Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610
Last Updated on Nov 12 2018

Basarnas Serahkan 196 Kantong Jenasah Berisi Bagian Organ Tubuh Pesawat Lion Air JT610

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610  ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah diserahkan Badan SAR Nasional ke RS...
Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung
Last Updated on Nov 11 2018

Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden mengendarainya untuk menghadiri acara Deklarasi Jabar...
Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang
Last Updated on Nov 11 2018

Sekitar 100 Musisi Bengkulu Siap Tampil Di Festifal Pesisir Pantai Panjang

      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi kepada 100 musisi yang akan tampil pada pembukaan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu 2018.     “Saya sangat mengapresiasi dan terharu atas antusias para musisi Bengkulu...
Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri
Last Updated on Nov 11 2018

Masyarakat Bengkulu Ikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri

  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang mengikuti Doa 10 Juta Umat Untuk Negeri. Sabtu (10/11/2018). Antusias masyarakat terlihat dalam mengikuti acara yang digagas oleh Pemkot Bengkulu.         Padahal, puncak...
Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo
Last Updated on Nov 10 2018

Hari Pahlawan Jokowi Naik Ontel Pakai Baju Layaknya Bung Tomo

        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu, 10 November 2018, Presiden Joko Widodo kemudian menuju Gedung Sate. Di gedung pusat pemerintahan Jawa Barat ini, Presiden kemudian...

World Today

.

Jakarta,koranrakyat.com,-Untuk pertama kalinya, Presiden Joko Widodo melakukan 'veranda talk' dengan para duta besar negara sahabat ,Presiden Joko Widodo menerima surat kepercayaan dari 18 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) dari negara sahabat baik yang berkedudukan di dalam _(designate resident)_ maupun luar Indonesia _(designate non resident)_ pada Selasa, 4 Oktober 2016. Penyerahan surat kepercayaan tersebut digelar di ruang kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, sekitar pukul sepuluh pagi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 orang di antaranya berkedudukan di Jakarta, sementara 7 orang lainnya berkedudukan di luar Indonesia. Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai dimulainya penugasan resmi dari para Duta Besar tersebut di Indonesia.

1. Tuan Mehmet Kadri Șander Gürbüz, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Turki untuk Republik Indonesia;
2. Tuan Mohamed Abdulla M. Bin Mutleq Alghafli, Duta Besar LBBP Designate Resident Persatuan Emirat Arab untuk Republik Indonesia;
3. Tuan Peter MacArthur, Duta Besar LBBP Designate Resident Kanada untuk Republik Indonesia;
4. Tuan Michael Freiherr von Ungern-Sternberg, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Federal Jerman untuk Republik Indonesia;
5. Ny. Helene Steinhäusl, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Austria untuk Republik Indonesia;
6. Nn. Deborah Ho Ng de Cogley, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Panama untuk Republik Indonesia;
7. Tuan Gonzalo Mendoza Negri, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Chile untuk Republik Indonesia;
8. Tuan Ahmed bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar, Duta Besar LBBP Designate Resident Negara Qatar untuk Republik Indonesia;
9. Tuan Ahmed Amr Ahmed Moawad, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Arab Mesir untuk Republik Indonesia; 
10. Tuan Osama Mohammad Abdullah Alshuaibi, Duta Besar LBBP Designate Resident Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia;
11. Tuan Jose Renato Salazar Acosta, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Kolombia untuk Republik Indonesia;
12. Tuan Clement Philip Ricardo Allicock, Duta Besar LBBP Designate Non Resident Jamaika untuk Republik Indonesia, berkedudukan di Tokyo;
13. Ny. Helena Drnovšek Zorko, Duta Besar LBBP Designate Non Resident Republik Slovenia untuk Republik Indonesia, berkedudukan di Canberra;
14. Nn. Hinauri Petana, Duta Besar LBBP Designate Non Resident Samoa untuk Republik Indonesia, berkedudukan di Canberra;
15. Tuan Walubita Imakando, Duta Besar LBBP Designate Non Resident Republik Zambia untuk Republik Indonesia, berkedudukan di Kuala Lumpur;
16. Tuan Yahya Ngam, Duta Besar LBBP Designate Non Resident Republik Islam Mauritania untuk Republik Indonesia, berkedudukan di Tokyo;
17. Tuan Yazkuli Mammedov, Duta Besar LBBP Designate Non Resident Turkmenistan untuk Republik Indonesia, berkedudukan di Kuala Lumpur;
18. Ny. Anne Namakau Mutelo, Duta Besar LBBP Designate Non Resident Republik Namibia untuk Republik Indonesia, berkedudukan di Kuala Lumpur. 

Penyerahan Surat Kepercayaan Duta Besar LBBP negara sahabat tersebut dimulai dengan prosesi kedatangan di halaman depan Istana Merdeka. Prosesi kedatangan dipimpin langsung oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dengan membawa bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan 18 negara sahabat secara bergantian. Usai prosesi, secara bertahap para duta besar menuju ruang tunggu Istana Merdeka guna mengisi buku tamu sebelum menuju ruang kredensial untuk menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo.

*Veranda Talk dengan Para Duta Besar*

Ada yang sedikit di luar kebiasaan usai para duta besar menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo di ruang kredensial. Bila biasanya para duta besar langsung diarahkan menuju ruang Jepara guna beramah-tamah sebelum meninggalkan Istana Merdeka, kali ini Presiden Joko Widodo mengajak para duta besar tersebut untuk berbincang akrab dengan para duta besar di teras belakang Istana Merdeka. Momen tersebut belakangan dikenal dengan sebutan _veranda talk_ di kalangan Istana.

Sebagaimana diketahui, tak serta merta semua tamu Presiden berkesempatan untuk berbincang dalam _veranda talk_ tersebut. Sebab, sebagaimana yang pernah dituturkan oleh Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, _veranda talk_ bukanlah sekedar rutinitas keprotokolan semata, namun terdapat makna penting yang tersirat di dalamnya.

"'Veranda talk' ini bukan hanya sekedar judul atau nama, tapi mempunyai makna. Maknanya adalah pembicaraan akrab antara Presiden dengan beberapa tamu negara yang dianggap dekat dan penting di dalam substansi maupun hubungan," terangnya kepada para jurnalis pada Kamis, 1 September 2016.

Mehmet Kadri Șander Gürbüz asal Turki, ialah duta besar untuk Indonesia yang pertama kali mendapatkan kehormatan untuk berbincang langsung dengan Presiden. Keduanya, dengan didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, berbincang tepat di depan pintu yang menghubungkan teras belakang Istana Merdeka dengan ruang resepsi. Secara bergiliran hal yang sama juga dilakukan terhadap para duta besar lainnya.

Kurang lebih sekira tiga sampai lima menit Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk berbincang dengan masing-masing duta besar tersebut. Memang, waktu tersebut mungkin dapat dibilang singkat untuk ukuran sebuah obrolan akrab dan mendalam. Meski demikian, ajakan Presiden kepada para duta besar untuk berbincang di teras belakang Istana Merdeka yang baru kali ini dilakukan tersebut jelas menyampaikan pesan terkait keinginan pemerintah Indonesia untuk dapat menjalin kedekatan hubungan dan kerja sama yang lebih mendalam kepada para negara-negara sahabat. 

Dalam acara penyerahan surat-surat kepercayaan duta besar negara sahabat tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir.(eas)


Thursday, 29 September 2016 13:29

Presiden Jokowi: Tindak Tegas Pelaku Perusakan Lingkungan

Written by


Jakarta,koranrakyat.com,- Presiden meninjau langsung penanganan terhadap korban bencana banjir bandang di Garut Presiden Joko Widodo tidak tinggal diam melihat tindakan perusakan lingkungan yang menyebabkan bencana seperti banjir bandang yang terjadi di Garut beberapa waktu lalu. Dirinya pun menginstruksikan Kapolri untuk menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan. Hal itu ditegaskannya saat memberikan keterangan usai meninjau Rumah Sakit Umum Dokter Slamet pada Kamis, 29 September 2016, di Kabupaten Garut.

"Penegakan hukum, ini yang paling penting. Karena tanpa itu hutan, vegetasi, dan pohon ini akan terus digunduli. Saya perintahkan tindakan hukum dari Kapolri untuk para perusak lingkungan yang menyebabkan banjir bandang seperti yang terjadi di Garut ini. Tidak hanya di sini, saya kira di seluruh Tanah Air," tegas Presiden.

Untuk diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya telah menyatakan bahwa kerusakan daerah aliran sungai (DAS) di hulu Sungai Cimanuk disinyalir menjadi faktor utama dari penyebab bencana banjir bandang di Kabupaten Garut. Faktor manusia menjadi salah satu penyebab kerusakan tersebut yang antara lain karena penggunaan lahan dan penambangan galian seperti pasir, tanah liat, dan lain-lain.

"Mengenai kerusakan di hulu daerah aliran Sungai Cimanuk, ini dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup sudah turun ke lapangan dan juga akan dilakukan proses-proses dalam rangka konservasi lahan yang ada di sana. Dan juga penataan ruang yang betul agar vegetasi-vegetasi yang ada di atas itu tidak semuanya hilang dan gundul," ungkap Presiden.

Terkait dengan pencarian korban hilang, Presiden menerangkan bahwa sampai dengan saat ini Basarnas masih terus melakukan pencarian para korban hilang yang diperkirakan masih sekitar 19 orang. Kementerian Sosial disebutnya juga sudah bergerak untuk memberikan santunan bagi keluarga korban.

Perbaikan infrastruktur dan sarana umum lainnya tak luput dari perhatian pemerintah. Presiden menyebut bahwa perbaikan tanggul dan penyediaan air bersih sudah langsung dikerjakan. Terhadap penyediaan tempat tinggal bagi para korban yang kini berada di pengungsian, telah diputuskan bersama dengan pemerintah daerah bahwa akan dibangun dua rumah susun (rusun) yang nantinya dapat ditempati para pengungsi.

"Tadi saya bertanya ke Bupati Garut apakah masyarakat menyetujui untuk tinggal di rusun. Jawabannya setuju. Sudah diputuskan juga untuk pembangunan secepat-cepatnya dua tower rusun yang nantinya bisa ditempati masyarakat. Yang di Sumedang juga sama, tapi rusun atau tidak rusun, nanti akan dicek di lapangan," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan kepada Bupati Garut untuk mencari lahan pengganti di lokasi yang lebih aman untuk pembangunan dan relokasi rumah sakit. Sebab, menurut Presiden, rumah sakit yang tersedia saat ini dibangun di daerah yang rawan bencana.

"Untuk rumah sakit masih dalam proses perhitungan apakah akan dibangun yang sudah ada di sini, karena ini adalah daerah yang saya kira rawan bencana, ataukah akan direlokasi ke tempat yang lain. Untuk sekolah-sekolah kerusakan-kerusakannya juga akan segera dikerjakan," imbuhnya.

*Peninjauan Sejumlah Lokasi Bencana*

Tiba sekitar pukul sembilan pagi, Presiden dan rombongan langsung menuju Posko Utama Tanggap Darurat di Kodim 0611/Garut dengan berkendaraan mobil. Di sana, Presiden mendapatkan pemaparan dari Kepala BNPB, Willem Rampangilei, mengenai kondisi di Garut dan penanganan terhadap korban bencana banjir sekaligus melakukan peninjauan. 

Setelahnya, Presiden juga meninjau perbaikan tanggul di lapangan Paris sekitar pukul 09.35 WIB. Sebelumnya, Tim SAR Gabungan sendiri telah memfokuskan pencarian korban di lokasi tersebut yang disebut sebagai salah satu lokasi dengan kerusakan dan korban terbanyak. Presiden menyaksikan sendiri banyak bangunan yang rata dengan tanah, begitu juga pohon-pohon yang tumbang di lokasi yang berada tepat di samping Sungai Cimanuk.

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Presiden menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan para pengungsi yang menjadi korban dalam bencana banjir bandang tersebut. Presiden bersama rombongan singgah di tenda pengungsian yang berlokasi di Terminal Guntur, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Di sana, Presiden turut memberikan bantuan bahan pokok dan perlengkapan sekolah yang langsung dibagikannya sendiri di lokasi. Dalam kesempatan terpisah, Presiden Joko Widodo melalui pihak Sekretariat Presiden juga telah menyalurkan bantuan serupa bagi para korban bencana longsor di Sumedang yang tersebar di sejumlah posko pengungsian. 

Bantuan perlengkapan sekolah diberikan kepada para murid yang berada dalam pengungsian dan terdiri atas seragam sekolah, seragam pramuka, buku tulis, alat tulis, dan tas. Sebanyak 2.200 paket bantuan diberikan kepada para murid di Garut dan 319 paket bagi para murid di Sumedang. Di Sumedang, bantuan diberikan oleh Tim dari Sekretariat Presiden di Posko Pengungsian yang berada di GOR Tadjimalela, Markas Kodim 0610 Sumedang dan RM Ponyo Sumedang.

Selain bantuan bahan pokok dan perlengkapan sekolah, Presiden Joko Widodo juga menyalurkan bentuk bantuan lainnya yang berupa selimut, pembalut, makanan, susu bayi, dan alas tidur.

Mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan tersebut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nilla F. Moeloek, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Bupati Garut Rudi Gunawan.(eas)


Thursday, 29 September 2016 13:22

Ibu Iriana: Tingkatkan Terus Kualitas Pendidik PAUD

Written by

 

Jakarta,koranrakyat.com.- Ibu Negara Iriana Joko Widodo selaku Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Indonesia pada Kamis, 29 September 2016, menghadiri acara Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2016.

Acara yang digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta ini merupakan apresiasi pemerintah kepada tenaga pendidik dan praktisi PAUD yang telah berkontribusi terhadap PAUD Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan kepada 15 bunda PAUD provinsi, 31 bunda PAUD kabupaten/kota, 10 bunda PAUD kecamatan, dan 10 bunda PAUD desa, atas karya nyata dan kepeduliannya dalam mewujudkan PAUD Indonesia yang berkualitas.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang hadir mengenakan kebaya berwarna kuning sekitar pukul 8 pagi dan langsung disambut gembira oleh seluruh anak PAUD yang hadir sambil menyanyikan lagu "Anak Sehat, Kuat dan Pintar". Ibu Iriana bahkan menyempatkan diri melakukan interaksi dan ikut bernyanyi bersama anak-anak PAUD.

Dalam sambutannya, Ibu Negara Iriana Joko Widodo merasa bangga atas keberhasilan Bunda PAUD seluruh Indonesia yang telah berkontribusi mewujudkan PAUD yang berkualitas.

"Saya sangat bangga sekali dari 34 provinsi bisa hadir di sini dan dapat anugerah PAUD. Ini tidak mudah, Ibu, untuk mendapatkan itu. Karena juga ada seleksi dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi," ujar Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat memulai sambutannya.

Selain itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga berpesan kepada para pendidik PAUD untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam mengajar sehingga dapat membantu mencerdaskan anak-anak Indonesia. Bahkan Ibu Iriana meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy untuk memberikan beasiswa bagi para pendidik PAUD yang masih berpendidikan rendah.

"Saya berharap untuk Pak Menteri, sekarang pendidik PAUD banyak yang pendidikannya kurang. Saya minta untuk diperhatikan guru-guru PAUD yang di daerah-daerah, kalau bisa dapat beasiswa," ucap Ibu Iriana.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama oleh Drs. H. Abdul Rohman, M.Ag, dan penampilan Operet Penumbuhan Budi Pekerti oleh anak PAUD binaan IGTK Kabupaten Bogor, dilanjutkan _medley_ Tarian Anak Nusantara oleh siswa SD Angkasa 4 Halim Perdanakusuma Jakarta.

Sebelum meninggalkan tempat acara, Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan sesi foto bersama dengan para Bunda PAUD, para penerima penghargaan dan para pemenang lomba. Hadir dalam acara tersebut Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy beserta istri Ibu Wida Muhajir Effendy, serta sejumlah pengurus dan anggota OASE Kabinet Kerja.

*Peresmian Laman Ruang Guru PAUD*

Selain menyaksikan penyerahan anugerah PAUD, Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga berkesempatan meresmikan laman ruang guru PAUD dalam jaringan disingkat Anggun PAUD. 

"Bismillahirohmanirrohim. Peluncuran laman ruang guru PAUD dalam jaringan, saya nyatakan dibuka," ujar Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Laman Anggun PAUD ini memuat sejumlah bahan belajar sambil bermain, lagu anak, cerita rakyat, video pengajaran, video cerita, buku elektronik, permainan yang mendidik serta kurikulum dan standar PAUD. Bahan-bahan tersebut dapat diunduh dan diunggah oleh guru dan masyarakat serta tersedia secara multimedia tanpa koneksi internet sehingga diharapkan dapat meningkatkan profesionalme guru PAUD. Laman tersebut dapat diakses pada alamat:(eas)

Blitar,koranrakyat.comPanglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan ziarahdi makam mantan Presiden pertama Soekarno di Kelurahan Bendogerit,Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur, memperingati HUT ke-71 TNI.


"Dalam rangka HUT TNI, setelah rapat staf memutuskan bahwa perlu adanya ziarah rombongan pada mantan-mantan panglima tertinggi," katanya ditemui setelah ziarah di makam mantan Presiden Soekarno di Kota Blitar, Selasa.

Ia mengatakan, sejumlah lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan ziarah ini di antaranya adalah makam Bung Karno (Soekarno) di Blitar, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, makam Soeharto di Astana Giribangun tepatnya di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta makam Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Yogyakarta, yang merupakan panglima pertama kali.

Gatot mengatakan, secara Undang-Undang Presiden adalah penguasa baik AD (angkatan darat), AL (angkatan laut), dan AU (angkatan udara), bisa dikatakan (Presiden) panglima tertinggi.

Untuk itu, ia ingin mencontohkan pada seluruh generasi muda agar tidak melupakan sejarah dan bisa mencontoh perjuangan mereka, bagaimana gelora semangat pantang menyerah, berjuang tulus ikhlas, serta berani, sehingga bangsa ini bisa merdeka.

Menurut dia, generasi muda adalah generasi harapan bangsa, sehingga harus benar-benar berjuang berdasarkan budaya Indonesia. Salah satunya, dengan melihat contoh yang diberikan pendahulu. 

Ia menegaskan, bangsa ini adalah bangsa patriot, bangsa kesatria. Bahkan,setiap manusia Indonesia mengalir gen kesatria, termasuk mampu mengusir penjajah dengan perjuangan bangsa sendiri. 

Lebih lanjut, ia juga mengatakan para pendahulu telah mengantarkan bangsa ini ke depan pintu gerbang, namun yang masuk adalah gernasi muda. Saat ini, perjalanan masih panjang dan sejarah jangan sampai dilupakan. 

"Ini yang perlu generasi muda TNI mengikuti langkah langkah, karena Bung Karno katakan bahwa perjuangan saya tidak begitu sulit karena hanya mengusir penjajah, tapi perjuanganmu nanti lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri, sehingga tetap waspada," jelasnya.

Ia juga mengatakan, tradisi ziarah ini diharapkan bisa dilakukan setiap tahun dan bukan hanya saat dirinya menjabat sebagai panglima saja. Ia berharap, panglima-panglima yang menjabat akan datang bisa melakukan hal yang sama. 

Panglima datang dengan rombongan didampingi para pimpinan baik TNI AD, AU, dan Al. Mereka berangkat dari Malang menggunakan jalur darat dan tiba di makam Bung Karno sekitar jam 09.00 WIB. 

Rombongan tiba di makam dan disambut kepala daerah baik dari Kota Blitar maupun dari Kabupten Blitar. Sejumlah anggota DPRD daerah setempat juga hadir menyambut kedatangan panglima dan rombongan. 

Setelah istirahat, rombongan melakukan upacara militer di makam, lalu berdoa bersama dan tabur bunga. Setelahnya, rombongan bersiap-siap pulang dan kembali melanjutkan perjalanan ke Jombang.(adb)


Jakarta,koranrakyat.com,-Presiden Joko Widodo mengatakan masih ada peluang yang dapat diraih untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski beberapa lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia dan OECD memprediksi perlambatan ekonomi masih terjadi. Hal ini disampaikan Presiden ketika bertemu dengan ekonom, analis dan perwakilan dari asosiasi pengusaha di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis siang 22 September 2016. 

Presiden yang baru saja kembali dari pertemuan G20 di Hangzhou beberapa minggu yang lalu mengatakan bahwa dari sejumlah kepala negara yang hadir, Perdana Menteri India Narendra Modi yang paling optimis dengan pertumbuhan ekonomi negaranya. 

"Pertemuan G20 kemarin yang saya lihat paling optimis Narendra Modi, masih optimis dan (pertumbuhan) akan naik lagi. Saya ingin mengambil poinnya, maksud saya kalau India itu berani optimis kenapa kita juga tidak (optimis). Tetapi tetap dengan pembenahan-pembenahan di dalam yang kita harus lakukan. Kalau kita tidak melakukan itu saya pastikan kita akan ditinggal,” ujar Presiden.

Oleh karenanya meski saat ini perekonomian nasional sangat terdampak oleh perkembangan ekonomi dunia dimana harga komoditas yang masih belum membaik dan juga ketidakpastian kebijakan keuangan yang belum jelas arahnya ke mana, Presiden tetap optimis masih ada peluang yang diraih untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. “Memang kalau ketergantungan kita pada APBN untuk mestimulasi pertumbuhan iya, tapi kalau saya ingin investasi (besar-besaran) harus masuk," ucapnya.

Dalam perjalanannya ke beberapa negara, Presiden merasakan kurangnya arus modal yang masuk dikarenakan masih adanya masalah dan kendala dalam berinvestasi di dalam negeri. “Meskipun kita sudah berusaha untuk menyelesaikan itu,” ujar Presiden.

*Tax Amnesty : Tumbuhnya Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemerintah*

Seperti halnya dengan pertumbuhan ekonomi yang akan dicapai Indonesia, Presiden menyampaikan rasa optimisnya dengan kebijakan tax amnesty serta menggarisbawahi tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah merupakan hal yang lebih penting dibandingkan angka-angka yang dicapai.

"Saya sampai saat ini masih optimis dengan program ini, saya bukan berbicara angka, saya memang tidak pernah bicara angka, yang paling penting adalah trust dari masyarakat terhadap pemerintah kelihatan ada. Kemudian kepatuhan dan kesadaran mereka membayar pajak  ini sekarang saya lihat ada pergerakan yang sangat baik dan sampai hari ini paling tidak tebusan kita sudah mencapai 33 (triliun rupiah) lebih dan sudah lebih dari 90 ribu orang yang ikut tax amnesty" ucapnya.

Menutup pengantarnya Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kebijakan tax amnesty yang dilakukan di Indonesia merupakan salah satu kebijakan tax amnesty yang berhasil di dunia.

"Saya baca ditulis di sini tax amnesty bergerak cepat dan aset deklarasinya sudah 1029 triliun rupiah dan ini merupakan satu dari sukses tax amnesty yang ada di dunia. Ini saya baca di judulnya, saya sudah senang. Dan ini merupakan strategi Indonesia yang menurut mereka sangat baik." tutupnya


Jakarta,koranrakyat.com,-Presiden mendengar secara langsung masukan-masukan yang diberikan para pakar dan praktisi hukum mengenai penyelenggaraan hukum di Indonesia

Presiden Joko Widodo menyadari bahwa penegakan hukum di Indonesia dinilai masih belum memberikan efek jera bagi para pelanggar hukum. Presiden pun bertekad untuk terus menyelesaikan dan mereformasi penyelenggaraan penegakan hukum di Indonesia. Untuk itu, Presiden Joko Widodo sore ini, Kamis 22 September 2016, mengundang sejumlah pakar dan praktisi hukum ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk mendengar secara langsung masukan-masukan demi penyelenggaraan penegakan hukum di Indonesia yang lebih baik.

"Saya kira kita merasakan semuanya bahwa akhir-akhir ini banyak kita jumpai hal-hal yang berkaitan dengan korupsi bahkan di tingkat elit pimpinan lembaga yang berkaitan dengan perdagangan pengaruh. Dan sampai saat ini juga penegakan hukum kita lihat masih belum memberikan efek jera terhadap adanya korupsi baik dari sisi hukuman maupun tuntutan," terang Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, di hadapan para pakar dan praktisi hukum, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan kasus-kasus masa lalu yang belum terselesaikan seperti misalnya kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap pejuang HAM Munir Said Thalib dan juga kasus kejahatan narkoba. 

"Ini juga memerlukan sebuah tindakan dan penegakan hukum yang tegas," tegas Presiden.

Presiden kemudian memohon masukan dari para pakar dan praktisi hukum mengenai penyelesaian kasus-kasus tersebut dan juga penataan kembali aturan-aturan hukum yang dinilai tumpang tindih antara satu dengan yang lainnya. Selain itu, Presiden juga meminta saran mengenai penataan lembaga-lembaga penegak hukum di Indonesia.

"Kami mohon rekomendasi untuk misalnya penataan lembaga kita baik di Polri, kepolisian, Kementerian Hukum dan HAM, mungkin juga di kejaksaan, dan juga di KPK sehingga penyelesaian-penyelesaian di bidang hukum kita ini betul-betul bisa menyeluruh, komprehensif, dan betul-betul bisa menyelesaikan masalah-masalah di negara kita," ucapnya.

Mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Staf Khusus Presiden Johan Budi.(eas)

.

Jakarta,koranrakyat.com,-Selain melakukan penataan lembaga-lembaga negara, Presiden juga meminta jajarannya untuk mampu menghadapi tantangan dan ancaman serangan siber yang semakin meningkat Menghadapi era keterbukaan dan persaingan global, reformasi birokrasi merupakan suatu hal yang tak dapat ditunda lagi. Tanpa dilakukannya reformasi birokrasi, Indonesia akan semakin tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain. Reformasi birokrasi salah satunya diperlukan untuk membangun fondasi yang diperlukan oleh bangsa untuk memenangkan persaingan.

"Untuk itu kita harus berani menata kembali lembaga-lembaga pemerintah yang saat ini masih terfragmentasi agar lebih efisien, efektif, terkonsolidasi, dan tidak tumpang tindih satu dengan yang lainnya," ujar Presiden dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa 20 September 2016.

Dalam rapat yang membahas mengenai penataan lembaga non struktural, manajemen aparatur sipil negara (ASN), dan pembentukan badan siber nasional tersebut, Presiden mengungkap data yang menyebut bahwa dalam kelembagaan pemerintah pusat pada tahun 2016 masih terdapat 115 lembaga non struktural (LNS). Menurut Presiden, angka tersebut masih dirasa besar. Untuk itu, Presiden meminta agar kembali dilakukan penataan lembaga-lembaga tersebut agar tidak tumpang tindih dengan kementerian yang sudah ada.

"Tahun ini saya minta penataan difokuskan pada LNS yang dibentuk dengan Perpres atau Keppres yang masih berada di ranah pemerintah. Jika LNS yang sudah jelas tumpang tindih dengan kementerian saya minta dibubarkan dan tugas serta fungsinya diintegrasikan kembali ke kementerian yang berkesesuaian," jelas Presiden.

Sementara itu, terhadap LNS yang dipandang perlu untuk tetap dipertahankan, Presiden meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk melihat kemungkinan penggabungan lembaga-lembaga tersebut dan memperjelas tugas serta fungsinya. Hal itu dilakukan agar efektivitas dan efisiensi lembaga pemerintahan mampu tercapai.

*Ancaman Kejahatan Siber*

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk dapat menyesuaikan diri dengan dinamika dan tantangan-tantangan baru. Satu di antaranya ialah mengenai ancaman serangan siber yang semakin meningkat di Indonesia.

Data yang disebutkan Presiden dalam rapat tersebut mengungkap bahwa Indonesia adalah negara dengan peringkat kedua yang paling sering menjadi sasaran serangan siber di dunia. Pada tahun 2014 hingga 2015 sendiri kejahatan siber di Indonesia meningkat drastis sebesar 389 persen. Serangan-serangan tersebut utamanya menyasar pada kelangsungan bisnis e-commerce di Indonesia.

"Munculnya ancaman kejahatan siber menjadi tantangan baru dari sisi kesiapan kelembagaan pemerintah, apalagi ke depan kita ingin memperkuat ekonomi digital kita," terangnya.

Oleh karenanya, Presiden memandang perlu adanya sebuah unit kerja yang mampu menjawab tantangan tersebut. Namun demikian, Presiden menyebut bahwa dalam menangani masalah dan tantangan tersebut, tidak perlu membentuk lembaga baru mulai dari nol. Menurutnya, pemerintah bisa memanfaatkan dan mengkonsolidasikan unit-unit kerja di kementerian yang telah memiliki fungsi keamanan siber.

"Selain penataan kelembagaan, kita juga harus memperbaiki manajemen aparatur sipil negara kita agar di era kompetisi antarnegara ini bisa memberikan pelayanan yang profesional, responsif, cepat, dan lebih gesit," imbuhnya.

Menutup pengantarnya, sekali lagi Presiden mengingatkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar turut mengambil langkah-langkah konkret dalam mengubah orientasi kerja birokrasi supaya tidak semata-mata hanya berorientasi pada prosedur, namun lebih kepada hasil.

Hadir dalam rapat terbatas tersebut di antaranya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Tuesday, 20 September 2016 04:39

Presiden Jokowi Lagi Bagi Bagi Makanan Tambahan Di Jatim

Written by

.
Ponorogo,koranrakyat.com,-Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi masyarakat Jawa Timur untuk melihat langsung Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak dan ibu hamil. Lokasi PMT yang dikunjungi Presiden kali ini ialah di Kabupaten Ponorogo, tepatnya di SDN 3 Karangpatihan, Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong dan Lapangan Kantor Kecamatan Jambon. Kegiatan tersebut dilakukan Presiden sebelum bertolak kembali dari kunjungan kerjanya menuju Jakarta pada Senin, 19 September 2016.

Presiden menjelaskan bahwa peninjauan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di beberapa daerah di Indonesia dilakukan oleh dirinya setelah melihat data-data tahun kemarin. "Tahun ini kita meihat data, masih banyak gizi-gizi buruk yang ada di daerah. Ini harus ditangani, nggak bisa dibiarkan seperti ini," ujar Presiden Jokowi kepada jurnalis di Lapangan Kantor Kecamatan Jambon.

Lokasi PMT yang dikunjungi Presiden merupakan tempat yang yang sudah diidentifikasi dimana memang diperlukan makanan tambahan. "Baik untuk ibu hamil, balita, untuk anak-anak sekolah. Itu semuanya diperlukan. Untuk apa? Investasi masa depan kita, investasi SDM Indonesia kita ke depan. Bukan dipanen sekarang. Tidak," kata Presiden.

Memang upaya ini memerlukan jangka waktu yang cukup panjang. "Memang perbaikinya perlu waktu yang panjang. Oleh sebab itu apa sasarannya ibu hamil, mengapa sasarannya yang masih balita. Sebelum terlambat kita ingin kejar itu agar tidak menjadi beban sosial ke depan," ujar Presiden.

Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo bersama dengan Kementerian Kesehatan turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan makanan tambahan dan menjelaskan mengenai pola makan bagi para anak-anak dan ibu hamil serta menyusui. Di hadapan sejumlah ibu dan anak, Presiden berpesan agar para anak tidak meninggalkan kebiasaan sarapan pagi.

"Ini anak-anak saya titip kalau pagi sarapan. Roti biskuit yang diberikan ini hanya sebagai tambahan. Sehari dimakan enam keping. Kemudian untuk anak balita, umur enam sampai sebelas bulan, makan delapan keping. Untuk satu sampai lima tahun makan 12 keping," terang Presiden.

Hal yang sama juga berlaku bagi para ibu yang sedang mengandung. Presiden memberikan bantuan berupa biskuit khusus berkalori tinggi agar kelak anak yang dilahirkan memiliki berat badan normal dan tidak menderita gizi buruk.

Presiden juga berpesan agar para anak dan ibu yang sedang mengandung untuk rutin mengontrol dan menjaga berat badan dengan menimbang di Posyandu dan juga Puskesmas.

"Saya ingin anak-anak kita sehat, nanti sekolah yang baik supaya pintar dan cerdas," tambahnya.

Menutup sambutannya, sekali lagi Presiden mengingatkan agar ibu dan anak menjaga pola makan yang baik. Biskuit yang menjadi bagian dari PMT hanyalah berupa makanan tambahan untuk menjaga asupan gizi.

"Biskuit tadi harus ditambah dengan sumber protein lain, sayur, dan juga buah. Ibu hamil juga cek ke Posyandu atau Puskesmas," tutupnya.

Hadir dalam acara tersebut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.(eas/jok)

Thursday, 15 September 2016 16:11

Jokowi : Pengadaan Alutsista Tergantung Urgensi

Written by


Jakarta,koranrakyat.com,-Setelah menyaksikan rangkaian kegiatan simulasi pertempuran darat oleh TNI Angkatan Laut, Kamis 15 September 2016, Presiden menjawab pertanyaan jurnalis mengenai kebijakan pengadaan alutsista nasional dan kaitannya dengan penghematan belanja negara. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memang telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2016 mengenai penghematan belanja negara. Presiden menerangkan, dalam Inpres tersebut Menteri atau Pimpinan Lembaga tetap mengamankan program prioritas yang menjadi tanggung jawabnya.

"Ini kan ada prioritas. Pemotongan anggaran, seperti yang sudah saya keluarkan lewat Inpres, untuk hal-hal yang tidak perlu, yang anggarannya tidak memberikan efek kepada apapun. Misalnya, perjalanan dinas, anggaran rapat-rapat, konsinyering, termasuk juga pengadaan barang-barang yang belum perlu," terangnya.

Mengenai pengadaan Helikopter Agusta Westland Presiden menegaskan, "Kita lihat kegunaannya, apakah sangat mendesak atau tidak. Itu masih dalam kajian di KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan) dan juga masih dikalkulasi oleh Panglima TNI. Saya kira dalam posisi anggaran seperti ini semuanya harus dikalkulasi, semuanya harus dihitung. Itu masih proses," ujar Presiden..(eas)


Jakarta,koranrakyat.com,-Presiden meyakini di waktu yang akan datang Indonesia mampu memproduksi senjata strategis sendiri dalam upayanya mewujudkan kemandirian alutsista

Presiden Joko Widodo selaku Panglima Tertinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) meninjau dan menyaksikan secara langsung latihan Armada Jaya XXXIV Tahun 2016. Latihan tersebut disaksikan oleh Presiden ketika berada di Geladak Isyarat KRI Banjarmasin-592 yang sedang berada di Laut Jawa, Rabu 14 September 2016.

Dalam latihan yang berlangsung kurang lebih sekira 60 menit tersebut dipertontonkan sejumlah atraksi dan demo keterampilan pasukan TNI Angkatan Laut. Salah satu keterampilan yang diperlihatkan kepada Presiden ialah peluncuran roket anti kapal selam jenis RBU 6000 dari empat KRI, yakni Kapal Kujang, Kapal Layang, Kapal Clurit, dan Kapal Ajax. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menyaksikan uji coba senjata strategis milik TNI AL yang berupa peluru kendali C-705 dan Torpedo 'Surface and Underwater Torpedo' (SUT) dengan sasaran KRI Karimata 960 dan memberikan aba-aba untuk penembakan peluru kendali.

Latihan Armada Jaya XXXIV/2016 sendiri digelar dengan tujuan untuk mengukur kemampuan prajurit serta mengukur kekuatan operasional dan keterpaduan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dalam mendukung operasi gabungan TNI ke depannya. Latihan ini melibatkan 39 unsur kapal perang berbagai jenis, 8 pesawat udara, dan 1.700-an pasukan pendarat beserta kendaraan tempurnya. Sebanyak 7.500 personil juga dilibatkan dalam latihan puncak Angkatan Laut kali ini.

Kepada para jurnalis usai acara, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa latihan seperti ini biasa dilakukan setiap dua tahun sekali. Selain itu, latihan juga dimaksudkan untuk memetakan senjata-senjata strategis yang dimiliki oleh TNI.

"Ini adalah latihan puncak Angkatan Laut yang dilakukan setiap dua tahun. Latihan ini dilakukan untuk uji coba senjata-senjata strategis yang kita punyai. Tadi sudah dicoba rudalnya, sudah dicoba juga meriam artilerinya dan juga roket-roket anti kapal selam. Karena tanpa latihan-latihan rutin seperti ini kita tidak akan bisa mengerti dan memperbaiki senjata-senjata strategis yang kita punyai," terang Presiden.

Presiden dalam kesempatan tersebut juga menyinggung soal kemandirian alutsista TNI. Presiden berharap segala senjata strategis buatan negara lain yang saat ini dimiliki Indonesia dapat dipelajari untuk kemudian dikembangkan lebih lanjut di Indonesia.

"Semua senjata-senjata strategis akan kita buat sendiri. Saya kira kalau sekarang kita beli ya tidak hanya beli saja. Kita pelajari apa memungkinkan industri strategis kita memproduksi itu. Saya kira semuanya kalau dipelajari bisa mendukung kemandirian itu," ucapnya.

Mendampingi Presiden dalam acara tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan KSAL Laksmana TNI Ade Supandi‎.(eas)

.

Jakarta,koranrakyat.com,-Pemerintah terus membenahi sektor infrastruktur agar dapat bersaing dengan negara-negara lain di era persaingan global
Presiden Joko Widodo Selasa pagi ini, 13 September 2016, telah meresmikan pengoperasian Terminal Petikemas Kalibaru Pelabuhan Tanjung Priok (NPCT 1), Jakarta. Dalam sambutannya, Presiden menekankan agar semua pihak terus berupaya mengejar ketertinggalan dan menjadi pemenang dalam persaingan dewasa ini.

"Persaingan antarnegara sekarang ini semakin hari semakin sengit. Semuanya membangun, melakukan inovasi, membangun fasilitas untuk mendukung daya saing masing-masing negara. Kita juga, kita tidak mau ditinggal, tidak mau kalah dalam kompetisi ini," ujar Presiden Joko Widodo.

Pembangunan terminal berteknologi modern terbaru di Tanjung Priok ini pun merupakan salah satu upaya pemerintah agar dapat bersaing dengan negara lainnya. Selama pembangunan NPCT 1, Presiden Joko Widodo terus memantau setiap perkembangannya sejak tahun 2012. Saat itu, dirinya meminta Pelindo II agar dapat bekerja dengan cepat untuk menyelesaikan pembangunan tahap pertama.

"Alhamdulillah sudah selesai yang pertama. Yang kedua juga harus segera diselesaikan, juga ketiga, terminal produk keempat dan kelima juga harus diselesaikan. Kalau keuangan Pelindo II tak cukup, gandeng investor. Persaingan makin ketat, kalau terlambat kita bisa ditinggal. Yang kedua sampai kelima harus dikejar. Tahun 2019 semuanya akan diselesaikan dan harus selesai tahun 2019," imbuhnya.

Persoalan mengenai dwelling time turut disinggung Presiden. Presiden terus menargetkan agar dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok bisa diefisiensikan menjadi hanya dua hari. Presiden juga meminta pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia untuk turut membenahi persoalan serupa.

"Mengenai dwelling time dua tahun yang lalu masih enam sampai tujuh hari. Tadi saya tanya sudah 3,2 sampai 3,7 hari. Tapi saya mintanya di dua hari, perbaiki lagi. Dan tidak hanya di Tanjung Priok, yang lainnya juga seperti di Belawan," tegas Presiden.

Presiden kemudian mengakhiri sambutannya dengan menyebut bahwa pembangunan pelabuhan modern dan fasilitas infrastruktur lainnya tidak bisa ditunda-tunda lagi. Penurunan biaya logistik transportasi dan pemberantasan pungutan liar merupakan tujuan yang dikejar oleh Presiden Joko Widodo.

"Pembangunan pelabuhan modern tidak bisa ditunda-tunda lagi. Selamat atas selesainya pembangunan yang pertama ini. Saya minta pengoperasian yang terintegrasi, kurangi dwelling time dan tidak ada pungli," tutupnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam peresmian tersebut ialah Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kapolri Tito Karnavian, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. 

NPCT 1 memiliki luas lahan kurang lebih 32 hektar dan mampu menampung kapasitas sebesar 1,5 juta TEUs per tahun. Terminal baru tersebut diproyeksikan untuk dapat melayani kapal peti kemas dengan kapasitas 13.000-15.000 TEUs dengan bobot di atas 150.000 DWT.

NPCT 1 merupakan terminal petikemas pertama dalam pembangunan tahap pertama Terminal New Priok yang terdiri atas tiga terminal peti kemas dan dua terminal produk. Pembangunan tahap kedua Terminal New Priok akan dilaksanakan setelah pengoperasian tahap pertama dari New Priok. Ke depannya akan ada sebanyak tujuh terminal peti kemas dan dua terminal produk dengan area pendukungnya yang memiliki total area sebesar 411 hektar. (eas)

Tuesday, 13 September 2016 00:49

Hari Raya Kurban: Momentum Tumbuhkan Semangat Berkorban

Written by

Jakarta,koranrakyat.comHari Raya Kurban merupakan momentum bagi semua orang untuk menumbuhkan semangat berkorban. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo usai pelaksanaan shalat Idul Adha 1437 H di Masjid Agung Ats-Tsaurah, Serang, pada Senin 12 September 2016. 

"Hari Raya Kurban yang jatuh pada hari ini menjadi pengingat kita semua, sekali lagi menjadi pengingat kita semua, bahwa spirit berkorban sangat diperlukan. Jangan hanya maunya ingin kaya sendiri, ingin menang sendiri," ucap Presiden.

Presiden menambahkan, semangat pengorbanan tersebut di antaranya dapat diwujudkan dengan bergotong royong dan bekerja keras untuk bangsa dan negara dengan menyingkirkan segala kepentingan pribadi.

"Dengan kerja keras itulah saya kira kita akan memenangkan persaingan dan kompetisi yang sekarang semakin hari semakin sengit," imbuh Presiden.

*Rayakan Idul Adha Bersama Masyarakat Banten*

Presiden Joko Widodo melanjutkan tradisinya untuk merayakan hari raya di sejumlah daerah di Indonesia. Pada Idul Adha tahun ini, Presiden memilih untuk merayakannya di Kota Serang, Banten.

Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama masyarakat Serang menunaikan Shalat Ied di Masjid Agung Ats-Tsaurah, Serang, pada Senin 12 September 2016. 

Tiba di masjid yang berada di jantung Kota Serang pukul 06.40, Presiden dan Ibu Iriana langsung memasuki masjid dan mengikuti takbir dan tahmid bersama.

Pukul 07.00, H. Ridho Abdul Wahab memimpin Shalat Idul Adha dan Prof. Dr. H. Fauzal Imam MA yang bertindak selaku penceramah menyampaikan khutbah yang bertema 'Makna Berkurban: Mengubah dari Etos Basa Basi ke Etos Aksi'.


Setelah menunaikan Shalat Ied, Presiden menyapa dan bersalaman dengan dengan warga yang memenuhi masjid. Bahkan beberapa di antaranya sempat berfoto bersama Presiden.

Di masjid ini, Presiden turut menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi yang akan didistribusikan kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu.

Mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja kali ini ialah Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Banten Rano Karno dan Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman.(eas)

.

Jakarta,koranrakyat.com,-Presiden Joko Widodo sore ini, Jumat 9 September 2016, menerima kunjungan kenegaraan perdana Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan bilateral antara keduanya, Indonesia dan Filipina sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan maritim. Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi kedua negara, seperti persoalan kuota haji dan pemberantasan narkoba.

Sebelum memulai pembicaraan bilateral, Presiden Joko Widodo menyebut kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Duterte hari ini merupakan kunjungan di saat yang tepat. Saat di mana angka perdagangan kedua negara semakin menunjukkan peningkatan di tengah tren pertumbuhan ekonomi dunia yang menunjukkan hal sebaliknya.

"Dengan kondisi ini, kunjungan Yang Mulia dilakukan pada saat yang tepat. Kunjungan ini memberikan semangat baru bagi upaya-upaya peningkatan kerja sama kedua negara," ujar Presiden.

Presiden Joko Widodo dalam kesempatan tersebut juga menyatakan mendukung keketuaan Filipina di ASEAN. Ia menambahkan, kepemimpinan Filipina di ASEAN akan menentukan perjalanan ASEAN untuk dapat melangkah ke depan.

"Tahun depan Filipina akan menjadi ketua ASEAN dan tahun depan ASEAN akan memasuki usia yang ke-50. Indonesia memberikan dukungan penuh bagi keketuaan Filipina di ASEAN," ungkapnya.

Senada dengan Presiden Joko Widodo, Presiden Duterte juga sepakat untuk mengawali pembicaraan peningkatan kerja sama kedua negara, utamanya dalam hal keamanan perairan. Duterte sekaligus memohon maaf kepada Presiden Joko Widodo terkait dengan sering terjadinya peristiwa penyanderaan awak kapal Indonesia di perairan Filipina.

"Saya sangat menyesal, Pak Presiden, bahwa kadang-kadang pengiriman batubara yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik di negara saya terhambat karena pembajakan," sesal Duterte.

Usai dialog keduanya yang berlangsung sekira kurang lebih 45 menit, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa setidaknya terdapat tiga hal yang telah disepakati kedua negara. Kesepakatan pertama yang dicapai ialah persoalan terkait dengan penyelesaian sejumlah calon jamaah haji Indonesia yang sedianya berangkat dari Filipina.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Duterte terhadap 177 orang calon haji kita yang bermasalah dan 168 sudah diselesaikan. Kami ucapkan terima kasih. Dan yang sembilan masih di Manila, kami tadi juga meminta agar juga dibantu agar secepatnya bisa diselesaikan," ungkap Presiden.

Kemudian, terkait dengan kuota haji Filipina yang digunakan oleh sejumlah jamaah haji Indonesia yang kini sudah berada di Tanah Suci, kedua pemimpin negara juga sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara bersama-sama.

"Tadi Presiden Duterte juga sudah menyampaikan untuk bisa diselesaikan bersama-sama. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih," imbuhnya.

Selain itu, permasalahan utama yang dihadapi kedua negara terkait keamanan perairan Sulu juga berhasil dicapai kesepakatan. Presiden Filipina sepakat untuk meningkatkan keamanan di wilayahnya sekaligus melakukan patroli bersama kedua negara.

"Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama menjamin keamanan di Laut Sulu. Kita harapkan ke depan sudah tidak ada masalah keamanan lagi di Laut Sulu. Dan kita akan bersama-sama berpatroli untuk menjamin keamanan di laut itu," ucap Presiden.

Di sisi lain, Presiden Duterte menambahkan, kedua negara juga sepakat untuk bekerja sama dalam hal penanganan terorisme dan ekstremisme. Penyebaran dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang juga disinggung olehnya.

"Kami sepakat untuk bekerja sama untuk mencegah, menangkap, dan mengadili para pelaku teror di lingkungan kita. Kami juga berbagi keresahan yang sama soal penyebaran obat-obatan terlarang dan dampaknya pada masyarakat kita," terang Duterte.

Duterte sendiri sebelumnya tiba sekitar pukul 16.00 WIB, dirinya disambut dengan upacara resmi kenegaraan‎ dan dikawal oleh sepasukan korps musik dan berkuda mulai dari silang barat daya Monumen Nasional. Begitu memasuki halaman Istana Merdeka, sebanyak 200 pelajar dari berbagai sekolah berdiri membentuk barisan untuk menyambutnya. Dengan mengenakan pakaian adat dari 33 provinsi di seluruh Indonesia, mereka semua mengibarkan bendera Indonesia dan Filipina sebagai tanda persahabatan.

Presiden Joko Widodo yang mengenakan batik lengan panjang berwarna coklat kemudian menyambut Presiden Duterte di sisi barat Istana Merdeka. Keduanya kemudian berjalan untuk mengikuti upacara kenegaraan. Dentuman meriam sebanyak 21 kali terdengar di antara lantunan lagu kebangsaan kedua negara.

Setelah pemeriksaan pasukan, Presiden Joko Widodo memperkenalkan para menteri yang hadir pada upacara tersebut dan Presiden Duterte memperkenalkan delegasi yang mengikutinya. 

Sekitar pukul 16.20 WIB, Presiden Joko Widodo mengajak Presiden Duterte ke teras belakang Istana Merdeka. Aktivitas yang kini dikenal dengan _veranda talk_ tersebut menandakan hubungan akrab yang coba dijalin kedua negara tetangga ini ke depannya. 

Turut hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Selain itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga tampak terlihat mendampingi Presiden Joko Widodo.(eas)

Friday, 09 September 2016 14:05

Presiden Jokowi Ajak Duterte 'Blusukan' ke Tanah Abang*

Written by



Jakarta,koranrakyat.com,-Diplomasi antarnegara tak selalu dilakukan di atas meja perundingan. Setidaknya itu yang coba dilakukan oleh Presiden Joko Widodo saat menerima sejumlah tamu negaranya. Pun demikian dengan kunjungan perdana Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte, ke Indonesia hari ini, Jumat 9 September 2016. Presiden berinisiatif untuk mengajaknya 'blusukan' ke Tanah Abang sebelum diterima secara resmi di Istana Merdeka.

Presiden Jokowi tiba di Blok A Pasar Tanah Abang pada pukul 13.55, tidak berapa lama Presiden Duterte tiba pada pukul 14.02. Keduanya berkemeja putih dan tampak kompak langsung disambut oleh masyarakat. Perhatian sejumlah masyarakat sekitar yang sedianya berbelanja kebutuhan dirinya pun teralihkan dengan hiruk pikuk masyarakat lainnya yang memang telah menanti kedatangan Presiden.

Masyarakat semakin histeris dan meneriakkan nama Joko Widodo begitu keduanya mendekat ke arah mereka. Ajakan foto pun tak jarang terdengar ketika itu. Presiden Duterte yang menyaksikan sendiri antusiasme masyarakat Indonesia tampak tersenyum.

Setelah berkeliling selama hampir 30 menit, keduanya berpisah, Presiden Duterte terlebih dahulu meninggalkan Pasar Tanah Abang. Lima menit berselang, giliran Presiden Jokowi meninggalkan Pasar Tanah Abang. 

Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebelumnya telah memberikan keterangannya kepada media terkait tujuan Presiden mengajak tamunya untuk 'blusukan' ke sejumlah tempat. Menurutnya, Presiden ingin memberikan contoh bagaimana cara Presiden Joko Widodo menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di Indonesia.

"Karena tidak bisa masalah itu hanya dilihat dari perencanaan di meja dan lain sebagainya, maka apa yang dilakukan Jokowi turun ke lapangan menjadi banyak diinginkan oleh para pemimpin negara dunia untuk lihat langsung, termasuk ketika PM Australia mereka yang minta," terang Pramono di Komplek Istana Merdeka pada Jumat, 9 September 2016.

Indonesia merupakan negara yang pertama kali dikunjungi oleh Presiden Duterte sejak dirinya dilantik menjadi Presiden Filipina ke-16 pada 30 Juni 2016 lalu. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan Duterte telah bertemu secara singkat saat keduanya menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Vientiane, Laos.(eas)

Friday, 09 September 2016 14:00

Presiden Jokowi Lantik Budi Gunawan sebagai Kepala BIN

Written by



Jakarta,koranrakyat.com,-Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan pada Jumat 9 September 2016. Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara Jakarta sekitar pukul 17.30 WIB.

Budi Gunawan dilantik menjadi Kepala BIN dengan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 102/P Tahun 2016. Sebelumnya, Budi Gunawan disetujui oleh paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi Kepala BIN usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR pada 7 September 2016.Pria kelahiran 11 Desember 1959 tersebut sebelumnya menjabat sebagai Wakapolri sejak 22 April 2015. 

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, sejumlah Menteri Kabinet Kerja, dan sejumlah pejabat tinggi Polri.

Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan jabat tangan yang dimulai dari Presiden Joko Widodo dan diikuti oleh sejumlah tamu undangan yang hadir.(as)

Page 9 of 24

Entertaiment

Face Book Galleries

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM-Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11)2018  terhadap pesawat Lion Air JT 610...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali naik motor _custom_ miliknya untuk menghadiri acara...
      BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyampaikan apresiasi...
  BENGKULU (KORANRAKYAT.COM)  Selepas ba'da Ashar, Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu mulai dipadati oleh jamaah yang...
        BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Setelah memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Taman Makam...
    BANDUNG(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan...
    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Musibah korban penonton drama kolosal di Surabaya Tiga orang meninggal dan 15 luka...
    TEGAL(KORANRAKYAT.COM)Konektivitas dalam hal transportasi sebagaimana yang sering disinggung oleh Presiden Joko...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar rapat terbatas untuk...
    BENGKULU(KORANRAKYAT.COM) - Bendahara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah terjaring Operasi Tangkap...

Ekonomi News

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait hari ini menggelar

     
  •  

     

    BALI(KORANRAKYAT.COM)Indonesia dan Singapura telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di

     
  •  

    *Presiden Harap Ajang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Promosikan Produk Unggulan Indonesia*

     

     
  •  

    JAKARTA(KORANRAKKYAT.COM)  Kehadiran Gula Kristal rafinasi akan menggangu penjualan gula lokal gula

     
  •  

Malang Raya

Rendra Bupati Malang Ditahan