Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Lamban Penanganan Kasus Korupsi Mantan Dirut Pertamina, Kejagung Klaim Masih Proses
Last Updated on May 19 2018

Lamban Penanganan Kasus Korupsi Mantan Dirut Pertamina, Kejagung Klaim Masih Proses

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Lambanya penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawa, kejagung klaim  terus berproses setelah ditetapkan tersangka dalam dugaan korupsi investasi perusahaan di Blok Basker Manta Gummy (BGM).  Terus...
Polri Berikan Santunan Bagi Keluarga Enam Anggota Polisi Tewas  Di Mako Brimob
Last Updated on May 19 2018

Polri Berikan Santunan Bagi Keluarga Enam Anggota Polisi Tewas Di Mako Brimob

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) –Polri Memberikan perhatian bagi Keluarga anggota  yang gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua. Sebanyak enam orang perwakilan keluarga menerima bantuan yang secara simbolis diserahkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian....
Presiden Tinjau Langsung Lokasi Ledakan Bom di Surabaya Terakhir 43 Luka Luka 13 Tewas
Last Updated on May 13 2018

Presiden Tinjau Langsung Lokasi Ledakan Bom di Surabaya Terakhir 43 Luka Luka 13 Tewas

   SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Setelah mendapat laporan mengenai aksi teror bom bunuh diri di Surabaya, Presiden memutuskan untuk meninjau langsung lokasi kejadian pada Minggu, 13 Mei 2018.Tepat pukul 14.30 WIB, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan rombongan...
 Bom Surabaya Meledak  Di Tiga Gereja 43 Luka 13  Tewas Di Surabaya
Last Updated on May 13 2018

Bom Surabaya Meledak Di Tiga Gereja 43 Luka 13 Tewas Di Surabaya

 SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Korban sementara  diketahui  Sekitar 43  korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara 13  orang dinyatakan meninggal dunia ,  pasca- ledakan diduga bom  yang terjadi di dua gereja.  .Sementara yang terjadi  di GKI Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur Saat ini,...
Lima polisi Tewas seorang Tahanan Teroris Ditembak Tahanan Mako Brimob Rusuh
Last Updated on May 09 2018

Lima polisi Tewas seorang Tahanan Teroris Ditembak Tahanan Mako Brimob Rusuh

  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-Rusuh bentrok di mako brimob 5 anggota brimob tewas, 1 teroris di tembak mati seorang polisi jadi sandera, teroris berhasil rebut senjata. Saat ini polisi sedang lakukan negosiasi seorang tawanan dari anggota polisi yang disandera tahanan teroris di mako Brimob.Kejadian...

World Today

  •  
    Dubes Mansyur Serahkan Surat Kepercayaan,
     

     

     

    Bissau (KORANRAKYAT.COM)  - Guinea-Bissau yang terletak di Afrika Barat ingin belajar

     

Saturday, 25 November 2017 23:16

Ombusmen Minta Irwasum Mabes Polri Awasi Polisi Agar Penanganan Kasus Tak Lemot Seperti Kasus Novel

Written by 
Rate this item
(0 votes)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  Ombusmen melakukan pertemuan dengan Irwasum Mabes Polri, ada beberapa hal yang dibicarakan  sesuai laporan masyarakat  yang merasa kasus yang lambat berlarut-larut dalam penanganannya. Untuk itu Ombesman meminta  Irwasum dapat melakukan pengawasan dan memilik para meter dalam penanganannya. Seperti kasus Novel Baswedan cukup lamban penangananya, hingga kini polisi belum mampu tangkap pelakunya.

          Anggota Komisioner Ombusmas,  Adrianus Eliasta Mailala  ditemui di Mabes Polri, Kamis(23/11) 2017 mengatakan Ombusman hari ini baru saja melakukan tatap muka dengan  Irwasum Polri dan mengingatkan Irwasum kan baru 4 hari di kantor dan kami juga memberikan sejumlah informasi mengenai Ombusman dan kegiatan pengawasan kepada Irwasum , jadi  supaya Irwasum juga sudah harus tahu situasinya.  “Lalu dilanjutkan dengan klarifikasi sejumlah kasus. Masih pertama terkait dengan soal Irwasum maka kami juga mengatakan kepada  Irwasum bahwa ada beberapa harapan kami. Pertama kalau melihat dari pada pengaduan di Ombusman dan juga adanya pengaduan di Kompolnas, maka yang paling banyak soal di reserse ,khususnya di Serse terkait dengan penundaan waktu yang berlarut dan penangana yang tidak jelas,” ujarnya.

 

            Selanjutnya, Andrianus menegaskan maka kami harapkan irwasum juga mendorong pembutan perkap tentang para meter penangan kasus. Berikut lainya kalau kasus penipuan itu berapa lama dan kalau kasusnya korupsi berapa lama agar kemudian agar kami memiliki modal dan memilki sebagai satu pegangan misalnya mendapatkan pengaduan dari masyarakat, agar masyarakat bisa kami katakan bahwa misalnya kasusnua penipuan, kalau pelaporannya baru tiga minggu ini belum menunda tuh begitu ya. “Jawabannua karena kami tidak bolerh menunda dan maka ketika saja ada orang baru melaporkan 2 mingg lalu,langsung laporkan kepada kami dan kami terima . Pada hal polisi saja belum berbuat apa-apa. Dan kami butuh satu saja pegangan dari pihak Polri agar kami bisa mengatakan pada setiap pelapor tunggu deh , sabar deh karena Polri punya parameter begitu,” tegasnya.

 

            Untuk itu, Adrianus menjelaskan Kita menyambut baik dan kita menyampaikan kepada Irwasum kami tidak sesuai dengan UIndang-undang memiliki kewenangan panggil paksa untuk itu sudah ada MOU bahkan PKS dengan Polri agar kemudian satu kali bisa digunakan satu kali pejabat publik mangkir dari panggilan Ombusman  misalnya begitui .” Terakhir soal klarifikasi dan sekaran masih berlangsung  ada  6 asisten kami sedang bertukar pikiran atau berdialog dengan  jajaran Propam danjajaran Bareskrim.  Propam ada 6 kasus dan Bareskrim ada 5 kasus. Di Bareskrim ada pidana Umum, Pidana Khusus,Tipiter dan Siber . Semnetara itu Propam banyak tentang perundangan terkait dengan pengaduan masyarakat pada propam yang tidak merespon secara tepat kemudian dilaporkan kepada kami,” jelasnua.

 

            Ditanya Kasusnya seperti apa, Andrianus mengungkap  nah inilah kami harus katakan kepada Irwasum srata itu menentukan bobot kasus  semakin kasus itu ditangan oleh pihak atas maka kasusnya semakin serius kasusnya.  Ternyata tidak ,ternyata kasus-kasus yang kami tangani adalah kasus-kasus biasa. Misal penipuan dan penggelapan kasus pemalsuan ijasah yang bias ditangani oleh Polres dan Polda.                          “Jadi kami juga mengatakan tolong lah agar dibuat tertib bahwa Bareskrim untuk tingkat Mabes itu buka warung gampang terima kasus agar kasus-kasus yang sebelumnya sederhana dilempar ke bawah .Yang terjadi ada kasus yang kami tangani ya mudah  itu diangkat keatas orang berpikir jangan-jangan ada apa-apa. Begitu kami lihat mungkin oarngnya gede engga juga  jadi apa dasarnya  mengangkat keatas. Kami mengkritisi kapan dan harus diciptakan disini yang canggih unsur transaksional ambisi politik, “ ungkapnya.

 

           Disinnggung juga dari sejumlah kasus apakah ada kasus nasional, Adrinus menadaskan  Ya semuanya kasus-kasus biasa-biasa saja.  Akhirnya  hanya penudaan waktu saja ini menarik dan kami tidak bisa ngomong lagi kepada masyarakat. Jangan lah di Polsek, jangan di Polres di Mabes pun penundaan berlarut-larut.” Itu kan seharusnya tidak kurang apa-apa. Orangnya ada, anggarannya ada, teknologinya ada  masih juga berlarut bahkan  kami meminta kepada pak Putu memberikan perhatian yang luar biasa agar Polri tidak cicap sebagai lembaga yang tidak Promotor,” tandasnya.

 

          Seiring dengan itu,Kalau dari Polrinya, Andrianus merincinya macam-macam karena susah mengumpulkan alat bukti,  ada yang DPO,ada karena over lout ,ada karena tersangka yang dipanggil belum dating ,ada karran saksi entah dimana.  Ada juga benar , masyarakat kan butuh kepastian  apa kah dua bulan, tiga buklan dan empat bulan . kalau tidak begitu seperti apa ya ,sorry begitu.  “Kalau kasus-kasus apakah ada kelemahan dan internalnya , Ya karena ini tidak ada parameter ,jadi kalau saatnya Polri dari segi anggaran meiliki 3 para meter kasus . Kasus Besar, Kecil dan menegah itu kalau dikaitkan dengan alokasi biayanya  tapi belum ada parameter dari segi waktu ,” rincinya.

 

           Sesuai perkembangan, Andrianus mengakui hingga kini  kasus penipuan penggelapan yang dilakukanoleh orang yang pertama kali sendiri  ditangani oleh Polres Jakarta Pusat nah kurang lebih rentan waktunya  dua bulan sampai 4 bulan  atau kasus penipuan penggelapan yang dilakukan bersama-sama tetapi  ditangani oleh Polres Dobo,namanya Polres Kepulauan jangan pakai pendekatan satu dua minggu. “ Harus ada parameter waktu dan satu wilayah yang menangani segi tindak pidana yang di sangkakan. Itu lalu dikirmkan kepada kami Kompolnas,Ombosman kasuis polisi dan ada oarng yang lapor . Saya bilang jangan dulu lapor dan kita persuasifkan janganmelapor kepada kami karena tidak boleh menolak. Kalau dua bulan hingga 3 bulan dan kami memilkimkesan masyarakat makin tinggi ekspeatasinya, makin engga sabar sehingga 3 minggu melapor kepolisi  langsung masuk kekami.  Pada hal dia belum apa-apa,” akunya.

 

           Jadi, di Ombusman banyak pelaporan, Andrianus menambahkan 3 Ribu dan kami punya penerimaan 10 ribu kasus, pertama kasus-kasus terkait dengan Pemda, kedua terkait dengan pendidikan Dinas Pendidikan, ketiga terkait BPN, ke empat kepolisian. BPN ganti-ganti kalanya nomor 3   dan nomor 4.” Jumlah sekitar 3 rinuan. Kalau jumlah 3 riuan paling banyak itu Reskrim, sisanya dibagi-bagi ada lantas, ada intel, ada Brimob. Dari semua laporan itu maka yang paling banyakl penundaan waktu dan ada sekali-kali tidak kompeten. Ada soal pribadi .Kesannya kenapa tidak luar biasa  karena penyidik tidak bisa lagi minta duit.  Tapi yang dimainkan soal waktu,” Tambahnya.(vk)

 

 

 

 

 

 

Read 135 times
Login to post comments

Gaya

Face Book Galleries

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Lambanya penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama PT...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) –Polri Memberikan perhatian bagi Keluarga anggota  yang gugur dalam kerusuhan...
   SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Setelah mendapat laporan mengenai aksi teror bom bunuh diri di Surabaya, Presiden...
 SURABAYA (KORANRAKYAT.COM) Korban sementara  diketahui  Sekitar 43  korban luka dilarikan ke Rumah Sakit...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-Rusuh bentrok di mako brimob 5 anggota brimob tewas, 1 teroris di tembak mati seorang...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Persoalan pungutan liar (pungli) dan tindak premanisme di sepanjang jalur transportasi...
  BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Bhin Bhin, Atung, dan Kaka adalah tiga maskot hasil karya anak bangsa yang diusung...
    Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk meningkatkan kerja sama dan kemitraan yang saling menguntungkan bagi kedua...
.   JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Asian Games 2018 merupakan kesempatan emas sekaligus momentum terbaik bagi kita untuk...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Usaha menyamakan presepsi didalam internal Polri digelar apel Satuan Wilayah...