Headline News

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...
Penyidikan Kasus Teror 2 Pimpinan KPK, CCTV dibawa Ke London
Last Updated on Jan 21 2019

Penyidikan Kasus Teror 2 Pimpinan KPK, CCTV dibawa Ke London

                          JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Proses pendalaman  Kasus teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) penyidik terus berupaya bekerjasama dengan kepolisan Inggris di London dengan cara...
Edy Rahmayadi Mundur Joko Driyono Plt Ketum PSSI
Last Updated on Jan 20 2019

Edy Rahmayadi Mundur Joko Driyono Plt Ketum PSSI

    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko Driyono. Jokdri - sapaan akrabnya, sebelumnya merupakan waketum dan kni menjadi plt ketum. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyarankan agar dilakukan segera Kongres Luar Biasa...

World Today

Tuesday, 04 August 2015 03:33

GPPMP Tidak Mau Di Anak Tirikan Sebagai Anak Bangsa

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Sesuai dengan salah misi gewnerasi penerus Pejuang Merah Putih 14 Febuari 1946 terus mendinamisasi dan memberkan sipirit terus membangkitkan tali persaudaraan sesama saudara sebangsa. Itu suatu bentuk kembali merekatkan rasa persudaraan, sehingga digelar  Halal bi Halal sebagai bentuk rasa saling menghormati dan saling menghargai untuk membangun  kebersamaan menuju bela negara.

 

Ketua Umum Generasi Penerus Pejuang  Merah Putih  14 Febuari 1946, Jeffry Rawis  SE ketika ditemui disesla-sela Acara hala Bi Hala  Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP 14 Febuari 1946 ,Sabtu (1/8)2015 mengatakan sejalan dengan salah satu misi organisasi kami  Generasi  Penerus Perjuang Merah Putih 14 Febuari 1946 .kita selalu mendinamisasi supaya ada spirit yang terus berlanjut dalam membangkitkan tali persaudaraan diantara sesama saudara sebangsa." Karena ini keluarga, keluarga Merah Putih. Jangan ada yang merasa diri anak tiri di negeri ini.  kita semua  satu bersudara, jangan kita melihat lagi dari latar belakang agama apapun," ujarnya.

 

Sesuai perjuangan, Jeffry menegaskan  karena ini adalah momentum, kita bersama saudara muslim seluruh dunia, terutama  Indonesia, Islam Nusantara menikmati kemenangan lewat Idulfitri ." Maka Hari inilah kita gelar Halal bi Halal, pesta rohani budaya khas Indonesia, pesta rohani khas Budaya Nusantara. Kita persembakan ini untuk semua, yang kita undang semua bukan cuma kelurga pejuang,tetapi juga ada dari berbagai etnis, latar belakang dari  seluruh Indonesia," tegasnya

 

Untuk itu, Jeffry menjelaskan. DPP GPPMP 14 Febuar I 1946 kedepan akan banyak program yang berciri khas adalah akan terus  menegakan  panji-panji merah Putih.Kedua. melakukan revitalisasi Bela Negara. "Jangan lupa,dalam  satu survey International Indonesia punya kemampuan bela Negara itu  posisinya pada 90 Dunia. No. 1 Israel No 2. Korea No 3. Amerika. Kita nomor 90an. Kalau jaman Bung Karno , kita nomor 1, sekarang kenapa bisa begitu." jelasnya..

 

Sesuai perkembangan, Jeffry merimcinya  Ketiga. Kita ingin merekatkan kembali rasa persaudaraan sesama  anak bangsa, sebagai kelurga besar Merah Putih  lewat lewat program-program. " Pokoknya  banyak yang kita kemas bersama Dari DPD DKI Jakarta, "rincinya.

 

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pembina  , Theo Sambuga  mengatakan  satu kegiatan yang baik, Generasi Penetrus Perjuangan Meah Putih14Febuari 1946. Satu peristiwa heroik yang terjadi di Minahsaa Sulawesi utara. "Berapa bulan sesudah kemerdekaan, pada waktu itu perjuangannya adalah memperjuangkan dan mempertahankan NKRI yang baru diperjuangkan.rang Sulawesi Utara, Minahasa menjadi bagian yang tak terpisahkan. Usaha-usaha koloniual Belanda untuk tetap  menduduki di Minahasa ,Sulawesi Utara," uangkapnya.

 

Untuk Itu, Theo mengakui  tetapi rakyat Sulawesi utara melakukan perlawana, waktu itu dan pemuda-pemudanya, termasuk tokoh-tokohnya berrjuang disekitar Belanda. Tetapi dia sadar, akan  panggilanya sebagai republik yang baru merdeka. "Dia ikut berjuang bergabung dengan  bung Karno dan Bung Hatta memperjaung kemdekaan. Peritiwa itu mengcenggangkan Belanda yang ada di Indonesia saja, tetapi mencegangkan dunia International," akunya.

 

Sevagai perjuangan, Theo menandaskan  dan akhirnya memberikan kontribusi yang bagi perjuangan di medan deplomasi. "Ini  pemuda Generasi yang sekarang ini, sudah lama organisasi ini, sudah puluhan tahun.ia ingin meneruskan perjuangan ini dansaya kira ini suatu hal yang positif. Inilah  berbagai kegiatan,adalah bagaimana nilai-nilai perjuangn ini diteruskan di elaborasi dalam tantangan mayarakat dewasa ini."tandasnya.(vk)

Thursday, 18 June 2015 11:12

Irjen Pol Anton Charliyan Adakan Beda Buku

Written by
Jakarta, koranrakyat.com,--Perjalanan kepimpinan nasional,diharapkan semua dapat berorentasi kepemimpinan orang Timur.Pasalnya, kepemimpinan jangan hanya berorentasi pada kepemipimpinan Barat, karena kita memiliki segudang budaya dikenal dengan kearifan Lokal menjadi modal membangun sebagai anak bangsa yang berbudaya, semangat perjuangan. 
 
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Anton Charliyan  ditemui usai melakukan beda buku berjudul Masetr Leadirship dikawasan Cikini, Selasa (16/6)2015 mengatakan  belakangan ini, saya amati  sekarang prinsip-prisip kepimpinan kita ini lebih banyak berorentasi kepada kepimpinan barat, sementara ini kita orang timur. "Satu teori akan lebih mengangkat dan lebih membumi apa bila sesuai dengan adat istiadatnya, karena  itu saya membuat yang disesuai dengan adat dan kondisi budaya timur, khususnya dengan budaya Indonesia. itu yang melatar belakangi,"ujarnya.
 
Menyigung pemahamam kearifan lokal, Anton menegaskan kearifan lokal tersebut, justru budaya-budaya yang sudah ada sejak dulu , baik dan sekarang masih ada bahkan yang masih tertulis, naska-naska kuno." Atau kah mungkin perna dilaksanakan oleh pendahulu kita. Yang menjadi para raja dan mungkin termasyur, raja yang berhasil  seperti misalkan di Tanah Jawa Ada Gajah Mada, Ada Prabu Hayam Wuruk. Di tanah Sundah ada Prabu Suliwangi dan ada juga pemimpin besar seperti Bung Karno, Ki hajar Dewantara, harus menjadi sumber ilham, harus menjadi sumber utama," tegasnya .
 
Sesuai perkembangan, Anton menjelaskan justru bukan gaya-gaya kepemimpinan barat. Ini bukan saya anti barat, tetapi barat itu sebagai pendamping saja. Yang utama kalau kita ingin khas harus berakar,dari budaya sendiri.  "Kenapa tadi , mungkin banyak pertanyaan. Tokoh kepemimpinan  di Indonesia  kurang pas, Karena tidak pas karena kita harus meredi fungsi kepemipinan itu. Bagaimana kalau kepemimpinan berdasarkan Barat itu. Mengerakan, menguasai dan menduduki, kembali kepada konsep kepemimpinan. Karena itu kepada konsep kepemimpinan itu pariden (artinya saling mengingatkan), Jawa (eling mandaling), di Sulawesi sipakaina, si pakatau  (saling mengingatkan),saling memberitahu dan saling memberi tahu . Ini sesuai dengan konsep agama di agama Islam," jelasnya 
 
lebih jauh, Anton menandaskan mari kita saling mengingatkan untuk menuju kepada kebenaran. Dengan demkian ada satu filosofi soft,saling mengingatkan untuk mencapai tujuan bersama yang hak , baik kebenaran bathin.Sekarang kepimpinan hanya kebenaran lahir. yang ditujuh ini tahkta. 
"Menurut saya baru sebagian-sebagian, makanya lebih banyak kita mengadopsi kepemimpinan barat. Saya ingin kembali mengingatkan, dari kearifan lokal diseluruh Nusantara. kalau orang Sumatera jadi kearifan sumatera. kalau dari Sulawesi da kearifan Sulawesi. Sehingga itu menjadi puncak ke indonesian. Puncak dari Kearifan nasional dan budaya," tandasnya. (vk)
Tuesday, 26 May 2015 14:13

Polri Gandeng Dikti Ungkap Kampus Bodong

Written by
Jakarta, koranrakyat,com- Munculnya dugan Ijasah palsu yang dihadirkan oleh sekelompok pengguna, baik dari Perguruan Tinggi yang memiliki  kreditas dan sejumlah orang yang mengikuti ujina untuk memdapatkan keterampilan dan dikeluarkan ijsah dengan membayar sejumlah uang terus saja menjadi sorotan tajam. Pasalnya hal ini menjadi bentuk sidak yang dilakukan. Sayangnya, hingga kin belum ada yang melaporkan dan bentuk seperti apa.
 
Kepala Kepolisian Republik Indonesia(Kapolri), Jenderal Pol Badrodin Haiti ditemui di Mabes Polri, Selasa (26/5) mengatakan hingga kini belum , nanti hari ini mau kita koordinasi karena kemarin Pak Mentri masih sibuk sehingga belum sempat koordinasi." Engga ada timnya, cuma rapat koordinasi saja,Ya nanti kita lihat, kan belum tau bentuk pemalsuan apa, apa orang lain yang memalsukan (aspal), orang tidak kuliah disitu, hanya membayar saja. atau SKS  belum cukup .Kan itu kan beda- beda," ujarnya. .
 
 
Selanjutnya, Badrodin menegaskan kita pelajari substansi materinya. kita kan belum sampai kesana .  kita sekarang ini akan melakukna  kordinasi di kantor Dikti. nanti hasilnya tentukan akan lebih jelas bentuk pemalusan seperti apa. " Kalau hasilnya itu sudah ada bentuknya, nanti akan di pelajari dan diselidiki. Kalau sudah ada tentunya Polri akan terus mengusut keberadaan pembuatan ijasiah palsu dan institusinya," tegasnya.  (vk)
Tuesday, 26 May 2015 13:34

Belum Ada Korban Dugaan Ijasah Aspal PTS

Written by
Jakarta, Koranrakyat.com- adanya dugaan Ijasah palsu yang terus merebak yang sempat menjadi pembicaraan serius dan sudah ada arahan Wakil Presiden. Hingga Kini Polri terus menunggu dari sejumlah yang dirugikan dapat melaporaj secara resmi sehingga dengan laporan itu Polri melakukan tindak lanjut dan berusaha menangkap pelakunya.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjen Pol Agus Ryanto ditemui di Mabes Polri, Senin (25/5)2015 mengatakan sampai sekarang laporan terkait Ijasah Palsu itu  belum di terima, Polda Metro Jaya tadi saya sudah komunikasi belum ada laporan." Laporan hari ini, tentu kita berharap bagi mereka yang merasa dirugikan oleh pihak yang mengeluarkan ijasah bisa segera melaporkan kepada pihak kepolisian," ujarnya.
 
Menyinggung hal itu, Agus menegaskan terkecuali bagi mereka yang sengaja  berarti ikut terlibat. Sampai saat ini kita belum dapat laporan tentang hal itu. " Namu tetap kita akan berkoordinasi dengan pihak kementerian terkait. Kalau memang disana ada data-datanya. akan pro aktif dan bagaimana pun kita berharap laporan itu kita perlukan, dasar laporan itu lah langkah awal untuk menindak lanjuti akankita laksanakan berikut. Siapapun itu berbicara pihak mana nanti apa bila ada kita terima dan kita telusuri dan kita selidiki," tegasnya.
 
Ketika ditanya ini menyebar didaerah-daerah, apakah ada pengamanan khusus, Agus menjelaskan yang dibeberapa tempat, kalau menyebar dibeberapa tempat.  Tentunya ada bagi kami tentunya melalui kepolisian daerah setempat sampai Polres. "Karena melalui Bapak Wakil Presiden sudah menyampaiak arahan kepada kementerian terkait, bisa membantu dan menangani pengungsi. dalam hal ini Polri tentunya mendukung sepenuhnya," jelasnya
 
Menyinggung peran, Agus mengakui kembali lagi peran masyarakat sangat kita perlukan dalam pengawasan. Selain dengan yang kita bersama pihak Imigrasi yang ada disekitar dimana mereka berada, kita perlu miningkatkan pengawasan. "Sampai hal-hal seperti ini tidak menjadi masalah di rakyat kita. tentunya atensi bapak wakiL presiden kita wajib dukung atas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi ijin masuknya," akunya.
 
Selama ini, Agus menambahkan sesuai arahan  dan Polri sudah memberikan arahan kepada jajaran untuk memback up seluruhnya sesuai dengan kapasitas kita. "Mudah-mudahan apa yang diharapkan Bapak WakiL Presiden bisa terwujudnya dan kita mendukung sepenuhnya," tambahnya.(vk)
Friday, 15 May 2015 13:12

Polri Periksa 15 Saksi Kasus Bocornya Unas

Written by

Jakarta, koranrakyat.com-  Proses pemeriksan terkait dengan  kasus ada bocoran soal Ujian Nasional yang diduga diperjual belikan, hingga   proses pemeriksan terus berlanjut. Sampai sekarang kini sudah 15 saksi yang diperiksa, namun sayang berlum berbuah hasil dan menetapkan tersangkanya.

 
Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjen Pol Herry Pastowo ditemui di Mabes Polri, Juamt (15/5)2015 mengatakan sampaia sekarang prosesnya masih berjalan dan sudah ada 15 saksi yang kita periksa." Hingga kita belum ada tersangka," ujarnya. 
 
Selanjutnya, Hery mengakui kita masih pendalaman  dan sekarang ini kita lagi  periksa dari PNRI. "Masih kita periksa dari sana dan , masih kita dalami beberapa saksi.  beberapa kita sita  dari labtopnya, smsnya dan dari hand Phonenya,"akunya. 
 
Ketika ditannya ada  4 pelapor, Herry menegaskan  yang sudah kita periksa itu perempuan  dan itu yang sudah kita periksa." Sudah kita cek laptobnya,dari juga dari  teman-temannya," tegasnya.
 
Berkaitan dengan kerja sama dengan Geogel, Herry menjelaskan kita masih menunguu dari geogel Amerika." Pasal  ada penjelasann, bahwa itu harus ada penelitiannya dan itu ada prosedurnya demikian, tidak bisa langsung," jelasnya.(vk)
Thursday, 23 April 2015 09:13

Mabes Polri Dalami Bocoran Unas

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Proses pemeriksaan kasus Ujian negara yang diduga kuat ada penjualan soal ujian, hingga kini terus dilakukan penelusuran lebih jauh. Meskipun hingga kini, belum ditemukan tersangkanya. Kini Polri bekerja sama dengan Geogel untuk mencari tahu adress dari situs yang digunakan. Dimana saja Tempat kejadian perkara dan warnet mana yang digunakan.dan ada 10 orang yang dioperiksan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Anton Charliyan di Mabes Polri, Rabu (22/4) 2015 mengatakan untuk masalah Ujian negara (UN) , itu memang sampai saat ini  belum bisa di tentukan tersanakanya. " Yang sudah diperiksa itu ada sekitar 13 orang. Tiga orang pelapor itu sudah jelas, yang lainnya 10 orang itu dari percetakan negara dan dari diknas, "ujarnya

Sesuai perkembangan. Anton mengakui sementara ini, Polri masih agak kesulitan untuk mengungkap dan sekarang, kenapa karena situs itu sempat ditutup. " Diblokir dan kita sekarang kita sedang kerjasama Geogel untuk menelusuri adress situs tersebut masuk. Jadi mohon waktu rekan-rean sehingga masalah ini cepat teruangkap. Mudah-mudahan ada kerja sama dengan geogel ini  bisa segera diuangkap minimal adress dan bisa kita ketahui siapa pelakunya. Itu masalah ujian negara," akunya..   ketika ditanya kesuliatan apa, Anton menandaskan  kita kan harus menelusuri masuknya  situs tersebut. Masuknya situs itu ada satu adress. Apalah itu dari Email atau dari mana. "Dari mana dan ke mana , ini akan kita telusuri." Sudah dapat juga kan kita tetap menelusuri. Bisa saja dia pinjam misalkan buat warnet, warnet kan siapa orangnya , bisa lupa lagi. masih mingkin cukup panjang," tandasnya..

Menyinggung kerjasama dengan Geogel, Anton menjelaskan itu ada kerjasama  international. Dan goegel disini kan kerjas sama dengan yang ada di indonesia dan di Indoensia ada perwakilannya. "Di Singapura ada perwakilannya.  Ini kan disampaikan dan bisa kita buka disana.  Apakah ada dari bukti-bukti yang ada menagrah kepasa seseorang, justru kita sedang mencari situs, justru masuknya ke situs itu sendiri sedang kita telusuri. Kalau Masalah itu mungkin, bisa saja salah satu masukan yang kita sampaikan kepenyidik. Mungkin dari teman-teman ahli ITE bisa membantu. ya bagaiman teknik-teknik bisa mengungkap ini. Merupakan modus baru, diamasukan ke geogel," jelasnya..

Ketia ditanya perannya, Anton merincinya 10 saksi di percetakan peran ada yang mencetak, ada yang membungkus, ada bagian yang menyalinnya, macam-macam. "  Pelapornya 3 orang, terlapor belum ada. hingga kini masih dilakukan penyelidikan. pelaporanya tiga orang terlapor masih dalam penyidikan. Yang belum bisa kita simpulkan, nanti kita lihat, sebelum mendapat data-data yang akurat, pemeriksan itu datar-datar saja. Kalau sudah barang bukti, pemeriksan yang akurat, baru kita bisa mengarah lebih jauh. Karena data-data adressnya, situr  sampai sekarng belum kita ungkap," rincinya..

Untuk itu,Anton menambahkan yang dilakukan oleh Dekdibud, akran ini dilakukan oleh Bareskrim. Terhadap mendikbud. Saya kira itu tindakan penyelamatan, begitu pun juga dikbud sebuah tindakan penyelamatan. Tentupun juga  tidak penyelamat.Tidak usah saling menyalakan,mungkin saja sudah jelas, sudah ada terlapornya dan tersangka. Nanti bisa kita ungkap." Apakah batas waktunya  yang kita ungkap. Dalam penyelidikan, bisanya tidak ada target waktu. Sampai  selesai, kalau dikejar-kejar bantu tidak tajam," tambahnya. (vk)

 

Malang,Koranrakyat.com,- Audisi Duta pendidikan Malang, tersisisi 30 peserta dalam audisi di aulah Dinas Pendidikan Kota Malang.Diknas berjanji akan  mengajak duta pendidikan Malang yang terpilih nanti untuk bisa berkolaborasi, dalam mensosialisasikan program pendidikan di Malang.

           Dikatakan Suwarjana, SE, MM Sekretaris Dispendik Kota dalam sambutan membuka audisi Duta Pendidikan Malang di kantor Diknas Senin (23/4) kemarin. Para siswa yang menempuh pendidikan di Kota Malang tidak hanya siswa yang berasal dari kota Malang namun juga banyak yang dari luar kota malang,Dan siswa yang dari luar kota Malang ingin menempuh pendidikan di Kota malang karena dengan alasan pendidikan di kota malang sangatlah bagus.

          Dikatakan Suwarjana Untuk itu calon duta pendidikan di kota Malang harus tahu sejarah kota malang dan sejarah pendidikan kota malang dan untuk diperkenankan mengenalkan bahwa sistem pendidikan di kota malang itu unik, kemudian ada sebuah aturan sekolah SD, SMP gratis  tapi mestinya orang tua pun mau dan ingin untuk membayar sekolah karena sebuah aturan yang harus kita taati. Kemudian setiap ada permasalahan yang muncul di dunia pendidikan pasti dinas media akan muncul hal-hal negatif, bagi kami dinas pendidikan tidak takut terhadap itu karena hal itu kami anggap sebagai penyeimbang kami.

           Masih dikatakan Suwarjana Kalau nanti kami tidak ada istilahnya yang memimpin atau yang mengawasi kami akan asik-asik saja dengan sebuah mutu pendidikan yang ada di wilayah kota Malang. Kemudian sedikit kami beritahukan kepada calon duta pendidikan kalau di wilayah kota Malang ini setiap saat pengumuman kelulusan kalau dibandingkan dengan kota lain dari greet dan rata-rata kelulusan kita berada di rangking yang lebih bagus dibandingkan dengan kota lain, insyallah untuk calon duta pendidikan di kota Malang disaat mereka ujian mereka benar-benar teliti dan termasuk teman-teman guru tidak mengijinkan siswa untuk contek menyontek, dan soal tidak pernah bocor. Mungkin tahun kemarin pernah tau jika ada permasalahan bahwa dinas media di muat karena ada permasalahan bocoran soal dan kunci jawaban di kota-kota lain, untuk itu kota Malang berharap untuk tidak melakukan hal seperti itu dan mengharamkan membocorkan soal dan kunci jawaban ujian.

Dan alhamdulilah setiap tahunnya kita selalu diberi raport untuk melaksanakan ujian nasional, dan kota malang adalah kota yang bersih dan sama dengan kota daerah istimewa Jogjakarta sama sebagai kota pendidikan juga disana.

            Mungkin itu gambaran-gambaran tentang pendidikan di Kota Malang dan bagi yang terpilih menjadi duta pendidikan Kota malang 2015 ini nanti bisa kolaborasi dan koordinasi dengan kami agar mereka tidak salah dalam hal menyampaikan tentang pendidikan kota Malang.Sebentar lagi  HUT Kota Malang dan juga hari pendidikan nasional mungkin bisa berkolaborasi siapa pemenang dan kita konsultankan di hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2015 nanti. Sedangkan  Kegiatan duta pendidikan ini dalam rangka Hut 101 kota Malang, 13 Tahun Koranrakyat dan 11 Tahun Afa Production. (mbar/lia)

Sunday, 22 March 2015 14:05

Memilukan 17.520 Sekolah Tak Teraliri Listrik

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com – Kemendikbud meminta bantuan Kementerian ESDM untuk mengatasi krisis listrik di sekolah. Menurut data yang dibawa Mendikbud Anies Baswedan, ada 17.520 sekolah yang belum teraliri listrik. Ironisnya, tidak ada satu pun provinsi yang seluruh sekolahnya mendapat listrik.

Di kantor Kementerian ESDM, Anies menjelaskan, jumlah sekolah yang belum teraliri listrik itu tidak termasuk MI, MTs, dan MA. Sebab, sekolah itu berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag). ’’Kami ke sini untuk memastikan anak-anak bisa belajar lebih baik,’’ ujarnya, Jumat (20/3).

Data yang dibawa mantan Rektor Universitas Paramadina itu sangat lengkap. Selain nama sekolah, ada alamat, nomor telepon, sampai status aliran listrik yang ada sekarang. Apakah tidak ada sepenuhnya, menggunakan genset, atau kombinasi dengan tenaga lainnya seperti tenaga surya.

Pertemuan dengan Menteri ESDM Sudirman Said, Dirjen Ketenagalistrikan Jarman, dan Dirjen Energi Baru Terbarukan Rida Mulyana menghasilkan kesepakatan. Yakni, membentuk task force atau gugus tugas. Data awal dari Anies akan diverivikasi dan dicari jalan keluar terbaik.

’’Apakah karena tidak ada jaringan atau sudah ada jaringan tapi belum pasang,’’ katanya.

Tim akan bekerja ke seluruh Indonesia karena belum ada provinsi yang seluruh sekolahnya teraliri listrik. Untuk saat ini, elektrifikasi tertinggi baru di Jawa Tengah dengan rasio 97 persen.

Untuk wilayah terendah, ada di Provinsi Papua yang baru 55 persen sekolahnya teraliri listrik. Bahkan di Jakarta, baru 92 persen yang menikmati listrik. Itu berarti, dari 2.443 sekolah di ibu kota, masih ada sekitar 196 sekolah yang belum ada listriknya.

Data yang dimiliki Kemendikbud, dari 20.824 sekolah yang ada di Jateng, baru 20.199 teraliri listrik. Berarti, ada 625 sekolah tanpa listrik.  Di Jogjakarta, dari 1.852 sekolah, baru 1.777 sekolah teraliri listrik, dan 75 sekolah belum. Di Jatim, dari 20.740 sekolah, sebanyak 19.703 sudah mendapat listrik dan menyisahka 1.037 sekolah tanpa listrik.

Untuk kawasan yang paling sedikit rasio elektrifikasinya, ada di Papua. Dari 1.956 sekolah, baru 1.075 atau 55 persen saja yang teraliri listrik. Sedangkan 881 sekolah belum terjamah listrik. Di Sulawesi Barat juga cukup banyak. Dari 1.684 sekolah, ada  624 yang belum teraliri listrik. Begitu juga di Papua Barat, dari 854 sekolah, ada 291 sekolah tidak memperoleh listrik.

’’Tapi, kami juga mengundang partisipasi publik. Kalau ada sekolah yang belum teraliri listrik, bisa lapor ke sahabat.kemdikbud.go.id,’’ ujarnya.

Soal kebutuhan listrik di sekolah-sekolah, pejabat kelahiran 7 Mei 1969 itu menyebut beragam. Kebutuhan tertinggi ada di SMK yang berbasis teknologi, yakni 6 ribuan volt ampere (VA). Untuk SMK yang tidak membutuhkan alat untuk praktik, sekitar 4 ribuan VA.

’’SMK butuh banyak listrik untuk menjadi ujung tombak proses kemajuan,’’ katanya. Pasokan listrik, disebutnya bisa membuat SMK mengejar ketertinggalan. Sedangkan untuk sekolah-sekolah lainnya, diarahkan mendapat listrik sebanyak 2.200 VA.

Menteri ESDM Sudirman Said mengaku terkejut dengan data yang dibawa Anies. Dia memastikan akan mendukung rencana Anies untuk mengaliri seluruh sekolah dengan listrik. Minggu depan, rencananya tim task forcemelakukan pertemuan untuk membahas langkah-langkah awal.

Apalagi, di ibu kota atau kota-kota besar lainnya masih ada sekolah yang tanpa listrik. Dia berharap tim task force bisa memetakan dengan segara kondisi itu. Apakah benar-benar tidak ada listrik atau dicabut karena pembayarannya menunggak.

Dia menjelaskan, saat ini rasio elektrifikasi di Indonesia baru 84 persen. Program mengalirkan listrik ke sekolah akan dijadikan pintu masuk memperluas rasio elektrifikasi. ’’Di tempat yang terpencil, fasilitas pendidikan akan menjadi penghubung dalam pembangunan listrik selanjutnya,’’ ungkapnya.

Opsi pembangkit yang digunakan bermacam-macam. Bisa dengan energi baru terbarukan untuk di wilayah pelosok karena susahnya membangun pembangkit konvensioal. Untuk pendanaan, bisa dengan skema share dari Kemendikbud dan pemerintah daerah (Pemda). ’’Bisa juga meminta perusahaan tambang daerah untuk membantu,’’ katanya.

Lantaran baru melakukan pertemuan, mantan bos PT Pindad itu belum bisa memasang target atau kebutuhan dana. Menurutnya, semua akan terang setelah tim melakukan pertemuan dan melakukan verifikasi data. ’’Filosofinya, sekolah itu peradaban yang harusnya maju duluan. Kalau sekolahnya seperti itu, ya susah (untuk maju),’’ terangnya.(as)

PROBOLINGGO,KORANRAKYAT.com

Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan generasi yang berkualitas pula, pendidikan melibatkan beberapa aspek penting agar tercapai tujuan dari pendidikan tersebut. Guru yang berkualitas, sarana dan pra sarana yang memadai, metode pembelajaran serta peran pemerintah.

Selasa (05/2014) PT. Putra Sampoerna Foundation (PSF) melalui fasilitas penyedia layanan pengembangan pendidikan yang dibentuk dalam School Development Outreach telah melaksanakan rangkaian lokakarya dan pameran pendidikan berdasarkan pembelajaran Problem Based Learning yang juga merupakan implementasi dari kurikulum 2013 dengan tema “belajar dari kearifan lokal” yang dilaksanakan di Pendopo kabupaten Probolinggo. Acara tersebut merupakan bentuk dari sumbangsih serta kepedulian pengusaha dalam pendidikan Indonesia. Adapun isi dari acara, pameran hasil kompetisi yang diikuti sekolah peserta EQUIP (Education Quality Improvement Program) dan dilanjutkan tanya jawab dari Problem Based Leraning.

Acara dimulai sekitar pukul 09.30, yang ditandai dengan bunyi gong oleh Bupati Probolinggo Hj. Tantri. Acara tersebut diikuti oleh beberapa guru serta beberapa sekolah pilihan, diantaranya SMAN 1 Probolinggo, SMAN 3 Probolinggo, SMAN 1 Kraksaan, SMKN 1 Kraksaan, SMAN 1 Dringu, SMAN 1 Gending, SMAN 1 Tongas, SMAN 1 Gading.

Hj. Tantri dalam sambutanya “ berterimakasih kepada semua pihak, terutama kepada Putra sampoerna Foundation dan PT. HM Sampoerna karena telah membantu dalam mengembangkan serta meningkatkan pendidikan di kab. Probolinggo. Atas nama pemerintah, saya membuka pintu untuk PT. Putra Sampoerna yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Probolinggo, selain di dunia pendidikan pun juga dalam pemberdayaan perempuan serta enterpreneurship. Karena mengingat angka buta aksara di probolinggo terutama perempuan masih cukup banyak”, jelasnya.

Head of School Development Outreach Putera Sampoerna Foundation Ben Suadi selanjutnya memberikan cendera mata ke Bupati Probolinggo Hj.P. Tantriana Sari sebagai bentuk apreasiasi atas dukungan pemerintah Kabupaten Probolinggo terhadap program yang dijalankan Putera Sampoerna Foundation (PSF). PSF bersama mitra bekerjasama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan melaksanakan rangkaian lokakarya dan pameran pendidikan berdasarkan Problem Based Learning  di empat kota di Jawa Timur, Jember, Probolinggo, Pamekasan dan Lumajang. Pembukaan pameran pendidikan di Probolinggo dilaksanakan hari ini (13/05) dengan mengusung tema "Belajar dari Kearifan Lokal

Sementara itu, Fathurrozi selaku kepala Dinas Pendidikan di Probolinggo menyampaikan upaya PT. Putra Sampoerna yang berkontribusi dalam pendidikan di kabupaten Probolinggo telah memenuhi tugas pengusaha sebagai bentuk apresiasif dunia pendidikan. “ Acara ini dilaksanakan karena beberapa aspek, yaitu adanya kurikulum 2013 yang mengharuskan pembelajaran berbasis Problem Based Listening melalui metode pembelajaran yang inovatif dari guru, Kemendikbud mengharuskan melaksanakan kurikulum 2013 maka PT. Putra sampoerna telah melakukan percepatan dalam implementasi kurikulum 2013 guna mengembangkan kemampuan guru dalam pembelajaran sehingga memaksimalkan siswa yang kompetitif  dan berpotensi untuk diri sendiri maupun masyarakat. Tanggung jawab pendidik tidak hanya tanggung jawab pemerintah namun juga tanggung jawab pengusaha”. katanya.

Pameran pendidikan pembelajaran problem based learning yang merupakan serangkaian dari Education Quality Improvement Program (EQUIP), selain dilaksanakan di Probolinggo juga dilaksanakn dibeberap temapat diantaranya: Jember (12-13 mei), Pamekasan 14-15 Mei), dan Lumajang (2-3 Juni) yang mengusung tema yang berbeda-beda. Meskipun begitu, tujuanya sama, aitu memenuhi kebutuhan para pendidik dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 serta meningkatkan keterampilan pendidik untuk menjadikan peserta didik lebih kompeten.

2 Sub program penting dari EQUIP diantaranya: (1) program based learning (PBL) fokus pada guru, bagaimana mengorganisasi dan melaksanakan pembelajaran berbasis masalah di kelas. Pembelajaran ini memanfaatkan kegiatan pembelajaran yang terorganisasi yang fkus pada kompetensi siswa. PBL menekankan pada fasilitator oleh guru yang menantang dan menginspirasi siswa menjawab permsalahan kompleks dalam situasi nyata. (2) Leadership program tahap (LP2) fokus pada kepala sekolah (manajemen sekolah) dan kesiapan sekolah mendukung penerapan pembelajaran berbasis masalah.  Program LP2 mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tim manajemen sekolah dalam membangun suasana belajar yang mendukung khususnya pengembangan pembelajaran saintifik dan umumnya penerapan kurikulum 2013.

Bagaimanapun dunia pendidikan di Indonesia memang perlu perhatian lebih, tidak hanya pemerintah, pengusaha serta masyarakat memiliki tanggung jawab agar negara Indonesia dapat berkurang indeks pendidikan yang masih rendah. Peran serta PT. Utra Sampoerna merupakan inspirasi baik pemerintah, instansi mauun masyarakat untuk terus mengembangkan pendidikan dan pemberdayaan human quality.

“kami, tidak bekerja sendiri. kami juga bekerjasama dengan pemerintah untuk mengetahui perkembangan pendidikan di Indonesia, juga bekerjasama dengan seluruh media agar dapat menginformasikan bagaimana perkembangan pendidikan Indonesia kepada masyarakat”, jelas Ben Suwandi dalam jumpa pers selasa siang kemarin. (n)

 

 

SURABAYA,KORANRAKYAT.com Sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (Dit. PPKLK Dikdas) Kemdikbud melakukan kerjasama dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO)Jatim. Kerjasama ini dalam rangka Program Link & Match Pendidikan Khusus Dunia Industri.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (Dit. PPKLK Dikdas) Kemdikbud Mudjito mengatakan, kerjasama ini dapat menjembatani Dunia Pendidikan dengan Dunia Industri. “Kami menyambut baik Kerjasama yang dilakukan APRISINDO guna meningkatkan kemampuan kecakapan hidup penyandang disabilitas yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan dunia industri’’ kata Mudjito usai membuka Workshop PKLK di Novotel Surabaya Hotel (12/05/2014).  

Selain itu, tujuan diadakannya kerjasama yakni mempersiapkan kemandirian dan transisi memasuki dunia kerja terutama dalam lingkup industri persepatuan di Jawa Timur.‘’kita libatkan Sekolah Luar Biasa(SLB) dengan dunia industri bagi anak berkebutuhan khusus melalui pendidikan maupun pengerjaan produksi yang disesuaikan dengan kemampuan sehingga nantinya dunia industri menerima anak berkebutuhan khusus sebagai pekerja seperti layaknya  anak pada umumnya paska pendidikan di sekolah’’ paparnya .

Menurut Mudjito, Anak berkebutuhan khusus merupakan masyarakat yang sebagian besar berada dalam kategori miskin dan paling termarginalkan diantara kelompok masyarakat yang lainnya. Karena itu, kata dia, berbagai kebijakan dan terobosan terus diupayakan oleh pemerintah yakni 2 isu penting menjadi fokus kebijakan Direktorat PPKLK Dikdas yang pertama tentang Pemerataan Kesempatan dan Akses, dikembangkan melalui peningkatan daya tampung dan pembudayaan pendidikan inklusif dan pendidikan layanan khusus. Kedua, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, dikembangkan kebijakan terkait kemandirian (Post School Transition Program), Pusat Layanan Autis dan Keberbakatan, serta perubahan kurikulum yang relevan dan berorientasi pada implementasi pendidikan inklusif

Ditempat yang sama, Sekretaris APRISINDO Jatim Ali Mas’ud  mengatakan ,Jawa Timur merupakan provinsi dengan implementasi cluster industri alas kaki terbaik di Indonesia. ‘’APRISINDO Jatim memiliki komitmen untuk mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas melalui kesempatan kerja yang layak setara dengan masyarakat pada umumnya melalui Progam afirmasi yang nantinya dapat memberikan peluang besar untuk pemberdayaan penyandang disabilitas menuju kemandirian melalui pelatihan serta penempatan kerja’’ katanya.

Kedepannya akan dikembangkan upaya mewujudkan wirausaha baru di kalangan penyandang disabilitas di Jawa Timur. “Kebutuhan tenaga kerja industri alas kaki di Jatim tahun 2012 saja mencapai 8.736 orang, ini merupakan peluang besar bagi anak-anak berkebutuhan khusus pasca sekolah untuk bisa terserap menjadi tenaga kerja’’, harapnya.

Menurut Ali, Beberapa perusahaan alas kaki yang sudah mempekerjakan penyandang disabilitas membuktikan bahwa dengan pelatihan dan penanganan yang tepat mereka bisa bekerja dengan kemampuan yang sama bahkan lebih baik dari pekerja pada umumnya.

Program dengan dukungan anggaran mencapai sekitar 600 juta dengan mitra Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jatim ini diharapkan bisa berhasil dan nantinya direplikasi di provinsi lain ataupun dengan asosiasi-asosiasi lainnya di Indonesia.

Data dari Direktorat PPKLK Dikdas tercatat ada 5 SLB di Provinsi Jatim yang bersedia dibina Aprisindoyakni SLB-B Karya Mulya V Sidoarjo, SLB N Pembina Tingkat Nasional Malang, SLB N Sampang, SDLBN Juwet Kenongo Sidoarjo dan UPTD SLBN Tulungagung. Sementara Direktorat Pembinaan PKLK Dikdas akan memberikan bantuan berupa peralatan yang akan dipergunakan siswa ABK untuk membuat sepatu yang dibimbing dan dilatih oleh APRISINDO.

Perlu diketahui Penandatanganan MoU ini dilakukan bersamaan dengan berbagai rangkaian kegiatan di Kota Surabaya yaitu Workshop Pembinaan UKS, Workshop Penyusunan Pedoman Pendidikan Jasmani Adaptif, Workshop Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan PKLK Wilayah Timur.

 

 

Saturday, 10 May 2014 07:55

USAID Prioritas Gelar Pameran Bidang Pendidikan

Written by

 SURABAYA,KORANRAKYAT,com,-Puncak pameran yang baik di bidang pendidikan tingkat Provinsi oleh USAID Prioritas  berlangsung di hotel Bumi Surabaya (30/4/2014). Sebanyak 15 Kabupaten sebagai mitra USAID ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut diantaranya Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tuban, Kabupaten bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Mojokerto. Sementara untuk wilayah yang baru bergabung diantaranya Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Blitar, kabupaten Lumajang dan Kabupaten Ngawi.

“Lima wilayah Usaid Prioritas yang baru ini sebelumnya telah menggelar Pameran Praktik yang baik di kabupaten masing-masing," kata Direktur Program USAID Prioritas ,Stuart Weston.Lebih lanjut Stuart mengatakan, pameran ini sebagai unjuk karya sekolah, siswa, guru dan kepala sekolah sebagai implementasi pelatihan dan pendampingan yang sudah dijalani, sehingga nantinya dapat mengembangkan program USAID Prioritas dalam bentuk diseminasi dengan dana mandiri.Adapun  material yang dipamerkan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hasil karya siswa dan guru, lembar kerja siswa, media pembelajaran, lembar evaluasi dan masih banyak yang lainnya.

Ditempat yang sama ,Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaiful Illah Yusuf mengatakan, sebanyak 15 Kabupaten di Jawa Timur berkesempatan memperoleh USAID Prioritas menyongsong penerapan kurikulum 2013.

“USAID Prioritas ini sangat membantu kemajuan dunia pendidikan Jawa Timur khususnya menyongsong penerapan kurikulum 2013," ujarnya

Langkah ini dipandang cukup efektif, sebab USAID Prioritas adalah program lima tahun yang dikembangkan USAID dan pemerintah Indonesia dari program Decentralized Basic Education untuk meningkatkan akses pendidikan dasar berkualitas."Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah melalui pelatihan guru pra dan dalam jabatan, meningkatkan tata kelola dan manajemen pendidikan disamping meningkatkan koordinasi antar Institusi Pendidikan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan sekolah." tandas Gus Ipul

Sementara Koordinator Program USAID PRIORITAS Jatim, Silvana Erlina menambahakan, pelatihan yang dikembangkan oleh USAID Prioritas ini sangat membantu pendidik dalam menerapkan kurikulum 2013 di sekolah masing-masing.

“Sebelum dilatih, para peserta pelatihan diajak studi banding ke sekolah-sekolah yang sudah mengimplementasi Program USAID sejak 2005 lalu, sehingga selain mendapat pelatihan, mereka juga dapat menimba ilmu secara langsung melalui sekolah-sekolah yang sudah berhasil menerapkan program USAID’’ katanya

Menurut dia yang membedakan Program USAID Prioritas dengan Program pendidikan lainnya yaitu para pendidik akan mendapatkan pendampingan sangat di sekolah. “ bentuk pendampingan dapat berupa pendampingan di kelas saat mengajar maupun di forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Perlu dikatahui selain pelatiahan terkait Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Pembelajaran Aktif  Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) untuk SD/MI ,serta Contextual Teaching & Learning (CTL),saat iniUSAID Prioritas juga mengembangkan software Aplikasi Laporan Pertanggung jawaban Keuangan (ALPEKA BOS) tingkat sekolah.(md)

 

 

Friday, 09 May 2014 08:37

Diseminarkan Standart Layanan Rumah Sakit

Written by

PERSI Jatim sosialisasikan Konsep Bisnis Pelayanan Rumah Sakit dan JKN SURABAYA.KORANRAKYAT.com Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Jatim menggelar Seminar nasional ke-10 tentang pengelolaan rumah sakit dan Surabaya Hospital Expo 2014 dengan tema “Perubahan Konsep Bisnis Pelayanan Rumah Sakit dan JKN” di Hotel Shangrilla Surabaya (7/5/2014). Ketua PERSI Jatim dr. Dodo Anando MPH mengatakan, konsep pelayanan Rumah Sakit salah satunya melalui akreditasi yang dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). ‘’ Tidak semua rumah sakit memperoleh akreditasi, namun PERSI Jatim akan terus melakukan pembinaan manajemen diberbagai rumah sakit didaerah terkait implementasi akreditasi dan pelaksanaan JKN’’kata orang nomor 1 di PERSI jatim dan Dirut RSUD Dr Soetomo tersebut. Menurut Dodo, selama tiga tahun PERSI Jatim melakukan pembinaan rumah sakit di daerah dengan melakukan safari manajemen ke beberapa daerah. ‘’ Pada tahun 2012, kami melakukan pembinaan rumah sakit di Madiun dan Jember, tahun 2013 di Tulungagung dan Kediri dan tahun 2014 di Malang,” ungkapnya. Ia menambahkan seminar kali ini juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan pelaksanaan tentang akreditasi rumah sakit versi 2012 dan pengembangan pelayanan kesehatan di rumah sakit serta pelaksanaan JKN. Ditempat yang sama, Ketua Panitia Seminar Nasional dr. Samsul Arifin MARS mengatakan, seminar tahun ini diikuti oleh 648 peserta dan pamerannya lebih banyak dari tahun lalu ‘’ ada sekitar 16 stand dari Rumah Sakit dan 63 Stand dari alat medis,’’katanya. Selain Seminar Nasional, APERSI juga mengadakan workshop tentang marketing dalam Rumah Sakit, Cost Management, cara mengatur dana BPJS, kualitas/ mutu Rumah Sakit, dan akreditasi Rumah Sakit. (md)

Thursday, 17 April 2014 10:35

Usai Unas Polisi Tangkap Siswa Bawah Sajam

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Untuk meningkat kualitas para siswa, nampak Pemerintan dan bekerja sama dengan Polisi terus meningkatkan pengamanan selama kegiatan ujian berlangsung hingga selesai. Namun disayangkan  sambut kelulusan  dengan evoria tawuran pelajar  pada saat lakukan konvoi, akibatnya cukup banyak  pelajar ditangkap karena membawa senjata tajam.

 Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto ketika ditemui di Mabes Polri, Kamis (17/4) mengatakan  patut  disayangkan dan perlu jadi  perhatian  karena kita prihatin selesai melaksanakan ujian, ada beberapa para siswa  melampiaskan kegembiraan kearah  cenderung  melanggar Undang-undang. "Antara lain,  ada yang  konvoi, hingga  terjadi  pelanggrana lalu lintas. Naik motor tidak pakai  helem, bergoncengan lebih dari dua orang, naik kendaraan bak terbuka dan kalau pun menggunakan mobil berpenumpang lebih dari kapasitas kendaraan . Seperti yang saya kemukan ada yang membawa sajam, kita lakukan penangkapan di   wilayah tertentu, tentu kita tetap berkoordinasi," ujarnya.

 Menyikapi hal itu,Agus menegaskan  bahkan ada juga yang terlibat tawuran, ini kita sayangkan. Selain itu juga ada siswa  yang membawa senjata tajam. "Ini dari awal kita sudah sampaikan agar  para siswa mempersiapkan diri dengan baik karena mereka yang nanti  akan memimpin negara ini beberapa tahun yang akan datang. Tetapi ternyata baru selesai melaksanakan ujian  nasional SMA sudah ada melakukan hal-hal di luar kita harapkan , bahkan cendrung melakukan tindakan melanggar hukum," tegasnya. 

 Melihat itu, Agus menjelaskan selesainya masa ujian belum berarti selesai juga  tanggung jawab para siswa ini terhadap keluarga, pada dirinya bahkan terhadap negara. "Bahkan kita melihat ataupun kita bisa  perkirakan selesai ujian SMA ini baru akan memulai tahapan kedewasaan diri. Sehingga sekali lagi saya berharap kepada mereka yang sudah selesai mengikuti ujian marilah kita menunggu hasilnya dan berdoa mudah-mudahan sukses," jelasnya

 Meskipun begitu, Agus juga menambahkan  tapi ada juga disatu wilayah di daerah Blitar, mensyukuri hasil pelaksanaan ujian lancar tertib dengan melaksanakan sujud syukur. "Sebetulnya hal-hal yang seperti ini patut kita contoh bukan sebaliknya  konvoi di jalanan yang mengganggu aktivitas, bahkan sampai terlibat tawuran bawa senjata tajam. Bukan Kesuksesan yang akan kita dapat, bahkan tidak menutup kemungkinan kita akan di proses yang akibatnya bermuarah kepada  proses pelanggaran hukum yang akan kita terapkan. Tapi secara umum situasi dalam kondusif, sekali lagi kita menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat terkait dengan selesai masa ujian nasional siswa SMA, " tambahnya (vk).

Thursday, 17 April 2014 10:09

Unas Ada Beberapa Siswa Harus Tes Di Tahanan

Written by

JAKARTA.KORANRAKYAT.com,-Pelaksaan Ujian nasional  untuk SMA yang berakhir hari ini, namun begitu pelaksanaan ujian di sekolah-sekolah pesertanya bukan hanya pelajar  tapi ada juga yang sedang menjalankan masa tahanan  baik di tahan Polda, Polres, dan Polsek.  

 Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi humas Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto kepda wartawan di Mabes Polri, Kamis (17/4) mengatakan untuk pelaksaan ujian sendiri tak ada masalah, sementara  sedang tersangkut perkara Pidana, sesuai dengan informasi yang saya terima  para kabid Humas Polda , memang ada beberepa wilayah yang melaksanakan ujian bagi mereka yang saat ini dalam proses penanganan para terkait masalah Pidana. "Teknis pelaksanaan di koordinasikan antara pihak sekolah, kepolisan, dan juga pihak instansi lain teman-teman dari CJS karena ada beberapa siswa sedang menjalani proses  penanganan  oleh teman-teman Kejaksaaan," ujarnya.

 Sementara itu, Agus mengakui ada yang mengikuti ujian di sekolah, di kawal oleh aparat kepolisian. "Kemudian yang melaksanakan  ujian di kantor Kepolisian disediakan tempat khusus oleh pejabat di kewilayaan sehingga melaksanakan ujian dengan dengan tenang dengan tertib juga. Kita juga menyiapkan waktu  bagi mereka untuk belajar malam hari sebelum pelaksanaan ujian. Sehingga persiapan keesokan hari bisa berlangsung dengan tertib dan lancar. Itu sudah kita laksanakan alhamdulliah lancar," akunya. 

 Selanjutnya, Agus menegaskan berkaitan dengan berakhirnya ujian nasional, untuk para siswa sederajat kami dari kepolisian menyatakan terima kasih kepada seluruh pihak  baik pihak sekolah, adik-adik pelajar. " Teman-teman dari kepolsian  instasi terkait lainnya sehingga pelaksanaan kegiatan ujian nasional yang berlangsung selama 3 hari kemarin telah berlangsung dengan tertib dan lancar," jelasnya. (vk)

Thursday, 27 March 2014 11:09

Mahasiswa Minta Korupsi Di Kampus Tak Dipetieskan

Written by

 

 

Malang,Koranrakyat.com- Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang kembali mendatangi Kejaksaan Negeri Malang, Kamis (27/3/2014).

Para mahasiswa ini membawa dua pocong dan membaringkan di teras kejaksaan.
Mereka juga menyalakan dupa, di depan dua pocong tersebut, hingga menimbulkan kesan mistis.
Menurut koordinator Humas HMI UIN Maliki, Hably Hasan, dua pocong tersebut adalah simbol kematian."Pocong itu simbol kematian kampus Islam karena korupsi. Serta kematian nurani pejabat karena korupsi," ujarnya.
Aksi ini lanjutan tuntutan mereka, terhadap transparansi penanganan korupsi pengadaan lahan kampus II UIN Maliki.Para mahasiswa menagih janji Kajari Kota Malang, Munasim, untuk memaparkan kronologi perkara tersebut.
Sayangnya, Munasim sedang umroh sehingga aksi para hamasiswa hanya ditemui Kasi Datun, Subhan.
"Kajari berjanji akan mengungkapkan kronologi perkara tersebut kepada kami. Kami datang untuk menagih janji itu," tambah Hably.
Kejari Kota Malang sudah menetapkan lima tersangka dalam perkara korupsi lahan kampus II UIN Maliki.Dua tersangka merupakan perangkat kelurahan Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Dua lainnya dari Kampus UIN Maliki, dan satu terangka baru seorang bekas PNS Pemkot Batu yang membantu proses transaksi.(wn)

Page 5 of 5

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Aksi pembuat berita bohong tentang Ijasah Presiden Jokowi atau Jokowi palsu...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM — Melalui proses yang panjang Tim Satgas Antimafia Bola bentukan Polri terus...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan