Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu
Last Updated on Jan 24 2019

Brigjen Pol Drs Supratman Pulang Kampung Jabat Kapolda Bengkulu

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat. Mendapat amanat baru dipercaya menjadi Kapolda Bengkulu, yang baru. Supratman menggantikan posisi Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung, yang menjadi...
Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat
Last Updated on Jan 23 2019

Satgas Mafia Bola Geledah Rumah Dayat Bekas Exco PSSI Hidayat

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco) PSSI Hidayat. Ini dilakukan untuk memperoleh barang bukti menyangkut masalah terlapor.              Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi...
Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan
Last Updated on Jan 21 2019

Empat Berkas Perkara Mafia Bola Dalam Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo...
Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek
Last Updated on Jan 21 2019

Polda Kembali Bongkar 21 Artis Diduga Terlibat Bisnis Esek Esek

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis yang diduga terkait kasus esek esek online. Siapa saja mereka? Sebelumnya, Luki baru mengungkap enam nama yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis haram ini. Keenamnya adalah...
Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri
Last Updated on Jan 21 2019

Tim Gabungan Akan Diturunkan Ke Tinombala Bila Ali Kalora Tak Menyerahkan Diri

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora Cs tidak menyerahkan diri, tim gabungan TNI-Polri yang akan melakukan tindakan represif.         Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri...

World Today

Thursday, 06 April 2017 17:07

Indonesia-Afghanistan Sepakat Tingkatkan Kerja Sama*

Written by
.
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Pemerintah Indonesia terus mempererat kerja sama dengan negara-negara sahabat. Setelah pada bulan sebelumnya Indonesia telah bersepakat mempererat kerja sama dengan sejumlah negara seperti Prancis, Afrika Selatan, Sri Lanka, dan juga Arab Saudi, kini sejumlah kesepakatan berhasil dicapai dengan Afghanistan.
 
Presiden Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani, Rabu sore, 5 April 2017, melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Kunjungan tersebut sekaligus membuat sejarah baru, sebab merupakan kali pertama seorang Kepala Negara Afghanistan berkunjung ke Indonesia.
 
"Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia untuk menerima kunjungan Presiden Afghanistan, Yang Mulia Mohammad Ashraf Ghani. Kunjungan Kenegaraan ini merupakan kunjungan pertama kali Yang Mulia ke Indonesia," Presiden Jokowi mengawali pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta.
 
Melalui pernyataannya tersebut, Presiden berpandangan bahwa Afghanistan merupakan negara yang memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia. Kedua negara juga telah menjalin hubungan yang baik selama 62 tahun.
 
"Afghanistan adalah salah satu negara pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Kedua negara berperan aktif menyukseskan Konferensi Asia Afrika tahun 1955," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 
Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara membicarakan sejumlah isu bilateral. Sejumlah isu yang dibicarakan tersebut ialah mengenai kerja sama pembangunan perdamaian, pembangunan kapasitas, dan juga peningkatan kerja sama di bidang perdagangan.
 
Di bidang perdamaian, Presiden Joko Widodo menyatakan kesiapan pemerintah Indonesia untuk berbagi pengalaman yang utamanya berkaitan dengan rekonsiliasi untuk perdamaian. Indonesia juga mengapresiasi upaya Afghanistan yang hendak menciptakan perdamaian dan stabilitas di negerinya.
 
"Indonesia menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah Afghanistan dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian. Indonesia siap berbagi pengalaman mengenai rekonsiliasi untuk perdamaian," ucap Presiden.
 
Selain itu, untuk mendorong penyebaran nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin, Indonesia sebelumnya telah membangun Indonesia Islamic Center di Kabul, Afghanistan. Indonesia berharap, masyarakat Afghanistan dapat memanfaatkan fasilitas ibadah, kesehatan, dan pendidikan yang akan terus dibangun di sana dengan sebaik-baiknya.
 
"Pembangunan Masjid As Salaam di Indonesia Islamic Center telah selesai dan dapat menampung 2.500 jamaah. Selanjutnya, Indonesia akan segera menyelesaikan pembangunan sarana kesehatan dan pendidikan untuk penduduk setempat," tuturnya.
 
Sementara itu, di bidang pengembangan kapasitas, Indonesia dan Afghanistan sepakat untuk memperluas kerja sama pengembangan kapasitas di bidang hukum, perumahan dan pekerjaan umum, kebijakan fiskal, dan juga pendidikan tinggi.
 
"Sejauh ini Indonesia telah memberikan pelatihan kepada 358 orang dalam 47 program, meliputi bidang pertanian, kepolisian, pemberdayaan perempuan, dan administrasi pemerintahan," ungkapnya.
 
Adapun di bidang perdagangan, kedua negara menyadari bahwa di masa mendatang, masih banyak potensi hubungan perdagangan yang dapat terus ditingkatkan. Kedua kepala negara juga sepakat untuk mendorong interaksi langsung di antara pengusaha-pengusaha kedua negara.
 
"Kita juga menyambut baik pelaksanaan Business Meeting Indonesia-Afghanistan tanggal 6 April 2017 yang akan datang," Jokowi menambahkan.
 
Sebagai sesama negara demokrasi, pemilihan umum yang dilakukan secara terbuka merupakan harapan semua pihak. Oleh karenanya, Komisi Pemilihan Umum masing-masing negara hendak berbagi pengalaman. Indonesia sendiri disebut memiliki pengalaman dalam melaksanakan Pemilu yang damai dan terbuka sekaligus sebagai contoh di mana Islam dan demokrasi mampu berjalan beriringan. Hal tersebut dibenarkan sendiri oleh Presiden Ghani yang turut memberikan pernyataan dalam kesempatan tersebut.
 
“Indonesia merupakan negara yang sukses menerapkan demokrasi dan perdamaian. Indonesia juga merupakan negara besar dengan kepemimpinan yang baik," ujar Ghani. 
 
Presiden Ghani juga mengatakan ucapan terima kasihnya kepada Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia yang membantu proses perdamaian di Afghanistan.
 
“Indonesia sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar yang berperan dalam upaya mewujudkan perdamaian di negara kami dan kami menyambut baik adanya bantuan dari Indonesia dalam mewujudkan upaya perdamaian tersebut,” ucapnya lebih lanjut.
 
Untuk meningkatkan sektor Pendidikan antar kedua negara, Presiden Ghani juga mengusulkan untuk dilakukannya pertukaran ulama Indonesia dengan Afghanistan untuk bekerja sama terkait dengan budaya Islam.
 
“Banyak sekali pencapaian di bidang pendidikan yang membanggakan negara kita berdua. Kami juga mengusulkan adanya pertukaran ulama antara Indonesia dan Afghanistan untuk saling berbagi dan bekerjasama terkait dengan budaya Islam dan juga melalui dialog dengan para ulama Indonesia, ucapnya.
 
Afghanistan sendiri menganggap Indonesia merupakan negara yang besar dan memiliki citra positif. Bahkan, ketika Presiden Ghani masih menjadi mahasiswa, ia telah mendengar nama besar Indonesia.
 
“Indonesia telah mencapai banyak sekali pencapaian yang signifikan,sehingga ketika saya masih menjadi mahasiswa, Indonesia menjadi contoh teladan dari negara-negara besar,” kata Presiden Ghani.
 
Ghani juga mengucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo atas keberhasilannya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah segala keberagaman yang ada.
 
"Tadi saudara-saudara sudah mendengar sendiri betapa Presiden Ashraf Ghani memberikan sebuah penghargaan yang luar biasa karena meskipun Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, tadi saya sudah menyampaikan ada 714 etnis dan 1.100 lebih bahasa lokal, tetapi masih pada posisi persatuan dan kesatuannya sangat baik," ungkap Presiden Jokowi kepada para jurnalis usai mengantarkan Presiden Ghani meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan.
 
Adapun Lima Nota Kesepahaman yang disepakati dalam kunjungan ini antara lain:
 
1. Kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Pendidikan Republik Islam Afghanistan di bidang pendidikan;
2. Kerja sama antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Kementerian Pertanian, Irigasi, dan Peternakan Republik Islam Afghanistan di bidang pertanian;
3. Kerja sama teknis antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan Kementerian Keuangan Republik Islam Afghanistan;
4. Kerja sama antara Badan Pusat Statistik Republik Indonesia dengan Organisasi Pusat Statistik Republik Islam Afghanistan mengenai pemanfaatan dan pengembangan data statistik dan informasi teknologi, metodologi, serta sumber daya manusia di bidang statistik;
5. Kerja sama antara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dengan Komisi Kepegawaian dan Reformasi Birokrasi Republik Islam Afghanistan mengenai kerja sama teknis di bidang reformasi administrasi publik, manajemen kepegawaian, serta pelatihan dan pengembangan kapasitas.
 
Dalam kunjungannya ini, Presiden Ghani beserta delegasinya tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Kedatangannya disambut dengan upacara kenegaraan yang dimeriahkan oleh pasukan Nusantara, korps musik, serta para pelajar yang menyambut kedatangannya.
 
Perbincangan di veranda Istana Merdeka kembali dilakukan sebagai perwujudan komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan kerja sama yang lebih baik. Sore itu, kedua kepala negara tampak akrab sambil sesekali membincangkan sejumlah hal dengan penuh antusias.
 
Turut hadir mendampingi Presiden diantaranya, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim SaIfuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian(eas)
_.
 
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Nanga Badau, Kapuas Hulu oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis siang, 16 Maret 2017 menjadi agenda pertama yang mengawali kunjungan kerja Presiden ke Kalimantan Barat. 
 
Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Bandara Pangsuma, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan RJ-85 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Kamis pagi, 16 Maret 2017.
 
Dari Bandara Pangsuma, Presiden dan Ibu Iriana melanjutkan perjalanan menuju PLBN Terpadu Nanga Badau dengan berkendaraan mobil.
 
Setelah meresmikan kawasan PLBN Nanga Badau, Presiden dan Ibu Iriana melanjutkan perjalanan menuju Kantor Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu untuk menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehar (KIS).
 
Sore harinya, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Pangsuma, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu untuk bertolak menuju Bandara Soepadio, Kalimantan Barat dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan RJ 85.
 
Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan bermalam di Pontianak. Esok harinya, Presiden dan Ibu Iriana akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sambas.
 
Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Bandara Pangsuma, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia KH Ahmad Hasyim Muzadi, pada pagi ini, hari Kamis, 16 maret 2017 pada pukul 06.15 wib di RS. Malang  sbb :

1.Renc akan dimakamkan di komplek pesantren Al Hikam Jl. H. Amat Kel. Kukusan Rt. 06/01 Kec. Beji Kota Depok 

2. Jenazah akan berangkat dr malang pkl. 13.00, perjalanan lk 1,5 jam dan perkiraan sampai di halim pkl.  14.30, kmd dibawa kedepok dg perjalanan sktr 45 menit.

3. Diperkirakan 15.30 Jenazah tiba di masjid PP Alhikam Depok dan  disholatkan di mesjid Al Hikam 

4. Stlh disholatkan akan dimakamkan di makan keluarga dikomplek PP Alhikam Depok

5. Renc bertindak selaku Irup pemakaman adlh Bpk Wapres Jusuf Kalla ( RI-2)

 Sementara PBNU tengah berduka atas kehilangan salah satu tokohnya, KH Hasyim Muzadi tutup usia pada pagi ini. Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini mengatakan sosok KH Hasyim Muzadi dikenal sebagai ulama yang terus berupaya membangun kesejukan umat. 

"Kami sangat berduka sekali. Kami kehilangan sosok ulama besar yang selama ini memimpin umat yang menyejukan, menenangkan. Salah satu ulama yang terus mengajak, membangun ukhuwah persaudaraan dengan siapapun, agama apapun," ujar Helmy saat berbincang dengan wartawan, Kamis (16/3/2017). 

Helmy mengenang gaya ceramah Hasyim yang begitu membekas bagi banyak orang. Sebab, Hasyim kerap menyisipkan lelucon dan membuat isi ceramah dapat dimengerti. 

"Beliau selalu punya cara yang menjelaskan hhal rumit dengan mudah dengan guyonan khas. Selalu dikenang dengan umat dengan metodologi dakwah yang selama ini lebih mudah diterima oleh masyarakat awam," kenangnya. 

KH Hasyim Muzadi menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 06.00 WIB. Rencananya jenazah tokoh Nahdlatul Ulama itu akan dikebumikan di Ponpes Al Hikam, Depok. 

KH Hasyim Muzadi wafat di usia 72 tahun. Dia sempat menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu kemudian memilih masa pemulihan di kediamannya (fdl/eas)

.
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Silaturahmi antara Presiden dan Wakil Presiden dengan Pimpinan Lembaga Negara menunjukkan adanya semangat kebersamaan, semangat semangat persatuan dan semangat menjalin komunikasi yang baik. “Semangatnya adalah kita ingin membangun sebuah kebersamaan, ingin membangun rasa optimisme terhadap seluruh program-program yang telah dan yang akan dilakukan oleh pemerintah,” ujar Presiden Joko Widodo kepada para jurnalis usai pertemuan Silaturahmi dengan Pimpinan Lembaga Negara di Istana Merdeka, Selasa 14 Maret 2017.
 
Dalam konferensi pers tersebut, Presiden menjelaskan bahwa hal utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah kebijakan pemerataan ekonomi yang berkaitan dengan kesenjangan sosial ekonomi yang ada. “Kita tindaklanjuti dengan redistribusi aset dan reforma agraria yang kita harapkan akan mengurangi kesenjangan yang ada di masyarakat,” ucap Presiden.
 
Untuk itu, pemerintah akan memulainya dengan membagikan konsesi-konsesi kepada rakyat, tanah adat, koperasi, pondok pesantren. “Dan juga mempercepat pembagian sertifikat-sertifikat kepada masyarakat yang belum memiliki sehingga nantinya rakyat bisa memiliki collateral, memiliki agunan dalam rangka bisa mengakses permodalan ke perbankan,” kata Presiden.
 
Mengenai total lahan yang akan dibagikan, Presiden menjelaskan bahwa lahan yang telah siap dibagikan sebesar 21,7 juta hektare. “Yang jelas saat ini telah siap di Kementerian Kehutanan 12,7 juta hektare, kemudian di Kementerian BPN (Kementerian Agraria dan Tata Ruang) ada kurang lebih 9 juta hektare,” ucap Presiden. 
 
Dalam pengantar pada pertemuan silaturahmi tersebut, Presiden mengingatkan pentingnya persatuan dan kebersamaan menghadapi tantangan bangsa ke depan. "Persatuan, kesatuan dan kebersamaan sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan kebangsaan, tantangan global dan ketidakpastian yang semakin berat yang kita rasakan selama ini maupun tantangan-tantangan ke depan," ujar Presiden Joko Widodo.
 
Turut hadir mendampingi Presiden, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sementara itu, para ketua lembaga negara yang hadir, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua DPD Mohammad Saleh, Ketua MA Hatta Ali dan Ketua BPK Harry Azhar Azis.(eas)

 

Monday, 13 March 2017 12:43

Presiden Lantik 17 Duta Besar

Written by
.
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Presiden Joko Widodo secara resmi melantik 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) Republik Indonesia yang akan bertugas di sejumlah negara sahabat. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 13 Maret 2017, sekira pukul 14.00 WIB.
 
Pelantikan 17 Duta Besar LBPP tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor Nomor 32 P Tahun 2016 dan Nomor 35 P Tahun 2017 tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia. Keputusan berlaku sejak Keppres tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 10 Maret 2017.
 
Adapun nama-nama dan penempatan Duta Besar LBPP Republik Indonesia yang telah dilantik Presiden Joko Widodo adalah sebagai berikut:
 
1. Drs. Hasan Kleib, M.A., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia/Wakil Tetap Republik Indonesia pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Trade Organization (WTO) dan Organisasi-organisasi Internasional lainnya, berkedudukan di Jenewa;
2. Drs. Priyo Iswanto, M.H., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda, dan Federasi Saint Kitts dan Nevis, berkedudukan di Bogota;
3. Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. Arief Rachman, M.M., M.B.A., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Islam Afghanistan, berkedudukan di Kabul;
4. Drs. Rahmat Pramono, M.A., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, berkedudukan di Astana;
5. Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Tunisia, berkedudukan di Tunis;
6. Drs. Nur Syahrir Rahardjo, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Bahrain, berkedudukan di Manama;
7. Sdr. Tantowi Yahya, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Selandia Baru merangkap Samoa dan Kerajaan Tonga, berkedudukan di Wellington;
8. Dr. Darmansjah Djumala, M.A., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Austria merangkap Republik Slovenia dan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, berkedudukan di Wina;
9. Drs. Sahat Sitorus, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Demokratik Rakyat Timor Leste, berkedudukan di Dili;
10. Drs. Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Australia merangkap Republik Vanuata, berkedudukan di Canberra;
11. Drs. Umar Hadi, M.A, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Korea, berkedudukan di Seoul;
12. Drs. I Gusti Ngurah Ardiyasa, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka merangkap Republik Maladewa, berkedudukan di Kolombo;
13. Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, M.E., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Ukraina merangkap Republik Armenia dan Georgia, berkedudukan di Kyiv;
14. Ir. Arifin Tasrif, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, berkedudukan di Tokyo;
15. Drs. Andy Rachmianto, M.Phil., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Yordania Hasyimia merangkap Negara Palestina, berkedudukan di Amman;
16. Dra. R.A. Esti Andayani, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Italia merangkap Republik Malta, Republik San Marino, Republik Siprus, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agriculture Development (IFAD), World Food Programme (WFP) dan International Institute for the Unification of Private Law (UNINDROIT), berkedudukan di Roma;
17. Komjen Polisi (Purn) Drs. Sjachroedin Zainal Pagaralam, S.H., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kroasia, berkedudukan di Zagreb.
 
Usai pelantikan, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan ibu Mufidah Jusuf Kalla langsung memberikan ucapan selamat kepada para Duta Besar LBPP Republik Indonesia diikuti oleh sejumlah Menteri dan para undangan yang hadir. (eas)

 

*
 
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Rabu sore, 8 Maret 2017, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan Jacob Gedleyihlekisa Zuma. Presiden Zuma yang datang bersama Ibu Bongi Zuma tiba sekitar pukul 15.00 WIB di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
 
Keduanya disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo sebelum upacara kenegaraan dilangsungkan. Setelahnya, lagu kebangsaan kedua negara diperdengarkan dengan diiringi oleh dentuman meriam sebanyak 21 kali.
 
_Veranda talk_ pun menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyambut kedatangan Presiden Zuma. Apalagi Afrika Selatan telah resmi ditunjuk untuk meneruskan tongkat estafet keketuaan IORA dari Indonesia. Bila melihat latar belakang tersebut, tentunya akan banyak hal yang dapat menjadi kekuatan perekat hubungan kedua negara dalam pertemuan ini.
 
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Afrika Selatan untuk keketuaan IORA periode 2017 sampai 2019. Indonesia akan mendukung penuh Afrika Selatan dan memastikan pelaksanaan rencana kerja IORA dalam kerangka tripartit," ujar Presiden Joko Widodo mengawali pertemuan bilateral.
 
Presiden Joko Widodo sendiri memandang penting pertemuan antara kedua negara ini. Sebagai dua negara berkembang sekaligus tergabung dalam keanggotaan negara-negara G20, ia mengharapkan agar kedua negara dapat menjadi motor penggerak dari Kerja Sama Selatan-Selatan.
 
Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan menghasilkan kesepakatan untuk lebih meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan. Kedua negara telah bersepakat untuk dalam waktu dekat membahas penurunan hambatan tarif dan nontarif bagi sejumlah produk dan komoditas unggulan kedua negara.
 
"Upaya peningkatan kerja sama perdagangan banyak dibahas dalam pertemuan tadi. Kita sepakat untuk segera membahas penurunan hambatan tarif dan nontarif bagi produk dan komoditas unggulan," Presiden Jokowi menerangkan dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral.
 
Dalam pertemuan itu, Indonesia juga mengusulkan kepada Afrika Selatan agar kerja sama perdagangan yang selama ini telah terjalin dapat lebih diperluas lagi dengan negara-negara tetangga. Di antaranya ialah dengan membuka jalur akses perdagangan menuju Southern African Customs Union (SACU).
 
"Kita sepakat untuk menugaskan menteri terkait melakukan tindak lanjut. Saya tadi juga menyampaikan kepada Presiden Zuma bahwa dalam dua bulan setelah hari ini, akan kita kirim menteri-menteri beserta pelaku bisnis ke Afrika Selatan," ujarnya.
 
Terkait dengan perhelatan KTT IORA yang telah berlangsung kemarin, Indonesia juga akan mengundang Afrika Selatan selaku ketua IORA yang baru untuk berpartisipasi dalam Indonesia-Africa Maritime Dialogue.
 
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Afrika Selatan selama keketuaan Indonesia pada IORA. Indonesia berkomitmen untuk mendukung keketuaan Afrika Selatan di IORA untuk 2017–2019," tutur Jokowi.
 
Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Zuma sore ini turut menghasilkan tiga nota kesepahaman. Ketiga kesepahaman tersebut diharapkan akan semakin memperkuat kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang.
 
"Dalam kunjungan ini, telah ditandatangani tiga MoU di bidang pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, pelatihan dan pendidikan diplomatik, serta rencana aksi kemitraan strategis Indonesia-Afrika Selatan 2017-2021," tutupnya.
 
Mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo terkait hambatan perdagangan, dalam kesempatan yang sama Presiden Zuma juga menyatakan kesiapannya untuk bergerak menuju penghapusan hambatan perdagangan kedua negara.
 
"Kami telah sepakat untuk memperkuat kerja sama kami dalam bisnis, perdagangan dan investasi, pertanian, pertahanan, dan berjalan ke arah penghapusan hambatan perdagangan antara negara kita," ucap Zuma.
 
Kepada Presiden Joko Widodo, Zuma juga menyatakan siap mendukung realisasi dari hasil kesepakatan pada penyelenggaraan KTT IORA kemarin. Tak lupa, ia sekaligus menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan keketuaan Indonesia pada IORA.
 
"Kami juga sepakat untuk bekerja bersama-sama dalam merealisasikan aspirasi negara-negara anggota Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia (IORA) yang dicapai minggu ini di Jakarta. Kami ucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo atas penyelenggaraan KTT IORA yang sangat baik dan kepemimpinannya di IORA," ujarnya.
 
Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti(eas)

Bali,KORANRAKYAT.com- Perpanjangan kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdullah al Saud bersama 1500 rombongan direspon baik pengamanan. Tentunya perpanjangan karena ada indikasi negara aman dan tentram. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa (7/3)2017 mengatakan indikasinya dengan memperpanjang kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia tentunya mengindikasikan bahwa pertama kita menjadi negara yang aman dan tentram."lni jelas mengindikasikan bahwa warga Indonesia atau masyarakat Indonesia sangat welcome Kedatangan tamu seperti raja arab Saudi ada keramah tamahan yang ditunjukkan dan ini tentu diharap kita jaga," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan Raja Arab Saudi melihat bahwa kekayaan Alam Indonesia yang dilakukan perpanjangan dilakukan itu karena keindahan alam dirasakan . "Dari ketiga hal tersebut diketahui kemungkinan pengamanan yang ekstra ketat karena kelasnya adalah prestasi nya dimana dalam pengamanan dilakukan dan dikomandani oleh TNI dalam hal ini Paspampres yang diback up oleh Polri. " tegasnya.

Sesuai perkembangan, Martinus menjelaskan tentu demikian juga dengan rombongan tidak dalam kapasitas VVIP melekat kan kita juga menjadi alasan pengamanan." Kalau personil pengamanannya tetap saja akan berjalan sesuai pengamanan yang dilakukan. Kan jelas jumlah pengamanan kan 10 Personil yang sudah disiapkan."Bali kan itu sekitar 5 Ribu personil, di Jakarta 3 Ribu personil di Bogor 2 Ribu personil,'  jelasnya.

Lebih lanjut, Martinus menandaskan kita harusnya bangga kehadiran Raja Salman memberikan respon yang baik mau berlibur di Indonesia" Begitu pengamanan dilakukan merupakan kepercayaan tersendiri dan tetap merasa nyaman selama di Indonesia,"tandasnya.(vk)

_.
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA) resmi berakhir sore ini. Sejumlah negara-negara anggota IORA telah membahas mengenai aspek-aspek penting yang berkaitan dengan tantangan sekaligus peluang besar yang ada di kawasan Samudra Hindia.
 
Presiden Joko Widodo, yang menyampaikan pidato penutupan KTT IORA Tahun 2017, menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi dan kontribusi besar para negara anggota IORA, mitra dialog, delegasi, serta seluruh pihak yang telah mendukung perhelatan KTT IORA yang pertama sepanjang sejarahnya ini. Dirinya juga menyampaikan harapannya agar negara-negara anggota IORA terus memprakarsai solusi-solusi praktis guna menghadapi tantangan kawasan. 
 
"Saya ingin menyampaikan apresiasi saya kepada para menteri, pejabat tinggi, dan para anggota delegasi yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan KTT yang historis ini sehingga menghasilkan _Jakarta Concord_ dan _Action Plan_ yang baru saja kita sahkan," ujar Presiden Jokowi pada Selasa, 7 Maret 2017, di Jakarta Convention Center.
 
Namun, tak kalah pentingnya, apa yang telah dibicarakan dan disepakati bersama dalam KTT ini tentunya amat dinantikan tindak lanjutnya. Maka itu, Presiden Joko Widodo mengajak negara-negara anggota untuk berupaya dan bekerja sama dalam mewujudkan apa yang telah dicitakan.
 
"Saya menghimbau agar ada tindak lanjut setelah ini. Kalau kita ingin manfaat-manfaat yang nyata, kalau kita ingin melihat realisasi, maka yang menjadi sangat penting adalah tindak lanjut," ujar Presiden Jokowi pada Selasa, 7 Maret 2017, di Jakarta Convention Center.
 
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara turut mengajak seluruh pihak agar bersama-sama membangun sebuah budaya yang dibutuhkan untuk menciptakan suasana yang kondusif di kawasan. Budaya tersebut tidak lain ialah budaya keterbukaan yang mampu membangun dukungan masyarakat untuk modernisasi dan menumbuhkan semangat berusaha.
 
"Kita memerlukan suatu budaya, yang berorientasi keterbukaan, bersifat mendengar, penuh dengan pengertian. Kita harus membudayakan supaya bangsa kita melihat perbedaan bukan sebagai sesuatu yang memisahkan kita satu sama lain. Tapi sebagai sesuatu yang memperkaya kita, di saat kita bergabung dan bekerja sama," ucapnya.
 
Mengakhiri pidatonya, Presiden mengucapkan selamat atas terpilihnya Afrika Selatan sebagai ketua IORA sekaligus tuan rumah bagi penyelenggaraan KTT IORA berikutnya. Pembacaan pidato Presiden tersebut kemudian diakhiri dengan ketokan palu yang menandakan berakhirnya KTT IORA Tahun 2017.
 
*Enam Komitmen Jakarta Concord*
 
Dalam pernyataan pers bersama usai penutupan, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa penyelenggaraan KTT IORA yang pertama ini merupakan satu langkah strategis dan progresif dari para pemimpin negara anggota IORA untuk mendorong agar IORA mampu bergerak lebih cepat, mampu menghadapi situasi masa kini, dan juga mampu menghadapi tantangan di masa depan. Seluruh pemimpin peserta KTT juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama di antara sesama negara anggota. 
 
"KTT kali ini juga merupakan tonggak pembaruan komitmen negara-negara anggota IORA untuk mengintensifkan kerja sama IORA. Semua pemimpin menyadari tantangan yang dihadapi saat ini. Semua pemimpin menyadari mengenai potensi yang dimiliki oleh negara-negara IORA Semua pemimpin IORA juga menyadari pentingnya untuk menjaga Samudra Hindia, samudra yang mempersatukan negara anggota IORA," kata Presiden.
 
Oleh karenanya, sebagai bentuk peneguhan komitmen kerja sama tersebut, disepakatilah "Jakarta Concord" yang berisi enam komitmen negara-negara anggota IORA. Keenam komitmen yang berhasil dicapai tersebut ialah:
 
1. Memajukan keamanan dan keselamatan maritim;
2. Meningkatkan kerja sama Perdagangan dan Investasi;
3. Memajukan pengembangan dan pengelolaan perikanan yang berkesinambungan dan bertanggung jawab;
4. Memperkuat pengelolaan risiko bencana;
5. Memperkuat kerja sama akademis dan ilmu pengetahuan;
6. Memajukan kerja sama di bidang pariwisata dan kebudayaan.
 
"Selain enam kerja sama tersebut, para pemimpin IORA juga mendorong IORA untuk memperkokoh kerja sama di tiga isu lain, yaitu 'blue economy', 'women empowerment', dan demokrasi, tata pemerintahan yang baik, pemberantasan korupsi, serta hak asasi manusia," Presiden menambahkan.
 
Di samping itu, negara-negara anggota juga bersepakat untuk menciptakan kawasan Samudra Hindia yang aman dan damai. Termasuk di antaranya ialah kesepakatan untuk menghormati UNCLOS 1982 (United Nations Convention on the Law of the Sea) yang menjadi konstitusi untuk mengatur Samudra.
 
"Kondisi Samudra Hindia yang aman dan damai menjadi prasyarat utama bagi pelaksanaan kerja sama di bidang lain. Satu hal lagi yang sangat disambut baik oleh para pemimpin IORA adalah penyelenggaraan IORA Business Summit. Jejaring dan kerja sama antara pengusaha harus terus diperkuat di masa mendatang," ujarnya mengakhiri pernyataan.
 
Terhadap komitmen Jakarta Concord itu, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma menyatakan bahwa komitmen tersebut mampu meningkatkan kerja sama dan keberadaan IORA. Ia juga menyambut baik forum bisnis yang diselenggarakan di sela-sela berlangsungnya KTT IORA.
 
"Afrika selatan menyambut baik hasil dari pertemuan bisnis yang merupakan tanda deklarasi antara kamar dagang dan komunitas bisnis negara anggota IORA," ucapnya.
 
Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, yang mewakili negaranya sebagai ketua IORA sebelumnya, dalam kesempatan yang sama juga menyatakan mendukung penuh komitmen negara-negara IORA yang dituangkan dalam Jakarta Concorde. Baginya, Jakarta Concorde merupakan sebuah peta jalan bagi perjalanan IORA di masa datang.
 
"Jakarta Concord memberikan peta jalan untuk pekerjaan IORA di masa depan dan menegaskan kembali komitmen kita bersama untuk membangun perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di wilayah kita. Ini merupakan pernyataan penting tentang nilai-nilai bersama dan tujuan yang hendak dicapai di kawasan Samudra Hindia," ujar Turnbull.
 
Selain itu, ia juga memuji Presiden Joko Widodo atas kepemimpinannya bagi Indonesia. Indonesia disebutnya sebagai sebuah negara percontohan dunia di mana Islam dan demokrasi mampu berdampingan.
 
"Presiden Joko Widodo telah menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa di kawasan ini. Singkat kata, begitu kuat dan persuasif. Indonesia telah membuktikan bahwa Islam, demokrasi, dan modernisasi mampu berjalan beriringan. Indonesia memimpin dengan contoh," ujarnya.(eas)

 

JAKARTA,KORARAKYATt.com- Berkaitan dengan cenderamata pedang perak berukuran panjang 1 meter terbungkus sarung keemasan dari Raja Salman buat Polri. Menyikapinya pemberian itu Polri tetap melaporkan  Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK) apakah itu masuk dalam grafitasi sehinga kini masih menunggu penjelasan KPK.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri, Selasa(7/3)2017 mengatakan kami jelaskan bahwa ini Kombes Pol Dadang sebagai koordinator staf pribadi Kapolri diperintahkan oleh  Kapolri untuk melaporkan adanya pemberian cendramata ."Kemudian tadi pagi  pukul 10.00 sudah disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK )saat itu diterima  Laode sebagai Wakil Ketua KPK," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan dalam pertemuan itu kita mengemukakan cendramata yang diberikan kan cendramata yang saling tertukar antar Kapolri dengan Duta Besar . Dimana  Kapolri menyerahkan plakat kepada Duta Besar Arab Saudi  ,kemudian dibalas dengan pemberian pedang sepanjang 1 meter  dan berwarna perak yang dibungkus dengan satu lapisan pembungkusnya sarungnya sebuah sarung yang warna keemasan. "  Yang kemudian diserahkan kepada KPK  untuk dilakukan pencatatan dan penilaian dan apakah ini  apakah ini gratifikasi er atau tidak," tegasnya.

Untuk itu, Martinus menjelaskan pedang itu diserahkan pada saat Duta Besar Arab Saudi kepada Kapolri. Ini mewakilkan di Polri.  "Dengan itikat baik Bapak Kapolri sebagai penyelenggara yang diamanatkan oleh  tindak pidana korupsi.  Dimana sudah diamanatkan kepada penyelengara negara melaporkan setiap pemberian cendramata sebagai gratifikasi kepatuhan yang diberikan yang memilikinya waktu sekitar 7 sampai 10 hari untuk melakukan penelitian terhadap benda tersebut, berapa nilainya, apakah ini suatu gratifikasi," jelasnya .

Lebih lanjut,Martinus menandaskan kalau misalnya tidak diserahkan kepada Polri  dan kita akan memajangnya di tempat-tempat tersedia di ruang pertemuan atau ruang tamu Kapolri atau musium Polri." Kita anggap tempatnya dan kita menunggu satu dua hari kedepan , apakah ini akan dikembalikan ke kita. Kalau dikembalikan ," tandasnya.(vk)

Tuesday, 07 March 2017 00:04

KTT IORA Konferensi Bersejarah

Written by
*
 
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Ucapan selamat datang disampaikan Presiden Joko Widodo kepada para delegasi peserta KTT _Indian Ocean Rim Association_ (IORA) yang menghadiri jamuan santap malam di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senin 6 Maret 2017.
 
"Selamat datang di Jakarta, ibukota Republik Indonesia, sekaligus pusat niaga dan pusat bisnis Indonesia. Kami sangat mengapresiasi dan menghormati kehadiran Bapak dan Ibu pada acara yang bersejarah, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi pertama, dalam dua puluh tahun sejarah IORA," ucap Presiden ketika memberikan sambutan.
 
Jakarta adalah kota yang luar biasa. Hal ini disampaikan Jokowi karena sebelum menjadi Presiden dirinya adalah Gubernur DKI Jakarta selama dua setengah tahun. "Jadi, segala hal yang Bapak-Ibu suka mengenai Jakarta, mari kita sebarkan ke mana-mana," kata Presiden.
 
Tapi hal-hal yang kurang baik mengenai Jakarta sebaiknya disampaikan secara diam-diam. "Tolong nanti sampaikan ke saya diam-diam saja. Biar nanti saya teruskan ke Gubernur Jakarta yang sekarang," ujar Presiden.
 
Kawasan Samudra Hindia adalah kawasan yang kaya dengan sejarah dan kaya dalam budaya yang beragam. Di dalam kawasan ini, Indonesia berdiri di bagian timur, sebagai Zona Ekonomi Ekslusif terbesar di dunia. Dengan 17.000 pulau, Indonesia juga negara kepulauan terbesar di dunia.
 
Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengajak para undangan yang hadir di jamuan santap malam ini untuk melupakan sejenak rutinitas yang dijalankan. "Malam ini, mari kita tinggalkan sejenak, hal-hal mengenai keamanan, perekonomian, dan lingkungan hidup. Marilah kita nikmati dulu, aroma, pemandangan  dan suara-suara Indonesia," ucap Presiden. 
 
Menutup sambutannya, Presiden berharap KTT IORA yang akan dimulai besok akan  menjadi konferensi yang produktif. "Tolong, jangan lupa shopping ke restoran mencicipi kuliner, golf, karena Jakarta sungguh luar biasa dalam hal-hal seperti ini," ujar Presiden.
 
Beberapa kepala negara/kepala pemerintahan yang hadir pada jamuan santap malam ini adalah Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dan Ibu Bongi Ngema Zuma, Presiden Sri Lanka Maithripala  Sirisena, Presiden Mozambik Filipe Nyusi, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan Ibu Rosmah Mansor. Juga tampak hadir, Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, para ketua lembaga tinggi negara dan para menteri anggota Kabinet Kerja.
 
Sebelum memulai jamuan santap malam, para tetamu disuguhi tarian kolosal Maritim Jaya yang dipersembahkan oleh Kinarya GSP. Iringan musik Addie MS & Twilite Orchestra dan penampilan seniman Bing Leiwakabessy mengiringi hidangan santap malam yang disajikan. Di akhir acara, para tetamu memainkan angklung bersama Saung Angklung Udjo.
 
Santap malam yang disuguhkan kepada para tamu undangan merupakan menu khas Indonesia, yakni lumpia basah ikan tuna dan soto kudus yang merupakan makanan khas Jawa Tengah, nasi hijau gulai ikan kakap yang berasal dari Sumatera Utara dan kue ubi cilembu dari Jawa Barat.(eas)

 

 
 
Presiden Joko Widodo bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud melakukan penanaman pohon di taman belakang Istana Merdeka, Jakarta. Kegiatan tersebut dilakukan usai pertemuan antara Presiden dan Raja Salman dengan para ulama serta tokoh Islam di Indonesia pada Kamis, 2 Maret 2017.
 
Tak lama setelah pertemuan dengan para ulama dan tokoh Islam dilakukan, Kepala Negara beserta Raja Salman langsung menuju taman belakang Istana Merdeka. Keduanya menaiki mobil golf yang dikendarai Presiden sementara Raja Salman berada di sebelahnya.
 
Pohon yang ditanam Raja Salman dan Presiden berasal dari jenis ulin atau dikenal dengan kayu besi. Jenis tanaman tersebut merupakan pilihan langsung Presiden Joko Widodo. Menurutnya, kayu ulin merupakan jenis kayu yang paling kuat. Ulin yang merupakan tanaman khas Kalimantan itu juga biasa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.
 
Pemilihan jenis tanaman tersebut menyimbolkan harapan Presiden Joko Widodo kepada Raja Salman. Ia mengharapkan hubungan kerja sama dan persahabatan yang semakin erat antara kedua negara.
 
"Kayu ulin itu kayu yang paling kuat. Supaya hubungan kita menjadi kuat sekali, sekuat kayu ini," Jokowi menjelaskan sambil menyirami pohon yang ditanam oleh Raja Salman.
 
Proses penanaman pohon itu sendiri berlangsung sekira 10 menit. Setelahnya, Presiden Joko Widodo mengantar Raja Salman menuju kendaraanya untuk meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan.(eas)

 

Saturday, 04 March 2017 03:02

Raja Salman Temui Para Ulama dan Tokoh Islam Indonesia

Written by
.
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Sebagai bagian dari rangkaian agenda kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud di Indonesia, sejumlah ulama dan tokoh Islam di Indonesia berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Raja Salman. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo itu berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 2 Maret 2017.
 
"Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud, sekali lagi saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Yang Mulia di Istana Merdeka, Jakarta. Selamat datang juga kami sampaikan kepada yang terhormat, Yang Mulia para alim ulama serta para tokoh Muslim Indonesia," Presiden membuka pertemuan.
 
Dalam sambutannya itu, Presiden Joko Widodo sekali lagi menyampaikan rasa syukurnya terkait dengan pengembalian kuota haji Indonesia menjadi 211 ribu jamaah. Jumlah tersebut kemudian ditambahkan lagi oleh Raja Salman hingga menjadi 221 ribu jamaah.
 
"Sekali lagi atas nama umat Islam Indonesia, saya ingin menyampaikan terima kasih atas tambahan kuota haji Indonesia dari 168 ribu, alhamdulillah, bisa menjadi 211 ribu mulai tahun ini. Artinya ada tambahan 43 ribu. Ditambah lagi tambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah haji untuk tahun 2017. Total tambahan berarti 53 ribu," ujarnya.
 
Turut hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
 
Daftar tokoh Islam yg akan bertemu raja Salman di istana : 
 
 
 
1. KH. Hasan Abdullah Sahal sebagai Pimpinan Pesantren Moderen Gontor Ponorogo
2. KH. Azzaim Ibrahimy sebagai Pimpinan Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo
3. KH. Ahmad Mohammad Tidjani sebagai Pimpinan Pesantren Al Amin Sumenep
4. KH. Syukron Ma'mun sebagai Pimpinan Pesantren Darurrahman Jakarta
5. KH. Mahrus Amin sebagai Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta
6. KH Kholil As'ad sebagai PP Walisongo Asembagus Situbondo
7. Ustaz Arifin Ilham
8. Ustaz Yusuf Mansur
9. KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI
10. KH Din Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI
11. Nasaruddin Umar sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal
12.  KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU
13. KH Haedar Nasir sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah
14. Aceng Zakaria sebagai Ketua Umum Persis
15. Muhammad Siddik sebagai Ketua Umum DDII 
16. Abdullah Jaidi sebagai ketua umum Al-Irsyad al-Islamiyah
17. Yusnar Yusuf sebagai ketua umum Jamiyyatul Washliyah
18. Ahmad Satori Ismail sebagai ketua umum Ikadi
19. Sadeli Karim sebagai ketua umum Mathla'ul Anwar
20. Basri Barmanda sebagai ketua umum Perti
21. Hamdan Zoelva sebagai ketua umum Syarikat Islam 
22. Masdar F Masdu'i sebagai ketua umum DMI 
23. Abdillah Syam sebagai ketua umum LDII
24. Habib Zain bin Umar bin Smith sebagai ketua umum Rabitah Alalawiyah
25. Habib Nabil al Musawa sebagai Ketua Majelis Syuro Majelis Rasulullah 
26. Jimly Asshiddiqie sebagai ketua umum ICMI
27. Zannuba Arifah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) sebagai Direktur The Wahid Institute 
28. Siti Noordjannah Djohantini sebagai ketua umum PP Aisyiyah 
29. Khofifah Indar Parawansa sebagai ketua umum Muslimat NU 
30. Atifah Thaha sebagai ketua umum DPP Wanita Islam 
31. Syifa Fauzia sebagai ketua umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) 
32. Habib Hasan bin Ja'far Assegaf sebagai ketua umum Majelis Nurul Musthofa
33. Hasyim Muzadi sebagai Wantimpres
34. Prof Quraish Shihab sebagai mantan Menteri Agama RI
35. Prof Bambang Sudibyo sebagai ketua Baznas
36. Habib Muhammad Luthfi bin Yahya sebagai ketua MUI Jateng (eas)
 
.
 
JAKARTA.KORANRAKYAT.com,- Presiden Joko Widodo mendampingi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta. Kunjungan ke Masjid Istiqlal pada Kamis, 2 Maret 2017, tersebut merupakan salah satu rangkaian agenda kunjungan kenegaraan Raja Salman di Indonesia.
 
Kepala Negara yang saat itu mengenakan batik lengan panjang berpeci hitam bersama dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyambut langsung kedatangan raja berjuluk Penjaga Dua Tanah Suci tersebut sekitar pukul 14.10 WIB.
 
Saat masuk ke dalam masjid, Raja Salman dan Presiden Joko Widodo langsung melaksanakan salat _tahiyatul masjid_ sebanyak dua rakaat. 
 
Sekitar 30 puluh menit keduanya berada di Masjid Istiqlal. Setelahnya, rombongan langsung bergerak menuju Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya.
 
Sebelum mendatangi Masjid Istiqlal, Raja Salman terlebih dahulu mendatangi Gedung DPR. Di DPR, Raja Salman menyampaikan pidatonya soal pemberantasan terorisme. Raja Salman juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas sambutan hangat yang ia terima.(eas)

 

 

BOGOR,KORANRAKYAT.com,- Hari pertama kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud ke Indonesia berbuah manis. Pertemuan bilateral yang berlangsung hangat dan produktif dengan pemerintah Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan.Dalam pertemuan tersebut, sejumlah menteri kedua negara turut serta di dalamnya. Dari Indonesia, tampak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Sementara itu, jajaran Kabinet Kerja lainnya yang juga hadir ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong.

Dari pihak Arab Saudi, turut hadir Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Sheikh Saleh bin Abdulaziz Alash-Sheikh, Menteri Negara dan Anggota Kabinet Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf, Menteri Kebudayaan dan Informasi Adel bin Zaid Al-Toraifi, Menteri Pendidikan Ahmed bin Mohammed Al-Issa, Menteri Transportasi Sulaiman bin Abdullah Al-Hamdan, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Dr. Nizar Bin Obaid Madani, dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Alshuibi.

Tercatat sebanyak 11 kesepakatan berhasil dicapai kedua negara yang kemudian dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman. Sebagaimana yang diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai pertemuan, salah satu dari 11 kesepakatan tersebut ialah mengenai komitmen kontribusi pendanaan Arab Saudi terhadap pembiayaan proyek pembangunan dengan nilai mencapai USD 1 miliar.

"Setelah pertemuan tadi, 11 MoU perjanjian telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Salah satu dari kesebelas MoU yang ditandatangani adalah MoU mengenai 'The Saudi Fund Contribution to the Financing of Development Project' senilai USD 1 miliar USD," ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Maret 2017.

Selain itu, nota kesepahaman lainnya yang berhasil dicapai ialah deklarasi bersama antara pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi perihal peningkatan pimpinan Sidang Komisi Bersama. Nota kesepahaman mengenai kerja sama kebudayaan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Kerajaan Arab Saudi juga ditandatangani.

Berikut ini ialah keseluruhan nota kesepahaman yang berhasil dicapai kedua negara dalam pertemuan tersebut:

1. Deklarasi bersama antara pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi perihal peningkatan pimpinan Sidang Komisi Bersama;

2. Nota kesepahaman kerja sama kebudayaan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Kerajaan Arab Saudi;

3. Program kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia dan Otoritas Usaha Kecil dan Menengah Kerajaan Arab Saudi mengenai pengembangan usaha kecil dan menengah;

4. Nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi di bidang kerja sama kesehatan;

5. Nota kesepahaman antara otoritas aeronautika pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi;

6. Program kerja sama antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Kerajaan Arab Saudi dalam bidang kerja sama saintifik dan pendidikan tinggi;

7. Nota kesepahaman antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi di bidang urusan Islam;

8. Nota kesepahaman antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Kerajaan Arab Saudi di bidang kerja sama kelautan dan perikanan;

9. Program kerja sama di bidang perdagangan antara Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan dan Investasi Kerajaan Arab Saudi;

10. Perjanjian kerja sama dalam pemberantasan kejahatan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi;

11. Nota kesepahaman mengenai kontribusi pendanaan Saudi terhadap pembiayaan proyek pembangunan antara _Saudi Fund for Development_ dengan Pemerintah Republik Indonesia.(eas)

Sunday, 26 February 2017 12:37

Polri Siap Amankan Kedatangan Raja Salman Ke Indonesia

Written by

JAKARTA,KORANRAKYAT.com- Meskipun pertemuan Dubes Arab Saudi dengan Kapolri sempat tertunda untuk membahas persiapan pengamanan kedatangan Raja Arab Saudi selama 9 hari di Indonesia . Polri Siap membantu pengamanannya sesuai koordinasi dengan Paspampres.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul ditemui di Mabes Polri , Jumat (24/2)2017 mengatakan pertemuan Dubes Arab Saudi dengan Kapolri diwakili oleh Wakapolri ini ditunda kemungkinan minggu depan hari  Senin atau Selasa ."Pembatalan ini karena ada kesibukan  Kedubes sehubungan persiapan menyambut kedatangan raja arab Saudi. Dipahami teman-teman bahwa kunjungan ini menyertakan cukup besar dan kemudian dibutuhkan suatu kondisi pengamanan yang betul dilakukan secara tepat dan benar," ujarnya.

Selanjutnya, Martinus menegaskan bagi kami Polri berikan dukungan pengamanan karena dalam kaitan kedatangan raja Arab Saudi di negara-negara lain itu dalam klasifikasi sangat penting   dalam hal ini dikelola dikendalikandan dikomandoi oleh Paspampres ." Kita memberikan support personil kita untuk pengamanan. Disamping itu dalam kunjungan ini selain kordinasi keamanan pada saat kedatangan raja Arab Saudi pada tanggal 1 - Maret akan datang juga ada beberapa reword yang disampaikan oleh Kedubes Arab Saudi kepada personil Kepolisian upaua-upaya membantu kegiatan-kegiatan Arab Saudi," tegasnya.

Untuk itu, Martinus menjelaskan  tentu lewat yang dilakukan terkait  untuk mengirimkan anggota untuk pengamanan dan masih kita inventarisir nama-nama yang diminta oleh Kedubes Arab Saudi. "Jumlah personil, tentu sangat fluktuatif ya, secukupnya kita berikan karena situasi kita berharap situasi kondusif personil-personil yang akan melakukan pengamanan juga bisa melakukan dengan baik. Kalau situasi-situasi itu berubah tentu kita membutuhkan tenaga-tenaga lainnya, itu sudah kami persiapkan untuk kita mobilisasi selaras untuk ketempat- tempat dalam tanda penting . "Sangat situasional sekali dukungan personil itu. Kami katakan akan secukupnya menyertakan kita memback up dimana beliau," Jelasnya.

Ketika ditanya dimana saja penempatan, Martinus menandaskan Ya, jelas ada dua lokasi ditentukan dari.tanggal.1- 3 Maret 2017 di Jakarta, tanggal 4 - 9 Maret di Pulau Bali." Kita berkomunikasi dengan Polda setempat juga dengan keamanan terkait. Pengamanan kali ini dalam prosedur VVIP itu kadernya adalah Paspampres kita melakukan back up untuk bantuan-bantuan personil dan peralatan kita," tandasnya.

Menyinggung seperti kunjungannya di Perancis Raja Salman minta pantai ditutup dan apakah Bali juga akan ditutup, Martinus membeberkan kalau dalam sebuah pengamanan itu membutuhkan perhatian kepada 4 hal. Pertama, terhadap orang yaitu manusia dilakukan upaya-upaya seoptimal mungkin untuk menjamin keamanan orang perorang. Kedua, benda-benda atau barang- barang melekat dalam satu keamanan itu yang kami pastikan ,bahwa benda benda mau.barang itu dijamin tidak terganggu . Ketiga , lokasi atau tempat-tempat para rombongan ini atau personil ini menjadi tenang jadi kita lakukan pengamanan yang optimal tempat-tempat dan lokasi-lokasi tersebut. "Ke empat ,kegiatan-kegiatan yang sedang dikoordinasikan kemana saja lokasi mana saja ditempat itu harus berlangsung kita ingin memastikan juga bahwa proses sesuatu kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan acara yang kemudian bisa berlangsung dan tepat waktu," bebernya .

 Martinus jelaskan kita fokus lakukan pengamanan. Kalau dalam kaitan dengan pengamanan tadi suatu penutupan lokasi membutuhkan satu penutupan jalur-jalur ini akan kita komunikasikan."Selalu saja memang katakan bahwa untuk memulai satu tujuan ya ada hambatan dan kendala ini adalah yang kita komunikasikan nanti. Contoh unjuk rasa memakan jalan dari dua arus menjadi satu arus atau satu jalur ini kan hambatan-hambatan dari pergerakan.inilah yang akan kita komunikasikan seminimal mungkin kendala-kendala ini kita bisa atasi sama dan kegiatan itu berlangsung dengan lancar dan tepat waktu," rinciannya.

Sesuai perkembangan, Martinus mengakui Kalau rombongan VVIP itu akan personil-personil dibagi itu menjadi.bagian-bagian dalam sebuah protokoler pimpinan suatu negara. "Jadi akan komunikasi pasangan pengamanan presiden (Paspampres )yang menjadi leader pengamanan. Saya kira bisa ditanyakan pada Paspampres komunikasi dan koordinasikan yang dilakukan oleh beliau-beliau tersebut.Jumlah pengamanan, Secukupnya, seoptimal mungkin melakukan upaya-upaya supaya semua bisa aman.
Termasuk itu, kita lakukan dan tentu itu jadi bagian komunikasi dan koordinasi," akunya. (vk)

 

 

 

Page 6 of 24

Entertaiment

Face Book Galleries

  BENGKULU,(KORANRAKYAT.COM)  – Putra asli Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman, yang sebelumnya menjabat sebagai...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -, Satgas anti mafia bola melakukan pengeledahan rumah  anggota komite eksekutif(Exco)...
    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM- Perjalan pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri saat ini fokus...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kembali mengungkap inisial nama-nama artis...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Ditetapkan sampai 29 Januari 2019 untuk  kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)...
...
    BALI(KORANRAKYAT.COM) Mundurnya Edy Rahmayadi membuat tongkat kepempinan PSSI sementara dipegang Joko...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono tak bisa...
  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM -         Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri meringkus seorang...
    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Penyidik Kejaksaan Negri Cimahi melakukan penyerahan tersangka M. Itoch Tohija...

Ekonomi Makro

  •  

Malang Raya

Rumah Kepala PU Kab Malang

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)- Selain menggarap sejumlah pihak

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan