Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Breaking News
Polisi.Kerjasama Dengan SKK Migas - Wednesday, 19 September 2018 15:07
Kapolresta Jambi lakukan Kontra Radikalisme - Monday, 17 September 2018 01:16
BNN Musnahkan Barang Bukti - Friday, 07 September 2018 14:25

Headline News

Penjualan Gula Kristal Dipantau Bareskrim
Last Updated on Sep 21 2018

Penjualan Gula Kristal Dipantau Bareskrim

JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula kristal Putih. Ini dilakukan agar tertib dan setelah diketahui ada pemalsuan dokumen penjualan , ini ada pidananya diserahkan pada Bareskrim memproses tersangka KPW. Ijin Usahanya akan di bekukan ...
Polres Muara Jambi Tangkal Radikalisme Dengan Kerahkan.Babinkamtibmas
Last Updated on Sep 19 2018

Polres Muara Jambi Tangkal Radikalisme Dengan Kerahkan.Babinkamtibmas

JAMBI(KORANRAKYAT.COM)- Polres Muaro Jambi melakukan penagkalan Radikalisme dengan kegiatan prefentif  menugaskan 65 Babinkantibmas yang tersebar di 105 Desa. Kapolres Muaro Jambi, AKBP Pol Mardiono ketika ditemui di Polres Muaro Jambi, Kamis(14/9)2018 mengatakan Kami dari Polres Jambi dalam...
Polisi.Kerjasama Dengan SKK Migas
Last Updated on Sep 19 2018

Polisi.Kerjasama Dengan SKK Migas

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Polri menandatangi Mou dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi(BPH Migas) di gelar di Ruang Rupatama, Mabes Polri, Senin(17/9)2018. Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian  di temui...
Presiden Jokowi Ajak Bangsa Indonesia Rawat Persatuan dan Kerukunan
Last Updated on Sep 18 2018

Presiden Jokowi Ajak Bangsa Indonesia Rawat Persatuan dan Kerukunan

    JAKARTA(KORANRAKYA.COM)Presiden Joko Widodo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan. Ia mengatakan, momen Asian Games yang lalu menjadi bukti bagaimana persatuan dapat menjadi penopang kesuksesan para atlet menuju kesuksesan.   “Coba lihat...
Ditahun Politik TNI-Polri Komit Netral
Last Updated on Sep 18 2018

Ditahun Politik TNI-Polri Komit Netral

JAKARTA(KORANRAKYATCOM)TNI Polri gelar operasi mantap Brata di Monas menyatukan keamanan gabungan TNI Polri. Ini dilakukan untuk menjaga Netralitas TNI Polri untuk,mengawal Pilpres dan Pileg 2019. Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian ditemui usai gelar apel Mantap Brata di Monas , Selasa(18/9)2018...

World Today

  •  
    Perdana Menteri Korsel Apresiasi Pelaksanaan

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yeon menyampaikan apresiasi

     

Wednesday, 06 April 2016 00:44

Polisi Sampaikan Siyono Tewas Akibat Berkelahi Dengan Petugas

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

Jakarta, koranrakyat.com-  Dampak  kematian Siyono terduga  teroris asal Klaten yang  ditangkap kini  mendapat sorotan tajam hingga  Komnas HAM dan DPP Muhammadiya meminta dilakukan otopsi diduga dilakukan kekerasan yang dilakukan Densus. Dikatakan polisi   Siyono  saat  ditangkap  terjadi pertengkaran  dalam mobil  melakukan perlawan sdan  perampasan senjata api sehingga perkelahian tak terhidar  Siyono akhirnya mengalami luka bagian kepala dan patah tulang hingga  tewas. 

Kadiv Humas Mabes Polri, Anthon Charlian di Mabes Polri, Selasa (5/4) 2016 mengatakan  tersangka teroris Siyono alias Apip pembelaan organisasi islam besar  terus bergulir ." Status yang bersangkutan diawali dari hasil pengembangan penangkapan 12 -23 Mei 2014 , ada 9 orang yang sudah divonis yaitu Rifki,Joko Purwanto, Slamaet Sucipto, Johar Arifin, Yahya, Badui Rachman,Danang dan abdul Rofik tahun 2014. Kemudian ini dikenal sebagai JIA dan saat itu pun juga keluar surat keputusan bahwa organisasi JIA. Jemaah Islamia itu dilarang di Indonesia," ujarnya. 

Selanjutnya, Anthon menegaskan  terakhir kita tangkap 3 orang yaitu AW alias TG, DR  dan kemudain DN. dari ketiga orang tersebut terutama dari AW kenapa karena  AW berdasarkan keterangan yang menyimpan senjata-senjata JIA . Disana diakui oleh yang bersangkutan bahwa dia membawa dua senjata pendek,  membawa 400 butir peluru dan beberapa granat. "Dimana sebelumnya  yang sembilan itu sudah disita, puluhan senjata yang pada waktu itu ,saya sampaikan fotonya. Ratusan bahkan ribuan peluru,beberapa granat, bahkan ditemukan mesin bubut dan sejanta rakitan yang ditemukan dibungker senjata di daerah Tanggerang. Saat itu yang menguasai bungker dan persenjata itu JM. Ketika ditanyakan kepada AW alias TG mana senjata itu ternyata sudah disetorkan dan diambil oleh SY alias AF, kenapa diserahkan kepada yang bersangkutan AF alias SY itu sekarang adalah kepala Staf Toliah Bitona," tegasnya.

Anthon menjelaskan karena dalam struktur jemaah Islamiah Struktur lama itu berubah, itu bergantian nama ,walaupun sudah dilarang. Jadi senjata itu diserahkan kepada SY,akhir SY ditangkap dan ditangkap sebagai tersangka. Kedudukan SY itu mohon maaf bukan sebagai dan bukan karena agamanya,bukan karena statusnya karena dia menyimpan senjata. "Bahkan berdasarkan keterangan 3 orang pengumul senjata dari Jemaah Islamiah disimpan di SY. Dimana salah satu tujuannya pernah ada rapat ,gerakan ini mau menghimpun senjata sebanyak-banyaknya untuk membangun laskar yan kuat karrena tujuannya ingin membangun NII (Negara Islam Indonesia). Dimana kepala Gudangnya adalah kepala Staf Tonianya itu SY, Itu diterangkan kesaksian 3 arang. Ini statusnya," Jelasnya. 

 

Lebih jauh , Anthon menandaskan Jadi saya ingin mengklarifikasi, bahwa gerakan ini justru bukan gerakan agama, bukan gerakan Islam. Jihad disini seperti sudah dikatakan MUI, Jihad yang tidak sejalan  dengan Islam. Kami ingin menegaskan bahwa tidak salah tangkap tetapi berdasarkan keterangan tiga saksi. tetapi syarat penangkapan itu adanya alat bukti yang, hanya disini ketika ditanya kepada SY dimana disimpan senjata tersebut dan senjat lain ."Dia bilang disimpan disatu tempat. Makanya saat itu dan disaat kejadian dari klaten dibawa dua orang anggota. Satu Sopir, satu temannya dibelakang bersama SY. "Didalam perjalanan SY diborgol dibelakang, kemudian ketika mau menunjukan karena susah menunjukan dan dibuka. Karena dari awal terus terang SY sangat koperatif dan santun. Didalam mobil ketika begitu dibuka menyerang anggota mau merampas senjata. Akhirnya anggota babak belur terjadi perkelahian disana. Mobil oleng menabrak dan ada barang buktinya. Sehingga terjadi perkelahian , mungkin tidak sadar dan akhirnya pingsan. Begitu pingsan dibawa ke rumah sakit dan seteralah diperiksa dan akhirnya di rumah sakit meninggal," tandasnya

Untuk itu, Anthon membeberkan Polri dan  Densus 88 sangat membutuhkan informasi sekali keterangan dari SY. Dalam teori  kepolisian ini saksi kunci, karena dia lah yang mengetahui di mana keberadaaan senjata ,mungkin puluhan dan mungkin ratusan. Tetapi terjadi insiden kenapa yang bersangkutan SY memukul duluan, pun waktu itu sudah ditunjukan oleh dalam keadaaan bengkak disebelah kiri dan bahkan ada luka-luka ditangan. "Jadi terjadi perkelahian didalam mobil.  Ini kami sangat sayangkan, karena kami sangat butuh informasi dari yang bersangkutan,kemarin masih dalam tahap pemeriksaan belum ditemukan hal-hal lain. Tetapi apaun juga disini Polri akan mengusut kelalaian anggota. Memang ada terjadi kesalahan prosedur . Pertama, membukan borgol,dan membawanya  sendiri. Tetapi ketika terjadi perkelahian diluar kehendak ini adalah insiden kecelakaan. kita inginkan yang bersangkutan butuh informasinya , seluruh terori kepolisian hukum di dunia pasti sama.  Jadi ini betul-betul insiden, kejadian yang sebenarnya,"  bebernya.

Ditempat yang sama, Kapusdokes, Brigjen Pol Arthur Tampi  mengatakan  hasil visum yang buat pada Almarhum Siyono ,dilaksanakan otopsi ada penolakan dari keluarga. Tetapi kewajiban kita di Instilasi di Rumah Sakit Polri,Kramajati untuk mengetahui penyebab kematian. "Kami sampaikan bahwa Instansi forensik kita dilengkapi satu alat yang cukup moderen, Cityscane sudah kita miliki dan ini dapat kita gunakan penyebab kematian. Bahwa Visum Atricetum sudah kita lakukan sejak tanggal 11 Maret, ini sudah kita sampaikan pada relis pertama. Kesimpulan pada visum Ertecetum disini kita dapat kekerasan di  daerah wajah juga ada kekersan di daerah dada. kekerasan daerah dada juga kite temukan dalam pemeriksaaan cityscane itu kita termukan vatur lineer ditiga sebelah kanan. Artinya memang ada kekerasan, daerah dada. kemudian disamping itu juga didalam pemeriksaan cityscane kita dapatkan ada pendarahan, kepala bagian belakang. Sekali lagi kita temukan pendarahan di kepala bagian belakang, karena benturan," ujarnya .

Arthur menegaskan proses benturan seperti apa nanti akan ada proses penyidikan . Yang kita mau  tunjukan tanda dari pada yang terjadi didalam rongga bagian kepala. Pendaraan ini sudah menyebabkan seseaorang itu meninggal dunia.  Kekerasan ini, yang putih besar ini tulang. Gambaran besar ini adalah gambaran pendarahan. Demikian in juga disebelah ini. "Ini sudah cukup menentukan penyebab kematiannya. Sama dengan mengalami kecelakaan lalu linta, terbentur kepala. Kadang luka atau cedera itu tidak nampak, begitu pendaraan diatas dan akan mengalami pendaraan merun kesadaran berujung pada meninggal dunia," teagsnya.

 

Itu sebabnya, Arthur menandaskan pointnya bahwa pemeriksaan walauapun tanpa otopis karena ada penolakan, kita dapat menentukan penyebab kematian , itu adalah penyebab pendaraan dirongga paling belakang. Disamping  penyebab kematian, kita tunjukkan fakta bahwa kekerasan di daerah wajah dan didaerah dada ." Kita tunjukan bahwa kita menentukan ada fratur linier di daerah costa lima (tulang  rusuk lima) .Pemahaman fratur linier itu di dalam cityscane terlihat garis patah dari pada tulang, tetapi gambar seperti ini. Beda kalau patah seperti ini kelihatan  garis fratur liniier, patah tulang yang kita lihat. Inilah visum yang kita buat sejak tanggal 11 Maret 2016 kemudian juga sudah kita rilis," tandasnya.

 

Jadi sesuai fakta,Arthur  menjelaskan pointnya , kita tekan kan tidak ada sesuatu yang kita sembunyikan terkait pelaksanan pemeriksaan jenasah pada  korban siyono , ini  kita dasari hasil pemeriksaan cityscane dan ini visium ertepetrum yang sudah kita buat pada tanggal 11 Maret 2016  Katakan dengan tidak ada bau dan ada pembusukan. Kita dapatkan foto terkait dengan proses jenasah kemarin itu, kondisi jenasah sepert itu. Gambaran kepala yang kita lihat. Ini tulang tengkorak, daging pembungkus tengkorak itu tidak ada karena pelaksanaaan jenasah dan dilakukan setelah tiga minggu dilakukan penguburan." Bahkan yakin, jaringan sudah tidak ada, 5  sampai 7 hari sudah tidak ada lagi. Maka fakta pendaraan didalam kepala sudah tidak di temukan. Sekali lagi pointnya tidak ada lagi yang kita tutup-tutupi pemeriksanaan untuk pembuatan visum entepetrum . Jadi fakta  pendaraan didalam kepala disamping itu juga kekerasan-kekerasan lain,"jelasnya.

Menyingung bau busuk, Arthur menambahkan  jelas ada bau busuk kita lihat saja, yang hadir selalu  mnggunakan masker secara alamia mengalami proses pembusukan. Pasti ada bau."Memang dalam pemeriksaan tanggal 11 Maret 2016, tidak ditemukan adanya luka tembak. bahwa tidak ditemukan adanya luka tembak pada jenasah Almarhum Siyono," tambahnya. (vk)

 

Read 375 times
Login to post comments

Gaya

Face Book Galleries

JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula kristal Putih. Ini...
JAMBI(KORANRAKYAT.COM)- Polres Muaro Jambi melakukan penagkalan Radikalisme dengan kegiatan prefentif  menugaskan 65...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Polri menandatangi Mou dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas...
    JAKARTA(KORANRAKYA.COM)Presiden Joko Widodo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga...
JAKARTA(KORANRAKYATCOM)TNI Polri gelar operasi mantap Brata di Monas menyatukan keamanan gabungan TNI Polri. Ini...
JAMBI(KORANRAKYAT.COM) KapolrestaJambi Lakukan kontra rationalise dengan cara mensosialisasikan kemasyarakat,dimotori...
JAMBI(KORANRAKYAT.COM)Polda Jambi melakukan Deradikalikasi dalam 3 langkah  diawali tindakan prefentif sehingga dapat...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Maraknya aksi ceramah-ceramah  yang terus bergululir, diharapkan dihimbau Alim ulama dan...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan Narkotika Nasional(BNN) pemusnahan 2.223,5 gram Sabu, 24.819 butir Ekstasi, 37.408 juli...
  JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo sore ini, Jumat, 7 September 2018 bersilaturahmi ke kediaman Ibu Sinta...