Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...
Penyidikan Kasus Teror 2 Pimpinan KPK, CCTV dibawa Ke London
Last Updated on Jan 21 2019

Penyidikan Kasus Teror 2 Pimpinan KPK, CCTV dibawa Ke London

                          JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pendalaman  Kasus teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) penyidik terus berupaya bekerjasama dengan kepolisan Inggris di London dengan cara...
Edy Rahmayadi Mundur Joko Driyono Plt Ketum PSSI
Last Updated on Jan 20 2019

Edy Rahmayadi Mundur Joko Driyono Plt Ketum PSSI

    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko Driyono. Jokdri - sapaan akrabnya, sebelumnya merupakan waketum dan kni menjadi plt ketum. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyarankan agar dilakukan segera Kongres Luar Biasa...

World Today

Saturday, 03 November 2018 16:54

Rendra Bupati Malang Ditahan Disangka KPK Terima Gratifikasi

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM) Penyidik KPK menahan Bupati Malang Rendra Kresna. Politikus NasDem itu ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Rendra terlihat menyelesaikan pemeriksaan pada sekitar pukul 19.20 WIB, Senin (15/10). Ia tampak sudah mengenakan rompi tahanan KPK yang berwarna oranye.

Penyidik menjerat Rendra sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang Tahun Anggaran 2011.

            Rendra diduga menerima suap dari seorang rekanan bernama Ali Murtopo yang kemudian juga ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga menerima uang sejumlah Rp 3,45 miliar dari Ali. Uang itu bahkan diduga digunakan Rendra untuk membayar utang kampanye dia sebelumnya.

         Juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan mengenai penahanan terhadap Rendra. Pihak yang diduga memberi suap kepada Rendra, Ali Murtopo, juga ditahan oleh penyidik.

Rendra ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, sementara Ali Murtopo akan ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur. "Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap 2 tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Kabupaten Malang," ujar Febri.

           Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sebelumnya mengungkapkan, kasus dugaan suap itu bermula saat Rendra melakukan pertemuan bersama dengan tim suksesnya dan Ali Murtopo. Dalam pertemuan itu, membahas dana kampanye yang dibutuhkan Rendra untuk mencalonkan diri sebagai Bupati pada Pilkada Kabupaten Malang pada tahun 2010.

"Rendra bersama sejumlah tim sukses, termasuk Ali Murtopo melakukan pertemuan untuk membahas dana kampanye untuk proses pencalonan sebagai Bupati Malang periode 2010-2015," jelas Saut dalam konferensi pers, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/10).

Setelah terpilih menjadi Bupati, kemudian Rendra mengumpulkan fee proyek di Kabupaten Malang untuk kebutuhan pembayaran utang dana kampanye yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Tak hanya soal suap, Rendra juga dijerat oleh KPK terkait penerimaan gratifikasi. Rendra diduga menerima gratifikasi bersama-sama dengan seorang swasta bernama Eryk Armando Talla sebesar Rp 3,55 miliar.(fdl)

 

 

Read 1951 times Last modified on Saturday, 03 November 2018 17:01
Login to post comments

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Aksi pembuat berita bohong tentang Ijasah Presiden Jokowi atau Jokowi palsu...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM — Melalui proses yang panjang Tim Satgas Antimafia Bola bentukan Polri terus...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan