untuk itu, Martinus menjelaskan Taken scoring karena kemampuannya kemudian karena dia berprestasi ini dikirim juga untuk tes tingkat pusat. Yang bersangkutan belum tentu juga untuk bisa berhasil di tingkat pusat kenapa karena semua yang dikirim ini kan melalui seleksi mereka akan diseleksi sama dengan seleksi awal." Pemeriksaan. Administrasinya,pemeriksaan kesehatannya ,pemeriksaan akademika, coldinya, itu akan dilakukan pemeriksaan lagi. Sama seperti Polda Jawa Barat(Jabar) tadi ditentukan 24 ditambah 4 itu adalah kebijakan Pusat kemudian dibenarkan namun belum ditentukan yang bersangkutan lulus karena dia harus terutama mengikuti seleksi yang sama di tingkat Pusat di Semarang," jelasnya.

Lebih lanjut, Martinus merinci Taelen Scoting itu dipilih karena kemampuan saja dan nilainya 26 tapi karena dalam situasi berprestasi karena kesehatannya standar itu yang menjatuhkan rangkingnya turun ya bisa saja.
"Oh tidak itu kewenangan Mabes Polri diusulkan bahwa ini berprestasi,bisa dijadikan taelen scoting  oleh Mabes Polri. Sama dengan di Polda Jabar dari 24 kemudian diusulkan ada penambahan menjadi 28," rincinya.

Menyinggung untuk peringkat 26 masuk, penilaiannya apa, Martinus membeberkan Itu berdasarkan Taelen Scoting dari kepolisian daerah setempat disetujui oleh Mabes Polri untuk bersama-sama tingkat pusat. Keterlibatan pejabat Polda tidak ada. Itu tidak ada. Saya tidak tahu tetapi saya tahu memang ada 1 yang ikut jadi ada 15 yang dikirim. 14 Pria dan 1 wanita." Semua ditambahin termasuk Polda Jabar ditambah 4. Saya kira itu umum apabila ada usulan dari daerah yang kemudian bisa mengatakan cukup baik dan berprestasi satu sisi," bebernya.

Seiring dengan itu, Martinus mengakui Dasarnya dari taelen scoting, karena keberhasilannya, prestasinya. Kalau keputusannya tentang jumlah quota kirim.  Tapi dalam kuota kirim bisa juga lebih  misalnya ada 100 yang mendaftar 10 ditambahkan dua atau ditambahin satu biasa sama-sama tes. Prinsipnya untuk mendapatkan benar-benar teruji lulus seleksi.
" Ada kriteria dan berdasarkan usulan dari Polda setempat dan.kemudian disetujui..
Bagaimana Polda mengusulkan untuk di ajukan?  Ya misalnya dia berprestasi dari satu sisi ,misalnya itu ada 5 atau 6 item seleksi tes kesehatan,sekali ada dua kali kemudian ada physcotes,ada seleksi administrasi ,ada akademik,ada tes potensi akademika,ada kesamaptaannya. Ada 6 item, kemudian dilihat dia berprestasi yang memungkinkan untuk dia ikut test di tingkat pusat. Ini kemampuan anak sendiri," akunya.

 

Jadi, Martinus menambahkan Ini ada kemampuan ,misalnya dia jago menembak melebihi yang lain? Itu bisa jadi. Artinya dia memilik prestasi, melebihi kemampuan yang lebih dari satu sisi. "Bisa juga akademis. Sekarang masuk perguruan tinggi dilihat dari semester satunya di SMA dan dikumpulkan pada tingkat atas, ini jalur dan prestasi ini dipakai dalam rekrutmen untuk mendapatkan hasil yang lebih baik," tambahnya.(vk)

Saturday, 15 July 2017 23:59

Kasus Hary Tanoe Polisi Telah Limpahkan Ke Kejaksaan

Written by

  

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan terhadap Saudara Hari Tanoe (HT) . Kini berkasnya pada Senin (10/7)2017 sudah diserahkan je ke Kejaksaan Agung  untuk dilakukan penelitian oleh Jaksa Penuntut umum.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Jumat(14/7)2017 mengatakan untuk berkas Saudara HT itu sudah diserahkan penyidik ke Jaksa Penuntut Umum pada hari Senin (10/7)2017 yang lalu. Sebagaimana aturan didalam sebuah proses hukum kemudian menyerahkan untuk diteliti oleh Jaksa penuntut umum. "Sampai saat ini kami berarti sudah ada 5 hari berkas perkara itu ada di Kejaksan dan kami menunggu apakah ini lengkap atau tidak," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan  Kalau tidak lengkap akan ada pengembalian berkasnya disertai dengan petunjuk untuk melengkapi sejumlah keterangan-keterangan yang dibutuhkan Jaksa Penuntut Umum sehingga kita akan melengkapi penuntut umum yang kemudian kita kembalikan berkas perkara tersebut." Hari ini ada pengembalian berkas perkara itu maka secepatnya kami akan mengirimkan berkas perkara itu bisa jadi hari selasa depan kami mengembalikan . Kalau sudah lengkap maka kita terserahlah tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut umum berkas penegakan umum ini bisa berjalan sampai ke Kejaksaan," tegasnya.

Ketika ditanya date line sampai ke Kejaksaan, Martinus menjelaskan Oh ya Jaksa itu pemeriksaan 14 hari  tapi sebelumnya juga bisa seminggu, 3 hari diterima oleh penyidik untuk melengkapinya dan mengembalikan jadi Jaksa penuntut umum itu punya waktu diatur dalam KUHAP itu 11 hari. "Sehingga dalam 14 hari kita mengetahui proses penyidikan yang dilakukan penyidikan itu lengkap baik sisi administrasi baik dari sisi substansi penyidikannya baik disisi beberapa keterangan yang perlu ditambahkan ini sejauh berkas perkara kemudian kita serahkan kepada Jaksa Penuntut Umum," Jelasnya.

Disinggung Alumi 212 HT itu korban kriminalitas, Martinus menandaskan kalau dimobilisasi itu sebuah perbuatan yang belum diatur undang-undang bahwa perbuatan itu perbuatan melawan hukum kemudian itu dipaksakan maka itu kriminalisasi. Tapi kalau orang yang menyampaikan seperti itu kriminalisasi sebenarnya adalah bagaimana saya sampaikan . "Tapi adakah membuat orang mengada-ada prosesnya saya kita itu tidak karena ada laporan. Dari laporan harus kita terima dan kita pelajari dan dalami dalam bahasa hukum itu kita sambut  kalau itu memang dilakukan perbuatan melawan hukum dimana diatur dalam undang-undang dan tertera pasal-pasalnya maka kita tingkat dalam proses penyidikan . Tapi dalam penyidikan sebuah tindak penyidikan kita abaikan," jelasnya.

Lebih lanjut, Martinus merincinya Kita tetap berjalan,kami melihatnya  melalui proses penegakan hukum dilakukan yang kami awal dalam proses penyelidikan dan kemudian kami tingkatkan proses penyidikan. Dalam proses penyidikan mengumpulkan barang bukti  kemudian menetapkan tersangka dan kemudian menetapkan tersangka dan kita serahkan kepada Jaksa Penuntut umum. "Ini kan kriminal justisistem yang bergulir dalam penyidikan penuntutan sampai pada pengadilan. Saya kira apa yang dilakukan diluar itu adalah bagian dari hak seseorang menguji perbuatannya tapi bagi kami kepolisian penyidik proses perkara ini kita teruskan," rincinya.

Saat disorot Pra Peradilan berjalan apa proses bagaimana, Martinus membeberkan  Kita tidak mengandalkan-andai , nanti penetapan seperti apa , kalau putusan pengadilan seperti apa kan itu penetapan tersangka diuji.
" Ya penetapan seperti apa mengikuti perintah pengadilan," bebernya.

Dikritisi tentang barang bukti, Martinus mengungkapkan Kan di KUHAP ada penyitaan barang bukti.
Namanya proses penyidikan ini itu ada upaya paksa, penyitaan itu ada upaya paksa menahan menangkap itu upaya paksa. Ditahan itu juga upaya paksa oleh penyidik itu apa yang dilakukan. Kalau di luar apa saja yang dilakukan kemudian itu diserahkan itu dianggap bukan sitaan tapi itu adalah informasi tambahan. "Sekarang sangat tergantung pada penyidik penetapan meminta ke pengadilan dan menyitanya,apakah itu ada hubungannya sangat subjektif oleh penyidik nya yang menilainya. Apakah barang bukti itu berkepentingan dengan proses penyidikan atau tidak pada penyidik nya," ungkapnya.

Jadi untuk barang bukti, Martinus menambahkan berarti diserahkan misalnya sudah P21 lengkap, itu tidak menjadi barang bukti. Kalau berkas perkara itu kembali dan ada kebutuhan terhadap barang bukti itu maka disita dan dilengkapi."Tidak bisa seperti itu dibagian sebuah  proses melawan hukum atau tidak," tambahnya .(vk)

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Kesigapan Polri dalam memberantas Narkoba akhirnya berhasil ditangkap 4 pelaku pengedar narkoba sebanyak 1 ton sabu-sabu. Keberhasilan ini  sebelum dilakukan penyelidikan selama dua bulan.

Kabag Penerangan Umum, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Kamis (13/7)2017 mengataka sudah dilakukan penangkapan terhadap 4 orang satu diantaranya tewas, karena menyerang petugas kemudian dilumpuhkan oleh petugas. "Yang pengungkapan merupakan sebuah keberhasilan yang tentu mabes polri mengapresiasi, karena upaya melakukan penyelidikan ini hampir dua bulan lamanya untuk bisa mengungkap dan menangkap pelaku yang disertai dengan barang buktinya, yang diperkirakan hampir seberat 1ton atau seribu kilogram, narkoba jenis sabu-sabu,"ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan ini adalah keberhasilan yang didahului dengan penyelidikan lebih dari dua bulan untuk melakukan pengungkapan dan penangkapan serta penyitaan barang bukti ini. 
kita lakukan untuk mengatasinya.
" Saya akan menyampaikan hal-hal bersifat umum tentang jaringan narkotika, bagaimana mereka mengedepankan narkotika sampai ke tangan konsumen," tegas.

Untuk itu, Martinus menjelaskan  yang harus kita ketahui, bahwa jaringan itu bekerja dengan sistem tertutup atau dengan sistem sel. jaringan itu ada jaringan keatas maupun jaringan ke bawah." Mulai dari bandar besar, bandar tengah dan bandar kecil sampai dengan kurir bahwa sampai ke pengguna itu tidak saling mengenal, kecuali antara operator dengan operator, mereka saling kenal melalui alat komunikasi, itu yang pertama,"Jelasnya.

Lebih lanjut, Martinus merincinya kedua, sebagian besar peredaran gelap narkotika di seluruh Indonesia itu dilakukan melalui laut. Bahkan angka di BNN, tercatat sekitar 80 persen peredaran narkotika dilakukan melalui laut caranya adalah dari negara produsen mampir ke negara lain selain Indonesia, tetangga-tetangga kita, kemudian sampai ke Indonesia, mereka sandar ditengah laut, kemudian dijemput oleh perahu-perahu kecil dari darat menuju ke tengah (laut)."Imbauan dari kita soal narkotika, perlu karena disitu ada nelayan dan ada masyarakat pantai, maka perlu semacam kerjasama efektif antar aparat yang berkaitan dengan pantai dan laut, kemudian kerjasama efektif, antara nelayan, masyarakat pantai, dengan petugas yang terkait dengan laut, dan pantai,"rinciannya.

Seiring dengan itu, Martinus menandaskan diharapkan para nelayan dan masyarakat pantai mencatat nomor-nomor kontak polres setempat atau pos polisi terdekat sehingga bisa dengan cepat terdeteksi diketahui oleh pos kepolisian atau penegak hukum di sekitar pantai ." Manakala masyarakat pantai dan nelayan mengetahui adanya gejala-gejala penurunan narkotika dari kapal besar ditengah laut, menuju ke kapal kecil," tandasnya.

 

Jadi, Martinus menambahkan bahwa jumlah narkotika untuk saat ini di dalam publikasinya tidak menghitung dengan sejumlah uang, yang dihitung adalah jumlah narkotika dengan korban atau penggunaan, hasil penelitian Badan Narkotika Nasional, saya kutip bahwa satu gram sabu itu dipakai oleh lebih kurang lima penggunaan, jadi lima korban. kalau ini 1000 kg, berarti Polda metro jaya menyelamatkan lebih kurang 5 juta penggunaan atau 5 juta korban penyalahgunaan narkotika." Saya ulang Polda metro jaya, telah menyelamatkan sekitar 5 juta penyalahgunaan narkotika, itu secara umum yang bisa kita sampaikan kalau in case tadi sudah dijelaskan," tambahnya.( vk)

Monday, 10 July 2017 16:16

KPK Datangi Mabes Polri Tanyakan Kasus Novel

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) di pimpinan KPK Agus Rahardjo dan sejumlah Komisioner ke Mabes Polri diterima Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian bersama Pejabat utama ,ini dilakukan sebagai bentuk Silahturahmi untuk membangun komitmen dalam menjalankan tugas, Kamis (6/7)2017.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian :  Siang hari Mabes Polri dapat kunjungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) para pejabat utama KPK , Pak Ketua  KPK Agus Rahardjo , ada juga para Komisioner dan pejabat lain termasuk Deputi dan Juru Bicara.  Ini ada,kunjungan silahturahmi Ketua KPK dan rombongan hari baik di bulan Syahwal masih dalam suasana lebaran. "Tentunya yang paling utama menguatkan komitmen untuk menjalin kerjasama yang lebih baik,komunikasi yang lebih baik karena hubungan KPK dan Polri ini yang baik sangat diperlukan oleh negara dan oleh masyarakat khususnya dalam rangka kebijakan," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan Seperti rekan-rekan ketahui banyak juga anggota Polri yang menjadi penyidik ,menjadi pejabat di KPK sehingga otomatis kami dari kepolisian mendukung langka-langkah dari Komisi Pemberantas Korupsi ,sebaliknya dari Polri juga meminta dukungan dan KPK dalam rangka penanganan internal kepolisian juga eksternal kepolisian dalam rangka perbaikan budaya yang lebih baik kemudian kesejahteraan dan lain-lain begitu juga eksternal dan lain-lain. " Sudah saya sampaikan kepada Bapak Ketua KPK dan rekan-rekan lain pada bulan Rahmadhan stabilitas harga pangan ada Satgas yang kita bentuk. Saya sampaikan bahwa Polri sebenarnya adakah mesin besar bisa bergerak kesemua wilayah , begitu Mabes Polri bergerak , Polres semua bergerak ada hampir 500 Polres, Polda ada 33 Polda serentak menangani masalah sembako dan rekan-rekan melihat sendiri hasilnya," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan Alhamdulilah harga pangan dan kami memerlukan juga dari KPK terutama untuk memberikan kepada kami dan memberikan dukungan yang lain-lain kepada kami. Hal teknis dan lain-lain sehinggga otomatis gerakan yang dilakukan oleh pemberantasan korupsi akan lebih masif dengan adanya dukungan kenapa jaringan-jaringan kepolisian. "Kami juga siap selama mendukung KPK termasuk operasi-operasi yang dilapangan ini semua jajaran Polri untuk membantu semua operasi KPK. Harapan kami dengan kehadiran Bapak dan rombongan kesini ini hubungan akan lebih baik dan positif kedepannya, " jelasnya.

Lebih lanjut,  Tito menandaskan   Pantauan harga pangan relatif stabil mungkin ada beberapa tempat yang terjadi kenaikan , nanti kalau ada kenaikan di Jakarta Timur kenaikan itu akan saya cek. Kan Bapak Kapolda juga ada disini,kita akan cek kalau ada kita akan tekan . "Tadi yang disampaikan oleh Pak Agus meminta operasi berlanjut, memang komitmen kami . Juga di Media kemarin menteri Pertanian bahwa satgas ini akan bergerak terus , komandonya akan lanjut atau berhenti di Menteri Pertanian yang bertanggung jawab stabilitas ini," tandasnya.

Seiring dengan itu, Tito merincinya Jadi kalau Menteri Pertanian minta lanjut kami lanjut. Menteri Pertanian katakan sudah aman kita bilang aman. "Tapi kita sudah sampaikan kemarin kami akan lanjut untuk semua bahan pokok tapi kami fokus ke satu yaitu beras. Karena beras komunitas yang paling mahal yang beredar hampir 500 Triliun pertahun uang beredar beras. Minyak goreng nomor 3, satu-satu kita selesaikan," dingin ya.

Terkait kasus Novel, Tito mengakui
masalah kasus saudara Novel Andersen,tadi sudah kita sampaikan nanti ada pemeriksaan  untuk Saudara Novel Baswedan nanti dari Bapak Ketua atau perwakilan mendampingi tim kita. "Kita juga sudah membicarakan tindak pangan di KPK nanti berat agung dengan tim mungkin satu target tim kita. Kita sudah mendapatkan saksi yang melihat orang sebelum beberapa menit yang disitu naik sepeda motor berdua. Kita sudah membuat sketsa, kita akan mencari sketsa wajah ini.itu langkah-langkah apa," akunya.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi Pemberantasan korupsi(KPK) mengatakan  Adik-adik sekalian seperti yang disampaikan Pak Tito ketika tangan kami Pimpinan dan beberapa pejabat KPK ke Polri itu dalam rangka silaturahim. "Anda semua tahu bulan baik bulan Syawal kita saling berlaga-maafkan, kemudian didalam kesempatan ini kita juga sangat mengapresiasi kerjasama yang sudah terjalin selama ini," ungkapnya.

 

Selanjutnya, Agus menandaskan dan secara khusus menyampaikan terima kasih dan saya bagian dari rakyat indonesia kemarin Mudik sangat lancar kita semua menyaksikan demikian juga Pak Tito menyampaikan penanganan distribusi pangan kemudian harganya juga stabil , kami juga menyarankan bukan lebaran saja tetapi sepanjang tahun ." Kalau harga pangan sepanjang tahun yang terjadi sebulan terakhir ini pasti yang menikmati rakyat. Saya juga menyampaikan masih banyak pekerjaan kita perlu kita koordinasikan antara KPK dengan Polri karena banyak sekali di kita itu baik  harga industri kadang-kadang lebih tinggi dari harga internasional. Mungkin kalau kita bekerjasama mungkin kita bisa menyelesaikan bersama-sama dan rakyat yang menikmati. Kami semata-mata bukan hanya kasus tetapi silaturahmi. Kami juga berkomitmen membangun koordinasi yang lebih baik. bagaimana adik-adik saksikan ,setiap KPK melakukan OTT di daerah selalu dikawal oleh Polisi. Pada waktu penangkapan dan penyitaan di jaga oleh Polisi, karena begitu kerjasama ini baik pasti dinikmati rakyat baik," tandasnya. (vk)

Tuesday, 20 June 2017 15:21

Bulan Ramadhan Polisi Tangkap 31 Terduga Teroris

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Upaya untuk mengamankan bulan suci  ramadhan  1438 sampai  Hari Raya Idul Fitri 1438 H  Secara bersama-sama Polri, Departemen Perhubungan, Menteri Kesehatan, TNI, Pertamina memberikan pelayanan bagi masyarakat saat melaksanakan mudik.  Selain itu juga polisi  juga tangkap 31 Terduga  teroris.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di lapangan Monas, Senin(19/6)2017 mengatakan    Jadi semua banyak kegiatan tapi kita sempatkan untuk apel dan apel cuma formalitas karena semua sudah bergerak berjalan bersama-sama kita sudah melaksanakan rapat-rapat dan sering sekali dengan instansi dan sudah sering bahkan tim teknis lapangan sudah jalan mengecek kelapangan-lapangan ini hanya operasi saja formal untuk.mendikler bahwa operasi sudah dimulai secara resmi tanggal 19 Juni hingga 4 Juli 2017. "Senin ini kita perkirakan ada arus mudik sabtu minggu sudah ada arus musiknya karena sudah mulai libur anak sekolah ,kita jumlahnya cukup efektif minggu lalu saya dengan menteri perhubungan , Menteri Kesehatan, waktu dilapangan baik di Merah dan di daerah Pantura itu menghimbau kalau bisa jangan berbondong-bandong pulang nya tanggal 23 Juni dan 24 Juni hari Jumat dan sabtu karena lebaran diperkirakan hari Minggu dan Senin 25 dan 26 Juni," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan Kalau semua meledak meskipun sudah ada jalur fungsional sudah ada perbaikan flyover untuk kereta api menuju menuju ke Selatan Brebes berarti tetap ada kemacetan yang lumayan . "Tidak akan seperti daerah Bracksit , tidak mungkin karena sudah ada tol baru sepanjang 110 Kilo Meter itu akan jauh bisa mengurai," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan tapi kalau sudah bisa mulai dari sekarang , alhamdulilah 19 Juni anak sekolah libur lebaran , kalau bisa Bapak Ibunya nanti kalau bisa ada yang mengambil cuti duluan." ini bisa mengurangi arusnya. Kemudian untuk begitu juga jangan berbondong-bondong di hari sabtu dan minggu. Minggu depan kamis,Jumat sudah bertahap pulang kalau ada yang memperpanjang cuti. Setelah minggu bahkan banyak kelompok yang luar biasa," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito merinci Pokok kesehatannya ibu menteri menyiapkan kesehatan selain itu ada Helly copter dari Basarnas ada 3 Jelly Copter disiapkan kalau perlu ambulan itu juga bisa." Dari pertamina juga sudah mempersiapkan pasukan sepeda motor yang membawa 3 tangki masing di res area sendiri ada mobil tangki minyak solar yang pertamina 3 literan , 5 literan dan 10 literan ..ya kira-kira kurang bisa beli kalengan. Montir juga bisa ,montir yang naik motor dengan peralatan darurat untuk membantu mobil mogok.mudah-mudahan tidak ada lagi horor berkait itu," rincinya.

Seiring dengan itu, Tito mengakui Kemudian tadi sudah kita sampaikan lintas harga gula yang dlsedang kita serang, tapi Gubernur Jawa Timur Pak Gubernur Pak de Karwo justru terjadi deflasi bukan inflasi karena kenaikan harga yang sedang terjadi penurunan  harga karena suplay  yang cukup dari negara, pemerintah dan swasta. 
Jadi alhamdulilah tidak memberatkan masyakat ."Yang terakhir perkembangan penanganan terorisme semenjak bom kampung Melayu ,saya sudah menginstruksikan pada jajaran jangan ambil resiko mereka yang baru punya  rencana baru mengumpulkan bahan-bahan bom saja meskipun belum lengkap tangkap saja dan sekarang sudah ditangkap sebayak 31 orang ditahan baik di Medan, di Jambi, di Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur , Sulawesi Selatan sampai ke daerah Bima," akunya.(vk)

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM- Aksi penipuan dengan modus penjualan biji plastik online dibekuk. Pelaku . Berjanji akan mengirim biji Plastik setelah menerima Rp 300 juta dari Hongkong, akhirnya berapa kali tidak diterima biji platik, tapi   hanya menerima sampah.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa(30/5)2017 mengatakan Rabu tiga Tersangka menipu lewat   online dengan menawarkan  penjualan biji plastik yang ternyata isinya sampah.  "Mereka  masuk  negara Hongkong,  modusnya  dengan modus memasukan PT yang resmi KTP seakan-seakan benar ternyata palsu," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan ketiga tersangka ini memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan penipuan modusnya  dengan mengunjungi website Alibaba.com disitu ada sebuah perusahaan membutuhkan biji plastik atas nama PT Resklaikir Plastik di Hongkong. Setelah mengetahui pelakunya Alibaba.com ini pelaku pura-pura sebagai pihak mampu melakukan dan menyediakan biji plastik dengan kebutuhan pabrik tersebut bila transaksi perjanjian melalui internet dikirimkan uang sebesar kurang lebih 22 Juta Dollar Amerika ,setelah dikirim yang sampai di Hongkong adalah sampah bukan biji Plastik tidak sesuai dengan pesanan." Ini  kemudian terjadi bukan satu kali tetapi terjadi beberapa kali mulai tahun 2013. Kemudian kepolisian Hongkong informaai ini sampaikan ke interpol , interpol menyampaikan kepada Divisi Hubungan Internasional Polri," tegasnya.

Sesuai laporan, Martinus menjelaskan untuk melakukan penyidikan Polri cyber crime dan hasilnya , kemudian kita temukan 3 Tersangka adalah pelakunya..dengan cara di Indonesia dia menyiap tenaga IT kemudian dia menyiapkan perusahaan dan menyiapkan rekening penampungan. "Kegiatan ini di ketua oleh tersangka atas atas nama Steven alias Steven Fredy dibantu oleh dua temannya siapkan rekening dan ada tindak Pidana yang dikenalkan pada para tersangka melakukan tindakan pidana  penipuan sebagaimana dimaksud dalam  pasal 28 ayat 1." Kemudian pasal karena disini ada pemalsuan identitas waktu menyampaikan ke Perbankan dan Pemerintahan daerah pasal 263 dan hasilnya kita kenakan undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," jelasnya

 Martinus merincinya perlu dicatat kejahatan dengan internet negara sekarang pelakunya sudah ada dinegara kita. Salah satu contohnya pelaku sangat pandai menghilangkan jejak dengan cara langganan internetnya ini kemudian di forward lagi pada saat kita lakukan penelusuran agak sulit kita telusuri tim lapangan dan tim forensik tersangka bisa kita ungkap jaringannya.  "Kita baru dapat laporan dari para korbannya  .Korbannya rata-rata di luar negeri , kebetulan yang melaporkan dari Kepolisian Hongkong.
Setelah menurut penelitian bel pengakuan, menurut pengakuan satu kali dan penelitian kita dia sudah melakukan kejahatan dua kali. Perusahaan Reklasting perusahaan biji plastik modusnya reklasting biji plastik. Korban.yang lain belum kita hubungi kepolisian Hongkong baru PT Golden Egel . Beralamat di Hongkong .Nanti kita hubungi melalui Kepolisian Hongkong," .rincinya

 

Sementara keuntungan, Martinus menendaskan setelah kita telusuri , kita belum buka rekening yang bersangkutan   sekitar 300 Juta nilai transaksi jual beli biji Plastik  yang ternyata isinya sampah. Dia memiliki latarbelakang ITE , Dulu saudara Steven Fredy bekerja di Perusahaan yang bergerak di Perdagangannya terinfo luar negeri memahami bagaiman transaksi dengan  pihak luar negeri melalui.internet pengalaman.yang bersangkutan. "Kemudia .mengajak dua lainnya itu untuk menyediakan PT satu dan mengeluarkan yang bersangkutan disalah.satu bank.di Bogor. Dua lagi yang satu lagi namanya Obet nego tentang Endang Ruhut . Mereka adalah kabupaten Bogor dda sekitar. Ditangkap 25 hari motor,"  Tandasnya.(vk) 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) –Pemerintah berupayah pulangkan  11 warga negara Indonesia yang berada di Kota Marawi, Filipina Selatan.  Kepala Divisi Humas Polri Irjend Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Senin(29/5)2017 mengatakan, Pemerintah Indonesia telah mendapatkan data mengenai sebelas warga negara Indonesia yang berada di Kota Marawi, Filipina Selatan."Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan kepulangan mereka ke Indonesia.Sekarang sedang diupayakan supaya bisa segera dipulangkan ke Tanah Air," ujarnya.

Sesuai perkembangan, Setyo menegaskan dan memastikan bahwa para WNI itu masuk ke Filipina secara legal untuk berdakwah.Mereka tidak termasuk dalam kelompok militan Maute yang menyerbu kota Marawi."Sebelas orang ini dalam kondisi baik," tegasnya.

Ditempat yang sama Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, para WNI adalah anggota Jamaah Tablig (JT) dari beberapa kota yang berada di Marawi dalam rangka berdakwah.
Sepuluh dari sebelas WNI dipastikan sebagai anggota JT yang sedang menjalankan dakwah selama 40 hari."Satu orang lagi adalah WNI yang telah menikah dengan warga setempat dan sudah cukup lama tinggal di kota Marawi,"ujarnya.

Sementara itu, Konsulat Jenderal Indonesia sudah berkordinasi dengan kepolisian provinsi Lanao del Sur di Marawai untuk melindungi para WNI itu. Kesepuluh WNI itu adalah Denny Purwasubekti, Handris, Slamet Riyadi Winoto, Ahmad Wahyudi, Della Sunjaya, dan Andri Supriyanto semuanya berasal dari Bandung.Sementara Ahmad Saran dan Wawan Sadira adalah kakak beradik asal Tasikmalaya. Yusup Burhanudin dari Bogor, Hery Endang dari Karawang, dan Wifiek Gunawan yang berasal dari Kendari.(vk)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Akibat Aksi peledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu , Densus 88 terus melakukan pengejaran. Upaya penyelesaian di bulan Ramadhan mari kita bersatu dan jangan takut dan Polri bersama TNI dan Alim Ulama bersama masyarakat tetap akan bersama.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian Saat di Rumah Sakit Polri Sukamto,Jumat (26/5)2017 mengatakan
kita semangat yakin, kita bisa mengarahkan.
DAN kita  perlu dukungan dari masyarakat kemudian dari rekan-rekan TNI dan jajaran intelegent alim ulama apa lagi ini bulan suci Ramadhan." Tolong kalau bisa para ulama menghimbau agar masyarakat tidak terpancing dan memberikan penekanan ataukah di bulan Suci Ramadhan jangan  sampai dari peristiwa-peristiwa kekerasan apa lagi mengorbankan masyarakat tidak berdosa seperti kasus di Kampung Melayu,"ujarnya. 

Selanjutnya, Tito menegaskan kemudian kita melihat polri menjadi sasaran karena doktrin mereka kita harus tahu ISIS itu dibentuk oleh dua komponen yaitu Tauhid Latihan hukum Iraq serta komponen eks militer shafwan Husein yang dibubarkan sehingga fisiologi yang dibawah mereka tak diri waljihad bisa juga yang dipimpin Maman Abdulrahman tahun 2003 yang di ledakan di Cimanggis"Pendukung utama tauhid Jihad di Iraq oleh muhammad Madisi itu juga mendukung konsep Madiri. "Konsep utama Tauhid yaitu segala sesuatu bekerjasama dari Tuhan yang Maha kuasa Allah wataallah. Sehingga bagi mereka yang tidak sesuai dan tidak berasal dari Tuhan mereka dianggap adalah haram atau kafir," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan sehingga mereka menentang pancasila dan lain-lain, ideologi pancasila dianggap mereka kafir dan pendukung idiologi ini ,pendukung negara ini dianggap togut. "Kita dianggap tegur, bagi mereka tidak satu aliran.adalah kafir, kafir harbi dan kafir dini. Kafir harno adalah kafir hostail memusuhi mereka menyerang mereka. Kafir dini tidak menyerang mereka tetapi harus tunduk pada mereka," jelasnya .

Lebih lanjut, Tito mengakui Polri adalah bagi mereka adalah kafir harbi. Itu yang menangkap dan menegakan hukum pada mereka dianggap menjalani mereka pada hal karena tugasnya polri penertiban kemasyarakatan dan kita tidak ingin aksi-aksi apapun bentuknya terorisme tidak perlu terjadi dalam negara kita." Oleh karena itu kita menegakan hukum kepada mereka," akunya. 

 

Sesuai perkembangan, Tito menandaskan Bagi mereka kita adalah kafir harbi dimusuhi untuk diserang. Inilah resiko.yang kami harus tanggung dan kami yakin akan tetap setia NKRI,Pancasila dan.kami juga  umat beragama  sangat meyakini.apa.yang kami kerjakan diredoi oleh Allah wataallah . Rekan-rekan tiga orang gugur sahid insya Allah mengampuni segala dosa-dosanya dan diberikan tempat yang terbaik disisi Allah subahana Wata Allah.
"Kepada yang terluka kita sangat prihatin Polri dan anggota masyarakat tahun tidak bersalah mudah-mudahan diberikan kesembuhan," tandasnya.( vk)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Sekelompok orang lakukan  bom bunuh diri yang terjadi Rabu(24/5) 2017 di Terminal Kampung Melayu yang menewaskan 3 anggota Polri  saat mengamankan penjagaan Pawai Obor Jelang Ramadhan.  Polri telah lakukan di tempat kejadian perkara. Pelakunya  telah menggunakan  KTP  Indra Wijaya, warga Bekasi, Namun saat  didatangi di rumah  Indra  habis pulang dari Teluk Pelabuhan Ratu bersama rekan rekanya untuk menyambut Bulan Puasa, Wiryawan sempat diperiksa hampir tiga jam oleh polisi setempat, namun tak terkait akhirnya dipulangkan.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Kamis(25/5)2017 mengatakan terkait kejadian tadi malam di Kampung Melayu. Rekan-rekan sekalian bahwa tadi malam Polda Metro Jaya di back up oleh Densus 88 Polri telah melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP) yang diduga bom bunuh diri oleh pelaku teror yang terjadi pada hari Rabu (24/5)2017 ."Ledakan pertama sekitar pukul 21.00 WIB. Ledakan  kedua sekitar  lima menit kemudian 21.05 WIB dan TKP di terminal Kampung Melayu ,ada dua  TKP, dimana  KTP pertama didepan Toilet  umum dan ledakan kedua tempat Halte bus way  berjarak 5 meter sampai 10 meter antara TKP 1 dengan TKP 2. 
Pelaku bom bunuh diri tersebut diduga dilakukan oleh dua orang ," ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskanKeduanya meninggal dunia dan sementara ini masih dilakukan identifikasi oleh Inafis ,Puslakbor Polri , DVI dan Densus 88 anti teror . Korban pertama dari Polri tiga meninggal dunia dan 6 luka-luka ." Yang telah gugur menjalankan tugas yaitu 1.Beripda Taufan anggota unit 1 Pleton 4 Direktorat shabara Polda Metro Jaya .2. Bripda Yudo Setiawan. Angota Unit 1 Pleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya .3 Bripda Imam Gilang Hadinata  anggota Unit Pleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya," tegasnya . 

Sesuai data, Setyo menjelaskan untuk almarhum Bripda Toufan hari ini sudah dimakamkan, sementara untuk Almarhum Bripda  Ridho akan dimakamkan di Lampung sekarang sedang berjalan ke Bandara dan  Bripda Imam Gilang Hadinata dimakamkan di Klaten sekarang masih dalam perjalanan ."Sementara yang Luka-luka Bripda Ferry  Anggota Unit 1 Pleton 4   Direktorat shabara Polda Metro Jaya   Bripda  Yogi sama satuannya dan ketiga Bripda  M.Pudji  anggota Unit yang sama, Beripda M. Agung dan Bripda Sukron, Bripda Pandu Dwi L," jelasnya.

Seiring dari 2 pelaku yang meninggal dunia  yang terus diidentifikasi oleh DVI, Sensus 88 di rumah sakit Sukanto. Dari data yang dihimpun oleh Koranrakyat.com salah satu pelakunya membawah  KTP atas nama    Indra Wijaya adalah warga bekasi kelahiran 19 Juni 1981. Tinggal di KP Ranjau tengah Jawa Barat 43194. Dengan NIK 3202341906810002., namu  ssat diperiksa Indra Mengatakan kalau KTPnya sempat hilang saat nitipkan motor kelupaan ngambil motor, KTPnya tak terambil.

Lebih lanjut, Setyo merincinya kemudian dari masyarakat sipil 1 yang luka-luka,  atas nama Sdr Agung Sopir Kopaja, Sudara Damai S Sopir , Sdri Tati Karyawan BUMN , sdri Susi A Fitriyani siswi,  suudari Jihan Mahasiswi. "Untuk saksi sudah diminta keterangan Bribda Febriyanto Goldino, Bripda Febriyanto, Bripda Haryo,  Bripda M.Hofi dan Bripda Hendro. Rekan-rekan yang  pengamanan dilokasi kejadian," rincinya. 

Seiring dengan itu, Setyo menandaskan kronologis kejadian sebagai berikut  kejadian menurut keterangan saksi Bribda Febriyanto  Sinaga menerangkan bahwa sekitar pukul 21.00 WIB saksi sedang dinas antisipasi pawai obor dan dipotong atau  ditugaskan di Terminal Kampung Melayu saat saksi sedang makan pecel Lele di TKP berjarak sekitar 50 meter mendengar ada ledakan pertama,saksi langsung lari TKP Pertama saksi sedang bersama teman nya saudara Ricky Agung , sampai di TKP saksi mencium bau yang sangat menyengat dan kebulan asap berwarna putih." Saksi melihat ada 4 orang korban tergeletak yaitu anggota Shabara Polda Metro Jaya atas nama Bripda Yogi, Taufan Sunami dan dua anggota lainnya saksi 
tidak sempat melihat lainnya.  Saksi berusaha mengevakuasi korban dengan cara menyetop kendaraan dan mencoba mengevakuasi korban," tandasnya.

Jadi, Setyo membeberkan pada saat mengevakuasi korban pukul 21.05 WIB terjadi ledakan kedua yang terjadi sekitar  10 meter dari TKP Pertama . Saksi merasakan sakit pada telinga akibat ledakan dan  tekanan udara dari ledakan tersebut. Saksi panik dengan menyelamatkan diri dengan menjauh dari TKP dengan meminta tolong pengendara motor untuk mengantar ke Polresta Jakarta Timur untuk melapor."Data-data evakuasi korban sebagai berikut .Rumah Sakit Primer Jati Negara ada 5 korban yaitu Bripda Taufan( Almarhum) dipindahkan ke Rumah Sakit Polri, Bripda Ferry, Bripda Yogi, Saudara Agung Sopir Swasta, Saudari Jihan . Di Bawah ke Rumah Sakit Sukamto  ada 1 korban Bripda  M. Yogi Saputra mengalami traumatik," bebernya.

 

Sementara itu, Setyo mengakui di Rumah Sakit Budi Asih ada 3 korban yaitu Bripda Moehammad Al Agung Pangestu  luka pada leher kiri bagian belakang ,luka robek pada bagian belakang. Luka robek sebelah kiri. Kedua saudara Susi A Fitriyani ini tempat tanggal Brebes  4 April 1996 agama Islam  Kampus AAG Kampung Mealayu dan tinggal Kampung Melayu . Luka pada tangan kanan belakang sobek . Yang selanjutnya sdr  Tasbik ini karyawan bank Mandiri tinggal disekitar Halim Mekar Sari Kecamatan Cimanggis. Luka pada rusuk sebelah kanan, luka robek pada lengan belakang  sebelah kanan.
"Di rumah Herlina ada 3 korban Luka ringan yaitu Bripda L Sukron Trianugroho   luka di Bahu, Bripda Pagu DwiLaksono. Saudara Damai sopir Mikrolet , akan bantu anggota Polisi kecelakaan ke dua luka ringan pada bagian muka," akunya.( vk).  

Thursday, 25 May 2017 08:32

14 Oknum Akpol Pembunuh Di Pecat & Diproses Hukum

Written by

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Aksi kekerasan di Akpol mengakibatkan Brigadir M. Adam tewas akibat pemukulan melalui proses dewan Akademi menetapkan 14 Tersangka kini sudah ditahan di Mapolda Jawa Tengah dan diproses di Pecat.

Kabag Penumpang Divisi Humas Mabes Polri, Kombes  Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa (23/5)2017 mengatakan  sejak hari sabtu (20/5)2017 sudah ditetapkan 14 orang tersangka yang merupakan pelaku kekerasan almarhum Brigadir M. Adam 14 orang ini saat ini sudah ditahan di Mapolda Jawa Tengah ."Semua itu dalam proses persidangan  Dewan Akademi di Akpol semarang persidangan Dewan Akademi ini untuk memutuskan  dan menetapkan 14 orang ini sebagai tersangka Pidana yang kemudian akan pemberhentian dengan tidak dengan hormat," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan proses ini sedang berjalan memberikan kesempatan pada Taruna untuk menyampaikan beberapa informasi beberapa informasi tersebut   ada  diberikan kesempatan pada para taruna untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan  kepada forum Dewan akademik itu. "Tapi tetap sudah disampaikan keputusan pemberhentian dengan tidak hormat ini lebih diutamakan karena beberapa pelanggaran yang sudah dilakukan oleh Taruna tersebut," tegasnya.

Untuk itu, Martinus menjelaskan diantaranya melanggar peraturan Gubernur tentang proses pengasuhan senior yang dilakukan terhadap junior kemudian larangan untuk kekerasan fisik sampai pada perbuatan hukum melanggar dengan melakukan penganiayaan ini yang membuat dewan akademik akan memutuskan. dan menetapkan. Untuk memberhentikan dengan. tidak hormat 14 orang tersebut. "Disamping itu  dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktek-praktek pengasuhan yang dilakukan lembaga maula senior sudah diputuskan. "Bahwa pengasuhan senior yang dilakukan wilayah itu daerah sudah tak ada lagi.Kemudia beberapa pertemuan antar Senior  angkatan diupayakan  supaya tidak bertemu juga akan ada sanksi yang lebih keras sanksi disiplin,sanksi kode etik bagi senior-senior-senior yang akan melakukan katakan lah praktek-praktek yang sudah dilarang dan dikatakan hasil evaluasi walaupun mereka tidak memukul tetapi mereka mengumpul kemudian mereka tidak melakukan tindakan  pun namun akan ada evaluasi tidak akan melakukan tetapi mereka melakukan juga. Tindakan itu ada tindakan  push up, set up tindakan  fisik itu akan.ditiadakan Untuk senior dan Junior ini bila.mereka.melakuka itu diberikan sanksi yang akan berat," jelasnya

Lebih lanjut, Martinus mengakui sebelumnya ada pisahkan Junior dan senior ada apa disatu daerah. Ini mereka  membentuk satu corp sendiri, misalnya buat  sepertinya masyarakat Utara diantara nya ,ada.namanya Porsum, Jawa Tengah disebut Formatting selalu ada dan sekarang  kegiatan-.kegiatan utama diluar jam Dinas satu contoh mereka berada dikota-kost yang disewa mereka itu sudah dihilangkan jadi. "Merek tidak boleh pesiar atau beristirahat kesetiakawanan kan dengan mengelompokkan.Dari didaerahnya itu tidak boleh jadi upaya.itu menjadi.opsi memperbaharui," akunya .

Menyinggung bentuk tanggung jawab Gubenur Akpol, Martinus menandaskan blentuk tanggung jawab sebagai anggota Polri itu ,kita punya tangung jawab kelembagaan dan kemasyarakatan,tanggung jawab etika, kita juga punya tangung jawab hukum." Polri itu tanggung jawab ke lembaganya, tanggung jawab kemasyarakat, tanggung jawab etika dan tanggung jawab hukum. Bentuk tanggung jawab gubernur adalah tanggung jawab etika, moral yang disampaikan sebagai pimpinan lembaga pendidikan. Beliau beranggapan meninggalnya Taruna atas nama Adam ini merupakan sebuah peristiwa tidak diharapkan lembaga-lembaga pendidikan. Inti bisa membuat reputasi akademi Kepolisian bisa turun dengan peristiwa ini," tandasnya.

 

Jadi, Martinus menambahkan Selaku pimpinan hukum tanggung jawab kelembagaan tanggung jawab moral melekat pada beliau maka beliau katakan saya bertanggung jawab. "Terhadap orang tua beliau katakan saya minta maaf adalah tanggung jawabnya," tandasnya.(vk)

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-Tewasnya Mochamad Adam Taruna Akpol karena aksi kekerasan di kampus Akpol sangat disesalkan terjadi karena sudah diperingatkan jangan ada lagi kekerasan. Kasus ini terus diusut oleh Polri dan kalau ada pidana tetapkan ditindak.

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri, Jumat (19/5)2017 mengatakan ada kekerasan di Taruna Akpol,saya menyesalkan peristiwa ini karena beberapa bulan yang lalu saat saya kunjungan ke Akpol saya sudah tegaskan pada seluruh taruna dan seluruh pengasuh supaya budaya kekerasan pemukulan itu tidak boleh terjadi lagi . " Karena lebih banyak moderatnya dan tidak banyak keuntungannya.  Ini juga sesuai program promotor yang sudah saya sampaikan untuk menekan budaya kekerasan yang berlebihan," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan Nah saya menyesalkan peristiwa ini terjadi oleh karena itu ini momentum untuk merubah budaya yang masih berlaku saya sudah perintahkan kepada Gubernur Akpol selain korban itu lakukan tindakan tegas kepada taruna-taruna terlibat saya minta untuk dihidangkan. "Saya juga sudah menelepon Kapolda Jawa Tengah Pak Condro untuk memproses Pidana karena taruna yang terlibat pemukulan itu," tegasnya.

Lebih lanjut, Tito menandaskan Kemudian saya minta propam turun kesitu  untuk melihat sejauh mana juga ada lembaga Akpol untuk menghentikan budaya kekerasan pemukulan senior junior ada disitu. "Ini momentum untuk melakukan perubahan. Nanti saya kira nanti kita akan evaluasi  pengasuh-pengasuh yang ada disitu kenapa budaya itu tidak berhenti  jelas perintah kita lakukan. Saya juga akan kesana untuk baiknya," tandasnya.

Ditempat yang sama, Kadiv Humas Mabes Polri,  Irjend Pol Setyo Warsito mengatakan  Hasil Autopsi sudah selesai tadi malam jenasah almarhum sudah dimakamkan di Jakarta. Sampai sekarang ini sudah diperiksa 35 orang saksi-saksi dan  irwasum Polri dan Divisi Program Polri sebagai pemeriksa internal sementara kasus pidananya sendiri ditangani oleh Polda Jateng. "Kompolnas besok akan datang akan juga melakukan investigasi di Akpol," ujarnya.

Ketika ditanya Apa benar ada keterlibatan anak Jenderal, Setyo mengakui Sampai saat ini saya belum dapat informasi dan dari 35 orang itu adalah taruna .
"Hasil otopsi itu adalah pemeriksaan materi pemeriksaan itu tidak boleh.
Hasil otopsi ditemukan adanya luka, itu detail dan penyebab kematiannya sudah diketahui ,saksi-saksinya akan di cross cek apa yang perbuat, apa.yang mereka perbuat dan apa mereka dengar," akunya.

Lebih lanjut, Setyo menjelaskan. Nanti akan mengerucut kemungkinan ada pelakunya dan pak Kapolri sudah memerintahkan untuk pelaku tindak pidana ini akan dituntut secara pidana dan ditindak tegas. "Secara aturan di Akpol , ada peraturan gubernur yang mengatur tidak boleh lagi ada kekerasan di lingkungan kepolisian di Akpol oleh Gubernur Akpol.  Sebab itu kalau ada yang melakukan tindak pidana dengan melakukan tindak pidana seperti ini itu melanggar peraturan Gubernur Akpol tentunya kalau pidana masuk ke KUHP," jelasnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

 

Saturday, 20 May 2017 03:43

Benarkah Niko Penyiram Bahan Kimia Di Muka Novel

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Diduga Niko Pelaku terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan diperiksa secara intensif. Pemeriksaan intensif ini bekerja sama dengan KPK. Kapolri, Jenderal Pol.Tito Karnavian ditemui di Mabes Polri,Jumat (19/5)2017 mengatakan Untuk Niko sudah tangkap.Niko sudah viral di media sosial kemudian saya juga kontak dengan ketua KPK. KPK juga  minta bersama Polri menuntaskan kasus ini dan KPK yang mencari. "Dari Polri juga berhasil mengamankan Niko dan sudah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan dan saya kita perkembangan nanti.akan disampaikan Kadiv Humas atau kabid Polda Metro secara detail," ujarnya.

Selanjutnya, Tito menegaskan sudah diperiksa dan diamankan Sudah di cek  bukti-bukti, kalau dia katakan ada tekanan dan keterangan palsu apa sudah di cek juga saksi-saksi ,kemudian dokumen ada  sudah kita sampaikan dan besok dari Dirkrimum Polda Metro Jaya saja . Mengenai hasil temuan ini."Kita merespon untuk penanganan kasus  Novel kita gunakan destruktif dari KPK mengembangkan dari CCTV kemudian saksi-saksi juga dari ITE," tegasnya.

Untuk itu, Tito menjelaskan  Dari rangka ini kita amankan 3 orang Salah satunya foto dari pak Novel Baswedan sendiri amankan kita sudah mengecek lainnya  orang ini tidak ada di TKP pada waktu kejadian tidak terlibat. "Oleh karena itu kita kembangkan dari edukatif it dari motivasi kira-kira yang berpotensi sakit hati dendam ini bisa masalah pekerjaan dan kasus," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito merincinya Kasus kita pecah dua macam ada karena  saat ini seperti E KTP atau sudah berlalu banyak  orangnya sakit hati. Kita lihat kasus ini naik dia mengatakan dia merekam video kemudian dia mengviralkan karena ia menjelaskan pada keluarganya dan terjadi perpecahan setelah dia.memberikan kesaksian terutama dengan paman Muhtar Efendy yang sudah mencintainya saat itu sedang ditangani kasus Novel Baswedan. "Dari kita lihat dari sudut pandang  pengiriman kita lihat ada kelompok yang potensial  untuk menyerang. Tentunya kita bandung  mengklarifikasi keterangan yang bersangkutan di Media sosial dan itu sudah kita kinfirmasi  dengan KPK," rincinya.(vk))

 

 

Page 8 of 24

Entertaiment

Face Book Galleries

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco)...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan