Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik dan tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Polri : Sejak Januari 2020, Sita 6,9 Ton Narkoba
Last Updated on Jun 05 2020

Polri : Sejak Januari 2020, Sita 6,9 Ton Narkoba

JAKARTA, KORANRAKYAT.COM - Upaya pemberantasan narkoba terus dilakukan, hingga  sejak Januari 2020, Polri  sita 6,9 Ton.Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis mengungkapkan, jajarannya telah menyita 6,9 ton narkoba sejak awal Januari 2020 hingga saat ini. "Selama enam bulan, total 6,9 ton narkotika...
Genderang Pilwali Surabaya Menghangat
Last Updated on Jun 02 2020

Genderang Pilwali Surabaya Menghangat

    SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) Genderang  pemilihan wali kota Surabaya mulai menghangat lagi. Sebelumnya, ada kesepakatan untuk menyelenggarakan pilwali pada 9 Desember, lantas diikuti rencana untuk memulai kembali tahapan pada 15 Juni atau dua pekan lagi. KPU Surabaya sedang mempersiapkan diri...
 Artis Dwi Sasono Dianggap Bukan Pengedar Diduga Akan Direhabilitasi
Last Updated on Jun 02 2020

Artis Dwi Sasono Dianggap Bukan Pengedar Diduga Akan Direhabilitasi

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung memastikan artis Dwi Sasono bukan seorang pengedar narkoba. Hasil penyelidikan awal dia hanya terindikasi sebagai pemakai narkoba. “Sudah kami lakukan buka komunikasinya dan sama sekali...
KPK  Akan Kejar Baking  DPO Nurhadi Dalam Persembunyianya
Last Updated on Jun 02 2020

KPK Akan Kejar Baking DPO Nurhadi Dalam Persembunyianya

–JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Komisi Pemnerantasan Korupsi (KPK) akan menjerat pihak yang turut menyembunyikan Nurhadi dengan Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi. KPK masih mendalami pihak lain yang turut serta membantu persembunyian Nurhadi dengan menantunya, Rezky Herbiyono. “Kami sampai saat ini...
Pria Bertato Peta  Ikut Demo Rusuh Pro George Floyd di AS
Last Updated on Jun 02 2020

Pria Bertato Peta Ikut Demo Rusuh Pro George Floyd di AS

  PHILADELPHIA,KORANRAKYAT.COM - Seorang pria yang ikut demo rusuh atas kematian pria kulit hitam George Floyd di Amerika Serikat (AS) jadi sorotan media lengan kanannya bergambar peta Indonesia. Pria itu bernama Rainey Arthur Backues.Foto-foto aksi Backues viral di media sosial. Salah satunya...

World Today

  •  
    Trump Kirim Ribuan Tentara Bersenjata



    WASHINGTON DC, KORANRAKYAT.COM - Presiden AS Donald Trump menyatakan, dia mengerahkan "ribuan

     
Tuesday, 02 June 2020 13:11

KPK Akan Kejar Baking DPO Nurhadi Dalam Persembunyianya

Written by 
Rate this item
(0 votes)

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Komisi Pemnerantasan Korupsi (KPK) akan menjerat pihak yang turut menyembunyikan Nurhadi dengan Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi. KPK masih mendalami pihak lain yang turut serta membantu persembunyian Nurhadi dengan menantunya, Rezky Herbiyono.

“Kami sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Apakah selama DPO yang bersangkutan dilindungi, dibantu ataupun kemudian difasilitasi persembunyiannya oleh pihak-pihak lain,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/6).

Akademisi Universitas Jember ini menegaskan, KPK tak segan akan menjerat menjerat dengan Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi. Pasal tersebut disematkan kepada pihak yang menghalangi, merintangi, dan menghambat proses penyidikan.

“Maka kepada pihak-pihak tersebut tentu akan kami tindak tegas menggunakan Pasal 21 tersebut,” tegas Ghufron.

Ghufron menyebut pihaknya sudah menerima berbagai informasi selama masa pelarian Nurhadi. Menurutnya, setiap informasi yang diterima akan ditelusuri lebih dalam untuk menemukan fakta.

“Kalau info-info tentu sampai saat ini tentu kami terima, akan kami himpun itu semua. Yang penting info tersebut tentu perlu dikroscek dengan hasil pemeriksaan, dengan alat bukti lain, maupun tersangka yang sudah di tangan kami. Tentu kami akan lanjutkan itu,” ujar Ghufron.

Untuk diketahui, tim penyidik KPK telah menangkap Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono pada Senin (1/6) malam. Keduanya dibekuk di sebuah rumah di Simprug, Kebayoran, Jakarta Selatan.

Dalam penangkapan itu, tim penyidik juga mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida. Tin diketahui kerap mangkir saat dipanggil oleh penyidik KPK dalam kasus yang menjerat suaminya. Meski demikian, Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) itu masih berstatus saksi dalam kasus ini.

Tim Satgas juga turut menggeledah rumah yang diduga jadi tempat persembunyian Nurhadi dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA itu, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu yakni, Nurhadi, Rezky Herbiono dan Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

Kini, KPK telah menahan Nurhadi dan Rezky di rumah tahanan (Rutan) Kavling C1, Gedung KPK lama setelah menjalani pemeriksaan intensif sejak pagi tadi. Keduanya bakal mendekam di jeruji besi selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini.

Nurhadi dan Rezky Herbiyono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana(as) 

Read 458 times
Login to post comments

Panggung Koruptor

  •  

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Komisi Pemnerantasan Korupsi (KPK) akan menjerat pihak yang turut

     
  •  

     

     

    JAKARTA, KORANRAKYAT.COM--Kejaksaan Agung memproses penyitaan terhadap tanah dan rumah milik

     
  •  

     

     

    JAKARTA,KORANRAKYAT.COM- Tim Intelijen Kejaksaan Agung mengamankan terpidana buronan

     
  •