Headline News

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif
Last Updated on Apr 21 2019

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten...
Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas
Last Updated on Apr 21 2019

Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Sebanyak 9 anggota Polri tewas  saat melaksanakan tugas menjaga keamanan pemungutan suara Pemilu 2019.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat...
Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang
Last Updated on Apr 14 2019

Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang

      JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja...
Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya
Last Updated on Apr 14 2019

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan...
Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman
Last Updated on Apr 14 2019

Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman

Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman Cuaca cerah menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu 14 April 2019 pukul...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     

Malang, koranrakyat.com

            Dibawah kepemimpinan  Prof.  Dr. Ir  Mohammad  Bisri, MS   Rektor Universitas, kampus   Unibraw terus berbenah  selain infrastruktur juga kualitas  dari  para dosen  maupun mahasiswa ditingkatkan. Kalau tahun sebelumnya Unibraw telah menerima hampir 12.500   mahasiswa, S1  sedangkan tahun 2015 saat ini cukup 11.850  ribuan , karena Unibraw akan berusaha meningkat  kualitas dan  ingin bersaing di dunia  International. Dengan meningkatkan akreditasi  jadi A  dan meningkatkan grade   lebih maksimal.

            Seperti dinegara maju  seperti  halnya di Amerika bahwa perbandingan mahasiswa S1 (sarjana) dan S2 ( Master)  serta S3 (Doktor)   cukup seimbang , ya bisa fifty fifty sehingga perguruan tinggi itu dianggap cukup berkualitas , karena S2 dan S3nya sebanding  sementara di Indonesia  kalau  Prof  Bisri mengamati masih belum seimbang.  Oleh, karenaya kami akan juga  genjot untuk di Unibraw agar S2 dan  S3nya lebih meningkat.   contonya  Harvard  University  salah satu perguruan tinggi yang terbaik di dunia  itu  cukup seimbang  jumlah S1 dan S2 serta S3.

            Sedangkan soal infrastruktur  untuk fasilitas  Unibraw telah memiliki lokasi yang cukup bagus namun belum bisa  dimanfaatkan secara maksimal seperti halnnya lahan dikawasam Dieng   yang rencana dipakai untuk  kampus  Ub  yang  juga  dilengkapi dengan  sport center, dalam waktu dekat sebagian fakultas akan dipindahkan agar tidak terlalu sesak  di Unibrah, selain itu juga lahan didaerah Ngijo, Sumber pasir serta Jatikerto  dan di Griyashanta lahan 4,5 H dijadikan untuk Lab pertanian. Selain itu juga  lahan yang ada di wilayah Probolingo serta pembenahan Kediri yang sudah pernah berjalan , perkiraan tahun depan bisa menerima  mahasiswa  lagi, karena kampus sudah cukup siap.

            Sedangkan untuk organisasi di kedokteran  juga telah diperbaiki, termasuk dalam pembenahan laboratorium. di kedokteran. Sehingga akan bisa lebih berkualitas.Begirtu juga dengan sarana parkir  serta gedung  pekuliaan  agar lebih baik.

            Disisi lain juga mengharapkan ada sinergisitas dengan pemerintah  soal lapangan pekerjaan , sehingga  kita tak hanya produksi sarjana namun tak ada lapangan pekerjaan . Tentunya harus ada singkronisasi  kalau  saat  ini pemerintah sedang  memiliki program kelautan atau pertanian, maka kita akan siapkan , tinggal kebutuhannya berapa atau ada kuoto dari  pemerintah untuk  sarjana dari UB.  Sehingga akan lebih jelas kita tak hanya produksi  sarjana tapi   cari lapanngan pekerjaan mereka kesulitan.(fd/an)   

 

 

 

Tuesday, 04 August 2015 03:33

GPPMP Tidak Mau Di Anak Tirikan Sebagai Anak Bangsa

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Sesuai dengan salah misi gewnerasi penerus Pejuang Merah Putih 14 Febuari 1946 terus mendinamisasi dan memberkan sipirit terus membangkitkan tali persaudaraan sesama saudara sebangsa. Itu suatu bentuk kembali merekatkan rasa persudaraan, sehingga digelar  Halal bi Halal sebagai bentuk rasa saling menghormati dan saling menghargai untuk membangun  kebersamaan menuju bela negara.

 

Ketua Umum Generasi Penerus Pejuang  Merah Putih  14 Febuari 1946, Jeffry Rawis  SE ketika ditemui disesla-sela Acara hala Bi Hala  Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP 14 Febuari 1946 ,Sabtu (1/8)2015 mengatakan sejalan dengan salah satu misi organisasi kami  Generasi  Penerus Perjuang Merah Putih 14 Febuari 1946 .kita selalu mendinamisasi supaya ada spirit yang terus berlanjut dalam membangkitkan tali persaudaraan diantara sesama saudara sebangsa." Karena ini keluarga, keluarga Merah Putih. Jangan ada yang merasa diri anak tiri di negeri ini.  kita semua  satu bersudara, jangan kita melihat lagi dari latar belakang agama apapun," ujarnya.

 

Sesuai perjuangan, Jeffry menegaskan  karena ini adalah momentum, kita bersama saudara muslim seluruh dunia, terutama  Indonesia, Islam Nusantara menikmati kemenangan lewat Idulfitri ." Maka Hari inilah kita gelar Halal bi Halal, pesta rohani budaya khas Indonesia, pesta rohani khas Budaya Nusantara. Kita persembakan ini untuk semua, yang kita undang semua bukan cuma kelurga pejuang,tetapi juga ada dari berbagai etnis, latar belakang dari  seluruh Indonesia," tegasnya

 

Untuk itu, Jeffry menjelaskan. DPP GPPMP 14 Febuar I 1946 kedepan akan banyak program yang berciri khas adalah akan terus  menegakan  panji-panji merah Putih.Kedua. melakukan revitalisasi Bela Negara. "Jangan lupa,dalam  satu survey International Indonesia punya kemampuan bela Negara itu  posisinya pada 90 Dunia. No. 1 Israel No 2. Korea No 3. Amerika. Kita nomor 90an. Kalau jaman Bung Karno , kita nomor 1, sekarang kenapa bisa begitu." jelasnya..

 

Sesuai perkembangan, Jeffry merimcinya  Ketiga. Kita ingin merekatkan kembali rasa persaudaraan sesama  anak bangsa, sebagai kelurga besar Merah Putih  lewat lewat program-program. " Pokoknya  banyak yang kita kemas bersama Dari DPD DKI Jakarta, "rincinya.

 

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pembina  , Theo Sambuga  mengatakan  satu kegiatan yang baik, Generasi Penetrus Perjuangan Meah Putih14Febuari 1946. Satu peristiwa heroik yang terjadi di Minahsaa Sulawesi utara. "Berapa bulan sesudah kemerdekaan, pada waktu itu perjuangannya adalah memperjuangkan dan mempertahankan NKRI yang baru diperjuangkan.rang Sulawesi Utara, Minahasa menjadi bagian yang tak terpisahkan. Usaha-usaha koloniual Belanda untuk tetap  menduduki di Minahasa ,Sulawesi Utara," uangkapnya.

 

Untuk Itu, Theo mengakui  tetapi rakyat Sulawesi utara melakukan perlawana, waktu itu dan pemuda-pemudanya, termasuk tokoh-tokohnya berrjuang disekitar Belanda. Tetapi dia sadar, akan  panggilanya sebagai republik yang baru merdeka. "Dia ikut berjuang bergabung dengan  bung Karno dan Bung Hatta memperjaung kemdekaan. Peritiwa itu mengcenggangkan Belanda yang ada di Indonesia saja, tetapi mencegangkan dunia International," akunya.

 

Sevagai perjuangan, Theo menandaskan  dan akhirnya memberikan kontribusi yang bagi perjuangan di medan deplomasi. "Ini  pemuda Generasi yang sekarang ini, sudah lama organisasi ini, sudah puluhan tahun.ia ingin meneruskan perjuangan ini dansaya kira ini suatu hal yang positif. Inilah  berbagai kegiatan,adalah bagaimana nilai-nilai perjuangn ini diteruskan di elaborasi dalam tantangan mayarakat dewasa ini."tandasnya.(vk)

Thursday, 18 June 2015 11:12

Irjen Pol Anton Charliyan Adakan Beda Buku

Written by
Jakarta, koranrakyat.com,--Perjalanan kepimpinan nasional,diharapkan semua dapat berorentasi kepemimpinan orang Timur.Pasalnya, kepemimpinan jangan hanya berorentasi pada kepemipimpinan Barat, karena kita memiliki segudang budaya dikenal dengan kearifan Lokal menjadi modal membangun sebagai anak bangsa yang berbudaya, semangat perjuangan. 
 
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Anton Charliyan  ditemui usai melakukan beda buku berjudul Masetr Leadirship dikawasan Cikini, Selasa (16/6)2015 mengatakan  belakangan ini, saya amati  sekarang prinsip-prisip kepimpinan kita ini lebih banyak berorentasi kepada kepimpinan barat, sementara ini kita orang timur. "Satu teori akan lebih mengangkat dan lebih membumi apa bila sesuai dengan adat istiadatnya, karena  itu saya membuat yang disesuai dengan adat dan kondisi budaya timur, khususnya dengan budaya Indonesia. itu yang melatar belakangi,"ujarnya.
 
Menyigung pemahamam kearifan lokal, Anton menegaskan kearifan lokal tersebut, justru budaya-budaya yang sudah ada sejak dulu , baik dan sekarang masih ada bahkan yang masih tertulis, naska-naska kuno." Atau kah mungkin perna dilaksanakan oleh pendahulu kita. Yang menjadi para raja dan mungkin termasyur, raja yang berhasil  seperti misalkan di Tanah Jawa Ada Gajah Mada, Ada Prabu Hayam Wuruk. Di tanah Sundah ada Prabu Suliwangi dan ada juga pemimpin besar seperti Bung Karno, Ki hajar Dewantara, harus menjadi sumber ilham, harus menjadi sumber utama," tegasnya .
 
Sesuai perkembangan, Anton menjelaskan justru bukan gaya-gaya kepemimpinan barat. Ini bukan saya anti barat, tetapi barat itu sebagai pendamping saja. Yang utama kalau kita ingin khas harus berakar,dari budaya sendiri.  "Kenapa tadi , mungkin banyak pertanyaan. Tokoh kepemimpinan  di Indonesia  kurang pas, Karena tidak pas karena kita harus meredi fungsi kepemipinan itu. Bagaimana kalau kepemimpinan berdasarkan Barat itu. Mengerakan, menguasai dan menduduki, kembali kepada konsep kepemimpinan. Karena itu kepada konsep kepemimpinan itu pariden (artinya saling mengingatkan), Jawa (eling mandaling), di Sulawesi sipakaina, si pakatau  (saling mengingatkan),saling memberitahu dan saling memberi tahu . Ini sesuai dengan konsep agama di agama Islam," jelasnya 
 
lebih jauh, Anton menandaskan mari kita saling mengingatkan untuk menuju kepada kebenaran. Dengan demkian ada satu filosofi soft,saling mengingatkan untuk mencapai tujuan bersama yang hak , baik kebenaran bathin.Sekarang kepimpinan hanya kebenaran lahir. yang ditujuh ini tahkta. 
"Menurut saya baru sebagian-sebagian, makanya lebih banyak kita mengadopsi kepemimpinan barat. Saya ingin kembali mengingatkan, dari kearifan lokal diseluruh Nusantara. kalau orang Sumatera jadi kearifan sumatera. kalau dari Sulawesi da kearifan Sulawesi. Sehingga itu menjadi puncak ke indonesian. Puncak dari Kearifan nasional dan budaya," tandasnya. (vk)
Tuesday, 26 May 2015 14:13

Polri Gandeng Dikti Ungkap Kampus Bodong

Written by
Jakarta, koranrakyat,com- Munculnya dugan Ijasah palsu yang dihadirkan oleh sekelompok pengguna, baik dari Perguruan Tinggi yang memiliki  kreditas dan sejumlah orang yang mengikuti ujina untuk memdapatkan keterampilan dan dikeluarkan ijsah dengan membayar sejumlah uang terus saja menjadi sorotan tajam. Pasalnya hal ini menjadi bentuk sidak yang dilakukan. Sayangnya, hingga kin belum ada yang melaporkan dan bentuk seperti apa.
 
Kepala Kepolisian Republik Indonesia(Kapolri), Jenderal Pol Badrodin Haiti ditemui di Mabes Polri, Selasa (26/5) mengatakan hingga kini belum , nanti hari ini mau kita koordinasi karena kemarin Pak Mentri masih sibuk sehingga belum sempat koordinasi." Engga ada timnya, cuma rapat koordinasi saja,Ya nanti kita lihat, kan belum tau bentuk pemalsuan apa, apa orang lain yang memalsukan (aspal), orang tidak kuliah disitu, hanya membayar saja. atau SKS  belum cukup .Kan itu kan beda- beda," ujarnya. .
 
 
Selanjutnya, Badrodin menegaskan kita pelajari substansi materinya. kita kan belum sampai kesana .  kita sekarang ini akan melakukna  kordinasi di kantor Dikti. nanti hasilnya tentukan akan lebih jelas bentuk pemalusan seperti apa. " Kalau hasilnya itu sudah ada bentuknya, nanti akan di pelajari dan diselidiki. Kalau sudah ada tentunya Polri akan terus mengusut keberadaan pembuatan ijasiah palsu dan institusinya," tegasnya.  (vk)
Tuesday, 26 May 2015 13:34

Belum Ada Korban Dugaan Ijasah Aspal PTS

Written by
Jakarta, Koranrakyat.com- adanya dugaan Ijasah palsu yang terus merebak yang sempat menjadi pembicaraan serius dan sudah ada arahan Wakil Presiden. Hingga Kini Polri terus menunggu dari sejumlah yang dirugikan dapat melaporaj secara resmi sehingga dengan laporan itu Polri melakukan tindak lanjut dan berusaha menangkap pelakunya.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjen Pol Agus Ryanto ditemui di Mabes Polri, Senin (25/5)2015 mengatakan sampai sekarang laporan terkait Ijasah Palsu itu  belum di terima, Polda Metro Jaya tadi saya sudah komunikasi belum ada laporan." Laporan hari ini, tentu kita berharap bagi mereka yang merasa dirugikan oleh pihak yang mengeluarkan ijasah bisa segera melaporkan kepada pihak kepolisian," ujarnya.
 
Menyinggung hal itu, Agus menegaskan terkecuali bagi mereka yang sengaja  berarti ikut terlibat. Sampai saat ini kita belum dapat laporan tentang hal itu. " Namu tetap kita akan berkoordinasi dengan pihak kementerian terkait. Kalau memang disana ada data-datanya. akan pro aktif dan bagaimana pun kita berharap laporan itu kita perlukan, dasar laporan itu lah langkah awal untuk menindak lanjuti akankita laksanakan berikut. Siapapun itu berbicara pihak mana nanti apa bila ada kita terima dan kita telusuri dan kita selidiki," tegasnya.
 
Ketika ditanya ini menyebar didaerah-daerah, apakah ada pengamanan khusus, Agus menjelaskan yang dibeberapa tempat, kalau menyebar dibeberapa tempat.  Tentunya ada bagi kami tentunya melalui kepolisian daerah setempat sampai Polres. "Karena melalui Bapak Wakil Presiden sudah menyampaiak arahan kepada kementerian terkait, bisa membantu dan menangani pengungsi. dalam hal ini Polri tentunya mendukung sepenuhnya," jelasnya
 
Menyinggung peran, Agus mengakui kembali lagi peran masyarakat sangat kita perlukan dalam pengawasan. Selain dengan yang kita bersama pihak Imigrasi yang ada disekitar dimana mereka berada, kita perlu miningkatkan pengawasan. "Sampai hal-hal seperti ini tidak menjadi masalah di rakyat kita. tentunya atensi bapak wakiL presiden kita wajib dukung atas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi ijin masuknya," akunya.
 
Selama ini, Agus menambahkan sesuai arahan  dan Polri sudah memberikan arahan kepada jajaran untuk memback up seluruhnya sesuai dengan kapasitas kita. "Mudah-mudahan apa yang diharapkan Bapak WakiL Presiden bisa terwujudnya dan kita mendukung sepenuhnya," tambahnya.(vk)
Friday, 15 May 2015 13:12

Polri Periksa 15 Saksi Kasus Bocornya Unas

Written by

Jakarta, koranrakyat.com-  Proses pemeriksan terkait dengan  kasus ada bocoran soal Ujian Nasional yang diduga diperjual belikan, hingga   proses pemeriksan terus berlanjut. Sampai sekarang kini sudah 15 saksi yang diperiksa, namun sayang berlum berbuah hasil dan menetapkan tersangkanya.

 
Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjen Pol Herry Pastowo ditemui di Mabes Polri, Juamt (15/5)2015 mengatakan sampaia sekarang prosesnya masih berjalan dan sudah ada 15 saksi yang kita periksa." Hingga kita belum ada tersangka," ujarnya. 
 
Selanjutnya, Hery mengakui kita masih pendalaman  dan sekarang ini kita lagi  periksa dari PNRI. "Masih kita periksa dari sana dan , masih kita dalami beberapa saksi.  beberapa kita sita  dari labtopnya, smsnya dan dari hand Phonenya,"akunya. 
 
Ketika ditannya ada  4 pelapor, Herry menegaskan  yang sudah kita periksa itu perempuan  dan itu yang sudah kita periksa." Sudah kita cek laptobnya,dari juga dari  teman-temannya," tegasnya.
 
Berkaitan dengan kerja sama dengan Geogel, Herry menjelaskan kita masih menunguu dari geogel Amerika." Pasal  ada penjelasann, bahwa itu harus ada penelitiannya dan itu ada prosedurnya demikian, tidak bisa langsung," jelasnya.(vk)
Thursday, 23 April 2015 09:13

Mabes Polri Dalami Bocoran Unas

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Proses pemeriksaan kasus Ujian negara yang diduga kuat ada penjualan soal ujian, hingga kini terus dilakukan penelusuran lebih jauh. Meskipun hingga kini, belum ditemukan tersangkanya. Kini Polri bekerja sama dengan Geogel untuk mencari tahu adress dari situs yang digunakan. Dimana saja Tempat kejadian perkara dan warnet mana yang digunakan.dan ada 10 orang yang dioperiksan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Anton Charliyan di Mabes Polri, Rabu (22/4) 2015 mengatakan untuk masalah Ujian negara (UN) , itu memang sampai saat ini  belum bisa di tentukan tersanakanya. " Yang sudah diperiksa itu ada sekitar 13 orang. Tiga orang pelapor itu sudah jelas, yang lainnya 10 orang itu dari percetakan negara dan dari diknas, "ujarnya

Sesuai perkembangan. Anton mengakui sementara ini, Polri masih agak kesulitan untuk mengungkap dan sekarang, kenapa karena situs itu sempat ditutup. " Diblokir dan kita sekarang kita sedang kerjasama Geogel untuk menelusuri adress situs tersebut masuk. Jadi mohon waktu rekan-rean sehingga masalah ini cepat teruangkap. Mudah-mudahan ada kerja sama dengan geogel ini  bisa segera diuangkap minimal adress dan bisa kita ketahui siapa pelakunya. Itu masalah ujian negara," akunya..   ketika ditanya kesuliatan apa, Anton menandaskan  kita kan harus menelusuri masuknya  situs tersebut. Masuknya situs itu ada satu adress. Apalah itu dari Email atau dari mana. "Dari mana dan ke mana , ini akan kita telusuri." Sudah dapat juga kan kita tetap menelusuri. Bisa saja dia pinjam misalkan buat warnet, warnet kan siapa orangnya , bisa lupa lagi. masih mingkin cukup panjang," tandasnya..

Menyinggung kerjasama dengan Geogel, Anton menjelaskan itu ada kerjasama  international. Dan goegel disini kan kerjas sama dengan yang ada di indonesia dan di Indoensia ada perwakilannya. "Di Singapura ada perwakilannya.  Ini kan disampaikan dan bisa kita buka disana.  Apakah ada dari bukti-bukti yang ada menagrah kepasa seseorang, justru kita sedang mencari situs, justru masuknya ke situs itu sendiri sedang kita telusuri. Kalau Masalah itu mungkin, bisa saja salah satu masukan yang kita sampaikan kepenyidik. Mungkin dari teman-teman ahli ITE bisa membantu. ya bagaiman teknik-teknik bisa mengungkap ini. Merupakan modus baru, diamasukan ke geogel," jelasnya..

Ketia ditanya perannya, Anton merincinya 10 saksi di percetakan peran ada yang mencetak, ada yang membungkus, ada bagian yang menyalinnya, macam-macam. "  Pelapornya 3 orang, terlapor belum ada. hingga kini masih dilakukan penyelidikan. pelaporanya tiga orang terlapor masih dalam penyidikan. Yang belum bisa kita simpulkan, nanti kita lihat, sebelum mendapat data-data yang akurat, pemeriksan itu datar-datar saja. Kalau sudah barang bukti, pemeriksan yang akurat, baru kita bisa mengarah lebih jauh. Karena data-data adressnya, situr  sampai sekarng belum kita ungkap," rincinya..

Untuk itu,Anton menambahkan yang dilakukan oleh Dekdibud, akran ini dilakukan oleh Bareskrim. Terhadap mendikbud. Saya kira itu tindakan penyelamatan, begitu pun juga dikbud sebuah tindakan penyelamatan. Tentupun juga  tidak penyelamat.Tidak usah saling menyalakan,mungkin saja sudah jelas, sudah ada terlapornya dan tersangka. Nanti bisa kita ungkap." Apakah batas waktunya  yang kita ungkap. Dalam penyelidikan, bisanya tidak ada target waktu. Sampai  selesai, kalau dikejar-kejar bantu tidak tajam," tambahnya. (vk)

 

Malang,Koranrakyat.com,- Audisi Duta pendidikan Malang, tersisisi 30 peserta dalam audisi di aulah Dinas Pendidikan Kota Malang.Diknas berjanji akan  mengajak duta pendidikan Malang yang terpilih nanti untuk bisa berkolaborasi, dalam mensosialisasikan program pendidikan di Malang.

           Dikatakan Suwarjana, SE, MM Sekretaris Dispendik Kota dalam sambutan membuka audisi Duta Pendidikan Malang di kantor Diknas Senin (23/4) kemarin. Para siswa yang menempuh pendidikan di Kota Malang tidak hanya siswa yang berasal dari kota Malang namun juga banyak yang dari luar kota malang,Dan siswa yang dari luar kota Malang ingin menempuh pendidikan di Kota malang karena dengan alasan pendidikan di kota malang sangatlah bagus.

          Dikatakan Suwarjana Untuk itu calon duta pendidikan di kota Malang harus tahu sejarah kota malang dan sejarah pendidikan kota malang dan untuk diperkenankan mengenalkan bahwa sistem pendidikan di kota malang itu unik, kemudian ada sebuah aturan sekolah SD, SMP gratis  tapi mestinya orang tua pun mau dan ingin untuk membayar sekolah karena sebuah aturan yang harus kita taati. Kemudian setiap ada permasalahan yang muncul di dunia pendidikan pasti dinas media akan muncul hal-hal negatif, bagi kami dinas pendidikan tidak takut terhadap itu karena hal itu kami anggap sebagai penyeimbang kami.

           Masih dikatakan Suwarjana Kalau nanti kami tidak ada istilahnya yang memimpin atau yang mengawasi kami akan asik-asik saja dengan sebuah mutu pendidikan yang ada di wilayah kota Malang. Kemudian sedikit kami beritahukan kepada calon duta pendidikan kalau di wilayah kota Malang ini setiap saat pengumuman kelulusan kalau dibandingkan dengan kota lain dari greet dan rata-rata kelulusan kita berada di rangking yang lebih bagus dibandingkan dengan kota lain, insyallah untuk calon duta pendidikan di kota Malang disaat mereka ujian mereka benar-benar teliti dan termasuk teman-teman guru tidak mengijinkan siswa untuk contek menyontek, dan soal tidak pernah bocor. Mungkin tahun kemarin pernah tau jika ada permasalahan bahwa dinas media di muat karena ada permasalahan bocoran soal dan kunci jawaban di kota-kota lain, untuk itu kota Malang berharap untuk tidak melakukan hal seperti itu dan mengharamkan membocorkan soal dan kunci jawaban ujian.

Dan alhamdulilah setiap tahunnya kita selalu diberi raport untuk melaksanakan ujian nasional, dan kota malang adalah kota yang bersih dan sama dengan kota daerah istimewa Jogjakarta sama sebagai kota pendidikan juga disana.

            Mungkin itu gambaran-gambaran tentang pendidikan di Kota Malang dan bagi yang terpilih menjadi duta pendidikan Kota malang 2015 ini nanti bisa kolaborasi dan koordinasi dengan kami agar mereka tidak salah dalam hal menyampaikan tentang pendidikan kota Malang.Sebentar lagi  HUT Kota Malang dan juga hari pendidikan nasional mungkin bisa berkolaborasi siapa pemenang dan kita konsultankan di hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2015 nanti. Sedangkan  Kegiatan duta pendidikan ini dalam rangka Hut 101 kota Malang, 13 Tahun Koranrakyat dan 11 Tahun Afa Production. (mbar/lia)

Sunday, 22 March 2015 14:05

Memilukan 17.520 Sekolah Tak Teraliri Listrik

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com – Kemendikbud meminta bantuan Kementerian ESDM untuk mengatasi krisis listrik di sekolah. Menurut data yang dibawa Mendikbud Anies Baswedan, ada 17.520 sekolah yang belum teraliri listrik. Ironisnya, tidak ada satu pun provinsi yang seluruh sekolahnya mendapat listrik.

Di kantor Kementerian ESDM, Anies menjelaskan, jumlah sekolah yang belum teraliri listrik itu tidak termasuk MI, MTs, dan MA. Sebab, sekolah itu berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag). ’’Kami ke sini untuk memastikan anak-anak bisa belajar lebih baik,’’ ujarnya, Jumat (20/3).

Data yang dibawa mantan Rektor Universitas Paramadina itu sangat lengkap. Selain nama sekolah, ada alamat, nomor telepon, sampai status aliran listrik yang ada sekarang. Apakah tidak ada sepenuhnya, menggunakan genset, atau kombinasi dengan tenaga lainnya seperti tenaga surya.

Pertemuan dengan Menteri ESDM Sudirman Said, Dirjen Ketenagalistrikan Jarman, dan Dirjen Energi Baru Terbarukan Rida Mulyana menghasilkan kesepakatan. Yakni, membentuk task force atau gugus tugas. Data awal dari Anies akan diverivikasi dan dicari jalan keluar terbaik.

’’Apakah karena tidak ada jaringan atau sudah ada jaringan tapi belum pasang,’’ katanya.

Tim akan bekerja ke seluruh Indonesia karena belum ada provinsi yang seluruh sekolahnya teraliri listrik. Untuk saat ini, elektrifikasi tertinggi baru di Jawa Tengah dengan rasio 97 persen.

Untuk wilayah terendah, ada di Provinsi Papua yang baru 55 persen sekolahnya teraliri listrik. Bahkan di Jakarta, baru 92 persen yang menikmati listrik. Itu berarti, dari 2.443 sekolah di ibu kota, masih ada sekitar 196 sekolah yang belum ada listriknya.

Data yang dimiliki Kemendikbud, dari 20.824 sekolah yang ada di Jateng, baru 20.199 teraliri listrik. Berarti, ada 625 sekolah tanpa listrik.  Di Jogjakarta, dari 1.852 sekolah, baru 1.777 sekolah teraliri listrik, dan 75 sekolah belum. Di Jatim, dari 20.740 sekolah, sebanyak 19.703 sudah mendapat listrik dan menyisahka 1.037 sekolah tanpa listrik.

Untuk kawasan yang paling sedikit rasio elektrifikasinya, ada di Papua. Dari 1.956 sekolah, baru 1.075 atau 55 persen saja yang teraliri listrik. Sedangkan 881 sekolah belum terjamah listrik. Di Sulawesi Barat juga cukup banyak. Dari 1.684 sekolah, ada  624 yang belum teraliri listrik. Begitu juga di Papua Barat, dari 854 sekolah, ada 291 sekolah tidak memperoleh listrik.

’’Tapi, kami juga mengundang partisipasi publik. Kalau ada sekolah yang belum teraliri listrik, bisa lapor ke sahabat.kemdikbud.go.id,’’ ujarnya.

Soal kebutuhan listrik di sekolah-sekolah, pejabat kelahiran 7 Mei 1969 itu menyebut beragam. Kebutuhan tertinggi ada di SMK yang berbasis teknologi, yakni 6 ribuan volt ampere (VA). Untuk SMK yang tidak membutuhkan alat untuk praktik, sekitar 4 ribuan VA.

’’SMK butuh banyak listrik untuk menjadi ujung tombak proses kemajuan,’’ katanya. Pasokan listrik, disebutnya bisa membuat SMK mengejar ketertinggalan. Sedangkan untuk sekolah-sekolah lainnya, diarahkan mendapat listrik sebanyak 2.200 VA.

Menteri ESDM Sudirman Said mengaku terkejut dengan data yang dibawa Anies. Dia memastikan akan mendukung rencana Anies untuk mengaliri seluruh sekolah dengan listrik. Minggu depan, rencananya tim task forcemelakukan pertemuan untuk membahas langkah-langkah awal.

Apalagi, di ibu kota atau kota-kota besar lainnya masih ada sekolah yang tanpa listrik. Dia berharap tim task force bisa memetakan dengan segara kondisi itu. Apakah benar-benar tidak ada listrik atau dicabut karena pembayarannya menunggak.

Dia menjelaskan, saat ini rasio elektrifikasi di Indonesia baru 84 persen. Program mengalirkan listrik ke sekolah akan dijadikan pintu masuk memperluas rasio elektrifikasi. ’’Di tempat yang terpencil, fasilitas pendidikan akan menjadi penghubung dalam pembangunan listrik selanjutnya,’’ ungkapnya.

Opsi pembangkit yang digunakan bermacam-macam. Bisa dengan energi baru terbarukan untuk di wilayah pelosok karena susahnya membangun pembangkit konvensioal. Untuk pendanaan, bisa dengan skema share dari Kemendikbud dan pemerintah daerah (Pemda). ’’Bisa juga meminta perusahaan tambang daerah untuk membantu,’’ katanya.

Lantaran baru melakukan pertemuan, mantan bos PT Pindad itu belum bisa memasang target atau kebutuhan dana. Menurutnya, semua akan terang setelah tim melakukan pertemuan dan melakukan verifikasi data. ’’Filosofinya, sekolah itu peradaban yang harusnya maju duluan. Kalau sekolahnya seperti itu, ya susah (untuk maju),’’ terangnya.(as)

Thursday, 27 March 2014 11:09

Mahasiswa Minta Korupsi Di Kampus Tak Dipetieskan

Written by

 

 

Malang,Koranrakyat.com- Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang kembali mendatangi Kejaksaan Negeri Malang, Kamis (27/3/2014).

Para mahasiswa ini membawa dua pocong dan membaringkan di teras kejaksaan.
Mereka juga menyalakan dupa, di depan dua pocong tersebut, hingga menimbulkan kesan mistis.
Menurut koordinator Humas HMI UIN Maliki, Hably Hasan, dua pocong tersebut adalah simbol kematian."Pocong itu simbol kematian kampus Islam karena korupsi. Serta kematian nurani pejabat karena korupsi," ujarnya.
Aksi ini lanjutan tuntutan mereka, terhadap transparansi penanganan korupsi pengadaan lahan kampus II UIN Maliki.Para mahasiswa menagih janji Kajari Kota Malang, Munasim, untuk memaparkan kronologi perkara tersebut.
Sayangnya, Munasim sedang umroh sehingga aksi para hamasiswa hanya ditemui Kasi Datun, Subhan.
"Kajari berjanji akan mengungkapkan kronologi perkara tersebut kepada kami. Kami datang untuk menagih janji itu," tambah Hably.
Kejari Kota Malang sudah menetapkan lima tersangka dalam perkara korupsi lahan kampus II UIN Maliki.Dua tersangka merupakan perangkat kelurahan Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Dua lainnya dari Kampus UIN Maliki, dan satu terangka baru seorang bekas PNS Pemkot Batu yang membantu proses transaksi.(wn)

Page 5 of 5

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Wabub Sanusi Sampaikan LKPJ

 

 

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Wakil  Bupati Malang

Read more

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan