Headline News

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu
Last Updated on Jan 24 2019

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat. Mendapat amanat baru dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu, yang baru. Supratman menggantikan posisi Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung, yang menjadi...
Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat
Last Updated on Jan 23 2019

Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco) PSSI Hidayat. Ini dilakukan untuk memperoleh barang bukti menyangkut masalah terlapor.              Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi...
Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...

World Today

Tuesday, 31 May 2016 11:30

Biaya Kuliah Mencekik Mahasiswa UIN Demo

Written by

 Malang,koranrakyat.com,- Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) menggelar demonstrasi di kampus mereka pada Selasa (31/5/2016) pagi.

Saat itu mereka mengangkat isu soal tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UIN.Saat demo, mereka membawa poster antara lain bertuliskan "Orang Miskin Dilarang Kuliah di UIN".

Namun saat mendekati gedung rektorat UIN mereka dihadang sejumlah sekuriti kampus. "Bubar..bubar...," teriak seorang sekuriti. Sejumlah sekuriti menghadang mereka.

Hal itu menimbulkan kericuhan. Namun mahasiswa tetap berjalan menuju rektorat. "Kami hanya ingin menyuarakan aspirasi. Namun mengapa diperlakukan seperti ini," ungkap Rofiqi, peserta demo kepada wartawan, Selasa.

Demonstrasi ini juga berlangsung saat ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), serta saat daftar ulang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN.{fd}

 

 

Wednesday, 06 April 2016 02:17

Rektor UB : Perlu Ada Tranportasi Massal Di Malang

Written by

 

Koranrakyat.com Malang,-  102 Tahun kota Malang perlu banyak perhatian dalam beberapa hal termasuk penataan transportasi di  Kota Malang. Kota Malang

sepertinya sudah diperlukan transportasi massal , sehingga akan mengurangi kemacetan."tandas Rektor Universitas Brawijaya Malang M. Bisri pada Koran Rakyat belum lama ini.

Disampaikan kawasan padat yang cukup diantaranya Jl Mayjen Haryono begitu juga kawasan perumahan Sawojajar. Kalau beberapa kawasan Selatan, Utara barat maupun  Timurb terkoneksi dengan

angkutan massal akan mengurangi kenacetan yang ada di Kota Malang . bila  moda transportasi massal dari Sawojajar ke Kampus Unibraw  ada, maka mahasiswa  yang tinggal di kawasan  Sawojajar, maka kosan

tak akan numpuk didaerah Dinoyo.(fd)

 

Jakarta,koranrkyat.com - Dari 124 Peserta yang ikut mendaftar dan hanya 81 peserta yang lolos seleksi administrasi . Hari ini,Kamis  bertempat di Kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Panitia Seleksi Calon Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Pansel Kompolnas) mengumumkan sebanyak 50 peserta dinyatakan lolos seleksi tes tertulis calon anggota Kompolnas periode 2016 - 2020 dan bisa ikut ters selanjutnya.

Komisi Kepolisian Nasional

Ketua Panitya Seleksi (Pansel) Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) Komjen (Pur) Imam Sudjarwo di Kompolnas (17/3) 2016 mengatakan saya didampingi Prof Sarlito Wirawan, Romly, Yenti Ganarsih, Komjen Dwi Priyatno, Irjen Pol Syahrul Mamah,Neta S Pane dan lain ingin mmenyampaikan pengumuman terbuka Pertama . " Ini dari hasil pemeriksaan ujian tes tertulis pada 10 Maret 2016, setelah kami teliti hasilnya ada 50 peserta yang lolosnya 50 peserta ini

Selanjutnya, Imam menjelaskan 50 peserta ini terdiri dari 48 Pria dan dua wanita. Ini ada 14 orang adalah pakar kepolisian (10 purnawirawan polisi dan empat dari luar polisi). "Ada 36 orang dari tokoh masyarakat," jelasnya.

Untuk itu, Imam menegaskan.setelah lolos tes tertulis, selanjutnya pada 20-24 Maret 2016, 50 peserta akan mengikuti assessment tes di Lantai 10 Gedung TNCC, tepatnya di Assessment Center Mabes Polri."Hingga beberapa bulan kedepan, kami masih terima masukan dari publik soal 50 peserta yang lolos ujian tertulis. Silahkan sampaikan masukannya melalui situs pansel kompolnas.go.id namun ‎harus disertai dengan fakta dan data jangan sampai nanti timbul fitnah dan pembunuhan karakter," tegasnya

‎Lebih lanjut, Imam menandaskan untuk diketahui dalam pendaftaran seleksi anggota Kompolnas periode 2016-2020 ini. "Pansel menerima pendaftaran dari 124 pelamar, terdiri dari 22 pakar kepolisian dan 102 tokoh masyarakat,"Lalu dari 124 peserta, terseleksi lagi menjadi 81 orang yang lolos seleksi administrasi. Selanjutnya saat tes tertulis, tersaring menjadi 50 peserta," tandasnya..

Sesuai perkembangan, Imam menambahkan nantinya dari 50 peserta, akan dikerucutkan lagi menjadi 24 orang. "Lalu tes wawancara serta kesehatan, hingga ada 12 orang terbaik yang namanya akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo pada‎ 15 April 2016," tambahnya.

Itu sebabnya ,setelah hasil diterima, tinggal keputusan presiden memilih enam orang sebagai anggota Kompolnas periode 2016-2020. (vk)

Saturday, 27 February 2016 01:28

Menlu Retno: Semua Harus Confidence dengan Stabilitas Kita

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com,-Usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui Menteri Luar Negeri Republik Ceko, H.E. Mr. Lubomir Zaoralek, Kamis (25/2) di Istana Merdeka, Jakarta, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjawab pertanyaan wartawan tentang peringatan Australia kepada warga negaranya. “Saya kira setiap negara memiliki hak untuk menyampaikan, dan alertness kita dari waktu ke waktu selalu on,” jelas Menlu Retno.

 

Tentunya, Menlu Retno menjelaskan akan berbicara dengan Kapolri, bahwa hal itu juga merupakan hak Australia untuk mengingatkan. “Karena dalam kondisi tertentu juga hal yang sama, akan kita lakukan ke warga negara Indonesia,” tambah Retno.

 

Saat ditanya mengenai pengaruh peringatan tersebut, Menlu Retno sampaikan bahwa pesan kepada dunia harus tersampaikan tentang langkah pengamanan yang dilakukan Pemerintah Indonesia. “Kita harus confidence, kita harus kirim message kepada dunia mengenai apa yang kita lakukan, stabilitas yang kita coba jaga, dan keamanan yang kita lakukan,” tutur Retno.

 

Persiapan KTT Luar Biasa OKI

 

Selain mengenai peringatan Australia, Menlu Retno juga menjawab pertanyaan mengenai kesiapan Indonesia dalam agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang akan membahas mengenai Palestina di Jakarta Maret mendatang. “Ini extraordinary, waktu yang diberikan sangat sempit sehingga kita dari hari ke hari coba mendapatkan kepala negara dalam satu waktu yang sama,” jelas Menlu.

 

Menlu Retno juga menggambarkan komitmen para kepala negara yang akan hadir untuk berkontribusi menyelesaikan permasalahan Palestina sejauh ini sangat positif. “Biasanya sampai hari terakhir, kita baru mendapatkan gambaran yang jelas berapa yang akan hadir, pada level apa dan sebagainya-sebagainya,” papar Retno.

Lebih dari itu, Menlu Retno juga menyampaikan bahwa pada tingkat Menteri Luar Negeri banyak sekali yang sudah menyampaikan konfirmasi untuk turut hadir. “Yang pasti Presiden Abbas (Palestina) akan hadir, dan juga Sekjen OKI akan hadir, dan kita masih menunggu konfirmasi negara-negara anggota,” pungkas Retno akhiri jawaban kepada wartawan. (eas)

Thursday, 04 February 2016 02:12

Pemanfaatan Limbah Tahu Menjadi Biogas

Written by
Nganjuk.Koranrakyat.com, - Bila sampah organik bisa dimanfaatkan untuk pupuk, maka limbah ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai energi menggantikan minyak tanah atau gas elpiji yang harganya kini semakin mahal bahkan langka.

Bukan hanya limbah kotoran hewan yang bisa dimanfaatkan menjadi biogas. Di Desa Sekarputih Kecamatan Bagor ada komunitas pengusaha tahu. Salah satunya adalah milik Sarip, pengusaha tahu yang sudah bisa memanfaatkan limbahnya menjadi Biogas.

“Pemanfaatan limbah tahu ini bantuan dari Pemda sejak tahun 2007 lalu. Semua dana pembuatan juga dari Pemda,” ungkap Sarip ketika di temui wartawan kemarin rabu (03/02/2016). Pengolahan limbah tahu menjadi Biogas dilakukan secara bertahap dalam 4 kolam dengan ukuran berbeda.

Menurut Sarip pembuatan kolam-kolam itu membutuhkan batu bata 10.500 buah, semen 115 sak, pasir 4 truk, besi ukuran 12an 10 batang, batu kali 1 rit dan lem cor 30 kaleng.

Pengolahan limbah tahu menjadi biogas dimulai dari pembuangan air limbah tahu melalui selokan yang menuju kolam I yang berbentuk persegi yang lebarnya 1 meter dan dalamnya 2 meter.

Setelah itu limbah menuju kolam II yang berbentuk lingkaran dengan diameter 4,5 meter dan dalamnya 4,6 meter yang dihubungkan pipa paralon.

Disinilah limbah menjadi biogas, yang diberi tanah liat sebelum ditutup dengan tutup cor mengelilingi wadah penampungan.

Sisa limbah yang sudah diambil biogasnya kemudian dialirkan ke kolam III yang berdiameter 4 meter dan dalamnya 2 meter.

Kolam ini diberi botol plastik bekas air minum kemasan yang sudah dilubangi dan didalamnya dimasukkan benang khusus untuk filter, jumlah botol itu kurang lebih 7.000 botol. Botol-botol tersebut menutupi kolam sampai penuh.

Disini limbah sudah menjadi air yang bening dan dialirkan lagi ke penampungan air yang berbentuk kolam persegi panjang dengan luas 2 x 4 meter.

Di kolam penampungan ini ada 3 sekat untuk menyaring air. Setelah itu air langsung dialirkan ke sungai, dan sudah tidak lagitercemar limbah tahu.

Selanjutnya Biogas siap digunakan untuk memasak sehari-hari, caranya dengan menggunakan pipa paralon dialirkan ke kompor, dilengkapi kran untuk mengatur besar kecilnya gas.

Di lingkungan Pak Sarip biogas hanya digunakan memasak 3 rumah. Karena Pak Sarip hanya memperoleh 3 kompor dari Pemda yang dipakai untuk memasak rumah tangga dan mengolah tahu.

Untuk penduduk lain yang ingin memanfaatkan biogas harus dengan biaya sendiri, guna membeli pipa paralon dan kompor yang harganya Rp. 150.000,- sebut saja rumah milik Sri tetangga Pak Sarip.

“Sayangnya, kompor seperti ini hanya bisa dibeli di Sidoarjo dan Solo,” ujar Sri. Mungkin karena kompor terlalu mahal dan sulit didapat, maka lingkungan Pak Sarip enggan ikut menggunakan biogas.

Bila pengolahan tahu banyak biogas yang dihasilkan juga besar, sehingga api untuk memasak juga menjadi besar.

Saat ini produksi tahu Pak Sarip sekeluarga kurang lebih 2 kwintal kedelai, limbahnya sudah bisa dimanfaatkan untuk 3 rumah. Menurut Sekretaris Desa Sekarputih, Dori Sukarjo, sebenarnya bisa lebih kira-kira sepuluh rumah.

“Pengolahan limbah tahu menjadi biogas sudah banyak diliput media dari Jakarta dan Surabaya, juga sudah pernah ditayangkan di televisi nasional,” ujarnya menambahkan.(roy)
Tuesday, 02 February 2016 00:36

Pemerataan Tenaga Guru Perlu Dilakukan

Written by

 

Nganjuk, Koranrakyat.com, - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nganjuk, Widyastutik mengatakan ketika dihubungi kemarin senin (01/02/2016) bahwa Nganjuk sebenarnya tidak kekurangan jumlah guru, jika saja ada pemerataan dalam segi penempatan mereka di seluruh wilayah di daerah ini. Kesalahan selama ini,katanya, pemerataan guru-guru kurang mendapat perhatian. Guru-guru lebih banyak berada dikota. Akibatnya daerah-daerah yang banyak membutuhkan guru seperti kecamatan dan kelurahan serta daerah-daerah terpencil tidak kebagian guru sesuai dengan kebutuhannya. 

Sebenarnya Nganjuk tidak kekurangan guru, jika sama penempatan mereka seimbang, ujarnya menjawab wartawan di kantor, kemarin.  Namun jika melihat komposisi seperti sekarang, diakui bu wid (panggilan) bahwa Nganjuk kekurangan tenaga guru sebanyak 15.000 orang. Tetapi bila dilakukan pemerataan di setiap desa dan kecamatan, saya rasa tidak akan terjadi yang namanya kekurangan guru, jelasnya. 

Dimasa mendatang, kata bu wid pihak Disdik Nganjuk akan lebih hati-hati lagi dalam menempati guru-guru. Kita akan lebih memperhatikan pemerataan penyebaran guru-guru ini dimasa mendatang, ujarnya. Guru-guru yang diterima nantinya akan disebar ke beberapa daerah yang benar-benar membutuhkan guru. Dengan begitu insya Allah Nganjuk tidak akan kekurangan guru lagi seperti sekarang ini, ujarnya. 

Menurut dia, bila hal ini sudah dilaksanakan, program pendidikan yang ingin dicapai yaitu program pemerintah yaitu menekan kemiskinan, kebodohan melaksanakan pembangunan Infrastruktur daerah atau yang sering disebut K2I dapat tercapai. 

Saya yakin, bila pemerataan dalam penempatan guru di Nganjuk dapat dilaksanakan dengan baik, yang namanya kekurangan guru tidak akan ada lagi, ujarnya. Disinggung mengenai Sensus Pendidikan, bu wid mengatakan bahwa saat ini Disdik Nganjuk bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan FKIP Nganjuk sedang akan melaksanakan sensus pendidikan.  Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data akurat mengenai perkembangan pendidikan di suatu daerah. jelasnya lagi.(roy)
 
Saturday, 30 January 2016 04:51

Kapolri : Gesekan TNI- Polri Sudah Tak Jamanya

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Sesuai arahan Presiden Jokowi dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang digelar di PTIK di Jalan Tirtayasa Jakarta Selatan. Untuk meningkatkan sinergisitas TNI dan Polri diharapkan untuk tidak ada gesekan 
. Dimana TNI dan Polri produk bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia(Kapolri), Jenderal Pol Badruddin Haiti ditemui wartawan PTIK Jalan Tirtamas Jakarta Selatan, Jumat (29/1)2016 mengatakan
Kita lakukan yang ideal, Tidak ada kasus gesekan antara TNI dan Polri oleh karena itu kita harus menyibukan diri bahwa TNI dan polri merupakan prodak bangsa berkat NKRI yang tidak bisa ditawar. "Tujuannya sama ada pembangunan pembangunan dan bantuan dari TNI yang mendukung, ada juga bantuan kedaulatan kita juga mendukung, semua tujuannya sama itu yang harus kita sadarkan, "ujarnya.

Sesuai kondisi sekarang, Badrodin menegaskan nah kalau misalkan kesatuan para komandan komandan dikesatuan itu sama harus membina keharmonisan, kekompakan, soliditas antara anggota Polri dan TNI. "Tetapi yang idealnya ada saja gesekan gesak yang tidak bisa hilang hingga sekarang. 
Para komandan kesatuan diwilayah harus cepat Turun kelapangan untuk meredakan situasi, untuk supaya tidak meluas, supaya bisa mengendalikan anggota masing masing," Tegasnya.

Untuk itu,Badrodin menjelaskan sehingga penyelesainnya lebih mudah, jangan malah terus komandannya yang ikut ikutan, tidak boleh sepeti itu. " Kita harus menyelesaikan. Misalnya ada yang bersalah, kita tindak," Jelasnya.( vk)

 

 

Wednesday, 06 January 2016 13:57

Nilai Jeblok Dapat 50.02 Jaksa Agung M Prasetyo Pusing

Written by

Jakarta,Koranrakyat.com,-Kejaksaan Agung (Kejagung) mendapat peringkat ke-86 dengan skor 50.02 serta predikat CC alias jeblok. Penialaian itu berdasarkan publikasi rapor kementerian/lembaga (K/L) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) beberapa waktu lalu.

Terkait nilai jeblok, Jaksa Agung M Prasetyo menyatakan, tidak mengerti dengan penilaian dari KemenPan RB tersebut. ”Tanya ke KemenPAN kalau soal itu,” cetus mantan politisi Parati NasDem ini di Jakarta, Selasa (5/1).

Meski demikian, pada 2015 Kejagung mendapatkan penilaian wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal tersebut menunjukkan bahwa Kejagung memang telah baik dalam manajemennya. ”Secara pengelolaan keuangan juga sangat baik,” klaimnya.

Prasetyo menjelaskan, Kejagung bekerja keras dalam penegakan hukum. Hampir setiap malam penyidik selalu menginap. ”Semua perlu mengetahui kerja keras ini terus dilakukan. Tidak akan berhenti sampai memenuhi harapan masyarakat,” tandasnya.   

Sementara Menteri Yuddy Chrisnandi mengklaim, tidak ada satu pun K/L yang keberatan atas hasil evaluasi yang telah dikeluarkan kementeriannya. Menurutnya, kalaupun ada pihak yang menilai miring, itu karena ketidakpahaman terhadap tugas konstitusi yang diemban kementeriannya.   

Mantan politikus Partai Golkar itu juga menggarisbawahi bahwa penilai kinerja K/L bukan hanya jajaran KemenPAN RB. Tim dari Kementerian Keuangan, Kemendagri, BPKP, KPK, dan BPS juga dilibatkan. ”Jadi, ini komprehensif, semuanya dilibatkan. Dalam sebuah parameter yang diatur dalam kerangka aturan yang ada. Ini bukan survei. Ini lebih dari sekadar survei,” tegasnya.

Terpisah, dimintai tanggapan atas hasil evaluasi yang dikeluarkan KemenPAN RB, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memilih memaknainya secara positif. Menurutnya, hasil evaluasi bisa dijadikan titik tolak untuk mawas diri dan introspeksi. ”Saya melihatnya dari sisi positif saja,” kata Lukman. 

Berdasar hasil evaluasi, Kementerian Agama mendapat nilai 62,01. Meski tergolong kategori B (baik), nilai tersebut masih berada di bawah nilai rata-rata akuntabilitas kinerja K/L 2015 yang mencapai 65,82.(eas)

 

 

Malang, Koranrakyat.com,- Peningkatan standart mutu dan kwalitas  di segala bidang  dan berstandart  Interational masih tetap menjadi prioritas kampus  Universitas Brawijaya Malang  dalam  usianya yang ke 53 Tahun ini. Selain mutu mahasiswa digenjot juga mutu dosen, sehingga Unibraw mampu  menghadapi daya saing di dunia International. “Kita berupayah keras, agar para dosen bisa berkualitas, karena kalau dosen berkualitas dampak akan  ke mahasiswanya menjadi mampu berdaya saing ditingkat International minimal di Asia.” tandas Rektor Universitas  Brawijaya Malang Prof. Dr. Muhammad  Bisri   dalam Kesempatan  berbincang  di ruang kerjanya  dengan   Koranrakyat.com  Selasa (22/12) belum lama ini.  

          Dikatakan Rektor harapanya nanti akan disampaikan  dalam rapat senat terbuka pada 5 januari 2016, sekaligus melakukan evaluasi mana yang sudah dikerjakan dan  mana yang belum baik akademik maupun infrastruktur keuangan serta SDM. Berkaitan  dengan SDM kita baru memiliki 135 tenaga Profesor, idialnya mustinya 400 tenaga profesor  kalau dikalkulasi 20 Prosen dari jumlah  dosen  yang ada, karena semakin tahun semakin berkembang. Begitu juga denga tenaga dosen  untuk  S2 Doktor m saat ini baru 40 Prosen, sebetulnya cukup, dengan adanya perkembangan mahasiswa  dan tambah dosen baru akan semakin berkurang.Oleh, karenanya saat ini ada program percepatan  untuk program doctor. Sehingga, akan bisa menutup kekurangan yang  ada termasuk meningkatkan kinerja serta kwalitas.

          Begitu juga dengan program study yang mempunyai Akreditasi A harus  mampu berkiprah di International maupun Asia sementara yang masih B harus segera bangkit untuk menuju ke A,Saat ini UB memiliki 139 program studi, dengan rincian 51 program studi memiliki akreditasi A, 53 lainnya terakreditasi B, enam dengan akreditasi C, serta program studi baru yang mendapat akreditasi C sebanyak 29. Selain mematok target menjadi kampus unggulan di Asia, Bisri juga mengajak seluruh civitas akademika kampus itu mempersiapkan diri menuju daya saing  International maupun Asia. Ia menjelaskan menuju daya saing Asia bukan merupakan upaya untuk meringankan persyaratan sebagai perguruan tinggi terkemuka di kancah persaingan dunia, namun semata didasarkan pada fakta bahwa Asia pada Era Milenium Ketiga ini tergolong kawasan yang sarat dengan persaingan untuk mencapai prestasi.

Selain itu, katanya, di Benua Asia lah bermukim penduduk terbanyak di dunia, sehingga apabila Unibraw mampu menaklukkan Asia, berarti kita juga akan mudah untuk mensejajarkan diri kita dengan perguruan tinggi bermutu lainnya di dunia.

 

Target tersebut, menurutnya, sangat wajar karena Asia merupakan benua dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Apalagi, selama ini kawasan Asia menjadi macan ekonomi dunia dengan pertumbuhan ekonomi yang paling menjanjikan. Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura, lanjutnya, menjadi rujukan banyak negara untuk belajar mengelola perekonomian dan bidang pendidikan tinggi. “Harapan kami Unibraw juga mampu bersaing dengan negara-negara Asia lainnya dan untuk mewujudkan target tersebut, seluruh civitas akademika harus bersungguh-sungguh memfokuskan perhatian dan bekerja keras memajukan Unibraw,” tegasnya, (as)

Tuesday, 22 December 2015 02:48

Budi Waseso : BNN Gagal Bila Andalkan Rehabilitasi

Written by

Jakarta, koranrakyat.com- Meskipun sudah dilakukan rehabiltasi dan tidak ada keseimbangan antara penindakan teryata terlihat ada lonjakan pengguna narkoba dari  4 juta hingga 6 juta.  hingga kini nampak tugas yang dilaksanakan Badan Narkotika nasional dinyatakan gagal.

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso ditemui disela-sela acara Gahetring Jurnalis Tronojoyo Cringin Bogor,Jumat (18/12)2015 mengatakan  pengguna narkoba lebih dari 6 juta. Yang Sebelumnya 4 juta, nampak ada kenaikan yang signifikan."Di BNN tidak mudah, musuhnya abu-abu enggak jelas, proaktif untuk mencari, kalau tidak proaktif enggak berhasil.  kalau di Bareskrim,ada laporan, kalau BNN  informasi," ujarnya.

Selanjutnya, Budi Waseso mengakui 3 bulan kepala BNN, banyak hal yang saya lakukan, kebiasaan saya selalu maping ke dalam, kebiasaan saya dinas dimana saja dan  saya mau berbuat maksimal cepat, pekerjaan ini bukan yang sulit berlama-lama, sudah enggak ada masalah. "
Saya di BNN saya baru sadar, kalau di BNN 
Lebih dari 50 persen sipil, oh iya pemahaman belum baik. Jadi saya harus menyatukan dulu pemahaman, tugas di BNN apa kebijakan saya mengerti memahami mau bekerja sesuai misi visi," akunya 

Untuk itu, Budi Waseso menegaskan saya harus berani mengakui, yang lalu tugas BNN sepertinya tugas rehabilitasi, padahal tugas BNN di UU cegah, penindasan, berantas, pemberdayaan masyarakat."Dulu munculnya rehabilitasi ada peran yang dialihkan ke tugas BNN, faktor kebiasaan jalan aja. Yang jadi konsen pokok permasalahan seolah rehabilitasi penyelamatan manusia, rehabilitasi bukan untuk penyembuhan, tapi efeknya pecandu sudah kerusakan permanen," tegasnya

Upaya untuk itu, Budi Waseso menjelaskan cek ke mantan pengguna, Slank, Fariz RM, dan rehab itu menghabiskan uang negara, karena dibiayai oleh sesuai UU  negara untuk kesehatan warganya."Ok Rehabilitasi  memang dalam UU wajib hanya sistem cara diatur pecandu pengguna wajib di rehab, enggak dilakukan penahanan. Nah ini yang berbahaya, salah satu dampak dari kurun waktu 4 bulan peningkatan .Pengguna lembaga survei enggak ada nantinya bebas, kalau korban ,korban apa? Pas make kan sadar tahu," jelasnya. 

Jadi, Budi Waseso merincinya Malaysia, singapura pengguna hukumannya mati, tegas betul. Seluruh lini enggak ada yang terbebas dari penggunaan narkoba, Polri TNI banyak, semua sampai lini terbawah usia terendah anak TK sudah terkontaminasi, dilihat disadari hasil survei dan asop Asean narkotik kita Indonesia pangsa terbesar narkotik, pabrikan berbanding terbalik sama Malaysia dan Singapur. " Hebatnya mereka punya panti rehap yang mendunia, besar, hebat, isinya orang indonesia.
Anak pengusaha dan pejabat Indonesia, kalau enggak percaya salah satu kesana cek, bener enggak kita saja," rincinya

lebih lanjut, Budi Waseso menandaskan .Mereka enggak  intes narkotik masuk ke negara kita, semua barang masuk semua transit di dua negara itu "Dikala saya jadi Kabareskrim, saya kirim tim ke cina kami berhasil deteksi, pas disana kami enggak punya kewenangan, mereka masa bodo, 
Selama mereka  enggak berbuat di negara kita enggak ditindak," tandasnya.

