Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif
Last Updated on Apr 21 2019

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten...
Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas
Last Updated on Apr 21 2019

Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Sebanyak 9 anggota Polri tewas  saat melaksanakan tugas menjaga keamanan pemungutan suara Pemilu 2019.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat...
Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang
Last Updated on Apr 14 2019

Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang

      JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja...
Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya
Last Updated on Apr 14 2019

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan...
Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman
Last Updated on Apr 14 2019

Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman

Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman Cuaca cerah menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu 14 April 2019 pukul...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     

Bali,KORANRAKYAT.com- Perpanjangan kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdullah al Saud bersama 1500 rombongan direspon baik pengamanan. Tentunya perpanjangan karena ada indikasi negara aman dan tentram. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa (7/3)2017 mengatakan indikasinya dengan memperpanjang kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia tentunya mengindikasikan bahwa pertama kita menjadi negara yang aman dan tentram."lni jelas mengindikasikan bahwa warga Indonesia atau masyarakat Indonesia sangat welcome Kedatangan tamu seperti raja arab Saudi ada keramah tamahan yang ditunjukkan dan ini tentu diharap kita jaga," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan Raja Arab Saudi melihat bahwa kekayaan Alam Indonesia yang dilakukan perpanjangan dilakukan itu karena keindahan alam dirasakan . "Dari ketiga hal tersebut diketahui kemungkinan pengamanan yang ekstra ketat karena kelasnya adalah prestasi nya dimana dalam pengamanan dilakukan dan dikomandani oleh TNI dalam hal ini Paspampres yang diback up oleh Polri. " tegasnya.

Sesuai perkembangan, Martinus menjelaskan tentu demikian juga dengan rombongan tidak dalam kapasitas VVIP melekat kan kita juga menjadi alasan pengamanan." Kalau personil pengamanannya tetap saja akan berjalan sesuai pengamanan yang dilakukan. Kan jelas jumlah pengamanan kan 10 Personil yang sudah disiapkan."Bali kan itu sekitar 5 Ribu personil, di Jakarta 3 Ribu personil di Bogor 2 Ribu personil,'  jelasnya.

Lebih lanjut, Martinus menandaskan kita harusnya bangga kehadiran Raja Salman memberikan respon yang baik mau berlibur di Indonesia" Begitu pengamanan dilakukan merupakan kepercayaan tersendiri dan tetap merasa nyaman selama di Indonesia,"tandasnya.(vk)

_.
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA) resmi berakhir sore ini. Sejumlah negara-negara anggota IORA telah membahas mengenai aspek-aspek penting yang berkaitan dengan tantangan sekaligus peluang besar yang ada di kawasan Samudra Hindia.
 
Presiden Joko Widodo, yang menyampaikan pidato penutupan KTT IORA Tahun 2017, menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi dan kontribusi besar para negara anggota IORA, mitra dialog, delegasi, serta seluruh pihak yang telah mendukung perhelatan KTT IORA yang pertama sepanjang sejarahnya ini. Dirinya juga menyampaikan harapannya agar negara-negara anggota IORA terus memprakarsai solusi-solusi praktis guna menghadapi tantangan kawasan. 
 
"Saya ingin menyampaikan apresiasi saya kepada para menteri, pejabat tinggi, dan para anggota delegasi yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan KTT yang historis ini sehingga menghasilkan _Jakarta Concord_ dan _Action Plan_ yang baru saja kita sahkan," ujar Presiden Jokowi pada Selasa, 7 Maret 2017, di Jakarta Convention Center.
 
Namun, tak kalah pentingnya, apa yang telah dibicarakan dan disepakati bersama dalam KTT ini tentunya amat dinantikan tindak lanjutnya. Maka itu, Presiden Joko Widodo mengajak negara-negara anggota untuk berupaya dan bekerja sama dalam mewujudkan apa yang telah dicitakan.
 
"Saya menghimbau agar ada tindak lanjut setelah ini. Kalau kita ingin manfaat-manfaat yang nyata, kalau kita ingin melihat realisasi, maka yang menjadi sangat penting adalah tindak lanjut," ujar Presiden Jokowi pada Selasa, 7 Maret 2017, di Jakarta Convention Center.
 
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara turut mengajak seluruh pihak agar bersama-sama membangun sebuah budaya yang dibutuhkan untuk menciptakan suasana yang kondusif di kawasan. Budaya tersebut tidak lain ialah budaya keterbukaan yang mampu membangun dukungan masyarakat untuk modernisasi dan menumbuhkan semangat berusaha.
 
"Kita memerlukan suatu budaya, yang berorientasi keterbukaan, bersifat mendengar, penuh dengan pengertian. Kita harus membudayakan supaya bangsa kita melihat perbedaan bukan sebagai sesuatu yang memisahkan kita satu sama lain. Tapi sebagai sesuatu yang memperkaya kita, di saat kita bergabung dan bekerja sama," ucapnya.
 
Mengakhiri pidatonya, Presiden mengucapkan selamat atas terpilihnya Afrika Selatan sebagai ketua IORA sekaligus tuan rumah bagi penyelenggaraan KTT IORA berikutnya. Pembacaan pidato Presiden tersebut kemudian diakhiri dengan ketokan palu yang menandakan berakhirnya KTT IORA Tahun 2017.
 
*Enam Komitmen Jakarta Concord*
 
Dalam pernyataan pers bersama usai penutupan, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa penyelenggaraan KTT IORA yang pertama ini merupakan satu langkah strategis dan progresif dari para pemimpin negara anggota IORA untuk mendorong agar IORA mampu bergerak lebih cepat, mampu menghadapi situasi masa kini, dan juga mampu menghadapi tantangan di masa depan. Seluruh pemimpin peserta KTT juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama di antara sesama negara anggota. 
 
"KTT kali ini juga merupakan tonggak pembaruan komitmen negara-negara anggota IORA untuk mengintensifkan kerja sama IORA. Semua pemimpin menyadari tantangan yang dihadapi saat ini. Semua pemimpin menyadari mengenai potensi yang dimiliki oleh negara-negara IORA Semua pemimpin IORA juga menyadari pentingnya untuk menjaga Samudra Hindia, samudra yang mempersatukan negara anggota IORA," kata Presiden.
 
Oleh karenanya, sebagai bentuk peneguhan komitmen kerja sama tersebut, disepakatilah "Jakarta Concord" yang berisi enam komitmen negara-negara anggota IORA. Keenam komitmen yang berhasil dicapai tersebut ialah:
 
1. Memajukan keamanan dan keselamatan maritim;
2. Meningkatkan kerja sama Perdagangan dan Investasi;
3. Memajukan pengembangan dan pengelolaan perikanan yang berkesinambungan dan bertanggung jawab;
4. Memperkuat pengelolaan risiko bencana;
5. Memperkuat kerja sama akademis dan ilmu pengetahuan;
6. Memajukan kerja sama di bidang pariwisata dan kebudayaan.
 
"Selain enam kerja sama tersebut, para pemimpin IORA juga mendorong IORA untuk memperkokoh kerja sama di tiga isu lain, yaitu 'blue economy', 'women empowerment', dan demokrasi, tata pemerintahan yang baik, pemberantasan korupsi, serta hak asasi manusia," Presiden menambahkan.
 
Di samping itu, negara-negara anggota juga bersepakat untuk menciptakan kawasan Samudra Hindia yang aman dan damai. Termasuk di antaranya ialah kesepakatan untuk menghormati UNCLOS 1982 (United Nations Convention on the Law of the Sea) yang menjadi konstitusi untuk mengatur Samudra.
 
"Kondisi Samudra Hindia yang aman dan damai menjadi prasyarat utama bagi pelaksanaan kerja sama di bidang lain. Satu hal lagi yang sangat disambut baik oleh para pemimpin IORA adalah penyelenggaraan IORA Business Summit. Jejaring dan kerja sama antara pengusaha harus terus diperkuat di masa mendatang," ujarnya mengakhiri pernyataan.
 
Terhadap komitmen Jakarta Concord itu, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma menyatakan bahwa komitmen tersebut mampu meningkatkan kerja sama dan keberadaan IORA. Ia juga menyambut baik forum bisnis yang diselenggarakan di sela-sela berlangsungnya KTT IORA.
 
"Afrika selatan menyambut baik hasil dari pertemuan bisnis yang merupakan tanda deklarasi antara kamar dagang dan komunitas bisnis negara anggota IORA," ucapnya.
 
Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, yang mewakili negaranya sebagai ketua IORA sebelumnya, dalam kesempatan yang sama juga menyatakan mendukung penuh komitmen negara-negara IORA yang dituangkan dalam Jakarta Concorde. Baginya, Jakarta Concorde merupakan sebuah peta jalan bagi perjalanan IORA di masa datang.
 
"Jakarta Concord memberikan peta jalan untuk pekerjaan IORA di masa depan dan menegaskan kembali komitmen kita bersama untuk membangun perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di wilayah kita. Ini merupakan pernyataan penting tentang nilai-nilai bersama dan tujuan yang hendak dicapai di kawasan Samudra Hindia," ujar Turnbull.
 
Selain itu, ia juga memuji Presiden Joko Widodo atas kepemimpinannya bagi Indonesia. Indonesia disebutnya sebagai sebuah negara percontohan dunia di mana Islam dan demokrasi mampu berdampingan.
 
"Presiden Joko Widodo telah menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa di kawasan ini. Singkat kata, begitu kuat dan persuasif. Indonesia telah membuktikan bahwa Islam, demokrasi, dan modernisasi mampu berjalan beriringan. Indonesia memimpin dengan contoh," ujarnya.(eas)

 

JAKARTA,KORARAKYATt.com- Berkaitan dengan cenderamata pedang perak berukuran panjang 1 meter terbungkus sarung keemasan dari Raja Salman buat Polri. Menyikapinya pemberian itu Polri tetap melaporkan  Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK) apakah itu masuk dalam grafitasi sehinga kini masih menunggu penjelasan KPK.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa(7/3)2017 mengatakan kami jelaskan bahwa ini Kombes Pol Dadang sebagai koordinator staf pribadi Kapolri diperintahkan oleh  Kapolri untuk melaporkan adanya pemberian cendramata ."Kemudian tadi pagi  pukul 10.00 sudah disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK )saat itu diterima  Laode sebagai Wakil Ketua KPK," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan dalam pertemuan itu kita mengemukakan cendramata yang diberikan kan cendramata yang saling tertukar antar Kapolri dengan Duta Besar . Dimana  Kapolri menyerahkan plakat kepada Duta Besar Arab Saudi  ,kemudian dibalas dengan pemberian pedang sepanjang 1 meter  dan berwarna perak yang dibungkus dengan satu lapisan pembungkusnya sarungnya sebuah sarung yang warna keemasan. "  Yang kemudian diserahkan kepada KPK  untuk dilakukan pencatatan dan penilaian dan apakah ini  apakah ini gratifikasi er atau tidak," tegasnya.

Untuk itu, Martinus menjelaskan pedang itu diserahkan pada saat Duta Besar Arab Saudi kepada Kapolri. Ini mewakilkan di Polri.  "Dengan itikat baik Bapak Kapolri sebagai penyelenggara yang diamanatkan oleh  tindak pidana korupsi.  Dimana sudah diamanatkan kepada penyelengara negara melaporkan setiap pemberian cendramata sebagai gratifikasi kepatuhan yang diberikan yang memilikinya waktu sekitar 7 sampai 10 hari untuk melakukan penelitian terhadap benda tersebut, berapa nilainya, apakah ini suatu gratifikasi," jelasnya .

Lebih lanjut,Martinus menandaskan kalau misalnya tidak diserahkan kepada Polri  dan kita akan memajangnya di tempat-tempat tersedia di ruang pertemuan atau ruang tamu Kapolri atau musium Polri." Kita anggap tempatnya dan kita menunggu satu dua hari kedepan , apakah ini akan dikembalikan ke kita. Kalau dikembalikan ," tandasnya.(vk)

Tuesday, 07 March 2017 00:04

KTT IORA Konferensi Bersejarah

Written by
*
 
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Ucapan selamat datang disampaikan Presiden Joko Widodo kepada para delegasi peserta KTT _Indian Ocean Rim Association_ (IORA) yang menghadiri jamuan santap malam di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senin 6 Maret 2017.
 
"Selamat datang di Jakarta, ibukota Republik Indonesia, sekaligus pusat niaga dan pusat bisnis Indonesia. Kami sangat mengapresiasi dan menghormati kehadiran Bapak dan Ibu pada acara yang bersejarah, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi pertama, dalam dua puluh tahun sejarah IORA," ucap Presiden ketika memberikan sambutan.
 
Jakarta adalah kota yang luar biasa. Hal ini disampaikan Jokowi karena sebelum menjadi Presiden dirinya adalah Gubernur DKI Jakarta selama dua setengah tahun. "Jadi, segala hal yang Bapak-Ibu suka mengenai Jakarta, mari kita sebarkan ke mana-mana," kata Presiden.
 
Tapi hal-hal yang kurang baik mengenai Jakarta sebaiknya disampaikan secara diam-diam. "Tolong nanti sampaikan ke saya diam-diam saja. Biar nanti saya teruskan ke Gubernur Jakarta yang sekarang," ujar Presiden.
 
Kawasan Samudra Hindia adalah kawasan yang kaya dengan sejarah dan kaya dalam budaya yang beragam. Di dalam kawasan ini, Indonesia berdiri di bagian timur, sebagai Zona Ekonomi Ekslusif terbesar di dunia. Dengan 17.000 pulau, Indonesia juga negara kepulauan terbesar di dunia.
 
Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengajak para undangan yang hadir di jamuan santap malam ini untuk melupakan sejenak rutinitas yang dijalankan. "Malam ini, mari kita tinggalkan sejenak, hal-hal mengenai keamanan, perekonomian, dan lingkungan hidup. Marilah kita nikmati dulu, aroma, pemandangan  dan suara-suara Indonesia," ucap Presiden. 
 
Menutup sambutannya, Presiden berharap KTT IORA yang akan dimulai besok akan  menjadi konferensi yang produktif. "Tolong, jangan lupa shopping ke restoran mencicipi kuliner, golf, karena Jakarta sungguh luar biasa dalam hal-hal seperti ini," ujar Presiden.
 
Beberapa kepala negara/kepala pemerintahan yang hadir pada jamuan santap malam ini adalah Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dan Ibu Bongi Ngema Zuma, Presiden Sri Lanka Maithripala  Sirisena, Presiden Mozambik Filipe Nyusi, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan Ibu Rosmah Mansor. Juga tampak hadir, Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, para ketua lembaga tinggi negara dan para menteri anggota Kabinet Kerja.
 
Sebelum memulai jamuan santap malam, para tetamu disuguhi tarian kolosal Maritim Jaya yang dipersembahkan oleh Kinarya GSP. Iringan musik Addie MS & Twilite Orchestra dan penampilan seniman Bing Leiwakabessy mengiringi hidangan santap malam yang disajikan. Di akhir acara, para tetamu memainkan angklung bersama Saung Angklung Udjo.
 
Santap malam yang disuguhkan kepada para tamu undangan merupakan menu khas Indonesia, yakni lumpia basah ikan tuna dan soto kudus yang merupakan makanan khas Jawa Tengah, nasi hijau gulai ikan kakap yang berasal dari Sumatera Utara dan kue ubi cilembu dari Jawa Barat.(eas)

 

 
 
Presiden Joko Widodo bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud melakukan penanaman pohon di taman belakang Istana Merdeka, Jakarta. Kegiatan tersebut dilakukan usai pertemuan antara Presiden dan Raja Salman dengan para ulama serta tokoh Islam di Indonesia pada Kamis, 2 Maret 2017.
 
Tak lama setelah pertemuan dengan para ulama dan tokoh Islam dilakukan, Kepala Negara beserta Raja Salman langsung menuju taman belakang Istana Merdeka. Keduanya menaiki mobil golf yang dikendarai Presiden sementara Raja Salman berada di sebelahnya.
 
Pohon yang ditanam Raja Salman dan Presiden berasal dari jenis ulin atau dikenal dengan kayu besi. Jenis tanaman tersebut merupakan pilihan langsung Presiden Joko Widodo. Menurutnya, kayu ulin merupakan jenis kayu yang paling kuat. Ulin yang merupakan tanaman khas Kalimantan itu juga biasa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.
 
Pemilihan jenis tanaman tersebut menyimbolkan harapan Presiden Joko Widodo kepada Raja Salman. Ia mengharapkan hubungan kerja sama dan persahabatan yang semakin erat antara kedua negara.
 
"Kayu ulin itu kayu yang paling kuat. Supaya hubungan kita menjadi kuat sekali, sekuat kayu ini," Jokowi menjelaskan sambil menyirami pohon yang ditanam oleh Raja Salman.
 
Proses penanaman pohon itu sendiri berlangsung sekira 10 menit. Setelahnya, Presiden Joko Widodo mengantar Raja Salman menuju kendaraanya untuk meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan.(eas)

 

Saturday, 04 March 2017 03:02

Raja Salman Temui Para Ulama dan Tokoh Islam Indonesia

Written by
.
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Sebagai bagian dari rangkaian agenda kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud di Indonesia, sejumlah ulama dan tokoh Islam di Indonesia berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Raja Salman. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo itu berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 2 Maret 2017.
 
"Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud, sekali lagi saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Yang Mulia di Istana Merdeka, Jakarta. Selamat datang juga kami sampaikan kepada yang terhormat, Yang Mulia para alim ulama serta para tokoh Muslim Indonesia," Presiden membuka pertemuan.
 
Dalam sambutannya itu, Presiden Joko Widodo sekali lagi menyampaikan rasa syukurnya terkait dengan pengembalian kuota haji Indonesia menjadi 211 ribu jamaah. Jumlah tersebut kemudian ditambahkan lagi oleh Raja Salman hingga menjadi 221 ribu jamaah.
 
"Sekali lagi atas nama umat Islam Indonesia, saya ingin menyampaikan terima kasih atas tambahan kuota haji Indonesia dari 168 ribu, alhamdulillah, bisa menjadi 211 ribu mulai tahun ini. Artinya ada tambahan 43 ribu. Ditambah lagi tambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah haji untuk tahun 2017. Total tambahan berarti 53 ribu," ujarnya.
 
Turut hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
 
Daftar tokoh Islam yg akan bertemu raja Salman di istana : 
 
 
 
1. KH. Hasan Abdullah Sahal sebagai Pimpinan Pesantren Moderen Gontor Ponorogo
2. KH. Azzaim Ibrahimy sebagai Pimpinan Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo
3. KH. Ahmad Mohammad Tidjani sebagai Pimpinan Pesantren Al Amin Sumenep
4. KH. Syukron Ma'mun sebagai Pimpinan Pesantren Darurrahman Jakarta
5. KH. Mahrus Amin sebagai Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta
6. KH Kholil As'ad sebagai PP Walisongo Asembagus Situbondo
7. Ustaz Arifin Ilham
8. Ustaz Yusuf Mansur
9. KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI
10. KH Din Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI
11. Nasaruddin Umar sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal
12.  KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU
13. KH Haedar Nasir sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah
14. Aceng Zakaria sebagai Ketua Umum Persis
15. Muhammad Siddik sebagai Ketua Umum DDII 
16. Abdullah Jaidi sebagai ketua umum Al-Irsyad al-Islamiyah
17. Yusnar Yusuf sebagai ketua umum Jamiyyatul Washliyah
18. Ahmad Satori Ismail sebagai ketua umum Ikadi
19. Sadeli Karim sebagai ketua umum Mathla'ul Anwar
20. Basri Barmanda sebagai ketua umum Perti
21. Hamdan Zoelva sebagai ketua umum Syarikat Islam 
22. Masdar F Masdu'i sebagai ketua umum DMI 
23. Abdillah Syam sebagai ketua umum LDII
24. Habib Zain bin Umar bin Smith sebagai ketua umum Rabitah Alalawiyah
25. Habib Nabil al Musawa sebagai Ketua Majelis Syuro Majelis Rasulullah 
26. Jimly Asshiddiqie sebagai ketua umum ICMI
27. Zannuba Arifah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) sebagai Direktur The Wahid Institute 
28. Siti Noordjannah Djohantini sebagai ketua umum PP Aisyiyah 
29. Khofifah Indar Parawansa sebagai ketua umum Muslimat NU 
30. Atifah Thaha sebagai ketua umum DPP Wanita Islam 
31. Syifa Fauzia sebagai ketua umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) 
32. Habib Hasan bin Ja'far Assegaf sebagai ketua umum Majelis Nurul Musthofa
33. Hasyim Muzadi sebagai Wantimpres
34. Prof Quraish Shihab sebagai mantan Menteri Agama RI
35. Prof Bambang Sudibyo sebagai ketua Baznas
36. Habib Muhammad Luthfi bin Yahya sebagai ketua MUI Jateng (eas)
 
.
 
JAKARTA.KORANRAKYAT.com,- Presiden Joko Widodo mendampingi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta. Kunjungan ke Masjid Istiqlal pada Kamis, 2 Maret 2017, tersebut merupakan salah satu rangkaian agenda kunjungan kenegaraan Raja Salman di Indonesia.
 
Kepala Negara yang saat itu mengenakan batik lengan panjang berpeci hitam bersama dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyambut langsung kedatangan raja berjuluk Penjaga Dua Tanah Suci tersebut sekitar pukul 14.10 WIB.
 
Saat masuk ke dalam masjid, Raja Salman dan Presiden Joko Widodo langsung melaksanakan salat _tahiyatul masjid_ sebanyak dua rakaat. 
 
Sekitar 30 puluh menit keduanya berada di Masjid Istiqlal. Setelahnya, rombongan langsung bergerak menuju Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya.
 
Sebelum mendatangi Masjid Istiqlal, Raja Salman terlebih dahulu mendatangi Gedung DPR. Di DPR, Raja Salman menyampaikan pidatonya soal pemberantasan terorisme. Raja Salman juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas sambutan hangat yang ia terima.(eas)

 

 

BOGOR,KORANRAKYAT.com,- Hari pertama kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud ke Indonesia berbuah manis. Pertemuan bilateral yang berlangsung hangat dan produktif dengan pemerintah Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan.Dalam pertemuan tersebut, sejumlah menteri kedua negara turut serta di dalamnya. Dari Indonesia, tampak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Sementara itu, jajaran Kabinet Kerja lainnya yang juga hadir ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong.

Dari pihak Arab Saudi, turut hadir Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Sheikh Saleh bin Abdulaziz Alash-Sheikh, Menteri Negara dan Anggota Kabinet Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf, Menteri Kebudayaan dan Informasi Adel bin Zaid Al-Toraifi, Menteri Pendidikan Ahmed bin Mohammed Al-Issa, Menteri Transportasi Sulaiman bin Abdullah Al-Hamdan, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Dr. Nizar Bin Obaid Madani, dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Alshuibi.

Tercatat sebanyak 11 kesepakatan berhasil dicapai kedua negara yang kemudian dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman. Sebagaimana yang diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai pertemuan, salah satu dari 11 kesepakatan tersebut ialah mengenai komitmen kontribusi pendanaan Arab Saudi terhadap pembiayaan proyek pembangunan dengan nilai mencapai USD 1 miliar.

"Setelah pertemuan tadi, 11 MoU perjanjian telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Salah satu dari kesebelas MoU yang ditandatangani adalah MoU mengenai 'The Saudi Fund Contribution to the Financing of Development Project' senilai USD 1 miliar USD," ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Maret 2017.

Selain itu, nota kesepahaman lainnya yang berhasil dicapai ialah deklarasi bersama antara pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi perihal peningkatan pimpinan Sidang Komisi Bersama. Nota kesepahaman mengenai kerja sama kebudayaan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Kerajaan Arab Saudi juga ditandatangani.

Berikut ini ialah keseluruhan nota kesepahaman yang berhasil dicapai kedua negara dalam pertemuan tersebut:

1. Deklarasi bersama antara pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi perihal peningkatan pimpinan Sidang Komisi Bersama;

2. Nota kesepahaman kerja sama kebudayaan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Kerajaan Arab Saudi;

3. Program kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia dan Otoritas Usaha Kecil dan Menengah Kerajaan Arab Saudi mengenai pengembangan usaha kecil dan menengah;

4. Nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi di bidang kerja sama kesehatan;

5. Nota kesepahaman antara otoritas aeronautika pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi;

6. Program kerja sama antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Kerajaan Arab Saudi dalam bidang kerja sama saintifik dan pendidikan tinggi;

7. Nota kesepahaman antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi di bidang urusan Islam;

8. Nota kesepahaman antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Kerajaan Arab Saudi di bidang kerja sama kelautan dan perikanan;

9. Program kerja sama di bidang perdagangan antara Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan dan Investasi Kerajaan Arab Saudi;

10. Perjanjian kerja sama dalam pemberantasan kejahatan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi;

11. Nota kesepahaman mengenai kontribusi pendanaan Saudi terhadap pembiayaan proyek pembangunan antara _Saudi Fund for Development_ dengan Pemerintah Republik Indonesia.(eas)

Sunday, 26 February 2017 12:37

Polri Siap Amankan Kedatangan Raja Salman Ke Indonesia

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Meskipun pertemuan Dubes Arab Saudi dengan Kapolri sempat tertunda untuk membahas persiapan pengamanan kedatangan Raja Arab Saudi selama 9 hari di Indonesia . Polri Siap membantu pengamanannya sesuai koordinasi dengan Paspampres.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri , Jumat (24/2)2017 mengatakan pertemuan Dubes Arab Saudi dengan Kapolri diwakili oleh Wakapolri ini ditunda kemungkinan minggu depan hari  Senin atau Selasa ."Pembatalan ini karena ada kesibukan  Kedubes sehubungan persiapan menyambut kedatangan raja arab Saudi. Dipahami teman-teman bahwa kunjungan ini menyertakan cukup besar dan kemudian dibutuhkan suatu kondisi pengamanan yang betul dilakukan secara tepat dan benar," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan bagi kami Polri berikan dukungan pengamanan karena dalam kaitan kedatangan raja Arab Saudi di negara-negara lain itu dalam klasifikasi sangat penting   dalam hal ini dikelola dikendalikandan dikomandoi oleh Paspampres ." Kita memberikan support personil kita untuk pengamanan. Disamping itu dalam kunjungan ini selain kordinasi keamanan pada saat kedatangan raja Arab Saudi pada tanggal 1 - Maret akan datang juga ada beberapa reword yang disampaikan oleh Kedubes Arab Saudi kepada personil Kepolisian upaua-upaya membantu kegiatan-kegiatan Arab Saudi," tegasnya.

Untuk itu, Martinus menjelaskan  tentu lewat yang dilakukan terkait  untuk mengirimkan anggota untuk pengamanan dan masih kita inventarisir nama-nama yang diminta oleh Kedubes Arab Saudi. "Jumlah personil, tentu sangat fluktuatif ya, secukupnya kita berikan karena situasi kita berharap situasi kondusif personil-personil yang akan melakukan pengamanan juga bisa melakukan dengan baik. Kalau situasi-situasi itu berubah tentu kita membutuhkan tenaga-tenaga lainnya, itu sudah kami persiapkan untuk kita mobilisasi selaras untuk ketempat- tempat dalam tanda penting . "Sangat situasional sekali dukungan personil itu. Kami katakan akan secukupnya menyertakan kita memback up dimana beliau," Jelasnya.

Ketika ditanya dimana saja penempatan, Martinus menandaskan Ya, jelas ada dua lokasi ditentukan dari.tanggal.1- 3 Maret 2017 di Jakarta, tanggal 4 - 9 Maret di Pulau Bali." Kita berkomunikasi dengan Polda setempat juga dengan keamanan terkait. Pengamanan kali ini dalam prosedur VVIP itu kadernya adalah Paspampres kita melakukan back up untuk bantuan-bantuan personil dan peralatan kita," tandasnya.

Menyinggung seperti kunjungannya di Perancis Raja Salman minta pantai ditutup dan apakah Bali juga akan ditutup, Martinus membeberkan kalau dalam sebuah pengamanan itu membutuhkan perhatian kepada 4 hal. Pertama, terhadap orang yaitu manusia dilakukan upaya-upaya seoptimal mungkin untuk menjamin keamanan orang perorang. Kedua, benda-benda atau barang- barang melekat dalam satu keamanan itu yang kami pastikan ,bahwa benda benda mau.barang itu dijamin tidak terganggu . Ketiga , lokasi atau tempat-tempat para rombongan ini atau personil ini menjadi tenang jadi kita lakukan pengamanan yang optimal tempat-tempat dan lokasi-lokasi tersebut. "Ke empat ,kegiatan-kegiatan yang sedang dikoordinasikan kemana saja lokasi mana saja ditempat itu harus berlangsung kita ingin memastikan juga bahwa proses sesuatu kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan acara yang kemudian bisa berlangsung dan tepat waktu," bebernya .

 Martinus jelaskan kita fokus lakukan pengamanan. Kalau dalam kaitan dengan pengamanan tadi suatu penutupan lokasi membutuhkan satu penutupan jalur-jalur ini akan kita komunikasikan."Selalu saja memang katakan bahwa untuk memulai satu tujuan ya ada hambatan dan kendala ini adalah yang kita komunikasikan nanti. Contoh unjuk rasa memakan jalan dari dua arus menjadi satu arus atau satu jalur ini kan hambatan-hambatan dari pergerakan.inilah yang akan kita komunikasikan seminimal mungkin kendala-kendala ini kita bisa atasi sama dan kegiatan itu berlangsung dengan lancar dan tepat waktu," rinciannya.

Sesuai perkembangan, Martinus mengakui Kalau rombongan VVIP itu akan personil-personil dibagi itu menjadi.bagian-bagian dalam sebuah protokoler pimpinan suatu negara. "Jadi akan komunikasi pasangan pengamanan presiden (Paspampres )yang menjadi leader pengamanan. Saya kira bisa ditanyakan pada Paspampres komunikasi dan koordinasikan yang dilakukan oleh beliau-beliau tersebut.Jumlah pengamanan, Secukupnya, seoptimal mungkin melakukan upaya-upaya supaya semua bisa aman.
Termasuk itu, kita lakukan dan tentu itu jadi bagian komunikasi dan koordinasi," akunya. (vk)

 

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com,-Presiden Joko Widodo kembali meninjau langsung jalannya pengerjaan terowongan bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tahap pertama di Kawasan Setiabudi, Jakarta Pusat. Pembangunan tahap pertama, yang menghubungkan kawasan Lebak Bulus-Bundaran HI, membentang sepanjang 16 kilometer dan diperkirakan akan melayani 173.400 penumpang setiap harinya.

Pembangunan Fase I yang dimulai sejak 10 Oktober 2013, rencananya akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. Seluruh terowongan bawah tanah pada jalur tersebut juga telah tersambung. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat peninjauan.

"Seluruh terowongan yang dibangun untuk MRT sudah sambung, hari ini sudah sambung. MRT ini akan beroperasi insya Allah kurang lebih nanti pada Maret 2019. Tetapi pada saat Asian Games 2018, di atas semuanya sudah jadi dan sudah bersih," ujar Presiden di proyek terowongan bawah tanah MRT di kawasan Setiabudi, Kamis 23 Februari 2017.

Terkait dengan pendanaan, pembangunan MRT tersebut dibiayai oleh kombinasi dari APBN dan juga APBD sebagaimana yang disebutkan Presiden. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyebut bahwa pendanaan pembangunan infrastruktur tersedia dari banyak sumber.

"Pendanaan ini banyak sekali, bisa dari APBN, kombinasi APBN dan APBD seperti yang di sini, kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha, dan bisa juga dari investasi. Jadi kombinasi-kombinasi itu saya kira bisa dilakukan. Itulah yang mempercepat pembangunan infrastruktur kita," ucapnya.

Dengan melihat hal tersebut, Kepala Negara meyakini bahwa pengerjaan pembangunan proyek tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Demikian halnya dengan pendanaan yang tersedia, memungkinkan pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur.

"Jadi, menurut saya masalah pembiayaan sampai saat ini belum ada keluhan baik dari kementerian dan BUMN serta swasta," Jokowi menambahkan.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan ini diantaranya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.(eas)

 

 

 

 

 
 
KARANGAYAR,KORANRAKYAT.com,-Penyuluhan kepada para siswa-siswi SMP dan SMA serta masyarakat tentang Anti Narkoba, Anti Kekerasan dan Anti Pornografi, menjadi salah satu agenda Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan sejumlah istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam OASE-KK.
 
Dalam kunjungan ke Kabupaten Karanganyar pada Selasa, 1 Februari 2017, Ibu Iriana beserta rombongan tiba di Gedung Wanita, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, sekira pukul 12.00 WIB.
 
Kedatangan Ibu Iriana disambut meriah oleh para siswa dengan persembahan lagu 'Cublak-Cublak Suweng' dan 'Suwe Ora Jamu'. Ibu Iriana pun dengan ramah segera menghampiri para siswa dan undangan yang hadir sambil berjabat tangan.
 
Setelahnya, Ibu Negara menyapa para siswa sambil mengajak meneriakkan yel antinarkoba.
 
"Yang semangat! Sekarang yel-yel ya!" ajak Ibu Iriana.
 
Kemudian Ibu Negara pun membuka sesi quiz dengan meminta sejumlah siswa untuk naik ke atas panggung. Tiga buah hadiah sepeda telah disiapkan dan akan diberikan kepada siapa saja yang dapat menjawab pertanyaan dari Ibu Negara.
 
Salah seorang siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dari Ibu Iriana berharap agar penyuluhan yang diberikan dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi dirinya dan teman-temannya di masa mendatang.
 
"Tadi dampak narkoba dan kekerasan seksual sudah dijelaskan di sini, semoga bermanfaat untuk anak-anak di sini, untuk teman-teman kita di sini," ujarnya.
 
Kunjungan yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sampah Nasional tersebut, juga dimanfaatkan Ibu Iriana dan anggota OASE-KK untuk memberikan bantuan berupa tempat sampah bagi beberapa sekolah yang membutuhkan. Hal ini dilakukan agar para siswa lebih sadar dan peduli dalam menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan mereka.
 
Kemudian, Ibu Iriana beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pendopo Bupati Karanganyar guna melakukan peninjauan pameran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karanganyar. Turut mendampingi Ibu Iriana Joko Widodo di antaranya Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla dan sejumlah istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam OASE-KK.(eas)
 
 
JAKARTA.KORANRAKYAT.com,-Perkembangan dari pembangunan _light rail transit_ (LRT) di Jakarta dan Palembang terus dipantau oleh Presiden Joko Widodo. Pembangunan tersebut diharapkan dapat selesai tepat pada waktunya agar dapat digunakan sebagai fasilitas pendukung gelaran Asian Games 2018 yang sudah semakin dekat. Demikian Presiden menegaskan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan LRT Jakarta dan Palembang di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 6 Februari 2017.
 
"Saya ingin memastikan bahwa pembangunan yang kita lakukan untuk LRT ini bisa selesai tepat waktu, yaitu tahun 2018 atau sedikit masuk ke 2019. Karena kita tahu semuanya, tahun 2018 kita akan memiliki perhelatan olahraga berkelas internasional, Asian Games 2018," ujar Presiden.
 
Untuk diketahui, rapat terbatas yang membahas pembangunan LRT tersebut sudah beberapa kali dilakukan sebelumnya. Kepala Negara pun juga beberapa kali meninjau langsung pembangunan LRT dimaksud. Melalui pembahasan dan peninjauan tersebut, Presiden Joko Widodo ingin memastikan betul bahwa tidak ada kendala berarti yang menghambat proses pembangunan.
 
"Mengapa ini terus kita rapatkan? Karena apapun setiap pembangunan infrastruktur terus kita cek lagi apa yang menjadi hambatan di lapangan. Apakah terkait dengan pembebasan lahan, pembiayaan, ataupun tata ruang, sampai soal infrastruktur pendukung agar dapat segera dicarikan jalan keluarnya," ucapnya.
 
Selain itu, Presiden Joko Widodo, yang memulai gagasan pembangunan LRT sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, berharap agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat bersinergi untuk menyukseskan pembangunan. Bentuk kerja sama tersebut ke depannya akan dijadikan sebuah model yang akan diterapkan di kota-kota lainnya.
 
Demikian pula halnya dengan pengalaman yang didapatkan selama proses pembangunan LRT berlangsung. Baginya, ini adalah sebuah kesempatan emas bagi pemerintah untuk memperoleh pembelajaran dan alih teknologi yang akan bermanfaat bagi pembangunan-pembangunan lain di masa datang.
 
"Kita memang belum mempunyai pengalaman di bidang ini, baik dalam pembangunan MRT, LRT, maupun pembangunan kereta api cepat. Sehingga kita harapkan dari pembangunan yang pertama ini bisa kita pakai sebagai sebuah pembelajaran dan alih teknologi sehingga bisa bermanfaat untuk langkah-langkah kita ke depan," tuturnya.
 
Tampak hadir dalam rapat tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan,  Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala BPKP Ardan Adiperdana dan juga beberapa direksi BUMN yang terkait pembangunan LRT..(eas)
Thursday, 01 December 2016 02:14

Presiden Jokowi Keberagaman Harus Tetap Dijaga

Written by

Jakarta,koranrakyat.com,- Sangat sering kiranya perkara keanekaragaman Nusantara terdengar belakangan ini. Presiden Joko Widodo sendiri merasa perlu mengingatkan betapa beranekaragamnya bangsa Indonesia. Tak hanya menjadi ucapan semata, perkara keanekaragaman tersebut ia buktikan dan sadari sendiri dari hasil kunjungannya ke seluruh provinsi di Indonesia.

"Semua provinsi, 34 provinsi, sudah saya kunjungi. Sudah hampir separuh kabupaten/kota dari 516 kabupaten/kota alhamdulillah juga sudah saya kunjungi. Dari titik nol di Sabang sampai titik di timur, di Merauke," ujar presiden mengawali ceramah kebangsaan pada acara Tanwir I (Rapat Kerja Nasional) Pemuda Muhammadiyah, di Tangerang, Rabu sore, 30 November 2016.

Presiden kemudian melanjutkan berbagi pengalamannya. Beliau menceritakan perjalanannya ke Kabupaten Nduga, yang presiden yakini belum ada yang pernah berkunjung ke sana. Sebab, dibutuhkan upaya ekstra untuk mencapai wilayah terisolasi di kabupaten tersebut.

"Karena dari Wamena ke Nduga itu memerlukan waktu 4 hari jalan. Karena tidak ada jalan menuju ke sana, adanya hanya jalan setapak. Saya naik heli dari Wamena ke Nduga. Di Kabupaten Nduga tidak ada aspal, ada kotanya tapi tidak ada aspalnya. Saudara-saudara bisa membayangkan, itulah saudara-saudara kita," kisahnya.

Suasana kontras dari yang selama ini dirasakan di Ibu Kota turut dirasakan di wilayah lain yang presiden kunjungi. Seperti di Miangas misalnya, yang disebutnya lebih dekat jaraknya dengan Filipina.

"Itu kalau dari Manado ke Pulau Miangas, kalau naik kapal itu 12 jam, itu di Kabupaten Talaud. Saya adalah presiden pertama yang ke Pulau Miangas. Dihuni oleh hanya 800 orang, kira-kira 220 KK (kepala keluarga). Ke Filipina kira-kira hanya 1 setengah hingga 2 jam naik kapal," terang presiden.

Dari sekian banyak perjalanan dan kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo akhirnya menyadari dan merasakan betul bahwa bangsa Indonesia sangatlah beragam. Bahkan, dalam satu provinsi yang ia kunjungi, ia mendengar salam lokal yang berbeda-beda.

"Inilah yang harus kita rawat dan kita jaga. Jangan sampai ada satupun di antara kita yang tidak menyadari itu. Kita hanya ingin mengingatkan bahwa kita memang beragam," imbuhnya.

*Bijak Bermedia Sosial dan Persaingan Global*

Tak henti-hentinya Presiden Joko Widodo berpesan mengenai sopan santun, khususnya di ranah media sosial. Dirinya menyinggung soal celaan dan hujatan yang belakangan tampak marak terjadi di media sosial. Dalam kesempatan tersebut, sekali lagi presiden kemukakan betapa pentingnya etika dan sopan santun untuk dijaga.

"Inilah perlunya dakwah lewat media sosial. Dengan akhlakul karimah sehingga yang saya sebut tadi bisa hilang semuanya, yang ada adalah yang baik-baik," ajak presiden.

Lebih lanjut, di era persaingan global ini, Presiden Joko Widodo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyebarkan optimisme. Sebab, salah satu yang diperlukan untuk menghadapi itu ialah semangat berjuang.

"Karena memang persaingan itu berat. Posisi daya saing kita sekarang ini masih pada posisi yang nomornya jauh sekali kalau dibandingkan dengan negara tetangga," lanjutnya.

Setidaknya terdapat tiga hal yang menurut presiden menyebabkan lemahnya daya saing Indonesia sekarang ini. Korupsi, inefisiensi birokrasi, dan kesiapan infrastruktur merupakan tiga persoalan besar yang dihadapi Indonesia dalam upaya memenangkan persaingan dengan negara lain.

"Tapi saya meyakini Pemuda Muhammadiyah kalau semangatnya seperti tadi, kalau seluruh pemuda di negara kita seperti tadi militansinya, dalam situasi apapun saya yakin kita akan.memenangkan persaingan itu," ujarnya sekaligus mengakhiri ceramah kebangsaan.

Hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara tersebut ialah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak.(eas)

Jakarta,koranrakyat.com,-Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu mengaku tidak mendengar adanya isu makar dalam unjuk rasa yang akan digelar pada Jumat 2 Desember 2016 mendatang, seperti yang dikatakan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. 

"Siapa makar? Yang makar itu siapa? Saya tidak dengar itu ya, intelijen saya tidak dengar itu," kata Ryamizard saat menggelar sosialisasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi oleh Ketua KPK Agus Rahardjo di Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016). 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menegaskan, jika terjadi makar maka Kementerian Pertahanan siap menghadapinya.

"Siapapun yang makar itu tidak boleh terjadi di negara ini, tidak ada sejarah kita makar, kita negara hukum taat hukum. Jika memang terjadi, tindak tegas, Kementerian Pertahanan siap berhadapan dengan makar-makar itu. Siapapun," tegasnya. 


Hingga kini, pihaknya belum mendapat laporan mengenai adanya upaya makar tersebut. Atas dasar itu, dirinya belum bisa memberikan pernyataan apapun. "Belum (ada laporan), kita kalau ngomong yang pasti benar, jangan sampai kata orang, fitnah nanti," ucapnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, akan menjaga ketat aksi unjuk rasa terkait proses hukum kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Pasalnya, aksi tersebut berpotensi berujung pada upaya penggulingan pemerintahan.

Tito mengaku mendapat informasi bahwa ada "penyusup" di balik aksi demo tersebut. Para pengunjuk rasa akan menduduki Gedung MPR/DPR. Terlebih Tito mengaku telah mendapat informasi bahwa ada sejumlah rapat terkait upaya menguasai DPR.

"Kita sudah dapat info, ini bukan masalah proses hukum lagi. Tapi ada upaya agenda politik lain, di antaranya upaya makar," kata Tito.(eas)

 
Read 3 timesLast modified on We

 

Jakarta,koranrakyat.com,-Pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda semakin memperkukuh kemitraan di antara keduanya. Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 November 2016, kedua pihak sepakat untuk memfokuskan kerja sama pada beberapa bidang. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte saat memberikan pernyataan pers bersama usai pertemuan.

"Hubungan Indonesia dengan Belanda sangat intensif dan mencakup banyak sekali bidang. Hal ini merupakan perwujudan dari kemitraan komprehensif yang telah dimiliki oleh kedua negara. Pertemuan bilateral tadi banyak membahas mengenai kerja sama ekonomi dengan fokus kepada perdagangan investasi, pengelolaan air, dan pembangunan infrastruktur maritim," terang presiden.

Presiden menyatakan merasa terhormat atas kunjungan yang dilakukan PM Rutte bersama dengan delegasinya ke Jakarta kali ini. Dalam kunjungannya tersebut, PM Rutte membawa serta sedikitnya 200 pelaku usaha Belanda.

"Hal ini menunjukkan kepercayaan, menunjukkan _trust_ dan komitmen pemerintah dan swasta Belanda, untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia," imbuhnya.

Pengelolaan air dan pengembangan infrastruktur merupakan bidang kerja sama yang diprioritaskan kedua belah pihak dalam pertemuan tersebut. Terhadap dua bidang tersebut, Presiden Joko Widodo menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan kerja samanya.

"Kita berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama di dua bidang ini, termasuk pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung," tekannya.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Joko Widodo juga mendorong peningkatan ekspor kayu Indonesia ke Belanda. Produk kayu Indonesia diketahui telah dilengkapi dengan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) sebagai sertifikasi legal untuk produk kayu ekspor. Uni Eropa pun telah memberikan pengakuan terhadap produk kayu Indonesia dengan memberikan lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement Governance and Trade) yang memungkinkan Indonesia untuk mengekspor kayu ke Uni Eropa tanpa perlu menjalani pemeriksaan di setiap pelabuhan di Eropa.

 

"Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang sudah memiliki FLEGT license. Indonesia harus menggunakan keunggulan komparatif ini dengan baik," ungkap presiden.

 

Terkait dengan perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa, Presiden Joko Widodo menerangkan bahwa Indonesia mulai bersiap untuk melakukan negosiasi dengan Uni Eropa. Sebelumnya, terkait hal tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa negosiasi akan mulai dilakukan pada awal tahun 2017.

 

"Kita juga membahas mengenai persiapan negosiasi Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Kita tegaskan hasil negosiasi CEPA harus menguntungkan rakyat kedua pihak," tegas presiden.

 

Selain itu, sebagaimana turut dilakukan kepada negara-negara lainnya, Indonesia dan Belanda sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pemberantasan terorisme. Presiden menyebut bahwa ancaman terorisme global saat ini mengharuskan negara-negara untuk saling bekerja sama dalam menghadapi hal tersebut.

 

"Bersama PM Rutte, saya juga membahas kerja sama yang kuat untuk pemberantasan terorisme. Sebagaimana diketahui, Indonesia-Belanda telah bermitra dengan baik untuk pemberantasan terorisme di JCLEC (Jakarta Center For Law Enforcement Cooperation) yang berlokasi di Semarang. Kedua negara juga aktif bersama di Global Counterterrorism Forum," jelasnya.

 

Indonesia Mitra Penting Belanda

 

Sementara itu, PM Rutte mengatakan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Belanda. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dianggap memiliki peran penting di kawasan dan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kemitraan di masa depan.

"Ada banyak kesamaan yang mempersatukan Belanda dan Indonesia, dan banyak hal yang telah dicapai sejak kedua negara menandatangani deklarasi bersama dalam kemitraan yang komprehensif," ujar PM Rutte saat konferensi pers bersama.

Menurutnya, Belanda merupakan negara tujuan utama ekspor Indonesia di Eropa dan juga termasuk negara investor utama di Indonesia. Nilai transaksi perdagangan di antara kedua negara mencapai USD 3,2 miliar di tahun 2016.

"Hubungan ekonomi kita sedang berkembang dan kita akan bekerja sama lebih erat lagi di sektor antara lain di bidang hukum, keamanan, dan pendidikan," ujarnya.

Dalam kunjungannya kali ini, PM Rutte menunjukkan keseriusannya untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia ditandai dengan jumlah delegasi yang cukup besar. Ia membawa sejumlah ahli dari bidang pengairan dan maritim, infrastruktur, manajemen iklim, ilmu kesehatan, dan agrikultur. Tujuannya adalah tercapainya proses transfer ilmu yang bisa dimanfaatkan oleh kedua negara.

"Itu sebabnya saya datang kemari dengan jumlah rombongan yang besar dari berbagai perwakilan dari banyak institusi dan pebisnis. Dengan berbagi pengetahuan dan keahlian, kita berharap akan mendapatkan solusi yang terintegrasi yang dapat bermanfaat tidak hanya untuk ekonomi, namun juga kepada masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan," imbuhnya.

Di akhir konferensi pers, PM Rutte memberikan sebuah keris kepada Presiden Joko Widodo sebagai simbol penyerahan 1.500 artefak di The Nusantara Collection yang berada di Delft Museum.

PM Rutte sendiri datang ke Indonesia dalam rangka kunjungan kerja sekaligus sebagai balasan atas kunjungan Presiden Joko Widodo ke Belanda pada 22 April 2016 lalu. Mengawali kunjungannya di Indonesia, PM Rutte telah berkunjung ke Kota Semarang dan Demak, Jawa Tengah, pada Selasa kemarin. Bersama dengan pemerintah kota setempat, delegasi Belanda menjalin kerja sama di bidang tata kelola air dalam menghadapi ancaman bencana banjir.(eas)

.

 

Page 7 of 24

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Wabub Sanusi Sampaikan LKPJ

 

 

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Wakil  Bupati Malang

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan