Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Last Updated on Nov 11 2018

Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden mengendarainya untuk menghadiri acara Deklarasi Jabar...
Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang
Last Updated on Nov 11 2018

Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang

      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi kepada 100 musisi yang akan tampil pada pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu 2018.     “Saya sangat mengapresiasi dan terharu atas antusias para musisi Bengkulu...
Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri
Last Updated on Nov 11 2018

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.         Padahal, puncak...
Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo
Last Updated on Nov 10 2018

Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo

        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo kemudian menuju Gedung Sate. Di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat ini, Presiden kemudian...

World Today

 
 
JAKARTA.KORANRAKYAT.com,-Perkembangan dari pembangunan _light rail transit_ (LRT) di Jakarta dan Palembang terus dipantau oleh Presiden Joko Widodo. Pembangunan tersebut diharapkan dapat selesai tepat pada waktunya agar dapat digunakan sebagai fasilitas pendukung gelaran Asian Games 2018 yang sudah semakin dekat. Demikian Presiden menegaskan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan LRT Jakarta dan Palembang di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 6 Februari 2017.
 
"Saya ingin memastikan bahwa pembangunan yang kita lakukan untuk LRT ini bisa selesai tepat waktu, yaitu tahun 2018 atau sedikit masuk ke 2019. Karena kita tahu semuanya, tahun 2018 kita akan memiliki perhelatan olahraga berkelas internasional, Asian Games 2018," ujar Presiden.
 
Untuk diketahui, rapat terbatas yang membahas pembangunan LRT tersebut sudah beberapa kali dilakukan sebelumnya. Kepala Negara pun juga beberapa kali meninjau langsung pembangunan LRT dimaksud. Melalui pembahasan dan peninjauan tersebut, Presiden Joko Widodo ingin memastikan betul bahwa tidak ada kendala berarti yang menghambat proses pembangunan.
 
"Mengapa ini terus kita rapatkan? Karena apapun setiap pembangunan infrastruktur terus kita cek lagi apa yang menjadi hambatan di lapangan. Apakah terkait dengan pembebasan lahan, pembiayaan, ataupun tata ruang, sampai soal infrastruktur pendukung agar dapat segera dicarikan jalan keluarnya," ucapnya.
 
Selain itu, Presiden Joko Widodo, yang memulai gagasan pembangunan LRT sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, berharap agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat bersinergi untuk menyukseskan pembangunan. Bentuk kerja sama tersebut ke depannya akan dijadikan sebuah model yang akan diterapkan di kota-kota lainnya.
 
Demikian pula halnya dengan pengalaman yang didapatkan selama proses pembangunan LRT berlangsung. Baginya, ini adalah sebuah kesempatan emas bagi pemerintah untuk memperoleh pembelajaran dan alih teknologi yang akan bermanfaat bagi pembangunan-pembangunan lain di masa datang.
 
"Kita memang belum mempunyai pengalaman di bidang ini, baik dalam pembangunan MRT, LRT, maupun pembangunan kereta api cepat. Sehingga kita harapkan dari pembangunan yang pertama ini bisa kita pakai sebagai sebuah pembelajaran dan alih teknologi sehingga bisa bermanfaat untuk langkah-langkah kita ke depan," tuturnya.
 
Tampak hadir dalam rapat tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan,  Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala BPKP Ardan Adiperdana dan juga beberapa direksi BUMN yang terkait pembangunan LRT..(eas)
Thursday, 01 December 2016 02:14

Presiden Jokowi Keberagaman Harus Tetap Dijaga

Written by

Jakarta,koranrakyat.com,- Sangat sering kiranya perkara keanekaragaman Nusantara terdengar belakangan ini. Presiden Joko Widodo sendiri merasa perlu mengingatkan betapa beranekaragamnya bangsa Indonesia. Tak hanya menjadi ucapan semata, perkara keanekaragaman tersebut ia buktikan dan sadari sendiri dari hasil kunjungannya ke seluruh provinsi di Indonesia.

"Semua provinsi, 34 provinsi, sudah saya kunjungi. Sudah hampir separuh kabupaten/kota dari 516 kabupaten/kota alhamdulillah juga sudah saya kunjungi. Dari titik nol di Sabang sampai titik di timur, di Merauke," ujar presiden mengawali ceramah kebangsaan pada acara Tanwir I (Rapat Kerja Nasional) Pemuda Muhammadiyah, di Tangerang, Rabu sore, 30 November 2016.

Presiden kemudian melanjutkan berbagi pengalamannya. Beliau menceritakan perjalanannya ke Kabupaten Nduga, yang presiden yakini belum ada yang pernah berkunjung ke sana. Sebab, dibutuhkan upaya ekstra untuk mencapai wilayah terisolasi di kabupaten tersebut.

"Karena dari Wamena ke Nduga itu memerlukan waktu 4 hari jalan. Karena tidak ada jalan menuju ke sana, adanya hanya jalan setapak. Saya naik heli dari Wamena ke Nduga. Di Kabupaten Nduga tidak ada aspal, ada kotanya tapi tidak ada aspalnya. Saudara-saudara bisa membayangkan, itulah saudara-saudara kita," kisahnya.

Suasana kontras dari yang selama ini dirasakan di Ibu Kota turut dirasakan di wilayah lain yang presiden kunjungi. Seperti di Miangas misalnya, yang disebutnya lebih dekat jaraknya dengan Filipina.

"Itu kalau dari Manado ke Pulau Miangas, kalau naik kapal itu 12 jam, itu di Kabupaten Talaud. Saya adalah presiden pertama yang ke Pulau Miangas. Dihuni oleh hanya 800 orang, kira-kira 220 KK (kepala keluarga). Ke Filipina kira-kira hanya 1 setengah hingga 2 jam naik kapal," terang presiden.

Dari sekian banyak perjalanan dan kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo akhirnya menyadari dan merasakan betul bahwa bangsa Indonesia sangatlah beragam. Bahkan, dalam satu provinsi yang ia kunjungi, ia mendengar salam lokal yang berbeda-beda.

"Inilah yang harus kita rawat dan kita jaga. Jangan sampai ada satupun di antara kita yang tidak menyadari itu. Kita hanya ingin mengingatkan bahwa kita memang beragam," imbuhnya.

*Bijak Bermedia Sosial dan Persaingan Global*

Tak henti-hentinya Presiden Joko Widodo berpesan mengenai sopan santun, khususnya di ranah media sosial. Dirinya menyinggung soal celaan dan hujatan yang belakangan tampak marak terjadi di media sosial. Dalam kesempatan tersebut, sekali lagi presiden kemukakan betapa pentingnya etika dan sopan santun untuk dijaga.

"Inilah perlunya dakwah lewat media sosial. Dengan akhlakul karimah sehingga yang saya sebut tadi bisa hilang semuanya, yang ada adalah yang baik-baik," ajak presiden.

Lebih lanjut, di era persaingan global ini, Presiden Joko Widodo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyebarkan optimisme. Sebab, salah satu yang diperlukan untuk menghadapi itu ialah semangat berjuang.

"Karena memang persaingan itu berat. Posisi daya saing kita sekarang ini masih pada posisi yang nomornya jauh sekali kalau dibandingkan dengan negara tetangga," lanjutnya.

Setidaknya terdapat tiga hal yang menurut presiden menyebabkan lemahnya daya saing Indonesia sekarang ini. Korupsi, inefisiensi birokrasi, dan kesiapan infrastruktur merupakan tiga persoalan besar yang dihadapi Indonesia dalam upaya memenangkan persaingan dengan negara lain.

"Tapi saya meyakini Pemuda Muhammadiyah kalau semangatnya seperti tadi, kalau seluruh pemuda di negara kita seperti tadi militansinya, dalam situasi apapun saya yakin kita akan.memenangkan persaingan itu," ujarnya sekaligus mengakhiri ceramah kebangsaan.

Hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara tersebut ialah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak.(eas)

Jakarta,koranrakyat.com,-Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu mengaku tidak mendengar adanya isu makar dalam unjuk rasa yang akan digelar pada Jumat 2 Desember 2016 mendatang, seperti yang dikatakan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. 

"Siapa makar? Yang makar itu siapa? Saya tidak dengar itu ya, intelijen saya tidak dengar itu," kata Ryamizard saat menggelar sosialisasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi oleh Ketua KPK Agus Rahardjo di Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016). 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menegaskan, jika terjadi makar maka Kementerian Pertahanan siap menghadapinya.

"Siapapun yang makar itu tidak boleh terjadi di negara ini, tidak ada sejarah kita makar, kita negara hukum taat hukum. Jika memang terjadi, tindak tegas, Kementerian Pertahanan siap berhadapan dengan makar-makar itu. Siapapun," tegasnya. 


Hingga kini, pihaknya belum mendapat laporan mengenai adanya upaya makar tersebut. Atas dasar itu, dirinya belum bisa memberikan pernyataan apapun. "Belum (ada laporan), kita kalau ngomong yang pasti benar, jangan sampai kata orang, fitnah nanti," ucapnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, akan menjaga ketat aksi unjuk rasa terkait proses hukum kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Pasalnya, aksi tersebut berpotensi berujung pada upaya penggulingan pemerintahan.

Tito mengaku mendapat informasi bahwa ada "penyusup" di balik aksi demo tersebut. Para pengunjuk rasa akan menduduki Gedung MPR/DPR. Terlebih Tito mengaku telah mendapat informasi bahwa ada sejumlah rapat terkait upaya menguasai DPR.

"Kita sudah dapat info, ini bukan masalah proses hukum lagi. Tapi ada upaya agenda politik lain, di antaranya upaya makar," kata Tito.(eas)

 
Read 3 timesLast modified on We

 

Jakarta,koranrakyat.com,-Pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda semakin memperkukuh kemitraan di antara keduanya. Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 November 2016, kedua pihak sepakat untuk memfokuskan kerja sama pada beberapa bidang. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte saat memberikan pernyataan pers bersama usai pertemuan.

"Hubungan Indonesia dengan Belanda sangat intensif dan mencakup banyak sekali bidang. Hal ini merupakan perwujudan dari kemitraan komprehensif yang telah dimiliki oleh kedua negara. Pertemuan bilateral tadi banyak membahas mengenai kerja sama ekonomi dengan fokus kepada perdagangan investasi, pengelolaan air, dan pembangunan infrastruktur maritim," terang presiden.

Presiden menyatakan merasa terhormat atas kunjungan yang dilakukan PM Rutte bersama dengan delegasinya ke Jakarta kali ini. Dalam kunjungannya tersebut, PM Rutte membawa serta sedikitnya 200 pelaku usaha Belanda.

"Hal ini menunjukkan kepercayaan, menunjukkan _trust_ dan komitmen pemerintah dan swasta Belanda, untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia," imbuhnya.

Pengelolaan air dan pengembangan infrastruktur merupakan bidang kerja sama yang diprioritaskan kedua belah pihak dalam pertemuan tersebut. Terhadap dua bidang tersebut, Presiden Joko Widodo menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan kerja samanya.

"Kita berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama di dua bidang ini, termasuk pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung," tekannya.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Joko Widodo juga mendorong peningkatan ekspor kayu Indonesia ke Belanda. Produk kayu Indonesia diketahui telah dilengkapi dengan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) sebagai sertifikasi legal untuk produk kayu ekspor. Uni Eropa pun telah memberikan pengakuan terhadap produk kayu Indonesia dengan memberikan lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement Governance and Trade) yang memungkinkan Indonesia untuk mengekspor kayu ke Uni Eropa tanpa perlu menjalani pemeriksaan di setiap pelabuhan di Eropa.

 

"Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang sudah memiliki FLEGT license. Indonesia harus menggunakan keunggulan komparatif ini dengan baik," ungkap presiden.

 

Terkait dengan perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa, Presiden Joko Widodo menerangkan bahwa Indonesia mulai bersiap untuk melakukan negosiasi dengan Uni Eropa. Sebelumnya, terkait hal tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa negosiasi akan mulai dilakukan pada awal tahun 2017.

 

"Kita juga membahas mengenai persiapan negosiasi Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Kita tegaskan hasil negosiasi CEPA harus menguntungkan rakyat kedua pihak," tegas presiden.

 

Selain itu, sebagaimana turut dilakukan kepada negara-negara lainnya, Indonesia dan Belanda sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pemberantasan terorisme. Presiden menyebut bahwa ancaman terorisme global saat ini mengharuskan negara-negara untuk saling bekerja sama dalam menghadapi hal tersebut.

 

"Bersama PM Rutte, saya juga membahas kerja sama yang kuat untuk pemberantasan terorisme. Sebagaimana diketahui, Indonesia-Belanda telah bermitra dengan baik untuk pemberantasan terorisme di JCLEC (Jakarta Center For Law Enforcement Cooperation) yang berlokasi di Semarang. Kedua negara juga aktif bersama di Global Counterterrorism Forum," jelasnya.

 

Indonesia Mitra Penting Belanda

 

Sementara itu, PM Rutte mengatakan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Belanda. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dianggap memiliki peran penting di kawasan dan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kemitraan di masa depan.

"Ada banyak kesamaan yang mempersatukan Belanda dan Indonesia, dan banyak hal yang telah dicapai sejak kedua negara menandatangani deklarasi bersama dalam kemitraan yang komprehensif," ujar PM Rutte saat konferensi pers bersama.

Menurutnya, Belanda merupakan negara tujuan utama ekspor Indonesia di Eropa dan juga termasuk negara investor utama di Indonesia. Nilai transaksi perdagangan di antara kedua negara mencapai USD 3,2 miliar di tahun 2016.

"Hubungan ekonomi kita sedang berkembang dan kita akan bekerja sama lebih erat lagi di sektor antara lain di bidang hukum, keamanan, dan pendidikan," ujarnya.

Dalam kunjungannya kali ini, PM Rutte menunjukkan keseriusannya untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia ditandai dengan jumlah delegasi yang cukup besar. Ia membawa sejumlah ahli dari bidang pengairan dan maritim, infrastruktur, manajemen iklim, ilmu kesehatan, dan agrikultur. Tujuannya adalah tercapainya proses transfer ilmu yang bisa dimanfaatkan oleh kedua negara.

"Itu sebabnya saya datang kemari dengan jumlah rombongan yang besar dari berbagai perwakilan dari banyak institusi dan pebisnis. Dengan berbagi pengetahuan dan keahlian, kita berharap akan mendapatkan solusi yang terintegrasi yang dapat bermanfaat tidak hanya untuk ekonomi, namun juga kepada masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan," imbuhnya.

Di akhir konferensi pers, PM Rutte memberikan sebuah keris kepada Presiden Joko Widodo sebagai simbol penyerahan 1.500 artefak di The Nusantara Collection yang berada di Delft Museum.

PM Rutte sendiri datang ke Indonesia dalam rangka kunjungan kerja sekaligus sebagai balasan atas kunjungan Presiden Joko Widodo ke Belanda pada 22 April 2016 lalu. Mengawali kunjungannya di Indonesia, PM Rutte telah berkunjung ke Kota Semarang dan Demak, Jawa Tengah, pada Selasa kemarin. Bersama dengan pemerintah kota setempat, delegasi Belanda menjalin kerja sama di bidang tata kelola air dalam menghadapi ancaman bencana banjir.(eas)

.

 

 

Semarang,koranrakyat.com,- Indonesia memang dikenal sebagai negeri yang penuh dengan keragaman pesona budaya. Sebut saja batik sebagai salah satunya. Batik merupakan salah satu hasil kebudayaan asli Indonesia yang telah mendunia. Bukan hal yang aneh bila kemudian masyarakat luar, termasuk sejumlah pemimpin negara asing, terpikat dibuatnya.

Hal tersebut tampak usai pertemuan bilateral yang dilakukan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Saat itu, Presiden Joko Widodo mengajak Perdana Menteri (PM) Singapura menyaksikan sejenak proses pembuatan batik tulis di Wisma Perdamaian, Semarang, Jawa Tengah, pada hari Senin, 14 November 2016.

Dalam suasana yang terasa akrab itu, Presiden Joko Widodo sekilas mengenalkan kerajinan batik kepada PM Lee. Adapun Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak mendampingi istrinya, Ho Ching, dan juga melakukan hal yang sama.

Berulang kali PM Lee terlihat mengeluarkan perangkat genggamnya dari saku untuk mengabadikan aktivitas para perajin yang ada di sana. Melihat antusiasme yang ditunjukkan PM Lee dan istrinya, Presiden Joko Widodo yang saat itu didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun berinisiatif mempersilakan keduanya untuk mencoba sendiri menuliskan pola batik di atas kain mori.

Walau tampak sedikit canggung, jemari keduanya tetap mantap saat memegang canting. Keduanya tampak begitu antusias menggoreskan canting di atas pola sementara Presiden dan Ibu Iriana sibuk memperhatikan. Persahabatan jelas tergambarkan siang itu.

Indonesia dan Singapura merupakan negara yang saling bertetangga dekat. Selama hampir 50 tahun kedua negara telah menjalankan hubungan kenegaraan, momen langka yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo dan PM Lee Hsien Loong siang itu menunjukkan eratnya hubungan kedua negara. Semoga diplomasi batik dan kehangatan kedua pemimpin negara tersebut terwujud dalam persahabatan yang semakin baik antara Indonesia dan Singapura di masa datang.(eas)

 

 

 

 

 

 

 

 

Friday, 11 November 2016 14:22

Presiden Jokowi Blusukan Ke Markas Marinir

Written by

Jakarta,koranrakyat.com.Presiden Jokowi Widodo dalamblusukan kemarkas Prajurit Marinir  mengatakan bahwa Saya dan seluruh rakyat Indonesia selalu bangga kepada prajurit Korps Marinir karena prajurit-prajurit Korps Marinisaya tahu, dekat dengan rakyat, selalu mendengar rakyat dan melekat di hati rakyat di manapun prajurit Korps Marinir berada dan bertugas. Prajurit Korps Marinir adalah prajurit TNI yang disegani yang selalu akan hadir di setiap pelagan pertempuran di seluruh pelosok nusantara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan Prajurit Korps Marinir juga selalu mendapatkan apresiasi dari berbagai negara sahabat ketika mengambil bagian sebagai pasukan perdamaian dunia.

Dikatakanjuga Saya tahu di sini ada Brigade Infanteri, Resimen Artileri, Resimen Kavaleri, Resimen Bantuan Tempur dan Denjaka. Kita tahu, loyalitas prajurit Korps Marinir pada rakyat, pada bangsa, pada negara tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu pegangan bagi setiap prajurit Korps Marinir,yakni kebanggaan dan harga diri sebagai prajurit sejati. Prajurit sejati yang memiliki jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.

Masih dikatakan Presiden Sebagai Panglima Tertinggi TNI, saya memerintahkan kepada para Perwira dan Prajurit Marinir untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai Tentara Nasional, Prajurit Korps Marinir harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di negara kita, kita ingin yang mayoritas itu melindungi minoritas. Yang minoritas menghormati mayoritas, saling menghargai, saling menghormati. Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dasyat jika kita mampu menjaganya dengan baik dalam bingkai persatuan Indonesia, dalam bingkai NKRI. Banyak bangsa yang harus menghadapi takdir sejarah, terpecah-belah, tercerai-berai karena tidak mampu mengelola perbedaan dan menjaga kemajemukan. Bangsa Indonesia ingin selalu menikmati indahnya kedamaian, indahnya persaudaraan di tengah keberagaman.

Lebih jauh dikatakanr, sebagai Panglima Tertinggi TNI, saya tekankan pada setiap prajurit TNI termasuk Korps Marinir untuk selalu memegang teguh Sapta Parga dan Sumpah Prajurit. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta menjaga Bhinneka Tunggal Ika, selalu membela ideologi negara dan Pancasila. Tetaplah, sebagai Bhayangkari negara dan bangsa Indonesia.(eas)

 

 

 

Jakarta,koranrakyat.com,-Menyambut Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November besok, Presiden Joko Widodo , Rabu, 9 November 2016 menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh Nahdlatul Ulama, Alm. K.H.R. As'ad Syamsul Arifin.

Dalam upacara yang digelar di Istana Negara itu, Presiden Jokowi juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Mahaputera Utama kepada Alm. Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta dan Alm. Letkol inf. (Anumerta) Mohammad Sroedji.

Upacara diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 90/TK/2016 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional oleh Sekretaris Militer Presiden selaku Sekretaris Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, Marsekal Pertama TNI Trisno Hendradi.

Di akhir upacara, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan ucapan selamat kepada ahli waris penerima Gelar Pahlawan Nasional diikuti oleh tamu undangan lainnya. Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah anggota Menteri Kabinet Kerja.

K.H.R. As'ad Syamsul Arifin lahir pada tahun 1897 di Mekkah dan meninggal 4 Agustus 1990 di Situbondo pada umur 93 tahun. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah di Desa Sukorejo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Ia adalah ulama besar sekaligus tokoh dari Nahdlatul Ulama dengan jabatan terakhir sebagai Dewan Penasihat (Musytasar) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama hingga akhir hayatnya. K.H.R. As'ad Syamsul Arifin merupakan tokoh yang ikut berperan menggerakkan rakyat dan santri, khususnya dari Jawa Timur, saat Pertempuran 10 November 1945 di Kota Surabaya.

Sementara itu, Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta lahir di Barru, Sulawesi Selatan, 1 September 1920 dan meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 16 Oktober 2004 pada umur 84 tahun. Beliau adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan asal Bugis yang juga tokoh olahraga Indonesia terutama dalam olahraga renang, ski air dan tinju. Ia juga merupakan ketua penyelenggara PON IV di Makassar. Ia juga merupakan ayah dari penyanyi Indonesia, Andi Meriem Mattalata. Atas jasa-jasanya namanya diabadikan sebagai nama stadion di Makassar yaitu Stadion Andi Mattalata.

Adapun Letkol inf. (Anumerta) Mohammad Sroedji dilahirkan di Bangkalan-Madura, pada 1 Februari 1915 dan meninggal pada 8 Februari 1949 pada pertempuran di Jember, Jawa Timur. Sroedji merupakan tentara yang berjuang di Kabupaten Jember melawan penjajah Belanda. Pejuang tersebut wafat akibat berondongan peluru pasukan Belanda pada tahun 1949.

Thursday, 10 November 2016 15:01

Bangsa Besar Hargai Jasa Pahlawan

Written by

 

Jakarta,koranrakyat.com,- Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawannya. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika beramah tamah dengan Warakawuri/Keluarga Pahlawan Nasional, Perintis Kemerdekaan, dan Janda Perintis Kemerdekaan di Gedung Konvensi Kalibata, Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Kamis 10 November 2016 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Rakyat Indonesia sendiri sampai dengan saat ini masih terus mengisi kemerdekaan sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa para pahlawan. Namun, tantangan dan rintangan yang dihadapi dalam mewujudkan cita-cita para pahlawan tersebut diakui tidaklah mudah. Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo memohon doa restu dan dukungan keluarga para pahlawan Indonesia agar rakyat Indonesia mampu bersama-sama memajukan bangsa."Pada kesempatan yang baik ini saya mohon doa restu keluarga besar para pahlawan Indonesia untuk kemajuan bangsa kita, Indonesia," ucap Presiden.

Pertemuan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian acara Presiden Joko Widodo dalam memperingati Hari Pahlawan Tahun 2016.

*Menjadi Inspektur Upacara Hari Pahlawan*

Sebelumnya, dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016, Presiden Joko Widodo bertindak menjadi Inspektur Upacara di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan. Tepat pukul 08.15 WIB, Presiden memimpin upacara dan mengheningkan cipta selama satu menit. "Untuk mengenang jasa para pahlawan, mengheningkan cipta dimulai," ujarnya diikuti raungan sirene yang dibunyikan secara serentak.

Di penghujung upacara tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membacakan doa untuk arwah para pahlawan. Setelahnya, Presiden bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah menteri anggota Kabinet Kerja lainnya menabur bunga di makam Pahlawan Revolusi, Alm. H. Adam Malik, Alm. H. Umar Wirahadikusumah, Alm. H. Soedharmono, Almh. Hj. Ainun Habibie, Alm. H. Taufiq Kiemas, Pahlawan Prajurit Tamtama, dan Pahlawan Tak Dikenal.

 

Presiden dan Wakil Presiden dengan didampingi Menteri Sosial kemudian menuju Gedung Konvensi Kalibata dengan berjalan kaki. Di sana, Presiden Joko Widodo beramah tamah dengan Warakawuri/Keluarga Pahlawan Nasional, Perintis Kemerdekaan, dan Janda Perintis Kemerdekaan. Sekitar pukul 09.00 WIB, Presiden meninggalkan kawasan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata Jakarta Selatan.(eas)

 

Thursday, 10 November 2016 14:46

Presiden Jokowi: Ulama Pilar Penopang NKRI

Written by

Jakarta,koranrakyat.com,-Negara Indonesia yang berdiri tegak hingga kini merupakan suatu buah upaya para pahlawan yang rela menyumbangkan jiwa dan raga bagi bangsa Indonesia. Di antara para pahlawan tersebut, para ulama memegang peranan penting di dalamnya. Banyak para ulama kita yang kemudian tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa sebagai pahlawan nasional. Memasuki dan setelah masa kemerdekaan pun peranan para ulama diyakini berkontribusi besar terhadap tegaknya keutuhan negara.

"Saya yakin para ulama adalah pilar-pilar penopang NKRI. Indonesia yang kita bangun bersama berdiri atas perjuangan para ulama, kyai, habaib, ustadz, santri, dan termasuk Kyai As'ad Syamsul Arifin yang kemarin telah dianugerahi gelar pahlawan nasional," demikian pandangan yang disampaikan Presiden saat bersilaturahim dengan kyai dan ulama pimpinan pondok pesantren wilayah Banten dan Jawa Barat di Istana Negara, Kamis, 10 November 2016.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga berterima kasih atas sumbangsih upaya para kyai dan ulama yang telah menyejukkan suasana sehingga suasana di sejumlah daerah pada saat terjadinya demonstrasi 4 November lalu dalam keadaan kondusif dan aman."Saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah, saya tahu dari informasi yang saya terima, ikut mendinginkan suasana, ikut menyejukkan suasana, dari dahulu sampai sekarang sehingga kita lihat di daerah-daerah juga dalam keadaan sejuk, kondusif, dan aman," ujar Presiden.Presiden juga mengakui bahwa pihaknya membutuhkan dukungan nasihat dan tuntunan dari para ulama yang mampu menjalin persatuan Indonesia di tengah keragaman yang ada. Tak hanya itu, Presiden meyakini bahwa masyarakat pun juga memiliki pandangan dan kebutuhan yang sama.

"Nasihat dan tuntunan yang penuh kesejukan dan penuh kedamaian itulah yang selalu kita nanti-nanti, bukan saja oleh pemerintah, tetapi juga oleh umat," terangnya.Di penghujung pengantarnya, Presiden Joko Widodo berbesar hati untuk mendengar dan menerima segala masukan-masukan terhadap segala kebijakan pemerintah, baik itu terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang kini sedang ditangani Polri, maupun terhadap kebijakan pemerintah lainnya.

"Sekali lagi kami mohon saran, mohon masukan, demi kebaikan kita bersama," tutup Presiden.

Sekitar 78 kyai dan ulama pimpinan pondok pesantren (PP) di wilayah Banten dan Jawa Barat diundang oleh Presiden Joko Widodo dalam acara tersebut. Hadir di antaranya K.H. Ariman Anwar dari PP Nurul Anwar, K.H. Sarkowi dari PP Al-Fataniyah, Abuya Muhtadi dari PP Raudhatul Ulum, K.H. Maimun Ali dari PP Subulussalam, Rofiq Azhar dari PP Zahrotul Haq, K.H. Burhanudin Marzuki dari PP Qotrunnada Depok, dan K.H. Zainuddun Ma'shum Ali dari PP Alhamidiyah

Adapun mendampingi Presiden dalam acara silaturahim tersebut ialah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Staf Khusus Presiden Johan Budi S.P.(eas)

Tuesday, 08 November 2016 05:34

Presiden Jokowi Jangan Ragu Dalam Penegakan Hukum

Written by

 

Jakarta.koranrakyat.comPresiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas profesionalisme yang ditunjukkan seluruh anggota Polri dalam mengamankan aksi unjuk rasa pada 4 November lalu. Selain itu, Presiden juga sekali lagi menegaskan komitmennya terhadap upaya penegakan hukum di Indonesia. Demikian disampaikan Presiden saat memberikan arahan kepada para Perwira Tinggi Mabes Polri, Kepala Kepolisian Daerah, dan para Komandan Peleton Kepolisian di Auditorium PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 8 November 2016.

 

"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh anggota Polri, anggota Kepolisian Republik Indonesia, atas kewaspadaan, atas soliditas, atas sikap profesionalisme yang ditunjukkan dalam mengamankan aksi demo tanggal 4 November 2016 yang lalu, sehingga akhirnya demo itu berjalan dengan tertib dan damai," ujar Presiden Joko Widodo mengawali arahannya.

Presiden melanjutkan, dirinya menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada seluruh anggota Polri maupun TNI yang menjadi korban kekerasan saat berupaya mengamankan aksi unjuk rasa tersebut. Terhadap segala kekerasan yang terjadi tersebut, Presiden memandang perlu penyelesaian lewat upaya penegakan hukum yang tegas.

 

"Tadi Kapolri sudah menyampaikan ada 18 yang luka," ungkap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo sekaligus menegaskan komitmennya terhadap upaya penegakan hukum yang menjadi agenda pemerintah. Sebagai sebuah institusi yang besar, Presiden menginstruksikan Polri agar tidak ragu dalam menegakkan hukum secara tegas dan adil di Indonesia. Sebab, dengan penegakan hukum yang tegas negara Indonesia akan berdiri tegak.

"Sebagai sebuah institusi, Polri ini ialah institusi yang besar dengan 430 ribu anggota. Oleh sebab itu, jangan ragu dalam bertindak untuk penegakan hukum yang tegas. Tidak boleh institusi sebesar Polri ragu terhadap kelompok-kelompok kecil, terhadap organisasi-organisasi apapun, dan tokoh-tokoh siapapun," tegasnya.

Oleh karenanya, Presiden mengajak dan memberikan kesadaran kepada seluruh anggota Polri bahwa penegakan hukum yang jelas dan tegas tersebut haruslah diupayakan tiap-tiap anggota. 

"Hal itu terletak di tangan saudara-saudara semuanya. Negara harus kuat, marwah institusi Polri harus dijaga, marwah negara juga harus dijaga. Oleh sebab itu, sekali lagi saya ingin mengingatkan penegakan hukum yang jelas, yang tegas, harus dilakukan," ucap Presiden.

Presiden Joko Widodo yang memberikan keterangan kepada para jurnalis usai acara juga menjelaskan bahwa dirinya menginstruksikan Polri agar melakukan upaya-upaya persuasif untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait aksi unjuk rasa yang terjadi pada 4 November lalu tersebut. Dirinya mengingatkan agar seluruh elemen Polri bekerja mulai dari atas hingga ke bawah dalam menjalankan upaya-upaya persuasif tersebut.

 

"Tadi saya tekankan agar pendekatan persuasif baik yang ada di Polsek, di Polres, itu harus terus bekerja sampai ke bawah sehingga masalah yang ada itu bisa dijelaskan secara jelas kepada masyarakat," terangnya.

Di akhir sesi tanya jawab, Presiden sempat ditanyakan mengenai ujaran kebencian yang ditujukan kepada dirinya. Menanggapi hal tersebut, bila terdapat bukti yang menguatkan dan terdapat peraturan yang telah mengatur hal-hal tersebut, Presiden dengan tegas menginstruksikan kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti.

"Tadi juga di dalam saya sampaikan, yang berkaitan dengan hasutan kebencian, hal-hal yang berkaitan dengan penghinaan kepada simbol-simbol negara. Kalau memang aturannya ada ya harus ditindaklanjuti," tegasnya.

Presiden yang dalam acara tersebut didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menutup acara dengan menyalami para perwira Polri yang hadir mendengarkan arahan. Setelahnya, Presiden langsung bertolak menuju Gedung Dakwah Muhammadiyah untuk bertemu dengan sejumlah pimpinan Muhammadiyah.(eas)

 

 

Jakarta, 8 Nov

 

 

.

Bogor,,koranrakyat.com,-Teknologi informasi menjadikan dunia seolah tanpa sekat. Saat ini berbagai peristiwa yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat diketahui langsung pada saat yang bersamaan di tanah air. Meski menunda kunjungan kenegaraan ke Australia, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, Presiden Joko Widodo tetap dapat menyapa langsung diaspora Indonesia yang memenuhi gedung pertemuan Sydney Showground, Sydney Olympic Park Australia, Minggu siang 6 November 2016.

Siang itu, Presiden Jokowi yang tengah berada di Istana Kepresidenan Bogor melakukan _video conference_ dengan diaspora Indonesia yang berada di Sydney.Presiden mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa bertatap muka dengan diaspora Indonesia yang berada di Australia, khususnya di kota Sydney."Semuanya karena situasi di negara kita yang tidak memungkinkan saya meninggalkan Tanah Air. Meskipun saat ini semuanya sudah dalam kondisi yang baik, normal kembali 100 persen," ucap Presiden.

Presiden juga menyampaikan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull melalui saluran telepon untuk menyampaikan penundaan kunjungan ke Australia."Saya juga telah menelpon PM Turnbull, dan menyampaikan untuk kunjungan kenegaraan saya ke Australia ditunda beberapa saat yang nanti akan kita _re-schedule_ lagi, dan beliau sangat memahami situasi itu," tutur Presiden.

*Pemerintah Terus Lakukan Percepatan Pembangunan di Berbagai Bidang*

Setiap kali bertemu dengan diaspora Indonesia, Presiden selalu menginformasikan situasi terkini tentang berbagai bidang di Tanah Air. Kali ini, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah terus berusaha mengejar ketertinggalan yang terjadi di tanah air."Masalah besar yang kita hadapi adalah yang berkaitan dengan ketimpangan, kemiskinan, pengangguran. Oleh sebab itu, untuk mengejar ini, kita terus melakukan percepatan-percepatan pembangunan infrastruktur, percepatan-percepatan kebijakan di regulasi yang kita harapkan bisa bersaing, berkompetisi dengan negara-negara lain," kata Presiden.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan mengejar pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan cara yang _massive_ dan  besar-besaran.

"Sehingga level peningkatan pembangunan SDM ini betul-betul bisa ditingkatkan," ucap Presiden.

*Konsolidasi Terus Dilakukan*

Tentang situasi dan kondisi keamanan di Tanah Air pasca unjuk rasa 4 November 2016, Presiden menyampaikan bahwa kondisi saat ini dalam situasi yang aman. "Stabilitas politik juga tidak ada masalah, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi masih memerlukan konsolidasi-konsolidasi politik, konsolidasi-konsolidasi kenegaraan," ujar Presiden.

Oleh karenanya sejak kemarin pagi hingga malam, Presiden terus mengundang tokoh-tokoh politik dan agama guna bertukar pikiran."Untuk memberikan masukan-masukan dalam rangka memberikan rasa sejuk, mendinginkan suasana, dan hal-hal seperti itulah yang terus akan kita lakukan dalam minggu-minggu ini," ujar Presiden.

*Aspirasi Harus Disampaikan Dengan Tertib dan Damai*

Presiden Joko Widodo mengingatkan meski konstitusi kita memberikan peluang untuk menyampaikan aspirasi, memberikan peluang untuk berdemokrasi, tetapi penyampaian itu harus dilakukukan dengan cara-cara yang tertib dan damai."Ke depan penyampaian-penyampaian aspirasi itu bisa dilakukan dengan baik, tertib, dan damai," ujar Presiden.Tetapi apabila penyampaian aspirasi sudah masuk pada pelanggaran hukum dan menimbulkan kerusuhan, maka hukum harus tetap ditegakkan.

"Saya pastikan aparat keamanan, kepolisian, akan melakukan penegakan hukum dengan tegas. Kita ingin Indonesia kita, terus kita jaga agar aman, damai, sehingga pembangunan terus bisa kita laksanakan," ucap Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden menegaskan kembali bahwa negara Indonesia berada dalam kondisi yang aman dan baik.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," imbuh Presiden.

Senada dengan hal tersebut, para diaspora Indonesia di Australia pun turut menyampaikan aspirasi dan harapan mereka terkait kedamaian, persatuan dan ketegasan pemerintah Indonesia dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Harapan tersebut, dituangkan dalam sebuah deklarasi sebagai berikut:

Kami Masyarakat Indonesia di Australia menyatakan harapan kami:

1. Kedamaian: Kami berharap Presiden Jokowi  tetap berkomitmen menjaga kedamaian Indonesia. 
2. Persatuan: Kami berharap bangsa Indonesia yang beragam tidak terpecah belah oleh alasan apapun.
3. Ketegasan: Kami berharap pemerintah memastikan terlaksananya reformasi hukum untuk meningkatkan integritas bangsa Indonesia .

#IndonesiaDamaiBersatu adalah harapan kita semua.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana. Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat hadir bersama diaspora Indonesia di Sydney.(eas)

.

Jakarta,koranrakyat.com Presiden Joko Widodo mengapresiasi jalannya penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa yang berlangsung pada siang hingga sore hari ini. Presiden juga berterima kasih kepada para ulama dan tokoh-tokoh agama lainnya yang telah memimpin jalannya unjuk rasa sehingga  berlangsung tertib dan damai.

"Sebagai negara demokrasi, kita menghargai proses penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini dengan cara-cara yang tertib dan damai. Terima kasih kami sampaikan kepada para ulama, para kyai, para habaib, para ustadz, yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan sehingga sampai Maghrib tadi berjalan dengan tertib dan damai," demikian Presiden mengawali pernyataannya usai memimpin rapat koordinasi pasca aksi unjuk rasa di Istana Merdeka, Sabtu dini hari, 5 November 2016.

Meski demikian, Presiden menyayangkan insiden yang terjadi setelah ibadah Isya. Pemerintah menengarai ada aktor-aktor politik yang menunggangi insiden itu secara tidak bertanggung jawab.

"Tapi, kita menyesalkan kejadian setelah Isya yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," terangnya.

Mengenai tuntutan pengunjuk rasa, Presiden sebelumnya telah meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta sejumlah anggota Kabinet Kerja lainnya untuk menerima perwakilan pengunjuk rasa dengan baik serta menyerap  aspirasi mereka. Presiden kemudian dengan tegas menyatakan bahwa proses hukum terhadap Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan berjalan dengan tegas, cepat, dan transparan.

"Oleh sebab itu, saya minta para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib. Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya," imbuh Presiden.

Menutup keterangannya, Presiden mengapresiasi seluruh upaya para aparat keamanan yang dapat menjaga situasi Ibu Kota tetap kondusif. Ia pun mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan semua golongan untuk tetap tenang dan beraktivitas sebagaimana biasanya.

"Terakhir, saya mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang melakukan penegakan persuasif dalam menjaga situasi sehingga tetap kondusif. Saya harap masyarakat tetap tenang dan menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap aman dan damai," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah anggota Kabinet Kerja guna membahas situasi pasca unjuk rasa sejumlah elemen masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta. Sejumlah anggota Kabinet Kerja turut hadir dalam rapat tersebut, yakni di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan.(eas)

Jakarta,koranrakyat.com,- Bahaya narkoba dan pornografi yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia, mengetuk hati Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan para istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam OASE-KK (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja).Dalam kunjungan kerjanya pada Rabu, 2 November 2016, Ibu Iriana melakukan peninjauan kegiatan penyuluhan untuk para pelajar SLTA di Medan tentang bahaya narkoba dan pornografi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) yang berlokasi di Jalan Dr. T. Mansur No. 9, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Saat tiba di tempat acara sekira pukul 14.00 WIB, Ibu Iriana disambut oleh Ibu Nora Ryamizard Ryacudu dan Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Runtung, S.H., M.Hum. Paduan suara dari para pelajar SMA Negeri 1 Medan turut menyambut kedatangan Ibu Iriana bersama rombongan.Acara sosialisai dimulai dengan pemaparan mengenai bahaya narkoba dan pornografi. Usai pemaparan, sejumlah pelajar pun menyampaikan pandangannya terkait dengan sosialisasi yang mengambil tema "Generasi Muda Indonesia Bersatu Lawan Narkoba dan Pornografi Demi Masa Depan Indonesia Gemilang".

Seorang pelajar perempuan menyampaikan kegembiraannya terhadap sosialisasi yang dilakukan Ibu Negara bersama dengan OASE-KK. Menurutnya, sosialisasi tersebut sangat bermanfaat dan memberikan inspirasi untuk menjauhkan narkoba."Acara ini sangat bermanfaat bagi kami khususnya untuk berfikir lagi, untuk semakin maju lagi untuk berfikir bahwa narkoba itu sangat buruk dan tidak akan membawa manfaat sama sekali pada kita. Terutama sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya kami memberikan hal-hal yang baik dan memberikan inspirasi bagi teman-teman kami," ujarnya.

Senada dengan itu, pelajar lainnya juga turut memberikan pandangan terkait sosialisasi yang menurutnya mengajarkan kepada mereka bahwa masa depan harus dipersiapkan dengan baik guna membanggakan orang tua, bangsa dan negara."Acara ini sangat bagus, acara ini sangat bermanfaat untuk kita semua. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjauhkan kita dari bahaya narkoba, karena kita sebagai generasi muda harus menjadi generasi yang baik, karena orang-orang tua kita yang berada di depan kita ini harapan mereka jatuh di depan kita, bukan di tangan mereka lagi," ucap pelajar tersebut. Selama kurang lebih satu jam melakukan peninjauan dan berdialog dengan para pelajar, Ibu Iriana bersama rombongan bergegas menuju agenda kunjungan kerja selanjutnya.

*Peninjauan Program Deteksi Dini Kanker pada Perempuan*

Agenda kunjungan kerja Ibu Negara ke Provinsi Sumatera Utara kali ini juga dimanfaatkannya untuk melakukan peninjauan program deteksi kanker leher rahim (serviks). Bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) dan Kementerian Kesehatan, Ibu Negara bertolak menuju Pasar Petisah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan usai memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba dan pornografi pada para pelajar SLTA di Kota Medan.Tiba sekitar pukul 15.00 WIB, Ibu Iriana beserta rombongan disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Polita Nasution. Upaya deteksi dini kanker pada perempuan tersebut dilakukan dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk mendeteksi kemungkinan adanya kanker serviks serta Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) untuk mendeteksi kemungkinan adanya kanker payudara.

Sebanyak 170 orang telah terdaftar mengikuti pemeriksaan tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 orang dinyatakan positif IVA, sementara 1 orang lainnya ditemukan menderita tumor payudara. Program deteksi dini kanker pada perempuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Pencanangan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan yang telah dicanangkan oleh Ibu Iriana di Kulon Progo, Yogyakarta, pada bulan April 2015 lalu. Sebelumnya, Ibu Iriana bersama dengan OASE-KK juga melakukan peninjauan program tersebut di sejumlah lokasi di DKI Jakarta dan juga Sidoarjo, Jawa Timur.

Selanjutnya Ibu Iriana bersama rombongan melakukan peninjauan ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara, yang sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan kunjungan kerja Ibu Iriana ke Provinsi Sumatera Utara sebelum kembali ke Jakarta pada petang hari. Turut menyertai Ibu Iriana Joko Widodo dalam kunjungan kerja kali ini adalah Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla serta sejumlah istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam OASE-KK (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja) (eas)

 

 

 

 

Jakarta,koranrakyat.com,- Pelaksanaan penyerapan anggaran tahun 2017 berupa proses lelang dan lainnya diharapkan bisa dimulai di bulan Januari tahun depan. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Selasa, 2 November 2016. "Ini saya kira saya sudah mengingatkan dua kali, tahun lalu, tahun kemarin, ini saya ulang lagi, agar proses persiapan pra lelang untuk seluruh kegiatan segera disiapkan sehingga Januari sudah ada pelaksanaan," ujar Presiden.

Menurut Presiden, di tahun 2016, baru Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertanian yang sudah melaksanakan kegiatan pada bulan Januari. Presiden mengharapkan kementerian yang lain juga mengikuti."Saya harapkan yang lain juga seperti itu," ucap Presiden.

Dalam Sidang Kabinet tersebut, Presiden Jokowi juga meminta laporan terkait APBN 2017 yang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) beberapa waktu lalu."Biasanya kan di sana ada perubahan, di sana ada pengurangan, di sana ada penambahan, tolong setelah dari DPR saya diberi laporan yang detail," kata Presiden.

_*Perencanaan APBN 2018 Dibahas Lebih Awal*_

Dalam Sidang Kabinet tersebut, Presiden Jokowi juga mengambil langkah inisiatif untuk mulai merencanakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 sejak awal."Kita juga akan merencanakan untuk 2018, sudah kita mulai lebih awal saja, karena kalau tidak, perencanaan kita akan terlambat," kata Presiden Jokowi.

Di tahun anggaran 2018, Presiden Jokowi menginginkan adanya pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen. Demikian halnya dengan peningkatan di bidang investasi yang diharapkan tumbuh di atas 10 persen.

"Kita inginkan nanti ada pertumbuhan di atas 6, tentu saja untuk mencapai itu tidak mudah saya kira yang paling penting, investasi harus tumbuh di atas 10%, Kemudian juga untuk sektor penopang yang lainnya, Presiden mengharapkan pertumbuhan di sektor konsumsi bisa di atas 5 persen, ekspor yang diharapkan bisa tumbuh di atas 4 persen, dan impor yang tumbuh paling tidak 2-3 persen."Tapi nanti tolong nanti angka-angkanya kalau ini perlu masih ada ruang untuk ditingkatkan kalau bisa dikoreksi," imbuhnya. Tampak hadir dalam Sidang Kabinet tersebut antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, para Menteri Anggota Kabinet Kerja, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Tito Karnavian.(eas)

Tuesday, 01 November 2016 07:23

Presiden Jokowi Temui Ulama Di Istana

Written by

 

Jakarta.koranrakyat.com,Keutuhan dan kerukunan antar masyarakat harus terus dijaga, mengingat kerukunan di tengah keanekaragaman budaya merupakan aset dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pertemuannya dengan sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

 

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 1 November 2016 di Istana Merdeka Jakarta, sekira pukul 11.00 WIB, diselenggarakan guna menjalin tali silaturahmi antar pemerintah dengan ulama dan umaro seluruh Indonesia. Mengawali sambutannya, Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih atas kesediaan para ulama untuk datang memenuhi undangannya ke Istana.

 

"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kedatangan para ulama. Biasanya saya yang sowan mendatangi satu persatu, silaturrahmi ke pondok-pondok pesantren, para ulama, tapi kali ini saya yang ingin mengundang untuk ke istana," ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutan pembukanya

 

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo mengharapkan agar para ulama mampu meneduhkan suasana dengan nasihat dan seruan guna menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tetap berdiri kokoh dan maju.

 

"Nasihat yang penuh kesejukan dan penuh kedamaian juga sekarang ini sangat dinanti-nanti dari para ulama," imbuhnya.

 

Sebab, Presiden Joko Widodo meyakini bahwa ulama merupakan penerus nabi dan tugasnya membawa kabar yang baik, menjaga umat memberikan peringatan, memberikan tuntunan pada umat dan kita semuanya.

 

Menutup sambutannya, Presiden Joko Widodo berharap para ulama turut berperan serta menjaga Indonesia agar berhasil meletakkan hubungan agama dengan negara secara ideal dan terbebas dari ancaman perpecahan.

 

"Kami berharap bahwa ulama juga berani mengambil sikap tegas bahwa antara Islam dan keIndonesiaan bukan harus dipertentangkan, tetapi marilah kita bersama-sama kita jaga, kita pelihara, kita perjuangan keIndonesiaan kita," tutup Presiden Joko Widodo.

 

_*Para Ulama Sepakat Pilkada Damai*_

 

Menghadapi hajatan besar pilkada serentak tahun 2017, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mengatakan, para ulama menyepakati himbauan Presiden untuk menyelenggarakan pilkada secara damai. 

 

"Menghadapi pilkada damai, kami juga sepakat dengan apa yang diimbau Presiden supaya dilakukan dengan damai, tidak ada konflik, dan masing-masing calon supaya siap untuk menang maupun kalah, sehingga apabila sudah selesai, tidak ada lagi konflik yang terjadi," ujar Ma'ruf Amin kepada wartawan usai pertemuan.

 

Kepada Presiden, para ulama juga menyepakati untuk siap membela negara dan tetap mengupayakan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

"Kita memang siap untuk membela negara dan bagi kami NKRI final dan kita tidak akan memberikan toleransi kepada siapa saja yang akan memecah belah bangsa ini," imbuh Ma'ruf Amin.

 

Terkait isu kemungkinan adanya demonstrasi, para ulama juga menyerukan kepada pihak yang melakukan demonstrasi, untuk mengikuti peraturan, dilakukan secara santun, damai, dan tidak anarkis.

 

"Kita sepakat dengan pernyataan presiden, bahwa di negara, republik ini bahwa demonstrasi tidak dilarang sepanjang sesuai dengan peraturan dan tidak menimbulkan kerusakan dan juga jangan terprovokasi," kata Ketua MUI tersebut.

 

Dalam pertemuan singkat tersebut, Ma'ruf Amin juga sempat membahas mengenai permasalahan yang menyangkut Gubernur DKI Jakarta tentang pernyataannya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Menurut Ma'ruf Amin, isu tersebut kini bergulir dan berkembang menjadi tidak menentu dan menjadi masalah bagi khalayak. Untuk itu, pihaknya menyetujui bahwa masalah tersebut dapat diproses secara terhormat dan proporsional melalui proses hukum.

 

"Presiden mengatakan bahwa beliau sudah memerintahkan ini untk diproses dan beliau tidak akan intervensi terhadap masalah ini," ujarnya.

 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, Ketua Umum MUI yang juga Rais Am PB NU K.H. Dr. Ma'ruf Amin

dan Rais Am PBNU, Ketua Umum PB NU K.H Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. H. Haerdar Nashir, M.Si, dan sejumlah pengurus lainnya(eas).

 

 

Page 7 of 24

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka...
    TEGAL(KORANRAKYAT.COM)Konektivitas dalam hal transportasi sebagaimana yang sering disinggung oleh Presiden Joko...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar rapat terbatas untuk...
    BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) - Bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah terjaring Operasi Tangkap...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan