Selamat Datang Di Koranrakyat.com infokan berbagai kasus atau keluhan yang berkaitan dengan layanan publik melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. tertarik jadi wartawan dan iklan kirim lamaran ke email cv anda ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Headline News

Sekda Jatim Tinjau Exchange Center Jatim di Tianjin
Last Updated on Dec 09 2017

Sekda Jatim Tinjau Exchange Center Jatim di Tianjin

TIONGKOK(KORANRAKYAT.COM) Sekretaris Daerah Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Soekardi membuka pusat promosi investasi, dagang, dan pariwasata Jawa Timur atau Exchange Center Jatim di European Trade Center, Tianjin (ECJT) Tiongkok. Pembukaan ini menandai ditempatinya lokasi baru ECJT Jawa Timur dari...
Jendral Hadi Tjahjanto Arek Malang  Jadi Panglima TNI
Last Updated on Dec 09 2017

Jendral Hadi Tjahjanto Arek Malang Jadi Panglima TNI

    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 8 Desember 2017 sekira pukul 17.00 WIB.   Hadi Tjahjanto dilantik...
Kapolres Banjar Adakan FGD Anti Radikalisme
Last Updated on Dec 09 2017

Kapolres Banjar Adakan FGD Anti Radikalisme

BANJAR, KORANRAKYAT.COM- Polres Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengadakan  Forum Group Discotion (FGD)  anti radikalisme. Kapolres Banjar, AKBP Pol Takdir Mattanete , Selasa (28/11) 2017 mengatakan  jadi Polres Banjar  baik kita ini yang  adalah kegiatan rutin yang kita lakukan baik...
Buntut Pemukulan Polisi Terhadap Wartawan di Timika Kasusnya Di Proses Propam
Last Updated on Dec 09 2017

Buntut Pemukulan Polisi Terhadap Wartawan di Timika Kasusnya Di Proses Propam

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Adanya pengeroyokan  pemukulan dan pemukulan terhadap Saldi Hermanto   salah satu wartawan di Timika yang diduga dilakukan 6  oknum anggota Sabhara . Kasusnya  diproses Propam dan dilimpahkan ke Bareskrim.Sedangkan  6 oknum itu juga laporkan wartawan terkait UU...
Di Banjar Polisi Urusi Pertanian
Last Updated on Dec 09 2017

Di Banjar Polisi Urusi Pertanian

  BANJAR,(KORANRAKYAT.COM)- .Babinkamtibmas  membuka lahan dengan menanam tanaman Hilikultura  Cabe, Semangka  diawali dengan setengah hektar hingga 8 Hektar dengan modal awal gaji sendiri selama 3 bulan. Kini sudah ada 5 Kelompok tani yang anggota 120 orang.           Kapolres...

Seputar Dunia

  •  
    Presiden Jokowi : ASEAN dan India Generator

     

    MANILA(KORANRAKYAT.COM) ASEAN dan India memiliki potensi yang sangat besar yakni pasar bersama

     
Saturday, 09 December 2017 02:52

Jendral Hadi Tjahjanto Arek Malang Jadi Panglima TNI

Written by

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 8 Desember 2017 sekira pukul 17.00 WIB.

  Hadi Tjahjanto dilantik menjadi Panglima TNI berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 83 Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI. Sebelumnya, Hadi disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat menjadi Panglima TNI usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR pada Rabu kemarin.Pria kelahiran 8 November 1963 tersebut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) sejak 18 Januari 2017.

 Hadi mengawali karier sebagai pilot TNI Angkatan Udara di Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Ia banyak menghabiskan waktunya di Skadron 4 Malang hingga menjabat Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2. Pada 2010-2011, ia diberi tugas untuk menjabat Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah.

 Dirinya juga sempat menjabat Sekretaris Militer Presiden hingga 2016. Sebelum diangkat sebagai KSAU, Hadi menjabat Irjen Kementerian Pertahanan.Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan jabat tangan yang dimulai dari Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri untuk kemudian diikuti oleh sejumlah tamu undangan yang hadir.(eas)

 

 

 

 

 

 

 

.

 

BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan mengharapkan peranan Indonesia dalam menengahi konflik yang terjadi di Afghanistan. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo setelah menerima kunjungan delegasi _High Peace Council_ (HPC) atau Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan yang dipimpin langsung ketuanya, Mohammad Karim Khalili di Istana Kepresidenan Bogor.

  “Kita dianggap netral di tengah, tidak memiliki kepentingan. jadi antusias yang disampaikan oleh beliau akan kita sambut baik dan saya tadi juga menyampaikan segera akan menyusun jadwal secepatnya nanti,” ujar Presiden.

 Presiden Jokowi menyampaikan akan segera mengundang ulama-ulama Afghanistan, Pakistan dan negara lainnya sebagai langkah awal proses perdamaian.“Kemudian juga bersama-sama dengan ulama di Indonesia untuk bersama-sama mencarikan solusi bagi saudara-saudara kita yang ada di Afghanistan,” ujar Presiden. 

 Menurut Presiden, dalam pertemuan tersebut Khalili menyampaikan bahwa Indonesia adalah sebuah contoh penerapan Islam yang benar. “Dan mereka ingin _sharing_ dan belajar banyak mengenai Islam moderat yang ada di Indonesia,” ucap Kepala Negara.Sementara itu, Khalili menyampaikan bahwa dirinya membawa 39 orang delegasi dan sangat bangga dapat berada di Indonesia. ia juga mengatakan sangat senang jika Indonesia dapat berperan menyelesaikan konflik di Afghanistan karena dirinya menganggap Islam di Indonesia adalah Islam yang moderat. 

 “Kami menyadari pentingnya peranan ulama Indonesia. Kami sangat berharap Indonesia dapat membantu kami mencapai perdamaian dan stabilitas di Afghanistan. Dan kami sangat senang permintaan kami diterima serta menantikan peran Indonesia untuk mempercepat proses perdamaian di Afghanistan,” tutur Khalili.

 Selain membantu proses perdamaian di Afghanistan, Khalili mengakui bahwa pengalaman Indonesia dalam mewujudkan toleransi antar suku, budaya dan agama sangat penting. “Pengalaman Indonesia ini sangat penting bagi negara kami dan akan menerapkannya,” ucap Khalili.

 Selain bertemu Presiden, Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan dijadwakan juga akan berdialog dengan  Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dan berkunjung ke Istiqlal, pondok pesantren dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. “Untuk melihat kenapa di Indonesia bisa rukun, bersaudara,” kata Presiden. 

 Adapun kunjungan Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang berlangsung April 2017.Setelah mengadakan pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden kemudian menjamu delegasi Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan di sebuah kafe yang berada di kawasan Kebun Raya Bogor.

 Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.(eas)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)  – Polri  dan TNI berhasil melakukan evakuasi evakuasi sekitar 345 warga desa Kimberly dan Utikini Papua , setelah melakukan aksi baku tembak Jumat (17/11) 2017 pada siang. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto ketika dihubungi, Jumat (17/11) 2017 membenarkan informasi tersebut." Info tersebut sudah benar. Sudah diklarifikasi dengan Asops Kapolri (Irjen M Iriawan), ujarnya"

Selanjutnya, Setyo menjelaskan setidaknya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang keluar dari kampung itu oleh .” Oleh karena itu kita mengikuti saja perkembangannya, “ jelasnya.

            Secara terpisah Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar  ketika dihubungi, Jumat(17/11) 2017  menegaskan Dari informasi  yang dihimpun ,  petugas gabungan TNI dan Polri berhasil mengevakuasi 345 warga desa Kimberly dan Utikini, Papua, Jumat (17/11) 2017  siang. Hal ini proses evakuasi sandera yang berlangsung dari pukul 11.00 WIT hingga 12 WIT  diwarnai penembakan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Evakuasi berlangsung bertahap. Rombongan evakuasi pertama telah sampai dengan selamat di Mapolsek Tembagapura, Mimika, Papua.

Terkait dengan  menyikapi  penyekapan terhadap ratusan warga yang tinggal di sekitar area Freeport yang dilakukan kelompok bersenjata. “Saat ini di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300 warga non-Papua yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang oleh kelompok bersenjata dilarang bepergian keluar kampung tersebut,” tegasnya.

Sementara  Kapolri Jenderal Tito Karnavian  mengatakan di Desa Banti yang lokasinya berdekatan dengan Kampung Kimbely, lanjut dia, informasinya ada sekitar 1.000 penduduk asli setempat juga dilarang bepergian. Petugas terus mengupayakan cara persuasif. Namun, apabila tidak berhasil, aparat tak segan-segan untuk bertindak."Negara tidak boleh kalah. Kita harus lakukan tindakan," ujarnya.

 Dikatakan Tito petugas berusaha  meminimalkan jatuhnya korban, baik dari warga masyarakat yang disandera, KKB, maupun petugas Polri dan TNI."Kadang jatuhnya korban tidak bisa dihindari, namanya operasi penegakkan hukum. Operasi bersenjata lawan bersenjata itu rentan ada korban," tandasnya. (vk)

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Kapolri Jendral Tito  Karnavian tanggapi soal kebrutalan dan aksi teror dan penyanderaan  terhadap 1300 warga sipil di papua hingga tewaskan anggota Brimon dan warga sipil. Kalau sudah batas tertentu dan terjadi Deadlock maka aparat akan melakukan tindakan tegas.  ujarnya usai melakukan sertijab Irwasum Kamis (16/11) di Rupatama Mabes Polri.  

Dikatakan Tito saya  prihatin dan duka  atas  gugurnya anggota Brimob di Timika Polda Papua yang dalam rangka tugas melaksanakan tugas negara.kita sesalkan kita semua turut berduka cita tapi itulah resiko dari tugas .”Saya juga sudah berkali-kali  melakukan operasi kalau.sudah.menyangkut operasi daerah konflik, resiko memang tinggi tetapi kita semua percaya bahwa kematian itu ada ditangan Tuhan kita bisa mati kapan pun saja,dimana saja, siapa.saja  dalam operasi yang mempunyai  resiko tinggi, bisa saja meninggalnya serangan jantung. Semua karena Tuhan,” ujarnya.

Tito  yakin.karena anggota  niatnya baik dalam rangka tugas mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dan menegakkan hukum dan memelihara keamanan dan ketertiban di wilayah Tembagapur saya doakan insyah Allah yang bersangkutan meninggal sebagai Syuhada dan diterima oleh Allah serta diampuni  dosanya.  ” Kita juga berikan kenaikan kepangkatan anumerta kepada yang bersangkutan haknya kita berikan ,keluarganya juga kita perhatikan,” tegasnya.

Untuk itu, Tito jelaskan Saya minta peristiwa ini tidak mengendorkan semangat anggota ,sekali lagi resiko kita menjadi anggota polisi, resiko menjadi Brimob banyak anggota gugur. Karena tugas polisi adalah tugas yang mulia jangan dilihat negatifnya saja banyak anggota anggota kita yang berjuang dilapangan gugur terluka yang mungkin terlupakan oleh masyarakat .” Kami meminta kepada masyarakat hanya ingin dukungan saja dan kami laksanakasn tugas untuk menjaga NKRI ,kami laksanakan.tugas untuk mengabdi kepada bangsa dan negara ini kepada masyarakat meskipun resikonya hilang nyawa.      

          Ia juga  2 tahun di Papua jangan sampai ada yang mengatakan bapak jangan hanya omong  saja dan saya perna terlibat kontak senjata di Lamno Jaya saya pimpin.sendiri dua jam kontak tembak tetapi kalau memang Tuhan belum menentukan kematian saya ya  belum mati. Kalau Tuhan belum menentukan mati , buktinya saya juga masih hidup kendati ada resiko,” jelasnya.

          Tito katakana  situasinya susun  kekuatan di Papua sudah ada Polri dan TNI. Saya sudah koordinasi dengan Bapak Panglima, Kapolda sudah bersama-sama  Panglima, Kodam ada disana. Kekuatan kita cukup disana tetapi kelompok Kriminal bersenjata ada disana.” Mereka.memang menguasai medan,fisik.mereka di ketinggian mereka juga itu ketinggian hampir 2.000 itu cukup berat oleh karena itu disana ada warga masyarakat. Katanya tidak disandera tetapi saya ingin tanya apa istilah untuk mengganti situasinya disana masyarakat tidak boleh keluar dari situ dengan ancaman cuma bedanya tidak diikat tangannya, tidak di ikat kaki dan tanganya.hukuman itu namanya penyadraan perampasan kemerdekaan tidak memperbolehkan.orang lain.melakukan pembatasan sebebas-bebasnya ,” akunya.

          Seiring dengan itu, Tito mengungkapkan saya ingin.sekali hendaknya itu namanya pelepasan kemerdekaan, kemerdekaan apapun pembahasannya.yang disampaikan sekarang ini terjadilah adalah propaganda  tetapi yang kita inginkan  jangan sampai ada korban.

Dikatakan  kita Tito all out dilaksanakan namun kalau cara- persuasif tidak bisa kita lakukan dan deadlock maka kita tidak mungkin kita diamkan, negara  tidak boleh kalah dan.kita harus lakukan perlawanan tapi tentunya tindakan itu dengan mengurangi dan meminimalisir korban. “Kalau ada korban dihindarkan baik dikalangan Petugas atau dikalangan kelompok bersenjata atau di Masyarakat kadang-kadang tidak bisa di andaikan namanya operasi penegakkan hukum, operasi bersenjata rentan terhadap korban. Oleh karena.itu kawan-kawan Komnas HAM bisa datang kesana untuk melakukan mediasi, jangan.kalau ada apa apa hanya menyalakan pada petugas saja, ingat petugas ini Polisi dan TNI yang ada disini mereka juga berjuang nyawa. Jangan nanti mereka sudah bertindak ada korban disalahkan lagi ini,” rincinya.

Disinggung apakah belum diketahui motifnya seperti apa, Tito menandaskan Sparatisme, ya ada campur-campur ada motif ekonomi ke tempat pengulangan dengar -dengar mereka minta saham Freeport lah , motif sparatisme juga ia, pokoknya campur-campur. “Harus, sedapat mungkin gunakan rompi anti peluru .Ya, harusnya mereka menggunakan anti peluru. Rompi anti peluru kita nanti saya cek,tanya pada Kapolda cukup atau tidak.Kalau cukup silakan pakai dan wajibkan . Jangan ambil resiko karena saya tahu persis medan ,ini kan gunung dan kemudian jalannya berkelok-kelok dan kanan kiri jurang , hutan lebat kiri kanan dan itu cukup berat saya tahu. Ini bisa muncul dimana saja kelompok itu,” tandasnya.(vk)

 

 

PAPUA ( KORANRAKYAT.COM) Korban terus berjatuhan di Papua, setelah warga masyarakat dilaporkan tewas di tembak oleh kelompok Aksi teror yang dinamakan Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB)  kini giliran dua anggota Brimob yang jadi sasaran peluru panas kelompok aksi teror, hingga seorang anggota Brimob tewas dan seorang mengalami luka berat. Masihkah aparat melunak,, tanpa memberikan tindakan tegas terhadap kelompok aksi teror yang menyandera 1300 warga di Papua.

Satuan Tugas Operasi Terpadu yang merupakan gabungan antara personel Tentara Nasional Indonesia dan Korps Brigade Mobil Kepolisian RI masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok bersenjata yang melakukan teror penembakan di sekitar Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Seorang anggota Brimob Kepolisian Daerah Papua tewas ditembak kelompok tersebut pada Rabu dinihari, 15 November 2017.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan operasi pengejaran kelompok bersenjata ditingkatkan lantaran kelompok tersebut memberikan perlawanan sengit kepada aparat. "Sampai sekarang, kami masih melakukan pengejaran. Mudah-mudahan sesegera mungkin para pelaku dapat kami lumpuhkan dan tangkap, sehingga dapat diketahui apa sesungguhnya maksud dan tujuan mereka," ucapnya, Rabu, 15 November 2017.

Ia berujar, dalam beberapa hari terakhir, kelompok bersenjata itu selalu melakukan penembakan kepada anggota Polri dan TNI serta para karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktornya. Bahkan, tutur dia, kelompok bersenjata melakukan kekerasan kepada masyarakat sipil di Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura.Rabu sekitar pukul 03.50 WIT tadi, kelompok bersenjata itu terlibat kontak tembak dengan aparat Brimob Detasemen B Polda Papua di sekitar Mile 69, Distrik Tembagapura. Dalam insiden itu, dua anggota Brimob tertembak, satu di antaranya atas nama Brigadir Firman gugur setelah peluru bersarang di punggungnya. Rekan korban, Brigadir Kepala Rumente, menderita luka tembak pada bagian punggung dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Tembagapura.

Kamal menuturkan baku tembak dengan kelompok bersenjata terjadi saat anggota sedang menelusuri jejak para pelaku penembakan terhadap kendaraan PT Freeport di lokasi yang sama. Dalam peristiwa itu, sopir kendaraan tersebut atas nama Raden Totok, karyawan PT Puncak Jaya Power, mengalami luka tembak di bagian paha "Menindaklanjuti kasus penembakan kemarin pagi di Mile 69, langkah-langkah yang dilakukan rekan kami di lapangan setelah melakukan olah TKP dan mendapat perlawanan dari KKB adalah menelusiri jejak-jejak para pelaku. Saat itulah, terjadi kembali kontak tembak, sehingga satu anggota kami gugur," kata Kamal.

Saat ini, jenazah Brigadir Firman dalam proses evakuasi dari Tembagapura menuju Timika, Papua, dengan penerbangan helikopter untuk segera dimakamkan. "Kami sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga besar yang ada di Timika, apakah almarhum akan dimakamkan di Timika atau dibawa ke Sulawesi Selatan," ucapnya. Kamal menduga kedua korban tertembak oleh kelompok bersenjata dari posisi samping. Sebab, saat kontak tembak terjadi, dua anggota Brimob tersebut mengenakan rompi antipeluru.

Sementara sebelumnya Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Selasa (14/11) 2017 mengatakan dari hari kamis itu ada yang dilaporkan  ada keluarganya yang tidak kembali lagi  dan waktu ditelepon dia ada suara tembakan , dia katakan ada di Posisi ini dan kemudian ternyata di cek dia dan meninggal disitu.” Martinus Waker    dari kampung Banti,  . Kita tidak tau siapa yang menembak. Sampai sekarang yang menembak . Karena petugas kebetulan petugas tidak bisa masuk karena jalannya dilubangi pakai teko,” ujarnya.(rb/vk)

 

 

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)-  Aksi teror 1300 Warga di Papua  hingga kini semakin menantang aparat . Disisi lain sejumlah warga sudah ada yang  jatuh sakit dan bahkan ada yang ditembak hingga tewas, namun cukup aneh tindakan polisi tidak  ada tindakan tegas, kendati upayah negosiasi telah dilakukan, sehingga terkesan lamban penangani aksi teror di papua.    

            Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri, Selasa (14/11) 2017 mengatakan dari hari kamis itu ada yang dilaporkan  ada keluarganya yang tidak kembali lagi  dan waktu ditelepon dia ada suara tembakan , dia katakan ada di Posisi ini dan kemudian ternyata di cek dia dan meninggal disitu.” Martinus Waker    dari kampung Banti,  . Kita tidak tau siapa yang menembak. Sampai sekarang yang menembak . Karena petugas kebetulan petugas tidak bisa masuk karena jalannya dilubangi pakai teko,” ujarnya.

Ketika ditanya mau sampai kapan dibiarkan oleh pemerintah, Setyo menegaskan Kita berharap secepatnya karena itu kan harus secara persuasif. Jangan sampai Itu ada  korban dan apa lagi masyarakat yang menjadi korban. Apa lagi masyarakat yang tidak tahu menjadi korban. “Itu  yang kita hindari dan oleh sebab itu kita cara -cara persuasip kita melakukan negosiasi. Semetara saya dengar sampai sekarang pihak TNI Polri disana       

Siapa Ketua KKB dan siapa yang ditua kan disitu, jadia kita dengan yang punya otoritas. Kalau tidak punya otoritas dia tidak bisa melakukan penyidikan dan kita berharap cara persuasif semuanya bisa terselesaikan dengan baik,” tegasnya.  

          Untuk itu, Setyo menjelaskan memang di kampung disitu namanya  Martinus Waker . Kampung Banti kampong Kembali disitu semua. Kelompok itu memang basisi disitu. Perna saya ceritakan bahwa dikampung itu tinggal 300 orang pendatang ada orang Jawa,ada orang Makasar, kemudian yang 1000 orang itu warga setempat . “Pekerjaan  mereka sehari-hari melakukan mendulang emas yang teling dari Freport itu. Nah kelompok KKB sudah mendapatkan nilai ekonomi dari situ dalam tanda petik mereka melakukan pemalakan mereka melakukan nilai ekonomi lah. Maka  ada disitu dan tahu persis  di Kampung-kampung itu. Dari deteksi petugas ad 21 orang yang didalam kampung,” jelasnya.

 

          Menyingung kondisi warga masyarakat, Setyo merincinya Infromasi dari warga yang keluar dan kemarin ada yang keluar ibu-ibu yang diantar keluar karena hamil ya memang untuk anak-anak memerlukan bantuan susu terutama makana-makanan untuj anak dan sudah  dukung oleh Pemda setempat dengan  memberikan dua container yang dibandtu juga pendistribusiannya.” Tetapi warga masyarajat tidak bisa keluar juga kita  bantu kita dekat kan kesana dan kita ambil pelan-pelan dan itu belum optimal. Ada utusan-utusan mereka dari warga . Masyarakat kan Ibu-ibu ada yang keluar,” rincinya.  

            Setyo menandaskan  Ya itu kita harapkan bisa masuk kesana dan bisa memberikan, tim kesehatan dengan  memberikan masukan gizi yang cukup. Kasihan  walaupun Pemda sudah memberikan susu dan bahan tambahan yang ada. Saya belum bisa pastikan disitu belum bisa dipastikan dengan batasan waktu. “Kita  berharap dari KKB juga lebih memahami  bahwa  fungsi aparat keamanan bahwa ingin membantu supaya masyarakat mendapat akses keluarga dari situ dan bisa beraktivitas seperti  itu . Kita berharap masih ada harapan dan ada komunikasi ya , kita berharap seperti itu dan mereka juga warga kita,”tandasnya.

             Sementara angota  Komisi 1  Abdul Kharis  mengatakan menyandera 1300 orang di dua desa itu tidak main main, kan banyak  jumlahnya. Kalau hanya sekedar motif ekonomi pengamatanya sangat sederhana, oleh karenananya harus dicari motif sebenarnya dan mereka dapat dari mana senjata yang ia miliki. O;eh, karenanya  TNI - Polri harus bisa bergerak dengan cepat, kalau langka negosiasi tak bisa harus ada langka lain yang lebih cepat   Hal senada juga  disampaikan  oleh  Ketua PPP  Romahurmuzy  yang kerap dipanggil Romi mengharapkan polisi bisa lebih cepat lagi  menyelesaikan aksi teror di Papua sehingga korban tidak berjatuhan (as/vk)

 

 

 

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) – Kapolri sampaikan hanya puluhan orang yang disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tapi anehnya puluhan orang mampu menyadera ratusan orang yang ada di dua desa Banti 1000  dan desa  Kimbely  300 di Papua, yang jumlahnya penduduknya total  1.300 orang.  Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian di temui disela-sela Launcing Aplikasi Pelayanan Lalu Lintas di Ancol, Kamis (9/11) 2017 mengatakan polisi dan TNI- Polri menurunkan kekuatan sekitar 1000 personil di mile 74.

Dikatakan Tito  Tembagapura di bagian atas nama Desanya  Banti karena saya mantan Kapolda Papua hafal betul disitu ada nama ilegal Saner artinya mendulang ilegal. “Jumlahnya dari 8.000 sampai 10.000 dan mereka mengambil hasil telinya Freeport, Teli artinya sisa. Disitu ada masyarakat lokal setempat, ada masyarakat pendatang,” ujarnya.

            Selanjutnya, Tito menegaskan saya pernah identifikasi ada kelompok Kriminal Bersenjata, saya menyebutkan KKB. Jumlahnya engga banyak sebetulnya antar paling banyak 20 orang. “Ada 5 sampai 10 senjata. Mereka ini belakangan melakukan aksi itu menyerang petugas, motifnya ala masalah Ekonomi.

Faktor ekonomi biasa dan lain-lain. Memang dibawa isu-isu marasisme dan lain-lain,” tegasnya Tito jelaskan  lebih banyak masalah ekonomi itu lah mereka melakukan aksi itu makanya dari Polri ,Polda, dari Kodam dan Polda ingin melakukan penguatan kekuatan bersama. TNI dan Polri ada 1.000 dan yang paling tinggi mile 74 sampai didaerah paling bawa namanya Port Side 74 Mile hampir 100 km panjangnya. “Tapi jalannya  gunung kanan kiri jurang, sungai.

Mereka adanya bergabung dengan masyarakat . Setelah habis penembakan mereka bergabung lagi dengan masyarakat. Karena petugas dari Polda dan Kodam sudah melakukan penguatan pengamanan sekaligus membuat tim pengejaran pada saat tim pengejaran dilumpuhkan mereka biasanya akan bersembunyi dan menggunakan tameng masyarakat tadi,” jelasnya.

 

 

           Sesuai perkembangan, Tito menandaskan  Baik masyarakat lokal maupun masyarakat pendatang. Langkah yang dilakukan sekarang pengamanan Freeport tim pengamanan melakukan  soft negosiasi melibatkan gereja, tokoh adat dan tokoh masyarakat disana karena komunikasi masih bisa dibangun. Saya berharap dengan komunikasi ini bisa diselesaikan dengan cara-cara soft dengan cara-cara damai.” Ketika cara damai dilakukan dengan sangat terpasa penegakan hukum dengan sangat terukur sekali kita harap tidak ada korban dari masyarakat pasti kita harus lakukan. Tetapi sementara sedang berjalan mudah-mudahan cepat selesai semua,” tandasnya.(vk)

Thursday, 09 November 2017 11:03

Empat Tokoh Dapat Gelar Pahlawan Nasional dari Presiden

Written by

 

BOGOR(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo memimpin langsung upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh yang telah ditentukan berdasarkan pedoman yang ada. Penganugerahan gelar tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan hari Pahlawan tahun 2017.

          Keempat tokoh dimaksud ialah Tuan Guru K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati dari Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan Prof. Drs. H. Lafran Pane asal Yogyakarta.Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada keempatnya melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/Tahun 2017 tanggal 6 November 2017 dan dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 9 November 2017 dengan dihadiri oleh ahli waris dari keempat tokoh tersebut.

          Mengutip siaran pers Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Sekretariat Militer Presiden Laksma TNI Imam Suprayitno, penganugerahan gelar pahlawan nasional tersebut memperhatikan petunjuk Presiden Republik Indonesia sesuai usulan dari Kementerian Sosial mengenai permohonan pemberian gelar pahlawan nasional. Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan sendiri dalam menjalankan tugasnya berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009.(eas)

 

 

Wednesday, 08 November 2017 14:13

Jokowi Mantu Kembali Angkat Adat Budaya Jawa Dan Batak

Written by

 

SOLO(KORANRAKYAT.COM) Senyum bahagia tergambar dari wajah Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution usai proses ijab kabul berlangsung di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Rabu (8/11/2017).Putri Presiden Joko Widodo tersebut resmi dipersunting sang pujaan hati yang merupakan teman semasa kuliah.

Kahiyang Ayu tampak anggun dan cantik menggunakan kebaya tradisional berwarna hitam bermotif emas. Corak warna yang sama juga dikenakan oleh mempelai pria.Sebelum proses ijab kabul berlangsung, kedua pihak keluarga mempelai memberikan sambutan. Setelah itu, barulah prosesi akad nikah dilangsungkan.

Dalam akad nikah ini, Presiden Jokowi bertindak sebagai wali dari putri kandungnya. Untuk saksi pernikahan, dari pihak Kahiyang Ayu adalah Jusuf Kalla dan Maruf Amin. saksi dari mempelai pria, yaitu Syafii Maarif dan Darmin Nasution.Proses ijab kabul dipandu oleh Basir selaku Kepala KUA Banjarsari. Jokowi tampak duduk di samping pejabat KUA tersebut. Mahar pernikahan yang diserahkan Bobby berupa perlengkapan alat salat dan emas 80 gram.

Setelah Bobby Nasution berhasil mengucapkan ijab kabul dalam sekali tarikan napas, keduanya langsung menandatangani buku nikah.

Tak hanya ramai di dalam negeri, pemberitaan seputar pernikahan anak perempuan dari Presiden RI ke-7 tersebut juga menjadi sorotan dunia. Media-media asing tersebut mengangkat berbagai sisi dari pernikahan yang sederhana, tapi penuh kebahagiaan itu.

1. Kaya Akan Unsur Tradisional

Salah satu media internasional yang menyoroti pernikahan Kahiyang Ayu dan dan Bobby Nasution adalah Straits Times. Media asal Singapura tersebut menyoroti pernikahan keduanya yang kaya akan unsur tradisional Jawa.

Berbagai prosesi dilangsungkan pertanda dalam menjelang hingga hari pernikahan. Kemarin pagi misalnya, keluarga dari kedua belah pihak mengadakan prosesi siraman untuk calon pengantin.Bobby Nasution saat menyerahkan mas kawin ke Kahiyang Ayu setelah melangsungkan akad nikah di Graha Saba Buana, Solo, Rabu (8/11).

Sebuah bak air disiapkan sebelum prosesi siraman. Air yang digunakan pun diambil dari tujuh sumber alam yang berbeda. Dalam adat Jawa, hal ini melambangkan berkah untuk kehidupan baru.Ibu Negera Iriana Joko Widodo memulai proses siraman air yang dipenuhi oleh kelopak bunga yang kemudian diikuti oleh anggota keluarga dan kerabat yang lain Sementara prosesi siraman berlangsung, ratusan warga Solo memenuhi sepanjang jalan tak jauh dari kediaman presiden di jalan Kutai Utara.

Warga sengaja menyediakan nasi tumpeng -- sajian khas Jawa yang disajikan secara tradisional pada perayaan besar."Kami juga ingin merayakannya. Kami sangat bahagia," ujar Sarwojo (62), penjual sayuran di Solo. Demikian dikutip dari Straits Times (8/11/2017)."Kami berdoa semoga pernikahan berjalan lancar dan pasangan akan bersama hingga kakek dan nenek," ia menambahkan.Selain siraman, ada pula prosesi lain yang disebut midodareni, yaitu pihak keluarga dari mempelai pria mengantar mas kawin ke rumah pengantin wanita.(eas)

 

 

SOLO(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo santai menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, yang mengatakan hajatan pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu, sebagai acara yang berlebihan. Bagi Jokowi, pernikahan putri semata wayangnya itu tergolong sederhana."Ya relatif, lah yah. Yang namanya sederhana, wong kita ini juga punya hajatan di kampung, ya kan," kata Jokowi, usai gladi bersih di lokasi pernikahan, Gedung Graha Saba, Solo, Selasa 7 November 2017.

Pernikahan yang digelar pada Rabu 8 November 2017 besok itu, menurut Jokowi, tidak ada yang mewah. Selain karena di gelar di kampung halaman, juga banyak menggunakan fasilitas milik keluarga."Gedung juga gedung sendiri. Catering juga sendiri, panitia juga sendiri," kata Jokowi, yang turut didampingi oleh putra pertamanya Gibran Rakabuming.

Gedung Graha Saba Buwana – yang berlokasi di Banjar Sari, Surakarta – adalah milik keluarga Jokowi. Sementara urusan catering menggunakan Chilipari, yang dikelola oleh Gibran. Sementara kepanitiaan juga dipercayakan kepada putra sulung Jokowi itu. Sehingga, menurut presiden, tidak ada yang mewah, seperti yang disebutkan oleh Fahri.

"Jadi, jangan dibandingkan dengan yang lain-lain. Kita ini hajatannya di kampung, di daerah jadi ya adanya seperti ini," jelas Jokowi.Sebelumnya, Fahri menyoroti pernikahan Kahiyang. Menurutnya, acara pernikahan putri semata wayang Jokowi tersebut dinilai berlebihan.

Ia menyinggung aturan yang sempat dikeluarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, yang saat itu dijabat Yuddy Chrisnandi, yang hanya membolehkan pejabat mengundang paling banyak 400 orang untuk suatu hajatan.  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzahberpendapat, seharusnya pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu-Muhammad Bobby Afif Nasution, dirayakan secara sederhana dengan pesta kecil saja.Terlebih, menurut dia, sempat ada surat edaran agar pejabat negara tak mengundang pejabat lebih dari 400 orang. Menanggapi pernyataan itu, Menteri Koordinator  Kemaritiman  Luhut Binsar Pandjaitan, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Boyolali, angkat bicara. Menurut dia, acara pernikahan tersebut tidak seharusnya dipermasalahkan.

"Ya enggak jugalah. Orang banyak yang tidak diundang. Masak mau orang nikah saja mesti diomongin," kata Luhut, Selasa (7/11/2017). Fahri juga menyarankan agar pesta pernikahan Kahiyang-Bobbydiumumkan melalui Twitter atau Vlog. "Ya itu, kan, yang ngomong suruh lihat sendirilah. Entar saya pengin lihat kalau dia (Fahri Hamzah) nikahin putrinya gimana," ujarnya.Fahri Hamzah juga diundang ke resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, Rabu (8/11/2017). Namun, Fahri mengaku tak bisa datang karena pada tanggal tersebut berbenturan dengan jadwal piket pimpinan DPR.(as)

 

 

.JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Menanggapi pertanyaan jurnalis terkait polemik reklamasi di kawasan Teluk Jakarta, Presiden menegaskan bahwa ia tidak pernah mengeluarkan izin reklamasi baik selama ia menjabat sebagai Presiden maupun saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.“Saya sampaikan, saya sebagai presiden tidak pernah mengeluarkan izin untuk reklamasi. Sebagai gubernur, saya juga tidak pernah mengeluarkan izin untuk reklamasi,” tegas Presiden di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada Rabu 1 November 2017.

             Terkait Peraturan Gubernur Nomor 146 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Membangun dan Pelayanan Perizinan Prasarana Reklamasi Kawasan Strategis Pantura Jakarta yang menjadi polemik, Presiden mengatakan bahwa Pergub itu merupakan petunjuk untuk mengajukan perizinan.“Kalau yang itu, Pergub itu kan Pergub yang acuan petunjuk dalam rangka kalau kamu minta izin, bukan reklamasinya. Kalau kamu minta izin, aturannya seperti apa. Bukan kamu saya beri izin, kamu saya beri izin reklamasi, bukan itu,” jelas Presiden.(eas)

 

 

 JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo sore ini secara resmi melantik Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pelantikan keduanya digelar di Istana Negara pada Senin, 16 Oktober 2017.

   Prosesi pelantikan keduanya sore ini dilaksanakan serupa dengan prosesi pelantikan sejumlah gubernur dan wakil gubernur lainnya. Petikan Surat Keputusan Presiden diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada keduanya di Ruang Kredensial Istana Merdeka.

 Setelahnya, Presiden dengan didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersama Anies dan Sandiaga melakukan prosesi kirab dengan berjalan kaki menuju tempat pelantikan di Istana Negara. Mereka diiringi oleh pasukan kehormatan Paspampres selama berjalan menuju lokasi.

  Setibanya di Istana Negara, calon gubernur dan wakil gubernur diambil sumpah oleh Presiden dan dilantik dengan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83/P Tahun 2017 tanggal 14 Juli 2017 tentang Pengesahan Pemberhentian Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Sisa Masa Jabatan Tahun 2012-2017 dan Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Masa Jabatan Tahun 2017-2022 keduanya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

 "Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," demikian Presiden memimpin pengucapan sumpah jabatan. 

 Setelah dilantik, keduanya akan langsung mengemban amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk masa jabatan tahun 2017 sampai dengan 2022 mendatang.

 Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan yang hadir.

 Usai memberikan ucapan selamat, Presiden didampingi Ibu Iriana dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru dilantik.(eas)

 

 

Saturday, 14 October 2017 14:36

Presiden Jokowi Tinjau Kawasan Relokasi Sinabung

Written by

 

 

KARO(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo menyambangi kawasan relokasi/hunian tetap (Huntap) di Siosar, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara pada Sabtu pagi, 14 Oktober 2017. Lokasi tersebut merupakan kawasan relokasi bagi sekitar 3.331 Kepala Keluarga (KK) korban erupsi Gunung Sinabung beberapa waktu yang lalu.Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi berangkat menuju Siosar dengan menggunakan helikopter pada pukul 08.30 WIB.

   Setibanya di tempat relokasi, Presiden melihat kawasan tersebut dengan berjalan kaki. Sesekali Presiden menerima tawaran warga untuk berswafoto.Usai peninjauan, Presiden mengatakan kepada para jurnalis bahwa telah selesai dibangun 370 rumah berikut lahan untuk pertanian.“Tadi saya tanya juga apakah sudah bisa berproduksi, dijawab sudah. _Nanam_ apa, _nanam_ kentang,” ucap Presiden.

 

Pemerintah bertekad untuk menyelesaikan lagi rumah untuk sekitar 1.863 KK yang tersebar di 14 hamparan hingga akhir 2017.Sisanya sebanyak 1.098 rumah akan diselesaikan tahun depan. “Karena sudah ada penetapan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai lokasi yang akan digunakan kita harapkan rampung,” ujar Presiden.

 

Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan bahwa perizinan untuk lahan sudah dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dna Kehutanan. “Izin pemanfaatan kayu juga akan dikeluarkan oleh provinsi. Jadi untuk tahap satu itu 100 persen sudah selesai untuk di Siosar 370 KK,” ucap Willem.Untuk tahap dua sebanyak 1.863 rumah akan diselesaikan pada akhir tahun 2017. “Dilakukan secara relokasi mandiri di 14 hamparan dan perintah Presiden bahwa ini harus selesai pada akhir tahun 2017,” kata Willem.

 

*Singgah di Rumah Prajurit*

 

Sebelum meninggalkan Tanah Karo, Kabupaten Karo, Presiden Joko Widodo berkesempatan mengunjungi Markas Yonif 125/SMB di Tanah Karo, Kabupaten Karo.Di lokasi tersebut, Presiden sempat berkeliling dan melihat perumahan yang ada di markas tersebut. Salah satu rumah yang dikunjungi adalah rumah Kopda Sigit Suryono. Di sini Presiden singgah sejenak dan juga bertemu dengan istri dan anak pertama dari Kopda Sigit. 

 Istri Kopda Sigit yang tengah hamil 8 bulan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden atas kunjungan ke rumahnya. “Senang sekali dikunjungi Bapak Presiden,” ucapnya.Sebelum memasuki helikopter, Presiden juga sempat melihat beberapa rumah yang memerlukan perbaikan dan juga meninjau barak bintara dan tamtama remaja.Pukul 13.20, Presiden meninggalkan Tanah Karo, Kabupaten Karo dan tiba di Bandar Udara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara pada pukul 13.50 waktu setempat.(eas)

 

 

JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo sore ini secara resmi melantik Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2017-2022. Pelantikan keduanya digelar di Istana Negara pada Selasa, 10 Oktober 2017.

   Penetapan tersebut sesuai dengan mekanisme yang berdasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY.Untuk diketahui, sebelum keduanya diambil sumpah, petikan Surat Keputusan Presiden diserahkan terlebih dahulu oleh Presiden Joko Widodo kepada calon gubernur dan wakil gubernur di Ruang Kredensial Istana Merdeka.

 Setelahnya, Presiden dengan didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersama Sri Sultan dan Paku Alam berjalan kaki menuju tempat pelantikan di Istana Negara. Momen ini kita kenal dengan sebutan prosesi kirab di mana keempatnya diiringi oleh pasukan kehormatan Paspampres selama berjalan menuju Istana Negara.

 Setibanya di Istana Negara, calon gubernur dan wakil gubernur diambil sumpah oleh Presiden dan dilantik dengan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2017 tentang Pengangkatan Sri Sultan dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Masa Jabatan Tahun 2017-2022.

 "Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," demikian Presiden memimpin pengucapan sumpah jabatan.

 Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan yang hadir. 

 Setelah itu, Presiden dan Ibu Iriana bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY serta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno beserta anggota DPRD DIY berfoto bersama di depan Istana Merdeka.(eas)

 

 

 

 
 
CILEGON, (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 TNI pada Kamis pagi, 5 Oktober 2017. Peringatan HUT TNI ini dipusatkan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Provinsi Banten.
 
Dengan mengusung tema _Bersama Rakyat TNI Kuat_, upacara diikuti oleh sekira 5.932 orang yang terdiri dari berbagai elemen kesatuan TNI.
 
          Dalam amanatnya, Presiden Joko Widodo percaya bahwa ke depan TNI akan menjadi angkatan bersenjata yang semakin disegani oleh negara-negara lain. Dengan terus meningkatkan profesionalisme dan komitmen, ia juga yakin bahwa TNI akan selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
            "Dengan penuh rasa optimisme, saya mengatakan bahwa TNI akan menjadi angkatan bersenjata yang semakin disegani oleh negara-negara lain dan akan menjadi kekuatan besar di regional, di Asia. Dengan penuh keyakinan saya percaya bahwa TNI akan selalu yang pertama dan terdepan dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
 
                Kepala Negara kemudian mengingatkan pesan Jenderal Besar Sudirman yang diyakininya masih dan akan terus relevan dengan kondisi di masa kini. Sudirman mengatakan bahwa politik tentara adalah politik negara dan loyalitas tentara hanyalah loyalitas untuk kepentingan bangsa dan negara di mana akan selalu memperjuangkan kepentingan rakyat dan setia kepada pemerintahan yang sah.
 
"TNI adalah milik nasional yang berada di atas semua golongan, yang tidak terkotak-kotak oleh kepentingan politik yang sempit dan tidak masuk ke kancah politik praktis, yang selalu menjamin netralitas politik di era demokrasi sekarang ini, yang selalu menjamin keutuhan wilayah nasional, dan membangun persatuan dan solidaritas anak bangsa," ia menegaskan.
 
Lebih lanjut, Presiden merasa bangga mendengar pernyataan dan sumpah para prajurit untuk setia kepada NKRI, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945. Baginya, sumpah dan komitmen tersebut merupakan hal yang menunjukkan kemauan keras para prajurit TNI untuk membawa kemuliaan bagi bangsa Indonesia.
 
            "Fondasi itulah yang harus dipegang teguh oleh institusi TNI dan oleh prajurit TNI, fondasi itulah yang patut diteladani oleh seluruh rakyat Indonesia, fondasi itulah yang membuat kita kokoh berdiri menghadapi gelombang zaman yang sering bergolak, fondasi itulah yang memperkukuh Indonesia dalam menghadapi dan memenangkan persaingan global," tuturnya.
 
Oleh karenanya, pada kesempatan yang membanggakan ini, secara khusus Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa terima kasihnya atas profesionalisme yang telah ditunjukkan TNI selama ini.
 
            "Terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen seluruh jajaran TNI dalam memegang teguh sumpah prajurit, terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi para prajurit dalam menjalankan tugas-tugas berat yang penuh risiko, dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas peran sentral TNI dalam menjaga NKRI, menjaga Pancasila, dan menjaga kewibawaan negara," ucapnya.(eas)
Page 1 of 13

Face Book Galleries

TIONGKOK(KORANRAKYAT.COM) Sekretaris Daerah Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Soekardi membuka pusat promosi investasi, dagang,...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima...
BANJAR, KORANRAKYAT.COM- Polres Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengadakan  Forum Group Discotion (FGD)  anti...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Adanya pengeroyokan  pemukulan dan pemukulan terhadap Saldi Hermanto   salah satu...
  BANJAR,(KORANRAKYAT.COM)- .Babinkamtibmas  membuka lahan dengan menanam tanaman Hilikultura  Cabe, Semangka...
SURABAYA(KORANRAKYAT.COM) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim berencana membeli kembali...
Jakarta,Koranrakyat.com- Upaya menyelesaikan dan membahas kasus Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat nampaknya...
JAKARTA(KORANRAKYAT.COM)- Adanya dugaan  aliran radikalisme dan aksi teroris yang mengancam keamanan tetap menjadi...
BOGOR (KORANRAKYAT.COM) Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan perubahan yang saat ini sedang terjadi dengan begitu...
    JAKARTA(KORANRAKYAT.COM) - Dugaan suap terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Provinsi...