Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif
Last Updated on Apr 21 2019

Situasi Pilpres Serentak Cukup Kondusif

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Pelaksanaan Pemilihan umum Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan DPD dan DPRD yang berlangsung dari pagi diseluruh indonesia berlngsung secara umum  kondusif, namum ada beberapa daerah sempat menghadapi kendala menyangkut  penundaan Pemilu di Papua dan Kabupaten...
Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas
Last Updated on Apr 21 2019

Menjaga Pemungutan Suara 9 Anggota Polisi Tewas

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Sebanyak 9 anggota Polri tewas  saat melaksanakan tugas menjaga keamanan pemungutan suara Pemilu 2019.Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat...
Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang
Last Updated on Apr 14 2019

Bareskrim Polri Ungkap 4 Jaringan Perdagangan Orang

      JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja...
Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya
Last Updated on Apr 14 2019

Rugi Rp, 2,5 Milyar Indomaret Di Bobol Karyawannya

  JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Aksi kejahatan legal akses atau legal hacking  yang merusak  server terjadi, kali ini di  PT Indomaret yang dilakukan oleh 4 orang yaitu  EG, IT, LW dan BP. Dimana  mantan karyawan  EG dan ITE dengan modus operandi untuk membeli voucer game online UNIPIN dan...
Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman
Last Updated on Apr 14 2019

Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman

Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman Cuaca cerah menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Minggu 14 April 2019 pukul...

World Today

  •  
    Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi Akan Bertemu

    Riyadh ( KORANRAKYAT.COM) Tiba di Riyadh, Presiden Jokowi  akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran

     

 

HONGKONG (KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bertemu dengan Chief Executive Hong Kong Leung Chun-Ying membicarakan masalah perlindungan tenaga buruh migran Indonesia (BMI) di Hong Kong. Dalam pertemuan yang berlangsung di Drawing Room Government House Hong Kong itu, telah ditandantangani pula nota kesepahaman bersama terkait upaya perlindungan BMI yang bekerja di Hong Kong.“Saya menyambut baik adanya nota kesepahaman ini untuk memperkuat perlindungan terhadap buruh migran Indonesia,” ucap Presiden dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu pada Senin, 1 Mei 2017.

 Presiden Jokowi mengatakan, terdapat sekitar 172.826 warga negara Indonesia yang kini bermukim di Hong Kong dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah administratif tersebut. Lebih lanjut, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemimpin Hong Kong yang telah melindungi warga negara Indonesia di Hong Kong.“Saya mengucapkan terima kasih atas upaya Yang Mulia dalam melindungi warga negara Indonesia di Hong Kong. Saya yakin bahwa Yang Mulia akan terus memberikan perhatian dan perlindungan kepada warga negara kami,” ujar Presiden kepada Pemimpin Hong Kong yang sudah dua kali menjabat sebagai Chief Executive itu.

 Chief Executive Hong Kong Leung Chun-Ying menyampaikan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Hong Kong. Ia berharap hubungan yang diperkuat tidak hanya hubungan pemerintah dengan pemerintah (G to G), tapi juga _business to business_ (B to B). “Hal yang tidak kalah pentingnya adalah hubungan _people to people_,”kata Chun-Ying.Demikian pula sektor perdangan dan investasi merupakan hal penting yang perlu terus ditingkatkan karena posisi Hong Kong sebagai Hub yang berhubungan dengan China daratan dan dunia. hun-Ying juga menyampaikan komitmen pemerintah Hong Kong untuk meningkatkan perhatian dan perlindungan terhadap BMI. _"Indonesian workers are part of our community,"_ ucap Chun-Ying.

 Sementara itu di bidang perdagangan dan investasi, Presiden menyampaikan bahwa Hong Kong kini merupakan penyumbang investasi asing terbesar ke-4 di Indonesia. Nilai investasi Hong Kong di Indonesia tercatat sebesar USD 2,25 Milyar pada tahun 2016, meningkat lebih dari dua kali lipat nilai investasi pada tahun 2015 sebesar USD 691,2 juta.“Pemerintah Indonesia berkeinginan melanjutkan perbaikan iklim usaha yang kondusif, untuk itu saya berharap Yang Mulia dapat mendorong sector bisnis di Hong Kong untuk berinvestasi di proyek infrastruktur di Indonesia, termasuk yang berada di luar pulau Jawa,” ucap Presiden Jokowi.

 Di bidang perdagangan, total nilai perdagangan kedua belah pihak meningkat dari USD3,87 milyar pada tahun 2015 menjadi USD 3,91 milyar di tahun 2016. Presiden Jokowi berharap dengan berdirinya Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) di Jakarta akan berkontribusi terhadap meningkatnya transaksi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Hong Kong, termasuk investasi sektor industri kreatif Hong Kong ke Indonesia.“Saya juga menyambut baik tercapainya ASEAN-Hong Kong Free Trade Agreement yang akan ditandatangani oleh menteri ekonomi negara anggota ASEAN dan Hong Kong pada semester kedua tahun ini,” imbuhnya.

 Di akhir pertemuan, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa ia menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman bersama di bidang kebudayaan. “Saya yakin perjanjian ini dapat memperkuat kerja sama di bidang seni dan budaya, meningkatkan rasa saling menghormati dan pengertian dalam hubungan pertemanan antar warga negara kita,” ucapnya.

 Setelah menyaksikan penandatanganan Pernyataan Bersama mengenai Kerja Sama di bidang Ketenagakerjaan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Secretary Labor Hong Kong, Presiden juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman di bidang Kebudayaan antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Secretary for Home Affairs Hong Kong. Turut menyertai Presiden, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.(eas)

 

 

 

 

 

 HONGKONG (KORANRAKYAT.COM)M-Figur lilin Presiden Jokowi kini telah dapat dijumpai di Museum Madame Tussauds Hongkong. Namun Presiden Joko Widodo inginkan kehadiran figur lilinnya di museum tersebut dapat mempromosikan pariwisata Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke Museum Madame Tussauds Hongkong, Senin, 1 Mei 2017.

 Hal ini disampaikan Presiden bukanlah tanpa sebab, figur lilin Jokowi memiliki latar belakang berupa layar lebar yang dapat diubah setiap saat. Saat Presiden dan Ibu Negara Iriana berkunjung ke museum tersebut, latar belakang yang ditampilkan adalah Candi Borobudur. "Nanti diganti lagi, saya minta setiap bulan diganti, bisa Labuan Bajo, Bali, Raja Ampat, Danau Toba, terus diganti backgroundnya. Ini saya kira bagus untuk (promosi) pariwisata kita," kata Presiden.

 Figur lilin Jokowi ditampilkan di Museum Madame Tussauds karena banyaknya permintaan, baik dari pengunjung langsung maupun dari survei yang mereka lakukan," kata Presiden menjelaskan kepada jurnalis.Saat ditanya kesan dirinya setelah melihat figur lilin Jokowi terpajang di Madame Tussauds Hongkong, Presiden mengatakan justru Ibu Iriana yang terkejut melihat kemiripan dari figur lilin tersebut. "99 persen mirip," ujar Ibu Iriana.

 Mengenai properti yang digunakan figur lilin tersebut, Ibu Iriana menjelaskan bahwa properti yang digunakan berasal dari pihaknya. "Kebetulan kemarin ada dua batik yang dikirim _sama_ baju putih, sepatu juga," ucap Ibu Iriana. Demikian pula halnya dengan sepatu dan celana yang dikenakan figur lilin itu. "Sepatu juga dari kita semua, jadi baju, sepatu, celana. Jangan dipikir dari mereka. Ini dari kita," kata Presiden.

 Figur lilin Jokowi merupakan Presiden Indonesia kedua yang dibuatkan figur lilinnya di museum tersebut setelah Presiden Sukarno. Figur lilin Jokowi tersebut dipajang tidak jauh dari figur lilin Presiden Sukarno. Presiden Jokowi pun sempat berfoto bersama figur lilin Presiden Sukarno Selain menjadi presiden kedua dari Indonesia yang diabadikan dalam museum tersebut, figur lilin Jokowi sekaligus akan menjadi satu-satunya kepala negara aktif di Asia Tenggara yang menghiasi museum tersebut.(eas)

 

 

HONGKONG (KORANRAKYAT.COM) Adanya informasi yang menyebutkan telah terjadi perampasan dokumen dan perlakuan kasar oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada saat 'Temu Kangen Presiden RI dan Ibu Negara' yang digelar di Asia World Expo Ground, Minggu 30 April 2017 adalah tidak benar.

 Bantahan ini disampaikan Komandan Paspampres Brigjen TNI (Mar) Suhartono. Ia menyampaikan bahwa Paspampres telah melakukan tugasnya dengan benar dan sesuai dengan prosedur  pengamanan VVIP. "Tidak benar anggota kami merampas dan membentak warga Indonesia yang akan menyerahkan surat atau dokumen tersebut," ucap Suhartono di lobi Government House Hongkong, Senin 1 Mei 2017. 

 Oleh karena itu berbagai bentuk barang untuk Presiden harus dipastikan dahulu keamanannnya oleh Paspampres. "Prosedurnya adalah dilaksanakan terlebih dahulu pemeriksaan terhadap berbagai bentuk barang pemberian untuk Presiden dan setelah diyakini aman, maka barang-barang tersebut diberikan pada Presiden melalui Ajudan Presiden," ucap Suhartono.

 Demikian pula halnya semua dokumen baik berupa buku, surat dan juga karangan bunga yang diserahkan pada acara  'Temu Kangen Presiden RI dan Ibu Negara' yang digelar kemarin telah dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku. "Barang-barang tersebut diterima oleh anggota Paspampres yang berada di tempat acara, kemudian dilakukan pemeriksaan. Setelah dipastikan keamanannya, baru diberikan kepada Presiden melalui Ajudan Presiden," ucap Suhartono.

 Saat ini berbagai macam surat, buku dan karangan bunga dan berbagai bentuk pemberian yang diberikan kepada Presiden dari acara kemarin telah berada di tangan Presiden.

 Siang ini, Senin 1 Mei 2017, anggota Paspampres menerima dokumen di lobi hotel tempat Presiden menginap. "Setiap dokumen yang akan diserahkan ke Presiden,  prosedurnya diserahkan kepada Paspampres untuk dicek terlebih dahulu," ucap Suhartono.(eas)

 

 JAKARTA,KORANRAKYAT.com,-Presiden Joko Widodo menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk melindungi dan merestorasi lahan gambut. Setahun yang lalu, Presiden telah membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) yang akan mengawal komitmen tersebut. BRG diberikan target oleh Presiden untuk melakukan restorasi lahan gambut seluas dua juta hektare hingga tahun 2020 nanti.

 Dalam rapat terbatas yang dilakukan siang ini, Rabu, 26 April 2017, Presiden Joko Widodo mengevaluasi pengaturan lahan lambut setelah setahun BRG dibentuk. Ia sekaligus mengingatkan mengenai target yang telah diberikannya itu.

 "Evaluasi harus terus menerus kita lakukan karena Badan Restorasi Gambut diberikan target restorasi sampai 2020 seluas dua juta hektare di tujuh provinsi, yaitu di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua. Pada tahun 2017 ini, BRG diberikan target untuk melakukan restorasi pada 400 ribu hektare atau 20 persen dari total target restorasi," ujar Kepala Negara di Kantor Presiden, Jakarta. 

 Presiden menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya, BRG tidak dapat berjalan sendirian. Diperlukan dukungan penuh dari banyak pihak agar restorasi lahan gambut dapat mencapai targetnya.

 "Pada rapat terbatas 11 Januari yang lalu, saya menekankan bahwa untuk mencapai target restorasi di tahun 2017 BRG tidak bisa bekerja sendirian. Perlu dukungan penuh dari seluruh Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah," kata Presiden.

Untuk itu, selain kepada jajarannya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengajak masyarakat dan elemen lainnya untuk turut bersama pemerintah menjaga kelestarian ekosistem lahan gambut. Hal tersebut dilakukan dengan berprinsip pada pengelolaan gambut lestari. 

"Mereka harus ikut menjaga kelestarian ekosistem lahan gambut dengan prinsip pengelolaan gambut lestari sehingga pemanfaatan lahan gambut untuk tujuan-tujuan ekonomi, tujuan peningkatan kesejahteraan, dilakukan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan terutama menjaga hidrologis dan keutuhan ekologis di kubah gambut," ia menegaskan.

 Kunci pengelolaan ekosistem gambut yang efektif terletak pada upaya menjaga keutuhan ekologis di kubah gambut. Oleh karenanya, perlindungan dan pemulihan fungsi ekologis kubah gambut harus dijadikan prioritas untuk mencegah terulangnya bencana kebakaran di lahan gambut.

 "Kebakaran lahan gambut harus kita cegah sedini mungkin karena jelas akan menimbulkan dampak yang luar biasa. Jadi saya tekankan bahwa perlindungan dan pemulihan fungsi ekologis kubah gambut adalah kepentingan kita bersama dan juga harus menjadi kerja kita bersama," ucap Presiden sekaligus mengakhiri arahannya.(eas)

 

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com,Presiden Joko Widodo meyakini bahwa industri kerajinan dan industri kreatif Indonesia akan membawa peranan penting dalam menunjang perekonomian di Tanah Air. Mengingat perkembangan industri kerajinan dan industri kreatif Tanah Air yang bervariasi dan tumbuh secara menakjubkan. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo pada Rabu, 26 April 2017, saat membuka International Handicraft Trade Fair (Inacraft) ke-19 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.

 "Saya meyakini bahwa masa depan Indonesia akan ada di industri kerajinan dan industri kreatif. Ini saya yakini," ujar Presiden Joko Widodo.

 Keyakinan tersebut bukanlah tanpa sebab, karena di Indonesia sendiri sangat banyak pengrajin kecil dan besar yang dapat menghasilkan karya-karya berkualitas internasional. "Kita tahu semuanya mulai dari bentuk kerajinan tangan, ada film, ada musik, ada aplikasi digital, modelnya banyak yang sangat unik karena dikerjakan oleh tangan dan kualitasnya sudah berada pada sebuah standar yang sangat baik," ungkapnya

 Namun, Kepala Negara tidak ingin berpuas diri. Berdasarkan pengalamannya saat menjadi pengrajin dan pengusaha beberapa tahun silam, Presiden memahami betul bahwa tantangan yang dihadapi para pengusaha adalah proses promosi dan pemasaran yang belum digarap dengan baik.

 "Masih sering produk-produk yang baik itu sulit diakses oleh pembeli. Bahkan, masih ada juga pembeli yang tidak tahu bahwa produk-produk kerajinan Indonesia, produk-produk kreatif yang dicarinya itu berada di Indonesia. Banyak yang belum tahu," kata Presiden.

 Oleh karena itu, Presiden mengajak para pengrajin dan pengusaha untuk terus berinovasi dalam menggencarkan promosi. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk menjangkau pembeli dari negara manapun, di manapun dan kapanpun.

 "Kita harus jemput bola kepada pembeli, jangan justru menunggu pembeli datang menemukan kita. Apalagi interaksi dengan pembeli jauh lebih mudah sekarang ini dengan adanya internet, bisa pakai e-dagang, e-commerce, pakai online store, pakai web," ucap Presiden.

 Inacraft sendiri juga bisa dijadikan sebagai ajang promosi bagi para pengrajin. Pameran yang sudah digelar selama 19 tahun tersebut memiliki kekuatan tersendiri di mana seluruh produk yang dipamerkan merupakan produk asli Indonesia."Menurut saya, Inacraft adalah tempat yang paling baik untuk berpromosi. Karena dengan Inacraft penjual dan produsen ini bisa berhubungan langsung dengan pembeli dari pasar internasional," ujarnya.

 Selain itu, Presiden juga berpesan agar para pengusaha terus memperhatikan kualitas produk kerajinannya guna meningkatkan penjualan. Sejumlah kriteria disebutnya dalam kesempatan tersebut, di antaranya ialah produk harus sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembeli (on spec), harga jual harus sesuai dengan anggaran yang ada di masyarakat dan di pembeli (on budget), serta pengiriman produk juga harus tepat waktu (on time delivery).

 "Kalau tiga hal ini bisa kita kerjakan, saya yakin kenaikan pembelian produk-produk kerajinan dari negara kita akan semakin naik. Dan juga jangan melupakan mengenai kemasan, yang dibuat sebagus mungkin, semenarik mungkin. Ini penting karena sering kali kemasan itu bisa membuat pembeli jatuh cinta pada pandangan pertama," ujar Presiden.

 Tak lupa, Presiden juga menyinggung soal permodalan yang sering kali masih menjadi masalah bagi para pengusaha dan pengrajin. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah memberikan kemudahan berupa bunga yang kompetitif untuk peminjaman modal.

 "Saya mengingatkan sekarang program kredit usaha rakyat bunganya hanya 9 persen jadi tolong dikalkulasi kalau ingin memperbesar investasi, memperbesar usaha, menguatkan modal, saya kira kredit usaha rakyat ini sekarang memberikan sebuah bunga yang sangat kompetitif yaitu 9 persen," kata Presiden mengakhiri sambutannya.

 Setelah membuka secara resmi Inacraft 2017, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional periode 2014-2019 Mufidah Jusuf Kalla serta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf berkeliling melihat pameran.

 Kepada wartawan yang telah menantinya, Presiden mengatakan dalam Inacraft selalu terjadi perubahan dari produk yang dipamerkan, baik dari sisi desain maupun bahan yang digunakan. Namun yang pasti semuanya menggunakan sumber daya alam yang asli Indonesia. “Ini kekuatan Inacraft, ada di situ, artinya full local content. Tidak ada barang impornya, semua barang dari negara kita,” ujar Presiden. Sedangkan total ekspor untuk produk dari industri kerajinan dan industri kreatif mencapai Rp852 Triliun.  “Rp852 Triliun sebuah angka yang tidak kecil,” ucap Presiden menegaskan.(eas)

 

 

 

 

JAKARTA,KORANRAKYAT.com,-Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan kepada jajarannya untuk pandai menentukan fokus dalam bekerja. Kebiasaan dan rutinitas yang selama ini dilakukan hendaknya untuk diubah dan tentukan prioritas yang jelas. Demikian disampaikan Presiden saat meresmikan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (MUSRENBANGNAS) Tahun 2017.

 "Saya ingin ingatkan bahwa kita ini sudah bertahun-tahun anggaran kita tidak pernah fokus. Perencanaan kita tidak pernah fokus dan tidak memiliki prioritas yang jelas," ujar Presiden mengawali sambutannya di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu, 26 April 2017.

 Kebiasaan yang selama ini menjadi masalah di lapangan menurut Presiden ialah tidak adanya prioritas program yang ditetapkan. Pemerintahan pusat hingga ke daerah cenderung berlomba-lomba untuk memperbanyak program yang pada akhirnya akan mempersulit diri sendiri dan sering kali menjadi terbengkalai.

 "Berilah prioritas apa yang ingin dikerjakan dan jangan banyak-banyak. Jangan semuanya menjadi prioritas. Ini kebiasaan kita, ini rutinitas dan mengulang-ulang," ucapnya.

 Persoalan berikutnya yang sering disaksikan sendiri oleh Presiden saat turun langsung ke lapangan ialah kurangnya konsolidasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Akibatnya, banyak proyek pembangunan yang pemanfaatannya kurang dapat dirasakan.

 "Ada waduk tapi tidak ada irigasinya bertahun-tahun. Ada pelabuhan, tapi tidak ada jalan. Tidak hanya satu-dua. Artinya tidak terkonsolidasikan dengan baik. Tidak terintegrasi antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota. Berarti orientasinya hanya proyek. Tidak menghasilkan output atau outcome," ia menegaskan.

 Kemudian, Kepala Negara juga menyinggung mengenai APBN dan APBD dalam kaitannya dengan program prioritas pemerintah. Sebagaimana diketahui, prioritas pemerintah saat ini ialah membangun infrastruktur secara merata agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing. Prioritas tersebut tentunya membutuhkan dana yang sangat besar.

 Menurut Presiden, hal tersebut dapat dicapai bila Indonesia mampu mendatangkan dan melayani para investor, baik lokal maupun asing, dengan baik. Ia pun turut menyinggung soal sekuritisasi untuk membiayai proyek pembangunan

 "Kalau sudah bangun tol, sudah jadi, segera itu dijual. Misalnya bangun Rp10 triliun, dijual Rp30 triliun, bangun lagi di tempat lain, jadi lagi, jual lagi. Yang dulu-dulu BUMN kita senangnya memiliki. Setiap bulan dapat pendapatan dari tol itu. Itu sudah kuno. Negara kita membutuhkan jalan-jalan di provinsi di luar Jawa. Kalau tidak ada sekuritisasi tidak akan jalan infrastruktur itu," Presiden menegaskan.

 Oleh karenanya, Presiden kembali menginstruksikan jajarannya agar mengupayakan perizinan dan kemudahan berusaha di masing-masing daerahnya. Sebab, kebiasaan yang selama ini terjadi ialah antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan kota misalnya memiliki aturan-aturan dan standar sendiri hingga pada akhirnya menyulitkan masuknya investasi. Diperlukan adanya keselarasan peraturan dari pemerintah pusat hingga ke daerah.

 "Kita harus sadar bahwa kita adalah negara kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, jangan kita terpecah oleh aturan-aturan tadi yang membuat standar-standar sendiri," Presiden menambahkan.

 

*Gesit Mengikuti Perubahan*

 Di hadapan jajaran dan para kepala daerah, Kepala Negara yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga menyampaikan pentingnya beradaptasi dengan perkembangan kondisi dunia dan juga teknologi. Ia menekankan agar seluruh pihak dapat mengembangkan pola pikir yang mampu melihat jauh ke depan.

 "Orang sudah berpikir jauh. Coba lihat Elon Musk, dia berpikir mengenai hyperloop, Tesla, dan SpaceX. Saat kita masih berpikir mengenai mengurus pelabuhan dan tol, mereka sudah berpikir ke mana-mana. Berpikir ke arah masa depan yang fantastik," ujarnya.

 Perubahan yang semakin cepat itu mengharuskan kita untuk turut bergerak cepat. Presiden berpendapat bahwa apabila negara tidak mampu bergerak cepat, maka dipastikan negara akan mengalami ketertinggalan.

 "Inilah teknologi. Orang lain sudah ke mana-mana, negara lain sudah ke mana-mana. Ini perlu kita ingatkan agar kita sadar betul jangan sampai kita ditinggal," tuturnya.

 Selain itu, persaingan global seperti saat ini menjadikan negara-negara saling berkompetisi. Salah satu yang dapat dirasakan ialah persaingan negara-negara untuk menarik investor ke negara mereka. Para investor tentu lebih memilih negara yang dapat memberikan pelayanan dan kepastian hukum yang jelas.

 "Globalisasi berarti investor punya banyak pilihan. Kita perlu sadari kalau seorang investor tidak jadi berinvestasi di Indonesia, bukan berarti dia tidak jadi investasi. Artinya, dia pindah ke tempat lain. Investasi ini sekarang dinamis dan menjadi rebutan semua negara karena perlambatan ekonomi dunia," kata Presiden.

 Hadir dalam acara ini, para pimpinan lembaga negara, menteri-menteri Kabinet Kerja dan para gubernur, bupati dan walikota.(eas)

 

 

 

 

_Peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW 1438 Hijriah_

 

.

 

Purwakarta,Koranrakyat.com,- Dalam memperingati Isra Mi’raj, perjalanan malam Rasulullah dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina lalu naik ke Sidratul Muntaha. Pesan terpentingnya adalah agar kita selalu mengingat perintah untuk melaksanakan ibadah shalat. Selain itu agar iman kita, sekali lagi agar iman kita menjadi semakin kuat menjadi semakin kokoh.

 

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus Purwakarta, Selasa 25 April 2017.

 

Karena itu dengan ibadah shalat yang sungguh-sungguh maka seorang manusia dapat mencapai kesalehan individu atau kesalehan pribadi dan kesalehan sosial. "Sehingga hubungan dengan sesama manusia menjadi harmonis, penuh solidaritas karena melampaui sekat-sekat geografis, sekat-sekat bahasa dan sekat-sekat golongan," kata Presiden.

 

Hubungan seperti itu, Presiden melanjutkan, sangat diperlukan terlebih saat mata dunia sekarang sedang memandang Indonesia. Indonesia banyak dipakai sebagai rujukan dalam mengelola keberagaman suku, keberagaman agama, keberagaman ras dan keberagaman golongan yang merupakan anugerah Allah SWT.

 

Agar Indonesia layak menjadi panutan dunia, Presiden mengharapkan para Ulama, para Kyai, para pengasuh pondok pesantren dan juga para Guru Ngaji se-Indonesia dapat berperan aktif. 

 

"Aktif menjadi perekat tali silaturahim antar sesama umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat,  dalam kehidupan berbangsa, dalam kehidupakn kita bernegara," tutur Kepala Negara.

 

Presiden  meyakin dengan mengedepankan semangat kebersamaan, semangat toleransi. "Insya Allah kita dapat tunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, agama yang rahmatan lil alamin. Dan kita dapat menjalankan kodrat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika," ucap Presiden di penghujung sambutannya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan kuis berhadiah sepeda kepada para santri. Lima pertanyaan dapat dijawab dengan baik oleh para santri. Kelima pertanyaan itu masing-masing tentang nama tujuh suku, tujuh pulau, tujuh provinsi, tujuh kota/kabupaten dan menyebutkan Pancasila.

 

Dalam laporannya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa peringatan Isra Mi'raj tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, peringatan Isra Mi'raj dilaksanakan di Istana Negara Jakarta dan hanya dihadiri oleh pejabat negara, ketua lembaga negara dan duta besar negara-negara sahabat. 

 

"Tidak dilakukan di Istana Negara karena Bapak Presiden menghendaki agar bisa lebih dekat dengan masyarakat, lebih dekat dengan pondok pesantren," ucap Lukman. 

 

Dalam uraian Hikmah Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar mengatakan bahwa seorang muslim tidak boleh latah anti Barat atau anti Timur. Bukankah Nabi telah menegaskan hikmah atau ilmu pengetahuan milik umat Islam juga, di manapun ditemukan ambillah. 

 

"Carilah ilmu itu walau sampai ke Cina," kata Nasaruddin mengingatkan.

 

Setelah memperingati Isra Mi'raj, Presiden mengatakan kepada para wartawan bahwa dirinya merasa berbahagia dapat bertemu dengan ulama, guru ngaji dan santri pada Peringatan Isra Mi'raj yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus Purwakarta.

 

"Kita sangat bahagia sekali bisa ketemu dengan ulama di Jawa Barat, dengan guru ngaji, dengan santri-santri. Saya kira ini suasana yang berbeda dalam memperingati Isra Mi'raj" tutur Presiden. 

 

Saat ditanyakan wartawan lebih senang merayakan Isra Mi'raj di Istana Negara atau bersama para santri. Presiden menjelaskan ada suasana yang berbeda dalam merayakan di Istana Negara atau di pondok pesantren. "Kalau di wilayah, apalagi di pondok pesantren ini lebih ramai. Kalau di istana serius dan formal. Bedanya disitu," jawab Presiden.

 

Hadir mendampingi Presiden, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Ketua Umum Forum Silaturahim Guru Ngaji/Pengasuh Ponpes Al-Hikamussalafiyah Abah KH Adang Badruddin selaku tuan rumah.

 

 

 

 

 

.

 

Tuesday, 25 April 2017 23:31

Presiden: Menyampaikan Sementara Belum Ada Reshuffle

Written by

 

 

PURWAKARTA,KORANRAKYAT.com Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada reshuffle. Hal ini disampaikan Presiden menjawab pertanyaan wartawan setelah meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nusantara, Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus Purwakarta, Jawa Barat, Selasa sore, 25 April 2017.

 "Tidak ada. Hari ini tidak ada reshuffle. Minggu ini _enggak_ ada. Bulan ini juga _enggak_ ada," ucap Presiden.  Seolah belum puas dengan jawaban Presiden, wartawan menanyakan kemungkinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau yang biasa disapa Ahok menjadi menteri Kabinet Kerja. Presiden menjelaskan bahwa hingga saat ini Basuki masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Pak Ahok itu masih Gubernur DKI Jakarta sekarang ini sampai Oktober (2017)," ucap Presiden.Saat ditanyakan tentang evaluasi para menteri dan hasilnya. Presiden menjelaskan bahwa evaluasi menteri dilakukan setiap minggu, setiap bulan. "(Hasilnya) baik-baik saja," kata Kepala Negara.

Sementara itu, terkait dengan tulisan jurnalis asing Allan Nairn tentang dugaan makar. Presiden mempersilakan para wartawan menanyakannya kepada jurnalis yang menulis dugaan makar tersebut. "Yang menulis siapa? Ya, ditanyakan ke Alan Nairn. _Kok_ tanyakan ke saya. Tanyakan ke yang _nulis_," ucap Presiden.(eas)

 

 

 

 

 

Sunday, 09 April 2017 12:38

Presiden Sampaikan Apresiasi kepada Jajaran TNI AU

Written by
 
 
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,-Setibanya di Jakarta usai kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo pada Minggu, 9 April 2017, langsung mengunjungi Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI AU yang ke-71. 
 
Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berfoto bersama dengan 152 pilot pesawat tempur TNI AU. Tak hanya itu, Kepala Negara juga berkesempatan menaiki sejumlah pesawat tempur TNI AU yang sedang terparkir. Salah satunya adalah pesawat Sukhoi yang merupakan salah satu pesawat tempur TNI AU.
 
Di dalam kokpit pesawat Sukhoi 27/30 Flanker, Presiden menyempatkan diri untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada TNI AU. Ia memberikan apresiasi kepada jajaran TNI AU yang telah menjalankan perannya sebagai penjaga wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
"Selamat Hari Ulang Tahun ke-71 TNI Angkatan Udara. Terima kasih telah menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Presiden.
 
Tak lupa, Kepala Negara juga berpesan agar jajaran TNI AU terus menjadi tentara profesional yang dicintai rakyat. 
 
"Teruslah menjadi tentara yang profesional yang dicintai rakyat," ucapnya.
 
Sebelum meninggalkan tempat, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyalami sejumlah pilot pesawat tempur yang sedang menyanyikan yel-yel dengan semangat.
 
Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam kunjungan tersebut, yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.(eas)

 

Thursday, 06 April 2017 17:07

Indonesia-Afghanistan Sepakat Tingkatkan Kerja Sama*

Written by
.
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Pemerintah Indonesia terus mempererat kerja sama dengan negara-negara sahabat. Setelah pada bulan sebelumnya Indonesia telah bersepakat mempererat kerja sama dengan sejumlah negara seperti Prancis, Afrika Selatan, Sri Lanka, dan juga Arab Saudi, kini sejumlah kesepakatan berhasil dicapai dengan Afghanistan.
 
Presiden Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani, Rabu sore, 5 April 2017, melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Kunjungan tersebut sekaligus membuat sejarah baru, sebab merupakan kali pertama seorang Kepala Negara Afghanistan berkunjung ke Indonesia.
 
"Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia untuk menerima kunjungan Presiden Afghanistan, Yang Mulia Mohammad Ashraf Ghani. Kunjungan Kenegaraan ini merupakan kunjungan pertama kali Yang Mulia ke Indonesia," Presiden Jokowi mengawali pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta.
 
Melalui pernyataannya tersebut, Presiden berpandangan bahwa Afghanistan merupakan negara yang memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia. Kedua negara juga telah menjalin hubungan yang baik selama 62 tahun.
 
"Afghanistan adalah salah satu negara pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Kedua negara berperan aktif menyukseskan Konferensi Asia Afrika tahun 1955," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 
Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara membicarakan sejumlah isu bilateral. Sejumlah isu yang dibicarakan tersebut ialah mengenai kerja sama pembangunan perdamaian, pembangunan kapasitas, dan juga peningkatan kerja sama di bidang perdagangan.
 
Di bidang perdamaian, Presiden Joko Widodo menyatakan kesiapan pemerintah Indonesia untuk berbagi pengalaman yang utamanya berkaitan dengan rekonsiliasi untuk perdamaian. Indonesia juga mengapresiasi upaya Afghanistan yang hendak menciptakan perdamaian dan stabilitas di negerinya.
 
"Indonesia menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah Afghanistan dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian. Indonesia siap berbagi pengalaman mengenai rekonsiliasi untuk perdamaian," ucap Presiden.
 
Selain itu, untuk mendorong penyebaran nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin, Indonesia sebelumnya telah membangun Indonesia Islamic Center di Kabul, Afghanistan. Indonesia berharap, masyarakat Afghanistan dapat memanfaatkan fasilitas ibadah, kesehatan, dan pendidikan yang akan terus dibangun di sana dengan sebaik-baiknya.
 
"Pembangunan Masjid As Salaam di Indonesia Islamic Center telah selesai dan dapat menampung 2.500 jamaah. Selanjutnya, Indonesia akan segera menyelesaikan pembangunan sarana kesehatan dan pendidikan untuk penduduk setempat," tuturnya.
 
Sementara itu, di bidang pengembangan kapasitas, Indonesia dan Afghanistan sepakat untuk memperluas kerja sama pengembangan kapasitas di bidang hukum, perumahan dan pekerjaan umum, kebijakan fiskal, dan juga pendidikan tinggi.
 
"Sejauh ini Indonesia telah memberikan pelatihan kepada 358 orang dalam 47 program, meliputi bidang pertanian, kepolisian, pemberdayaan perempuan, dan administrasi pemerintahan," ungkapnya.
 
Adapun di bidang perdagangan, kedua negara menyadari bahwa di masa mendatang, masih banyak potensi hubungan perdagangan yang dapat terus ditingkatkan. Kedua kepala negara juga sepakat untuk mendorong interaksi langsung di antara pengusaha-pengusaha kedua negara.
 
"Kita juga menyambut baik pelaksanaan Business Meeting Indonesia-Afghanistan tanggal 6 April 2017 yang akan datang," Jokowi menambahkan.
 
Sebagai sesama negara demokrasi, pemilihan umum yang dilakukan secara terbuka merupakan harapan semua pihak. Oleh karenanya, Komisi Pemilihan Umum masing-masing negara hendak berbagi pengalaman. Indonesia sendiri disebut memiliki pengalaman dalam melaksanakan Pemilu yang damai dan terbuka sekaligus sebagai contoh di mana Islam dan demokrasi mampu berjalan beriringan. Hal tersebut dibenarkan sendiri oleh Presiden Ghani yang turut memberikan pernyataan dalam kesempatan tersebut.
 
“Indonesia merupakan negara yang sukses menerapkan demokrasi dan perdamaian. Indonesia juga merupakan negara besar dengan kepemimpinan yang baik," ujar Ghani. 
 
Presiden Ghani juga mengatakan ucapan terima kasihnya kepada Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia yang membantu proses perdamaian di Afghanistan.
 
“Indonesia sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar yang berperan dalam upaya mewujudkan perdamaian di negara kami dan kami menyambut baik adanya bantuan dari Indonesia dalam mewujudkan upaya perdamaian tersebut,” ucapnya lebih lanjut.
 
Untuk meningkatkan sektor Pendidikan antar kedua negara, Presiden Ghani juga mengusulkan untuk dilakukannya pertukaran ulama Indonesia dengan Afghanistan untuk bekerja sama terkait dengan budaya Islam.
 
“Banyak sekali pencapaian di bidang pendidikan yang membanggakan negara kita berdua. Kami juga mengusulkan adanya pertukaran ulama antara Indonesia dan Afghanistan untuk saling berbagi dan bekerjasama terkait dengan budaya Islam dan juga melalui dialog dengan para ulama Indonesia, ucapnya.
 
Afghanistan sendiri menganggap Indonesia merupakan negara yang besar dan memiliki citra positif. Bahkan, ketika Presiden Ghani masih menjadi mahasiswa, ia telah mendengar nama besar Indonesia.
 
“Indonesia telah mencapai banyak sekali pencapaian yang signifikan,sehingga ketika saya masih menjadi mahasiswa, Indonesia menjadi contoh teladan dari negara-negara besar,” kata Presiden Ghani.
 
Ghani juga mengucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo atas keberhasilannya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah segala keberagaman yang ada.
 
"Tadi saudara-saudara sudah mendengar sendiri betapa Presiden Ashraf Ghani memberikan sebuah penghargaan yang luar biasa karena meskipun Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, tadi saya sudah menyampaikan ada 714 etnis dan 1.100 lebih bahasa lokal, tetapi masih pada posisi persatuan dan kesatuannya sangat baik," ungkap Presiden Jokowi kepada para jurnalis usai mengantarkan Presiden Ghani meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan.
 
Adapun Lima Nota Kesepahaman yang disepakati dalam kunjungan ini antara lain:
 
1. Kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Pendidikan Republik Islam Afghanistan di bidang pendidikan;
2. Kerja sama antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Kementerian Pertanian, Irigasi, dan Peternakan Republik Islam Afghanistan di bidang pertanian;
3. Kerja sama teknis antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan Kementerian Keuangan Republik Islam Afghanistan;
4. Kerja sama antara Badan Pusat Statistik Republik Indonesia dengan Organisasi Pusat Statistik Republik Islam Afghanistan mengenai pemanfaatan dan pengembangan data statistik dan informasi teknologi, metodologi, serta sumber daya manusia di bidang statistik;
5. Kerja sama antara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dengan Komisi Kepegawaian dan Reformasi Birokrasi Republik Islam Afghanistan mengenai kerja sama teknis di bidang reformasi administrasi publik, manajemen kepegawaian, serta pelatihan dan pengembangan kapasitas.
 
Dalam kunjungannya ini, Presiden Ghani beserta delegasinya tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Kedatangannya disambut dengan upacara kenegaraan yang dimeriahkan oleh pasukan Nusantara, korps musik, serta para pelajar yang menyambut kedatangannya.
 
Perbincangan di veranda Istana Merdeka kembali dilakukan sebagai perwujudan komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan kerja sama yang lebih baik. Sore itu, kedua kepala negara tampak akrab sambil sesekali membincangkan sejumlah hal dengan penuh antusias.
 
Turut hadir mendampingi Presiden diantaranya, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim SaIfuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian(eas)
_.
 
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Nanga Badau, Kapuas Hulu oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis siang, 16 Maret 2017 menjadi agenda pertama yang mengawali kunjungan kerja Presiden ke Kalimantan Barat. 
 
Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Bandara Pangsuma, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan RJ-85 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Kamis pagi, 16 Maret 2017.
 
Dari Bandara Pangsuma, Presiden dan Ibu Iriana melanjutkan perjalanan menuju PLBN Terpadu Nanga Badau dengan berkendaraan mobil.
 
Setelah meresmikan kawasan PLBN Nanga Badau, Presiden dan Ibu Iriana melanjutkan perjalanan menuju Kantor Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu untuk menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehar (KIS).
 
Sore harinya, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Pangsuma, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu untuk bertolak menuju Bandara Soepadio, Kalimantan Barat dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan RJ 85.
 
Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan bermalam di Pontianak. Esok harinya, Presiden dan Ibu Iriana akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sambas.
 
Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Bandara Pangsuma, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia KH Ahmad Hasyim Muzadi, pada pagi ini, hari Kamis, 16 maret 2017 pada pukul 06.15 wib di RS. Malang  sbb :

1.Renc akan dimakamkan di komplek pesantren Al Hikam Jl. H. Amat Kel. Kukusan Rt. 06/01 Kec. Beji Kota Depok 

2. Jenazah akan berangkat dr malang pkl. 13.00, perjalanan lk 1,5 jam dan perkiraan sampai di halim pkl.  14.30, kmd dibawa kedepok dg perjalanan sktr 45 menit.

3. Diperkirakan 15.30 Jenazah tiba di masjid PP Alhikam Depok dan  disholatkan di mesjid Al Hikam 

4. Stlh disholatkan akan dimakamkan di makan keluarga dikomplek PP Alhikam Depok

5. Renc bertindak selaku Irup pemakaman adlh Bpk Wapres Jusuf Kalla ( RI-2)

 Sementara PBNU tengah berduka atas kehilangan salah satu tokohnya, KH Hasyim Muzadi tutup usia pada pagi ini. Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini mengatakan sosok KH Hasyim Muzadi dikenal sebagai ulama yang terus berupaya membangun kesejukan umat. 

"Kami sangat berduka sekali. Kami kehilangan sosok ulama besar yang selama ini memimpin umat yang menyejukan, menenangkan. Salah satu ulama yang terus mengajak, membangun ukhuwah persaudaraan dengan siapapun, agama apapun," ujar Helmy saat berbincang dengan wartawan, Kamis (16/3/2017). 

Helmy mengenang gaya ceramah Hasyim yang begitu membekas bagi banyak orang. Sebab, Hasyim kerap menyisipkan lelucon dan membuat isi ceramah dapat dimengerti. 

"Beliau selalu punya cara yang menjelaskan hhal rumit dengan mudah dengan guyonan khas. Selalu dikenang dengan umat dengan metodologi dakwah yang selama ini lebih mudah diterima oleh masyarakat awam," kenangnya. 

KH Hasyim Muzadi menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 06.00 WIB. Rencananya jenazah tokoh Nahdlatul Ulama itu akan dikebumikan di Ponpes Al Hikam, Depok. 

KH Hasyim Muzadi wafat di usia 72 tahun. Dia sempat menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu kemudian memilih masa pemulihan di kediamannya (fdl/eas)

.
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Silaturahmi antara Presiden dan Wakil Presiden dengan Pimpinan Lembaga Negara menunjukkan adanya semangat kebersamaan, semangat semangat persatuan dan semangat menjalin komunikasi yang baik. “Semangatnya adalah kita ingin membangun sebuah kebersamaan, ingin membangun rasa optimisme terhadap seluruh program-program yang telah dan yang akan dilakukan oleh pemerintah,” ujar Presiden Joko Widodo kepada para jurnalis usai pertemuan Silaturahmi dengan Pimpinan Lembaga Negara di Istana Merdeka, Selasa 14 Maret 2017.
 
Dalam konferensi pers tersebut, Presiden menjelaskan bahwa hal utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah kebijakan pemerataan ekonomi yang berkaitan dengan kesenjangan sosial ekonomi yang ada. “Kita tindaklanjuti dengan redistribusi aset dan reforma agraria yang kita harapkan akan mengurangi kesenjangan yang ada di masyarakat,” ucap Presiden.
 
Untuk itu, pemerintah akan memulainya dengan membagikan konsesi-konsesi kepada rakyat, tanah adat, koperasi, pondok pesantren. “Dan juga mempercepat pembagian sertifikat-sertifikat kepada masyarakat yang belum memiliki sehingga nantinya rakyat bisa memiliki collateral, memiliki agunan dalam rangka bisa mengakses permodalan ke perbankan,” kata Presiden.
 
Mengenai total lahan yang akan dibagikan, Presiden menjelaskan bahwa lahan yang telah siap dibagikan sebesar 21,7 juta hektare. “Yang jelas saat ini telah siap di Kementerian Kehutanan 12,7 juta hektare, kemudian di Kementerian BPN (Kementerian Agraria dan Tata Ruang) ada kurang lebih 9 juta hektare,” ucap Presiden. 
 
Dalam pengantar pada pertemuan silaturahmi tersebut, Presiden mengingatkan pentingnya persatuan dan kebersamaan menghadapi tantangan bangsa ke depan. "Persatuan, kesatuan dan kebersamaan sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan kebangsaan, tantangan global dan ketidakpastian yang semakin berat yang kita rasakan selama ini maupun tantangan-tantangan ke depan," ujar Presiden Joko Widodo.
 
Turut hadir mendampingi Presiden, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sementara itu, para ketua lembaga negara yang hadir, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua DPD Mohammad Saleh, Ketua MA Hatta Ali dan Ketua BPK Harry Azhar Azis.(eas)

 

Monday, 13 March 2017 12:43

Presiden Lantik 17 Duta Besar

Written by
.
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Presiden Joko Widodo secara resmi melantik 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) Republik Indonesia yang akan bertugas di sejumlah negara sahabat. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 13 Maret 2017, sekira pukul 14.00 WIB.
 
Pelantikan 17 Duta Besar LBPP tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor Nomor 32 P Tahun 2016 dan Nomor 35 P Tahun 2017 tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia. Keputusan berlaku sejak Keppres tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 10 Maret 2017.
 
Adapun nama-nama dan penempatan Duta Besar LBPP Republik Indonesia yang telah dilantik Presiden Joko Widodo adalah sebagai berikut:
 
1. Drs. Hasan Kleib, M.A., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia/Wakil Tetap Republik Indonesia pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Trade Organization (WTO) dan Organisasi-organisasi Internasional lainnya, berkedudukan di Jenewa;
2. Drs. Priyo Iswanto, M.H., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda, dan Federasi Saint Kitts dan Nevis, berkedudukan di Bogota;
3. Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. Arief Rachman, M.M., M.B.A., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Islam Afghanistan, berkedudukan di Kabul;
4. Drs. Rahmat Pramono, M.A., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, berkedudukan di Astana;
5. Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Tunisia, berkedudukan di Tunis;
6. Drs. Nur Syahrir Rahardjo, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Bahrain, berkedudukan di Manama;
7. Sdr. Tantowi Yahya, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Selandia Baru merangkap Samoa dan Kerajaan Tonga, berkedudukan di Wellington;
8. Dr. Darmansjah Djumala, M.A., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Austria merangkap Republik Slovenia dan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, berkedudukan di Wina;
9. Drs. Sahat Sitorus, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Demokratik Rakyat Timor Leste, berkedudukan di Dili;
10. Drs. Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Australia merangkap Republik Vanuata, berkedudukan di Canberra;
11. Drs. Umar Hadi, M.A, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Korea, berkedudukan di Seoul;
12. Drs. I Gusti Ngurah Ardiyasa, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka merangkap Republik Maladewa, berkedudukan di Kolombo;
13. Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, M.E., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Ukraina merangkap Republik Armenia dan Georgia, berkedudukan di Kyiv;
14. Ir. Arifin Tasrif, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, berkedudukan di Tokyo;
15. Drs. Andy Rachmianto, M.Phil., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Yordania Hasyimia merangkap Negara Palestina, berkedudukan di Amman;
16. Dra. R.A. Esti Andayani, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Italia merangkap Republik Malta, Republik San Marino, Republik Siprus, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agriculture Development (IFAD), World Food Programme (WFP) dan International Institute for the Unification of Private Law (UNINDROIT), berkedudukan di Roma;
17. Komjen Polisi (Purn) Drs. Sjachroedin Zainal Pagaralam, S.H., sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kroasia, berkedudukan di Zagreb.
 
Usai pelantikan, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan ibu Mufidah Jusuf Kalla langsung memberikan ucapan selamat kepada para Duta Besar LBPP Republik Indonesia diikuti oleh sejumlah Menteri dan para undangan yang hadir. (eas)

 

*
 
JAKARTA,KORANRAKYAT.com,- Rabu sore, 8 Maret 2017, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan Jacob Gedleyihlekisa Zuma. Presiden Zuma yang datang bersama Ibu Bongi Zuma tiba sekitar pukul 15.00 WIB di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
 
Keduanya disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo sebelum upacara kenegaraan dilangsungkan. Setelahnya, lagu kebangsaan kedua negara diperdengarkan dengan diiringi oleh dentuman meriam sebanyak 21 kali.
 
_Veranda talk_ pun menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyambut kedatangan Presiden Zuma. Apalagi Afrika Selatan telah resmi ditunjuk untuk meneruskan tongkat estafet keketuaan IORA dari Indonesia. Bila melihat latar belakang tersebut, tentunya akan banyak hal yang dapat menjadi kekuatan perekat hubungan kedua negara dalam pertemuan ini.
 
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Afrika Selatan untuk keketuaan IORA periode 2017 sampai 2019. Indonesia akan mendukung penuh Afrika Selatan dan memastikan pelaksanaan rencana kerja IORA dalam kerangka tripartit," ujar Presiden Joko Widodo mengawali pertemuan bilateral.
 
Presiden Joko Widodo sendiri memandang penting pertemuan antara kedua negara ini. Sebagai dua negara berkembang sekaligus tergabung dalam keanggotaan negara-negara G20, ia mengharapkan agar kedua negara dapat menjadi motor penggerak dari Kerja Sama Selatan-Selatan.
 
Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan menghasilkan kesepakatan untuk lebih meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan. Kedua negara telah bersepakat untuk dalam waktu dekat membahas penurunan hambatan tarif dan nontarif bagi sejumlah produk dan komoditas unggulan kedua negara.
 
"Upaya peningkatan kerja sama perdagangan banyak dibahas dalam pertemuan tadi. Kita sepakat untuk segera membahas penurunan hambatan tarif dan nontarif bagi produk dan komoditas unggulan," Presiden Jokowi menerangkan dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral.
 
Dalam pertemuan itu, Indonesia juga mengusulkan kepada Afrika Selatan agar kerja sama perdagangan yang selama ini telah terjalin dapat lebih diperluas lagi dengan negara-negara tetangga. Di antaranya ialah dengan membuka jalur akses perdagangan menuju Southern African Customs Union (SACU).
 
"Kita sepakat untuk menugaskan menteri terkait melakukan tindak lanjut. Saya tadi juga menyampaikan kepada Presiden Zuma bahwa dalam dua bulan setelah hari ini, akan kita kirim menteri-menteri beserta pelaku bisnis ke Afrika Selatan," ujarnya.
 
Terkait dengan perhelatan KTT IORA yang telah berlangsung kemarin, Indonesia juga akan mengundang Afrika Selatan selaku ketua IORA yang baru untuk berpartisipasi dalam Indonesia-Africa Maritime Dialogue.
 
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Afrika Selatan selama keketuaan Indonesia pada IORA. Indonesia berkomitmen untuk mendukung keketuaan Afrika Selatan di IORA untuk 2017–2019," tutur Jokowi.
 
Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Zuma sore ini turut menghasilkan tiga nota kesepahaman. Ketiga kesepahaman tersebut diharapkan akan semakin memperkuat kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang.
 
"Dalam kunjungan ini, telah ditandatangani tiga MoU di bidang pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, pelatihan dan pendidikan diplomatik, serta rencana aksi kemitraan strategis Indonesia-Afrika Selatan 2017-2021," tutupnya.
 
Mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo terkait hambatan perdagangan, dalam kesempatan yang sama Presiden Zuma juga menyatakan kesiapannya untuk bergerak menuju penghapusan hambatan perdagangan kedua negara.
 
"Kami telah sepakat untuk memperkuat kerja sama kami dalam bisnis, perdagangan dan investasi, pertanian, pertahanan, dan berjalan ke arah penghapusan hambatan perdagangan antara negara kita," ucap Zuma.
 
Kepada Presiden Joko Widodo, Zuma juga menyatakan siap mendukung realisasi dari hasil kesepakatan pada penyelenggaraan KTT IORA kemarin. Tak lupa, ia sekaligus menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan keketuaan Indonesia pada IORA.
 
"Kami juga sepakat untuk bekerja bersama-sama dalam merealisasikan aspirasi negara-negara anggota Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia (IORA) yang dicapai minggu ini di Jakarta. Kami ucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo atas penyelenggaraan KTT IORA yang sangat baik dan kepemimpinannya di IORA," ujarnya.
 
Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti(eas)
Page 6 of 24

Ekonomi Makro

  •  

     

     

    JAKARTA (KORANRAKYAT.COM) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menghentikan

     
  •  

     

     

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 12 Maret 2019, membuka Rapat

     
  •  



      JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Badan koordinasi kepariwisataan, di ketuai Wapres RI Jusuf Kalla 

     
  •  

Malang Raya

Wabub Sanusi Sampaikan LKPJ

 

 

 

 

MALANG(KORANRAKYAT.COM)   Wakil  Bupati Malang

Read more

Privalensi Stunting Di Kota

 

 

MALANG (KORANRAKYAT.COM) Prevalensi balita stunting

Read more

Rendra Bupati Malang Ditahan