Hingga kini, Budi Waseso menambahkan setiap kali bandar WNA selalu dan hampir pasti dia enggak sekaligus pengguna, bukan pemakai pengguna in dia paham betul bisnis dia tau betul bahayanya narkotik." WNA engga menggunakan, saya kalau berpikir kedepan ada desain besar untuk negara kira, saya enggak bisa pasti.Lembaga intelijen negara Indonesia harus dikaji," tambahnya. (vk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

Bojonegoro .Koranrkakyat.com,-Sebanyak 174 Kepala sekolah SD, SMP, dan SMA mulai Senin( 23/11/2015 ) bakal kembali bertugas sebagai guru biasa, dikarenakan masa jabatan yang sudah berakhir. Selanjutnya tugas kepala sekolah digantiikan dengan kepalasekolah baru.Demikian dikatakan Drs. Hanafi, MM. saat melantik 34 kepala SMP, 10 kepala SMA, dan 8 kepala SMK di lingkungan Satker Dinas Pendidikan Daerah, Bojonegoro, di gedung Sabha adikrida, sabtu 21/11/2015.

Hanafi berharap kepala sekolah yang baru dilantiksegera menjalankan tugasnya di tempat yang baru.“ Tidak usah mengadakan acara serah terima jabatan, kalua sudah terlanjur diagendakan dan menggunakan uangs umbangan dari wali murid segera dikembalikan lagi,” ujar Hanafi. Jangan ada pesta, tambah Hanafi.

Ia pun berpesan agar kepala sekolah lebih bertindak kreatif dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan. Terutama mampu menciptakan suasana nyaman, aman bag isiswa-siswi yang tengah belajar.Mengedepankan kesabaran dan tidak mudah emosi menghadapi siswa.

Selainitu kepalasekolah maupun guru pengajar harus bisa melakukan intropeksi diri dalam menyikapi setiap kejadian internal maupun eksternal.Apalagi dalam Ujian Kompetensi Guru ( UKG ) yang diselenggarakan beberapa minggu lalu nilainya masih di bawah standart. ( dan/pur )

 

 

Tuesday, 08 September 2015 22:38

Buwas Semangat Baru Energi Baru Sapu Mafia Narkoba

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Untuk melaksanakan tugas di Badan Narkotika Nasional diawali dengan bentuk kekuatan internal dan kita juga harus bersih- bersih dulu baru kita maju. Dan hukum mati dan tidak ada kata ampun dan maaf.

Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol Budi Waseso ketika ditemui di BNN  MT Haryono usai pelantikan , Selasa (8/9)2015 mengatakan sebelum melaksanakan tugas
melalui pekerjaan kekuatan di internal. Kita juga harus bersih-bersih- bersih dulu baru kita maju."Kalau bapak presiden hukum mati itu lah sudah. Karena kalau pelaku-pelaku atau bandar-bandar itu lah pembunuh generasi negara ini. Tidak ada kata ampun atau maaf. Saya kira selesai sudah," ujarnya.

Ketika ditanya kalau terhadap oknum , Budi Waseso menegaskan oknum aparat itu  harus kita tindak. "Pemberantasan narkoba
Saya akan menerima apa yang telah disampaikan oleh pejabat yang lama . Laporannya sudah saya terima akan saya tindak lanjuti banyak hal," tegasnya.

Menyinggung  dengan adanya 36 jenis narkoba yang baru, Budi Waseso mengakui Ya, 36 jenis baru dan ada 251 yang potensi yang beredar di negara kita yang  perlu kita sikapi. "Kita harus sikapi segera harus diberikan kepada masyarakat secara terbuka dan ancaman. Ini mencapai kepada generasi yang terbawah. Yang paling muda anak-anak. SD bahkan TK pun sudah disusupi kalau masalah narkoba. Di cover permen, makanan-makanan  ini sudah mulai dan harus segera kita tindaki,"akunya.

 

Jadi, Budi Waseso menandaskan arti kita akan sosialisasi kepada anggota masyarakat dan aparat-aparat yang berkaitan dengan  masalah itu dan pencegahannya.  " Untuk itu diharapkan ada kerjasama sehingga kita mampu melaksakan tugas kita," tandasnya. (vk)

Friday, 14 August 2015 02:20

Andi Indru Peroleh Penghargaan Dari SPRI

Written by

Jakarta,koranrakyat.com- Sesuai hasil temuan dari seorang prajurit TNI Angkatan Darat Andi Indru saat didalam krisis pangan,  akhirya ia mampu dan berhasil jadi bentuk produk Formula Bubuk Supertani itu mampu membantu kesejahteraan bagi para petani diberbagai daerah. Ini menjadi motiv yang mendorong  pemberinan penghargaan dari Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) dan Karyawan Film dan Televisi akan memberikan penghargaan serta akan dibuat menajdi Film Dokumenter.  

Ketua Umum SPRI, Hentje Mandagie ketika ditemui di kantor Karyawan Film dan Televisi kepada wartwaan mengatakan aetelah   DPP SPRI melihat kondisi negara ada kita lagi ancaman krisis pangan,di tengah acaman krisis pangan  kita mengajak teman-teman di daerah untuk berfikir. "Apa Kira- kira langka SPRI, dihubungkan dalam rangka Hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia ke 70  maka usulan dan permasalahan yang ada kita akan memberikan penghargaan," ujarnya.

Selanjutnya, Hentje menegakan kenapa kita memilih ini dan ini menarik yang mengatasinya seorang Kapten. Kalau ahli pertanian itu banyak, Kapten TNI itu yang menarik dari SPRI memberikan penghargaan kepada prajurit TNI. "Karena ruang lingkupnya berbeda jauh sekali ahli senjata dan ahli rakit bom kenapa dia tertarik mencari solusi pertanian kelangkaan .Kita cari, saya bilang DPD lakulan investigasi kesana pupuk ini berhasil masuk di pasaran," tegasnya.

Untuk itu, Hentje mengakui setelah kita lihat ternyata sosialisasi untuk penyampaian pupuk ini bukan oleh pemerintah namanya kerjasama TNI Angkatan Darat dengan instansi setempatnya. Penjalanaan dari dinas ketahanan pangan dan swasembada dengan TNI Angkatan Darat ini  kerjasama terjadi beliau konsisten dengan menyelidiki , karena beliau organisasi intel Sulawesi Selatan tidak cukup." Malu sama dgn penjualan karena pupuk yang beredar adalah pupuk ilegal . Nah beranjak dari situlah kemudian mempelajari pupuk-pupuk ilegal dan kandungannya formula-formulanya bersama-sama dibantu oleh staf-staf dari Dinas Pertanian. Dari situlah beliau mendalami  dan menemukan formula,"akunya..

Seirng dengan itu, Hentje menjelaskan tanpa disengaja itu sangat efektif untuk pupuk. Setelah itu hasil perumusan itu diteliti selama 14 tahun sampai hari ini. Dari situ kemudian kegiatan TNI Angkatan Darat  sosialisasi ke Kodim-kodim kebetulan dari pimpinannya menunjuk beliau sosialisasi ." Dari sosialisi itu lah beliau menawarkan kepada teman-teman di Kodim untuk menyalurkan pupuk itu . Hasil panen raya hampir diseluruh kabupaten di Sulawesi Selatan berhasil. Dewan Kodim-kodim peran TNI . Itu bukan karena sosialsasi karena implementasinya," jelasnya.

Sesuai perkembangan, Hentje merincinya kalau dia sosialidasi terus pupuk tidak ada terus petani bilang kita mau tanam apa. Sehingga yang dia tawarkan , dia punya pupuk dari hasil yang dia temukan." Kemudian dibuat pabrikan dan dibuat produksi. Itulah yang disalurkan ke masyarakat,"rincinya.

.Ditempat yang sama, Ketua Karyawan Film dan Televisi (KFT), Febrian  mengatakan betul apa yang dikatakan Ketua SPRI, salah satu Putra Indonesia, orang Bugis seorang tentara yang ikut prihatin kepada petani miskin. " Mereka berhasil meracik sebuah pupuk kimia bertani. disini saya merasa terpanggil sebagai orang media.ada beberapa hal yang menarik saya temukan . Kapten Andi undru ini,sebuah anak desa yang mampu berbuat, pada hal tidak melalui pendidikan. Disini saya akan coba mengangkat dalam sebuah film dokumenter," Ujarnya.

Sesuai perkembangan, Ferbrin menegaskan untuk sesuai perkembangan. Saya sudah berembuk dengan teman-teman, membentuk satu tim untuk turun ke menelusuri, mulai dari awal penemuan  Andi undru ini." Sampai mulai terbentuknya satu produk. Dipasarkan sampai hari ini, sudah disalurkan dibebegai daerah. kita coba angat dalam satu cerita. Beliau katakan , kalau ini berhasil saya buatkan film dokumenter, saya buatkan layar lebar ," tegasnya. 

Disadari, Febrian mengakui rencananya kita akan garap ini awal September.Insyah Allah, tim dari KFT akan berbuat. Kemudian dikawal oleh SPRI untuk pembantu dalam pembauatan  Filmnya. "Disamping dari Film itu, ada beberapa hal yang perlu kita catat, adalah seperti apa yang dibildang oleh pak Ketua SPRI. Tentara hanya tahu bersihkan senjata, disini ternyata seorang Andi Undru ini memiliki keahlian . Bisa menemukan dan menciptakan satu Produk yang bisa dinikmati semua orang,"akunya.

Lebih lanjut, Febrian menandaskan sangat membantu  bagi petani yang kurang mampu, khsus Pupuk kimia. ternyata , temuan-temuan beliau, satu produk unggulan Indonesia. dan diakui oleh Pemerintah. " Harapan,saya untuk teman-treman media.kamipun disini,akan memberikan informasi-informasi, ataupun ada satu masukan dalam pengemasan film ini, kareana ini langkah awal, mengangkat kisah nyata untuk seorang tentara. Dengan Pak Ferry untuk film tersebut. Sebaiknya karya kami dan apa yang dibuat oleh KFT bisa menjadi penghargaan buat pemerintah," tandasnya.(v

 

 

 

 

 

.

Sunday, 09 August 2015 14:59

Dispendik Sidoarjo Patuh Mendiknas Anis Baswedan

Written by

Sidoarjo ,koranrakyat.com -  Menteri  Pendidikan  mengeluarkan aturan  baru  pada  Tahun  ajaran  2015 – 2016  dengan  mewajibkan  para  orang  tua  mengantarkan  anak  nya  ke  sekolah  dan  menyerahkan  secara  langsung  pada  guru  maupun  kepala  sekolah   saat  awal  masuk  pembelajaran,  serta  mewajibkan  menyanyi  lagu  kebangsaan  sebelum melakukan  awal pembelajaraan  .

            Di  Sidoarjo  mulai  dari  tingkat  SD -  SLTA  sebelum  melaksanakan  jam  pembelajaran  terlebih  dahulu  menyanyikan  lagu kebangsaan  dan  di  sertai  do’a . bahkan  aturan  nya  sudah  dari  dulu  di  terapkan  sekolah – sekolah  di  sidoarjo. “ ujar  Mustain “    ( 27/7/2015 )

            Mustain  Baladan  selaku  Kepala  Dispendik  Sidoarjo  menambahkan   aturan  baru  dari  Mentri  Pendidikan  sangat  bagus  terutama  pada  aturan  para  wali  murid  di  wajibkan  mengantar  dan  menyerahkan  anak  nya  secara  langsung  kepada  kepala  sekolah  dan  di  saksikan   guru  pengajar   ,  siswa  ,  serta  para  wali  murid  yang  lain  pada  awal  masuk  sekolah  ,  istilah  nya  wali  murid  menitipkan  anak  nya  secara  langsung.

            Pada  saat  MOS  ,  Mustain  melihat  secara  langsung  di  sekolah -  sekolah  penyerahan  siswa  baru  kepada  sekolah  yang  di  serahkan  secara  langsung  oleh  orangtua  nya.  “ sebelum  nya  saya  sudah  menuliskan  edaran  ke  semua  sekolah  yang  ada  di  sidoarjo  untuk  wali  murid  wajib  menyerahkan  anak  nya  secara  symbolik  ke  guru  sekolah ,  tapi  tidak  semua  wali  murid  wajib  datang  hanya  beberapa  wali  murid  saja, karena  di  sidoarjo  lahan  parkir  sekolah -  sekolah  tidak memadai”. “ Ujar nya “

            Mustaian  berpesan  pada ajaran  baru  tahun  2015-2016  siswa -  siswi  di  sidoarjo  dari  tingkat  SD – SLTA  harus  meningkatkan  belajar  nya .(ka)

Malang, koranrakyat.com

            Dibawah kepemimpinan  Prof.  Dr. Ir  Mohammad  Bisri, MS   Rektor Universitas, kampus   Unibraw terus berbenah  selain infrastruktur juga kualitas  dari  para dosen  maupun mahasiswa ditingkatkan. Kalau tahun sebelumnya Unibraw telah menerima hampir 12.500   mahasiswa, S1  sedangkan tahun 2015 saat ini cukup 11.850  ribuan , karena Unibraw akan berusaha meningkat  kualitas dan  ingin bersaing di dunia  International. Dengan meningkatkan akreditasi  jadi A  dan meningkatkan grade   lebih maksimal.

            Seperti dinegara maju  seperti  halnya di Amerika bahwa perbandingan mahasiswa S1 (sarjana) dan S2 ( Master)  serta S3 (Doktor)   cukup seimbang , ya bisa fifty fifty sehingga perguruan tinggi itu dianggap cukup berkualitas , karena S2 dan S3nya sebanding  sementara di Indonesia  kalau  Prof  Bisri mengamati masih belum seimbang.  Oleh, karenaya kami akan juga  genjot untuk di Unibraw agar S2 dan  S3nya lebih meningkat.   contonya  Harvard  University  salah satu perguruan tinggi yang terbaik di dunia  itu  cukup seimbang  jumlah S1 dan S2 serta S3.

            Sedangkan soal infrastruktur  untuk fasilitas  Unibraw telah memiliki lokasi yang cukup bagus namun belum bisa  dimanfaatkan secara maksimal seperti halnnya lahan dikawasam Dieng   yang rencana dipakai untuk  kampus  Ub  yang  juga  dilengkapi dengan  sport center, dalam waktu dekat sebagian fakultas akan dipindahkan agar tidak terlalu sesak  di Unibrah, selain itu juga lahan didaerah Ngijo, Sumber pasir serta Jatikerto  dan di Griyashanta lahan 4,5 H dijadikan untuk Lab pertanian. Selain itu juga  lahan yang ada di wilayah Probolingo serta pembenahan Kediri yang sudah pernah berjalan , perkiraan tahun depan bisa menerima  mahasiswa  lagi, karena kampus sudah cukup siap.

            Sedangkan untuk organisasi di kedokteran  juga telah diperbaiki, termasuk dalam pembenahan laboratorium. di kedokteran. Sehingga akan bisa lebih berkualitas.Begirtu juga dengan sarana parkir  serta gedung  pekuliaan  agar lebih baik.

            Disisi lain juga mengharapkan ada sinergisitas dengan pemerintah  soal lapangan pekerjaan , sehingga  kita tak hanya produksi sarjana namun tak ada lapangan pekerjaan . Tentunya harus ada singkronisasi  kalau  saat  ini pemerintah sedang  memiliki program kelautan atau pertanian, maka kita akan siapkan , tinggal kebutuhannya berapa atau ada kuoto dari  pemerintah untuk  sarjana dari UB.  Sehingga akan lebih jelas kita tak hanya produksi  sarjana tapi   cari lapanngan pekerjaan mereka kesulitan.(fd/an)   

 

 

 

Page 4 of 5

Entertaiment

Face Book Galleries

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco)...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan